25 Juli 2021

Kisah dua saudara

Tadi sore saat mendengarkan rekaman ta'lim ust. Nurul Dzikri yang disiarkan tadi pagi, kali ini dikhususnya menjawab pertanyaan-pernyataan yang masuk. Pertanyaan pertama yang dibacakan cukup menarik membahas tentang seseorang yang ingin mengingatkan ibu dan saudaranya yang menurut penanya ini, sudah jauh dari ajaran agama, penanya meminta masukkan bijak untuk menasehati orang tuanya dan saudaranya. Ustad menjawabnya dengan menceritakan kisah dua sahabat yang diriwayatkan dalam sebuah hadist. 
disebutkan ada dua saudara, yang memiliki sifat yang kontras, satunya patuh dengan perintah Allah subhannah wata'alah, sementara saudaranya sering melakukan maksiat. saudaranya yang patuh dengan perintah agama ini, selau menasehati agar jangan bermaksiat. menasehatnya itu terus menurus hingga suatu waktu menemukan saudaranya sedang bermaksiat dan hingga puncak nasehatnya dia mengatakan bahwa Allah tidak akan mengampuninya dan tidak akan dimasukkan surga.  Waktu semakin berganti hingga tibalah waktu kedua saudara ini meninggal, mereka dipertemukan di hadapan Allah subhannah wata'alah. ketika saudaranya yang soleh ini dimintai pertanggungjawaban selama hidup di dunia, dan Allah menanyakan kenapa dia mengatakan  kepada suadaranya yang suka maksiat itu tidak akan mendapatkan pengampunan Allah (hal ini kontradiksi dengan sifat Allah, Maha Pengampun ) akhir kisah, saudaranya yang suka bermaksiat ini dimasukkan ke dalam surga karena rahmat Allah subhannah wata'alah sementara saudara yang taat beribah dimasukkan ke dalam neraka.
Ust. Nurul Dzikri kembali mengutip ayat (sesuai yang dikutip penanya), bahwa makna dari surat Al Asry, bahwa kita tidak hanya diingatkan untuk saling menasehati dalam kebaikan namun juga saling menasahati dengan kesabaran. yang berarti bahwa kita harus bersabar menghadapi orang-orang belum menjalankan perintah Allah. kita tidak boleh memvonis bahwa orang tersebut salah dan tidak bisa menjadi benar, jangan sampai kita mengikuti kisah dua saudara itu malah kita tidak menasehati dengan sabar dan jangan sampai mengatakan bahwa dia tidak akan mendapatkan pengampunan, sementara rahmat dan kasih sayang Allah subhannah wata'alah seluas langit dan bumi, kita cukup mendoakan, semoga saudara kita mendapatkan taufiw dan hidayah agar patuh dengan perintah Allah subhannah wata'alah. Allah yang Maha membolak balikkan hati, kita berdoa semoga hati kita tetap pada dinul islam. aamiin

Tarakan, 26 / 7 / 2021
Pukul   : 11.00 malam

Surat "Cinta" Panitia Ukom 2018

Jum'at kemarin mendapatkan surat dari group assosiasi, awalnya saya tidak terlu memperhatikan, namun begitu membuka, saya tidak memperhatikan persis maksud surat dan saya hanya membacanya ada pertemuan membahas tentang audit pelaksanaan ukom tahun 2018. saya pikir itu periode bulan oktober 2018 karena saya kebetulan mengawas. Sambil konsulkan dengan ketua assosiasi regional Kalimantan dan menghimbau untuk tetap ikut saja.  Surat tersebut saya teruskan ke direktur dan saya teruskan ke pimpinan dan saya dianjurkan untuk mengikuti sambil berkoordinasi dengan pejabat saat itu. Kemarin pertemuan zoomnya begitu dimulai dan dijelaskan letak persoalannya, ternyata ini mengenai dana yang diberikan kepada penyelenggara tenpat ujian kompetensi (TUK) untuk pelaksanaan Maret 2018, jumlahnya itu 10.000 perpeserta. Peserta zoom ini dari sabang sampai merauke, yang disinyalir belum menyampaikan laporan penggunaan dana. Seingat saya sebelum tahun 2017 saat masih aktif mengawas dan menjadi penanggungjawab lokasi, uang yang diterima pengawas pusat biasanya untuk penanggungjawab lokasi, pengawas lokal dan admin, serta ada tambahan untuk uang konsumsi dan uang TUK. dan  selama ini cukup dengan bukti serah terima uang tersebut disertai tanda tangan. ada juga yang harus mencamtumkan stempel rumah makan dan stempel kampus sebagai bukti penerimaan uang dan anehnya baru diperiode tahun 2018 ini yang dipermasalahkan. 

Begitu paparan selesai banyak yang  bertanya, ini tahun pelaksanaannya sudah cukup lama, 3 tahun yang lalu dan beberapa orang yang terlibat sudah tidak ada, dan berapa besar dana yang diterima itu juga sudah tidak diketahui, diskusi demi diskusi akhirnya munculnya solusi nanti akan diberikan draf laporan jika mengisi daftar hadir. begitu selesai zoom, saya mencoba menghubungi beberapa orang yang terlibat diacara itu dan memang banyak yang sudah lupa. Sayapun berpikir, apakah harus saya yang menyelesaikan laporan ini sementara saat itu saya tidak terlibat dan orang-orangnya ada yang masih di kampus dan ada yang sudah keluar. nah yang menjadi persoalan jika saya lemparkan ke orang dulu penanggungjawabnya apakah bisa diselesaikan sementara ini paling lambat dikirim laporannya dalam bentuk softfile senin pagi. akhirnya saya berinisiatif menyelesaikan dan memeprsiapakan beberapa surat yang dibutuhkan , bukti penggunaannya terutama untuk konsumsi (untungnya rumah makan langganan ini masih mau memberikan stempel untuk kuitansi, sisa ada beberapa yang perlu diserahkan kwintansi, semoga bisa terselesaikan besok, dan satu permasalahan adalah sampai sekarang belum ada informasi siapa yang menjadi penanggungjawab saat itu, beberapa teman dihubungi mengaku bukan, dan kayaknnya harus memastikan dulu karena tandatangannya sangat dibutuhkan. semoga semua yang dibutuhkan besok bisa terselesaikan


Tarakan, 25 / 7 / 2021
Pukul   : 10.27 malam

22 Juli 2021

Terus berikhtiar

Setiap orang menginginkan ada perubahan dalam dirinya, tentukanya perubahan kearah yang lebih baik. Apalagi jika mengingat umur, hampir tidak bisa dipungkiri semakin bertambahnya umur semakin mengingatkan kita akan berkurangnya nikmat yang didapatkan, tidak terkecuali jatah dalam hidup. Pertanyaan dalam hati, sudah siapkah kita memasuki kehidupan kekal itu? Sudahkan kita sadar bahwa hidup kita di dunia hanyalah sementara, dunia hanya tempat persinggahan, kita akan kembali kepada kehidupan yang lebih kekal. 

