24 Februari 2021

Diamku

Mungkin pilihan diam ini menjadi pilihan yang cukup berat, sebenarnya pilihan ini bisa diterjemahkan negatif oleh sebagian orang bahkan orang yang cukup dekat dengan kita. Bagi saya pilihan untuk diam ini untuk mengurangi pembicaraan yang tidak terlalu penting, menghindari basa basi bahkan menghindari ucapan yang dapat menyakiti. Adakalahnya pilihan untuk diam ini hanya untuk memberikan isyarat bahwa kita tidak ingin di"ganggu", lagi ingin mengendalikan hati dan perasaan :) walau sebenarnya ada beberapa orang yang tidak "sabar" melihat sikap yang saya ambil ini namun saya punya alasan untuk memilih ini dan saya berusaha sekali menjauhkan diri dan sikap "membenci" apalagi sampai menjugde. bukankah kita diajarkan untuk lebih baik diam daripada berbicara yang tidak penting (apalagi yang sia-sia), semuanya hanya membuang waktu dan energi. diam untuk menjaga energi agar tetap tersimpan sesuai porsinya bukan mencari menyaluran apalagi hingga berbentuk negatif. naudzubillah..

Pilihan diam lebih pada upaya membatasi permbicaraan yang tidak terlalu urgen, hanya ingin berbicara pada hal-hal yang penting dan dibutuhkan bukan pada obrolan yang "membosankan" apalagi mengguncingkan orang lain. Sikap diam ini lebih memberikan waktu untuk diri ini merenungi dan mengintropeksi diri unttuk perbaikan diri, karena tidak semua kata-kata harus saya sampaikan dan tidak semua ungkapan harus saya utarakan, untung saja kalau perkataan yang ingin disampaikan ditangkap maksudnya, tidak disalah artikan apalagi hingga membuat opini dan sikap. Diamku ini hanya ingin memberikan waktu kepada diri sendiri untuk menjaga lidah yang dengan mudahnya akan menyakiti, membendung emosi yang mudah sekali meluap bahkan menjauhkan diri dari sikap amarah yang tidak terkontrol. 

Tarakan, 24 / 2 / 2021
Pukul   : 6.03 sore

23 Februari 2021

Salat dan Sabar sebagai Penolong

Semalam menjadi malam begitu memilukan. tidak seperti biasanya kondisi rumah menjadi begitu ramai karena berdebatan rafa danb bundanya. Berdebatan dan "ribut-ribut" seperti ini bukan hal yang baru, apalagi ketika pagi hari, Rafa menjadi tidak sabar ketika ingin sarapan sehingga harus menangis dan berteriak-teriak dan kondisi ini disambung dengan "marah" balik dari bundanya dan kejadian ini terulang hampir setiap pagi dan kami di rumah sudah terbiasa mendengarnya. Semalam itu juga menjadi perdebatan yang sengit, ketika Rafa ingin melanjutkan nonton tv sementaranya bundanya ingin rafa menyelesaikan tugas karena sudah seharian nonton tv dan main. Keluarlah kata dan ucapan saling balas antara keduanya dan  tiba-tiba rafa masuk kedalam kamar depan yang kebetulan saya lagi membaca berita online dan saat itu saya lagi membuka google dan menunjukkan sebuah kalimat tentang petikan ayat surat al baqarah ayat 45 " Jadikanlah Sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusu' kemudian saya menasehati Rafa, untuk jangan pernah mengabaikan shalat karena dengan shalat kesedihan rafa akan hilang dan rafa harus belajar bersabar menghadapi hal-hal atau situasi / kondisi yang rafa tidak sukai. Seketika rafa kembali ke bundanya dan menyelesaikan tugasnya walau sesekali masih saut-sautan suara :)

Bukan hanya Rafa, saya juga menghadapi situasi dan kondisi yang hampir sama namun saya berusaha tidak masuk dan terlibat terlalu jauh dengan perdeabatan di rumah, saya pikir ini hanya masalah yang lumrah dalam kehidupan ada kesalahpahan dan ada yang mispersepsi terhadap kondisi yang ada. Sikap yang saya milih adalah "diam" mending tidak terlalu mengomentari bahkan tidak ingin terlibat terlalu jauh dari perdebatan yang ada. Bukan hanya Rafa atau anak-anak yang lain yang sering mendapatkan "teguran" bahkan imbasnya juga kesana. Mau bagaimana lagi, kondisi seperti ini bukan baru pertama kali dan bahkan kondisi seperti sudah sering kali. Saya cukuplah pengalaman-pengalaman yang dulu dijadikan pertimbangan dalam bersikap. Saya terkadang berpikir "dari pada saya gila sendiri" :) karena apa yang ingin saya maksudkan tidak akan pernah sampai bahkan terkadang diperhadapkan dengan "serangan balik" dan menjadi sulit untuk mendapatkan moment dan terarahkan pada "cermin" dimana perlu renungan tidak lain sebelum menuntut orang lain mungkin ada baiknya melihat ke dalam diri sendiri, mungkinkah ada yang perlu dibenahi bukankah apa yang kita dapatkan itu merupakan apa yang kita tanam.

Disebutkan pula dalam surat al baqarah ayat 153 "Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". Ayat ini menjadi penegasan bahwa sabar itu bisa lebih mendekatkan diri kita dengan Sang Pencipta bahkan kita bersama Sang Khaliq. dan dalam ayat yang sebelumnya tadi disebutkan sabar ini bukan menjadi perkara yang mudah, hanya orang-orang yang khusuh yang bisa melakukan ini. Sudah banyak diceritakan dalam al qur'an bahwa kesabaran orang-orang yang dimuliakan Allah subhannah wata'alah tidak pernah lelah untuk tetap menjaga kesabaran di tengah fitnah, permasalahan yang dihadapi dan keyakinan kepada Allah subhannah wata'alah  yang membuat orang-orang pilihan tetap bertahan bahwa semua persoalan yang dihadapi akan berganti menjadi kebahagiaan walau tidak semudah membuka telapak tangan namun dan keyakinan ini menjadi penguat untuk terus berusaha lebih keras lagi menjalani semuanya. Selama hati ini tidak berpaling, selama diri ini masih mencurahkan dalam sujud maka selama itu juga cahaya iman akan senantiasa kokoh dan tidak redup. semoga Allah watallah selalu menjaga hati dan diri kita agar senantiasa dalam keridhoan Nya. aamiin 

Tarakan, 23 / 2 / 2021
Pukul   :  6.06 sore

20 Februari 2021

Melawan Diri Sendiri

Hal yang terberat dilakukan setiap manusia di dunia ini adalah melawan diri sendiri, bahkan dalam hadist Rasulullah salllallahi alaih wassalam menyebutkan ketika usia perang uhud bahwa jihad yang besar adalah melawan hawa nafsu. Ada ungkapan yang populer "musuh terbesar adalah diri sendiri". Kenapa kita harus berperan dengan diri sendiri? karena dalam diri sendiri ada "hawa nafsu" yang lebih cenderung mengarahkan kita pada hal yang tidak baik dan tidak benar. selama ini hawa nafsu selalu identik dengan hal negatif, emosional, egois, mencari kesenangan semata, tidak mau hidup sulit, ingin serba gampang dan tidak mengenal kata berjuang. makanya dibutuhkan iman untuk bisa menguatkan diri kita untuk melawannya. menurut Ibnul Qoyyim : "barang siapa yang memerangi hawa nafsu karena Allah, maka Allah akan menunjukkan jalan kepadanya jalan yang di ridhoi-Nya, yang akan mengantarkannya kepada surga dan barang siapa yang tidak memeranginya maka dia akan di telang hawa nafsunya" ada pula ungkapan syekh Abu Madyan Al maghrib " Jika kamu tidak meminta bantuan Allah untuk melawan dirimu, kamu pasti kalah".

dalam tinjauan psikologi modernpun menyebutkan dalam diri manusia ada tiga komponen, ego, id dan superego. Id merupaka bawaan manusia sejak lahir atau lebih dikenal dengan dorongan naluriah, ego menjadi perantara tuntutan dalam diri dan lingkungan manusia, ego berusaha mengendalikan konflik yang terjadi ketika individu berhubungan dengan dunia luar dengan memberi pertimbangan kepada id. sementara superego ini menjadi penentu nilai baik dan buruk karena merupakan nilai-nilai yang ada di masyarakat yang sudah tertanam dalam diri manusia, super ego ini yang menuntut agar manusia bisa berperilaku mengikuti anjuran moral yang ada di masyarakat. keterkaitan dengan nafsu atau dorongan yang ada di dalam diri manusia yang bisa menentukan kualitas manusia, karena bisa mengarahkan pada hal yang baik atau buruk. kata keterkaitan antara teori kepribaduan sigmeun freud tersebut dengan pembahasan tentang nafsu dan qalbu. id identik dengan nafsu dan kita membutuhkan cahaya hati untuk bisa menggerekkan yang mana yg harus diikuti. (Tulisan ini berdasarkan artikel Syaiful Hamali)

