25 Mei 2025

Planning 3 Bulan Kedepan

Belum lagi selesai residensi di sini, saya sudah membuat beberapa planning alternatif untuk dijalankan selama 3 bulan ke depan. Insyaallah akhir bulan 6 nanti menjadi bagian akhir dari residensi dan semoga bisa lulus melewati beberapa tahapan. pertanyaannya kemudian, apa yang harus saya lakukan ketika residensi berakhir? apakah saya langsung balik ke Tarakan atau kembali mengikuti kursus untuk mendapatkan nilai toefl uuntuk mendaftar LPDP. Planning A sudah tidak berlalu lagi ketika saya berencana jika saya mendapatkan pendanaan penelitian saya segera balik ke Tarakan begitu selesai event Pocari 2025, ternyata sudah keluar pengumamannya dan saya ke planning B. Rencananya saya akan kembali ke kampung inggris di awal bulan 7 atau 8 atau sekalian bulan 9 setelah wisuda, namun pertanyaan kemudian apa yang harus saya lakukan di bulan-bulan itu. Jika saya balik ke Tarakanpun, tidak ada kegiatan yang bisa saya lakukan karena seluruh kegiatan di kampus sudah dibuat jauh-jauh hari dan saya tidak masuk bagian dari kegiatan itu karena memang status saya sedang berada di luar Tarakan, yang pasti saya harus memprioritaskan kegiatan saya disini karena bulan 6 nanti menjadi penentu apakah saya layak menyandang gelar spesialis keperawatan komunitas. makanya solusinya balik ke kampus inggris untuk kembali belajar dan target utama saya selain toefl adalah speaking karena besarnya keinginan diri saya untuk berbicara di konferensi internasional. Planning C, saya balik ke Tarakan setelah wisuda dan akan balik kembali ke jakarta bulan 10, namun konsekuensinya saya harus bentrok-bentrokan kembali dengan jadwal mengajar karena sudah mulai aktif mengajar dan paling aman kembali itu bulan 11 karena ada agenda untuk ikut borobudor marathon dan siksorogo yang waktunya berdekatan. Nah ini kembali harus saya pertimbangkan dan memang Plan B dan C paling aman. Intinya untuk bulan 6 ke depan saya harus fokus dengan persiapan ujian dan rencana mengikuti seleksi doktoral.bismillah semoga dilancarkan. aamiin

Depok. 25.  05.  2025
Pukul : 19.00

Tarik Menarik

Ada hal yang menjadi pelajaran penting, ketika saya berurusan dengan beberapa kawan, akan ada efek domino yang terjadi. Awalnya hanya menyapa kemudian berbasa basi membahas apa saja, awalnya merasa ini hanya sekedar menyapa namun pada akhirnya keterusan ngobrol, menjadi penasaran dengan aktivitas teman lalu dilanjutkan ngobrol kesana kemana dan anehnya ini berdampak pada diri saya. Saya kehilangan kontrol diri untuk bermain handphone dan mengabaikan beberapa hal penting. Ini menjadi berat tat kala hati yang bimbang, lagi memikirkan hal-hal yang diluar prediksi atau pas lagi ada masalah kecil ke dalam diri sendiri. Akhirnya dogaan demi godaan datang berseliuran, jatuh dalam lubang yang sama lagi. Untungnya diri ini begitu cepat sadar. memang efek domino ini sangat terasa, yang diawal dianggap hanya mampir sejenak malah keterusan. Ada hal yang selalu dibuat penasaran walau sebenarnya tidak substansif banget hanya sekedar kepo dan penasaran belaka. Inilah lika liku hidup, semoga tidak terlalu terlibat dan terjebak dalam gurita kehidupan yang gelap, menutup cahaya keimanan hanya karena keegoisan diri yang tak terbendung. naudzubillah.

