27 April 2025

Bandung yang Saya (tidak) Tahu

Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya saya kembali ke kota Bandung, kali ini untuk event Duraking Run 2025 dan insyaallah akan kembali lagi saat event pocari sweat Run Indonesia 2025. Terlepas dari event lari hari ini, saya memanfaatkan kedatangan saya di Bandung dengan datang mengunjungi tempat-tempat yang punya banyak kenangan. Saya menyewa motor dan memanfaatkan waktu yang ada. Selepas mengambil racepack yang ternyata itu di depan Yogya kepatihan dan saya harus berputar 2x hehe. Balik ke hotel yang menjadi tempat favorit karena murah dan masih layak (hotel lama) tidak jauh dari Istana Plaza dan asli tidak ribet dan kalau kemana mana juga dekat. Sorenya saya ke Gazibu, untuk lari sore mengenang moment jika sore biasanya lari disini dan yang berubah itu biasanya ketika menjelang maghrib orang2 akan sepi tapi ini benar2 masih ramai. Puas lari sore. Balik hotel dan siap2 makan malam, dan saya memilih di warteg langganan dan setelah lanjut ke jalan gardu jati untuk menikmati ronde jahe dan ini  salah satu tempat yang sering dikunjungi apalagi bandung di kenal dengan dinginnya. Malam sempat berputar2 bbrp kali dan rasa2nya saya kesasar mau ke alun alun malah saya sampe di jalan Martadinata ujung yang berdekatan dengan jalan ahmad yani. Saya balik arah dan saya kembali menikmati jalan2 menuju kampus unpad di DU jalan via Dago dan suasananya  agak beda saat sekarang karena lebih banyak jajanan kulinernya. Pagi tadi setelah event race saya kembali memanfaatkan waktu untuk mencari oleh2 tapi muta2 dulu di jalan merdeka bahkan sampe ke jalan gatot subroto ingin mampir di saloman store rupanya hari minggu  tutup. Puas dengan segala urusan sampe beli oleh2 di kartika sari lanjut ke stasiun melihat apa yang baru dan yang tidak dijual di depok, pilihannya jatuh ke banana Rolling Mayasari dan bolu bakar susu kotak. Ada yang berbeda dari Bandung dari yang selama ini saya tahu, rasa2nya padatnya jalan tidak seperti waktu dulu dan juga cuacanya.. Saat ini sangat panas kalau siang hari . Hehe uda kayak depok. Ini bagian dari perjalanan ke Bandung hari ini. Ada hal yang tidak dilakukan dan beruntungnya bisa dihindari, saya bertemu kawan di tempat race yang sudah dijadikan seperti sodara sendiri hehe..  dan untuk perjalanan saya kali ini sempat saya berpikir, mungkin sudah tidak ada alasan saya lagi untuk balik dan jalan2 ke bandung lagi tanpa ada keperluan / kegiatan. Sudah cukup Bandung dijadikan sebagai kota prioritas yang harus saya kunjungi karena Bandung tidak seperti dulu yang saya kenal, meskipun Bandung akan selalu dikenang 