Disinilah perenan diri kita sendiri ketika mengendalikan apa yang ada di dalam diri kita. Teori psikologis Freud itu bisa dielaborasi kan dengan ilmu agama. Id identik dengan nafs sementara ego bisa diidentikkan dengan qalbu. Qalbu yang bisa menampung cahaya hati untuk mengarahkan kita pada jalan yang benar mempertimbangkan dan mengendalikan nafsu kita agar kita tidak terjebak dan jatuh dalam perangkapnya. Kita harus benar-benar mengendalikan diri kita, hal hal yang mengarahkan kita pada jalan yang tidak lurus jalan yang dilarang. Dan kita menguatkan diri kita pada hal hal yang positif yang membawa kebaikan diri kita sendiri. Kita yang mengendalikan diri kita sendiri melalui iman yang kita miliki

Tarakan, 20 / 2 / 2021
Pukul.    : 8.12 malam

19 Februari 2021

Hikmah dibalik ditolaknya proposal hibah

Semalam begitu merenung untuk menguatkan hati ketika kemarin itu mendapatkan kabar ditolaknya proposal hibah penelitian untuk dosen pemula. memang ini kali ketiga :) dan dua kali ditolak dan sekali diterima dan insyaAllah semangat untuk mengikuti hibah diperiode berikutnya tetap ada bahkan saya langsung merubah judul dan sebagian isi proposal saya :) untuk jaga-jaga kalau-kalau nanti sudah ada pengumuman memasukkan proposal kembali walau masih ada 8 bulan kedepan :) Setelah berpikir-pikir kembali sambil merenungkan akhirnya saya mendapatkan jawaban. Jawaban yang paling melegahkan adalah kondisi saat ini masih pandemi, sementara proposal yang saya tawarkan akan ketemu 1000 responden :) sementara kondisi saat ini masih sangat tidak aman untuk penyebaran korona memang saat penyusunan diawal itu kondisi sudah membaik bahkan kasus cenderung nol saat itu. Saya hanya membayangkan ketika saya akan melaksanakan pengambilan data bersama tim maka risiko penularannya masih sangat besar dan bisa jadi akan terjadi penolakan. dan saya juga masih was-was belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya ketika harus berhadapan dengan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan yang hampir sama. 

Renungan berikutnya adalah laporan penilitian saya yang belum dimulai saat mengajukan proposal bahkan saya baru memulai pengambilan data ketika batas akhir pengetoran laporan dan hati sejak awal sudah wanti-wanti bahwa saya kemungkinan besar akan di blak list karena tidak disiplin melaporkan hasil kegiatan bahkan sampai saat ini saya masih ada satu utang artikel yang saya harus selesaikan dan ada 3 artikel yang harus dibereskan. Nah kondisi ditahun ini dikerjaan begitu padat belum persiapan ini belum lagi persiapan itu terutama untuk persiapan akreditasi hyang targetnya bulan 8 dan saya sebagai ketua persiapannya. dan tidak ada kegiatan penelitian yang harus saya jalankan bisa saya gunakan untuk menyelesaikan utang 3 artikel penelitian yang harus diselesaikan dalam tahun ini. Hal yang positif lainnya adalah ketika beberapa teman minta berdiskusi tentang proposal dan saya menyampaikan pengalaman saya dan menyampaikan kata kunci bahwa penelitian seharusnya berupa intervensi serta metodenya harus jelas demikian dengan prosedur pelaksanaannya. Nah malah judul harus ada intervensi yang saya buat ditahun lalu dan bisa jadi menjadi salah satu nilai yang kurang belum lagi keterlambatan pada laporan penelitian sebelumnya.

Yang pastinya setiap kejadian yang diluar harapan kita sudah qadarallah masya'a fa'all, semua ditakdirkan dan semua itu pasti ada hikmahnya dan kita terkadang melupakan ini dan terkadang kita lebih banyaki menyalahkan diri sendiri dan mencoba mencari kesalahan lain. padahal tugas kita adalah belajar dari pengalaman ini bahwa segalanya sudah ditakdirkan dan ini memang bukan rejeki kita dan kita harus belajar serta memperbaiki diri untuk kedepannya. semangat. insyaAllah.

Tarakan, 19 / 2/ 2021
Pukul   : 6.13 sore

18 Februari 2021

Tidak keuh-keuh dengan pemahaman sendiri (bejalar sunnah)

Alhamdulillah semalam mendapat perlajaran penting lagi dari ta'lim rabu malam rutin yang saya ikuti, semalam itu membahas tentang keutamaan shalat tahiyatul mesjid atau shalat untuk penghormatan kepada mesjid ketika memasuki mesjid dalam dimulainya shalat fardu. Ada hadist yang menyatakan Rasulullah pernah menegur seorang sahabat yang langsung duduk ketika memasuki mesjid tanpa melaksanakan shalat dua rakaat. Pelaksanaan shalat tahitul mesjid ini dilaksanakan segera setelah memasuki mesjid dan tidak boleh duduk terlebih dahulu. selama itu belum memasuki iqomah. Alangkah baiknya jika dilaksanakan sebelum azan dikumandangkan, setiap kali memasuki mesjid untuk melaksanakan shalat fardhu, jika dilaksanakan setelah azan niatnya bisa bersamaan dengan niat shalat sunnah rawatib atau jika memasuki mesjid dan sudah iqomah maka mendahulukan melaksanakan shalat fardu. Jika dilaksanakan setelah azan jika memungkinkan masih ada waktu untuk melaksanaan shalat tahitul mesjid dan shalat rawatib maka bisa dilaksanakan keduanya namun jika tidak memungkinkan terutama saat subuh maka yang diutamakan adalah shalay sunnah subuh karena keutamaannya adalah lebih mulia dunia dan seisinya.

Khusus untuk shalat tahitul mesjid saat shalat jum'at ini, ada pemahaman saya yang salah selama ini dan saya pegang dan laksanakan. begitu masuk mesjid dan dalam kondisi khotib sudah berada di mimpar saya memilih langsung duduk karena menganggap  mendengarkan khotbah itu lebih utama. Pernah mengalami kondisi seperti ini dan  saat itu saya diingatkan oleh teman jamaah mesjid untuk melaksanakan shalat tahitul mesjid namun saat itu saya hanya tersenyum karena masih memegang prinsip pemahaman awal saya, mendengarkan kotbah lebih baik. Semalam teman itu bertanya kepada ustat tentang shalat taubat dan sekaligus tentang shalat tahitul mesjid ketika shalat jum'at. Jawaban ustat sebelum khatib naik mimbar sebaiknya kita memperbanyak shalat sunnah mutlat (shalat tanpa alasan tertentu, setelah melaksanakan shalat tahiyatul mesjid. teman sebelahnya terus menambahkan pertanyaan bagaimana jika khotibnya sudah naik mimbar, ustat menjawab sebaiknya tetap melaksanakan shalat tahitul mesjid namun jangan terlalu lama (menggampangkan/ tapi tidak terburu-buru). Seketika pemahaman saya sebelumnya yang keuh-keuh saya jalankan yang hanya berdasarkan penafsiran saya sendiri tanpa ilmu yang mendalam gugur sekita, insyaAllah jika memasuki mesjid dan khotib masih sudah naik mimbar sebaiknya tetap melaksanakan shalat sunnah tahiyatul mesjid dan alangkah lebih baiknya datang lebih awal agar bisa lebih leluasa waktunya dan tidak terburu-buru. wallahu'alam bishawab.

Tarakan, 18 / 2 / 2021
Pukul   : 4.54 sore 

Qadarallah, Belum Rejeki (simlitabmas 2020)

Hari ini, pengumuman penerima hibah penelitian dari kemenristek Dikti keluar dan qadarrallah, wa masya'a fa'all. Begitu mendengar pengumuman dan nama saya tidak masuk sementara beberapa teman yang lain alhamdulillah, mendapatkan rejeki dan namanya keluar, lumayan untuk biaya penelitian diberikan 20 juta tanpa potongan. Sebenarnya tahun lalu saya juga mendapatkan ini dan di dua tahun sebelumnya saya juga mengalami "penolakan" dan untuk yang pertama itu tidak lain posisi saya belum  eligible untuk melaksanakan penelitian. dan tahun berikutnya saya kembali mencoba dan alhamdulillah diberikan rejeki untuk mendapatkan hibah tersebut. dan menjadi pengalaman pertama untuk mengelolah dana penelitian secara mandiri dan belajar dari pengalaman sebelumnya saya menawarkan judul yang terbilang cukup rumit dan benar-benar dalam pelaksanaannya saya mengalami cukup kesulitan. mungkin karena penelitiannya berjenjang namun kesulitan tersebut alhamdulillah bisa terlewati.