Depok, 25.  05.  2025
Pukul  : 17.51

24 Mei 2025

Jangan Menyerah

Akhirnya keluar juga pengumuman pendanaan penelitian dosen pemula tahun 2025 yang sudah ditunggu-tunggu dalam dua minggu terakhir dan dinyatakan belum didanai. spontan berpikir ini belum rejeki dan nanti dicoba kembali diperiode berikutnya. Mungkin ini proposal yang ketiga kalinya ditolak dari 4 yang diajukan. malah yang pertama itu langsung diterima. Saya mencoba mengingat kembali kenapa bisa gagal untuk ajuan ketiga kalinya ini. Bisa dimasalah metode, bisa diurgensi dari penelitian ini diajukan. memang belum menjadi perhatian karena sangat sederhana dan menjadi bagian dari topik residensi yang saya jalankan. Mungkin karena terpacu dengan skema sebagai dosen pemula sehingga effort dari yang diajukan ini terbilang sederhana, bisa jadi seperti itu. memang saya sadari ini project ini membutuhkan langkah analisa yang cukup kompleks sebagai outputnya. Entah permasalahan yang diangkat sangat sederhana atau belum menjadi pusat perhatian saat ini dan tentunya belum memberikan implikasi yang benar. Masalah game online pada remaja hingga menimbulkan masalah psikososial. Mungkin saya perlu mengembangkan lebih detail lagi. Melihat pengumuman ini, rasa-rasanya merasa gagal kembali dan terbayang bagaimana kegagalan demi kegagalan yang saya alami hingga menjadi trauma dan melabel diri sendiri sebagai orang yang tidak pantas. Alhamdulillahnya langsung tersadarkan bahwa setiap moment yang kita jalani ini menjadi pembelajaran. Gagal menjadi hal yang biasa, bukan berarti kita gagal menjadi manusia.belajar dan terus belajar apa yang harus dibenahi, jangan membandingkan diri kita dengan keberhasilan orang lain karena setiap orang memiliki rejeki dan jalannya masing-masing. Kita perlu banyak belajar dan menilai apa dan kembal memperkaya wawasan dan perspektif, jika masih gagal di jalan yang satu mungkin kita bisa mencoba di jalan yang lain. terus mencoba, karena kita tidak pernah tahu usaha yang keberapa akan berhasil dan menjadi rejeki kita. Jangan pernah mundur dan berhenti untuk kembali mencoba. Ingatlah bahwa ikhtiar itu menjadi yang utama dan masalah hasil, sisa kembalikan kepada  Sang Khaliq. Pelajari dan terus belajar.

Depok, 24.  05.  2025
Pukul : 17.30

22 Mei 2025

Menerima Sepenuh Hati

Siapa sic yang nyaman dipanggil dengan sapaan-sapaan yang konotasi negatif, kenapa harus menyampaikan itu padahal kita merasa kurang nyaman dengan sapaan itu, walaupun konteksnya bercanda namun sapaan negatif itu sangat membuat hati tercabit-cabit. Jujurly awalnya sangat tidak nyaman, apalagi itu panggilan yang berkaitan dengan fisik "gendut" "botak" "kurus" "rakus" bagi yang melontarkan itu tidak pernah mau tahu bagaimana rasa tidak nyaman ketika mendengar, kenapa harus memilih kata yang itu bukan kah masih ada kata yang lebih positif lagi. Mungkin karena latar belakang si teman atau orang yang menyapa itu yang tidak terlalu peduli dengan perasaan orang lain, prinsip mereka "bodoh amat". namun tanpa sadar itu sudah membawa luka bathin. Karena tidak ingin perpanjang masalah, pertahanan ego yang masih bisa dikendalikan, selama saya masih bisa memahami diri dan bisa dengan berbesar hati mendengarkan kata-kata itu dan berdoa untuk dilembutkan hati, asal bukan saya biarlah mereka yang menanggung dosa yang terselebung dengan kata canda, kalau dibilang, ada hukum tabur bui, apa yang orang lakukan dia akan mendapatkan positif atau negatifnya. untung sudah bisa menerima penih hati dan semoga bukan menjadi trauma bagi saya.

