31 Desember 2020

Penghujung 2020

Akhirnya,tibalah dimalam terakhir 2020, hari ini kamis, 31 Desember 2020. Walau ini bukan merupakan tahun islam, dan paling tidak sudah tidak ikut-ikutan meramaikan seperti sebelum-sebelumnya, dan memang saat ini masih kondisi pandemi, masih dilarang untuk berkerumun terlebih kasus positif di tarakan masih tinggi hingga saat ini. Tahun 2020, dilewati penuh dengan dinamika, baik secara global karena pandemi covid19, juga banyak promatika di negeri tercinta ini. Saya tidak ingin banyak membahas kedua kondisi itu, bagi saya 2020 menjadi tahun yang penuh kejutan, baik dari urusan pribadi maupun yang berkaitan dengan orang lain. Tidak bisa dimungkiri tahun 2020 bagi saya dilewati dengan penuh warna dan lika liku dan sebagian besar sudah saya utarakan dalam tulisan sepanjang tahun 2020 ini, paling tidak yang ada dalam tulisan ini merupakan hasil pencapaian dan renungan yang menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjalankan tahun-tahun berikutnya. dan ini merupakan tulisan ke-250, sebagai tulisan penutup tahun 2020

Dalam pekerjaan, ada kejutan dengan dikeluarkan SK penggabungan dua insititusi di bawah naungan yayasan, dan saya diberikan amanah untuk menjalankan prodi keperawatan, pekerjaan yang dulu pernah dikerjakan selama 6 tahun namun dalam kondisi berbeda dan masih memiliki organisasi yang berbeda pula. Banyaknya target kerjaan di prodi, menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk menajemen diri dan waktu. saya tidak bisa mengabaikan pekerjaan begitu saja, namun saya juga tidak boleh mati-matian dalam bekerja, karena belajar dari 6 tahun yang pernah dilalui, saya harus proporsional, harus menempatkan diri sesuai porsinya, karena saya juga harus menjalankan  peran-peran yang lain. Inovasi dan improfisasi di kerjaan ini, ini kesempatan bagi saya untuk memberikan yang terbaik, memberikan majemen yang bisa mengakomodasi kepetingan dosen, tidak berat sebelah, demikian pula dengan pelayanan kepada mahasiswa, ditengah kesibukan mengajar dan menejerial harus benar-benar di kelolah sebaik-baiknya.

Dalam urusan pribadi, bagi saya tahun 2020, ini tahun lebih dekat dengan keluarga, walau memang tidak mudah, lebih meluangkan waktu untuk anak-anak walau untuk hal-hal yang kecil misalnya jogging di hari ahad, membawa makanan/ cemilan di waktu-waktu tertentu dan mengaendakan memberikan hiburan-hiburan kecil. Memang tantangan terbesar adalah melawan ego sendiri, ketika ada target yang dijalankan, diwaktu bersamaan ada keperluan dan keinginan anak-anak yang harus diikuti. Rasa ingin "menang" sendiri juga masih terasa di dalam diri, saya harus banyak belajar memahami kondisi anak-anak dan istri, harus banyak belajar legowo, waktu yang cukup lama bersama bisa menjadikan saya harus lebih bijak lagi melihat dari segala sisi dan persepsi saya harus benar-benar bisa dikontrol, paling tidak emosi saya yang dulu suka meledak-meledak bisa dimanaje dengan lebih sabar dan lebih terkendali lagi.

Segi, spiritual, ini tahun moment kembalinya diri saya, alhamdulillah, walau masih terus harus belajar, saya benar-benar harus menambah ilmu islam. Saya belajar dari youtube dan sebagian besar ulama salaf yang saat ini saya ikuti, sebutlah ust. syafiq riza basalah, ust. Nuzul Dzikri, Ust. Khalid Basalama, juga masih mengikuti ust. abdul somad, ust. Adi Hidayat, AA Gym. Das'ad Latif, Salim Filah, Oemar Mhita. Perlahan-lahan menjalankan amalan-amalan sunnah, seperti mengupayakan jangan ketinggalan amalan shalat sunnah pengiring shalat fardu, shalat tahajjud, shalat dhuha, puasa senin kamis, berdiam diri selepas shalat subuh berjamaah hingga menunggu waktu awal dhuha, memperbaiki bacaan alqu'an melalui kelas tajwid setiap ahad dan mengikuti ta'alim rutin tentang fiqih setiap rabu. semoga ini, menjadi bekal saya kelak di akhirat. walau masih sepenuhnya belajar, semoga tidak menjadikan saya sombong dan lupa diri apalagi merasa bangga dengan semua ini, wallahu'alam bi shawab.

Kali ini berkaitan dengan lari (running), diluar ekspekstasi saya bisa melakukan target-target lari, akhirnya bisa menembuis 21 K, half matathon, sudah menjadi rutinitas, perpaduan easyrun, latihan interval, extratime di hari jum'at dan half marathondi hari sabtu. kadang-kadang extratime di ahad sore, hehehe. Nampaknya running sudah memberikan nilai tersendiri belum lagi melihat di sosmed yang berkaitan dengan lari, apa yang saya alami dialami orang lain, misalnya masalah berat badan yang turun dan orang-orang pada heran hehe, orang yang terkaget-kaget lihat bisa lari lama dan keringatnya yag basah kuyup hehe. dan terakhir ini mencoba latihan menambah tahanan dan kekuatan lari seperti ABC dril, A skip B skip C skip, plank, dan PR kedepannya yaitu latihan temro run, lari sekencang-kencangnya dalam durasa singkat, agak beda dengan interval. dan dari lari ini banyak mengenal orang dan nambah-nambah pertemanan dan kontak tapi anehnya sampai saat ini saya belum juga tertarik bergabung dengan komunitas lari, lebih banyak solo running atau lari sendirian.

Dalam dunia pertemanan dan persahabatan, akhirnya saya harus berdamai dengan diri sendiri, jadi setelah sekian kali mencoba membatasi komunikasi dan kontak, saya harus sadar bahwa saya bukan tipe yang menutuskan silaturahmi selama orang itu masih menyambut dengan baik, saya masih saya mengirim pesan sama kontak-kontak yang jarang berkomunikasi sekedar menyapa. namun harus betul-betul menahan diri untuk hal-hal yang bisa mengarah ke hal yang kurang positif, lebih banyak membawa ke komunikasi yang berfaedah. Untuk saat ini, saya betul betul menetapkan dua teman yang selama ini kontak enten dan lika likunya banyak saya ceritakan dalam judul blog di tahun 2020 ini, hehehe, saya menyebut kedunya dengan mas brother dan kang brother. Dua orang ini sangat dekat secara personal dan saya tidak bisa pungkiri bahwa mereka juga sudah menganggap saya seperti saudara jauh. ini menjadi catatan penting dan pengalaman yang sudah-sudah menjadi pelajaran penting untuk bersikap dan merespon semua story2 sahabat-sahabat ini, jangan terlalu kepo, harga batasan privasi dan ada hal mungkin tidak perlu kita ketahui dan komentari.

selamat tinggal 2020, tahun yang begitu penuh kejutan dan tantangan. Alhamdulillah ya Rob, atas segala rahmat, karunia, rejeki, nikmat yang sudah diberikan selama tahun 2020 ini, semoga membawa kebaikan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 31 / 12 / 2020 
Pukul   : 8.018 malam

23 Desember 2020

Melampui Batas

Akhir-akhir ini, sering sekali mendengarkan ceramah tentang "melampui batas" bahkan salah contoh yang paling nyata adalah fir'aun dengan segala kekuasaannya mengaku Tuhan dan senang membunuh orang. Di dalam al qu'ran juga disebutkan ada beberapa perbuatan yang melampui batas yang dilakukan manusia. ini menjadi pelajaran penting bagi saya, karena tidak bisa dipungkiri mungkin ada tindakan dan kebiasaan yang tandap disadari atau memang disadari namun belum punya kekuatan untuk menghilangkannya. Allah subhannah wata'alah sudah menyatakan dalam al qu'ral surat az zumar, bahwa orang-orang melampui batas itu selalu dibukakan pintu untuk bertaubat, selama masih bernapas maka selama itu juga pintu itu selalu ada, kecuali sudah dalam keadaan sakratul maut. Orang sejahat Fir'aun saja masih dibukakan pintu taubat, namun karena merasa hebat dengan apa yang dimiliki hingga akhir hayat firaun belum bertaubat. dan masih banyak juga kisah lain, yang memperlihatkan akhir hidup seseorang yang tidak bisa ditebak, hingga ada istilah, jangan sampai kita merasa benar dan tidak ingin bertaubat lagi, sementara diluar sana banyak pelaku maksiat yang sedang berjuang bertaubat dengan sungguh, kondisi ini mengalahkan diri kita karena merasa sudah baik, bahkan ada riwayat tentang seorang wanita yang selalu bermaksiat, diakhir hidupnya dimasukkan ke dalam surga karena keikhlasannya memberikan minum dan makan untuk anjing yang sedang kelaparan.

Ini menjadi renungan mendalam bagi saya akhir-akhir ini, ditengah lagi banyak urusan pekerjaan dan masalah dunia, masih saja ada celah-celah yang mengalihkan perhatian untuk melakukan hal-hal yang bisa menjurus melampui batas, padahal diri ini sudah membentengi diri dengan bekal ilmu, melakukan amalan-amalan sunnah sebagai penguat iman dan sering mengikuti ta'alim offline dan online, namun ada saja saat-saat kita harus terjatuh dalam perbuataan mendzalimi diri sendiri, memang seperti inilah manusia, kata ustat selama kita sadar dengan apa yang kita lakukan bahwa itu salah dan menyesal dan tidak mau mengulangi maka disegerakanlah kita bertaubat, jika kemudian hari kembali berbuat maka bertaubat lagi, terus begitu, jangan sampai malah membuat kita menyerah dan menganggap kita tidak layak menjadi orang baik, itulah ujian, semua tidak lain untuk mengetahui sejauh nama kita konsisten dengan niat baik, kita kuatkan dengan doa dan ikhtiar, dan selalu meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah, karena Dianya yang memberikan taufiq dan rahmat agar hati kita tetap condong pada cahaya iman dan jalan yang lurus bukan jalan disesatkan. wallahu'alam bishawab.

Tarakan, 23 / 12 / 2020
Pukul   : 8.52 malam

Selepas Subuh

Menjadi rutinitas selepas shalat subuh berjamaah di mesjid, saya tidak langsung balik ke rumah, ada beberapa kegiatan yang menjadi rutin dilakukan. Mesjid yang paling sering saya tempat shalat subuh ada dua, islamic center baitu izzah dan mesjid nurul hidayah. Kenapa bukan mesjid Al mujahid yang berada di depan rumah? ada beberapa pertimbangan, selepas dibukannya kembali mesjid untuk menjalankan shalat fardu di masa pandemi ini, saya tidak shalat di mesjid depan rumah ini karena ada yang harus dilakukan selepas subuh, kebetulan iqomah di mesjid ini agak panjang dibandingkan mesjid yang lain, selisi 10  menit dan alasan lain juga demi efisiensi waktu, dengan waktu yang sempat selepas subuh dengan waktu melakukan aktifitas setelahnya dan jam masuk kerja. kembali keaktifitas selepas subuh, ada tiga kegiatan ruitn yang dijalankan, yang pertama itu lari pagi, kedua : ke kampus dan ketiga : bertafakkur hingga waktu tula'. Untuk yang pertama itu, sudah tidak ada tawar menawar lagi, saya memiliki 3 jadwal rutin lari pagi, rabu pagi untuk interval, jum'at pagi untuk easy run dan sabtu pagi half marathon. kalau paginya hujan hingga jam 7 pagi untuk rabu dan kamis, biasanya tetap lari di jam itu, akan tetapi jika lewat, biasanya harus dipindahkan ke sorenya. 

kegiatan kedua yaitu ke kampus. ini biasanya dilakukan untuk menyiapkanj beberapa keperluan pekerjaan. Apalagi untuk kuliah online, ada jadwal rutin mengajar setiap minggu, saya harus membuat rekaman video yang harus diupload di youtube. jika materinya belum ada, karena pokok bahasan baru, maka harus membuat materi dulu sebelum di upload dan ini dilakukan selepas subuh hingga memasuki jam masuk kerja. Saat menyelesaiikan pekerjaan dilepas subuh ini, sambil mendengarkan ceramah dari dua ust yang sangat populer, ust. Nurul Dzikri, Ust Syariq Riza Basalamah. Kegiatan ketiga adalah bertafakkur hingga menunggu waktu tula atau suruq (matahari terbit). Tempat paling favorit itu di islamic center, kondisinya sangat memungkinkan selepas subuh semua jamaah langsung balik, kondisi yang berbeda jika saya shalat di nurul hidayah, ada beberapa jama'ah yang masih tinggal dan tidak jarang malah keasyikan ngobrol dari pada bertafakkur :)

