29 September 2021

Ketiduran

Kalau ketiduran dan telat bangunsaat subuh mungkin hal yang lumrah akan tetap jika ketiduran di waktu jam kerja dan saat lagi kantor itu hal yang tidak biasa. Jadi ceritanya siang tadi ketika menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor dan tiba-tiba padam lampu otomatis laptop saya juga tidak bisa nyala sehingga saya harus menghentikan pekerjaan tadi siang kurang 5 menit jam 3 siang. Sebenarnya sisa sekitar 10menitan lagi azan shalat ashar.

Namun saya memilih untuk berbaring sambil menunggu terdengarnya suara azan saya mengambil bantal dan mencoba memenjamkan mata sejenak. Saya tiba-tiba terbangun dan terkagetkan ketika melihat jam 3 lewat 35 menit artinya sudah lewat waktu azan dan kondisi kepala saya agak berat karena efek tidur sehingga saya memilih tidak segera ke mesjid karena kayaknya orang-orang sudah selesai shalat berjamaah. 

Apakah karena hari ini begitu banyak kegiatan yang saya lakukan, pagi saya lari pagi hampir 12K dengan kondisi hujan2 ringan, sebelum mengajar saya harus menyelesaikan satu pekerjaan kantor dan melanjutkan mengajar hingga jam 11.20 sempat break untuk istirahat sekalian menjuemput atiyah. Kondisi saya memang benar-benar padat hingga capepun melanda.dan siapa sangka saya bakalan ketiduran di waktu yang sangat urgen. Mungkin saya sangat lelah untuk tadi siang. Mungkin saya masih harus istirahat mengembalikan energi-energi yab
Ng sempat tidak di gunakan. Semoga saya dan kita semua sehat Afiat dan bisa memanfaatkan waktu sebaik2nya

Tarakan, 29 / 3 / 2021
Pukul.    : 10. 08 malam

28 September 2021

Setiap kesulitan, ada kemudahan

Hari ini benar-benar hari yang penuh lara. Posisi dilematis antara menjalankan kewajiban dan memenuhi permintaan. Pagi tadi alhamdulillah saya menyelesaikan salah satu program lari, short run atau mungkin lebih tepatnya tempo run, sesuai dengan target dan kondisi saya lagi dalam semangat-semangatnya, walau cuaca bikin was-was apa akan turun hujan mengingat kondisi awan yang cukup gelap. Hasil yang dicapai sesuai dengan ekspektasi, saya masih bisa berlari 5K dalam waktu 27 menit.Biasanya saya akan menambah lari durasi lari mengingat selesai 5K masih menunjukkan jam 6 kurang 5 menit. masih cukup banyak waktu namun mengingat hari ini sudah harus janji untuk mendampingi mahasiswa turun di serbuan vaksinasi apalagi beberapa mahasiswa yang terlibat masih baru dan terbilang masih belum banyak pengalaman dari mahasiswa sebelumnya dan alhamdulillah semua yang direnanakan berjalan lancar walau harus bolak balik ke TKP. 

Posisi saya saat itu, lagi ada jam mengajar di kelas dan saya harus menyelesaikan permahasalah yang di hadapi oleh 3 mahasiswa yang input ipknya berbeda dan cenderung merugikan mahasiswa. Sambil mendampingi mahasiswa di input data yang memang baru juga, saya menyelesaikan beberapa pekerjaan di lokasi vakasinasi. Sempat kahwatir karena bagian yang dimintai bantuan atau informasi cenderung tidak terlalu merespon seperti apa yang harapkan, ya sudahlah kita ini tidak bisa memaksakan kehendak kita bermasa orang lain. di tengah kegalauan itu saya berlahan-lahan menyelsaikan surat yang dibutuhkan dan walau harus benar-benar memaksakan diri. Singakt cerita saya harus bertahan untuk menyelesaikan surat dan berharap bahwa laman ujikompetensi tidak bisa diakses dan saya mengirimkan permasalahan ini ke admin ujikomp. sebenarnya tidak terlau berharap akans segera dibalas dengan segera, baru beberapa langkah saat dibalas dan saya menyampaikan permalasahan tidak menemukan data-data yang dibutuhkan kemudian saya diarahkan untuk menggunakan akun lama dan adanya komunikasi dua arah ini sehingga tidak lama kemudian akun lama bisa aktif dan saya bisa akses dan mencari data yang dibutuhkan.

Kondisi datang di waktu yang sangat tepat, tat kala saya lagi bingung, harus bagaimana menghadapi situasi dan kondisi alhamdulillah mendapatkan solusi yang dibutuhkan dan kehadirannya tepat. memang disetiap kesulitan kita hadapi selalu ada kemudahan yang kita dapatkan selama kita masih berbuat baik kepada orang lain dan melakukan amalan soleh / amalan hati yang baik. isnyaAllah pertolongan dalam bentuk kemudahan akan datang diwaktu yang tepat dan kadarnya sesuai yang dibutuhkan. alhamdulillah

Tarakan, 28 / 9 / 2021
Pukul   : 11.04 malam

26 September 2021

Ketika Teman Minjam Duit

Minggu lalu, ada teman nelpon, tidak seperi biasanya, selama ini palimg-paling  w.a atau langsung ngobrol kalau berpapasan, pas menelpon saya tidak memperhatikan panggilan masuk, jadi saya menelpon balik, ternyata beliau meminjam uang yang jumlahnya lumayan 1 juta :) saya bilang saya nanti cek dulu takut ternyata ada keperluan dalam minggu ini, dan ternyata benar adanya saya harus membayar premi axa mandiri sebesar 3 juta untuk bulan ini (per 6 bulan). dengan berat hati saya harus menyampaikan ini kepada teman ini. Ini kali kedua beliau menanyakan hal yang sama namun kemarin itu jumlahnya cukup besar sampai 3 juta. sebenarnya untuk persoalan minjam meminjam uang uang ini, saya memiliki pengalaman buruk, dan memang jumlah orang yang dulu pernah pinjam juga cukup besar ada yang 2-3 juta namun uangnya tidak kembali utuh bahkan ada yang tidak bayar sama sekali dan menjadi pelajaran saya agar berhati-hati jangan sampai terulang seperti ini, mending mengatakan tidak ada diawal dari pada terlanjur pinjam karena rasa kasihan atau tidak enak apalagi jika persoalan akan menagih nantinya, memang saat ini kita belum menggunakan namun jika suatu waktu diperlukan dan ternyata orang yang meminjam uang itu belum bisa mengembalikan, wallahu'alam bishawab

