30 Juni 2022

Posisi Dilematis

Ini menjadi tulisan pamungkas di akhir bulan juni ini, sesuai dengan tulisan yang baru saja saya selesaikan sebelumnya, jangan menunda menyelesaikan pekerjaan karena kita tidak pernah tahu apa yang bakalan menjadi penghambat jika kita menunda menyelesaikannya. seperti dalam tulisan terakhir ini, jika saya menunda maka saya tidak bisa menebak kesibukan apa dan alasan apalagi yang membuat saya tidak memenuhi target menulis ini. Kembali ke topik, sesuai judul, saat ini dan khususnya dalam dua hari ini saya diperhadapkan dengan kondisi dilematis, dan tidak lain terkai dengan pekerjaan. Pertanyaan besarnya kita harus mengorbankan siapa. dalam kondisi terjepit ini, harus benar-benar mendengarkan masukan dari rekan-rekan kerja di prodi, mana yang memberikan dampak yang lebih besar, mana yang memberikan dampak jangka panjang. sekalipun ada yang "mengabaikan" dampak besar ini, berefek pada girah bekerja, semangat menyelesaikan pekerjaan dan efeknya akan lama

Sudah menjalankan tugas sebagai ketua tim work, menyampaikan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga kita harus mengalah namun ini tidak terlalu memberikan dampak kepada anggota tim, jangan lagi kita tidak memberikan hak orang-orang yang sudah lama bekerja dengan keras namun tidak mendapatkan hak yang sudah waktunya diberikan, ini tidak lain belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, pengalaman itu mengajarkan bahwa, kata-kata itu tidak bisa sepenuhnya dipegang, ada orang yang tidak bisa memberikan jaminan, apalagi kedepannya ada alibi ini dan itu, kita tidak sedang berhadapan dengan orang yang bisa meyakinkan kita 100%, kita tidak sedang berhadapan dengan situasi yang aman yang membuat kita cukup percaya dengan kondisi yang ada saat ini, ketidakpastian finansial perlu menjadi tolak ukur. akhirnya saya memilih memperjuangkan hak-hak yang dimiliki anggota tim, karena sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai target, jangan lagi "membuat" luka yang sudah pernah dan ada pernah sembuh. Bukan tidak percaya dengan jaminan yang ada, paling tidak kami tidak ingin jatuh dengan situasi yang dulu dengan kondisi saat ini tidak jauh berbeda dengan yang dulu.

Tarakan, 30 Juni 2022
Pukul   : 06.40

Jangan Menunda, Kerjakan sampai tuntas

Ini yang mejadi kendala saya terbesar, ketika ada deadline pekerjaan namun saya masih menyimpan rasa malas dan pikiran menggampangkan serta merasa yakin. padahal dengan berjalannya waktu ada saja yang menjadi penghalang untuk menyelesaikan pekerjaan. memang diawal dengan "meremehkan" dan menggampangkan menjadi pembuka rasa malas. begitu sampai di rumah, ada saja yang menjadi penghalang, tiba-tiba harus mengerjakan ini, harus menyelesaikan itu, sementara banyak sekali yang harus diselesaikan bersamaan. Jika ditimbang-timbang kembali, jika seandainya saya tidak menunda pekerjaan diwaktu saya menyelesaikan maka mungkin bisa jadi bisa menyelesaikan tepat waktu dan waktunya pas disaat itu kalau dilain waktu akan berbeda lagi belum lagi ada hal-hal yang tidak terduga-duga yang harus segera diselesaikan. 

Disinilah pentingnya menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas tidak berprintar, ntar nanti, ntar bisa kok diselesaikan, gampang aja sisa ending aja, ternyata begitu besoknya menjadi keteteran dan kalang kabut sendiri. bingung sendiri, sementara waktu semakin sempat dan sudah harus diserahkan. Seperti pengalaman menulis ini, semalam itu berencana menyelesaikan 2 tulisan, agar hari ini bisa menuntaskan 2 yang tersisa untuk bisa memenuhi target 20 tulisan dalam setiap bulannya. ternyata prinsip, ntar masih ada waktu menjadi senjaga pamungkas saya yang daya jadikan sebagai alibi dan pembelaan diri, namun pada akhirnya endingnya diluar ekspekstasi, tergesah-gesah dalam menyelesaikan dan pada akhirnya hasilnya kurang maksimal. ini yang menjadi pengalaman saya, semoga menjadi pelajaran kedepannya jika menghadapi situasi dan kondisi yang sama.  jangan menunda-nunda waktu, jangan menunda-nunda menyelesaikan pekerjaan.

Tarakan, 30 Juni 2022
Pukul   : 6.18 

Lari dengan Komunitas

Hampir 1 bulan ini saya berlari dengan komunitas Tarakan Runner disetiap ahad. Banyak untungnya lari dengan komunitas paling tidak bisa menambah silaturahmi, selama ini kita hanya mengenal dari jalan saja beberapa orang yang sering lari, namun kali ini benar-benar bertemu dan berlari bersama. jika mengenai target sebenarnya dihari ahad saya jugakan untuk recovery pas kebetulan saat lari denan komunitas ini pace bisa dikondisikan dan paha masih terbilang masih aman. Alhamdulillah sejauh 4x saya ikut lari bersama tarakan runner, semua aman, bahkan diminggu lalu, ketika target lari saya masih jauh tertinggal dari yang biasa saya capai, mengharuskan saya menambah lari di sore hari, padahal paginya saya sudah berlari menyusuri rute tanjakan gunung selatan. dengan dalih menemani anak untuk berlari, saya menggenapkan capaian lari saya mejadi 60K dalam seminggu yang diminggu sebelumnya bisa mencapai 70K dalam 4 minggu berturut-turut.