Bandung, 27.  04.  2025
Pukul.    : 17.34

23 April 2025

Nasi Anget + bumbu mie instan

Beberapa waktu yang lalu, sempat melihat ada mahasiswa yang viral karena sudah beberapa hari hanya makan nasi plus bumbu mie instan, terus diketahui teman sekosannya dan diajaklah dia makan di warung dan si mahasiswa yang dibantu itu berjanji akan membalas dan mengingat ini. tidak lama saya merepost video itu dan saya beri caption kalau ada teman saya sewaktu kuliah S1 di Makassar ada teman yang tiba-tiba datang ke kosan karena katanya belum makan dan saya mengajak makanan yang ada di kosan saya dan saat ini, teman ini sudah menjadi orang sukses. Saya belum konfirmasi kembali apa teman ini masih mengingat moment ini. Memang kedekatan kami sudah mulai merenggang sejak masing-masing punya keluarga dan kesibukan. Hari ini, saya mencoba untuk merasakan bagaimana rasanya makan nasi hanget + mie instan. alhamdulillah nikmat kebetulan masih 1 butir telur sisa saat sarapan tadi. walau sebenarnya tidak benar-benar kehabisan bahan makanan, alhamdulillah masih ada beras yang cukup hingga akhir pekan ini, memang jatah lauk masih terbatas, yang biasa bisa beli lauk seharga 10.000 hingga 15.000 yang bisa digunakan untuk dua jadwal makan, kini benar-benar sisa 1000 rupiah di kantong. Untungnya bensin untuk dua hari kedepan masih aman dan besok kamis bisa berpuasa dan sudah ada roty yang insyallah untuk berbuka nanti dan menu sahur : mie instan telur + milo. InsyaAllah akan ada hikmahnya dari yang saat ini saya alami dan saya sadar begitu banyak pengeluaran yang sudah saya lakukan dan apalagi lusa saya rencana melakukan perjalanan ke bandung untuk sebuah race, sayang sekali untuk dibatalkan sementara senin sudah gajian. terlintas di kepala untuk meminjam uang dan lagi. cerita nasi anget + bumbu mie instan akan selalu dikenang, banyak hal dibalik ceritanya belum lagi kegundahan dalam supervsisi resinden yang mengalami kemandekan karena berbagai masalah kondisi yang mempengaruhi. semangat, jadikan ini menjadi pengalaman penting dan penyemangat kedepannya.

Depok, 23.  04.  2025
Pukul : 16.50

21 April 2025

Harus Tidur Jam 9 malam

Masih tentang pengalaman keberangkatan yang lalu dan beberapa hal yang mengharuskan saya bangun lebih awal. Setelah beberapa kali pengalaman dalam minggu ini berjalan, saya baru tersadarkan kalau untuk bisa bungun lebih awal saya harus tidur paling lambat jam 09.30 malam atau paling awal jam 09.00 malam, hal ini karena tubuh saya benar-benar lelah terutama di weekend apalagi jika sudah selesai longrun. Ada moment badan saya terlalu kelelahan. kemarin ketika akan berlari di GBK saya berusama tidur lebih awal dan alhamdulillah bisa bangun jam 3 kurang. Barusan juga saya tidur jam 9 malam alhamdulillah saya bangun sama kayak kemarin, jam 3 kurang. Saya mempelajar juga posisi kasur, karena bisa diputar 180 derajat dalam beberapa hari saya saya mencoba posisi melintang sehingga suara dari luar itu terdengar jelas dan yang terpenting adalah saya harus sudah mempersiapkan keperluan apa yang harus saya bawa. Jikapun saya harus tidur diatas jam 10, jika saya harus berangkat dengan pesawat, alangkah baiknya saya tidur posisi duduk agar tetap terjaga dan bisa wanti wanti jika terlelap, karena pasti tidur tidak nyaman. Semoga ini menjadi pengalaman yang betul-betul saya terapkan karena akan sering kali saya berpergian lebih pagi atau melakukan aktifitas lebih awal.

Depok, 21.  04.  2025
Pukul : 03.37

20 April 2025

Mempertanyakan kondisi Saat Ini

Tadi sore ketika habs balik dari posko karena sudah janjian dengan salah satu keluarga binaan dan memang hanya bisa ketemunya di hari minggu, saya balik ke kosan, tiba-tiba terlintas kenapa saya harus menjalani kondisi seperti ini, saya memilih melanjutkan pendidikan dan meninggalkan keluarga. Pikiran seperti ini terlintas tanpa diduga-duga sebelumnya mungkin karena lagi capeh-capehnya residensi ditambah tadi pagi saya menuntaskan target lari sejauh 24 K untuk pertama kalinya di rute jakarta dan pertama kalinya saya berlari sejauh itu setelah finish marathon akhir Juli tahun lalu. Walaupun dalam logika saya, apa yang saya jalani saat ini, adalah wajar karena konsekuensi dari pilihan, alhamdulillah sudah berjalan 8 bulan terhitung saya menjalani masa orientasi di kampus. Mungkinkah pikiran yang terlintas ini menjadi simbul ketidakmampuan saya untuk mengontrol pikiran-pikiran yang bisa melemahkan diri dan menurunkan motivasi dalm menyelesaikan program dan target baik karir maupun hoby sebagai pelari amatiran. Semoga pikiran-pikiran yang terlintas hanya sebagai bumbu-bumbu perjalanan hidup, mungkin kondisi saya sedang lelah-lelahnya hingga tidak bisa mengontrol pikiran sendiri, mungkin saya bitih istrahat lebih maksimal lagi dan yang terpenting jadikan itu sebagai motovasi bahwa saya bisa menjalani dan menyelesaikan semua atas seiizin Nya. aamiin

