22 Februari 2025

Tetap Tenang dan Memberi Solusi

Sisi dalam berumah tangga tidak selamanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan, tinggal bagaimana kita bisa mengelolah emosi dan pikiran agar benar-benar waras dalam menghadapi segala masalah yang muncul, baik untuk masalah yang terus menerus berulang-ulang yang membuat kita lelah menghadapi karena tidak ada ujungnya, dalam kondisi yang kita juga benar-benar sedang tidak baik-baik saja, akan mudah sekali terpancing suasasa dan emosi. Disinilah peranan kita sebagai pemimpin dalam rumah. Tahan tahan tarik napas jika kita mendapatkan pesan, telepon dan kondisi yang benar-benar yang membuat kita kaget dan bahkan tidak nyaman. Yang ada malah kita terpancing emosi dan suasana, bukan memberikan solusi, malah masalah menjadi bertambah. Sudah-sudahlah, waktu semakin berubah, jika memang kita menghadapi masalah itu, solusinya adalah sabar, tahan dan bernapaslah lebih lambat dari biasanya. Berikan solusi dengan kembali mengingatkan bahwa masalah yang ada itu, tidak boleh diputuskan dalam kondisi tidak tenang, gegabah bahkan dalam keadaan marah. Menghadapi orang-orang yang meledak-meledak, tiba-tiba memutuskan sesuatu secara cepat dan solusinya harus menjauh dari masalah dan menyalahkan kondisi yang ada. Ingat-ingat lagi bagaimana dulu kita pernah menghadapi masalah yang sama dan diberikan solusi, bisa jadi hari ini, patnert atau teman kita yang memberikan solusi itu lupa karena kondisinya sudah berubah akan tetapi secara substansi itu sama. Carilah win win solution, bisa jadi kekahwatiran kita saat ini, sesuatu yang tidak dasar dan lebih kearah ego. Pahami kondisi yang kita hadapi, kenali orang yang ada dihadapan kita sehingga kita bisa tahu solusi terbaik apa yang bisa kita berikan. ingat- ingat masa-masa lalu bahwa kita pernah dihadapkan kondisi yang sama dan namun waktu yang berbeda. 


Depok,  22.  02.  2025
Pukul :  08.41

Harus Ikhlas Memang

Rejeki itu memang tidak kemana, sesuai dengan yang kita butuhkan, ini lagi-lagi mengenai betapa kerasnya menjalani hari demi hari selama residensi, ini bukan masalah mengeluh dengan keadaan tapi ini lebih menceritakan rasa resah dan gelisa ketika benar-benar dalam kondisi uang menjadi hal yang begitu penting. Lanjut dari cerita sebelumnya ketika saya mendapatkan TF, kemarin begitu lagi menyelesaikan residensi, tiba-tiba istri mengabari kalau saya itu yang mendapatkan giliran untuk membawa konsumsi di pengajian mesjid. Sontak saja kaget, ya Allah, dalam kondisi lagi butuh-butuh duit dan harus menuntaskan amanah ini. Berat, pasti, namun bagaimana caranya menguatkan dan meyakinkan hati, ternyata ada kewajiban yang harus dijalankan, mau mengajukan ganti dengan jamaah yang lain, namun kondisinya sudah sangat mepet, infonya saya dapatkan sebelum jumaatan dan kegiatannya bada maghrib, sebenarnya masih ada uang, dan rencana akan membelikan stik asam urat untuk kegiatan skering kesehatan lanjutan bagi pegawai kelurahan abadi jaya, kayaknya memang uang ini hanya mampir sejenak, mau tidak mau dan harus memaksakan diri ini untuk benar-benar ikhlas bahwa, itu rejeki yang dititipkan Allah subhannah wata'alah. InsyaAllah rejeki itu tidak akan kemana, pertulisan ini, masih tersisa kurang lebih 100rb dengan segala keperluan yang ada pas gajian bulan februari ini. Semangat, insyAllah selalu ada jalan.


