31 Januari 2022

PCX Tarakan 10 K

Kemarin menjadi hari yang begitu penting dalam pencapaian lari saya :) alhamdulillah untuk pertama kalinya mendapatkan penghargaan untuk kategori master untuk pencapaian posisi ke-4 dan untuk pertama kalinya saya masuk kategori master karena sebelumnya masuk dalam kategori elit atau umum yang sudah pasti sulit untuk mendapatkan 5 besar, 10 besarpun sudah untung-untungan. kemarin memang kondisi agak sedikit kurang fit karena efek dari obat reumatik yang saya konsumsi hampir 3 hari belakangan dan efek yang saya rasakan adalah ngantuk yang berlebihan dan tidur yang lelap. Disatu sisi memang cukup baik untuk proses pemulihan, apalagi berkaitan dengan nyeri lutut yang selalu datang ketika sudah berlari diatas 5K, itu yang saya rasakan saat sesi uji rute pekan lalu dan memang dalam dua minggu belakangan kemarin keluhan itu sering muncul. Ini tidak lain saat lutut  saya tersandung meja di tempat kerja dan besoknya saya masih berlari tanpa menghiraukan, kiranya hanya sakit biasa. karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pas event lari, makanya saya berobat ke dokter keluarga  bpjs. alhamdulillah efek terapinya dapat, keluhan di lutut tidak ada, hanya efek samping ke lambung yang sedikit muncul. tapi tidak lama hanya saat berlari saja.

Hal yang membanggakan kemarin adalah, mental tetap kokoh, sebenarnya bukan gelar juara yang dikejar, namun lebih kepada seberapa besar kita menjaga mood dan mental selama berlari, yang pasti ada tekanan di dalam diri, karena kita selama ini sudah dikenal sama orang-orang yang sering jogging di islamic, mungkin diantaranya sangat melihat atau memperhatikan saat latihan rutin. Belajar dari pengalaman sebelumnya, sengaja mengambil star agak barisan depan, kemarin itu dibaris kedua. begitu star , 500 meter pertama masih aman, dan masih menjaga ritme, untungnya star berjalan cukup baik, biasanya saya agak kesulitan memulai lari dengan laju, kemarin cukup aman, begitu mau masuk KM ke-2, berhadapan dengan gunung sepuluh, dan ini rute yang sering dilalui dalam 2 bulan terakhir, perut mulai terasa keras ketika sudah memasuki km ke6, sempat kejar mengejar dengan rekan runner tjs, namun posisi menjadi stabil ketika akan memasuki km ke-9. dan alhamdulillah posisi ke-4 finish untuk kelas master.





Apa yang sudah dilakukan selama ini, sudah terbayarkan dengan pencapaian ini.walau bila dibandingkan dengan event di tanjung selor, hampir kurang lebih, yang membedakana adalah kelas master. jika pengalaman di tanjung selor jika dimasukkan dalam kelas master, bisa jadi di poisisi keempat, karena selisi dengan posisi ke 2 lumayan tidak terlalu jauh, apa yang dilakukan selama ini membuahkan hasil dikemarin, setelah sesi uji rute pekan lalu, benar-benar menahan diri untuk berlari longrun, mengikuti saran pelatih untuk fokus interval traning, selama seminggu dan berakhir di hari jum'at. sabtunya yang biasa digunakan untuk longrun atau HM, hanya bisa berlalu 7K itupun sudah ditahan-tahan agar tidak terpancing. dan kemarin efeknya terbukti, kata kuncinya menghindari latihan ber;ebihan di H-1. Loading karbonya juga yang rencana awalnya mau pallu basang, malah ke ayar bakar karena palu basangnya tidak dijual, pagi sebelum pergi star lupa minum jadi efek tenggorokan cukup terasa. semoga menjadi semangat untuk latihan berikutnya dan event lari berikutnya. 

Tarakan, 31 / 1 / 2022
Pukul   : 11.36

27 Januari 2022

Dana Saving

Dana saving benar-benar dirasakan manfaatnya, kali ini gaji kembali masuk di awal dengan tidak utuh. jika di bulan sebelumnya, setoran masuk baru gaji pokok, dua minggu berikutnya masuk tunjangan, namun untuk bulan ini benar-benar ke balik, tunjangan dulu masuk duluan, nanti gaji pokok sekitar dua minggu ke depan. Memang menjadi dilema besar, ketika keuangan institusi ini dalam kondisi tidak stabil. lebih besar kebutuhan dari pada pemasukan. Kebutuhan di internal begitu besar sementara, sementara kondisi pemasukan tidak seperti dahulu, masih masih begitu berasa arus yang masuk. dan kondisi sulit untuk berubah tat kala kondisi diinternal tidak dirubah, mau gali tutup lubang, sistem itu yang dipake dan mau tidak mau ada yang harus dikorbankan, ada hal yang begitu besar yang harus dilakukan. 

Kondisi ketidakpastian ini membuat saya harus memutar otak, harus benar-benar mengelolah keuangan seefisien mungkin, jangan sampai berutang, kebutuhan-kebutuhan yang tidak mendesak agar ditunda lebih dhuliu, harus benar-benar memiliki dana, yang sewaktu-waktu dibutuhkan, dananya memang tidak terlalu benar namun cukuplah untuk gaji pokok sebulan, jika keperluan kebutuhan dapur, insyaAllah masih aman, sudah disisak untuk ini. Sedari awal sudah mewanti-wanti kondisi ini, jangan sampai mendisinya menjadi poceklit di dalam rumah sendiri. harus pintar-pintar mengatur pengeluaran dan benar-benar mengatur uang yang ada, mana untuk kebutuhan pokok mana untuk kebutuhan yang masih ditunda. semoga kondisi ini segera berubah dan bisa stabil kondisi institusi, untuk satu dua bulan kedepan jika masih seperti maka akan mempengaruhi semuanya. 

Tarakan, 27 / 1 / 2022
Pukul   :  16.41 sore

26 Januari 2022

Sibuknya Hari Ini !!!

Pagi tadi agak telat bangun, walau sebenarnya tidak telat-telat banget, hanya saja ini terbilang harus buru-buru mengejar waktu, antara harus segera minum obat karena jadwal seharusnya jam 3 pagi, atau harus segera mengerjakan shalat sunnah witir sebelum azan berkumandang. akhirnya saya memilih menyelesaikan solat witir kemudian  makan sedikit untuk memudahkan nanti minum obat. akhirnya harus kembali membereskan sampah-sampah yang berserahkan sebelum waktu iqomah, itupun harus kejar-kejaran dengan waktu shalat qobliah subuh yang tinggal beberapa saat, dengan waktu yang sangat sempit, setelah beberapa takbiratur ihram, rupanya suara muazim sudah terdengar namun saya tetap kembali melaksanakan shalat sunnah walau sebenarnya meninggalkan juga gpp, namun mengingat rumah dengan masjid yang jaraknya cukup dekat dan insyaAllah masih terkejar alfateha, selepas shalat subuh berjamaah. saya melanjutkan dengan zikir pagi dan menyelesaikan soal UAS mahasiswa semester 1 yang tinggal beberapa nomor saja. sebelum jam 6 sudah selesai dan saya harus bergegas ke islamic untuk lari pagi. Menu latihan pagi tadi, interval untuk persiapan event 10K tarakan. walau sakit lutut di kaki masih terasa dan masih agak cemas dengan menu lari cepat ini. alhamdulillah masih berjalan aman, masih seperti hari sebelumnya terasa sakit tapi masih bisa berlari. 

Beres lari, balik ke rumah, dan harus mengantarkan atiyah ke TK. saya juga harus siap-siap biar sekalian ke kampus. habis mengantar saya tiba di kampus 5 menit sebelum jam 8.00 rupanya ujian di mulai jam 8 sehingga masih ada waktu mempersiapkan ujian dan mengiformasikan kepada mahasiswa tata tertib ujian 5 menit sebelum ujian di mulai. selesai ujian rupanya masih ada yang harus dikerjakan beberapa mahasiswa menghadap dan saya harus menandatangani kartu ujian mahasiswa. masih masih harus kembali ke rumah untuk mengantarkan rafa ke sekolah dan harus ijin dari rapat. Balik ke rumah,  mampir sejenak ke kantor walikota untuk mengantarkan surat dari Mata Garuda Kalimantan Utara. Kemudian balik kembali ke kampus dan masih berlangsung rapat dan masih evaluasi dari salah satu dosen. Dan 30 menit kemudian saya harus kembali lagi izin dari rapat, kali ini harus menjemput atiyah dan diperjalanan, tiba-tiba hujannya lebat , alhamdulillah sudah siap jas hujan, namun hujannya benar-benar lebar hingga celana saya bagian bawah basa dan sol dalam sepatu basah. saya kembali ke kampus untuk kembali mengikuti rapat yang tadi.

