30 Oktober 2021

Khayalan jadi kenyataan

Tadi siang, selepas tidur, saya tiba-tiba membaca w.a dari rekan di makassar, dia mengirimkan foto profil facebook sambil menuliskan pesan, kenal kah ini? Profil itu tidak lain adalah kaka kandung saya sendiri. setelah saya ngobrol dengan teman itu, dia mengatakan jika berkomunikasi via facebook karena kakak saya ini rencana akan membeli bibit tanaman anggur, singkat cerita ketika sedang transaksi dan ngobrol, tiba-tiba kakak saya menanyakan kenal kah haris yang berteman di facebook (mereka ada 2 teman bersama/ mutual frien) dengan nada agak ragu juga teman di makassar ini antidipasi jangan sampai yang ajak ngobrol itu hanya ngaku-ngaku, karena dilihat dar fam nya beda saya kasuhe kakak saya mendogu :) begitu saya jelaskan bahwa itu kakak saya yang di bantaeng sebenarnya pernah diceritakan tapi karena kondisinya kurang pas jadi tidak sempat diingat teman ini. dengan teman ini juga sudah cukup kenal, hampir 10 tahun kami berkanalan di facebook dan sudah 3 kali bersilaturahmi bahkan sempat mengantar ke rumah mertua karena posisi saya saat itu sedang nginap di rumah teman jadi sekalian saya minta tolong antar kesana. saya juga kembali menelpon saya kaka saya dan menyanmapaikan kalau teman yang kakak chat di facebook itu teman saya dan terbilang kenal betul dan semuanya jadi clear :) Sebenarnya seminggu yang lalu pernah berkhayal, seandainya saya pulang kampung saya mau mampir ke makassar dan akan mengunjungi kakak dan ketika mengunjungi kakak itu saya rencana mau ngajak teman di makassar ini untuk mengantarkan ke bantaenang sekalian mau rental mobilnya ke sana ;) rupanya khayalan saya ini sekalipun tidak sepenuhnya jadi ril paling tidak pertemuan kaka saya dan teman ni sudah jadi nyata karena pasti jika saya benar jadi ke bantaeng dan diantar teman ini pasti mereka akan bertemu rupanya mereka sudah bertemu lebih dulu dalam dunia maya :)

Kejadian seperti ini bukan hanya satu kali dua kali, terkadang khayalan itu jadi kenyataan, ketika saya berjumpa pertama kali dengan orang, saya hanya berharap apa memungkinkan suatu saat saya bisa benaranm berjumpa bahkan kenalan :) alhamdulillah banyak yang sudah terwujud, qadarallah, Allah subhannah wata'alah memppertemukan dalam dunia nyata. yang awalnya hanya sekedar melamun atau mengkhaya   "seandainya" "apa mungkin saya ... " Inilah dunia, memang cukup sempit, terkadang orang yang selama ini hanya kita lihat bahkan sering berjumpa namun tidak pernah berkenalan atau bahkan ngobrol, alhamdulillah saat sekarang malam menjadi teman ngobrol, bisa kenal dengan kondisi yang tidak diduga-duga, pertemuan yang tidak direncanakan dan semoga menjadi pertemuan yang berfaedah, saling mengisi, saling berbagi dan saling memberikan dukungan, satu sama lain. insyaAllabh, Allahu akbar

Tarakan, 30m / 10 / 2021
Pukul   : 10.34 malam

vaksin booster

Alhamdulillah, siang tadu tiba-tiba saja mendapatkan telpon dari rekan di puskesmas yang menawarkan vaksin ketiga dengan moderna, tanpa berpikir panjang saya mengatakan iya saya bersedia. Tidak bisa dipungkiri hampir sebulan lebih ini saya terlibat aktif dalam kegiatan vaksinasi massal yang berarti bahwa saya begitu banak berjumpa dengan orang-orang dengan segala risiko penularan virus korona. walau sudah membentengi diri dengan dua vaksin sebelumnya dan tentunya tetap patuh dengan prokes namun belum ada jaminan jika tiba-tiba daya tahan tubuh menurun saat kegiatan vaksinasi tersebut. Sempat berpikir untuk mendapatkan vaksin booster ini karena memang secara kriteria saya masih memenuhi syarat karena masih memiliki surat tanda registrasi perawat, yang berarti bahwa saya adalah tenaga kesehatan yang bekerja di institusi pendidikan. Walaupun sehari-hari tidak bersentuhan langsung dengan pasien namun aktifitas kami secara tidak langsung bertemu dengan pasien misalnya saat bimbingan di Puskesmas / masyarakat. kami juga harus memproteksi diri termasuk memproteksi dengan rekan-rekan nakes yang bekerja di lapangan saat kami menjadi bagian dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Untuk sementara waktu vaksin booster yang diberikan saat ini adalah moderna, terbilang vaksinnya agak keras, dan efek yang saya rasakan saat ini sebenarnya agak pegal di tempat suntikan dan untuk mengurangi tadi saya sudah mengkompres dengan air hangat. dan saat ini saya dikepung rasa ngantuk karena capeh. sebenarnya bukan efek langsung dari vaksin ini karena tadi itu saya habis longrun 18K :) yang sudah menjadi rutinitas setiap sabtu dan tadi juga sudah minum wedan uhu untuk menghilangkan pegal. untuk saat ini, efek vaksin belum terlalu nampak, kata teman-teman yang sudah dapat dosis ketiga, gejala yang muncul sakit kepala, demam. alhamdulillah masih aman hingga tulisan ini saya tulis, saya sudah menyiapkan paracetamol untuk jaga-jaga kalau ada demam nanti. semoga semua aman-aman saja. Belum lagi besok mau ikut ta'lim bada subuh di islamic dan mau kejar setoran lari sepanjang 13K :) semoga tidak ada masalah dan semua aman dan terkendali. aamiin

Tarakan, 30 / 10 / 2021
Pukul   : 10.12

28 Oktober 2021

Berjemur dan side effectnya

Sekitar bulan yang lalu ketika saya punya kebiasaan di waktu weekend, saya berjemur tidak mengenakan baju setiap sabtu dan minggu selepas jogging pagi. ini tidak lain saya lakukan untuk meningkatkan imun dan menghindarkan dari penularan virus korona. Tidak bisa dipungkiri bahwa tinggi kasus di Tarakan saat itu semakin mengkhwatirkan jangan sampai terkena penularan virus ini yang saat ini masih mengancam. Selain manfaat positif yang saya rasakan, misalnya paru-paru saya terasa lebih ringan dan dada terasa enteng kembali. masa pemulihan setelah long run juga terbilang tidak terlalu lama, entah ada kaitannya atau tidak. Namun satu hal yang membuat saya merasakan keanehan adalah ketika libido dan hasrat juga ikut berpengharuh. Hal ini saya rasakan agak berbeda dengan sebelum kebiasaan berjemur ini rutin saya jalankan dan bedanya ketika saat ini, kebiasaan berjemur itu sudah saya tinggalkan. Dorongan hasrat itu terbilang besar, bahkan dalam kondisi normal yang biasanya feeling merasakannya masih bisa dikendalikan namun kali ini benar-benar sudah sangat jauh pengaruhnya. awalnya saya merasa biasa saja namun makin kesininya makin merasa aneh kok tidak seperti biasanya meraskan dorongan-dorongan ini.

