28 Agustus 2021

Belajar menjauh :)

Tadi siang begitu membuka Twitter, ada tweet "kadang, memang perlu menjauh dulu karena biasanya dari jauh, baru kelihatan mana kawan yang mencari dan mana lawan. Sontak tweet ini membuat senyum, bisa mewakili kondisi saya saat ini. Dan sebenarnya mengenai tweet ini bukan hal yang baru bagi saya, diawal-awal saya banyak menulis tentang pertemanan.. dan untuk di tahun 2021 saya sudah membatasi membahas tentang ini, bagi saya teman itu menjadi warning buat kita, apakah memberikan efek positif atau sebaliknya. Bukan maksud membeda-bedakan orang namun untuk menjaga-jaga jangan sampai kita ikut dalam "pertemanan" yang salah. Ini tidak lain adalah umur kita yang sudah cukup matang, usia yang hampir meranjak 40 tahun bukan waktunya lagi melupakan akhirat, kita harus mempersiapkan diri baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

Demikian juga beberapa keputusan yang saya ambil belakangan ini khususnya untuk teman di dunia Maya lebih banyak berkomunikasi via chat, tidak bisa dipungkiri ada upaya sadar saya membatasi chat untuk beberapa kawan, ada satu orang yang benar-benar sering kali chat menanyakan kabar tanpa harus menunggu disapa duluan, sebaliknya ada teman yang ingat begitu disapa duluan atau dikemontari storynya. Ini yang menjadi penilaiannya seperti disampaikan tweet Fiersa Besari di atas memang kita butuh waktu dan momentn untuk diam dan menjauh untuk melihat siapa yang benar-benar kawan atau lawan. Jangan sampai kita salah menantikan dan mengharapkan teman malah sebaliknya kita tidak diharapkan oleh teman jadi bersikaplah biasa-biasanya saja, jika perlu menjauh, pergilah jika dia memang kawan, dia akan mencari, jika dia benar-benar peduli, dia akan menanyakan kabar.

Tarakan, 28 / 8 / 2021
Pukul.   : 9.27 malam


27 Agustus 2021

memberi motivasi dan support kawan lari :)

Rutinitas lari yang biasa saya jalankan membawa begitu banyak manfaat baik untuk diri saya sendiri merasakan manfaat sehatnya, juga membawa manfaat pada relasi atau pertemanan. Tidak bisa dipungkiri banyak kenalan yang saya temukan selama ini dan begitu positif, banyak manfaat yang saya dapatkan dengan pertemanan ini, tanpa melihat segi usia, semua mengalir dan menyatu dalam bingkai silaturahmi, bahkan dunia lari menjadi daya tarik tersendiri, kita bertemu dengan banyak karakter, banyak latar belakang, saya belajar banyak budaya dan kebiasaan dari kenalan dan teman lari ini. Ada beberapa diantaranya sudah seperti sahabat, serasa ada kurang jika tidak bertemu di tracking lari :) hehehe. Salah satu yang berusaha saya jaga dalam pertemanan lari ini adalah tetap ramah untuk semua orang, menyapa orang sekalipun hanya bertemu di tracking, walau hanya mengatakan "ayo semangat" " duluan pak / ibu". 

Obrolan seputar laripun menjadi beragam, bahkan ada yang menanyakan bagaimana bisa lari seperti saat ini. Walau sebenarnya saya juga baru belajar untuk menggeluti dunia lari, kalau lari sendiri memang sejak SMP sudah mulai latihan sedikit-sedikit lari hingga saat ini masih berjalan. Sampai ada kata-kata dari kawan lari " uda, duluan aja, biar saya dibelakangan aja" hehehe atau "kok bisa bertahan lari terus, apa tidak cape lari terus?" dalam hati sic jawab, cape sic cape tapi berusaha dinikmatin, selama masih bisa berarti masih mampu berlari :) Sebenarnya untuk perform lari, masih banyak yang lebih hebat, dengan jam lari yang berbeda-beda, mulai dari atlit lari hingga muridnya, atau komunitas lari yang sudah banyak jam larinya :) jadi tidak perlu bangga dengan apa yang ada sama saya saat ini :) 

Namun tidak bisa dipungiri jika ada yang menilai positif, karena itu berdasarkan pengamatan tidak langsung ketika berpapasan lari, jadi ketika ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan kok bisa lari seperti saat ini, jawabannya adalah konsisten. Semua orang bisa mencapai seperti ini bahkan bisa lebih baik dan banyak yang lebih hebat lagi.  Ini yang saya coba bagikan sama kenalan lari atau teman lari. Berusaha memberikan semnagat untuk teman yang mulai berlari atau memulai lari. Tidak perlu melihat orang lain, cukup mengenali kemampuan diri sendiri dan ini tidak ada yang stagnan semua biasa berkembang dengan baik. Demikian juga dengan teman lari, jika sudah mulai kendor berusaha memotivasi bahkan membuat mereka mengenali kemampuan lari sampai mana batasnya dan apa yang harus ditingkatkan atau diperbaiki, sekali lagi konsisten :) itu saja. salam sehat, salam lari :)

Tarakan, 27 / 8 / 2021
Pukul   :  5.15 sore

Salam,Jum'at berakah, saatnya bersedekah

Alhamdulillah, jum'at ini menjadi spesial, selain mendapatkan berkah dari nikmat hujan semalam tat kala daerah tarakan dilanda kekurangan air hingga harus diadakan giliran penyaluran air, skemanya 4 hari ngalir, 3 hari tidak dialirkan langsung dari PDAM Tarakan, namun surat edaran terakhir skemanya berubah, 3 hari ngalir, 4 hari tidak. heheh sebenarnya, ini hanya into :). jadi cerita awal tulisan ini adalah ketika beberapa kali melihat seorang ibu mengayuh sepeda masih cukup pagi yang membawa kardus2 diboncengan sepeda, hampir setiap pagi, sekitar jam 6 pagi. Saring seringnya melihat di setiap sabtu atau jum'at pagi. Ternyata bukan hanya pagi hari, pernah suatu ketika saat sore ketika menuju islamic juga saya melihat beberapa kali ibu ini dengan aktifitas yang sama, mengayuh sepeda dan ada kardus-kardus di boncengannya, pernah juga bekas motor air mineral besar.

Saya mencoba mengkonformasi dengan teman lari, kebetulan teman ini seorang aparat polisi di wilayah kerjanya sekitaran Tarakan Timur, rumah dan kantornya ke arah ibu jalur itu tersebut. Teman ini mengkonfirmasi memang benar kalau ibu tersebut tinggal berserangan jalan dengan Polsek Tarakan Timur. Dalam hati berniat semoga bisa ketemu si ibu ini dilain waktu dan saya harus menyiapkan duit yang bisa diberikan walau jumlahnya tidak banyak (50rb :). Niat itu  saya jalankan tepatnya dua minggu yang lalu ketika masih awal-awal bulan al muharram, pas di hari jum'at, saya sudah berniat untuk berbagi sarapan dengan 3 petugas islamic center yang selama ini sudah banyak membantu terutama mempersilahkan saya berdiam diri di mesjid bada subuh hingga jelang waktu matahari terbit, kemudian ada satu petugas kebersihan di jalan  menuju idec yang juga sudah membuat jalan menjadi bersih apalagi pas lari pagi sudah dibersihkan. alhamdulillah keempatnya sudah diberikan sarapan, namun satu yang belum saya temui adalah ibu yang pengayuh sepeda itu. tidak kunjung lewat. Tidak lama ada seorang bapak-bapak pemulung dengan kondisi salah satu tangan buntung, seketika saya mengeluarkan uang dari saku baju untuk beliau, semoga bisa memberi manfaat untuk beliau dan keluarga. Hari itu, saya tidak bertemu dengan  ibu pengayuh sepada, hampir seminggu tidak melihat beliau, padahal minggu lalu itu hampir tiap hari saya jalan santai di islamic menemani seorang teman yang lagi semangat-semangatnya berolahraga. 