Selesai rapat, rupanya di jam 11.00 juga dilanjutkan dengan rapat yang lain. dalam hati, saya belum sempat shalat Dhuha, dari tadi saya tidak sempat-sempat, setelah memimpin 1 dosen dilakukan evalusi saya izin untuk mengambil cas laptop sekalian untuk shalat, apalagi saya masih ada wudhu. Beres shalat dhuha, lanjut rapat kembali, pas ini rapatnya agak lama sehingga masuk azan zhuhur tapi rapatnya masih berlangsung, akhirnya saya menunda shalat tepat waktu di mesjid. begitu selesai rapat, saya masih ingat jika saya punya 1 janji mahasiswa untuk Ujian yang diundur tadi pagi dan dipindahkan siang ini, kebetulan soalnya belum selesai semua, cukup dilematis, disatu sisi saya harus kembali menjemput rafa pulang sekolah, lanjut shalat zhuhur dan kembali menulis soal. pas di jam 14.00 soal saya baru 10 dan saya sampaikan kembali kepada mahasiswa bahwa akan diberiksan linknya jam 14.15. sambil memanfaatkan waktu menunggu waktu selesai ujian, saya balik ke rumah, kali ini saya harus minum obat yang sempat tertunda yang seharusnya di jam 11 waktu minum obat lagi. 

Begitu selesai ujian. saya   harus menyuci baju yang saya pakai jogging tadi, seharusnya dan biasanya saya ,melakukan ini begitu selepas jogging, mandi langsung nyuci, karena waktunya mepet akhirnya nyucinya tadi di tunda. sambil melihat jam, saya teringat saya memiliki janji dengan alumni yang akan print str onlinenya, dan ini yang tercepat sejak saya membantu mengurus punya mahasiswa, diajukan jum'at lalu, pagi ini hari rabu, atau hanya 5 hari STR sudah terbit. MasyaAllah. Janjian, print STR dan menyampaikan jangan lupa uang tranferan pembayarannya. ternyata dikasih lebih, yang seharusnya 100rb malah dikasih 150rb. Alhamdulillah rejeki. AKhirnya semua kerjaan selesai, dan sudah masuk azan ashar, ternyata hati saya tidak bergetar saya malah sibuk membaca w,a dari group sekolah atiyah yang akan adakan kunjungan wisata di rumah adat tidung, saking sibuknya bikin lsit begitu ke mesjid saya melihat salah satu orang yang tidak familiar dan baru saja keluar mesjid, dalam hati sempat negatif thinking, ini orang ngapain kenapa sudah keluar ketika belum selesai shalat. ternyata dugaan saya salah begitu melihat teman juga keluar dari mesjid :) wkwkw. selesai shalat. balik ke kampus dan menulis cerita hari ini. itu sudah :) jadikan pengalaman jangan sampai terjadi seperti ini, agar mempersiapkan soal ujian dengan lebih matang lagi dan tidak buru- buru :)

Tarakan, 26 / 1 / 2022
Pukul   : 17.13 sore


25 Januari 2022

Bijak Berlari (running)

Satu minggu belakangan ini, saya ikut dalam persiapan even lari di Tarakan yang insyaAllah diadakan ahad mendatang ini. sebagai persiapan, saya mengikuti arahan dari pelatih untuk mengurangi lari jarang jauh (longrun) untuk satu minggu ini. Beliau sampaikan ini disela-sela istrahat saat test rute lari yang akan digunakan nanti. saya berlari  ke-2 paling akhir dari 7, paling tidak catatan lari saya kembali bertambah, masih dari 50 menit untuk 10K. walau sebenarnya dari catatan aplikasi lari saya agak sedikit bermasalah karena lebih cepat dari biasanya dan beberapa kali GPS menunjukkan error. Dua hari sebelum test lari ini saya memang latihan cukup lama, dengan lari 15K sebelumnya, padahal jika dipantau-pantau sebenarnya ini masih normal, karena biasanya 17-19 K untuk di hari sabtu dan hari ahadnya masih bisa berlari dengan easy run. Namun ahad kemarin kondisinya berbeda, benar-benar saya memacu pace karena performa lumayan bagus jika dibandungkan test lari di bulan 10 lalu. Belum lagi kondisi lutur saya yang terbentur meja cukup sakit dan terasa jika sudah berlari diatas 30 menit, awalnya tidak terlalu belakangan baru terasa. 

Kemarin saya coba berlari, lagi-lagi masih 1 jam dan cukup lumayan, dan sebagai tambahannya tadi pagi saya coba latihan interval 200meter sprint dan istrahat kurang 30 detik dan terus lanjut lari dan ternyata sampai 10K wkwkwkw, memang jiwa runner ga bisa hilang, lain rasanya jika hanya lari sebentar sementara badan masih fit-fitbya, sampai pelatih dan teman menyampaikan kalau endurance sudah tidak diragukan lagi, tapi spead masih perlu dibenahi, mungkin karena saya tipekal pelari jarak jauh, masih suka tidak memperdulikan pace, tapi karena ini menjelang event lari, memang sudah selayaknya saya menerima dan melakukan masukan dari pelatih. dan untuk urusan lutur yang terkadang terasa nyeri, isnyaAllah sore ini saya akan ke dokter keluarga untuk mengkonsultasikan dan terapi, paling tidak mencegah cidera lebih jauh apalagi eventnya ini masih ada beberapa hari, masih cukup panjang waktu mempersiapkan diri termasuk minum obat. insyaAllah semua akan baik-baik saja, semoga saya tidak termakan omongan orang kalau sudah hebat lari tapi akhirnya drop juga :) saya akan berusaha bijak dengan kondisi badan saya dan tidak terlalu muluk-muluk yang penting sehat dan berkeringat :) insyaAllah

Tarakan, 25 / 1 / 2022
Pukul    : 17.21 sore

24 Januari 2022

Ukuran Kebaikan

Siapakah yang berhak menilai kita baik? atas dasar apa orang menilai kita baik, kenapa ada orang yang tidak bisa menilai kebaikan yang sudah kita lakukan?.  malam-malam seperti ini mengungkapkan keresahan hati memang sangat tepat, bahkan ini menjadi refleksi diri ketika akan istrahat, harapannya adalah kita tidak ingin terbebani dengan hal-hal yang bisa merusak mental kita, sudah jauh-jauh kita berjaung untuk menjadi baik namun ada saja komplotan orang menganggap bahwa sudah selayaknya kita melakukan itu, jadi bukan hal yang perlu diapresiasi, "sakit" sudah pasti, namun yang harus kembali diluruskan bahwa nita kita sudah baik, persoalan kita ditanggapi baik atau jelek itu bukan alasan kita untuk berhenti berjuangan menjadi baik.  Tidak perlu mendengarkan omongan orang-orang di dekat kita atau di luar kita, teruslah berbuat baik walau tidak jarang menjebak kita kedalam kesesatan sesaat :) Kita tidak boleh tergantung pada naggapan manusia, apalagi jika tidak ada referensi yang menguatkan diri. terus teruslah berusaha dan berbuat baik sekalipun yang terdekat dengan diri kita tidak pernah menghargai, jangan pernah lelah untuk mengasihi sesama, apapun kondisinya.

Bahkan ada sebuah ungkapan, sudah berbuat baik apa hari ini? paling tidak ada satu kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas dan tanpa mengharapkan ini dan itu karena bagaimanapun kebaikan itu akan kembali ke diri kita masing-masing. Adapula ungkapan, teruslah berbuat baik meski terkadang kita diperlakukan kurang baik. ketika kita diperlakukan kurang baik bukan berarti kita harus membalasnya dengan tidak baik pula bahkan merasa menyesal, itu bukanlah tipe pejuag kebaikan, apapun kondisinya apapun balasan kita dapatkan jangan sampai melunturkan semangat kita untuk terus berbuat baik dan akan lebih baik jika kebaikan itu diberikan kepada orang yang tepat dan orang yang benar-benar membutuhkan.

Tarakan, 24 / 1 / 2022
Pukullll: 23.21 malam

kembali menyapa

Ini berkaitan dengan tulisan tanggal 13 januari lalu :) hehe memang jika ada perubahan pada teman yang kita tidak tahu apa penyebabnya dan kita tidak bisa mencari tahu apa alasannya dan kita hanya mendoakan semoga semua baik-baik saja, berselang dua hari masih di arena jogging persisnya di hari jum'at pagi ketika saya sudah 5K berlari saya melihat beberapa anggota kepolisian sedang berkumpul biasanya mereka akan melaksanakan tes kesegaran fisik, dari kejauhan saya melihat rekan lari lagi bersama mereka, ini suda dua kali kalau tidak salah, dan saya harus memposisikan diri, untuk menahan diri "meneriaki" memang posisinya cukup berjauhan dan kurang elok kita saya menyapa dengan suara yang agak keras, karena beberapa anggota yang ada usianya cukup senior dan ada dua anggota lain yang juga saya kenal dan kadang berkomunikasi jika berpapasan. Saya hanya lewat dan berharap pas posisinya untuk menyapa, ternyata momennya kurang pas. saya urungkan niat untuk menyapa dan begitu mutar diakhir sesi saya melihat beliau-beliau sudah bubar :) pekan depannya saya kembali jogging, seperti biasa rutinitas selasa pagi, saya harus berlari laju untuk target lari short run, ketika mutar pertama saya belum melihat ada motor teman di parkiran, begitu putaran kedua, saya sudah melihat dari kejauhan, sebenarnya bisa saja menyusul namun saya memiliki agenda untuk segera balik ke rumah karena akan melakukan perjalanan ke tanjung. Hari jum'at juga demikian hanya bisa melihat rekan lari ini dari kejauhan, bukan tidak mau menyapa hanya saja memang momennya kurang pas.

