Di penghujung November 2019, saya kembali menulis tentang lika liku pertemanan, sebenarnya bagian ini sudah sempat dibahas sepintas di beberapa part sebelumnya namun belum begitu mendalam dan detail, inspirasi menulis ini tidak lain karena adanya kejadian baru saja. Mendapatkan teman tiba-tiba "dingin" dalam obrolan, ada dalam dunia maya dan ada juga dalam dunia nyata. pastinya kita akan bertanya dalam diri. Ada apa dengan teman yang berubah sikap tidak seperti biasanya, menanggapi seadanya, jika ada penyebab yang bisa diduga sebelumnya mungkin kita tidak akan terheran atau terkejut dengan perubahan tersebut namun jika tiba-tiba berubah pastilah menimbulkan tanda tanya. apakah ada yang salah dengan obrolan sebelumnya, apakah dia sedang bermasalah dengan saya? apakah dia bermasalah dengan keluarganya? tempat kerjanya? ataukah dia mendengarkan atau mendapatkan informasi tentang kita yang belum terkonfirmasi kebenarannya!! entah siapa yang bisa menjawab semua ini? berharap segera ada klarifikasi, entah kapan itu sehingga tidak ada salah persepsi bila itu ada kaitannya dengan diri kita sendiri. kejadian seperti ini buka satu dua kali, namun beberapa kali, ada yang berkahir dengan terputusnya komunikasi dan silaturahmi, ini biasanya karena salah paham, dan ada yang tetap terjalin komunikasi hingga saat ini karena saat itu lebih kemasalah pribadi dengan keluarga atau pekerjaan teman.
Sedikit cerita untuk kejadian terakhir ini, ada teman sudah sangat dekat, bahkan sudah sepertu saudara sendiri, dalam tiga bulan terakhir begitu intens komunikasi, hampir tidak ada hari yang terlewatkan tanpa saling menyapa, saling mendoakan dan saling mensupport. bahkan ada beberapa masalah bisa terselesaikan dengan saling memberi masukan, namun dalam beberapa hari terakhir, saya melihat beberapa kali teman ini memasang story kayak lagi ada masalah rumit, sebenarnya tidak ingin masuk ke ranah itu karena teman tidak bercerita secara detail, kayaknya benar-benar masalah serius, mungkin hanya sebatas itu keingintahuan saya dan saya tidak akan memaksa untuk mengetahui lebih jauh, dan mencoba untuk memancing dengan menyapa seperti biasa dan tanggapannya begitu dingin, tidak seperti biasanya dan saya tidak menghubungi 2-3 hari, dan begitu mencoba menyapa lagi-lagi masih dingin. kayaknya memang ada masalah di sana semoga itu tidak ada kaitannya dengan saya karena kalo ada pastinya akan dikasih tahu dan masalahnya bisa clear, semoga teman ini segera keluar dari masalah yang ada dan bisa kembali seperti biasanya walaupun obrolan saya tidak intens seperti dulu paling tidak masih tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi
kedua, cerita tentang teman di Tarakan, memang sic kenalnya melalui aplikasi chatting sempat begitu instens komunikasi, kebetulan teman satu kantor dia adalah teman jogging dan saat lagi nonton bola di kantor teman ini (kebetulan lagi piket) dan saya sempat ngobrol sama teman kalo saya sering obrolan chatting sama salah satu yang kerja di tempat ini, dan ternyata teman ini bilang, orangnya lagi ada dan akhirnya kami ketemu. hehehe. dan sempat kembali komunikasi. selang beberapa lama, makin kesininya nampaknya aplikasi chatting teman ini mengganti ID, ketika di add, kayaknya responnya sudah tidak seperti dulu, sempat terlintas apa ada yang salah dengan obrolan saya ataukah mungkin salah satu efek dari dunia maya itu adalah banyak "godaan" hingga membuat penggunanya tidak nyaman. sampai saat ini juga setelah kurang lebih 4 tahunan kenal, sekarang hanya bisa lihat dari kejauhan, kalo kebetulan berpapasan saya hanya berbalas senyum dan dalam hati bertanya apakah beliau ini masih ingat dengan saya atau bagaimana? hehehe (biar tidak ge'er) karena setelah ketemu di kantornya sudah tidak pernah lagi ngobrol, paling-paling berpapasan di jalan. dan teman yang satu kerja dengan dia sudah pindah tugas.
