sulit untuk menebak kehidupan yang kita jalani.. terkadang apa yang direncanakan tak kunjung juga datang, malah yang datang hal slama ini kita hindari bahkan tidak diinginkan. sekalipun hidup ini adalah hasil usaha kita, namun seberapa besar apa yang kita jalankan adalah wujud dari harapan kita.. Kita membutuhkan asa, ia bisa membangkitkan kita juga mengarahkan langkah kita dalam mengarungi kehidupan yang kita jalani sekarang dan yang akan datang
29 November 2020
Perdana, ikut matarhon virtual dan dibalik cerita :)
Mencari jawaban yang tersirat
27 November 2020
Sudah Sering Diingatkan
26 November 2020
Jangan salahkan orang lain
25 November 2020
Alhamdulillah, Pas butuh duit, pas ada
Setahap demi setahap
21 November 2020
"bodoh amat"
Overthinking
20 November 2020
Menyemangati Diri Sendiri
Memposisikan diri dan teman
17 November 2020
Ketika Mengikuti Berita
Memulai dari Mana?
15 November 2020
Ahad yang berfaedah
14 November 2020
Menjaga marwah etika penelitian
Terulang lagi, kelupaan shalat dhuha
12 November 2020
Ketika teman kembali menyapa
Terlibat langsung di Lapangan
08 November 2020
Solusi ketika Iman down
" dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampun dosa selain pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya mereka itu, sedang mereka mengetahui" (QS, Ali Imran : 135)
Lanjut penjelasan ustat, bahwa orang bertaqwa dan beriman masih memungkinkan terjelincir dalam perbuatan kemakiatan, namun yang membedakan dengan orang fasik atau orang fasik adalah mereka langsung mengingat kepada Allah, sementara orang fasik atau orang munafik itu meremehkan karena tidak ada beban karena tidak ada iman di dalam diri mereka. Orang yang bertaqwa dan beriman akan beristighfar dan tidak melakukan kembali. Masih ada khilaf bagi manusia, pasti melakukan kesalahan sehingga ketika sadar maka segera bertaubat dan berusaha tidak menjalani. Ketika melakukan kekhilafan sesegera mengingat Allah dan mengakui bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan tidak perna lepas dari kelemahan dan kekhilafan. ketika orang-orang beriman yang belakukan kemaksiatan / kekhilafan maka dibacakan kalimat iktaqillah "bertakwalah kepada Allah" maka bergetarlah hati mereka dan mereka segera sadar akan kekhilafan yang sudah dilakukan dan mereka menyudahi apa yang mereka lakukan. wallahu a'alam bishawab
Tarakan, 8 / 11 / 2020
Pukul : 5.51 sore