31 Oktober 2024

Tak Perlu Bersedih

Dua hari ini, stressor eksternal bermunculan bersamaan. satu masalah saya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hibah karena menunda-nunda mengupload proposal, yang kedua saya dikagetkan dengan respon dari pimpinan tempat kerjasaya yang menyampaikan usulan praktik saya ditolak karena tidak ada dalam perencanaan, awalnya sudah menduga bakalan seperti ini, karena melihat respon dari beberapa unsur yayasan dan pimpinan yang sejak awal tidak memberikan respon yang baik. Sebenarnya tidak ingin mengajukan tambahan dana mengingat disaat awal-awal kuliah sudah hampir 15juta saya mengeluarkan dana pribadii untuk masalah teknis residensi, yang pertama uang posko dan yang kedua adalah saya membeli motor 11,5 juta. disaat bersamaan saya harus menyelesaikan utang di saudara sendiri, dan saya kembali mengutang sm teman. lebih dari cukup sebenarnya dari apa yang saya dapatkan, ada tunjungand an ada tambahan gaji, namun melihat besarnya pengeluaran saya dalam 1 bulan untuk keperluan hidup dan kebetuhan anak-anak di rumah, memang rasa-rasanya itu tidak cukup bahkan saya harus memutar otak bagaimana agar bs makan walau tidak memperhatikan lagi kandungan gizinya. menghemat dengan cara memasak, membeli lauk yang harus bisa dimakan dalam 2 x jadwal makan, bahkan harus mengkonsumsi telur rebus untuk dijadikan bekal andalan di setiap hari selasa, rabu dan jumat. Inilah perjuangan, tidak ada perjuangan yang sia--sia selama kita menjalankan konsisten. InsyaAllah akan ada jalan yang tidak diduga-duga, sekecil apapun itu jangan sampai lupa untuk bersyukur. 


Depok,  31.  10.  2024
Pukul :  04.01 

30 Oktober 2024

Pertama Kali Menggunakan Jakun

Jaket almamater kuning Universitas Indonesia yang lebih dikenal dengan Jakun, untuk pertama kalinya saya mengenakan di acara resmi kampus. dan menjadi kebanggaan tersendiri, karena 12 tahun yang lalu saya berjuang dua kali mengikuti SIMAK, dan qadarallah, yang tidak pernaj saya rencanakana akan melanjutkan pendidikan spesialis dalam rencana priorotas hidup saya. hehe dan perjalanan saya di UI masih terbilang baru 10%, setelah kegiatan MMD kemarin menjadi titik awal kesibukan demi kesibukan akan saya jalani perlahan-lahan namun pasti, saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani tahapan-tahapan residensi meskipun tertatih-tatih dan penuh tantangan. dan harus benar-benar lebih memaksimalkan diri, tetap mempriotaskan target-target kegiatan saya selama residensi. bismillah, jakun yang saya gunakan kemarin semoga memberikan energi dan penguatan, bahwa saya berada di posisi saat ini bukan kebetulans semata, namun ini menjadi takdir yang sudah digariskan untuk diri saya dan saya harus menjalankan moment beharga ini untuk menuju pencapaian-capaian berikutnya. aamiin

Depok, 30.  10.  2024
Pukul : 06.13

Lokakarya Mini

Kemarin, kami mahasiswa residensi keperawatan komunitas FIK UI menjalankan salah satu kegiatan lokakarya mini untuk menyampaikan hasil pendataan secara holistik termasuk target sasaran yang kami jalankan. persiapan yang dilakukan terbilang sangat-sangat dipersiapkan dari masalah apa yang harus dikerjakan bahkan hingga apa yang bakalan terjadi dan bagaimana cara mengantisipasinya. Ketua residensi kamipun sudah menlist apa-apa saja yang harus dijalankan, meskipun ada satu insiden kecil yang mungkin saya perbuat dan saya tidak mengetahui persisnya apa yang sudah disepakati mengenai spanduk yang akan digunakan untuk menandatangani komitmen, mungkin masalah miskomunikasi, begitu selesai dibuat barulah salah satu teman komen kalau keputusan sebelumnya seperti itu dan pada saat sebelumnya teman-teman tidak menyampaikan itu dan hanya ada kecenderungann menyetujui apa yang saya sampaikan. ini menjadi pelajaran penting untuk kedepannya, untuk tetap mengingatkan teman-teman apa yang bakalan diputuskan agar segera memberikan pendapat. terlepas dari itu, yang sempat menjadi kekhawatiran adalah memberikan uang transportasi untuk RW dan kader yang hadir, menjadi perdebatan dan menjadi kekhawatiran juga jika ini dibiasakan akan menjadi beban untuk mahasiswa kedepannya apalagi jika mahasiswa profesi ners menjalankan lokakarya mini ini dan pada akhirnya tidak jadi diberikan setelah menerima masukan dari dosen2. semua proses acara berjalan lancar sesuai dengan rundown acara termasuk saya yang ditunjuk untuk membaca doa. mesipun sempat ditunda 30 menit karena pak lurah lagi ada kegiatan lain alhamdulillah dengan melihat antusias undangan yang hadir. pelajaran penting dan menjadi input positif untuk pelaksanaan kegiatan lain.