Ketika merasakan gejala-gejala ini saya merusaha mengidentifikasi, kira-kira apa permasalahannya hingga seperti ini, pendekatan ritual keagamaan sudah dijalankan bahkan dipertahankan jangan sampai ngedrop hanya karena merasa bersalah dan berdosa dengan kondisi yang hampir yang tidak terkendali ini. Hingga suatu kesimpulan mengarah pada kebiasaan berjemur ini. Alasan saya berkesimpulans sementara adalah saya hampir tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, saya mencoba mencari-cari kaitannya dengan kebiasaan saya hari-hari berkaitan dengan ini, karena bagi saya hal tidak mungkin ini muncul tanpa ada pemicunya, pasti akan selalu ada api ketika asap muncul. Hingga saya berkesimpulan bahwa berjemut penyebabnya karena memang setiap selepas berjemur selalu ada "gairah' yang muncul, gairah ini menggebu-gebu apa karena ada kaitannya dengan ketika berjemur dan berkeliling di track jogging bagian belakang tanpa mengenakan baju, sebenarnya ini hal yang biasa bagi laki-laki, namun menjadi hal yang tidak biasa karena melepas baju ini sambil berjalan-jalan, untung saja tidak dikira orang yang lagi stress atau banyak masalah :) kali ini kebiasaan berjemur sudah hampir 2 pekan saya tinggalkan dan ternyata cukup memberi perubahan terhadap hasrat dan gairah yang muncul, paling tidak saya merasa lebih tenang dan tidak merasa terganggu dengan kehadirannya :) hehehe

Tarakan, 28 / 10 / 2021
Pukul    : 4.44 sore

Seni Membantu Orang

Dalam beberapa bulan, saya disibukkan dengan membantu beberapa lulusan rekater ukom PPNI dalam pengurusan STR online, bukan hanya dari kampus kaltara bahkan dari kampus lain baik di Tarakan mapun luar Tarakan. Memang ada sedikit kendala dalam  urus mengurus pengajuan STR online tersebut, masalah yang muncul adalah masalah-masalah yang sebenarnya "sepeleh" namun menjadi rumit karena saya berhadapan dengan orang-orang yang secara daya tangkap berbeda dengan orang kebanyakan, saya harus mengarahkan satu-satu, perlahan-lahan namun masih saja sulit untuk dipahami. bahkan ada beberapa saya harus ambil alih akunnya karena semakin dijelaskan semakin sulit dipahami, namun ini yang tidak bisa dihindari, sikap kita melayani dipertaruhkan disini, mau tidak mau kita harus lebih banyak bersabarnya

Prinsip dalam berbuat baik adalah harus ikhlas, jangan mengharapkan imbalan walau sebenarnya masih saja terbesit dalam hati jika kita sudah mengorbankan banyak waktu, konsentrasi dan yang lainnya. bagi saya yang penting alumni-alumni ini sudah mendapatkan STRnya dan bekerja di bidang kesehatan, sudah tidak lagi menganggur karena alasan tidak memiliki STR. Kini masih tersisa dua orang lagi, yang sampai saat ini menggantung karena ada saja kendalanya, satunya masalah ijazahnya tidak terverifikasi, yang satunya lagi masalah Nama pada patuh etik tidak sesuai dengan yang ada di akun sehingga verifikatornya mudah mengetahui bahwa berkas yang dikirim dibuat sendiri bukan hasil download dari akunnya. Inilah seninya membantu orang lain, semoga memberikan kebaikan untuk dirisaya dan juga orang lain

Tarakan. 28 / 10 / 2021
Pukul   : 8.54 pagi

Dihindarkan dari musibah

Semalam ada kondisi yang benar-benar menyadarkan diri bahawa begitu besarnya rahmat dan kasih sayang Allah subhannah wata'alah kepada diri saya dan keluarga. Jadi kejadiannya seperti ini, ketika saya sedang menyelesaikan salah satu pekerjaan saya, saya sambil memasak air untuk dimasukkan ke dalam termos agar saat sahur puasa sunnah nanti saya langsung bisa menggunakan. Mungkin karena ngantuk sekali dan kelalaian, saya sudah sempat ke dapur dan mengecek mesin cuci yang sudah selesai, saya matikan, dan saya masuk ke kamar kecil, selepasnya itu saya kembali ke kamar depan untuk melanjutkan pekerjaan yang tertinggal. Tanpa berpikir terlalu panjang dan saya juga tidak ingat bahwa sedang menyalahkan kompor, saya mematikan laptop dan berbaring sejenak ternyata saya langsung ketiduran :( malamnya sempat saya terbangun sekitar jam 2 namun dalam hati kayaknya masih sempat tidur lagi. tanpa ingat sama sekali bahwa kompor sedang saya nyalahkan di jam 11 malam tadi. begitu setengah 4 saya bangun, saya melihat istri sudah bangun duluan, spontan saya teringat dengan kompor, sejak kapan dimatikan, rupanya baru saja sekitar jam 3 lewat :( ya Allah, betapa kagetnya saya, untung saja tidak terjadi apa-apa dan malam itu dalam kondisi hujan turun.

Melihat kejadian ini, salam hati terus beristighfar sekaligus mengucapkan syukur, rahmat dan kasih sayang Allah subhannah wata'alah menyebar dalam rumah ini, kami sekeluarga dihindarkan dari musibah yang bisa jadi terjadi. Doa yang selalu dipanjatkan agar keluarga kami dihindarkan  dari segala bahaya dan musibah, terjawab melalui kejadian ini dan peristiwa yang sudah berlalu. Allah subhannah wata'alah menyadarkan bahwa rahmat dan kasih sayang Nya begitu dekat dan nyata. Saya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh, hari ini dan pagi tadi benar-benar menunjukkan bahwa ketika kita meminta Allah subhannah wata'alah akan memberi diwaktu yang tepat dan benar-benar kita butuhkan. Terkadang hati begitu ibah, dan tersentuh ketika ada teman, kerabat, kenalan bahkan orang tidak kenal, hanya memalui berita sedang mengalami musibah, terakhir ini ada kebakaran di kota tercinta dan teman lari saya baru saja ditabrak padahal baru dua bulan sebelumnya istrinya juga masuk rumah sakit karena sakit. Semua ini tidak terlepas dari ketetatapan Nya, kita hanya bisa berdoa dan berikhtiar agar dijauhkan dari musibah dan marabahaya. aamiin