Inilah, rutinitas subuh yang hamnpir setengah tahun ini rutin dijalankan, insyaAllah ini berkat rahmat dan maghfiruh Allah subhannah wata'alah. Ini alasan juga saya kenapa tidak tinggal di rumah selepas shalat subuh, jika di rumah selain ngaji, banyak waktu digunakan nonton dan lainnya. Ini juga untuk mencegah dari keinginan tidur pagi selepas shalat subuh :) begitu banyak faedah yang didapatkan selama menjalankan tiga rutinitas itu, selain menambah saudara jika dalam beberapa moment bertemu dengan orang-orang yang melakukan hal yang sama, saat lari pagi saya bertemu kenalan, saat bertafakkur juga ketemu dengan jamaah yang melakukan hal yang sama :) semoga selepas subuh ini menjadi waktu yang berfaedah dan berkah.. aamiin

Tarakan, 23 / 12 / 2020
pukul    : 6.32 pagi

22 Desember 2020

Sepatu Running

Bulan Agustus yang lalu, saya melihat postingan IG pelari nasionak tentang diskon untuk beberapa keperluan olahraga dari jersey hingga sepatu lari. saya mencoba kepoin situsnya dan ada sepatu yang membuat tertarik dengan harga lumayan yang sedang diskon, harganya setelah dipotong tidak mencapai 500rb. Mungkin untuk kali pertamanya saya membeli sepatu lari seharga sepeti ini, biasanya yang murah meriah, pernah harga 250, 350, bahkan ada yang 100rb.  rata-rata pemakaian sepatu itu tidak lebih dari 4 bulan, bahkan ada yang hanya seminggu sudah tidak layak dipakai lari hehe. Untuk lari seperti yang sudah saya jalani saat ini sudah tidak wajar lagi jika saya gunakan sepatu yang standar apalagi sepatu bukan spesifik untuk lari. Terakhir saya menggunakan sepatu kerja, memang stylenya bisa digunakan untuk lari. jari sepatu hitam itu selama dua tahun saya gunakan sebagai sepatu kerja, stylenya yang santai memudahkan untuk saya berakitifitas. Jika berpergian keluar kota, saya gunakan sepatu itu dan jika memungkinkan saya manfaatkan lari pagi, karena sepatunya mendukung jadi saya pake sepatu itu. hehehe dari catatan yang ada sepatu hitam skitcher itu sudah pernah saya gunakan untuk lari pagi di bandung, gazibu, jakarta, semarang dan jogjakarta :D hehehe sepatu yang cukup menyimpan banyak kenangan.

Kembali kecerita sepatu baru korban diskon hehehe, sudah 3 bulan disimpan, akhirnya kemarin sore try track hehehe, dan ternyata mengejutkan, dalam kondisi berpuasa saya bisa lari dengan stabil dengan pace 6.10-6.15 di 5 KM pertama dan finis 10 K dengan pace, 6.18. Ada yang menarik, sepatu ini terbilang ringan, ketika lari semalam melayang diudara, beda dengan sepatu kw yang sudah saya miliki, ada yang dasarnya sepatunya begitu berat malah ada yang kain sepatunya begitu sensitif baru sekali lari sudah menghasilkan bau tidak sedap dan tidak ampuh dengan di jemur. Untuk saya yang alhamdulillahnya setiap lari target utamanya adalah 10 K sekali lari, kalaupun kurang biasanya karena sudah begitu malam dan dalam kondisi berpuasa :). semoga dengan sepatu baru nanti bisa memberikan capaian yang lebih mengejutkan, sebenarnya target saya kedepannya hanya memperbaiki pace, yang masih stabil di pace 6.40-6.55, kalaupun ada sampai 10 K kurang 1 jam itu jarang sekali, sementara ini mainnya anatara 1 jam 3 menit hingga 10 menit. Belum lagi target lari desember ini, semoga menorehkan catatan baru lagi berlari sekitar 60 K perminggu :) atau harus melewati target bulan sebelumnya 2 sebelumya dalam sebulan lari 234,70 K sementara bulan lalu hanya selisi 1,7 K, atau  233 K. semangat mencetak target-target baru, salam sehat salam olahraga.


Tarakan, 22 / 12 / 2020
Pukul   : 5.58 sore

Felling Good

Kemarin malamn itu, entah apa menyebabnya tiba-tiba perasaan begitu adem, padahal kemarin itu adalah senin, hari yang cukup melelahkan, bertepatan dengan puasa sunnah senin dan sorenya dilanjutkan dengan lari sore. Jika di minggu-minggu sebelumnya senin malam begitu melalahkan biasanya saya langsung terkapar karena capehnya. Namun semalam lain ceritanya, seperti biasanya setelah makan makan sedikit ngobrol sm anak-anak terus saya lanjutkan dengan melihat berita atau ceramah via TL IG atau twitter, tanpa disadari malam sudah menunjukkan jam 10 malam, namun perasaan dan suasana hati begitu enak, nyaman padahal kondisinya tidak ada yang berubah dari malam-malam sebelumnya. Saya mencoba mencari keterkaitan dengan peristiwa satu atau dua hari yang saya alami. 

Pertama, apa ada kaitannya dengan batalnya isrti dan anak berlibur ke makassar, dalam kondisi seperti saat ini memaksakan diri berangkat itu sama saja mengundangan begitu macam risiko penularan covid 19. Sebenarnya saya tidak memaksa untuk tidak berangkat, saya hanya mengingatkan risiko masih sangat besar apalagi kasus positif di tarakan terus bertambah, kedua perjalanan beberapa hari di kapal banyak risiko yang didapatkan, dan sebenarnya istri baru saja mengalami musibah kehilangan laptop dan harus mengganti, paling tidak pengeluaran masih cukup besar dan jika tetap memaksa, keuangan akan jebol sementara saya tidak memiliki alokasi dana untuk pulang kampung, masih disisihkan untuk keperluan lain. 

Kedua, saya baru saja menyelesaikan janji saya untuk sahabat saya untuk memberikan songkok asli makassar. Awalnya dugaan saya harus dipesan di makassar, sekitar bula 6 lalu begitu jalan-jalan di pasar THM rupanya ada yang jual songkok bugis namun belum sempat beli, menunggu moment yang tepat, insyaAllah teman ini, akan milad di awal tahun, 2 pekan depan. memang sic agak cepat ngirim paketnya sekalian ngirimkan kopi dan milo untuk anak-anaknya yang kebetulan lagi pulang dari pesantren. Barangnya sudah dikirim dan saya senagaja tidak mengabarinya kalau sudah kirim saya hanya sampaikan dalam satu atau dua hari dikirim. 

Malam kemarin itu memang menjadi malam yang benar-benar nyaman, saking asyiknya dengan kondisi saya tidak sadar bahwa jam sudah menunjukkan jam 11 malam dan saya harus tidur. begitu tertidur saya terbangun hampir jam1 malam, niatnya mau nunggu sekalian tahajud karena pengalaman sebelumnya sempat terbangun jam setengah 2 dan tidur kembali dan ternyata hampir kelewatan waktu tahajjud belum lagi mau persiapan untuk sahur. Inilah yang saya rasakan semalam, dan efeknya masih ada hingga sore ini, semoga perasaan dan suasan seperti ini selalu hadir, suasana yang adem, emosi masih sepenuhnya bisa terkontrol dan kondisi badan masih enakan :) alamhamdulillah

Tarakan, 22 / 12 / 2020
Pukul   : 5.32 sore

19 Desember 2020

Masih saja Halu

Ada suatu waktu, kadang-kadang pikiran ini terjauh melayang entah kemana. Terakhir-akhir saya agak "halu" seaandainya saya bisa S3 di Jepang, hhehehe, aamiin, dengan gelar PhD, ini tidak lain motivasi dari seorang sahabat di aceh, ketika lagi ngobrol-ngobrol. Entah ini mimpi atau cita-cita atau hanya angan-angan semata, namun tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika Allah subhannah wata'alah berkehendak, maka jadilah. Memang setiap orang yang berprofesi sebagai pengajar pasti membayangkan akan mendapatkan gelar pendidikan dari kampus ternama, alhamdulillah, S1 dan S2 saya masih berpendidikan di kampus negeri dan cukup dikenal orang. S3 ini menjadi keinginan besar saya, mau dimana sisa dilihat nanti, yang pasti harus mempersiapkan segala keperluan dan prasyarat yang diharuskan dan yang terpenting juga adalah mempersiapkan diri untuk mengejar beasiswa, insyaAllah tahun depan sudah mulai menjalankan tahapan demi tahapan prasyarat itu, misalnya mulai memperdalam bahasa inggris terutama untuk speaking dan writing. 

Halu yang berikutnya adalah saya masih saja berawang-awang ketemu dengan orang atau siapa saja hehe, ini lebih kepada imajinasi yang tak bertepi, pernah membayangkan bertemu dengan teman sudah tidak lama lagi saling menyapa, mungkin lebih karena kesibukan dan tidak pernah lagi ada moment untuk bisa ketemu, hanya melihat mobilnya lewat, bahkan plat mobilnya sudah dikenali hehehe, sempat berhalu apakah akan ada waktu kembali bertemu dan kembali bertukar nomor kontak dann kembali menjalin komunikasi. Kurang lebih 5 tahun yang lalu kenal, dan dalam mindset saya, beliau ini baik hati, sempat lama berkomunikasi melalui pesan sosmed dan sempat sekali bertemu, setelah itu hanya melihat dan saling melintas, semoga beliau masih ingat. hehe aamiin

Halu-halu yang lain juga kadang-kadang muncul, entah tentang lari entah tentang pekerjaan tentang apa saja yang kebetulan tiba-tiba terlintas begitu saja, namun bagaimana "halu-halu" ini masih dikendalikan dan masih bisa menilai bahwa ini hanya sebatas angan-angan dan yang pasti bahwa ini hanya warna warni dalam alam pikiran, tidak sampai halu benaran hingga tidak bisa membedakan mana realitas mana hanya imajinasi. Untuk halu yang positif semoga itu menjadi motivasi dan semangat untuk terus berusaha yang terbaik, tetap berprasangka baik, tetap memprioritaskan apa yang menjadi impian yang harus diwujudkan, jangan sampai terjebak dengan imajinasi-imajinasi yang bisa menghambat perkembangan diri, apalagi kekhawatiran yang tidak beralasan, semua kembali lagi tetap berdoa dan berikhtiar untuk menjadi prioritas untuk terus dijalankan.

Tarakan, 19 / 12 / 2020
Pukul   : 7.00 malam

Kesimpulan Sementara

Ini bukan tentang penelitian apalagi tentang laporan yang sedang saya lakukan, akan tetapi ini masih tentang pertemanan hehehe. lagi dan lagi masih kelanjutan dari tulisan di bulan ini, setelah tanpa seminggu notifikasi, saya mencoba membaca tulisan-tulisan yang pernah saya buat yang berkaitan tentang ini, memang ada kemiripan namun motivasinya berbeda saat itu. Untuk menghilangkan rasa curiga dan dugaan yang mcam-macam akhirnya saya mencoba mengupload story w.a yang terkonek dengan nomor teman yang sudah dianggap seperti saudara, tidak lama kemudian dia masih melihat story saya. tidak sampai disitu saya mencoba menuliskan pesan, tanpa menanyakan kabar sekedar menyampaikan selamat beraktifitas, dan dibalas dengan ucapan terima kasih. kalau lagi baik-baiknya biasanya sic selain ucapan terimakasih biasanya ada, "mas juga ya" dan ini sudah dua kali kejadian sejak "tragedi" minta pegangan hehehe. 

Sebenarnya sic sudah mulai paham dengan kondisi teman ini, selama setahun ini berkomunukasi intens, menjadi tahu karakter masing-masing. malah saya ini suka usil dengan sering ngeganggu teman ini, untungnya teman ini paham dengan sikap "aneh" saya ini hehehe. karena sudah saling paham, sikap saya terakhir ini saya ambil sebagai bentuk untuk memahami kondisi ini. saya tahu teman ini lagi banyak masalah bisa jadi, biasanya ada postingan-postingan itu, atau paling tidak bisa dilihat dari respon w.a hehehe namun bukan menjadi salah dia atau salah saya, saya juga mencoba untuk tidak terlalu memasuki kehidupan teman ini, saya yakin setiap masalah itu selalu ada solusi, asal jangan mengeluh aja hehehe, apalagi kalau sudah berkaitan dengan "fullus" (baca : materi).

