31 Desember 2021

Catatan penghujung tahun

kurang dari 1 jam lagi, tahun 2021 berakhir. begitu banyak kisah dan cerita yang sudah dilewati, tahun pelajaran buat saya, banyak yang harus dibenahi dan diperbaiki dan tahun 2021 imi juga menjadi tahun yang mempertegas diri, apa yang sebenarnya yang kita cari dan apa yang sebenarnya harus dihindari dan diabaikan. memang tidak mudah menjalani hari demi hari namun cahaya dan taufiq Nya sehingga hati ini mantap memilih untuk menentukan diri. ada beberapa hal yang selama ini sudah diniatkan dihindari dan dijauhi, akhirnya ditahun ini pula semua bisa terlaksana walau ada satu atau yang hal yang diluar kendali saya namun doa, ikhtiar dan tawakal menjadi penerangnya.

Tidak semua yang kita inginkan itu baik untuk diri kita dan sebaliknya tidak semua yang kita benci buruk untuk kita, semua menjadi misteri sang Khaliq, namun satu hal yang perlu dikuatkan kembali bukan kah kita selalu memanjatkan doa untuk kebaikan diri kita, apakah ini bagian dari jawaban doa itu walau jalannya tidak semudah yang kita ketahui dan kita tidak menduganya padahal ini menjadi pintu masuknya jalan kebaikan yang kita pintah. Terkadang jalan yang kita inginkan yang kita dapatkan namun jalan lain yang tujuan akhirnya adalah jalan yang sesuai yang kita inginkan bahkan bisa lebih. Teruslah berdoa, berikhtiar dan bertawakal, semua sudah ditentukan jauh sebelum kita hadir di dunia ini.  Teruslah berbuat yang terbaik untuk diri kita, dan terus tebar kebaikan dalam kondisi apapun. Terimakasih 2021 semua berjalan penuh makna dan hikmah.


Tarakan,  31 / 12 / 2021
Pukul   : 23.12 malam

22 Desember 2021

lebih dari cukup, bersyukurlah

Ini menjadi renungan buat saya, ketika saat ini, apa yang saya inginkan, sudah terwujud, ada barang yang saya inginkan, alhamdulillah bisa terwujud, ini dikontrol seketat mungkin, benar-benar yang dibutuhkan. sekalipun sebenarnya masih bisa beli lebih, namun kembali lagi saya berpikir panjang, untuk apa? yang ada sekarang masih ada, inipun ada beberapa barang yang saya masih dalam bungkusnya, saat itu dibeli untuk keperluan saat itu juga namun berjalannya waktu barang itu ada yang terabaikan dan sebenarnya ada beberapa barang lama yang masih saya nyaman gunakan walaupun sudah kelihatan lusuh dan masih layak pakai, tapi entah apa dalam pikiran saya, saya merasa nyaman mungkin karena terlihat lebih sederhana. ada beberapa barang saya terlihat lebih "mewah" dan elegan sementara saya karakternya simple, sederhana. Terkadang ada keinginan untuk beli ini dan itu, namun  saya kembali berpikir apakah benar-benar saya gunakan? walau dalam keadaan tertentu, terkadang begitu besar keingin memiliki barang tertentu karena memang dibutuhkan atau untuk keperluan tertentu. misalnya saya membeli tas ukuran sedang, sebenarnya saya punya beberapa tas, namun untuk bepergian satu dua hari saya tidak memiliki, sementara tas saya yang ada, satu untuk laptop dan isinya tidak cukup untuk beberapa lembar baju dan keperluan satu sampai dua hari. satu pesan satu tas ransel kecil alasan saya sederhana, saya hanya ingin menyimpan laptop dan tidak ingin membawa banyak barang dan ternyata tasnya pas untuk ke kantor.

Kondisi saat ini, boleh dikata lebih dari cukup dan serba pas-pasan, pas dibutuhkan pas lagi ada uang. Ada beberapa keinginan untuk beli ini dan itu, pengen beli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, masih bisa ditunda. sekalipun masih ada dana untuk itu tapi lagi-lagi nanti aja dulu, masih ada yang sekarang. Dengan semua itu semakin menyadarkan saya bahwa tidak ada alasan untuk saya tidak bersyukur, ini semua lebih dari apa yang saya inginkan, apa yang sudah saya dapatkan sudah lebih, saya tidak menginginkan yang lebih dari itu kecuali benar-benar dibutuhkan dan semua. saya tidak ingin melihat orang lain sudah memiliki ini dan itu, saya hanya ingin melihat bahwa masih banyak yang kondisinya jauh dari saya, walaupun ini tidak mudah, saya harus berhadapan dengan orang yang terkadang berbeda pendapat dengan saya bahkan menginginkan apa yang sudah saya hindari namun lagi-lagi menguatkan diri jangan sampai terpengaruh, bahkan saya harus mengingatkan bahwa jangan melakukan hal-hal yang mubazir. semoga Allah menjaga niat baik ini, semoga Allah selalu memberikan taufiq agar diri dan keluarga menjadi orang-orang yang bersyukur. aamiin

Tarakan, 22 / 12 / 2021
Pukul   : 5.25 sore

Out Fit Lari

Beberapa minggu belakangan ini, saya begitu disibukkan dengan searcing-searching baju dan celana lari atau orang sekarang sebutnya outfit lari hehehe. Jika dulu-dulu seingat saya, sejak di Tarakan sebagai tolak ukur karena sudah bekerja (padahal sejak di Makassar saat kuliah juga sudah aktif berlari), saya menggunakan baju lari itu baju hari-hari yang kebetulan hari terakhir dipake jadi sekalian lari wkwkwkw, kebayang kalau bajunya itu sudah bau memang. untuk celana sendiri, saat itu seingat saya saya hanya ada satu celana bola, dan lebih banyak menggunakan celana hari-hari, sama dengan baju, celana lari ini bukan siapkan khusus :) untuk sepatu sendiri sepatu ala kadarnya harganya ga nyampe 100san, bahkan beberapa kali saya pake sepatu second wkwkw. lari juga saat itu lebih untuk menjaga kesehatan, belum mengenal namanya pace, jarak dan saya berlari hanya berpatokan dengan jam. Makin kesininya sudah mulai memperbarui outfit lari, paling tidak saya sempat membeli jersey khusus untuk lari dengan merek adidas. harganya saat itu lumanya, 200rb dapat 3 baju, dan 2 jerseynya itu jersey bola :) saat itu saya beli sekitaran tahun 2014 di bandung  dan salah satu bajunya masih ada sampai sekarang dan masih sering digunakan. dan disaat itupula saya sudah menggunakan jersey bola bahan impor untul rutinitas lari (entah ini untuk latihan bola atau untuk lari). merek yang saya gunakan adidas, nike dan yang paling banyak belakangan ini menggunakan jersey bola nike, mulai dari jersey  manchester city (ada dua), Manchester united (satu), timnas inggris (satu), Dortmund (satu), buyer munchen (satu), dan saya bukan fanatik klub salah satunya. sebelumya saya juganakan celana bola barca dan baju timnas spanyol namun ini produksi dalam negeri (kw) hehehe. 

Setahun belakang ini, saya mulai merevisi outfit lari, mencoba menggunakan bahan khusus untuk lari, saya membeli sepatu khusus lari, Nike Flat (sudah satu tahun dan bertahan sampai sekarang), dulu juga saya menggunakan sepatu khusus lari 910 namun hanya bertahan tiga bulan demikian juga dengan sepatu, saya gunakan merek sketchers namun lagi-lagi bertahan 3 bulan (apa karena produk wk) hehehe, sempat membeli sepatu lari Nike KW, namun dijual karena kekecilan rupanya dan tahun lalu saya memberanikan beli sepatu lari addidas ultrabost 19 namun bukan berlisensi resmi, namun dari segi kualitas juga lumayan, dari segi harga memang jauh dari harga asli, jika harga resmi dijual sekitar 2 juta, saya beli saat itu 1.1 :) ini pembelian sepatu saya termahal wkwkwkw. dan sudah hampir setahun saya menggunakan sepatu ini bergantian saya menggunakan nike flet. Saya juga membeli jersey khusus lari merek adidas dan nike untuk melengkapi keperluan lari, dari segi kualitas lumayan, kainnya sangat licin dan lentur :) namun belum sepenuhnya asli karena bukan mesan di toko resminya (via online) walau harganya sudah lumayan sekitar 150rb perpeace. saya  juga memeasan celana lari addinas. dan semuanya itu masih saya gunakan sekarang.

Belakang saya juga kembali memesan jersey merek skecher dari tokok online resminya. awalnya saya mesan jersey lari dan ukurannya lumayan (walau kelihatan agak gede) demikian dengan celananya. karena merasa pas saya kembali memesan dengan model dan warna yang berbeda. saat ini outfit dari skecher ada 3 jersey lari (abu, merah marun dan hijau lumut), dan 2 celana lari schecer ukuran L warna navy dan hitam dan ini sering saya gunakan apalagi ada dalaman celananya. nah, bulan lalu sempat memesan jersey adidas namun bukan spesifik lari, saya pesan L rupanya ukurannya kegedean hingga harus dipermak, bersamaan dengan jersey lari merek rebok navy, tujuannya untuk memasangkan dengan celana lari skecher nany dan ternyata klop saat digunakan :), saat big sale 12 : 12 saya memesan jersey khusus adidas navy ukuran S berharap pas, dan ternyata pas di badan walau kelihatan sempit. dan satunya saya memesan celana lari adidas dan ternyata membuat saya galau seharian kemarin. dan saya memesan ukuran M, jadi kelihatan pas-pas di badan, walau agak pendek (versi saya) jika dilihat dari orang-orang memang seperti itu modelnya agak menggantuung tingga dipertengahan paha. saking penasarannya saya bolak balik melihat dicermin, apa kependean atau seperti apa. dan untuk menghilangkan rasa penasaran saya tadi pagi saat lari saya menggunakan, memang bahannya agak nyaman namun disayanya agak kurang namun ssaya merasa tidak terbiasa saja karena posisi ujung celana persis dlewati sedikit pertengahan paha, tapiu tadi ketika sudah basah karena keringat rupanya celananya agak turun jadi tidak terlalu kelihatan kependekan. sudah bolak balik nyari manset sebagai pelengkapnya tapi entah jadi atau gmn wkwkw sejauh ini masih dinyaman-nyamankan semoga semakin melebar karena keseringan dipake.

Beginilah outfit lari,. mulai harga 25 ribu, naik 50rb, naik 100rb bahkan naik hingga 300rb. pilihan yang terakhir ini karena ingin punya koleksi yang original saja, demikian juga dengan sepatu wkwkw paling tidak bisa merasakan sepatu mahal, karena kalau sepatu harga 500rb biasanya hanya bertahan 3 bulan apalagi sekarang intensitas lari sudah meningkat sepatu harus menunjang agar tidak cepat rusak, harganya juga ga main-main walau sebenarnya masih banyak yang lebih mahal. uda cukup untuk outfot lari ini, harus nahan diri untuk beli lagi karena yang ada sekarang sudah cukup untuk digunakan secara bergantian di 6 hari untuk lari dan jadi jatah 1 outfit satu kali lari :) alhamdulillah

Tarakan, 22 / 12 / 2021
Pukul   :  15.34 sore

20 Desember 2021

Mudah Sensitif

Salah satu upaya yang saya lakukan beberapa belakangan ini adalah belajar memahami kondisi diri sendiri secara alamiah. belajar untuk sadar bahwa kita benar-benar manusia yang penuh dengan kelemahan, naik turunnya iman, termasuk berubah-ubahnya mood (semoga bukan moody). Ini tidak lain dari pertanyaan dalam diri, kenapa orang ini berkata seperti ini, kenapa orang itu berkata seperti itu, apakah orang ini tidak memahami kondisi kita, kenapa orang yang kita sudah kenal baik tiba-tiba berubah dan berbalik "marah" saya kita hanya karena persoalan kecil. Siang ini saya baru saja dihadapkan dengan kindisi seperti itu, kenapa saya tidak bisa mengikuti iramanya anak-anak. entah apa penyebabnya, kelihatannya saya "gampang" sekali terbawa emosi, padahal saya sudah berusaha kerasa menguasai diri, untungnya respon saya masih dalam batas kewajaran tidak sampai mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakitkan anak-anak, memang dunia mereka bermain. sebenarnya yang membuat terpanjing tadi adalah ketika akan menunaikan shalat suhur, tiba anak-anak bilang "lapar" bukan cuman satu kali bahkan setelah shalatpun masih ditagi, untungnya ada persediaan telur, jadi itu yang menjadi lauknya sementara untuk menunda lapar. kegitu mau istrahat sebentar tiba-tiba juga mereka main ribut hingga masuk ke kamar depan tempati istrahat. tapi begitulah anak-anak.

ini juga yang saya coba pelajari, kenapa kita dengan mudahnya terbawa emosi, tanpa berpikir panjang. apakah karena faktor kecapean, masalah "muak" dengan kondisi yang ada, hingga sulit menerima kondisi, bawaannya pengen marah dan emosian. mungkin ini manusiawi selama kita bisa mengendalikan diri dan bisa mengenali diri. mungkin saya lagi capeh, mungkin baru terasa capehnya dari satu minggu melaksanakan kegiatan. saya harus paham, tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang bisa mengendalikan kondisi apapun, termasuk tidak ada manusia yang bisa menyetir dirinya selalu dalam kondisi baik-baik saja. kadang-kadang kita merasa terpuruk, kadang-kadang kita tidak bisa menikmati moment-moent kecil yang membahagiaan, kita terlalu fokus dengan pikiran dan diri kita sendiri sampai kita lupa bahwa banyak hal kecil yang bisa membuat kita tersenyum dan bahagia.