Depok,  22.  02.  2025
Pukul :  08.03 

20 Februari 2025

Tbtb Masuk Transferan

Pagi ini, ketika lagi menjalankan tugas di Puskemas, tiba-tiba bendahara kampus menelpon bahwa ada uang semester antara yang akan di transfer, sontak aja kaget, karena seharusnya ini diberikan di minggu depan sesuai dengan deadline nilai yang harus masuk, alhamdulillah ini menjadi kabar gembira buat saya, setelah saya menunda-nunda untuk me.wa teman yang rencana siang ini. alhamdulillah ya Allah, ini lebih dari yang saya butuhkan, awalnya saya hanya butuh 500rb saja untuk menutupi kebutuhan hingga menjelang ramadhan dan harus membayar iuran arisan 300rb, saya diTf lebih dari itu buah dari kesabaran dan yakin bahwa rejeki tidak akan dimana. Baru saya semalam saya menuliskan bahwa benar-benar disaldo saya sudah tidak bisa melakukan penariksan, saya hanya ada 8rb di gopay yang saya pakai untuk bayar mie instan untuk sahur. Kepasrahan saya akan kondisi dalam  beberapa bulan terakhir ini, membuat saya lebih siap menghadapi kondisi yang ada, sudah tidak begitu peduli dengan masalah yang itu-itu saja, masalah finansial yang saya alami selama menjadi residensi sudah bukan menjadi masalah yang harus benar-benar pikirkan dan sesali, ya sudah, jalani saja apa yang sudah saya lakukan saat ini, tetap mengandalkan Allah subhannah wata'alah sebagai satu-satunya penolong. Manusia hanya manusia dengan segala keterbatasannya meskipun saat ini terlihat begitu kuat dan gagah, memiliki segalanya hingga menghalang-halangi rejeki yang sudah dijatahkan. Tetap semangat menjalani hari hari yang penuh dengan kejutan demi kejutan.

Depok, sukmajaya, 20.  02.  2024
Pukul  : 11.30

19 Februari 2025

Bertahan dengan Rp. 0

Sudah 2 hari ini benar-benar kondisi dompet kosong, saya menikmati kondisi ini, beras masih aman untuk dua hari ini, bensin masih aman untuk mengantarkan pulang pergi ke posko, masih ada telur untuk buka puasa dan insyaAllah sahur, dan kemarin saat cek go-pay ternyata masih ada 8rb, masih bisalah untuk membeli mie instan 👀👀 Alhamdulillah sampailah saya ditahap  bisa menerima kondisi ini, walau sebenarnya ada keinginan untuk meminjam dan kembali meminjam dan ini tidak bisa dihindari. Namun ini cukup lah sudah menjadi lingkaran kehidupan, bentar-bentar senang mendapatkan notif gaji,sat set sat set TF sana sini dan yang terpenting membayar utang-utang yang sudah menjadi kewajiban dan sudah menjadikan sama teman-teman sejak awal meminjam uang. ya sudahlah, semoga lingkaran ini berakhir dan saya tidak terlalu terbebani dengan kondisi keuangan dalam mengejar target dan terutama menyelesaikan pendidikan spesialis keperawatan komunitas.

Depok,  19.  02.  2025
Pukul :  22.20 

16 Februari 2025

Jangan Pergi Orang Baik

Inilah yang saya rasakan ketika sedang dalam perantauan, sampai-sampai saya buatkan story khusus untuk mereka mereka yang sangat baik dan menjadi bagian penting dalam perjalanan saya merantau dan kuliah di UI. Begitu besarnya tuntutan ini dan itu yang harus dikerjakan, kayaknya kehadiran orang-orang baik ini yang  begitu besar pengaruhnya bahkan untuk urusan pinjam meminjam uang. ini story IG saya khusus orang-orang baik :
"harta yang paling berharga selain keluarga yang mensuppot, adalah kehadiran orang2 baik,  hadir saat dibutuhkan, tanpa embel-embel ini dan itu, tanpa drama-drama, tanpa mengungkit2, tampil apa adanya, sesekali tanyakan kondisi / kabar, meskipun tidak bisa memberikan solusi, tapi tetap memberikan support

jangan pergi dulu orang-orang baik, kehadiran kalian sangat dinantikan, Tuhan memberikan pertolongan Nya, dengan mempertemukan kita, tidak sekedar kenal atau tahu namun juga silih asah, silih asuh dan silih asih

 Semoga mereka benar-benar hadir dan tulus, benar-benar berasal dari lubuk hati, tidak membantu karena rasa kasian. sehat-sehat dan panjang umur untuk orang baik


Depok,  16.  02.  2025

pukul : 17.57

  