Tarakan, 28 / 10 / 2021
Pukul   : 8.20 pagi

24 Oktober 2021

Asesmen Lapangan Daring

Sejak mendapatkan informasi mengenai surveilans dari lembaga akreditas mandiri perguruan tinggi kesehatan (LAMPTKes), sejak saat itu juga mulai buyar pikiran bagaimana menyusunnya. karena saya orang yang tipikal SKS, nanti dekat kegiatan baru kalang kabut, jadi awal-awal merasa biasa-biasa saja, tidak terlalu merasa terbebani, nah ini hal yang tidak baik dari saya :( menyepelekan di awal, kalang kabut diakhir. Saya kembali berkomunikasi dengan sekretariat agar dapat mendapatkan akun, karena admin yang dulu saat akreditasi tahun 2017 sudah tidak bekerja lagi dan masalah lain lagi adalah alamat email dan nomor kontak itu, masih aktif bekerja namun yang sering dihubungi adalah mantan pimpinan yang emailnya sudah aktif namun sering dihubungi via w.a dan anehnya, ketika saya sudah menginformasikan jika saya sudah konfirmasi mengenai kontak yang bisa dihubungi pihak sekteratariat namun lagi-lagi yang dihubungi adalah mantan pimpinan dan beliau merasa sudah bukan tanggung jawab lagi sehingga menyuruh saya mengkonfirmasi ke sekretariat padahal saya sudah sampaikan bahwa saya sudah menghubungi tapi beliau terus yang dihubungi balik. entahlah,. semakin dibahas itu masalah semakin riweh. belum  lagi saat saya mengupolaod dokumen, saya tidak terlalu memperhatikan apa saja item dalam sistem pelaporan berbasis web dengan penggunaan internet hingga dapatlah notifikasi mengenai pelaksanaan asismen lapangan yang dilaksanakan dalam pekan ini.

Kalang kabut, sudah pasti, yang jelas ketika menguraikan apa yang menjadi tindatlanjut dalam rekomendasi akreditasi tahun 2017, saya hanya bermodalkan hasila audit tanpa menyiapkan dokumen yang relavan adari apa yang diuraikan dalam laporan yang saya kirim. belum  lagi ketika pelaksanaan asismen lapangan saya dalam posisi mengikuti begimpor :D yang mana saya harus membawa laptop yang jika kalau saya dihubungi kembali untuk klarifikasi data dan dokumen pendukung yang saya sebutkan dalam laporan tersebut. Jum'at kemarin ketika akan menuju SDF, tiba-tiba ada w.a yang meminta beberapa dokumen, seketika laptop yang ada dalam tas saya keluarkan kembali dan menyiapkan serta mengupload dokumen yang dibutuhkan dan karena ini saya hampir saja ketinggalan spit rombongan ke tanjung :), begitu nyampe daya merasa ada dokumen juga yang harus saya upload akhirnya sayapun menguploadnya. selepas itu malam sabut hingga sabtu siang menjelang kepulangan di Tarakan masih aman, namun begitu belum lama sampe di rumah saya tiba-tiba mendapatkan kembali pesan mengupload dokumen, saya kembali menyari dokumen (lagi-lagi baru menyari dan menyusun dokumen yang dibutuhkan) dan seharusnya saya istrahat malah tidak jadi dan ini saya kerjakan hingga menjelang maghrib bahkan saya harus molor untuk janji ketemu dengan teman.

Semalam juga masih saja ada dokumen yang terlewatkan untuk diupload, saya kembali mengupload karena ada beberapa dokumen yang perlu ditambahkan. Begitu mau tidur jam 11, saya melihat w.a masih aman belum ada lagi penyampaian. Subuh saya bangun dan kembali mengecek w.a asseosr mengirimkan w.a sekitar jam 1.30 dini hari dan saya baru mengerjakannya jam 9 pagi itu juga karena pagi harus kembali lari :) kali ini teman-teman kerja banyak membantu, dan beberapa mengirimkan dokumen yang dibutuhkan hingga batas waktu yang ditentukan jam 1 siang. setelah berhasil mengupload semua, ada beberapa pertanyaan klarifikasi dan saya sudah menjelaskan dan mengupload dokumen pendukung. akhirnya pada jam 13.23 ada w.a ok baik pak haris, sementara cukup, tks seketika merasa tenang, karena tidak ada lagi dokumen yang harus kembali dicari-cari. 

Yang menjadi penting dari Asesmen lapangan ini adalah bahwa saya sudah tidak boleh asal menulis, tidak asal mengupload tanpa menyiapkan dokumen pendukung. Ini menjadi pelajaran untuk pelaksanaan akreditas kembali dan audit. pelajari kata perkata dan dokumen apa yang perlu dipersipakan untuk mendukung kalimat yang diuraikan dalam laporan. cari dokumen pendukung dari apa yang ditulis ;) pengalaman luar biasa dan menjadi catatan penting untuk pelaksanaan akrditasi LAM tahun depan.. 

Tarakan, 24 / 10 / 2021
Pukul   : 2.22 siang


Catatan Lari Ngikut Begimpor 9K

Dalam rangka HUT Propinsi Kalimantan Utara yang ke-9, komunitas tanjungselor runner mengatakan event begimpor 9K yang dilaksanakan kemarin, 23 Oktober 2021. Pada tulisan saya sebelumnya sudah saya sampaikan lika liku hingga akhirnya bisa ikut dalam kegiatan ini. Diluar komplain yang ada, terutama mengenai penyelenggaraan event ini seperti penyediaan hand sanitizer yang kurang dan cenderung diabaikan karena panitia sudah bermodalkan kartu vaksin dan keterangan sehat sudah dianggap aman, padahal potensi penularan pasti ada sekalipun kita masuk kategori PPKM level 3. Belum lagi saat kita berinterakhir antar peserta yang kadang ada yang menggunakan masker , ada juga yang tidak ;) penyelenggaraan agak kaku menurut sebagian orang dan hadiah yang diberikan masih kurang hanya fokus di 3 besar namun mengabaikan yang masuk 5 besar padahal dikasih kertas winner :)

Terlepas dari itu ada catatan lari menarik yang perlu dibahas, selain masalah pace, kali ini event yang saya ikuti bersama rombongan dan ini menjadi pertama kalinya. secara psikologis sangat berpengaruh, saya tidak bingung mau ngapain dan yang pasti ada yang diajak ngonbrol dan pemasan sebelum  race dimulai. saat pemanasan pun menjadi maksimal, diawali dengan berdoa bersama dan kalimat motivasi dari pelatih bahwa jangan mengatakan kalimat saya tidak bisa, katakan saya pasti bisa, saya pasti bisa melawati garis finish. saya juga pemanasan benar-benar maksimal bahkan sampai 3 kali berpindah untuk pemanasan. ini sangat penting bagi saya, yang termasuk tipekal pelari jarak jauh, yang otot lambatnya lama baru "panas" sehingga saya harus benar-benar sudah harus membakar dan memacu kerja otot lari agar begitu star sudah siap membakar, bukan begitu star baru mau pemanasan, yang ada malah cidera dan ketinggalam jauh dari peserta lain.

Alhamdulillah kemarin selama lari masih aman bahkan sangat aman, masih bisa terkendali, masih mencapai target lari yang selama ini bahkan lebih,apa karena pengaruh dalam suasana race, hampir saya berlari sepanjang rute itu di pace 4 :) rata-rata pace yang saya tempuh 4.48 :) cukup fantastik, bahkan hanya selisi 0.05 dengan pemegang juara kedua di kelas master dengan pace 4.43 sementara juara 3 di kelas master ini adalah rekan lari di tarakan yang juga tidak jauh beda dengan saya, seandainya saya masuk kelas master bisa jadi podium ke 3 itu milik saya wkwkwkw harus bersaing sehat antar teman. Karena saya masih under 40, sehingga saya turun di kelas elit yang harus bersaing dengan anak-anak muda, yang beberapa diantara lari dengan pace 3.

