<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535</id><updated>2011-07-07T18:07:55.489-07:00</updated><title type='text'>Asa dalam hidup</title><subtitle type='html'>sulit untuk menebak kehidupan yang kita jalani.. terkadang apa yang direncanakan tak kunjung juga datang, malah yang datang hal slama ini kita hindari bahkan tidak diinginkan. sekalipun hidup ini adalah hasil usaha kita, namun seberapa besar apa yang kita jalankan adalah wujud dari harapan kita.. Kita membutuhkan asa, ia bisa membangkitkan kita juga mengarahkan langkah kita dalam mengarungi kehidupan yang kita jalani sekarang dan yang akan datang</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-3020580905528707588</id><published>2011-04-06T22:24:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T22:24:35.912-07:00</updated><title type='text'>Polisi Nekat Merampok</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/04/07/125817/Polisi-Nekat-Merampok"&gt;Polisi Nekat Merampok&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-3020580905528707588?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/04/07/125817/Polisi-Nekat-Merampok' title='Polisi Nekat Merampok'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/3020580905528707588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=3020580905528707588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/3020580905528707588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/3020580905528707588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2011_04_01_archive.html#3020580905528707588' title='Polisi Nekat Merampok'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-8748411241688788976</id><published>2011-03-05T17:21:00.003-08:00</published><updated>2011-03-05T17:39:42.576-08:00</updated><title type='text'>UdIN SEDUNIA; kreatif penuh kejutan</title><content type='html'>Akhir2 ini jagat hiburan tanah air, menemukan sosok yang unik dan kreatif,. berawal dari lagu sasak, lagu udin sedunia mencuri perhatian di dunia. Lagu ini terbilang unik, mungkin orang-orang tidak menyangka termasuk saya pribadi, ternyata nama udin hampir melekat pada diri orang indonesia. Awalnya saya sempat berpikir (sebelumnya boomingnya lagu ini apakah nama ini identik dengan orang sulawesi. ibarat nama "syah" pada mayoritas orang melayu. Namun ini tidak berdasar, karena nama udin juga ditemukan disebagian daerah di indonesia di luar sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah sualuddin,. yang menghubungkan nama udin dengan kata2 yang menarik,.. misalnya udin yang suka ke kamar namanya kamaruddin, udin yang suka main sms, namanya hapenuddin, udin yang suka shalat namanya alimudin. dan masih banyak lagi yang muncul dalam sair lagu udin sedunia, bahkan ada syair : udin yang suka jual bola namanya chalidudin.. apa masuknya nama ini ada kaitannya dengan kisruh persebakbolaan indonesia akhir-akhir ini, hanya penciptanya yang bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun orang menilai,.. bagi saya pencipta lagu ini harus diapresiasi, membuat sesuatu yang sangat unik, menarik dan tentunya kejutan-kejutan, apalagi bagi anda yang baru mendengar dan ternyata ada nama anda, saudara ataupun teman anda tiba-tiba disebutkan dalam lagu tersebut, pasti akan tersenyum bahkan tertawa kegirangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salut buat udin,.. anda sangat kreatif dan tentunya ditunggu kejutan lain pada karya anda berikutnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-8748411241688788976?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/8748411241688788976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=8748411241688788976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/8748411241688788976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/8748411241688788976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2011_03_01_archive.html#8748411241688788976' title='UdIN SEDUNIA; kreatif penuh kejutan'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-192433149044855022</id><published>2009-11-08T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T05:33:44.459-08:00</updated><title type='text'>Cerpen Laila</title><content type='html'>di muat di kompas, Minggu, 8 November 2009 | 02:52 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karangan : Putu Wijaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis tidak selamanya tanda kelemahan. Tapi istri saya tidak bisa menafsirkan lain, ketika melihat kucur air mata Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ada apa lagi Laila,” tanya istri saya. ”Kok nangis seperti sinetron, kapan habisnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Laila bukannya berhenti, malah tambah menjadi-jadi. Saya cepat memberi kode rahasia supaya interogasi itu jangan dilanjutkan. Besar kemungkinan, itu taktik minta gaji naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila itu bukan jenis pembantu murahan yang mata duitan. Dia orang Jawa yang tahu diri, memangnya kamu!” bentak istri saya, sambil menarik Laila bicara empat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia punya konflik,” kata istri saya kemudian. ”Suaminya kurang ajar. Masak memaksa Laila banting tulang, tapi dianya ngurus anak ogah! Primitif banget! Laki-laki apa itu? Giliran anaknya kena DB dibiarin saja. Coba kalau sampai mati bagaimana? Pasti si Laila lagi yang disalahin! Memangnya perempuan WC untuk nampung kotoran?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terlalu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang si Romeo nyuruh Laila berhenti lagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berhenti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya! Apa nggak gila?! Kalau Laila tidak kerja mau ngasih makan apa si Arjuna?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kali Laila dapat kerjaan baru.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mana ada orang mau menerima pembantu yang tiap sebentar pulang, karena anaknya nangis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jadi Laila akan berhenti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak! Biar Laila bawa Arjuna kemari, jadi kerjanya tenang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boleh sama si Romeo?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memang itu yang dia mau!