 

 

Skill tambahan Saat Diperantauan

Kerasnya hidup di perantauan, bagaimana bisa berpacu dengan waktu namun juga harus bagaimana bisa bertahan hidup. ada skill yang harus dimiliki tidak lain adalah meminjam uang. Ini hal yang paling saya tidak suka namun dilakukan, mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan. Dalam beberapa kondisi, memang sudah tidak ada olihan lain, ketika uang dipegang hampir tidak ada sama sekali, sementara gajian masih ada 2 minggu, adanya bonus dari tempat pasti keluar di minggu depan, akan tetapi uang dibutuhkan saat ini, kayak kemarin saya harus membayar tiket mudik yang memang harganya jauh dari harga normal dan takutnya jika besok harganya akan berubah. uring-uringanlah saya mencari saya sini, meskipun beberapa teman menyampaikan bahwa ada keperluan lain yang harus dikeluarkan sehingga tidak bisa membantu, solusi terakhir, meminjam dari kampus kembali, padahal sebelumnya saya mendapatkan isentive 3jt dan semua itu sudah habis untuk membayar utang-utang sebelumnya, Ya Allah, segini amat hidup saya, ketika saya hanya bermodalkan bantuan dari tempat kerja dan tidak ada tabungan yang benar-benar memadai, setiap bulan, ada saja moment-moment yang mengaruskan saya kembali memutar otak untuk mencari pinjaman sana sini, alhamdulillah ada dan saya harus menjaga kepercayaan orang yang sudah memberikan pinjaman bahwa saya akan membayar tidak lewat dari 1 bulan. gali lubang tutup lubang, dapat uang untuk bayar utang. 

Depok,  16.  02.  2025
Pukul :  06.39

Khatam Quran sebelum Ramadhan

Alhamdulillah, akhirnya bisa kembali mengkhatamkan al qur'an setelah hampir 3 bulan :(  ini sudah lebih dari cukup setelah pas di moment mengingat hari kelahiran di 3 Desember 2024 silam. ini kedua kalinya, sebelum memasuki bulan ramadhan kurang dari 2 minggu lagi. Sedih, haru, di tengah kesibukan residensi dan kesibukan mengejar kenikmatan dunia, masih ada dorongan iman dalam diri untuk melantungkan dan menglafazakn ayat demi ayat, lembar demi lembar alqur'an. Kita yang butuh alqur'an, dengan membaca qamullah, hati menjadi tenang. Alquran yang saya baca ini diberikan oleh teman kuliah, meskipun hanya berjumpa di 1 semester, semoga beliaunya juga mendapatkan keberkahan dan menjadi amal jariah. Ini jangan sampai lepas, sebentar lagi ramadhan akan menyapa, semoga kita diberikan kesehatan dan kelancaran serta memanfatkan setiap moment ramadhan sebagai lahan pahala yang bisa kita petik. semoga cahaya keimanan ini selalu ada untuk menjalani hari demi hari yang fanah ini, dan juga sebagai refleksi diri, bahkan hidup ini masih butuh al qur'an yang menjadi cahaya penerang dalam hidup dan juga dalam alam kubur.

Depok,  16.  02.  2025
Pukul :  06.18

15 Februari 2025

Menunggu Kabar

Salah satu hal yang tidak bisa diduga-duga selama residensi adalah menunggu kabar dari keluarga binaan, menunggu kabar apakah bisa dikunjungi, namanya perjuangan pasti ada saja kendala yang harus dihadapi. Cerita ini bukan saja dari saya., tapi juga cerita teman2 yang lain, bahwa ada saja kendala mereka dalam bertemu dengan pasien, ada yang diblokir nomor w.a sama pasien, ada yang sudah di depan rumah pasien tapi juga tidak ada kabar padahal sudah janjian. Ya sudah gpp. InsyaAllah disetiap kesulitan, ada kemudahan. Jangan jadikan ini sebagai kendala, tetap berusaha hingga titik perjuangan. Sampai tulisan ini, belum ada lagi kabar dari keluarga yang mau dikunjungi
Depok (posko residen), 15. 02. 2025
Pukul.  : 18.18 