Ini bukan masalah juara, dari 3 event lari yang sudah saya ikuti ini yang benar-benar luarbiasa menyenangkan karena saya menganggap bahwa tidak sia-sia latihan yang saya jalani selama ini, konsistensi dari menu ke menu latihan membuahkan hasil, bahkan untuk masalah endurance dan recovery menjadi biasa, tidak ada pegal atau keram kaki, semua berjalan normal bahkan untuk recovery pagi ini, sudah berniat lari dengan pace rendah, malah saya lari 10K dengan waktu 58 menit, artinya pace rata-ratanya masih 6menit/Km. Alhamdulillah, semoga ini menjadi motivasi yang baik dan menjadi penyemangat dan seperti kata coach andriyanto, tidak ada latihan yang sia-sia :) selam sehat

Tarakan, 24 / 10 / 2021
Pukul   : 1.49 siang

23 Oktober 2021

Akhirnya ke Tanjung Selor

Menjawab kegelisahan yang saya utarakan di tulisan sebelumnya tentang rencana dan takdir, dimana saya sudah merencanakan untuk mengikuti race lari di tanjung selor rupanya ada penyampaian informasi akan ada kegiatan dihari sabtu nanti (hari ini) yang bertepatan dengan race tersebut. Qadarallah, Allah Maha baik, dibeberapa hari setelah kejadian itu, kemungkinan besar untuk berangkat menjadi lebih besar setelah sang supervisor mengabari tentang kegiatan zoom dihari sabtu itu ditiadakan namun belaiu tetap menghubungi by phone jika ada persoalan data. Hati menjadi begitu gembira ketika mendengarkan ini dihari -1 sebelum berangkat. 

Kemarin menjadi penentuan, ketika jum'at pagi sudah tidak ada konfirmasi kembai dan nanti siangnya saya betul-betul berangkat. Alhamdulillah walau agak telat karena harus kembali mengirim data dan dokumen ketika akan bersiap menuju pelabuhan SDF. dan benarlah saya menerima beberapa panggilan hanya untuk memastikan apakah saya benar-benar terlambut begitu nyampe di spit, betullah saya ditunggu dan tidak lama kemudian spitnya berangkat. star jam 15.20 tiba sekitar jam 16.45. Tiba di hotel dan beristrahat sejenak sambil mempersiapkan keperluan untuk lomba hari ini (tadi pagi)\\

Tarakan, 23 / 10 / 2021
Pukul   : 11.01     malam

20 Oktober 2021

Belanja online yang menggantung

Ini kejadiannya sudah cukup lama, ada sekitar 10 hari yang lalu ketika lagi gencar-gencarnya promosi big sale 10 : 10. Saya mengikuti promo ini dengan berbelanja jersey lari. awalnya saya mesan dua, namun ada melihat ada yang perlu saya tambahkan karena ada item yang saya lihat menarik sehingga pesanan pertama saya tidak lanjutkan dengan melakukan pembayaran. Pada saat order kedua saya tetap memasukkan dua barang yang tadi saya pesan, juga ada tambahan 1 baju jersey lari dan dua masker kain kesehatan. Saya melakukan pembayaran segera takut barang kehabisan. Dua hari setelah transfer saya melihat pesanan saya sudah dipaketin dan sisa diantar kebagian pengiriman namun tidak lama kemudian muncul notifikasi kalau salah satu barangnya kosong :(  saya mencoba menghubungi sellernya untuk mengkonfirmasi kalau bisa dibatalin saja. esokan harinya saya kembali mengiyakan tawaran seller untuk mengganti saja barang yang tidak ada itu dengan barang sepadan, namun agak lama dibalas

saya kembali memantau aplikasi ternyata tidak ada notif pembatalan. setelah saya konfirmasi tentang barang yang dibatalkan  tersebut apa masih bisa diganti kalaupun saya batalin gimana caramya, kali ini benar-benar slow respon dan terjadi miskomunikasi, ternyata barang tidak ada itu jika batal maka semua pesanan ikut dibatalkan juga namun lagi-lagi sellernya tidak memberi penjelasan bagaimnana presedur membatalkannya dan pengembalian dana. namun lagi-lagi slow respon hingga saya memberanikan menghubungi cs toko online tersebut. banyak chat banyak informasi yang saya dapatkan, saya ceritaka apa yang saya alami dan saya merasa digantung. untungnya CSnya ramah :) dan setelah dibuatkan laporan CSnya kembali menelpon untuk memastikan laporan saya. setelah panjang lebar berkeluh kesa, tidak lebih 2 hari ada yang sudah dibayar sudah kembali utuh di rekening. 

Sebenarnya bukan pertama kali saya mengalami pembatalan orderan namun yang kali ini begitu membingungkan, biasanya sellernya akan dengan bijak menyampaikan pembatalan ini namun kejadian yang kemarin benar-benar slow respon, saya hanya berpositif thinking aja mungkin terlalu banyak orderan hingga tidak mempedulikan orderan yang kecil. ini pengalaman yang akan jadi pelajaran kedepannya dan kembali cek dan ricek toko yang akan digunakan atau bagaimana tanggapan coustumer. namun saya tidak kapok untuk kembali membuat pesanan, yang hanya saya kapok itu membeli barang di toko yang sangat ceuk tadi :)

Tarakan, 20 / 10 / 2021
Pukul   : 11.19 malam

Mengendalikan Mental insecure

Secara literatur google, insecure artinya perasaan cemas, tidak mampu, dan kurang percaya diri yang membuat seseorang merasa tidak aman. perasaan tidak aman ini awalnya normal terjadi, namun jika dibiarkan terus menerus maka perasaan tersebut akan menganggu bahkan membuat kita tidak nyaman dengan diri sendiri dan menimbulkan kecemasan yang berlebihan. Dalam beberapa moment perasaan itu terkadang muncul, merasa tidak percaya diri atau merasa lebih jauh tertinggal dari orang lain. Mental atau perasaan seperti ini jika tidak dikendalikan maka akan menguasai diri kita, yang ada kita akan semakin merasa bersalah dengan diri sendiri bahkan sampai tidak menerima kondisi diri, ini yang menjadi masalah utamanya. 

