Menjadi orang yang ga enakan itu memang sulit, harus mendahulukan emosi dan rasa senang orang lain dengan mengorbankan diri kita. secara literatur AI, orang yang mengalami ini lebih karena kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan validasi dan pengalaman di masa lalu. Perasaan cemas akan keterlanjutan hubungan menjadi salah satu alasan pemicunya, takut konflik, takut mengalami penolakan dan merasa harus bertanggungjawab dengan perasaan orang lain. dan dari sebagian ini adalah yang saya rasakan saat ini. sedih, alhamdulillahnya saya memncoba untuk pelan-pelan menghilangkan. sejak bekerja di Tarakan, saya hampir diperhadapkan dengan kondisi ini, saat bergabung dengan komunitas juga sering diperhadapkan ini. Dulu saya menyebutkan, menjadi lilin dalam pekerjaan, selalu menyinari meskipun harus menderita. Saya dihadapkan dengan hal hal ini selama ini, ketika saya akan mengambil keputusan tegas pasti akan dilema, apa harus tetap maju atau memilih meninggalkan demi kesenangan / orang lain. Fun fact nya, selama 3 minggu di Pare, saya bersebelahan duduk dengan teman yang baru selesai S1 psikologi, ada moment yang saya bilang, wa ga enak ini, karena terkesan saya lebih mengutaman diri sendiri, teman ini ngomonr, sir jangan jadi orang ga enakan, lantas saya bilang pleasure people ya dan dia luruskan people pleaser. Kemarin saya sempat kembali berkomunikasi dengan teman ini, saya ceritakan bahwa saya baru saya mengatakan untuk tidak jadi menepati janji dengan teman hanya karena alasan saya diawal ketika buat janji "ga enak" saya sadar untuk bertemu itu tidak mudah apalagi dia menyampaikan hotel dia nginap cukup jauh sementara saya sudah ada janji sama anak-anak untuk bertemu malam ini. tapi perasaan ga enak itu sangat besar, sehingga saya harus memutuskan dan menyampaikan kepada teman permohonan maaf karena saya harus benar-benar harus balik ke pare. teman sic easy going aja, sayanya yang ga enak sampe merasa bersalah. paling tidak saya sudah belajar untuk tidak merasa harus bertanggungjawab dengan perasaan orang lain dalam perkara seperti ini. saya bilah keteman yang tadi, meskipun ga enak tapi harus disampaikan. Tadi pagfi ketika berbincang dengan teman secara tidak sadar saya mengidentifikasi permasalahan saya dengan temapt kerja, lebih banyak " ya ga enak" padahal bisa jadi teman kerja ini tidak pernah memikirkan itu dan merasa baik baik saja atau ada yang membuat kita merasa bersalah dan harus mertanggungjawab dengan masalah yang ada, tidak tahu diri., tidak tahu berterimakasih, padahal kurang apa lagi bekerja sudah hampir 18 tahun. bismillah, perasaan seperti ini harus diidentifikasi karena jangan sampai merugikan diri kita sendiri dan orang lain menikmatik dan mengontrol diri kita agar bisa mengikuti apa yang dia mauhik :(
Pare Kediri, 23. 10. 2025
Pukul : 09.09