Depok, 30.  10.  2024
Pukul : 06.06

Bukan Rejeki, Tak Perlu Disesali

Pengalaman penting untuk saya agar tidak menyia-nyiakan kembali kesempatan hibah di kampus, memang jumlahnya lumayan kecil diantara hibah2 dosen2 di kampus lain, namun paling tidak ini bisa membantu keuangan saya selama di Depok. Biarlah sudah berlalu, toh dalam kondisi saya sekarang ini benar-benar sibuk yang luar biasa, disaat yang bersamaan saya harus memanajemen waktu yang ada belum lagi kalau berbicara mengenai istrahat dan rutinitas lari yang saya jalankan, saya tidak bisa memaksakan semua harus berjalan sesuai keinginan sementara waktu dan kesempatan serta kondisi tubuh yang jauh berbeda sebelum saya menjalani residensi. inilah menjadi alasan utama saya tidak juga mengajukan proposal penilitian, insyaAllah akan ada celah dimana rezeki datang dari sudut yang tidak diduga-duga. sekarang saya harus kembali fokus kembali meskipun permasalahan keuangan ini menjadi beban pikiran utama, saya harus ikhlas dan sabar menjalani semua ini, tidak ada perjuangan yang dijalani dengan mudah, semua ada rintangan dan tantangannya. insyaAllah rezeki sudah ada setiap orang, sisa bagaimana rejeki itu kita jemput, mesti kita lambat atau telat menjemputnya, masih ada waktu dan sisi lain yang bisa kita gunakan dan dapatkan. 

Depok, 30.  10.  2024
Pukul : 05.52

27 Oktober 2024

Kelar Tabulasi Residensi

Alhamdulillah, sore tadi menjadi moment yang sangat melegahkan ketika saya berhasil menginput data kuesioner, karena ini menjadi rujukan saya dalam melaksanakan intervensi yang harus saya lakukan  dan yang terpenting adalah janji yang sudah terlanjur saya sampaikan untuk guru-guru SMP Yappa depok. akhirnya beres juga dengan kondisi agak ngantuk. Mungkin karena lagi semangat-semangatnya sehingga saya star kerjakan dari jam 10 hingga sore tadi. sisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya data di masukkan dengan  SPSS untuk melihat hasil analisa. ini menjadi bekal yang benar-benar saya akan gunakan ketika akan turun di lapangan. besok harus segera disampaikan apa yang harus saya rencanakan dengan melihat situasi dan kondisi. semoga besok di mudahkan.

Depok, 27.  10.  2024
Pukul : 22.30

25 Oktober 2024

Lebih Dari Cukup

ini mengenai, kegiatan yang saya ikuti, membaca group w.a mengenai dana perjalananyang kembalikan oleh panitia, sementara saya sebenarnya saya berasal dari luar jakarta namun posisi saya sedang di jakarta dan posisi saya disamakan dengan seperti orang yang berasal dari Jabodetabek. Sebenarnya yang saya dapatkan lebih dari cukup, meskipun mestinya saya belum memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh panitia, saya tidak menginap karena masih harus mengajar dan masih dalam kesibukan residensi namunsaya bisa menikmati sarapan yang disediakan oleh hotel. Saya mendapatkan uang transpor darat, walau sebenarnya biaya yang saya keluarkan tidak lebih 50rb. Bersyukur, leboh dari cukup, paling tidak bisa menambah kas pribadi, sudah bisa beli kemeja putih 1 peace lagi, tidak perlu dibanding-bandingkan, kalau memang bukan hal dan milik kita, maka jangan dipaksakan atau dikondisikan agar kita menikmati yang bukan hak kita, naudzulbillah. berpikir jernih, nikmati apa yang didapatkan, jangan terjebak dengan ego sentris pribadi hingga tidak bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan yang bukan menguntungkan diri kita, kalaupun ada, itu hanya sebentar dan akan meluap seperti biasanya. 