Siang tadi ketika membuka hp, saya terkejut ada w.a dari rekan lari ini yang dikirim sudah dua jam, dikirim jam 09.45 dan saya balas 11.52, memang seharian tadi begitu banyak kegiatan mulai mengantar dan menjemput anak sekolah, hingga saya harus menyelesaikan revisi proposal teman yang ajukan hibah dan begitu mau istrahat siang baru bisa membuka hp. terus masalah saat membalas, saya tidak menyapa "pak" langsung nyebut nama (ini saya sadarnya begitu mau menulis ini :) namun kalimat saya berikutnya sudah menyebutkan pak + nama beliau :)  obrolan di chat juga masi seputaran lari :) saya disapa "pak haris, lama ga ketemu lari :) (kalau dihitung memang sic hampir 10 hari tidak berpapasan walaupun sebenarnya melihat dari kejauhan seperti cerita di awal tulisan ini. saya balas persis cerita di awal, bahwa saya sebenarnya lihat dari kejauhan namun tidak sempat membalas :) terlebih lagi mungkin beliau ini tidak melihat motor di tempat yang biasa saya parkir. saya juga menyampaikan apa tidak event lari hari ahad nanti? beliau membalas, kayaknua agak sulit karena mutasi sudah keluar dan beliau ditarik kembali di Polda dan saat ini lagi tugas belajar untuk menyelesaikan pendidikan dalam 1 semester ke depan. saya kembali nanya kapan beliau pindah tugas, beliau jawab, rabu lusa, insyaAllah serah terima jabatan :) saya menutup obrolan dengan mendoakan semoga acaranya dilancarkan :) sebelumnya juga beliau sempat nanyakan tentang vaksin boster, setelah konfirmasi sama teman, kayaknya dalam waktu dekat ini belum, nanti di pertengahan februari.

Sore tadi, ketika sedang lari, saya sebenarnya memperhatikan diseberang jalan itu kayak motor yang dikenali, tidak lama kemudian saya mendengar yang bawa motor itu menyebut nama saya, saya tidak terlalu jelas lihat wajahnya namun melihat motor yang digunakan kayaknya ini beliau, rekan lari yang barusana diceritain :) beginila lika liku dalam berteman, ada saat-saat kita mendapatkan teman tidak seperti biasanya, namun kita tidak punya hak untuk menilik lebih jauh karena bisa jadi ada kaitannya dengan hal yang prnsipil. Sejauh yang saya kenal, kurang lebih 1,5 tahun, beliau ini cukup terbuka untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan kerjaan :) saya malah tahu kalau istri beliau saat itu mau melahirkan :) beliau cerita diawal-awal kenal dan memang untuk urusan kerjaan banyak yang tidak dibicarakan, mungkin tidak perlu karena itu bukan wilayah saya, kecuali ada hal yang berkaitan, misalnya saat beliau nelpon tentang target vaksin, memobilisasi warga untuk vaksin, sementara sebagian besar sudah divaksin. Saya juga tidak terlalu mencari lebih tahu, padahal ada dua teman saya ada kerja sama beliau bahkan saya mendapatkan informasi tentang beliau ini dari salah satunya lebihnya tidak pernah membahas kerjaan, bahkan saya juga tidak pernah secara terbuka membahas sapa pekerjaan saya, paling-paling yangbberkaitan dengan beliau misalnya keamanan saat vaksin. InsyaAllah rekan lari ini akan kembali bertugas di Polda Kaltara, semoga studi S2 yang tersisa 1 semester berjalan lancar dab karir serta pekerjaan makin sukses. aamiin

Tarakan, 24 / 1 / 2022
Pukul   :  22.27 malam

22 Januari 2022

Jiwa Introvert (ku)

Tidak bisa dipungkiri, jiwa intropert dalam ini saya cukup besar, saya begitu nyaman dengan "menyendiri", tidak terlalu suka bergaul walau sebenarnya gampang untuk berkenalan dengan orang, saya belum begitu nyaman jika harus mengungkapkan siapa saya dan apa aktifitas yang sering saya lakukan. Saya ingin orang mengetahui saya apa adanya, kesederhanaan dan cukup tahu saja. padahal bagi sebagian orang memperkenalkan diri, siapa dia, apa pekerjaan dan apa prestasi yang telah diraih, anak siapa, keluarga besarnya siapa bahkan saya berteman dengan siapa?. itu semua bagi mereka adalah sebuah kebanggaan namun bukan untuk saya. Saya harus apa, saya harus bagaimana, apalagi tren mengikuti gaya dan tipekal orang, itu bukan saya, apa yang orang tahu, apa yang saya hari ini, cukup orang lain menilai, bukan saya yang memaksa dan memproklamirkan saya seperti apa. "kenyamanan" yang menjadi titik dasarnya, jika saya menjadi orang lain sementara saya begitu gigih menjadi diri saya sendiri yang apa adanya, tanpa rekayasa dan modus-modusan :). 

Bahkan untuk urusan sosial media, saya begitu tertutup. saya membuat platform media sosial susia dengan karakter pertemanan saya bahkan saya tidak mencampuradukkan. saya punya IG, lebih dikhususkan untuk alumni saya yang saat kuliah cukup mendekat dan paling untuk sekitaran area kantor. begitu juga facebook, saya memiliki dua akun, satu untuk fokus dengan keluarga juga rekan teman kuliah dan satunya fokus dengan kerjaan dan organisasi profesi perawat (PPPNI). sebenarnya simpel aja bagi kebanyakan orang, satukan saja tidak usah dibuat persegmen asal usul pertemanan. lagilagi faktor kenyamanan, saya tidak bisa mencampur adukkan urusan satu dengan yang lain. Ini yang terkadang buat sebagian orang merasa aneh bahkan tersinggung dengan kebiasaan saya, tapi lagi-lagi dalam kondisi umur 40 saya malah makin introvert, lebih mengutamakan kenyamanan dan apa adanya

Tarakan, 22 / 1 / 2022
oukul   : 23.04 malam

Saat Jogging dan Tidak Jogging

Tulisan ini berkaitan dengan posisi saat jogging dan saat tidak jogging sambil melihat orang jogging. Dari pengalaman yang sudah-sudah, ketika jogging dan sedang capeh-capehnya, terkadang kita tidak fokus dengan orang yang sedang naik motor dan memperhatikan kita, tiba-tiba klakson motor atau mobil bunyi, kalau motor asal dikenali saja sudah bisa ditebak. Tapi kalau mobil, bisa jadi bunyi untuk memperingatkan kita di jalan jangan sampai ketabrak :) dalam beberapa kesempatan terkadang saya berpapasan dengan teman, namun tidak memperhatikan, bisa jadi posisi yang agak berjauhan sehingga tidak sempat menyapa, apalagi di jalan raya, banyak kendaraan yang lalu lalang, kita tidak tahu yang mana yang kita kenal yang mana tidak dikenal, bahkan orang yang tidak kita kenali menjadi tahu kita karena seringnya melihat kita jogging :) padahal yang jogging itu banyak namun kita masih tetap diingat. cerita ini datang dari salah seorang jamaah islamic center, dua pekan lalu selepas mendengarkan ta'lim bada subuh dan dilanjutkan sarapan bersama, beliau bercerita kalau sering melihat saya lari pagi dan sore, hehe saya lantas kaget saja, ternyata beliau ini ingat, padahal posisi saya saat itu lagi bermasker dan sedang menggunakan baju gamis, saya sampaikan jika berpapasan besok-besok, langsung disapa saja :) 

Posisi berbeda, jika saya tidak jogging dan melintas di area jogging, beberapa yang joggin itu teman dan ada juga kenalan, jadi melihat dengan jelas, wajah-wajah yang sedang berlari dengan gaya masing-masing,, memang benar-benar jelas namun kondisi yang berbeda dengan orang yang sedang jogging, terkadang mereka tidak memperhatikan kita, dan itu saat saya konfirmasi  sama teman, malah saya ditanya kapan lewat :) Ada juga rekan lari, karena area jogging di stadion datu adil itu jalan yang sering dilewati maka terkadang kami berpapasan, jika pas ketemunya teman jogging ini kasih bunyi kode klakson motornya :) dulu awalnya dia cerita ketika saya tidak terlalu memperhatikan plat nomor polisi motor rekan ini, dia bilang kalau sering melihat saya sedang jogging tapi saya tidam melihatnya :) nah, hari ahad kemarin saya mengalami hal yang sama, mungkin karena hampir finish lari, dari islamic saya baru saja melewati belokan tugu utani (bundaran kramat), saya melihat motor yang agak jauh dari pandangan saya adalah motor teman yang semalam ini jarang sekali bersapa, sering kelewatan, nah tidak lama dia senyum dan karena kondisi lagi capeh dan napas berat saya belum konek nanti agak dekat baru saya senyum dan mengangkat tangan :) akhirnya bertemu juga, tadi pagi juga begitu mau fokus nyebrang, tiba-tiba dia lewat kayaknya lagi antar istri. 