Tahun lalu, dimulai lagi memasukkan proposal penelitian, saya menawarkan judul yang memang tidak terlalu menantang, dan bukan perlakukan karena hanya membandingkan dua populasi masyarakat pesisir dan non pesisir di Tarakan. Mungkin karena judulnya tidak terlalu menarik sehingga ini tidak menjadi pertimbangan reviewer untuk mempertimbangkan. dan ternyata bukan hanya saya yang ditolak proposalnya, bos saya juga dengan skema penelitian unggulan dosen, namun karena belum menarik bagi reviewer sehingga belum dipertimbangkan. Sebenarnya saya sudah siap dengan kondisi ini, hal ini tidak lain pelaksanaan penelitian saya sebelumnya sampai saat ini saya belum melaporkan secara utuh. dan ketika teman-teman lain sudah berakhir melaporkan malah saya baru memulai penelitian sehingga waktu untuk melaporpun menjadi molor melewati batas akhir pelaporan. dan memang saya sadari bahwa saya belum benar-benar menjalankan amanah penelitian ini dengan baik.

'Inilah namanya takdir, qadarallah wa masya'a fa'all sekalipun kita sudah berusaha keras untuk mempersiapkan diri dan sudah mempersiapkan dengan baik namun rejeki belum berpihak, ini menjadi pelajaran penting kedepannya selain harus menawarkan judul yang lebih menarik terutama yang berkaitan dengan penelitian intervensi dan harus lebih mempersiapkan diri lagi secara konsep. walau berat, ini harus diterima dengan lapang dada, harus mengihklaskan hati, insyaAllah jika memang rejeki tidak akan lari kemana, belajar dari dua pengalaman sebelumnya bahwa ketika menawarkan judul harus benar-benar ada intervensi dan menarik untuk dikaji dan pengalaman yang sangat berharga juga harus segera memulai penambilan data begitu dinyatakan diterima penelitian, harus memback up dulu menggunakan dana sendiri jika menunggu dana cair baru memulai turun maka itulah yang saya alami tahun lalu, menunggu dana cair baru memulai begitu waktu yang diberikan untuk melaporkan serasa singkat, ketika laporan diminta malah saya baru mau memulai pengambilan data, ini jadi pengalaman sangat berharga. InsyaAllah semua ada hikmahnya, mungkin saat ini saya belum bisa melihatnya namun insyaAllah tetap berprasangka baik bahwa semua ini sudah ditakdirkan dan harus lebih banyak belajar lagi dan lebih mempersiapkan diri lagi. dan tetap belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Jangan berhenti untuk terus berkarya sekalipun dukungan dana (penelitian) tidak seberapa :)

Tarakan, 18 / 2 / 2021
Pukul    : 4.12 sore

17 Februari 2021

Luruskan Niat

Ketika membantu orang lain, yang perlu ditekankan adalah niat, benar-benar membantu tanpa mengharapkan ini dan itu apalagi mengharapkan imbalan yang setimpal. Prinsip saya jika memang saya ada waktu, ada tenaga dan dalam kondisi sehat maka saya akan berusaha untuk membantu dan berusaha untuk meniatkan lillahita'alah.  Karena ada sebuah hadisth, ketika kita membantu / memudahkan urusan olan lain maka Allah akan memudahkan urusan kita di dunia dan di akhirat. lagi-lagi harus benar-benar meluruskan niat karena Allah subhannah wata'alah. Hari ini di tengah kesibukan saya memnyiapkan waktu untuk membantu teman yang sedang menyelesaikan laporan akhir kuliah dan saya membantu dan mengarahkan sesuai dengan yang saya ketahui serta menitipkan semangat agar tidak berhenti meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah.  Yang kedua, ketika melihat story teman yang sedang kerja beres-beres musholah di kediamannya, saya ingat persis musholah ini sering diposting teman untuk kegiatan keagamaan disana. karena ada sedikit rejeki, sehingga saya menitipkan sedikit rejeki untuk tambahan dana disana dan semoga bermanfaat walau jumlahnya tidak terlalu banyak.

Hal yang sebaliknya, jika saya tidak bisa membantu karena satu dan lain hal terutama masalah persoalan ikhlas dan tidak ikhlas misalnya saya ingin membantu teman hanya karena takut teman menganggap kita sebagai orang baik namun dalam hati menolak niat ini, dalam hati memmbisikkan ini tidak benar, tidak usah dilakukan karena ada niat terselubung dibalik kebaikan itu dan mungkin pertolongan itu bukan hal-hal yang sangat prinsipil bagi teman dan bukan kebutuhan yang mendesak biasanya karena keinginan tertentu dan masih bisa ditunda atau ditinggalkan. Ini untuk persoalan apapun, saya berusaha menjaga niat agar tidak disisipi hal-hal yang buruk dan ini juga untuk masalah apapun itu yang jika lakukan terseirat hal tertentu dan biasanya untuk tujuan tertentu. ini yang harus benar-benar saya jaga agar apa yang saya lakukan benar-benar untuk mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah.

Tarakan, 17 / 2 / 2021
Pukul   : 5.25 sore

Belum sepenuhnya fit (sehat)

Mungkin inilah yang saya rasakan dalam seminggu ini, rasa ngantuk masih begitu terasa terutama pada sore hari, pengen rasanya minum kopi namun hati masih menahan karena perut belum aman sementara kopi dapat meningkatkan kerja dari lambung, dari pada terjadi masalah yang tidak diharapkan maka sebaiknya saya menghindari. Pengen rasanya lari sore namun lagi-lagi harus menurunkan niat untuk hari ini. pagi tadi merupakan hari saya lari pagi. Ingin rasanya tetap melanjutkan pekerjaan dikantor namun mata ini tidak berkompromi untuk tetap fokus dalam menyelesaikan pekerjaan. Ingin rasanya tidur, namun tidur sore tidak dianjurkan dan tidak baik untuk kesehatan. Sehingga pilihannya adalah menulis di blog, namun dalam kondisi mata yang kurang bersahabat dan saya sesekali harus menggerak-gerakkan badan agar tidak mengantuk. 

Siang tadi, saya merasakan bahwa kondisi badan saya kurang fit, apakah karena kecapean setelah berolahraga tadi pagi dilanjutkan harus menyelesaikan masalah domistik entah itu mencucui baju yang dikenakan lari pagi dan menjemur pakean yang sudah saya masukkan dalam mesin cuci. Saat lari pagi tadi sempat merasakan sebentar naiknya asam lambung namun tidak terlalu lama, mungkin karena satu jam sebelumnya saya mengkonsumsi roti sebelum lari, ini saya lakukan untuk menjaga kondisi perut saya agar tetap terisi saat lari. Kondisi lelah sangat terasa begitu malam, saya mulai tidur lebih awal, dan bangunnya agak telat hingga beberapa kali saya terlewatkan shalat tahajjud namun masin sempat melaksanakan shalat sunnah witir. Apakah karena badan saya belum terlalu fit dan dalam proses pemulihan karena yang saya rasakan saat ini kondisi perut saya belum benar-benar baik seperti sebelum sakit. Namun kondisi ini tidak menurunkan niat saya untuk tetap berolahraga dan melaksanakan puasa senin kamis (insyaAllah). 

Tarakan, 17 / 2 / 2021
Pukul   : 5.09 sore

16 Februari 2021

Sepatu Running

Baru kali saya benar-benar membeli sepatu lari (running) yang harganya fantastik untuk ukuran saya :) lebih sedikit dari 1jt, walau sepatu ini imitasi dari produk aslinya adidas Ultraboost 20 tiple Black, namun ketika membaca ulasan dari penjualnya kualitasnya cukup terjaga, dituliskan kualitasnya berstandarkan unathorized autentic / au) dimana materianya yang digunakan sudah menyamai produk retail. harganya juga 50% dari harga produk yang berlisensi. Pengalaman pertama saat digunakan hanya terlintas satu kata "wow" ini benar-benar nyaman, walau ada sedikit terkelupas disisi depan kiri namun tidak terlalu besar. dan lari menggunakan sepatu ini seperti sedang berlari dia atas track running dari karpet (mirip-mirip la\gi lari di running track Lapangan Gazibu) sangat empuk tumpuan saat kaki menyentuh tanah. Kemarin untuk kedua kalinya lari dan masih sangat nyaman, jadi PD saat lari selain tampilannya yang elegant dan bagi yang paham lari pasti tahu bagaimana sepatu ini ;) entah bertahan sampai berapa lama sepatu ini layak dipakai, yang jelas hati saya sudah begitu "nyaman" menggunakan saat lari :)

Sebenarnya sebelumnya saya sudah memiliki sepatu lari dari product nike, dan saya pastikan ini oryginal karena membelinya dari tokok resmi nike namun sepatu ini sering dipakai kerja karena nyaman dan stylenya agak santai sehingga pas untuk digunakan kerja dan terutama saat hujan, tidak mudah terpleset, beda dengan sepatu yang selama ini saya gunakan. Sepatu lari yang pertama saya gunaka terutama di bandung juga dari produk adidas kw :) namun karena kurang hati-hati, dua sepatu saya hilang di kosan di Bandung :( dan saya menggunakan sepatu second dari new amour dan cukup lama digunakan, ada sekitar setahunan lebih digunakan bahkan sampai di Tarakan. Kemudian saya menggantinya dengan sepatu schetcher khusus running dan bertahan hingga 3 bulan lebih. Saya mencoba menggantinya dengan sepatu lari karena pernah melihat sandiaga uno menggunakan dan pas di bandung saya mencarinya dan dapat, dan lumayan juga ada sekitar 3 bulan dipake. Selepas lebaran tahun lalu juga saya membeli sepatu running di Ramayana Tarakan, karena lagi diskon yang harganya cukup lumayan yaitu 100rb. Sepatunya lumayan lama juga digunakan ada sekitar 3 bulanan. 

