06 Oktober 2017

Teruslah Menebar (Kebaikan)

Semenjak kecil kami sudah ditanamkan oleh kedua orangtua kami untuk senantiasa membantu orang lain sekalipun kondisi kita tidak berlebih. karena tidak harus menunggu "harus kaya" untuk bisa saling membantu. sy masih ingat ketika ada teman yang datang ke rumah terus ibu saya melihat dia lagi membeli beli 1 kg, tidak lama ibu mengambilkan beras dirumah untuk dibawa pulang oleh teman. belum lg ketika ada teman yang datang berkunjung di rumah sakit (saya lagi dirawat) Ayah saya memberikan uang untuk teman naik ojek :) itulah 2 rangkaian kenangan yang begitu melekat dalam diri. Alhamdulillah sampai saat ini nasehat itu akan selalu dijaga.

Dalam berjalannya waktu memang tidak mudah mempertahankan nasehat dan kebiasaab itu, terlebih ketika kita mendapatkan balasan yang sebaliknya. Untungnya niat itu selalu diawal seandainya di belakang mungkin akan muncul penyesalan telah melakukan kebaikan atau membantu. Namun bukan hasil akhir yang diinginkan, masalah balasannya tidak sesuai dengan harapan, itu masalah lain, intinya kita sudah menunaikan kebaikan

Rasa penyesalan pasti ada, itu manusiawi, sisa bagaimana menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran, mungkin kedepannya kita lebih hati-hati ketika memberi bantuan alangkah baiknya kebaikan atau pertolongan itu ditujukan pada orang yang benar-benar membutuhkan, bukan orang yang memohon-mohon tanpa memlihat dirinya sebenarnya bisa melakukan sendiri dan berusaha hanya karena faktor kemalasan saja. 

Harus ada keyakinan bahwa kebaikan yang kita lakukan untuk diri kita sendiri bukan orang lain. Ketika melakukan kebaikan atau membantu orang lain kita telah melunturkan sifat egois dalam diri kita, menyadarkan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, dan harus diingat kebaikan itu akan berbalas dengan kebaikan entah balasannya  dari sudut mana saja atau orang mana saja, dikenal maupun tidak dikenal

Tidak perlu menjugdje orang telah melupakan kebaikan yang pernah kita berikan, tidak perlu sakit hati apalagi sampai mendoakan yang tidak baik,. kita mendoakan semoga orang itu baik-baik saja, semoga kelak dia akan mengetahui apa arti sebuah kebaikan untuk dirinya sendiri

Teruslah menebar  kebaikan, kebaikan itu selalu abadi bahkan menjadi amal jariah kita.


Bandung, 6 Oktober 2017
Pukul  : 10.16

18 September 2017

saatnya mempublikasi

Kemarin sy ikut workshop penulisan arikel ut jurnal publikasi.. Kagum dg nara sumber.. Sebagian besar pembicaranya masih muda dan freshgraduete sdh menulis di jurnal internasional bereputasi.
Kebayang dalam diri dan pasti akan bertanya, apakah saya bisa seperti mereka? Sebenarnya tidak ada kata tak bisa kalo kita mau mencoba..itulah kata2 yg menghibur.. Saya tahu persis bagaimana saya awalnya dididik dg metode yg belum menyentuh area jurnal masih berdasarkan texbook.

Namun tdk ada kata terlambat untuk mencoba.. Saat ini saya sedang menjalankan pendidikan magister yg sarat dengan tuntutan harus mengikuti atau paling tidak tahu "trend" tentang masalah kesehatan saat ini. Mulai belajar memahami jurnal mulai membaca perlahan2 hingga belajar ut memaparkan hasil jurnal yg dibaca
Sekilas terlintas, seberapa banyak waktu produktif yg saya pergunakan ut kebaikan diri saya? Misalnya membaca jurnal dan kegiatan positif lainnya??  Seberapa banyak waktu sy terbuang ut hal2 yg kurang memberikan efek positif buat diri saya?? Apalagi dg dunia sosial media yg terkarang kita terhipnotis hingga banyak waktu yg terbuang .