Depok,  20.  04.  2025
Pukul : 21.33  

19 April 2025

Maafkan Hamba Yang Tidak Sabar

Mungkin saya terlalu mendramatisir hidup. Baru saya menghadapi hidup yang sulit, serasa dunia akan berakhir, seolah semua tidak akan baik-baik saja hingga mencari hal-hal yang malah meruntuhkan iman. Apakah saya lupa bahwa hidup ini sudah dituliskan dalam lauhul mahfudz, dan sudah terang dalam al quran bahwa hidup ini ibarat roda yang berputar, ada saat-saat kita diuji dalam kesedihan, kekurangan dan beragam masalah yang menimpah. Memang tidak bisa dipungkiri selama 8 bulan menjalani residensi banyak hal diluar residensi yang mengganggu pikiran terutama masalah finansial yang tidak support namun bukan berarti tidak ada sama sekali namun dibutuhkan ikhtiar untuk benar-benar mengatur keuangan agar tidak ambruk selama 1 bulan. Bahkan ketika saya harus "mengemis" pinjaman sama tema-teman saya merasa saya "terhina" padahal saya tidak lari dari tanggungjawab, saya membayar sesuai dengan kesepakatan diawal dan tidak ada yang kurang, kenapa saya harus malu ? hehe saya yang tidak begitu siap dan sabar menghadapi segala kemungkinan keadaan, yang setiap bulan merasa kehabisan uang sebelum gajian, padahal jika saya meminjam uang, ibarat kata saya hanya "mempercepat" gaji dan pasti akan diganti karena bagi saya itu adalah komitmen utama ketika menghubungi teman. Saya yang seolah tidak siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi seolah saya meragukan apa yang sudah tercatat dalam lauhul mahfudz. Pagi ini, seolah mendapatkan tamparan dari ceramah ust. Nurul Dzikri, yang selama ini saya jadikan tuntunan dalam bersikap terhadap takdir, yang lemah dan berputus asa, apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh orang lain. kita tidak sendiri, kita harus bangkit. jangan berhenti dari rezki dan rahmat Allah subhannah wata'alah.

Depok,  19.  04.  2025
Pukul :  07.04

Mengemis Pinjam Uang

Akhirnya saya harus kembali mengemis sana sini untuk meminjam uang untuk membayar utang karena uangnya sudah mau dipakai. Hal yang selama ini paling saya benci namun saya harus lakukan karena kondisi saya benar-benar tidak memiliki saldo tabungan yang cukup. Memang sudah saya rencanakan akan meminjam uang kembali mengingat saya harus melakukan perjalanan ke bandung untuk race duranking dan itu benar-benar tidak ada modal sama sekali dan saya butuhkan 500rb untuk membayar hotel dan biaya transportasi. dan dari sore hari kemarin saya berpikir panjang dan keras, kepada siapa lagi saya harus w.a dan mengatakan saya lagi butuh duit dan akan kembalikan diawal bulan :( sampe saya harus menghubungi teman yang selama ini saya hapus kontaknya dan pasti ujung-ujungnya ada hal lain yang melenceng dari pembicaraan, kadang mereka seolah tidak percaya  dan mengatakan saya bercanda. Ketika mau menghubungi teman yang lain saya malah mempertimbangkan takut nanti dikompolain sama istrinya atau dia punya kebutuhan yang lain. Anehnya pikiran saya malah sudah traveling kemana-mana padahal menanyakan aja belum heehehe. ya sudahlah semoga besok pagi hingga siang ada kabar baik karena memang sedang buth-butuhnya. dan insyaAllah saya akan berkomitmen akan mengembalikan sesuai janji karena memamng gajian nanti ditanggal 27 atau 28 April nanti

