26 Januari 2021

26 Januari 2008 - 26 Januari 2021

Sore seperti ini, 13 tahun yang lalu, saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Paguntaka kota Tarakan. Begitu sampai saya sempat diantar mampir di kampus :). Star dari makassar selepas subuh dari sekretariat hmi cabang makassar diantar oleh dua kawan dengan dua motor :) ini saking banyaknya barang yang dibawa dan ada kelebihan bagasi dan anehnya ketika ditimbang kembali di balikpapan, timbangan bagasi saya pas ;) apa karena beda maskapai. dari makassar ke balikpapan dengan pesawat Batavia Air. sekitar jam 10-an nyampe dan harus menunggu hingga jam 2 siang untuk bisa cek in. Lumayan lama menunggu di Balikpapan :) namun karena semangat menggebu-gebu, 4 jam itu terlewati juga. Perjalanan ke Tarakan dengan menggunakan pesawat Sriwijaya. sekitar 60m menit perjalanan dan akhirnya tiba dengan selamat. Begitu di Bandara di jemput oleh senior yang mengajak kerja di Tarakan dan kak Ruli (alm). sebelum menuju balik ke rumah mampir makan di warung makan Sundari (sampai saat ini masih ada), dan disini saya mulai mengenal ayam penyet dan ayam lalapan :) hehehe, sebelum menuju tempat tinggal saya mampir di kampus seperti cerita di awal, saya bertemu dengan dosen-dosen dan beberapa diantaranya sangat familiar karena masih satu kampus saat kuliah di unhas :).  Saya menginap di rumah pak yayasan, pemilik kampus ini, disitu ada anak pa yayasan, yang sementara SMP, saat ini sedang pendidikan dokter spesialis, dan dirumah ada ibu Yayasan dan juga anak pertama beliau (kak ime) dan suami (alm kak ruli). 

Esok harinya, saya diajak pak yayasan ke kampus lagi, untuk melihat kondisi bangunan yang sedang dikerjakan saat itu lagi finishing lantai 2 gedung kuliah yang dijadikan laboratorium keperawatan, saya bertemu dengan anak kedua pa Yayasan, pak Muliadi (Direktur terakhir Akper Kaltara, sebelum beralih menjadi Politeknik Kaltara, 2018-2020) dan saya di ajak ke warung coto, yang sangat terkenal di Tarakan ;) kalau tidak saya saat itu ada coto daeng Gasing, dan masih ada lagi satu warung coto yang cukup terkenal coto bang Abu. Beliau sempat bercerita kalau sempat aktif di HMI, dan beliau tahun saya baru saja menyelesaikan kepengurusan di HMI cabang Makassar.  Singkat cerita, keesokan harinya tepat tanggal 28 Januari 2008, saya masuk kerja dan yang bikin tersenyum saat itu merupakan hari penerimaan gaji hehehehe betapa senangnya kalau suatu saat saya juga bisa gajian :). kontrak kerja saya juga masih saya simpan dengan rapi sampai saat ini, saat mendapatkan gaji 1,5jt dengan tunjangan dosen 500rb. jadi total 2jt :) untukm ukuran saat itu sangat alhamdulillah. dan ketika aktif perkuliahan akan mendapatkan gaji mengajar setia akhir bulan. Kedatangan saya saat itu bertepatan akhir semester ganjil, dan saya masih ingat betul anak semester 1 sedang UAS sementara semester 3 sedang praktik di rumah sakit dan semester 5 sedang persiapan semester pendek. Saat itu sistem bekerjanya masih 6 hari, datang jam 8 pulang jam 3, kemudia masih kerja di hari sabtu, untuk hari jum'at hanya setengah hari.

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba membuka catatan "harian" saya hehehe, karena seingat saya, saya dulunya begitu rutin menyoret-nyoret untuk mengungkapkan isi pikiran dan kegelisahan hati.  Buku catatan itu tersimpan rapi dalam lemari yang sudah didoskan secara rapi dan disegel :) setelah membuka buku tersebut, akhirnya saya menemukan tanggal yang pasti kapan saya datang di Tarakan,  karena sempat terlupakan dan hanya menebak-nebak. Di buku itu ada kalender tahun 2005 hingga 2014 dan begitu di lembaran tahun 2008, saya menyoret tanggal 26 tepatnya hari sabtu saya datang ke Tarakan, tanggal 27 Januari 2008, mantan presiden Suharto meninggal dunia dan tanggal 28 Januari 2008 untuk pertama kalinya saya masuk kampus untuk bekerja (rencana mau buat feed di IG :).  Masih segar dalam ingatan, saya difasilitasi dengan motor bebek F1Zr. cukup lama motornya dan suka mogok :) wkwkwkw, bahkan motor ini make kopling. Ada rutinitas yang diajarkan sama pak yayasan, setiap senin dan kamis ikut puasa sunnah, dan setiap subuh wajib ke mesjid Al Amin yang berada di Jembatan Besi (saat itu belum terlalu mengenal tempat). Hanya berselang seminggu, ada teman dan juga adik kelas di Unhas, ikut nyusul kerja disini. Begitu banyak yang tersimpan, yang awalnya hanya target 3-5 tahun saja bekerja di Tarakan, eee malah keterusan sampai saat ini :) semua sudah qadarallah, mungkin garis perjalanan hidup saya ada di Tarakan ini. Tulisan cukup sebagai kenangan dan pengingat bahwa hari ini menjadi awal pertama saya menginjakkan kaki disini dan memulai menggapai asa dan harapan :)


Tarakan, 26 / 1 / 2021
Pukul   : 5.11 Sore

21 Januari 2021

Kondisi (kerjaan) Saat ini

Hampir satu semester pekerjaan di prodi keperawatan, ada kondisi yang berbeda yang saya rasakan, kondisi ini tidak lain adalah kondisi pekerjaan dan kondisi psikologis saya. Jika flash back sejak awal datang dan sampai sebelum poltek terbentuk, begitu banyak gejolak dalam diri, banyak hal yang menjadi tantangan bagi diri saya, saya diperhadapkan pada kondisi apakah lanjut di pekerjaan saat atau atau bertahan. Pernah juga saya mendapatkan kondisi dimana gaji saya yang tidak berubah hampir 2 tahun sejak kepulangan saya, belum lagi kondisi ekonomi yang terus meningkat sementara penghasilan belum juga ada perubahan. Ada beberapa kebijakan juga yang berubah, ketika mengajar sudah tidak mendapatkan langsung itensif setiap akhir bulan, benar-benar situasi yang cukup menantang saat itu. Namun saat ini, semua kondisi benar-benar berubah, sekalipun kondisi kampus juga masih kurang lebih sama dari segi pendapatan (keuangan) namun kondisi ini paling tidak sedikit memberikan perubahan pada kondisi keuangan saya, rekening setidaknya tidak sekering dulu, namun bukan berarti saya harus boros dan tidak memikirkan keadaan yang lebih panjang lagi. Masih banyak yang harus dikerjakan masih banyak cita-cita yang harus diwujudkan. 

