29 November 2020

Perdana, ikut matarhon virtual dan dibalik cerita :)

Hari ini menjadi hari yang menyenangkan, terutama pagi tadi ketika berhasil menyelesaikan finish maybankmarathonanywhere. Penuh dengan likaliku namun pada akhirnya berhasil juga hehehe.  Sebenarnya awalnya tidak ada niat, ketika membuka ig salah satu atlit marathon, tentang event ini, menariknya ini gratisan hehehe. saya mencoba membuka linknya namun saat itu jaringan masih lelet. Namun sorenya tiba-tiba penasaran kembali untuk membukanya, saya buka kembali dengan jaringan internet memadai dan berhasil mendaftarkan diri dan memilih kelas half marathon hehehe, jujur saya saat daftar ini juga ga ada niat untuk ikut lomba, namun jujur aja masih aja saya penasaran seperti apa virtual run ini mengingat beberapa teman selalu posting ini. Mungkin karena malu saya juga tidak ada niat mau nanya-nanya hehehe, ada sic teman yang cukup dekat, namun melihat postingan dia lagi liburan saya ga jadi nanya karena takut ke ganggu. malamnya saya kembali membuka link yang tadi namun kali ini membuka dengan menggunakan hapa samsung kecil yang di dalamnya ada aplikasi lari yang saya gunakan, karena saat itu saya berpikir sayang ini kalau saya mengabaikan latihan lari di hari sabtu yang biasa saya lakukan, kalau tidak tercatat waduh gimana nanti progress lari saya hehehe. saya daftar kembali dan saya sudah konekkan dengan aplikasi lari yang ada dengan harapan besoknya masih tercatat di aplikasi lari saya,

Tibalah selepas subuh saya melanjutkan lari, sambil2 saya melihat kok link lari semalam saya lihat ga ada progress padahal saya lari sudah melebihi 10K, saya buka-buka lagi tiba-tiba melihat item kalau saya belum ada race lari yang saya ikuti, sambil menyelesaikan lari yang tersisa saya membuka kembali dan mendaftarkan diri di half marathon yang berhasil (tulisan ini akan dilanjutkan setelah shalat isya, karena sekarang sudah masuk maghrib 5.58 :)  kita lanjut lagi sekarang jam 6.30, jadi saking penasarannya selepas lari masih memperhatikan link may bank marathon, ini dan begitu kagetnya ternyata catatan lari saya tidak masuk dalam catatan lari yang saya daftar karena saya registrasi sebelum jam 7 pagi padahal saya sudah lari 1,5 jam sebelumnya. Tiba-tiba teringat dengan hp yang satunya yang saya daftar sore kemarin, saya kembali membuka dan ternyata saya belum mengkonekkan dengan aplikasi lari saya hehehe, jadi kesalahan saya ada dua, didaftar yang pertama saya lupa mengkonekkan dengan aplikasi lari, yang kesalahan  kedua saat daftar yang kedua, saya lupa memilih race yang saya mau ikuti sekalipun saya sudah menghubungkan dengan aplikasi lari. karena race ini dan mungkin yang lainnya menggunakan link lain sebagai penghubung jadi ada semacam founder yang menyelenggarakan beberapa event. 

Siangnya saya berpikir, apa tidak sebaiknya saya coba kembali berlari sore nanti, sekedar pemulihan lari saja dengan pace sangat lambat dan easy run lah, karena yakin kondisi masih aman saya memutuskan untuk lari dengan pace yang cukup aman sebenarnya pace yang biasa saat lari  sore saat lagi capeh2nya di kantor heheh pace bermain di 6.50- sampai 6.58. alhmadulillah 10 K terselesaikan dengan waktu 1 jam 8 menit, dan alhamdulillah selepas hujan sekitar jam 7 pagi lanjut lagi 11,1 K yang tersisa dengan waktu 1 jam 15 menit. jadi totalnya 21K 2 jam 23 menit, ini merupakan waktu yang biasa di sabtu pagi, bedanya ini ada jedah. Kalau catatan  waktu saya saat half marathon kemarin, 2 jam 16 menit, ini merupakan catatan terbaik saya yang sebelumnya sekitar 2 jam 18 menit. menjadi pelajaran penting ketika mau ikut race harus serius dan benar-benar memastikan, karena kemarin niatnya setengah-setengah, dan tidak terlalu serius dan memperhatikan akhirnya terjadi kesalahan seperti yang sudah diceritakan. Tapi apapun yang terjadi kemarin, alhmadulillah saya akhirnya bisa menyelesaikan semua dan kalau mau ditotalkan sejak kemarin dalam 24 jam ini saya sudah lari 42 K hehehe, lumayan modal untuk nanti untuk bisa full marathon, alhamdulillah