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik nafas. Sejak itu, Arjuna yang baru lima tahun itu jadi bagian dari rumah kami. Kalau dia nangis, sementara ibunya memasak, sedangkan istri saya sibuk, itu tanggung jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula berat. Tapi kemudian terjalin persahabatan indah antara saya dan Arjuna. Saya bahkan merasa tersanjung ketika Arjuna memanggil saya Pakde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 11 tahun saya dan istri merindukan anak. Kami sudah capek menjalani nasehat dokter. Akhirnya kami ambil kesimpulan, tugas manusia memang beda-beda. Kami mungkin bukan mesin reproduksi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Arjuna membuat rumah berubah. Kelucuan bahkan kebandelan Arjuna menyulap tiap hari jadi beda. Sampai-sampai istri saya memanggilnya si Buah Hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pulang dari mudik, saya terkejut. Di dapur terdengar suara ketawa beberapa orang anak. Ternyata di situ ada lima bocah hampir seusia Arjuna sedang main petak umpet. Mereka sama sekali tidak takut oleh kehadiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu anak-anak pembantu-pembantu sebelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”O ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, orangtuanya juga sibuk kerja, jadi anaknya tidak ada yang ngurus. Daripada mereka jadi gelandangan atau korban narkoba, aku suruh saja main di sini nemani si Buah Hati,” kata istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula saya keberatan. Satu anak tertawa dalam rumah, memang lucu. Tapi enam orang, saya akan kehilangan privasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang bekerja di meja, semuanya seliwar-seliwer di depan pintu. Kalau saya menoleh mereka mencelup. Punggung saya terasa gatal ditancapi tatapan. Saya kira mereka mulai kurang-ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu frustrasi!” komentar istri saya sambil tertawa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Persis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena kamu kurang peka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir. Istri saya terus ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu tidak peka. Anak-anak itu tahu kamu baru kembali dari mudik. Mereka menunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menunggu apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasanya kalau pulang mudik orang bawa oleh-oleh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku bawa untuk Arjuna, bukan untuk mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka semua anak-anak. Kamu harus berikan sesuatu kepada semuanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya mengulurkan sebuah kantung plastik yang penuh coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagikan ini pada mereka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takjub, tapi tak bisa menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, rumah saya seperti penitipan anak. Kerap ibu-ibu tetangga karena keperluan yang mendesak menitipkan anak di rumah kami. Anaknya pun senang bahkan mereka menganjurkan agar dirinya dititipkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saya cepat membiasakan diri. Apalagi keadaan itu membuat gengsi kami naik. Istri saya menjadi popular. Saya sering dipuji sebagai lelaki sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian Laila kembali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Si Romeo bertingkah lagi!” umpat istri saya setelah mengusut Laila, ”bayangkan, masak dia minta dibelikan motor!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Motor? Emang mau ngojek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Boro-boro ngojek, naik motor juga nabrak melulu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terus untuk apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Menurut Laila itu mau disewakan Romeo pada tukang ojek. Laila minta gajinya setengah tahun di bayar di muka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu tolak kan?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gimana ditolak? Laila diancam akan digebukin kalau tidak berhasil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi penasaran. Lalu saya mencecer Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila, cinta itu tidak buta. Kalau suami kamu terus dituruti, kepala kamu bisa diinjaknya. Suami pengangguran yang mengancam dibelikan motor oleh istri itu bukan saja menginjak, tapi itu sudah explotation de l’home par l’home tahu?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu mengerti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengerti, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Suami yang baik boleh dihormati, tapi yang jahat tendang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila tunduk dan mulai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu kok cinta mati sama si Romeo, kenapa? Jangan-jangan kamu sudah kena pelet!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya hanya mau berbakti kepada suami, Pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu bukan berbakti, tapi sudah bunuh diri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orangtua saya selalu berpesan, suami itu guru, Pak. Kata Ibu saya, tidak boleh membantah kata suami, nanti tidak bisa masuk surga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kelakuan si Romeo kamu itu sudah melanggar HAM!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila menunduk dan meneruskan menangis. Hanya motor yang bisa menyetop air matanya. Terpaksa saya mondar-mandir ke sana ke mari untuk mencari info motor bekas. Beruntunglah salah satu satpam bangkrut karena kalah berjudi. Dia jual murah motornya. Langsung saya bayar, daripada kehilangan Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ah?! Ngapain mesti peduli semua permintaan Laila,” kata istri saya marah-marah, ”Kalau kamu manjakan dia begitu, sebentar lagi dia akan menginjak kepala kita! Pembantu itu jangan dikasih hati. Kalau dia mau berhenti, biarin. Kita cari yang lain!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian istri saya sendiri yang menyerahkan kunci motor bekas itu kepada Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini motornya, Laila. Cicil berapa saja tiap bulan, asal kamu jangan keluar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila mencium tangan istri saya dengan terharu. Saya juga mendapat perlakuan manis. Laila kelihatan sangat bahagia. Sambil nyuci ia menyenandungkan lagu Nike Ardila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu hanya berlangsung sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Si Romeo itu memang kurang ajar!” teriak istri saya kemudian, ”Motor sudah digadaikan lagi, katanya nggak ada yang doyan nyewa motor bekas!