Bagusnya lari dalam komunitas ini, kita menurunkan ego untuk berlari lebih laju, melampaui rekan-rekan yang ikut lari bersama, kita bisa saling menyesuaikan pace karena yang ikut gabung ini dengan kondisi dan pengalaman lari yang berbeda-beda, sehingga pace yang paling aman adalah pace silaturahmi :) untuk lari lebih laju, saya sudah punya jadwal lari rutin, dan itu saat berlari sendiri :). Pengalaman berlari dengan komunitas ini, paling tidak bisa membuka pikiran dan keberanian saya untuk berlari dengan komunitas apa saja, seingat saya ada 3 komunitas lari di tarakan dan saya sudah pernah berlari dengan ketiga komunitas itu. intinya silaturahmi, ketika berada di tanjung selor, karena ada teman disana, saya pernah ikut lari bareng :) semoga ketika saya berada di kota lain, saya tidak canggung yang join walau tidak harus menjadi member tetap :)

Tarakan, 30 Juni 2022
Pukul   : 05.51

Mengejar Target Menulis

Hari ini, dipenghujung bulan Juni, saya masih memiliki utang 4 judul tulisan untuk blog ini. seperti komitmen di awal saya akan menyelesaikan 20 judul tulisan dan ini konsisten dilakukan hampir dua tahun ini dan biasanya saya merampungkan tulisan sebelum tanggal 30 atau 31 disetiap bulan bahkan saya sudah memiliki cadangan tulisan yang akan dipublish diawal bulan. Namun ini kondisinya jauh dari yang diharapkan, apa karena kesibukan atau kecapean saya melewati rutinitas menyetor, apa karena kesibukan atau karena kecapean. Padahal sudah ada niat untuk menulis namun namanya "rasa malas" begitu kuat menguasai diri.

Bukan hanya target menulis, saya memiliki beberapa utang untuk masalah pekerjaan, saya belum menyelesaikan tulisan saya yang akan dipublish di jurnal kampus, saya belum menyelesaikan beberapa contoh dokumen yang dibutuhkan dalam akreditasi dan saya masih banyak utang pekerjaan yang harus segera disetor, belum lagi menyelesaikan ini dan itu. Walaupun begitu diwaktu yang tersisa ini, saya punya waktu untuk mengejar dan menulis, semoga bisa terlesaikan 3 tulisan yang tersisa. Semangat !!!!

Tarakan, 30  Juni 2022
Pukul   : 5.32

28 Juni 2022

Perlahan-lahan Tak Terikat

Hampir 6 bulan ini, saya mengambil keputusan yang cukup sulit dan penuh effort untuk dapat melewatinya, ini tidak lain adalah membatasi komunikasi dengan beberapa teman. Dulu-dulu rasa-rasanya hampir tidak ada waktu yang terlewatkan untuk berkomunikasi, pasti saya akan menyapa duluan dan menanyakan kabar :) hehe dan ini cukup lama, hampir menjelang 2 tahun terakhir. Namun ada moment yang menyadarkan saya bahwa saya harus berpikir panjang untuk melanjutkan komunikasi bahkan saat itu saya berpikir ini waktunya untuk "menyudahi" kebiasaan selama ini. keraguan semakin memuncak dalam diri, selama ini, saya dianggap seperti apa? kalau memang seperti saudara sendiri, kenapa harus mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dan cukup "menyanyat" hati. Bayangkan, sahabat bahkan yang sudah diperlakukan sebagai saudara sendiri tegah melakukan hal yang bagi saya menginjak-nginjak harga diri. malam itu sebenarnya sudah clear permasalahan ini, saya sudah menyampaikan malam itu bahwa saya merasa "terhina" dengan kata-kata yang cukup kasar, dan malam itu sudah clear hingga saya berkesimpulan "ini bukan saudara saya". Tapi karena saya tidak mungkin langsung menghilang secara tiba-tiba, Saya mencoba untuk kembali membuka komunikasi namun mendapatkan respon yang seperti biasa, namun tanpa ada nyawa, ada yang kurang dan ada yang hilang. Dan sejak saat itu saya bertekad untuk perlahan-lahan mengurangi komunikasi

Dari komunikasi yang hampir setiap hari, perlahan-lahan dikurangi, dalam dua minggu sekali, seminggu sekali dan bahkan pernah per 6 minggu :) akhirnya terbiasa dengan kondisi ini, diri ini tidak terkejar-kejar dengan rasa penasaran dan rasa bersalah, diri ini terbebas dari hal-hal yang membuat khawatir walau sebenarnya kondisinya tidak demikian. 6 bulan berlalu, semua moment penting terlewatkan untuk tidak memberikan ucapan dan sapaan. bahkan saya sengaja mengirimkan chat ditanggal yang sama di bulan sebelumnya :) bahkan ada tindakan aneh saya, saya sengaja memasang story hanya ingin melihat respon teman ini wkwkwkw.  walaupun akhirnya saya sadari bahwa ini hanya pikiran saya semata namun paling tidak saya bisa meyakinkan diri saya bahwa ternyata saya bisa lepas dari semua ini, pikiran saya tidak terbebani dan saya tidak memikirkan hal-hal diluar kendali saya, rasanya saya menikmati kekebasan pikiran saya, saya tidak terikat dan tidak terganggu dengan bayang-bayang yang saya proyeksikan sendiri yang ternyata dalam kenyatannya tidak seperti itu. Ya sudahlah, anggap semua baik-baik saja, tidak ada masalah dengan komunikasi dengan teman, karena ini semua wajar-wajar saja, saya yang melebih-lebihkannya.

Tarakan,  28 / 6 / 2022
Pukul   :  20.53

Tetap "tenang" ketika emosi terpancing

Ada hal-hal yang membuat kita begitu mudah terpancing, mulai dari masalah rumah, kerjaan, relasi, pertemanan atau kondisi serta situasi yang tidak pernah kita duga. Entah apa saja, jika kita tidak mengendalikan diri dan mengontrol serta menguasai diri, mngkin kita menjadi "pecah" kita tidak suka dengan situasi seperti ini namun kondisi ini mengharuskan kita benar-benar bersikap hati-hati, harus penuh penguasaan diri, menurunkan ego, menurunkan ambisi, merendam amarah dan mengontrol ucapan yang terlontarkan. Sebenarnya kita juga ingin "melampiaskan" emosi yang terpendam, mungkin kita akan mudah terpancing dengan situasi yang secara tidak langsung "menyalahkan" dan melemparkan permasalahan ke dalam diri kita, ada banyak kepala yang kita hadapi, ada banyak pandangan yang kita hadapi dan ada banyak "ego" yang harus mampu kia kendalikan. Untuk saat ini, menguasai diri memang harus kita lakukan agar tidak membuat suasana menjadi gaduh, menambah situasi menjadi krusial dan sensitif.