Tarakan, 29 / 11 / 2020
Pukul   : 6.42 malam

Mencari jawaban yang tersirat

Dalam beberapa waktu belakangan ini, saya benar-benar memfokuskan untuk membenahi diri dalam segala aspek tapi diluar pekerjaan, karena tidak bisa dipungkiri kesibukan dalam penelitian banyak menyita waktu dan pikiran bahkan saya harus menyelesaikan pekerjaan kantor diluar jam kerja, paling sering ketika selepas subuh mampir ke kampus atau menambah jam kerja selepas jam kerja berakhir. Berbenah diri ini tidak mudah, saya yang memiliki masa lalu yang tidak sepenuhnya baik dan berjalan mulus, banyak hal yang harus dihadapi dan paling sering adalah gejolak dalam diri, seharusnya fase ini sudah terlewati ketika masa-masa remaja dan masa muda namun lagi-lagi tidak sepenuhnya berjalan baik. Saya sadar bahwa saat itu saya berada di lingkungan yang baik bahkan membawa pada karakter diri saat ini, terutama untuk penyadaran ilmu agama, namun masalah tidak sampai disitu saya harus menghadapi sisi lain dalam kehidupan, gejolak dalam diri antara "menyerah" dengan kondisi atau tetap bertahap, belum lagi ketika menghadapi situasi yang sepenuhnya tidak diduga dan tidak diinginkan, namun selalu saja ada arah dan jalan menunjukkan agar saya kembali ke jalan yang sesuai bukan jalan yang semakin menyesatkan diri.

Cahaya kebaikan selalu datang di waktu yang tepat dan moment yang dibutuhkan, mungkin ini bagian dari jawaban doa yang dipanjatkan, karena menjadi rahasi sang Ilahi kapan diwujudkan, yang pastinya Tuhan memberikan jawaban yang tepat yang terkadang kita tidak menyadarinya. Dalam beberapa kejadian terakhir ini juga seperti itu, ketika kita menghadapkan seseorang untuk berubah dan mengingat tentang apa yang kita sampaikan dan sarankan namun tidak juga berubah, nah suatu waktu dia menghadapi situasi dan kondisi yang mengharuskan dia bersikap seperti kita sampaikan, tangan kita tidak mampu merubahnya. Demikian juga pagi tadi, semalam itu saya tidak ada niat untuk melakukan aktifitas bada subuh ahad seperti saya jalankan beberapa minggu terakhir ini karena saya harus menyelesaikan utang lari, namun kondisinya berubah ketika sejak jam 2 diri hari sudah sudah mulai hujan dan berhenti pas jam 7 pagi, untungnya saya shalat di nurul hidayah sehingga saya bisa duduk diam sambil tadarrus sambil menunggu waktu syuruq dan menjalankan shalat sunnah isro. itulah ketika kita merencanakan namun kita tidak tahu apa yang terjadi besoknya mungkin semua demi kebaikan kita sendiri.

Tarakan, 29 / 11 / 2020
Pukul   : 5.47 sore

27 November 2020

Sudah Sering Diingatkan

Namanya musibah, kita tidak pernah minta-minta, namun jika memamng sudah saatnya datang, maka tidak ada yang bisa menghindarnya. Pagi tadi, begitu dapat w.a dari istri, isinya tasnya hilang didalamnya ada dua laptop, satu laptop kantor dan satu laptop pribadi. Laptop kantor itu baru saja dibeli sementara laptop pribadi, sudah hampir dua tahun ini. Kejadiannya istri baru sadar jika laptop tidak ada di kantor, dan istri mencoba mencarinya di rumah dan ternyata di rumah juga tidak ada. tidak lama mendapatkan w.a tadi. Sebelum-sebelumnya kurang sreg melihat istri begitu sibuk dengan pekerjaannya, pekerjaan di kantor dilanjutkan di rumah dan sudah sering seperti ini. Bahkan pemandangan seperti ini sebenarnya kurang mengenakkan namun saya mencoba untuk menahan diri untuk tidak protes, mungkin lagi banyak kerjaan di kantor. Cukup mengganggu sebenarnya sic, ketika malam dini hari terbangun istri masih saja dengan laptopnya dan yang membuat kurang pasnya lagi ketika beberapa kali laptop disimpan di tempat yang kurang aman dan bahkan sering kelihatan dari luar. Saya sudah beberapa kali juga mengingatkan untuk tetap berhati-hati jangan sampai lupa mengamankan ditempat yang pas dan tidak langsung kelihatan dari luar. 