Belum lg melakukan hal yg sia2, sementara waktu terus berputar terus meninggalkan.. Sampai kapan??
Bismillah.. Dengan kesibukan yg menanti, dg schedulle yg ada sekrg sy mencoba ut memulai lakukan hal2 produktif mengurangi hal2 yg kurang produktif dan tentunya melakukan evaluasi sejauh mana kemajuan, hambatan dan kendalanya.. Mulai saat ini, mulai hal2 yg kecil..

Ahad, 17 september 2017
Pukul 17.00 
saat perjalanan kereta dari bandung ke jakarta

20 Agustus 2017

"hidayah"

Hidayah lebih banyak diartikan sebagai petunjuk bagi orang-orang terutama non muslim yang mendapatkan petunjuk untuk memeluk Islam. dengan cara apapun baik melalui mimpi, bertemu dengan orang memahami agama islam lebih jauh,memahami agama dan menyampaikan keindahan islam. orang-orang yang mendapat hidayah ini bukanlah orang yang tiba-tiba mendapatkan, bisa jadi ini merupakan kegelisahan selama ini, sekalipun datangnya sepintas namun itu berasal dari dasar hati yang terdalam. Namun ada juga orang-orang yang mendapat hidayah ini adalah seorang muslim namun jauh dari pemahaman agama islam, dia hanya menggugurkan kewajiban, lepas dari semua esensi agama islam selama ini hingga dia mendapatkan moment yang menyadarkan diri dan keimanannya

Entah yg saya ceritakan ini apakah hidayah atau apalah,.. selama ini saya tidak begitu menganut pemahaman ajaran islam dalam bentuk organisasi masyarakat tertentu, saya begitu "confert" dengan apa yang saya pahami dan jalani, saya menjalankan ajaran islam seperti apa yang saya dapatkan didikan dari orang tua dan ditambah dengan pengalaman-pengalaman selama ini. saya begitu senang bertemu dengan sesama muslim yang merupakan ormas islam tertentu. tidak bisa dipingkuri ormas islam ini identik dengan pemahaman fiqih dan "mazhab" tertentu,. bagi saya islam ini sangat berwarna silakan menjalankan ajaran islam sesuai yang dipahami, bukan paksaan,panggilan hati sekalipun ada yang mengganggap itu hanya ikut-ikutan. tidak masalah asalkan kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita pahami dikemudian hari dan apa yang kita jalankan dengan penuh kesadaran tentunya denganh prinsip islam rahmatan lin alamin

Stelahmengulas tentang islam dalam perspektif saya, sampailah pada sebuah cerita yang berkaitan dengan topik yang saya akan "share". dalan beberapa minggu terakhir ini saya sering mendengarkan seorang "ustad" yang begitu akrab oleh beberapa teman kuliah, bahkan ada sebelah kamar kosan saya di bandung ini yang setiap pagi hampir mendengarkan&memutarkan ceramah yang saya amati sepintar begitu dia menikmati, untaian ulasan ceramah yang sepintas lewat di telinga saya membuat saya mengambil kesimpulan cemarahnya bagus namun tidak juga menggerakkan hati saya untuk mencari lebih tahu. beberapa hari yang lalu ketika sehabis shalat isya berjamah di mesjid ahmad dahlan sukajadi, saya dan beberapa teman bercerita tentang ustat yang kami temui di mesjid kampus yang suaranya merdu, namun teman menyebutkan salah satu ustat yang agak asing ditelinga saya dan sayapun tidak begitu mengingat. sesampe dikosan obrolan pun berlanjut, dibeberapa point yang kami bicarakan nama ustat yang disebut itu kembali melintas di telinga tapilagi-lagi namanya tidak langsung tersimpan di memori saya.

Kemarin, ketika kami sedang jogging dan sempat ngobrol-ngobrol, nama ustat itu lagi-lagi disebut oleh seorang teman, hanya sepintas namanya saya ingat namun begitu akrab ditelinga karena seringnya disebut namun saya tidak begitu mengingat detailnya. ketika sedang mencari sarapan tpwarung yang menyiapkan menu yang kami inginkan tak kunjung juga kami temukan, akhirnya teman memutuskan ut sarapan "wettan" makanan khas palembang namun  dua teman ini sangat akrap dengan makanan itu dan sambil menghitung-hitung sisa uang kami miliki dan akhirnya kamipun duduk. sambil ngobrol dengan penjualnya dan topik bahasan kami tentang agama, sipenjual nyambung menyebut nama ustat yang sama persis dengan nama yang beberapa hari ini disebutkan oleh teman2,. namanya begitu akrap karena sering disebutkan nama itu akhirnya terekam dimemori saya.