Tarakan, 20 / 12 / 2021
Pukul   : 13.57 siang

1 minggu full kegiatan

Satu minggu kemarin saya disibukkan dengan beberapa kegiatan dari senin sampai sabtu sore :) namun saking sibuknya itu saya tidak mau menganggu sepenuhnya dengan jadwal latihan lari wkwkw, ya walau tidak bisa dipungkiri kalau latihan lari sempat bergeser ke sore harinya. kita mulai di hari senin, harus mengikuti kegiatan zoomdari jam 9 pagi sampai jam 5 sore,karena pelaksananya berada di wilayah indonesia barat, maka selisi jam ini cukup berpengaruh. workshop yang saya ikuti ini mengenai kurikulum, sekalipun kami sudah pernah melaksanakan update kurikulum, namun ini semakin mempertajam apa yang sebenarnya sudah dilakukan sisa menyesuaikan beberapa tahapan lagi seperti bahan kajian yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran, banyak yang diupade selama kegiatan ini terlebih lagi untuk penerapan merdeka belajar yang terintegrasi dengan kurikulum. Acaranya berakhir sekitar jam 5 sore dan diwaktu bersamaan saya harus lari sore wkwkw, jadi sore itu saya termasuk telat star lari sore bahkan saya hanya dapat 5K berharap besok pagi saya bisa lanjutkan, qadarallah selasa pagi hujan :) saya juga harus menyelesaikan tugas workshop ini  yang bahannya sudah ada update kurikulum, ada waktu untuk menyelesaikan paginya sambil saya harus mengajar di mahasiswa semester 3, sambil buka zoom sambil mengikuti diskusi yang dilakukan mahasiswa. begitu beres saya kembali mengikuti zoom dan kali ini masuk sesi diskusi tugas yang diwakili oleh penyelenggara. Workshop masih terus berlanjut karena ada tugas tambahan lagi yang harus diselesaikan yaitu membuat laporan kinerja program studi dan laporan evaluasi diri.dan saat pelaksanaan diskusi ini saya harus lari sore lagi, menyelesaikan utang lari yang sehari sebelumnya hanya 5K dan selasa sore saya harus lari10K dalam waktu 52menit. 

Rabu, saya harus kembali latihan interval dengan kondisi mendung dan alhamdulillah saya bisa menyelesaikan. pulang saya harus melnjutkan dengan mengikuti zoom workshop akreditasi, sempat bermasalah dengan link zoom,akhirnya saya baru bisa bergabung agak siang, ada beberapa submateri yang kelewatan.saat masuk jam 11, masuk kelas sesuai prodi, kami dimentori oleh Dr. Azis Alimul Hidayat, nama yang begitu populer dikalangan pendidikan keperawatan , karena beliau begitu banyak buku yang ditulis selaian Prof.Nursalam. mulai dijelaskan perdetail setiap kriteria(ada 9) dan membuat laporan evaluasi diri. seperti biasanya untuk hari pertama zoom ini saya sambil mengerjakan pekerjaan di kantor dan aktifitas menjemput anak-anak. kegiatannya cukup interaktif dan lagi-lagi ada tugas yang harus diupload dan akan didiskusikan. Untungnya pagi saya sudah lari, jadi saya masih punya waktu sore harinya untuk menyelesaikan tugas dan malam harinyasaya harus kembali mengikuti rutinitas ta'lim. Malam dan paginya saya harus menyelesaikan tugasnya dengan mengikuti apa saja yang baru dijelaskan, kebetulan tugas saya ini jika dalam kepanitiaan akreditasi bukan saya yang mengerjakan. tapi alhamudillah selesai juga

Kamis, saya kembali mengikuti workshop kali ini sesi persentasi dan sangat interaktif pelaksanaannya, namun lagi-lagi saya agak sedikit terganggu diawal-awal karena ada kegiatan yang harus saya jalankan. setiap yang presentasi dikoreksi dan diberi masukan apa yang seharusnya, dan saya semoat bertanya beberapa hal yang menjadi kendala kami terutama mengenai penyusunan visi dan misi. sampailah ke standar 4 yang menjadi tugas saya, sambil melihat siapa yang mau presentasi,ternyata tidak ada yang bersuara sehingga saya memberanikan diri dan banyak masukan yang diberikan dan apa yang sudah say buat sudah benar sebagian sisa ada beberapa penekanan. Alhamdulillah melalui workshop ini banyak berjumlah dengan satu almamater di unpada dan kami sempat juga berdiskusi melalui japri. Begitu sore jam 3 lewat acaranya selesai dan begigtu banyak yang harus dikerjakan untuk persiapan akreditasi prodi. alhamdulillah kamis ini juga saya dalam kondisi syaum. dan sore harinya kembali lari sore karena beberapa pertimbangan salah satunya jadwal lari sabtu akan bergeser menjadilari biasa tanpa longrun 17-19K

Jum'at berlanjut dengan pembekalan mahasiswa,rupanya ada beberapa hal yang harus saya lakukan, salahsatunya membantu menyelesaikan laporan teman. dalamkondisi cukup ngantuk karena harus begadang dan minum kopi sehingga jum'at pagi menjadi jum;at yang berat. siangnya masih sempat curi-curi waktu untuk tidur siang. dan sore harinya saya masih melanjutkan beberapa pekerjaan dan uniknya sorenya saya masih kembali ke lapangan untuk lari sore. qadarallah, jum'at kali ini tidak ada talim yang biasa saya ikuti, sekalian saya menyelesaikan laporan teman dan ini berlangsung hingga sore sabtu. alhamdulillah sebagian besar hampir beres, sisa melengkapinya dan yang terpenting adalah saya tidak perlu begadang lagi untuk malam minggu apalagi saya harus menjadwalkan lari pagi (longrun) qadarallah subuhnya hujan hingga menunggu hingga jam 9 pagi. beres lari 15.5 K lanjut membereskan kerjaan dan finally,laporan teman selesai dan sore ahad kami ketemu untuk saya serahkan dan didiskusikan. satu minggu yang padat, satu minggu yang befaedah dan semoga menjadi berkah. aamiin

Tarakan, 20 / 12 /2021
Pukul    : 6.45 pagi




14 Desember 2021

Rejeki dari sudut yang tak disangka

Dalam satu dua hari ini, alhamdulillah ada saja rejeki yang datang daru sudut yang tak sangka-sangka. Kemarin setelah mendapatkan hampers dari alumni tahun 2021, hari ini saya mendapatkan pesan dari dua rekan, yang pertama dari alumni yang sudah bekerja di dinas kesehatan propinsi mengabarkan kalau isentif narasumber saat kegiatan dua pekan lalu sudah si transfer dan juga dari rekan angkatan S2 di Unpada yang saat ini bekerja di keperawatan unpad juga memberikan kabar kalau uang pengganti paket data saat fokus group diskusi sudah dicairkan :) alhamdulillah, ini rejeki yang tidak diduga sebelumnya. walaupun  sudah ada dalam bayangan karena sudah menyelesaikan kegiatan namun diri ini paham betul kondisi rekan yang mengabarkan tadi, saya yakin itu pasti akan diberikan dalam waktu yang tidak lama, kalau saya menanyakan terus kesannya saya hanya mengejar fulus dari pada pengabdian :) Semoga kedepannya rejeki seperti ini terus hadir dan semoga bisa memberikan kebaikan bagi orang-orang di sekitar kita.


Tarakan, 14 / 12 / 2021
Pukul   :  22.34 malam

Bingkisan Kecil

Kemarin pagi itu hujannya awet dan suasananya begitu adem, kebetulan kemarin bertepatan ada zoom yang harus diikuti. karena bolak balik ngantar anak sehingga sehingga saya memutuskan untuk mengikuti zoom di perpustakaan. karena pelaksana zoom berada di wilayah indonesia barat, sehingga waktu jam 12 di tarakan namun zoom masih berlangsung sehingga saya memutuskan untuk kembali ke ruangan untuk mengambil sendal :) begitu sampai ditangga saya kaget melihat salah satu alumni yang baru-baru saja selesai menunjukkan sikap yang aneh, seolah-olah mau kabur ketika bertemu saya, biasanya juga menyapa atau ngobrol bentar, dan paginya juga sempat ketemu karena dia ingin bertemu dengan salah satu dosen. begitu masuk ke ruangan betapa kagetnya saya melihat ada dua bingkisan di atas meja. saya melihat bingkisan pertama semacam plakat yang bertulisan 
best lecturer, Terima kasih atas bimbingan dan kesabaran bapak selama ini dalam mendidik kami, dari Felix H, Putri Ayu, Nining, Pute, Hajijah, ummi, Nazira. Akhirnya saya jadi paham kenapa si alumni tadi tiba-tiba kabur mungkin maksdunya mau kasih surprise :) dan tidak lama saya kirim pesan w.a untuk ucapkan terimakasih

Bingkisan kedua ada semacam kotak kecil, orang-orang saat ini lebih sering menyebutnya hampers, isinya perlengkapan shalat mulai dari baju koko (gamis), sajadah, tasbih, songkok, dan dua coklat superman (untuk coklat ini, kayaknya ada cerita khusus hehe). Geng mahasiswa ini memang sering berkomunikasi dengan saya apalagi dalam penyusunan tugas akhir, bahkan salah satunya itu sudah sempat menyerah, namun saya mencoba untuk menasehati saat itu. dan seingat saya, mereka ini sangat kompak dalam berbagai hal bahkan kekompakan mereka memasuki puncaknya ketika menyelesaikan tigas akhir, mereka sama-sama lambat memasuki taha tugas akhir tersebut dan ujian akhirnyapun berdekatan. Sebagai apresiasi kepada mereka, saya dokumentasikan dalam video seperti di bawah ini yang saya muat dalam ig saya :) 

 


Tarakan, 14 / 12 / 2021
Pukul   : 21.49

13 Desember 2021

Terjebak Big sale 12 : 12

Hari belanja nasional dengan mengusung teman angka yang sama untuk bulan yang sama, misalnya 2:2 dan seteterusnya sampai 12:12. Kali ini benar-benar saya tergiur dengan tawaran-tawaran diskon gede-gedean yang diberikan. dogaan pertama jatuh pada tawaran sepatu lari, memang sejak awal saya sudah merencanakan untuk membeli sepatu lari dengan range harga 500-800, sebenarnya ini sebagai sepatu pelengkap dari sepatu yang ada, mengingat dari 7 hari, hanya hari minggu yang saya tidak lari dan pastinya akan berpengaruh dengan sepatu yang digunakan. Akhirnya saya memutuskan menggunakan aplikasi blibli atas pertimbangan pernah membeli sepatu lari mirik flat nike dan masih awet sampai sekarang walau sudah ada sobek sedikit :) akhirnya pilihan sepatu saya jatuh ke merek addidas dan dilengkapi dengan kaos kaki merek addidas dan barangnya sudah nyampe hanya selisi 4 hari setelah ditranfer biayanya, uniknya sampai sekarang barangnya masih disegel, belum saya cek  dan belum dicoba :hehe. 

Nah, lanjutan dari tulisan sebelumnya, saya tertarik dengan tawaran tas ransel merek addidas, dan malam itu saya mendapatkan tawaran big sale 50% + 30% di seller addidas. Ketika memesan 1 ransel, satu celana lari dan sebagai tambahan 1 jersey lari. betapa kagetnya ketika melihat ongkirnya, kayaknya satu pesanan satu ongkir yang walaupun barangnya masih di bawah 300gr jadi masih bisa disatukan, entahlah kebijakan dari seller ini. ketika mencoba memesan hanya ransel dan celana tanpa jersey, rupanya selisi harnya hanya 100rb, ya mendingan sekalian pesan jerseynya karena dengan memesan 3 barang saya mendapatkan potongan harga 350rn seharga velana lari :). dan akhirnya saya diizinkan menggunakan alamat teman sebagai alamat pengiriman. Selanjutnya saya melihat pula ada tawaran ransel cukup murah dari eiger. saya mencoba memesankan untuk rafa, dan ternyata bundanya pengen juga ransel untuk laptop dan sekalian saya melihat sepatu untuk hari-hari bukan untuk untuk kegiatan olahraga, semuanya deal dan sudah dibayar dan semoga semua barang pesanan ini tidak ada yang kurang atau sold out sehingga memudahkan dalam pemaketan nanti.