Rabu sore kemarin ketika selepas lari, saya sudah menyimpan uang 50rb disaku baju dan pas bersamaan waktu pulang (kebetulan dalam kondisi puasa) dan saya mengejar azan magbrib, begitu lagi laju-lajunya membawa motor saya melihat ibu pengasuh sepeda tersebut itu lewat di jalan seberang, saya berpikir lagi, ini momentnya kurang pas, insyaAllah di hari jum'at saya menyiapkan uang lagi, siapa tahu ketemu. Alhasil, jum'at ini, ketika menyiapkan keperluan lari pagi, saya kembali memasukkan uang 50rb, + 20rb dan 10rb dalam saku baju. siapa tahu pagi ini ketemu ibu itu. Saat dimesjid terjadi pergolakan diri tentang pecahan 20rb dan 10rb yang mana saya mau sumbangkan di kotak amal islamic. hehehe dalam diri ya 10rb aja, nanti 20rbnya pas salat jum'at :) begitu masuk ke mesjid ternyata saya lupa membawa uangnya, karena takut ketinggalan rakaat shalat saya saya menunda mengambil uang. begitu selesai shalat dan dzikir pagi, saya lebih awal keluar mesjid, ini tidak seperti biasanya (jika bukan karena kebelet mau ke toilet), begitu kembali ke parkiran, uang 20rb yang akhirnya saya tarik heheehe, masalah rejeki, sudah ada yang atur, biarlah uang 10rb itu saya gunakan untuk beli sarapan (akhirnya tidak jadi beli juga :)

Hari ini, begitu selesai lari dalam kondisi hujan sedang, saya sambil istrahat di tempat parkiran, sambil mengecek-ngecek hp, saya menoleh ke jalan raya, saya melihat ibu pengayuh sepeda itu lewat, ya Allah, ini waktunya yang tepat untuk ketemu beliau, saking buru2nya sudah tidak karuan mana yang harus dilakukan, karena seperti biasanya selepas lari itu moment yang ribet hehehe saya mencoba mengejar itu itu namun dalam pandangan saya ibu itu sudah tidak ada, mungkin dia sudah belok ke arah rumah beliau (polsek tarakan timur), saya susuri ternyata benar, ibu ada, dan tiba-tiba aja beliau berhenti mungkin karena akan menyeberang, dan momentnya jadi saya samperin dan memberikan uang yang tidak terlalu besar (50rb ;( ya Allah seharusnya saya bisa memberi lebih besar lagi, tapi tidak apalah semoga dengan uang itu ibu ini bisa memberi beras atau sarapan untuk pagi ini. tidak mengharapkan apa-apa dari yang saya lakukan, saya hanya berprinsip, rejeki ibu itu dititipkan melalui tangan saya, dan lebih tepat karena membutuhkan. insyaAllah memberi keberkahan, aamiin, salam jum'at berkah

Tarakan, 27 / 8 / 2021
Pukul    : 10.10 pagi

25 Agustus 2021

Puasa Mutlak

Sama seperti Shalat Sunnah mutlat, dimana kita mengerjakan bukan karena alasan tertentu, kita berpuasa bukan diwaktu2 ybg dianjurkan seperti puasa bulan Syawal, atau puaaa sunnah dibulan-bulan tertentu senin kamis, puasa nabi daud. Untuk hari ini, Alhamdulillah, setelah sekian lama berniat puasa Mutlak, tadi saya baru saya menyelesaikan, setelah menyelesaikan puasa ayumul bidh, menyusahkan hari rabu sebelum masuk Kamis yang banyak orang menjalankan puasa Sunnah.

Memang karena niat ini, harus segera diwujudkan, terlebih saat ini masih dalam bulan Haram dengaaan Segala kemulyaan yang dimiliki. Semoga saja bisa Istiqomah menjalankan amalan-amalan shaleh, tidak hanya berpusat pada amalan Wajib dan dasar tapi juga amalan Sunnah yang memperkaya dan menhiasi amalan wajib. semoga saja  niat hati ini tetap terpelihara dan diberikan Taufik dan iman.. aamiin

Tarakan, 25 / 8 / 2021
Pukul.    : 10.50 malam

24 Agustus 2021

Sepatu Running dari Eiger

Waktu di Bandung, saat mampir di Eiger Store, saya sempat bercanda dengan pegawainya, apa ada sepatu eiger untuk lari (running), pegawainya bilang sementara lebih difokuskan untuk sepatu gunung. Semalam, ketika lagi santai-santai, saya membuka shopee, yang ada iklan tentang sepatu eiger yang dikhususkan untuk lari sekalian trail (mendaki), saya membaca spesifikasinya bahwa sepatu ini bagus untuk running di aspal dan track lari lainnya. Melihat modelnya cukup bagus, sol daerah tumitnya juga agak tinggi lumayan untuk dan bagian ujung jari kaki agak lancip, memang tipe sepatu lari pada umumnya. Begitu rasa cocok saya memilih warna hitam size 42, saya memasukkannya di keranjang bersamaan dengan dompet yang cukup lumayan modelnya. Pagi tadi ketika berpapasan dengan  teman yang sebelumnya sempat ngobrol tentang sepatu, katanya lagi cari sepatu trial, memang saya rekomendasinya produk eiger. Tadi pagi ketika berpapasan di islamic saya bilang ada product eiger sepatu running dan kayaknya bisa dipake trail karena sol bawah sepetunya mirip-mirip sepatu gunung eiger pada umumnya. Saya bilang nanti saya kirimkan link.nya.

Siang tadi sebelum  shalat zuhur saya share fotonya dari shopee dan respon teman saya ini terbilang cepat, dia suka, namun agak ragu kalau pesan di online takut ukurannya tidak pas. Jadi saya bilang nanti saya coba cek ukurannya di dealer resmi eiger di Tarakan. dan begitu kembali membuka shopee betapa kagetnya rupanya size pesanan saya sudah sol out, saya positif aja jangan sampai ukurannya kurang pas, masih ada size 41 dan 43, pengalaman yang sudah-sudah eiger ini ukurannya agak gedean dikit dari umumnya. Tadi siang begitu selesai zoominar kurang sedikit jam 2 siang, saya meluncur di toko eiger, begitu tiba disana saya nanyakan sama pegawai letak sepatu dimana, begitu nyampai ditempatnya, sepatu incaran saya masih ada, sizenya juga ada, warnanya ada dua, navy dan hitam, tapi saya lebih memilih navy, segera saya menghubungi teman dan dia menyusul di TKP. rupanya dia tertarik dan pengen warna hitam, setelah coba size 41, teman ini pilih itu dan saya tetap size 42 navy. 

Ada untungnya juga mengejek di toko eiger di Tarakan ini, koleksinya lengkap, beberapa item eiger yang jarang ditemukan ditempat lain malah ada disitu, ini juga berdasarkan pengalaman saya saat mendapatkan handbag, yang sudah beberapa kali saya mencarinya di Bandung tapi ga dapat-dapat. akhirnya saya beli dan menyimpannya, mungkin belum langsung pakai, karena sekarang tanggal merah dan untuk menghilangkan pikiran yang tidak-tidak, dalam kondisi tanggal tua, saya sudah dua kali order online, nah kalau ini lagi muncul di rumah bisa berabe :) hehehe. sepatu ini sebagai pelengkap sepatu yang sudah ada, lebih fokus pada easy run dan recovery, untuk longrun  atau tempo dan interval saya gunakan sepatu yang sudah ada, addidas dan naike. Paling tidak barang yang saya perlukan sudah ada, apalagi dari merek yang jarang memproduksi sepatu lari, kwalitas produck eiger sudah tidak bisa ditanya lagi, tidak mengecewakan.

Tarakan, 24 / 8 / 2021
Pukul   : 4.52 sore

Khatam Qur'an di Bulan Haram

Ada empat bulan haram (mulia) dalam penanggalan hijriah, sesuai dengan hadist, ada yang 3 bulan berturut-turut yaitu zulqodah, zulhijjah dan al muharram (saat ini) dan 1 bulan yang lain yaitu rajab. Kemuliaan bulan haram ini adalah amalan-amalan dilipatgandakan, jika melakukan amalan baik maka pahalanya akan dilipatgandakan dan demikian juga jika melakukan yang berbau "maksiat" maka dosanya akan dilipatgandakan. Salah satu niat saya di bulan haram ini adalah khatam qur'an. memang tantangan tersendiri di bulan haram ini adalah atmosfernya tidak seperti bulan ramadhan, bahkan banyak orang cenderung tidak paham dan akhirnya "cuek". untuk khatam qur'an ini terakhir di bulan syawal selepas lebaran, mungkin karena auranya masih dapat dari suasana ramadhan, dan ada puasa sunnah 6 hari. Sehingga cukup banyak waktu selepas idul fitri untuk kembali mensemararakkan tadarrus selepas ramadhan. 