Ketika malam, dan membuka-buka sosmed, saya mencoba mencari di facebook dengan kata kunci Ustat Hannan Attaki, namanya begitu muncul dan saya terkejut rupanya teman-teman saya difacebook sudah banyak share video ceramah beliau di facebook, walau bukan versi cerama live namun isi ceramahnya telah dibingkai dengan tampilan video yang lebih baik seperti layaknya yang ada di tv. saya melihat beberapa topik yang diangkat begitu familiar dan sangat dekat dengan dunia sosmed dan menjawab kebutuhan manusia-manusia era digital. ada teman di facebook sekaligus teman kuliah menshare " Tuhan lebih besar dibanding masalahku"adapula "Merasa beban hidupmu begitu berat" dan satuyang saya teringat dengan ulasan teman saat ngobrol2 dikosan " bersama kesulitan ada kemudahan".. subhanallah, cerita yang durasinya rata2 kurang dari 5 menit ini begitu menggugah hati saya, kenapa saya baru menemui isi cerama ini ketika orang-orang sudah pada ramai membahasnya Apa yang selama ini saya rasakan, jawabannya diulas begitu rinci dan mudah dipahami. 

Ini bukan berarti selama ini saya jauh dari apa yang disampaikan ustat Hannan, cuman penguatan didalam diri saya belum begitu kuat masih butuh dorongan agar "keuh-keuh" dengan apa yang saya pahami dan putuskan. ceramah ini menjadi angin segar ketika lagi gunda lagi miskin motivasi dan lupa untuk "bersyukur" ceramah ini menjawabnya. adasalah satu topik bahasan yang begitu mengena. ketika kita mengambil keputusan libatkan Allah, bukan hanya ketika kita mendapat masalah kita mencari-cari Allah, padahal ketika kita mengambil keputusan sebelum masalah itu muncul kita tdk pernah melibatkan Allah, misalnya kita tidak berdoa saat mengambil keputusan dan tidak memintah petunjuk ketika mengambil keputusan. Ujung-ujungnya ketika ada masalah dikemudian kita bingung bahkan menyalahkan keadilan sang Khaliq,. 

Subhanallah, wal hamdulillah, wallah illah ha illallah.. alhamdulillah saya temukan ceramah yang begitu sejuk, menjawab permasalahan dengan begitu mudah dipahami dan dekat dengan keseharian kita, bagi saya Ustat Hannan memberikan daya darik tersendiri dalam menyampaian ceramahnya, semoga ini adalah jawaban-jawaban doa ketika kita mintah petunjuk sang Khaliq untuk dibimbing dalam mengambil keputusan, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dengan topik ceramah yang disampaikan dengan tengku hannan Attaki, pas dengan apa yang pahami dan rasakan semakin menguatkan pemahaman Islam yang saya pahami dan menjalankan selama ini dan semakin mendekatkan diri pada sang Khalik dan terpenting menjadi jawaban-jawaban dari gelisa2 selama ini,, semoga dengan ini, sosok pribadi yang bijak dan baik hati akan senantiasa melekat. amin ya rabbal alamin

Bandung, 20 Agustus 2017
                 10.30 pagi

11 Agustus 2017

Recovery Hati

Recovery dalam dunia medis terutama setelah menjalani pembedahan yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi pasien. sepanjang pembedahan pasien dibawah pengaruh pembiusan kondisi pasien "luluh lantah" sehingga membutuhkan beberapa saat untuk kembali pasien sadar dan dikembalikan di ruang perawatan. 

sebenarnya tulisan akan diuraikan disini bukan mengenai recovery seperti setelah pembedahan, atau recovery hati setelah "putus" ..  namun  recovery hati ini lebih ditujukan pada pemulihan hati sesaat setelah bimbingan thesis atau tugas2 besar yang lain..  seperti biasanya sehabis bimbingan banyak "lukisan2an" kata dalam lembaran tesis / tugas akhir... 

Ini  benar-benar harus cepat menrecoverykan diri, harus cepat-cepat memulihkan hati dan perasaan ketika melihat lukisan2 indah pembimbing.... karena kalo gagal melewati ini kita akan terjebat dalam istilah gagal move on.  recovery  hati ini harus benar-benar menguatkan diri berprinsiplah "namanya mahasiswa, semua dalam proses pembelajaran,.. semua adalah proses..'