inilah uniknya, memang kita tidak bisa semua mengenali siapa yang lewat dan melihat kita saat jogging dan sebaliknya kita bisa saja sedang fokus dengan jogging yang kita jalani, dan pada posisi yang sama, kita tidak bisa menyapa dengan mudahnya teman yang sedang jogging karena disaat bersamaan yang sedang jogging banyak dan mereka tidak fokus atau lebih cuek dengan orang yang lalu lalang dengan kendaraan masing-masing. dengan jogging bisa menambah pertemanan dan silaturahmi


Tarakan, 22 / 1 / 2022
Pukul   : 22.19 malam

20 Januari 2022

Rutinitas Sepekan yang hilang, selepas subuh berjamaah

Tadi pagi diluar rencana saya akan melaksanaan rutinitas yang dulu saya jalani setiap kamis selepas bada subuh, tidak lain adalah membaca alqur'an sambil menunggu waktu syuruk untuk melaksanakan shalat isro. begitu besar faedah dari kegiatan ini bahkan pahalanya seperti melaksanakan haji dan umroh. kurang lebih dua bulan ini terhenti selepas bepergian ke bandung, bahkan bukan cuman rutinitas ini yang hilang, kebiasaan saya konsisten shalat subuh berjamaah diislamic center tarakanpun mulai berkurang. Entah apa yang menjadi penyebabnya kebiasaan itu menjadi hal yang biasa ketika tidak melaksanakan, padahal dulunya itu saya mati-matian melaksanakannya bahkan agar tetap merasa nyaman dengan kondisi mesjid saya mengkomunikasikan sama penjaga mesjid kalau saya sampai jam 6 lewat, karena pernah dalam beberapa kesempatan di awal-awal melaksanakan rutinitas ini di 1.5 tahun yang lalu, beberapa kali saya dikunci, padahal saya hanya pergi sebentar hehe, sekarang sudah tidak lagi bahkan kadang juga sya harus membantu menutup pintu mesjid. Islamic center menjadi pilihan alasannya selain tempatnnya yang luas, saya merasa nyaman karena saya tidak perlu banyak berkomunikasi dengan jamaah yang lain, karena dibeberapa mesjid yang dulu juga sempat melaksanakan ibadah ini justru yang ada saya malah lebih banyak ngobrol dari pada taddarus :) Ada sebenarnya mesjid di depan rumah, namun ini juga tidak memungkinkan karena akan menjadi perhatian jika saya berlama-lama di mesjid, orang akan berpikiran jangan sampai lagi banyak masalah hingga harus lama berdoa :) 

Kembali ke awal cerita, ketika selesai melaksanakan shalat sunnah qobliah subuh, saya melihat sisa waktu untuk iqomah masih memungkinkan untuk shalat ke islamic, sebenarnya niat awalnya saya hanya sampai ngaji beberapa ayat saja, mengingat waktu syuruq (terbit matahari) cukup lama, 6.17 paling saya bertahan sampai jam 6. sekalian saya mau jogging karena sudah mempersiapkan sepatu dan topi :) namun ceritanya menjadi berubah ketika saya metadarrus dan surat yang saya baca adalah surah attaubah, dan selama ini saya selalu berusaha menhabiskan selaki duduk jika kebetulan masuk surat ini. saya lihat masih memungkinkan untuk dibaca karena tersisa 4-5 halaman :) ketika sambil taddarus saya melihat jam di hp, sudah menunjukkan 6.05 saya berpikir ini tanggung sekalian nunggu suruq dan menyelesaikan surah attaubah. alhamdulillah masuk suruq, sisa 1 lembar lagi selesai dan begitu selesai pas sudah melewati 10 menit setelah suruq ( walau ada yang berpendapat segera shalat isro begitu masuk suruq, namun ada yang berpendapat 15-20 menit ( saya mengambilnya sekitar 10-15 menit) semoga ini tidak menjadi permasalahan dan bukan saya buat2:). 

Alhamdulillah, betapa legahnya ketik sudah menyelesaikan ini, merasa mematahkan asumsi saya bahwa saya akan sulit kembali memulai rutinitas sepekanan ini, semoga ini menjadi titik awal kembali memulai ini dan moment seperti ini membuat saya lebih fokus untuk taddarus bisanya sampai beberapa lembar dan menjadi sarana untuk saya bisa mengkhatamkan quran. semoga tuafiq, hidayah dan cahaya iman senantiasa hadir dalam diri ini, yang masih perlu banyak  belajar dan menjalani amalan-amalan sunnah karena hanya melalui ini saya bisa lebih banyak mmenerung dan muhasaba diri, mungkin saya sudah terlalu jauh melangkah, apakah saya sudah salah arah. wallahua'alam bishawab

Tarakan, 20 / 1 / 2022
Pukul    : 8.32 pagi

17 Januari 2022

Jangan Sampai Goyah

Setiap orang menginginkan yang terbaik untuk dirinya dan setiap perjalanan hidup menjadi renungan apakah semakin baik atau semakin buruk. Demikian pula dengan diri saya, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kekhilafan, ada saja salah dan khilaf yang kita lakukan, namun itu menjadi alarm bahwa ada yang harus kita perbaiki. Namun jika memang kita dihadapkan dengan sesuatu yang sulit dirubah dan menghadapi masalah dari masa ke masa dan dihadapkan dengan persoalan itu-itu saja, membuat diri ini bertanya-tanya entah sampai kapan persoalan itu selesai. memang tidak selalu muncul dipermukaan namun ketika muncul langsung menembus sasaran lemahnya diri. Saya pernah berpikir dan merenungi dan berusaha tidak mempermasalahkan "kenapa harus aku yang menghadapi masalah pelit seperti ini, dengan orang sama, dengan masalah yang itu-itu saja, seolah tidak pernah lepas dari ingatan dan amarah. Tapi saya harus berpikir positif, semua yang terjadi di dunia fana ini atas izin dan kehendak Nya. yang berarti bahwa kita ssudah dipilih dan memang kita punya potensi kekuatan menghadapinya. Ini yang menjadi prinsip saya.

Ketika diperhadapkan dengan masalah yang jelimet dan sebenarnya muak dengan masalah seperti ini, apalagi cenderung lebih "menyalahkan orang lain dari pada mengintropeksi diri" kita tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin nalurinya seperti itu, kita berpositif thingking saja, mungkin lagi lelah, mungkin lagi ada masalah, mungkin lagi cemburu, mungkin lagi sensitif, mungkin lagi pms, mungkin lagi butuh perhatian, walau sebenarnya kita tidak sepakat dengan apa yang diungkapkan. Biarlah, semua berlalu bersama waktu, saya tidak boleh ikut-ikutan dengan pola berpikir orang, saya tidak boleh ikut terbawa arus amarah dan emosi karena merasa tidak adil diperlakukan seperti itu, seolah-olah mungkin orang lupa menyadari kedalam diri, kenapa saya seperti ini dan bukan mencari jawaban untuk memuaskan keinginan dan membela  diri, ya sudahlah, saya tidak boleh goyah, saya tidak boleh menghancurkan sendi-sendi dan bangunan diri yang saya sudah saya bangun sedikit demi sedikit dengan terus belajar memperbaiki diri, apakah saya tegah menghancurkan itu semua karena ketidaksabaran saya menghadapi semua itu. Semoga Allah subhannah wata'alah menguatkan diri saya dengan situasi dan kondisi seperti ini. aamin


Tarakan, 17 / 1 / 2022
Pukul   :  08.14 pagi

15 Januari 2022

Teman Satu Frekuensi

Mencari satu teman yang satu frekuensi itu tidak mudah, satu frekuensi yang dimaksud adalah memiliki satu pandangan dan tujuan hidup yang sama. Tulisan ini bukan berkaitan pasangan atau jodoh, akan tetapi lebih ke perihal pertemanan. lagi-lagi topik pertemanan ini masih menjadi part yang kembali saya ulas, semoga ini memberikan faedah karena tidak bisa dipungkiri bahwa teman ini menjadi parameter seperti apa kondisi kita saat ini. Ada ungkapan, jika kita ingin menilai seseorang maka perlu kita melihat sama siapa dia berteman, karena paling tidak itu menggambarkan pola pikir dia sekalipun kita harus kembali mengklarifikasi. Dalam usia saya yang sudah tidak muda lagi :) pertemanan sebenarnya lebih kearah karena hobi atau dalam pengajian yang sama. Dulu-dulu, saya begitu sulit mendapatkan pertemanan yang berfaedah bahkan lebih ke pertemanan modus, ada udang dibalik bakwan hehe, jauh menjelajahi pada akhoirnya pertemuan dengan niat tertentu ternyata cukup melelahkan dan menguras energi, dan penuh perjuangan untuk melepaskannya alhamdulillah dengan taufiq dan rahmat Allah subhannah watalah perlahan-lahan dilepas dan saat ini sisa-sisanya semoga tidak memberikan pengaruh yang buruk untuk diri saya karena saya sudah melepaskan orang-orang yang arahnya seperti itu.