Depok, 25.. 10.  2024
Pukul  : 22.27

24 Oktober 2024

Pertama Kali naik MRT

Akhirnya setelah sekian lama, saya mencoba menggunakan transportasi canggih ini. Kemarin ketika saya ke lokasi kegiatan, saya turun dari stasiun KRL sudirman dan lanjur nyebrang ke stasiun MRT Dukuh Atas dan menuju stasion Senayan. Dengan kondisi yang cukup elegan, dan penumpangnya pun tidak berdesak-desakan kayak KRL, nyaman, cepat dan berkelas. Begitu pulang ternyata hotel tempat kegiatan kemarin dekat sekali dengan terminal blok M. sebenarnya saya bisa turun di stasiun MRT blok M, hehehe inipun saya tahunya begitu acara selesai dan mau pulang. rupanya sekitar 500 meter dari hotel grandhika, begitu melewati pasar/ Plaza blok M yang terbilang sepi, saya melihat stasion, dan ini juga menjadi pertama kalinya saya berada di Blok M yang sangat terkenal di Jakarta. dan alhamdulillahnya kemarin, ketika pulang, e-monay saya sisa 20 ribu, takut tidak bisa melanjutkan perjalanan, saya berniat mencari indomart terkekat sekalian mau nukar uang, rupanya ibu mawarni dari PPTI bulungan mendapat doorpize e-monya dan dikasinya ke saya karena katanya di bulungan pasti nda dibisa dipakai, hehehe alhamdulillah rejeki yang tidak disangka-sangka. dan ada satu hal yang perlu diketahui ketika naik sekalator, rupanya sebelah kanan itu dikhususkan untuk yang tetap berjalan / buru2 di eskalator, saya dengan entengnya berdiri disebelah kanan dan tidak jalan  wkwkwk pantasan diplototin orang di samping hehehe namanya juga warga baru, jadi wajar. dan itu saya sudah lakukan ketika berada di stasiun Mangarai yang super duper padat, saya ikutan jalan cepat di sekator sisi kanannya. ini pengalaman perdana sebagai warga magang di jakarta. hehe

Depokj,  24.  10.  2024
Pukul  :  0618

Kerjaan dan Tugas menjadi Prioritas

Kemarin, saya mengikuti kegiatan kongres luar biasa PPTI, perkumpulan pemberantasan TBC Indonesia, salah satu organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengabdian masyarakat untuk pemberantasan TBC. Kondisi ini sebenarnya cukup sulit untuk saya ikuti, terlebih disaat bersamaan saya harus mengajar online kemudian saya harus mempersiapkan keperluan residensi. Kegiatannya dimulai selasa sore sudah harus cek in, sementara habis maghrib waktu depok saya harus mengajar online untuk mahasiswa keperawatan dan ini kontrak duluan. Saya memilih untuk tidak mengikuti kegiatan itu, karena bisa jadi jika saya memaksakan nginap di hotel malam pertama itu, maka ada beberapa pekerjaan yang harus ditunda. Malam ini juga seharusnya saya nginap di hotel namun saya memilih pulang ke kosan, selain alasan kamis mau puasa, dan juga bisa sekalian mempersiapkan keperluan residensi. Akhirnya saya pulang begitu acara tidak lama selesai. Acaranya seru dan benar-benar hampir sebagian besar yang ikut adalah senior-senior yang terbilang umurnya sudah memasuki masa pensiun dan masih terlibat dalam organisasi, saya mendapatkan kawan baru yang ternyata adalah senior, sesama alumni S2 Unpad, saya bertemu dengan bu Mawarni yang merupakan utusan PPTI bulungan dan teman sekamarnya bu dokter dari makasassar, yang merupakan peserta yang pertama saya berjumpa ketika saya baru tiba di hotel akhirnya diajak saraban barengan. alhamdulillah acaranya begitu akrab dan cukup banyak informasi mengenai organisasi ini. Hari ini kembali begeluk dengan rutinitas saya.

