25 Mei 2021

Kembali Bekerja, Setelah Cuti Lebaran

Alhamdulillah (ini merupakan tulisan ke 100 di tahun ini), sejak kemarin sudah kembali masuk bekerja setelah cuti lebaran, begitu masuk banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, banyak tugas yang sudah menunggu. Sebagian pekerjaan merupakan utang pekerjaan sebelum libur lebaran. Sejak tiba di ruangan kerja, satu persatu pekerjaan diselesaikan, mengejek kembali apa yang harus dikerjakan kemudian melakukan koordinasi dengan bagian yang terkait. Satu pekerjaan selesai lanjut kepekerjaan selanjutnya, siang harus rapat di puskesmas membahas tentang persiapan praktik mahasiswa yang akan dilaksanakan dua pekan ke depan, banyak dibicarakan mulai dari penyamaan persepsi, membahas target dan aturan selama praktik serta mendengarkan dan mempertimbagkan masukan dari pihak puskesmas. Selesai rapat kembali ke kampus sambil menunggu waktu shalat ashar dan jam pulang kerja.

Hari ini, pekerjaan tidak sepadat dari, setelah mengevaluasi informasi yang dibagikan ke mahasiswa kemarin dan juga mengkoordinasikan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan nanti. Sebenarnya banyak yang harus dilakukan diluar rutinitas, saya masih harus menyelesaikan nilai-nilai mahasiswa di semester genap ini terutama nilai semester 6, mengecek kembali kehadiran mahasiswa disemua mata kuliah yang saya ampu, saya juga harus mengejek satu persatu tugas mahasiswa yang sudah dikumpulkan, jumlahnya bukan hanya satu, dua namun begitu banyak, saya harus menyelesaikan artikel penelitian saya yang tertunda dan memasukkan ke dalam jurnal yang sudah terakreditasi sinta 1-6, belum lagi memasukkan hasil tugas akhir mahasiswa yang bisa dimasukkan ke jurnal yang ber-issn, semua belum dimulai dan segera akan dimulai. 

Waktu yang terus berbutar ini semakin menyadarkan bahwa waktu itu sangat berharga, jangan menunda pekerjaan, selama ada kesempatan silakan diambil dan dimanfaatkan, semua pekerjaan ini memasuki waktu deadline, tidak bisa ditunda-tunda lagi, jika ditunda maka akan semakin banyak pekerjaan yang menumpuk. mulai mengerjakan sedikit demi sedikit pekerjaan jangan sampai abai dengan waktu yang ada, manfaatkan waktu yang ada karena waktu begitu penting dan tidak mungkin terulang lagi. Cek satu persatu lagi apa yang harus diselesaikan. Pasang target untuk diselesaikan di bulan depan.InsyaAllah.

Tarakan, 25 / 5 / 2021
Pukul   : 3.03 siang


22 Mei 2021

Jangan Mengurai Yang Sudah Dipintal

Ini menjadi topik ta'lim Ust. Nurul Dzikri. Dikisahkan dari ulama tafsir : ada seorang wanita di zaman Rasulullah, ada yang mengatakan ada masalah dengan akal sehatnya yang dari pagi hingga pertengahan siang memintal benang dan setelahnya menguraikan kembali benang yang sudah dipintalnya sejak pagi. kondisi tersebut disampaikan dalam QS. al Nahl ayat : 92
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu diantara kamu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti dihari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu

Ini menjadi peringatan bagi kita semua yang sudah bersusah payah memperjuangan dan mempertahankan selama bulan ramadhan, sudah berjuang mengejar Lailatul Qadar dengan menyapu bersih 10 malam terakhir di Bulan ramadhan, kemudian setelah ramadhan seolah olah kita menjaga dan mempertahankan amalan yang sudah kerjakan di bulan ramadhan, walau secara intensitas dan kualitas agak berbeda namun komitment dan kontuinitas yang kita lakukan dengan tidak meninggalkan amalan wajib dan Sunnah. Shalat tahajjud tetap kita lakukan, sedekah tetap kita jalankan, tadarrus tetap kita lanjutkan dan amal shaleh lainnya 

Secara pribadi, ini menjadi pengingat dan perenung bagi saya. Bagaimanapun, tantangan di luar ramadhan itu begitu nyata dan terkadang memalingkan perhatian dan padangan mata. Saya harus sadar bahwa tidak mudah mempertahankan, namun belum lagi godaan masa lalu masih begitu kuat namun harus tetap berusaha untuk menjalankan. Jangan mengorbakan apa yang sudah dicapai selala ini  Semoga Allah subhanah wata'alah tetap memberikan taufiq dan rahmatnya untuk diri ini agar hati ini tetap komit dan konsiten menjalankan semua, tetap selalu merenung dan menasehati diri sendiri.

Tarakan, 22 / 5 / 2021
Pukul.    :11.02 malam


20 Mei 2021

Berpuasa di bulan Syawal

Ada hadis yang diriwayatkan menyebutkan setelah berpuasa di bulan ramadhan hendaknya berpuasa 6 hari dibulan Syawal karena memiliki keutamaan seperti berpuasa di satu tahun. Puasanya bisa kapan saja asal masih dalam bulan Syawal dan bisa berurutan atau bisa mengambil waktu Senin dan Kamis selama tiga Minggu. Alhamdulillah, untuk saya pribadi saya sudah menyelesaikan 6 hari tersebut perhari ini. Hanya break satu hari di Jum'at lalu, dan memulai puasa dari hari Sabtu. Ada yang mengatakan jangan berpuasa di hari Sabtu namun jika itu dilaksanakan hanya sehari saja, dan sebaiknya puasanya itu dilaksanakan satu hari sebelum atau sesudahnya, ini tidak hanya berlalu di hari Sabtu akan ditetapi juga untuk hari Ahad.

Dan mengjadi rasa syukur selanjutnya adalah selama berpuasa 6 hari saya bisa menyelesaikan taddarus selama 11 juz, Alhamdulillah ini diluar dugaan bahkan ini menjadi indikator ketad yang kuat dengan bantuan Allah subhanallah wata'alah. Awalnya tidak menyangkah bisa mengejar bacaan surah Al Kahfi bertepatan di malam Jum'at ini. Kemarin pagi ketika tadarrus, saya berpikir saya hanya bisa menyelesaikan sampai dengan juz ke.12 malam ini, begitu tadi pagi memang benar saya hanya menyelesaikan juz 12 akhir dan saat Zuhur sudah masuk juz ke 13. Saya berpikir apa sekalian melanjutkan bacaan hingga juz 14 dan nanti saat ashar bisa menyelesaikan juz 15 dan bisa mendapatkan bacaan surat Al Kahfi tepat malam ini, Alhamdulillah atas karunia dan kekuatan yang diberikan Allah subhannah wata'alah menghantarkan saya mencapainya. Semoga bisa khatam di bulan Syawal ini atau paling tidak di awal bulan Zulqoidah. Aamiin