Kembali ke topik awal, mencari teman satu frekuensi memang tidak mudah, sempat bertemu dengan beberapa kawan dan lebih banyak di track jooging, ada beberapa teman yang benar-benar klop dan satu frekuensi dan diluar track jogging juga ada kemiripan minat, bahkan sampai ke persoalan pandangan agama :) Dalam pekerjaan, sampai saat ini masih dibingkai profesional, memang belum benar-benar mendapatkan yang satu frekuensi kecuali untuk persoalan pekerjaan dan target yang harus diselesaikan, kita masih sepaham dan sependapat untuk hal-hal tertentu, lagi-lagi masih dalam bingkai pekerjaan. Memang tidak mudah menemukan orang atau teman yang sefrekuensi, pertemanan yang ada selama ini lebih kearah persoalan kebetulan atau ada kepentingan pribadi, pertemanan atau persoalan persaudaraan karena cinta kepada Allah subhannah wata'alah, belum benar-benar diterapkan, padahal tugas kita untuk melaksanakan itu, karena sesama muslim itu bersaudara, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Teman satu frekuensi sebaiknya pertemanan untuk mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah, yang harus dibangun diatas ketulusan dan keikhlasan untuk saling mengingatkan jika salah dan saling menguatkan jika lagi futur.

Tarakan, 15 / 1 / 2022
Pukul   :  17.47 sore

Tarakan, 

14 Januari 2022

Obrolan yang Tak Pernah Berjumpa

Tadi pagi saya melihat postingan salah satu kontak saya di w.a dan ini bukan dari orang biasa-biasa :) karena kalau membuat postingan story di w.a berarti informasi yang penting. Beliau tidak lain adalah bang Munafrizal Manan, saya lebih akrab menyapa dengan bang Ijal. Kayaknya saya pernah menuliskan tentang beliau di blog ini tapi entah kapan, hehehe belum lagi mengengok dan mencari tulisan yang sudah mencapai 500 lebih judul, alhamdulillah. tidak menyangka sudah sebanyak itu hehehe. kembali ke topik awal, bang Ijal memposting tentang tulisannya di kompas hari ini tentang pelanggarab HAM di Papua yang terjadi 2014 silam. Saya coba membuka obrolan dengan mengkomentari dengan kata "muantap" hehehe. sekedar memberi apresiasi. dan bang Ijal membalasnya dan saya menyampaikan pendapat saya tentang pelanggaran HAM dari perspektif sebagai orang awam. saya menyampaikan kalau masalah HAM begitu komplit, dari masa ke masa menyimpan mister. dan bang ijal membalas : memang betul. terus saya menulis kembali dalam pandangan saya, kayaknya sulit mengangkat pelanggaran HAM ke meja hijau. beliau menjawab: memang sulit tapi bukan hal yang mustahil sebenarnya. dan saya menyampaikan pandangan kalau tekanan politik cukup berpengaruh, bang Ijal hanya menjawab dengan motion senyum :) karena saya memang tidak terlalu memahami persoalan ini dan saya hanya berniat akan mencoba mencari artikel yang ditulis bang Ijal. Saya yakin beliau sangat sibuk dan saya tidak ingin berlama-lama saya menutup obrolan dengan mengucapkan selamat beraktifas serta mengirimkan doa semoga lancar dan sukses. beliau membalas, doa yang sama, dan sama-sama. 

Sebenarnya saya juga sempat mengkomentrai ketika baru tahu bahwa bang Ijal adalah salah satu komisioner Komnas HAM RI. sekitar dua tahun yang lalu kalau tidak salah. dengan lugunya saya mengomentari itu dan sejak saat itu saya baru tahu dan baru mengingat-ingat kembali pernah saya ngobrol sama beliau di tahun 2016, ketika saya ke Jakarta dari Bandung untuk mengambil kontrak di LPDP, sayangnya kami tidak sempat bertemu padahal beliau sudah mengajak tapi saya sudah dalam perjalanan balik ke bandung. beliau sempat menyampaikan kalau saat itu sedang dalam seleksi calon komisioner komnas HAM. setelah itu saya tidak membuka komunikasi lagi paling terakhir beliau komentar waktu saya wisuda S2 :) selebihnya hanya mengirimkan ucapan selamat idul fitri. dan beberapa kali juga mengkomentari jika beliau posting karena jarang-jarang ini :) saya coba buka riwayat obrolan, rupanya pernah saya komentari postingan beliau waktu menjadi lawyer saat MK tentang pemilu, hehe saya bilang banyak bermain di belakang layar, tidak lama beliau membagikan beberapa cuplikan video beliau di MK dan beberapa di wawancara di TV nasional. hehe mungkin karena saya kurang memperhatikan kalau beliau pernah terlintas melihat saat nonton TV.

Kenal Bang Ijal ini, memalui balas membalas email sekitar tahun 2005, dengan modal buku yang beliau tulis hingga akhirnya kami sering megirimkan pesan. sekalian tempat menerima masukan, dalam waktu yang cukup lama juga kami ngobrol dan akhirnya obrolan berpindah dari email ke sosmed facebook, namun beliau juga jarang aktif. paling membagikan aktifitas kuliahnya di asutralia. terakhir kami kontakan via w.a dan belum pernah sama sekali bertemu, tentang bagaimana perawakannya, saya belum membayangkannya. selama ini hanya melihat foto yang di posting. waktu yang terbilang cukup lama ha mpir 17 tahun obrolan, termasuk salah satu teman dunia maya (sahabat pena) yang belum bertemu. semoga di waktu yang tepat dipertemukan. insyaAllah. aamiin

Tarakan, 14 / 1 / 2021
Pukul   :  18.08 sore 

13 Januari 2022

Ada Event Lari, Tarakan 10K

Semalam mendapatkan pesan di group wa mengenai event lari Tarakan 10K, yang diadakan oleh Radar Tarakan merupakan koran terbesar di kota Tarakan, bahkan di Kalimantan Utara. ini bagian Kaltim Post yang juga akan adakan event lari di Balikpapan. Semalam menjadi berpinjangan yang hangat saya dengan rekan lari bahkan saya menereskan info event lari ini ke rekan teman lari yang lainnya dan mengajak mereka mendaftar biar ikut meramaikan mumpung di Tarakan :). Melihat pesan-pesan di group w.a salah satu komunitas lari yang sebagian besar anggotanya adalah pelajar atau yang baru lulus untuk persiapan test TNI/Polri. Memang untuk mereka ini merupakan moment penting karena, jelar juara dan naik podium itu akan menjadi nilai tersendiri untuk test nantinya. semalam juga dan pagi ini coach dalam group itu sudah mengagendakan untuk latihan lebih intens lagi mengingat pelaksanaannya di Tarakan dan anak-anak memiliki kans yang besar untuk juara. Belajar dari pengalaman di Tanjung Selor, anak didik dari coach berhasil naik podium kedua di kelas elit (usia di bawah 42 tahun) sementara untuk kelas master podium pertama dan ketiga juga dari Tarakan. 

Untuk Event lari yang insyaAllah akan digelar tanggal 30 Januari mendatang, nampaknya ada pembagian kelas, kelas pelajar, umum dan > 40 tahun. hasil perbincangan dengan teman jika coach sebelumnya pernah ikut event di balikpapan dengan catatan waktu 43,21 menit untuk 10K dengan pace 4.16, sementara dalam periode latihan saya jalani selama ini catatan 50 menit, dengan pace lari 4.48 :) artinya saya masih punya utang banyak untuk bisa mengejar pelatih kami. Mungkin bukan podium yang saya kejar, yang terpenting catatan lari  dan performa semakin baik. Banyak kondisi yang bisa saja terjadi ketika hari H, yang terpenting mempersiapkan kondisi H-3 karena disinilah yang menentukan kondisi. mungkin saya tidak terlalu mengikuti jadwal latihan coach, meningat waktu dan kesempatan saya tidak seperti anak-anak yang sedang mengejar mimpi. Biarkan mereka mengejar mimpi tanpa harus membayang-bayangi, mereka masih mengejar masa depan dengan even lari itu namun bukan berarti saya abai dengan persiapan. cukup melakukan apa yang sudah dijalani selama ini, konsisten latihan jika perlu mencoba mengikuti menu latihan dari aspro untuk mengejar target pace tertentu namun jangan memaksakan diri. selamat mempersiapkan diri