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bengong. Dengan mata berkaca-kaca Laila minta maaf. Katanya, suaminya diancam akan dibunuh kalau tidak melunasi hutangnya setelah kalah taruhan bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya mencak-mencak. Tapi kemudian ia mendesak saya menebus motor itu dengan janji, Romeo dilarang menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu saja yang boleh naik motor itu Laila! Yang lain-lain, haram!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu Laila masuk kerja menunggang motor. Mobilitasnya lebih rapih. Dia selalu datang tepat waktu. Anaknya bangga sekali duduk di boncengan. Meski para pembantu lain keki, menganggap nasib Laila terlalu bagus, tidak kami pedulikan. Yang penting, Laila tetap setia di posnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”PRT seperti Laila memang perlu punya motor, supaya tenaganya tidak terkuras di jalanan. Motor itu bukan untuk dia, tetapi untuk kepentingan kami juga,” kata istri saya kepada ibu-ibu tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terduga argumen itu patah, ketika pada suatu hari Laila muncul tanpa motor. Hari pertama saya diam saja. Pada hari ketiga saya tidak kuat melihat dia pulang menggendong Arjuna sambil menenteng tas besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Motor kamu mana, Laila?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dipakai saudara misan saya, si Neli, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kerjanya lebih jauh, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa dia tidak naik angkot saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nggak boleh sama suami saya, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung. Kemudian saya baru tahu, Neli saudara misan Laila sekarang tinggal bersama Laila satu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu motor kamu Laila, tidak boleh dipakai orang lain!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi suami saya bilang begitu, Pak. Saya harus mengalah sebab di pabrik tempat Neli kerja aturannya keras. Kalau datang telat bisa dipecat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu juga harus tepat waktu sampai di sini, Laila!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Betul, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ambil motor itu kembali!!!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya Laila masuk kerja tepat waktu. Tapi dia naik ojek. Saya marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksudku kamu tidak hanya datang tepat waktu, tapi harus pakai motor kamu! Kalau kamu datang ke mari naik ojek, lebih baik jangan kerja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila bingung. Dia tidak mengerti apa maksud saya. Istri saya mencoba menjelaskan. Tapi bukan menjelaskan kepada Laila, dia justru menerangkan kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila tidak berani minta motor itu karena takut digampar si Romeo.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa bangsat itu malah ngurus misannya, bukan istrinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebab misan Laila itu perempuan !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gila! Istrinya juga perempuan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi perempuan itu lebih muda! Dan Romeo sudah mau menikahi si Neli!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya megap-megap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Tuhan! Kenapa Laila nerima saja dikadalin begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya hanya mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sekarang memang banyak orang gila!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saya interogasi Laila di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa kamu terus mengalah Laila? Suami kamu sudah kurang ajar. Jangankan mau menikahi misanmu, mengancam kamu membelikan pacarnya motor saja, sudah zolim! Kenapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila tak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu takut? Kalau perlu aku bantu kamu mengadu kepada LBH. Orang macam Romeo itu, maaf, bajingan. Dia harus dihajar supaya menghormati perempuan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu namanya kamu sudah kena pelet! Kamu yang cantik begini pantasnya sudah lama menendang Romeo. Apa kamu tidak sadar?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau sadar kenapa tidak bertindak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya ingin berbakti pada suami, Pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Itu bukan berbakti, tapi menghamba! Diperbudak! Dijadikan kambing congek si Romeo asu itu, tahu!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, Pak!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kata orangtua saya, sebagai istri saya mesti menghormati suami, saya tidak boleh membantah kata suami. Hanya orang yang baik dan sabar yang akan bisa masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau orangtua kamu masih hidup, dia tidak akan rela kamu disiksa begini?! Kamu ini cantik Laila!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dua kali menyebut kata cantik, istri saya muncul. Saya diberi isyarat supaya minggir. Lalu dia bicara dari hati ke hati dengan Laila. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi kemudian saya lihat dari jauh, Laila menghapus air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita tidak bisa kehilangan Laila,” kata istri saya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lho, memangnya dia minta berhenti?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia tidak bisa merebut motor itu dari si Neli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi itu kan haknya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita tidak bisa memaksakan jalan pikiran kita ke otaknya. Tidak. Pokoknya tidak bisa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Harus! Kita berkewajibkan mengajarkan dia berpikir logis!