Semua orang punya kebutuhan dan ukuran dalam kehidupan, mungkin orang akan merasa kurang karena mengukurnya dengan orang lain. Kemarin juga saya belum bisa memberikan bantuan ketika pada pesan "untuk pegangan", saya mungkin belum bisa hadir ketika teman ini membutuhkan sesuatu, namun jika ini menjadi keseringan? mungkin akan lain masalahnya. Apa karena dia sudah menganggap sebagai saudara hingga sama kita dia meminta tolong. Yakin kah? entahlah? hanya teman ini dan Sang Khaliq yang tahu apa yang menjadi keinginan teman ini. Jika melihat kebelakang, pada kondisi-kondisi tertentu saya tidak ada kendala untuk memberikan bantuan bahkan sangat senang bisa membantu, namun dalam kondisi-kondisi tertentu kadang-kadang tidak bisa, dan hanya bisa membantu melalui doa, dan saya sudah menyampaikan ini sama teman ini. Kelanjutannya seperti apa? jika dia masih bersikap dingin seperti ini hanya karena belum bisa membantu, berarti kesimpulan saya sementara, saya harus "diamkan" dulu, tidak mengirim pesan w.a, tidak melihat story dan tidak kepo, sampai kapan? hingga semua kondisi menjadi stabil seperti dulu-dulu itu. itu saja 

Tarakan, 19 / 12 / 2020
Pukul   : 6.06 sore pas adzan maghrib

Malam ini, tepatnya jam 9 malam. Saya mencoba menyapa teman ini, saya harus melawan Ego saya dan melawan apa yg ada dalam pikiran saya seperti apa yang saya tulis di atas.. saya menyapa dan mengucapkan selamat reunian karena habis melihat postingannya di IG. Alhamdulillah direspon dengan ramah, akhirnya chat kami kembali mencair..hehe Bahkan sempat ngobrol2 agak santai barusan Alhamdulillah... dan saya memberanikan diri menanyakan kegelisahan saya ttg teman2 dia di IG dan ada yang satu kota dgn saya..dia membalas..hanya teman di IG, dan dia jarang aktif.. ya udah.. semua sudah clear, ini lah pasang surut pertemanan.. jadikan semua pelajaran penting terutama dalam bersikap dan menilai ( jam9.50 malam)

18 Desember 2020

Jangan soudzon

Cerinta begitu, di tempat kerja lagi dilonggarkan aturan kehadiran yang biasanya sangat disiplin tentang jam masuk dan jam pulang namun hingga akhir tahun ini tidak akan berlaku, hal ini tidak lain karena kondisi pandemi di Tarakan semakin mencekam dan ada 1 rekan kerja yang positif covid-19. walau sudah diberlakukan seperti itu masih saja saya rajin turun ke kampus, namun kali ini tidak sedisiplin sebelumnya, bisa datang semaunya aja hehehe itupun kalau tidak ada jadwal mengajar, walau masih online persiapannya itu cukup memakan waktu, harus menyiapkan materi, merekam  saat menyampaikan kuliah dan mengupload di account youtube. karena kondisi ini pula saya jarang sekali berkumpul dengan teman-teman sekantor atau tetangga (padahal dari dulu juga jangan ngumpul hehehe). Satu hal pemandangan yang kurang, biasanya ada satu teman kantor yang sering berpapasan dan kadang menyapa ke ruangan saya. Apalagi beliau masuk tim di salah satu mata kuliah yang saya koordinatori. Sempat bertanya beliau dimana? kok tidak muncul dan ruangannya tidak terbuka seperti biasanya. Saya juga tidak mengkonfirmasi sama teman, memang karena jarang ngobrol-ngobrol jd tidak sampat bertanya. mobil teman ini juga tidak ada dibiasanya di tempat parkir. Saat shalat berjamaah di mesjid terutama saat ashar dalam beberapa hari ini juga tidak ada. Saya lupa persisnya kapan kami berpapasan di mesjid itupun tidak negobrol seperti biasanya.

Pagi tadi selepas jogging ketika ketika akan mulai berjemur tiba-tiba beliau menelpon, dan beliau mengabari kalau lagi di makassar sejak beberapa hari belakangan dan sedang menemani orang tua beliau yang sedang operasi dan disaat itu juga saya menyampaikan bahwa semoga orang tua beliau cepat sembuh. Dalam hati beristighfar, sempat terlintas dalam hati beliau ini sedang menikmati kelonggaran dalam aturan berkantor mungkin lagi istrahat di rumah dan lebih mengerjakan pekerjaan dari rumah. Untungnya saya "dugaan" saya itu saya tidak menyampaikan kepada teman kerja, masih sebatas terlintas dalam hati, tidak menjadi fitnah bagi beliau, untunhg saja lisan ini masih terjaga dan menahan diri untuk tidak menyampaikan pandangan yang sudah tentu salah bahkan menjurus ke fitnah, inilah pentingnya berhusnozun bukan bersoudzon bahkan akan menjadi fitnah dan menjadi dosa dan kita harus meminta maaf sama yang bersangkutan. memang benar, bicarakan yang perlu dibicarakan agar tidak terjadi fitnah, pikirkan apa yang perlu dipikirkan biar tidak membuang tenaga untuk hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. itu saja

Tarakan, 18 / 12/ 2020
Pukul   : 5.55 sore

17 Desember 2020

Label Orang Baik

Masih kelanjutan dari tulisan sebelumnya. Seperti apa kita dimata orang lain, itu tergantung seperti apa kita menampilkan selama ini dan orang lain akan berkesimpulan dari apa yang dilihat dan dinilainya. walau sepenuhnya belum tentu benar, namun kita tidak bisa menghindarinya. Demikian juga dengan saya, yang tahu seperti apa saya adalah saya sendiri, orang lain bisa jadi lebih kenal, namun masih melihat dari luarnya saja, masih menilai dari tingkah laku, ucapan dan mungkin bagaimana saya berbicara bahkan melihat dari story atau status-status sosmed saya :) Sebenarnya yang dilihat dan dinilai orang lain hanya sebagian kecil dari apa yang sebenarnya diketahui tentang diri kita, kecuali orang-orang tertentu yang secara personal lebih dekat namun belum tentu belum sepenuhnya dia mengetahui tentang diri kita. Ada beberapa orang yang mungkin mengetahui jejak "hitam" kita, namun bukan berarti kita bisa menjadi lebih baik, apalagi sebagian orang akan menilai bahwa kita seperti apa yang kita tunjukkan dalam story, sekalipun kita belum sepenuhnya bisa menjadi seperti itu namun paling tidak kita berusaha untuk berubah dan menjadi lebih baik, sekalian itu sebagai "pemberitahuan" bahwa kita saat ini lagi berproses berubah dan ingin menjadi orang lebih baik lagi. 

Demikian pula, dengan ikhtiar-ikhtiar yang sudah dijalankan selama ini, jika kita sering diidentikkan ldengan abel orang baik  bukan berarti selalu baik dan tidak pernah berbuat dzalim dan maksiat, hal ini karena kita sebagai manusia biasa, bisa saja khilaf dan lalai melakukan itu, dan segera kita bertaubat, jika sudah terlanjur melakukan dan maka kita berjanji tidak akan mengulanginya, walaupun ini tidak mudah, akan tetapi kita tetap berusaha terus belajar menjadi orang baik. Allah subhannah wata'alah masih menutupi aib-aib kita agar kita sadar bahwa masih terbuka pintu taubat. Selama apa yang kita lakukan tidak berlebih-lebihan dan segera memperbaiki diri jika cahaya ilahi sudah masuk kedalam diri kita, kita diingatkan agar tidak meneruskan perbuatan maksiat dan dzalim itu, Allah masih menunggu kita untuk kembali pulang dan berjalan di jalan yang lurus. Manusia tempatnya salah, namun bukan berarti ini selalu menjadi pembenaran untuk terus berbuat salah dan tidak mau memperbaiki diri. Jalan untuk kembali ke jalan yang lurus selalu ada dan terbuka, aib yang ditutupi ini menyadarkan kita bahwa dibalik label baik yang kita sandang, masih ada sisi kelemahan yang perlu diperbaiki dan kita meminta rahmat dan taufiq Allah subhannah wata'ata agar agar kita selalu berada di jalan yang lurus dan jalan yang diridhoi.

Tarakan, 17 / 12 / 2020
Pukul   : 5.37 sore

Belum Sepenuhnya Baik

Setiap fitrahnya manusia ingin menjadi lebih baik dari hari sebelum-sebelumnya. Sebagaimana dalam riwayat, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari kemarin, dan orang yang merugi adalah orang yang lebih buruk dari hari kemarin. Ketika niat hati sudah ingin berkeras menjadi lebih baik, namun tidak sedikit cobaan dan ujian yang harus dijalankan, ini sebagai ujian apakah kita benar-benar serius ingin lebih baik atau hanya sekedar angin-anginan. Seingat saya keinginan untuk menjadi lebih baik itu selalu ada, meskipun dengan jalan yang lambat namun perubahan itu sedikit demi sedikit dijalani. Saya ingat betul ketika jaman-jaman kuliah, ketika sudah mulai belajar agama, saya tidak menunjukkan perubahan mendasar dari segi penampilan, masih saja berbusaha seperti biasanya, teman-teman yang lain terutama akhwatnya sudah menunjukkan berbusana secara syar'i. Perubahan yang lambat ini pula menjadikan saya masih saja melakukan hal-hal yang kurang baik dan semua ini masioh sebatas diri sendiri yang mengetahui hehehe, mungkin saya masih saja terjebak dalam pergaulan "hitam' sekalipun orang disekeliling saya adalah orang-orang baik. Untungnya Allah subnhannah wata'alah masih menutupi kelemahan-kelemahan itu sehingga itu masih sebatas konsumsi pribadi dan tidak terekspose. Bahkan dalam suatu saat saya pernah ketahuan dengan kakak sendiri dan beliau marah besar dengan saya, mungkin karena paham bahwa ini gejolak anak muda sehingga beliau akhirnya memaklumi dan tetap menasehati agar tidak terlalu jauh terjebak hehehe

Dan ternyata, rasa penasaran saya ini masih saja berlanjut, saya pikir bahwa ada sisi lain yang perlu saya ketahui hehe, mungkin ini dialami semua orang, gejolak dalam diri tiba-tiba melihat gambar atau video yang bisa membangkitkan hawa nafsu, naudzubillah,  namun sebatas itu saja tidak lebih apalagi sampai harus mempraktekkannya hehehe, kayaknya mungkin sangat tidak mungkin terlebih lagi label sebagai anak baik-baik masih melekat dalam diri saya :)  Label ini juga bisa jadi masih melekat sampai sekarang, saya tidak memiliki catatan "buruk" dalam pergaulan dan pertemanan, bahkan ketika berteman dengan orang yang salah, saya cepat-cepat "mengamankan" diri, cukup sekedar tahu dan tidak ingin menjalin komunikasi lebih jauh. dan saat ini, menjadi hal yang penuh perjuangan apalagi ketika iman lagi down-downnya, begitu banyak godaan hingga bisikan yang mengatakan saya tidak bisa menjadi orang baik, sekali terjatuh dalam lubang yang salah maka akan sulit untuk bangkit kembali. Ternyata itu salah besar, setelah mendapatkan tauziah online dari beberapa ustat, ternyata inilah perjaungan kita sebagai manusia, kita harus melawan hawa nafsu dan tidak jarang kita tergelincir dalam perbuatan doa dan maksiat, namun kita tidak boleh berputus asa, bahkan orang yang sudah melampui batas sajamasih dibukakan pintu maaf dan mendapatkan rahmat Allah subhannah wata'alah. Teruslah berusaha menjadi baik walau belum sepenuhnya menjadi baik.

Tarakan, 17 / 12 / 2020
Pukul   : 5.00 sore

Godaan syaiton

Pagi ini mendengarkan potongan ceramah UAH, bahwa syaitan itu hanya punya wewenang hanya menggoda bukan memaksa manusia, jadi sebenarnya yang nafsu itu yang diarahkan oleh syaitan. Sehingga manusia mengharapkan rahmat Allah subhannah wata'alah untuk melindungi dogaan syaitan. bahkan dalam surat ibrahim nanti suatu di akhir jaman, syaitan / iblis akan merkotbah melakukan pembelaan bahwa bukan kesalahan mereka menyesatkan manusia, akan tetapi manusia yang tidak kuat untuk menghindari godaan syaitan. Godaan syaitan ini dekat dengan nafsu kita, akan selalu memberikan kebahagiaan / kenikmataan semu dan hanya sesaat akan tetapi kita sebagai manusia banyak terjebak di dalamnya. Bahkan ketika bulan ramadhan yang menurut riwayat bahwa syaitan itu dibelunggu namun masih saja kejahatan yang kita temukan, ada penjelasan dari ust. syafiq, bahwa memang benar bahwa syaitan dibelunggu, namun karena selama ini manusia terus mengikuti hawa nafsu tanpa godaan syaitanpun dia melakukan kejahatan :) 

Dalam sejarah penciptaan manusia, ketika nnabi Adam diturunkan di muka bumi, hanya karena melakukan satu kesalahan, memakan buah huldi dan ini tidak lain karena tertipu dengan godaan syaitan yang mengatakan bahwa buah kebaikan, karena kesalahan itu, nabi adam harus diturunkan ke bumi sehingga dimulailah sejarah awal perjalanan manusia. Perjuangan kita terbesar adalah perjuangan melawan hawa nafsu, karena hawa nafsu sangat identik dengan syaitan maka disinilah letak nilai sesungguhnya apakah kita mampu mengendalikan atau kita terjebak dan sudah dikendalikan hawa nafsu. Sebagai manusia biasa, diri saya sendiri masih sangat-sangat jauh dari sempurna, mungkin baru 0,001% saja, begitu belum bisa mengendalikan diri pada kondisi-kondisi tertentu, ada saja titik lemah tinggi benar-benar terjatuh lagi, namun tidak ada kata lelah untuk terus berusaha menjadi baik, walau orang lain sudah menilai kita baik namun mereka belum tahu sebenarnya kita siapa, dia belum tahu seperti apa perjuangan kita jatuh dan terus jatuh melawan dogaan syaitan, semua masih terus berjalan, sekalipun , diri masih masih banyak lumuran dosa, namun hati tetap akan berusaha perlahan-lahan sedikit demi sedikit membenahi diri mulai dari hal-hal yang kecil. auszubillah hi minna syaitonirrujium. 