Tarakan, 20 / 5 / 2021
Pukul.   : 11.59 malam :)

18 Mei 2021

Lama tak berjumpa

Ini ada kisah unik dan layak diabadikan dalam Blog ini :) jadi begini mulanya kira-kira seminggu sebelum ramadhan berakhir,  saya shalat Zuhur di mesjid depan kampus, yang sebelum ramadhan paling rutin shalat disitu terutama saat ashar dan Zuhur jika memang tidak sempat pulang duluan. Jadi saat itu saya berjumpa dengan imam mesjid dan saya menyapa dan beliau menanyakan lama ga muncul di mesjid, saya menjawab akhir-akhirnya kalau Zuhur langsung balik ke rumah shalat dekat rumah dan ashar juga demikian kebetulan pulangnya lebih cepat dari biasanya. Tidak lama beliau menanyakan biasanya kalau waktu buka ada saja bergabung di mesjid ini :) tidak lama saya menambahkan juga kebetulan kalau sore itu saya biasanya lari atau jogging sore dan begitu selesai jogging tidak lama masuk azan Maghrib :) mendengarkan jawaban saya pak imam senyum2 dan menyampaikan dia juga butuh olahraga karena napasnya agak bermasalah selama ramadhan :) 

Untuk pembelaan dalam hati adalah ramadhan kali ini benar-benar berbeda terutama kondisi di rumah, anak-anak sudah mulai berpuasa dan saat berbuka itu saat untuk bersama-sama menikmati sajian berbuka walau tidak selalu istimewah yang penting ada dan disyukuri. Dan untuk shalat tarwih dan subuh saya memilih saat di islamic center Tarakan, seperti yang pernah saya sampaikan dalam tulisan sebelumnya di blog ini, di islamic ini begitu banyak waktu yang bisa saya pergunakan sambil tadarrus Al-Qur'an :)

Cerita uniknya terjadi tadi,  antara waktu bada maghrib dan memasuki shalat isya (jam 7 malam) saya menghadiri undangan ustat Jumardin untuk menyantap Coto Kambing, dan kebetulan yang hadiri juga jamaah mesjid Al hidayah yang juga tempat ustat menyampaikan ta'lim setiap malam kamis, saya bertemu dengan kawan dan beliau menanyakan hal yang sama dengan pak imam saat Ramadhan, kenapa ga pernah muncul, dan sebelum saya menjawab teman jamaah yang lain sudah menjawabnya :) saya lupa apa pernah saya sampaikan sama kawan ini kalau  saya shalat dimana selama ramadhan ini :) tidak lama kawan bertanya ini melanjutkan obrolannya "saya kira lagi isolasi mandiri karena kena covid19" spontan saya senyum dan menyebutkan nauzubillah, saya menambahkan saya mencari suasana baru dengan ganti mesjid ut shalat (dengan nada bercanda)

Memang tidak bisa dipungkiri sebelum ramadhan instensitas saya ketemu dengan jamaah ini sering terjadi, jika waktu ashar, saya shalat disitu, dalam sepekan ada 2 kegiatan yang sangat memungkinkan saya bertemu dengan orang yang sama, terkadang saat shalat fardu yang lain jika saya ada di kampus maka saya shalat di mesjid itu. Jadi satu bulan selama ramadhan kemarin memang hampir tidak pernah ketemu, jika ketemu itu hanya 1-2 kali namun hanya sebentar dan tidak sempat ngobrol dan tidak ketemu ini terbilang lama dan cukup dirasakan ketidakhadiran saya di sana :) Alhamdulillah saya masih diingat dan masih dinantikan untuk kembali shalat dan ngumpul di sana. InsyaAllah jika memang ada waktu yang pas dan sedang tidak ada uzur yang lain saya akan kembali shalat disana dan mengikuti kegiatan yang ada disana khususnya untuk pertemuan rutin 2x dalam sepekan :)

Tarakan, 18 / 5 / 2021
Pukul.    : 11.01 malam

17 Mei 2021

Setengah break bersosmed :)

Ada hal yang begitu besar untuk saya lakukan dan mungkin bagian dari perenungan diri saya, saya mulai belajar untuk tidak mengupdate sosmed baik story', mengkomentari status orang atau bahkan melakukan obrolan basa basi. Saya memposisikan sosmed sebagai media komunikasi jika perlu saja bukan untuk menjadikan media untuk menunjukkan eksistensi diri. Karena apa yang kita cari ketika membuat postingan, apa mencari popularitas mencari sanjungan atau sekedar menunjukkan kehebatan diri? Demi apa semua itu dilakukan? Kalau hanya sekedar menjadi kesenangan, bisa jadi itu hanya kesenangan semu semata

Sejak Ahad kemarin saya menahan diri untuk tidak terlalu sering membuka w.a apalagi IG karena begitu banyak waktu yang terbuang dan lebih sering terhipnotis dengan sosmed yang awalnya hanya mau lihat 1 postingan malah berlanjut melihat postingan yang lain bahkan ketika melihat jam tak terasa kita sudah begitu lama membuka sosmed. Hari ini saya membuat postingan story' W.a tentang Palestina yang menjadi banyak sorotan dunia saat ini, dan rasanya masih ada satu postingan yang harus saya buat yaitu tentang puasa Syawal. Dan setelahnya itu saya kembali menahan diri untuk tidak kembali terjebak dengan postingan dan story' di w.a maupun Ig semua itu demi kesehatan jiwa dan waktu yang lebih produktif 

Tarakan, 17 / 5 / 2021
Pukul.   : 11.15 malam

16 Mei 2021

Keseimbangan Kehidupan

Hidup sudah diciptakan sang Khaliq dalam kondisi seimbang. Ada malam ada siang, ada laki-laki, ada perempuan, ada senang ada sedih, ada gagal ada sukses. Dalam kehidupan sehari-hari ketika lagi senang-senangnya tiba-tiba berubah menjadi sedih. Namun kita tidak perlu terlalu bersedih hati, masih banyak diluar sana menunggu dan menantikan senyum kita sehingga kita harus keluar dari kesedihan, keluar dari ruang sedih kita, mencoba menghirup udara diluar sana. ketika kita sudah melepaskan kesedihan itu banyak orang yang memberikan support dan yang terpenting dari kesedihan ini adalah kita selalu meminta pertolongan dari Allah subhannah wata'alah, yang mudah membolak-balikkan hati ini. 

Demikian juga dengan masalah lain, ketika kita sudah dengan semangatnya menyapa orang namun tidak digubris mungkin karena masalah miskomunikasi namun diwaktu yang berbeda kita disapa sama orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya bahkan kita tidak mengenalnya namun beliau mengenal baik kita bahkan tahu seperti apa diri kita. Nah salahnya ketika  kita berhadap sama seseorang dan tidak mendapatkan respon seperti yang kita inginkan diwaktu yang berbeda ada yang datang tanpa kita duga, mensupport apa yang pernah kita lakukan tanpa kita sadari bahwa beliau ini begitu paham dengan kondisi kita. 