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau terlalu didesak, bisa-bisa dia minta berhenti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”O ya, Laila bilang begitu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dia tidak bilang begitu, tapi pasti akan begitu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa dia begitu ketakutan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sebab Neli sudah dikawini Romeo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terpesona. Lama saya mencoba menghayati bagaimana perempuan yang secantik Laila bisa dikuasai Romeo tak beradab itu. Saya tak akan pernah bisa mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara terus-terang, kami sangat bergantung pada Laila. Kalau dia tidak ada, rumah akan berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita tidak mungkin kehilangan Laila,” kata istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi dia tidak boleh dibiarkan masuk kerja terlambat terus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena itu dia harus punya motor!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak menjawab. Istri saya yang harus menjawab. Jawabannya agak tidak masuk akal. Laila dibelikan motor baru. Laila tersenyum sambil meneteskan air mata haru mendengar keputusan itu. Arjuna juga tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor kedua Laila langsung dari dealer. Bodinya mulus, suaranya halus dan tarikannya kuat. Laila dan Arjuna selalu datang tepat waktu. Saya dan istri puas, merasa keputusan kami tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak sampai satu bulan, tiba-tiba Laila muncul kembali dengan motor bututnya yang lama. Waktu kedatangannya memang tepat. Wajahnya juga tidak berubah. Ia tetap cantik dan ceria. Hanya Arjuna yang kelihatan rewel. Dan istri saya ngamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pakai pendahuluan lagi, Laila langsung digebrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila, Ibu sudah bosan bicara! Kalau kamu masih saja datang pakai motor busuk ini, tidak usah kembali! Pulang! Ibu beli motor baru untuk kamu dan Arjuna bukan untuk lelaki hidung belang itu! Kalau motor itu dipakai oleh orang lain, kamu berhenti saja kerja sekarang! Kembalikan motor kamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila gemetar. Saya pun tersirap. Belum pernah istri saya marah seperti itu. Tanpa berani membantah lagi. Laila menaikkan lagi Arjuna yang sudah turun dari motor, lalu segera pergi. Saya lihat mukanya pucat pasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira perempuan itu tidak akan pernah kembali lagi. Tapi saya keliru. Besoknya, terdengar suara motor yang halus masuk ke halaman. Saya cepat keluar dan kaget melihat Laila dengan motor barunya. Arjuna tertawa senang. Laila mengangguk dan menyapa saya dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila kembali, tapi mungkin untuk pamit pergi,” bisik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya menjawab acuh tak acuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah waktunya dia menghargai dirinya sendiri!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, seminggu, sebulan dan seterusnya, Laila tetap bekerja. Ia selalu datang tepat waktu. Lewat dengan anak dan motor baru, memasuki halaman rumah kami ia kelihatan tegar. Tidak pernah menangis lagi. Rupanya terapi kejut dari istri saya sudah membuatnya menjadi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau diperhatikan ada sesuatu yang hilang. Laila tidak pernah lagi menggumamkan lagu Nike Ardila. Kadang-kadang dia termenung dan kelihatan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gajinya dinaikkan, Laila tersenyum, mencium tangan istri saya, tapi tidak lagi meneteskan air mata. Saya jadi penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Laila, kenapa kamu kelihatan tidak terlalu gembira?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya gembira gaji saya dinaikkan Ibu, terima kasih, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu naik motor mulus yang membuat iri orang-orang lain. Anak kamu senang dan sehat. Saya dengar saudara misan kamu sudah tidak di rumah kamu lagi. Suami kamu juga sudah tidak berani lagi memukul dan berbuat semena-mena. Betul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Betuk, Pak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tapi kenapa kamu kelihatan susah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa kamu sedih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya, Pak, karena sekarang saya tidak akan bisa masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 12 Oktober 09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-192433149044855022?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/192433149044855022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=192433149044855022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/192433149044855022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/192433149044855022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2009_11_01_archive.html#192433149044855022' title='Cerpen Laila'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-1403538455634867662</id><published>2009-07-08T02:02:00.001-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.499-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Nasional Tidak Berkonsep!</title><content type='html'>Selasa, 7 Juli 2009 | 13:58 WIB&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - &lt;br /&gt;Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef mengaku prihatin terhadap kondisi pendidikan nasional saat ini. Pendidikan nasional tidak berkonsep, dan tak ada figur pemimpin yang bisa membawa arah pendidikan dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut dikemukakan oleh Daoed Joesoef saat membuka diskusi 'Mencari Profil Ideal Menteri Pendidikan Nasional' yang digelar oleh Education Forum di Jakarta, Selasa (7/7). Daoed Joesoef mengatakan, setiap akan dilaksanakannya Pemilu selalu banyak tokoh muncul sambil mengumandangkan UUD '45, khususnya terkait kalimat 'mencerdaskan kehidupan bangsa'. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Tapi yang diucapkannya berbeda yaitu mencerdaskan bangsa, ini sudah salah kaprah, sebab muara kecerdasan bangsa itu ada pada peri kehidupannya," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, lanjut Daoed, muncul persepsi yang mengidentik antara sekolah (schooling) dan pendidikan (education). Keduanya begitu timpang, karena fokus pemerintah lebih mengarah pada schooling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Schooling, kata Daoed, adalah pembelajaran di sekolah dengan aksentuasi pada materi pelajaran yang diberikan. Untuk itu, kemudian disiapkan berbagai macam ujian di tiap jenjang dan diberi gelar sebagai hasil akhir ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celakanya, mata pelajaran yang sudah dikuasai dengan label gelar itu disebut dengan pengetahuan dan lebih celaka lagi semua orang menganggap pengetahuan adalah kekuasaan, karena yang punya pengetahuan adalah mereka yang punya gelar," ujar Daoed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran, tambah Daoed, tanpa pembagian usia, anak-anak saat ini sudah dijejali begitu banyak pelajaran. Daoed geleng kepala ketika melihat siswa SMA sudah diberikan mata pelajaran yang semestinya merupakan materi mata kuliah tingkat II di perguruan tinggi. Tujuannya, anak-anak itu diharapkan semakin cerdas, punya gelar, dan bisa berkuasa karena gelarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka, anak-anak itu yang rata-rata sudah menguasai teknologi dan informasi pun disebut telah menguasai pengetahuan, padahal mereka cuma menguasai informasi, bukan pengetahuan. Mereka hanyut oleh informasi, bukan menguasai pengetahuannya," ujar Daoed. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Daoed mengatakan bahwa pendidikan adalah pelajaran yang memberikan nilai-nilai. Karena berurusan dengan nilai, pendidikan itu merupakan bagian dari kebudayaan sebagai sistem nilai yang dihayati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga belajar Matematika itu bukan semata sebagai subject matter, melainkan juga nilai-nilai di dalam Matematika yang harus dihayati," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, tambah Daoed, dengan prinsip mendidik dan bukan menyekolahkan, anak-anak jadi memahami nilai-nilai yang kemudian akan mendorong mereka untuk punya sikap peduli pada subyek dan lingkungan di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kepedulian terhadap pendidikan itu muncul karena kita sudah memahami pendidikan itu sendiri seperti apa, sehingga saat berbicara soal mencerdaskan kehidupan bangsa kita semua sadar, bahwa mulai dari para pencetus kebijakan pendidikan, yang mendidik, sampai yang dididik pun memahami nilai-nilai itu sebagai bekal masa depannya. Bicara pendidikan itu bicara masa depan," ujarnya &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-1403538455634867662?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/1403538455634867662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/1403538455634867662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/1403538455634867662'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-8572931916862393598</id><published>2009-07-06T05:07:00.001-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.500-07:00</updated><title type='text'>Berprasangkah Baik....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SlHsCxN9TnI/AAAAAAAAABs/uHbiTMbnF_E/s1600-h/P6070560.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SlHsCxN9TnI/AAAAAAAAABs/uHbiTMbnF_E/s320/P6070560.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355320964236004978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin setiap orang pernah mengalami namanya negatif tinkhing.. ya.. maklumlah.. perasaan itu merupakan naluri setiap manusia. Negatif thinking diawali oleh persepsi kita tentang sesuatu, kemudian dikelolah lalu dihubungkan dengan pengalaman-pengamalan masa lalu kita. Ini juga dipengaruhi oleh struktur budaya dimana selama ini kita dibesarkan. Penilaian itu akan menghasilkan sebuah keputusan, apakah kita sepakat dengan objek itu ataukah mala berkontradiksi dengan pemahaman kita. Makanya kemudian, negathif thinking bisa muncul apabila objek dihadapan kita tidak sesuai dengan yang kita inginkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;saya teringat dengan pernyataan Jalaluddin Rahmat, pakar komunikasi, manusia ketika  berinteraksi akan saling menukar kepentingan, ketika keduanya memiliki kesamaan maka komunikasi tersebut akan berlanjut menjadi relasi. Hubungannya dengan negatif thinking, tidak lain, ketika sesuatu yang dinilai tidak sesuai dengan konsep dasar yang ada pada diri kita, maka terkadang kita salah mengartikannya.. Misalnya saya punya pengalaman ketika berinteraksi dengan orang yang memiliki budaya yang berbeda dengan kita,. mungkin dalam pandangan kita, orang tersebut "kurang sopan", padahal dalam pandangan dia seperti itulah cara menunjukkan penghormatan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, menyadari kondisi dan permasalahannya, Kita bisa saja mengontrol atau menunda sejenak penilaian kita terhadap objek yang mungkin asing bagi kita, sambil mencari lebih jauh tentang latarbelakang dan konteks dimana objek itu berada. Penundaan penilaian ini akan membantu kita, untuk menghindari negatif thinking. Setelah data yang dibutuhkan lengkap, barulah kita memutuskan. karena bukan hal yang mustahil lagi, terkadang penilaian awal kita biasany berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya, bisa jadi lebih baik atau sebaliknya lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berprasangka baik, sangatlah penting untuk menghindari miskomunikasi yang berlebihan, sebaliknya selalu bernegatif thinking justru akan memperpendek relasi. Padahal tanpa orang lain, mana mungkin kita bisa hidup di dunia ini..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-8572931916862393598?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/8572931916862393598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=8572931916862393598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/8572931916862393598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/8572931916862393598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2009_07_01_archive.html#8572931916862393598' title='Berprasangkah Baik....'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SlHsCxN9TnI/AAAAAAAAABs/uHbiTMbnF_E/s72-c/P6070560.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-5976465297055172465</id><published>2009-06-17T17:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.500-07:00</updated><title type='text'>Memaknai Kampanye Negatif</title><content type='html'>KOMPAS&lt;br /&gt;Selasa, 16 Juni 2009 | 05:51 WIB &lt;br /&gt;Sunny Tanuwidjaja&lt;br /&gt;Kampanye terbuka untuk pemilu presiden baru dimulai 12 Juni 2009. Namun, perang kata-kata dan wacana di antara para kandidat dengan tim kampanyenya sudah dimulai berminggu- minggu lalu. Kampanye damai, etis, santun, dan tidak saling menyerang cuma ilusi?