Depok, 19.  04.  2025
Pukul : 03.01 dini hari

18 April 2025

Laptop Ngadat dan Ngeblank

Sejak minggu lalu lalptop saya lumayan sering ngeblìank di awalnya. Disaat2 lagi banyaknya tugas tugas yang harus diselesaikan dan banyaknya deadline. Hal ini diawali dengan saya kesalahan menuliskan pasword dalam registrasi Microsoft ternyata berdampak pada mulai tidak bisa mengakses item2 Microsoft terutama Word dan pdf dan kondisi yang cukup pengangguran adalah item download file tidak berfungsi dengan baik sementara banyak hal yang harus didonwload. Lagi-lagi situasi ini cukup membuat apa yang dikerjakan cukup terhambat namun harus cukup sabar menghadapi kondisi ini. Pelan2 kerjakan apa yang bisa dikerjakan karena tiba2 laptop ngeblank tiba2 beberapa aplikasi tidak bisa digunakan. Bismillah semoga tetap aman2 saja file2 saja dengan kondisi ini

Depok, 18. 04. 2025
Pukul :  14.56

Tidur malam 6 Jam atau lebih

Biasanya ketika besok tidak mengerjakan apa-apa di Posko atau tidak ada terget atau tugas yang disegerakan, biasanya saya memilih tidur lrbih awal, sekedar memanfaatkan waktu tuntuk tidur dan benar-benar mengejar jam tidur 6 jam atau lebih. Kejadian dalam dua malam berturut-turut, malam kamis dengan alasan kecapean mengerjakan tugas-tugas dan sempat latihan interval, saya memilih tidur jam 9 malam, sebenarnya harapannya saya bangun jam 2 pagi, ternyata undur hingga jam 3 pagi. alhamdulillah 6 jam sudah terasa cukup. Kemarin sore ketika mengecek laptop di ITC dengan segala drama tukan service dan saya pulang setelah maghrin bahkan menunda waktu berbuka karena tidak membawa persediaan buka puasa, begitu sampai di kosan, saya kalap dan banyak makan akhirnya ngantuk dan saya memutuskan tidur lebih awal dan terbangun di jam 12 namun memilih lanjut tidur mumpung hari ini cuti bersama. Namun kebiasaan ini masih kurang pas jika diteruskan mengingat kedepannya akan semakin banyak tugas yang diselesaikan dan dikerjakan dan lagi-lagi harus siap begadang. Satu persatu target diselesaikan sisa menunggu target-target berikutnya semoga di lancarkan. aamiin


