sulit untuk menebak kehidupan yang kita jalani.. terkadang apa yang direncanakan tak kunjung juga datang, malah yang datang hal slama ini kita hindari bahkan tidak diinginkan. sekalipun hidup ini adalah hasil usaha kita, namun seberapa besar apa yang kita jalankan adalah wujud dari harapan kita.. Kita membutuhkan asa, ia bisa membangkitkan kita juga mengarahkan langkah kita dalam mengarungi kehidupan yang kita jalani sekarang dan yang akan datang
08 Juni 2026
06 Juni 2026
Ribut Kembali dari Pemahaman agama
"Allah yang menjamin rizqimu saat dollar 6000, Allah juga yang menjamin rizqimu saat dollar 18.000. Yakinlah Rizkimu tidak akan pernah diambil orang atau salah ya ikhwah..."
sontak untasan tersebut menjadi viral di kalangan pengguna thread kemarin, namun saya baru menemukan sore ini. setelah mencari lebih tahu siapa yang menuliskan ini karena beberapa postingan menutup pemilik akun yang pertama kali menulis. Banyak yang menyayangkan tulisan tersebut seolah-olah membenarkan apa yang sedang terjadi ketika nilai tukar rupiah sedang melemah, ditengah kondisi ekonomi sedang tidak baik baik saja. memang bagi sebagian saudara kita yang memegang teguh sunnah, khususnya setika jaman nabi, sahabat dan tabi dan tabiin, permasalahan politik dan ekonomi yang berkaitan dengan pemerintah cenderung "diam" dan lebih memilih untuk bersabar bila dibandingkan dengan ribut-ribut di sosmed, bagi mereka, pemimpin itu adalah cerminan rakyatnya, bagi mereka kita tidak boleh menjelek-jelekkan pemimpin, jika ada yang kurang berkenan silakan disampaikan secara tertutup. Bagi mereka selama pemimpin itu masih memberikan kita kebebasan untuk kita beribadah dan mesjid ada dimana-mana, maka kita berhak mendoakan yang baik- baik bagi pemimpin. Beberapa kalangan menilai pandangan tersebut tidak salah namun tidak tepat jika dikondisikan saat ini, dimana kondisi negara dan pemerintah tidak sedang baik baik saja, masih ada nepotisme, korupsi, pembuatan keputusan yang menguntungkan segelintir orang. hingga ada menganggap ini negara sedang tidak baik baik saja jika kita hanya diam dan tidak melayangkan protes. Peran di sosial media semakin berkecambuk, yang memegang prinsip mereka akan mendapatkan pahala kita sudah banyak yang menghina atau memprotes dan mereka apa yang disampaikan hal yang benar meskipun dari sudut pandang yang lain, dianggap sebagai hal yang tidak bijak. memang untuk hal hal yang berkaitan dengan politik dan ekonomi yang berkaitan dengan pemerintah, pandangan yang sangat tawadduh itu masih kurang pas untuk dijadikan pandangan untuk kondisi indonesia yang menganut sistem demokrasi, karena ketika kita diam membiarkan kedzaliman berarti kita menjadi bagian dari kedaliman tersebut. Sebenarnya jika ustad ustad itu lebih hat-hati seperti salah satu ustad sunnah yang sangat bijak dalam menentukan materi ceramahnya yang tidak mau memberikan statement yang berkaitan kebijakan yang diambil pemerintah. wallahualam biswahab
Tarakan, 06. 06. 2026
Pukul : 18.13