Apa yang orang pikirkan pada dasarnya kita juga bagian dari kotak pikiran itu, kita sama-sama tidak sepakat pada hal-hal tertentu namun disisi itu juga kita harus benar-benar menyeruhkan jalan dan solusi terbaik walau sepenenuhnya situasi tidak mendukung namun kita harus bersuara, kita harus bijak dan solitif, karena ikut-ikutan terpancing emosi malah membuat situasi menjadi tak terkendali malah semakin suram. menguasai diri, mengontrol emosi, mengendalikan perkataan dan perbuatan, sikap terbuka tetap kita butuhkan, menurunkan ritme kegelisahan dan ketidkpuasaan. Kita harus tetap bersikap bijak dan tanpa tendensius, berpikir tanpa embel-embel semua berjalan seusai yang diharapkan.  teruslah mengendalikan emosi dan diri karena disaat itu kita telah menguasai "dunia" dimana kita akan survife dan mengendalikan energi negatif diantaranya amarah, ambisi dan ego

Tarakan, 28 / 6 / 2022
Pukul    : 18.20

26 Juni 2022

Lari dengan Pace Aman

hampir satu bulan ini, hampir setiap ahad pagi saya join dengan komunitas tarakan runner, sebenarnya di hari ahad ini lebih banyak saya gunakan untuk recovery, bukan untuk lari sungguhan walaupun saya harus bisa menyesuaikan dengan rekan lari yang lain. untuk dua kali ini saya hampir lebih sering lari dengan pace 7 :D ini sekalian sebagai recovery karena sebelumnya sudah long run bahkan HM. untuk kemarin saya sudah HM dengan pace 5.55 dengan durasi 2 jam 3 menit, sebenarnya capaian lari tercepat di Hm ini 2 jam 1 menit :) Lari di ahad pagi ini lebih ke arah silaturahmi, sebenarnya di Tarakan Runner ini, ada coach yang mengarahkan setiap latihan para runner dan progres sangat terasa. Saya yang belum bisa menyesuaikan dengan jadwal latihan nampaknya agak kesulitan menyesuaikan waktu. Paling tidak ini menjadi variasi dalam berlari. Selama ini ahad pagi juga lebih banyak saya gunakan untuk lari silaturahmi bersama rekan lari yang rata-rata berlari untuk kesehatan  dan lari di pace 7 bahkan 8. Alhamdulillah sejauh ini masih aman namun tidak isa dipungkiri capehnya terasa makanya saya tidak terlalu porsir berlari karena kemarinnya sudah berlari.

Untuk hari ahad selain untuk recovery kadang-kadang digunakan untuk mengejar setoran lari dan menjadi capaian tertinggi ketika bulan lalu selama 4 minggu berturut-turut, seminggu berlari hingga mencapai 70-72 K, namun ini mulai menurunkan capaian tersebut berkisaran 50-60 K / minggu ini tidak lain karena mlai banyak kesibukan dan target yang harus disesaikan. Dulu merasa enteng-enteng aja berlari 10K hampir setiap hari kecuali kamis karena off, jika capaian lari di hari sabtu baru 40K maka hati mulai gelisah untuk bisa mencapai palin tidak 50K, jika dibawah itu tren lari mulai turun takutnya jika dibiasakan malah akan menjadi jadi menjadi berkurang dan menjadi pembiasaan. Intinya kembali lagi lari di hari ahad menjadi ajang silaturahmi dengan runner tarakan, untuk lari sesuai dengan program saya, masih ada 4-5 hari yang tersisa untuk menyelesaikan target-target   yang sudah diimpikan. semoga saja. aamiin

Tarakan, 26 / 6 / 2022
Pukul    : 11.35 

Ketika Merasa Paling Bodoh dan Bermasalah

Pada suatu kondisi, perasaan dan pertanyaan seperti ini sering kali muncul dalm diri yang tersembunyi, hanya kita dan Tuhan yang mengetahui kegelisahan dan keresahan hati. Mungkin karena sesuatu yang kita dapatkan diluar ekspektasi yang kita harapkan sehingga muncul rasa bersalah, merasa diri kita ini penyebab masalah yang ada, semua ini karena kebodohan dan kelalaian kita. Kita menjadi biang masalah, merasa tidak berguna sama sekali. pertanyaan dan kegelisahan itu, wajar saja muncul, terlebih sudah fitrawi manusia tidak menerima yang seharusnya dia dapatkan, Kita merasa gagal, terlebih lagi kita selalu dan terjatuh dalam jurang dan masalah yang berulang.

Dalam diri berucap, mau sampai kapan merasa salah seperti ini? mau sampai kapan menyalahkan kondisi dan orang lain? mau sampai kapan penyesalahan ini terus bertahan dalam benak ? bukannya memang manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, bukannya manusia adalah mahluk yang lemah dan penuh kekurangan, kita tidak bisa merasa sempurna, sekalipun apa yang sudah kita rencanakan dan persiapkan matang-matang, ada hal yang diluar diri kita yang tidak bisa kita hindari dan lawan ? itulah namanya selemah-lemahnya iman. yang penting kita sudah mencoba dan berusaha, kita masih punya waktu untuk memperbaikinya dikemudian hari. bukan kah yang yang lewat sudah tidak bisa ditarik kembali, yang sudah berjalan biarlah berjalan dengan segala ceritanya, yang jelas saat ini, tarik napas dalam-dalam, bagkit kembali dan memulai lagi. inilah putaran hidup.

Tarakan, 26 / 6 / 2022
Pukul    : 05.55 

Belajar Menghargai Waktu

mulai malam ini, berjanjilah mulai menghargai waktu, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kelak, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, jika kita menunda-nunda mengerjakan apa yang harus kita lakukan, berarti secara tidak langsung kita membuang kesempatan dan peluang yang ada di depan kita. waktu yang ada gunakan sebaik-baiknya selama kita masih ada kesempatan dan kesehatan, jangan melakukan hal-hal yang malah membuang waktu, sadarilah, apa yang di depan kita belum tentu kita bisa raih saat ini, semua tidak ada yang datang secara kebetulan, semua perlu perjuangan dan usaha yang keras

Ingatlah, semakin seperti ini maka akan semakin jauh dari impian yang akan dikejar. jangan pernah menyelahkan kondisi dan situasi diluar keinginan kita, berpikirlah positif, saya harus menunjukkan diri bahwa saya bisa, jangan sampai hanya ada penyesalah di belakang hari, semua berlalu tanpa harus seizin kita. yang bisa kita lakukan adalah berpacu dengan waktu, hasilkan sesuatu yang berguna dan bernilai untuk diri dan orang lain , sekali lagi jangan membuang-buang waktu.

