Pagi ini, saya tiba-tiba terkejutkan dengan seragam yang digunakan anak saya, aqilah yang memasuki usia SD. Seragamnya ini sebenarnya disediakan sekolah untuk di beli, namun sejak awal saya selihat, seragamnya ini agak beda dengan yang lain. sejak pagi juga saya mengkomplain, kok ini jilbabnya bukan seperti yang biasa digunakan dari sekolahan, dan ketika saya mengantarkan aqilah ke sekolah barulah saya terkejut, penampilannya berbeda dengan murid yang lain, baju dan jilbabnya sangat berbeda, padahal di sekolah ini, semua anak saya bersekolah disini, sudah seharusnya ibunya yang juga mantan guru disitu bisa lebih prepare mengenai seragam sekolah ini, memang uangnya saya lambat trasfer namun bukan berarti harus menunda-nunda untuk membelikan seragam. rasa-rasanya ingin memprotes ke istri, namun begitu sadar dengan kejadian yang sudah-sudah, mending saya urunkan niat saya. padahal sudah menuliskan pesan namun tiba-tiba menghapus kembali. Karena saya yakin, pesponnya pasti akan beda, selalu ada pembelaan dan pembenaran dan tidak akan pernah mau mengakui kelalaian itu dan bahkan ini akan menjadi boomerang bagi saya di suatu waktu, Ya sudahlah, meding ditelan pahit aja kondisi ini. Memang sejak awal mendaftar, seolah-olah tidak ada niat untuk menyekolahkan disitu dengan alasan ini dan itu bahkan berat sekali kayaknya mau berjumpa dengan guru-guru di sekolah, padahal mantan patner kerja selama ini. ya sudahlah, mungkin saya yang terlalu perfect menginginkan kondisi tadi. mau bagaimana lagi, mau komplain, malah nanti akan ada masalah lagi, saya berhadapan dengan karakter yang memamng seperti itu sejak dulu, keras dengan pendirian, kuat dalam hal pembelaan dan pembenaran dan suka membalikkan keadaan jika merasa terserang. ya sudah lah, dari pada pusing sendiri. yang terpenting anak saya enjoy dan merasa biasa-biasa saja.
Tarakan, 15. 07. 2024
Pukul : 08.16