14 Februari 2025

Beres Ayyamul Bidh Sahban

Ada tantangan berpuasa di bulan syahban kali ini, selain mulai padatnya kegiatan dan juga harus mempersiapkan diri untuk menjalani puasa khususnya sore hari untuk ngabubu-run. memang bukan hal yang baru namun kondisinya cukup berbeda, selama ini saya berada di rumah yang mungkin saya tidak terlalu perlu pusing harus nyiapkan ini dan itu. Alhamdulillah ayyamul bidh kali ini benar-benar excated, banyaknya beban pikiran karena uang yang masih saja kurang wkwkw harus utang ini dan itu Namun alhamdulillah sahur tidak tergesah-gesah, bisa disiapkan sejak jauh waktu, sempat shalat qiyamul lail dan juga sempat tadarusaan meskipun target khatam hari ini belum terlaksana, insyaAllah dalam beberapa hari kedepan. Fun factnya beberapa teman, ini puasa apa, hari rabu (hari pertama) dan jumat masih puasa, saya sampaikan ada namanya puasa pertengahan bulan selama 3 hari, pertanyaan yang sama juga ketika di rumah terutama jika kenanya bukan hari hari senin atau kamis, hari-hari yang mungkin bukan kelumrahan orang puasa/ Bagi saya puasa ayyamul bidh ini faedah luarbiasa, seolah-seolah berpuasa selama 1 bulan. bismillah semoga dilancarkan niat dan hajat, bukan karena ini dan itu. barakallh


Depok,  14.  02.  2025
Pukul :  22.28  

Tersabotase "Jemuran"

Seminggu ini, kok rasa-rasanya sulit untuk menjemur pakean di lantai 2 kosan. Dihari-hari biasanya selama 6 bulan terakhir ini, kayaknya tidak ada masalah dengan ini, bahkan dengan mudahkanya jika kapan ingin menjemur, apalagi jika sehabis lari pagi, sudah harus berjemur pakean. Namun keadaan yang berbeda kini, seolah-olah disabotase. Jemuran yang biasa saya junakan, yang biasa digantung-gantung dalam 1 minggu ini tidak pernah kosong, padahal rasa-rasanya saya jadi penguasanya wkwkwkw, apakah mereka juga merasa terdzalimi dengan yang selama ini saya lakukan, saya seolah-olah menguasai jemuran, memang dengan jumlah yang banyak kamar kemudian fasilitas jemuran yang kurang pastilah kondisi ini akan terjadi. Rasa-rasanya sudah tidak ada celah, akirnya saya mencari alternatif lain, saya membuat jemuran cadangan di kamar mandi, memang kapasitasnya hanya 4 baju dan sebenarnya cukuplah walau waktu keringnya agak lama, akan tetapi ini sudah lebih dari cukup. Salah satu dinamika kosan laki-laki apalagi sebagian besar warganya adalah gen z dengan dengan masalah yang selama ini sudah dinampakkan. ya sudah lah, nikmati aja

Depok, 14.  02.  2025
Pukul : 20.30

12 Februari 2025

Jadi Pendengar dan Penengah

Persoalan residensi bukan hanya masalah banyaknya tugas yang harus dikerjakan namun juga berkaitan bagaimana interaksi kita dengan sesama teman. Sudah pasti rawan akan konflik dan persinggungan, kenapa ? karena kita dilahirkan dengan pola hidu, perilaku dan kebiasaan yang berbeda-beda. Wajar sic jika masalah muncul tanpa diantisipasi, selisi paham akan sikap dan perilaku yang dinampakkan, bisa jadi kita tidak senang dengan gaya dan pembuawaan teman, namun kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Menjadi pendengar dan tidak menjadi kompor itu cukup berat, apa saja yang kita harapkan pada seseorang belum tentu seperti itu adanya. Apa kepentingan kita dengan permasalahan dan kesalahpahaman antar teman. Menjadi pendengar namun tidak memperkeruh, mensupport teman untuk memahami kondisi tanpa harus menjusdge dan juga tidak perlu. Intinya bersikap bijak atas masalah apa saja yang dihadapi. Dari sini kita belajar bagaimana memahami budaya teman, asal usul teman, termasuk dalam hal mehamai bagaimana dia bersikap dan merespon masalah yang ada, ada yang egois, ada yang suka mengadu, ada yang memilih cari aman dan ada yang berusaha memberikan solusi, lagi-lagi kita punya kepentingan apa untuk semua itu. jadilah solusi dan cahaya diantara permasalahan itu