Tarakan, 26 / 6 / 2022
Pukul   : 00.54 dini hari

25 Juni 2022

Efek Domino Atas kesalahan Kita

Jika bermuat masalah, mungkin saat berjalannya kita menjalaninya, kita tidak pernah berpikir panjang akan dampak yang ditimbulkannya. kita menikmatinya, bahkan sampai lupa waktu karena kita disuguhkan dengan kenikmatan dunia sesaat. hingga kita baru menyadari bahwa yang kita lakukan ini salah dan nantilah efek dari kesalahan ini mulai terasa, pagi bangun begitu tidak bersamangat, pikiran semakin mengawang, berjalan seolah tidak mengenal arah, jalan terasa hampa, pekerjaan dijalankan ala kadarnya saja, dan benar-benar perlahan-lahan dampak mulai terasa, kerjaan masih berantakan, bekerja seolah tidak ada spirit, balik ke rumah, pikiran tidak fokus, malah sensitif dan mudah terbawa emosi, pengen marah tapi tidak jelas untuk apa marahnya dan pikiran kacau.

Mungkin ini yang namanya efek domino, kesalahan dan keogoisan kita, lebih mengutamakan kesenangan dan kepentingan sendiri tanpa melihat dan merenungkan dampak lebih jauh. Mungkin selama ini kita anggap biasa dan baik baik saja, ternyata dampaknya sudah menunggu di depan kita dan tidak bisa dihindari, yang jelas Harus siap menerima kondisi danenjalaninya. Berupaya besar agar tidak memberikan dampak yang lebih besar dan menjadikan ini menjadi pelajaran yang sangat penting dan berupaya sadar sesadar-sadarnya.

Tarakan,  25 Juni 2022
Pukul.   :.  21.02

21 Juni 2022

OSCE untuk pertama kalinya

Objective Structured Clinical Examination (OSCE)  atau ujian klinik akhrr secara struktur dan objektif. Struktur karena dilakukan dalam beberapa station (stase), objektif karena soal sama untuk semua orang dengan waktu yang berbeda namun durasi yang sama. Sebenarnya untuk kategori pendidikan diploma keperawatan belum terlalu familiar, namun untuk di pendidikan kedokteran ini sudah menjadi kewajiban melalui uji kompetensi sementara untuk keperawatan masih sebagai pelengkap dan bukan menjadi syarat kelulusan. Kondisi bukan berarti pendidikan keperawatan tidak peduli dengan perkembangan ini, sekalipun belum menjadi syarat kelulusan


Tarakan, 21 / 6 / 2022
Pukul    : 23.53

Ini Tulisan ditulis setelah hari kedua pelaksanaan, memang pelaksanaan OSCE ini boleh kata jauh dari sempurna walau sebenarnya bukan berarti kita tidak bisa melaksanakan, pertama dari segi fasilitas, dengan kondisi yang ada, panitia yang terlibat ada sekaligus sebagai penguji dan saya sebagai penguji sekaligus sebagai pengawas pusat. dan persiapan kebutuhan OSCE belum beres hingga menjelang hari ujian, misalnya mengenai kesiapan keperluan berkas ujian (rubrik dan soal) seharusnya sudah siap, dan klien standar sudah mendapatkan kasus 30 ,menit sebelum ujian agar bisa mendalami peran, sistem bell belum bisa berjalan secara konsisten. semua ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depannya, untuk masalah persiapan, terutama soal sudah harus direvisi 5 hari sebelumnya, 4 hari mempersiapkan kebutuhan peralatan dan klien standar sudah mendalami peran 30 menit sebelum H. begitu masuk star waktu ujian semua sudah siap. insyaAllah, walau beberapa kali mengalami penundaan karena kurangnya persiapan olehnya itu jangan menyerah jangan berputus asa, semua ada kelebihan dan kekurangannya

18 Juni 2022

Pengalaman pertama Pengawas Pusat

Hari ini dan kemarin menjadi perdana bagi saya menjadi pengawas pusat (PP) try out (TO) uji kompetensi D3 Perawat dan ini terbilang "surprise" sejak terlibat dari pertama kali ujom tahun 2014, pertama kali try out nasional 2015 dan pertama kalinya kampus Kaltara menjadi Tempat Ujian Kompetensi (TUK), berperan jadi penanggungjawab TUK dan pengawas lokal baik di try out ukom maupun ukom sendiri. Dulu sempat mempertanyakaan kondisi ini ketika, saya melihat peran PP ini hanya diamanahkan orang tertentu, mungmin saat itu saya belum terlalu paham dan bisa jadi menaruh kecurigaan dan melontarkan pertanyaan (dalam hati) apakah tidak ada orang lain ???  seiring berjalannya waktu, pertanyaan itu terpendam terlebih kondisi covid 19 yang tetap menyelenggarakan ujian dengan protokol kesehatan yang ketat dan membutuhkan PP yang sudah berpengalaman. Lama tidak memperhatikan ini, karena berpikir yang lebih berhak menuntukan ada assosiasi karena lebih paham dan tahu kriteria PP yang layak ditugaskan. saat mendaftarkan mahasiswa ikut try otu saya malah menugaskan kepada rekan untuk diajadikan pengawas lokal bahkan untuk PP saya tidak terlalu mengarah kesana. dua Minggu lalu tepatnya sedang perjalanan dari tanjung ke Tarakan, tiba-tiba saya ditelpon pengurus assosiasi untuk menjadi PP, ini antara percaya dan tidak, bagi saya ini mungkin sudah rejeki dan sudah jalannya dan lagi-lagi ini menjadi kabar yang menyenangkan, akhirnya saya memenuhi syarat sebagai PP, setelah melihat persyaratannya ternyata yang utama adalah terlibat dalam review soal ukom, alhamdulilllah di bulan november tahun lalu sudah ikut dan sudah terlibat dalam gerakan sejuta soal beberapa kali dan berkontribusi dalam penggorganisasian penyusunan dan pengiriman soal ukom ke regional :) 

Ahad pekan lalu menjadi breafing PP secara nasional, ada beberapa nama yang begitu tidak asing, perlahan-lahan materi disampaikan mulai dari gambaran umum pelaksanaan TO, kode etik pengawas, pembayaran dan pembiayaan hingga penggunaan sistem CBT yang terkoneksi dengan pusat. kemudian sebagai penanggungjawab panitia lokal saya harus mengkoordinirkan penggunaan CBT di UBT karena TO kali ini , mahasiswa UBT tidak terlibat sehingga pembayaran dan penggunaan CBT center agak berbeda jika dibandingkan dengan mahasiswa UBT ikut serta dalam TO atau Ukom. Pengorgananisasian ukom ini cukup tertata dan terstruktur, bahkan saat masuk zoom saat breafing dengan pengawas pusat, setiap PP dicek kehadirannya apa sudah masuk dalam zoom hingga ada pengorganisasian melalui wa group yang dibagi perwilayah Indonesia.dan ada group khusus untuk PP di regional kalimantan, H-3 saya sudah kembali melist apa saja yang harus saya lakukan menjelang H-2 hingga hari H. mengingat-ingat apa saja yang kurang, saat saya mendapatkan manifest komponen uji, mulai Co-CBT, IT Lokal  hingga Pengawas lokal (PL), saya mengkoordinasikan via group dan saya memastikan apa saja yang harus saya lakukan menjelang H-1. 