Berubahnya kondisi seperti saat ini, sempat membuat hati termenung. apakah harus mendapatkan kondisi seperti ini terutama keuangan harus membuat saya berubah? namun setelah dipikir dan direnungkan kembali, kondisi yang lebih baik ini paling tidak memberikan ruang kepada saya untuk memanfaatkan waktu lebih baik lagi untuk berkontribusi, saya harus belajar profesional, mengabaikan persoalan pribadi, enak tidak enak, bekerja tanpa baperan karena posisi saat ini memungkinkan kritikan dan masukan datang dari penjuru manapun. Kondisi ini menjadi tantangan buat saya, apakah nanti mendapatkan kondisi yang lebih baik baru mau berkontribusi? prinsip saya sejak dulu berusaha melakukan yang terbaik, apapun itu, tanpa melihat imbalan apa yang didapatkan sekalipun imbalan itu perupa "rasa kecewa" Memang manusiawi namun jangan dibawa terus menerus, tantangan keikhlasan itu ketika imbalan pemberian / kontribusi jauh dari ekspektasi, karena bukan imbalan itu yang menjadi tujuan namun proses membiasakan diri untuk terus berkontribusi baik. itu saja

Satu semester ini menjadi flashback dan evaluasi bagaimana pelaksanaan  manajemen prodi berjalan selama ini, apakah makin mundur atau seperti apa. Struktur organisasi yang lebih lebar sedikit banyak membantu dalam penyelesaian beberapa kendala yang muncul, tata kelolah dan perencanaan yang lebih baik lagi menentukan seperti apa prodi kedepannya. Singkat kata, prodi tidak berpikir sendiri, banyak yang membantu dalam hal pendisitribusian tanggungjawab, sudah ada orang dengan segala kewenangan dan tanggungjawabnya melaksanakan pekerjaannya, sisa bagaimana koordinasi dan komunikasi berjalan. Iklim pekerjaan saat ini begitu mendukung untuk pengembangan  institusi lebih berkembang lagi, sekalipun kita berhadapan dengan orang yang sama seperti sebelum alih bentuk namun paling tidak kehadiran beberapa orang yang penuh inovasi dan semangat cukup banyak membantu dan memberikan angin segar. Sudah saatnya berkontribusi untuk kemajuan prodi dan institusi ini.

Tarakan, 21 / 1 / 2021
Pukul    : 4.17 sore cuaca nendung dan hujan ringan sejak subuh hingga sore ini

19 Januari 2021

Ada moment untuk minta tolong

Saya termasuk tipekal orang yang akan minta tolong jika betul-betul sedang membutuhkan pertolongan dan kadang-kadang ini disalahpahami oleh sebagian orang. Bagi saya selama pekerjaan / aktifitas / kegiatan  itu masih bisa saya jalani sendiri dan masih mampu untuk menyelesaikan tanpa bantuan orang lain maka saya tidak akan meminta pertolongan :) bukannya sombong namun lebih karena tidak ingin merepotkan orang lain, bukan juga karena tidak menghargai tawaran pertolongan orang lain, mungkin masih ada yang lebih layak untuk mendapatkan pertolongan itu. Alasan tidak ingin merepotkan juga itu yang menjadi alasan kuat kenapa pada hal-hal tertentu saya mengerjakan sendiri dan mungkin bagi saya sebenarnya pekerjaan yang saya lakukan ini tidak berat-berat amat, masih bisa dikendalikan sendiri jika memang butuh bantuan pasti saya akan meminta pertolongan :).

Pernah ada kejadian, sejak awal saya bilang, ga usah repot-repot saya masih bisa kerjakan sendiri,  saya bisa siapkan sendiri, ini pekerjaan sudah biasa saya lakukan, mungkin tidak perlu dibantu, tapi yang bersangkutan tetap keuh-keuh memberi pertolongan, namun apa yang terjadi? apa yang dibantuinya saya tidak gunakan dengan alasan bertimbangan waktu dan buru-buru  dan akhirnya mubazir dan anehnya saya malah mendapat respon yang tidak baik, dianggap tidak mengahrgai, bukan tidak menghargai namun saya lagi tidak membutuhkan pertolongan jadi jangan dipaksakan :) terjadilah salah paham, entah pada situasi seperti ini entah siapa yang harus disalahkan padahal saya sudah sampaikan sejak awal malah dianggap tidak menghargai :) serba salah. hehehehe padahal energi untuk memberi pertolongan itu bisa dialihkan kepada orang yang lebih membutuhkan, kalau kita berharap orang lain yang kita bantu memberikan respon seperti yang kita inginkan berarti niat awal kita perlu dipertanyakan kembali :) hehehe

Memang sic, ada batasan apa wilayah mana kita harus menghargai namun ada batasan juga mana orang lain harus tahu kapan moment harus membantu. Apakah karena keinginan besar kita untuk memberi pertolongan hingga ada kesan "paksaan"  orang yang menerima pertolongan? niat baik kita memberi pertolongan itu sudah cukup dicatat malaikat sebagai perbuatan baik namun jika ternyata malah memberikan dampak negatif dan malah menyalahkan orang lain, ini menjadi masalah baru lagi. entah harus bagaimana lagi harus menyampaikan, paling tidak kita menghargai keinginan orang untuk bebas menentukan sikapnya bukan memaksakan keinginan kita juga dalam bersikap, niat baik yang berujung tidak baik kan justru menjadi tidak baik, kita menhargai orang lain sekalipun niat kita baik semua diserahkan sama orangnya karena orang itu yang akan bertanggungjawanb dengan dirinya sendiri. itu saja :) dan jangan sampai juga ketika memang lagi butuh pertolongan malah dicuekin hehehe sudah konsikuensi sic tapi ya sudahlah jangan dibikin ribet :)atau biar tidak kecewa karena ditolak niat baiknya, alangkah baiknya bertanya. "Butuh pertolongan?" "Saya bisa bantu apa?" Terimakasih :)

Tarakan, 19 / 1 / 2021
Pukul   : 6.00 sore

Diingatkan Akan Kematian

Dalam beberapa hari kemarin, saya begitu tercengang ketika bermimpi tentang kematian, walau terbilang samar namun mimpi yang terlintas itu cukup memberi kesan. Renungan dalam diri : siapkah saya dengan kematian itu? bukankah setiap yang bernyawa pasti akan mati? kenapa saya belum begitu siap? mungkinkah karena saya terlalu terikat dengan dunia hingga tidak ingin melepaskan, meskipun sudah sering mendengar bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, kehidupan di akhirat adalah abadi. Mengingat mati adalah menjadi motivasi dalam hidup bahwa kematian itu bisa saja datang tanpa memberi aba-aba, sekalipun saya pernah mengalami situasi yang sudah mengancam nyawa, masyaAllah, saya masih diberi kesempatan untuk tetap bernapas, sedikit cerita, akhirtahun 2001 ketika libur semester 1, saya mengalami musibah  yang tidak biasa dan saya harus dirawat di rumha sakit di kota Bau-bau. tentang kondisi saat itu,  setelah saya menjalani operasi karena ada penimbunan cairan di kedua paha, begitu selesai operasi saya mengalami kehilangan cairan hingga saya harus mendapatkan cairan secara darurat melalui tusukan infus di tulang saya, subhannallah, kesituasi kritis itu terlewati dan saya tidak lama menjadi sadar kembali dan keluarga yang saat itu yang hampir saja kehilangan harapan, sudah bisa legah setelah melihat respon saya. ini menjadi renungan buat diri saya, Allah subhannah wata'alah masih memberikan kesempatan untuk kembali menjalani amanah di dunia fana ini. 

Pada akhirnya mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi kematian kapan saja. seperti yang disampaikan almarhum Syech Ali Jaber, "dunia ini tempatnya berjuang, Akhirat tempat istrahat". Benar-benar harus disadarkan dalam diri bahwa kehidupan ini hanya sementara, kebahagiaan di dunia seperti fatamorgana, terlihat jelas namun nyatanya tidak ada. Kenikmatan di dunia kita rasakan secukupnya saja jangan sampai melalaikan kita dan menjadikan kita lupa bahwa masih banyak tugas yang kita jalankan di muka bumi ini. Ada ulama yang menyampaikan bahwa kenikmatan yang kita rasakan di dunia ini hanya sebagian kecil dari kenikmatan yang ada di akhirat. jadi jangan sampai kita terjebak dalam kenikmatan yang sedikit itu hingga melupakan bahwa ada kebahagiaan yang lebih kekal di akhirat namun untuk bisa masuk ke dalam kebahagiaan yang kekal itu kita harus menjalankan kehidupan yang di sunnahkan oleh Rasulullah shallohu alai wassalam, sesuai dengan perintah Sang Khaliq, Tuhan pemilik alam semesta, Allah subhannahu wata'alah. Semoga ingatan tentang kematian ini menjadi motivasi dan semangat dalam menjalani hidup dan menjadi diri ini rendah hati dan tawaddu . insyaAllah.