Tarakan, 17 / 12 / 2020
Pukul    : 8.24 pagi

15 Desember 2020

Kondisi Rumah Yang di Inginkan

Mungkin kondisi saat ini, menjadi kondisi yang sangat saya harapkan, kondisi yang selalu dipanjatkan ketika berdoa, kondisi yang sangat didampakan selama ini, kondisi ini adalah adanya "kedamaian dalam rumah". Memang tidak mudah mendapatkan kondisi seperti ini, 11 tahun lebih sudah menjalin rumah tangga, mungkin inilah kondisi yang memang saya diharapkan. Kondisi ini yang selalu saya panjatkan di dalam doa, agar rumah saya diberi kedamaian walau bukan berarti tidak ada masalah yang muncul. Masalah itu menjadi bumbu bumbu dalam rumah tangga, mulai anak-anak yang rewel, mulai dari ribut-ributnya anak-anak dengan bundanya, pertentangan dan ketidaksepahaman antar orang di rumah. Dulu kondisi ini menjadi mahal, saya yang setiap hari disibukkan dengan urusan kerjaan dan kadang ketika pulang dalam kondisi capeh, belum lagi emosi yang mudah terpanjing. Kondisi ini bermula ketika ada musibah dalam rumah, innalillah, laptop istri dan kantor hilang dan waktu hilangnya tidak diketahui persis karena begitu esok harinya baru sadar bahwa laptop itu tidak ada. Saya juga sudah mengingatkan dan mewanti-wati, namun karena kesibukan baik di rumah maupun di kantor akhirnya himbauan itu terbaikan. ya sudahlah, semua sudah diikhlaskan dan menjadi pelajaran ke depannya.

Sebenarnya, kondisi ini juga tidak terlepas dari perubahan yang ditunjukkan oleh istri, memang sejak kejadian kemarin itu memberikan efek, mungkin inilah hikmahnya, melalui kejadian ini kami menjadi ingat bahwa sesibuk apapun dan selalai apapun, Allah subhannah wata'alah menjadi prioritas dan jangan sampai kita terus mengejar dunia tanpa ingat bahwa apa yang kita dapatkan selama ini adalah semua pemberian dan amanah Nya. kembali kedoa, sebenarnya yang selalu dipanjatkan adalah diberikan rahmat dan rejeki dan kelembuhan hati. karena jujur saja selama ini, hati ini benar-benar harus dikendalikan sepenuh tenaga, jangan sampai kendor, belum lagi jika dalam kondisi iman lemah, sudahlah, semua bisa menjadi amarah dan sedikit-sedikit bisa jadi masalah. Hatilah yang menjadi pembenteng semua ini, membentengi diri agar mudah mengendalikan diri terutama emosi. Harus benar-benar bisa mengalah dengan kondisi yang dapat memancing emosi. Kelembutan hati ini menjadi kuncinya termasuk doa dilapangkan dada dan dibesarkan jiwa. Memang tidak semua yang kita harapkan akan terwujud bahkan kita harus berhusnudzon bahwa apa yang kita dapatkan semua ini merupakan atas seizin Nya. semoga kondisi ini tidak sampai disini saja namun pada kondisi yang menghadirkan cahaya ilahiah dalam rumah sehingga bisa terwujud rumahku surgaku. aamiin

Tarakan, 15 / 12 / 2020
Pukul   : 7.02 malam

Dilema

Hari ini masuki hari 10, tanpa komunikasi dengan teman, sebenarnya ini cukup berat, mungkin karena tidak seperti biasanya dan saya masih saja menyimpan kontak dan tidak pernah seperti ini merasa mengabaikan. mungkin saya menjadi tabiat kalau teman ini bukan tipe orang yang duluan menyapa, dan kemarin saya sengaja memasang story dan ternyata dia masih melihat dua story saya. Sebenarnya ada keinginan besar untuk kembali menyapa dan hanya sekedar menanyakan kabar, namun lagi-lagi rasa "malu" dalam diri untuk belum kuat untuk melakukan itu terkecuali saya dalam keadaan error dan tanpa kendali biasanya suka nekat tanpa berpikir panjang. Saya yakin dan percaya teman ini sebenarnya tidak bermasalah dengan saya bahkan tidak pernah merasa ada masalah, hanya saja kondisi saat ini saya yang kurang pas karena disibukkan dengan banyak kerjaan yang harus diselesaikan, disatu sisi saya membutuhkan energi yang besar untuk bisa memotivasi diri di tengah waktu yang tersisa untuk membuat laporan akhir penelitian, saya menghindari percakapan yang justru membuat mood menjadi jelek dan bisa jadi memurunkan semangat yang ada. 

Mungkin inilah cara saya untuk mendiamkan diri, berusaha tidak mencari tahu seperti apa kondisi teman ini dan tidak lagi dengan semangat mengomentari story-story dia. Memang kedekatan seperti saudara seperti yang selama ini terjalin sudah begitu dekat namun ada kondisi-kondisi yang memang tidak memungkinkan untuk terus melakukan komunikasi. Satu hal yang saya petik hikmahnya bukan hanya membatasi komunikasi dengan teman ini namun juga beberapa teman yang lain, paling tidak saya tidak memiliki komunikasi dan keterkaitan dengan hal-hal bisa mengalihkan perhatian dari rutinitas saat ini, saat ini lagi sibuk-sibuknya dan lagi semangat-semangatnya untuk memotivasi diri, jangan sampai tiba-tiba berubah karena mengurusi hal yang tidak perlu diurusi, melihat hal yang sepatutnya tidak perlu dilihat. Memang benar dalam 10 hari terakhir ini, tapi perlahan-lahan akan terbiasa, semua demi kebaikan bersama, kebaikan diri saya dan secara tidak langsung kebaikan teman.

Tarakan, 15 / 12 / 2020
Pukul   : 6.07 sore pas adzan maghrib

12 Desember 2020

Big sale 12 12

Ada story : 
Harga normal 900k, beli saat 12.12 = 500k, hemat 400k, Ga Beli = hemat 900k 😁 
 Kalau hari ini kamu ga belanja online, diskonan sama sekali padahal saldo ada, kamu sungguh tanggu

Bukan hanya 12.12 menjadi kesempatan bagi platform toko online untuk mempromokan diskon hampir setiap bulan yang bersamaan tanggal dan bulannya menjadi tanggal promo misalnya 2.2 , 3.3 dan seterusnya  sebelumnya sempat heboh juga dengan promo 11.11 tanggal "cantik" itu menjadi moment yang selalu ditunggu2 bagi pengejar diskon2.. apalagi promony hampir setiap Jedah iklan di tv selalu muncul bahkan sampae ke iklan di sosmed tergoda untuk beli?? Hehehe hampir saja, setelah dipikir-pikir dan ditimbang-timbang lagi, ternyata saya benar-benar tidak membutuhkan barang-barang baru..kalaupun butuh masih yang kecil2 dan masih bisa beli di toko sebelah :) dan satu hal yang unik adalah tulisan ini menjadi tulisan yang ke-12 dalam bulan ini hehehe biasanya menulis bukan berdasarkan tanggal tapi berdasarkan ide dan kesempatan (waktu) :)

Memang sic gaya konsumerisme itu menjadi penyakit di masyarakat mungkin banyak orang hanya mengikuti keinginan tapi bukan kebutuhan, hanya sekedar memuaskan hasrat belanja bisa jadi barang ya tidak dibutuhkan sekedar sebagai koleksi, dipake jarang tapi bisa jadi juga hanya untuk keperluan story di sosmed hehehe biar bisa seperti mereka biar seperti orang-orang lain.. apa kah mereka hepy? Bisa jadi iya.. namun itu bukan urusan kita untuk bisa masuk ke situ. Pelajaran bagi kita adalah kita tidak ikut-ikutan terjerat dalam jiwa konsumeris :) itu saja..  

Tarakan, 12 / 12 / 2020

Pukul   : 9.00 malam @ronde26

11 Desember 2020

Baru Seminggu

Baru seminggu ini, benar-benar saya menahan diri untuk membuka obrolan dengan teman. Sebenarnya ini bukan pertama kali melakukan seperti ini namun sudah beberapa kali, intinya mau belajar menahan diri,  bedanya dengan yang sebelumnya adalah ini aplikasi w.a di nomor simpati tetap aktif, kalau dulu benar-benar sengaja menguninstall w.a. lagi-lagi ini bukan untuk memutuskan tali silaturahmi, namun lebih kepada kepentingan saya untuk belajar menahan diri atas segala kekepoan diri saya hehehe. Hampir setahunan lebih saya berkomunikasi dengan beberapa teman, namun makin kesininya saya belajar bahwa sebenarnya ada yang tidak wajar dalam komunikasi selala ini. Saya menjadi sok pahlawan yang selalu ada ketika teman lagi membutuhkan, berusaha memberikan support, berusaha mempertahankan komunikasi walau hanya sekedar menyapa dan menanyakan kabar. 

Namun makin kesininya saya sadari bahwa ada yang salah, nampaknya tidak ada chymestri dan saling menjaga dan membutuhkan, saya seolah memaksakan diri untuk tetap berkomunikasi walau sebenarnya teman ini tidak butuh, dibutuhkan hanya saat-saat ada masalah itupun saya secara sukarela memberikan support, namun saya belum pernah merasakan bahkan mendapatkan sesuatu yang sama ketika saya menghadapi situasi dan kondisi yang persis sama dengan  teman ini. Ketika saya lagi butuh support, saya harus mengemis untuk mendapatkan support, ketika saya dirulung masalah, saya seolah memaksakan diri untuk mendapatkan support dan solusi. Bukan berarti saya tidak ikhlas dengan apa yang sudah saya lakukan selama ini dan mengharapkan imbalan yang sama, namun ini lebih ke hakikat pertemanan dan persahabatan, benarkah kehadiran kita ini dibutuhkan oleh teman? dimana rasa simpati dan timbal balik persahabatan selama ini? kepada orang lain tidak berpikir seperti apa yang kita pikirkan, paling tidak dia "sadar" bahwa ketika saya sudah mendapatkan support apa teman juga membutuhkan suport seperti yang dia sudah dapatkan. 

Inilah menjadi pelajaran penting, jangan sampai kita terlalu baik sama orang lain, hingga harus mengorbankan diri kita dan teman tidak "peka" dengan kondisi kita. mau sampai kapan seperti ini? paling tidak dalam pertemanan ada timbali balik, ada kepedulian, saling support, jangan terus harus dihubungi duluan hehehe, cobalah untuk memulai komunikasi, sekalipun tidak harus sama persis seperti apa yang kita berikan, paling tidak punya kepekaan, bisa jadi teman kita juga mengalami hal yang sama seperti yang sudah alami, butuh support, butuh solusi butuh doa. Paling tidak kita menganggap bahwa pertemanan ini bukan hanya basa basi, berimbang dan tidak saling melupakan. itu saja.

Tarakan, 11 / 12 / 2020
Pukul   : 6.07 sore selepas azan maghrib

09 Desember 2020

Perlu Konfirmasi Kembali

Pengalaman dari mengambil data, ada beberapa kondisi dimana kita lagi semangat-semangatnya melakukan pengumpulan data ada dua kejadian yang luput dari perhatian saya, sebenarnya sudah ingat namun karena ada pembenaran dalam diri untuk tidak melakukan konfirmasi ulang karena sudah yakin bahwa orang-orang yang akan datang tidak perlu lagi diingatkan, padahal hampir dua minggu belakangan setiap kegiatan pasti ditelpon itupun masih banyak juga yang tidak bisa hadir hehehe namanya juga usaha. Itupula kejadian kemarin, ketika pagi yang biasanya sebelum kami hadir,, masyarakat sudah banyak yang menunggu namun kemarin kejadian yang berbeda, begitu hadir disana ternyata belum ada tanda-tanda kegiatan akan dimulai biasanya kader sudah menyiapkan ini dan itu dan sudah ada warga yang menunggu begitu juga sore harinya, sejak pagi saya sudah mengirim pesan sama pak RT warga yang ikut kegiatan sore, namun begitu sore tiba di rumah pak RT karena kesibukan beliau untuk persiapan pilgub besok, beliau masih mengirim ke group RT. untungnya dari 15 yang harus hadir sekitar 5 warga yang tidak hadir.

Inilah pengalaman di lapangan, kita sebenarnya harus banyak mengabaikan rasa dan pikiran-pikiran liar, nanti begini nanti begitu padahal tujuan kita hanya mengingatkan apalagi ada saran dari warga bahwa kalau paginya perlu diingatkan kembali untuk ikut kegiatan. Saya seharusnya mengutamakan profesionalisme, lebih mengingat-ingat apa yang sebaiknya dilakukan tanpa harus terlalu berperasaan (baper). dan memang kerja tim harus mengabaikan baper-baperan karena banyak hal yang diluar dugaan kita yang kita tidak sangka-sangka sehingga menjadi masalah saat kegiatan walau sebenarnya masalah itu hanya warna warni dalam kehidupan tidak perlu dibesar-besarkan atau diwahkan namun bukan berarti harus diabaikan tetap profesional tetap mendengar dan tetap mempertimbangkan hal yang terbaik dari semua masukan-masukan yang ada.