Berapa uang yang saya kelaurkan? yang jelas cukup besar, sudah bisa melakukan perjalanan ke jakarta wkwkwk, namun dibalik semua barang pesanan itu adalah barang yang dibutuhkan, dan bukan karena bigsale jadi saya asal belanda, terutama untuk kelengkapan lari, sekalipun sudah ada namun akan menajdi variasi karena ada beberapa jersey lari saat ini ada yang sudah usam sekali, ada bahkan sudah 4-5 tahunan :) baunya juga agak gimana gitu sudah bukan bau kain baju lagi. Semoga ini bukan pertanda mengejar diskon berarti membeli barang yang tidak dibutuhkan, dan semoga barang yang sudah dibeli memberikan kebaikan :) aamiin

Tarakan, 13 / 12 / 2021
Pukul   :  6.52 pagi

Tidak Berubah

Ini masih dunia pertemanan, dan masih berkaitan dengan tulisan-tulisan sebelumnya. Bulan lalu memang menjadi bulan yang cukup dilematis, disatu sisi saya merasa ada bermasalah dengan pertemanan saya, lebih tepatnya dengan sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri. Setelah kejadian salah paham dan sempat ribut-ribut dan sudah diluruskan dan komunikasi sudah kembali seperti biasa, namun masih mengganjal dalam hati apakah suatu saat akan berubah dengan selama ini yang sudah terjalin, mungkin kejadian mispersepsi kemarin akan kambuh kembali di masa akan datang, jadi kejadian ini saya lebih berhati-hati dan menjaga lisan dan tulisan jangan sampai memancing kejadian seperti ini. Akhirnya saya meyakinkan diri bahwa semua sudah baik-baik dan sudah kembali seperti biasanya. 

Malam minggu kemarin, menjadi malam yang begitu dilematis, ketika saya mengejar diskon besar-besar big sale 12:12 :D kebetulan ada notifikasi tas yang saya incar-incar lagi diskon2nya (nanti akan ada tulisan tentang bigsale ini) saya begitu kaget ternyata biaya ongkos kirimnya lumayan besar, ada 3 item barang merek adiddas, dan untuk pengirimnya 1 barang 1 ongkir ini yang membuat lebih besar orngkirnya dari barangnya, saya mencoba mengganti alamat pengiriman ke alamat sahabat saya ini, dan rupanya sangat murah, jika ongkir ke Tarakan sekitar 280rb namun ke daerah jawa tengah hanya sekitar 75 rb. Banyak selisinya, dan saya mencoba memesan dengan alamat sahabat saya ini tanpa meminta ijin lebih awal, karena kondisinya sudah larut malam, saya menundanya besok. untuk bisa ijin ini juga saya harus berbasa basi, mengingatkan sahabat ini untuk olahraga pagi dan menanyakan kabar keluarga sahabat ini. 

Tibalah, waktu yang pas saya mengirim chat, mengatakan pesan barang tapi ongkir ke Tarakan mahal, tapi untuk daerah jawa tengah itu murah, saya minta ijin apa boleh nitip di alamatnya? teman balas, ga paham maksudnya gimana? terus saya balas kembali saya memasan barang di shopee, alamat penerima nanti akan dikirim kerumahnya, (karena ongkirnya murah), nanti begitu nyampe disana, sahabat saya ini yang mengirim ke tarakan dan biayanya saya semua tanggung. rupanya teman ini mengecek harga ongkirnya yang ada dan dia balas kalau ongkirnya akan sama saja dengan mengirimkan rincian ongkir dari google. Saya berusaha meyakinkan dengan mengirimkan bukti biaya ongkir dari shopee, berapa kalau ke Tarakan berapa kalau ke alamat dia. barulah teman ini ngeh, namun masih membalas, kayaknya selisinya kecil sekitar 50 rb, namun saya saya balas 100rb (bahkan lebih). dan dari diskusi ini teman memberikan alamatnya (sebenarnya ada di hp saya karena sempat mengirimkan barang juga ke sana). 

Apa yang ada dikepala saya setelah saling chat ini. alhamdulillah teman ini tidak berubah sama sekali. komunikasi masih seperti dulu. Sebenarnya ada keraguan dalam diri, apakah dia mengijinkan menggunakan alamatnya, takutnya orang di rumahnya akan menanyakan kenapa mememasan barang begitu banyak :) mungkin dengan dalih lagi bantu teman dan  ada teman yang titip pakai alamatnya agar mudah nyampe barangnya. Saya bersyukur, keraguan saya sudah diruntuhkan dengan obrolan ini, saya tidak boleh terlalu jauh berprasangka tentang sahabat saya ini, tidak ada yang berubah semua masih sama seperti yang dulu dan kami berslogan, saling suppor, saling mengingatkan dan saling mendoakan. indahnya memiliki sahabat yang bisa memahami dan bisa membantu ketika dibutuhkan. saya membalas akhir obrolan kami, semoga Allah membalas kebaikannya dan beliau mengaminkan.

Tarakan, 13 / 12 / 2021
Pukul   :  6.27

10 Desember 2021

Melawan Rasa Malas

Jika kita sudah rutin melakukan sesuatu, diwaktu-waktu tertnetu kita akan merasakan rasa bosan dan jenuh dan disaat seperti inilah tantang terberat dalam diri apakah akan mengkuti rasa malas ini atau harus memiliki tekad yang kuat untuk menghalaunya. Hal ini terjadi dalam dua minggu terakhir ini, rutinitas lari yang saya jalankan khususnya sore hari mendapatkan godaan yang cukup berat. Rasa berat untuk melangkahkan kaki kembali menuju lokasi track running begitu berat. mau tidak mau harus dipaksakan. walau star dari rumah agak telah namun ini harus benar-benar dilakukan. akhirnya rasa malas ini benar-benar dikalahkan. untuk lari pagi sendiri alhamdulillah sejauh ini tidak mendapatkan kendala khususnya dari dalam diri, hal yang tidak bisa dihindari adalah hujan di waktu pagi. 

Sama dengan kegiatan saya yang lain, duduk bertafakur setelah shalat subuh berjamaah di mesjid hingga menjelang waktu terbit matahari dan melanjutkan dengan shalat dhuha atau shalat sunnah isroh. Selepas kepulangan dari bandung, saya tidak pernah lagi menjalani hal ini karena terkendala dengan masalah teknis dari diri saya. sudah diniatkan dalam diri, namun begitu subuh, mungkin karena bangun telat, harus melanjutkan dengan sahur sehingga begitu selesai sahur dan melanjutkan shalat sunnah qobliah subuh itu sudah menunjukkan waktu iqomah, jika saya paksakan ke islamic maka saya akan kehingan pahala shalat berjamaah secara utuh sehingga saya memutuskan shalat di mesjid depan rumah. memang harus pelan-pelan mengembalikan kebiasaan baik ini, harus kembali mengatur waktu secara lebih bijak agar tidak menyianyiakan waktu luang dan kesempatan secara lebih baik. aamiin

Tarakan, 10 / 12 / 2021
Pukul   :  02.35 dini hari

Laptop Lenovo Thinkpad i7 6 256

Saat melakukan perjalanan ke Bandung, saya menyempatkan diri mampir di Jakarta untuk ke Harco Mangga Dua yang merupakan pusat barang elektronik termasuk laptop. sekitar tahun 2009 saya pernah membeli laptop Acer aspire dan hanya bertahan sekitar 2 tahun sebelum akhirnya laptop ini raib oleh maling tepat di hari lebaran idul fitri tahun 2011. betapa kagetnya saya melihat rumah saya dalam kondisi terbuka lebar sementara saya sedang bersilatrahmi dengan kerabat. Sehingga di tahun itu juga ketika tidak lama zilan lahir saya membeli laprop toshiba yang alhamdulillah sampai sekarang saya gunakan. karena kondisi laptop toshiba ini terbilang lama, dan kualitas layar tidak terlalu maksimal sehingga saya memutuskan untuk membeli laptop baru agar menunjangan dalam pekerjaan dan juga beberapa kegiatan pengembangan diri. namun karena masih sayangnya sama laptop baru ini sampai sekarang laptop belum digunakan rutin, rencananya nanti tahun depan. sebenarnya laptop ini saya persiapkan nanti untuk melanjutkan pendidikan :) dan juga lebih diarahkan untuk membuat video atau melakukan kuliah daring via zoom karena selama ini laptop toshiba ketika tampil di zoom, ada bagian tertentu buram kehitaman sehingga cukup mempengaruhi tampilan layar zoom.

Saya sebenarnya tidak mengetahui spesifikasi laptop ini, yang dalam kepala saya hanyalah prosessornya. ini sudah intel i7, RAM 8 GB, SSD 256 layar 12 inc. harga laptop ini 6 jt, setelah beberapa kali negosiasi dan tawar menawar yang awalnya dikasih harga 7jt. jika dilihat dari toko online, harga bekas laptop ini masih disekitaran 5,6 jt, jika barunya masih sekitaran 6,9jt bahkan ada yang 6,5 jt. sampai 7 jt. sebenarnya bajetnya sudah disiapkan sekitaran ini, karena bagi saya untuk masalah pekerjaan harus didukung dengan laptop yang mumpuni, namun karena masih mulus dan sayang untuk digunakan saya belum melaunching untuk digunakan rutin palingan untuk kuliah via zoom agar lebih bagus tampilan layarnya. kedepannya saya berencana untuk membeli laptop yang notebook sekedar untuk dibawa jalan keluar kota, jika memang nanti ada rejeki :) semoga laptop memberi keberkahan dan kebaikan untuk saya dan ornang disekitar. aamin :)

Tarakan, 10 / 12 / 2021
Pukul   :  2.15 dini hari :)

08 Desember 2021

Sikap ketika mengetahui kelemahan teman

Dalam beberapa hari terakhir ini saya dihadapkan sengan kondisi yang cukup rumit, menjadi pendengar di antara teman yang saling berselisih paham, walau secara tidak langsung saya mengetahui masalah keduanya karena memang ada yang berkaitan dengan diri saya. Pada teman yang lain saya mendengarkan apa yang menjadi keluhannay walaupun ada yang dikeluhkan itu ada hal yang saya sudah ketahui dan ada yang baru saya ketahui. Untuk hal yang sudah saya ketahui ini, saya benar-benar menahan diri agar tidak mengompori, saya sebenarnya tidak punya hak untuk memperkeruh masalah yang ada, hanya sekedar mendengarkan dan tidak mengomentari kearah menambah ruamnya suasana. Saya memang tahu seperti apa penilaian tersebut, lagi-lagi saya tidak punya hak untuk mengungkapkannya sekalipun ada beberapa hal yang mungkin saya sepakat dengan teman ini. lagi-lagi saya memposisikan diri sebagai pendengar semata walaupun sebenarnya saya punya penilain tentang apa yang terjadi dan bagaimana pendapat saya tentang masalah ini dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, karena tidak bisa dipungkiri sudah cukup lama bekerja bersama. namun lagi-lagi saya tidak punya hak untuk menyampaikan itu.

Pada sisi yang lain, ketika mendengarkan ungkapan dari teman yang lain, saya juga hanya mendengarkan, saya berusaha keras tidak mau mengomentari, mungkin ada beberapa hal yang setuju dan ada beberapa hal yang mungkin saya perlu klarifikasi kembali, lagi-lagi ini kembali ke persepsi masing-masing. saya lagi-lagi berusaha kuat untuk menahan diri untuk tidak mau terlibat dalam perselisihan persepsi ini. yang saya lakukan adalah mencoba memberikan solusi bahwa sebaiknya semua dibicarakan baik-baik saja. sekalipun sebenarnya dampak yang dirasakan begitu terasa, hingga sebenarnya posisi seharusnya seperti apa juga sudah diketahui, namun kembali lagi, seberapa penting saya harus terlibat dalam perselisihan diantara teman ini. jika ditilik lebih jauh, sebenarnya ini lebih dikarenakan karena perbedaan pendapat dan pandangan, sebenarnya bisa dibicarakan secara baik-baik namun karena keduanya sudah membuat mindset masing-masing diri mereka sehingga memang sangat sulit untuk membenahinya, tugas saya sebagai teman dan sebagai bagian yang punya kepentingan diantara mereka, hanya sekedar menyanmpaikan pendapat yang bisa menemukan titik permasalahan, intinya jangan saling menyalahkan, jangan saling mengungkit kelemahan dan jangan saling curiga. bicarakan baik-baik semoga akan ada solusi terbaiknya.

Tarakan, 8 / 12 / 2021
Pukul    : 8.32 malam

Salah Menilai Teman

Ada teman yang kita anggap biasa-biasa saja sekedar kenal dan ngobrol bahkan kita tidak pernah memasukkan dalam list sebagai teman dekat atau bisa jadi menjadi kategori sahabat, namun makin kesininya dia menunjukkan kepedulian sama kita, beberapa kali mengirim pesan hanya menanyakan kabar dan saat menghubungi tidak ada niat atau modus apapun murni hanya untuk menjaga silaturahmi. Sata memiliki teman yang sudah kenal dalam kurung waktu 4 tahun terakhir ini. Sebenarnya cukup instens dulu berkomunikasi bahkan sering jalan bareng. Dalam beberapa hal, dia meminta tolong namun tidak berkaitan dengan uang ;) karena dia tahu kalau sudah masalah uang, prosesnya pasti panjang, tapi dalam beberapa kali dia meminjam uang, selalu kembalinya utuh, tanpa embel-embel, teman termasuk orang yang ingat betul jika dia memiliki utang dan tahu harus bagaimana dan sering memberikan info jika ternyata dia tidak bisa membayarnya. Itu yang saya tangkap dan rasakan dalam 2 tahun pertemanan kami. Tanpa bermaksud membanding-bandingkan, yang jelas teman ini tahu persis posisi dia. Pernah suatu ketika kami menunggu jam tayang di bioskop, saya ke toelet dan agak lama, ternyata toeletnya sudah dikunci sama petugasnya :) dan saya menghubungi dia untuk melapor ke bagian keamanan, jadilah kami tersenyum-senyum dengan kejadian ini. Sempat dia mengirimkan pesan via chat, ketika ngobrolkan tentang sesuatu, dia menyampaikan, kalau dia lagi ngobrol sama saya, katanya suka karena adem :) wkwkw spontan saya tertawa. jika dihitung-hitung sudah banyak kisah dan cerita yang kami lalui, sehingga saya sedikit banyak tahu tentang teman ini bahkan dia cukup terbuka jika dalam mengobrol.