Semalam juga saya memiliki pengalaman hampir seperti ini, namun jumlahnya kecil sekitar 100rb, walau sebenarnya ini cukup berarti juga karena bisa beli jajanan atau makanan untuk anak-anak, dan jika diingat-ingat sebenarnya ini adalah dari teman yang sudah seperti saudara sendiri. singkat cerita dia kemarin habis-habisan mengeluarkan biaya untuk service motor hingga pada saat yang sama saya menyapa dan malam harinya juga dimengomentari story saya dan balas membalas chat akhirnya pada percapakan kalau dia mau minta (bukan pinjam) uang. karena ngantuk berat saya belum sempat transfer agak jam 11 lewat baru sempat itu juga karena terbangun kare kebelet. akhirnya saya transfer. saya meluruskan niat saya untuk benar-benar membantu tanpa memikirkan saya dimanfaatkan atau seperti apa. itu urusan teman dengan sang khaliq, niat untuk membantu sudah selesai. 

sebenarnya sudah wanti-wanti untuk menghindari hal sperti ini. beberapa saat yang lalu saya mendengarkan ceramah ust.Nurul Dzikri tentang persoalan berbuat baik salah satunya itu meminjamkan uang jika memang orang memerlukan dan berniat mengembalikan. kita menjauhkan niat dan ucapan bahwa teman ini hanya ingat kita jika akan meminjam uang :) dan banyak diantaranya sukit untuk mengembalikan, namun kita tetap berprasangka baik bahwa teman ini tahu bahwa kita baik dan bisa memberikan pertolongan dan itu yang harus kita jaga namun jika memang tidak bisa memberi karena berbagai alasan sebaiknya menjelaskan secara baik-baik dan bijak. Kita berbuat baik semampunya kita dan tidak menurugikan diri kita sendiri hanya karena persoalan tidak enak. jujur adalah hal yang utama bahwa memang kondisi kita belum bisa memberikan pinjaman

Tarakan, 26 / 9 / 2021
Pukul   : 06.00 sore

25 September 2021

Pembenaran dari kesalahan

Memang manusia tempatnya salah, itulah ungkapan yang sering kita dengarkan bahkan Rasulullah sudah mengingatkan bahwa setiap anak cucu adam pasti berbuat salah dan sebaik-baiknya berbuat salah adalah yang bertaubat. Memang tidak mudah untuk menghindarkan diri dari berbuat salah, setiap manusia tidak ada sempurna bahkan ketidaksempurnaan itu menjadikan manusia dengan mudahnya berbuat salah namun kita juga dianjurkan untuk meninggalkan perbuatan / kesalahan yang bisa berujung pada dosa. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah ketika kita berbuat salah kita mencari pembenaran dari kesalahan yang kita buat seolah-olah mau membenarkan bahwa yang kita lakukan itu bukanlah sebuah kesalahan apalagi jika kita menganggappnya sebagai hal yang lumrah. padahal hati kecil kita tidak bisa dibohongi bahwa itu salah dan tidak bisa dibenarkan. 

Itulah sifat naluri manusia, mungkin tidak ada yang ingin disalahkan, namun kita perlu menyadarkan diri kita sendiri bahwa kita terkadang khilaf dengan kondisi diri kita, kita terkadang lupa bahwa lisan dan tindakan kita tidak sesuai dengan koridor belum lagi jika hal-hal itu telah mengambil hak orang lain, menghilangkan hak yang seharusnya dimiliki orang lain bahkan yang lebih ironinya lagi jika kelalaian yang kita lakukan itu ikut menyeret keluarga, saudara, sahabat atau teman kita sendiri dalam kesalahan bahkan merasakan imbas dari kekhilafan yang kita lakukan. Bukan pembenaran yang kita butuhkan untuk saat ini, tapi rasional yang kita lakukan apa benar-benar salah atau sengaja kita benar-benarkan agar kita merasa selamat padahal manusia punya keterbatasan, boleh jadi kita merasa benar padahal itu adalah sebuah kesalahan. wallahu a'alam bishawab.

Tarakan, 25 / 9 / 2021
Pukul   : 6.33 pagi

Tidak Fokus dengan Kerjaan

Dalam tiga minggu terakhir ini, saya terlibat dalam kegiatan vaksinasi. kegiatan ini baik diadakan oleh Diskes Lantamalan VIII Tarakan atau dari Polda Kaltara / Polres Tarakan. Sebenarnya tugas saya adalah mengkoordinir mahasiswa yang akan terlibat dan sudah ada groupnya sisa melist siapa yang bersedia siapa yang berhalangan. Dihampir semua kegiatan yang melibatkan mahasiswa tersebut, saya terlibat langsung mendampingi mahasiswa juga ikut menjadi bagian petugas entry data vaksinasi. Entah kenapa pekerjaan ini terasa enjoy dilaksanakan padahal beberapa pekerjaan di kantor sudah menanti. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kegiatan vaksinasi ini, sisa memenej waktu saja, kegiatan ini benar-benar bertepatan dengan kegiatan yang memang masih bisa ditunda, masih bisa dilakukan di lain waktu, namun disisi lain saya masih juga mengejar target lari dalam sepekan hingga memang waktu banyak terbagi-bagi hingga tidak bisa dipungkiri waktu yang tersisa benar-benar digunakan untuk istrahat. 

Memang kesibukan akhir-akhir ini tidak  lain karena ketidakkonsistenan daya dalam mengatur waktu, masih saja mengalihkan pada hal-hal yang remeh temeh ketika sedang berada di tempat kerja, padahal jika saya disiplin lagi dalam mengatur waktu mungkin saja beberapa pekerjaan bisa diselesaikan, terlebih lagi untuk persiapan perkuliahan, jadwal akademik, RPS untuk mata kuliah baru, Mata Kuliah baru. Masih ada dua hari untuk mempersiapkan perkuliahan semester ganjil yang akan berlangsung senin lusa. masih ada waktu untuk mempersiapkan kembali apa yang harus disiapkan. manfaatkan waktu dua hari ini agar pelaksanaan kuliah perdana di minggu depan bisa berjalan normal sebagaimana biasanya. aamin

Tarakan, 25 / 9 / 2021
Pukul   : 6.02 pagi

23 September 2021

Meluluhkan ego

Pagi ini, cuacanya tidak secerah di pagi-pagi sebelumnya.  Pagi tadi sudah memutuskan selepas untuk jogging, biasanya kalau pagi hari sudah memutuskan jalan pagi, cukup nyeker sudah pas :) dan pagi ini sejak menuju ke islamic center juga sudah memasukkan sepatu sebagai siap-siap untuk jogging. setelah shalat subuh dan tadarrus, saya menuju ke halaman islamic cuacanya cukup gelap dan tanda-tanda untuk hujan. kali ini saya mencoba untuk berkompromi, saya memutuskan tidak jadi walking dan balik ke rumah. begitu nyampe di rumah dalam beberapa menit aja hujan sudah turun dan cukup deras dan saat tulisan ini ditulis juga masih hujan. jadi kurang lebih 2 jam lebih sudah hujan. Berbeda dengan sore kemarin. saking semangatnya sudah berniat untuk lari sore, namun karena kesibukan hingga nyampe di rumah sudah jam 5 sore, belum beres-beres, memaksakan untuk tetap menuju track jogging, mengira 30 menit bisa selesai sebelum azan maghrib, malah yang terjadi kemarin adalah begitu tiba di rumah malah sudah adzan, belum mempersiapkan diri untuk shalat berjamaah dan lanjut ikut tahsin, belum lagi ini dan itu dan pada akhirnya saya hanya mendapatkan tahiyyatul akhir :( mungkin menjadi pertimbangkan saya ke depannya untuk lebih bijak apalagi berkaitan dengan ketepatan waktu shalat berjamaah.