Tarakan, 9 / 12 / 2020
Pukul   : 5.06 sore

Berakhirnya Waktu Pengumpulan Data

Alhamdulillahi Robbil alaman, terima kasih atas rahmat, karunia Mu Ya Allah,. siang ini saya menyelesaikan 1 tahap penelitian yaitu pengambilan data, mulai dari survey awal, melakukan  pertemuan dengan kader, melakukan pelatihan pendidikan kesehatan bagi kader kesehatan hingga melakukan skrening kesehatan baik awal maupun akhir. Total sampel alhamdulillah sudah memenuhi qouta 30 sampel baik kelompok intervensi maupun  kelompok kontrol, Perjalanan selama kurang lebih 1 bulan ini tidak mudah, dan terkesan cukup berat tat kala saat ini masih pada suasana pandemi, untungnya ketika awal survey awal november jumlah positif korona di Tarakan masih terkendala, namun memasuki masa pelatihan kader tiba-tiba tarakan dikagetkan dengan jumlah yang positif makin besar bahkan sampai kemarin pertambahan kasus positif masih sekitar di atas 20-50 kasus perhari. Sempat merasa khawatir dengan kondisi ini, namun dengan koordinasi dengan pihak kader, RT dan aparat alhamdulillah berjalan walau banyak hambatan disana sini namun tidak membuat tekad ini mundur. Beberapa kader yang memberikan statement bahkan menjadi penguat, "masyarakat disini suka didatangi, apalagi pemeriksaannya ini gratis, kalau bayar biasaya sekitar 50-60 ribu, apalagi ini sudah didatangi di rumah-rumah. 

Pengumpulan data kali ini banyak dibantu oleh numerator, di survey awal bahkan menurunkan hingga 12 tenaga selama 2 hari dan berhasil mengumpulkan 165 responden dari 10 RT, dan dilanjutkan oleh 4 mahasiswa tk,3 dengan 11 Respnden sehingga total responden sekitar 176. Kemudian dilakukan skrening dan seleksi responden yang memiliki risiko penyakit tidak menular baik berat badan berlebih, lingkar perut berlebih, dan tekanan darah berlebih, kemudian dilakukan penelponan untuk melakukan skrening kesehatan dan yang berhasil datang sekitar 35 peserta hehehe itu beberapa harus dibuatkan jadwal pertemuan khusus diluar jadwal yang ada. Demikian pula dengan kelompok kontrol tidak mudah untuk mendapatkan dari sekian yang ditelpon untuk mengikuti kegiatan hanya beberapa yang datang bahkan ada 10% dari jumlah total yang sudah ditelpon. Namun ada saja jalan yang mengarahkan pencarian responden untuk kelompok kontrol ini, akhirnya setelah ada jedah seminggu setelah skrining awal siang tadi jam 3 sore alhamdulillah berhasil. Langkah selanjutnya adalah mengolah data, menyelesaikan laporan penelitian yang sudah ditunggu-tunggu untuk diupload, semoga semua dilancarkan kembali aamiin

Tarakan, 9 / 12 / 2020
Pukul   : 4.47 sore

08 Desember 2020

Assalamualaikum Pak Kapolsek

Ini tentang teman lari, Sejak Agustus ketika sering berpapasan saat lari akhirnya saya membuka komunikasi dan mulai mengajak ngobrol. Karena seringnya ketemu banyak hal yang dibicarakan.  selama ini saya mengenal beliau sabagai anggota polisi, itupun melalui nebak-nebak buah manggis, karena beliau memang tidak pernah membahas tentang kerjaan. Saya ingat betul ketika pertama kali kenal saat lari, hanya bilang tinggal di belakang asrama polsek Tarakan Timur, awalnya sempat berpikir di belakang Polsek itu asrama, ga ada rumah warga :) namun  makin berselang waktu, karena sering intensitas bertemu saya memberanikan diri untuk meminta nomor hp beliau dan niatnya hanya sekedar sharing tentang lari. Awal bertemu memang hampir tidak pernah membahas tentang pekerjaan masing-masing lebih banyak sharing tentang lari dan akhir-akhir ini lebih banyak berbagi pandangan atau sudut pandang. Nah, awal menyimpan kontak beliau, di profil dituliskan AKP, berarti pangkat beliau, ini cukup tinggi di kalangan kepolisian, apa beliau memiliki jabatan penting di Kapolsek. hehehe entahlah, sebenarnya di Polsek tarakan timur, ada beberapa yang saya kenal dan ada keinginan untuk menanyakan perihal jabatan beliau cuman selalu menunda karena kurang pas momentnya ketika bertemu dengan teman.

Melihat berita-berita tentang kriminal dan saat melihat anggota polri yang memberikan statemen, saya melihat rata-rata pangkatnya AKP dan AKBP, artinya pangkat teman jogging ini cukup tinggi. Namun lagi-lagi saya mengabaikannya karena saya menganggap bahwa saya tidak ingin mencari lebih jauh tentang ini bahkan ketika berpapasan saat lari lebih banyak cerita hal yang santai tentang apa saja. Barulah sore ini, saya bertemu dengan  teman di Polsek Tarakan Timur yang kebetulan pas momentnya, sambil ngobrol santai, saya bilang, kalau lari pagi saya sering berpapasan dengan anggota polri yang tugas di Polsek Tarakan Timur, ketika menyebut namanya, teman menjawab, beliau Kapolsek Tarakan Timur, spontan saya tersenyum dugaan saya benar bahwa patnert lari ini punya jabatan penting hehehe. Teman ini bercerita sedikit tentang beliau siapa, dan sembat menyebutkan mertua beliau yang tidak lain adalah mantan Kapolda :). 

Dalam hati sebenarnya takjub dan bangga, orang sekelas dan pangkat seperti teman lari ini, tidak pernah menunjukkan dan menonjolkan siapa dia sebenarnya. Dalam beberapa kesempatan saat lari bareng, beliau berpapasan dengan anggota Polri, beliau tetap santai, tetap menyapa seperti biasa dan ketika saya berpapasan lari, beliau juga tidak menunjukkan gelagak yang seperti harus dihormati dan disegani atau arti lainm, jangan macam-macam, mungkin karena sejak awal saya mengenal beliau sebatas patnert lari bukan seorang yang memiliki jabatan, demikian dengan saya yang tidak pernah menceritakan tentang pekerjaan saya, dan kami lari apa adanya tanpa beban dan tetap berkomunikasi seperti biasanya. Semoga ini menjadi alarm buat saya untuk tidak mengabaikan atau "meremehkan" orang-orang yang ditemui di lapangan apalagi menunjukkan keakuan ku, yang jelas tetap apa adanya, tetap ramah dan santai. Terimakasih pak Kapolsek, paling tidak sudah mengajarkan kepada saya bahwa jabatan dan pangkat tidak menghalangi untuk tetap berkomunikasi dengan siapa saja tanpa harus merasa dihormati, disegani atau ditakuti hehehe. Assalamualaikum Pak Kapolsek, kapan kita bisa lari barengan lari ?? :) 

Tarakan, 8 / 12 / 2020
Pukul   : 9.20 malam

07 Desember 2020

Menata Warna Pertemanan

Tulisan ini menjadi titik balik dan flashback dari sekian banyak tulisan saya tentang pertemanan, seperti dalam tulisan sebelumnya kali ini saya kembali melanjutkan tulisan sebelumnya, memang masalah pertemanan ini menjadi hal yang sangat krusial dan sangat berpengaruh sama karakter kita. Seperti dalam hadis Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk, ibarat seorang penjual minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi akan memberimu minyak wangi atau membeli minyak wangi darinya kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya, sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu atau kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tidak sedap

Memang tidak bisa dipungkiri saya membatasi komunikasi dengan beberapa teman, karena selama ini pembicarannya lebih basa basi bahkan ada hal yang kurang berfaedah, hehehe belum lagi dari sisi sayanya  yang kurang tahu diri, tanpa berpikir panjang suka ngirim pesan atau mengomentari story mereka, paling tidak ini menjadi pelajaran mungkin pada posisi itu teman ini bisa jadi terganggu sehingga kita mendapatkan respon yang kurang freindly tidak seperti waktu-waktu dulu. 

Dalam beberapa kesempatan terutama dalam dunia running, sering kali saya bertemu dengan orang baru yang memiliki hoby sama suka lari, karena sudah sering berpapasan akhirnya kami saling bertegur sapa bahkan saling menukar nomor kontak, obrolannya sekitar lari dan satu atau dua diantaranya memiliki relasi yang tidak disangka-sangka, kebetulan tetangga yang baru saja pindah, kebetulan dia kerja di tempat yang selama ini sering saya kunjungi, atau dia merupakan teman atau saudara dari teman. Dan saat ini ada beberapa yang sangat intens berkomunikasi, sering sharring dan ada bahkan sudah seperti punya adik keponakan sendiri hehehe. Dari sini juga saya belajar bagaimana etika dalam berteman, tidak lain adalah tidak menunjukkan keakuan diri kita, kehebatan diri kita, yang sebenarnya kita biasa-biasanya saja masih banyak yang lebih hebat hanya saja kita tidak mengetahuinya.  Inilah yang harus saya pupuk, saya harus mengembangkan pertemanan positif dan produktif, untuk kebaikan diri saya dan kebaikan bersama, bukannya semakin memperbanyak teman dan menjalin silaturahmi semakin memperpanjang umur :) 


Tarakan, 7 / 12 / 2020

Pukul   : 6.22 pagi @hujan

05 Desember 2020

Capeh dan Emosi

Kemarin menjadi hari yang melelahkan, pagi seperti biasa saya harus easyrun yang agak telat karena kondisi hujan sehingga jam 6 pagi baru bisa ke islamic sehingga beres lari jam 7.30 baru tiba di rumah belum lagi mencuci baju yang dikenakan lari, selepas lari lanjut ke kampus dan jam 9 harus melanjutkan ke karungan untuk menindaklanjuti responden kelompok intervensi untuk memasuki tahap akhir, selepas jum'at, harus bolak balik ke guser karena hp samsung kecil tiba-tiba ngehang dan tidak bisa nyala, namun begitu di tempat service bisa nyala karena posisi batereinya yang kurang kencang, hehe, balik ke rumah buru-buru untuk siap-siap jum'atan, saya memutuskan shalat di islamic senter, agar selepas shalat jum'atan bisa menyelesaikan  surat al kahfi sisa 40 ayat lagi. selepas jum;atan duduk sejenak dan mampir di tempat usaha teman di islamic, pulang dan kembali ke kampus untuk mempersiapkan lanjut ke karungan sorenya. karena masih ada yang harus saya kerjakan sehingga saya agak telat ke karungan, bersama 2 alumni kami menyusuri karungan dan berhasil mendapat 4 responden, lumayan selebihnya masih ada sekitar 5 orang yang harus dikunjungi lagi. Pulangnya sudah maghrib dan saya harus mampir ke kampus untuk menyimpan barang-barang, karena sudah janji dengan tetangga kampus akan membelikan ronde jahe jadi saya mampir ke ronde sambil saya juga minum karena agak sedikit batuk

Begitu sampai di rumah dalam keadaan lelah, dan tidak seperti biasanya saya lanjut mandi, karena kurang enak badan takut ngedrop lagi. besok adalah hari sabtu, anak-anak seperti biasanya ada yang tinggal di rumah dan ada yang ikut ke sekolah, namun sabtu itu, saya paginya saya harus half marahton selama hampir 2,5 jam tidak berhenti lari. namun anak-anak sudah protes duluan karena saya ada rencana mau ke karungan kembali, karena mereka komplain dengan itu namun saya bilang saya harus selesaikan kerjaan ini, karena sudah janji sama warga, saking capehnya saya tidak melayani mereka dan saya langsung naik pitam ketika mereka komplain, untungnya istri tidak ikut-ikutan mempermasalahkan hanya menanyakan mandi sore dimana? saya hanya bilang tidak sempat mandi, ya begitulah dalam keadaan capeh emosi ikut-ikutan labil cepat sekali ingin marah, karena saya menjaga-jaga saya membatasi ketemu sama anak-anak yang lagi ribut-ribuk untuk besok, bahkan ketika anak saya ketemu untuk komlain saya langsung melototkan mata dan menunjuk, tapi tidak bersuara, sebenarnya saya tidak bisa melakukan ini, tapi kondisi emosiu lagi labil karena kecapean jadi saya menghindari jangan sampai emosi saya pecah, untungnya semua aman, selepas makan malam saya tidak lama tidur dan benar-benar nyenyak jam 3.30 dini hari baru bangun padahal biasanya lebih awal.