kemarin, H-1, masih menjadi penyakit saya, saya agak lambat jika membuat janji, sudah rencana sebelum jam 9 nyampe di UB, malah kelewatan 10 menit, akhirnya agak mundur jadwal breafing dengan komponen uji dan peserta, karena yang terlibat sudah sering ikut, jadi breafing sekedar mengingatkan, begitu masuk dengan breafing dengan peserta juga tidak jadi masalah, dan rasa-rasanya apa yang disampaikan sudah. di hari H, paginya hujan di Tarakan cukup lebat, saya keluar jam 7.30 berharap agak cepat nyampe namun karena ada keperluan hingga singga sebentar dan alhamdulillah saya nyampe di lokasi kurang 8 menit jam 08.00 saya melihat mahasiswa sudah ada 5 di lokasi dengan 3 orang basah kuyup karena kehujanan di jalanan. semua komponen uji siap melaksanakan tugasnya, saya membantu PL untuk menempelkan Upass di meja peserta, setelah selesai, persis di jam 8.30 peserta masuk ruangan dan masih tersisa 4 peserta yang belum datang. sebelum ujian dimulai semua peserta mulai meng log in dengan upasnya masing-masing, melakukan pengenalan sistem dan sambil menunggu jam 09.30 dan akhirnya tiba, saya mengaktifkan ujian dan mahasiswa menekan tombol F5. semua peserta berhasil mengakses untuk mengerjakan soal. alhamdulillah tidak ada kejadian yang menghambat termasuk jaringan dan pemadaman lampu. semua berjalan lancar, hingga semua berakhir., peserta kembali keluar ruangan dan mendapatkan konsumsi dari kampus. kompunen uji melalukan pemusnaan upas dengan mengisi berita acara

ada beberapa yang menjadi catatan, pertama saya lupa untuk mengecek kembali kehadiran kompunen uji saat hari H, kemarin saya memang melihat hanya H-1 yang ada, rupanya ada dibawahnya untuk hari H. akhirnya saya mengirimkan lnik kehadiran 30 menit sebelum selesai, biasanya 1,5 jam berjalannya ujian sudah dikirim :), untuk ujian kali ini tidak ada admin, sehingga untuk keperluan memprint saya harus menyiapkan sendiri, termasuk saya harus bekerja sama dengan panitia lokal kaltara untuk menyiapkan keperluan konsumi dan kebutuhan prokes, dan selanjutnya adalah dana yang diberikan panitia pusat terbilang kurang, ada beberapa tenaga yang ikut terlibat juga misalnya tambahan tenaga teknisi, kebersihan termasuk security. mau tidak mau harus mengeluarkan dana tambahan di luar manisfest yang dikeluarkan panitia pusat, bagi saya tidak masalah mengambil dari honor yang didapatkan sebagai PP, karena jumlahnya cukup besar bagi saya dan anggap sebagai sedekah untuk kepentingan TO, ini saja untung-untungan kampus dikasih izin untuk kegiatan ini dan mahasiswa bisa melaksanakan ujian dengan tenang, aman dan nyaman itu sudah alhamdulillah sekali. dan secara keselurahan saya cukup puas dan senang dengan pelaksanaan ini, demi kepentingan mahasiswa apalagi untuk kelancaran persiapan ukom, ini semua tidak jadi masalah dan tidak perlu dipermasalahkan. cuman kekurangan penyewaan CBT saya yang ada selisi 314.00 dan untuk ini saya melaporkan ke panpus setelah berkonsultasi dengan penanggungjawab cluster TO ukom :) secara keseluruhan saya sangat bersyukur sekali, qadarallah, mungkin ini alasan yang tersembunyi saya diamanahkan menjadi PP, segala yang ada tidak ada yang kebetulan, semua atas se Izin sang Khaliq, Allah subhannah wata'alah. 

Tarakan, 18 Juni 2022
Pukul   :  20.55

13 Juni 2022

Lari dengan performa menurun

Selasa pekan lalu, saya ke dokter untuk memeriksakan sendi saya yang nyeri ketika berlari. awalnya itu, ahad pagi ketika lari pagi di tanjung selor, awalnya sudah merasakan sakit dipergelangan sendi kaki, kebetulan sakit seperti ini pernah saya rasakan awal Januari tahun ini, dan begitu senin sore, ketika lari jogging sore juga masih terasa dan begitu melaksanakan lari cepat di selasa pagi, makanya sorenya saya memutuskan untuk berobat. alhamdulillah di malam selasa itu bertepatan dengan dua jadwal minum obat (8 jam) dan pagi harinya di Rabu pagi, saya masih kembali melaksanakan latihan interval dan ini benar-benar "agak maksa" karena saya berlari dengan pace 5.00 wlkwkwkw dan sebenarnya tidak ada masalah dan karena saya anggap saya masih aman karena masih dalam kondisi minum obat jadi kalau ada apa-apa masih ada efek obat dalam tubuh saya. namun entah apa yang terjadi di malam kamis itu saya begitu drop, mungkin efek kecapean karena saya baru saja melaksanakan perjalanan tugas luar kota di hari sabtu (ini selepas longrun dan masih menjalankan rutinitas lari di senin hingga rabu). Namun benar-benar merasakan agak kurang fit adalah ketika malam jum'at, dengan kondisi kurang fit, alhamdulillah saya masih bisa menyelesaikan membaca surah al kahfi dan qs Yasin. 