Pernah beli sepatu didua kesempatan berbeda dan hasilnya sangat mengecewakan :( yang pertama karena melihat teman lagi posting, rupanya produckt KW, saya membelinya sekalian dengan ongkirnya sekitar 250rb, apa yang terjadi? baru dipake dua minggu sol bawahnya langsung jebol walaupun kulit luar atasnya masih sangat utuh. Ada juga karena "tertipu" dengan tampilan sepatu di IG, begitu pesan cukup ringan sepatunya namun baru dipake lari 2x 10 K, sold sepatunya sudah jebol. Inilah dua pengalaman buruk yang menjadi pelajaran semoga tidak terulang lagi. Masih ada satu sepatu running saya yang belum disentu, sudah hampir setahun yang lalu saya membelinya :( namun hati belum tegah untuk melihat diinjak-injak saat lari :) stylenya bagus dan cocok untuk dipake berangkat-berangkat :) Semoga pengalaman membeli sepatu ini menjadi pelajaran, saat ini berpikir untuk menabung, jika memang harus membeli yang lebih mahal tapi awet ini tidak jadi masalah. dari pada beli harga 300rn sampai 500an tapi hanya dipake hanya 20-3 bulan :(

Tarakan, 16 / 2 / 2021
Pukul    :  5.22 sore


14 Februari 2021

Running terseol-seol

Minggu lalu merupakan moment yang "terberat" dalam berlari :) kenapa bisa? 1 minggu ini menjadi periode lari yang sangat-sangat berat bagi saya. sejak estratime ahad sore sudah mulai kelihatan, nekat lari dengan kondisi badan yang tidak fit mengakibatkan badan begitu lemas dan harus berjuang keras untuk menyelesaikan finish di 8K dan inipun sudah dipaksa-paksain sampai-sampai ketika berpapasan dengan rekan yang sering menyapa menanyakan kenapa nampak begitu lemas dan tidak bersemangat? saya spontan menjawabnya lagi masuk angin dan benar semalam itu saya mengalami demam (sudah ada cerinya di tulisan sebelum ini). Besok sorenya saya kembali mencoba melakukan lari sore (senin) padahal baru habis dari dokter tapi obatnya belum diminum sekalian sehabis lari dan lumayan dengan 10K dengan durasi 1 jam 8 menit menjadi durasi yang memang sejak dulu seperti ini apalagi tatkala kondisi badan tidak fit dan dalam kondisi capek.

Hari rabu sore menjadi hari yang begitu berat, setelah dua hari konsumsi obat dan sebenarnya obatnya untuk menghilangkan capeh namun ada salah satu obat magh dan efeknya cukup terasa, ketika beringat sangat terasa dan begitu lemas dan pengennya makan padahal sekarang dalam kondisi lari. sore itu lagi latihan interval, 5 K pertama cukup sukses dengan pace yang lumayan namun setelahnya benar-benar perjuangan berat untuk menyelesaikan 10K saya harus melawan ego dan sambil memperhatikan kemampuan diri apakah saya sanggup atau tidak apalagi saat lari berpapasan dengan coach arya :) pengen ngikutin larinya tapi apa daya tak ada tenaga untuk lari akhirnya latihan interval kelar dengan 12 kali repitisi 750 m. Belum sampai disitu rupanya hari jum'at mencoba untuk easyrun tujuannya untuk persiapan longrun besoknya, dan ini lagi-lagi diluar ekspekstasi saya menyelesaikan 10K dengan durasi 1 jam 14 menit, dan ini menjadi catatan lari saya terlama :) padahal sudah paksa-paksain, rupanya tubuh saya belum beradaptasi kembali dan saya harus ngalah dan tidak boleh memaksakan apalagi besok mau longrun :) insyaAllah.

Sabtu pagi, menjadi rutinitas lari, belajar dari beberapa hari lari, akhirnya sayaencoba berdamai dengan diri sendiri, mencoba melakukan kebiasaan baru untuk berlari tidak lagi dalam perut kosong, Malamnya sudah disiapkan dua potong roti, tapi untuk bekal lari cukup 1/2 dari 1 roti yang ada sisanya nanti dimakan selepas beres lari. Star lari dengan cuaca yang lumayan adem sengaja star lebih awal dan memncoba mempertahankan Pace lari.. bertahan 5K, 10 dan 15K dan pilihannya mau lanjut 21K?? Hehehe tentu tidak sebenarnya saya hanya butuh 17K dan akhirnya digenapin 18K dengan durasi waktu 2 jam. Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan lari dengan aman :) dan sore ini saya kembali mencoba Easyrun dan hasilnya tidak mengecewakan, 1 jam 5 menit ut 10K dan energi benar-benar sudah kembali dan semoga semakin membaik..aamiin

Tarakan, 14 / 2 / 2021
Pukul.    : 8.27 malam

11 Februari 2021

Dua nikmat yang terabaikan

Dua hari ini menjadi hari yang begitu genting, serasa dikejar-kejar pekerjaan dan di posisi yang sama kondisi kesehatan saya belum terlalu fix. Banyaknya laporan nilai mahasiswa yang harus diinput ditambah lagi pekerjaan persiapan perkuliahan. semua semua seolah dikejar-kejar waktu. padahal pekerjaan ini seharusnya sudah dikerjakan jauh-jauh hari, memeriksa tugas mahasiswa yang tidak mungkin bisa diselesaikan dalam satu waktu, padahal dulu tugas-tugas itu diserahkan dan seharusnya saya menyisahkan waktu untuk memeriksanya dan memberikan nilai. nah baru satu MK kuliah yang selesai sementara masih ada 4 MK yang harus di input, rasanya mau pecah kepala dikejar dan sering ditanyakan terus hehehe. Letak persoalannya ada sama saya, saya tidak memanfaatkan waktu ketika masih singgang, bukan berarti tidak ada pekerjaan atau aktifitas saya selama ini, namun saya belum bisa memprioritaskan kembali mana yang harus saya dahulukan. 

Dalam keadaan seperti sekarang ini tat kalah kesehatan kurang mendukung, lengkaplah sudah semua, ingin teriak, tidak akan menyelesaikan masalah dan yang harus saya lakukan adalah bagaimana menyelesaikan semua sebelum senin, mau tidak mau suka tidak suka saya harus memanfaatkan liburan besok dan hari sabtu untuk menyelesaikan semua, agar tidak menjadi beban kembali. dan saya juga tidak ingin karena keterdesakan ini sampai mengabaikan nilai real yang ada, saya harus benar-benar melihat tugas mahasiswa dan tidak memukul rata karena bagaimanapun juga mahasiswa mengirimkannya dengan penuh usaha apalagi ada batasan waktu dalam mengirimkan tugas

Akhirnya saya tersadarkan dengan sebuah hadist "dua nikmat yang sering diabaikan manusia adalah nikmat sehat dan kesempatan". nah ini benar-benar kejadian dan harus menjadi pelajaran penting buat saya. Dengan posisi pekerjaan sekarang dan banyak target yang ingin diselesaikan, saya harus benar-benar memprioritaskan apa yang harus diprioritaskan jangan mengabaikan hal-hal yang remeh namun sangat berarti, mencicil pekerjaan itu penting agar tidak menjadi bumerang di kondisi genting. dua hari ini menjadi pelajaran penting bahwa nikmat sehat dan nikmat kesempatan itu sungguh sangat sangat berarti. semua tidak akan seperti saat ini jika sedari awal yang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, saya tidak mengalami keteteran dan ujung-ujungnya jadi gampang emosi. wallahua'alam bishawab.