Sebenarnya kita harus lebih realistis ketika kita tidak boleh membandingkan diri kita dengan orang lain, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak ada yang sempurna. Jika kita menganggap bahwa orang lain sempurna maka sebenarnya kita salah, karena tidak ada manusia sempurna di muka bumi ini, kelebihan yang kita lihat itu bukan berarti mereka tidak memiliki kelemahan, bisa jadi mereka mampu mengelolah kelemahan itu menjadi kekuatan mereka saat ini dan kita bisa lakukan hal yang sama, mengelolah kelemahan dengan power yang kita miliki menjadi sebuah kekuatan, namun bukan berarti langsung jadi sebuah butuh proses semua ada wakunya. Jangan membandingkan kemampuan yang kita miliki dengan kemampuan orang lain, banyak yang harus fear menilainya tidak sepihak apalagi bermain perasaan. syukuri apa yang kita miliki, kembangkan apa yang kita miliki, sebisanya, semampunya

Tarakan, 20 / 10 / 2021
Pukul    : 11.02 malam

19 Oktober 2021

qadarallah, kita hanya berencana

Siang ini, saya mendapatkan berita yang benar-benar mengejutkan, bukan berita duka bukan berita senang namun lebih tepatnya berita yang berkaitan dengan pekerjaan yang bertepatan dengan kegiatan yang sudah jauh-jauh hari direncanakan dan dipersiapkan. Berita itu tidak lain adalah tentang kegiatan surveilan yang akan dilaksanakan di hari sabtu ini. kegiatan ini merupakan evaluasi dari akreditasi yang sudah pernah dilakukan akper kaltara tahun 2017 dan diminta evaluasi apakah menjalankan rekomendasi yang sudah disampaikan oleh assesor. Sejak munculnya kegiatan ini sudah menjadi dilema, pertama nama yang terdata adalah pejabat saat itu dan posisi saya saat ini adalah penerusnya. kendalanya adalah arus informasi yang masuk ke beliau sebelumnya terputus karena email yang didaftarkan sudah tidak aktif, untungnya masih ada anggota yang lain yang didaftarkan sehingga melalui dianya informasi itu terus tersampaikan walau sempat pula beberapa terkendala. terlepas masalah itu, sebenarnya surveilans ini menjadi tanggung jawab kami saat ini diprodi. Sejak dikasih deadline senin pekan lalu, saya sudah menyiapkan beberapa dokumen dan memang baru bisa menyelesaikan di hari jum'at malam pekan lalu, namun ada sedikit kendala ternyata saya salah menginput. sehingga rabunya dengan nada terburu-buru saya kembali memasukkan dokumen yang sama namun kali ini harus dalam bentuk kalimat utuh tidak dalam bentuk dokumen yang diupload dan karena waktu yang serba buru-buru itu saya tidak melampirkan dokumen yang dibutuhkan, saya hanya mengupload apa yang sudah saya uraikan dalam penjelasan kalimat utuh tersebut.

Saya sudah membangun komunikasi dengan supervisornya, dan sisa menunggu jadwal untuk assismen secara online, begitu kagetnya ketika saya dihubungi dan diinfokan bahawa jadwalnya sudah turun dan segera membuka email, karena email yang didata masih yang lama, sayapun menyampaikan kepada rekan yang emailnya terdaftar, begitu buka, rupanya pelaksanaan asismennya di hari sabtu, tanggal 23 Oktober :( kenapa sedih, karena itu bertepatan dengan race Begimpor, race run, yang diadakan tanjung selor yang dalam dua minggu ini sudah dipersiapkan diri. mau bagaimana lagi, kita tidak bisa semua mengatur apa yang ada dan datang dihadapan kita, qadarallah, harinya bertepatan dan saya harus mengorbarkan race tersebut. saya mengabari ke patnert lari dan beliau menyampaikan, begitulah harus sabar ada saja kondisi yang kita tidak sangkah-sangkah. dan saya harus legowo menerima ini. saya juga menginformasikan kepada Coach bang jun, bahwa bertepatan dengan kegiatan kampus yang tidak bisa ditinggal dan beliau memahami dan mengatakan utamakan kerjaan. ya sudah, mau tidak mau harus ikhlas menerima takdir ini, kita hanya bisa merencanakan, Allah yang memutuskan, qadarallah wa masyaa'a fa'ala.

Tarakan, 19 / 10 / 2021
Pukul   : 5.50 sore

Kelewatan Shalat Sunnah Qobliah Zuhur

Sudah beberapa kali dalam satu dua minggu ini saya selalu saja ketinggalan shalat sunnah qabliah zuhur. oadahal shalat tersebut menjadi penyangga untuk shalat rawatib yang lain. Sejauh ini saya begitu menjaga agar tetap konsisten menjalan shalat rawatib 10-14 rakat dalam satu hari, 2 rakaat sebelum subuh, 4 atau 2 rakat sebelum zuhur, 2 rakaat sesudah zuhur, 2 rakaat sesudah maghrib dan 2 rakaat setelah maghrib. Namun yang menjadi tantangan saat ini adalah ketika terlalu dibukkan dan menyibukkan diri dengan pekerjaan hingga membiarkan panggilan azan dan menganggap masih bisa terkejar. Ternyata ketika saat itu ada saja yang mengalihkan perhatian yang memakan waktu hingga waktu untuk shalat sunnah qabliah itu menjadi terlewati. Pernah juga saking mengejarnya saya shalat sunnahnya di kantor sambil menghitung dengan tidak matang, begitu selesai shalat sunnah saya menuju ke mesjid rupanya saya masbuq. Saya mengutamakan yang sunnah tapi melalaikan yang wajib :(

Memang pembelaan diri saya saat ini adalah waktu zuhur yang begitu cepat yang biasanya pas dengan waktu istrahat, sehingga beberapa aktifitas bisa selesai pas jam 12 dan bisa melanjutkan ke mesjid namun ini benar-benar manajemen waktu yang dituntut, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan kita pengen sempurna namun ikhtiar kita belum maksimal, apakah ini yang namanya kelemahan diri kita sebagai manusia, kita terkadang berada pada kondisi futur, kondisi yang mudah sekali menggoyahkan diri. Memang benar, itu hanya amalan sunnah saja, yang bagi sebagian orang hanya angin lewat toh kita tidak meninggalkan yang wajib. namun ini pelajaran bagi saya untuk lebih disiplin dan lebih mempersiapkan diri, jangan sampai ini menjadi kebiasaan diri, hingga saya terbiasa lalai dan menganggap ini hal yang biasa. naudzubillah binzalik. astaghfirullah hal azim

Tarakan, 19 / 10 / 2021
Pukul   :  5.29 sore

17 Oktober 2021

Lari Pagi 10 Masuk Kota

Untuk pertama kalinya lagi, saya lari pagi dengan rute masuk ke pertengahan kota :) kali ini bersama Arya Sport Club asuhan dari coach Jun. Rutenya star dari datu adil menuju simpang tiga belok kiri menuju polres tarakan, lanjut pelabuhan SDF dan Taman berlabuh, belok ke bea cukai terus lanjut ke Bom Panjang dan akhirnya belok kiri kembali ke stadion. Ini pertama kalinya kembali berlari di Tengah kota di jalan yang cukup ramai, dan ini rute yang terakhir saya jalani 2 tahun yang lalu, jadi benar-benar kembali baru lagi. Secara pencapaian lari masih seperti capaian di sesi latihan namun karena medan yang tidak familiar masih kalah jauh dengan beberapa member ASC yang memang sudah beberapa kali melewati rute ini bahkan beberapa teman menjadi menu track lari dalam 1 minggunya.