Dalam perjalanan kita di dunia tentunya begitu banyak cobaan dan rintangan, bahkan kita sampai jatuh pada jalan kesesatan, jalan yang semakin menjauhkan kita pada cahaya Ilahi Robbi, cahaya yang mengantarkan pada jalan yang lurus, jalan yang diridhoi Allah subhannah wata'alah. Dalam perjalanan hidup, ada saja hal-hal yang membuat diri salah memilih jalan, salah memilih teman bahkan salah dalam berpikir tentang hal tertentu. Bahkan kita tidak sadar bahwa jalan itu sudah membuat kita nyaman bahkan semakin nyaman dijalan yang sesat ini. 

Paling tidak, ada niat untuk memperbaiki diri dari segala kekhilafan, berusaha menghindari bahkan membatasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang lupa mengingatkan dan menyadarkan kita untuk tetap berada pada Koridor jalan yang lurus, bahkan tidak sedikit tantangan dan bisikan yang menjatuhkan dan melemahkan diri kita, bahkan sampai ada bisikan jika tidak pernah bisa menjadi orang baik,nkita sdh membatasi pergaulan dan komuniasi dengan Kawan atau rekan yang bisa menjatuhkan kita pada lobang kesalahan dan kekhilafan, kita dipaksa menerima takdir yang sebenarnya masih bisa kita benahi dan perbaiki arahnya. Semoga hati ini dengan pertolongan Allah subhanah wata'alah bisa menjaga ikhtiar hati dan diri untuk tetap memperbaiki diri kearah yang lebih baik

Tarakan, 22 / 7 / 2021
Pukul.      : 10.23 malam

Catatan Try Out Hari Ini

Hari ini, sudah mulai aktif bekerja, alhamdulillah kegiatan pagi ini, diisi dengan memantau pelaksanaan try out pre untuk persiapan bimbingan mahasiswa semester akhir, semua berjalan lancar sesuai yang direncanakan, ada beberapa kendala, namun masih bisa diatasi dengan panitia, memang pelaksanaannya sudah direncanakan jauh-jauh hari, bahkan try out ini diawali dengan penyusunan soal oleh dosen pengampuh mata kuliah. Hasil try out ini masih menunjukkan kurang dari 20% mahasiswa memenuhi target minimal kelulusan, mungkin ini sebagai masukan dan hasil akhir nanti akan dievaluasi kembali, sejauh mana kemampuan yang dimiliki mahasiswa apakah mampu memenuhi batas kelulusan tersebut. Proses pembuatan soal juga tidak luput dari persoalan yang muncul, mulai dari ketidaksesuaian soal yang dibuat dosen dengan standar soal, yang meliputi kaidah bahasa / kalimat  soal yang digunakan, pertanyaan soal hingga pilihan jawaban yang disajikan.

Memang tidak mudah membuat soal, karena memiliki standar penulisan soal, sehingga dibutuhkan latihan terus menerus, jika kita mengoreksi sendiri memang cukup mudah, namun jika itu dilakukan sama orang yanhg sudah memiliki pemahaman dan pengalaman dalam pembuatan soal yang terpenting adalah sudah sering mengikuti pemaparan koreksi soal dan menelaaah soal. dan ketika melakukan ini, kita harus berbesar hati,  menerima masukan-masukan yang ada, belum lagi apakah soal kita buat ini, mengikuti blue print yang ada. dan satu hal yang terpenting dalam membuat soal ini adalah bagaimana soal kita  mudah dipahami mahasiswa dan menentukan jawaban yang benar dalam kurang waktu 30-40 detik, karena sola harus mampu dikerjakan 180 menit untuk 180 soal. Catatan try out ini, paling tidak sudah bisa membiasakan dosen untuk peduli dan mempersipakan soal uji kompetensi, sekalipun hanya digunakan diingkat institusi, reviewnya belum berjalan maksminl, semoga menjadi masukan untuk kedepannya terutama untuk pelaksanaan review soal dikalangan dosen. 

Tarakan, 22 / 7 / 2021
Pukul   : 3.11 sore


20 Juli 2021

Idhul Adha 1442 H

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Laillah haillahullah Akbar 
Allahu Akbar wa Illah Ilham

Alhamdulillah, hari ini, 20 Juli 2021 bertepatan dengan perayaan Idhul Adha 1442 H, jika tahun lalu juga dirayakan dalam kondisi pandemi, saat ini juga demikian,. Pemerintah daerah (Kota) masih memberikan kesempatan pelaksanaan Idhul Adha dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Tahun lalu benar-benar jarak antar jamaah diatur sedemikian dan jamaah menjadi meluber hingga ke luar mesjid dan jamaah perempuan harus berada di luar teras mesjid (samping mesjid) dan pada Idhul Fitri sebelumnya jarak dirubah dan didekatkan namun tidak betul-betul rapat dan jamaah baik laki-laki tertampung semua di mesjid kecuali laki-laki ada yang harus di teras mesjid (termasuk saya) dan ini terjadi di Idhul fitri dan idhul adha kali ini.

Pertimbangan dari takmir mesjid saat rapat, tidak lain adalah jamaah merupakan warga lokal yang ada di RT ini, sehingga tidak memungkinkan orang diluar RT ini bergabung untuk shalat disini apalagi kapasitas mesjidnya yang tidak banyak dan letak mesjid di dalam perkampungan :) Alhamdulillah sekalipun masih diberi kelonggaran shalat di mesjid namun keinginan untuk mengunjungi rumah-rumah tetangga sangat kecil, orang berpikir mendingan di rumah masing-masing untuk mencegah semakin menyebarnya virus korona.