Depok.  24.  10.  2024
Pukul :  05.57

23 Oktober 2024

Tidur Tak Terencana

Ini menjadi istilah bagi kami yang saat ini sedang mengejar-ngejar target dan ketika malam tiba dikosan, harus melanjutkan tugas yang harus diselesaikan, berharap kondisi badan bisa berkompromi, dan mencoba untuk berbaring sejenak, tanpa rasa bersalah dan sadar yang mendalam, tiba-tiba sudah terbawa dalam alam tidur dan sektika tiba-tiba terbangun sudah azan subuh, tertidur dengan laptop menyala, lampur kamar yang masih nyala bahkan pintu kamar yang tidak terkunci. jika saya tertidur dalam kondisi lampu kamar menyalah, bisa dipastikan bahwa tidur saya benar-benar tidak terencana, niat awalnya hanya baring sejenak malah keterusan, mungkin karena lelah, karena kita tidak bisa sepenuhnya memaksa tubuh ini untuk bekerja, kita butuh istrahat, meskipun dengan berbagai cara termasuk dengan minum kopi ternyata dorongan dalam tubuh begitu besar hingga kita membutuhkan istrahat dengan caranya sendiri. Ketika tersadarkan dipagi harinya, dalam diri berucap : saya lelah, tubuh saya butuh istrahat meskipun pikiran selalu mendesak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada. tidak perlu dipermasalah, mungkin kedepannya lebih merencanakan tidur, tidur jam berapa dan bangun jam berapa. semangat

Depok,  22.  10.  2024
Pukul : 23.18

22 Oktober 2024

Ada Saja Jalannya

Ini tentang bagaimana saya menjalani residensi, jujur saja banyak hal yang harus saya pelajari, yang sudah jauh-jauh hari diingatkan oleh supervisor utama saya. Beberapa hal bahkan belum terlintas dalam pikiran sayam seperti apa membuat dan menjalaninya. Dengan modal bertanya walaupun malu, mau tidak mau harus dijalani dan dalam benak, saya menjadi orang yang terakhir dalam hal mengumpulkan tugas dan itu menjadi realita yang harus saya terima sambil belajar berproses. orang-orang sudah melangkah jauh ke depan, sementara saya saja masih belum punya persiapan apa yang harus saya ambil untuk bisa melangkah. Kondisi ini tidak membuat saya putus ara dan semangat, bagi saya, ini adalah proses pembelajaran, tetap menyelesaikan tugas-tugas meskipun dengan gerakan yang lambat, pelan-pelan yang penting selesai. Saya tidak memiliki target  prestasi yang gemilang, bagi saya yang penting proses ini saya jalani dan selesai membawa gelar. Jangan melihat sudah mejauh mana orang melangkah namun lihat sejauh mana usaha saya untuk mengejar meskipun dengan langkah kecil, terus belajar, bertanya dan berproses, luruskan niat, semua akan berlaku selama kita mengikuti seluruh tahapannya. bismillah


Depok,  22.  10.  2024
Pukul : 22.53

21 Oktober 2024

Demi kebahagiaan anak

Kemarin, 20 oktober merupakan ulangtahun yang ke-9 untuk anak ke-3 saya, hamnah atiyah. Sudah sedar awal selalu mengingatkan agar saya tidak lupa tanggal 20 oktober adalah hari ulang tahunnya yang juga berdekatan dengan ulangtahun aqilah Farizah yang ke-7. awalnya mau digabungkan sekalian di hari jumat, namun atiyah tidak mau, untungnya aqilah sejauh ini dikenal anak yang cukup mengalah, mungkin psikologis anak bungsu sementara atiyah memang kesehariannya yang terkadang tidak mau jika berbarengan dengan aqilah apalagi jika moment penting termasuk dalam hal meminjam barang yang disukainya. Dibalik perayaan itu, ada gundah dalam hati, apakah saya memiliki uang untuk ditransfer, setelah dicek-cek ada sekitar 300 rb di rekening BRI yang bisa digunakan, 100rn saya pakai untuk keperluan saya 1 minggu ini, sementara 200rb saya kirimkan untuk ultah atiyah aqilah dan memesankan kepada bundanya agar kue mereka dipisahkan karena karena kayaknya ada  kue tar seharga 100san. Alhamdulillah mereka senang dan semoga mereka menjadi anak solehah dan sehat-sehat selalu dan selalu menjaga iman islam dalam diri mereka hingga akhir hayat. aamiin