Untuk capaian lari dan pace masih terbilang normal bahkan seperti pace saat lari jarak dekat (shor runt) yang saya jalani dari hari selasa, berlari dengan pace 5.15 dan pencapaian 52 menit untuk 10K. ini terbilang masih biasa kalau masih ada selisi 1 menit dari yang pernah dicapai bulan lalu namun dengan track di islamic senter yang merupakan track langganan. memang kebiasaan lari menjadi hal yang cukup berpengaruh untuk capaian lari namun untuk kali ini paling tidak sudah bisa menyesuaikan diri kembali dengan track dalam kota, insyaAllah akan menjadi agenda rutin 2 x dalam 1 bulan :)




Tarakan, 17 / 10 / 2021
Pukul   : 5.55 sore

12 Oktober 2021

Pintu Masuknya "Godaan"

Setelah beberapa kali mengalami hal yang tidak mengenakkan baik di rumah ataupun di pekerjaan, disetiap itu juga kondisi mental saya ikut goyang, mungkin ini yang orang sebut sebagai terbawa perasaan (baper). Jika ingin membela diri, sebenarnya yang bikin tidak enak itu karena masalah itu dan harus begitu terus dan menghadapi orang yang itu-itu saja. Sebenarnya sudah membiasakan diri agar tidak terlalu mempedulikan dan merasa biasa-biasa saja namun semakin dibiarkan rupanya semakin menjadi-jadi. Hingga terjadinya dalam beberapa hari dan ini juga membuat mood menjadi berantakan. nah dikondisi seperti ini seharusnya lebih luwes dan enjoy saya malah dikondisi seperti ini yang membuat saya malah drop dan mulai masuk pintu-pintu godaan. Ada saja hal yang dilakukan mulai ini mulai itu bahkan sudah tidak fokus dengan kerjaan dan lebih fokus hal-hal yang menjadi hobi dan rutinitas.

Mungkin kepala saya sudah direcoki dengan hal-hal yang salah, seharusnya saya lebih dewasa saja memahami dan menerima kondisi seperti ini namun lagi-lagi terasa sia-sia berharap sama sesuatu yang tidak pasti dan cenderung keras dengan keinginan diri. Apa hal yang saya tidak sepakati namun banyak hal yang harus "terpaksa" diterima dalam hati. mau bagaimana lagi, mengeluh dan terus mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan persoalan karena modif permasalahannya berputar ke hal itu-itu saja ke masalah-masalah itu saja, orang-orang yang sama bahkan sangat disayangkan ketika saya dalam kondisi seperti ini saya harus mengorbankan perjuangan melawan diri sendiri, perjuangan yang selama ini sudah saya jada dan pertahankan namun tiba-tiba kembali berantakan, saya harus kembali drop dan jatuh pada lubang yang sama. Seharusnya saya tidak terlalu jauh seperti ini, apakah karena saya sudah lemah dan muak dengan kondisi yang ada, seharusnya saya lebih figth lagi mengganggap bahwa ini bagian dari hidup yang harus saya jalani bukan saya sesali dan retapi. wallahu'alam bishawab.

Tarakan, 12 / 10 / 2021
Pukul    : 10.18 pagi

10 Oktober 2021

Word Smile Day

Barusan baca berita online, ternyata ada perayaan hari senyum sedua yang dirayakan setiap jum'at pertama di setiap bulan oktober. tema kali ini yang diangkat adalah " lakukan kebaikan, bantu 1 orang untuk tersenyum".  menurut berita yang dimuat kanal CNN Indonesia. Hari senyum sedunia ini pertama kali dicetuskan oleh Harvey  Ball, seorang pebisnis dan seniman di Massachuseth yang resmi menetapkan hari senyum sedunia itu pada tahun 1999 dan men jadi rutin  di rayakan (termuat dalam laman awareness days). masih menguti berita online tersebut, ternyata banyak manfaat dari senyumi ini diantara :
1. meningkatkan imun 
Senyum dapat meregangkan otot-otot wajah, sehingga dapat meningktak kekebalan tubuh dan menghindari dari perasaan cemas
2. Menenangkan pikiran 
Pikiran tenang  ini didaptakan dari hal positif dari senyum karena orang akan cendering berpikiran positif
3. Awet muda
ketika tersenyum kita akan terlihat lebih bahagia sehingga wajah kita terlihat lebih rileks dan otot-otot di wajah lebih rileks
4. kesehatan jantung
tekanan jantung lebih terkendali dan kerja jantung tidak terlalu terbebani
5. Kurangi stres
tersenyum dapat melepaskan serotinin dan dopamin yang dapat menimbulkan efek bahagia dan senang

Tarakan, 10 / 10 / 2021
Pukul    : 5.58 sore

08 Oktober 2021

Perjuangan melawan diri sendiri

Hampir dua minggu ini, saya benar-benar mengalami pergulatan dengan diri sendiri. Jika ada ungkapan bahwa yang terberat dalam diri kita adalah melawan diri sendiri. Inilah yang benar-benar saya rasakan, ketika saya sendiri tidak bisa mengendalikan diri. Ibarat sebuat dua sisi mata uang, ketika sisi yang satu akan bergerak disuatu tujuan maka sisi yang lain terpaksa mengikuti. Pergolakan diri itu benar-benar menguras energi bahkan saya sendiri merasa tidak kuasa dengan diri sendiri. Entah kekuatan apa yang terdapat dalam diri saya, saya seolah-olah kalah dan menyerah dengan apa yang sudah saya perbuat sekalipun sudah selalu mengingatkan diri bahkan sudah berjanji untuk tidak mengulangi namun itu menjadi siklus yang nampaknya dianggap biasa. berbuat salah, menyesal, berjanji tidak mengulangi namun tidak lama berbuat kembali, kembali menyesal namun tidak lama kemudian mengulangi dan kembali berjanji. siklus ini menjadi hal yang biasa, namun hati kecil selalu berkata ini merupakan hal yang tidak biasa, saya harus mencari langkah yang tepat agar tidak terjebak dalam siklus itu. sekalipun segala macam usaha telah dilakukan namun ada hal yang mungkin bisa menjadi akar dari masalah yang ada. Jujur pada Rob, Tuhan Semesta alam dan jujur kepada diri sendiri.

Jujur mengakui bahwa apakah benar sudah memantapkan hati untuk meninggalkan semua kenikmatan dunia yang didapatkan selama ini, apakah benar, sudah ikhlas meninggalkan kenikmatan yang menyilaukan pandangan akan dunia, seolah-seolah tidak memikirkan lagi bahwa dunia ini hanyalah sementara, masih ada kampung akhirat yang kekal di dalamnya. Apakah benar sudah benar-benar ikhlas meninggalkan kebiasaan yang menjurus pada kenikmatan dunia sementara sesekali masih saja, sadar dan tidak sadar melepas sepenuhnya dengan ikhlas. Sudahkan mengkonfrimasi pada diri sendiri, apakah tidak lelah terus bermain-main dengan kenikmatan dunia yang didapatkan saat ini, yang sifatnya seperti fatamorgana yang menyilaukan pandangan akan kehidupan akhirat yang lebih kekal yang nikmatnya jika dengan apa yang ada di dunia, tidak ada bandingannya. sementara sampai saat ini, kenikmatan dunia itu seolah-seolah untuk selamanya padahal ini hanya kecuil saja dari kenikmatan yang akan didapatkan kelak. 