Depok,  12.  02.  2025
Pukul  : 22.59

Seolah-olah Tak Ada Masalah

Pagi tadi, ketika membuka-buka w.a tiba-tiba profil teman ini menampakkan foto profilnya, seingat saya profil tak nampak sejak 6 bulan belakangan ini. Entan apa motivasinya, saya tahu dia memblokir nomor w.a saya, apapun itu alasannya sebenarnya terserah dia, pertemanan yang sudah berlangsung 8 tahun ini, banyak lika likunya, memang sic ini bukan pertama kali dia begini, dan sayapun tidak pernah menanyakan ini sama dia. Kalau dia lagi fokus dengan sesuatu apalagi perihal masalah ibadah pasti seperti ini, tiba-tiba blokir w.a Bagi saya sic, terserah dia, toh kalau dia butuh dia akan kembali, saya sedikit banyak tahu dan paham tentang kehidupan dia, dari cerita-cerita dia, saat ini yang menghubungkan kami tetap berkomunikasi adalah lari, bahas tentang menu-menu latihan dan apa saja berkaitan lari bahkan sampe mengikuti event lari. Saya sic tidak terlalu banyak berharap sama teman ini, bahkan nama dikontak hp pun saya nulisnya "gila" hehehe sekedar mempertegas sikapnya yang kadang-kadang aneh saja. Kenapa masih ingin berteman ? bisa jadi sikap dia kita tidak sukai namun bukan dari sisi kemanusiaan dia kita benci, biarlah dia dengan hidupnya, biarlah dia dengan gayanya, kita tetap saja memperlakukan dia, seperti sedia kala, toh 8 tahun bukan waktu yang singkat. likaliku sudah terlewati bahkan sampai airmatanya jatuhpun sudah pernah. ya biarlah dia seperti itu, asal bukan kita


Depok, 12.  02.  2025
Pukul : 22.55

11 Februari 2025

Harus Bisa Menahan Diri

Inilah manusia dengan segala kelemahan iman yang dimiliki. seharusnya hanya mampir sejenak malah kelamaan bermain-mainnya, seharusnya hanya bisa sekedar tahu saja, malah kebablasan. Ya sudah yang berlalu biar berlalu, yang saat ini bagaimana lebih mengontrol diri dengan segala dorongan yang ada dalam diri, apakah bisa menguntungkan atau malah merusak, Kondisi saya saat ini yang begitu banyak kerjaan dan tuntutan yang harus diselesaikan, sudah seharusnya saya lebih menahan dan bisa mengnedalikan atas apa yang saya lakukan dan perbuat, karena waktu tidak akan pernah kembali, kesempatan itu harus benar-benar dimanfaatkan, mungkin masih dalam kondisi sehat-sehat, manfaatkan memang waktu dan kesempatan yang ada, karena kesempatan itu bisa jadi ini yang terakhir kali. ingat lebih menahan diri untuk masalah apapun, untuk kepentingan apapun. sudah sudah lah terlalu menikmati hal yang absurd dan sementara, manfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Depok,  11.  02.  2025
Pukul  : 18.18

Kekepoanku ini

Salah satu yang saya lakukan ketika menggunakan twitter adalah melihat kehidupan orang-orang di jakarta atau beberapa kota lain yang jika melihat beberapa penggunanya suka maasang foto yang dikasih emot tertentu atau diblur sehingga wajahnya tidak kelihatan, berpikir dalam hati ini demi apa? apa demi privasi atau menjaga foto agar tidak dimanfaatin orang lain ? apa sampai sejauh ini ? hehehe sampai-sampai saya harus mengetahui apa yang mereka lakukan bagaimana pertemanan mereka di dunia maya, bagaimana cara mereka berkomunikasi hingga seperti circle mereka, saya sampai harus mencari obrolan mereka dalam membalas-balas tweetan. sebenarnya apa kepentingan saya sama mereka dan tidak mungkin juga mereka akan berteman sama saya, kenalpun tidak apalagi hanya bermodalkan sosial media paling-paling mereka sangat protect sama pertemanan mereka. ya sudah, mereka lebih closed friend, sudah tidak perlu menambah pertemanan dari akun fake karena akan sulit untuk memperkenalkan diri  bagaimana kita selama ini dibalik dunia sandiwara ini.be positive