Persoalan "keras" kemauan ini, tidak terlepas dari begitu kuatnya penderian saya dalam memutuskan dan melakukan sesuatu, apalagi jika itu hal yang bisa jadi menjadi hal prinsipil dan sudah dipersiapkan sejak awal, namun terkadang situasi dan kondisi saat akan diactionkan, saya benar-benar masih saja terjebak dengan keuh keuhnya tetap melakukan padahal situasi dan kondisinya tidak memungkinkan. belajar dari pengalaman yang sudah-sudah memang terkadang situasi dan kondisi itu tidak bisa ditebak, kadang dikira hujan rupanya tidak sebaliknya dikira tidak hujan ternyata hujan hehehe dan ini sering terjadi. namun kembali ke niat awal, jangan memaksakan, jika memang kondisinya masih memungkinkan maka tetap dilanjutkan, jika sudah tidak memungkinkan, langsung putuskan, cancel jangan dipaksakan jika dipaksakan akan menimbulkan risiko. mungkin juga bisa diterapkan dalam  kehidupan sehari-hari, sikap keuh-keuh ini jangan sampai menjadi karakter diri tanpa melihat situasi dan kondisi secara bijak.

Tarakan, 23 / 9 / 2021
Pukul    : 09.09 pagi

22 September 2021

Memberi support untuk teman

Ahad kemarin, saya melihat postingan teman yang isi tulisannya menunjukkan dia lagi punya masalah besar. Teman ini, bukan orang yang sebentar-bentar menulis story, apalagi bentar-bentar curhat :) itu juga alasannya saya mencoba mengomentari dengan memberikan emot semangat, tidak lama kemudian dia membalas "berat, sulit untuk saya lakukan". Seketika pesan ini membuat kaget karena teman tidak seperti biasanya seperti ini, sedikit kembali mengirim pesan bahwa teman ini pasti bisa melewati semua ini, tapi lagi-lagi dia merasa sudah menemui jalan buntu setelah sudah berusaha keluar dari masalah. Saya kembali mengirimkan pesan agar teman ini kuat dan bisa keluar sejenak mencari udara lebih segar tapi dia mengatakan sudah keluar rumah beberapa kali tapi tetap aja masih terbebani dengan pikirannya.

Terlepas dari cerita ini, saya melihat sosok teman ini cukup kuat, saat ini sedang menderita saraf terjepit yang jika sakitnya datang, sudah tidak tertahankan, dia sudah berobat lama tapi belum terlalu merasakan efeknya. Bahkan teman ini harus memaksakan lari sore yang masih rutin dijalankan agar malamnya bisa tidur nyenyak dan terhindarkan dari rasa sakit. Dan beberapa kali berpapasan saat lari sore, saya melihat raut wajahnya kemerahan,sebagai respon melawan rasa sakit yang dirasakan ketika berlari. 

Untuk masalah yang saat ini dia rasakan, saya tetap memberikan   suppport, mencoba memberikan penguatan bahwa dia sudah luarbiasa tetap menjalankan kebaikan walau kadang tidak dianggap. Dan ternyata dia mengatakan dan mungkin lebih dia lebih fokus lagi permasalahan yang dihadapi. Saya hanya menguatkan beberapa kalimat yang dia ucapkan sebagai bahwa dia sudah baik, sudah melakukan yang terbaik dan semoga mendapatkan kebaikan dam mukjizat sehingga bisa keluar dari masalah yang dihadapi.aamiin 

Tarakan, 22 / 9 / 2021
Pukul.   : 21.11. malam

21 September 2021

Ketika malam tiba, pandangan teralih

Malam ini saya menuliskan tentang kondisi "kelam" jika malam tiba, tepatnya saat-saat menjelang tidur. Dalam beberapa moment, malam menjadi malam yang kelam bagi diri saya pribadi. Ada moment, malam menjadi hal yang menyilaukan bagi diri ini, malam yang menutup semua cela iman dalam diri seolah-olah gelap pandangan dan fokus pada hal yang menuruti nafsu duniawi, mengikuti selera diri yang sudah terlalu jauh melangkah, terlena dengan kenikamtan dunia semu, kesenangan yang sementara didapatkan  bahkan memberikan bebant psikologi dalam diri,kenapa saya begitu lagi, kenapa yang seperti ini lagi, menuruti nafsu ragawi hanya untuk mendapatkan kesenangan semu. Semua demi apa? Jika maksiat yang dilakukan ini menghapuskan cahaya iman yang sudah lama dipupuk,cahaya ilahi yang sudah lama dicari, semua menjadi lumpuh tak berdaya melihat diri ini memanjakan pandangan yang mengikuti syahwat diri. Padahal lagi-lagi hanya semu, hanya kesenangan sementara bahkan semakin mempertegas bahwa diri ini belum sepenuhnya mampu mengendalika diri sendiri masih saja kalah dengan kepungan nafsu duniawi yang tidak berkesudahan. (Tiba-tiba semalam begitu ngantuk untuk menyelesaikan)

Pagi ini kembali menyelesaikan tulisan ini, moment-moment malam itu menjadi moment yang sangat private. Ketika keheningan malam hanya menyisakan diri ini dan sang Khaliq. Namun apa yang terjadi? Ketika jemari sudah terhipnotis dengan ekplorasi media sosial seketika lupa bahwa Sang Khaliq masa mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-hambaNya sekalipun kita sebagai hampa sering kali lupa bahwa kita selalu dalam pengadaan Nya. Telinga kita tertutupi oleh bisikan-bisikan naluri yang ingin memanfaatkan moment, mumpung lagi sendirian. Untaian iman yang sudah dipupuk sejak pagi hingga petang seolah tak mampu membendung kuatnya naluri keingintahuan tentang "kegelapan" malam itu. Pantaslah jika ada sebuah hadist. Pagi beriman malamnya kafir lagi. Atau sebuah kutipan syair, pagi beriman, malam khilaf dan lupa lagi. Iman yang ada belum mengaitkan diri. Semoga pertolongan Allah subhanallah wata'alah dalam kondisi seperti ini. Semoga kondisi lalai dan khilaf ini tidak menjadi diri ini terjebak dalam kondisi terburuk.. wallahu a'alam bishawab.