Adapula teman ngobrol, sudah sempat ketemu dan kebetulan saya lagi ada tugas di Medan, sekalian ada niat mau main ke Aceh, niat yang begitu lama terpendam sejak adanya tsunami, teman inipun memperkenalkan dengan keluarganya sempat diajak dalam kegiatan keluarga dan ditemani ke aceh bersama istri beliau. beberapa tahun obrolan berjalan lancar, hingga suatu waktu saat saya menghubungi dan ada respon yang tidak biasa, agak dingin dan makin lama membalas chat. saya nanya baik-baik katanya tidak ada masalah, namun kesininya makin penasaran, apalagi menanyakan tentang keluarga,. mungkin tidak akan dibahas di sini, dan memang dia lagi punya masalah dan baru jujur bicara setelah sekian lama, sebagai teman hanya bisa memberi support dan mendoakan agar teman ini bisa keluar dan mendapatkan solusi terbaik dalam masalahnya.
Adapula teman ngobrol, sudah sempat ketemu dan kebetulan saya lagi ada tugas di Medan, sekalian ada niat mau main ke Aceh, niat yang begitu lama terpendam sejak adanya tsunami, teman inipun memperkenalkan dengan keluarganya sempat diajak dalam kegiatan keluarga dan ditemani ke aceh bersama istri beliau. beberapa tahun obrolan berjalan lancar, hingga suatu waktu saat saya menghubungi dan ada respon yang tidak biasa, agak dingin dan makin lama membalas chat. saya nanya baik-baik katanya tidak ada masalah, namun kesininya makin penasaran, apalagi menanyakan tentang keluarga,. mungkin tidak akan dibahas di sini, dan memang dia lagi punya masalah dan baru jujur bicara setelah sekian lama, sebagai teman hanya bisa memberi support dan mendoakan agar teman ini bisa keluar dan mendapatkan solusi terbaik dalam masalahnya.
Beberapa cerita tentang teman, sudah sempat disinggung dalam part part sebelumnya apalagi selama di Bandung, hehehe langsung kontak diblokir sama 3 teman di bandung hehehe.. ambil positifnya. Jika dilihat kembali filosopfi dalam berteman adalah karena ada kesamaan dan kecocokan dalam beberapa hal dan berharap akan memberikan dampak positif, sekalipun kita sudah berniat menjalin silaturahmi dan menjaga komunikasi namun semuanya dikembalikan sama teman kita sendiri, kita tidak bisa memaksakan kondisinya dan menjadi masukan untuk diri kita sendiri,jangan-jangan kita juga memberikan hal yang sama dengan teman kita. memang sebelumnya saya pernah bahkan pernah diingatkan sama teman kenapa tiba-tiba berubah? berkaca sama teman itu ada faktor yang kurang menyenangkan, misalnya teman ini sering minjam uang dan lupa mengembalikan, belum mengembalikan sudah minta lagi hehehe, ini namanya tidak tahu diri, atau misalnya kita menjadi berubah pandangan sama teman kita karena kita menilai teman ini memiliki niat atau tindakan kurang baik untuk diri kita, tidak tahu tempat ngobrol langsung ngajak ngobrol padahal situasinya kita lagi sibuk kerja, atau bahkan kita mendengarkan langsung atau menilai teman kita tidak baik dengan kita,tanpa dia sadari apa yang dia katakan apa yang dia lakukan menyakiti hati kita dan sudah sering menjadi membekas tapi orangnya tidak sadar akan itu, jadi untuk menghindari kita antisipasi untuk tidak terlalu dekat, hanya ngobrol seperlunya saya dan menjagaprofesionalisme
Semua kembali lagi sama diri kita, menjaga silaturahmi dapat membawa rejeki dan memperpanjang umur, niat kta sudah baik namun bila tidak mendapatkan respon baik maka jangan berkecil hati. :) insyaAllah masih banyak orang atau teman yang bisa memberikan faedah buat kita dan juga buat teman terutam teman dalam mengingatkan dalam kebaikan.. wallahu'alam..
Tarakan. 30 /11/2019
Pukul 7.13 malam