Depok, 11. 02.  2025
Pukul : 04.45

07 Februari 2025

Hp jadi Sumber Petakan

Saya memiliki 3 Hp yang saat ini masih aktif, salah satu Hp saya gunakan untuk eksplore dan sebagian diantaranya menggunakan akun fake. Beberapa sosmed menjadi second aaccount. Entah atas dasar ini saya menjadi bebas dan liar dalam menjelajahi isi percakapann dalam sosial media. Kerasnya media sosial menjadi tantangan tersendiir bahkan yang sangat mengkhawatirkan, saya terlalu jauh terlibat dalam kondisi seperti ini hingga bibit bibit kemaksiatan mulai bermunculan. Memang benar Hp ini dikenal sebagai Hp "maksiat" entah pelabelan itu ada sejak saya memiliki Hp samsung sebelumnya. Jika saya menyalakan Hp ini dan berselancar di media sosial maka tanpa disadari, rayuan yang membuat senang sesaat mulai bermunculan hingga berlarut larut tanpa sadar jika penggunaan Hp sudah terlalu lama. Solusinya, untuk sementara waktu dinonatifkan, memutus rantai kedzaliman buat diri sendiri. semoga saya tidak tergoda untuk mengaktifkannya hingga 2 minggu ke depan 

Depok, 07.  02.  2025
Pukul : 04.44

06 Februari 2025

Cukup Sudah

Kegilasan dan effort yang besar dari pekan lalu berakhir sudah, energi yang terlalu besar tertahap dan tak juga mendapatkan saluran akhirnya menemukan muncaknya, dari berharap bisa secara natural mengalir namun kita harus benar-benar didesak untuk keluar. ya sudah, cukup tidak perlua banyak berpikir dan tidak perlu menjurus kemana-mana, tantangan terbesarnya adalah bagaimana memperbaiki runtuhan pundi-pundi yang dulu sudah dikokohkan. memang tidak bisa dipungkiri ini dampaknya sangat besar untuk diri namun jangan terlalu lama tenggelam dalam kebingungan, segera bangkit, biarkan energi lama itu berlalu dan pergi, saatnya bisa memilah dan memilih serta menentukan pilihan, tetap pada jalan yang lama dan salah atau tetap upgrage dengan kondisi terbarukan. Jangan salahkan diri sendiri, tetap belajar dari kejadian kejadian yang sudah ada, pelajari polanya agar tidak kembali salah melangkah, alihkan, pastikan diri tetap berada pada koridor yang benar, meskipun tidak mudah, jangan salahkan diri yang tidak bisa bertahan, memang pada kondisi tertentu kita harus terjatuh dan mengalah namun kita harus kembali bangkit. semangat,,

Depok,  06.  02.  2024
pukul :  06.40

Mencari teman seperti apa lagi ?

Entah apa yang menjadi niat dalam diri, rasa-rasanya perlu menambah pertemanan, padahal pertemanan melalui komunitas lari, tempat kerja, kebetulan bertemu dalam perjalanan atau kegiatan yang sama hingga perkuliahan sudah cukup, rupanya saya masih ada belum merasa cukup dengan semua itu. mencoba mencari pertemanan melalui idenditas yang fake dengan penyamaran ini dan itu. tujuan dasarnya hanya ingin mencari mencari informasi tertentu dan kayaknya lebih mencari teman ngobrol. Namun ini terkadang membawa kearah yang lebih jauh, mencari informasi yang tidak jelas mengenai apa, dan mau seperti apa yang tidak jarang rupanya sudah jauh dari tujuan awal. pertemanan dengan identitas yang tidak jelas juga menjadi situasi yang tidak nyaman ketika lawan bicara sudah terlalu jauh ingin tahu, tidak sekedar ngobrol bahkan sampai ingin tahu aktivitas keseharian kita, dan kondisi itu yang membuat tidak nyaman, terkecuali jika teman ngobrol sudah sama-sama kenal dan pada tahap ini mungkin tidak jadi masalah jika menyampaikan aktivitas yang dilakukan. Pertemanan melalui jalur lari/running menjadi jalur yang paling banyak masuk. kesamaan dalam berolahraga menjadi arah obrolan yang menyenangkan bahkan bisa saling support. Tapi sekali lagi pengingat buat diri saya, untuk tetap berhati-hati, jangan mudah memberikan informasi yang jelas dan detail mengenai diri kita apalagi untuk orang yang belum dikenal jelas dan melalui jalur pertemanan yang absurd. jadi pelajaran yang sudah-sudah dalam bertindak dan berpikir lebih jauh.