Tarakan, 11/ 2 / 2021
Pukul    : 5.48 sore

09 Februari 2021

Waspada Gejala Over Training Syndrome

Dua minggu terkahir saya benar-benar lagi menikmati semangat-semangatnya lari (running). dua minggu lalu, begitu masih menjalankan puasa yaumul bid, tidak tanggung-tanggung saya lari senin sore dengan 12 K, ini pencapaian yang luarbiasa dan tidak sampai disitu dihari rabunya ketika melaksanakan latihan interval, juga melakukan 12 K dan lagi-lagi masih dalam posisi puasa :) pacenyapun tidak mengecewakan masih normal seperti tidak berpuasa. nah, minggu lalu semangat itu masih terbawa, senin sore saya lari 12K pacenyapun terkoreksi, lanjut rabu pagi masih dengan interval juga dengan jarak 12 K, begitu easyrun di hari jumat juga masih lari 12 dan sabtunya ditutup dengan longrun 21K. Selepas longrun tidak ada keluhan begitu berarti namun malamnya begitu banyak keluhan datang dan saya sudah menceritakan dua judul sebelum ini :)

Senin pagi saya mencoba menceri referensi, apakah saya mengalami overtraining, namun gejala-gejalanya itu seperti lebih yang berkepangan (> 72 jam atau 3 hari), performa menurun tanpa sebab, gampang sakit, kurang nafsu makan, dan kurang bersemangat. saya mencoba mengecek diri (sebelum pada akhirnya memutuskan untuk ke dokter), kelelahan yang saya rasakan masih dalam batas normal, masih bisa dimaklumi, performa menurun, benar terjadi saat kembali easyrun ahad sore dan alhamdulillah kembali terkoreksi di senin sore walau tidak terlalu maksimal namun sudah memenuhi batas menimal lari saya untuk 10K, gampang sakit, mingkin karena kalap dengan sambal akhirnya sakit namun bukan karena lahraga secara langsung :), selera makan saya sejauh ini masih aman-aman saja :) bahkan ada cenderungan lebih meningkat, dan saat ini insyaAllah saya masih bersemangat :)

Walau tidak secara langsung gejala overtaining ini saya rasakan, namun paling tidak menjadi mengalaman buat saya untuk kembali menguatkan prinsip, running is happy, no running is no happy. berlarilah sesuai dengan irama bahasa tubuh, jangan dipaksa-paksakan dan saya juga harus kembali melihat target lari yang sudah saya dapatkan terutama untuk hari jum'at, itu adalah easyrun jadi jangan ditambah-tambahi lahi 12K :) ini cukup untuk mempersiapkan diri untuk longrun dari hari sabtunya :) dan tetap memperhatikan porsi lari bahwa longrung itu tidak melebihi 35% total lari mingguan, jika saya umumnya lari 50-55K dalam seminggu maka sebenarnya dengan longrun 17K sudah cukup namunlagi-lagi mungkin masih tanggung :) sekalin saja 21K namun dengan catatan dengan memaksakan di hari-hari sebelumnya cukup formal  10 atau 12 K, 12 K, 10 K 21 K kadang-kadang nambah ahad sore 10 K, cukup masih itu dulu jangan ditambah-tambah lagi jadi lari sore ahad itu sebagai pelengkap capaian lari yang belum tercapai namun bukan target utama. :)

Tarakan, 9 / 2 / 2021
Pukul   : 6.14 sore

Mimpi didatangi almarhum Teman

Di Tarakan ini, awal-awal saya di Tarakan, saya begitu dekat dengan salah satu menantu pak yayasan yang memang sejak awal sudah saling akrab dan sering berbagi pengalaman tentang apa saja dan bahkan ada beberapa situasi tersulit saya dibantu solusi ril, pernah seketika saya membutuhkan uang terbilang cukup besar alhamdulillah saat itu saya diberi pinjaman untuk membeli rumah dan saya mengembalikan pinjaman itu tidak lebih dari 1 bulan karena saya sudah menggagaikan sertifikat tanah yang sudah balik nama atas nama saya di bank. Pernah juga ketika awal-awal di tarakan, ada sekitar 2 bulanan ketika ingin meminta izin untuk tinggal di wisma dosen, beliaulah yang memberikan alasan dan jalur untuk bisa mendapatkan izin dari pak yayasan terakhir ketika akan membeli motor tahun 2014 sewaktu beliau belum terlalu sakit saya sempat ditemani dan bulan oktober 2014 menjadi bulan terakhir beliau menghembuskan napas terakhir. memang sangat mengagetkan karena hanya berlangsung kurang lebih dua bulan beliau sakit-sakitan dan sempat di rawat di rumah sakit, sempat mengalami masa kritis sehingga mertua beliau dan beberapa rekan ikut ke makassar untuk menjenguk beliau, qadarallah, sore harinya beliau meninggal dunia (alfateha). memang banyak hal yang tidak bisa dilepas dengan beliau, bahkan ketika beliau masih sakit dan ada disini beberapa kali saya menjenguknya dan memang kelihatan begitu berat sakitnya namun beliau masih kuat menahannya bahkan tidak mengeluh sama sekali.

Dua minggu yang lalu, tepatnya malam jum'at, saya memimpikan alharhum, saya berpikir bahwa ini biasanya saja, mungkin karena sempat melihat foto beliau di laptop saya, namun anehnya malam berikutnya saya kembali memimpikan beliau. entah tidak ada percakapan di dalam mimpi itu, namun pagi begitu cukup teringat apalagi pas saat itu waktu untuk shalat tahajjud. begitu lari pagi, saya bercerita dengan kawan yang biasa lari pagi sama-sama, saya yakin beliau ini cukup baik pemahaman agamanya, saya cerita sedikit secara personal saya cukup dekat terutama saat awal-awal di Tarakan, beliau hanya menyampaikan mungkin ada urusan yang belum diselesaikan. sebenarnya mimpi seperti ini pernah juga, namun hanya sekali dan saat itu saya sempat menceritakan kepada istri almarhum, dan istri almarhum saat itu sempat cerita memang dia sudah lama tidak ke makassar dan rencana akan kembali ke makassar lagi. Namun untuk mimpi ini saya hanya bercerita sama rekan sekantor yang tinggal sama istri almarhum. butuh 1 minggu baru saya bisa bercerita ini, inipun karena ada moment makan sore dengan menu ikan bakar :) (seperti pada tulisan sebelumnya), teman ini hanya bercerita bahwa rumah almarhum di tawarkan untuk di jual dan mobil yang biasa istri armahum juga sudah dijual dan istri almarhum akan kembali tinggal bersama orangtuanya (pak yayasan) di kampung 4. 

Entah ada keterkaitan mimpi saya ini dengan kejadian yang ada, wallahu'alam bishawab, saya tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mungkin bukan wilayah wewenang saya untuk masuk ke masalah ini, sebagai teman hanya bisa berdoa kepada almarhum semoga sudah tenang di sisi Allah subhannah wata'alah dan tugas kita yang masih hidup untuk mempersiapkan diri dengan bekal untuk kembali menghadap kepada Allah subhannah wata'alah. 

Tarakan, 9 / 2 / 2021
Pukul    : 5.50 sore

Say No to Sambal

Beberapa hari belakangan ini menjadi hari yang sangat-sangat berarti untuk dijadikan pelajaran penting dalam perjalanan hidup saya terutama dalam masalah kesehatan :) selama hampir setahun ini saya hampir tidak pernah jebol mengalami masalah kesehatan terutama penyakit yang sering kambuh seperti batuk-batuk dan magh namun sabtu malam kemarin manjadi malam yang begitu memilukan seperti yang saya ceritakan pada tulisan saya sebelumnya, saya mengalami demam yang entah dari mana asal muasalnya hingga tidur saya terganggu karena seringnya terbangun. Memang sore harinya ada gejala radang tenggorakan sehingga saya meminum ramuan rempah sumber waras untuk meningkatkan imun. seperti sebelum-sebelumnya biasanya keluhan itu cepat hilang begitu minum ramuan itu, namun karena merasa kondisi badan saya yang kurang enak sama sudah menyiapkan tablet imbost untuk jaga-jaga. dan memang benar malamnya kejadian kondisinya begitu drop. 