Depok, 18.  04.  2025
Pukul : 05.53

15 April 2025

Terasa Banget Beban dan Tanggungjawab

Bukan mengeluh tapi sekedar mencurahkan apa yang bergulat dalam pikiran beberapa hari terakhir ini. Tidak lain adalah masalah keuangan dan tugas yang harus diselesaikan. Memang sudah menjadi konsekuensi ketika memutuskan pulang kampung, mudik demi kebahagiaan bersama dengan keluarga yang kemudian disisipi insiden ini dan itu dan harus menanggung resiko atas segala konsekuensi yang ada. Tabungan dipake untuk memenuhi kebutuhan dan hal yang saya inginkan untuk keluarga yang mengharuskan saya mengeluarkan uang lebih dari sebelumnya dan harus meminjam untuk menutupi kekurangannya, perhari ini, saya sudah meminjam 5,5 juta :( 3,5jt itu merupakan honor yang sudah saya ambil duluan, 1 jt meminjam dari saudara yang berarti utang saya bertambah menjadi 5jt :( dan 1 jt saya meminjam uang istri untuk menutupi uang tiket saat balik. Ya Allah, ini berat tapi harus dijalani dan tadi siang ibu kos memberitahukan tentang kondisi pintu akibat keteledoran saya mengakibatkan pintu rusak / bolong karena kena stan tangan ketika memindahkan motor dan harus diperbaiki dan biayanya 450rb :( ini kali kedua saya membuat kesalahan selama ngekos dan yang pertama itu tuba-tiba kaca pelindung motor pecah karena  salah memposisikan sehingga pecah terbelah 2, saat itu harus mengganti 300rb. kenapa ada-ada saja masalah yang muncul dan dampaknya itu harus mengeluarkan uang :( entah apa ini yang salah dengan diri, apakah ini teguran atau memang kecerebohan yang saya lakukan yang tidak bisa berpikir panjang ketika bertindak atau melakukan sesuatu. Semuanya terjadi disaat-saat saya lagi butuh uang karena kekurangan deposit bahkan tidak ada sama sekali dan akhirnya harus kembali meminjam dan terus meminjam. Semoga bisa keluar dari keriwehtan ini. Dalam kondisi seperti ini, ada saja sisi positif yang turut membantu saya mengurang beban yang ada, tiba-tiba teman memberikan fullus karena merasa sudah dibantu atau ketika meminjam uang, ada saja jalannya meskipun ini cukup berat dilakukan dan merupakan hal yang paling tidak saya suka tapi saya harus dijalani. Saya harus berprasangka baik, setiap kejadian di muka bumi ini, semua atas seizin Nya dan tidak ada sesuatu yang ditakdirkan sebagai beban bagi umatnya jika dia berpikir. Ya Allah, Maha Bijaksana, tunjukanlah kepada hamba hal positif yang bisa sy ambil dari kejadian ke kejadian yang ada. aamiin

Depok,  15.  04.  2025
Pukul  :  22.05

14 April 2025

Beres puasa syawal

Alhamdulillah, hari ini menyelesaikan puasa syawal yang dalam 3 hari berturut-turut bersamaan yang ayaumil bidh (berpuasa pada pertengahan bulan, 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriah). Awalnya tidak merencanakan, malah mengira hari ini masih tanggal 14 Syawal, ternyata maju satu hari dari tanggal masehi, jadilah 15 Syawal. Untuk  menjalankan ini, memang tidaklah mudah, ketika sudah berpuasa sejak 2 hari yang lalu, jatuhnya dihari weekend. Untungnya saya hanya berdiam diri dalam kosan, kalaupun pergi hanya untuk keperluan lari dan menyari lauk untuk makan (buka puasa sekalian lauk untuk sahur). Sudah tidak bisa dipungkiri begitu besarnya faedah berpuasa di bulan syawal yang menurut riwayatnya adalah prosesn penciptaan alam semesta selama 6 hari, pahalanya setara berpuasa selama setahun. Bukan masalah hitung menghitung, ini hadiah yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada hamba-hamba Nya yang menjalankan dan menjadi hak hambahnya yang ikhlas menjalankan karena sebagai ibadah. Dulunya ada yang mengatakan puasanya paling lambat sudah beres sebelum 15 syawal namun ini pandangan yang keliru dan  dianjurkan puasa selama bulan syawal yang tersisa kurang dari 14 hari (2 minggu). Semoga menjadi energi positif buat saya dan bisa konsisten menjalankan di tahun-tahun berikutnya. aamiin

Depok,  14.  04.  2025
Pukul  : 20.37

12 April 2025

Bersikap dan menyikapi

Beberapa hal yang menjadi pelajaran penting selama menjalani residensi selama 8 bulan berjalan ini. Sesuatu yang menurut kita baik namun belum tentu baik bagi orang lain. Setiap orang memiliki target yang sudah disusun, dan semua berpacu mengejar target itu. Saya sendiri juga demikian, punya target walau terkesan lambat dan effort yang belum terlihat all out / maksimal. Ada sesuatu yang menurut kita jalannya seperti ini namun belum tentu itu yang juga dipikirkan teman kita malah bisa jadi bertolak belakang, semua berpacu dengan target masing-masing. Mungkin selama ini terlihat bersama namun belum tentu memiliki visi yang sama, ada orang yang disatukan oleh kondisi dan situasi namun tidak berarti setiap moment dan tahap harus terus bersama, kembali lagi ke pernyataan awal. setiap orang memiliki target dan tujuan masing-masing. Kita boleh jadi teman sharing dan diskusi namun bukan berarti ide kita selalu cocok untuk orang lain. Kita bertemu dan berdiskusi di waktu yang sama namun bukan jaminan bahwa kita itu satu daam banyak hal. Kita tidak bisa mengontrol orang lain, kita tidak bisa memaksakan sesuatu pada kawan kita, kita hanya memberi pertimbangan, selebihnya terserah dia.