Satu tahun belakangan ini, komunikasi kami kurang intens, paling hanya saling komentari story, karena berada di daerah yang berbeda sehingga sulit sekali untuk bertemu. ada yang salah dengan saya, ketika bulan lalu saya ke bandung saya tidak mengabari, mungkin karena ingin fokus dengan kegiatan yang saya ikuti dan memang kondisi saat itu dia berada di luar bandung. Terjadilah obrolan kemarin malam. dia menyampaikan kapan main ke bandung lagi.Akhirnya saya jujur kalau saya baru saja dari bandung dan meminta maaf tidak mengabari. berbeda dengan cerita disebelumnya tentang teman yang sengaja tidak dikabari, untuk teman ini benar-benar lupa saya kabari, padahal sudah ada rencana untuk jalan minum ronde ala bandung  di tempat yang biasa kami datangi dulu :). 

07 Desember 2021

Belajar Mengendalikan Emosi / Marah

Kemarin ada kejadian yang benar-benar menguji kesabaran, namun karena sudah terbiasa dan terlatih mendengarkan keluhan yang itu-itu saja dan dari orang yang itu-itu juga, alhamdulillah saya masih bisa mengendalikan amarah marah yang biasanya meledak-ledak. Sebenarnya ini tidak lain karena di dalam diri sudah terbiasa dengan kondisi ini, dan untuk beberapa bulan belakangan ini saya belajar untuk mengendalikan dalam situasi apapun, di tempat kerja, saat mengajar dan bahkan ketika di rumah. dalam beberapa kesempatan saya belajar memahami, situasi apa yang bisa mudah memancing saya untuk marah, biasanya karena efek kecapean entah karena banyaknya kerjaan atau kecapean karena efek overtraining. memang dalam kondisi itu mudah sekali memancing emosi tanpa melihat kondisi dan situasi yang penting asal luapkan saja amarah. belum lagi jika melihat anak-anak yang saling ganggu dan tidak ada yang mau mengalah, ini juga paling sering memancing emosi kemarahan.

Nah, karena sudah mulai mengendalikan emosi walau sebenarnya tidak mudah, harus benar-benar harus menguasai situasi dan mengendalikan diri. kestabilan diri yang menjadi penentu, sebenarnya ketika mengikuti amarah itu sangat melelahkan, jantung kita berdetak kencang, mata kita melotot dan merah, emosi kita dalam kondisi tak terkendali, dan efek setelah marah itu yang bisa menjadi jangka panjang. seperti yang ada dalam pemberitaan media, banyak saja masalah yang timbul karena tidak mampu mengontrol emosi marah ini, mulai harus berurusan dengan orang, berurusan dengan kepolisian, cemburu buta hingga ada yang menghabisi nyawa orang lain. tentunya kita tidak ingin itu terjadi pada diri kita. wallahua'alam bishawab

Tarakan, 7 / 12 / 2021
Pukul   : 8.09 pagi

Sudut Pandang Orang

Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda, sama halnya dengan kita sendiri, kita memiliki batasan atau ukuran dalam melihat sesuatu, nah disini biasanya peluang terjadinya gesekan dengan orang lain. Hal yang sederhana, semisalnya kita memandang sesuatu, kita menganggapnya itu seperti ini diwaktu yang bersamaan orang menganggapnya seperti itu, yang jelas parameternya berbeda. Hal yang sepelepun demikian, kita kita anggap sesuatu sepele namun bagi orang lain sangat serius, sebaliknya kita menganggap sangat serius orang lain menganggap sepele bahkan cenderung tidak menganggap penting. Dalam posisi ini kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada orang lain, sekalipun itu orang yang terdekat dengan diri kita, karena mereka memiliki pandangan masing-masing. Masalah kemudian jika suatu yang posisinya sangat urgen dan penting, nah disini ruang diskusi dan negosiasi harus dibuka selebar-lebarnya mana yang bisa dilakukan bersama mana yang masing-masing pribadi.

Perbedaan sudut pandang ini juga berpotensi menimbulkan konflik. dengan sejuta pandangan dan persepsi kita miliki tidak bisa memaksakan sepenuhnya sama orang lain terkecuali posisi atau relasi kita dengan lawan bicara adalah horizintal, yang bisa kita lakukan adalah mengiyakan dan melaksanakan perintah namun akan beda jika posisi kita vertikal, ada kesejajaran, yang bisa kita lakukan adalah bernegosiasi, apa yang bisa kita share dan apa yang bisa kita terima, termasuk dalam hal ini apa yang bisa kita maklumi apa yang tidak bisa dimaklumi, apalagi berkaitan dengan kepentingan bersama, ego kita harus turun frekuensinya, pandangan logis kita lebih kita utamakan dalam ruang negosiasi tersebut dan terpenting "perasaan" kita semampu kita kendalikan jangan sampau terbawa dan terpancing sehingga kita tidak bisa berpikir secara jernih dan logis. Intinya kenali sudut pandang orang, cek sudut pandang yang kita miliki, negosisiasikan apa yang bisa, buat kesepakatan dan laksanakan kesepakatan bersama.

Tarakan, 7 / 12 / 2021
Pukul   :  2.23 dini hari

06 Desember 2021

Jangan sekedar berbuat baik

Sebenarnya tidak ada halangan dalam berbuat baik, namun hal yang harus kita perhatikan adalah apakah kebaikan yang kita berikan itu timingnya pas atau kita hanya sekedar melakukan itu tanpa memperhatikan timing. semisal saya sedang melakukan sesuatu dan sebenarnya disaat itu saya membutuhkan sesuatu barang atau hal lain yang betul betul saya butuhkan, setelah semua sudah saya lakukan dan posisi saya sedang tidak melakukan apa-apa ternyata di beberapa menit kemudian, barang yang tadi kita butuhkan ditawarkan oleh orang lain, padahal waktu untuk membutuhkan barang itu sudah selesai dan sudah terpenuhi, lantas ini barang ditawarkan untuk kebaikan apa? ditolakpun sayang, seolah tidak menghargai tawaran kebaikan tersebut namun diterimapun terkadang menjadi mubazir karena kita sudah tidak membutuhkan. 

Berbuat baik agar lebih bermanfaat harus melihat waktu dan tempat serta orangnya. mungkin alangkah baiknya kita tetap mempertimbangkan, kapan waktu yang tepat untuk berbuat baik itu kita lakukan karena bagaimanapun, ketika kebaikan yang kita berikan tepat waktu dan sasaran maka kebaikan itu akan semakin terasa kehadiran dan manfaatnya, dan kita juga tidak terkesan asal membantu dan memberikan kebaikan. kebaikan yang kita berikan bukan hanya memberikan manfaat kepada sipenerima akan tetapi kebaikan itu kehadirannya tepat kita rasakan karena kita telah memberikan diwaktu yang dibutuhkan dan orang yang tepat yang menerima. Jangan menyia-nyiakan kebaikan yang kita berikan, secara alami kebaikan itu akan kembali ke diri kita sendiri manfaatnya akan tetapi alangkah baiknya jangan anggap sepele timing kebaikan yang kita berikan, karena itu menunjukkan kita peduli dengan orang tersebut, kita tahu apa yang dibutuhkan saat itu dan  yang terpenting kita tidak terkesan asal melakukan kebaikan, atau kita tidak terkesan egois :)

Tarakan, 6 / 12 / 2021
Pukul   : 23.58 malam

Ketika (merasa) dizalimi teman

Dalam sebuah hadist ibnu Majjah dan dihasankan sebagian ulama disebutkan ada tidak doa yang pasti diijabah dan tidak diragukan lagi, yang pertama doa orang terzalimi, doa orang sedang safar dan doa orang tua keanaknya. Pernah suatu ketika, saya dalam posisi safar (musafir) dalam suatu kota, ada kejadian yang luar dugaan dari seorang teman yang tiba-tiba mengeluarkan kata-kata yang dalam penilaian saya cukup kasar dan tidak pernah selama ini teman ini mengeluarkan kata-kata seperti ini, mungkin dia tersinggung dengan perkataan saya yang tidak ada maksud dan tidak seperti dia tuduhkan. saya klarifikasi saya tidak ada maksud lain, hanya menawarkan, kenapa ditanggapi seperti ini.  kenapa tiba-tiba marah. Apakah  tawaran kebaikan itu membuat dia tersinggung? padahal sangat sederhana, dia cukup menjawab, ngapaian juga harus seperti itu mending saya pulang aja. cukup sesederhana itu tapi entalah namun teman ini menangkapnya kalau perkataan itu membuat dia tiba-tiba marah "besar" dan akhirnya kalimat yang keluar cukup kasar :( dan benar-benar menyakitkan buat saya. Seketika kata-kata itu membuat syock dan tidak berdaya, kenapa harus keluar dari mulut teman ini yang selama ini sudah dianggap sebagai saudara dan dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya itu tidak ada masalah. Saya mencoba menenangkan diri dan meminta  untuk sendiri (ga usah ditemani) tapi dia malah mengatakan jangan kayak anak kecil :( (dalam diri lah kenapa tadi marah? berarti saya dianggap sebagai anak kecil donk?. lagi-lagi saya mencoba menenangkan diri dan berdoa untuk kuat dalam kondisi seperti ini. (sebenarnya cerita ini ada dalam tulisan bulan lalu). saya coba belajar untuk memahami kondisi kenapa sampai saya berespon dan merasakan seperti ini, kenapa sampai merasa tertampar dengan perkataan teman ini.

Sekalipun sudah berusaha ikhlas dan kuat dan juga sudah memaafkan teman ini, ketika saya dengan jujur bahwa saya sangat sakit dengan ucapan dia tadi dan dia sudah meminta maaf saat itu juga. Saya harus berusaha keras meyakinkan diri untuk jangan menyimpan dalam hati, jangan sampai menjadi benih dendam dalam hati, saya coba ikhlas dan ridho, bukannya sudah dimaafkan? namun lagi-lagi saya membuatkan sesuatu yang bisa menguatkan diri saya, saya memilih untuk melaksanakan shalat dan membaca alqur'an sambil berdoa agar saya dikuatkan dan ikhlas dengan apa yang saya lalui. Saya mencoba mengikhlaskan diri dan tetap berprasangka baik namun sebagai manusia biasa rasa sakit yang belum sepenuhnya hilang hingga ketika beberapa jam kemudian (sekitar 8 jam) saya berjumpa dengan rekan yang lain dia melihat kalau ekspresi saya tidak seperti biasa, auranya lain semacam lagi marah besar, saya jujur sama rekan ini kalau saya barusan ada salah paham dengan teman namun sudah clear, yang ada sekarang sisa-sisanya semalam.

Memang tidak mudah untuk lalui semua ini, menguatkan diri dan terus berdoa ini menjadi perisai dalam diri ketika menghadapi dan harus bisa melewati semua. Walau sebenarnya tidak ada masalah lagi dengan teman itu, saya sejak kejadian itu masib tetap berkomunikasi via chat. memang sic ada aura-aura agak "dingin" namun sikap dia seperti ini bukan hal yang baru, sudah sering malahan hehehe kadang tidak bisa ditebak, lagi enak-enaknya ngobrol bahkan sampai bercanda namun dalan suatu kondisi teman sangat "marah" dengan perkataan yang mungkin bagi saya sepele namun bagi tidak hal yang serius. kadang juga ketika ada hal-hal tertentu entah itu apa, hanya teman yang tahu pasti bawaan saat chatnya itu agak dingin, jawabannya hanya sekedar jawab, tidak seperti lagi bagus-bagusnya, ada feedback dan ada "nyawa"nya dalam onrolan chat. saya tidak serta merta menyimpulkan kalau teman ini moody, namun dalam beberapa kesempatan memang mengarah kesana. ketika lagi senang dan baik-baiknya semua terasa sekali dalam chat, bahkan sesering bercanda dan benar-benar konek dengan saya namun suatu waktu balasan chat menjadi dingin, obrolan menjadi garing dan basi. 

Kembali ke topik awal, mengingat kejadian itu adalah teman sendiri, saya tidak pernah terlintas untuk balas dendam, padahal saya punya hak untuk itu, atau saya memilih mendoakan keburukan buat dia, karena doa orang yang terdzalimi itu langsung diijabah, akan tetapi saya tetap memilih mendoakan kebaikan untuk teman ini, semoga dia lebih baik lagi dan bisa mengontrol emosi, jangan cepat menyimpulkan apalagi dengan orang yang selama ini sudah kenal baik.  Walaupun sesekali godaaan dan rasa sakit yang ada itu muncul untuk kembali mengungkit apa yang sudah terjadi. ini hanya bagian kehidupan, tidak mungkin saya menuruti hal seperti itu, memang ini menjadi pelajaran penting dalam bersikap dan berkomunikasi, sekalipun terkadang rasa takut kembali akan mengalami hal seperti ini, namun hal itu harus benar-benar dikendalikan. cukup sudah memaafkan dan tidak perlu diungkit lagi dan jangan menyinggung hal ini jika suatu saat bertemu atau dalam obrolan-obrolan dalam chat, sekalipun tidak bisa dipungkiri agak membuat perubahan dalam kami berkomunikasi, intinya hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan tidak mengulangi hal-hal sudah terjadi.saya belajar untuk menerima dan memahami kondisi ini.