Depok, 21.  10. 2024
Pukul : 05.28

Sahur Tepat Waktu

Kendala saya selama ini ketika melaksanakan saum senin kamis, terkadang saya melakukan sahur diinjury times, sementara makan ga lama masuk adzan. Ada saja kendalanya rata-rata mengenai persediaan logistik untuk sahur belum lagi ada pergulakan dalam diri mau shalat tahajjud di penghujung waktu yang biasanya ketika beres ga lama masuk azan. alhamdulillah hari ini, sesuai yang saya rencanakan, bangun lebih awal di jam 3 sekalian mememasak nasi sekalian merebus untuk telur, ini sudah menjadi menu favorit mengingat kandungan 1 butir telur setara dengan 1 gelas susu ditambah dengan aktivitas outdoor saya yang lumayan padat selama residensi. Alhamdulillah semoga kebiasaan sahur tepat waktu ini menjadi kebiasaan baik, memang harus diawali dengan niat yang baik untuk bangun lebih awal dan tentunya tidur sebelum jam 11 malam dan tidur yang harus drencanakan bukan karena tibatiba tertidur karena kecapean. Semoga Allah subhannah wata'alah menjaga niat baik saya, untuk menjalankan ibadah saum sunnah ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah subhannah wata'alah, semoga niat ini diluruskan dan tetap berjalan dan mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah.


Depok, 21.  10.  2024  
Pukul : 05.25

15 Oktober 2024

Ternyata saya lagi di Jakarta

ini pertanyaan dan kondisi saya yang benar-benar linglung, di waktu-waktu tertentu saya merasa untuk ke GBK atau monas itu cukup jauh, bisa 2-3 jam, dalam imajinasi saya berada di tempat yang cukup jauh dari jakarta bahkan saya semacam berada di Bandung, jadi untuk kemana-mana lumayan jauh, saya baru tersadarkan dan baru menyadari bahwa saya berada di kota yang bersebelahan dengan jakarta, mau kemana-mana sisa menggunakan KRL atau transportasi umum, tidak lebih 1 jam jika mau kemana-mana. Intinya tidak perlu risau, depok dan jakarta itu daerah yang langsung berbatasan. Bisa jadi juga karena kesibukan, hingga membuat lupa dan semacam belum percaya 100% bahwa saya benar-benar ada di dekat dengan jakarta. InsyaAllah jika waktu yang pas dan finansial dalam kondisi sehat, saya akan melakukan perjalanan menikmati indahnya kota Jakarta

Depok, 15.  10.  2024
Pukul : 03.8

Mengganti Rugi

Saya bari tersadarkan, sekitar bulan lalu, saya merusak kaca pelindung motor sebelah kamar saya yang kebetulan pas parkirnya di sisi jalan keluar kosan, saya memiringkan ke samping, rupanya motor teman ini stand kakinya terbilang pendek sehingga motor itu agak miring jika didiamkan. seketika itu kaca pelindung motor terbelah dua dan teman ini pas ada di depan kamar melihat sendiri, persekian detik saja tiba-tiba itu terjadi, dalam hati kok bisa serapu itu, dan saya menyampaikan saya akan mengganti berapa dia beli dan termasuk pemasangannya. Hampir sebulan berlangsung, kemarin subuh, teman ini kabarin kalau biaya pemasangannya sekitar Rp.150.000, sebenarnya tidak ada masalah, namun karena kondisi saya yang saat ini tidak dalam kondisi stabil secara keuangan, namun itu tetap harus dibayarkan, mengingat itu konsekuensi yang harus dijalankan. Setelah melihat-lihat rekening, bisalah segera saya bayar biar tidak kepikiran dan tidak memilih tanggungan utang. Kalau diingat-ingat, kenapa itu bisa terjadi ? hehehe, kenapa disaat-saat itu dan saat sekarang benar-benar lagi susah-susahnya, tapi ini kembali lagi ke kondsi awal, ini memang harus terjadi dan saya mengalami, ada sisi positifnya : saya lebih berhati-hati agar tidak terjadi kembali di kemudian hari, mengingat ada beberapa motor yang terkadang parkir di kosan persis  tempat lalu lalang penghuni kosan, dan jangan gegabah dan tergesah-gesah untuk memindahkan posisi motor yang menghalangi jalan, mungkin sebaiknya memamnggil langsung yang punya motor agar tidak menghalangi jalan. 

