Ada hal lain yang menjadi sorotan dalam perang Iran melawan Amerika dan Israel, tidak lain adalah perdebatan Syiah dan Sunnah. Syiah, adalah aliran dalam islam yang berperang teguh pada ajaran yang dibawahkan oleh ahlul bait, keturunan nabi Muhammad sallahualaih wassalam, lebih dikenal dengan pengikut Ali bin Abu Thalib sebagai menantu nabi dan juga keturunan beliau melalui garis fatimah , putri nabi dengan kedua anak- hasan dan husein. di sisi lain, ada ahlul sunnah, yang memegang teguh sunnah-sunnah nabi dan sahabat-sahabat beliau. namun yang menjadi pertebatan adalah perselihan diantara kedua kelompok ini, hal ini muncul setelah nabi wafat, dan tidak ada yang siap untuk menggantikan nabi. Para penganut paham ini, berselisih hingga saat ini, bahkan saling mengkafirkan dan saling menjelek-jelekkan. namun dibalik perselisihan itu, ada "maksud" politik yang bermain untuk melanggengkan kekuasaan. aliran saling mengkafirkan dan menganggap keluar dari ajaran islam. Ini yang menjadi perdebatan, saat masa kenabian, semua masalah yang muncul selalu ada penyelesaian melalui wahyu namun kondisi setelahnya tidak tekendali, bahkan lahir-lahir imam-imam dalam mazhab juga tidak terlepas huru hara politik dinasti saat itu. Pada konteks saat ini, aliran ahlul 16.47sunnah "tidak" bisa menunjukkan sikap tegas, apa membela iran atau mendukung Amerika ? apakah karena menganggap bahwa negara Iran yang sebagian besar penduduknya bermazhab ahlul bait, perlu di dukung? sementara kita tidak dibenarkan membiarkan kedzaliman di muka bumi. Kondisi ini yang membuat saya sempat goyah dengan perbedaan ini, saya berusaha menghindari ceramah atau pembahasan seolah-olah menyalahkan iran, terlebih lagi mungkin sebagian besar ulama-ulama kita hanya berpatokan pada kitab masing-masing, padahal semua permasalahan utamanya harus kembali kepada pedoman tertinggi, Al Qur'an, bagi saya, dengan keterbatasan ilmu agama yang saya miliki, jangan sampai kita mempersempit pemahaman keislaman kita hanya pada kitab-kitab tertentu, bukan kah kitab itu merupakan sintesis dengan situasi saat itu, sementara dalam Al qur'an yang menjadi pedoman utuh kita tidak menginginkan itu, kenapa kita sesama umat islam saling membeci dan mencaci maki padahal itu jauh dari ajaran islam yang sesungguhnya.
Tarakan, 31. 03. 2026
Pukul : 16.47