Tarakan, 6 / 12 / 2021
pukul    : 11.55 pagi

04 Desember 2021

Uda Sudahin Aja

Ini berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah biasa  dilakukan. memang tidak mudah ketika ada kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging dan sudah kita jalankan jauh sebelumnya bahkan sudah mengikuti sejak menginjak masa remaja, maka akan ada selalu celah untuk kembali dan terus kembali melakukan terlebih lagi jika ada moment yang mendukung. Memang ada ungkapan bahwa kita tahu bahwa itu salah / tidak benar tapi kita tetap aja melakukan,. kita sadar bahwa itu tidak benar tapi tetap saja kita lakukan. kenapa? bisa jadi karena kita menyepelekan bahwa itu merupakan benih-benih kemaksiatan atau bisa jadi kita anggap karena masih dosa kecil sehingga kita mengabaikan. entahlah apa yang menjadi pendorong kita kita melakukan itu semua. Namun makin kesininya makin disadarkan bahwa hal itu salah, kita pelan-pelan menjauhkan atau mengurangi intensitas perbuatan yang sepelekan. namun sadari tidak sadar, tahu atau tidak tahu, setiap perbuatan yang kita lakukan akan senantiasa mendapatkan ganjaran, perbuatan buruk akan mendapatkan imbalan buruk sebaliknya perbuatan buruk akan memberikan imbalan buruk, imbalannya akan berefek bukan hanya pada diri kita namun juga orang-orang disekitar kita. mau sampai kapan terus seperti ini, sudah perlahan sudahi dan lepaskan.

Ada pula suatu titik kita merasa bosan dengan kebiasaan dan tingkah laku seorang teman. bukan berarti kita sempurna namun lebih pada mengingatkan bahwa dia harus konsisten dengan apa yang dia lakukan. saya mengenalnya sudah sejak lama sejak awal 2017 di bandung. sudah banyak saling berbagi cerita dan keluhan. satu hal yang selalu dikeluhkan dan sesalkan kok saya sampai seperti ini, kok saya sampai sejauh ini. ini muncul ketika lagi berat-beratnya dia mendapatkan masalah, saya sebagai teman bahkan karena sudah menganggap sebagai saudara, sering mengingatkan ok cut semua hal-hal yang mengarah kesana, sudah dijalankan namun hanya berlangsung beberapa saat dia berulah dan mengulangi dan menyesali dan sedih dengan itu. anehnya dalam catatan saya ini sudah sekian kalinya. saya mengingatkan terakhir kemarin ketika dia curhat, saya hanya bilang ga cape terus seperti ini ?? tanpa banyak bicara dan ngomong saya tidak mau banyak menasehati lagi, saya hanya ingatkan dan tegaskan bahwa dia harus keluar dari lingkaran syeitan ini  sudah lepaskan semua hal yang kurang baik untuk dia. sudah saya sampaikan dan saya tegaskan kalau dia harus bersikap dan sejujurnya  saya sudah beberapa kali dibuat kecewa dengan teman ini dengan sikap dia yang seperti itu dan saat ini saya berprinsip ok sudah saya sampaikan sekarang ini, terserah tapi kalau ada apa-apa lagi jangan ngeluh begini begitu, karena itu sudah konsekuensi dari sikap ketidakkonsistensinya. 

Tarakan,  4 / 12 / 2021
Pukul   : 6.46 malam

Jangan menunda melakukan kebaikan

Jum'at kemarin menjadi jumat yang sangat spesial, selain menjad hari raya dan hari istimewa bagi umat islam, kemarin bertepatan dengan hari milad saya,  alhamdulillah hari yang sangat spesial karena tanggal 3 desember 1982 itu jatuh hari jum'at dan alhamdulillah tanggal 3 Desember 2021 juga terjadi di hari jum'at. sebenarnya ini kebetulan harinya sama dan qadarallah juga bertepan hari jum'at yang menjadi hari yang penuh berkah bagi kita ummat islam. Diawali dengan subuh dengan tidak menyianyiakan waktu terbaik dalam bersedekah karena pada pagi tersebut malaikat akan mendoakan setiap orang bersedekah. sebagai ada dalam hadits yang riwayatkan Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda : "ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa " Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak." Malaikat yang lain berdoa " Ya Allah, berikanlah kebangkrutam bagi yang enggan bersedekah". Atas taufiq Allah subhannah wata'alah, setiap awal bulan saya membantu memberikan infaq beras untuk anak yatim duafa dibawah asuhan yayasan baitul maal hidayatullah, yang kebetulan pengelolahnya adalah ust yang mengajari kami tahsin. alhamdulillah walau awalnya sempat ragu untuk bisa rutin menunaikan ini, namun makin kesininya makin sadar bahwa rejeki sudah ada yang mengaturnya dan Allah tidak akan meninggalkan seseorang sebelum rejekinya sudah diberikan semuanya. Karena awal bulan biasanya juga saya menyisihkan 1 lembar uang merah di mesjid depan rumah yang biasa sudah saya siapkan pada saat alat jum'at tapi kemarin saya memajukan pas di saat subuh kebetulan shalat disitu karena biasanya saya shalat di islamic center:)

Karena kemarin hari yang berbahagia, saya menghubungi teman yang sudah seperti saudara sendiri (yang sempat marah-marah waktu ketemu wkwkwkw), saya mengirimkan pesan untuk mentraktir dia :) siangnya saya sempt meniatkan untuk menyisihkan juga untuk mesjid depan kampus, karena kondisi siang itu akan rapat maka saya menunda mengambil uang di ATM. begitu sore selepas pulang kerja, sempat saya berputar-putar menyari ATM dan posisinya agak jauh dari kampus, namun karena sudah niat saya harus kembali ke kampus untuk mampir di mesjid.  dan kemarin saya menutupnya untuk menyetor setoran kurban pada bendahara mesjid depan rumah. jadi tersisa 1.5 juta lagi yang harus dibayarkan sebelum lebaran idhul adha tahun 2022, insyaAllah dimudahkan. aamiin. Alhamdulillah kemarin semua niat untuk berbagi dan bersedeqah bisa terwujud. Hanya keridhoaan Allah yang saya harapkan dan sekalipun jumlahnya tidak seberapa paling tidak menyadarkan bahwa rejeki yang kita dapatkan ada hak orang lain. sekalipun kita tidak mengeluarkan maka hak itu akan keluar sendirinya dari harta yang miliki entah dari kehilangan barang yang kita miliki, sakit yang kita derita sehingga kita kembali mengeluarkan uang atau dengan cara yang lain. Semoga niat baik ini selalu hadir dalam sanubari untuk tetap menjalankan. aamiin

Tarakan, 4 / 12 / 2021
Pukul   : 5.25 sore

03 Desember 2021

Perayaan kecil

Perayaan kecil atau lebih tepatnya ungkapan syukur atas segala nikmat umur dan karunia serta rejeki yang telah diberikan Allahu subhannah wata'alah. Ini perayaan setiap milad anggota di rumah, selalu diusahakan dengan membelikan kue tar atau sejenisnya atau biasanya juga dengan tumpeng. Alhamdulillah untuk saya, sudah dua kali disediakan tumpeng. walau acara ini hanya dalam lingkungan keluarga maka acaranya tidak ada persiapan khusus, kadang-kadang anak-anak menyiapkan surprise untuk setiap anggota keluarga yang milad. apalagi anak-anak, sudah dibicarakan jauh jauh hari sebelumnya sehingga bahasan tentang kue apa yang disiapkan selalu akan diungkapkan anak-anak. mungkin cara ini membuat mereka senang dan termasuk menjadi moment untuk mengingatkan untuk mereka bersyukur karena sudah diberikan  umur dan kesehatan hingga seperti hari ini dirasakan.

Sebenarnya bukan tradisi kami dalam merayakan milad ini, namun pertimbangan acara ini hanya khusus untuk anggota keluarga di rumah sehingga kami menyambutnya (bukan merayakan) dengan keluarga ini dan untuk kebersamaan, memang khususnya saya paling susah mendapatkan waktu untuk bisa duduk bersama, bercanda bersama bahkan berfoto bersama. hanya moment-moment lebaran saja itupun terkadang ada satu atau dua anggota keluarga kondisinya kurang mood (kurang bersahabat) atau sudah keluar bermain bersama temannya.  moment kebersamaan menjadi barang mahal bagi keluarga kami yang sederhana ini, kami tidak muluk-muluk kami tidak berekspektasi labih jauh. yang penting saat ini kebersamaan dan keceriaan bersama yang lebih utama. semoga kami ddijadikan hamba-hamba yang senantian bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. aamiin

Tarakan, 3 / 12 / 2021
Pukul   : 22.09 malam

39 tahun

Alhamdulillah wasyukurillah, dini hari ini, saya telah memasuki usia 39 tahun. usia yang lumayan matang untuk menjalani kehidupan ini bahkan ini menjadi masa-masa berjuang dalam kehidupan fana ini. entah sudah berapa banyak yang sudah saya lewati, entah sudah berapa banyak hal sudah diwujudkan, dalam kondisi seperti sekarang ini nikmat iman dan kesehatan menjadi hal yang sangat mendasar dalam kehidupan ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa usia seperti sekarang ini bukan lagi digunakan untuk hal-hal yang sia-sia semua harus dipikirkan matang-matang seperti apa kedepannya.sudah begitu banyak yang diraih, sudah begitu banyak yang dilewati, sudah sepantasnya hamba menjadi orang yang bersyukur atas segala apa yang diberikan dan apa yang telah dilewati. semua terbaik untuk diri kita, walau terkadang karena keterbatasan ilmu yang dimiliki belum bisa memahami sepenuhnya namun semangat tawakal yang terus menggemah dalam sanubari, hati dan pikiran.

Sudah tidak ada lagi kata membuang-buang waktu, sudah tidak ada lagi kata melewatkan semua tanpa memberian arti yang begitu mendalam, bila dilihat kalender jauh di tahun 1982, hari ini menjadi hari persis sama dengan tahun 1982, tanggal 3 Desember 1982 itu jatuh pada hari jum'at seperti hari ini, artinya saat 39 tahun lalu saya dilahirkan di hari jum'at dan hari ini hari dan tanggal ini terulang kembali. segala syukur yang dipanjatkan kepada Allah subhannahwata'alah atas rahmat dan karunia umur yang diberikan sampai saat ini, semoga rejeki umur dan amanah yang dititipkan ini dapat saya manfaatkan dengan baik dan memberikan hal-hal yang baik bagi diri saya dan orang lain. insyAllah, aamiin ya rabbal alamin.

Tarakan, 3 / 12 / 2021
Pukul    : 03.12 dini hari

02 Desember 2021

Amalan yang diterima (renungan)

Dalam beberapa hari terakhir ini, ada beberapa ungkapan yang menjadi penurungan diri, apakah amal shaleh yang sudah dilakukan ini akan diterima Allah subhannah wata'alah. walau sebenarnya dalam penjelasan ustat-ustad yang pernah saya dengar amalan-amalan shaleh itu ganjarannya surga Allah. selama amalahan shaleh itu kita jalankan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Allah subhannah wata'alah. Namun bukan tugas kita sebagai manusia menghitung-hitung apa saja amalan shaleh yang sudah kita lakukan, biarlah tugas muliah ini menjadi tugas pokok malaikat pencatat amal, yang harus kita lakukan adalah jangan lelah berbuat amal shaleh dan terus terbuat tanpa lelah dan harus mengharapkan keridhoan Allah. kita tidak pernah tahu amalan mana yang benar-benar yang mengantarkan kita ke surga Nya. karena tidak pantas kita menghitung-hitung apa yang sudah kita kerjakan.