Depok, 5.  10.  2024
Pukul : 03.00 dini hari  

09 Oktober 2024

Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok yang terjadi sebagai bagian dari perjalanan residensi memanglah tidak bisa dihindari. Setiap orang yang tergabung dalam sebuah kelompok, tanpa disadari, begitu banyak yang terjadi secara alamiah. Karakter seseorang akan terbentuk disini, tinggal bagaimana kita meleburkan ego dan tidak menonjolkan ambisi diri, karena kita berkelompok, sudah pasti akan ada gesekan, akan ada konflik, akan ada masalah, sisa bagaimana kita bersikap dewasa dan tidak memaksakan kehendak, kita berada salam kelompok, ada tujuan bersama dan ada tujuan individu. Sikap kita terhadap teman juga sangat menentukan sejauh mana kita mengontrol diri, ada teman yang tidak cocok, ada teman yang mungkin usil dan tidak sadar bahwa itu sangat mengganggu dan melalui kelompok ini, kita mengetahui karakter masing-masing, kita perlu memahami, dan mencari tahu latar belakang secara budaya agar kita tidak salah paham dengan cara berpikir dan tingkah laku teman, mungkin seperti itulah cara dia memahami masalah dan bersikap satu sama lain. Bagi saya ketika berada dalam kelompok, saya tidak boleh menjadi sumber konflik, menjadi pusat perhatian dan "gibahan" teman karena ego dan ketidakdewasaan saya. Mungkin ini yang harus saya pegang, biarlah orang lain agar bukan saya, saya menjadi bagian dari solusi masalah yang ada serta menjad pendingin jika ada yang saling bersitegang, sebisa mungkin mengendalikan diri, tidak memaksakan kehendak dan meleburkan ego menjadi ego kebersamaan.

Depok, 09.  10.  2024
Pukul : 02.57

Terbuka Jalan Ide

alhamdulillah, kemarin saya melakukan bimbingan residensi pada supervisor (S) sebagai pendamping supervisor utama (SU), awalnya agak ragu untuk melakukan bimbingan karena masih belum banyak yang saya revisi karena belum banyak ide yang saya bisa olah untuk membuat rancangan atau laporan kegiatan yang akan saya buat. saya memberanikan diri untuk konsultasi dan memang harus konsul sedikit apapun yang sudah kita buat. ketika saya ditanya saya ditagih bagian yang saya harus tambahkan, apa dampak dari tema yang saya angkat, jika masalah kecanduan game online yang menurut supervisor itu adalah causa, apa  apa masalah yang ditimbulkan, awalnya saya mengatakan gangguan sosial namun kemudian berkembang menjadi gangguan psikososial akibat kecanduan game online. mendengar ini saya merasa bersyukur, karena masukan ini menjadi jalan buat saya menindaklanjuti masukan dari dari supervisor utama. dan adanya masukan-masukan, perubahan perilaku yang dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama yang akan dilakukan nanti hingga memunculkan inovasi di semester berikutnya. alhamdulillah kemarin juga saya mendapatkan kuesioner yang dapat saya gunakan menskrening kondisi atau gambaran penggunaan game online pada siswa. alhamdulillah semoga dengan ini, semakin terbuka jalan saya untuk kembali mengembangkan tema yang akan saya lakukan dan sudah saya rancang sebelumnya. semoga ini menjadi penyemangat saya dalam menyelesaikan tugas-tugas residensi.

Depok,  09.  10.  2024
Pukul :  02.45  

06 Oktober 2024

Hemat Ala Saya

Kondisi keuangan yang tidak stabil selama di depok, membuat saya harus memutar otak, agar saya bisa survive dan bisa bertahan selama 1 bulan hingga tanggal gajian, meskipun ditanggal gajian tidak bisa berharap banyak karena setelah dikalkulasikan saya hanya mendapatkan sisa 500rb bersih untuk menghidupi hari-hari saya disini. benar-benar harus menahan diri, bahkan harus pintar pintar menghemat, jika membeli laut, sudah harus dipilah-pilah, laut itu bisa digunakan untuk jadwal makan berikutnya, dari malam bisa digunakan untuk makan sahur atau sarapan, jika sudah sarapan pagi dengan nasi, harus menahan diri untuk tidak makan siang di luar, atau makan dengan dudget dibawah 15.000. alhamdulillah, alat masak sederhana sudah ada di kamar kos, jadi sudah bisa memangkas uang makan, yang sebelumnya sehari bisa sampai 40rb-50rb, alhamdulillah bisa menghemat dari 10-15rb perhari artinya, jika normalnya saya menghabiskan uang 50rb/hari, saat sekarang sekitar 25-30rb. Penghematnya memang kecil perhari namun jika dikalikan per1 bulan maka akan terasa. Uang yang dipegangpun tidak langsung habis, masih bisa ditahan-tahan. Saat ini sudah tidak terlalu memikirkan kandungan gizi, paling tidak sudah bisa makan dengan lauk yang ada dan sesekali memenuhi dengan gizi jika memang saat itu kondisi keuangan masih aman. Untuk nongki dan jalan sekarangpun masih mikir-mikir, saya harus benar-benar memutar otak bagaimana agar paling tidak ada beras dan lauk yang bisa digunakan. Saya juga melihat penggunaan listrik masih lumayan terkendali, tidak terlalu jauh berbeda sebelum menggunakan alat listrik untuk masak. Minum kopi yang biasanya bisa sampai 20-40 rb percap, saat ini hanya bisa minum nescafe clasik dan kadang-kadang googday, hehehe hanya untuk sesekali saja. belanja onlinepun sangat dibatasi, seperlunya saja dan benar-benar yang dibutuhkan. Disini saya tidak boleh bermegah-megah sementara saya masih punya tanggungan keluarga dan mereka tidak perlu tahu betapa kerasnya hidup disini, yang penting kebetuhan mereka bisa terpenuhi meskipun itupun masih kurang (karena istri biasanya memintah tambahan) namun karena kondisi memang sedang tidak ada, saya harus jujur kalau memang sudah tidak ada, hanya bisa bertahan beberapa hari. Untungnya dalam 2 minggu ini, selama residensi saya sering menjemput teman dan mengantar kembali kebetulan satu jalur, ternyata beliau memberikan uang bensin lebih dari cukup, ini yang cukup membantu dalam hal perjalanan residensi. meskipun sebenarnya saya bilang tidak perlu banyak karena kebetulan jalur dan tujuan serta menuju tempat yang sama. Cara hemat ini, paling tidak bisa membuat bertahan disini dan bisa menjadi pelajaran penting serta tetap survive di perantauan.

