Sudah menjadi fitrahnya manusia penuh dengan keterbatasan, bahkan sudah banyak sekali ilmu maupun kajian tentang manusia ini dari segala aspek entah budaya sosial politik kesehatan dan yang terpenting adalah dari aspek agama. nah aspek agama inilah yang menjadi pegangan selama ini, banyak hal yang dibahas, manusia itu sering berkeluh kesah, manusia itu penuh kelemahan (keterbatasan), manusia itu mudah sekali mengikuti hawa nafsunya, dan manusia yang melampaui batas. Bahkan dari sejarahnya penciptaan manusia, hal yang baru saya ketahui, ketika manusia akan diciptakan yang berasal dari tanah, bumi menolak untuk memberikan tanah tersebut kepada sang Khalik, namun karena ketundukan kepada Nya, sehingga bumi ikhlas memberikan tanah tersebut untuk jadi jadikan manusia, tercipta lah Adam sebagai manusia.
Gejolak yang sudah timbul ketika akan diciptakan manusia, bahwa manusia ini akan membuat kerusakan di muka bumi, namun sang Khaliq menegaskan bahwa tidak semua mengetahui (maksud) penciptaan manusia ini. Memang jelas dalam firman Nya, bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah yang menjaga amanah sang Khaliq dan juga harus melakukan ibadah untuk menguatkan tugas tersebut. kekhatiran yang ada terjawab sudah, tidak perlu dipermasalahkan. Ketika adam hadir di surga, dan diperkenalkan dengan ciptaan yang lain, seraya diperintahkan untuk sujud untuk menghormati kehadiran Adam, namun ada satu ciptaan Allah subhannah wata'alah, yakni iblis yang merasa lebih tinggi posisinya dari Adam, akibat yang dilakukan itu Iblis dikeluarkan dari surga dan meminta satu permohonan untuk dikabulkan yaitu menggoda adam dan anak cucunya apakah benar-benar setia dan tunduk kepada Allah subhannah wata'alah. dan terbukti iblis berhasil memperdaya adam dan hawa untuk memakan buah huldi yang berdampak adam di keluarkan dari surga dan di turunkan ke bumi.
Inilah perjuangan manusia dimulai, iblis akan selalu menggoda dan memperdaya manusia, kita dimanfaatkan kelemahan, namun bukan berarti Tuhan tidak mempersiapkan diri kita dengan potensi yang ada dalam diri manusia.secara umum ada iman dan "nafsu" yang selalu mememani manusia selama menjalankan amanah umur (hidup). Yang mana yang dominan itulah akan mengarahkan jalan mana yang kita lalui di dunia ini. Jika mengikuti hawa nafsu maka kita akan mengejar dunia, semakin dikejar semakin tidak bisa lepas sementara dalam firman Nya, bahwa dunia ini hanya sedikit dan sementara (sebentar), akhiratlah yang lebih baik. Iman lah yang mengarahkan kita pada jalan yang di ridhoi, sekalipun jalan yang kita lalui tidak selamanya mulus, terkadang kita jatuh dalam jebakan "nafsu dunia". Ketika kita jatuh dalam jebakan kesenangan dunia, dan kita berusaha untuk bangkit untuk menuju jalan yang lebih baik dan tidak sedikit kita harus mendapatkan godaan yang membuat kita jauh dari jalan itu, disilah keputusan yang kita ambil, apa kita mau kembali ke masa lalu, dan tetap begitu-begitu saja atau kita tetap bertahan dikerasnya cobaan yang ada untuk tetap melangkahkan kaki pada jalan yang yang diridhoi. perlu disadari hadis Nabi Muhammad Salallohi alaih wassalam, setiap anak adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-sebaik yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat
Tentunya kita tidak bisa berjalan sendiri, kita membutuhkan support lingkungan yang baik dan yang terpenting adalah rahmat dan kasih sayang sang khalik kepada kita, kita tidak bisa apa-apa tanpa itu, kita hanya menjadi butiran debu yang tertebaran tanpa makna, jangan mengandalkan kekuatan sendiri, manusia penuh dengan keterbatasan, jangan sampai kita merasa hebat hingga membuat diri sombong dan lupa bahwa masih ada yang pencipta alam semesta ini, dengan segala sesuatu yang ada tidak lepas dari pemantauan tanpa henti, tanpa jedah tanpa istrahat dan lagi-lagi membuat kita lupa akan hal itu termasuk diri saya pribadi, kekuatan iman yang ada ketika lagi redup seketika godaan "nafsu" begitu besar mau menjebak pada jalan yang tidak diridhoi, namun sang khalik tetap mempersilahkan untuk segera meminta ampunan dan kita untuk bertaubat dan kembali pada jalan yang diridhoi. Kita manusia penuh keterbatasan, dengan itu kita membutuhkan cahaya ilahi untuk mengarahkan pada jalan yang lurus dan di ridhoi.
Tarakan, 4 / 2 / 2021
Pukul : 5.53 sore