Pernah suatu riwayat ketika  Aisyah r.a  bertanya kepada Rasulullah yang Shalat tahajud sampai bengkak kakinya dan bukan kah Allah sudah mengampuni dosa beliau saat ini dan akan datang? ,Rasulullah menjawab " tidak boleh kah aku menjadu hamba yang banyak bersyukur?. apapula riwayat yang mengatakan bahwa seseorang akan masuk surga jika mendapatkan rahmat Allah. ketia Aisyah berkata Rasulullah bersabda " tujulah kebenaran, mendekatlah, bergembiralah, bahwa sesungguhnya tidak satupun dari kalian yang dimasukkan ke dalam surga (karena) amalnya" sahabat bertanya : tidak juga tuan, wahai rasulullah" tidak juga aku, kecuali bila Rabbmu melimpahkan rahmat dan karunia padaku, dan ketahuilah bahwa amalan yang disukai Allah adalah yang paling rutin meskipun sedikti. teruslah berbuat amal shaleh, luruskan niat dan untuk mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan, 2 / 12 / 2021
Pukul   : 7.56 pagi

Peristiwa subuh ini :)

Subuh ini ada kejadian unik, mungkin karena kondisi hujan lebat dan ada beberapa kali disertai gemuruh guntur. seperti biasanya azan berkumandang di tengah kerasnya panturan suara hujan yan jatuh di genteng rumah-rumah warga, namun muazin tetap mengumandan hingga akhir. Sayapun ketika itu masih harus menyelesaikan sahur dan harus melakukan rutinitas sebelum bergegas ke mesjid. mungkin karena sudah selesai waktu menunggu untuk melaksanakan shalat sunnah, muazinpun qamat. tidak seperti biasanta muazin ini menyuarakan iqomah dalam kondisi hujan seperti ini, ini terbilang cepat dari biasanya karena biasanya muazin menunggu hingga beberapa saat paling tidak setelah imam datang. karena sudah tidak sempat lagi menunaikan shalat sunnah subuh, saya segera bergegas ke mesjid, namun ada yang mengganjal kenapa tidak terdengar suara imam seketika saya lihat dari pintu rumah, rupanya muazin ini menjadi imam shalat tanpa menggunakan mic dan posisinya bukan di posisi imam yang seperti biasanya. dan pak imam sudah mengukuti dari belakang. saya dan salah satu jamaah yang lain menyusul dan memberikan kode kepada pak imam agar mundur ke belakang untuk melengkapi saf dengan jamaah yang lain. ada yang mengganjal, muazin ini tidak mengeluarkan  suara sama sekali, padahal beliau biasanya mengeluarkan suara. namun saya sudah tidak mempermasalahkan dan tetap melanjutkan shalat. begitu selesai shalat, saya melanjutkan rakaat yang tertinggal dan saya mengeluarkan suara untuk melengkapi satu rakaat. begitu salam, tidak lama pak muazin bilang ke pak imam, saya tadi shalat sunnah, tapi klarifikasi bukannya tadi sudah iqomah? kata muazin tetap iqomah tapi masih menjalankan shalat sunnah sambil menunggu jamaah yang lain. seketika kami tersenyum dan pak imam menyampaikan kalau begitu kita kembali shalat subuh secara berjamaah seperti biasanya dan kamipun tetap mengikuti :) dalam hati semoga shalat saya tadi yang awalnya memang diniatkan untuk shalat sunnah bisa diterima Allah subhannah wata'alah. aamiin

Memang kondisi subuh tadi kurang kondisif dengan cuaca, sang muazin tetap iqomah namun menjalankan shalat sunnah subuh setelahnya dan kami berpositif thinking saja ketika muazin yang serta merta didaulat menjadi imam tidak memberikan israta jika sedang melaksanakan shalat sunnah :) ini memang cukup problematis, mungkin karena keterbatasan ilmu yang kami miliki kami menjalankan seperti yang saya ceritakan di atas :) mungkin karena keterbatasan ilmu ini kami melaksanakan seperti itu dan menjadi pelajaran untuk kedepannya, agar hadir di mesjid lebih awal agar bisa berkomunikasi dengan jamaah agar tidak terjadi miskomunikasi, saat orang sedang menjalankan shalat sunnah malah tiba-tiba didaulat menjadi imam dan muazin tidak mengetahui cara menyampaikan jika dia hanya shalat sunnah belum shalat fardu :) kami kembali menyempurnakan shalat subuh karena menganggap niat muazin yang jadi imam itu melaksanakan shalat sunnah bukan shalat subuh :) semoga Allah mengampuni dosa-dosa kami dan menerima amalan yang telah kami laksanakan tadi subuh. aamiin\

Tarakan, 2 / 12 / 2021
Pukul    : 6.25 pagi

01 Desember 2021

Berbohong disaat yang tepat

Pengalaman yang benar benar beharga. Sebagai kutipan awal, ikuti kata hati, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok dan kedepannya. Yang pasti kata hati itu benar benar mengarahkan kebaikan untuk kita selama itu sesuai dengan koridor yang ada. Bahkan kata itu ketika menginstruksikan untuk tidak jujur. Hal ini kita lakukan tidak lain untuk kebaikan dan kepenting  diri. Beberapa hari bahkan beberapa minggu baru terungkap. ternyata apa yang kita sembunyikan itu memberikan kebaikan untuk diri sendiri. seandainya jika kita jujur saat itu tentang keberadaan diri ini mungkin akan lebih kecewa jika ternyata yang hari ini alami tidak sesuai ekspektasi.

saat itu memang dengan sadar dan mengakui bahwa saat itu kita berbohong untuk menghindari masalah yang lebih besar dan sejauh dalam pandangan saya tidak ada yang dirugikan dengan apa yang diri ini lakukan.merasa menahan diri untuk sementara tidak mengungkapkan sebenarnya karena dalam hati ini benar-benar mengarahkan seperti ini, sudah pasti alasan positif menjadi dasarnya, karena kita jujur pada kondisi sebenarnya secara tidak langsung kita membuka pintu dosa dan menjadi menzalimi diri sendiri. Ternyata benar kondisi yang ada saat ini mengungkapkan bahwa kondisinya diluar dugaan saya, benar-benar hal-hal yang selama ini dihindari terjadi, saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa kondisinya ini bukan seperti yang diharapkan lebih tepatnya hal yang sangat-sangat dihindari. benarlah sudah ketidakjujuran saya sudah menyelamatkan saya pada kezaliman yang lebih besar, kemudaratan yang tidak diinginkan, inilah kenapa suara hati itu benar-benar mengarahkan kita pada jalan kebaikan yang selama ini tidak kita duga-duga. wallahualam bishawab.

Ditulis : 30 / 11 / 2021 
Pukul : 16.30
Diposting : 1 / 12 / 2021
Pukul   : 18.02

Assalamualaikum Desember

Alhamdulillah kita sudah dipengujung tahun. hari ini telah memasuki bulan Desember, bulan yang menjadi penanda bahwa akan berakhirnya  tahun masehi yang sedang berjalan ini, bulan yang menandakan juga bahwa bulan ini adalah bulan kelahiran saya :).  Bulan desember masih banyak menyimpan harapan besar sebelum berakhirnya tahun ini. masih banyak yang harus diselesaikan di kerjaan, masih banyak target-target yang harus ditempuh,, mulai dari mempersiapkan audit dan akreditase institusi, harus mempersiapkan kembali semua keperluan, kembali mengaktifkan tim yang sudah dibentuk, mulai bekerja kembali dari awal, mengumpulkan semua berkas-berkas yang ada, merangkai kembali kata-kata yang menggambarkan apa yang sudah kita lakukan selama kurang waktu 5 tahun ke belakang. dan masih banyak lagi yang harus dikerjakan

Untuk diri saya sendiri, ini merupakan moment untuk perenungan diri, saya harus lebih banyak mempersiapkan diri untuk pengembangan diri, saya harus lebih banyak lagi melakukan hal-hal yang bermanfaat. saya lebih teliti lagi dalam mengambil keputusan dan melakukan sesuatu, ingatlah bahwa banyak impian yang harus diwujudkan dan membutuhkan kerja keras dan konsisten untuk mewujudkan itu semua, tidak ada yang instan, jangan hanya bermimpi tanpa melakukan upaya apapun karena waktu terus berputar dab berlalu hingga membawa kita pada titik semua harus dihadapi dan dijalani sudah tidak ada lagi kata nanti dan tunggu karena waktunya telah tiba untuk mwujudkan impian, jika hanya bermimpi tanpa iktiar dan doa maka itu hanyalah khayalan belaka. terus berjuang dan berusaha, doa, ikhtiar dan tawakal kuncinya. sekali lagi selamat datang desember semoga memberikan banyak kebahagiaan dibulan ini. aamiin

Tarakan, 1 / 12 / 2021
Pukul   :  17.59

30 November 2021

Catatan Orientasi : Perawatan jangka panjang (PJP) lansia

Kemarin saya diamanahkan oleh organisasi profesi untuk membawakan materi perawatan umum dan khusus pada lansia pada acara orientasi dan sosialisasi perawatan jangka panjang. ini merupakan rangkain kegiatan yang sebenarnya sejak bulan agustus direncanakan namun baru terealisasi saat ini karena kesibukan di dinkes yang fokus untuk pemberian vaksinasi lansia. Kemarin itu diawali dengan materi dari kemenkes yang membahas tentang kebijakan Perawatan Jangka Panjang. ini berkaitan dengan kondisi lansia yang 25% mengalami masalah kesehatan dan ada beberapa diantaranya mengalami ketergantungan dan berada di keluarga, sehingga keluarga perlu diberi pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang caregiver informal. ini membutuhkan pelatihan khusus untuk bisa melakukan perawatan sehari-hari.  Banyak hal yang disampaikan misalnya mengenai sasaran PJP lansia ini, dimanapun posisi lansia yang sedang membutuhkan ketergantungan total / sebagian  (berat dan sedang) menjadi target pemberian PJP misalnya berada di panti, di keluarga yang bisa menjadi caregiver informal seperti keluarga, kader, relawan peduli lansia,  atau petugas panti. Prinsip yang djalankan adalah prinsip holistik (bio-psiko-sosio-spiritual) dan prinsip continuum of care. Pelaksanaan PJP di puskesmas, diketuai oleh kepala puskesmas, dan anggota terdiri dari pertama care manager (pemegang program lansia yang bertugas komunikasi, koordinasi, integrasi, advokasi, negosiasi, memberi semangat tim. kedua case finder tenaga kesehatan, kader posyandu lansia / posyandu tugasnya mengidentifikasi masalah kesehatan dengan monitoring individu/keluarga/ masyarakat melalui homevisit, pertemuan, observasi, dan pengumpulan data. Narasumber dari dinkes ini memberi masukan kepada panitia sebaiknya PJP ini dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan 2-3 hari seusai pedoman pelatihan PJP lansia.

Pemateri kedua, IDI karena yang banyak dibahas adalah masalah kesehatan jiwa lansia maka dokter jika yang diutus untuk menyampaikan materi ini mengenai pengelolaan dimensia. alzeimer pada lansia, mengelola stres dan satu tambahannya adalh pemberian gizi pada lansia. saya sendiri membawakan materi perawatn khusus dan umum. sebenarnya ini lebih banyak pengulangan materi saat memperlaji kebutuhan dasar manusia saat pendidikan. materinya menjaga keberishan diri (mandi, keramas, gosok gigi, gunting kuku) kemudian ada membatun mobilisasi, bahkan membantu buang air besar dan kecil. sebenarnya masih ada beberapa materi yang belum disampaikan dalam materi ini. misalnya bagaimana pertololongan kegawatdaruratan pada lansia dan pemutaran beberapa video yang berkaitan dengan keterampilan caregiver. saya sendiri ini menjadi pengalaman pertama sebagai narasumber di tingkat propinsi. kalau selama ini hanya sebatas dalam area PPNI walau sebenarnya juga pesertanya dari beberapa daerah di kalimantan utara ini. selama zoominar ada beberapa sharing yang berkaitan dengan materi ini dan bagaimana pelaksanaan PJP di lapangan. memang karena masih baru dan baru disosialisasikan makanya ini belum terlalu in. dan saya sampaikan sebagaimana melibatkan lintas program dalam mengindentifikasi kondisi lansia yang ada dalam wilayah kerja puskesmas. secara pribadi alur kerja di dinas kesehatan propinsi dan bagaimana korelasinya dengan dinas kota / kabupaten juga saya belum terlalu paham tapi paling tidak sudah ada pengalaman saat praktik kuliah S2 di sumedang. kedepannya lebih mempersiapkan diri dan saya tadi berkomunikasi dengan panitia yang kebutulan alumni saya 12 tahun lalu :) sejauh ini masukannya bagus dan kami saling share. pengalaman yang sangat baik dan pengalaman untuk kedepannya agar lebih paham kondisi yang ada tentang materi yang disampaikan.

Tarakan, 30 / 11 / 2021
Pukul   : 13.31 siang

25 November 2021

Jangan Bangga Dengan Dosa

Manusia tempatnya salah (dosa). Memang kita tidak pernah bisa lepas dari namanya doa, suatu waktu posisi iman kita begitu lemah sehingga mudah sekali perbuatan dosa. padahal jelas disebutkan dalam alqur'an bahwa dosa / kesalahan yang kita buat itu termasuk dalam mendzalimi diri sendiri. Bukan orang lain yang harus kita salahkan namun lebih ke arah diri kita yang tidak mampu menghindari atau mencegah perbuatan dosa kita. Entah ilmu kita yang masih sedekit sehingga cahaya iman kita mudah redup, sering kali terjatuh dalam lubang kesalahan / dosa padahal kita sudah berusaha kuat membentengi diri, semua itu karena kelalaian kita. Memang ada hal-hal benar-benar tidak bisa kita hindari, dorongan nafsu dunia begitu besar hingga menggelapkan logika kita bahkan amarah terpancing hingga menguasai diri kita, kita mendzalimi diri kita sendiri, kita tidak bisa memerdekakan diri kita sendiri, kita tidak melepaskan diri kita dari jeratan nafsu dunia, kesenangan dunia hingga kita lupa bahwa ini semua hanya sementara, kita lupa bahwa akhirat adalah tempat kita pulang sebenarnya, kehidupan yang kekal namun untuk bisa kesana kita harus benar-benar bisa menguasai diri kita agar tidak mudah terjerat dalam gelimang dosa.