Tarakan, 21 / 9 / 2021
Pukul.    : 6.48 pagi 

20 September 2021

Menasehati Diri sendiri

Pagi ini, ketika sedang melakukan aktifitas di pagi ini, saya mendengarkan cerama dari Ust. Nurul Dzikri, ceramah ini sudah 5 hari yang lalu. Bahasannya cukup bagus, "menasehati diri sendiri" ini masih merupakan bagian seri kajian Riyaadush Shaalihin karya iman an nawawi, semoga Allah subhanah wata'alah merahmati beliau dan keluarganya dan menerima segala amal kebaikan yang telah dilakukan. aamiin. Banyak hal yang diambil dari ceramah tersebut, bagaimana kita "jujur" untuk menasehati diri kita, menyadari bahwa kita masih ada keterbatasannya. Kita menasehati diri kita sendiri untuk kebaikan diri kita sendiri. makna dari menasehati secara bahasa adalah ketulusan. ketika kita menasehati diri senditi berarti kita tulus memberikan kebaikan diri kita. 

Menasehati diri sendiri ini, perlu kita lakukan sebelum kita menasehati orang lain. dan ketika orang lain menasehati diri kita, kita harus melepaskan ego diri, tanpa melihat siapa yang menasehati tersebut. misalnya ketika kita dinasehati sama istri atau anak, seketika ego "penolakan" kita begitu besar, merasa kita paling benar. Diposisi yang lain ketika kita menasehati orang lain, bukan hak kita orang kita harus berubah sesuai dengan keinginan kita, tugas kita hanya menasehati bukan berarti memaksakan kepada orang lain. Kita hanya mendoakan semoga orang itu mendapatkan taufig dan hidayah. Ketika kita menasehati diri, kita perlu merasakan manisnya iman  dengan cara pertama menjadikan  Allah dan Rasullah lebih dia cintai dari yang lain, kedua, dia mencintai seseorang karena cintanya kepada Allah, ketiga : dia tidak mengingankan kemungkaran setelah dia mendapatkan hidayah dari Allah subahannah wata'alah. 

Mengingatkan diri sendiri ini memang perlu, Allah subhannah wata'alah masih memberikan petunjuk agar kita menyadari kesalahan dan kekhilafan yang kita buat, agar kita sadar dan kembali kepada Allah, bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Untuk saya sendiri memang ini tidak mudah, rasa ego dan merasa benar masih saya terbesik dalam hati. Walau tidak sepenuhnya sempurna namun ini paling tidak menjadi renungan bahwa masih banyak yang perlu dibenahi dan diperbaiki. lawan terberat dalam menasehati diri sendiri adalah melawan ego dan nafsu diri. wallahu a'alam bishawab. semoga Allah subhannah wata'alah selalu melimpahkan rahmat dan taufiq kepada diri ini yang masih terus belajar dan berbenah diri. aamiin

Tarakan, 20 / 9 / 2021
Pukul   : 8.33 pagi

18 September 2021

Belajar dari IHNSP 2021

Rabu dan Kamis lalu saya mengikuti International conference. Ini merupakan yang ke.4 kalinya diadakan oleh Fakultas Keperawatan Unhas. sebagai alumni  S1+Ners merasa bangga dengan kondisi kampus saat ini, karena selama konferensi diputarkan kondisi update disana. Tim pengarah dalam kegiatan ini tidak lain rekan-rekan kuliah. Luar biasa kondisi mereka, menjadi bagian dari kemajuan f.kep Unhas sekarang ini. 

Ada hal menarik di kegiatan ini, saya menjadi salah satu peserta presentasi Oral. Dengan nekatnya saya memberanikan diri maju dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan, abstrak yang saya kumpulkan juga hanya bermodalkan google translate. Saya mendapatkan presentase dihari kedua. Pesertanya cukup beragam, salah satu pesertanya adalah teman kuliah S1 yang statusnya sudah doktor keperawatan ketika saya baru saja memulai kuliah S2 :dan moderatornya adalah rekan di S1 yang saat ini juga berstatus doktor keperawatan dan menjadi dosen di Unhas:) 

Saya mengikuti presentasi di hari pertama, betapa kagetnya saya melihat materi presentasi peserta yang begitu komplit menyampaikan materi, sementara yang saya buat hanya bermodalkan abstrak yang saya kirim itupun tidak terlalu lengkap. Saya membuat materi presentasi ala kadarnya tidak sesuai kriteria presentasi yang seharusnya mencantumkan : latar belakang permasalahan, tujuan dan manfaat, metode secara lebih detail lagi terutama untuk kegiatan kelompok intervensi dan kontrol yang belum terurai, nah hasil juga saya hanya ala kadarnya padahal saya bisa tampilan tabel-tabel yang ada dalam penelitian saya.. menyampaikan diskusi atau pembahasan sebelum masuk ke kesimpulan dan rekomendasi juga keterbatasan dari penelitian. Saya hanya terfokus dengan batasan 7 slide dan presentase yang tidak lebih dari 7 menit. 

Ini menjadi pengalaman yang berharga dari saya. Saya tidak hanya bermodalkan nekat saja akan tetapi lebih mempersiapkan diri lebih matang, walau bukan berarti kemarin saya tidak siap, akan tetapi akan lebih dipersiapkan lagi dan kembali mengingat dan mengikuti kaidah2 yang seharusnya dalam mengikuti presentasi Oral apalagi untuk bahasa Inggris. Saya sudah berusaha dan saya sudah memberanikan diri. Dan ini yang paling utama.. semoga kedepannya lebih  siap lagi dan lebih baik lagi.. aamiin
Semangat

Tarakan, 18 / 9 / 2021
Pukul.   :8.23malam

Lari dan Hujan di waktu Pagi

Hujan menjadi berkah bagi masyarakat Tarakan. Pada bulan kemarin begitu terasa dan dinantikan kehadiran hujan ini. Embung sebagai penampung air dan menyalurkan air ke rumah-rumah warga hampir saja kering sehingga PDAM membuat aturan penyaluran air secara bergilir, awalnya 4 hari mengalir 3 hari tidak, kemudian skemanya sempat berubah 3 hari mengalir, 4 hari tidak namun ini tidak berlangsung lama, ada suatu hari hujannya begitu deres dan cukup banyak air yang tertampung dan itu terjadi beberapa kali sehingga skema itu penggiliran air tidak dijalankan sampai hari ini. Alhamdulillah. Ini menunjukkan bahwa air yang tertampung masih mencukupi untuk warga Tarakan.