Depok,  06.  10.  2024
Pukul  : 13.37

06.10

Hari ini, merupakan hari yang sangat istimewah, tepatnya tahun 2009, menjadi saksi ikrar suci saya dan istri menjadi pasangan sah. Hari ini juga menjadi titik dimulainya saya berperan dan menjalankan tugas sebagai suami. Awal pernikahan yang tidak mudah, karena jarak yang memisahkan begitu jauh, antara dua pulau yang berbeda, saya di Tarakan dan istri di Makassar (sungguhminasa) dan harus dijalan. Tahun-tahun pertama tidak mudah menjalani, dengan kondisi berbeda jarak, masing-masing kesibukannya dan komunikasi yang tetap berjalan dan tidak terlalu insten, banyak masalah dan masih perlu banyak kecocokan yang perlu disamakan, hingga tiba-tiba istri saya menyusul ke Tarakan yang ditemani senior saya di HMI, mungkin sekitar 2 minggu terus istri kembali dan saya masih melakukan bolak balik ke makassar hampir setiap 3 bulan dan pasti berlebaran di Makassar. 2 tahun berikutnya tepatnya bulan 22 september 2011 lahirlah anak pertama kami, kakak zhillan, kehadirannya membuat suasana menjadi berubah dan lebih dekat, namun masih tetap menjalani hidup hidup berjauh-jauhan, dua tahun kemudian pula lahir Rafa, tepatnta 28 Juli 2013 yang menjadi pelengkap karena sudah sepasang. Persis rafa berumur 6 bulan, istri dan kedua anak kami memutuskan untuk tinggal di Tarakan dengan segala konsekuensi, istri harus meninggalkan pekerjaan dan benar-benar menjalani sebagai ibu rumah tangga, dunia yang jauh berbeda ketika masih di Makassar karena selama di Makassar ada keluarga istri, ada mertua yang selalu menemani. disinilah kehidupan kami mulai berjalan utuh sebagai suami istri lengkap dengan kedua anak. di tahun 2014, istri benar-benar memutuskan tidak bekerja sama sekali, setelah beberapa kali mencari peluang kerja dan mencari sekolah yang bisa menampung karena untuk sertifikasi guru, namun tidak ada, dan di tahun 2015 tepatnya tanggal 25 oktober lahirnya atiyah, ini anak benar-benar prosesnya lahir dan tumbuh di Tarakan, walau sempat dititipkan di makassar sekitar 3 bulan namun akhirnya saya kembali menjemput karena sudah bisa dihandle bersama kami. qadarallah, ketika saya sedang menjalani pendidikan S2 di Bandung, 27 Oktober 2017, anak ke-empat kali lahir. Aqilah dengan penuh perjuangan dan menjadi anak satu-satunya yang saya tidak dampingi ketika dilahirkan. Komplit. tahun 2018 istri kembali bekerja di SDIT almustaqim sebagai guru perintis diangkatan pertama. kehidupan berjalan sebagaimana biasanya, ada intrik, ada konflik, ada banyak permasalahan dan alhamdulillah di tahun 2024 ini, istri mendapatkan SK P3K tepatnya di SMPN 1 Tarakan dan sebelum saya menjalani pendidikan saya merenovasi rumah menjadi hunian yang cukup layak, sudah menampakkan rumah sebenarnya walau belum 100%, paling tidak menjadi hunian yang layak. 15 tahun bersama, dengan segala problematika dan tantangannya. semoga bersama hingga akhir hayat. aamiin.