Kemarin, tepatnya 14 Al Muharram, alhamdulillah setelah 2 bulan lebih bulan haram, akhirnya saya bisa menyelesaikan khatam qur'an. walau sebenarnya ini agak telat 2 minggu dari target saya tapi ini sudah alhamdulillah, akhirnya bisa menyelesaikan. memang saya sadari bahwa baru di tahun ini khususnya selepas ramadhan tahun ini, saya kembali mencanangkan untuk khatam qur'an 3 bulan sekali :) mungkin karena atmosfer tidak seperti ramadhan. Walau masih banyak yang perlu diperbaiki terutama untuk masalah bacaan qur'an, tajwid dan menghayatan makna dari al qu'an.

Tarakan, 24 / 8 / 2021
Pukul   : 10.46 pagi menjelang siang

22 Agustus 2021

Recovery Running

Dalam sebulan ini, capaian lari saya perminggu lagi tinggi-tingginya, untuk minggu ini saja di aplikasi Strava dalam sepekan saya sudah berlari 73K, sementara pekan lalu 72K, dari catatan lari di adidas runstatic malah sudah mencapai 222K untuk 3 pekan ini, sementara masih ada 1 pekan lagi. Jika dilihat rata-rata lari dalam sepekan bisa mencapai 60K, maka bisa jadi bulan agustus ini capaian lari ada diangka 300K, insyaAllah. Rutinitas lari yang mulai meningkat ini harus benar-benar disertai dengan recovery terutama setelah longrun atau lari tempo run. ada sedikit problem ketika sudah berniat lari dan ternyata saat di lokasi kita berpapasan dengan teman yang pacenya setara dengan kita, yang terjadi niat awal recovery malah lari malah lari di zona 2, bahkan ada pace nyaman saya itu ada pace 6.00-6.20 menit/K. nah ini menjadi tantangan berat, karena kita akan dibayang-bayangi cedera. sebenarnya semua berpaling kekita, ketika sudah merasa berlari begitu jauh dan cukup berat, maka recovery ini tidak boleh ditawar-tawar harus segera dilaksanakan.

Nah, salah satu trik yang harus benar-benar dijalani adalah berlari bersama teman yang pacenya berbeda dengan kita, mungkin akan lebih baik kita "memepet" rekan lari kita ini sebagai ajang recovery. saya sendiri ada beberapa teman yang memang bukan penggila mengejar pace, dan pace yang meraka miliki memang pas buat kita recovery, tidak ada maksud "mengecilkan" rekan lari, bahkan ini juga menjadi media silaturahmi dari rekan-rekan yang selama ini berpapasan dan menjadi teman ngobrol selama ini. Tadi pagi juga menjadi pengalaman yang sangat penting, ketika sudah berniat recovery dengan walking, ketika sedang berjalan, saya melihat rekan lari, dan posisi beliau lagi jalan sehabis lari, jadi saya harus berlari sekitar 300 menit untuk mengejar beliau, selebihnya saya berjalan, dan ketika berpapasan dengan rekan-rekan lari dalam diri mengatakan "jangan tergoda-jangan tergoda, ingat jangan over training, nanti bisa cedera." hehe dan ini terhasil tadi pagi saya jalankan. alhamdulillah, semoga semangat lari tidak melupakan bahwa ada moment harus istrahat dan moment harus recovery.

Tarakan, 22 / 8 / 2021
Pukul   : 10.38 malam

Malam ini (dibutuhkan kesabaran)

Alhamdulillah malam ini mendapatkan situasi yang benar-benar menguji kesabaran :) dalam kondisi agak lapar sehabis pulang shalat isya dan sebelumnya menguji tahsin di mesjid depan kampus. Sebenarnya saat azan maghrib pas berbuka puasa (ayaumil bidh) untuk hari yang pertama sempat konsumsi makanan berat dan makanan ringan untuk berbuka puasa, sehingga perut tidak sepenuhnya kosong dan lapar :). Jadi setibanya di rumah, tujuan saya adalah dapur untuk kembali mengisi kampung tengah, dan begitu membuka rice cooker, alhamdulillah, nasi yang tersisa hanya ada 1 sendok nasi :) harus disyukuri karena ini menjadi moment untuk kembali menunjukkan kesabaran dan ini bukan satu dua kali terjadi, boleh kata ada saja dalam sebulan kejadian seperti ini, ketika lagi semangat-semangatnya ingin makan malah yang terjadi seperti ini dan lagi-lagi menambah ujian kesabaran dan benar-benar harus dikuatkan adalah respon di rumah biasa-biasa saja dengan kondisi ini, seperti tidak ada masalah. 

Sempat terlintas dalam hati atau entah apalah, apakah ini menjadi "ajang balas dendam", karena siang tadi, ketika saya tidak menyampaikan bahwa saya sedang saum, saya diajak makan dan saya bilang nanti akan menyusul makan karena ingin melanjutkan tidur karena tadi sempat tidur siang sebelum zuhur. namun ini bukan menjadi alasan saya mencari "kesalahan", cukup ini menjadi referensi bagi saya bahwa ini menjadi ladang dan media untuk menunjukkan kesabaran, yang walaupun secara fitrawi terpancing emosi, ingin mengklarifikasi kenapa tidak seperti ini, kenapa lebih mengutamakan rutinitas tahsin dari pada menjalankan kewajiban dalam urusan menyiapkan makanan, tapi lag-lagi ya sudahlah, tidak akan ada artinya malah membuat suasana menjadi "ribut" mungkin dengan sikap diam saya sudah cukup menunjukkan bahwa ini tidak wajar tapi mau bagaimana lagi, menerima kondisi menjadi lebih baik dari pada mempermasalahkannya terlebih lagi saya menghadapi sosok yang jika dalam pikiran dan benaknya bukan hal yang penting dan wajib maka akan diabaikan dan cenderung cuek, ada kesan"mau-maunya saja" dan tidak akan peduli jika sudah sampai ketahap ingin melakukan / mengerjakan sesuatu segera dan harus saat itu juga. dan ketika melihat  situasi malam ini, responnya biasa-biasa saja kayak tidak ada yang aneh atau apalah dan  sekali lagi mungkin ini konsekuensi yang saya harus terima dan hadapi.

Ketika menghadapi situasi tadi, solusi yang saya lakukan adalah, mencoba tenang dan mencoba menyusukuri sisa makanan yang sedikit itu, bersykur, ternyata masih ada yang bisa mengganjal perut paling tidak saya tidak keroncongan dan bisa menanak beras di rice cooker, dan begitu masak, rupanya piring juga semua dalam kondisi kotor, masya Allah, benar-benar kondisinya menguji kesabaran, semua saya siapkan dan saya harus menggoreng telur sebagai pelengkap lauk dan saya menyantapnya bersama anak-anak. Alhamdulillah nikmatnya, ujian kesabaran ditutupi dengan makan bersama anak-anak yang ikut menikmati masakan dan sajian makanan sederhana dari ayah mereka. Sekali lagi malam ini menjadi ujian kesabaran dari sekian banyak situasi dan kondisi yang sudah-sudah saya hadapi, doa saya, semoga kesabaran saya ini menjadi pengantar saya menunju ridho dan surga Allah subhannah wata'alah. aamin.

