18 September 2008

Puasa & Kesabaran

Tulisan ini terinspirasi dari beberapa kejadian di sekitar saya. suatu hari saya melihat ada teman yang datang langsung marah-marah. entah apa penyebab saya pun tersentak kaget melihat gelagatnya. pingin tahu saja apa sih penyebabnya. aku samperin dan dia pun mau cerita. ternyata masalahnya adalah kondisi yang dia dapatkan ketika menuju ke kantor.. dia harus berurusan dengan polisi. Saya hanya bisa memberikan saran kalau masalah yang dihadapi itu sudah biasa dan pasti ada solusinya.. sekaligus aku ingatkan kalo sekarang ini kita sedang menjalankan ibadah puasa.. sebisa mungkinlah bisa menahan amarah.. syukurlah dia bisa menerima itu

marah merupakan suasana hati (psikis) yang selalu ada dalam diri manusia, ia merupakan insting kemanusiaan (baca : fitrah). yang menjadi masalah kemudian adalah kalau marah justru menguasai diri kita, tidak bisa dikendalikan.. hal yang kecil saja bisa menjadi masalah besar.. orang dengan tipekal ini lebih dikenal dengan orang temperamen.
Apakah sikap amarah ini bisa dikendalikan? Karena marah adalah insting kemanusiaan kita (ada dalam diri kita) artinya ia bisa dibawah kontrol kita. hal yang paling penting adalah bagaimana kita menguasai/mengendalikannya.. kemampuan kita menilai secara spontan, apakah ini perlu menjadi "objek" marah atau masih bisa dibicarakan. Hal itu jg dipengaruhi sejauh mana kita mengenal setiap persoalan yang kita hadapi. dari mengenal timbul penilaian , lalu muncul tindakan atas penilaian kita tersebut..

Relevansi dengan berpuasa.....
ketika masih kecil, saya teringat dengan iklan sebuah produk minuman, yang dibawakan oleh seorang kiai kondang saat itu (sekarang sudah menjadi politikus) "hakikat berpuasa adalah penegdalian diri! pengendalian diri butuh namanya kesabaran, karena kesabaran berari menahan. Adapun arti menahan disini bukan saja pada hal-hal yang bersifat biologis, yg bisa membatalkan puasa, akan tetapi hal-hal yang bersifat psike (bisa diartikan hal-hal yang bersifat penyakit hati; amarah, dengki, sombong dan takabur)... sejauhmana keberhasilan kita berpuasa dalam sehari dinilai dari sejauh usaha kita dalam menahan kedua sifat tersebut (biologis dan psike). Puasa yang kita jalankan menjadi kontrol bagi kedua sifat itu. puasa menjadi semacam "alarm" yang akan berdeging ketika kedua sifat itu mendekat.... dan harus cepat di kontrol dan ditahan agar keduanya tidak mudah teraktualisasi.. Memang terasa berat, bukan berarti tidak bisa dani tidak ada salahnya kita mencoba, bukankah sesuatu itu tidak akan pernah berubah kalo kita sendiri tidak mau merubahnya...

Alhasil puasa yang akan kita jalankan memberi nilai positif terhadap diri kita, sikap sabar yang mampu mengendalikan diri, sehingga orang-orang disekitar kita jg bisa merasakan efek kalau kita sedang berpuasa.. masalah yang sebelumnya selalu ditanggapi dengan negatif, amarah, bisa menjadi adem. Bahkan kita bisa lebih menemukan solusi yang cerdas karena mampu berpikir secara jernih tanpa amarah dan prasangka. Semoga karunia dan nikmat Allah SWT yang selalu mengalir dan tak henti-hentinya kepada kita bisa bernilai positif buat diri kita dan juga orang-orang disekeliling kita. Amien..

16 September 2008

Ramadhan

Keutamaan ramadhan adalah perintah untuk menjalankan puasa.. sebagimana dalam Alqur'an telah dijelaskan bahwa perintah puasa sudah ada sebelum umat nabi Muhammad SAW.. artinya puasa sudah dilakukan oleh umat2 dahulu... Apakah puasa kita lakukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. ataukah ada maksud lain dari puasa

Banyak orang mengartikan puasa dengan menahan, enah itu kebutuhan biologis ataukah menahan hal yang bersifat psikologis (kejiwaan) misalnya amarah, dan penyakit hati lainnya
Semoga dengan berpuasa kita bisa membentuk pribadi yang terhindar dari sifat serakah, mementingkan diri sendiri, egois dan sombong... karena dengan berpuasa kita dilatih untuk bisa menjadi orang-orang sabar, sabar dalam menahan keinginan-keinginan dunia, sabar agar tidak mudah amarah, sabar dalam menjalani kehidupan.. semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, rezki dan karunianya sehingga bulan ramadhan yang tinggal dua minggu ini, bisa kita selesaikan dengan baik dan juga agar memberi manfaat untuk kehidupan kita kelak. amien