Diluar keberkahan di atas, ada cerita lain turunnya hujan di waktu pagi apalagi jika turunnya itu di hari Rabu, Jum'at, Sabtu dan Ahad, karena hari-hari itu merupakan jadwal lari pagi :) hampir beberapa Minggu ini hujannya tidak menentu. Kayaknya Sabtu pekan lalu, begitu semangat lari pagi, sudah dapat 5K tiba-tiba hujannya deres tepatnya jam 6 lewat 15 dan harus istrahat hingga menjelang jam 8 pagi. Dan bukan saya jika tidak melanjutkan lari pagi yang sempat tertunda tadi.

Pagi ini, saat shalat subuh sudah mulai geirimis, dan hujan ringan namun kurang pas jika dipaksakan lari pagi. Hujan sempat reda dan saya sudah siap-siap, lagi pemanasan, tiba-tiba hujan lagi. Hehe sehingga sambil nunggu hujan reda sambil menulis blog ini. Suara ringan gemuruh masih terdengar, langit di sekitaran taman berkampung masih cukup tebal, seolah-olah masih menggantung apa ini masih sempat lari atau tidak :) paling-paling menunggu hingga jam 6.30 balik ke rumah sambil nunggu hujan Reda dan melakukan aktifitas lain. Hujan pagi selalu memberikan cerita, banyak yang ingin tersampaikan namun tak mampu diungkapkan secara detail. Semoga hujan pagi ini menjadi hujan yg berkah.. aamiin

Tarakan, 18 / 9 / 2021
Pukul.    : 6.10 pagi

13 September 2021

Begitu mahalnya nikmat sehat

Judul tersebut menjadi renungan buat saya yang dua hari kebelakang benar-benar merasakan droup karena kondisi kesehatan yang tidak support.. diare dan muntah hampir selalu menghiasi di hari Ahad kemarin dan bahkan untuk pertama kalinya dalam satu hari full saya tidak melangkahkan kaki saya ke mesjid untuk shalat berjamaah. Keluhan yg awalnya saya rasakan biasa, diare yang mungkin bisa dikendalikan dengan obat dari dokter, qadarallah kondisi Ahad kemarin benar-benar tidak bisa dikompromikan, badan benar-benar remuk. 

Entah apa penyebab kondisi drop seperti ini. Apakah faktor overtraining? Rasa-rasanya juga tidak, Sabtu kemarin saya masih benar-benar lari seperti biasanya memang kondisi hujannya yang saat lari 5K pertama, namun istrahat dan kembali lari jam 8 dan sepertiga biasa walau rasanya badan agak pucat saja mungkin efek dingin., Siang masih rasa aman namun mencret tidak bisa ditolerir sdhtiga kali dan tidak ada perubahan sehingga saya memutuskan untuk ke dokter apalagi saat itu badan saya lumayan ngilu jd sekalian minta obat sama dokter. Mungkin karena kecerobohan saya yang minum minuman ion dalam keadaan dingin dan dalam kondisi perut kosong hingga membuat badan saya menggigil, malamnya benar-benar sudah tidak bisa dikompromikan hingga Ahad pagi dan lagi-lagi mencret ini hampir tidak ada perubahan. Seharian Ahad kemarin saya lebih banyak dirumah dan bahkan untuk ke mesjidpun tidak bisa. 

Pagi ini, ketika saya seperempat malam saya bangun, saya hanya berdoa, ya Allah seandainya hamba tidak dalam kondisi sakit hamba ingin sekali menunaikan shalat tahajud namun kondisi hampa belum memungkinkan jika engkau memberikan kesembuhan kepada insyaAllah akan kembali menunaikan shalat tahajjud ini, subuhnya saya bangun lebih awal dan menunaikan shalat Sunnah fajar dan kembali berdoa untuk kesembuhan saya dan anak saya yang juga lagi sakit. Saya mencoba shalat jamaah di mesjid dan Alhamdulillah masih kuat :) paginya tetap melakukan dzikir pagi walau tidak semaksomal seperti biasanya. 

Pagi ini, Saya kembali menjalankan shalat Dhuha sambil berdoa semoga bisa melaksanakan kegiatan seperti biasanya kebetulan ada panggilan kegiatan vaksinasi kembali. Awalnya merasa berat, perlahan-lahan mencoba kembali melakukan penginputan data-data, sempat kembali ke rumah untuk jemput atiyah di TK, saya sempatin minum obat mual, dan ke kampus untuk tanda tangan surat. Begitu kembali ke lokasi Alhamdulillah masih aman dan saat istrahat saya sempat shalat berjamaah di mesjid Al Ma'arif. Memang nikmat sehat ini luarbiasa, tidak akan pernah bisa tahu jika kita tidak dalam kondisi sakit. Seperti yang saya rasakan ini walau hanya 2 hari terakhir ini. Doa saya semoga kesehatan yang saya dapatkan ini saya dapat gunakan untuk beribadah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanallah wata'alah.. aami

Tarakan, 13 / 9 / 2021
Pukul.   :  6.10 sore

10 September 2021

Bagian dari pelaksanaan vaksinasi

sejak vaksinasi mulai genjar dilakukan, permintaan tenaga vaksinator sebenarnya sudah dilakukan oelh dinas kesehatan bahkan ada beberapa instansi yang memintanya. namun kendala kami adalah belum mendapatkan pelatihan vaksinator. sehingga begitu tenaga kami diminta kembali itu yang menjadi permasalahan. namun ternyata dalam vaksinasi ini banyak bagian yang bisa dilakukan  mulai dari pengukuran tekanan darah dan suhu hingga penginputan data peserta vaksinasi. Ini dua hal yang memang yang cukup berperan penting, walau mengukur tekanan darah adalah pekerjaan yang mudah namun menjadi rumit ketika ada peserta vaksin yang memiliki tekanan darah melebih batas maksimal dalam hal ini > 180/110 mmHg. belajar dari pengalaman pertama, kami harus benar-benar mengedukasi peserta agar lebih tenang dan rileks biar tekanan darahnya bisa terkendali dan bahkan kami harus benar-benar mengajarkan rileksasi napas dalam ayang secara akademik bisa menurunkan tekanan darah.  