&lt;br /&gt;Nyatanya, ajakan untuk beretika dalam berpolitik selalu saja dibarengi dengan serangan-serangan terhadap para pesaing. Bahkan, ajakan tersebut merupakan bentuk serangan juga karena ada pesan implisit di baliknya yang ingin menunjukkan bahwa lawan politik tidak mengenal etika dan kesantunan dalam berpolitik. Ajakan ini sudah menjadi semacam mekanisme defensif dari para kandidat yang ”diserang”.&lt;br /&gt;Di satu sisi, memang rakyat menginginkan kampanye damai dan bebas dari kekerasan. Di sisi lain, rakyat juga membutuhkan dan menginginkan kampanye yang mendidik sehingga mereka dapat menentukan pilihannya secara bijak pada hari pencontrengan.&lt;br /&gt;Kampanye yang sekadar damai adalah kampanye yang jauh dari memuaskan. Kampanye perlu disertai dengan keterbukaan dan kejujuran sehingga kampanye dapat menjadi bentuk pendidikan politik untuk rakyat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembodohan publik&lt;br /&gt;Kritik terbuka terhadap pesaing sering kali divonis sebagai bentuk kampanye negatif dan kampanye negatif sering kali diidentikkan dengan sesuatu yang buruk.&lt;br /&gt;Sulit dilupakan ketika salah seorang calon presiden setelah ”diserang” oleh pesaingnya mengatakan bahwa tidaklah elok menjelek-jelekkan, tidaklah baik dan santun di mata rakyat. Tunggu dulu. Justru kampanye yang melulu serba positif dapat menyebabkan pembodohan publik karena memberikan gambaran realitas yang tidak lengkap.&lt;br /&gt;Kenyataannya, kampanye negatif tidaklah selalu buruk. Bahkan kampanye negatif justru bisa dilihat sebagai bentuk pendidikan politik. Sangat salah kaprah jika kita menolak habis kampanye negatif, padahal lewat kampanye negatif rakyat bisa mengenal lebih jauh para kandidat yang berkompetisi.&lt;br /&gt;Kita semua ingin rakyat menentukan pilihannya pada hari pemilu bukan berdasarkan janji dan klaim sepihak. Tapi kita ingin rakyat memilih pemimpinnya untuk lima tahun mendatang dengan pengetahuan dan informasi yang selengkap-lengkapnya.&lt;br /&gt;Sayangnya, memang dalam demokrasi, meski ada kebebasan media yang relatif cukup baik, informasi masih relatif mahal dan tidak mudah diakses oleh kebanyakan rakyat jelata. Informasi yang tersedia, apalagi dalam musim kampanye, kebanyakan datang dari para elite politik yang bertarung.&lt;br /&gt;Jika kampanye serba normatif dan serba positif, akan sangat sulit bagi rakyat untuk mengenal para kandidatnya secara lengkap, mengingat informasi yang tersedia hanya yang baik-baik. Kampanye negatif memberikan kesempatan bagi rakyat untuk memperoleh informasi tentang para kandidat yang lebih lengkap. Paling tidak, ada penyeimbang terhadap wacana maupun informasi sepihak yang serba baik dan positif seorang calon.&lt;br /&gt;Inilah indahnya demokrasi. Dalam demokrasi ada persaingan antarelite dan dalam persaingan antarelite inilah rakyat dapat meraup keuntungan yang optimal. Ketika ada kampanye negatif yang dilakukan para elite terhadap pesaingnya, rakyat sebagai pemilih dapat melihat sisi negatif para kandidat. Dengan kata lain, adanya kampanye negatif merupakan kesempatan bagi rakyat sebagai pemilih untuk bukan hanya tahu keunggulan dan keberhasilan para kandidat, tetapi juga kelemahan dan kegagalan mereka.&lt;br /&gt;Redefinisi&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud mengajak para kandidat untuk memfitnah. Fitnah penuh dengan ketidakjujuran. Justru tulisan ini mengajak para kandidat untuk berkampanye secara jujur dan terbuka agar kampanye tidak hanya menjadi kesempatan tebar pesona, tapi juga kesempatan untuk mendidik rakyat.&lt;br /&gt;Sepertinya perlu ada redefinisi kampanye negatif. Kampanye negatif janganlah diartikan sempit sebagai black campaign atau fitnah, melainkan kampanye yang semata menunjukkan kelemahan lawan politik. Tentu ini sah-sah saja dalam berdemokrasi dan berkompetisi.&lt;br /&gt;Para kandidat dan tim kampanyenya hendaknya memaknai etika dan kesantunan politik secara lebih substansial dan mendalam, bukan sekadar wacana indah yang semu. Memang ada yang aneh dengan standar kesantunan dan etika kita. Sebenarnya kesantunan dan etika yang sejati adalah kejujuran dan keterbukaan, terhadap lawan maupun terhadap rakyat.&lt;br /&gt;Kesantunan dan etika politik yang sejati adalah ketika para elite politik yang bersaing dapat berjabat tangan serta bekerja sama membangun bangsa setelah bersaing dalam pemilu dan saling mengkritik secara jujur dan terbuka.&lt;br /&gt; Sunny Tanuwidjaja Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS; Kandidat Doktor Ilmu Politik di Northern Illinois University&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-5976465297055172465?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/5976465297055172465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=5976465297055172465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/5976465297055172465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/5976465297055172465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2009_06_01_archive.html#5976465297055172465' title='Memaknai Kampanye Negatif'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-6345489783221477203</id><published>2009-03-08T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.501-07:00</updated><title type='text'>PARTAI ISLAM Andalkan Identitas Islam, Peluang Kecil</title><content type='html'>Kompas,Minggu, 8 Maret 2009 &lt;br /&gt;Bandar Lampung, Kompas - Setiap partai politik yang mengusung asas Islam harus mengubah orientasi dan kinerjanya menjelang pemilu legislatif 2009 agar memperoleh suara. Jika tetap bekerja dengan cara-cara sekarang, peluang partai politik yang mengusung asas Islam sebagai identitas akan sangat kecil untuk memperoleh suara.&lt;br /&gt;Demikian diungkapkan Yudi Latif, Kepala Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Sabtu (7/3), seusai menjadi pembicara pada Sidang Tanwir Muhammadiyah 2009 di Bandar Lampung.&lt;br /&gt;Yudi mengatakan, saat ini masyarakat tidak ideologis. ”Keberislaman” tidak selalu paralel dengan ”keberpartai-Islaman”. ”Orang boleh mengapresiasi Islam dan menjadi religius, tetapi tidak berarti harus memilih partai Islam,” ujar Yudi.