Hari ahad pagi, sempat mengajak anak-anak untuk jogging memang keluhan belum terlalu dirasakan, semalam sudah saya minum imbost bahkan minum paracetamol karena merasa agak kedinginan namun semuanya masih begitu ringan paginya. memang cuaca ahad pagi itu cukup adem sehingga kulit benar-benar beberapa kali merasakan menggigil. dan sorenya saya mencoba untuk lari sore sekedar memastikan apakah kondisi badan saya baik-baik saja, begitu lari 5 K sudah mulai terasa capehnya dan ditegur beberpa  teman yang biasa berpapasan lari dan mengatakan kenapa kelihatan "loyo" dan spontan saya bilang lagi demam dan masuk angin, namun beliau-beliau mengatakan itu karena kecapean. benar saja sorenya saya kembali mengkonsumsi minuman rempah uwuh, dan memang agak berpengaruh dan tidur menjadi lebih nyenyak. namun paginya saya mencoba untuk ke dokter namun ternyata sudah tidak buka layanan pagi lagi jadi saya sore kembali lagi dan alhamdulillah kali ini tidak diberikan antibiotik namun cukup dengan obat antasida, obat pegal dan vitamin B6. anehnya merasa sehat sedikit selepas dari dokter malah saya pergi lari sore 10K, alhamdulillah masih normal lari dan malamnya betul-betul tidur nyenyak apalagi sudah minum obat dan cukup memberikan efek pegal-pegal hilang.

Ini pelajaran penting, saya mencoba mengingat-ingat kembali apa yang saya konsumsi dalam satu minggu terakhir, memang sejak kamis, saya sudah mengkonsumsi sambal pedas walaupun sudah diberikan kecap, namun karena merasa tidak ada dampak sama diare saya merasa biasa-biasa saja, jum'sat sore begitu mau balik ke rumah, teman-teman kantor ngajak makan sore bareng dengan menu ikan bandeng bakar dan disitu ada dua sambal, dan dua-duanya cukup menggugah selera sempat menahan diri namun pada akhirnya ikut melahap juga. efeknya di hari sabtu perlahan-lahan terasa mulai ada kayak radang tenggorokan namun belum terlalu menganggu. dan anehnya lagi sabtu sore karena melihat ada sisa makanan anak-anak yang mubazir jika tidak di makan saya mencoba untuk menghabiskannya dan memang didalamnya itu ada masakan berbumbu dan lumayan pedas + sayur yang hampir sama, makin menjadilah isi perut. Mungkin ini berentetannya penyebab hingga apa yang saya rasakan mulai malam ahad hingga senin ini. alhamdulillah selasa pagi ini cukup baik kondisi saya, paling tidak saya tidak merasakan pusing yang begitu berarti dan ini menjadi pelajaran penting, satu tahun menjaga diri dari godaan "sambal" dan pada akhirnya jebol dan kena jebakannya dan saya harus kembali merasakan sakit. 

Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, terutama saat di bandung, karena sebagian menu makanan wajib ada tambahan cabainya dan inilah yang membuat saya beberapa kali jatuh sakit. dan kondisinya persis sama, badan lemas, pusing kadang-kadang diare dan badan menjadi kaku jika bergerak. awal kosan di bandung seperti ini sampai-sampai saya harus benar-benar selektif dalam memilih kembali menu makanan. kejadian kedua, saya makanan makanan pedas dimana kondisi saat itu dingin dan saya minum minuman dingin pula, besok-besoknya saya diare bahkan merasakan keringat dingin dan kejadian ketiga yang paling paling, begitu ke jakarta untuk menemuai keluarga yang kebetulan lagi menjenguk adiknya yang sakit dan sudah lama bermukim di jakarta, saya dihidangkan makanan khas lakudo, olahan ikan asam dan ada tambahan cabai, begitu balik ke bandung, subuhnya malah saya mengalami vertigo, luar biasa parahnya, kepala berputar-putar dan sebentar-sebentar saya harus muntah, ini mengalaman yang sangat sangat memiluhkan, untung saja ada teman-teman satu kos yang memenahi. memang sakitnya tidak lebih dari seminggu, namun jika memang ini bisa dicegah maka harus dicegah, sudah luar biasa saya bisa bebas dari sakit magh ini sudah hampir setahunan ini dengan mengkonsumsi wedan ronde dan akhirnya saya harus kembali berkomitmen "say no to SAMBAL" jika ingat sehat-sehat dan tidak merasakan gejala magh yang lebih parah lagi, sebaiknya menghindari konsumsi sambal, seenak apapun, ingatlah bahwa rasa sakit yang sudah dirasakan beberapa kali itu cukuplah menjadi penghalaman penting, dan ini bukan beberapa kali, ini sudah sering terjadi dan sekali kena gejala bukan main, bikin syock dan bikin lemas. sekali lagi say no to SAMBAL, yes yes yes

Tarakan, 9 / 2 / 2021
Pulul    :  5.25 sore

08 Februari 2021

Sakit dan penggugur dosa

Sejak Sabtu malam, tepatnya malam Minggu, dua hari yang lalu, badan ini tidak bisa kompromi, ada rada demam dan saya sudah mencoba minum obat saat itu dan efeknya hampir setiap jam saya terbangun untuk buang air kecil. Memang perkara sakit ini bukan pertama kali buat saya, terakhir saya berobat rutin Januari tahun lalu, dan sejak saat itu sepanjang 2020 hanya dua kali berobat pertama saat balik dari Jogja karena ada gejala ambeyen dan menjelang pergantian tahun karena gejala radang tenggorokan. Beberapa bulan belakang ini saya mengalami batuk yang hanya saat lari saja karena efek peningkatan asam lambung apa ini benar terjadi atau hanya dugaanku saja.

Saya kali ini benar-benar terasa namunini bukan pertama kali merasakan seperti ini, sewaktu dibandung jugapernah merasakan, beberapa kali disini juga seperti itu, dan sakitnya daerah pinggang bawah hingga tembus ke kepala. Ini ada salah satu faktor yang menimbulkan ini, walau sudah sering diantisipasi namun masih sering terjadi dan penyakit yang paling sering kambuh adalah penyakit magh, kalau sudah kambuh luarbiasa efeknya kadang-kadang terasa lelah sekali, pegal2. Memang dalam 1 Minggu terakhir ini saya begitu tidak patuh dengan kondisi kesehatan makanan saya, tiga hari berturut-turut saya konsumsi sambal pedas dan terakhir itu Jum'at sore, sempat berpikir kok biasanya saya mencret namun kali ini benar-benar diluar itu semua, badan jadi lemas namun anehnya saya masih paksakan untuk lari sore :) semoga tidak berdampak negatif karena saya lari mengikuti irama tubuh saya kalau memang tidak bisa dipaksakan maka saya akan berhenti.

Sakit itu sebagai penggugur dosa, inilah hadist yang saya dapatkan, dan memang benar ketika orang-orang saleh terdahulu begitu menantikan moment bisa sakit karena beliau yakin bahwa dengan itu dosa2 mereka akan diampuni. Saya sadar bahwa dalam 1 minggu kemarin saya begitu lalai dengan nikmat yang diberikan, saya tidak menjaganya dengan baik bahkan saya cenderung lalai dan mengikuti hawa nafsu..mungkin ini kelalaian yang saya buat, semoga dengan sakit ini dosa2 saya itu berguguran dan saya belajar lebih untuk menahan diri dari segala godaan syaitan dan memanfaatkan nikmat sehat yang diberikan dengan sebaik-baiknya.. aamiin

Tarakan, 8 / 2 / 2021
Pukul.    :  4.44 sore

06 Februari 2021

Ketika Lupa dan ragu bersamaan muncul

Dalam beberapa minggu terakhir ini, penyakit pikun saya kembali kumat namun bukan pada hal-hal serius akan tetapi pada hal yang kecil tapi cukup berarti. Misalnya ketika selesai mandi, apakah saya sudah wuduh atau belum :D, ini sering terjadi akhir-akhir ini terutama jika pagi selepas mandi dan akan melanjutkan shalat dhuha. Ini tidak lain karena rutinitas saja dan sudah menjadi SOP jika sudah beres mandi sebelum mengeringkan badan saya harus wudhu dulu, Untuk perkara ini saya pilih amannya, kembali wudhu, apalagi untuk perkara melaksanakan shalat wajib tertama shalat jum'at, dari belum yakin kalau sudah wudhu maka jalan terbaiknya adalah wudhu kembali mumpung masih ingat. Hal lain lagi jika ingin keluar rumah atau mau melakukan sesuatu jika malam sebelum tidur saya biasa mematikan beberapa lampu, kadang-kadang belum yakin apa sudah dilakukan atau belum namun begitu kembali lihat ternyata sudah dimatiin. kejadian dilain waktu malah benar-benar belum dilakukan karena memang benar-benar lupa :)

Yang paling terjadi adalah mengingat rakaat shalat. astaghfirullah, memang ini tidak mudah dan saya sudah mencoba melakukan namun lagi-lagi sering terulang. Ada amalan baru yang menjadi salah satu alasan sering lupa terutama shalat tahajjud, setelah mendengarkan arahan dari ustat agar melaksanakan shalat tahajud di rakat ke-2 hingga empat dilakukan agak lama baik dari segi bacaan dan seimbang waktunya dengan ruku dan sujud, nah masalah yang sering terjadi ketika sujud, serinng lupa apakah sujud yang keberapa atau sudah pernah bangkit atau bagaimana. dan untuk hal ini saya kembali mempelajari kebiasaan diluar kesadaran saya ketika shalat, saya mencoba konsisten untuk membaca surat tertentu dan diulang-ulang pada rakaat pertama dan berbeda pada rakaat kedua, ini cukup berefek dan alhamdulillah masih bisa mengingat jumlah rakaat walau sedikit jika lagi ngantuk-ngantuknya biasanya tertukar-tukar lagi, lagi-lagi saya kembali konsisten, dan untuk sujud, saya akan mencoba membedaan bacaan doa saat sujud sehingga jika spontan saya menyebutkan lafazh doa itu saya teringat ini sujud yang keberapa :) semoga bisa konsisten. 