Saya selalu berdalih, saya sudah berusaha, saya sudah all out, namun pada situasi dan kondisi tertentu saya menjadi lemah iman dan dikuasai oleh nafsu dan hasrat duniawi. bahkan ketika sedang menikmati apa yang didunia ini, seolah menutupkan pandangan dan pikiran bahwa Allah subhannah wata'alah tidak pernah lalai sedikitpun mengawasi hamba-hambaNya dan selalu menginginkan hamba-hamba Nya agar segera tertaubat dan kembali ke jalan fitrah jika sudah melakukan kelalain dan kekhilafan. Hingga suatu watu, saya benar-benar dalam kondisi terhempit, ketika bisikan godaan semakin kuat untuk terus menjatuhkan mental dan iman, bisikan yang kembali mengarahkan saya jauh dari cahaya ilahiah, bahkan cenderung membisikkan bahwa saya tidak layak menjadi orang baik dan lebih baik. saya tidak perlu lagi melakoni ibadah-ibadah tambahan karena masa saja ibadah-ibadah itu tidak memberikan arti buat diri saya. Namun, yang membuat hati ini tetap bertahan dalam kondisi serba terhempit ini adalah rahmat dan kasih sayang Allah tidak akan pernah putus untuk hamba-hambaNya. 

Memang benar, saya belum sepenuhnya bisa lebih baik karena tidak mudah bagi saya menjadi lebih baik secara cepat apalagi sesuai dengan keinginan semata ibarat keinginan secepat membalikkan telapak tangan, tentu tidak, inilah perjuangan yang sebenarnya yang sedang saya jalani, saya harus berjuang melawan diri sendiri, saya harus berjuang dan menguatkan diri saya sendiri, memang saya harus berjuangn untuk meyakinkan diri bahwa semua ini adalah proses menuju arah yang lebih baik, jika saya mundur dan kembali berbalik arah, berarti saya telah kalah dengan bisikan atau godaan, jangan pernah menyerah, jangan pernah berputus asa, inilah semua ujian dan cobaan yang semakin menguatkan diri, saya harus terus berjuang untuk memperbaiki diri, saya harus terus mempertahankan kualitas diri yang sudah saya perjuangan selama ini, saya harus terus mencari keridhoaan ilahi, walau saya sadari saya tidak sempurna, saya masih lemah dan saya masih terus belajar. semoga Allah subhannah wata'alah selalu memberikan taufiq dan hidayah, mengautkan diri ini, menjaga iman dan syahadat kita agar senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan, 8 / 10 / 2021
Pukul   : 5.50 sore

07 Oktober 2021

Temannya teman jadi teman :)

Ketika terlibat dalam vaksinasi ada cerita yang menarik, saat yang kedua kali terlibat dalam kegiatan vaksinasi AL, saya ditelepon dari petugas / perwira di Diskes AL, saya menginyakan insyaAllah akan terlibat namun pada akhirnya ditunda dan kami ikut yang kegiatan besoknya. Ketika melihat foto profil yang menelpon ini, wajahnya kayak pernah jumpa namun entah dimana. namun itu hanya terlintas dan keesokan harinya yang pertama kalinya saya ketemu beliau. sempat berbincang-bincang disela-sela vaksinasi dan rupanya pernah kuliah di keperawatan UBT. Obrolan kami berjalan seperti biasa dan kadang-kadang saya mengomentasi status w.a beliau :) (saat belum terlalu kenal dekat). Kagiatannya vaksinnya cukup berentetan hanya selisi sehari, senin, rabu dan jum'at. nah yang menjadi menarik ini adalah kegiatan hari jum'at karena lokasinya cukup jauh di jawata laut. mereka agak ragu dan tidak enak jika harus mengajak kami, namun saya yakinkan kalau itu tidak ada masalah, mahasiswa senang dan mereka tidak berkeberatan ke sana. dan Jum'at paginya begitu beliau (namanya pak Letnan Rochim) menelpon untuk memastikan apakah kami jadi atau tidak, saya tidak memperhatikan hp, padahal saat itu hp saya lagi pegang namun masih berlari, bahkan direktur pun mene;pon, nanti dipanggilan ke-6 baru saya sadar dan mengangkatnya. dalam kondisi menahan napas dan agak ngos-ngos dan saya meyakinkan bahwa kami akan ke lokasi vaksinasi :)

Ketika selah-selah istrahat, saya ngobrol kembali dengan beliau, saya sampaikan maaf karena pas menelpon beberapa kali dan saya tidak menjawabnya posisi saya sedang lari :) beliau mengatakan juga suka lari dan saya sampaikan bahwa ada beberapa kenalan saya saat lari anggota Lantamal, saya menyebutkan salah satu namanya, dan beliau ini kenal dan katanya cukup dekat., karena alasan ini saya menjadi lebih sering ngobrol lagi dan berjanji suatu saat akan lari bareng. Kebetulan beberapa hari kemudian saya bertemu dengan nama yang saya sebutkan sebagai kawan lari, beliau mengkonfirmasi bahwa itu memang temannya bahkan saya bercerita pengalaman selama kenal sama beliau itu hhehe. kawan lari ini hanya tersenyum. ada informasi kunci yang disampaikan sebelumnya saat divaksinasi kalau kawan lari ini adalah seorang kepala Dinas di salah satu lantamal ;) saya sampaikan beliau kawan lari itu, hampir ga pernah menceritakan itu, hanya menceritakan kalau baru saja pendidikan kenaikan pangkat menjadi letnan kolonel ;) 

Sambung cerita, hari ahad minggu lalu saya janjian dengan pak rochim untuk lari ke islamic jika tidak hujan. ketika sudah menyelesaikan lari pagi, saya menemani pak kadis (kawan lari) untuk walking, memang benar adanya beberapa kali ketemu anggota dari Lantamal pasti menyapa dengan panggilan "izin, pak kadis" :) tidak lama kemudian pak rochim mengirim pesan kalau beliau berlari menuju islamic, jadi kami janjian untuk ketemu di jalan masuk Idec. begitu melihat sosok pak rochim tidak mengenakan seragam, saya tersenyum-senyum, dan saya mencoba mengkonfirmasi apa beliau sering seperti ini lari dari arah stadion menuju islamic, beliau mengatakan iya namun hanya sampai depan taman berkampung terus balik. memory saya langsung tertuju sama bapak-bapak yang juga sering saya lihat ketika saya sudah beres lari dan menuju pulang, karena sering melihat, suatu waktu saya menawarkan diri untuk membonceng beliau, namun  meliau mengatakan tidak usah, saya mengkonfirmasi ke beliau dan mengatakan bahwa itu memang dia :) wkwkwkw saya sampaikan kalau dunia ini cukup sempit, awalnya hanya berpapasan, mencoba untuk menyapa, akhirnya ketemu namun belum sepenuhnya sadar kalau pernah ketemu sebelumnya dan ternyata beliau ini teman kawan lari (pak kadis :). setelah bercerita, saya mengatakan ada pak kadis, jadi kita bisa susul beliau, begitu ketemu obrolan menjadi lancar walau saya mencoba mengartikan sendiri obrolan beliau berdua dari mimik dan ekspresi karena mereka menggunakan bahawa jowo :) inilah dunia, begitu sempat, hanya selebar daun kelor, temannya teman, sekarang menjadi teman saya :) dulu hanya bisa melihat bahkan pernah mengajak bonceng namun belum kenal, qadarallah, dipertemukan kembali dengan kondisi yang berbeda dan ternyata adalah teman dari teman sendiri ;)