Siapa yang menggerakkan orang-orang baik ini? bukannya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua atas izin Allah subhannah wata'alah, bisa jadi orang-orang baik tersebut digerakkan sang Khaliq untuk menemui kita dan memberikan kesan hikmah, bahwa sanya yang selalu kita harapkan (inginkan) belum tentu baik untuk kita dan sesuatu yang kita benci belum tentu tidak baik untuk diri kita. Inilah kehidupan dengan segala keseimbangannya dan semua itu hanya mampu dipahami oleh hati yang bersih, jiwa yang tenang dan oikiran yang cerdih bahwa hidup sudah diciptakan secara seimbang sesuai dengan tarakannya. inilah kebaikan hidup yang selama ini kurang kita sadari. wallahu a'lam bishawab.

Tarakan, 16 / 5 / 2021
Pukul   : 11 .09 malam

Tiga Golongan Orang yang Masuk Neraka

Pada saat, ramadhan, ada ceramah yang disampaikan beberapa kali, tentang Rasulullah menyebutkan tiga kali aamiin ketika menuju mimbar. maka sahabat menanyakan perihal Rasulullah menyebutkan ketiga aamiin tersebut, maka Rasulullah menjelaskan bahwa tadi malaikat jibril telah datang kepada Rasulullah, dan menyampaikan kepadaku "wahai Muhammad, seseorang yang bertemu dengan orangtuanya dalam kondisi hidup lalu dia wafat maka dia masuk neraka, maka Allah menjauhkan dia, maka katakanlah aamiin. (penjelasan ust, Nurul Dzikri, kebersamaan dengan orangtuanya tidak dimanfaatkan untuk berbakti kepada orang tuanya). yang kedua, "wahai Muhammad, barang siapa yang ketemu ramadhan lalu dia wafat, dan Allah tidak mengambuni dia, maka dia masuk dalam neraka, semoga  Allah menjauhkan dia (neraka) tolong katakan aamiin, dan ketiga : lalu seseorang yangdisebutkan namamu dihadapannya  namun dia tidak bersalawat, maka dia wafat dan dia masuk neraka, semoga Allah menjauhkan dia. maka katakanlah wahai Muhammad : Aamiin.

Menurut tafsir ulama tiga golongan tersebut merupakan  orang yang merugi (tersungkur, hina, terburuk). golongan pertama ini adalah orang-orang yang selama hidup bersama orang tuanya tidak memberikan manfaatkan kepada orang tuanya, tidak berbakti, tidak memanfaatkan orangtua sebagai pintu surganya. Kita harus mendapatkan ridho orang tua selama masih hidup. Berikan kebaikan kepada orang tua selama mereka masih hidup karena akan lain ceritanya jika orangtua sudah tiada.  Golongan kedua, orang yang menyia-nyiakan bulan ramadhan sehingga Allah tidak diampuni dosanya. Golongan ketiga ini adalah orang yang tidak mudah bershalawat, setelah disebutkan nama Rasullullah sallahu alaih wassalam. orang yang tidak ringan ucapannya untuk bershalawat padahal mengaku cinta kepada Rasulullah. bahkan ulama mengatakan bahwa ketika duduk di majelis ilmu, dan kita mendengarkan ceramah namun tidak memahami isi ceramah paling tidak kita bershalawat selama mejelis ilmu tersebut, itu sudah memberikan keberkahan majelis ilmu tersebut, karena saat mejelis ilmu tersebut paling sering disebut nama Rasulullah, maka hendaklah kita memudahkan lidah kita untuk bershalawat.

Awal mendengarkan ceramah ini dari ustat saat ceramah tarwih, saya belum memahami, apa karena saat itu saya sambil tadarrus sehingga kurang fokus memahaminya. Memasuki subuh harinya, kultum subuh dari sang Imam, masih mengulangi isi ceramah ini dengan lebih rinci lagi, disini sudah agak paham. begitu sehari sebelum idul fitri 1442 H, talim rutin ustad Nurul Dzikri yang masih membahas tentang kajian tematik, untuk kali ini membahas tentang tiga golongan ini, dan alhamdulillah lebih paham lagi setelah dihitung berulang-ulang, apalagi didiengarkan dipelataran islamic center Tarakan, sambil memandangi track jogging yang selama ini saya lalui. Penjelasan Ust. Nurul Dzikri seperti biasanya lebih mudah dicerna lebih mudah dipahami dan memberikan contoh real yang dekat dengan kehidupan sehari-hari terutama masyarakat urban perkotaan. Semoga kita dijauhkan dari tiga golongan orang tersebut termasuk dari hal-hal yang menjauhkan kita dari cahaya Ilahi Robbi.

Tarakan, 16 / 5 / 2021
Pukul   :  10.28 malam

15 Mei 2021

Teman Saleh dan Teman Salah

Dalam sebuah ungkapan yang disampaikan Ust. Khalid Bassalamah bahwa ada dua hal yang dapat menyelamatkan kita diakhirat yaitu amal saleh dan teman Soleh. Untuk amal Soleh lebih diarahkan pada kebaikan dan menghasilkan pahala sebagai "imbalan" dari apa yang kita lakukan dan syarat utamanya adalah lillahi ta'alah. Namun ketika amal Sholeh kita berkurang maka teman Sholeh ini bisa memberikan syafaat kepada kita diakhirat kelak. Ada sebuah riwayat, nanti akan ada seseorang dikekuarkan dari neraka dan penghuni neraka yang lain menjadi saksi dikeluarkan orang tersebut dan mereka  bertanya apa penyebab orang tersebut dikeluarkan dari neraka dan ra apakah karena ada kerabatnya atau syafaat dari nabi-nabi, namun dijawab karena dia memiliki teman yang shaleh, teman dia masuk surga dan memohon kepada Allah untuk diberikan syafaat menyelamatkan temannya tersebut dari api neraka dsri ungkapan ini banyak orang yang berdoa agar memiliki teman-teman Sholeh yang bisa menyelamatkan mereka dari neraka.

Hal yang kontradiktif adalah ketika berteman dengan teman yang salah. Yang lebih banyak mengajak kita pada kemaksiatan dan menjauh dari Allah Subhannah wata'alah. dan menjadi tantangannya ketika kita sudah belajar untuk memperbaiki diri, belajar menjauhkan diri dari hal-hal yang mengarahkan pada maksiat dan menzolimi diri sendiri namun disaat itu teman kita ini tidak mau peduli, yang mereka pikirkan bahwa kita adalah orang di masa lalu, bukan orang yang saat ini. Orang-orang ini sekalipun kita sudah ngomong dengan baik-baik bahwa kita  telah menyudahi semua masa masa jahiliah dan saat ini akan belajar agama, namun teman-teman ini seolah-olah tidak  dengan itu semua. Bagi mereka kita adalah orang yang selama ini mereka kenal dan masih sama dan tidak berubah. Dengan dasar itulah tipe teman seperti ini harus dihindari dan jangan sering-sering diajak ngobrol apalagi jika iman kita lagi drop-dropnya yang ada malah kita dijeremuskan kembali ke lubang yang dulu., Nauzubillah..