Begitu jumat pagi, ketika kembali menjalani rutinitas easyrun, saya merasakan ketidaknyamanan di perut, beberapa kali merasakan mual sepanjang lari namun secara tenaga masih aman dan saya berlari menyelesaikan 10K. namun kondisi ini masih terus berlanjut, kondisi ketidaknyamanan saya ini membuat saya harus tidur lebih awal selepas shalat isya, dengan kondisi badan remuk. alhamdulillah pagi bangun badan agak segar, dan jiwa pelari terpanggil dan akhirnya kembali melakukan lari di sabtu pagi, walau dengan terseol-seol akhirnya finish di 15K. kemarin saya mengikuti HM teman-teman gowes, namun saya hanya bisa mengikuti di 17K saja, dengan beberapa kali berhenti dan minum air mineral 200cc sebayak 5x botol :) artinya ada 1L minuman yang masuk hehe. Mungkin saya harus berkompromi dengan diri saya, saya tidak boleh memaksakan. dan saya harus benar-benar mengenali diri saya sendiri dan kemampuan saya :)

Tarakan, 13 / 6 / 2022
Pukul   :  18.14

11 Juni 2022

Lari Ngos-Ngosan

tadi pagi, kondisi badan tidak seperti biasanya harus memulai lari pagi. sejak semalam kondisi badan saya kurang fit, saya bahkan tidur setelah shalat isya dengan kondisi kelelahan. Saya pikir ini hal biasa dan saya semalam itu lupa untuk prepare keperluan loading karbo, akhirnya subuh dalam kondisi agak sedikit kurang bersamangat saya mencoba untuk berlari semampunya saja. star masih gelap :) dan menyusuri rute depan PM menuju islamic, mutar sekali di islamic dengan berlawanan arah dengan harapan bertemu rekan lari, dan seperti biasa berjumpa dan menyusuri kembali track di belakang islamic dengan jarak kurang lebih 2 K. selepas di jalan masuk Idec kami berpisah, saya lanjut menuju kampung 4 dan kampung 6 dan melewati tanjakan pertama. setelah itu kembali lagi di stadion datu adil, sambil berpikir panjang, kira-kira saya bisa menyusuri 3 tanjakan tersisa dengan kondisi perut yang kurang kompromi, sejak lari jum'at pagi saya merasakan itu, dan alhamdulillah masih bisa terkendalikan. 

Begitu melewati kodim, rasa was-was mulai muncul dengan kondisi seperti ini, apa saya bisa menyelesaikan program naik tanjakan ini, begitu melewati tanjakan ladang, alhamdulillah tidak ada kendala dan memang masalah utamanya adalah diketidaknyamanan perut. sambil menurunkan pace lari, yang biasanya stabil di pace 6,tadi saya perhatikan saya lari dengan pace 6.4-hingga pace 6,5 :) benar-benar di luar kebiasaan kecuali sedang berlari dengan rekan komunitas lari di Tarakan. Begitu ada di simpang ladang, pertanyaannya ini mau lanjut ke bukit cinta via PLN atau lanjut ke Markoni, akhirnya saya memutuskan tetap melanjutkan dengan prinsip jangan memaksakan, jika harus berhenti dan jalan maka jalan saja :) ternyata benar dalam beberapa kali saya berhenti dan jalan :) begitu memasuki tanjakan PLN alhamdulillah berjalan lancar, bahkan terbilang aman sambil menyari toko untuk beli minum

Akhirnya saya memasuki kompleks yang menuju bukit cinta, saya sengaja jalan kaki dulu untuk mengatur napas dan sesekali hidrasi, begitu mulai menanjak saya hanya berdoa dan terus melangkahkan kaki semoga bisa sampai ke puncak, perlahan-lahan, alhamdulilllah akhirnya nyampe juga dan terus lanjut di turunan, luamayan jaraknya 1K. dan saya masih ada 2K untuk bisa sampai di rumah :) bismillah terus melangkahkan kaki, pelan-pelan, lari dengan pace yang benar-benar kompromi dan alhamdulillah nyampe stadion yang berarti bahwa rute telah selesai. walau hanya dapat 15K dengan durasi waktu 1 jam 41 menit pace 6.47, HR : 144, kalori 1,029 cal, elevasi : 95.  bersyukur karena bisa menyelesaikan program 4 tanjakan dengan kondisi perut kurang kompromi (kembung) :) 


Tarakan, 11 / 6 / 2022
Pukul    : 18.20


09 Juni 2022

Menyesal ???

Jika sudah berbuat baik, tidak perlu menyesali jika dibalas dengan perlakukan kurang baik. kita tidak perlu mengungkit-ngingkit kebaikan yang sudah kita berikan, karena itu akan menyakitka bagi orang yang menerimanya, ingat kebaikan itu merupakan kewajiban setiap manusia, karena setiap kebaikan akan berbalas dengan kebaikan dan datangnya bisa jadi bukan dari orang yang sudah diberi kebaikan, ketika kebaikan kita bertepuk sebelah tangan atau air susu dibalas dengan air tuba, karena godaan syaitan semakin membangkitkan emosi kita ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang bertolak belakang dengan mengingkit dan menyerang orang yang sudah tidak berbalas baik dengan kita. jangan terprovokasi, minta pertolongan kepada Allah subhannah wata'alah, kita harus sadar bahwa ini adalah ujian, kita harus sabar menghadapi ini dan jujur menghadapi semua. jangan mengungkit-ungkit kebaikan, cobalah ikhlas, lepaskan semua, jangan sampai ketidakikhlasan kita itu akibat kita yang riya. ingat jangan diungkit-ungkit, karena pertanyaannya untuk apa dan siapa kita melakukan ini semua? apakah kita sudah mengharapkan wajah dan keridhoan Allah subhannah wata'alah atau hanya mengharapkan pujian manusia.

dalam satu sisi lain, kita perlu menyesali perbuatan dosa yang sudah kita lakukan, memang saat ini dunia penuh dengan fitnah (ujian) sehingga kita tidak akan pernah lolos dari ujian ini. apakah kita benar-benar beriman? tanpa adanya ujian yang kita dapatkan, ketika ujian itu ternyata kondisi iman kita lagi drop dan kita jatuh dalam kemaksiatan dan dosa, segeralah menyesali dan bertaubat apalagi sekarang di bulan haram. jangan semakin mengasihi diri dengan menganggap kita tidak layak menjadi orang baik, belajarlah dari setiap kesalahan yang kita perbuat, manusia tempatnya salah dan khilaf, segeralah pulang pada jalan yang lurus dan benar walau tidak mudah, mintalah pertolongan Allah subhannah wata'alah. 