Tarakan, 7 / 10 / 2021
Puku;    : 5.30 sore

04 Oktober 2021

Rasa Tidak Puas

Ada situasi dan kondisi dimana kita benar-benar merasa tidak "menerima" kondisi yang ada, pada banyak hal entah itu berkaitan dengan diri kita sendiri, keluarga, orang di sekitar kita, tempat kerja, rekan kerja, teman, sahabat dan siapa saja yang kena kenal. Kondisi ini tidak lain ekspektasi kita yang kita impi-impikan, kita damba-dambakan tidak sesuai denganh realita yang kita hadapi.Sebenarnya jika kita mau jujur, dan mau mengakui bahwa tidak semua apa yang kita inginkan itu bisa terwujud dengan mudahnya, apa yang kita maui itu tidak dengan serta meta ada di hadapan kita. Ketika kita bertemu atau beinteraksi dengan orang-orang banyak hal yang harus kita pahami dan bijak dalam melihat situasi itu, misalnya saja latar belakangnya, karakternya, sifatnya, pemahamannya, mindset, dan situasi yang sebenarnya yang bisa jadi kita tidak tahu.

Rasa tidak puas ini jangan sampai "menggelapkan" lapang persepsi kita, menutup mata hati kita untuk melihat situasi dan kondisi yang ada, jangan langsung memvonis, jika masih terbesik dalam diri, perlu dikaji dan dipertimbangkan matang-matang, sebelum kita mengutarakan ke orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan flatform media sosial yang kita miliki. Coba lebih bijak untuk mengembalikan situasi dan kondisi itu kepada diri kita sendiri, bagaimana jika kita sendiri yang berada dalam situasi dan kondisi seperti itu, mampukah kita menunjukkan hasil atau performa seperti yang ada dalam impian kita atau malah kita bisa lebiih buruk dari apa yang dicapai orang lain. wallahua'alam bisahawab.

Tarakan, 4 / 10 / 2021
Pukul   : 8.25 pagi

01 Oktober 2021

jangan Terlalu Penasaran (Kepo)

Akhirnya ide tulisan ini muncul juga. setelah beberapa kali terjebak dengan rasa penasaran, entah itu kondisi teman, apa yang dilakukan teman hingga urusan teman :) hehehe sebenarnya tidak ada urusan dengan saya dan saya tidak perlu terjauh jauh ingin tahu, terserah teman itu mau apa, dia mau bagaimana dan posisi kita tidak bisa menghalangi apalagi mau ikut terlibat lebih jauh padahal sumbangi kita belum diminta. mau teman berbuat yang menurut kita salah, kita tidak boleh masuk ke area situ apalagi jika itu menyangkut aib. Mau teman sudah terlalu jauh melangkah tapi kita tidak bisa menghalangi apalagi jika itu pilihan dia. Jaga privasi teman kita, jika memang dia salah, jika memang butuh diingatkan dan kita perlu memilih cara yang bijak dan moment yang tepat, seperti kata ulama, pakai cara privat, ngomongnya face to face, jangan sampaikan itu di ruang publik, jaga harga diri teman jaga etika dalam berteman :)

Rasa penasaran ini juga yang bikin banyak persoalan muncul bahkan banyak yang mengakibatkan lemahnya iman. mencoba mencari informasi yang tidak bermanfaat, hanya ingin memuaskan rasa penasaran akan kehidupan orang yang tidak ada kaitannya dengan kita. belum lagi rasa penasaran yang malah semakin menjauhkan dari hidayah dan cahaya islam :( naudzubillah min zhaliq. rasa penasaran yang terus menerus malah menjadikan kacau kondisi bahkan menghancurkan apa yang sudah selama ini dipertahankan dan dibangun dan bahanya rasa penasaran ini menutup semua apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah dicapai, bahkan sampai menggelapkan mata dan membuat terlena  bahkan sampai lupa waktu, sudah begitu banyak yang terbuang sia-sia dengan hal yang tidak berfaedah



Tarakan.  1 / 10 / 2021
Pukul   : 6.03 

Hai Oktober

Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki oktober 2021. penyambutan bulan oktober secara tidak sengaja cukup menyenangkan :) walau diawali dengan hal yang kurang pas, hehehe fenomena malam yang masih saja yang tidak terbendung hingga menggelapkan kembali pandangan dan mengalihkan pada pandangan yang kurang pas dihati namun dinikmati oleh "hasrat" apalagi ini berkaitan dengan malam jum'at, mungkin sebagian orang dewasa memahami apa makna malam jum'at ini. itu saja tidak perlu dibahas lebih jauh. Paginya merasa masih begitu banyak energi yang tersimpan untuk lari pagi, walau agak telat memulai namun sudah lumayan untuk 2K sebelum hujan menyapa. Baru kali ini saya memilih balik ke rumah untuk sarapan menu favorit nasi kuning + sate yang dinikmati bersama seisi rumah :) paling tidak mengembalikan energi yang sudah terbakar sejak samalam. Lepas hujan, sudah merencanakan untuk balik kembali ke lokasi jogging namun entah kenapa begitu banyak halangan untuk bisa segera pergi, akhirnya mulur 1 jam dari yang direncanakan jam 7.30. walaupun telah masih bisa menyempurnakan 10K dari yang tertunda tadi dan kali ini endingnya kembali ditemani dengan hujan gerimis diakhir sesi latihan. 

aktifitas hari memang tidak semulus yang dalam pikiran, mulai telat menjemput anak karena takut kehabisan bensin di jalan dengan kondisi tidak sedang memegang uang :D terus pergi ke tempat service ruypanya saya terlalu kepagian karena tokonya belum buka, jadi harus berputar-putar tidak jelas di area kompleks Guser dan saya merencanakan datang lebih awal ke mesjid untuk shalat jum'at namun nyatanya saya baru berbegas mandi ketika azan pertama sudah dikumandankan dan saya beberapa kali bolak balik ke rumah hanya karena menyelematkan jemuran karena takut kebahasan karena hujan melanda rupanya hujannya tidak merata dan sekitaran rumah hujannya hanya lewat dan intensitas ringan dan ketika ingin menyantap makanan favorit "pallubasa" dekat guser yang ternyata warungnya masih istrahat. Namn dibalik itu semua hal yang membuat hati agak adem adalah saya masih bisa mengamalkan sunnah berdoa dan berdzikir selepas shalat ashar yang merupakan waktu yang mustajab, masih menyempatkan bersedekah di subuh hari dan masih bershalawat 100x di hari jum'at yang penuh barkah ini. masih sempat melakukan kebaikan sekalipun hanya membonceng orang yang terjebak hujan :) bisa menyapa orang yang berpapasan saat lari tadi pagi walau belum pernah kenal :) Semoga bulan oktober ini diberikan kelancaran untuk semua kegiatan yang dilakukan dan tetap diberikan taufiq dan cahaya iman untuk selalu mengingatkan diri ini. selamat datang oktober

Tarakan. 1 / 10 / 2021
Pukul    : 5.00 sore