Tarakan, 13 / 1 / 2021
Pukul   :  17.43 sore

Teman, Mendadak Tidak Seperti Biasanya

Kemarin ada kejadian yang unik dan cukup "mengagetkan"  ketika melaksanakan rutinitas lari pagi, saya star cukup pagi selepas subuh. Ketika tiba saya tidak melihat motor  rekan lari yang biasanya sering berpapasan. Sebenarnya dalam beberapa kesempatan sempat juga tidak menemukan beliau di track jogging mungkin karena kesibukan dengan pekerjaan beliau. Lanjut cerita kemarin, tidak lama saya pemanasan dan melakukan ABC Drill untuk gerakan yang ketiga. tiba-tiba saya melihat motornya melintas dan menuju parkiran. Pas posisi saya ga jauh dari tempat parkir, saya sapa "kayaknya kagak telat bapak ini":), Namun tidak ada respon yang muncul.,dalam hati saya apa beliau tidak mengenal saya (kondisinya masih remang-remang dan saya tidak menggunakan topi hehehe.) dan sapaan kedua saya bilang.. "baru mau mulai kah pak?" (lagi-lagi berbasa basi, padahal saya sudah jelas-jelas tahu kalau rekan ini baru saja datang", dia membalas.. "gimana..??. saya membalas " ayo lanjut pak..."  Kemudian lanjut gerakan ABC drill yang tersisa. dan teman tadi sudah star lari.  Tidak lama kemudian saya star lari dengan menu interval, lumayan agak kenceng larinya tapi disetiap 450meter saya harus turunkan pace selama  1 menitan kemudian lanjut. Nah, begitu sudah selesai mutar dan masuk ke siklus kedua, saya kembali berpapasan dengan rekan lari tadi, seperti biasanya saya menyapa dan mengatakan "ayoo semangat pak' tapi lagi-lagi rekan lari ini tidak merespon, dalam hati saya, agak teman ini lagi memikirkan sesuatu hingga tidak seperti biasanya. kemudian saya pamit untuk lari duluan,. tiba-tiba rekan ini mengatakan " ini menu latihan apa pagi ini", spontan saya menjawab " interval pak :)" terus saya izin kembali untuk melanjutkan lari. Pada siklus kedua, di tempat tidak jauh dari parkiran, saya melihat teman ini masih lanuut lari, berarti kalau dihitung sudah mencapai 4K. Namun saya sengaja tidak mengejar dan menyapa kembali, selain jaraknya yang lumayan jauh dan juga saya lagi latihan interval :)

Kejadian yang kurang lebih sama juga pernah saya alami, ketika berada di daerah di jawa tengah, kebetulan ada tugas dan sekalian mampir di tempat teman. Hari pertema bertemu begitu akrab seperti biasanya, mungkin hampir dua tahun tidak berjumpa, kami lama ngobrol-ngobrol dan saya diantarkan ke penginapan. malam kedua, malah lebih dekat dan akrab lagi, waktu begitu luang untuk kembali ngobrol dan sharing. bahkan kami makan malam dan sempat minum wedan jahe dan dua lokasi ini cukup berjauhan. Dengan kendaraan motor teman ini, kami juga tidak melewatkan ngobrol bahkan sempat menyinggung tentang gerhana bulan yang terjadi malam itu namun tidak nampak di daerah dia, pas malam itu purnama, cuacanya cukup bagus walau agak berawan, sempat teman ini berucap "purnama merindu". Sudah selesai ngobrol dan jalan, saya diantarkan kembali ke penginapan dan teman balik ke rumahnya, yang tidak terlalu jauh.  Esok malamnya, pas malam terakhir, saya harus naik kereta jam 12 malam :( teman ini mengabari kalau datangnya agak telat, mungkin karena saya nitip sesuatu teman ini harus kembali bertemu saya, padahal dari tempat nginap dan stasiun cukup dekat, 5-7 menit jalan kayaknya uda nyampe. dia datang sekitar jam 9 lewat. saya kirim w.a takut ketiduran pintu tidak dikunci. antara sadar dan tidak, saya dengar teman ini masuk dan tidak lama keluar kembali. ada sekitar setengah jam saya w.a dan konfirmasi apa dia barusan yang masuk. tidak dia kembali ke kamar dan saya ngajak ngobrol. melihat kondisinya pakai jaket dan suaranya agak serak, ternyata teman ini lagi tidak enak badan dan saya sampaikan untuk pulang istrahat, namun dia bilang mau ngantar ke stasiun. karena dia menawarkan dan saya sebenarnya agak berat karena melihat kondisi teman ini, makin kesininya ngobrol, teman ini berespon tidak seperti biasanya, agak diem dan tidak terlalu komunikatif dan benar-benar tidak seperti malam-malam sebelumnya. Karena menghargai teman ini, saya tetap ajak ngobrol dengan kondisi sepertinya kurang nyaman, apalagi ketika ajak makan, walau sebenarnya saya sudah makan duluan tadi. tapi katanya sekalian dia makan di rumah saja. hingga pas waktu ke stasiun dan diantar terjadinya kesalahpahaman, kami berdebat dan cukup menguras emosi. dia terpancing emosi dengan candaan saya dan saya kaget dengan respon dia yang tidak seperti biasanya. lumayan dramatis kondisi ini hingga saya sempat berniat membatalkan kepulangan saya karena syock. namun makin kesininya sudah diklarifikasi dan teman ini tidak menunjukkan perubahan, sama seperti selama ini, akhirnya masalah ini clear. 

Dua cerita  pengalaman, menjadi pelajaran penting bagaimana seharusnya kita bersikap jika suatu ketika kita berjumpa dan bertemu dengan teman yang tiba-tiba merespon tidak seperti biasanya. Namanya manusia tidak luput dari kelemahan, ada kalanya teman kita menunjukkan sikap yang tidak seperti biasanya, tetap berprasanka baik saja, mungkin dia lagi punya beban masalah, mungkin kondisinya kurang sehat, mungkin lagi tidak ingin ditanya-tanya, lagi tidak ingin diganggu, sikap terbaik kita adalah "memaklumi", tidak mempermasalahkan kondisi seperti itu, sebisa mungkin memberi support dan menawarkan jika memerlukan bantuan, jangan sungkan untuk menghubungi kita. Jangan membebani teman / rekan kita ini, dengan ocehan dan sikap kita yang malah menunjukkan sikap tidak care dan peka, suatu saat kita juga akan mengalami kondisi seperti yang dialami teman kita, semua ini lumrah, alami, dan hal yang sudah biasa dalam kehidupan dan dalam dunia pertemanan, tetap jalin komunikasi seperlunya dan silaturahmi tetap dijaga.

Tarakan, 13 / 1 / 2022
Pukul   : 9.36 pagi, 
bersamaan hujan belum redah sejak dini hari

07 Januari 2022

Teman Yang Tepat

Awal tahun ini saya kembali menuliskan tentang lika liku dalam pertemanan dan tulisan kali ini masuk kedalam refleksi atau evaluasi diri. Usia sudah semakin menua, bukan waktunya lagi untuk menikmati masa-masa bebas tanpa tanggung jawab :) atau lebih tepatnya masa membuang dan menyia-nyiakan waktu karena saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengukir cita dan asa, bukan saatnya lagi melakukan hal-hal yang kurang memberikan kebaikan untuk diri kita dan orang lain dan salah satu upaya dan ikhtiar yang harus saya lakukan adalah memilih dan memilih siapa yang layak dijadikan teman, bukan berarti membeda-bedakan namun lebih kearah siapa yang bisa memberikan dan mengantarkan kita pada kebaikan, bukan menjerumuskan pada hal-hal yang sia-sia. Jika sekedar menyapa dan bertegur sapa, tidak jadi masalah, kita sangat terbuka untuk itu namun bukan berarti kita mencari-cari perhatian agar terkesan baik padahal semua palsu :) dan bisa jadi ada modus yang belum terkuak. maka berhati-hatilah. hehe

Sempat pernah berpikir, kenapa saya tidak dipertemukan sama teman yang karakternya seperti ini, karakter yang cukup membuat kita nyaman dalam berteman, sudah berupaya melakukan komunikasi namun tidak ada chemestry, malah yang ada sengaja membuat seolah-olah kita butuh sama yang bersangkutan padahal kita tidak tulus, kita punya udang di balik bakwan :) hehehe ada maksud yang terselubung lebih tepatnya kita tidak pernah ikhlas melakukan pertemanan. Ada nasehat dari ust. Adi Hidayat, sekuat apapun kita mengejar-ngejar orang namun kita tidak pernah mendapatkannya malah sebaliknya dia semakin menjauh dan sebenarnya moment tersebut mengingatkan kepada kita bahwa dia bukan yang terbaik untuk diri kita, Allah subhannah wata'alah menyiapkan yang terbaik untuk kita walau saat ini belum ketemu, tapi nanti suatu saat akan mempertemukan.