Tarakan, 22 / 8 / 2021
Pukul   : 10.05 malam 

20 Agustus 2021

Tambal Sulam

Mungkin ini yang mewakili kondisi sat ini, ini tidak lain mengenai pergelokan hati dan rasa :) Namanya manusia ingin kebaikan untuk dirinya, ingin mengurangi bahkan meninggalkan hal-hal yang dinilai tidak begitu baik untuk diri kita, semua manusia tidak ingin berada dalam kondisi "terpuruk" apalagi terjebak dengan kesalahan yang sama dan itu-itu saja. Ada hal yang sudah niatkan untuk ditinggalkan, sudah ada ikhtiar, sudah benar-benar dijalankan namun kita mendapatkan tantangan dari arah yang tidak kita duga apalagi jika itu adalah kesalahan yang menjadi "kelemahan" diri. Memang benar, kelamahan itu menjadi pirisau yang bisa "membunuh" kita, kita hanya bisa melakukan tambal sulam, hanya bisa menghilangkan sebahagian kecil saja, belum secara keseluruhan, belum maksimal, namun satu hal yang membuat diri ini sedikit lega adalah satu niat baik sudah dijalankan, berusaha untuk konsisten walau sebenarnya tidak mudah karena begitu banyak cobaan atau khayalan yang menggoda untuk kembali melakukan kesalahan dan kelalaian yang sama.

Tambal sulam ini, memang tidak mudah, dan apalagi kita dalam kondisi futur, maka makin menjadi-jadi, namun jangan pernah mengingkari bahwa kita sudah berjuang untuk melawan semua walau hasilnya belum seperti yang diharapkan, namun bukan berarti kita harus mengalah dan kalah dengan situasi yang ada bahkan ketika ada niat untuk berhenti dan ingin seperti biasa-biasa saja, seperti jaman-jaman dulu lagi. Jangan sampai itu kembali terjadi, biarlah perjuangan ini tetap berlanjut, apapun itu, dan harus tetap bertahan dan melangkah perlahan-lahan,. sudah ada signal positif yang diberikan dari niat baik ini, sudah ada dampak yang dirasakan. terus berjuang, karena rahmat dan kasih sayang Allah subhannah wata'alah tidak akan pernah berhenti dan butus untuk semua hambah-hambah Nya. Semoga diri ini diberi kekuatan dan kelapangan hati untuk menghadapi semua yang ada, semoga tetap diberi rahmat dan taufiq agar tetap konsisten di jalan yang baik dan lurus, jalan yang di ridhoi Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan, 20 / 8 / 2021
Pukul    : 6.12sore

permasalahan seputar STR online

Akhir-akhir saya disibukkan dengan beberapa urusan yang sebenarnya lebih pada menyiapkan waktu atau mengambil waktu untuk mengurus atau menjawab seputaran pengurusan STR (Surat tanda registrasi) online.  Ada beberapa bahkan saya harus turun langsung menguruskan. mungkin karena terkendala jaringan atau kadang-kadang lebih untuk efisiensi waktu. Ketika dijelaskan via w.a itu tidak ada habis-habisnya orang bertanya bahkan tidak mengenal waktu dan tempat, jadi prinsip saya sebisanya saya jawab / balas. Kadang-kadang apa yang sudah dijelaskan sama orang yang satu nanti akan ditanyakan juga orang yang lain dan pertanyaan itu akan sering berputar dan berulang-ulang :) namun dengan penuh kesabaran saya harus menjawab dan mengarahkan lagi-lagi ini sesempat saya menjawan pesan via w.a group.

Hal yang menarik adalah sebagian besar yang bertanya ini adalah peserta uji kompetensi khsusus retaker yang diadakan PPNI, cukup panjang perjalanan peserta ini hingga ke tahap ini, mulai dari tidak lulus ukom saat masih di institusi, ini bisa sudah 3-4x bahkan ada yang sejak pertama kali ukom tahun 2014 sampai pertengah 2021 ini belum juga lulus. dan ketika akan lulus juga, harus registrasi dengan kendala gangguan jaringan, belum lagi apakah memenuhi syarat sebagai peserta, jika sudah memenuhi syarat, apakah telah lulus pengisian modul sebagai syarat akhir bisa menjadi peserta ukom, dan begitu jadi peserta tidak serta merta lulus, dan jika tidak lulus harus kembali mengikuti bimbingan pendampingan untuk memenuhi syarat kelulusan. Pengelolaan Ukom khusus retaker ini langsung dibawah DPP PPNI dan pelaksanaan di lapangan oleh DPW PPNI propinsi, kebetulan saya di DPW dan bagian saya adalah mengurus hal seperti ini jadi mau tidak mau saya harus meladeni sebagai pengurus PPNI Kaltara yang walaupun sebagian besar pesertanya berasal dari institusi yang berbeda dengan saya.

Kembali ke pengurusan STR, memang masalah ini gampang-gampang sulit, ada yang baru sekali ngurus langsung diterima dan masuk ke tahap pembayaran, ada juga harus berlarut-larut dengan permasalahan dokumen yanng sudah diajukan, mulai dari ketidaksamaan huruf pada nama yang tercantum pada KTP, Ijazah dan Serkom. entah itu ada masalah saat mendaftarkan atau masalah saat menginput untuk penerbitan ijazah atau malah data pelaporan yang tidak sesuai. jadi solusinya jika ijazah yang benar maka data-data di KTP harus menyesuaikan, jika serkom yang salah maka solusinya adalah membuat surat pernyataan tentang kebenaran data. Beberapa harus mengganti beberapa data di KTP. Sebenarnya pengen sekali membuat disetiap waktu namun karena beberapa kesibukan sehingga saya hanya bisa membantu sesempatnya saja, itu saja

Tarakan, 20 / 8 / 2021
Pukul    : 5.51 sore

18 Agustus 2021

17 K untuk 17 Agustus 2021

Kemarin merupakan hari kemerdekaan RI yang ke76, seperti tahun lalu, penyambutan HUT kemerdekaan RI tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya, namun memperingati detik-detik kemerdekaan masih dilakukan secara offline, hanya tamu saja yang dibatasi. sebenarnya saya pribadi tidak terlalu mengikuti secara detail HUT kemerdekaan kali ini, biasanya orang-orang lagi ramai-ramainya memasang story mengenai HUT kemerdekaan, dan kali ini saya absen, tidak memasang sama sekali story. Namun bukan berarti saya tidak peduli dengan itu, sejak malam saya berencana untuk berlari 17K pagi harinya, namun sayang beribu sayang, sejak semalam hingga pagi hujan terus menyapa walau terbilang hujan ringan namun cukup basah jika dipaksakan untuk berlari. Namanya sudah niat saya tetap menuju islamic sambil menunggu hujan redah. Karena sudah saling w.a sama teman yang ternyata sudah duluan di lokasi, saya menyusul teman dengan motor untuk memastikan posisinya dan akhirnya bertemu, kami berjalan cukup jauh dua kali putaran dan di tengah perjalanan ternyata hujan kembali namun tidak lama dan kami menyelesaikan perjalanan yang tersisa. begitu selesai jogging niat hati mau lanjut lari namun anak-anak sudah menunggu untuk diajak jogging, saya balik ke rumah (untuk kedua kalinya). walau dengan kondisi gerimis ringan saya dan anak-anak tetap jogging dan bermain bola. kurang lebih sejam di islamic akhirnya kami balik dan saya harus bersabar menunggu sore untuk bisa berlari.

Persiaapan dilakukan, saya tidur sebelum zuhur dan juga saat jam 2. sebenarnya sempat sanksi untuk berlari, mengingat ada coletehan teman, itu maksa banget lari jauh-jauh 17K :) hehehe kebetulan ada komunitas lari tarakan, yang menyambut HUT kemerdekaan dengan berlari 17K dengan kondisi cuaca hujan ringan hingga lebat, hingga membuat terheran-heran dan sampai-sampai ada ungkapan, mau hujan mau badai mereka tetap berlari nanti besok besok ada yang ngeluh sakit-sakitan. Alhamdulillah selepas shalat ashar, cuaca begitu mendukung, saya star lari terbilang lebih cepat, jam 16.25 sore, jika dihitung-hitung ada sekitar 1 jam 50 menit untuk memasuki waktu magrib, dan untuk berlari jarak 17K, jika berlari dengan pace normal 6.30 bisa mencapai 1 jam 45-50 menit, jadi waktunya benar-benar pas. Namun baru berlari sebentar saya kembali berpapasan dengan teman lari (yang tadi bercanda), dalam hati saya, saya juga ingin 17K wkwkwkwkw, jadi saya hanya diam-diam, dan pas kebetulan ada mahasiswa semester akhir juga lari jadi saya lari bersama mereka untuk 2K, mereka sanggupnya seperti itu hehehe.