Tarakan, 5 / 12 / 2020
Pukul   : 7.07 malam

Akhirnya kutemukan Alasan

Kadang-kadang ada situasi dan kondisi yang bikin apes dalam pertemanan, ketika niat kita mau menyapa baik atau sekedar mengomentari story, tapi ujung-ujungnya malah pinjem uang. hehehe kayaknya teman ini ingat kita saja pada saat kita sapa duluan, coba itu baik-baik w.a bilang ada keperluan dan belum ada uang dan mau minjem kan bisa-bisa hati kita melunak hehehe walaupun juga sebenarnya kita sama-sama lagi bokek. Kemarin persis terjadi lagi seperti ini, ketika sedang capeh-capeh dan stressnya saya mengomentari story, beberapa kali saling balas pesan, tiba-tiba dia mengirimkan pesan boleh minta untuk pegangan? sudah ditebak ini minta jajan ini. dan ini bukan satu dua kali, hehehehe  Jujur saya bilang saya lagi tidak punya duit karena ada beberapa keperluan sehingga belum bisa membantu dan sebenarnya kondisi saya lagi banyak pikiran karena belum beresnya penelitian yang dijalankan dan banyak kendala ditemukan sehingga belum mau memikirkan hal lain dulu. Bukannya tidak mau membantu tapi momentnya belum pas, disaat-saat seperti ini saya membutuhkan support dan semangat untuk menyelesaikan penelitian yang sedang berjalan.

Sebenarnya teman tadi, sudah saya anggap sebagai saudara tapi mungkin dia tidak menganggap saya sebagai saudara wkwkwkwkw, sebenarnya dekat sic cukup dekat, namun akhir-akhir saya diperhadapkan dengan situasi dan kondisi bahwa saya harus "mundur" dari pertemanan seperti ini, bukan hanya sama teman ini akan tetapi beberapa teman yang lain. Alasan mundur ini cukup kuat, dan saya menemukan moment kemarin untuk mundur perlahan-lahan, pastilah bagi teman ini tidak ada masalah, melihat list pertemanannya saja saya sudah geleng-geleng kepala, kayaknya saya bukan bagian dari pertemanan seperti ini, ada rasa takut dalam diri, belum lagi melihat "style" hidupnya, sebenarnya banyak sisi positifnya selama berteman, biasa mengingatkan tentang tetap menjaga keluarga, tetap mengingatkan jaga kesehatan namun dalam kondisi-kondisi tertentu, sangat terbaca sekali kalau lagi tidak pengen diganggu, lagi malas berinteraksi, sudah bisa ditebak dari story-storynya dan tanggapan jika mengirim pesan. dan ada pesan yang selalu ada, ketika menjawab pesan, sekedar menjawab pesan, tidak ada respon balik menanyakan kembali dan mengirimkan doa yang sama ketika kita mengirimkan doa. kalau sudah seperti ini ya mau bagaimana lagi nunggu moment-moment yang pas lagi hehehe. dan yang kadang saya merasa kurang enak, pesan itu harus saya kirim duluan, mungkin karena saya yang butuh wkwkwkw sebenarnya tidak ada yang salah saya saja yang baru memulai membatasi diri dengan pertemanan yang sudah ada, lebih ke arah produktif dan apa adanya

Teman yang lain juga begitu, katanya sih sudah menganggap saya sebagai saudara, namun jujur saya masih trauma dengan apa yang dulu pernah dia lakukan, walau masih tetap berpikir positif, tapi rasa khawatir itu masih tetap ada, masih ada bayangan jika kalau-kalau kontak saya kembali diblokir hehehe, makanya saya membatasi diri, tidak terlalu kepo dengan story-story dan bahkan menghilangkan kebiasaan berbasa basi mengirimkan pesan. Mungkin inilah cara saya agar tetap menjaga pertemanan yang wajar dan tidak berlebihan, cukup sapa dan tidak ingin terlibat lebih jauh jika tidak ditawarkan lebih dulu. demikian juga dengan teman sebelumnya. saya yakin kita semua punya kesibukan masing-masing, punya wilayah privasi dan bisa jadi ingin waktu-waktu tertentu tidak ingin diganggu, membatasi diri dari hal-hal yang selama ini kita berjuang untuk mengurangi dan membatasi dan ini bukan berarti memutuskan silaturahmi, kontak mereka juga tidak serta merta saya blokir dan itu bukan tipe saya hehe, yang penting pertemanan itu membawa pada kebaikan. itu saja

Tarakan, 5 / 12 / 2020
Pukul   : 6.43 malam (selepas maghrib)

04 Desember 2020

Sulit menanyakan kabar kembali

Tadi pagi karena iseng dan ingin menutupi chat dari teman, saya mencoba menyapa beberapa teman yang selama ini jarang komunikasi padahal beberapa diantaranya cukup dekat. Namun sebagian mereka hanya menjawab salam dan menyampaikan kabar baik dan pesan-pesan berhenti sampai disitu. Bisa jadi banyak pertimbangan orang tidak merespon balik dengan menanyakan kabar, apa karena kesibukan, apa karena lagi malas aja atau yang saya khawatirkan kita bukan menjadi teman "dekat",  sehingga kedekatan itu belum seutuhnya terbentuk, hanya semu semata. nah kehadiran pesan itu bisa jadi menjadi hal yang membosankan, bahkan menjengkelkan, dia lagi dia lagi hehehe padahal niat saya tulus hanya ingin menyambung silaturahmi tapi kita tidak bisa memaksakan kondisi itu sama orang lain, orang lain punya alasan lain kenapa tidak menjawab balik sapaan kita dengan bertanya kembali kabar kita :) hehehe ngarap banget ya

Hanya ada 1 pesan dari teman lama, teman sejak jamannya BBM hehehe kenetula teman ini seorang "punjangga yang pandai merangkai kata" responnya sangat ramah dan friendly bahkan sampai menyampaikan doa untuk saya dalam keadaan baik2. Karena jaman2. Itu cukup sering berinteraksi jadi teman ini masih menyapa saya dengan panggilan saat kecil "Aris"  percakapan terus berlanjut hingga saya memint izin meminta alamat ig.nya karen ingin membaca kembali sajak-sajak yang menjadi ciri khas dia. Teman ini tanpa embel-embel, komunikasi dua arah dan lagi-lagi sangat bersahabat. Memang akhir-akhir ini saya belajar untuk mencari pertemanan yang lebih berfaedah dan terpenting yang bersahabat. Mengingatkan akan kebaikan tanpa modus harus minjam uang yang akan berubah jika tidak diberi ;) 

(lanjut cerita) sabtu pagi, salah satu teman malah baru menjawab pesan padahal sejak kemarin pagi sudah baca, seperti biasa teman ini tidak berubah dalam merespon balik, pasti menanyakan kabar dan kadang-kadang sempat lanjut ngobrol apa saja, hehehe dulu sempat berputus karena saya ada kurang enak karena ketika dia menawarkan bisnis belum saya respon. Tapi itu dulu, semua sudah kembali seperti biasa walau ngobrolnya hanya sesekali bahkan jarang-jarang kalau hanya merespon story saja. Memang tidak bisa mengambil kesimpulan dari kondisi teman, apa yang ada dipesan yang masuh seperti itu kondisinya dan kita harus menghargai orang-orang yang sudah berusaha memberikan respon baik ini. 

Tarakan, 4 / 12 / 2020
Pukul.    ; 9.35 malam @rumahskip

03 Desember 2020

38 Tahun

Alhamdulillah hari ini, Allah masih memberikan kesehatan dan nikmat umur sampai hari dan insyaAllah untuk hari dan tahun-tahun berikutnya.. aammiin. Usia 38 tahun bukannya usia yg muda lagi, usia sudah dituntut mematangkan diri, anak- anak sudah mulai tumbuh, sudah mulai bisa menilai baik dan buruknya keadaan. Bahkan untuk saya sendiri sebenarnya ini bukan usia yang muda lagi, ini usia sudah bisa terbilang mamasuki usia matang dalam beberapa hal terutama dalam pikiran dan keputusan serta tindakan, usia yang bukan lagi terus mengikuti ego tanpa mempertimbangkan lebih jauh ini dan itu. Sudah harus memikirkan kedepannya anak- anak seperti apa? Mau bagaimana walau sebenarnya saya tidak berkontribusi besar terhadap proses belajar di rumah, saya hanya ambil bagian untuk masalah "gembira-gembiranya" saja walau tidak harus mahal. 

Alhamdulillah semalam saya masih sempat terbangun tidak lama memasuki pergeseran jam 00.00 dan menandakan memasuko tanggal 3 Desember dan sudah diabadikan dalam Twitter. Masih dikasih kesempatan untuk menjalankan shalat tahajud di jam 3.30 hingga menunggu shalat subuh, rencana selepas subuh mau muhasabbah diri namun karena ada teman bercerita di mesjid jadi muhasabahnya tidak maksimal Paling tidak saya bisa menyelesaikan 1surah at Taubah, seharian menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pengambilan data siang dan sore dan selesai menjelang maghrib, begitu nyampe di rumah saya yakin anak2 sudah menyiapkan kejutan tapi saya malah kerjain balik hehehe sekedar bikin rame 

Hanya keluarga yang mengucapkan, dan memang tidak mengharapkan dari teman-teman, dari tahun ke tahun notif ultah ini dimatikan, tidak memasang status tentang ultah hanya memasang story yang samar-samar😆 dan akhirnya orang2 tidak menyangka bahwa itu adalah ucapan syukur atas nikmat bertambahnya umur.. hehehe tapi itulah karena pesan tersirat dari orang tidak mudah menangkapnya.. teman akrab yang ssudah dianggap seperti saudara sekalipun, hehehe intinya tema ultah kali ini adalah membawa kebaikan untuk sesama.. itu saja..aamiin

Tarakan, 3/ 12 / 2020
Pukul.   : 8.26 malam @ronde26

02 Desember 2020

Menunggu Hujan Redah

Pagi ini, rabu, biasanya saya melakukan latihan lari untuk interval training selepas shalat subuh, namun gerimis / hujan sedang sejak dini hari tadi tidak kunjung redah, sebenarnya hujannya terbilang ringan namun belajar dari pengalaman yang sudah-sudah cuaca seperti ini tidak bisa ditebak tapi kalau hujannya sejak semalam biasanya akan berhenti di sekitar jjam 6 atau jam 7. Menunggu hujan redah seperti ini sudah sering saya lakukan hehehe, yang nyeseknya itu jika pas bertepatan dengan hari kerja karena jika hujannya berhenti jam 7an berarti tidak bisa latihan lari karena keburu untuk masuk kerja, pernah juga saking menunggu hujannya redah saya harus menunggu hingga 1 jam lebih hehe jika masih di mesjid mungkin akan aman-aman saja bisa sambil ngaji hehehe. Akhir-akhir ini memang cuaca di tarakan lagi sering turun hujan sehingga beberapa kali jadwal lari harus dicancel atau mundur bahkan pindah ke sorenya namun kadang-kadang hujan paginya pas tidak bertepatan jadwal lari. 

Pagi ini sebenarnya terbilang ringan, insyaAllah selepas tulisan ini kelas saya memastikan ke islamic untuk mengecek apa memungkinkan untuk lari pagi hehehe. Beginilah jika lari sudah menjadi addict, dan ini positif artinya kita sudah begitu tergantung dengan lari apalagi kita sudah menschedulle dan menjadi kegiatan rutin setiap pagi. dan disetiap pagi itu juga berjumpa dengan beberapa teman yang sama-sama laki rata-rata perkenalannya semua karena bersamaan lari, sehingga ini bisa menambah pertemanan, menambah silaturahmi dan bukannya menjalin silaturahmi itu dapat memperpanjang umur? aamiin. Lari menjadi rutinitas yang sudah menyatu dalam darah, jika tidak lari ada yang kurang hehehe

Lanjut menulis ( jam 8.23), alhamdulillah setelah tulisan ini dibuat jam 6 pagi tadi saya coba ke islamic center, rupanya sudah ada teman yang duluan lari, dan cuacanya agak gerimis tapi sangat ringan sehingga masih memungkinkan untuk lari. Karena rabu itu merupakan latihan interval jadi agak ribet harus warm up agak lama dan lanjut lari, baru beres semua lari jam 7. 25 atau total lari selama 1 jam 3 menit waktu yang lumayan baik padahal kondisi saya sementara pemulihan namun ini benar-benar sudah pemulihan dari apa yang saya rasakan saat lari tadi pagi.. semangat memulai hari ini, semoga semua berjalan lancar. aamiin..

Tarakan, 2 / 12 / 2020
Pukul   : 5.57 pagi 

01 Desember 2020

Halo Desember

Alhamdulillah, hari ini memasuki awal desember, sebagai penghujung di tahun masehi. Banyak yang telah terlewati terutama di bulan November kemarin. Banyak cerita banyak "duka" banyak lika-likunya. Hampir satu bulan kemarin saya bergelut dengan dunia penelitian, dan sampaik saat ini masih memasuki tahap-tahap akhir namun tidak sedikit rintangan yang harus dihadapi. Seperti seminggu belakangan ini, ekspekstasi diluar dugaan dan benar-benar tidak pernah menyangkah seperti ini, seharusnya saat ini, saya sudah berada dititik aman karena kelompok intervensi sudah memenuhi syarat namun sampai dengan extratime siang tadi masih diangka 30 responden, sebenarnya sudah cukup namun untuk jaga-jaga sebaiknya ada tambahan 5 sampai 10 orang lain lagi. walaupun memang agak berat namun harus tetap dicoba kali aja akan ada tambahan demi tambahan. Belum lagi kemarin menjadi satu tambahan lagi kasus positif korona, sehingga mau tidak mau bisa jadi akan berpengaruh sama motivasi warga untuk tetap ikut kembali kegiatan. Saya dan tim akan mencoba membalik arah lagi, kami harus mengatur strategi dengan mendatangi langsung responden yang sudah memenuhi syarat. 