Kejadian kehilangan dirumah ini sudah sering, seingat saya tahun 2011 ketika zilan akan lahir saya juga kehilangan laptop dan kejadiannya sangat memilukan bertepatan dengan lebaran idul fitri, saya tidak sadar dan tidak pernah menduga kalau selepas silaturahmi jendala dalam kondisi rusak dan saya melihat laptop saya sudah tidak ada di tempatnya. Pernah juga ketika lagi baring-baring karena saya karena kurang memperhatikan tiba-tiba hp saya sudah tidak ada. Pernah juga ketika selepas liburan semester dari bandung, anak-anak saya bekali dengan tablet samsung, nah karena kurang diperhatikan dan cenderung tablet itu dipercayakan sama anak-anak hanya berselang shalat zuhur, rupanya tablet itu hilang dalam sekejab, begitu lepas shalat sudah tidak ada tablet itu. dari sekian banyak kejadian itu, tidak ada satupun yang dilaporkan ke polisi, apa pesimis atau seperti apa atau karena sudah terlalu ikhlas karena semua ini musibah.

Tarakan, 27 / 11 / 2020
Pukul   : 5.45 sore

26 November 2020

Jangan salahkan orang lain

Kemarin begitu sedang ada di lapangan, tiba-tiba saya di telepon bagian kepegawaian kantor, beliau mengkonfirmasi absensi saya banyak yang bolong-bolong. Memang saya sadari bahwa saya paling sulit ceklok terutama saat pulang. Apa karena buruh-buruh atau belum terbiasa, sehingga selalu terabaikan ketika pulang apalagi jika itu hari senin, yang merupakan hari jogging sore saya, kadang-kadang juga jika terlalu sore balik mungkin karena buru-burunya sampai lupa ceklok. Minggu lalu ketika sadar bahwa sulit untuk ceklok, saya mengaja menunda balik dari mesjid biar tidak ketinggalan ceklok namun itu hanya bertahan seminggu, karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga saya harus benar-benar ingat jika memang belum ceklok. Sebelum turun ke lapangan saya sudah mengurus surat tugas, mungkin hanya karena kelupaan atau memang tidak tahu, surat tugas itu lupa ditembuskan ke bagian ke pegawaian atau wadir 2, kedepannya ketika aka bertugas seperti ini akan menindaklanjuti kembali dengen memberikan kebagian kepegawaian

Namun ini menjadi pelajaran penting, ketika saya harus benar-benar sadar bahwa ceklok pulang itu penting. Memang dalam dua minggu belakangan ini saya tidak melaksanakan ceklok siang karena sedang berada dilokasi, namun  tidak setiap hari, walaupun saya punya dalih bahwa saya sedang melaksanakan riset dan kegiatan di kampus juga lebih banyak melakukan aktifitas yang berkaitan dengan riset, menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus disiapkan untuk kegiatan besoknya, namun ini bukan menjadi alasan, paling tidak ada beberapa hal yang memang karena faktor kelupaan dan yang paling utama itu faktor tidak biasa karena letak dari ceklok di tempat yang tidak pas bagi saya karena buka persisi di tempat orang berlalu lalang. hari ini ceklotnya susah dipindahkan di posisi yang tepat dan bukan menjadi alasan lagi jika saya tidak ceklok pulang hanya karena lupa karena ketika pulang pasti melewatinya. 

Tarakan, 26 / 11 / 2020
Pukul   : 5.42 sore

25 November 2020

Alhamdulillah, Pas butuh duit, pas ada

Sejak kemarin ketika baru saja menyelesaikan kegiatan di karungan, tiba-tiba saja ban belakang motor saya gembos, namun ini biasanya terjadi dan sisa dipompa aja. Begitu selesai shalat zuhur, saya bawa ke bengkel sekalian membawa sepedanya zilan, begitu di bengkel rupanya ban motor saya ini sudah amblas, sudah bojor ban luarnya, tiba-tiba teringat, ban ini pernah disuntik untuk menutupi lubang yang ada, sekitar bulan ramadhan yang lalu, berarti setengah tahun lalu. Si tukang bengkel menawarkan untuk mengerjakan namun saya bilang nanti aja yang bisa digunakan dulu, dan hati sebenarnya ingin membawa ke begkel yang lebih besar. begitu selesai sepeda dikerjakan sambil mendengarkan komentar dan obrolan dari tukang bengkel walau sebenarnya ada beberapa hal yang kurang saya setuju karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah akhirnya saya tidak terlalu merespon lebih jauh dan hanya menanggapi seadanya, tujuannya tidak lain hanya menghindari perdenbatan.