Sepanjang lari ada saja halangan untuk konsisten lari, mulai dari menyemangati mahasiswa, ngobrol sambil lari pelan dengan beberapa rekan lari, namun saya melihat durasi lari saya terbilang stabil, saya berlari dengan pace yang cukup aman bahkan lebih cepat 1K 6 menit, jadi 5K tepat di 30 menit lewat 10 detik, 10K di 60 menit 12 detik, dan 15 K di 1 jam 28 menit, artinya saya masih ada 2K lagi. alhamdulillah 17K selesai dengan waktu 1 jam 42 menit 25 detik, Avg.pace 06.01 min/km dengan menggunakan aplikasi adidas runstatic, sementara dengan strava, 17,11K dengan durasi 1 jam 38 menit, Avg.pace 5,44 min/km, alhamdulillah semua berjalan lancar, akhirnya niat hati menyemarakan HUT RI ke 76 dengan berlari 17K, dengan penuh ceriita dibaliknya. :)

Tarakan, 18 / 7 / 2021
Pukul   : 10.06 pagi

13 Agustus 2021

Jum'at yang Padat

Hari benar-benar menjadi hari yang cukup padat. sebenarnya sejak semalam mulai terasa, ketika bada maghrib harus konsisten mengikuti tahsin di mesjid depan kampus yang berlangsung hingga azan isya. karena posisinya adalah malam jum'at tentu ada beberapa rutinitas harus dijalankan, misalnya membaca surat al kahfi yang membutuhkan waktu 45 menit untuk menyelesaikan satu surah. namun sebelumnya saya membacas urah yasin. selepas shalat isya, begitu kembali di rumah, melanjutkan dengan makan malam dan ini menjadi tantangan tersendeiri untuk kembali membaca kedua surah tersebut. tentunya dalam kondisi yang sedikit ngantuk hingga anak saya menyampaikan keherannannya tidak seperti biasanya saya membaca al qur'an selepas shalat isya. karena kondisi mengantuk maka saya tidak menghabiskan membaca surah al kahfi, cukup sampai di ayat 50, berarti masih ada sekitar 2,5 halaman untuk menyelesaikannya. Selepas subuh, biasanya saya langsung bergegas menuju track jogging namun kali tidak karena saya harus menyelesaikan 60 ayat surah al kahfi yang tersisa ini palingan 10-15 menitan. 

Selepas ngaji, saya ada beberapa keperluan dan melanjutkan lari pagi jam setengah 7, ini tidak seperti biasanya jika tidak hujan di hari jum'at. selepas lari kembali ke rumah kurang dari 15 menit jam 8. lanjut sarapan bersama anak-anak sekaligus untuk menggantikan kalori yang terbakar saat lari. saya harus ke borneo untuk mengikuti breafing ukom, alhamdulillah datang kesana belum terlambat banget meskipun saya sudah izin sebelumnya. Breafing selesai jam 11.30 dan harus siap2 jum'atan, karena masih ada keperluan di kampus, saya memutuskan kembali kampus. Untungnya saya memilih shalat jum;'at depan kampus, saya masih punya waktu untuk melakukan ibadah shalat sunnah sebelum khatib mengucapkan salam. selesai urusan dikampus saya balik ke rumah untuk makan siang sama anak-anak, sebenarnya rencana langsung balik ke borneo namun saya harus memastikan jika anak-anak sudah makan, ternyata belum. Setelah makan siang bersama anak-anak saya kembali ke borneo melanjutkan persiapan ujian kompetensi. selesai disana jam 16.30, saya izin pamit duluan karena saya harus kembali ke kampus untuk beberapa keperluan sekalian mengambil laptop karena pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah

di kampus saya mencoba untuk membantu menguruskan str alumni, beberapa berkas masih ada yang kurang dan harus dilengkapi namun mereka belum melengkapi selepas menjelang maghrib. saya memutuskan shalat maghrib di islamic agar bisa menyelesaikan bacaan al qur'an saya yang tersisa. selepas isya, saya balik ke rumah makan malam dan melanjutkan pekerjaan mengurus STR. alhamdulillah ada satu alumni yang urusan STRnya sudah diterima sementara yang satunya masih ada kekurangan berkas. hingga tulisan ini dibuat badan saya dalam kondisi teriak meminta untuk berbaring meluruskan badan. saya menundanya karena harus menyelesaikan tulisan ini. alhamdulillah semua urusan bisa berjalan baik walau ada satu atau dua target yang belum terselesaikan, semoga berjalan lancar apa yang ingin diselesaikan termasuk alasan saya kenapa saya harus membawa laptop balik ke rumah karena saya menyelesaikan pekerjaan yang deadline seperti menulis untuk abstrak fonferensi internnasional dan beberapa pekerjaan yang lain

Tarakan, 13 / 8 / 2021
Pukul    : 10.38 malam :)

10 Agustus 2021

Teman Sepadan

Pernah terlintas dalam pikiran, ingin berteman dengan orang-orang tertentu, sudah ketemu, sudah berbincang-bincang dan kadang juga sudah berbagi kontak. Saya termasuk tipe orang yang seperti itu, apa karena sudah sering bertemu sehingga saya memberikan diri untuk meminta kontak sekedar menjalin silaturahmi. Ada beberapa yang komunikasinya tetap terjalin hingga saat ini, namun ada juga komunikasinya tidak selancar seperti yang lain, cukup sekedar kenal dan jika bertemu cukup saling bersapa dan tanya kabar, sebenarnya ini sudah cukup. Namun ada juga yang ingin sekali berteman dan bersilaturahmi dengan orang tertentu, namun tidak ada moment yang pas untuk berkomunikasi, pengen ngobrol namun orang ini belum tentu kenal saya :) dan saya belum ada alasan yang tepat untuk bisa berkomunikasi dengan ini,, mau berbasa basi pun tidak ada materi yang bisa diobrolin :) jadi cukup senyum saja kalau dibalas, alhamdulillah, kalau tidak digubris ya cukup niat baik kita jalankan. 

Ternyata niat baik untuk menjalan silaturahmi ini terbayarkan. Ketika ada benteng kokoh yang menjadi pembatas bersilaturahmi dengan orang-orang yang sudah dikenali namun tidak juga berkomunikasi sebagaimana biasanya, bertemu diwaktu-waktu tertentu dan ngobrol dengan santainya. Saya dipertemukan dengan beberapa kenalan yang saat ini sudah menjadi teman ngobrol baik di dunia maya, dunia nyata dan dunia lari :).  malah saya dipertemukan dengan orang-orang hebat dalam dunia kerja dan dunia lari :) Beberapa teman ngobrol ini, sejauh ini nyambung-nyambung aja, ngobrol seadanya dan benar-benar berisi bukan kaleng-kaleng dan saya menghindari obrolan basa basi yang tidak berfaedah dan satu hal yang penting adalah saya bisa mengambil hikmah dan manfaat disetiap obrolan kami. Dan jika dilihat dari dari obrolan bahkan sampai hal yang tidak disukai dan disukai, rupanya ada kemiripan. seperti obrolan saya dengan teman saat lari bareng, dia mengatakan tidak suka menggunakan identitas diri (siapa dia, apa pangkat dan jabatannya), cukup orang kenal dia apa adanya. dan ini juga terdapat pada teman obrolan saya, teman lari, saya tahu bahwa dia jabatan dan pangkatnya cukup tinggi, namun sepanjang obrolan dan kenal, beliau-beliau tidak pernah menunjukkan siapa sebenarnya diri beliau-beliau ini.

Kayaknya ini juga yang ada pada diri saya, walau saya tidak sehebat mereka, namun dari segi prinsip, banyak menunjukkan kemiripan. Saya juga tidak suka menunjukkan siapa sebenarnya diri saya walau sebenarnya tidak ada yang perlu saya banggakan karena masih banyak yang lebih hebat dari saya, saya lebih banyak menutupi identitas diri kecuali jika ditanyai dan insyaAllah niatnya bukan untuk pamer ;) dan memang benar, saya bertemu dengan orang-orang yang sepadan, orang-orang yang 1 frekuensi dan pastinya orang-orang yang bisa memberi faedah, orang-orang yang bisa mengarahkan kita pada jalan yang lebih baik lagi. Semoga dengan semakin kita nyaman ngonbrol dengan teman-teman ini, semakin membawa kebaikan untuk diri saya dan juga untuk teman-teman saya yang sepadan ini. alhamdulillah.