Pekerjaan selanjutnya yang cukup urgen selain menjadi vaksinator adalah input data. dari dua pengalaman yang ada, ada dua metode yang dilakukan, ada panitia yang jika vaksin pertama sudah memang menginput/ validasi data saat mendaftar, dan ada juga penyelenggara yang input datanya nanti sekalian saat observasi untuk penginputan dan memang harus kerja dua kali dan membuat pekerjaan input cukup lama. jadi validasi itu kita harus memasukkan semua data identitas calon peserta vaksin mulai dari NIK, yang terkoneksi dengan Nama, kemudian mengisi nomor hp dan alamar berdomisili kemudian mencetak bukti validasi, (jika penyelenggara memisahkan kegiatan dengan observasi maka ini ada di pengisian formulir sekalian validasi data) namun jika penyelenggara menyatukan dengan input data observasi maka pengerjaannya setelah orang yang sudah divaksin melapor.  yang input data kedua ini cukup kompleks cukup karena harus memvalidasi kembali nomor hp yang digunakan serta memasukkan hasil data suhu dan tekanan darah, memasukkan jenis vaksinnya, apa ada keluhan setelah vaksin. sekalian di meja ini untuk mengedukasi apa yang harus dilakukan di rumah seperti minum air yang banyak, makan seperti biasa dan istrahat yang cukup jka demam minum paracetamol dan jika gejala berat segera ke dokter. 

ini untuk kedua kalinya terlibat secara langsung dan alhamdulillah banyak pengalaman terutama jadi paham bagaimana proses pelaksanaan vaksinasi

Tarakan, 10 / 09 / 2021
Pukul    : 06.10 sore

Hasil dai belaja Tahsin

Hampi dua tahun terakhir ini, saya mulai mempebaiki sedikit demi sedikit bacaan alqur'an saya. Memang bukan hal yang mudah, karena harus benar-benar mengetahui pengucapan huruf dengan benar, bagaimana proses keluarga suara dan melibatkan apa saja. Selama dua tahun ini juga cukup memberikan pengaruh, paling tidak panjang dan pendeknya huruf sudah bisa dibedakan dan perbedaan pengucapan huruf yang hampir mirip juga sudah mulai bisa diucapkan. Dalam dua bulan terakhir ini kami ada pergantian guru tahsin, yang sebelumnya memang lebih fokus ke pengucapan lafaz huruf, dan kali ini guru tahsinnya lebih secara akademisi, mungkin karena ustatnya adalah guru bahasa arab dan seorang tafiz qur'an jadi cara mengajarnya lebih mengena. sebelumnya kami memtahsinkan surat albaqarah yang dibagi setiap jama'ah dengan ayat yang sama yang sebelumnya sudah diajarkan oleh ustat. dan untuk guru kali ini memfokuskan penyebutan huruf dengan menggunakan surah pendek mulai dari surah an naba dan azzaiayat. sebenarnya ini kesempatan saya untuk meghafal dua ayat itu namun entah mengapa begitu sulit untuk kembali mengingat ayat yang dibaca setiap kali ngaji yang tidak lebih dai 4 ayat :(. 

Ada yang menarik di hai rabu kemarin, ketika mesjid depan rumah sudah kembali mengaktifkan kembali tahsin dengan membaca surah al baqaroh. untuk kali ini ayat 1-5. sebelumnya sudah pernah sekali belajar mengaji dengan menyebutkan kembali surah al fatiha, dan saya kebetulan dudukan di sebelah kanan sehingga giliran saya cukup cepat dan hasilnya saat itu masih banyak bacaan saya yang perlu dibenahi, mungkin karena seringnya membaca surah al fatiha sampai tidak terlalu memperhatikan huruf perhurufnya. untuk kedua kalinya setelah hampir 2 bulan libur, rabu malam kemain kembali belajar tahsin, kali ini dengan membaca 5 ayat pertama surah al baqaroh, dan saya sengaja mengambil posisi duduk di sebelah kiri dan mendapatkan giliran terakhir. setelah beberapa jamaah mengaji, maka tibalah giliran saya, saya membaca dengan begitu lancar dan tidak ada koreksi dari sang ustad, apa karena surah ini menjadi surah rutin yang saya baca, terutama untuk di sebepuluh ayat pertama dan saya berusaha menyebutkan surah sesuai dengan yang seharusnya. Paling tidak, malam itu menjadi indikator dari apa yang sudah dipelajari dalam dua tahun terakhir ini dan saya tidak boleh lengah, karena bisa jadi faktor kebiasaan saja membaca ayat tersebut, saya harus terus belajar dan mengulang-ulangi apa yang telah dipelajari agar bacaan alqur'an saya sesuai dengan yang seharusnya dan sesuai dengan lafazh yang sebenar-benarnya. insyaAllah aamin.

Tarakan, 10 / 9 / 2021
Pukul    : 5.46 sore

07 September 2021

Sapaan pagi ini

Pagi tadi menjadi hari yang begitu berbeda, bagaimana tidak, selepas subuh saya lari pagi dengan menu latihan tempo, short run, berlari hanya dalam waktu 30 menit namun dengan pace yang agak lebih cepat dari biasanya, pace, 5.30-5.40 m/km. Sebenarnya ini sudah hampir 2 bulan saya menjalankan sebagai menu tambahan lari bedanya saya star lari dari rumah menuju islamic center dan kembali lagi ke rumah, pas 5K. Ada yang berbeda dari pagi tadi, saya bertemu dengan hampir semua teman yang biasanya selama ini saya berpapasan. baru star sekitaran depan kantor pertamina, tiba-tiba saya dikagetkan dengan seorang teman yang juga teman jogging, hehe beliau kaget karena saya star dari rumah :) saya menyusuri jalan menuju islamic dengan cuaca yang masih remang-remang, kemudian saya sampai di islamic berpapasan kembali dengan teman yang tadi ketemu, saya hanya menyampaikan sekalian izin, saya agak cepat baliknya ke rumah :) bahasa lain bahwa saya sedang short-run, mutar di islamic melalui gedung angker ;) saya tidak menemukan teman jogging yang biasa bersama-sama, bisa jadi teman sudah pulang atau berada di jalan yang berbeda.

Saat masih di taman berkampung persis depan islamic, saya berpapasan dengan bang pitun, saya hanya menyapa dan melempar senyum, kemudian saya menuju jalan pulang, saya berpapasan dengan teman lari yang sedang berboncengan menuju islamic, namun tidak sempat menyapa karena motornya lumayan laju dan saya lari juga dengan pace lumayan :),  tidak lama kemudian saya berpapasan dengan pak Toh, senior di kodim yang dari kejauhan sudah memberikan kode :) kali ini saya benar-benar tidak ketinggalan untuk menyapa dengan menirukan posisi tangan hormat untuk beliau dan istri :) belum jauh terlewati, dari seberangan jalan mendengarkan suara klatson dari motor, yang ternyata adalah pak eko :) lagi-lagi hanya melempar senyum :) tidak lama melewati kantor KPU, saya melihat sepintar ada motor yang lewat diseberang jalan kayak dikenal, karena posisi lari "ngos-ngosan" saya baru ngeh bahwa itu adalah bang ikhsan, anggota TNI AL setelah melihat sepintas plat nopol motor beliau, semoga beliau juga melihat saya :) 