Tarakan, 19 / 1/ 2021
Pukul   : 5.06 sore

17 Januari 2021

Seketika Mood Berubah

Pernah mengalami kejadian yang membuat dongkol, hehehe tanpa ada angin tanpa ada aba-aba sebelumnya tiba-tiba mendapatkan pesan masuk yang membuat ga enak untuk membacanya, sebenarnya kehadiran pesan ini tidak ada masalah jika saat itu kondisi diri ini dalam keadaan baik-baik saja, namun begitu hal itu tidak bisa ditolak dan dalam kenyataannya kita harus menghadapi kenyataan seperti itu dan kita tidak bisa menolak,  yang bisa diri lakukan adalah berusaha memperbaiki mood dan menjaga kondisi agar tidak mudah terbawa emosi, apalagi pesan yang masuk dari orang yang sama, dari orang yang dulu, masih seperti dulu, menyampaikan sesuatu semaunya, dan merasa sudah cukup puas dengan apa yang disampaikan karena merasa benar dan merasa tidak ada masalah dengan pesan itu tanpa memperhatikan bagaimana kondisi orang yang menerima pesan itu, nah itu sekuat-kuatnya kita menjaga lisan dan hati agar tidak mudah terbawa emosi dan kehilangan kendali diri, astaghfirullah hal hazim, semoga dijauhkan dari dogaan amarah dan emosi yang memuncak ya Allah.. hambah benar-benar tidak berdaya hanya mengharapkan kelapangan dada yang Engkau berikan.

Dulu saya begitu tidak bisa menahan diri dan amarah ketika pesan seperti ini mulai masuk di handphone, kala itu seketika emosi memuncak dan tanpa kendali, entah apa yang harus perbuat, saya hanya menyalahkan kondisi diri, kenapa saya harus menghadapi kondisi seperti ini terus, tanpa berpikir panjang bahkan saat itu tidak pernah berpikir untuk mengadu kepada sang Khaliq. Saya lebih sering mencari teman untuk menyampaikan kegelisan itu. Namun  karena seringnya mengeluh sama teman akhirnya saya malu sendiri hehehe. dan kondisi berlangsung sudah cukup lama dan menghadapi orang yang sama dan pola pikir yang sama, kuat dengan pendirian bahkan ada kesan "mau maunya saja" bahkan sempat kehilangan asa dan harapan karena kondisi ini tidak pernah berakhir dengan masalah ini dan ini terus. 

Semakin bergulirnya waktu, akhirnya saya sadar kalau saya tidak bisa sepenuhnya bisa mengendalikan orang yang hampir tidak sepahaman dengan diri kita, seseorang yang punya pendirian kuat, lebih mengikuti kemauan diri. Pada suatu waktu saya sadar bahwa hidup di dunia hanya sekedar mengingatkan, tidak bisa memaksakan sekalipun itu adalah orang yang sudah berikrar sebagai pendamping hidup. Hanya pendamping hidup mungkin masih jauh dari keinginan tidak hanya pendamping di dunia namun diakhirat, setiap doa, saya berharap dilembutkan hati ini, dilembutkan tutur kata ini, walau semuanya tidak mudah namun harus dijalani, sekalipun posisi dan tanggungjawab ada sepenuhnya sama kita namun pada akhirnya semua berpulang pada pemilik hati, siapa yang mengendalikan diri siapa yang bisa paham dan sadar bahwa kita hidup tidak hanya di dunia namun ada kehidupan yang lebih abadi. Ada penguat diri dari almarhum syech Ali Jabir, jika kita tidak bisa membalas, lebih baik kita diamkan, lebih baik lagi jika kita bersabar, akan lebih baik jika kita ikhlas dan lebih utama lagi jika kita maafkan. Mungkin inilah kata2 penguat kita tidak bisa merubah segalanya yang kita bisa lakukan memaklumi keadaan dan sambil berdoa mengharapkan pertolongan Sang Khaliq sebagai penguasa hati manusia dan pemilik alam semesta beserta isinya. Wallahu alam bishawab.

Tarakan, 17 / 1 / 2021
Pukul.      8.26 Malam Ronde26

16 Januari 2021

Diingatkan Dosa Masa Lalu (Renungan Diri)

Dalam beberapa hari terakhir ini, saya kembali diingatkan dosa-dosa di masa lalu. Tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada manusia yang terbebas dari kesalahan. Dulu begitu mudahnya menutupi apa yang sudah diperbuat, hanya saya dan Sang Khaliq yang mengetahui. Dosa-dosa ini lebih banyak berkaitan dengan diri sendiri dan tidak berkaitan dengan orang lain, mungkin boleh dikata, mendzalimi diri sendiri dengan perbuatan yang tercelah. Apapun alasan saat itu, apakah karena pelarian, sekedar coba-coba, dorongan dalam diri, dorongan mengikuti hawa nafsu dan lebih banyak bertuangan demi kesenangan semata, semuanya dilakukan untuk memuaskan diri, mengejar kesenangan dunia dan semua ini tidak berkesudahan, semakin dikejar semakin mendekat bahkan sulit untuk dilepas lagi bahkan sudah mendarah daging, sudah mengikuti peredaran darah dalam tubuh ini sehingga begitu mudah untuk kembali mendorong diri untuk kembali mengulangi dan terus kembali mengulangi tanpa ada beban dan tanpa ada rasa bersalah, semuanya dinikmati seolah-olah menganggap ini sudah menjadi bagian dari hidup, surga duniawi, begitu sulit untuk dilepaskan

beruntungnya Allah subhannah wata'alah masih menutupi aib dan dosa-dosa ini. Sudah pasti Sang Khaliq menunggu tobat saya. Allah subhannah wata'alah masih menyayangi kita bahkan Allah subhannah wata'alah menunggu taubat kita, karena Allah subhannah wata'alah senang jika kita bertaubat, bahkan itu melebihi dari selamatnya kita dari musibah yang mengancam nyawa kita. Inilah yang menjadi renungan saya akhir-akhir ini, ketika begitu banyak celah yang bisa masuk yang bisa menjeruskan diri ini, teman-teman dekat, teman ngobrol bahkan orang yang sudah kita menganggapnya sebagai saudara sekalipun. Saya menyadari itu, saya sudah berusaha untuk membatasi komunikasi, saya sudah mengurangi kebiasaan membuka obrolan basa basi, saya sudah berusaha keras untuk melawan itu dan merubahnya menjadi komunikasi yang lebih berfaedah, namun dengan orang yang sama, yang memiliki keterkaitan dengan hal-hal yang bisa mendzalimi diri sendiri  juga dia meskipun begitu sulit untuk dijalankan.

Pada akhirnya saya harus berpikir lebih panjang lagi, mau sampai kapan terjebak dalam kebahagiaan semu yang sekalipun dibungkus dengan "kebaikan", yang buruk tetaplah menjadi buruk. Effort saya bukan main-main walau terkadang masih ada kesan setengah hati, belum sepenuhnya melepaskan jeratan ini, namun sedikit demi sedikit saya belajar untuk lebih baik lagi, saya sudah  membatasi komunikasi bukan berarti menghilangkan silaturahmi, mereka tetap dikenang sebagai teman, cukup sebatas itu jangan sampai bisa membuka hal-hal yang bisa menjerumuskan diri pada hal yang tidak baik, menyapa sekedar menyapa menanyakan kabar dan cukup sampai disitu, akses sosmed yang tidak berfaedah juga sudah mulai ditinggalkan lebih kepada pengembangan diri dan lebih sering membuka sosmed yang berkaitan dengan dakwah, sekalipun semua itu tidak mudah sering kali terjatuh dan   kita kembali berbuat salah dan terus berbuat salah namun ini semua tidak mengurangi  usaha untuk memperbaiki diri, jatuh, terjerumus, istighfar, berbaiki diri dan tinggalkan itu. itulah siklus yang terus dilalui, bismillah, semoga Allah subhannah wata'alah selalu memberi kekuatan dan maghfiroh. aamiin 