Tarakan, 10 / 8 / 2021
Pukul    : 5.30 sore 

Ketika Futur Menyerang

Inilah kehidupan, kadang lagi semangat-semangatnya iman naik, kadang dalam waktu yang tidak disangka-sangka iman terjun bebas. Dan yang bikin nyesek ketika dalam kondisi futur ini adalah dengan mudahnya melakukan dosa mendzalimi diri sendiri, seolah-olah ilmu yang dipelajari selama ini melayang begitu saya. Godaan maksiat dan melakukan dosa begitu kuat, bahkan tidak jarang kita terjebak dengan godaan itu. astaghfirullah hal adzim wa tubu'ilaih. Memang kondisi seperti ini tidak bisa dihindari, lumrah terjadi, namun jangan sampai kondisi futur ini malah semakin menjauhkan dari cahaya ilahi. Bahkan ust. Khaliq Basalah mengatakan naik dan turunnya iman ini bukan menjadi tanda kemunafikan seseorang, namun ini hal yang biasa bahwa iman seseorang itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. dan yang perlu dipegang ketika iman melemah seperti dalam sebuah Hadis disebutkan bahwa dalam kehidupan namanya kelemahan iman itu akan terjadi, barang siapa yang dalam keadaan kelemahan iman tetap mempertahankan kesolehan maka dia akan beruntung sementara jika dia menghilangkan dirinya dalam kemaksiatan maka dia akan merugi.

Naik turunnya iman ini dialami semua manusia dengan latar belakang ilmu yang dimiliki. menurut ust. Safiq Riza Basalamah, iman turun ini tidak lepas dari dosa yang sudah kita lakukan. makanya untuk menjaga jangan sampai iman kita ini tidak terjun bebas adalah mendekatkan diri pada teman-teman yang lebih soleh dan kita jangan sampai meninggalkan amal saleh yang kita jalankan selama ini, paling tidak kita hanya kehilangan amalan sunnah namun  tidak kehilangan amalan wajib. misalnya ketika iman turun bisa jadi kita kehilangan shalat sunnah rawatib namun kita menjalankan shalat sunat wajib tepat waktu. Intinya kondisi ini jangan sampai membuat diri kita terpuruk. makanya kita harus banyak-banyak istighfar. astaghfirullah hal adzim wa tubu'ilaih. 

Menurut ust. Adi Hidayat dengan mengutip shahi Buchari, bahwa ketika iman dan iman terus bertambah yang harus dilakukan adalah pertama mempertahankan ketaatan (melakukan amal soleh : shalat, infaq dan interaksi dengan al qur'an). Shalat yang kita lakukan tidak hanya wajib, namun tetap menjalankan amalan shalat sunnah ; shalat rawatib, shalat dhuha, shalat isra. Infaq itu tidak mesti berupa uang, bisa berupa barang yang dimiliki, senang berbuat kebaikan. Sesering kali membaca alqur'an, jangan sampai lebih banyak bermain sosmed. Kedua tinggalkan maksiat. Segera palingkan dari hal-hal yang mengarahkan pada maksiat. jangan sampai sering mengerjakan maksiat walau masih tetap menjalankan perintah agama. misalnya sering shalat namun masih sering menceritakan kejelekan orang lain.

Dengan membaca penjelasan ketiga ustat di atas, menjadi catatan diri ini, bahwa, harus benar-benar mengetahui signal-signal ketika iman mulai ngedrop, mulai sadar begitu banyak maksiat yang dilakukan tanpa sadar dan filter, terlena dengan kondisi. dan dalam kondisi futur jangan sampai saya kehilangan momentum dari amalan-amalan soleh yang sudah saya jalankan selama ini, jangan sampai saya meninggalkan ibada puasa sunnah  yang biasa saya jalankan jika tidak memiliki uzur yang berarti, jangan sampai saya sengaja tidak shlat tepat dan awal waktu hanya karena faktor kemalasan semata, jangan sampai saya sengaja menghindari majelis ilmu yang biasa saya ikuti tanpa ada uzur yang bisa dipertanggungjawabkan, jangan sampai saya meninggalkan shalat tahajud padahal saat itu sudah bangun 1/3 malam hanya karena terlewa dengan bermain sosmed, jangan sampai saya kehilangan moment moment ibadah yang spesial yang sudah saya jalankan hanya karena keadaan futur ini. astaghfirullah hal adzim, semoga Allah senantiasa memberi rahmat, taufiq dan kasih sayangnya kepada hamba agar hamba bisa menjaga iman ini dan tidak terjauh terlalu jauh ketika berada dalam kondisi futur. aamiin

Tarakan, 10 / 8 / 2021
Pukul   :  5.00 sore


04 Agustus 2021

Lari dengan Strava

Strava merupakan aplikasi olahraga yang fungsinya sebagai sosial media bagi penggunanya. Saya mengetahui strava ini dari story teman yang selalu menggunakan ini ketika bersepeda. Pernah dikenalkan sama teman tentang aplikasi ini, namun seketika jadi ilfil :D kenapa bisa, teman ini mengirimkan screenshot aplikasi ini yang langsung menunjukkan di dalamnya ada group lari yang diikutinya. seketika langsung tidak berminat hahaha, langsung insecure padahal sebenarnya tidak buruk-buruk amat untuk capaian lari perminggunya. saat teman membagaikan hasil line up group larinya, saat itu capaian lari perminggu saya sudah diantara 50-60 K :) ini sudah termasuk longrun yang saat itu target saya sudah 20K setiap sabtu, sudah nambah lari dari jum'at, lari rutin di hari Senin sore dan rabu pagi. kadang-kadang menambah di hari minggu juga :D namun lagi-lagi saya belum berniat menggunakan strava. dan saat berpapasan dengan teman lari yang lain juga mengatakan bahwa dia juga menggunakan strava. Saya masih setia dengan menggunakan aplikasi addidas runstatic, yang saya gunakan sudah 1 tahun lebih (saat itu), kalau saat ini, sudah 1 tahun 9 bulan. 

Barulah, diawal bulan juni, saya mencoba mengaplikasi menggunakan strava namun tetap menggunakan bersamaan dengan aplikasi addidas saat berlari. Satu bulan menggunakan, saya lihat catatan lari cukup tersave dengan rapi bahkan kita bisa juga menyimpan foto-foto saat lari :D (ini bagian yang penting hehe). Sempat teman mengirim hasil screenshoot hasil lari bareng, seketika saya penasaran mencari accountnya di strava, rupanya cukup mudah diakses progres lari orang lain termasuk teman saya ini. Hal ini yang beda dengan aplikasi addidas yang bisa melihat progress lari kita hanya kita dan yang mengikuti kita, jika orang mencari account, pas melihatnya kondisi account terkunci  perimSetelah satu bulan menggunakan, saya diajak seorang teman lari untuk bergabung dengan komunitas lari di kantornya, jadi nambah pertemanan. nah ketika akan berakhir lari bareng, salah satu teman kantor (teman lari) menanyakan account strava setelah banyak topik yang sudah dibahas sambil perjalanan pulang menuju star lari (stadion datu adil). 