Semoga kondisi pandemi ini segera berakhir dan bisa merayakan lebaran tanpa rasa khwatir. Semoga amalan qurban yang sudah dijalankan diterima Allah subhanah wata'alah. Rambut yang dipotong setelah hewan sembeli di selesaikan menjadi saksi di akhiear kelak bersama bulu kulit dan darah hewan kurban  dan menjadi pemberat amal kebaikan kita.. aamiin ya rabbal Al-Amin

Tarakan, 20 / 7 / 2021
Pukul.    : 9.23 malam

19 Juli 2021

Puasa Arafah

Alhamdulillah hari ini menjadi puasa sunnah  yang ke-9 di 10 hari awal dzulhijjah, dan meerupakan hari arafah. keutamaan puasa arafah ini adalah diampuni dosa-dosanya selama satu tahun sebelum dzulhijjah dan 1 tahun dzulhijjah, luarbiasa, bagi sebagian ustat menyampaikan bahwa ini merupakan hari yang istimewah, dimana kita berpuasa beberapa jam untuk kebaikan dua tahun. dan moment hari arafah ini yang merupakan kondisi dimana jama'ah haji sedang melakukan wukuf di padang arafah dan moment hari arafah ini merupakan moment untuk berdoa, karena doa ini akan mudah di kabulkan Allah subhannah wata'alah bagi orang-orang yang sedang menjalankan ibadah haji dan bagi kita yang tidak melaksanakan moment untuk beribadah juga tetap penting, kita bisa melaksanakan setelah shalat dzuhur hingga menjelang maghrib. dan bagi kita yang berpuasa hari ini, merupakan moment mustajab untuk berdoa apalagi bertepatan dengan moment puasa arafah. 

Puasa Arafah, menjadi kewajiban yang sudah dilaksanakan rutin seperti moment puasa sunnah lainnya, namun baru kali ini saya benar-benar menjalankan dengan 8 hari sebelumnya berpuasa. Alhamdulilah semua berjalan lancar dan tulisan ini dibuat menjelang 1 jam lebih menjelang buka puasa, dan puasa kali ini ditemani istri dan rafa dan atiyah yg puasa setengah tp tetap lanjut puasa. Semoga Allah subhannah wata'alah menerima amalan puasa saya dan keluarga

Tarakan, 19 / 7 / 2021
Pukul.    : 5.01 sore

17 Juli 2021

Demi Silaturahmi (catatan walking)

Pagi tadi, untuk kedua kalinya saya ikut bergabung dengan cetaar Runners dan Walkers dari rekan di bea cukai Tarakan. Rute yang ditempuh juga sangat menantang, ada beberapa bukit yang cukup tinggi dan sebenarnya ini cukup bagus untuk latihan endurance :) sempat lupa untuk on kan aplikasi strava dan ketinggalan 1 K dan dari aplikasi teman jarak tempuh hari ini ada 9 K untuk walking dan ada 10K running dan saya memilih walking selain karena asalan berpuasa dan juga karena belum terbiasa lari dalam kondisi puasa :) 

Sebenarnya dibalik kegiatan tadi pagi itu, ada hal yang menarik :) jadi begini, selepas shalat isya semalam saya mendapatkan w.a dari teman yang merupakan member dari cetar Runner ini, sudah cukup dekat dan sering jadi partner lari. Isi w.anya menyampaikan kegiatan tadi dengan rinci, dalam hati, besok masih puasa, jadi belum bisa bergabung, teman ini balas,beliau juga besok masih puasa dan ada teman yang Minggu lalu jd leader tim saat kegiatan running ke embung binalatung juga puasa, beliau juga menambahkan bahwa ini event untuk perpisahan dengan salah satu teman sekantornya yang juga patnert larinya mau lanjut S2. 

Sambung cerita saya membalas w.a teman dengan sampaikan insyaallah besok saya akan kabari apa jadi atau tidak, niatnya lihat kondisi besok bagaimana bagusnya. Teman ini membalas juga besok juga akan lihat situasi karena kondisi badannya kurang fit selepas rapat di kantor. Tadi pagi begitu bangun dan shalat witir :) telat bangun padahal uda pasang alarm ternyata bangun hanya untuk mematikan, lihat kondisi kalau hujan berarti batal bergabung. Begitu selesai shalat subuh, habis ngaji, saya lihat cuaca mendukung dan saya sudah tidak ada alasan untuk tidak bergabung.

Saya w.a teman dan memberitahukan kalau saya insyaallah jadi bergabung dan beliau mengkonfirmasi kalau bergabung di kantor bea cukai dan kesananya gunakan mobil. Walau saya agak telat datangnya dan Alhamdulillah kita berangkat ke pelabuhan Fery dan ada sekitar 15 an orang yang bergabung, ada 4 mobil, sepanjang perjalanan ngobrol  dengan komandan regu :) yang juga saat berpuasa, dan setibanya disana foto-foto dan suasananya cukup bersahabat, walau saya terbilang bukan pegawai beacukai :) dan untuk pertama kalinya ngobrol saya yg menjadi inisiator kegiatan ini yang akan pergi melanjutkan pendidikan S2 di Australia, padahal selama ini sudah sering berpapasan karena dia salah satu patner running teman di kantornya. Indahnya silaturahmi

Tarakan, 17 / 7 / 2021
Pukul.    : 10.43 malam


Godaan "menyerah"

Alhamdulillah wasyukurullah, Malam ini bertepatan 8 Dzulhijjah, artinya sudah 7 hari berlalunya awal Dzulhijjah. Alhamdulillah atas pertolongan dan Taufiq Allah subhannahu wata'alah, puasa 7 hari berjalan lancar dan ini merupakan puasa pertama secara utuh di awal Dzulhijjah dan insyaAllah besok ada puasa Tarwiyah dan lusa ada puasa Arafah. dan untuk dua puasa ini Alhamdulillah sudah dijalankan sejak 2-3 tahun belakangan ini. 