Begitu selesai sepeda, saya balik ke rumah, rasa-rasanya motor ini masih enak dipake, saya putuskan untuk menunda membawa ke bengkel, besok harinya masih aman ketika digunakan pergi jogging dan pergi ke karungan walau sebenarnya rada khawatir kalau tiba-tiba gempos di tengah jalan. Setelah acara selesai di posyandu, begitu menjalankan motor tiba-tiba motor ini rasanya lain, namun kondisinya masih bisa jalan, beda jika menggunakan ban biasa biasanya terasa goyangan motor. dengan pelan-pelan saya balik ke rumah namun sebelumnya mampir ke ATM untuk mengambil uang. Selepas shalat zuhur saya bawa ke bengkel yang saya maksud, dan rupanya harganya lumayan sesuai bayangan saya, saya masih menggunakan ban tubles, dengan ukuran agak besar, sekitar 10 menit selesai dikerjakan, saya sudah bayar dan saya kembali ke kampus untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. 

Alhamdulillah, kali ini saya mengeluarkan uang tanpa beban, uang masih ada direkening, dan masih cukup untuk keperluan ini dan itu walau semua diluar keperluan urusan dapur. Saya bersyukurnya dan baru kali ini saya mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang. ALhamdulillah uang yang ada cukup, mungkin karena masih ada saldo yang saya gunakan untuk penelitian dan masih cukup untuk digunakan beberapa kegiatan penelitian yang tersisa termasuk untuk pengurusan publikasi. Alhamdulillah baru kali ini saya merasa plong, mungkin karena saya sudah merasakan manfaatnya menggunakan ban tubles yang tidak terlalu berurusan dengan masalah ban bocor dan ganti ban dalam, apalagi jalan menuju rumah yang tidak beraspal sedikit berpengaruh dengan kondisi ban. semua ini karena rejeki yang Engkau berikan ya Allah..

Tarakan, 25 / 11 / 2020
Pukul   : 5.33 sore

Setahap demi setahap

Alhamdulillah, dua hari ini menjadi dua hari yang cukup membawa angin segar bagi saya, hal ini tidak lain karena "tahapan penting penelitian saya mulai dijalankan".  tahapan penting itu adalah mengadakan pelatihan untuk kader kesehatan. Kader kesehatan ini menjadi kunci dalam pelaksanaan penelitian saya karena melalui kader kesehatan intervensi ke kelompok responden akan diberikan dan insyaAllah mulai berlangsung besok. Dua hari ini tidak mudah,  diawali dengan penjajakan, harus mencari alamat yang untuk bisa memulai kapan dilaksanakan pertemuan ini. Alhamdulillah walau harus tersendak-sendak namun akhirnya bisa berjalan seperti dua hari ini.  Sehari sebelum pertemuan hari jum'at itu, saya harus mencari mencari alamat ketua kader di tiga posyandu di kelurahan Mamburungan timur. Alhamdulillah ada saja kendala namun tidak menganggu kelancaran mencari alamat ketua kader tersebut. Ketika baru dari kelurahan Mamburungan Timur, kami diarahkan untuk mendatangi 1 ketua kader dan alhamdulillah, kami dapat arahan dan ternyata beliau menjadi salah satu yang paling ditokohkan di wilayah itu. Begitu mau melanjutkan mencari alamat yang lain, tiba hujan deras kembali menyapa. lumayan lama, untungnya kami berteduh di mesjid pesantren disana. begitu hujan mulai redah kami melanjutkan pencariaan melalui petunjuk warga yang kami tanyai akhirnya kedua ketua kader posyandu kami temukan. 

Saat breafing besoknya, peserta yang hadir 8, dan ketiga posyandu itu hadir, saya menjelaskan tentang rencana kegiatan yang dilakukan, alhamdulillah antusias dari kader cukup bagus paling tidak bisa menenangkan saya kalau kegiatan ini akan berlangsung dengan baik. Tibalah hari senin, menjadi hari dimulainya pertemuan perlatihan kader untuk hari pertama, walau sempat tertunda kurang lebih 20 menit,  kader yang mengikuti hari pertama ini 13, namun 1 orang harus izin karena ada urusan mendadak. Walau ada kendala namun semua berjalan lancar dan saya perlahan-lahan menjelaskan secara garis besar isi modul, memperagakan bagaimana teknik penyuluhan yang biasa dilakukan oleh tenaga kesehatan. Setelah hari pertama berakhir, cukup banyak yang menjadi evaluasi terutama untuk masalah persiapan, memang saya sadari, saya mengerjakan ini penuh dadakan dan serba terburu-buru, bagaimana tidak modul baru bisa saya selesaikan jam 8 malam, itupun melalui inspirasi saat shalat isya, padahal niat awalnya akan menunda shalat di mesjid, na'udzubillah. Persiapan hari kedua juga terbilang dadakan, yang harusnya saya sudah siapkan media, namun lagi-lagi kerja saya yang serba dadakan ini belum menyiapkan sepenuhnya apa yang dibutuhkan itu belum lagi tokohnya akan tutup. Akhirnya jam 10 malam baru bisa selesai dan ini menjadi catatan pertama saya pulang ke rumah samapai jam seperti ini dan berada sendiri di kampus, untungnya ada suara-suara orang yang lagi karaokean jadi suasana malam td tidak hening dan menakutkan hehehe