Pernah suatu ketika ingin berjumpa dengan teman, dalam beberapa moment saya sering kali kelewatan, misalnya ketika saya diseberang jalan dan kebetulan teman ini lewat dan saya tidak sempat menegur, karena jarak waktu yang begitu singkat, entah mungkinkah teman ini melihat saya :) wkwkw, ini bukan sekali dua kali, terakhir ketika saya keluar jogging hanya selisi 1 menit saja saya tidak berpapasan, padahal dari kejauhan saya melihat teman ini masih di depan tempat kerja dia, dalam benar terucap kalau saya keluar sedikit lebih awal besar kemungkinan ketemu. Padahal jika saya mau menelpon dan menanyakan kabar beliau, itu sah sah saja namun  saya berpikir kembali hanya sekedar nanya kabar ? apa tidak ada keperluan lain??. Ada juga moment, dalam diri ingin sekali bertemu dengan teman ini, namun dalam beberapa kondisi tidak bertemu dan belum mememungkinkan walau sebenarnya kita berada di tempat yang sama namun ada selisi waktu hingga tidak bertemu dan suatu saat berucap selama ini saya belum pernah berfoto dengan teman ini, ya sekedar keperluan upload di IG, qadarallah orang tiba-tiba muncul dan untuk kali ini saya tidak menyianyiakan moment, ini akan jadi memory suatu saat ketika kita sudah jarang ketemu.

Intinya, semati-matinya niat kita menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan teman atau kenalan namun jika memang bukan teman yang pas dan terbaik untuk kita maka kita tidak boleh memaksa-maksakan kondisi agar terealisasi karena Sang Khaliq sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita jadikan teman sharing dan ngobrol. Jalani saja pertemanan, jangan  direkayasa sedemikian rupa karena pertemanan itu harus tulus apa adanya dan salng memahami, menjaga dan mengingatkan. Itu saja :)

Tarakan, 7 / 1 / 2022
Pukul    : 17.53 sore

Khatam Qur'an diluar Bulan Haram

Saya terakhir Khatam quran menurut catatab blog ini yaitu bulan Agustus 2021 atau memasuki minggu-minggu ke-2 bulan al muharram. kurang lebih 4 bulan kemudian alhamdulillah saya kembali mengkhatamkan Qur'an, lebih tepatnya di minggu ke-2 bulan desember yang lalu atau masih memasuki  bulan jumadil awal  dan baru sempat ditulis di blog ini;(  khatamnya qur'an ini tidak terlepas dari taufiq dan hidayah dari Allah subhannah wata'alah yang menggerakkan hati ini untuk melantunkan ayat-ayat Nya. jika ulama terdahulu mengungkapkan bahwa Alqur'an ini adalah surat cinta dari Sang Khaliq, pemilik alam semesta ini beserta isinya. Terlebih lagi dalam dua minggu, ada tahsin dan belajar tajwid untuk memahami dan mahir dalam penglafazan huruf-huruf dalam alqur'an dan ini begitu memberikan pengaruh besar dan memberikan spirit ketika membaca ayat demi ayat dalam al qur'an. 

Dengan membaca al qur'an hati menjadi tenang, semacam mendapatkan kembali spirit untuk menjalani dan melewati hari demi hari dan semakin mempelajari apa kandungan di dalamnya walau hanya bermodalkan terjemahan, kedepannya saya perlu mentaburi bahkan membaca ulasan tafsir ayat demi ayat agar lebih memahami dan mendalami. belum mempelajar ashabul nuzulnya sebab sebab turunnya ayat tersebut. Jangan sampai merasa lelah dan berhenti untuk terus melafazkan ayat demi ayat, teruslah membaca walau hampir tidak memiliki pengetahuan memahami isi dan maknanya secara lebih detail, karena alquran selalu memberikan spirit dan semacam mencharge kembali ruh yang ada dalam diri. semoga taufiq dan hidaya terus terpancar dalam diri. aamiin

Tarakan, 7 / 1 / 2022
Pukul   : 17.30 

04 Januari 2022

Masih kurang, Perlu Belajar dan latihan Test Toefl

Dua pekan lalu saya memulai ikut kursus TOEFL online via zoom untuk 10 pertemuan kedepan. Ketika pertemuan awal, saya tidak mengakui pekerjaan saya saat ini saya hanya mengatakan sebagai "pengajar" di sekolah kesehatan :) mungkin karena urutan perkenalan saya diawal-awal ternyata semakin banyak memperkenalkan diri, beberapa diantaranya berprofesi sebagai dosen juga :). Sistem kursusnya ini di akhir pekan, sabtu dan ahad malam dari jam 19.30 s.d 21.00 WIB. tentunya ini masih terbatas karena bahasan TOEFL ini cukup banyak dan untuk mentaktisi itu kami menggunakan aplikasi di android. Di dalam aplikasi itu, terbilang komplit pembahasannya, pembahasan listening saja sudah ada 21 kunci dengan 10 contoh soalnya :), structure sudah ada 60 pembahasan kuncinya wkwkwk, reading sudah ada 13 kunci. namun dari semua itu kita disuruh fokus listening dan mendapatkan skor :)

Mengingat yang sudah-sudah, listening saya ini paling hancur :D, dari latihan ke latihan saya paling sering mendapatkan skor paling bawah :) padahal hampir 2 bulan belakangan ini, namun skor toefl saja juga masih segitu-gitunya :) paling tertinggi itu 467 :) namun  belum mencoba kembali setelah ikut kursing singkat ini :) memang masih banyak yang harus dibenahi, terutama kemampuan saya menangkap apa yang sedang dibicarakan oleh speaker dalam test listening ini. jika dibandingkan peserta yang lain yang masih muda-muda skor mereka rata-rata 1 salah bahkan benar semua. wajar mereka masih muda tidak banyak urusan dan pikiran kayak saya wkwkwk ini mah pembelaan, tapi tidak kasih solusi. tetap aja berusaha, memang tidak mudah untuk bisa mencapai skor seperti yang diinginkan, mumpung saat ini medianya ada dan ada pembahasannya jadi bisa mengasa kemampuan dan kejelian dalam menangkap apa yang disampaikan dan jawaban yang cocok apa dan yang terpenting pelajari kembali trik-trik yang ada dalam aplikasi dan sesekali perlu melihat record dari setiap pertemuan. ok tetap semangat, manfaatkan moment kursus teofl singkat ini :)

Tarakan, 4 / 1 / 2022
Pukul   : 17.27 sore

Selamat bertugas ditempat yang baru pak !!!

Dalam satu tahun terakhir ini saya berteman baik dan menjadi rekan lari dengan salah satu pegawai beacukai tarakan, hampir setiap waktu lari terutama hari sabtu dan ahad kami janjian untuk sama-sama berlari atau paling tidak saya mengakabri kalau cuaca begitu bersahabat dan aman untuk lari sebaliknya jika cuaca tidak mendukung juga saya mengabari. Jika feedback saat pertama kali bertemu, saya akan tersenyum-senyum mengingat moment itu, lebih tepatnya akhirnya 2020 sekitar bulan 11 atau bulan 12 saya melihat beliau ini mengenakan kaos lari bertuliskan 75K, sontak saja saya geleng-geleng kepala, membayangkan lebatnya beliau ini bisa lari sejauh ini hehehe. Tidak lama kemudian pas berpapasan, saya sapa dan sempat lari bareng walau hanya sebentar dan saya melanjutkan kembali lari. tidak lama beliau ini tidak muncul dalam beberapa pekan dan kemudian muncul. Ada yang membuat saya tersenyum-senyum saat itu ketika saya beranikan diri meminta nomor hp beliau, dan saat itu beliau tidak terlalu fokus dan hanya senyum-senyum dan menyampaikan saya bukan orang yang tepat dimintai sharing untuk masalah lari. (waduh dalam hati, untuk silaturahmi lah wkwkwkw, tapi tidak disampaikan). 

Karena sering bertemu dan saya melempar senyum setiap kali ketemu walau respon beliau ini agak datar wkwkwkwk. Dalam beberapa kesempatan juga beliau bersama beberapa temannya dan temannya ini juga sering saya berpapasan :) saya saat itu tidak menyangka jika ternyata mereka semua satu kantor. Hingga suatu saat ketika lagi istrahat lagi dan lagi ngobrol-ngobrol, tidak lama beliau nawarkan diri untuk kasih nomor hp (kalau tidak salah) seingat saya saat itu kita lagi ngobrolin tentang teknik lari dan saya bilang akan ngasih linknya. akhirnya kami juga saling share informasi via w.a dan seiring dengan berjalannya waktu akhirnya obrolan kami menjadi sering dan saling mensupport terutama dalam hal lari. kadang-kadang kami juga janjian untuk ngeronde selepas longrun dan dalam beberapa kesempatan beliau ini juga. 