Untuk sampai titik ini, memang tidak mudah, dihari-hari ke.4 dan ke.5 begitu banyak dogaan dan bisikan-bisikan agar mmenyerah dan Jangan terlalu dipaksakan. Bukankah ini hanya puasa Sunnah bukan kewajiban. Namun dalam hati sudah niat di awal Dzulhijjah, saya tidak ada uzur yang benar-benar bisa menghalangi untuk melakukan puasa ini, terlebih lagi sudah ada penjelasan mengenai keutamaan 10 hari Dzulhijjah dan aktifitas saya juga terbilang normal dan tidak ada hal yang benar-benar bisa menghalangi.

Memang benar, bahwa niat itu membutuhkan komitmen dan kesungguhan dan yang terpenting adalah meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah dan semoga terus diberi pertolongan dan Taufiq Allah subhanahu wata'alah untuk menyelesaikan 2 puasa yang tersisa dan bisa menyempurnakan Idul adha dengan berkurban. Insyaallah

Tarakan, 17 / 7 / 2021
Pukul.    : 10.12 malam

15 Juli 2021

Menepati Janji

Hari ini, saya memiliki dua janji yang harus ditepati. pertama dengan penjual jalangkote :) dan kedua dengan mahasiswa yang sedang praktik di puskesmas karang rejo. Hari ini cuaca tidak begitu mendukung,  mendung sejak tadi pagi namun hujannya baru di jam 12 siang. menjelang jam 1 hujan tidak kunjung redah, dalam hati terlintas untuk ke Puskesmas karena hujannya tidak juga redah. Sebenarnya hujannya terbilang sedang, masih bisa menggunakan jas hujan, sayapun berpikir, mahasiswa saja dalam kondisi apapun apalagi hujan tetap dituntut untuk ontime masuk di jam dinas. Sebagai dosen sudah seharusnya memberikan contoh, jangan karena arogansi diri hingga menjadikan pembelaan untuk tidak ke puskesmas. Alhamdulillah bisikan itu bisa ditepis dan saya tetap ke puskesmas. Saat bimbinganpun ada mahasiswa yang menyampaikan dan mengira saya tidak akan datang karena kondisi hujan dan sayapun hanya tersenyum dan menjawab kan sudah kontrak waktu jauh-jauh dari sebelumnya :)

kedua, janji dengan penjual jalangkote, karena sudah janji senin lalu bahwa saya akan menjumpai penjulanya sekalian membawakan uang untuk pesanan besok, kebetulan ada pengajian setiap jum'at bada maghrib di mesjid depan rumah, dan para jamaah dipersilahkan jika ingin bersedekah menyiapkan konsumsi dan alhamdulillah saya ikut andil untuk menyiapkan. Sebenarnya saya bisa saja membatalkan ini, selain karena sudah janji dengan penjualnya dan kebetulan jalangkotenya lumayan enak dan ukurannya sesuai standar dan harganya juga lumayan dan kadang-kadang penjualnya memberikan bonus. 

Berjanji memang perkara mudah, namun berkomitmen untuk memenuhinya itu yang menjadi tantangannya. jangan sampai karena alasan arogansi kita dengan semena-menanya membatalkan, jika tidak ada alasan yang tidak bisa ditunda atau dihalangi, maka tepatinya, paling tidak kita mengharga orang dan juga diri kita dengan janji yang sudah diikrarkan dan kita bisa bertanggungjawan dengan apa yang sudah kita ikrarkan dan ini akan berdampak dengan silaturahmi yang kita jalankan dan jalin. 

Tarakan, 15 / 5 / 2021
Pukul   :  4.26 sore

Ketika Gabut!!! Antar walking atau Jogging

Ketika tidak memiliki aktifitas di waktu pagi atau sore maka pilihannya adalah walking atau easy run :) mungkin sebagian besar orang akan melakukan aktifitas lain yang lebih simple misalnya nonton atau rebahan, malas bergerak (mager) atau aktifitas lain yang menyenangkan. Tapi bagi saya, menghabiskan waktu yang kosong itu dengan dua kegiatan itu. Waktu Gabut itu paling sering adalah ketika pagi sebelum masuk jam kerja atau selepas jam kerja sambil menunggu Maghrib. Jika waktu luang itu bersamaan dengan jadwal rutin lari maka kedua aktifitas itu dapat menjadi recovery atau bahkan warming up lebih awal :) misalnya pagi ini sambil menulis sambil walking, sorenya adalah jadwal rutin lari, dan untuk hari ini Rabu, yang biasanya pagi dilakukan karena ada hal yang tidak bisa di lepas jadwalnya dipindahkan sore dan pagi ini sebagai "pemanasan". Dan ini cukup memberikan efek ketika lari sore, paling tidak endurance menjadi aman:)

seperti yang saya rasakan dalam beberapa kali latihan, ketika pagi saya lakukan jogging, maka insyaAllah sorenya pace menjadi aman, contoh kemarin, paginya saya gunakan walking 3 K dengan menggunakan aplikasi Strava, alhamdulillah sore ketika running saya bisa mencapai 60 menit untuk 10K. yang mengejutkan ketika sabtu lalu, kombinasi lari 3K dan jalan  3K dengan kondisi jalan berbukit, alhamdulillah begitu longrun sore harinya benar-benar diluar ekspektasi dalam kurang waktu 1 jam 25 menit sudah bisa mencapai 15 K yang biasanya untuk jarak seperti itu dicapai 1 jam 35 sampai 40 menit. Inilah pentingnya walking apalagi ketika ga ada aktifitas penting, bingung mau ngapain, ya pilihannya walking atau jooging efeknya ke running

Tarakan, 15 / 7 / 2021
Pukul   : 3.42

13 Juli 2021

Lupa Potong kuku dan rambut

Ada sebuah hadist yang mengatakan bahwa jika seseorang berkurban jangan memotong kuku dan rambut jika sudah memasuki bulan Dzulhijjah. dan untuk perintah ini saya benar-benar khilaf dan lupa untuk melakukannya sebelum bulan Dzulhijjah. Sebenarnya potong kuku ini harus saya lakukan di hari jum'at kemarin namun karena kesibukan hingga lupa melakukan, begitu juga dengan memangkas rambut, seharusnya saya lakukan di hari sabtu sore beberapa saat sebelum masuk 1 Dzulhijjah, namun sayang seribu sayang, keduanya saya tidak lakukan hingga tersadarkan dengan ceramah seorang ustat yang mengutip hadist di atas.  Spontan saya melakukan untuk memotong kuku di haru pertama Dzulhijjah, saya yakin ini salah namun karena kekhilafan / lupa saya semoga Allah mengampuni, saya memotong kuku te;pat di tanggal pagi 1 Dzulhijjah, karena kondisinya sudah terlalu panjang dan saya akan menahan memotongnya hingga selesai berqurban dan untuk rambut walau kondisinya sudah cukup panjang dan tidak rapi saya harus menahan untuk memotongnya karena mau tidak mau saya harus menjalankan perintah nabi ketika sudah berniat berqurban.