Baru mau membelok ke bundara tugu utani, dari sebelahan ada teman lari bang pitun, mungkin karena sudah beberapa kali berpapasan sehingga dia mengangkat tangan menandakan untuk menyapa, saya balas sapaannya juga dengan senyum dan mengangkat tangan :) setelah menyelesaikan lari 5K, saya sengaja tidak menambah lari lagi, mengingat kemarin masih begitu lelahnya terasa, dan semalam jumlah tidur saya sangat pas-pas, karena ingin sarapan nasi kuning saya menuju warung langganan, baru jalan tidak terlalu jauh, saya berpapasan kembali dengan teman jogging, mas sem, yang kebetulan tinggal di skip juga. benar-benar pagi tadi begitu berbeda, banyak sapaan dan senyum yang saya dapatkan dari teman-teman jogging, seolah memberikan pesan semua, selamat menikmati pagi ini dan hari ini, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang sepele yang merusak hari ini, abaikan. lupakan itu, nikmati udara segar pagi ini dan syukurilah semua ini :) 

Tarakan, 7 / 9 / 2021
Pukul    : 5.35 sore

Harus Bersyukur pagi ini

Ada yang mengganjal dalam diri pagi ini, entah mengapa seolah sesuatu yang benar-benar serasa sesak di dada, hanya satu persoalan yang memutup mata dan pandangan saya melihat persoalan lain yang lebih besar dan bermakna. Bagaimana tidak, sejak kemarin saya melaksanakan kegiatan dan rutinitas yang seperti yang diharapkan bahkan lebih dari itu, pagi sudah menemani mahasiswa yang akan dilibatkan, sudah mempersiapkan dengan baik, dan finalya, alhamdulillah benar-benar seusai yang diharapkan berjalan lancar dan bisa membantu menyukseskan vaksinasi yang diselenggarakan Polda Kaltara. Sore harinya saya masih sempat Jogging sore, walau telat dan harus buka puasa di lokasi jogging, setibanya di rumah masih sempat mendapatkan jamaah shalat maghrib walau masbut dua rakaat. selepas maghrib saya masih bisa mengikuti pengajian Aqidah di mesjid Nurul Hidayah dan lagilagi saya agak telat namun tidak mengurangi pesan yang didapatkan dari ceramah ustat yang sempat menyinggung tentang amalah sedekah sahabat nabi yang tidak punya apa-apa (materi) dan pada malam hari memohon kepada Allah subhannah wata'alah untuk bersedekah tanpa materi, yaitu dengan memaafkaan orang-orang yang pernah menyakiti dan ternyata selepas subuh rasulullah menyampaikan kepada para sahabat siapa yang sudah bersedekah malam hari karena Ars Allah bergetar dan Allah menerima sedekahnya, subhannallah.

selepas shalat isya, saya menermani atiyah untuk menyelesaikan tugas, ada 6 tugas yang harus diselesaikan dan penuh perjuangan alhamdulillah semuanya selesai, malam harinya tidur walau agak lewat jam 11. dan pagi bangun jam 4 subuh, padahal perkiraan saya bangunnya pas azan, selepas subuh, dzikir pagi dan sedekah subuh untuk porgram beras anak yatim duafa BMH. dan paginya sempat lari 5K, short run, walau target lari masih dibawah PB, namun sudah lumayanlah tidak jelek-jelek amat hehehe. alhamdulillah seneng, dan begitu banyak kejutan hehe, bisa sarapan nasi kuning dengan lauk sate :) dan saya sudah menyetrika dan mencuci pakean selepas lari serta hari ini saya tiba di kampus begitu awal. alhamdulillah, banyak hal perlu disyukuri, abaikan satu hal yang bisa merusak rasa syukur itu.

Tarakan, 7 / 9 / 2021
Pukul   : 8.22 pagi

03 September 2021

tidak bisa dibendung

mungkin iniah kita sebagai manusia dengan segala keterbatasan dan kelemahan, ketika kita sudah menjaga ini dan mencoba menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk namun pada suatu waktu kita benar-benar tidak berdaya dibuatnya. bahkan apa yang selama ini kita hindari dan jauhi tiba-tiba mendekat bahkan mengunci diri kita hingga tidak bisa melepaskannya bahkan kita sudah terlena dengan bujuk rayu duniawi, seolah logika kita lumpuh dibuatnya hingga kita kita bisa banyak berpikir lebih kuat dan berusaha menghindarinya. Selalu ada celah, apalagi jika kelemahan itu dimanfaatkan dan diberdaya, tidak lagi upaya untuk melepaskannya, kita terlaru dan seolah-olah dibuat lupa dengan kondisi yang ada, kita menikmati dan terkadang tersdarkan namun kembali menikmati hingga benar-benar kita lupa bahwa apa yang kita lakukan ini benar-benar salah dan terdapat kekeliruan. Tidak hanya itu, logika sudah tidak bisa berbuat banyak, mala yang ada seolah membenarkan apa yang dilakukan saat ini, mematahkan argumen yang dulu sangat kuat kita genggam dan menjadikan diri sebagai pelindung, namun lagi-lagi semua pembenaran yang selama ini kita pegang dan jadikan prinsip, sudah tidak bisa lagi berbanyak, semua terjadi mengikuti irama duniawi melumpuhkan logika dan menutup rapat suara bisikan hati.

inikah namanya manusia, seburuk inikah tingkah manusia, mudah sekali terbolak balik hati, kadang-kadang tidak bisa menerima kondisi diri seperti ini, menjadi dilema bahwa seperti inikah ujian harus dijalankan, benar-benar membutuhkan perjuangan, walau selalu ada bisikan dalam hati inilah perjuangan sesungguhnya, namun hati ini masih saja merasa tidak menerima bahwa sanya saya belum bisa melepaskan bayang-bayang masa lalu, sudah berusaha melepasnya namun seketika panggilan "nostalgia" begitu kuat, saya belum bisa menghindari teman-teman yang begitu dekat secara personal walau tidak selamanya memberikan dampak negatf namun pikiran saya yang sudah terlalu terformat, ketika ngobrol sama mereka maka akan kembali kemasa-masa silam walau sebenarnya ini tidak selalu seperti itu. saya sudah berusaha menjauh dan melupakan namun panggilan silaturahmi kembali menggema, pesan yang kembali dibalas, mematahkan dugaan bahwa mereka hanya mencari jika perlu, saya salah semua terpatahkan, sisa bagaimana untuk saat ini saya benar-benar memajemen diri, melihat mana yang perlu dan harus dan mana yang hanya lewat demi kebaikan diri demi kebaikan bersama. belajar berkomitmen sekalipun jatuh dan kembali bangkit serta terus seperti itu

Tarakan, 3 / 9 / 2021
Pukul   : 6.10 sore


sudah terlalu run_addict

akhir-akhir ini, sudah terlalu addict dengan lari ;) wkwkw bagaimana tidak, tidak ada alasan lain untuk tidak berlari, bahkan setiap ada kesempatan untuk lari, maka kesempatan itu tidak akan disia-siakan, maka spontanitas akan mengambil sepatu dan menuju track jogging. begitu banyak manfaat didapatkan hingga kadang lupa diri hehehe. memang tidak bisa dipungkiri, dalam satu tahun terakhir ini. benar-benar sudah enjoy dengan running ini, hingga capaian laripun melibihi dari apa didapatkan, tapi itu semua bukan target yang direncanakan, prinsip saya hanya berlari dan terus berlari semampunya saja :) sekalipun kata semampunya ini bagi orang lain adalah sudah berlebihan atau melebihi kapasitas. bahkan ada beberapa teman yang terheran-heran dengan kondisi saya saat ini, lemak dibadan hampir tidak ada, bahkan dikira sakit, hehehe memang tidak bisa dipungkiri berat badan saya turun drastis selama setahun ini, yang biasanya bertahan di 68 atau 69Kg kini benar-benar tersisa 62-64kg. 