Tarakan, 16 / 1 / 2021
Pukul   : 6.57 malam

15 Januari 2021

Mulai Malas Menyapa (berbasa basi:)

Entah apa yang merasukiku hingga saya sudah tidak terlalu antusias melihat story-story yang ada :) dulu saya hampir  tidak melepaskan kesempatan untuk melihat story beberapa teman, saya menjadi tidak sabar untuk mengkomentari bila ada beberapa teman sudah terlihat story, tidak hanya dibaca namun tangan saya terasa "gatal" jika tidak memberi komen, entah itu perlu atau tidak untuk dikomenin namun  hampir seminggu ini keinginan itu nyaris hilang, kalaupun ada hanya beberapa teman saja yang saya komentari, selebihnya sudah mulai berkurang. dulu menjadi kebiasaan saya menyapa orang hanya karena melihat storynya, ada beberapa orang yang memang selama ini komunikasi sering jalan dan diasambut juga dengan baik. dan memang sempat kapok dengan kebiasaan menyapa teman ini, ujung-ujungnya malah minta pinjem uang hehehe padahal niat baik saya hanya ingin menyambung silaturahmi dan endingnya jadi ga enak malah keinginan kembali menyapa mulai memudar hanya karena masalah niat meminjam itu, sempat saya katakan kondisi tersebut benar-benar "sial" tidak pas momentnya :) hehehe namun sudah menjadi pelajaran untuk kedepannya :)

Mulai berkurangnya antusias menyapa ini tidak lain, ada keinginan dalam diri saya yang mengurangi kebiasaan berbasa-basi, saya memang sadari menyapa itu memang untuk tetap menjaga silaturahmi namun sempat tergelitik dengan sebuah feed, hati-hati dengan orang yang sering menyapa, terkadang bukan menunjukkan perhatian tapi dia menyapa hanya karena lagi ga ada kerjaan :) mungkin ini kerjaan berfaedah, walau hanya menyapa ketika ga ada kegiatan namun paling tidak itu bisa saling memberi kabar :) niat lain yang tersembunyi harus diabaikan, saya kembali ke niat awal, semua untuk menjaga silaturahmi, niat terselubung atau karena ga ada aktifitas atau gabut kata trendnya sekarang. dan memang saya juga belajar untuk melakukan ini, mengurangi hal yang berbasa basi dan bisa jadi teman kita ini terganggu dengan hadirnya pesan yang kita kirimkan apalagi hanya berbasa basi, bisa jadi orang itu berucap 'elo lagi elo lagi" hehehe ya uda, tahu diri, dan belum lagi teman ini hanya ingat kita kalau disapa duluan dan jangan berbasa basi jika tidak ada keperluan yang penting dan berfaedah, abaikan saja, belum lagi ada beberapa orang yang tidak memberikan kabar sama sekali atau hanya melihat story kita tanpa koment atau tanpa membalas sama sekali. 


Tarakan, 15 / 1 / 2021
Pukul   : 5.40sore

Berita Duka dan Bencana

Dalam satu minggu ini, begitu duka dan bencana menyelimuti negeri tercinta ini. Baru seminggu lalu, kita diselimuti duka dengan jatuhnya pesawat JT-182 milik sriwiyara air, tidak lama kita disuguhi dengan berita longsor di kabupaten sumedang. 3 hari yang lalu tepatnya hari rabu, tiba-tiba melihat tranding di twitter, pray for kalsel, dan banjirm kalsel. Melihat berita itu saya mencoba menghubungi rekan di sana dan beliau menyampaiakn  kalau saat ini merupakan banjir terparah sejak 10 tahun terakhir terutama di daerah kta banjarmasin sendiiri, mementara beberapa di daerah lain, sudah sering langganan banjir. Tadi waktu lari, ada rekan yang berasal dari sana, sedikit dia bercerita kalau di kalsel daerah sungai memang potensi banjir besar. Belum lagi berakhir bencana di Kalsel, kemarin pagi, negeri ini dikagetkan dengan meninggalkan syech Ali Jaber. Beliau merupakan ulama yang sering muncul di tv nasional sebagai pendakwah dan seorang juri hafizh. Di instagram sendiri saya mengikuti feed beliua, sempat kaget ketika beliau diberitakan kena korona dan dirawat intensif, padahal baru saja menonton promo di tv kalau beliau akan mengisi tabliq akbar menjelang akhir tahun di tvone, rupanya itu sudah direkan dua minggu sebelumnya dan beliau sakit itu di akhir tahun, ada jedah 10 harian. banyak yang mengenang baik beliau, bahkan hampir story yang ada dihp saya memposting tentang kabar duka beliau dan beberapa stasiun tv menjadikan breaking news kabar meninggal beliau ini. semoga beliau husnul khotimah dan diangkat derajatnya oleh Allah subhannah wata'alah.

Pagi ini, begitu selesai mengajar, saya mencoba membuka TL twitter dan Ig, tiba-tiba membaca berita kalau ada gempa di Mamuju dengan kekuatan maglitudo 6,2, dan memngakibatkan banyak bangunan runtuh dan ada beberapa ditemukan sudah meninggal dunia dan ada ribuan warga yang mengungsi. Semalam sempat mendapatkan berita melalui twitter bmkg, kalau ada gempa di mamujud dengan kekuatan maglitudo 5,4 saya pikir gempa hari ini yang saya baca adalah gempa semalam, rupanya masih kelanjutan gempa semalam dan pagi ini masih terasa beberapa kali getarannya. w.a group kuliah menjadi ramai karena ada beberapa teman tinggal disana dan alhamdulillah sejauh ini masih aman dan group di himpunan marakom yang begitu update kondisi disana dan ada yang mengabarkan berita duka meninggalnya keluarganya dan ada yang mengabarkan sampai sekarang tidak diketahui kabarnya. Saya juga mencoba menghubungi teman disana, dan alhamdulillah juga masih dalam kondisi sehat wal afiat walau sempat merasakan efek getaran gempa. 

Inilah musibah, kita tidak pernah tahu kapan datangnya dan  kita hanya bisa mengambil pelajaran baik dari semua ini, semua sudah menjadi sunnatullah, semua berasal dari Allah dan kembali ke Allah. inna lillah wa inna ilahi rojiun. 

Tarakan, 15 / 1 / 2021
Pukul   : 5.22 sore

13 Januari 2021

Apa pentingnya buat saya?

Kalimat ini menjadi renungan buat saya ketika akan memutuskan sesuatu, kalimat pertanyaan ini seolah membawa alam sadar saya untuk terus bekerja keras untuk mencari pembenaran terhadap apa yang hendak saya putuskan. Namun saya terkadang menjadi bimbang dengan diri sendiri lalu kepada siapa saya harus berbincang untuk memutuskan ini? jawabannya adalah diri sendiri. ya bukan orang lain tapi diri sendiri yang harus saya ajak bernegosiasi. Saya harus melihat kebelakangan bagaimana pengalaman-pengalaman saya terdahulu yang ada kaitannya dengan keputusan yang hendak saya ambil. Keputusan ini mengenai apa saja, entah pekerjaan (paling sering), keluarga (kadang-kadang) dan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pekerjaan tidak bisa dipungkiri begitu banyak menguras pikiran, apa pentingnya buat saya seolah tidak perlu diragukan jawaban yang keluar, karena tugas dan tanggungjawab saya harus mengerjakan itu. Dalam keluarga juga terkadang ada situasi dan kondisi yang mengharuskan saya harus berpikir bijak dan tidak emosional, apalagi berkaitan dengan hal-hal yang tidak saya sukai, ini benar-benar harus dikendalikan, jawaban peningnya adalah saya seorang imam dikeluarga, keluarga saya nomor satu dan saya harus memprioritaskan untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan keluarga namun tidak satu pihak itu murni untuk kepentingan keluarga.