Alhamdulillah, hampir 3 tahun ini sudah menjalankan ibadah kurban secara berturut-turut, kayaknya tidak ada alasan untuk tidak berkurban, karena rejeki untuk menjalankan itu ada, walau jumlahnya memang pas-pasan saja, mungkin ini sudah jalanNya dan arahanNya bahwa uang yang ada diarahkan untuk berkurban. Di beberapa tahun yang lalu juga ketika memasuki bulan Dzulhijjah saya "melanggar" anjuran tersebut, mungkin karena belum terlalu memahami hadist tersebut dan merasa masih ada batas toleransinya (pemahaman yang salah) sehingga saya tidak terlalu pempedulikan ini, malah saya kiranya pas di hari raya idhul adha tidak memotong kuku dan mencukur rambut, benar-benar tidak pernah bahwa ini asalah makruh untuk dilakukan orang sudah berniat berkurban. Semoga dengan adanya pengingat ini, menjadi peringatan untuk kedepannya jika sudah berniat berkurban harus memang memotong kuku dab rambut satu atau dua hari sebelum masuk bulan dzulhijjah sehingga kita bisa dihindarkan dari amalan maruh jika kita melakukan keduanya. wallahu a'alam bisahawab. 

Tarakan, 13 / 7 / 2021
Pukul.   : 4.25 sore

11 Juli 2021

10 Awal Dzulhijjah dan 10 Akhir Ramadhan

Sebagai pembuka tulisan ini yang banyak disampaikan oleh ust. Nurul Dzikri yang mengutip tentang hadist 
Tidak ada satupun hari dimana amal shaleh lebih dicintai Allah subhannah wata'alah dibanding amal shaleh yang dikerjakan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah 

10 hari bulan Dzulhijjah ini merupakan puncak dari 4 bulan Haram (muliah), bulan paling presisus dari 4 bulan itu. 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini hampir sama nilainya ibadah di 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Shalat, Dzikir dan puasa kita yang paling Allah cintai kita kerjakan di awal Dzulhijjah ini. Kita harus memberikan perhatian penuh pada hari hari kedepan karena keistimewaannya. Kita dianjurkan banyak berdzikir membaca tahmid tahlil dan takbir, kita menjalankan itu saat melaksanakan aktifitas hari-hari kita, misalnya sedang bekerja, sedang running atau sedang menunggu sesuatu. Kita menjalankan ini berdasarkan amalan yang dicontohkan imam abu Hurairah mereka tetatp berdzikir ketika beraktifitas di awal-awal Dzulhijjah ini.

Ada yang menyampaikan bahwa jika di bulan ramadhan 10 hari terakhir itu kemuliaan terletak di malam-malamnya sementara untuk awal Dzulhijjah ini keutamaannya terletak di sepanjang hari (pagi hingga Maghrib) dan perlu diketahui bahwa di bulan Dzulhijjah ini menggabungkan ibadah-ibadah dalam rukun Islam, tempat kumpulnya induk-induk beribadah ada di bulan Dzulhijjah kita bisa menjalankan bershahadat, bisa shalat puasa, bersedekah, dan berhaji. Semua ada dibulan Dzulhijjah khusus haji hanya ada di bulan Dzulhijjah. 

Begitu besar faedah, afdhol dan keutamaan sehingga ulama-ulama klasik ini tidak menyia-nyiakan ini, ini merupakan hari-hari yang spesial, afdhol  dan suci karena dicintai Allah Subhannah Wata'alah. Semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayahnya sehingga 10 hari Dzulhijjah ini dapat berjalan dengan dan tidak disia-siakan..karena bisa mentotalkan dan tidak mencuekkin. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan kesehatan..Aamiin

Tarakan, 11 / 7 / 2021

Pukul.   : 5.31 sore




Menjaga niat berpuasa (Awal Dzulhijjah)

Hari ini bertepatan dengan 1 Dzulhijjah, dari ta'lim yang saya ikuti awal-awal Dzulhijjah ini merupakan hari yang istimewa dan kita dianjurkan berpuasa 9 hari. Sebenarnya sejak setahun lalu sudah mendengar ini namun tahun lalu itu belum terlalu siap dengan anjuran ini, semoga Allah memberikan Taufiq dan hidayah sehingga bisa menjalankan puasa ini dengan baik dan lancar dalam keadaan sehat wal Afiat. Aamiin. Anjuran puasa di awal Dzulhijjah ini memang tidaklah familiar, kita hanya mengenal puasa Arafah di 9 Dzulhijjah, kemudian puasa Tarwiyah di 8 Dzulhijjah. 

Saking tidak familiarnya puasa di awal Dzulhijjah hingga orang di rumah bertanya-tanya kenapa tidak sarapan dan makan seperti biasanya :D apalagi masih ada anggapan bahwa tidak boleh berpuasa Sunnah dihari Jum'at, Sabtu atau Minggu hehe dan sudah ada penjelasannya dari ust. Yang banyak berbicara tentang amalan Sunnah Nabi, boleh berpuasa di hari itu namun jangan hanya sehari tapi harus diingiri 1 hari berpuasa sebelum atau sesudah hari itu, misalnya saja hari ini hari Ahad berarti harus berpuasa di hari Senin esoknya 