Dalam dua kali kesempatan beliau mengajar saya untuk mengikuti event lari dan walking komunitas lari/ walking beacukai tarakan, dan saya bertemu dengan beberapa teman kerja beliau dan beberapa diantaranya sering berjumpa di track runing dan salah satu yang senior juga akhirnya kami juga berkomunikasi dan jika bertemu salah satu diantara rekan lari, pasti nama rekan lari ini yang disebut, karena mereka tahunya saya sering lari sama beliau ini. Yang menarik adalah dengan rekan kerja beliau yang senior tersebut, saya beberapa kali komunikasi via chat dan beberapa kali saling mengkomentari via strava dan puncaknya saat jum'at yang lalu, begitu mau beres lari menuju rumah saya melihat dari seberang jalan, ada yang mirip-mirip beliau, jadi saya sapa dan ternyata orangnya betul. Tidak lama beliau mengatakan bahwa beliau dan rekan lari saya itu sudah mendapatkan SK tempat kerja yang baru :) saya menklarifikasi dan dikepala saya, tumben teman ini tidak menginfokan dan dikepala saya pasti teman ini ada di islamic center lagi lari pagi :) dan saya mengakhiri obrolan dengan rekan teman ini dengan berswafoto dan itu di foto yang ke.3. Saya kemudian menyusul rekan lari saya ini ke islamic dan ternyata benar beliau ada disana :) dan saya menyapanya dan menyampaikan selamat sudah mendapatkan promosi jabatan baru :) dia kaget dan tersenyum2 hehehe 

Pagi ini, beliau sudah meninggalkan Tarakan. sudah harus memasuki tempat kerja yang baru. Banyak cerita yang sudah terlukiskan dalam memory. Sejak pertemuan jum'at kemarin, kami sudah melaksanakan lari 22.02K sebagai perpisahan seperti yang ada di foto pertama, dan foto kedua itu minggu sebelumnya ketika saya tiba2 HM:) esok harinya recovery 10K dan sempat ngobrol voa w.a semalam dan saya mendoakan semoga perjalanan lancar dan jika Allah subhannah wata'alah mengizinkan kami akan bertemu di event lari :) dan saya juga jika pas waktunya dan kebetulan beliau lagi cuti dan berada di Kota Malang, saya akan mampir disana untuk mengekplorasi spot-spot lari :) semoga sukses di tempat kerja yang baru dan semoga silaturahmi tetap terjalin. aamiin

Tarakan, 4 / 10 / 2022
Pukul   : 15.00 siang

02 Januari 2022

Salah Transfer

Ini kejadian diluar dugaan dihari jum'at yang lalu, ketika salah mentransferkan uang belanja istri, tidak main-main jumlahnya 2.2 jt, jadi ceritanya seperti ini ketika saya lagi sibuk-sibuknya melaksanakan audit yang kebetulan hari itu adalah hari jum'at, hari dimana begitu singkat dan rutinitas yang saya jalani seperti biasanya, paginya harus jooging pagi dan diawali dengan peristiwa lara wkwkw. ketika saya baru keluar dari rumah untuk lari saya melihat dari kejauhan teman yang selama ini ga pernah dipertemukan kembali mengalami hal yang sama, saat itu mau teriak sudah tidak memungkinkan agak jauh dan waktunya masih gelap, sempat berpikir kalau saya lebih cepat sedikit saja kemungkinan besar akan ketemu. Tapi ya sudahlah bukan jodoh untuk bertemu. jadi saya lari kemarin itu cukup lama, 15 K padahal rencana awal hanya 10K.Jadi nyaris pagi itu begitu melelahkan :) terus saya harus ke kampus untuk menjadi ketua audit dan ini hari terakhir dan sebelumnya sudah dua hari dilaksanakan

Mungkin rangkaian kronologis di atas menjadi salah satu penyebabnya diri menjadi kurang berkonsentrasi terutama di siang harinya. Sebenarnya untuk urusan audit alhamdulillah berjalan lancar namun ketika berurusan dengan transfer yang saya kurang teliti. Saat itu setelah jum'atan, sete;ah makan siang seperti biasanya saya melakukan transaksi dengan menggunakan mobile banking. saat itu memang saya sengaja mentransfernya lebih awal mungkin karena ingin lebih cepat. saya melakukan transfer tanpa memperhatikan lebih pasti rekening mana yang saya tuju. saya menekan pasword untuk melanjutkan  transfer, saya beri tahu kepada anak saya kalau sampaikan ke bundanya sudah saya transfer. begitu pulang sore harinya saya ketemu istri yang mengatakan transferannya belum masuk, dengan  nada membela diri saya bilang kali aja tidak ada pulsa jadi sms pemberitahuannya tidak masuk. begitu saya cek kembali riwayat transaksi, begitu kagetnya kalau rekening yang saya tuju malah ke traveloka. kebetulan no rekening istri dan tranveloka itu itu masuk list favorit jadi sisa nekan nama nomor rekeing sudah otomatis tertulis tanpa harus ketik lagi no rekeningya.

benar-benar na'as sore ini, jadi saya harus menelpon BNI center untuk melaporkan kejadian ini, setelah mengkonfirmasi beberapa data yang dibutuhkan, cs menyampaikan jika kesalahan transfer ke instansi (bukan perseorangan) itu harus menelpon langsung ke traveloka. dalam kepala saya, ada punya pengalaman buruk berurusan dengan traveloka via chatting centernya. jadi saya mencoba via call center, dan alhamdulillah cepat mendapatkan tanggapan, saya diarahkan untuk membalas email yang masuk untuk memberikan beberapa data yang dibutuhkan seperti no rekening dan buktri transfernya. dan tidak lama ada balasan email masuk jika pengaduan saya diterima dan kembali saya mendapatkan email untuk mengisi data yang dibutuhkan untuk refund. namun emain yang masuk menuliskan email yang dikirim dengan subjek "data untuk refund" saya kirim email untuk menyampaikan kalau email tersebut belum masuk dan tidak lama kemudian email yang dimaksud akhirnya masuk. saya menuliskan nama dan no rekening. dan infonya akan diberitahu dalam 2-3 hari kerja. 

pengalaman berharga jika melakukan transaksi via mobile banking harus benar-benar memastikan no rekening yang dituju sudah benar apalagi jika menggunakan list rekening tujuan yang sudah disave sebagai rekening favorit, jadi sekali lagi harus benar-benar memperhatikan rekening yang dituju dan jumlah transferan sebelum menuliskan pasowrd ata pin transaksi mobile banking. 

Tarakan, 2 / 1 / 2022
Pukul   : 18.09 sore

01 Januari 2022

1 Januari 2022

Alhamdulillah, hari ini masuk tanggal 1 januari 2022 tahun Miladiah (masehi).  Ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, paling tidak saya tidak terlalu menunggu detik-detik pergantian tahun atau membuat postingan khusus tentang pergantian tahun. Secara realita kita tidak bisa pernah menolak pergantian tahun ini, pandangan saya saja yang berubah bahwa tidak mesti dirayakan khusus :) jika sebagai tolak ukur dalam menentukan waktu dan melakukan aktifitas duniawi, ini sah sah saja. membuat resolusi? bisa jadi iya bisa jadi tidak, namun lagi-lagi sebagai tolak ukur urusan dunia misalnya bahwa awal januari ini sebagai alarm bahwa banyak hal yang harus saya selesaikan dalam kerjaan, banyak hal yang harus saya persiapkan dalam meraih impian-impian yang ada, sebagai pengingat sudah sejauh mana saya mengambil keputusan penting untuk kebaikan diri saya dan keluarga serta orang-orang di sekitar saya, dan saya juga tidak lupa menjadi moment awal januari ini sebagai bahan refleksi diri sudah sejauh mana saya bekerja, apakah sudah sangat lelah hingga lalai dengan urusan akhirat?? 

1 januari menjadi pintu kembali mengukir asa dan semangat, pintu bersyukur masih diberi kesempatan ini melihat dan menjalani perganian tahun ini. Catatan diawal januari ini, saya harus berpisah dengan rekan lari karena sudah pindah tugas, jika sudah terbiasa saling menghubungi dan saling mengingatkan untuk tetap berlari :) dan saling mensupport capaian lari, alhamdulillah walau kenal dekat dalam 1 tahun terakhir ini namun sudah sering berkomunikasi terutama dalam 6 bulan terakhir bahkan sempat diajak jalan-jalan ke malang kampung halaman beliau (insyaAllah dilain waktu bisa kesana diwaktu dan moment yang pas), aamiin.

sekali lagi, 1 januari 2022 menjadi pembuka harapan dan asa, bahwa masih banyak yang perlu diwujudkan, masih banyak yang perlu kembali dibenahi, dan masih butuh banyak waktu untuk merefleksikan diri. terus bergerak maju dan kepakkan sayap ke udara menuju langit impian tertinggi namun jangan lupa sesekali menahan kepakan sayap tersebut sambil mengatur strategi dan menoleh ke belakang dan melihat apa yang perlu dibenahi dan diperbaiki. teruslah bergerak dengan terus meminta taufiq, rahmat dan kasing sayang Sang Khaliq. semoga selalu dalam bimbingan Nya. aamiin

Tarakan, 1 / 1 / 2022
Pukul   : 19.38 malam