Bukan memilih-milih teman, bukan membeda-bedakan teman, namun untuk perkaran keyakinan diri dan kedekatan dengan sang Khaliq, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menentukan sikap apa jalan yang kita ambil serta konsekuensi apa yang kita harus terima. Bukan saatnya lagi hidup main-main bukan saatnya lagi hidup hanya  mengejar kesenangan dunia, namun saat ini kita benar-benar menentukan arah jalan yang kita tempuh. Jalan yang benar-benar diridhoi Allah subhannah wata'alah

Tarakan, 15 / 5 / 2021
Pukul.   : 11.00 malam

14 Mei 2021

Masa Lalu biarlah berlalu

Ini bukan tentang lagu, namun ini tentang renungan pasca lebaran setelah menjalankan 1 bulan berpuasa. Salah satu hal yang dinantikan adalah kita mendapatkan ampunan Allah subhannah wata'alah. Namun sempat terlintas, apa sebenarnya indikator atau paling tidak tanda-tanda kalau memang dosa kita di masa lalu itu sudah benar-benar terampuni. Sebenarnya kurang beradap jika bertanya tentang ini, ada kesan kalau kita tidak sabar dan mungkin jika keikhlasan kita diragukan, namun bukan karena itu hingga mempertanyakan ini, dan sudah menjadi hak prerogatif sang Khaliq yang menentukan itu. Dan semoga ini bukan menjadi alasan untuk tidak fight. InsyaAllah dengan Rahmat dan Taufiq Allah subhannah wata'alah semangat itu tetap terjaga di luar Ramadhan.

Malam ini, begitu membaca ta'lim via IG tiba-tiba mendapatkan postingan foto yang tentang hadist yang kurang lebih seperti ini tanda dosamu sedang diampuni " Rasullullah sallahu alaih wassalam bersabda : tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegunda-gulanan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah subhannah wata'alah akan menghapuskan sebagian dari kesalahannya" 

Cerita masa lalu, tidak usah dikenang apalagi untuk hal yang membuat kaki kita sulit untuk tetap melangkah, cukup kita belajar dari masa lalu, bahwa waktu itu terus lalu, dan tidak perlu diratapi, yang harus dilakukan adalah kita belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, bahwa waktu terus berputar dan berganti, usia berus bertambah jika kita gunakan untuk hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat maka kita akan dikalahkan oleh waktu. Kita belajar agar tidak mengulangi dan menghindari potensi dan kemungkinan yang bisa memunculkannya, tentunya semua itu bisa dilalui dengan bantuan Allah subhannah wata'alah dengan Rahmat dan kasih sayang Nya. Aamiin

Tarakan, 14 / 5 / 2021
Pukul.    : 9.44 malam

13 Mei 2021

Happy Ied Mubarak

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, La illah ha illahullahu Akbar Allahu Akbar Wa lillah Ilham.

Alhamdulillah, hari ini kita memasuki hari kemenangan setelah selama sebulan penuh kita berpuasa menahan lapar dahaga, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Hari ini menjadi hari untuk kita bergembira namun tidak melupakan untuk terus bersyukur kepada Allah subhannah wata'alah atas segala nikmat karunia Taufiq dan hidayah Nya, karena itu semua kita tidak bisa melewati bulan ramadhan dengan baik, tanpa itu semua bisa jadi kita hanya menjadi orang-orang yang merugi dan menyia-nyiakan bulan mulia ini. Semoga Rahmat dan Taufiq Allah subhannah wata'alah selalu  tercurahkan kepada kita semua, sehingga iman kita tetap terjaga untuk menjalani 11 bulan kemudian.

Perayaan idul Fitri kali ini masih seperti tahun lalu, masih dalam suasana pandemi korona, namun bedanya kita sudah diizinkan untuk menggelar shalat di mesjid kompleks masing-masing dan Alhamdulillah mesjid depan rumah untuk menyelenggarakan shalat Ied idul Fitri secara berjamaah untuk pertama kalinya, tahun lalu saat shalat Ied idul adha juga dilaksanakan. Secara keamanan ini lebih pas, lebih terjaga keamanan dan mencegah kecil penularan virus korona karena yang shalat disini adalah orang-orang kompleks yang hampir setiap hari bertemu. Namun untuk saling mengunjungi antar rumah masih dibatasi, hanya untuk keluarga inti, tidak saling mendatangi rumah seperti sebelum pandemi namun komunikasi tetap berjalan apalagi jika bertemu di mesjid ketika shalat fardu

Pada akhirnya, idul Fitri menjadi titik langkah awal kembali untuk menjalani 11 bukan kedepan, ramadhan yang kita jalani menjadi inspirasi untuk menjalani hari-hari kedepannya. dan yang terpenting, amalan-amalan selama bulan ramadhan jangan ditinggalkan (kecuali shalat tarwih yang hanya ada di bulan ramadhan), amalan shalat Sunnah rawatib tetap di jalankan, puasa Sunnah tetap dijalankan, sedekah harus tetap jalan, tadarrus sebisa mungkin dilakukan setiap hari dan menjalankan amal shaleh lainnya. Sebagai penutup tulisan ini kami ucapkan "taqaballahu Minna wa minkum" happy Ied mubarak

Tarakan, 13 / 5 / 2021
Pukul.    : 7.35 malam (selepas azan shalat isya

12 Mei 2021

Semua sudah tercatat

Salah satu kemuliaan malam Lailatul Qadar adalah menulis takdir yang akan kita jalani dalam setahun ini. Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki, saya bermodalkan dari pada yang saya tonton di YouTube, dalam benak saya ketika mendengarkan penjelasan tentang ini, apa yang akan kita jalani sudah dicatat dan semua menjadi mesteri. Takdir manusia sudah ada tertulis dalam laumahfuz, percaya kepada takdir merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini. 

Namun seperti apa kita dalam 1 tahun ini,  takdir kita sudah tercatat, andil kita sebagai manusia yang akan menentukan jalan yang kita tempuh, tidak ada takdir manusia yang diarahkan pada keburukan, itu tidak terlepas dari ikhtiar dan kemampuan kita mengendalikan dan membawa kearah mana. Kita masih memiliki doa yang selalu kita ucapkan yang dapat mengarahkan kebaikan datang pada diri kita. Namun ada hal-hal yang tidak bisa kita rubah sekalipun kita sudah berusaha keras meraih atau merubahnya mungkin itu sudah suratan takdir namun ada hal yang perlu kita pegang adalah baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah subhannah wata'alah, dengan keterbatasa diri kita terkadang sulit menebak apa saja yang bisa terjadi dari  yang kita alami, berbaik sangka adalah kunci utama.