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, partai-partai yang mengusung asas Islam kini tidak bisa lagi menangkap pendukung hanya dengan memberikan janji simbolik dengan mengandalkan identitas keagamaan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat saat ini, identitas keagamaan itu tidak cukup memberi jaminan efektif bahwa partai-partai yang mengusung asas Islam sudah mengembangkan politik yang lebih bersih dan lebih baik. ”Dan itu sudah terbukti,” ujar Yudi.&lt;br /&gt;Faktor lain yang memecah perolehan suara adalah saat ini partai politik yang mengatasnamakan syariat Islam di Indonesia cukup banyak. Tidak bisa satu partai Islam mengklaim sebagai satu-satunya juru bicara Islam dengan pendukung terbesar.&lt;br /&gt;”Suara pendukung syariat Islam itu terdistribusi ke banyak partai politik yang mengusung asas Islam, seperti PKS (Partai Keadilan Sejahtera), PPP, atau Bulan Bintang, sehingga perolehan suara partai Islam itu tidak begitu tinggi,” ujar Yudi.&lt;br /&gt;Faktor suara yang terbagi-bagi dengan kondisi rakyat yang tidak terlalu ideologis berpengaruh terhadap menyusutnya jumlah pemilih tradisional partai Islam dan mendukung meningkatnya jumlah swing voters atau pemilih yang masih meraba-raba partai yang akan dipilih. Partai Islam harus berpandangan, swing voters merupakan potensi.&lt;br /&gt;Namun, saat ini kemampuan partai-partai Islam merangkul swing voters sangat rendah. Itu karena partai Islam tidak pernah melakukan pelayanan publik. Partai Islam cenderung mengandalkan pemilih tradisional.&lt;br /&gt;Menurut pandangan Yudi, partai Islam yang saat ini sudah cukup baik melakukan pelayanan publik adalah PKS. PKS banyak melakukan pelayanan di daerah bencana untuk menarik simpati masyarakat. Sementara partai Islam lainnya hanya sebatas mengibarkan bendera tanpa pelayanan. (HLN)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-6345489783221477203?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/6345489783221477203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=6345489783221477203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/6345489783221477203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/6345489783221477203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2009_03_01_archive.html#6345489783221477203' title='PARTAI ISLAM Andalkan Identitas Islam, Peluang Kecil'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-3287776670976515809</id><published>2008-10-15T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.501-07:00</updated><title type='text'>Hari yang Fitri yang Telah Berlalu</title><content type='html'>Hari ini, bertepatan dengan tanggal 16 oktober 2008, menandakan bahwa hari yang fitri telah 2 minggu berlalu. Walaupun sudah berlalu, namun tidak ada salahnya melihat hal penting pada hari yang fitri tersebut. Paling tidak ada dua hal yang penting yakni fenomena mudik dan menjaga silatirahmi dengan saling memaafkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Mudik..&lt;br /&gt;Hampir setiap orang pernah mengalami namanya mudik. Fenomena tahunan ini menjadi pusat perhatian banyak orang. Bahkan sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Bahkan banyak intelektual melihat mudik dari segi keilmiahan. Misalnya saja Nurchalis Madjid (alm)atau lebih dikenal dengan caknur melihat mudik merupakan panggilan  ruhaniah manusia. Manusia merasa rindu dengan asalnya. Orang melakukan mudik karena rindu dengan kampung halaman, tempat lahir, karena suasana kampung bisa memberikan ketentraman (terutama batin)yang mana kita bertemu orang tua, sanak saudara. sehingga mengabaikan segala macam resiko yang mungkin saja bisa terjadi, orang rela berdesak-desakan di stasiun, antrean yang panjang di loket kartis/tiket, menjalani perjalanan jauh, semua itu dilakukan untuk bisa mudik / pulang kampung.&lt;br /&gt;Caknur melihat bahwa mudik sesungguhnya adalah kita pulang ke asal kita yang sebenarnya, Ilahi. Manusia diciptakan dari Ruh Allah. Secara fitrawi ada panggilan manusia untuk pulang atau merindukan asal usulnya yang abadi yakni Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga Silaturahmi&lt;br /&gt;Banyak orang mempergunakan moment hari yang fitri dengan menjaga silaturahmi; ada yang menyambung silaturahmi dengan sanak saudara yang sudah lama tidak terjalin, ada pula yang memperbaiki silaturahmi yang pernah putus / bermasalah. Namun semua itu tidak bisa terjalin pabila tidak dibukanya pintu maaf sesama kita. Memaafkan kesalahan orang lain memang tidaklah mudah. Namun karena mengingat ketulusan orang meminta maaf dan keikhlasan kita dalam memaafkan kesalahan  orang lain, menjadi pendobrak kebesaran jiwa kita. Namun ada hal perlu kita catat bahwa dalam term saling memaafkan ada ungkapan forgive dan forget ; memaafkan dan melupakan.Sekalipun kita terkadang tersakiti dengan kesalahan yang sama, namun kebesaran hati kita untuk tidak mengingatnya sehingga tidak ada yang namanya dendam yang selalu berputar bagai rantai setan yang tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik dan menjaga silaturahmi hanyalah sebagian kecil dari perayaan kemenangan kita di hari yng fitri. Tanggungjawab kita adalah sejauhmana kita bisa menerapkan nilai-nilai ramadhan yang telah kita pupuk selama sebulan untuk diterapkan pada 11 bulan setelahnya. Apakah mempunyai implikasi positif terhadap diri kita atau malah sebaliknya justru penurunan? ataukah jangang sampai kita menjalankan hanya sebagai rutinitas belaka. Pada akhirnya, semuanya berpulang pada pribadi kita masing-masing, karena kitalah penentunya.&lt;br /&gt;Namun satu hal yang menjadi renungan adalah bekal apa yang kita miliki, yang akan dipertanggungjawabkan ketika nanti, kita kembali kepada Nya?&lt;br /&gt;Kebaikan yang kita lakukan, kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya sebaliknya kemudhoratan akan menghampiri bila kita menyia-nyiakan hidup kita tanpa ada sesuatu yang bermanfaat. Semoga saja kita termasuk dalam golongan orang yang beruntung bukan golongan orang yang merugi. Amien ya rabban alamin&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-3287776670976515809?