Hari ini menjadi hari kedua dan hari terakhir pelatihan kader ini, selepas lari pagi, seharusnya saya membawa hasil prinan semalam untuk dijilid, tiba-tiba ada ide muncul, kenapa tidak saya masukkan materi tentang reumatik? bukannya itu masukan dari kader kesehatan di hari pertama? akhirnya saya ke kampus membuat untuk reumatik dan selesainya jam 8 dan saat bawa ke fotokopian, itu bisa selesai jam setengah 10, teman yang biasa membantu sudah menuju TKP akhirnya saya minta tolong untuk kembali sekalian menunggu di fotokopian. hehehe, hari kedua ini peserta berkurang dua, karena lagi ada urusan. kali ini semua kader kesehatan yang hadir harus mensimulasikan bagaimana cara menyampaikan materi edukasi kesehatan. alhmadulillah berjalan lancar, dan bertepatan juga kehadiran pimpinan poltek yang kebetulan juga merupakan tim kerja saya dalam penelitian ini. Akhirnya penelitian ini berakhir, semua berjalan lancar dan kami harus membuat kesepakatan untuk melaksanakan penerapan langsung pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah posyandu masing-masing. rangkaian kegiatan penelitian ini akan berlangsung 1 minggu kedepan semoga bisa berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang direncanakan dan ditargetkan. aamiin

Tarakan, 25 / 11 / 2020
Pukul   : 5.06 sore

21 November 2020

"bodoh amat"

Masih berkaitan dengan tulisan sebelumnya kali, masih bagian dari bahasan live ig sang mutivator muda, jd yg ditawarkan dari overthinking adalah berpikir bodoh amat. Memang untuk hal-hal tertentu perlu kita berpikir seperti itu untuk memutuskan pikiran-pikiran yang aneh yang kita buat-buat sendiri tanpa melihat realita sebenarnya.. kita perlu "berperang" dengan diri kita sendiri kalau yang sudah terjauh berpikir tentang realitas yang sesungguhnya

Saya sendiri juga terkadang sering menggunakan cara bersikap "bodoh amat". Untuk hal-hal yang mengarah kesana dan sebenarnya tidak seperti itu, ada mungkin yang mengira saya seperti apa hanya karena omongan orang atau hanya karena melihat diluarnya saja terus mengambil kesimpulan selama itu tidak mengganggu saya sikap itu paling pas namun jika memang harus diklarifikasi ya perlu klarifikasi namun jika sudah tidak bisa dikendalikan lagi mau mau orang itu dan terserah dia dengan pemahaman dia tentang saya..itu hak dia dan bagi saya "bodoh amat" :)


Tarakan, 21 / 11 / 2020
pukul : 8.13 malam @ronde26Markoni

Overthinking

Siang tadi tanpa sengaja melihat notifikasi di ig ada live dari motivator muda edvan m kautsar. tanpa panjang mikir saya join di live tersebut dan materi yang dibahas cukup bagus "overthinking". Sejenak berpikir ini yang dulu sering saya alami dan kadang-kadang masih suka muncul. lebih rinci sang coach memaparkan bahwa overthinking ini berpikir yang berlebihan terhadap sesuatu atau realitas yang sebenarnya tidak seperti yang ada dalam pikiran kita. Overhinking lebih disebabkan karena kita yang terlalu berlebihan memikirkan sesuatu yang bisa jadi sesuatu itu tidak seperti itu, kita terlalu terpenjara dengan pikiran-pikiran yang kita buat sendiri, kenapa? karena kita tidak mau melihat realitas sebenarnya, jika hanya membuat-buat pikiran-pikiran yang aneh-aneh. Misalnya ketika ketemu teman, teman tidak menyapa seperti biasanya, kita langsung merasa bahwa kita ada salah dan mungkin dia telah tersinggung dengan kita, padahal teman kita ini tidak berpikir seperti itu, teman kita ini tidak bermasalah dengan kita, kita saja yang bermasalah dengan pikiran kita :)