Ketika teman ini mencari account strava saya, seketika dia memuji kalau saya itu bukan pelari kaleng-kaleng dengan melihat capaian lari perminggunya :d saya hanya tersenyum dan dia mengikuti strava saya dan saya mengikuti balik, disitu saya melihat teman lari ini menjadi mutual friendnya sehingga saya mengikuti dan dia mengikuti balik. hehehe dan ini menjadi moment untuk pertama kalinya saya "go public" biasanya untuk urusan ini saya agak tertutup dan selama ini hanya diupload di instagram yang mana followernya itu teman-teman yang sudah tahu bahwa salah satu kesibukan saya adalah berlari (running) dan di minggu depannya saya melihat salah satu teman yang lain (teman kantor teman) menlike hasil lari saya di strava, seketika saya follow dan beliau follow back dan kemudian mengirim pesan via w.a untuk komunikasi lebih lanjut :D

Memang aplikasi strava ini cukup menyenangkan, bahkan untuk kepoin capaian lari orang juga bisa melalui aplikasi ini. pernah suatu waktu ketika saya berlari kebetulan berpapasan dengan orang rutin lari sore namun kami belum saling menyapa bahkan saling lempar senyum pun tidak pernah, biasanya jika sudah sering berjumpa dan maka secara tidak sengaja saling menyapa bahkan saling bertukar nomor w.a untuk berkomunikasi seputar lari namun tidak untuk orang itu :D karena memang bawaannya "cuek". Aplikasi strava ini juga saya masih sebatas berteman dengan 3 orang ini, belum ada niat berteman dengan matual friends teman namun jika saya difollow maka saya akan folback :D ini gengsi apa malu atau insecure :D wkwkwk tentu tidak, aplikasi lari strava dan addidas hanya membantu merecord dan menyimpan capaian lari kita bukan untuk ajang gengsi-gengsian apalagi menunjukkan atau memamerkan kehebatan kita, padahal capaian lari kita hari ini masih kalah jauh dari orang-orang jadi jangan merasa hebat :D cukup dinikmati, karena lari untuk bahagian bukan untuk gengsi-gengsian :D

Tarakan, 4 / 8 / 2021
Pukul    : 5.50 sore

Tidak Menyapa Duluan

Mungkin ini puncak dari keputusan yang saya buat dalam pertemanan. Dua sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara harus saya batasi komunikasi, kenapa harus dibatasi, bukannya mereka berdua sudah dianggap sebagai sodara? bahkan dalam kontak hp saya menulisnya my brother :( keputusan ini saya ambil karena berbagai pertimbangan, saya sadari bahwa hampir dua tahun terakhir komunikasi kami begitu instens dan dekat, pasang surut, salah paham dan berbeda pendapat itu menjadi hal yang biasa dan bisa dimaklumi, namun untuk kali ini saya benar-benar harus mencoba untuk menahan diri, benar-benar untuk menahan untuk menyapa duluan, benar-benar menahan diri untuk tidak kepoin story. Belajarlah untuk tidak berbasa basi dalam berkomunikasi untuk keduanya terlebih lagi kondisi saat ini lagi pandemi, lagi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKKM) dan kedua sahabat ini sedang berada di zona merah (level 4), dulunya dilevel darurat. Sebenarnya tidak ada masalah dengan kedua sahabat ini, komunikasi terakhir keduanya tepat 2 minggu yang lalu. 

Banyak hal yang saya belajar dari tidak menyapa duluan ini, pertama, saya tidak terbawa "arus" dengan obrolan kedua sahabat ini, keduanya memiliki karakter berbeda dan keduanya tidak saling kenal :) hehehe, komunikasi saya biasanya saling sapa, mendoakan agar diberi kesehatan dan menitip salam untuk keluarga. kedua sahabat ini pula berbeda karakter, yang pertama orangnya cukup serius, namun kadang-kadang mudah sekali diajak bercanda dan komunikasi agak "kaku" maklumlah sabahat yang satu ini merupakan seorang tentara, jika dari umur, saya hanya selisi 11 bulan, dia lahir 3 Januari sementera saya 3 Desember ditahun yang sama :D . sahabat yang kedua merupakan seorang karyawan swasta, umurnya sekitar 3 tahun di bawah saya, sebenarnya orangnya enak diajak ngobrol diwaktu yang pas, karena jika kurang pas maka jawaban yang akan didapatkan hanya iya dan tidak :D namun jika ada persoalan yang menganggu pikiran sahabat ini, obrolannya sampai berjam-jam sampai pegel balas w.a :)

kenangan bersama keduanya harus benar-benar disave baik-baik, jangan sampai itu yang menjadi motivasi untuk kembali menyapa duluan, dulu-dulu itu yang selalu menjadi alasannya. sempat berniat seperti ini saat memasuki 10 hari terakhir di bulan ramadhan dan ketika menjalani puasa 9 hari di awal Dzuhijjah di tahun ini, namun seketka ambyar, karena saya selalu punya alasan yang sulit untuk dibantah, memang alasan utama adalah silaturahmi, saling menanyakan kabar, namun bukannya saling mendoakan itu lebih penting. Paling tidak kedekatan selama ini, sudah menjadi alarm kapan harus benar-benar hadir untuk mereka dan kapan kehadiran saya diwaktu yang kurang tepat. Apalagi saat ini,  :) saya sudah tidak terlalu "kepo" dengan story orang-orang, ini menjadi modal baik untuk menghindari dari menyapa duluan. Karena sebagian story yang ditulis oleh sahabat ini, hanya seputar itu itu saja, paling-paling kenangan lama melalui foto atau hanya menuliskan harapan, yang entah artinya adalah sebuah kode :0 

Bismillah, niat baik ini bukan untuk menghilangkan silaturahmi, ada beberapa pertimbangan yang jadi alasannya. Ada alasan yang mungkin belum diungkapkan, sekali lagi, untuk kondisi saat ini, mendoakan mereka dalam kondisi sehat walfiat dan baik-baik saja merupakan hal yang utama. dan saya yakin ini tidak akan pernah mengurangi rasa persaudaraan yang sudah ada selama ini. Ini hanya memberi kesempatan pada diri masing-masing untuk menikmati hari-hari tanpa harus berbasi basi, bercoleti, hanya menyapa tanpa ada rohnya :) semoga semua baik-baik saja.. aamiin

Tarakan, 4 / 8 / 2021
Pukul   : 5.07 sore

03 Agustus 2021

selesaikan pekerjan kecil tatkala booring menyerang

Ketika siang, disaat lagi ngantuk-ngantuknya dan kondisi pikiran rada lemot, tak kuasa diri ini menahan n gantuk. pilihannya apakah melanjutkan pekerjaan atau memilih untuk rebahan. Namun jika kedua tersebut tidak bisa dilakukan maka pilihannya adalah mengalihkan perhatian dengan berselancar disosmed. nah pilihan ketiga itu yang terbilang cukup efektif namun "berbahaya", Efektif karena berasil mengalihkan ngantuk dan lelah dan betah berlama-lama didepan monitor sementara "berbahaya" tidak lain karena kita semakin tidak sadar begitu banyak kita gunakan waktu untuk berselancar di sosmed dan kita lalai sehingga banyak waktu yang terbuang namun bagi saya ini benar-benar harus diwaspadai, boleh bersosmed disaat-saat ngantuk tersebut namun jangan sampai lupa akan waktu :)

Siang ini, saya benar-benar dilanda ngantu berat, asli sangat menganggu, ketika lagi sibuk akan menyelesaikan beberapa pekerjaan namun disaat itu benar-benar kondisi mata dan badan tidak berkompromi. seharusnya saya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan penting namun untuk menyelesaikan itu membutuhkan konsentrasi dan fokus. Tiba-tiba terlintas, ada pekerjaan yang bisa saya selesaikan tanpa harus memaksa saya bekerja secara keras dan mencari ide serta inspirasi, apa itu? saya mengoreksi naskah KTI mahasiswa, walau ini butuh konsentrasi penuh namun ini sudah pernah dikoreksi via print out namun masih ada kesalahan saat mahasiswa mengeditnya. kedua, melihat hasil try out nasional yang digabungkan dengan try out institusi sebelum dan sesudah bimbingan. cukup ringan, alhamdulillah pekerjaan itu selesai :) memang hal-hal kecil ini cukup membantu untuk mengisi waktu tat kala booring dan ngantuk melanda di siang hari dan disaat jam kerja :)

Tarakan, 3 / 8 / 2021
Pukul   : 5.18 sore

02 Agustus 2021

Jam Yang tertera di Blog

Ada apa dengan jam di blog? jadi ceritanya begini, selama ini saya menulis blog itu berusaha menyamakan waktu yang di tarakan dengan jam / tanggal yang tercantum di blog. Misalnya begini ketika saya menulis blog dan menargetkan tanggal yang tercantum di blog, saya harus menunggu hingga jam 3 siang biar sama, contoh saya menulis blog di waktu Tarakan tanggal 2 Agustus, jika saya menguploadnya sebelum jam 3 siang maka tanggal yang tercantum di blog malah masih tanggal 1 Agustus :), ternyata selama ini saya menggunakan waktu hawai :D :D  dan ini sudah bertahun-tahun saya menggunakan blog saya tidak mengetahui kalau waktu di blog itu bisa diedit. pernah sic mencoba dulu, namun tidak berhasil, saya mengatur waktu seperti waktu yang ada dilaptop saya. Nanti kemarin sore itu ketika mencoba kembali mengotak atik pengaturan blog, dan saya menemukan pengaturan waktu dan ternyata ada waktu untuk indonesia bagian tengah, kalau selama ini paling-paling menggunakan waktu malaysia atau singapore. 