Depok, 06. 02.  2025
Pukul : 06.27 

04 Februari 2025

Residensi Semester Genap

Setelah 1 minggu break residensi, mulai kemarin dimulai, dengan penjelasan dari salah satu Mata kuliah. Residensi ini terbilang cukup cepat mengingat rasanya baru kemarin menjalani.. hehe padahal sdh 1 semester berjalan. Alhamdulillah berjalan lancar dengan hasil yang cukup memuaskan meskipun nilai yang didapatkan standar dari nilai residensi. Harus tetap bersyukur mengingat apa yang saya lakukan semester lalu belum terlalu maksimal, saya masih ngaret dalam menjalankan tugas dan terlebih lagi saya masih beradaptasi dengan segala kondisi baik kondisi perkuliahan maupun kondisi psikologis saya wkwkwk. Mudah2an menjadi pelajaran penting untuk perbaikan kedepannya. Bisa mengambil sisi positif apa yang harus di perbaiki apa yang harus lebih ditingkatkan. Sudah ada pola yang didapatkan sisa bagaimana lagi memanajemen waktu dengan baik..  tidak mengalir ngolor waktu mengerjakan tugas., bisa lebih bijak dalam memutuskan apakah memilih hobi atau memilih kerjakan tugas.. wkwkwk kayaknya dua hal yang cukup berat namun tetap harus menimbang-nimbang baik dan buruknya. Semangat untuk 1 semester kedepan, semoga dilancarkan.. aamiin

Depok,  4.  02.  2025
Pukul :  08.21

01 Februari 2025

Badan Rembuk

Alhamdulillah semalam, dini hari tiba kembali di Jakarta melalui stasiun Jatinegara, seharusnya saya kembali jumat pagi sudah nyampai di Jakarta, namun karena alasan menghematan dan tidak mau rugi karena sudah membayar penginapan 1 hari full, makanya saya melakukan reschedulle kepulangan harus jadwal yang tepat itu harus melalui solo, sekalian bisa shalat jumatan disana. karena pekan lalu saya tidak shalat jumat. Badan sejak subuh benar-benar remuk, apa karena sebelum berangkat ada kondisi-kondisi saya harus berjalan kaki sekitar 20 menitan hanya untuk ke lokasi mesjid dan kereta. Asli baju saya basah karena keringat, alhamdulillah yang pertama selepas shalat jumat langsung kering dan kedua ketika tiba doi stasiun solo jepres. Ada tragegi salah Map yang akan saya tuliskan nanti. Badan benar-benar remuk, dan saya mencoba untuk mengkonsumsi obat mag dan dilanjutkan dengan multivitamin dari imbos. Alhamdulillah ada perubahan, dan semoga besok kondisi saya lebih baik lagi, walau masih terasa ada mual. malam ini memutuskan untuk tidur awal, dan semoga kondisi besok akan baik-baik saja, mengingat ada laporan magang di rumat yang harus diselesaikan. bismillah

Depok,  01.  02.  2025
Pukul  :  19.40

Satu Februari

Satu bulan telah berlalu, banyak orang di sosmed, bulan februari menjadi bulan yang sangat panjang bahkan pengeluaran benar-benar keluar dari jatah yang dialokasikan di bulan ini. Bulan januari menjadi bulan tersibuk karena bertepatan dengan ujian-ujian residensi bahkan rasanya begitu sempat, baru kelas residensi sudah harus melanjutkan magang dan melakukan analisa situasi di rumah perawatan luka (Rumat), Selepas 2 minggu saya melanjutkan perjalan liburan selama 7 hari, pergi jumat pagi, tgl 23 Januari Balik tiba di Jakarta sudah masuk febrari 2025 tepatnya nyampe 00.30 waktu Jatinegara. Berharap bulan februari ini tetap diberi kesehatan, banyak target dan kegiatan yang harus dijalankan. InsyaAllah akhir februari akan ditutup dengan memasuki bulan ramadhan 2025


Depok,   01.  02.  2025
Pukul  :  19.22