Depok, 12.  04.  2025
Pukul :  12.54

Jangan Terlalu Memaksakan

Ada hal yang perlu saya renungi ketika kepulangan akan balik ke Tarakan di ramadhan lalu, pengalaman yang begitu berarti dan menjadi pertimbangan saya ke depannya. Saya akan sering pulang dengan menggunakan penerbangan yang sama dan jadwal yang sama. Tidak bisa dipungkiri bahwa 1 minggu sebelum kepulangan saya begitu banyak kegiatan yang dilakukan, belum lagi saya sudah memasuki 10 hari terakhir ramadhan, 2 hari terakhir juga saya disibukkan dengan kegiatan residensi dan moment buka puasa bersama teman-teman residensi dan juga target lari saya yang tetap harus saya kejar. Pagi hari sebelum berangkat saya disibukkan dengan mengurus pajak yang ternyata lumayan ramai, terus mencari oleh-oleh dan yang pasti packing-packing. Sorenya saya tetap berolahraga dengan jarak yang lumayan bahkan saya hampir saja telat shalat maghrib karena kelamaan berlari. Benar-benar hari-hari yang melelahkan dan saya memilih tidur jam 11 (awal) dengan kondisi seperti biasa, memadamkan lampu dan berbaring dengan lelap dan betapa kagetnya saya ketika bangun. Benar-benar pengalaman yang sangat berharga, mungkin saya harus membuat banyak alternatif, terutama mengenai tidur malam, jika belajar dari kepulangan saya bulan desember lalu, saya tidak baring di kasur namun tidur duduk karena takut kebablasan itupun masih saya rasa telat meskipun bangun jam 02.30 dan ke terminal depok persis jam 03.00 untungnya bertemu dengan damri bandara di pintu keluar terminal (tidak ketinggalan), sampai di Bandara bisa istrahat sejenak. Perjalanan pulang benar-benar harus disiapkan dan jangan disepelehkan karena dampaknya cukup besar. menjadi pelajaran saya untuk benar-benar prepare lagi lebih detail dan jangan sampai terlena karena kepulangan itu membutuhkan dana dan effort yang cukup besar. dan semoga jadi ibrah untuk kedepannya

Depok,  12.  04.  2025
Pukul :  12.47

09 April 2025

Bismillah, kembali residensi

Bismillah, perhari ini saya kembali menjalani rutinitas residensi setelah 16 hari break karena cuti bersama lebaran idul fitri, semoga dilancarkan masih banyak target yang harus diselesaikan, masih banyak yang harus dikerjakan, semoga dilancarkan, diberikan kesehatan sehingga bisa target bisa terealisasi sesaui dengan deadline. bismillah

Depok, 09. 04. 2025
Pukul : 07.20

08 April 2025

Belum Siap Bertemu

Selama moment lebaran kemarin, sejujurnya saya belum siap bertemu dengan pemilik kampus dan keluarganya, saya belum siap menceritakan apa yang sedang saya alami selama pendidikan, saya belum siap jujur tentang kondisi saya yang luar biasa harus bertahan dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Mungkin mereka akan berdalih bahwa uang yang diberikan kampus dan yayasan sudah cukup untuk menghidupi keseharian saya di Jakarta namun kenyataannya sungguh bertolak belakang. Jika itu hanya kebutuhan harian mungkin benar lebih dari cukup namun selama pendidikan banyak dana dana tambahan yang harus dikeluarkan untuk menunjang kegiatan residensi. Biarlah beban ini saya tanggung dan jalani. Mereka hanya mau dengar saya selesai tepat waktu, dan mungkin waktu yang tepat adalah ketika sudah selesai. Itu saja