Hari Ahad, khususnya bada shalat subuh selalu ada pengajian di islamic center dan sstelahnya itu dilanjutkan dengan sarapan bersama, nah ini menjadi tantangan apakah karena saya berpuasa saya tidak akan shalat subuh di islamic, atau saya hanya mendengarkan ceramahnya saja dan tidak bergabung untuk sarapan. Kebetulan tadi itu jamaahnya cukup banyak jadi alasan untuk tidak langsung bergegas bergabung dengan jamaah yang lain, qadarallah selesai ceramah pas tidak lama masuk syuruq dan beberapa jamaah langsung melanjutkan shalat Isro' namun untuk saya menunggu 15 menit :) namun untuk lagi hanya menunggu 10 menit :( begitu selesai shalat Isro' (Dhuha) saya langsung ke parkiran mengambil peralatan untuk jogging dengan jalan yang berbeda dengan tempat jamaah sarapan :)

Sore ini begitu bada ashar ada tetangga yang ngajak makan, saya beralasan mau mengaji. Karena saya takut kelewatan waktu berdzikir petang hari, dan anak saya bertanya kenapa tidak bilang saja sedang berpuasa, nah karena alasan ini tidak begitu familiar bagi orang makanya saya mengambil alasan lain dan saya baru saja mengirim pesan w.a ke tetangga bahwa saya belum bisa bergabung karena berpuasa :) itupun dikirim setelah tetangga yang merupakan jamaah shalat ashar ini sudah pulang :) semoga tetangga yang mengundang ini bisa memaklumi. Memang menjaga niat berpuasa ini tidaklah muda tat kala orang-orang tidak begitu familiar dengan amalan ini, tidak niat untuk menunjukkan amalan2 ini kepada orang-orang, cukup Allah subhanallah wata'alah yang mengetahui seperti apa niat yang sudah diikrarkan dan Alhamdulillah Allah juga yang menjaganya agar kita tetap menjalankan amalan ini dengan baik tanpa harus digembor-gemborkan ke orang-orang apalagi harus mengikrarkan di sosmed. Wallahua'alam bisyawab

Tarakan, 11 / 7 / 2021
Pukul.   : 5.00 sore

10 Juli 2021

Silaturahmi Runner BC

Hari ini menjadi hari yang cukup menyenangkan, tepatnya pagi tadi, saya diajak oleh salah satu teman running untuk bergabung di rute lari pagi tadi bersama teman-teman kantornya di beacukai Trk. Awal rencana ini hanya iseng doank, dan teman ini menanyakan rute yang tadi didatangi, saya bilang cukup dekat mungkin jaraknya ga terlalu jauh namun ada beberapa tanjakan, kata teman itu bagus untuk selingan lari atau cross training. Alhamdulillah dari info semalam ketika mengkonfirmasi rupanya ini dibicarakan di internal teman kantor teman ini dan jadilah kegiatan pagi tadi. Semalam itu saya membaca info dari teman cukup terorganisir ini infonya dan kayaknya sudah disiapin memang ternyata dugaan saya tidak salah, pagi tadi ada sekitar 6 teman kantornya yang bergabung dan beberapa diantaranya sering berpapasan saat lari di track jogging islamic namun belum saling menyapa.

Pagi tadi ada yang lari dan ada yang jalan, karena ini bukan race jadi saya memilih berlari di zona 1 paslah untuk ngobrol2 dengan teman. Ke temlat sasaran ditembuh hampir 4K tempatnya beberapa kali di datangi namun hanya mampir dan itupun menggunakan motor kali ini benar-benar lari. Setibanya disana foto-foto, puas berfoto begitu rencana mau balik malah ketemu dengan peserta cewe yang baru nyampe akhirnya kembali foto2 :D tidak lama kemudian peserta yang jalan kaki Uda nyampe akhirnya ber.8 komplit nyampe disana.

Kesan yang saya dapatkan dari rekan-rekan teman ini sangat welcome dan friendly, ngalir ngobrolnya dan nyambung. Balik ke tempat awal star dengan sama-sama jalan. Sepanjang pulang saya berpapasan dengan anggota indo  Runner Tarakan, banyak hal yang diobrolin termasuk untuk pertama kalinya saya membuka diri menggunakan aplikasi strava, walau baru menggunakan sebulan, dia memfollow id saya dan menjadi orang pertama follower saya :D akhirnya saling follback demikian juga rekan saya, akhirny saya mengikuti id dia dan dia memfollback. Padahal niat awal menggunakan aplikasi ini Adalah untuk konsumsi diri sendiri hehehe pada akhirny sedikit demi sedikit saya pahami penggunaan aplikasi itu :D begitu nyampe di stadion datu adil, diajak sarapan, awalnya nolak karena pengen nyambung lari ke dati adil karena ini Sabtu hariny untuk longrun. Karena sudah beberapa orang yang ajak akhirnya saya luluh juga. Sarapan beres Alhamdulillah, dan kami bubaran :) nah sebagai pengganti longrun pagi saya melanjutkan longrun 15k selepas ashar dan Alhamdulillah dapat PB 1 jam 26 menit yang kalau biasanya 15 K itu ditempuh dengan 1 jam 35 atau bahkan 40 menit


Tarakan, 10 / 7 / 2021
Pukul.   :  10.55 malam

07 Juli 2021

Kegiatan Genting Hari Ini

Dua hari ini menjadi hari yang benar-benar menguras tenaga, ada dua kegiatan di kampus yang harus diselesaikan hari ini, satu yang berkaitan dengan ujian akhir, ada 10 mahasiswa yang belum menyelesaikan ujian akhir diinjury time, nah ini ada kaitannya dengan kegiatan kedua yang hari ini, dimana mahasiswa harus sudah didaftarkan ujian kompotensi. Ada beberapa persoalan yang muncul ketika kegiatan yang pertama ini belum selesai namun harus segera diinput nilainya dipelaporan sementara ada beberapa nilai dipelaporan yang yang bermasalah, posisi kemarinm pelaporan belum bisa dibuka sehingga jalur yang dipakai adalah jalur konsultasi, ketika dibukakan akses maka yang menjadi persoalan adalah nilai-nalai yang ada belum sepenuhnya komplit.  setelah dilist ada beberapa nilai mahasiswa yang harus segera diklarifikasi. melalui proses yang panjang akhirnya semua nilai sudah fix, namun ada persoalan muncul keesokan harinya masih ada dua mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan. setelah diidentifikasi ada nilai yang belum tercover, diinjury time di saat-saat waktu penutupan pendaftaran akhirnya kelar. 