Depok, 22. 05.  2025
Pukul : 22.46

21 Mei 2025

Tidak Semua Menerima Kebaikan

Baru belajar beberapa minggu belakangan ini, ketika kita berinteraksi dengan teman2, ketika menawarkan kebaikan dan menurut kita membantunya ternyata belum tentu diterima dengan baik bahkan sebaliknya kita dianggap ikut campur.. hehe mungkin saya bisa lebih paham kondisi orang, mungkin saya harus lebih menahan keinginan membantu, mungkin akan lebih melihat siapa orang yang dibantu. Ya sudahlah, lebih selektif dan tidak sembarangan kita menawarkan kebaikan. Mungkin ada yang lebih membutuhkan lagi dna bisa jadi juga bukan moment yang tepat untuk memberi bantuan. Dan sebagai catatan, mungkin kedepannya, saya cukup menantikan atau ditanya ketika ada yang minta tolong, cukup kepada teman-teman yang benar-benar sudah kenal dan sudah tahu alasan kenapa kita harus memberikan pertolongan dan kita mendapatkan feedback yang baik-baik saja tanpa candaan tanpa penolakan atau tanpa bahasa yang cukup "kasar" meskipun karena pengaruh budaya dan latar belakang


Depok, 21.  05.  2025
Pukul : 13.39

18 Mei 2025

Tabiat Menyalahkan Orang Lain

Sore tadi, ketika menunggu iqomah di mesjid, sempat terlintas, kenapa kita dengan mudahnya menyalahkan orang lain tanpa melihat ke dalam diri kita. Mungkin lebih kearah mempertahankan ego, tanpa berpikir panjang, mungkin bisa jadi ada salah dengan cara berpikir atau memandang situasi. Apalagi jika kita diperhadapkan dengan orang yang secara personal punya masalah dengan diri kita, langsung tanpa filter, itu memang salah dia. Memang sudah menjadi tabiat manusia untuk bertahan dalam situasi dan kondisi yang mengancam, cara yang kita lakukan adalah membela dan mempertahankan persepsi diri. Mungkin kia perlu menurunkan ritme berpikir cepat, sambil menimbang-nimbang, bisa jadi yang salah adalah diri saya. Untuk masalah-masalah tertentu, counter itu menjadi berat, karena otak kita tidak bisa diajak berpikir keras sudah terlalu terbelenggu emosi dan ego. Memang manusia tidak ada yang sempurna, namun filtering dan kemampuan kita mengobrol diri jauh lebih penting, sebelum mengeluarkan pandangan tentang sebuah kondisi atau situasi. Intinya jangan cepat bereaksi dan mengambil kesimpulan, pelan-pelan saja, ego dan emosi kita kendalikan, otak memang rasional namun alam kondisi tertentu kita perlu mengandalkan emosi atau ego yang terkontrol. jauh-jauhlah tabiat menyalahkan orang lain dengan lebih banyak mengintropeksi diri sendiri.

Depok, 18.  05.  2025
Pukul , 22.52 

17 Mei 2025

Biar Saya Tanggung, Asal Jangan keluarga

Ini menjadi penyemangat dalam menjalani pendidikan dan target-target hidup dengan segala konsekuensi bahwa saya kekurangan pendapatan tambahan dan disaat berharap mendapat support dari tempat kerja yang ada menimbulkan kekecewaan. Entah harus memutar otak seperti apa lagi, untuk bisa menopang keperluan finansial disini. Namun sesulit apapun, kewajiban untuk memberikan nafkah dalam bentuk transferan harus tetap dilakukan. tidak hanya itu kewajiban lain seperti membayar spp anak-anak, total perbulannya 1.5 jt, biaya listrik dan lampu di rumah. Saya sudah mencoba menghemat ini dan itu, memasak sendiri namun lauk beli sudah jadi, masih saja belum menutupi kebutuhan harian, saya harus memutar otak kembali. Meskipun beratnya kehidupan yang saya jalani disini, tidak membuat saya harus mengorbankan keperluan anak-anak, biarlah derita dan susahnya hidup di Jakarta ini sebagai beban yang harus saya tanggung, meskipun saya disini harus bersusah payah tidak hanya masalah tugas dan tuntutan kampus namun untuk urusan isi perut semoga keluarga saya tidak merasakan seperti yang saya rasakan saat ini