Depok, 6.  10.  2024
Pukul : 13.05

05 Oktober 2024

Rejeki yang tidak diduga-duga

Memang benar, kita tidak perlu khawatir tentang rejeki kita masing-masing, semua sudah diatur Allah subhannah wata'alah sesuai dengan porsinya masing-masing. Inilah yang saya alami, dalam satu bulan terakhir, benar-benar melarat, ikhlas seikhlas-ikhlasnya, bagaimana mempertahankan 50 ribu untuk bertahan beberapa hari. entah bagaimana, mungkin kembali menguatkan iman, pasti jalan yang saya alami ini adalah bagian dari skenario ilahi. Saya harus benar-benar memutar otak agar, tetap bisa makan, agar bensin masih terisi untuk perjalanan ke lokasi residensi. Persis ditanggal penerimaan gaji, rekening saya kembali terisi, namun uang yang tersisa tidak akan bertahan lama, karena setelah saya kalkulasikan, uang yang saya gunakan habis semua untuk keperluan bulanan yang benar-benar sudah mencekik, bahkan saya sudah buat listnya. 60% semua kebutuhan keluarga, pendidikan anak-anak di Tarakan, terus saya harus menutupi pengeluaran lain, saya harus menggantikan uang kontrakan yang saya gunakan untuk menambah uang beli motor second termasuk mencicil utang yang yang pinjam sama rekan. Namun saat itu, saya merasa bahwa kayaknya ada sisi saya yang selama ini hilang, saya tidak melakukan infaq dan sedekah seperti di Tarakan, dengan bismillah saya hubungi teman untuk infaq walau sebenarnya secara hitung-hitungan uang makan saya di disini akan habis lebih awal seperti biasanya. Akhirnya saya TF ke teman. MasyaAllah tidak cukup beberapa hari, ada info transferan masuk, dari kawan dan jumlahnya lebih benar bahkan 10x libat dari uang yang saya infaqkan, masyaAllah, saya tidak berhentinya mengucapkan syukur, dan ternyata bukan hanya hari itu, belakangan ada saja rejeki yang datang tat kala saya lagi habis-habisnya pengeluaran, paling tidak, untuk kebutuhan bulan ini. Ya Allah, terimakasih atas rejeki yang telah Engkau berikan dari sisi-sisi yang tidak terduga-duga, semoga saya tidak lupa dan lalai untuk terus mengifaqkan materi baik dalam keadaan longgar dan sempit. pelajaran penting untuk kedepannya.


Depok, 05.  10.  2024
pukul  : 22.07

01 Oktober 2024

1 Oktober 2024

Halo oktober, uda 9 bulan berlalu, sudah buat apa untuk diri sendiri dan keluarga, sudah siapkan apa untuk kehidupan akhirat? hm... pertanyaan yang akan sulit di jawab. lika liku untuk bisa menjadi survive di tanah rantau untuk pengenyang pendidikan spesialis sudah mulai menunjukkan pasang turunnya semangat. Sempat terlintas akan mengakhiri perjuangan dengan berjelimatnya masalah terutama masalah keluangan, alhamdulillah ada saja solusinya.  Perhari ini saya sudah 6 pekan di depok, dan begitu banyak cerita yang terlewati entah itu berkaitan dengan perjalanan residensi maupun nasib kehabisan uang, harus bertahan dengan uang 50 rb untuk beberapa hari, harus memutar otak, alhamdulillah ada saja rejeki dari arah yang tidak diduga walau jumlahnya tidak banyak namun bisa sedikit mengganjal isi perut untuk beberapa hari. kalau dibilang ini real ujian kesabaran, sampai batas hingga saya tidak bisa berbuat banyak, namun kesedihan itu sedikit tertutupi dengan bantuan orang-orang baik di sekeliling saya. Kedepannya kesibukan akan segera dimulai, begitu banyak yang harus dikerjakan. tetap optimis menjalani hari-hari yang sangat melelahkan, terus berjuang. dan terus belajar dari teman-teman residensi.

Depok, 01.  10.  2024
Pukul  : 19.00