Pertanyaan ketika ketika berkomunikasi dengan orang lain, selama menyangkut pekerjaan saya akan dengan senang hati mendengarkan dan melakukan instruksi sesuai tanggungjawab saya, namun ketika obrolan itu sudah keluar dari jalur itu, saya biasanya menarik diri atau tidak mau terlibat terlalu jauh dengan pembicaraan yang bagi orang lain begitu penting namun bagi saya, tunggu dulu, saya tidak mau mendengarkan hal-hal yang tidak perlu saya dengar, saya tidak mau mengobrolkan hal-hal yang tidak perlu saya obrolin, semua itu adalah obrolan diluar pekerjaan dan biasanya lebih banyak membahas tentang orang lain, atau menanggapi situasi untuk sekedar basa basi atau gurauan, namun bagi saya mending yang melakukan halp-hal yang lebih berfaedah takutnya saya terjebak dalam kondisi mentransferkan pahala kepada orang lain tanpa disadari. seberapa penting buat saya? selama itu bisa mendekatkan diri saya kepada sang Khaliq, kenapa saya harus menolak :)

Tarakan, 13 / 1 / 2021
Pukul   : 5.33 sore

Memberikan pelayanan yang terbaik

Sejak menjadi kaprodi keperawatan, beberapa pekerjaan rutin dilimpahkan ke prodi dan ada beberapa pekerjaan merupakan sisa dari pekerjaan saat masih Akper, sebelum dilebur menjadi poltek. Memang menjadi rancu ketika pekerjaan itu akan dilimpahkan kepada siapa? dan siapa yang mau mengerjakan sementara struktur atau bagannya sudah tidak ada, jadilah pekerjaan itu dihandle oleh prodi walau masih menggunakan kop surat akper. Itu dilakukan karena sudah tidak ada pilihan lain, semua angkat tangan dan menganggap bukan dari tupoksi saat ini. Namun bukan berarti karena kondisi ini menjadi malas untuk mengerjakan, namun ini demi kebaikan alumni yang sudah diluluskan. Awal-awalnya memang merasa kurang sreg, terlebih lagi beberapa pekerjaan itu seharusnya masih bagian dari struktur yang lama, dan alumni merasa semacam dipantul-pantul sehingga demi kebaikan bersama akhirnya pekerjaan itu harus kami selesaikan. Bukan masalah ikhlas dan tidak ikhlas namun ini lebih karena masalah tanggungjawab dan pelayanan kepada alumni. 

Saat ini pun alumni yang baru saja diwisuda sedang disibukkan dengan pengurusan STR online, namun harus mendaftar dulu sebagai anggota PPNI untuk mendapatkan nomor anggota, saya sudah bantu dengan membuat video untuk memudahkan dalam pengajuan keduanya. di tengah kesibukan mengajar dan menyelesaikan pekerjaan, saya harus benar-benar menyempatkan diri untuk bisa membantu pengurusan itu, menjawab setiap pertanyaan dan keluhan walau dengan lambat, dan kadang-kadang harus membuatkan surat keterangan, harus mengarahkan seperti apa. Pekerjaan yang disini pun lebih banyak 

12 Januari 2021

Kematian yang selalu menjadi misteri

Setiap mahluk bernyata dimuka bumi ini pasti akan mengalami mati (meninggal) dan tidak ada manusia yang mampu menghindarinya, jika memang sudah waktunya maka semua akan lepas dan kita akan kembali kepada Allah subhannah wata'alah sebagaimana dalam firmannya " semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah subahannah wata'alah. Masih tentang tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya JT 182, melalui media sosial kita diperlihatkan bagaimana beberapa penumpang mempostinga beberapa saat sebelum keberangkatan pesawat, ada tawa ada sedih dalam postingan itu bahkan ada yang memandakan beberapa beberapa kalimat yang orang-orang menganggap sebagai perpisahan. Belum selesai duka jatuhnya pesawat tersebut, tiba-tiba kita dikagetkan dengan berita musibah longsor di Sumedang yang menimbulkan korban jiwa, belum lagi musibah ini dan itu. Entah seberapa banyak berita tentang kematian itu yang benar-benar menyadarkan kita bahwa kapan saja dimana saja kematian itu akan datang menjumput kita, yang harus kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan bekal untuk mempertanggungjawabkan amanah umur yang sudah diberikan kepada kita.  Kalimat ini yang beberapa hari terakhir ini cukup "menampar" saya sementara saya merasa masih banyak kebaikan yang saya lakukan untuk bekal saya kembali.

Dibalik kejadian beberapa musibah itu ada saja cerita orang-orang yang terselamatkan, awalnya mereka juga tidak menyangka bahwa mereka diawali dengan peristiwa yang tidak menyenangkan yang ternyata adalah bagian penghindaran mereka dari musibah yang terjadi. Kita tidak pernah menyangka bahwa ada beberapa orang yang masih diberi kesempatan untuk bertetap hidup. Rahman dan Rahim Nya Allah subhannah wata'alah menghindarkan kita dari musibah, agar kita sadar bahwa kematian begitu dekat dan kita perlu mempersiapkan segalanya untuk kembali pulang dalam keabadian. Demikian dengan saya, yang dalam beberapa kesemapatn, dihindarkan dari ini, penghujung 2001 saya mengalami fase kritis karena sehabis operasi mengalami kehabisan cairan hingga harus diresusitasi cairan melalui tulang, pernah dihindarkan dari musibah spit yang karang karena saya ketinggalan spit hanya berlangsung 2 menit ditinggalkan speadboard, dan padaOktober  2018, ketika jatuhnya pesawat Lion Air, dimana diwaktu yang bersamaan saya berada di Bandara Soetta, yang peswatnya tidak jauh dari pesawat yang jatuh tersebut, selisi terbangnya 1 Jam dan saya menggunakan maskapai yang sama. Allah subhannah wata'alah sangat baik, kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan kehidupan ini dan semoga ini menyadarkan diri saya pribadi untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. semoga Allah selalu memberikan rahmat, hidayah dan maghfiroh Nya sehingga hati ini tetap sadar bahwa kematian kapan saja bisa datang dan tidak meminta permisi atau memberikan aba-aba. wallahu'alam bishawab. 

Tarakan, 12 / 1 / 2021
Pukul   : 6.08 sore jelang maghrib

Akan dikenang sebagai apa? renungan tragedi JT 182

Tulisan ini terbilang telat, ini tidak lain sebagai respon terhadap musibah jatuhnya pesawat sriwijaya dengan nomor penerbangan   JT182 tujuan jakarta-pontianak pada sabtu siang. Tulisan ini seyogyanya akan ditulis kemarin namun belum ada waktu yang pas. Ada yang menarik perhatian dalam peristiwa jatuhnya peswat ini. Ini tidak lain tertuju pada sosok sang pilot yang banyak menarik perhatian, bahkan sempat tranding di twitter pada sabtu siang. Beliau adalah almarhum capt. Afwan, sosok yang dikenal dengan peci putih yang tidak pernah lepas dikepala dan memasang foto profil w.a "setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai Surga bila tidak shalat lima waktu" dengan animasi superman yang lagi duduk tahiyat akhir. Sontak ini menarik perhatian banyak orang. bahkan dibeberapa tweet yang ada menceritakan pengalaman bekerja dengan almarhum, ada upload foto tulisan tangan beliau yang memincam charger hp, dan mengingatkan untuk tidak lupa menjalankan shalat subuh. Adapula yang menceritakan pengalaman terbang bersama beliau yang tidak pernah mengeluh jika ada masalah teknis dalam penerbangan, ada pula yang menceritakan bagaimana usaha beliau dalam menembus cuaca yang tidak mendukung saat akan mendapat di Bangka bahkan ada yang menceritakan bahwa alselumarhum pernah ingin membeli iphode punya rekan pilotnya namun tidak jadi karena ipodh tersebut pemberian spesial dari istri rekan almarhum dan masih banyak lagi cerita-cerita baik yang tertuang dalam sosial media.