Depok, 17.  05.  2025
Pukul :  17.47 

16 Mei 2025

Dilema Bulanan

Lagi-lagi dan lagi, masih sekitar 10 hari menjelang gajian, kantong sudah jebol dan untuk bisa memenuhi kebetuhan harian masih bingung dan harus berpikir keras kepada siapa lagi saya harus mengirimkan pesan dan entah harus berucap dan berkata-kata seperti apalagi. rasa-rasanya berat untuk kembali dilakukan namun saya tetap membutuhkan untuk menyokong dalam 10 hari kedepan. Semoga bulan depan segera berakhir hal ini lagi. cukup sudah bulan demi bulan saya lakukan di Depok-jakarta harus ada drama-drama seperti ini. Sebenarnya untuk sokongan beras masih ada hingga 3 minggu ke depan, namun untuk keperluan lain masih harus kembali dipikirkan. Sebenarnya dari teman-teman tidak mempermasalahkan ini, saya saja yang rasa-rasanya tak pantas harus seperti ini terus setiap bulan. semoga ini segera berakhir dan sudah cukup sdh seperti ini. Semoga besok, saya diberi kekuatan untuk kembali mengirimkan pesan untuk mencari pinjaman kembali :(

Depok, 16.  05.  2025
Pukul : 22.59

15 Mei 2025

Berjumpa teman di Jakarta

Dua hari ini saya berjumpa teman dari Tarakan-Kaltara di Jakarta dan moment ini terbilang sangat dinantikan apalagi teman komunitas lari di Tarakan. dan yang menjadi expektasi bagi saya adalah beliau-beliau yang menghubungi duluan. dan ini kali ketiga dan kalau boleh jujur, kalau dibilang dekat-dekat amant ga juga, tetapi masih dalam 1 komunitas, masih suka ngobrol dan bertegur sapa jika bertemu di Tarakan. Saya teringat beberapa pekan lalu, ketika ada teman yang terbilang sangat dekat, saya yang sudah excited untuk bertemu mereka dan duluan menyapa, malah tiba-tiba ditanya sudah kembali ke tarakan, bukan dia yang kabari duluan malah saya berinisiatif bertanya. mungkin mereka sangat sibuk sehingga mengirim kabar ke kita bukan prioritas utama :( berbeda dengan yang sudah-sudah, alhamdulillah mereka mengabari duluan dan mengajak lari bareng, senangnya luar biasa. Bagi saya sesibuk apapun, akan tetap diupayakan untuk tetap bertemu, ini menjadi energi tersendiri buat saya,  namanya kita di jakarta, kota dengan segala hiruk pikuk, untuk mendapatkan teman baru yang benar-benar dekat itu sangat langkah dan tidak mudah tentunya. semoga dengan silaturahmi terjaga dapat memperpanjang umur. aamiin



Jakarta, 15. 05. 2025
Pukul  :  21.28

Ayyaumil bidh Zulqodah

Alhamdulillah, menyelesaikan puasa 3 hari di pertengahan bulan.. yang hampir saja terlewatkan. Starnya ditinggal 14 yang seharusnya dimulai tgl 13.. alhamdulillah masih memungkinkan untuk tetap berpuasa hingga tanggal 16 dan alhamdulillah bisa lanjut puasa kamis sebagai penutup. Saya berprinsip, jika memang tidak ada halangan yang berarti bukan karena malas atau tidak mau, sudah tidak ada alasan untuk tidak menjalankan ibadah tersebut terlebih ini salah satu bulan harram, 

Jakarta, 15. 05. 2025
Pukul : 21.15

12 Mei 2025

1 Bulan tanpa IG

15 April malam lalu, saya memutuskan untuk menginstall instagram karena alasan ingin fokus menyelesaikan tugas-tugas residensi. ternyata efeknya cukup besar. Saya tidak terlalu terbawa arus untuk mengekuti atau mengepoin story teman-teman. Bahkan beberapa hari yang lalu, saya terkagetkan rupanya beberapa teman komunitas lari trail tarakan sudah ada di Bali. Ada positif dan mencoba menghindari yang negatifnya. Positifnya screentime saya menggunakan sosmed menjadi berkurang sama sekali, ini cukup berdampak kediri saya yang tidak terlalu dipusingkan dengan hal-hal yang diposting teman-teman di IG, negatifnya mungkin agak merenggang silaturahmi saya dengan beberapa teman dekat, namun ini lebih baik lagi karena saya mengurangi mendistraksi pikiran dan perhatian saya. Meskipun saya masih memegang akun instagram organisasi profesi sehingga saya benar-benar harus membuka dan lagi-lagi menjadi keenakan, untungnya ini  jarang-jarang dan berharap kedepannya tidak tergiur kembali. Ada hal yang kadang saya bersumbunyi dibalik akun akun fake yang duku pernah saya buat dan kali ini benar-benar saya harus mengontrol diri. Ternyata hidup tanpa terikat dengan sosial media sangat semenyenangkan itu. Jujurly pikiran lebih fresh dan tidak banyak over thinking, semoga ini bisa dipertahankan, dan kedepannya menggunakan sosial media seperlunya saja.