Setelah diingat-ingat ada beberapa situasi yang terjebak dalam pikiran seperti ini, terutama 5 tahun yang lalu, mungkin karena kecapean, atau karena cemas berlebihan dan memang saat itu kondisi kejiwaan saya boleh dibilang tidak stabil, saya dengan mudahnya mengambil kesimpulan terhadap hal-hal yang belum pasti, bahkan ketika ada teman yang tiba-tiba berubah dan tidak menyapa seperti biasanya, nomor hp tidak bisa dihubungi, saya langsung berkesimpulan bahwa saya ada salah, ketika berpapasan di jalan tidak menyapa atau senyum saya malah mengambil kesimpulan sendiri padahal pertemuan kami juga tidak begitu intens, hanya melalui sosial media , pernah ketemu dan waktunya singkat setelahnya itu tidak lagi, bisa jadi teman ini tidak begitu kenal saya, sehingga pertemanan melalui sosial media dan pertemuan singkat itu tidak begitu diingat jadi wajar begitu dijalan dia tidak begitu mengingat hehehe dan ini masih berlangsung hingga saat ini dalam beberapa kali berpapasan dan saya masih berpikir kayaknya teman ini tidak begitu mengingat hanya saya saja yang merasa kenal wkwkwkwkw

inilah pengalaman yang membuat saya terjebak dalam overthinking, dan saat ini saya belajar untuk memanage pikiran-pikiran yang mengganggu dan berusaha berpikir secara wajar untuk segala hal termasuk tidak cepat mengambil kesimpulan sebelum ada konfirmasi dan klarifikasi biat tidak terjemak dengan pikiran sendiri yang terlalu liar dan luas bekerjanya :)

Tarakan, 21 / 11 / 2020
Pukul  : 7.13 malam selepas azan isya

20 November 2020

Menyemangati Diri Sendiri

Sejak siang ini, saya sampai pada titik ga bisa ngapa-ngapain padahal banyak yang bisa dikerjakan, sejak siang sudah berniat untuk meminum kopi agak tidak ngantuk dan menyelesaikan beberapa pekerjaan namun  tiba-tiba semua ngblank dan saya hanya bisa bingung dengan kondisi ini. Tidak terasa sorepun sudah menyapa, ketika tadi akan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, rupanya masih saja rasa ini begitu menyelimuti dan membuat saya ga bisa ngapa-ngapain untuk menyelesaikan pekerjaan tersisa. Mencoba membangun komunikasi dengan teman namun saya abaikan saya pikir saya harus dalam kondisi siap jika mau berkomunikasi dengan teman apalagi yang berkaitan dengan curha mencurhat. hehehe kondisi kurang pas sejak lari tadi pagi, barusan saya lari di pace yang sangat lambat, karena memang tema lari jum'at pagi adalah easy run tidak terlalu kencang apalagi larinya tadi sambil ngobrol dengan teman, namun ini bukan menjadi alasan dan saya memang tidak mempersoalkan, sejauh ini enjoy saja. 

pagi tadi saya menyelesaikan satu tahap penelitian dan alhamdulillah berjalan lancar dan antusias dari yang hadir cukup besar dan memberikan energi buat saya. sehabis lari saya harus menyiapkan kue sendiri tanpa cateringan, dan saya juga dibantu keluarga dan begitu sampai dilokasi dibantu sama staf di kampus. sebenarnya ini menjadi penyemangat buat saya, mungkin karena lelah baru terasa capehnya sehingga saya mau paksakan juga keinginan dalam diri belum terdorong, alhamdulillah pekerjaan lain di kampus tetap jalan, tidak ada yang tersendak-sendak, semua tugas di rumah juga selesai juga, mungkin hanya saya yang lelah saja, saya butuh istrahat, saya butuh energi kembali untuk melangkah lebih jauh lagi. insyaAllah, kondisi pagi tadi menjadi penyemangat saya dan saya harus sambut semoag semua berjalan lancar dan target rampunngnya semua kegiatan adalah sebelum pilkada tanggal 9 Desember, agar kegiatan saya tidak terhambat dan tidak dianggap sebagai kampanye terselubung di masa-masa tenang :)
semangaaaat