Ucapan duka pun datang dari seluruh penjuru, namun satu hal yang paling banyak disoroti adalah sosok sang pilot, hampir ustat yang ada di Ig saya memposting pernyataan beliau, beberapa artis juga melakukan hal yang sama, kutipan dalam status w.a alrahummah yang paling banyak dikutip. semalam begitu membaca berita-berita yang ada di timeline IG, tiba-tiba mendapatkan postingan "seburuk apapun hidupmu ketika akhir hidupmu meninggalkan kebaikan maka orang akan mengenalmu sebagai orang baik, sebaliknya sebaik apapun hidupmu ketika akhir hidupmu melakukan keburukan  maka orang akan mengenalmu sebagai orang yang buruk". begitulah manusia, melihat dan menilai akhirnya saja, ibarat kemarau setahun hilang dalam hujan sekejab. kita tidak bisa menjugde orang-orang yang telah meninggal namun akan lebih mulia jika kita tidak membahas hal-hal yang tidak berkenan bagi yang sudah meninggal, cukup menjadi pelajaran bagi kita yang hingga saat ini masih diberi napas untuk tetap hidup dan akan lebih mulia lagi jika kita mengirimkan doa kepada orang-orang yang telah mendahului kita semoga diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. aamiin

Tarakan, 12 / 1 / 2021
Pukul   : 5.50 sore

09 Januari 2021

Harus Fokus

Seminggu ini, kesibukan di tempat kerja mulai terasa. Lelahpun tidak bisa dipungkiri selalu datang mengahmpiri terutama pada malam hari. dan menjadi tantangan bagi saya untuk segera berbenah diri jangan sampai terlalu jauh terjebak dengan rutinitas dan remeh temeh yang tidak berfaedah. dan saya harus benar-benar harus memfokuskan diri untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah saya masih saja terlena dengan bermain sosmed, baik ig maupun twitter. awalanya hanya sekedar melihat sebentar tidak tahunya malah keterusan hingga kehilangan beberapa waktu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan penting :) itulah jika tidak cepat-cepat sadar malah keenakan, termasuk juga ketika membuka w.a, banyaknya pesan yang masuk hingga harus membalas yang harus dibalas juga cukup menyita waktu belum jika ada pertanyaan yang terus berlanjut dan harus di jawab.

Inilah menjadi tantangan bagi saya, saya harus benar-benar fokuskan apa yang harus saya kerjakan, saya harus kembali mengagendakan apa yang harus diselesaikan dan yang menjadi deadline, walau tidak semua bisa dihandle, namun paling tidak saya sudah mengerjakan sebagaian dari apa yang dikerjaan. memang tidak bisa dipungkiri di bulan satu ini banyak betul pekerjaan yang harus diselesaikan, mulai dari pengembangan kurikulum yang harus dibuatkan draftnya, kesibukan mengajar diakhir-akhir semester, harus merampungkan dan memeriksa tugas, membuat soal dan merekap nilai. dar segi tugas tridharma, saya harus menyelesaikan artikel penelitian yang sudah deadline, laporan dalam simlitabmas baru 75%, menunggu artikel diterima sementara saya merencanakan 3 artikel dengan tingkat publikasi yang berbeda. 

Semoga saya masih diberi kesehatan dan kesempatan, aamiin, saya harus benar-benar harus menjadi kesehatan di tengah masih merebaknya kasus covid19 yang semakin menjadi-jadi, tetap menjalankan  program latihan dengan tetap memperhatikan kemampuan diri, saat ini hanya mempertahankan yang sudah ada, belum lagi saat ini cuaca sangat tidak pasti, lebih sering hujannya. dan belum lagi tugas mendampingi anak yang harus menyelesaikan tugasnya. ini semua tantangan bukan hambatan, sisa bagaimana kita mengatur waktu dan mengutamakan apa yang perlu diutamakan yang terpenting dari semua ini adalah jangan sampai lalai dan menunda waktu jika ada kesempatan, dalam kondisi seperti ini waktu adalah sangat berharga dan tidak mungkin akan kembali lagi. bismillah, semoga semua berjalan lancar dan diberi kemudahan dan kesehatan serta kesempatan. aamiin. semangat semangat dan terus semangat.

Tarakan, 9 / 1/ 2021
Jam   :    7.25 malam

Saling Bersapa

Rutinitas lari, memungkinkan kita berpapasan dengan beberapa orang yang juga sering lari jogging, karena seringnya bertemu bermula tanpa bertegur sapa namun sering berpapasan beberapa kali, kemudian ada kontak mata, kebetulan saling melihat pas bepapasan dan tidak lama kemudian  akhirnya mulai melempar senyum dan bahkan ada yang langsung menegur duluan, dari sinilah pintu terbukanya komunikasi, mulai hanya menyampaikan "semangaaat pak / ibu", "permisi, saya duluan", terus diberpapasan berikutnya mulai menanyakan tinggal dimana bapak / ibu. hehehe dari sekian orang yang dijumpai itu, ada beberapa yang sampai sekarang cukup sering berkomunikasi bahkan saling bertukar informasi, paling tidak menambah silaturahmi. Dari sekian yang dijumpai itu, ada juga yang ketika meminta kontak untuk bisa saling bertukar informasi, malah ditolak wkwkwkwkw, tapi bukan berarti ketika bertemu saya tidak menyapa lagi, kontak itu hanya kesedar menjalin komunikasi diluar jadwal latihan lari dan tidak menjadi masalah bagi saya, yang penting niatnya untuk silaturahmi :) apalagi dalam lari ini tujuan utamanya adalah untuk sehat bahkan saling bertukar informasi tentang bagaimana agar tetap sehat dan tips agar konsisten dalam berlari.

Dari sekian orang yang dijumpai itu dan saling bertukar nomor kontak, ada beberapa yang memiliki jabatan yang cukup tinggi, dan alhamdulillah beliau-beliau begitu welcome dan saya banyak belajar silaturahmi yang dijalankan. Dan sebenarnya dan menjadi tantangan ketika berpapasan dengan orang-orang yang lari ini adalah ketika kita merasa "sombong" atau merasa lebih dari orang yang kita jumpai, hanya karena melihat dari sisi performance mereka saat lari, disini kita dituntut tetap "sopan" dan tentunya santai, dan banyak juga beberapa di antaranya sudah melalangbuana dengan olahraga lari ini. dan dari sekian orang saya jumpai itu, ada beberapa orang yang dari dalam diri saya, agak sulit untuk membuka atau melempar senyum, entah apa penyebabnya, apa karena raut wajah mereka tidak menunjukkan "bersahabat" hehehe atau mereka tidak melempar senyum hehehe saya juga mencoba untuk mulai membuka namun ketika terjadi kontak mata, tidak ada raut senyum sama sekali, takutnya ketika kita senyum nanti takutnya dianggap "mengejek" karena kembali ladi ke hukum lari, terjadi kontak mata, tidak lama kemudian "lempar senyum" tidak lama saling "menyapa" ujung-ujungnya sering ngobrol saat berpapasan dan jika sudah sering ngobrol kadang-kadang saling tukar kontak.

Tarakan, 9 / 1 / 2021
Pukul    : 5.57 sore

08 Januari 2021

Biar Ga Ngantuk Saat Jum'at

Hari ini jum'at, menjadi kewajiban bagi muslim untuk menjalankan shalat jum'at. Sudah menjadi pemandangan umum jika sedang berlangsung kutbah jum'at., maka yang menjadi tantangan tersendiri adalah serangan ngantuk yang tidak bisa dilawan. Jika kita memperhatikan orang-orang di sekitar kita saat shalat jum'at maka yang banyak terlihat adalah orang-orang pada menyerah dengan serangan ngantuk ini, mereka banyak yang menutup matanya, saya yakin mereka dalam kondisi antara sadar dan tidak sadar, masih mendengar suara penceramah namun tidak sampai mencerna apa yang disampaikan, ada pula pemandangan yang orang yang benar-benar sangat kelelahan dan kelihatan betul tidurnya dalam hingga tidak sadar kalau kutbah sudah berakhir hehehe. Hanya sedikit orang saja yang benar-benar bisa nahan ngantuk itu dan bisa fokus dengan apa yang disampaikan sama penceramah. 