Memang perkara lupa ini merupakan hal yang fitrawi, semua orang mengalaminya sehingga kita diberi keringatan jika memang lupa itu diluar kesadaran akal sehat selama bukan hal-hal yang prinsipil dan syarat wajid serta sahnya ibadah, misalnya wudhu. kita namun jika ragu sebaiknya ditunaikan kembali untuk mengantisipasi jika benar-benar kita tidak melakukannya. untuk perkara aktifitas lain, untuk mencegah lupa saya sudah menyusun catatan target yang harus dilakukan terutama perbulannya apalagi menyangkut pekerjaan, tidak ada manusia yang sempurna masih banyak kekurangan yang dimiliki dan pada posisi ini kita sangat-sangat membutuhkan kehadiran "sang khaliq" dalam diri kita yang bisa mengarahkan dan mengantarkan kita pada jalan yang diridhoi. aamiin

Tarakan, 6 / 2 / 2021
Pukul   : 7.13 malam 

04 Februari 2021

Ketika tidak sesuai harapan

Semalam, saya mengikuti ta'lim rutin setiap rabu ba'dah maghrib, seperti biasanya yang dibahas adalah tentang fiqih, dan salah satu subpokok bahasan semalam adalah tentang shalat sunnah istiqorah. banyak riwayat yang mengulas tentang shalat istiqorah ini, ada yang menyampaikan bahwa dilakukan sebanyak 7 kali dan ada pula yang meriwatkan bahwa shalat istiqorah bisa dilakukan ketika sedang menjalankan shalat fardu atau sunnah, untuk meminta petunjuk atas hajat yang akan dilakukan. Maknanya adalah bahwa apa yang akan kita putuskan adalah yang terbaik. dan tidak perlu menunggu muncul dimimpi untuk mengetahui, dengan adanya keyakinan dalam diri bahwa inilah yang terbaik yang harus kita putuskan.

Semalam saya bertanya, base on pengalaman sendiri, ketika memutuskan sesuatu yang paling urgen dalam hidup. Entah itu apa saja ketika kita dihadapkan apa pilihan yang harus kita putuskan.  Alhamdulillah keputusan itu di ambil berdasarkan keyakinan dalam diri setelah menjalankan shalat isitqoroh saat itu, namun berjalan dengan keputusan yang kita ambil ternyata kita dihadapkan kondisi yang diluar dugaan kita bahkan diluar harapan. kita tidak mungkin menyalahkan keputusan yang kita ambil apalagi sudah melakukan shalat sunnah istiqorah, jadi apa yangs seharusnya kita lakukan agar tetap yakin bahwa keputusan yang kita ambil adalah benar. 
 
Ustat menjawab, " kita perlu berhusnuzon dengan Allah" sesuai dengan surat al baqorah  ayat 216 : ... boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu, Allah, sedang kamu tidak mengetahui". sebagai contoh, nabi yusuf tidak pernah mengeluh ketika dibuang oleh saudara-saudaranya di sumur, karena melalui kejadian itu nabi yusuf bisa diangkat menjadi menteri di kerajaan dan kembali bertemu dengan saudara-saudaranya. demikian juga dengan sejarah air zam-zam, sitti hajar harus berjuang mencari air untuk nabi ismail yang terus menangis sehingga si bayi diletakkan di tanah dan menyentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah pancaran air dan masih ada sampai sekarang.  semalam juga sempat dibahas tentang ada seorang yang bertanya karena ada rasa penyesalahan ketika terlambat membawa orang tuanya ke rumah sakit, ustat menjawab bahwa kematian itu tidak bisa ditunda-tunda jika sudah waktunya tidak ada yang bisa menghalangi. semua kembali kita perlu berbaik sangka dengan apa yang kita hadapi saat ini, boleh jadi manfaatnya belum kita dapatkan saat ini namun dikemudian hari baru kita menyadarinya. wallahu a'alam bishawab.

Tarakan, 4 / 2 / 2021
Pukul   : 6.23 sore menjelang azan maghrib

Manusia punya keterbatasan

Sudah menjadi fitrahnya manusia penuh dengan keterbatasan, bahkan sudah banyak sekali ilmu maupun kajian tentang manusia ini dari segala aspek entah budaya sosial politik kesehatan dan yang terpenting adalah dari aspek agama. nah aspek agama inilah yang menjadi pegangan selama ini, banyak hal yang dibahas, manusia itu sering berkeluh kesah, manusia itu penuh kelemahan (keterbatasan), manusia itu mudah sekali mengikuti hawa nafsunya, dan manusia yang melampaui batas. Bahkan dari sejarahnya penciptaan manusia, hal yang baru saya ketahui, ketika manusia akan diciptakan yang berasal dari tanah, bumi menolak untuk memberikan tanah tersebut kepada sang Khalik, namun karena ketundukan kepada Nya, sehingga bumi ikhlas memberikan tanah tersebut untuk jadi jadikan manusia, tercipta lah Adam sebagai manusia.

Gejolak yang sudah timbul ketika akan diciptakan manusia, bahwa manusia ini akan membuat kerusakan di muka bumi, namun sang Khaliq menegaskan bahwa tidak semua mengetahui (maksud) penciptaan manusia ini. Memang jelas dalam firman Nya, bahwa kehadiran manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah yang menjaga amanah sang Khaliq dan juga harus melakukan ibadah untuk menguatkan tugas tersebut. kekhatiran yang ada terjawab sudah, tidak perlu dipermasalahkan. Ketika adam hadir di surga, dan diperkenalkan dengan ciptaan yang lain, seraya diperintahkan untuk sujud untuk menghormati kehadiran Adam, namun ada satu ciptaan Allah subhannah wata'alah, yakni iblis yang merasa lebih tinggi posisinya dari Adam, akibat yang dilakukan itu Iblis dikeluarkan dari surga dan meminta satu permohonan untuk dikabulkan yaitu menggoda adam dan anak cucunya apakah benar-benar setia dan tunduk kepada Allah subhannah wata'alah. dan terbukti iblis berhasil memperdaya adam dan hawa untuk memakan buah huldi yang berdampak adam di keluarkan dari surga dan di turunkan ke bumi.

Inilah perjuangan manusia dimulai, iblis akan selalu menggoda dan memperdaya manusia, kita dimanfaatkan kelemahan, namun bukan berarti Tuhan tidak mempersiapkan diri kita dengan potensi yang ada dalam diri manusia.secara umum ada iman dan "nafsu" yang selalu mememani manusia selama menjalankan amanah umur (hidup). Yang mana yang dominan itulah akan mengarahkan jalan mana yang kita lalui di dunia ini. Jika mengikuti hawa nafsu maka kita akan mengejar dunia, semakin dikejar semakin tidak bisa lepas sementara dalam firman Nya, bahwa dunia ini hanya sedikit dan sementara (sebentar), akhiratlah yang lebih baik. Iman lah yang mengarahkan kita pada jalan yang di ridhoi, sekalipun jalan yang kita lalui tidak selamanya mulus, terkadang kita jatuh dalam jebakan "nafsu dunia". Ketika kita jatuh dalam jebakan kesenangan dunia, dan kita berusaha untuk bangkit untuk menuju jalan yang lebih baik dan tidak sedikit kita harus mendapatkan godaan yang membuat kita jauh dari jalan itu, disilah keputusan yang kita ambil, apa kita mau kembali ke masa lalu, dan tetap begitu-begitu saja atau kita tetap bertahan dikerasnya cobaan yang ada untuk tetap melangkahkan kaki pada jalan yang yang diridhoi. perlu disadari hadis Nabi Muhammad Salallohi alaih wassalam, setiap anak adam banyak melakukan kesalahan dan sebaik-sebaik yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat

Tentunya kita tidak bisa berjalan sendiri, kita membutuhkan support lingkungan yang baik dan yang terpenting adalah rahmat dan kasih sayang sang khalik kepada kita, kita tidak bisa apa-apa tanpa itu, kita hanya menjadi butiran debu yang tertebaran tanpa makna, jangan mengandalkan kekuatan sendiri, manusia penuh dengan keterbatasan, jangan sampai kita merasa hebat hingga membuat diri sombong dan lupa bahwa masih ada yang pencipta alam semesta ini, dengan segala sesuatu yang ada tidak lepas dari pemantauan tanpa henti, tanpa jedah tanpa istrahat dan lagi-lagi membuat kita lupa akan hal itu termasuk diri saya pribadi, kekuatan iman yang ada ketika lagi redup seketika godaan "nafsu" begitu besar mau menjebak pada jalan yang tidak diridhoi, namun sang khalik tetap mempersilahkan untuk segera meminta ampunan dan kita untuk bertaubat dan kembali pada jalan yang diridhoi. Kita manusia penuh keterbatasan, dengan itu kita membutuhkan cahaya ilahi untuk mengarahkan pada jalan yang lurus dan di ridhoi.