Masalah lain adalah masalah di kantor masih banyak pekerjaan yang tertunta, masih banyak yang perlu dibenahi lagi namun karena ketidaksediaan waktu, ada banyak perlu dibereskan namun ini kembali menuntut bagaimana saya pintar-pintarnya mengatur waktu. dan anehnya lagi di bulan 11 kemarin saya tidak menuliskan agenda yang harus saya selesaikan dalam 1 bulan kemarin hehehe mungkin karena kegiatan bulan 10 kemarin yang belum beres dan masih berlanjut di bulan November bahkan sampai bulan desember. Selain persoalan di atas, tidak kalah serunya adalah persoalan pertemanan, hehehe persoalan yang tidak pernah ujung pangkalnya, sebagai sarana silaturahmi mungkin saya belajar kembali untuk membatasi diri dan tidak berlebihan menanggapinya. Banyak hal yang ingin diutarakan, namun masih ada sesi yang bisa dimanfaatkan di blog ini, insyaAllah bulan Desember ini akan menyelesaikan 25 tulisan lagi. Saya harus tetap optimis dan semangat dalam menyelesaikan hari demi hari di bulan desember ini dan insyaAllah dengan rahmat dan karunia yang Allah berikan, saya manfaatkan demi kebaikan dan kelancaraan apa yang saya rencanakan dan jalankan saat ini. Desember bulan istimewah

Tarakan, 1 / 12 / 2020
Pukul    : 5.36 sore

29 November 2020

Perdana, ikut matarhon virtual dan dibalik cerita :)

Hari ini menjadi hari yang menyenangkan, terutama pagi tadi ketika berhasil menyelesaikan finish maybankmarathonanywhere. Penuh dengan likaliku namun pada akhirnya berhasil juga hehehe.  Sebenarnya awalnya tidak ada niat, ketika membuka ig salah satu atlit marathon, tentang event ini, menariknya ini gratisan hehehe. saya mencoba membuka linknya namun saat itu jaringan masih lelet. Namun sorenya tiba-tiba penasaran kembali untuk membukanya, saya buka kembali dengan jaringan internet memadai dan berhasil mendaftarkan diri dan memilih kelas half marathon hehehe, jujur saya saat daftar ini juga ga ada niat untuk ikut lomba, namun jujur aja masih aja saya penasaran seperti apa virtual run ini mengingat beberapa teman selalu posting ini. Mungkin karena malu saya juga tidak ada niat mau nanya-nanya hehehe, ada sic teman yang cukup dekat, namun melihat postingan dia lagi liburan saya ga jadi nanya karena takut ke ganggu. malamnya saya kembali membuka link yang tadi namun kali ini membuka dengan menggunakan hapa samsung kecil yang di dalamnya ada aplikasi lari yang saya gunakan, karena saat itu saya berpikir sayang ini kalau saya mengabaikan latihan lari di hari sabtu yang biasa saya lakukan, kalau tidak tercatat waduh gimana nanti progress lari saya hehehe. saya daftar kembali dan saya sudah konekkan dengan aplikasi lari yang ada dengan harapan besoknya masih tercatat di aplikasi lari saya,

Tibalah selepas subuh saya melanjutkan lari, sambil2 saya melihat kok link lari semalam saya lihat ga ada progress padahal saya lari sudah melebihi 10K, saya buka-buka lagi tiba-tiba melihat item kalau saya belum ada race lari yang saya ikuti, sambil menyelesaikan lari yang tersisa saya membuka kembali dan mendaftarkan diri di half marathon yang berhasil (tulisan ini akan dilanjutkan setelah shalat isya, karena sekarang sudah masuk maghrib 5.58 :)  kita lanjut lagi sekarang jam 6.30, jadi saking penasarannya selepas lari masih memperhatikan link may bank marathon, ini dan begitu kagetnya ternyata catatan lari saya tidak masuk dalam catatan lari yang saya daftar karena saya registrasi sebelum jam 7 pagi padahal saya sudah lari 1,5 jam sebelumnya. Tiba-tiba teringat dengan hp yang satunya yang saya daftar sore kemarin, saya kembali membuka dan ternyata saya belum mengkonekkan dengan aplikasi lari saya hehehe, jadi kesalahan saya ada dua, didaftar yang pertama saya lupa mengkonekkan dengan aplikasi lari, yang kesalahan  kedua saat daftar yang kedua, saya lupa memilih race yang saya mau ikuti sekalipun saya sudah menghubungkan dengan aplikasi lari. karena race ini dan mungkin yang lainnya menggunakan link lain sebagai penghubung jadi ada semacam founder yang menyelenggarakan beberapa event. 

Siangnya saya berpikir, apa tidak sebaiknya saya coba kembali berlari sore nanti, sekedar pemulihan lari saja dengan pace sangat lambat dan easy run lah, karena yakin kondisi masih aman saya memutuskan untuk lari dengan pace yang cukup aman sebenarnya pace yang biasa saat lari  sore saat lagi capeh2nya di kantor heheh pace bermain di 6.50- sampai 6.58. alhmadulillah 10 K terselesaikan dengan waktu 1 jam 8 menit, dan alhamdulillah selepas hujan sekitar jam 7 pagi lanjut lagi 11,1 K yang tersisa dengan waktu 1 jam 15 menit. jadi totalnya 21K 2 jam 23 menit, ini merupakan waktu yang biasa di sabtu pagi, bedanya ini ada jedah. Kalau catatan  waktu saya saat half marathon kemarin, 2 jam 16 menit, ini merupakan catatan terbaik saya yang sebelumnya sekitar 2 jam 18 menit. menjadi pelajaran penting ketika mau ikut race harus serius dan benar-benar memastikan, karena kemarin niatnya setengah-setengah, dan tidak terlalu serius dan memperhatikan akhirnya terjadi kesalahan seperti yang sudah diceritakan. Tapi apapun yang terjadi kemarin, alhmadulillah saya akhirnya bisa menyelesaikan semua dan kalau mau ditotalkan sejak kemarin dalam 24 jam ini saya sudah lari 42 K hehehe, lumayan modal untuk nanti untuk bisa full marathon, alhamdulillah

Tarakan, 29 / 11 / 2020
Pukul   : 6.42 malam

Mencari jawaban yang tersirat

Dalam beberapa waktu belakangan ini, saya benar-benar memfokuskan untuk membenahi diri dalam segala aspek tapi diluar pekerjaan, karena tidak bisa dipungkiri kesibukan dalam penelitian banyak menyita waktu dan pikiran bahkan saya harus menyelesaikan pekerjaan kantor diluar jam kerja, paling sering ketika selepas subuh mampir ke kampus atau menambah jam kerja selepas jam kerja berakhir. Berbenah diri ini tidak mudah, saya yang memiliki masa lalu yang tidak sepenuhnya baik dan berjalan mulus, banyak hal yang harus dihadapi dan paling sering adalah gejolak dalam diri, seharusnya fase ini sudah terlewati ketika masa-masa remaja dan masa muda namun lagi-lagi tidak sepenuhnya berjalan baik. Saya sadar bahwa saat itu saya berada di lingkungan yang baik bahkan membawa pada karakter diri saat ini, terutama untuk penyadaran ilmu agama, namun masalah tidak sampai disitu saya harus menghadapi sisi lain dalam kehidupan, gejolak dalam diri antara "menyerah" dengan kondisi atau tetap bertahap, belum lagi ketika menghadapi situasi yang sepenuhnya tidak diduga dan tidak diinginkan, namun selalu saja ada arah dan jalan menunjukkan agar saya kembali ke jalan yang sesuai bukan jalan yang semakin menyesatkan diri.

Cahaya kebaikan selalu datang di waktu yang tepat dan moment yang dibutuhkan, mungkin ini bagian dari jawaban doa yang dipanjatkan, karena menjadi rahasi sang Ilahi kapan diwujudkan, yang pastinya Tuhan memberikan jawaban yang tepat yang terkadang kita tidak menyadarinya. Dalam beberapa kejadian terakhir ini juga seperti itu, ketika kita menghadapkan seseorang untuk berubah dan mengingat tentang apa yang kita sampaikan dan sarankan namun tidak juga berubah, nah suatu waktu dia menghadapi situasi dan kondisi yang mengharuskan dia bersikap seperti kita sampaikan, tangan kita tidak mampu merubahnya. Demikian juga pagi tadi, semalam itu saya tidak ada niat untuk melakukan aktifitas bada subuh ahad seperti saya jalankan beberapa minggu terakhir ini karena saya harus menyelesaikan utang lari, namun kondisinya berubah ketika sejak jam 2 diri hari sudah sudah mulai hujan dan berhenti pas jam 7 pagi, untungnya saya shalat di nurul hidayah sehingga saya bisa duduk diam sambil tadarrus sambil menunggu waktu syuruq dan menjalankan shalat sunnah isro. itulah ketika kita merencanakan namun kita tidak tahu apa yang terjadi besoknya mungkin semua demi kebaikan kita sendiri.

Tarakan, 29 / 11 / 2020
Pukul   : 5.47 sore

27 November 2020

Sudah Sering Diingatkan

Namanya musibah, kita tidak pernah minta-minta, namun jika memamng sudah saatnya datang, maka tidak ada yang bisa menghindarnya. Pagi tadi, begitu dapat w.a dari istri, isinya tasnya hilang didalamnya ada dua laptop, satu laptop kantor dan satu laptop pribadi. Laptop kantor itu baru saja dibeli sementara laptop pribadi, sudah hampir dua tahun ini. Kejadiannya istri baru sadar jika laptop tidak ada di kantor, dan istri mencoba mencarinya di rumah dan ternyata di rumah juga tidak ada. tidak lama mendapatkan w.a tadi. Sebelum-sebelumnya kurang sreg melihat istri begitu sibuk dengan pekerjaannya, pekerjaan di kantor dilanjutkan di rumah dan sudah sering seperti ini. Bahkan pemandangan seperti ini sebenarnya kurang mengenakkan namun saya mencoba untuk menahan diri untuk tidak protes, mungkin lagi banyak kerjaan di kantor. Cukup mengganggu sebenarnya sic, ketika malam dini hari terbangun istri masih saja dengan laptopnya dan yang membuat kurang pasnya lagi ketika beberapa kali laptop disimpan di tempat yang kurang aman dan bahkan sering kelihatan dari luar. Saya sudah beberapa kali juga mengingatkan untuk tetap berhati-hati jangan sampai lupa mengamankan ditempat yang pas dan tidak langsung kelihatan dari luar. 

Kejadian kehilangan dirumah ini sudah sering, seingat saya tahun 2011 ketika zilan akan lahir saya juga kehilangan laptop dan kejadiannya sangat memilukan bertepatan dengan lebaran idul fitri, saya tidak sadar dan tidak pernah menduga kalau selepas silaturahmi jendala dalam kondisi rusak dan saya melihat laptop saya sudah tidak ada di tempatnya. Pernah juga ketika lagi baring-baring karena saya karena kurang memperhatikan tiba-tiba hp saya sudah tidak ada. Pernah juga ketika selepas liburan semester dari bandung, anak-anak saya bekali dengan tablet samsung, nah karena kurang diperhatikan dan cenderung tablet itu dipercayakan sama anak-anak hanya berselang shalat zuhur, rupanya tablet itu hilang dalam sekejab, begitu lepas shalat sudah tidak ada tablet itu. dari sekian banyak kejadian itu, tidak ada satupun yang dilaporkan ke polisi, apa pesimis atau seperti apa atau karena sudah terlalu ikhlas karena semua ini musibah.