Pernah suatu waktu, ketika saya ingin berbuat sesuatu, dan itu lebih diarahkan pada perbuatan dosa yang mendzalimi diri sendiri, entah kenapa semua jalan terbuka lebar untuk melakukan itu semua, namun dalam hati berkata, apakah saya tegah mendzalimi diri saya sendiri hanya karena ingin memuaskan hasrat diri akan kesenagan dunia? jika ternyata dalam perjalanan melakukan perbuatan dosa itu saya tiba-tiba mengalami musibah yang membuat diri saya tidak sadarkan diri, apakah saya masih sempat mengucapkan taubat sementara waktu yang saya miliki tidak sebebas orang lain. Terkadang itulah yang menjadi renungan diri. namun  ada pula suatu perbuatan yang telah dilakukan dan cenderung pada perbuatan mendzalimi diri sendiri, terasa begitu diri ini menikmati semua sampai lupa bahwa semua memiliki hal yang sama namun tidak semua bisa memanfaatkan hak itu dengan baik dan mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah. Pernah juga ketika saya melakukan perjalanan di suatu kota, sejak star saya sudah berupaya menghindari potensi kekhilafan ketika diperjalanan, saya menghindari membawa barang-barang yang berpotensi kearah sana bahkan menghindari hal-hal yang juga berpotensi kesana karena bagi saya ketika sudah berniat melakukan sebuah kedzaliman berarti berarti saya sudah merencanakan untuk melakukan. Namun lagi-lagi kesadaran saya kembali bangkit dan tahu bahwa hal tersebut salah dan tidak dibenarkan, saya tinggalkan dan melupakan. 


Memang terkadang ada hal-hal yang tidak bisa dihindari, terkadang kekhilafan begitu besar dan menggoda, menggelapkan logika dan mengalihkan pandangan logis, namun sesekali ini tidak dibenarkan dan diri ini berusaha keras untuk meninggalkan walau memang tidak muda. Sebagai manusia, kita sadar bahwa dosa itu sangatlah keji, merusak moral diri bahkan semakin memperkeruh gejolak hati. Bahkan dengan bangganya kedzaliman terhadap diri sendiri itu kita ekspose dalam media sosial yang kita memiliki, hanya ingin dapatkan pengakuan yang fana semuanya karena keridhoaan Allah subhannah wata'alah sangatlah penting, jika berjalan atas rahmat dan hidayahnya. semoga dosa-dosa yang sudah menempel ini bisa kembali bersih dengan balutan istigfar dan ucapan tahmid, dan kalimat taiyyibah.

Tarakan, 25 / 11 / 2021
Puku;    : 10.38 malam

Bersyukur Terwujudnya Impian Kecil

Beberapa bulan yang lalu, ada impian kecil saya, semoga ada rejeki, kesehatan dan waktu luang saya akan berpergian di Bandung. Kenapa harus di Bandung? banyak hal yang sulit untuk diungkapkan :D seperti yang disampaikan oleh Padi Baiq "Dan bandung bagiku bukan cuman masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi"   Kota Bandung bagi saya menjadi kota yang begitu dekat di hati :) walau bukan berasal dari sana, namun kesan yang ditimbulkan begitu dalam masuk relung hati terdalam, sehingga jika kembali berkunjung ke Bandung seolah-olah membawa pada kenangan indah yang pernah terlewati. Sejak berkunjung pertama kali tahun 2009 dengan membawa mahasiswa hingga tahun 2016 sebagai pembimbing dan juga sebagai panitia, sudah cukup membuat mengenali kota bandung walau hanya tahu tempat belanja, beberapa mall dan tempat rekreasi ( tempat favorit : tangguban perahu dan kawah putih :). Terlebih lagi ketika kuliah S2 di Bandung, makin tahu banyak tentang jalan yang ada di Bandung. Keinginan terakir ini agak aneh, saya hanya ingin lari pagi disana, menikmati perjalanan kereta api dan hanya ingin beli farhum Bandung Collection :) :) sesederhana ini saja. Qadarallah, ketika ada kegiatan rakernas aipviki (seperti dalam beberapa tulisan sebelumnya) dengan penuh lika liku, dengan bumbu-bumbu drama, alhamdulillah finally Ahada malam, tangal 14 November lalu saya menginjakkan kaki di bumi parahyangan tersebut, diselah-selah acara saya mewujudkan impian kecil itu, lari pagi di hari selasa dan rabu, melintasi rute kenangan, dan saya menyempatkan kembali bersilaturahmi dengan bapak kos dan keluarga, serta saya kembali menyempatkan beli dua varian Parfum Bandung Collection :) dengan waktu yang terbatas saya tidak banyak bertemu dengan beberapa teman dekat dan mungkin karena ingin fokus dengan impian kecil itu :) alhamdulillah benar-benar menyenangkan hati. Impian selanjutnya, hanya ingin bertemu dengan teman, sahabat sekaligus sebagai teman curhat dan sudah dianggap sebagai saudara. alhamdulillah pertemuan yang sudah lama diimpikan, bahkan kami benar-benar merindukan pertemuan singkat ini. beberapa kali bertemu namun pertemuan ini terbilang cukup lama, karena dua kali bertemu dan merasakan betul kedekatan yang nyata yang selama ini hanya terjadi dalam dunia chat whatsapp. Pertemuan ini disela kegiatan di bandung selesai.

Sebenarnya impian saya lebih jauh adalah ingin mendapatkan semangat dan spirit baru ketika balik ke Tarakan dengan segudang tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan. Selama pandemi hampir tidak pernah lagi melakukan perjalanan via udara. Hanya ingin menikmati masa-masa tidak memikirkan pekerjaan walaupun itu terlihat sulit. dan saat ini saya sedang menjalankan cuti kerja. saya sudah menikmati sebagiannya dalam perjalanan minggu lalu, saya mendapatkan banyak energi walau harus mengorbankan isi dompet, karena tidak ada liburan yang gratis, maka mau tidak mau ini harus ditanggung sebagai konsekuensinya. Walau ada beberapa yang belum bisa diwujudkan misalnnya saya sempat ingin ke jogjakarta dan malang, namun ini bukan prioritas sambil melihat kondisi. Untuk ke jogja, kendalanya adalah tiket pesawatnya terbilang tinggi dan penerbangannya via bandara Yogya International Airport yang terbilang cukup jauh dari kota Jogjanya sementara lagi-lagi kendala saya adalah barang tentengan :( selanjutnya ada rencana ke Malang. Malam jum'at yang lalu, tiba-tiba teman menghubungi kalau jum'at sudah ada di Malang dan saya diajak main kesana, berhubung tiket saya sudah acc dan sebenarnya transitnya di surabaya, namun sudah 1x24 jam saya menghubungi call senter traveloka dan lion namun tidak juga da jawaban bahkan pulsa habis karena menghubungi call center.

Semua yang dirasakan dalam satu minggu kemarin itu harus benar-benar disyukuri, walau insiden di luar gudaan namun semua sudah lebih dari cukup, diberikan kesehatan dan rejeki untuk benar-benar mewujudkan impian kecil itu. Saya seolah mendapatkan energi lagi untuk kembali menjalani rutinitas  dan tuntutan pekerjaan. alhamdulillah semua berjalan lancar dan sekembali di Tarakan dalam kondisi sehat wal afiat.

Tarakan, 25 / 11 / 2021
Pukul    : 12.04 siang 

24 November 2021

Mengcut Imajinasi

Manusia dilengkapi imajinasi yang luar biasa, bisa memikirkan hal-hal yang abstrak bahkan hal yang diluar akal sehat :) seluas-luasnya imajinasi tersebut, kita perlu mengendalikan agar tidak terlalu jauh dari realitas yang ada, bukan hal yang mustahil tapi jangan sampai kita terlalu jauh berimajinasi. Ini berbeda dengan imajinasi akan impian yang ingin kita raih, kita boleh jauh berkhayal selama itu menjadi inspirasi dan doa yang selalu kita panjatkan agar dapat diraih namun tentunya disertai dengan ikhtiar dan kesungguhan. Memang bagi sebagian orang ini terbilang mustahil namun dari beberapa contoh di lapangan, ada beberapa orang sudah membuktikan, berkhayal suatu saat akan memiliki suatu barang yang mungkin mustahil untuk saat ini dimiliki, dan semakin berjalannya waktu dia sudah membuktikan.

Dalam beberapa khal, imajinasi ini benar-benar harus dikendalikan apalagi jika berkaitan dengan sesuatu yang abstrak, seolah-olah kita membentuk sutau realitas esuai dengan tuntutan imajinasi kita yang kita buat, padahal semua itu tidak sepadan bahkan kontras dengan kondisi kita. Jika berkhayal tentang hal-hal yang berkaitan dengan  sesuatu sesuai dengan proyeksi kita dan cenderung membuat-buat yang tidak berdasar. Saatnya imijinasi kita kendalikan dan arahkan pada hal-hal yang positif dan yang bisa memberikan spirit bagi kita dan bisa menjadi pemacu kalalu apa yang ingin kita raih dalam gambaran imajinasi kita bukalah hal yang msutahil selama itu sesuai kaidah dan koridor dalam kehidupan ini.

Tarakan, 24 / 11 / 2021
Pukul    : 13.56 siang

23 November 2021

Perjalanan udara perdana

Setelah sekian lama, alhamdulillah, Ahad pekan lalu menjadi perjalanan perdana saya dengan menggunakan pesawat :) terakhir saya melakukan perjalanan perdana sehari sebelum kasus positif pertama di Indonesia, tepatnya tanggal 1 Maret 2020. Mungkin saat itu kasus belum terlalu seheboh saat ini, belum  lagi selama diberlakukannya masa-masa pembatasan kegiatan masyarakat mulai dari PSBB hingga PPKM saat ini. Hampir dua tahun masa pandemi ini, hampir menahan diri untuk bepergian keluar Pulau Tarakan termasuk di daerah disekitaran pulau Tarakan. Namun makin kesininya kondisi makin terkendali kondisi daerah-daerah di Jawa dalam level 2 dan bahkan ada level 1. dan  perjalanan saya kemarin itu perjalanan ke bandung via Jakarta dan menjadi perjalanan Perdana untuk sekalian lamanya. 

Awal-awal perjalanan, terbilang masih was - was, jangan-jangan penularan masih tinggi hingga antisipasi dengan menggunakan handsanitizer dan masker bedah yang diganti setiap 4-5 jam :). Apalagi sebelum ke Bandung saya harus mampir di Jakarta untuk melihat penjualan laptop :)  Ke Jakarta via Damri dari Bandara berhenti di Gambir (hasil informasi dari teman di Jakarta) setelah beres perjalanan dilanjutkan ke Bandung dengan moda Kereta Api :) Alhamdulillah perjalanan Tarakan- Jakarta - Bandung berjalan lancar. Sebenarnya agak khawatir ketika mengkuti kegiatan di Bandung, mengingat kami dari daerah seluruh di Indonesia berkumpul dalam 1 gedung utama namun tetap menjaga protokol kesehatan dan setelah kegiatanpun seluruh peserta melakukan pemeriksaan Swab antigen dan sejauh ini hasilnya negatif dan belum ada laporan yang positif.

Alhamdulillah, setelah hampir seminggu, tepatnya 6 hari, Ahad pagi berangkat, pekan berikutnya ahad siang sudah berada di Tarakan. Perjalanan yang betul betul menyenangkan, disatu sisi bisa kembali bernostalgia dengan suasana Bandung dan bisa kembali menikmati perjalanan menggunakan kereta api. Disisi lain silaturahmi menjadi bagian yang tidak terpisahkan, kembali berjumpa dengan beberapa teman kuliah S2, dengan rekan-rekan seinstitusi keperawatan di Indonesia, ada beberapa sudah kenal dan ada beberapa yang baru kenal sehingga ini menambah relasi pertemanan dan tentunya sharing informasi menjadi hal yang tidak terpisahkan. Semoga perjalanan seminggu kemarin memberikan spirit baru untuk kembali beraktifitas dan leboh fokus lagi dalam menentukan prioritas dan meraih impian. aamiin

Tarakan, 23 / 11 / 2021
Pukul    : 14.06 siang

tiba-tiba icon wifi hilang dari laptop

kemarin sore saya dikagetkan dengan kondisi laptop saya yang tidak terkoneksi internet. setelah periksa ternyata icon wifinya lenyap entah kemana. betapa paniknya karena terkoneksi internet di laptop itu menjadi hal yang sangat essensial saat ini. Pikiran menjadi buyar karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan dan itu berkaitan dengan koneksi internet. akibatnya saya mulai otak atik isi bagaimana bisa memunculkan kembali icon wifi. bermodalkan video di youtube saya mencoba melakukan secara mandiri, memulai mencari di control panel, terus mencari dibagian setting pengaturan, masuk network internet, melihat icon koneksi internet masih saja belum muncul. kembali membuka settingan, kemudian mencari kembali change adapter option juga belum bisa muncul sekalipun sudah kotak katik. sampai ada tiga tahapan yang ditawarkan dengan harus mendownload driver warless juga tidak bisa sampai harus menrester dan ini sudah saya restar beberapa kali bahkan ada yang sampai harus mematikan laptop dan menyalakan kembali dengan menekan tombol F2 dan dilanjutkan F8. dan masih juga tidak mampu.