Malam ini, ramadhan telah pergi, raamadhan telah menorehkan catatan tentang apa saja yang sudah kita lakukan selama sebulan ini, apakah kita benar-benar memanfaatkan moment mulia dan kita mencapai gelar takwah sesuai dengan tujuan dianjurkan kita berpuasa seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an. Yang paling utama dari ramadhan ini adalah kita mendapatkan ampunan Allah subhannah wata'alah.. semoga kita benar-benar mendapatkan ampunan Allah subhannah wata'alah dan menjadikan kita pribadi-pribadi yang lebih baik selepas ramadhan. Spirit ramadhan bisa terpancarkan dalam 11 bulan yang ada. Semoga Rahmat dan Taufiq Allah subhannah wata'alah selalu tercurahkan untuk kita semua.. aamiin

Tarakan, 12 / 5 / 2021 ~ 1 Syawal 
Pukul.   : 10.40 malam

Ramadanku kali ini

Alhamdulillah, hari ini ramadhan memasuki hari terakhir, sesuai dengan ijtimah MUI dan pemerintah mengambil kesimpulan bahwa hilal Syawal belum nampak sehingga ramadhan kali ini digenapkan menjadi 30 hari. Ramadhan kali ini menjadi begitu berkesan, Alhamdulillah, Allah memberikan Taufiq dan iman sehingga motivasi dalam diri ini begitu besar untuk menjalankan amalan di bulan ramadhan. Dimulai manfaatkan setiap shalat Sunnah tarwih, tidak ingin ketinggalan shalat qabliah dan da ba'diah, tetap fokus  tadarrus, menjaga shalat tahajjud dan tetap mengikuti kajian online (sudah disiapkan paket data :) dan satu hoby saya running Alhamdulillah tetap jalan bahkan bisa mencapai 200K selama ramadhan :)

Yang menjadi renungan dalam ramadhan kali ini adalah adanya kalimat memhukitp hadist "orang yang merugi di bulan Ramadhan adalah orang yang tidak diampuni dosa-dosanya" :( Ya Allah, diri ini benar-benar sadar selama ini banyak sekali dosa dan khilaf yang sering dilakukan bahkan berulang-ulang dilakukan bahkan diri ini tidak berdaya pada hal-hal tertentu yang tidak bisa dihindari padahal sudah berjuang namun diri ini tidak pernah lelah  untuk terus mencoba dan bangkit membenahi diri :( saya sadari juga di ramadhan sebelum-belumnya  belum memanfaatkan secara maksimal bahkan cenderung abai. 

Sebulan ini, moment ini begitu tidak disia-siakan, nikmat kesehatan yang berikan begitu sangat berharga, hikmah rasa sakait yang dirasakan di hari ke-3 ramadhan menjadi pelajaran penting bahwa waktu dan sehat itu sangat berharga sehingga harus dijaga. Semua ini dipersembahkan untuk mendapatkan keridhaan Allah subhanallah wataalah. Semoga Ramadhan kali ini Allah mengampuni dosa-dosa hamba di masa lalu  dan masa akan datang.. aamiin

Tarakan, 12 / 5 / 2021 ~ 30 Ramadhan 1442 H
Pukul : 3.58 sore penghujung ramadhan

11 Mei 2021

Imbalan Sedekah dan infaq di Bulan Ramadhan

Ada Sebuah hadis yang diriwayatkan yang mengungkapkan bahwa Rasulullah sangat darmawan, dan kedermawanan beliau meningkat selama bulan ramadhan. Ini yang menjadi inspirasi bahwa ketika sosok yang menjadi inspirasi dan junjungan umat muslim ini begitu ringan tangan  sudah selayaknya kita mengikutinya, belum lagi pahala amalah shaleh di bulan ramadhan ini dilipatgandakan. Tidak bisa dipungkiri infak dan sedekah yang kita berikan akan kembali ke diri kita sendiri. 

Selama bulan ramadhan ini, saya benar-benar mencoba mengamalkan ini, usahakan isi kotak apa walau hanya 2000 sampai 10.000 asal dirutinkan, begitu ada sedikit rejeki berusaha mengeluarkan 2.5% berapapun jumlahnya. Memasuki penghujung Minggu kedua ramadhan, tiba2 masuk w.a yang meminta no rek untuk uang silaturahmi jumlahnya lumayan, cukuplah untuk keperluan seminggu. Sebelumnya ketika masih di tempat kerja dan akan memberikan materi praktik sama mahasiswa, tiba-tiba diinfokan sama bagian laboratorium untuk mengambil isentif pembuatan modul. Alhamdulillah jumlahnya kurang lebih sama. Dua hari yang lalu saya diinfokan sama saudara kalau dikasih THR dari suadara kandung yang ada di Papua. Alhamdulillah tidak lama kemudian ada info THR dari kantor juga keluar.

Ini manfaat sedekah dan infaq, kebaikannya kembali ke diri kita, dan kita tidak akan pernah menjadi miskin jika rajin-rajin bersedekah, uang yang kita ikhlaskan keluar berapapun jumlahnya akan berbalik Kediri kita dalam bentuk yang lain, kayaknya sudah menjadi sunnatullah jadi menjadi sia-sia belaka jika tidak ada keinginan dalam diri kita untuk berbagi karena ketika berbagi itu kita sedang membagikan kebahagiaan bagi orang lain dan kita semakin sadar bahwa pentingnya saling membantu antar satu yang lainnya. Bisa jadi doa-doa mereka akan memberikan kebaikan kepada diri kita

Tarakan, 11 / 5 / 2021 ~ 30 Ramadhan 1442 H
Pukul : 10.20 malam


09 Mei 2021

Malam Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan bulan ramadhan adalah adanya malam lailatul qadar yang terdapat di 10 malam terakhir di bulan ramadhan. Turunnya malam lailatul qadar ini menjadi rahasia, sehingga kita disarankan untuk tidak kendor di 10 malam terakhir tersebut. Ada riwayat yang mengatakan bahwa turunya di malam-malam genap terutama malam ke.25 dan 27. sebagian besar ulama menjagokan dimalam 27 tersebut, bahkan imam Al Gazali menyebutkan jika awal puasa terjadi di hari selasa malam (malam rabu) dan rabu pagi maka malam lailatul qadar jatuh di 27 malam ramadhan. 