Ada sekitar dua-tiga bulanan ini, saya mencoba lari pagi setiap jum'at. Awalnya sekedar iseng-iseng saja menambah jadwal latihan dengan target easy run. sekedar lari sangat santai tujuannya agar besok half marathonnya dapat, ternyata cukup memberikan pengaruh untuk kemampuan lari dan satu hal yang baru sadari ini cukup memberi pengaruh ketika shalat jum"at :) awalnya saya tidak begitu sadari, namun begitu bincang-bincang dengan teman lari pagi, kami sepakat jika lari jum'at pagi, maka akan menghilangkan ngantuk saat jum'atan, dan ini benar-benar terjadi. Ini juga yang harus ditambahkan, mandi jika memungkinkan sebelum jum'atan, jangan makan terlalu kenyang. dan fokus ke niat awal, datang untuk ibadah bukan tidur2 ayam di mesjid :). Hal ini membuat pikiran menjadi fresh saat mendengarkan jum;at, memahami dan bisa mencernah apa yang disampaikan serta mengambil hikmah dari apa yang disampaikan penceramah. wallahu'alam bishawab.

Tarakan, 8 / 1 / 2021
Pukul   : 5.29 sore

07 Januari 2021

Cemas tanpa sebab

Hari ini, tidak seperti biasanya, ada rasa yang tidak biasanya, tiba-tiba datang rasa cemas dalam hati, entah apa sebabnya. Saya mencoba menenangkan diri sambil mengingat-ngingat apa ada yang kelupaan saya lakukan dalam satu hari ini atau dalam satu minggu belakang. Perasaan ini datang tiba-tiba, ketika pagi tadi selepas mengerjakan kerjaan di rumah, setelah beberes pekerjaan saya kembali ke kampus untuk mengajar online via zoom karena sudah janjian dengan mahasiswa. Jika diingat-ingat lagi, memang semalam saya agak kecapean, saking capehnya bangun sudah menjelang masuk waktu imsak untung saja masih bisa menyelesaikan shalat malam dan shalat witir. selepas shalat subuh, tidak seperti biasanya saya jooging hari kamis :) saya mutuskan jogging karena memang saat pagi tadi tidak ada yang saya kerjakan dan cuaca sangat mendukung untuk lari, sekalian membayar "kekesalan" lari kemarin lari pagi disaat gerimis dan sudah ada di tulisan sebelum ini:) dan alhamdulillah lari pagi ini sesuai ekspekstasi, saya kembali berlari dengan 10 K dalam waktu 60 menit lewat 42 detik :) belum lewat 1 menit. hehehe Dan siang ini, rasa resah itu kembali muncul, saya kembali mengingat-ingat kejadian tiba-tiba pecah karena jatuh dari tempat penyimpanannya, dan sebelumnya sudah pecah sendiri dalam kulkas saat saya mau ambil, ini bikin semakin paranoid :)  

Paragraf kedua ini, ditulis setelah shalat ashar, tadi begitu selesai paragraf pertama bara saja selesai azan. Ketika di mesjid masih mendapat shalat qobliah ashar, setelah shalat melanjutkan dengan memvaca 10 ayat pertama dan 3 ayat terakhir surat al baqarah, kemudian dilanjutkan dengan dzikir petang. Saat menulis di paragraf pertama juga tadi  sambil chat dengan sahabat saat s2, saya mengirimkan pesan bercerita tentang pengalaman dia yang pernah diobrilin ke saya, dia merasa "resah" karena tidak bangun shalat tahajjud dalam beberapa hari, saat bilang mungkin  lagi kelelahan jadi tidak sempat bangun, nah kejadian yang kurang lebih sama dengan saya, dua hari yang lalu  selepas lari pagi saya harus segera bergegas ke kampus karena harus mengajar online, saya saat itu belum sempat shalat dhuha di rumah dan berjanji akan shalat di kampus setibanya nanti, karena jam lewat 30m menit dari yang dijadwalkan saya, saya langsung masuk ngajar, setelah ngajar saya melanjutkan mendampingi alumni mengajukan str online, dan itu hingga shalat zuhur, tidak ada masalah sepanjang hari itu dan begitu maghrib pas lagi duduk saya baru tersadarkan kalau tadi tidak shalat dhuha, spontan saya beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT atas kelalaian ini. 

Kedua aktifitas itu, ternyata cukup memberikan efek, setelah ngobrol dengan sahabat itu saya agak mendingan, rasanya cemasnya saya mulai berkurang, setelah shalat ashar alhamdulillah lebh berkurang lagi. Saat nmenulis bagian akhir dari tulisan ini juga sudah mendingan. Rasa cemas seperti ini memang hal yang lumrah dalam kehidupan, sisa bagaimana kita menyikapinya secara positif, tidak perlu berburuk sangka terhadap diri sendiri, yang kita lakukan adalah meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah, semoga rasa kekhawatiran ini hanya sementara dan kita dijauhkan dari marabahaya. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 7 / 10 / 2021
Pukul   : 4.41 sore

06 Januari 2021

Running addict

Tidak bisa dipungkiri bahwa gejolak running addict atau ketergantungan lari ini sudah menggegori dalam darah :) semacam ada yang kurang jika tidak lari. Saya sudah membuat jadwal latihan khusus yang harus dijalankan dalam seminggu. dan ketika hari tiba, diri ini seolah tidak sabar untuk segera berlari. Namun ada waktu-waktu tertentu yang membuat semangat itu menjadi kendor, misalnya tiba-tiba hujan deras padahal sudah siap-siap mau lari, atau tiba-tiba hujan pada saat sedang semangat-semangatnya berlari. Jika tidak sempat pagi maka akan dipindahkan ke sore. Inilah yang menjadi kebiasaan yang sudah dijalankan selama ini. 

Tadi pagi  menjadi masalah lain, bangun jam 3 an, sempat hujan sebentar berharap subuh tidak hujan setelah shalat subuh. Begitu selesai shalat, cuaca awalnya cukup baik, namun begitu mau memarkir motor di belakang islamic, rasa-rasanya merasakan ada gerimis melintas sebentar sehingga saya memutuskan untuk parkir di tempat yang bisa untuk berteduh jika nanti benar-benar hujan. karena ini hari rabu, saatnya untuk interval training, ada beberapa pemanasan yang harus dijalankan, ABC drill, A skip, B skip C skip  begitu baru beres sekitar 7 menitan, ee tiba-tiba kembali melintas gerimis namun masih sangat ringan sehingga saya memutuskan untuk tetap berlari. putaran pertama baru aman, putaran kedua juga demikian hingga jarak sudah menunjukkan 5K, dan saya melakukan interval setelah berlari 2 K saya berjalan sekitara 50-80 meter terus berlanjut berlari sejauh 600-700 meter kemudian berhenti untuk berjalan dan terus lanjut berlari, ini hingga mencapai 10 K. 

Begitu masuk lek kesekian di 6 K, tiba-tiba gerimisnya bertambah, namun masih terbilang sedang, saya tetap memutuskan untuk terus berlari, dan tiba lah di 8 K, dengan kondisi HP sempat ngehang saya kembali berpikir apa saya tetap lanjut atau berhenti. Namun bukan pelari jika tidak berpikir "tanggung" masih bisa dapat 10 K :) cukup dengan sekali putaran track panjang hingga ke belakang islamic dan benar-benar dilakukan, begitu kembali ke posisi awal sudah memasuki 10 K lewat dikit masih saja merasa tanggung ada 300 meter bisa mencapai 11 K :) waduh waduh, untungnya hpnya error kembali sehingga saya memutuskan untuk segera beristrahat. hehehe inilah lika liku pelari selama masih bisa ditolerir dampaknya tidak terlalu besar maka saya biasanya memutuskan untuk berhenti berlari dan menggantinya sore namun jika kondisinya "tanggung" maka pilihannya tetap lanjut berlari. semoga kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini tetap mengantarkan kondisi badan tetap sehat dan fit. aamiin insyaAllah.