Depok, 12.  05.  2025
Pukul : 07.07 

Bismillah, memulai mengerjakan tugas-tugas

alhamdulillah, sudah mulai menemukan pola dalam mengerjakan tugas-tugas residensi. Selama ini menjadi kendala adalah saya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan lain sehingga sulit sekali meluangkan waktu sementara laporan demi laporan sudah menunggu. Saya perlahan-lahan menyusun kalimat demi kalimat yang menyampaikan apa yang harus dilaporkan. Saya sadari saya begitu ketinggalan dengan rekan-rekan yang lain, yang sudah lebih duluan konsul bab 2 sementara saya baru saja mengerjakan sekitar 45%. Mudah-mudahan bisa selesai sore hingga dan saya bisa lanjut untuk Bab 3 yang rencananya akan dituntaskan paling lambat kamis pagi dan alngkah baiknya jika dituntaskan rabu siang yang bertepatan jadwal supervioner ke lapangan dan besar kemungkinan akan ketemu. Alhamdulillah nya lagi keinginan kuat untuk menyelesaikan ini semua begitu besar mengingat deadline pengerjaannya hingga awal bulan depan. Kegiatan supervisi di lapangan sudah selesai, sisa melengkapi hal-hal yang berkaitan dengan model pendekatan yang saya gunakan dalam menyelesaikan problem yang saya angkat. Kebetulan ada dua hari cuti bersama yang bisa saya manfaatkan untuk kembali mengejar ketinggalan. bismillah semoga dimudahkan dan dilancarkan hingga laporan bisa selesai sesuai target waktu. aamiin

Depok, 12.  05.  2025
Pukul : 06.54

06 Mei 2025

Prioritaskan Diri Sendiri

Ini bukan mengenai egoisme, namun ini lebih ke bagaimana kita menjadi diri sendiri dan memprioritaskan diri sendiri. Mungkin selama ini saya, terlalu banyak mengorbankan diri sendiri demi orang lain. Memang benar, bahwa dulu saya begitu sering memprioritaskan orang lain dan ketika orang-orang itu tidak sepenuhnya mensupport ke kita, begitu dropnya saya melihat itu dan semakin saya sadar bahwa saya tidak harus begitu besar melakukan sesuatu pada orang lain atau tempat kerja. Hal ini makin menyadarkan saya ketika dalam beberapa hari terakhir ini saya suka sekali mengikuti podcast mengenai mengenal diri sendiri bahkan ada ungkapan jangan sampai kita belum tuntas dengan diri kita sendiri. Ini pertanyaan yang sulit dijawab dengan tergesah-gesah, perlu perenungan untuk bisa mengenai diri, apa yang sebenarnya yang kita inginkan (cita-citakan), perlu mengenali diri kita yang otentik, apa adanya, dan kemudian berproses untuk mendekati diri yang ideal (versi terbaiknya). Sebelum orang lain mengenali dan menilai diri kita, kita yang terlebih dulu mengenali diri kita sendiri. Apa harapan kita, apa yang kita suka dan tidak suka, bagaimana proses perjalanan hidup kita hingga menjadi seperti saat ini, apakah kita sudah memaafkan diri kita yang lalu yang membuat masalah pada diri kita yang saat ini. Kita perlu mengenali emosi diri kita sendiri, apa saat ini sedang sedih, senang, cemas. Bagaimana juga kita memahami dan mengenali emosi orang lain agar kita tidak terjerat dan masuk ke dalam jebakan emosi dia. Prioritas kan diri, karena begitu banyak hal yang harus dicapai dan diimpikan.