Berikut cacatan perjalanan di malam ganjil 23, 25 dan 27 ramadhan. Pengalaman malam 23 malam, 25 malam dan 27 malam memiliki cerita masing2.  Malam 23 cuaca malam itu begitu cerah, bulan bersinar dengan terangnya di 1/3 malam, sempat turun hujan sebentar (hujan lewat). Pagi harinya seperti hari2 yg lain, pagi mendung dan tidak lama hujan dan siang harinya menjadi hujan yg lebat hingga menjelang ashar. Malam ke.25 menjadi malam yang menyedihkan buat saya, shalat tarwih  rakaat kedua harus menahan kencing hingga menunggu rakaat ke.8 selesai. Takutnya jika saya turun ke toilet bisa jadi saya akan kehilangan 2 rakat karena jaraknha cukup lumayan ut ukuran mesjid islamic. Begitu malamny telat bangun. Rencana bangu  sebelum jam 2 malah lewat hampir jam 3 dan segera saya bergegas ke islamic jam 3 pagi dan selesai shalat malah ngobrol sama security islamic (patner kerja teman) sekalian mau izin akan shalat beberapa malam ke depan :)

Semalam tepatnya malam ke27 alhamdulillah berjalan lancar, alhamdulillah bangun jam 1.30 dan bergegas ke islamic dan disana sudah ada 1 teman yg datang lebih dulu. selesai shalat, lanjut tadarrus dan balik ke rumah kurang 15 menit jam 4.pagi. selesai sahur balik ke kembali ke islamic dan masya Allah pemandangan yang luarbiasa, bulan tua (sabit)  begitu jelas nampaknya. Pagi mendung, namun matahari masih nampak, sempat gerimis beberapa kali namun hanya lewat dan sore ini kembali mendung. dari ciri2 turunnya malam lailatul qadar memang lebih kena dihari ini kalau malamnya lbh pas di malam 23 :)

Kapanpun turunnya Lailatul Qadar  menjadi rahasia Ilahi, kewajiban kita menjalankan ibadah dan mengisi malam dengan amalan soleh.. kapanpun turunnyakita sudah siap di malam apapun tidak terkecuali di malam2 genap.. wallahu alam bishawab

Tarakan, 9 / 5 / 2021 ~ 27 Ramadhan 1442 H
Pukul : 6.52 malam 


Belum Jodoh

Ada dua pengalaman yang cukup menggelitik dan menjadi bahan renungan untuk diri pribadi. Ini kontraproduktif dengan tulisan sebelumnya saling menyapa.  Bahkan sangat jauh dari niat silaturahmi :) mungkin belum jodoh untuk kembali merajut komunikasi. Dua pengalaman ini berkaitan dengan orang yang sudah dikenal bahkan sudah berkomunikasi sebelumnya namun hanya terkendala teknis dan terlalu bersemangat menyapa namun yang terjadi malah sebaliknya ada saja hal yang menghalangi komunikasi itu jadi ini bukan karena tidak ingin berkomunikasi hanya saja belum pas berpapasan sehingga tidak saling melihat :D padahal niat saya sudah begitu bersemangat menyapa :D

Pertama; sore itu pas lagi lari sore pas lagi semangatnya mempertahankan kemampuan  lari tiba-tiba saya melihat kayak motor teman tapi takut salah; jadi saya lewat dan begitu berpapasan ternyata benar itu teman tapi karena posisinya saling berlawanan arah jadi tidak memungkinkan ut saling menyapa. Saya sudah mengatur strategi berlari persis lawan arah dengan arah jalan dan berharap nanti jika berpapasan saya harus ketemu ; begitu saya melihat gak jauh pososinya saya sudah siapkan semangat menyapa berharap teman ini nanti menoleh; begitu berpapasan teman ini menolah ke arah yang berlawanan persisinya diseberang posisi saya berlari sontak dalam hati tertawa karena tidak jadi saling menyapa hehehe dan tempat berpapasan ini tempat yang dulu sempat ngobrol2 bisa jadi dia menoleh dan melihat yang sedang lari sore di seberang karena memang diseberang itu posisi seharusnya orang berlari dan saya mengambil jalur yang salah ;)

Kedua; pagi ini; ketika sudah beres shalat dhuha di islamic saya lanjutkan jogging. Belajar dari pengalaman kemarin dan Minggu lari pada saat mau jogging ternyata hujan dan saya berpapasan dengan salah satu jamaah islamic yang sering berpapasan. Pagi tadi itu sengaja saya ambil arah yang berlawanan biar bisa berpapasan dengan jamaah ini namun dalam hati bisa jadi beliau ini sudah selesai karena saya keluar dari mesjid agak telat. Ternyata beliau masih ada; saya berusaha mempercepat langkah kaki dan akhirnya berpapasan; saya mencoba menyapa ternyata tidak di dengar karena jamaah ini pake aerphone dan saya mencoba untuk menyapa kedua kalinya namun masih sama pas posisinya membelakangi saya sambil foto2 :) saya pikir mungkin akan ketemu lagi dan ternyata benar ketemu namun dengan jarak yang cukup jauh sebelum beliau belok :) mau dipaksakan mengejar namun kondisi badan cukup capeh dan mata mengantuk.

Dari duakejadian diatas saya bisa belajar bahwa jika pertemuan dan silaturahmi dipaksakan maka akan terjadi hal yang sebaliknya; jangan memaksakan diri untuk menyapa jika kondisinya tidak memungkinkan; cukup kita tahu bahwa teman ini berada di tempat yang sama dengan kita tanpa harus memaksakan dan mengejar untuk menyapa. Semua ada waktunya semua ada momentnya dan semau ada keterbatasannya; bukan hanya tentang dua pengalaman di atas dalam hal berbasa basi yang tidak perlu dalam chat juga harus dihindari kecuali benar-benar perlu. Kalau memang jodoh tidak akan kemana pasti akan ketemu dan ngobrol; seperti subuh tadi; sebenarnya sudah membatasi diri untuk ngobrol dan lebih fokus ke ibadah; begitu sudah selesai shalat dan tadarrus saya membuka w.a ternyata sahabat saya baru saja mengirim pesan; pesan itu adalah pesan yang saya batalkan mengirimkan karena takut kurang pas momentnya karena keseringan :) rupanya dia yang memulai menjalin silaturahmi. Berteman itu harus apa adanya; tanpa rekayasa tanpa ini dan itu dan semua kembali keniat awal; silaturahmi tanpa ini dan itu.