Tarakan, 20 / 11 / 2020
Pukul   : 5.50

Memposisikan diri dan teman

Dalam pertemanan kita diperhadapkan dengan etika pertemanan, kita tidak bisa masuk ke wilayah privasi teman kita jika tidak diminta,  begitu banyak petuah dan ungkapan tentang pertemanan yang bisa mejadikan dasar pertemanan misalnya jika ingin melihat benar-benar teman lihatlah ketika dia dibelakangmu dan ketika kita tidak ada, ada juga pertemanan  anak diuji pada 3 situasi, saat dibutuhkan, dan masih banyak lagi. Sebenarnya dalam beberapa minggu terakhir ini saya begitu belajar untuk melakukan ini, menjaga privasi teman. Semalam ada kejadian yang sebenarnya cukup saya sesalkan hehehe tapi sudahlah mau bagaimana lagi sudah terlanjur. ada teman yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri, tapi entah apa dia juga mengganggap saya seperti itu atau saya saja yang merasa begitu wkwkwkwkw, jadi begini awalnya saya belajar menahan diri untuk membatasi komunikasi, saya juga pernah sampaikan sama dia kalau saya malu jika berkomunikasi dengan dia karena saya merasa kurang wajar saja, sering menyapa duluan bahkan curhat, merasa seolah-olah dekat namun sampai saat ini saya belum yakin betul apakah teman ini juga mengganggap saya sebagai saudara wkwkwkwkw semalam saya bercanda, saya meminta alamat IG dia, selama ini saya komunikasi sosmednya via facebook, ga lama dia membalas dan memberikan alamat ig, saya memfollow dan dia juga memfolback, jadi begitu melihat foto-foto dia, sudah saya berpikiran kayaknya saya kurang pas disini, hehehehe tapi mau bagaimana lagi saya sudah terlanjur meminta duluan, dalam bayangan saya teman ini bisa jadi masih sama dengan facebook dia, ternyata dugaan saya benar, banyak teman fbnya yang juga menjadi teman di IG, postingan di ig hampir semua foto-foto yang ada difacebook, jadi semacam melihat album fotonya di facebook. sebenarnya senang sic namun ada rasa khawatir dalam diri, saya masih merasa kurang pas saja jika harus menglike dan koment ig teman ini. Sebagai teman saya juga tidak bisa mengatur bagaimana dia seharusnya, menyarankan saja sudah tidak berani apalagi mau mencari tahu siapa-siapa mereka itu semua, ada ada beberapa yang saya lihat sangat rajin komen dan memberikan like wwkwkwkwkw, lantas saya mau apa?? 

sebenarnya semua ini biasa-biasa saja dalam dunia sosial media, namun masih ada satu hal yang membuat kurang sreg dihati, ketika saya mulai belajar  membatasi diri dengan pertemanan yang kurang berfaedah atau sekedar lewat, namun teman ini masih bergeluk dengan dunia seperti itu, saya yakin itu hanya hiburan semata karena yang saya tahu betul teman ini agamanya baik, shalat masih tetap di jaga, yasinan dan al kahfi setiap jum'at masih selalu dijalankan, masih sering memposting hal-hal positif, dan begitu banyak hal yang sudah sering kami diskusikan bahkan bila ada hal-hal yang serius kami perbincangan dan dia tidak pernah lelah untuk mengingatkan menjaga kesehatan dan keluarga, ini sebenarnya yang membuat tidak bisa lepas dari teman ini walaupun saya tahu posisi saya sebagai teman ada batasannya saya tidak bisa mencampuri semua urusan dia, kalaupun ada masalah hanya bisa memberi semangat, kalaupun ada rejeki biasa berbagi dan satu hal lagi teman ini akhir-akhir sering mengeluh sakit bahkan ketika dia mengirimkan foto wajahnya masih pucat betul. Saya hanya bisa mendoakan semoga cepat sehat dan saya menyarankan agar mengurangi rokok dan kalau bisa setiap hari minggu menyempatkan diri untuk olahraga. Mungkin menjadi pengalaman dan saya harus terus belajar ketika akan memperbaiki diri mungkin saya akan memperbaiki lingkungan saya, saya membatasi diri untuk tidak terlalu mencampuri urusan teman, apapun keputusan dia, itu hak dia, sama siapa dia bergaul itu pilihan dia, kita hanya bisa mendoakan semoga dalam keadaan baik dan sehat2 selalu, itu saja sudah sangat cukup sebagai teman.


Tarakan, 20 / 11 / 2020
Pukul   : 5.26 sore

17 November 2020

Ketika Mengikuti Berita

Berita akhir-akhir ini menjadi vanas, setelah kepulangan HRS, begitu banyak yang menyambut hingga ke bandara kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan perayaan maulid nabi serta dilaksanakan pernikahan anak beliau. Mungkin karena dalam kondisi pandemi, sehingga munculnya kerumunan orang-orang tersebut menjadi sorotan banyak pihak. Sosial media menjadi ramai menyoroti berita tersebut paling tidak sejak kepulangan beliau minggu lalu menjadi sorotan. Akibat adanya kerumunan untuk kedua dan ketiganya, kapolda metro jaya dan jawa barat diganti. Sebenarnya menjadi dilema, ketika kerumunan tersebut dipermasalahkan tat kala pemerintah tetap menjalankan pilkada serentak 9 Desember mendatang. Bahkan kebijakan pemerintah memberikan cuti bersama saat tanggal merah yang lalu, menjadikan objek-objek wisata banyak di datangi masyarakat dan terjadi kemacetan dimana-mana. kenapa kedatangan HRS malah menjadi sorotan, hal ini tidak lepas dari persoalan politik, semuanya dilihat secara politik, masih ada polarisasi di masyarakat antara dukung atau yang kontra dengan pemerintahan sekarang. Tidak bisa dipungkiri sosok HRS menjadi simbol salah satu kubuh tersebut, sejak pilpres tahun lalu, beliau jelas mendukung siapa dan sampai saat ini masih dikait-kaitkan, bahkan dalam opini masyarakat, jika masih searah dengan pemerintah maka akan amab-aman saja namun jika berseberangan maka siap-siap untuk menghadapi ini dan itu, entahlah kondisi seperti ini membuat bingung masyarakat awam termasuk saya.