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/3287776670976515809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=3287776670976515809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/3287776670976515809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/3287776670976515809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2008_10_01_archive.html#3287776670976515809' title='Hari yang Fitri yang Telah Berlalu'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-2777777815802148590</id><published>2008-09-17T23:46:00.001-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.501-07:00</updated><title type='text'>Puasa &amp; Kesabaran</title><content type='html'>Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kejadian di sekitar saya. suatu hari saya melihat ada teman yang datang langsung marah-marah. entah apa penyebab saya pun tersentak kaget melihat gelagatnya. pingin tahu saja apa sih penyebabnya. aku samperin dan dia pun mau cerita. ternyata masalahnya adalah kondisi yang dia dapatkan ketika menuju ke kantor.. dia harus berurusan dengan polisi. Saya hanya bisa memberikan saran kalau masalah yang dihadapi itu sudah biasa dan pasti ada solusinya.. sekaligus aku ingatkan kalo sekarang ini kita sedang menjalankan ibadah puasa.. sebisa mungkinlah bisa menahan amarah.. syukurlah dia bisa menerima itu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marah merupakan suasana hati (psikis) yang selalu ada dalam diri manusia, ia merupakan insting kemanusiaan (baca : fitrah). yang menjadi masalah kemudian adalah kalau marah justru menguasai diri kita, tidak bisa dikendalikan.. hal yang kecil saja bisa menjadi masalah besar.. orang dengan tipekal ini lebih dikenal dengan orang temperamen. &lt;br /&gt;Apakah sikap amarah ini bisa dikendalikan? Karena marah adalah insting kemanusiaan kita (ada dalam diri kita) artinya ia bisa dibawah kontrol kita. hal yang paling penting adalah bagaimana kita menguasai/mengendalikannya.. kemampuan kita menilai secara spontan, apakah ini perlu menjadi "objek" marah atau masih bisa dibicarakan. Hal itu jg dipengaruhi sejauh mana kita mengenal setiap persoalan yang kita hadapi. dari mengenal timbul penilaian , lalu muncul tindakan atas penilaian kita tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevansi dengan berpuasa.....&lt;br /&gt;ketika masih kecil, saya teringat dengan iklan sebuah produk minuman, yang dibawakan oleh seorang kiai kondang saat itu (sekarang sudah menjadi politikus) "hakikat berpuasa adalah penegdalian diri! pengendalian diri butuh namanya kesabaran, karena kesabaran berari menahan. Adapun arti menahan disini bukan saja pada hal-hal yang bersifat biologis, yg bisa membatalkan puasa, akan tetapi hal-hal yang bersifat psike (bisa diartikan hal-hal yang bersifat penyakit hati; amarah, dengki, sombong dan takabur)... sejauhmana keberhasilan kita berpuasa dalam sehari dinilai dari sejauh usaha kita dalam menahan kedua sifat tersebut (biologis dan psike). Puasa yang kita jalankan menjadi kontrol bagi kedua sifat itu. puasa menjadi semacam "alarm" yang akan berdeging ketika kedua sifat itu mendekat.... dan harus cepat di kontrol dan ditahan agar keduanya tidak mudah teraktualisasi.. Memang terasa berat, bukan berarti tidak bisa dani tidak ada salahnya kita mencoba, bukankah sesuatu itu tidak akan pernah berubah kalo kita sendiri tidak mau merubahnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil puasa yang akan kita jalankan memberi nilai positif terhadap diri kita, sikap sabar yang mampu mengendalikan diri, sehingga orang-orang disekitar kita jg bisa merasakan efek kalau kita sedang berpuasa.. masalah yang sebelumnya selalu ditanggapi dengan negatif, amarah, bisa menjadi adem. Bahkan kita bisa lebih menemukan solusi yang cerdas karena mampu berpikir secara jernih tanpa amarah dan prasangka. Semoga karunia dan nikmat Allah SWT yang selalu mengalir dan tak henti-hentinya kepada kita bisa bernilai positif buat diri kita dan juga orang-orang disekeliling kita. Amien..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-2777777815802148590?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/2777777815802148590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=2777777815802148590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/2777777815802148590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/2777777815802148590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2008_09_01_archive.html#2777777815802148590' title='Puasa &amp; Kesabaran'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1846613155599638535.post-5860572584253499143</id><published>2008-09-16T07:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T02:15:59.501-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan</title><content type='html'>Keutamaan ramadhan adalah perintah untuk menjalankan puasa.. sebagimana dalam Alqur'an telah dijelaskan bahwa perintah puasa sudah ada sebelum umat nabi Muhammad SAW.. artinya puasa sudah dilakukan oleh umat2 dahulu...  Apakah puasa kita lakukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. ataukah ada maksud lain dari puasa&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengartikan puasa dengan menahan, enah itu kebutuhan biologis ataukah menahan hal yang bersifat psikologis (kejiwaan) misalnya amarah, dan penyakit hati lainnya&lt;br /&gt;Semoga dengan berpuasa kita bisa membentuk pribadi yang terhindar dari sifat  serakah, mementingkan diri sendiri, egois dan sombong... karena dengan berpuasa kita dilatih untuk bisa menjadi orang-orang sabar, sabar dalam menahan keinginan-keinginan dunia, sabar agar tidak mudah amarah, sabar dalam menjalani kehidupan.. semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, rezki dan karunianya sehingga bulan ramadhan yang tinggal dua minggu ini, bisa kita selesaikan dengan baik dan juga agar memberi manfaat untuk kehidupan kita kelak. amien&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1846613155599638535-5860572584253499143?l=harissuhe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://harissuhe.blogspot.com/feeds/5860572584253499143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1846613155599638535&amp;postID=5860572584253499143' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/5860572584253499143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1846613155599638535/posts/default/5860572584253499143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://harissuhe.blogspot.com/2008_09_01_archive.html#5860572584253499143' title='Ramadhan'/><author><name>hariskasuhe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04631383255093056520</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vtx0dTNAzio/SthdD5SussI/AAAAAAAAAB0/WJ0trZlYpaM/S220/CIMG3485.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