Tarakan, 9 / 5 / 2021 ~ 27 Ramadhan 1442 H
Pukul    : 3.07 sore

07 Mei 2021

Saling Menyapa

Ada fenomena yang sangat langka saat jogging selasa sore, dua hari lalu.  Pada kondisi puasa dan cuaca kurang bersahabat sejak pagi, namun untuk beberapa orang, kondisi ini tidak menghalangi untuk berolahraga di sore harinya termasuk saya :) untuk yang jogging sore itu, lebih banyak kokoh dan cici, ada beberapa sudah dikenal karena seringnya berpapasan dan ada beberapa bapack bapack yang juga sudah sering ketemu. sore kemarin itu begitu berbeda karena hampir bertemu dengan orang-orang yang sedang lari yang selama ini hanya berpapasan, untuk sore untuk semua membalas senyum dan sapaan yang saya sampaikan. Malahan ada kokoh yang selama ini agak sulit untuk mendapatkan sapaan balik, sore itu cukup berbeda, kokohnya ini menyapa saat berpapasan (kebetulan ada teman yang jogging dengan kokoh) dan begitu kokoh pulang dan saya masih diparkiran diberikan kode duluan pulang :)

Inilah salah satu yang menjadi hal yang menyenangkan ketika jogging, kita bisa berjumpa dengan siapa saja, dari tidak kenal menjadi kenal, dari hanya sekedar tahu dan kenal saja, kemudian berubah menjadi teman ngobrol bahkan menjadi teman berbagi informasi dan cerita :) Padahal diluar sana begitu sulit untuk menemukan teman yang pas untuk ngobrol, ternyata obrolan seputar lari ini menjadi hal yang menyenangkan, bisa saling mengisi dan bisa saling menguatkan. Kita tidak pernah tahu seperti apa kemampuan lari seseorang kita hanya melihat dari luarnya saja, seberapa besar semangatnya orang berlari kita hanya lihat dari seberapa sering dan konsistennya dia berlari, apakah rutin dalam setiap minggunya atau hanya angin-anginan, semua punya tujuan yang sama, semua ingin sehat, dan dengan menambah pertemanan di area lari / jogging semakin memperbesar peluang untuk kita saling berbagi informasi dan semangat tentang kebiasaan lari ini. sehatnya dapat, silaturahmi jalan :) salam sehat :)

Tarakan, 07 / 5 / 2021 ~ 25 Ramadhan 1442 H
Pukul    ; 3.20 Sore

05 Mei 2021

Seriusi 1/3 malam

Sejak memasuki malam ke.21 Senin dini hari, diri ini begitu semangat untuk mengisi 1/3 malam tersebut. Di hari pertama sudah meniatkan diri bangun jam 2.30 karena harus menyelesaikan pekerjaan di belakang (kamar mandi) sehingga  bisa fokus ibadah di jam 3 lewat. Nyaris begitu selesai hampir memasuki jam 4 subuh. Saya lihat beberapa story' teman juga sedang melaksanakan shalat dan amalan lainnya ada beberapa yang saya ajak ngobrol sambil menunggu persiapan sahur. Salah satu sahabat saya malah memposting foto jam 1 waktu disana dan sedang melaksanakan shalat malam berjamaah di musholah dekat rumahnya, musholah ini sangat familiar karena dalam beberapa obrolan saya dengan sahabat ini sering membahasnya. Alhamdulillah malam ke.21 berjalan lancar walau masih ada yang perlu diperbaiki.

Malam ke.22, Alhamdulillah masih bangun dan lebih awal jam 2 lewat. Saya melihat teman juga sedang memposting sedang melakukan ibadah di 1/3 malam dan sayapun menyapanya setelah saya selesai shalat untuk salam pertama. Kemudian saya melanjutkan shalat hingga rakaat ke.8. begitu sambil menunggu sahur, saya tadarrus melanjutkan bacaan ngaji, namun ngaji kali ini tidak fokus, saya lebih sering membaca dan membalas w.a hingga menjelang makan sahur. Ya Allah benar-benar waktu yang sangat mustajab untuk berdoa malah banyak saya gunakam untuk ngobrol via w.a. yang sebenarnya hanya obrolan basa basi dan dari pengalaman ini saya berniat untuk betul-betul menseriusi ibadah 1/3 malam ini di waktu berikutnya.

Malam ke.23, saya bangun lebih awal jam 1.30 sempat khawatir tidak bangun karena hp yg biasa digunakan untuk alarm ketinggalan di tempat kerja dan untuk itu saya memasang alarm d ihp lain dan berharap telinga saya tetap sensitif mendengarkan alarm tersebut. Alhamdulillah sesuai niat awal saya bangun sesuai stel alarm. Saya mencoba untuk melaksanakan shalat tahajjud dan tadarrus di islamic center karena sebelumnya saya sudah mengkonfirmasi sama teman yang piket disana  bahwa mesjid tetap dibuka untuk 10.hari terakhir untuk iktikaf atau shalat malam. Alhamdulillah shalat begitu syahdu walau ada suara2 dari taman berkampung. seberes shalat saya lanjut taddarus dan balik ke rumah 3.30 sekalian untuk sahur. Kali benar-benar menghindari obrolan basi basi di wa. terlebih ini adalah malam ganjil dan cuaca serta suasana diluar cukup cerah, bulan nampak jelas setengahnya. Walau sebelumnya sempat ngobrol via w.a dengan sahabat  namun hanya untuk saling menguatkan dan mendoakan.

Semoga 6 malam yang tersisa ini dilancarkan Allah subhanallah wata'alah dan saya menjalankan ibadah lebih khusu dan fokus lagi dan mengabaikan obrolan basa basi di w.a selama 1/3 malam. Aamiin

Tarakan, 5 / 5 / 2021
Pukul.   : 9.22 malam

03 Mei 2021

Jangan Berburuk Sangka

Astaghfirullahal Azim.. kemarin menjadi pengalaman yang tidak boleh saya teruskan dan memang ini harus dikendalikan ketika ada bisikan-bisikan yang "mencurigai" seseorang tanpa ada dasar yan bisa dipertanggungjawabkan dan ini bahkan sangat-sangat merusak silaturahmi. Untungnya ini hanya terlintas dalam hati dan tidak terucapkan secara langsung oleh bibir ini dan lagi-lagi firasat ini sangat tidak baik apalagi ini kejadiannya pada saat lagi bulan ramadhan. Mungkin ini tipu daya syaitan yang mencoba mengalihkan fokus perhatian dan mengarahkan pada hal-hal yang tidak sukai, sekali lagi untungnya ini hanya hampir sejenak dalam pikiran dan tidak memvonis seseorang tanpa harus ada fakta dan data yang nyata.

Dan sekali lagi ini dengan mudahnya "mencurigai" seseorang padahal orang yang dalam dugaan saya ini,  sudah cukup kenal dalam kurung waktu 4 bulan ini, saya sering berkomunikasi bahkan menganggap sebagai Abang sendiri karena usia beliau ini persis dengan usia kakak saya dan terpaut 10 tahun dengan saya. Kami sering berpapasan dengan area jogging bahkan diluar itu kami biasa ngobrol tentang apa saja dan tentunya saling memberikan masukan. 