Depok, 06.  05.  2025
Pukul : 22.04

05 Mei 2025

Rejeki Takkan Lari Kemana

Cerita tadi siang, benar-benar diluar dugaan. Begini ceritanya. Saya bersama teman sudah beberapa kali merencanakan ujian dan tadi itu yang ke-4 kalinya namun pagi hari kami mendapatkan jika perawat yang akan bersama kami kunjungan rumah tiba-tiba ada urusan mengantarkan rujukan pasien balita ke rumah sakit dan ini menjadi yang ke-4 kalinya sejak kami kontrak untuk melakukan supervisi kunjungan rumah sebagai tindak lanjut dari program yang kami tawarkan. Yang pertama, pas bertepatan dengan supervisi teman sehingga tidak memungkinkan dilakukan bersamaan karena tenaga perawat yang kurang, kontrak kedua, tiba-tiba perawat tidak bisa karena ada kegiatan pendampingan siswa SMK kesehatan yang terakhir praktik. Kontrak ketiga : tiba-tiba perawatnya berhalangan masuk kerja karena sudah mengajukan cuti. Tadi pagi ketika kami sudah kontrak diawal, seperti biasa kami disampaikan oleh teman yang jaga pagi di puskesmas jika perawatnya masih merujuk pasien :(. Saya mendiskusikan dengan temanb, kira-kira solusinya seperti apa, jika belajar dari 3 pengalam sebelumnya mungkin karena kita menyesuaikan waktu dosen sehingga petugas puskesmas juga ikut menyesuaikan, saya katakan bagaimana kita balik, kita yang menyesuaikan waktu mereka, jika sempat kabari. Tadi juga kami bertemu dan menyampaikan itu kurang jam 12 siang dan kami pamit, saya langsung ke mesjid untuk shalat dzuhur berjamaah. Beres shalat, saya menuju sekolah yang teman lagi supervisi, sambil bantu-bantu sekitar jam 1 siang lewat, saya telpon rekan satu kelompok, menyampaikan jika perawatnya sudah pulang dan memungkin untuk lakukan kunjungan rumah di jam 2 siang sebentar. sontak teman langsung menghubungi keluarga balita yang akan datangi dan terakhir menghubungi dosen yang jadwal bimbingannya siang tadi dan alhamdulillah semua acc. benar-benar tidak diduga-duga, ketika kita sudah sangat effort ternyata kita tidak mendapatkan apa yang seharusnya, sikap kita yang tertama, tarik napas dan hembuskan perlahan, sabar atas kondisi ini. Alhamdulillah, memang sudah rejekinya yang akan bertemu sang empuhnya bukan atas kendali orang lain.Teman sekelompok menyampaikan "memang sudah rejeki kita hari ini ") dia tidak akan kemana


Depok,  05.  05.  2025
Pukul  : 20.32

Khatam Qur'an, Sisa Bacaan Ramadhan

Alhamdulillah, tadi pagi kembali mengkhatamkan bacaan alqur'an, sisa dari bacaan saat ramadhan. Seingat saya tersisa sekitar 12 Juz selepas ramadhan. Entah kesibukan redensi, waktu benar-benar habis untuk menyelesaikan target tugas dan banyaknya kesibukan lain menjelang lebaran, mulai dari mudik hingga mempersiapkan lebaran. Meskipun telat dari pada tidak sama sekali. Bulan syawal sudah terlewati dan hari ini telah memasuki 7 Zulqodah. Saya pelajari pola waktu untuk mebaca alqur'an, jika waktu sesudah maghrib sangat kecil, saya memanfaatkan setelah shalat isya, mumpung ada wudhu bisa menyelesaikan 2-3 lembar. Selama masih ada iman, dan menganggap waktu itu sangat berharga, bismillah, biidzillah, insyaAllah akan mengupayakan mebaca alqur'an, tidak perlu terburu-buru sambil mengingat kembali pelajaran tahsin sewaktu di Tarakan. Apapun kondisi dan kesibukannya jangan sampai lalai dalam mebaca alquran yang akan menjadi menerang ketika berada di alam kubur. aamiin   