Hal yang bebeda juga ketika ujian akhir hari ini, masih tersisa 10 mahasiswa belum ujian dan sebagai ketua panitia saya harus bertanggungjawab mempersiapkan keperluan karena teman panitia yang selama ini menghandle sedang melakukan isolasi mandiri. Beres mempersiapkan ketika akan memasuki waktu shalat maghrib. Tadi itu ada yang unik, ada salah satu rekan dosen yang duduk menguji dari awal hingga ujian terakhir. posisi duduknya pun berganti-ganti. ujian pertama duduk sebagai penguji I, ujian kedua dan ketiga bergeser tempat duduk dan berperan sebagai pembimbing, ujian keempat bergeser kembali menjadi penguji pertama dan ujian kelima kembali bergeser menjadi penguji kedua dan terakhir ujian keenam kembali bergeser menjadi pembimbing, kalau teman ini 6x berganti peran, saya lumayan 4x berganti peran :) 

Diinjury time ini juga akhirnya dua kegiatan genting tersebut bers. alhamdulillah dengan jalan penuh perjuangan, menguras energi dan emosi, semua terlewati dan menunggu memasuki tahap berikutnya, paling tidak dua kegiatan genting tersebut sudah beres. kegiatan berikutnya adalah mempersiapkan beberapa hal sebagai tindak lanjut kedua kegiatan genting itu, dan saya masih banyak utang beberapa deadline seperti merakap nilai, kembali mencari ide untuk menulis artikel, rapat persiapan ukom dalam hal pembuatan soal, semuanya menanti di bulan ini. semoga semua berjalan lancar dan saya dan rekan-rekan yang lain diberi kesempatan dan kesehatan untuk menyelesaikan semua. aamiin

Tarakan, 7 / 7 / 2021
Pukul    : 5.50 sore

04 Juli 2021

Rejeki Ga Kemana

Ceritanya pagi tadi. Setiap hari ahad selepas subuh di islamic center, diadakan ngopi obrolan seputaran Islam, jadi ini untuk yang keempat kalinya. Namun kali ini nampak berbeda dari biasanya, ceramah yang diisi ustat sebagai Narasumber terbilang cepat hanya 15 menitan padahal dari dua Minggu sebelumnya itu pas memasuki waktu suruq ceramahnya baru selesai. Ada hal yang menarik selepas ceramah subuh, saya tiba-tiba tidak bisa menahan sakit perut dan sudah sejak selepas subuh merasakan ingin pipis, karena masih mendengar ceramah saya menahan hingga ceramah selesai, dan saya segera bergegas menuju kamar kecil, memang agak lama berurusan dengan hal yang satu ini, hingga tidak lama kemudian saya selesai dan bergegas balik ke tempat jamuan, betapa kagetnya saya ketika tiba disana, sajian makanan sudah dibereskan padahal sebelumnya sampai mau bubarpun masih ada :). Karena merasa ga enak mau menanyakan dimana posisi makanan tersebut saya memutuskan untuk balik :) sambil senyum-senyum. Sebenarnya dalam hati berkata ini kayaknya doa saya terkabulkan, kata-kata saya jadi doa, jika hari Ahad itu bertepatan dengan lari pagi :), saya pernah sampaikan sama teman, agak berat untuk lari karena perut masih terisi penuh dengan sarapan nasi kuning :)

Tidak lama kemudian saya ceritakan sama teman lari, sambil senyum2 teman meresponnya, saya bilang doa saya diijabah untuk lari pagi dalam keadaan perut kosong :).  Begitu lepas lari saya, saya dan teman ini berpisah karena tempat parkirnya beda, sambil2 balas2 w.a mengenai target lari yang hari ini yang lumayan bagus karena 58 menit untuk 10K, beliau ini mengajak makan, kirain bercanda rupanya serius. Alhamdulillah rejeki ga kemana, setelah gagal mendapatkan sarapan di islamic center, rupanya rejeki datang dari teman lari, beliau mentraktir. Saya juga sempat menyampaikan sama beliau kalau saya mendengar ucapan ustat, jangan menolak jika ada saudara / teman yang mau memberikan kebaikan :) jadi saya tidak menolak karena ungkapan ini. Memang rejeki ga kemana jika memang sudah milik kita bisa datang dari sumber yang tidak diduga-duga :)

Tarakan, 4/ 7/ 2021
Pukul.   : 6.01 sore

03 Juli 2021

Apa hadiah untuk Diri?

Tadi pagi, begitu selepas jogging sambil mencari informasi tentang pertadingan perempat final Euro, saya mendapatkan tweet Boy Candra "hadiah apa yang kamu berikan untuk dirimu sendiri tahun ini?" mungkin motivasi tweet ini mengingatkan bahwa bulan juli yang berarti bahwa setengah perjalanan tahun ini sudah berlalu, apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita? apa yang sudah kita berikan untuk kebaikan diri kita, apa yang sudah kita torehkan untuk setengah perjalanan ditahun ini, kebaikan apa yang sudah kita berikan bagi orang-orang yang kita kasihi, orang-orang yang sudah banyak berkorban untuk diri kita dan perlu disadari juga sudah seberapa jauh kita "menyakiti diri kita sendiri, sudah berapa sering kita membuat luka bagi orang-orang di sekitar kita, sudah seberapa sering kita menyadari kelemahan diri kita, sudah seberapa serius kita berusaha memperbaiki diri untuk lebih baik lagi, meninggalkan hal-hal yang mendzalimi dan merusak diri, mengendalikan hal-hal yang bisa "mencelakai" diri kita sendiri,.

Jika pertanyaan itu diutarakan kepada diri saya, dan saya "dipaksa" menjawabnya, maka saya akan menjawab, belum banyak yang saya berbuat untuk diri saya sendiri, masih banyak kekurangan yang saya miliki dan masih ada kelemahan dan masih ada keterbatasan yang perlu dibenahi. Namun ada beberapa hal yang sudah memberikan angin segar, paling tidak sudah ada effor yang sudah saya lakukan untuk membenahi diri, namun semoga ini tidak membuat lalai dan lupa apalagi merasa bangga yang berlebihan hingga meremehkan orang lain, naudzubillah min dzaliq. Hadiah yang terbaik bagi diri adalah berusaha memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, berusaha memenuhi impian diri, berusaha memperbaiki diiri terus menerus, jangan pernah lengah untuk membebani diri, dan tetap memberikan kebaikan untuk orang terkasih, orang-orang terdekat, terutama keluarga, saudara dan orang-orang yang dekat dan mengenal kita.