Nah, begini ceritanya ketika beliau kemarin nelpon dan akan datang ke rumah, dalam benak saya kira-kira apa maksud kedatangan beliau. Ternyata begitu datang beliau menawarkan untuk memberikan ikan yang sudah dibungkus rapi, dengan lugunya saya bilang ini berapa harganya padahal beliau memberikan secara gratis, astaghfirullah saya sdh jauh "berpikir" seperti itu. dan kejadian lagi pagi tadi, ketika ada notif panggilan tidak terjawab, saya mikir kira2 beliau ada keperluan apa, apa ada sangkut pautnya dengan yang kemarin. Tidak lama saya menelpon dan beliau bilang akan nelpon balik karena lagi di jalan. Begitu menelpon beliau menanyakan dan mengkonsultasikan tentang anaknya yang akan kuliah di Fakultas Hukum.

Astaghfirullahal Azim, kenapa hati ini begitu mudah terbisikkan dengan hal-hal yang tidak pantas, bukannya ini bulan ramadhan, bulan yang penuh ampunan dan Rahmat, sudah sebaiknya kita menjauhkan dari sifat-sifat tercelah apalagi mencurigai orang yang tidak pantas terlebih ini adalah orang yang sudah dikenal seperti saudara sendiri. Semoga hati ini dibersihkan dari hal-hal yang dapat merusak hati,berprasangka negatif dan bersikap sombong dan riya'..

Tarakan, 3 / 5 / 2021 ~ 21 Ramadhan 1442 H
Pukul.   :  3.52 sore

02 Mei 2021

10 Malam terakhir

InsyaAllah malam ini memasuki malam 21 bulan ramadhan, menandakan bahwa 10 hari terakhir akan segera dimulai. ini merupakan moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh ahli ibadah, para walhi Allah subhannnah wata'alah, ahli tahajjud, ahli qur'an. ada salah satu malam yang begitu istimewa yaitu adanya lailatul qadar yang lebih baik dari pada 1000 bulan, 1 malam lebih baik dari 83 tahun 4 bulan lebih (tanpa ada lailatul qadar). bahkan moment ini tidak disia-siakan oleh ummat islam yang mengetahui keutamaan 10 hari terakhir ini. Kata Ustat Nurul Dzikri, 10 hari terakhir ini menjadi dimensi waktu yang merupakan puncak atau final bulan ramadhan yang menyedot perhatian. Bagi kita yang punya masalah waktu yang tidak baik, yang banyak melalaikan ramadhan di masa lalu dan ini merupakan moment yang paling tepat untuk membenahi diri, memperbaiki kesalahan, kelalaian, kekhilafan kita selama ini. 10 malam terakhir akan semakin terasa ketika Allah subhannah wata'alah dengan kemahabijaksanaannya merahasiaakan kehadiran hadirnya lailatur qadar sehingga kita harus benar-benar mengejarnya setiap malam. sesuai dengan hadir yang riwayatkan imam buchari, bahwa hadirnya malam lailatul qadar ini, datangnya di malam ganjil. sebagian besar ulama menjagokan di malam 27. Disisi lain riwayatkan oleh Aisyah, bahwasanya Nabi Muhammad sallalluhi alai wassalam besungguh-sunggu di 10 malam terakhir yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Beliau tidak pernah membiarkan satu malam lepas di 10 malam terakhir.

Kita tidak pernah tahu kapan hadirnya lailatul qadar, yang terpenting bagi kita adalah mempersiapkan diri, jangan sampai mengabaikan moment penting ini. Yang pasti kehadiran lailatul qadar ini selalu ada namun kehadirannya menjadi rahasia. hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiuhu Anhu, " ketika memasuki 10 hari terakhir, Rasulullah mengencangkan ikat pinggang beliau, menghidupkan malam-malam beliau dan beliau bangunkan keluarga beliau. Kencangkan ikat pinggang menunjukkan semangat dan kesungguhan beribadah, juga menunjukkan tidak melakukan hubungan suami istri dengan melakukan itikaf. menurut ulama sebaiknya kita menghindari hal-hal yang diharamkan, bermaksiat, meminimalisir yang halal dan lebih mengutamakan amalan ibadah selama 10 malam terakhir.  Menghidupkan malam ini, ada dua pendapat bahwa Rasulullah itu tidak tidur sepanjang malam atau hanya tidur sedikit. Amalan ibadah yang kita lakukan merupakan semua amal shaleh yang kita lakuka merupakan jalan menuju malam lailatul qadar. amal shaleh itu, berupa berdzikir, bertasbih. idealnya kita membaca alqur'an, melaksanakan salat malam, shalat tahajjud, jika tidak melalukan itu masih ada amal shaleh yang kita lakukan, berbuat baik, mengutamakan amalan hati, hindari putus asa karena rahmat malam lailatul qadar hingga fajar datang. ketika berputus asa bisa jadi itu merupakan tipu daya syaitan/ iblis dan lakukan amalan wajib, isya berjamaah (bonus pahalanya setengah malam dan subuh berjamaah (bonus pahalanya setengah malam). Istri jangan lupa berkhidmat kepada suami :), membaca alqur'an (minimal 10 ayat setiap malam : barang siapa yang membaca 10 ayat maka dia tidak termasuk orang yang lalai, jika membaca 100 ayat maka dia termasuk orang yang taat). jangan lupa berdoa

Semoga moment 10 malam terakhir ini kita semua diberikan kesehatan, taufiq, rahmat, sehingga kita tidak melewatkan moment penting ini dan kita meraih keutamaan lailatul qadar. aamiin ya rabbal alamin.


Tarakan, 2 / 5 / 2021
Pukul   : 5.20 sore

01 Mei 2021

Hai Mei

Alhamdulillah hari ini, sudah memasuki bulan mei, bulan ke-5 dalam penanggalan Masehi. Hari ini bertepatan dengan 19 Ramadhan 1442 H. Begitu banyak yang sudah terlewati selama bulan Maret, banyak kesibukan dan target yang harus diselesaikan terlebih lagi bertepata dengan bulan Ramadhan. Namun bulan ini bukan menjadi alasan untuk menjadi malas, puasa bukan menjadi penghalang untuk tetap menjalankan aktifitas apa saja selama masih sesuai dengan kemampuan, dan satu hal yang harus dijaga adalah harus tetap menjaga amalan-amalan dibulan ramadhan.

Bulan mei ini akan banyak kegiatan yang akan dilalui, bulan akan menandakan memasuki 10 hari dibulan ramadhan, yang merupakan hari-hari puncak menjalankan ibadah di bulan ramadhan, insyaAllah akan ada malam lailatuqodar, malam yg lebih mulia dari 1000 bulan atau 83 tahun. Malam Lailatul Qadar akan membawa takdir kita yg akan dijalani dalam satu tahun depannya semoga kita bisa mendapatkan malam istimewa ini. Aamiin.. semoga bulan mei berjalan sesuai dengan harapan dan impian dan semoga semua planning dilancarkan dan tentunya kita diberikan kesehatan lahir dan bathin aamiin

Tarakan, 1 / 5 / 2021 ~ 19 Ramadhan 1442 H
Pukul.   : 4.36 sore