Tarakan, 4 / 2 / 2021
Pukul   : 5.53 sore

02 Februari 2021

Membaca Memory Lama

Akhir bulan lalu, saya membuka buku cacatan pribadi, ada tiga buku, buku pertama lebih banyak menulis tentang perjalanan saat masih SPK (setingkat SMA), seingat saya buku itu pemberian sekolah karena mendapat juara saat tahun pertama sekolah. banyak mengisahkan tentang persahabatan dan juga gejolak anak SMA pada umumnya hehehe, bahkan saya juga pernah menuliskan kegelisahan  pada pandangan pertama. wkwkwkw. Buku kedua lebih banyak saya menuliskan tentang perjalanan saat kuliah, lika liku selama 4 tahun kuliah dengan segala problematika yang ada mulai dari masalah pribadi di kos-kosan, kondisi perkuliahan, teman dan sahabat saat kuliah hingga persoalan organisasi / himpunan mahasiswa islam yang hampir mengisi waktu saya selama berada di Makassar. di buku yang kedua ini lebih banyak juga menuliskan tentang pencarian eksistensi diri saya hehehe. Mungkin tidak seperti mahasiswa pada umumnya, saya menjadi orang yang begitu gelisa dengan kondisi diri saya dan pemahaman orang lain tentang sesuatu misalnya tentang pemahaman islam. Alhamdulillah selama berinteraksi dengan rekan dan senior di organisasi tersebut banyak hal yang saya pelajari bahkan saya berusaha menemukan sisi pribadi saya terutama jika berhadapan dengan masalah pelik di organisasi tersebut.  Buku ketiga adalah perjalanan saya di tahun pertama Tarakan, walau tidak semua ditulis namun perjalanan selama setahun ini cukup mengingatkan  apa yang terjadi selama setahun lebih di Tarakan dan saya sudah menulisnya di blog ini di akhir bulan januari lalu. 

Ada hal yang menarik untuk diulas dan memberi pengaruh yang cukup kuat bagi diri saya. semua itu berkaitan dengan pecarian jati diri, hehe saya begitu kuat mempertahankan pendirian saya walau sebenarnya saya juga saya orang yang mudah sekali rapuh. Apakah karena masih muda, emosi saya termasuk belum terlalu stabil, saya begitu mudah terpancing emosi walau tidak sepenuhnya bisa diekspresikan, paling-paling berdampak pada sikap saya yang tiba-tiba diam atau emosi saya yang tidak stabil. Pada sisi tertentu saya menjadi orang yang mudah sekali ngambekan, lagi-lagi tidak secara terbuka, rasa tidak enak itu begitu cepat muncul. bahkan ketika berselisi paham dengan saudara sendiri di Makassar, saya memilih menghindar agar tidak begitu besar dampak yang muncul, ya sebagai adik, saya sadar saya tidak bisa melawan, namun pada suatu moment saya ingat sekali saya begitu emosional hingga berselisih paham dengan kakak dan saya memilih berdiam dan menginap di rumah teman, namun itu tidak bertahan lama saya langsung balik kembali ke kosan dan meminta maaf dengan kakak.

Hal lain yang juga masih hangat dalam ingatan seperti dalam catatan pribadi itu, saya selalu mempertanyakan, saya ini maunya apa? kenapa begitu keuh-keuh dengan diri sendiri, walau kegelisahan ini, tidak lantas saya menceritakan dengan teman atau bahkan dengan sahabat sendiri, karena selama kuliah ada memiliki beberapa teman yang sering sharing tentang apa saja mau dari masalah kuliah maupun masalah pemahaman islam. Hingga saya pernah berkata pada diri sendiri, kenapa tidak segera merubah penampilans sebagaimana teman-teman yang lain, saya mengambil standar paling meminimal, tidak bersalaman dan tidak berboncengan walau dari segi penampilan belum menunjukkan muslim yang taat, celana belum hisbal (tergantung) dan saya begitu menjalankan anjuran "bukan muhrim".  maklumlah lingkungan saya saat itu begitu mendukung untuk menjalankan itu, baik di kampus dengan beberapa teman sudah diberi label "akhwat" dan "ikhwan". perselisihan dengan teman kuliah juga sering apalagi yang berbeda pandangan tentang islam namun hanya sebatas itu saja karena sebagian teman memahami bahwa persoalan ajaran islam bukan perkara yang harus diperdebatkan.

Namun semua itu hanyalah menjadi memory dalam hidup sebagai catatan perjalanan hidup. memang sebagian besar ada yang sudah terlupakan namun ketiga buku catatan pribadi itu seolah kembali membangkitkan memory dan membawa ke masa-masa itu. ketika membacanya di masa sekarangpun saya memakluminya dan memahami kondisi saat itu, saya masih proses belajar dan mencari tahu tentang islam dan jati diri, siapa sebenarnya saya ini dan apa yang sebenarnya yang saya mau. :) walau tidak semua bisa diutarakan disini, paling tidak memory-memory itu mengingatkan bahwa saya pernah berjuang melawan diri sendiri dan masih ada sisa-sia riak perjuangan itu yang masih menempel dalam diri dan saat ini saya lagi berusaha keras untuk kembali membenahi diri mencoba untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa lalu dan berusaha menjadi lebih baik lagi, walau itu semua tidak mudah, namun disitulah letak perjuangannya, membuat hidup lebih berasa dan lebih hidup :)

Tarakan, 2 / 2 / 2021
Pukul   : 6.07 sore

01 Februari 2021

Hai Februari

Waktu terasa begitu cepat, berasa baru beberapa saat pergantian tahun masehi, 31 hari sudah berlalu, banyak kesan banyak cerita yang telah terukir, entah itu yang baik dan juga da buruk :). Bulan Januari kemarin dilalui dengan beberapa bencana di negeri tercinta ini, bahkan  sampai saat ini masih diselemuti duka. Banjir dimana-mana dan beberapa gunung berabi aktif saat ini sedang menunjukkan keaktifannya. Apakah sudah menjadi cerita sejak dulu, ketika pergantian tahun begitu banyak berita "duka" yang menyelimuti. Awal tahun 2020, kita dihiasi dengan banjir yang hampir di ibukota, bahkan kejadiannya hanya berselang beberapa jam setelah meriahnya malam pergantian tahun. Namun yang menjadi sorotan di akhir januari kemarin, ibu kota negara kok banjir ? hehehe ini bukan pandangan politis, ini hanya mengungkapkan fakta yang ada :)

Untuk masalah pekerjaan, jangan ditanya lagi, begitu banyak kesibukan sejak awal tahun, mulai persiapan ujian akhir semester hingga mempersiapkan kegiatan akademik lainnya. dalam urusan pertemanan juga ada yang berubah, wkwkwkw, akhirnya saya harus berani bersikap, saya harus benar-benar mengambil keputusan yang berat namun mau tidak mau harus dijalani, bahkan saya harus menghadapi situasi yang tidak biasa, apa karena selama ini sudah menjadi refleks untuk menghubungi teman walau hanya berbasa basi namun untuk saat ini niat itu benar-benar dikuatkan agar tidak "memulai" dan tepat hari ini sudah berlangsung 3 minggu hehehe, menyapa hanya pada orang-orang yang memang sejak dulu sering berkomunikasi.  sengaja tidak menyapa duluan sama orang-orang cukup dekat bahkan sudah dianggap seperti saudara sendiri yang selama ini saya lakukan, saya memilih "cool" dan semua ini tidak lain adalah hasil renungan dengan pengalaman selama ini, ada sisi positifnya dan banyak sisi negatifnya :). 

Dalam hal lari, bulan januari menjadi bulan yang penuh record, personal best untu half marathon saya mampu menyelesaikan di 2 jam 8 menit, sementara untuk 15K saya berhasil bertahan di 1 jam 3 o0 menit. Masih banyak yang harus diselesaikan, masih banyak yang harus diraih dan masih banyak yang perlu dibenahi, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar dan memperbaiki diri, semoga hari ini menjadi awal yang baik dalam menjalani 1 bulan ini. aamiin. 

Tarakan, 1 / 2 / 2021
Pukul   :  4.24 sore