Tarakan, 9 / 6 / 2022
Pukul   :  7.46

Memaafkan dan Melupakan

Pernahkah mendapatkan kondisi yang tidak menyenangkan yang seolah-olah disalahkan dan kita disudutkan? padahal secara nyata dan mungkin masih dalam penilaian kita bahwa kita tidak melakukan hal yang begitu fatal, lebih tepatnya mungkin lebih karena miskomunikasi dan mispersepsi. Saya sering sekali mendapatkan kondisi seperti ini, dalam beberapa situasi, alhamdulillah saya masih bisa mengendalikan emosi, karena dalam beberapa situasi saya begitu terbawa amarah dan emosi hingga melakukan hal-hal di luar kendali. Inilah lika liku dalam kehidupan, ada orang yang selama ini sudah dianggap teman dan bisa saling mendukung dan mensupport (dalam pandangan saya) namun dalam kenyataannya memberkan reaksi yang bertolakbelakang. saya sebelumnya sudah berbicara baik-baik dan menyampaikan secara jelas dan ada beberapa teman disitu ada dan tidak ada permasalahan, begitu momennya ada, seketika teman ini mengeluarkan suara yang agak lantang dan bernada tinggi, seketika saya kaget sekagetnya, masalahnya apa, kenapa seperti ini, bukannya kemarin sudah mengiyakan, dengan tangan agak gemetar (karena ini di hadapan banyak orang, ada dalam ruangan), karena menghindari perdebatan saya bilang, ok, nanti saya mencoba mengklarifikasi sama teman yang ada saat itu dan ternyata benar dugaan saya, teman itu sudah mengiyakan, walau sebenarnya saat itu saya tidak kembali memvalidasi kesediaan beliau. tapi jelas dia mengiayakan. sudah saya tidak ingin memperkeruh, saya terima dan pelajaran buat saya untuk lebih hati-hati kembali. Ada sedikit kekecewaan tapi sudahlah jika saya bersikap seperti tidak akan mengulangi waktu yang sudah lewat, saya hanya mengingatkan bukannya teman ini dulunya sangat "lantang" menyatakan ingin terlibatkan dalam panitia, dan memang ada beberapa pandanannya untuk tidak melibatkan orang luar prodi, mungkin itu maksudnya, tapi sudahlah, kita yang saat ini punya otoritas, menjadikan ini pelajaran yang penting, untuk bersikap kedepannya. cukup sudah, maafkan, jangan diungkit kembali, berbesar hati untuk memaafkan walau berat, karena kita ingin berdama dengan diri dan situasi kita, coba melupan dan tidak mengingat-ngingat kembali. Jangan rusak hati ini dengan hal-hal yang kurang baik. belajar baik dan belajar lebih berbesar hati dan jiwa.

Tarakan,  9 / 6 / 2022
Pukul   :  7.28

06 Juni 2022

Dua Hari di Tanjung Selor

Dua hari ini, saya berada di tanjung selor untuk kegiatan organisasi perawat (PPNI) Bulungan. saya diutus oleh ketua PPNI Kaltara, untuk menjadi utusan sebagaimana yang terlampir dalam surat. Perjalanan ke tanjung ini di hari sabtu siang, sekitar jam 2dari rumah dengan mengenderai motor sendiri dan parkir di SDF (semoga aman2 dan tidak berpindah tempat). ketika turun, saya  menghampiri ke loket pembelian tiket, tiba-tiba ada yang menawarkan tiket perjalanan ke tanjung dan langsung ditawarkan diboncengi menuju spit, tanpa berpikir panjang saya mengiyakan dan begitu sampai di terminar penyeberangan saya diarahkan ke sisi kedatangan, saya mengklarifikasi lokasi bukannya yang disebelahnya, tanpa rasa bersama dan kayaknya sudah menjadi taktiknya saya diarahkan ke spit kecil (saat itu saya tidak mengetahui kalau itu namanya spit non reguler :D, saya naik saya karena menganggap ini yang biasa saja karena ini yang pernah diposting teman saat ke tanjung selor, memang ukurannya kecil dan duduknya berhadap-hadapan sekitar muat 20-22 orang. dan begitu star perjalanan, ini spitnya sudah melaju dan bahkan mendahului spit reguler yang sudah jalan 15 menit sebelum saya datang di SDF. Tiba di Tanjung selor rupanya spit ini punya pelabuhan penyandaran sendiri :) begitu tiba, saya hanya senyum-senyum, dan saya menghubungi panitia untuk menjemput.

Tiba di hotel, istrahat sejenak, pas lagi jalan-jalan sekitaran hotel, saya berpapasan dengan alumni, adi, ini lulusan hampir 12 tahun yang lalu. malamnya diajak makan malam sama panitia, dan salah satu panitia ini adalah eksel, alumni 2 tahun yang lalu. Paginya, saya sempatin lari pagi, walau dengan kondisi kabut agak tebal di jam 5.30 pagi, namun saya memutuskan untuk tetap berlari dan sambil janjian dengan rekan tjs runner di titik kumpul mereka depan pemadam / drive thrue, walau tidak langsung ketemu, karena teman star lari dari rumahnya dan itu berjarak 5-7K, sekitar 8 K saya melewati jalur akhirnya berjumpa, walau agak malu-malu dengan member tjs runner yang lain, sambil mencari-cari dimana kah dia berdiri wkwkwk. hany ngobrol sebentar, teman ini sempatin foto :) heheh ballik ke hotel dan saya kembali bertemu dengan alumni kaltara 6 tahun yang lalu, nunui :) 

Kembali ke ruangan dan saya melihat, yang hadir adalah beberapa alumni kaltara dan memang dari spanduk standing yang ada 4 dari 13 komisariat adalahketuanya adalah alumni kaltara. banyak cerita banyak ngobrol, acara dimulai dan berakhir sekitar menjelang maghrib. moment ini menjadi ajang silaturahmi dengan alumni dan rekan perawat di bulungan. Malamnya diajak ngopi sm dengan beberapa mahasiswa. saya kebetulan bersama 2 dosen yang lainnya yang kebetulan juga ada yang sebagai ketua PPNI kaltara dan salah satu wakil ketua. sampe jam 11 malam dan besoknya kami balik dan menyempatkan menuliskan setengah dari tulisan ini ;) dua hari yang cukup menyenangkan dan memberi kesan di tanjung selor









Tanjung selor
jam 07.43

03 Juni 2022

Verifikator PKB Online

di Bulan April kemarin, kam mengikuti pelatihan verifikasi PKB online yang bertugas untuk mengeverifikasi usulan kegiatan oleh anggota PPNI yang akan mengajukan perpanjangan STR online. Awal-awal diberlakukan dulu saya sudah ditunjuk menjadi tim verifikator untuk kota Tarakan, namun diwaktu yang bersamaan saya harus melaksanakan tugas pendidikan di bandung sehingga ketika pergantian kepengurusan PPNI Kota tarakan di tahun 2017, bersamaan dengan itu juga tim verifikatornya berubah ke pengurus saat itu. Kali ini, ketika kembali diajak bergabung kembali dengan pengurus DPW PPNI Kaltara, saya ditempatkan di Infokom dan penelitian /pengabdian. Setelah sekian lama pelatihan, akhirnya saya mendapatkan info untuk memverifikasi usulan PKB anggota yang kebetulan teman sendiri :) ini menjadi pengalaman pertama dan saya harus komunikasi dengan yang terbiasa melakukan ini ditingkat daerah. Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan. satu berakhir proses verifikasi, tidak lama saya mendapatkan info ada 3 usulan yang masuk dan salah satunya ini terbilang teman akrab, sering bersama dalam kegiatan dan sering bercanda walau kami berbeda institusi. 