Jakarta, 08. 04. 2025
Pukul.  : 17.00

Kembali Ke Jakarta

Alhamdulillah sudah nyampe Jakarta, dengan penerbangan citylink walau sempat mundur karena masalah teknis., persoalan penumpang yang double sit dan jumlah penumpang yang diluar jumlah seharusnya.. saya memilih kembali ke depok dengan menggunakan KRL bandara dan lanjut nanti di Manggarai. Kebetulan posisi saya sedang di KRL bandara. Tidak kebayang ramainya karena bertepatan dengan jam pulang kantor :( salah satu alasannya menghindari macet. Jujurly masih belum percaya kalau saat ini saya harus menjalani situasi seperti ini ketika seharusnya saya hanya berdiam diri di rumah melakukan pekerjaan ternyata sy harus melanjutkan pendidikan, ini hanya melintas tat kala lg melamun :) 😀 sebenarnya sy sadar dengan keputusan saat melanjutkan pendidikan, saya sadar akan banyak tuntutan tugas dan saya masih menjalankan rutinitas pekerjaan untuk menambah uang saku selama pendidikan. Konsekuensi yang harus dijalankan dan insyaallah ini akan berlanjut ketika saya melanjutkan pendidikan S3 kelak. Bismillah, semoga dilancarkan.. aamiin

Jakarta, 08.  04.  2025
Pukul.  : 16.54

04 April 2025

Mulai Kembali Mengerjakan

Ada beberapa target yang harus diselesaikan selama liburan. yang pertama tugas-tugas dari kampus yang menuntut lebih banyak target harus selesai, kedua : ajuan proposal penelitian dosen pemula yang harus dselesaikan dalam dua hari ini dan yang ketiga memeriksa tugas mahasiswa yang akan diambil minggu depan. Sudah cukup eforia lebaran dan liburan dalam beberapa hari ini, saatnya kembali fokus agar tidak panik menjelang deadline. Saya juga harus mempersiapkan itu jauh-jauh hari paling tidak ada yang bisa dikerjakan dan diselesaikan dalam 2 hari genting ini. Manfaatkan waktu yang ada, pilah pilih mana yang harus dikerjakan dan mana yang menjadi prioritas sesuai skala deadlinennya. Gunakan waktu sebaik-baiknya agar tidak menyesal di kemudian waktu deadline datang. Saatnya membuka kembali file-file yang ada, mumpung laptop kembali bersahabat setelah 3 hari yang lalu trouble dan bikin panit karena takut ada masalah dengan mesinnya. kerjakan sedikit demi sedikit dan akhinrya bisa mengerjakan lebih banyak dan tidak merasa terkejar-kejar waktu dan deadline. bismillah, semoga dilancarkan.


Tarakan, 04.  04.  2025
Pukul   :  07.24 

Hujan Pagi di Tarakan

Hal yang paling sering dikangenin adalah hujan pagi di Kota Tarakan. Ketika sudah mau siap-siap mau lari pagi, tiba-tiba hujan, begitu mau ke tempat kerja, dalam kondisi hujan, hujan pagi di Tarakan menjadi hal yang sering di jumpai dan kayaknya menjadi ciri khas kondisi suasana pagi di Tarakan. Jika dibandingkan dengan jakarta dan Depok, rasa-rasanya hanya beberapa kali saya temui pagi hari dalam kondisi hujan sedang hingga berat, biasanya hujan dari sore hingga diri hari namun paginya itu hanya gerimis. Kondisi pagi di Tarakan menjadi berkah buat warga Tarakan karena tidak bisa dipungkiri di rumah-rumah wagra banyak memakai penampungan air hujan selain untuk keperluan masak memasak juga untuk keperluan MCK bagi daerah-daerah yang belum teraliri PDAM. Pagi ini ketika saya sudah mau siap-siap lari pagi, sempat menunda sebentar untuk membaca 2 lembar alqur'an begitu sudah mau mengenakan jersey tidak lama terdengan titisan hujan di atas genteng rumah yang menandakan hujan akan turun dan semakin lama semakin deras. Semoga hujan pagi menjadi berkah bagi kita semua. warga Tarakan dan sekitarnya.