Nah, pagi ini saya mencoba kembali menulis blog di bawah jam 3 yang biasa saya lakukan. bahkan dulu-dulu juga menulis paginamun sengaja disimpan dan nanti diuploap pas setelah jam 3 hehehe, sekarang bagaiamana apakah meman benar-benar sesuai dengan dugaan saya bahwa waktu upload sama seperti waktu di Tarakan. segera saya upload tulisan ini jreng jreng jreng, ternyata dugaan saya bener, tulisan ini tertera di tanggal 2 Agustus jam 8.54 sesuai dengan jam yang tertera di laptop :) waduh waduh setelah sekian lama, saya dimana sic selama ini, akhirnya saya tidak harus menunggu jam 3 lewat untuk kembali menulis blog atau tanpa harus menyimpan terlebih dahulu baru diupload. akhirnya saya menemukan ini. alhamdulillah.. menjadi semangat baru untuk kembali menulis

Tarakan, 2 / 8 / 2021
Pukul   : 9.04 pagi

01 Agustus 2021

Balasan (respon) email

Satu minggu yang baru saja lewat menjadi hari-hari yang cukup memberikan harapan, bagaimana tidak saya melakukan beberapa pekerjaan yang semuanya berkaitan dengan email. yang pertama adalah saya menyusun laporan penggunaan dana uji kompotensi, dan saya sudah menulisnya dalam blog ini berjudul "surat cinta panitia ukom". Alhamdulillah setelah menulis itu, saya menyelesaikan semua keperluan laporan mulai pagi sejak tiba di kantor. menulis kembali kuintansi yang dibutuhkan mulai dari honor ini dan itu dan sehari sebelumnya saya harus ke restauran yang biasa memesan makan siang untuk mendapatkan bukti stempel. walau kegiatannya sudah 3 tahun yang lalu, namun atas info dari teman, saya memberanikan diri kesana karena memang dulunya itu langganan disana. masalah kemudian muncul ketika harus mencari siapa sebenarnya yang menjadi penanggungjawa lokasi (PJL) saat itu. saya mencari-cari hingga menelusuri info dari teman bahkan harus mengkepoin sosmed teman hanya untuk melihat postingan 3 tahun yang lalu itu dan tidak membuahkan hasil. Saya menanyakan kesana kesini mengenai nama itu namun tidak juga direspon dan ada juga yang merespon setelah laporan itu dinyatakan valid sama panitia. setelah melengkapi semua dan mengirim email dan mendapatkan balasan dengan merevisi surat pengantar dan saya kembali mengirim dan alhamdulillah laporan sudah sesuai dan sisa mengirim laporan aslinya ke jakarta.

Balasan email kedua adalah, ketika saya menanyakan tentang apa saja pesyaratan yang harus saya penuhi untuk mengajukan jabatan fungsional dosen menjadi lektol dengan point (200), besoknya dibalas dengan beberapa ketentuan, misalnya saya harus segera mengupload bukti SK asisten ahli di web. singkrong untuk pengurusan jabatan akademik  dan saya harus menunggu 1 september untuk bisa memulai mengusulkan. Saya membalas kembali email bahwa itu sudah saya lakukan sisa menunggu penetapan di web tersebut. Alhamdulillah, besoknya email (pesan) saya sudah direspon dan sudah dijawan serta sudah ada tindak lanjutnya saya di web sinkrong sehingga saya sudah bisa mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mengusulkan kembali lektor saya, insyaAllah nanti di bulan september 2021 ini.  Balasan email berikutnya adalah dari lembaga akreditasi mandiri PT kesehatan(LAM PTKes) untuk kegiatan peninjauan kembali rekomendasi yang diberikan saat akreditasi tahun 2017. Saya mengirimkan email hanya untuk mengkonfirmasi bahwa institusi kami sudah alih bentuk, apakah kami harus mengisi data/ dokumen sebelum alih bentuk (setelah akreditasi) atau data/dokumen dalam 1 tahun terakhir setelah alih bentuk dan dijawab adalah dokumen dalam 1 tahun terakhir.  Balasan ketiga email ini menjadi "oase" ketika ketidakjelasan apa yang harus dikerjakan dan menjadi pintu untuk mengerjakan pekerjaan yang ada sebagai tindak lanjutnya. semangat, semoga dilancarkan. aamiin 

Tarakan, 1 / 8 / 2021
Pukul    : 6.06 sore

Halo Agustus

Alhamdulillah, wasyukurillah, bulan Agustus telah tiba, bulan yang identik dengan perayaan kemerdekaan RI, dan untuk tahun ini memasuki yang 76 tahun. Bulan Agustus memberikan harapan baru, setelah 1 bulan yang lalu telah berlalu, catatan perjalanan yang lalu penuh dengan cerita dan kejutan. kejutan pertama adalah tat kala saya harus menyelesaikan puasa 9 hari di bulan Dzulhijjah, atas taufiq dan kesehatan yang diberikan Allah subhannah wata'alah, saya bisa menyelesaikan dengan tuntas dan dalam keadaan sehat wal afiat. Puasa kali ini, berbarengan dengan teman lari, selama ini masih seminggu masih aman beliau berpuasa, namun setelah jogging bersama dihari sabtu ( -3 hari lebaran), besoknya beliau sakit hingga lebaran dan tidak bisa melanjutkan puasanya bahkan tidak shalat ied, inipun saya baru tahu setelah beliau cerita beberapa setelah lebaran. Pantasan ada beberapa moment beliau tidak muncul di track  running di islamic. harus menunggu 10 hari baru beliau benar-benar fit kembali dan tadi alhamdulillah beliau sudah bisa berlari kembali 10K :) Kejutan selanjutnya adalah ketika minggu lalu saya secara tidak sengaja berjumlah dengan kawan lari, seorang perwira TNI AL, awalnya saya kira beliau ini sudah pindah dan tidak tugas di Tarakan, karena lama ini tidak bertemu. selama weekend biasanya saya berpapasan dan sering ngobrol disaat-saat pendinginan selepas lari. Ternyata selama ini, beliau mengatakan habis dari pendidikan (karir) di Jakarta selama 4,5 bulan dan alhamdulillah pangkat beliau sudah naik lagi menjadi letkol laut.

Bulan Agustus ini, InsyaAllah menjadi bulan inspirasi, aura-aura semangat itu mulai nampak diakhir-akhir bulan Juli kemarin. Ada beberapa moment dan kesempatan yang menjadi pembuka ide dan semangat di bulan ini. Misalnya saya sudah mendapatkan akses untuk mengusulkan jabatan fungsional dosen untuk naik menjadi lektor walau pengusulannya nanti mulai 1 Sebtember 2021, motivasi kedua adalah saya sudah menyelesaikan sebagian artikel penelitian yang akan diterbitkan di jurnal, paling tidak ini menjadi inspirasi untuk kembali melanjutkan menulis. dan Masih ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan, misalnya nilai mahasiswa semester 2. Pekerjaan yang insyaAllah akan berakhir pekan ini adalah praktik klinik mahasiswa smeester 4 dan pelaksanaan ujian kompotensi mahasiswa akhir. Ada kegiatan yang menyusul seperti pelatihan BTCLS dan sebenarnya saya berencana akan mengajukan cuti, namun harus melihat momentnnya apa bulan ini atau nanti sekalian bulan oktober. Semoga bulan agustus ini semakin berjalan lancar dan dalam kondisi sehat wal afiat, terlebih kasus positif covid19 di Kota ini begitu massif dan menggila :( semoga Allah subhannah wata'alah memberikan perlindungan dan kesehatan buat saya dan keluarga dan buat kita semua. aamiin ya rabbal alamin.

Tarakan, 1 / 8 / 2021
Pukul    : 5.25 sore