Menjalankan tugas verifikator ini, harus benar-benar profesional, jangan sampai kita terjebak dalam relasi dan kepentingan tertentu sehingga kita menjadi tidak onjektif dalam menilai, apalagi jika itu adalah rekan dekat atau kolega, semua harus dilayani secara profesional, jika memang salah harus dikoreksi dan diminta untuk direvisi dokumennya. dari sini, saya belajar beberapa hal, dari kebijakan yang pernah dijalankan yang tidak berdasar, bagaimana membuka-buka dokumen yang telah diupoload untuk diverikasi dan diingatkan. semua harus dijalankan sesuai koridornya, sekalipun yang dilajankan tanpa melibatkan satu profesi namun tetap diakui 1 SKP perkegiatan. termasuk polemik mengenai kepentingan dan merasa lebih jaiuh dan lebih paham tentang organisasi. intinya ini tugas begitu mulia dan bisa saling membantu selama masih koridor yang benar dan seharusnya, bukan untuk menggampang2kan,dari sini kita belajar profesional termasuk mendidik bagaimana anggota PPNI peduli dengan organisasi perawat, yang membukan jalan dan ruang untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan diri.


Tarakan, 3 / 6 / 2022
               3 Dzulqa'dah 1443 H
Pukul   : 22.47

02 Juni 2022

Sebisanya yang bisa dikerjakan

Dalam keadaan seperti sekarang ini, ketika begitu banyak deadline kerjaan yang harus dikerjakan, ketika semua butuh prioritas, namun satupun belum menunjukkan progres yang melegakan hati, entah kenapa dan bagaimana agar bisa keluar dari solusi ini. Tidak ada yang perlu disalahkan, menyesali boleh tapi jangan sampai kita kehilangan semangat untuk bangkit, karena kita tidak benar-benar sedang berada dalam posisi sudah terlambat sama sekali. Kita hanya berada pada posisi yang tidak boleh lagi berpikir panjang untuk berbuat, segera lakukan saat ini yang bisa dilakukan, segera benahi yang harus dibenahi saat ini, manfaatkan waktu yang ada, karena bingung dan tidak bergerak apa-apa tidak akan ada solusi terbaik, kita tidak pernah tahu apa hasil yang kelak kita dapatkan namun kita bisa berusaha, bisa memanfaatkan upaya dalam diri kita, kita bisa manfaatkan semua yang ada, jangan berpikir bahwa saya hanya  bekerja sendiri, jangan berpikir bahwa apa yang sudah kita lakukan adalah hasil jerih paya kita sendiri, semua punya andil besar untuk mewujudkan itu tinggal bagaimana kita memanfaatkan moment yang ada, tidak terpuruk dan tenggelam dalam kesedihan yang tak berkesudahan. apapun itu, lakukan yang terbaik, tanpa harus menunggu orang yang menolong.

Memang jika dipikir-pikir apakah kita bisa melewati semua ini, dengan kondisi kita seperti ini, jangan pernah menyerah, jangan pernah mencoba menyalahkan kondisi dan orang di sekitar. kita tahu bahwa kita memiliki tanggungjawab masing-masing yang harus kita pikul, kita tahu bahwa kita masih punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan dan tuntutan meskipun alokasi waktu yang tersedia sudah tidak banyak lagi. berbuat  terus berbuat lagi, lakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan yang bukan berarti kita harus diabaikan hal-hal besar. perlu kita ingat bahwa hal-hal besar itu terdiri dari hal-hal yang kecil, Jangan berhenti untuk melakukan hal-hal kecil itu, meskipun ada pengorbanan yang harus kita lakukan, dan intinya tetaplah berjalan perlahan-lahan, semoga orang yang melihat langkah kita bisa dengan senang hati mengikuti langkah kaki kita sehingga kita bisa seiiring dan sejalan menggapai tujuan bersama. 

Tarakan,  2 / 6 / 2022
                2 Dzulqa'dah 1443 H
 pukul   : 17.24 sore

01 Juni 2022

1 Juni 2022

Alhamdulillah, hari ini masuk 1 Juni, bertepatan dengan hari lahirnya pancasila yang menjadi hari libur nasional dan hari ini juga bertepatan dengan masuknya bulan haram, Dzulqadah dari 3 rangkaian bulan haram. Satu bulan telah terlewati dan ini sekaligus menandakan bahwa bulan syawal telah berlalu, 1 bulan ramadhan telah pergi meninggalkan kita semua, bulan yang menjadi tantangan apakah kita tetap on the track atau telah kehilangan semangat ketika menjalankan ibadah-ibadah di bulan ramadhan. Bulan Mei dan bulan syawal begitu menyimpan banyak kenangan dan pelajaran, di bulan ini saya belajar banyak hal, ketika terjatuh dan harus bangkit, ketika harus menguatkan komitmen diri, ketika harus meyakinkan diri tentang apa yang sudah diputuskan, ketika harus kembali membalikkan diri ke arah yang lebih baik, bahkan di bulan-bulan tadi menjadi perjuangan yang sesungguhnya dalam melawan diri dan mengendalikan diri. hehe, seperti kata sayyida Ali bin Abu Thalib, perjuangan sesungguhnya adalah melawan diri sendiri.

Bulan Juni, menjadi bulan penuh dengan kesibukan, agenda kampus yang bertubi-tubi, belum lagi kegiatan yang harus diselesakan di bulan Juni ini. belum lagi kegiatatan organisasi perawat, belum kegatan lain. benar-benar bulan juni ini memberikan tantangan tersendiri termasuk memberi harapan yang baik, semoga semua berjalan dengan lancar dan saya harus belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, saya harus banyak mempersiapkan segala keperluan dengan baik dan mantap, sebaiknya jangan menunda-nuda pekerjaan, jangan menyepelehkan hal-hal kecil, jangan abaikan w.a karena dari situ banyak informasi yang harus ditindaklanjuti dan diselesaikan. bismillah, semoga semua berjalan sesuai harapan dan sesuai aturan dan tahapannya. aammin

Tarakan, 1 / 6 / 2022
               1 Dzulqadah 1443 H
Pukul    : 13.41