Depok, 05.  05.  2025
Pukul : 05.50 sore

04 Mei 2025

Susun Strategi Tugas Akhir

Bulan mei ini menjadi target penyelesaian akhir penyusunan Tugas akhir. Dua minggu ke depan sudah harus menyelesaikan Bab 3. Saya ketinggalan menyelesaikan Bab 2 diakhir bulan lalu, sehingga ini menjadi catatan saya dan peringatan keras bahwa saya tidak boleh lagi menunda-nunda waktu. Bulan 5 ini menjadi bulan yang kritis, semoga diberikan kesehatan dan tentunya semangat dalam mengerjakan dan merangkai kata demi kata hingga menyusun laporan sesuai target. Memang ada kendala dalam bulan 4 kemarin, selain menyelesaikan target-target waktu, juga harus berjibaku dengan kondisi mental diri yang mudah sekali drop ketika ada rencana kegiatan yang tidak selesai atau tiba-tiba tertunda. saya benar-benar harus bangkit dan kembali menyemangati diri bahwa segala kemungkinan bisa terjadi di komunitas karena ini bukan karena kesalahan diri sendiri namun karena situasi dan kondisi yang memang tidak memungkinkan. Ada 14 laporan yang harus diselesaikan dan pengumpulan laporan itu di awal bulan Juni dan akan ada ujian akhir baik pemaparan kegiatan maupun uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat. Semoga tetap diberikan kesehatan dan kelancaran dan menjadi catatan penting buat saya bahwa waktu disaat-saat sekarang menjadi hal yang sangat berharga. Pertimbangkan kembali jika ingin melakukan sesuatu yang membuat terlalu lelah dan menghabiskan waktu misalnya untuk pilihan lari saat ini, yang paling tepat adalah kampus, sementara tidak perlu dulu ke GBK dan CFD sudirman thamrin karena untuk kesana menghabiskan waktu dan energi. insyaAllah ada waktu lain yang benar-benar lebih luang. bismillah. semoga semua berjalan sesuai dengan target diri dan deadline tugas.

Depok, 04.  05.  2025
Pukul : 16.16

Self love, Selama Tidak Merugikan Orang Lain

Terkadang kita butuh sesuatu yang benar-benar kita inginkan bahkan  kita benar-benar butuh. beberap moment dan kesempatan, berpergian ke tempat yang saya inginkan karena menyimpan banyak cerita. Saya sekedar menyenangkan diri sendiri meskipun butuh keuangan lebih. Ada konsekuensi yang harus ditanggung. Mungkin orang lain akan mengganggap kita "egois" "sombong" dengan apa yang kita lakukan namun bagi saya, ini bukan tentang mereka, dan saya tidak ingin merepotkan mereka dan sulit mengajak mereka.   Saya hanya ingin menikmati moment demi moment tanpa rasa terbebani, uang yang dihabisakn, adalah uang sendiri, capeh ya saya sendiri yang merasakan dan itu tidak terlepas dari konsekuensi yang harus dijalani. Selama tidak merugikan orang lain, kenapa saya harus ragu untuk memanjakan diri sendiri, kenapa harus banyak pertimbangkan untuk menyenangkan diri sendiri, karena ada banyak hal yang harus dihadapi yang membutuhkan energi yang besar. Perlu disadari bahwa manusia itu tidak selamanya selalu dalam kondiri on fire, ada masa-masa, kita menjadi begitu lemah dan kehabisan energi dan melakukan hal-hal yang dapat mengembalikan energi, salah satunya dengan self love. mengumpulkan energi untuk menghadapi moment yang selalu menantang.

Depok, 04.  05.  2025
Pukul : 10.26 

03 Mei 2025

Masih Butuh Pertolongan Nya

Ada ditahap, kita benar-benar tidak menghindari segala godaan hidup. Dalam kondisi seperti ini, jatuh menjadi hal yang tidak bisa dihindari, namun segera bangkit, jangan menyerah dan dalam kondisi ketidaksadaran melakukan dosa dan memang manusia tempatnya jatuh dan harus berubah. Rupanya ada dalam sisi kehidupan yang tidak bisa dihindari namun kita sudah effort namun masih belum bisa maksimal namun sudah ada arah-arah untuk perbaikan, walau masih butuh proses, paling tidak sudah menunjukan sisi perbaikan dan untungnya untuk hal itu kita tidak bablas. masih butuh proses, sadar memang sadar bahwa semua ada waktu dan juga konsekuensi. sudah. saya sadari, saya lemah dan saya masih butuh pertolongan Allah subhannah wata'alah