Tarakan, 3 / 7 / 2021
Pukul    : 6.10 sore

Kelupaan Ide Menulis:)

Kemarin itu ada niat mau menulis blog, karena ada begitu hal yang ingin diuraikan, karena situasinya yang tidak memungkinkan saya mengulurkan niat untuk menulis karena harus pulang ke rumah, saya berharap malamnya bisa menulis, namun benar-benar tidak ada waktu untuk menulis karena selepas maghrib harus mengikuti ta'lim di depan rumah dan selanjutnya ada jamuan bakso dan nyaris begitu selesai langsung terkapar karena harus mempersiapkan diri untuk long run esok harinya. Begitu sore ini waktu agak luang dan ketika ingin menulis blog, malah idenya buyar, ambyar tidaka ada yang benar-benar tertinggal di ingatan, tidak ada sama sekali ide yang kemarin begitu bersemangat untuk di tulis, bahkan saya berniat menulisnya pagi agar sore sisa diupload. 

Mungkinkah ini karena efek kecapean pagi tadi selesai longrun dengan kondisi yang lumayan, sekitar jam 9 pagi, saya mendapatkan w.a dari coach, yang ngajak lari dan saya membalasanya kalau saya sekitar 1 jam yang lalu baru selesai lari bersama rekan, namun karena ini sudah yang keberapa kali diajak dan pas saya belum mandi masih mengenakan pakean lari tadi, saya berniat menyusul, dan sudah menuju islamic, begitu di jalan saya melihat, coach sedang perjalanan pulang ke rumah, ini paling tidak saya berniat menyusul :) kembali ke topik ini, saya kembali mengingat-ingat ide yang kemarin ingin saya tulis, semoga idenya kembali diingat :) dan kembali ditorehkan dalam blog ini

Tarakan, 3 / 7 / 2021
Pukul   : 5.52 sore

01 Juli 2021

Tantangan mempertahhankan amal soleh

memang tidaklah mudah mempertahankan amalan sholeh yang sudah kita jalankan secara rutin selama ini, terlebih lagi kondisi iman yang lagi drop dan saat-saat benar-benar kondisi kita lagi ngeblank, seolah-olah apa ilmu yang kita dapatkan selama ini seolah tidak membekas, kondisi diri yang benar-benar sedang jatuh-jatuhnya. Dalam kondisi seperti ini, pertanyaan terbesarny adalah apakah kita bisa menjalankan amalan sholeh rutin yang selama ini sangat dekat dengan kita. Meskipun dalam kondisi itu, setan tidak akan pernah diam menggoda untuk kita berhenti melakukan, membisikkan kata-kata yang membuat kita seolah-olah membenarkan bahwa bisikan itu benar, bahwa kita tidak perlu melakukan itu karena kondisi kita lagi "kotor" jauh daru Nur Ilahi. Mungkin sebagian dari kita akan membenarkan dan mengiyakan bisikan itu, dan bahkan ada bisikan bahwa kita sudah terlanjur jatuh dalam gelimang doa dan mendzalimi diri hingga kita sudah tidak layak lagi menjadi orang yang baik. jika benar-benar kita sudah terkungkung dalam kondisi ini,  maka kita sudah terjebak dalam lingkaran hitam kehidupan

Menguatkan dan jujur pada diri sendiri dengan mengakui bahwa saat ini benar-benar dalam kondisi drop iman dan membutuh support Tuhan Alam semesta yang menguasai segala apa yang ada di langit dan bumi bahkan unttuk kondisi disaat-saat kita butuh penguatan iman. dan semua itu datangnya dari pertolongan Allah subhannah wata'alah melalui amalan sholeh yang kita lakukan dalam kondisi iman stabil. kita tetap mentadarussi alqur'an, tetap menjalankan shalat sunnah rawatib, kita tetap mengikuti ta'lim oflline dan online, kita tetap bersedekah, kita tetap berbuat baik kepada orang lain. Dalam kondisi ini, recovery iman benar-benar dibutuhkan, lingkungan kita sangat memperngaruhi, sama siapa kita berkomunikasi di masa-masa drop iman ini dan apa yang kita tonton, akan  menentukan cepat dan lambatnya recovery iman kita. semoga Allah subhannah wata'alah tetap memberikan iman dan menguatkan dalam diri kita yang penuh dengan kelemahan, kekhilafan dan keterbatasan. aammiin

Ditulis, 28 / 6 / 2021 pukul 6.40 pagi
di upload  : 1 / 7 / 2021
Pukul        : 10.43 malam

Assalamualaikum July (bulan)

Tidak terasa, tahun 2021 ini sudah setenganya terlewati. yang berarti bahwa sebagian dari target hidup kita sudah terlewati dan seharusnya tercapai. secara pribadi, setengah perjalanan yang terlewati belum begitu terasa, padahal begitu banyak target yang dicapai di tahun ini, mulai dari ambisi pribadi, ambisi dalam pekerjaan bahkan ambis dalam hoby. Begitu banyak rintangan dan ujian yang dihadapi bahkan dri ini merasa tidak mampu menghadapi semua yang ada, bahkan dalam dua minggu terakhir ini saya dihadapkan dengan kelemahan-kelemahan diri yang selama ini terpendam, begitu banyak cita-cita ingin dicapai dan diraih dan ini menjadi titik terlemah dala  diri

Bulan Juli menjadi penanda "mulainya" segala impian dan cita yang ingin dirai, semoga bulan juli ini membaw abanyak kebaikan dan mafaat, semakin merefleksikan segala apa yang dihadapan apalagi erkaitan dengan penilain pribadi, karakter, semoga semuanya berjalan lancar, segala yang diimpikan bisa tercapai dan semakin mengenal diri sendiri segalam kelemahan dan kekuatan yang dimiliki.

Tarakan, 1 / 7 / 2021
Pukul    : 10.41 malam