Tarakan, 27 / 11 / 2020
Pukul   : 5.45 sore

26 November 2020

Jangan salahkan orang lain

Kemarin begitu sedang ada di lapangan, tiba-tiba saya di telepon bagian kepegawaian kantor, beliau mengkonfirmasi absensi saya banyak yang bolong-bolong. Memang saya sadari bahwa saya paling sulit ceklok terutama saat pulang. Apa karena buruh-buruh atau belum terbiasa, sehingga selalu terabaikan ketika pulang apalagi jika itu hari senin, yang merupakan hari jogging sore saya, kadang-kadang juga jika terlalu sore balik mungkin karena buru-burunya sampai lupa ceklok. Minggu lalu ketika sadar bahwa sulit untuk ceklok, saya mengaja menunda balik dari mesjid biar tidak ketinggalan ceklok namun itu hanya bertahan seminggu, karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga saya harus benar-benar ingat jika memang belum ceklok. Sebelum turun ke lapangan saya sudah mengurus surat tugas, mungkin hanya karena kelupaan atau memang tidak tahu, surat tugas itu lupa ditembuskan ke bagian ke pegawaian atau wadir 2, kedepannya ketika aka bertugas seperti ini akan menindaklanjuti kembali dengen memberikan kebagian kepegawaian

Namun ini menjadi pelajaran penting, ketika saya harus benar-benar sadar bahwa ceklok pulang itu penting. Memang dalam dua minggu belakangan ini saya tidak melaksanakan ceklok siang karena sedang berada dilokasi, namun  tidak setiap hari, walaupun saya punya dalih bahwa saya sedang melaksanakan riset dan kegiatan di kampus juga lebih banyak melakukan aktifitas yang berkaitan dengan riset, menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus disiapkan untuk kegiatan besoknya, namun ini bukan menjadi alasan, paling tidak ada beberapa hal yang memang karena faktor kelupaan dan yang paling utama itu faktor tidak biasa karena letak dari ceklok di tempat yang tidak pas bagi saya karena buka persisi di tempat orang berlalu lalang. hari ini ceklotnya susah dipindahkan di posisi yang tepat dan bukan menjadi alasan lagi jika saya tidak ceklok pulang hanya karena lupa karena ketika pulang pasti melewatinya. 

Tarakan, 26 / 11 / 2020
Pukul   : 5.42 sore

25 November 2020

Alhamdulillah, Pas butuh duit, pas ada

Sejak kemarin ketika baru saja menyelesaikan kegiatan di karungan, tiba-tiba saja ban belakang motor saya gembos, namun ini biasanya terjadi dan sisa dipompa aja. Begitu selesai shalat zuhur, saya bawa ke bengkel sekalian membawa sepedanya zilan, begitu di bengkel rupanya ban motor saya ini sudah amblas, sudah bojor ban luarnya, tiba-tiba teringat, ban ini pernah disuntik untuk menutupi lubang yang ada, sekitar bulan ramadhan yang lalu, berarti setengah tahun lalu. Si tukang bengkel menawarkan untuk mengerjakan namun saya bilang nanti aja yang bisa digunakan dulu, dan hati sebenarnya ingin membawa ke begkel yang lebih besar. begitu selesai sepeda dikerjakan sambil mendengarkan komentar dan obrolan dari tukang bengkel walau sebenarnya ada beberapa hal yang kurang saya setuju karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah akhirnya saya tidak terlalu merespon lebih jauh dan hanya menanggapi seadanya, tujuannya tidak lain hanya menghindari perdenbatan.

Begitu selesai sepeda, saya balik ke rumah, rasa-rasanya motor ini masih enak dipake, saya putuskan untuk menunda membawa ke bengkel, besok harinya masih aman ketika digunakan pergi jogging dan pergi ke karungan walau sebenarnya rada khawatir kalau tiba-tiba gempos di tengah jalan. Setelah acara selesai di posyandu, begitu menjalankan motor tiba-tiba motor ini rasanya lain, namun kondisinya masih bisa jalan, beda jika menggunakan ban biasa biasanya terasa goyangan motor. dengan pelan-pelan saya balik ke rumah namun sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Selepas shalat zuhur saya bawa ke bengkel yang saya maksud, dan rupanya harganya lumayan sesuai bayangan saya, saya masih menggunakan ban tubles, dengan ukuran agak besar, sekitar 10 menit selesai dikerjakan, saya sudah bayar dan saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. 

Alhamdulillah, kali ini saya mengeluarkan uang tanpa beban, uang masih ada direkening, dan masih cukup untuk keperluan ini dan itu walau semua diluar keperluan urusan dapur. Saya bersyukurnya dan baru kali ini saya mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang. ALhamdulillah uang yang ada cukup, mungkin karena masih ada saldo yang saya gunakan untuk penelitian dan masih cukup untuk digunakan beberapa kegiatan penelitian yang tersisa termasuk untuk pengurusan publikasi. Alhamdulillah baru kali ini saya merasa plong, mungkin karena saya sudah merasakan manfaatnya menggunakan ban tubles yang tidak terlalu berurusan dengan masalah ban bocor dan ganti ban dalam, apalagi jalan menuju rumah yang tidak beraspal sedikit berpengaruh dengan kondisi ban. semua ini karena rejeki yang Engkau berikan ya Allah..

Tarakan, 25 / 11 / 2020
Pukul   : 5.33 sore

Setahap demi setahap

Alhamdulillah, dua hari ini menjadi dua hari yang cukup membawa angin segar bagi saya, hal ini tidak lain karena "tahapan penting penelitian saya mulai dijalankan".  tahapan penting itu adalah mengadakan pelatihan untuk kader kesehatan. Kader kesehatan ini menjadi kunci dalam pelaksanaan penelitian saya karena melalui kader kesehatan intervensi ke kelompok responden akan diberikan dan insyaAllah mulai berlangsung besok. Dua hari ini tidak mudah,  diawali dengan penjajakan, harus mencari alamat yang untuk bisa memulai kapan dilaksanakan pertemuan ini. Alhamdulillah walau harus tersendak-sendak namun akhirnya bisa berjalan seperti dua hari ini.  Sehari sebelum pertemuan hari jum'at itu, saya harus mencari mencari alamat ketua kader di tiga posyandu di kelurahan Mamburungan timur. Alhamdulillah ada saja kendala namun tidak menganggu kelancaran mencari alamat ketua kader tersebut. Ketika baru dari kelurahan Mamburungan Timur, kami diarahkan untuk mendatangi 1 ketua kader dan alhamdulillah, kami dapat arahan dan ternyata beliau menjadi salah satu yang paling ditokohkan di wilayah itu. Begitu mau melanjutkan mencari alamat yang lain, tiba hujan deras kembali menyapa. lumayan lama, untungnya kami berteduh di mesjid pesantren disana. begitu hujan mulai redah kami melanjutkan pencariaan melalui petunjuk warga yang kami tanyai akhirnya kedua ketua kader posyandu kami temukan. 

Saat breafing besoknya, peserta yang hadir 8, dan ketiga posyandu itu hadir, saya menjelaskan tentang rencana kegiatan yang dilakukan, alhamdulillah antusias dari kader cukup bagus paling tidak bisa menenangkan saya kalau kegiatan ini akan berlangsung dengan baik. Tibalah hari senin, menjadi hari dimulainya pertemuan perlatihan kader untuk hari pertama, walau sempat tertunda kurang lebih 20 menit,  kader yang mengikuti hari pertama ini 13, namun 1 orang harus izin karena ada urusan mendadak. Walau ada kendala namun semua berjalan lancar dan saya perlahan-lahan menjelaskan secara garis besar isi modul, memperagakan bagaimana teknik penyuluhan yang biasa dilakukan oleh tenaga kesehatan. Setelah hari pertama berakhir, cukup banyak yang menjadi evaluasi terutama untuk masalah persiapan, memang saya sadari, saya mengerjakan ini penuh dadakan dan serba terburu-buru, bagaimana tidak modul baru bisa saya selesaikan jam 8 malam, itupun melalui inspirasi saat shalat isya, padahal niat awalnya akan menunda shalat di mesjid, na'udzubillah. Persiapan hari kedua juga terbilang dadakan, yang harusnya saya sudah siapkan media, namun lagi-lagi kerja saya yang serba dadakan ini belum menyiapkan sepenuhnya apa yang dibutuhkan itu belum lagi tokohnya akan tutup. Akhirnya jam 10 malam baru bisa selesai dan ini menjadi catatan pertama saya pulang ke rumah samapai jam seperti ini dan berada sendiri di kampus, untungnya ada suara-suara orang yang lagi karaokean jadi suasana malam td tidak hening dan menakutkan hehehe

Hari ini menjadi hari kedua dan hari terakhir pelatihan kader ini, selepas lari pagi, seharusnya saya membawa hasil prinan semalam untuk dijilid, tiba-tiba ada ide muncul, kenapa tidak saya masukkan materi tentang reumatik? bukannya itu masukan dari kader kesehatan di hari pertama? akhirnya saya ke kampus membuat untuk reumatik dan selesainya jam 8 dan saat bawa ke fotokopian, itu bisa selesai jam setengah 10, teman yang biasa membantu sudah menuju TKP akhirnya saya minta tolong untuk kembali sekalian menunggu di fotokopian. hehehe, hari kedua ini peserta berkurang dua, karena lagi ada urusan. kali ini semua kader kesehatan yang hadir harus mensimulasikan bagaimana cara menyampaikan materi edukasi kesehatan. alhmadulillah berjalan lancar, dan bertepatan juga kehadiran pimpinan poltek yang kebetulan juga merupakan tim kerja saya dalam penelitian ini. Akhirnya penelitian ini berakhir, semua berjalan lancar dan kami harus membuat kesepakatan untuk melaksanakan penerapan langsung pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah posyandu masing-masing. rangkaian kegiatan penelitian ini akan berlangsung 1 minggu kedepan semoga bisa berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang direncanakan dan ditargetkan. aamiin

Tarakan, 25 / 11 / 2020
Pukul   : 5.06 sore

21 November 2020

"bodoh amat"

Masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya kali, masih bagian dari bahasan live ig sang mutivator muda, jd yg ditawarkan dari overthinking adalah berpikir bodoh amat. Memang untuk hal-hal tertentu perlu kita berpikir seperti itu untuk memutuskan pikiran-pikiran yang aneh yang kita buat-buat sendiri tanpa melihat realita sebenarnya.. kita perlu "berperang" dengan diri kita sendiri kalau yang sudah terjauh berpikir tentang realitas yang sesungguhnya

Saya sendiri juga terkadang sering menggunakan cara bersikap "bodoh amat". Untuk hal-hal yang mengarah kesana dan sebenarnya tidak seperti itu, ada mungkin yang mengira saya seperti apa hanya karena omongan orang atau hanya karena melihat diluarnya saja terus mengambil kesimpulan selama itu tidak mengganggu saya sikap itu paling pas namun jika memang harus diklarifikasi ya perlu klarifikasi namun jika sudah tidak bisa dikendalikan lagi mau mau orang itu dan terserah dia dengan pemahaman dia tentang saya..itu hak dia dan bagi saya "bodoh amat" :)


Tarakan, 21 / 11 / 2020
pukul : 8.13 malam @ronde26Markoni

Overthinking

Siang tadi tanpa sengaja melihat notifikasi di ig ada live dari motivator muda edvan m kautsar. tanpa panjang mikir saya join di live tersebut dan materi yang dibahas cukup bagus "overthinking". Sejenak berpikir ini yang dulu sering saya alami dan kadang-kadang masih suka muncul. lebih rinci sang coach memaparkan bahwa overthinking ini berpikir yang berlebihan terhadap sesuatu atau realitas yang sebenarnya tidak seperti yang ada dalam pikiran kita. Overhinking lebih disebabkan karena kita yang terlalu berlebihan memikirkan sesuatu yang bisa jadi sesuatu itu tidak seperti itu, kita terlalu terpenjara dengan pikiran-pikiran yang kita buat sendiri, kenapa? karena kita tidak mau melihat realitas sebenarnya, jika hanya membuat-buat pikiran-pikiran yang aneh-aneh. Misalnya ketika ketemu teman, teman tidak menyapa seperti biasanya, kita langsung merasa bahwa kita ada salah dan mungkin dia telah tersinggung dengan kita, padahal teman kita ini tidak berpikir seperti itu, teman kita ini tidak bermasalah dengan kita, kita saja yang bermasalah dengan pikiran kita :)

Setelah diingat-ingat ada beberapa situasi yang terjebak dalam pikiran seperti ini, terutama 5 tahun yang lalu, mungkin karena kecapean, atau karena cemas berlebihan dan memang saat itu kondisi kejiwaan saya boleh dibilang tidak stabil, saya dengan mudahnya mengambil kesimpulan terhadap hal-hal yang belum pasti, bahkan ketika ada teman yang tiba-tiba berubah dan tidak menyapa seperti biasanya, nomor hp tidak bisa dihubungi, saya langsung berkesimpulan bahwa saya ada salah, ketika berpapasan di jalan tidak menyapa atau senyum saya malah mengambil kesimpulan sendiri padahal pertemuan kami juga tidak begitu intens, hanya melalui sosial media , pernah ketemu dan waktunya singkat setelahnya itu tidak lagi, bisa jadi teman ini tidak begitu kenal saya, sehingga pertemanan melalui sosial media dan pertemuan singkat itu tidak begitu diingat jadi wajar begitu dijalan dia tidak begitu mengingat hehehe dan ini masih berlangsung hingga saat ini dalam beberapa kali berpapasan dan saya masih berpikir kayaknya teman ini tidak begitu mengingat hanya saya saja yang merasa kenal wkwkwkwkw

inilah pengalaman yang membuat saya terjebak dalam overthinking, dan saat ini saya belajar untuk memanage pikiran-pikiran yang mengganggu dan berusaha berpikir secara wajar untuk segala hal termasuk tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum ada konfirmasi dan klarifikasi biat tidak terjemak dengan pikiran sendiri yang terlalu liar dan luas bekerjanya :)

Tarakan, 21 / 11 / 2020
Pukul  : 7.13 malam selepas azan isya