Depok, 03.  05.  2025
Pukul : 22.22

02 Mei 2025

Ekspresion Feeling

Siang tadi di posko residensi, tepatnya setelah istrahat, seperti biasa kami dikumpulkan jika ada dosen pembimbing yang hadir. Untuk kali ini, kami dipersilahkan mengungkapkan apa yang dirasakan saat ini "ekspression feeling" dan kebetulan diawal-awal itu hampir yang ada di posko hampir sebagian besarnya laki-laki dan hanya 1 satu perempuan sementara ibu-ibu yang lain sedang makan siang di luar posko (biasanya pada titip dan makan ramai-ramai di posko). Beberapa teman sudah menceritakan apa yang dirasakan, ada yang terharu, ada yang awalnya merasa apakah bisa melewatinya dan yang utama diceritakan adalah apa yang menjadi penghambat selama ini. Tibalah giliran saya, akhirnya menyampaikan secara lugas dan mencurahkan isi hati saya terutama diawal-awal residensi, dimana kondisi saya benar-benar terasa berat karena merasa "dibuang" dan tidak dipedulikan pihak kampus yang sudah mengutus dan menyekolahan saya saat ini. Jujur memang saya tidak pernah berpikir untuk melanjutkan residensi spesialis saat ini, karena saya sudah berencana melanjutkan studi S3, atas pertimbangan ketua yayasan dan teman-teman dengan alasan kebutuhan institusi untuk membuka prodi ners. Namun tanggungjawab mereka seolah lepas ketika saya meminta tambahan dana (part ini saya tidak sebutkan saat bercerita di depan dosen). perasaan yang campur aduk bahkan penolakan yang cukup besar diawal-awal menjalani residensi, kenapa harus saya yang menjadi tumbal. Namun pada akhirnya saya sadari bahwa mungkin ini jalan terbaik buat saya dan sebagai bekal untuk melanjutkan studi S3 kedepannya. dan alhamdulillah makin kesini, saya merasakan atmosfoir yang berbeda dengan kondisi bimbingan dan perlakuan dosen-dosen yang begitu dekat dan mengarahkan. Saya mendapatkan pengalaman belajar yang laur biasa dengan proses residensi saya. mungkin inilah alasan kuat tanpa saya sadari kenapa saya berada di residensi ini. sesuai prinsip hidup dan nilai dalam agama "bisa jadi kamu tidak suka dengan sesuatu namun itu terbaik untuk dirimu" dan saya juga menyampaikan karena sempat ditanyakan berat badan saya yang turun drastis, tidak lain karena menjalani program marathon dan sekaligus saat saya berlari saya mendapatkan semangat baru dan menjadi moodboster buat saya. menjadi haru ketika menceritakan ini. hehe dan ketika teman2 perempuan sudah balik juga menceritakan pengalaman mereka bahkan ada yang sampai terisak menangis melihat perjuangan hingga ke titik ini. alhamdulillah menjadi motivasi dan sedikit mengurangi beban pikiran. dan disisi akhir, ditanggapi dosen denganm bijaksana dan ungkapan dari kaprodi sangat bangga karena bisa menjadi bagian tumbuhnya teman-teman selama ini yang awalnya tidak menerima menjadi menerima kondisi dan realita, yang awalnya perfect menjadi melunak. teman-teman diberikan apresiasi untuk menjadi dirinya. alhamdulillah


Depok, 02.  05.  2025
Pukul : 22.59

01 Mei 2025

1 Mei, Perjuangan Kembali Dimulai

Alhamdulillah, 4 bulan sudah terlewati di tahun 2025. dan bulan menjadi bulan perjuangan kembali, kenapa bisa? karena tugas-tugas residensi akan berakhir disini, puncak kegiatan akan berakhir dan kita wajib menyelesaikan semua target-target yang harus dijalankan. Saat ini saya memasuhi masa-masa perampungan nilai, ada 2 kegiatan lagi yang harus dinilai dan selebihnya harus menyelesaikan tugas akhir dan laporan-laporan pelengkap di residensi semester genap ini. Tidak mudah namun harus dijalani. Hampir memasuki bulan ke-9 untuk kegiatan residensi, sudah banyak yang terlewati dan mulai terasa pengalaman yang sangat sangat berarti ini. Tidak hanya terlebat secara aktif namun juga butuh errort yang lebih untuk menyelesaikan target yang ada. semoga diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalni bulan mei yang tunjungan, ketekunan dan kesabaran yang luas. bismillah. semoga dimudahkan dan dilancarkan, aammiin

Depok, 01.  05.  2025
Pukul  : 10.17