Sempat berpikir apa yang saya lakukan ini tidak berlebihan, sesaat saya melihat kebelakang begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan untuk bisa mencapai dikondisi seperti ini, mulai harus menjalani pengobatan 2 bulan pada januari 2020 hingga pernah harus mengalami sakit karena overtraining. semua ini menjadi pengalaman yang berarti, saya harus bersikap lebih bijak dan arif, tidak melulu mencapai ratget tanpa pengetahuan yang cukup mengenai lari. Saat ini yang saya lakukan adalah tahap menikmati lari, saya hanya bisa berlari dan sambil mempelajari bagaimana respon tubuh saya, jika tiba-tiba laju maka saya akan laju, jika saya harus pelan karena harus menjalani recovery maka saya juga akan memaksakan diri untuk lambat dan tidak berlebihan. berlari sehappynya berlari senyamannya, masalah capaian lari akan ikut, jika kondisi kita baik, lari kita nyaman, respon tubuh masih aman maka capaian lari malah akan ikut. misal niat awal lari itu 10K, tiba-tiba karena kondisi tubuh masih aman dan fit, maka nambah  menjadi 12K atau malah menjadi 15K. Jika lari sudah terlalu berat dihari-hari sebelumnya maka lari akan menjadi santai dan tidak boleh berlebihan, jika sudah ga nyaman, stop, sudahi dan jalani recovery kembali dengan walking. lari yang nyaman dan aman, dan capaian lari akan ngikut.

Tarakan, 3 / 9 / 2021
Pukul   : 4.42 sore

01 September 2021

310 K

Alhamdulillah, ruarbiasa, menutup bulan Agustus 2021 dengan pencapaian lari yang diluar ekspektasi dan menjadi pencapaian tertinggi selama berlari. dari pencatatan Addidas runstatic, bulan ini mencapai 310K, lebih 20K dari bulan juli yang mencatatkan 290K dan di bulan Juni mencapai 270K. Sebenarnya ini tidak diduga sebelumnya, saya hanya berlari dan menikmati, awalnya tidak memiliki target seperti ini, dalam benak saya, ada kesempatan, waktu yang pas dan kondisi saya dalam keadaan sehat wal afiat. Selama ini saya belum menemukan alasan untuk kenapa tidak berlari, belum ada kesibukan yang benar-benar menghalangi, terkecuali kendali cuaca atau jika ada halangan sudah diantisipasi diawal sehingga memindahkan jadwal lari di sore hari atau memajukan di pagi hari, karena saya sudah memiliki jadwal rutin berlari, ahad pagi (extra), senin sore, selasa pagi (ekstra), rabu pagi, kamis off, jum'at pagi dan sabtu pagi. 

Captain lari ini juga tidak terlepas dengan posisi awal agustus dengan bertepatan dengan hari lari, dan begitu pula dengan akhir agustus, sehingga wajar saja selah-olah lari saya bulan ini begitu jauh padahal ini masalah waktu yang benar-benar diuntungkan. memang ada beberapa tambahan jumlah lari dalam sepekan tapi itu hanya sekitaran 2-5K itupun tidak setiap minggu, jika momentnya pas. semoga catatan capaian lari ini menjadi penyemangat, namun saya harus tetap mewarning diri saya agar tidak terlalu berlebihan berlari, sesuaikan dengan kemampuan, kenali gejala-gejela over training, dan gejala awal cidera, yang jelas lari ini untuk dinikmatin, harus enjoy bukan ajang pamer-pameran :) sehat tujuan utamanya, cidera yang harus diantisipasi, bonusnya mendapatkan relasi dan kawan baru, menambah silaturahmi. ;) 

ditulis 31 Agustus 2021
pukul : 5.35 sore
di upload : 1 / 9 / 2021
Pukul       : 2.02 siang

Halo September

Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki bulan september 2021, bulan ke-9 dalam penanggalan masehi dan memasuhi hari ke 22 Al Muharram dalam penanggalan Hijriah. banyak hal sudah terlewati, namun dibulan Agustus kemarin begitu banyak puncak dari kegiatan di kampus hingga memunculkan gejala born out sindrome, merasa lelah dengan pekerjaan yang ada. Mungkin karena lagi puncak-puncaknya memacu energi dan konsentrasi lalu yang terjadi adalah kelelahan. Kondisi yang berbeda dengan rutinitas lari saya, malah di bulan Agustus kemarin menjadi puncak-puncak capaian lari, catatan selama bulan agustus saya berlari sejauh 300KM, menjadi capaian tertinggi selama periode lari saya. Ada beberapa pekerjaan yang sudah rampung di bulan agustus lalu dan ada pula yang masih menyisahkan dan harus diselesaikan dalam bulan sepetember ini, paling tidak ada dua tugas yang segera diselesaikan, menyelesaikan artikel MKK dan menyiapkan seluruh berkas pengurusan jabatan fungsional lektor. 

Bulan September ini, menjadi titik mula aktifitas perkuliahan. kedepannya akan banyak rutinitas yang harus dijalankan dan diselesaikan, saya juga mencoba mengkompromikan diri dengan situasi dan kondisi yang tidak begitu disenangi, banyak awal mewujudkan mimpi bermula disini, mulai mempersiapkan keperluan persaratan beasiswa, mulai belajar memahmi keinginan  diri yang paling luhur, berdamai dengan situasi dan kondisi yang mengancam, belajar mengambil hikmah dan pelajaran dari situasi dan kondisi dihadapi, belajar lebih bijak dalam mengambil keputusan dan bersikap, semua ini berpulang kediri saya bagaimana saya harus bersikap dan satu hal yang pasti saya harus tetap berjuang dan melangkahkan kaki meraih asa dan mimpi. selamat datang september, semoga seperti orang kenali selama ini, bulan ini menjadi sepetember ceria. menceriakan hati dan suasana disekitar,


Tarakan, 1 / 9 /2021
Pukul   :  01.57 siang