Tarakan, 6 / 1 / 2021
Pukul   : 5.03 sore 

05 Januari 2021

pagi padat, ngajar online

Hari ini, terasa begitu sibuk dipagi hari, bagaimana tidak, dalam waktu yang bersamaan waktu mengajar di kelas yang berbeda, karena masih kuliah online mau tidak mau saya harus membuat video dan kali ini ada 3 video yang harus direkam dan diupload di youtube. Untuk jam pertama ada tiga mata kuliah yang bersamaan dan saya harus membuat 3 video., 2 materi sudah siap dan. 1 nya lagi harus dibuat dulu.

Selepas subuh menjadi waktu yang tepat untuk merekam video. Satu persatu materi terekam dan Alhamdulillah 3 video selesai dikerjakan dan langsung diupload, dan beresnya persis di jam 7.45 jam dimana orang2 kantor pada berdatangan ;) dan betul begitu mau pulang berpapasan dengan teman yang baru saja datang sementara saya kenakan pakean yang dikenakan saat shalat subuh. Selepas isya saya harus menyiapkan kembali video untuk perkuliaha. Besok mengingat besok Rabu itu pagi insyaAllab kalau tidak hujan jd jadwal rutin lari pagi latihan interval :)

Balik ke rumah untuk mempersiapkan diri masuk ke kelas online yang langsung ngajar itupun sudah telat 30 menit dari yang direncanakan. Begitu selesai saya lanjutkan lagi dengan mendampingi alumni mengurusi STR online dan nyaris selesai jam 12. Jelang azan Zuhur. Benar benarpagi hingga siang ini menjadi yang melelahkan hingga saya kelupaan lagi menjalankan shalat Dhuha padahal sudah wudhu dari rumah kayaknya saya selalu kelupaan kalau shalat Dhuha ya lewat dari jam 8 dan jadi pengalaman berikutnya saya tidak boleh keluar rumah jika belum selesai shalat Dhuha Karen ini sudah kesekian kali lupa kalau sudah buru2 dan ngejar waktu

Tarakan,  5 / 1 / 2021
Pukul.    : 9.40 malam

04 Januari 2021

Ngantor Perdana @2021

Hari ini merupakan hari perdana kerja di tahun 2021 ini, begitu banyak agenda yang sudah menunggu. Sejak selepas subuh saya sudah harus mampir di kampus menyelesaikan laporan penelitian yang tersisa, dan Alhamdulillah tadi sudah bisa dikerjakan dan sudah diupload, sisa menyelesaikan laporan penggunaan dana. Selain menyelesaikan laporan.

Senin tadi ini sudah ada agenda menunggu, saya sudah kontrak waktu untuk membantu beberapa alumni untuk mengurus STR. Ini sudah jauh-jauh hari sudah diagendakan dan saya tidak bisa menolaknya lagi. Ketika sedang berjalan proses pendampingan ada kendala dalam pengurusan keanggotaan profesi, alumni yang kami arahkan ke pendidikan itu tidak mendapatkan lampu merah hingga, saya harus kembali mengkomunikasikan dengan pihak terkait. Alhamdulillah setelah melalui komunikasi yang panjang dan diklarifikasi serta dijelaskan prihal kesepakatan yang ada akhirnya untuk yang sudah terlanjur daftar di pendidikan tetap melakukan pembayaran sesuai V.A sementara yang diluar itu harus kembali ke aturan yang ada kembali ke tempat asal masing-masing. 

Pendampingan ini cukup lama memakan waktu karena setelah istirahat siang saya menyesaikan video pembelajaran dan kami lanjutkan kembali pengurusan, dan terakhir ini sudah tahap selesai di tahapan keanggotaan  profesi,sudah memprint keterangan patuh etik dan sudah mendafyar ke STr online dan sudah mendapatkan pin, insyaallah besok akan dilanjutkan hingga tahap akhir.

Karena  Senin itu merupakan jadwal rutin lari sore sehingga saya tidak bisa tawar menawar saya harus segera ke track running ;) cuaca cukup mendukung dan saya berhasil menyelesaikan lari 10 K, walau yang tercatat diaplikasi hanya 9.3 K karena aplikasi tiba2 error'. Alhamdulillah selepas lari beberes ut shalat dan saya tidak ketinggalan rakaat, biasanya kalau sudah jadwal lari sering sekali ketinggalan rakaat bahkan ada shalat sudah selesai, saya baru tiba di rumah. 

Sekali lagi, Senin perdana di 2021, cukup berkesan cukup memberikan warna dan pembelajaran bahwa waktu begitu penting. Dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada dan benar-benar harus dimanfaatkan. Semoga Senin tadi ini menjadi awal yang baik untuk terus melangkah di sepanjang tahun ini..aamiin

Tarakan, 4 / 1 / 2021
Pukul.    : 11.05 malam @rumahskip

01 Januari 2021

Welcoming 2021, 1 Januari

Hari ini menjadi hari pertama di tahun masehi, hari ini menjadi titik tolak dalam merencanakan kembali apa yang harus dijalankan untuk satu tahun kedepan, sekalipun kita tidak pernah menebak apa yang akan terjadi besok atau lusa atau sepanjang tahun 2021 kedepan, paling tidak ada rutinitas pekerjaan dan aktifitas rutin yang dijalankan setiap hari yang harus dijalankan dan memiliki target. Di awal tahun ini ada beberapa kegiatan kampus yang harus diselesaikan mulai mempersiapkan perubahan kurikulum, rutinitas mengenar, mepersiapkan mahasiswa semester akhir untuk pkl, hingga menyusun tugas akhir dan sebelum mereka kembali masuk ke rumah sakit untuk praktik kembali. Belum lagi hal-hal yang tidak diduga-duga namun menjadi bagian pekerjaan seperti mengurusi alumni yang baru selesai untuk mengurus STR, melakukan persiapan untuk alumni yang belum lulus ukom, intinya energi ini benar-benar harus dimanage dan jangan terlalu overloaping, walau sebenarnya ada kesan saya kerjanya di kampus cukup lama, hadir lebih awal dan pulang paling akhir, banyak yang saya kerjakan, namun diluar jam normal pekerjaan itu lebih banyak saya gunakan untuk pengembangan diri dalam banyak hal mulai dari tuntutan tridharma hingga memperdalam ilmu agama.

Target-target pribadi juga harus tetap diperhatikan, dalam hal hoby, semua diluar ekspektasi saya bisa menargetkan lari yang rutin seperti yang sudah dijalankan selama ini. menjaga konsistensi dan komitmen itu yang menjadi tantangannya, sekali kendor maka akan menjadi alasan untuk kembali menunda-nunda untuk berlari, selama sudah menentukan waktu, sisa komit diri sendiri untuk tetap menjalankan rutinitas itu, senin esyarun, rabu interval, jum'at easyrun, sabtu longrun, kadang-kadang ahad sore ekstra namun ini menjadi kendala karena selepas maghrib harus mengikuti pengajian, jika itu selepas lari maka repotnya bukan main, belum mandi, belum ngejar waktu maghrib belum lagi beres-beres selepas lari. Target pengembangan diri yang lain juga harus menjadi target, saya harus kembali mengasa kemampuan bahasa inggris saya, saya lebih intens lagi membaca artikel, mengembangkan materi kuliah dan metode pembelajaran dan masih banyak lagi.

Pada akhirnya kita hanya berserah kepada Allah subhannah wata'alah, apapun yang dipersiapkan, dijalankan ditopang dengan doa dan ikhtiar, tetap rendah hati, tetap menjadi baik dan tetap memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki, mudah mendengarkan dan tidak cepat berkesimpulan hanya dengan  melihat satu sisi, dipertimbangkan kembali, dianalisa lebih dalam lagi, didiskusikan jika memungkinkan dan bersikaplah bijak namun bukan berarti memudah-mudahkan. semoga lebih baik lagi dari pencapain tahun-tahun sebelumnya. aamiin.

Tarakan, 1 / 1 / 2021
Pukul   : 7.02 malam