Tarakan, 04.  04.  2025
Pukul   : 07.04

03 April 2025

All Out Untuk Lebaran

Demi kebahagian orang di rumah dalam menyambut idul fitri, begitu banyak duit yang harus dikeluarkan, mulai dari membeli baju lebaran, hampir 1 jt lebih, keperluan oleh2 bahkan sampai dengan kebutuhan tambahan seperti mengecet rumah, tambahan baju buat anak-anak dan melakukan buka puasa bareng hingga service 2 Hp anak-anak yang rusak agar bisa digunakan pas lebaran dan setelahnya. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab anjloknya keuangan saya hingga pengeluaran rutin bulanan belum tertutupi. Ini adalah bagian dari konsekuensi dari kepulangan (mudik) ke Tarakan. Meskipun mengeluarkan duit yang banyak namun kebahagian dan keceriaan yang didapatkan selama mudik menjadi barang dan hal yang mahal dibandingkan dengan kondisi saya di depok-jakarta yang jauh dari keluarga inti, jarak yang begitu memisahkan. Semua terobati dengan kehadiran / kepulangan saya. Saya berprinsip bahwa setiap anak sudah ada rejekinya masing-masing, sayapun melakukan hitung-hitungan, menimbang konsekuensi yang bisa saja muncul, ini menjadi charging untuk dibawa saat kembali berjuang di depok-jakarta. bismillah

Tarakan, 03, 04. 2025
Pukul   :  23.13

Lebaran Hari ke-3

Hari ini, merupakan hari ke-3 lebaran, apa yang hal yang baru? rasa-rasanya biasa-biasanya saja. malah yang menarik adalah yang kemarin, saya disibukkan dengan kegalauan untuk melakukan pembayaran tiket balik yang kebetulan uangnya tidak cukup, sudah membooking untuk di hari senin, karena uangnya tidak cukup saya membayar tiketnya yang lumayan tinggi, Rp.600rb tambahan dari 1.8jt yang sudah pernah ditanyakan, pas mau booking lagi ternyata tiketnya sold out dan harus dibesoknya dan itu sudah masuk aktivitas residensi dan untungnya hari selasa, dosen yang datang cukup membuat adem dan dihari rabu baru bikin deg deg an. akhirnya dapat juga tiket dengan hasil pinjam uang belanja istri. Kembali hari ke-3 lebaran ini, terbilang flat namun sedikit ada drama, saya bertemu dengan salah seorang anggota lantamal, karena ada yang ingin tanyakan perihal teman yang lost kontak, ternyata yang ditanyakan itu adik teman di puskesmas, dan dulu itu pernah ketemu sekitar tahun 2015 ketika dia tes anggota. Akhirnya saya mendapatkan kontak teman melalui dia, dua hal positif yang didapatkan : menjaling kembali silaturahmi dan kembali merajuk perkawanan. Siang kembali ke open house teman dan tadi sudah janjian untuk sore sama teman, tapi lagi-lagi ada saja halangan dan sebenarnya saya sudah lari pagi dan teman juga sudah lari tapi lokasi yang berbeda. Akhirnya malam ini saya memilih tinggal di rumah, ga memilih keluar dan menyelesaikan beberapa tulisan.

Tarakan,  03.  04.  2025
Pukul   :  21.07

01 April 2025

1 April, Lebaran hari ke.2

Hari ini, bertepatan dengan hari kedua lebaran, hari dimana saya mengadakan open house terbatas hanya untuk teman-teman runner :) namun ini menjadi pengalaman penting untuk kedepannya mungkin alangkah baiknya melakukan open house tidak hanya untuk teman2 lari namun juga beberapa teman kerja dan kerabat-kerabat. Awal april menjadi titik untuk kembali mengingat bahwa bulan ini harus dijalani dengan penuh keseriusan, dimana sudah mulai penyusunan tugas akhir dan juga berbarengan dengan bimbingan tugas akhir mahasiswa poltek kaltara, semoga dilancarkan untuk kegiatan bulan ini dan bulan-bulan berikutnya. aamiin


Tarakan, 01. 04. 2025
Pukul  : 22.45