Akhirnya saya sempat menyerah, sempat tertidut namun kembali terbangun tengah malam dan berusaha kembali untuk mengikuti toturial, dan kali ini menggunakan bantuan laptop tambahan untuk mendownload driver wifi dan saya kembali menginstal dan kali ini cukup berhasil driver wifi terbaca dengan laptop saya. saya menginstall kembali dan berhasil namun kali ini belum juga berhasil, kemudian saya matikan laptop dan menyimpannya dan merencakanakan kembali untuk mencoba besoknya. Begitu pagi selepas lari pagi begitu menyalakan laptop begitu terkejutnya icon wifi sudah kembali, entah driver mana yang berhasil mengembalikan icon wifi ini, yang jelas bagi saya sudah alhamdulillah paling tidak saya sudah bisa menggunakan kembali wifi untuk koneksi internet ;)

Tarakan, 23 / 11 / 2021
Pukul   : 10.52 pagi


21 November 2021

Transit @juanda Surabaya dan pesawat super Air jet

Baru kali ini saya melakukan perjalanan udara Ke Tarakan dengan transit di Surabaya. Biasanya paling paling di Balikpapan. Namun kali ini penerbangannya mampir di Surabaya. Sebenarnya ada pilihan penerbangan Balikpapan Tarakan hanya saja dari Balikpapan ke Tarakannya menggunakan pesawat kecil sementara saya banyak barang bawaan yang biasanya tidak bisa ditampung di pesawat kecil itu. Untuk beberapa kali saya melalukan perjalanan via Juanda ini, pernah sekali transit untuk melakukan perjalanan ke bandung dan juga perjalanan ke Makassar.

Ada beberapa yang berbeda di bandara Juanda. Terutama di ruang tunggu jika dulu seingat saya terakhir bepergian tahun 2017 itu masih ada kaca pemisah dengan pintu pemeriksaan pintu. Kali ini tidak ada sekat. Selain itu juga kondisi ruangan terasa lebih luas dan posisi outlet jualan juga hanya ada satu dua. Yg khas dari bandara Juanda ini adalah memanggil penampang dengan bahasa Jawa :)

Perjalanan dari Jakarta ini saya menggunakan pesawat super Air Jet milik Lion group dengan konsep milenial. Pakean pramugari pramugaranya juga energik dan mileneal bukan pakean yang terkesan formal dan elegan seperti seragam pramugari selama ini. Pesawat nya mengguanakan Airbus sehingga cabin pesawat lebih luas, mirip batik air. 

InstaAllah sebentar lagi akan boarding ke Tarakan. Pesawatnya langsung.. semoga lancar2 hingga di Tarakan.. aamiin

Bandara Juanda Surabaya; 21 / 11/ 2021
Pukul.  : 8.26 wib 

Meluluhkan Ego

Dalam kondisi marah, sudah pasti logika kita menjadi lumpuh. Perasaan untuk marah untuk alasan apapun menjadi mudah untuk Luapkan. Marah ini bagian dari emosi manusia, fitrahnya manusia selama dosisnya benar dan tepat dengan situasi. Kita boleh marah apa hal-hal yang perlu kita marahkan untuk alasan tertentu. Posisi yang betul betul harus mampu kita kendalikan adalah ketika kita berhadapan dengan orang yang sedang marah, intinya kita jangan ikut-ikutan marah jika kita tidak punya alasan tepat. Benar-benar kita harus mampu mengendalikan amarah jangan sampai terpancing.

Memang ini tidak mudah, namun kita harus tetap berusaha, jika kita pun harus terbawa suasana marah sebaiknya jangan terlalu lama, mungkin akan sulit namun disaat saat ini kita harus benar benar mampu mengendalikan emosi dan mengutamakan logika berpikir. Belajar Luluhkan ego amarah selama masih bisa dikendalikan

Bandara soetta, 21 / 11 / 2021
Pukul.                : 4.44 pagi

Mampir di Kosan saat kuliah

Sewaktu tiba di Bandung, Ahad malam, saya sudah mengagendakan beberapa kunjungan salah satunya ke rumah kosan saat kuliah. Kebetulan saat nginap hari pertama saya sengaja mengambil hotel capsul daerah Cihampelas yang tidak perlu naik kendaraan ke arah Cibarengkok alamat kosan saat kuliah S2 dulu. Sengaja menjalankan shalat subuh berjamaah di mesjid Ahmad Dahlan mesjid yang biasa kami gunakan termasuk bapak kos, namun subuh itu sosok bapak kos tidak juga nampak menjalankan shalat subuh jamaah di mesjid. Malahan saya ketemu dengan pak imam mesjid yang masih ingat betul saya dan beliau sempat menyebutkan beberapa teman saya saat kuliah yang dulu rutin jamaah disitu. Lanjut ke rumah kosan namun pintu dan pagar tidak terbuka tidak seperti biasanya, dan ini saya lakukan dua kali namun tetap aja pak Asep nama bapak kos tidak juga ada.

Rabu sorenya saya juga kembali menyempatkan diri rupanya pak Asep sedang berada di luar rumah.. nanti kemarin pagi saya kesana , Alhamdulillah beliau ada. Sambung cerita kamipun ngobrol-ngobrol lalu saya minta izin untuk menggunakan kembali fasilitas kos, karena kondisi pandemi kosan hanya 1 yang terisi dan kamar selebihnya sdh terisi barang2 lama. Akhirnya membereskan dan membersihkan hingga layak digunakan paling tidak bisa untuk rebahan. Sekalian biasanya saya nyuci :) :) 

Setelah beres kamar saya kembali berjumpa dengan adik pak Asep, yang selama di Bandung menjadi teman share. Kami ngobrol-ngobrol Seputar ilmu tarekat :) memang selalu menarik berbincing tentang ini karena untuk bisa masuk ke tahap ini orang harus memiliki kemampuan khusus dan kedalaman hati :) obrolan berlanjut ke masalah-masalah kehidupan ada beberapa kata kunci aura, kendalan emosi dan ujian kehidupan.  Setelah berbincang2 saya istrahat sejenak sambil menunggu Zuhur karena setelahnya saya ada beberapa keperluan ur mencari oleh-oleh dan melakukan swab anti gen di bandara. Alhamdulillah masih bisa menjalankan silaturahmi kembali dengan orang-orang pemilik kosan :) serasa terbawa saat-saat kuliah S2.

Bandara Soetta, 21 / 11 / 2021
Pukul.                : 03.58 pagi

20 November 2021

Perdebatan dengan teman

Mungkin ini menjadi pelajaran dalam bersikap dalam pertemanan. Bukan sekedar teman tepatnya tapi sudah dianggap sebagai saudara. Ini bukan pertama kalinya perdebatan kami, mempermasalahkan hal-hal yang tidak perlu sebenarnya. Lebih tepatnya butuh kedewasaan dan pengertian. Semalam saya berselisih dengan teman yang sudah saya anggap sebagai saudara. Entah apa penyebabnya sejak bertemu untuk terakhir kali karena rencana akan mengantar dan karena kondisinya lagi sakit saya sampaikan lebih baik dia pulang dan istrahat karena titipan saya sudah ada. Namun dia bertahan, tetap mau ngantar padahal dari tempat nginap  ke stasiun itu dekat aja dan saya baru saja dari sana untuk swab anti gen sebagai syarat pemberangkatan. Namun dia tetap bertahan. Saya menghargai niat baik dia dan beberapa kali saya kembali ingatkan untuk segera pulang karena kelihatan sakit dan kecapean. 2 hari sebelumnya teman ini saya sudah banyak membantu hingga waktu istrahat dia berkurang dan 1 satu hari tidak tidur malam karena habis ngantar saya :( melihat kebaikannya itulah saya menyampaikan tidak perlu diantar untuk pulang. Namun kesininya teman ini tetap bertahan hingga sayapun sengaja mempercepat kepergian dengan harapan dia segera pulang dan istrahat.

Begitu dalam perjalanan, saya hanya bilang kalau mau istrahat bisa aja di kamar itu karena masih panjang waktunya sontak dia marah dan mengeluarkan kata-kata yang cukup kasar, dan alasan dia ini dan itu. Saya kaget ada apa dengan teman ini tiba-tiba ngomong seperti ini. Memang dihari terakhir ini sejak teman datang sudah menunjukkan sikap yang tidak seperti biasa, bukan sosok yang saya kenal selama ini dan ketika ngobrol selalu saja saya merasa salah, diajak ngobrol ini, salah, ajak ngobrol itu salah. Entah apa sebenarnya yang terjadi. Klimaksnya pikiran saya buyar mendenggar itu hingga spontan saya juga ikut terpancing amarah dan menyampaikan untuk turun dari motor dia, namun dia tetap  mengantarkan bahkan menyampaikan jangan bersikap seperti anak kecil :( (saya merasa sudah diperlakukan seperti anak kecil :(. Begitu sampai di stasiun karena pikiran saya buyar saya tidak masuk ke stasiun dan memilih balik kembali ke hotel karena jaraknya terlalu dekat. Teman ini mengejar saya, sambil berkata "mau kemana?.. itu 2-3 kali diucapkan. dan rupanya dia juga balik ke hotel karena dia kelupaan ambil KTP sebagai jaminan. Karena berjalannya bersamaan dan saya juga menghindari jalan berdekatan namun kesininya posisi jalan kami tidak berjauhan dan dengan nada agak emosi saya sampaikan kata-kata yang sudah teman sampaikan sangat memukul saya dan itu sangat menyakitkan. Dia langsung minta maaf dan kami berjalan diam seribu bahasa sambil menuju ke hotel untuk ambil KTP. Sebelum sampai di hotel sempat berucap ini kota saya, tapi lagi-lagi saya sudah tidak fokus karena pikiran masih buyar. Begitu KTP sdh diambil teman ini pulang. Sebenarnya posisi jalan kami agak jauhan.. sambil menahan emosi dan ego saya mendekati teman dan saya sampaikan saya pamit sambil menjabat tangan. Dia balas hati2. Walau masih berat karena belum juga hilang di kepala saya yang barusan semua terjadi,  saya menuju pintu masuk stasiun dan teman ada disebelah tanpa ada kata sama sekali. Saya berjalan tanpa menoleh lagi dan dia posisi sudah mengambil motor, ketika berjalan menuju pintu masuk, dia mengucapakan "hati-hati yok" dan ketika sudah masuk stasiun dan masuk dalam kereta, saya harus melawan ego dan emosi saya untuk tetap kirim wa sampaikan pamit dan begitu juga waktu tiba di Bandung :( dan masih dibalas bahkan ketika saya sampaikan agar istrahat biar cepat rehat fit kembali dan dia masih membalas  :( walaupun sepanjang perjalan masih saja terbayang-bayang yang barusan terjadi dan begitu tiba di bandung saya tetap mengabari dan dia masih setia membalas, seolah-olah tidak ada yang terjadi semalam. 

Entah apa yang terjadi sebenarnya dengan teman ini, dua hari sebelumnnya, sejak kedatangan saya komunikasi kami baik-baik saja, tidak ada kendala, mengalir bahkan sesekali bercanda. Teman ini begitu siap menemani, ketika malam sebelumnyapun kami nyari makan khas makanan disana dan letaknya cukup jauh, dia tetap mengantarkan. Dan ketika saya bilang mau minum ronde juga diantarkan posisinya dari ujung ke ujung. Tidak ada masalah dan ngobrol kami mengalir begitu saja bahkan sdan saya benar-benar menikmati malam itu. Saya hanya bersyukur akhirnya kembali dipertemukan dengan sabahat ini.  Namun kondisinya jauh berbeda dengan semalam. Sebenarnya kejadian ini bukan satu dua kali. Bahkan sudah sering kali. Jadi teman ini diwaktu-waktu tertentu tidak bisa ditebak. Awalnya ngobrol ngalir seperti biasa kadang memang tiba-tiba marah dengan salah satu obrolan, pernah juga lagi enak-enaknya ngobrol dia langsung marah dan bilang dia tidak suka seperti ini, dia tidak nyaman, semalam sempat keluarkan kata2 yang hampir sama, ini kota saya, jangan aneh-aneh. ketika merespon dalam chatpun sudah sangat kelihatan, kadang hanya membalas apa adanya berarti teman ini lagi malas diajak ngobrol namun kadang-kadang membalas chat dengan sangat friendly, ada feedback, bukan obrolan tanpa nyawa.  Sebenarnya dalam hati, kalau memang tidak mau jangan lakukan itu, apalagi karena terpaksa dan kasihan. Ini menjadi kesan yang saya tangkap. Jadi selama ini?? Ya sudah lah.. tidak perlu lagi di bahas lebih jauh. Entahlah, hanya teman ini yang paham, kita hanya bisa paham dan tahu memposisikan diri.

Akhirnya ada kalimat yang bikin luluh hati, jika berteman seperti memiliki pasangan, siap menerima kelemahan dan kelebihan teman, kondisi teman, saat senang apalagi saat sulit. Jadi kita harus paham batas-batas pertemanan, mana yang harus dikomentari dan mana harus diabaikan. Belajar dari kasus sahabat saya ini, saya menjadi tahu ketika teman moodnya lebih bagus-bagusnya semua obrolan menjadi ngalir. Namun ketika mood lagi ga bagus-bagusnya saya harus lebih peka dan sadar diri bahwa teman ini akan mudah sekali ngambek dan kadang kata-kata yang keluar bikin tidak nyaman. Sekali lagi harus benar benar sadar akan kondisi seperti ini agar tahu bagaimana harus bersikap dan meladeni obrolan agar ending setiap pertemuan atau obrolan menjadi masalah baru. Inilah lika liku pertemanan

Bandung, 20 /  11 / 2021
Pukul.     : 11.39 pas azan zuhur