Apabila kita gagal merecovery diri, yang mungkin akan terjadi adalah kita akan stress, kehilangan semangat, malas melanjutkan tugas akhir, jadi uring-uringan dan yang saya takutkan kita akan aler i kembali mengerjakan tugas itu, bukannya menyelesaiakan malah menambah masalah, menambah waktu yang dalam menyelesaiakn kuliah, menambah beban biaya dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya. pertanyaannya apakah ini akan menyelesaikan masalah kita??

Stres dan banyak pikiran setelah melihat lukisan indah pembimbing itu wajar-wajar aja asal jangan berlebihan. jangan biarkan energi kita habis dalam kesedihan yang berlarut-larut. lukisan-lukisan indah itu jadikan motivasi beryakinlah bahwa pembimbing mengarahkan demi kebaikan kita, namanya saja pembimbing berarti membimbing dan mengarahkan sisa bagaimana kita bersenergis dengan bimbingan itu. so? be positive.. jangan aneh2,, cepat2lah recovery hati jangan gagal move on

Kampus eikman F.Kep. Magister Kep Unpad Bandung
11  Agustus 2017  Jam 17.01


26 Juli 2017

Perjuangan "Tesis" Dimulai Disini

Hari ini sesuai dengan kontrak dengan pembimbing 2, saya akankonsultasi mengenai topik yang akan saya teliti.. sebelumnya sudah melalui pembimbing  dan diarahkan untuk penguatan tentang topik yang sy ambil....memang tidaklah mudah untuk menemukan ide hingga akhirnya saya "yakin" dengan topik yang saya putuskan.. masukan pembimbing sangatlah berarti mengingat pengalaman  dalam membimbing. 

setelah berdiskusi dan share dengan pembimbing 2, tergambar dalam pikiran apakah nantinya akan bisa berjalan sesuai dalam pikiran saya saat ini. support dari pembimbing sangatlah baik dengan melihat penelitian yang sudah ada, memang waktu yang dibutuhkan juga tidaklah singkat, harus sesuai dengan standar dan penelitian sebelumnya..

kondisi seperti ini terkadang membuat kita "buyar" "oleng" "puyeng" "patah semangat"... saya yakin hampir semua orang yang menghadapi situasi seperti ini ketika menyelesaikan tugas akhir..  yang ada dalam pikiran "pendek" kita,  tidak akan sama dengan apa yang sudah dipahami pembimbing,,

lantas apakah saya akan larut dalam kondisi seperti ini?? tentu tidak!!!! ini belumlah apa-apa, ini masih tahap awal,  yang dibutuhkan sekarang adalah tabungan energi dan semangaaat untuk menghadapi hari-hari selanjutnya.. revisi revisi revisi dan selalu revisi..

1 kalimat yang harus dipegang "kesuksesan itu tidak mudah diraih, yang kita perlukan kerja keras kerja ulet dan ketangguhan,, serta yang paling penting spirit dalam diri akan nilai-nilai keilahian yang tidak boleh redup..  semangaaaat.....  "insyaAllah kerja keras tidak akan pernah sia-sia"


Bandung, 26 Juli 2017  jam 17.35 
 

25 Juli 2017

kembali ngeblog

Sekian lama tidak "mempedulikan" blog ini.. akhir-akhir ini beberapa teman mengpublish tentang blog yang dibuat dalam sebuah organisasi profesi. pertanyaan dalam benak, kok baru sekarang?? bukannya blog itu cukup lama bahkan saya mengenalnya ketika masih kuliah namun tidak begitu aktif sekedar mengikuti trend saat itu agar tidak ketinggalan zaman 

saat ini fitur dalam blog ini sudah sangat sederhana dan mudah digunakan beda saat diawal-awal blog harus memasukkan simbol-simbol tertentu untuk mendesaig atau mengatur laman. rupanya pemilik glogger paham betul kemajuan media sosial saat ini sehingga harus menyesuaiakan

semoga ini langkah awal untuk kembali bisa menulis walau tujuan tulisan ini bukan untuk dibaca orang lain  namun paling tidak blog ini masih diaktifkan 


Bandung, 25 Juli 2017 jam 21.24