Hidayah lebih banyak diartikan sebagai petunjuk bagi orang-orang terutama non muslim yang mendapatkan petunjuk untuk memeluk Islam. dengan cara apapun baik melalui mimpi, bertemu dengan orang memahami agama islam lebih jauh,memahami agama dan menyampaikan keindahan islam. orang-orang yang mendapat hidayah ini bukanlah orang yang tiba-tiba mendapatkan, bisa jadi ini merupakan kegelisahan selama ini, sekalipun datangnya sepintas namun itu berasal dari dasar hati yang terdalam. Namun ada juga orang-orang yang mendapat hidayah ini adalah seorang muslim namun jauh dari pemahaman agama islam, dia hanya menggugurkan kewajiban, lepas dari semua esensi agama islam selama ini hingga dia mendapatkan moment yang menyadarkan diri dan keimanannya
Entah yg saya ceritakan ini apakah hidayah atau apalah,.. selama ini saya tidak begitu menganut pemahaman ajaran islam dalam bentuk organisasi masyarakat tertentu, saya begitu "confert" dengan apa yang saya pahami dan jalani, saya menjalankan ajaran islam seperti apa yang saya dapatkan didikan dari orang tua dan ditambah dengan pengalaman-pengalaman selama ini. saya begitu senang bertemu dengan sesama muslim yang merupakan ormas islam tertentu. tidak bisa dipingkuri ormas islam ini identik dengan pemahaman fiqih dan "mazhab" tertentu,. bagi saya islam ini sangat berwarna silakan menjalankan ajaran islam sesuai yang dipahami, bukan paksaan,panggilan hati sekalipun ada yang mengganggap itu hanya ikut-ikutan. tidak masalah asalkan kita bisa mempertanggungjawabkan apa yang kita pahami dikemudian hari dan apa yang kita jalankan dengan penuh kesadaran tentunya denganh prinsip islam rahmatan lin alamin
Stelahmengulas tentang islam dalam perspektif saya, sampailah pada sebuah cerita yang berkaitan dengan topik yang saya akan "share". dalan beberapa minggu terakhir ini saya sering mendengarkan seorang "ustad" yang begitu akrab oleh beberapa teman kuliah, bahkan ada sebelah kamar kosan saya di bandung ini yang setiap pagi hampir mendengarkan&memutarkan ceramah yang saya amati sepintar begitu dia menikmati, untaian ulasan ceramah yang sepintas lewat di telinga saya membuat saya mengambil kesimpulan cemarahnya bagus namun tidak juga menggerakkan hati saya untuk mencari lebih tahu. beberapa hari yang lalu ketika sehabis shalat isya berjamah di mesjid ahmad dahlan sukajadi, saya dan beberapa teman bercerita tentang ustat yang kami temui di mesjid kampus yang suaranya merdu, namun teman menyebutkan salah satu ustat yang agak asing ditelinga saya dan sayapun tidak begitu mengingat. sesampe dikosan obrolan pun berlanjut, dibeberapa point yang kami bicarakan nama ustat yang disebut itu kembali melintas di telinga tapilagi-lagi namanya tidak langsung tersimpan di memori saya.
Kemarin, ketika kami sedang jogging dan sempat ngobrol-ngobrol, nama ustat itu lagi-lagi disebut oleh seorang teman, hanya sepintas namanya saya ingat namun begitu akrab ditelinga karena seringnya disebut namun saya tidak begitu mengingat detailnya. ketika sedang mencari sarapan tpwarung yang menyiapkan menu yang kami inginkan tak kunjung juga kami temukan, akhirnya teman memutuskan ut sarapan "wettan" makanan khas palembang namun dua teman ini sangat akrap dengan makanan itu dan sambil menghitung-hitung sisa uang kami miliki dan akhirnya kamipun duduk. sambil ngobrol dengan penjualnya dan topik bahasan kami tentang agama, sipenjual nyambung menyebut nama ustat yang sama persis dengan nama yang beberapa hari ini disebutkan oleh teman2,. namanya begitu akrap karena sering disebutkan nama itu akhirnya terekam dimemori saya.
Ketika malam, dan membuka-buka sosmed, saya mencoba mencari di facebook dengan kata kunci Ustat Hannan Attaki, namanya begitu muncul dan saya terkejut rupanya teman-teman saya difacebook sudah banyak share video ceramah beliau di facebook, walau bukan versi cerama live namun isi ceramahnya telah dibingkai dengan tampilan video yang lebih baik seperti layaknya yang ada di tv. saya melihat beberapa topik yang diangkat begitu familiar dan sangat dekat dengan dunia sosmed dan menjawab kebutuhan manusia-manusia era digital. ada teman di facebook sekaligus teman kuliah menshare " Tuhan lebih besar dibanding masalahku"adapula "Merasa beban hidupmu begitu berat" dan satuyang saya teringat dengan ulasan teman saat ngobrol2 dikosan " bersama kesulitan ada kemudahan".. subhanallah, cerita yang durasinya rata2 kurang dari 5 menit ini begitu menggugah hati saya, kenapa saya baru menemui isi cerama ini ketika orang-orang sudah pada ramai membahasnya Apa yang selama ini saya rasakan, jawabannya diulas begitu rinci dan mudah dipahami.
Ini bukan berarti selama ini saya jauh dari apa yang disampaikan ustat Hannan, cuman penguatan didalam diri saya belum begitu kuat masih butuh dorongan agar "keuh-keuh" dengan apa yang saya pahami dan putuskan. ceramah ini menjadi angin segar ketika lagi gunda lagi miskin motivasi dan lupa untuk "bersyukur" ceramah ini menjawabnya. adasalah satu topik bahasan yang begitu mengena. ketika kita mengambil keputusan libatkan Allah, bukan hanya ketika kita mendapat masalah kita mencari-cari Allah, padahal ketika kita mengambil keputusan sebelum masalah itu muncul kita tdk pernah melibatkan Allah, misalnya kita tidak berdoa saat mengambil keputusan dan tidak memintah petunjuk ketika mengambil keputusan. Ujung-ujungnya ketika ada masalah dikemudian kita bingung bahkan menyalahkan keadilan sang Khaliq,.
Subhanallah, wal hamdulillah, wallah illah ha illallah.. alhamdulillah saya temukan ceramah yang begitu sejuk, menjawab permasalahan dengan begitu mudah dipahami dan dekat dengan keseharian kita, bagi saya Ustat Hannan memberikan daya darik tersendiri dalam menyampaian ceramahnya, semoga ini adalah jawaban-jawaban doa ketika kita mintah petunjuk sang Khaliq untuk dibimbing dalam mengambil keputusan, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dengan topik ceramah yang disampaikan dengan tengku hannan Attaki, pas dengan apa yang pahami dan rasakan semakin menguatkan pemahaman Islam yang saya pahami dan menjalankan selama ini dan semakin mendekatkan diri pada sang Khalik dan terpenting menjadi jawaban-jawaban dari gelisa2 selama ini,, semoga dengan ini, sosok pribadi yang bijak dan baik hati akan senantiasa melekat. amin ya rabbal alamin
Bandung, 20 Agustus 2017
10.30 pagi