Hal menarik ketika UAS, diminta pendapatnya tentang banyak pendukung terhadap sosok seseorang. beliau mengatakan bahwa ini tidak jadi masalah dan menjadi lumrah dalam masyarakat, ketika mensyarakat membutuhkan sosok yang bisa ditelajani atau sosok yang mewakili diri orang-orang tersebut. misalnya kenapa ada orang begitu bela-belain membela sosok artis / boyband korea, hal ini tidak lain karena setiap orang membutuhkan arahan atau bimbingan yang mewakili karakternya dan menurut mereka sosok idola itulah yang dapay mengisi itu dan menjadi inspirasi mereka. Kembali ke topik awal, nah menjadi tantangan tersendiri jika kita mengait-ngaitkan sendiri apa yang kita nonton, emosi kita akan terbawa jika kita terlalu mendalami pemberitaan itu dan kita berada pada posisi mengiyahkan atau menolak pemberitaan itu. intinya apapun yang diberitakan itu tidak akan memberikan dampak secara langsung kepada diri kita, jika kita merasa bahwa berita tersebut sudah mendzalimi orang-orang, kita hanya bisa berdoa semoga segera ada solusi terbaik agar orang tersebut tidak didzolimi, kita hanya bisa mendoakan agar tidak ada masalah yang serius hingga memacahkan bangsa, karena semua kembali kepersoalan bipolarisasi pandangan, jangan sampai masyarakat sengaja diadudomba, ada yang orang yang tidak tenang melihat negeri ini damai dan aman-aman. inilah berita, mau seheboh apapun pemberitaannya semua kembali ke diri kita bagaimana menyerapnya dan bagaimana mempersepsikannya, intinya jangan sampai kita ikut terjerat dalam pusaran komplit dan polarisasi pandangan yang ada di masyarakat. wallahua'alam bishawab.

Tarakan, 17 / 11 / 2020
Pukul    : 5.25 sore

Memulai dari Mana?

Ketika banyak pekerjaan yang menumpuk, entah dari arah mana memulai, seolah-olah tidak ada yang bisa dikerjakan satu persatu. Namun kondisi ini tidak membuat saya mundur atau malah berbalik arah, ini ibarat benng yang kusuk, perlahan-lahan diurai hingga bisa menunjukkan benang merah arah langkah yang harus diambil. Pekerjaan kantor yang semakin menumpuk, tugas-tugas yang harus diselesaikan dan diwaktu bersamaan saya harus menyelesaikan tahapan penelitian yang sudah memasuki injury times. Perlahan-lahan yang mengerjakan apa yang bisa dikerjakan, walau memang tidak bernilai apa-apa namun paling tidak ada yang bisa saya kerjakan dari pada tidak mengerjakan sama sekali. Sebenarnya pengen "lari' dari semua ini, akan tetapi bukan solusi dari masalah yang ada. Tetap berdiri dan berjalan walau tertatih-tatih menjadi pilihan yang tidak bisa di tawar-tawar lagi. Tidak ada yang perlu disalahkan dalam kondisi seperti ini, tidak ada yang harus dijadikan kambing hitam dalam situasi seperti ini. Yang harus dilakukan adalah tetap menjaga sisa-sisa semangat untuk menyelesaikan persoalan ini. 

Satu hal yang membuat tidak goyah dengan kondisi seperti ini, adalah tidak lain jadwal latihan lari saya tidak goyang :D halangan utamanya adalah hujan dan insyaAllah jika tidak ada uzhur yang lain bisa bisa menjalankan latihan ini. Sesibuk apapun, sebanyak apapun yang dilakukan, jangan sampai mengganggu jadwal latihan lari tersebut. Nah inilah, sejauh ini sulit untuk menghilangkan kebiasaan ini, mending menunda yang lain dari pada menunda latihan lari apalagi jika kondisi sangat mendukung. Kembali ke persoalan jalan buntu tadi, memang mau tidak mau saya harus benar-benar ekstra bersabar dalam menjalankan semua ini, saya tidak bisa mengontrol sepenuhnya situasi yang ada di sekitar saya, saya hanya memanfaatkan kondisi yang saya bisa lakukan yang bisa saya lakukan, saya tidak bisa memaksakan kondisi seperti yang saya inginkan, inilah namanya tantangan, ketika semua yang ada di depan kita membutuhkan perjuangan yang lebih kuat lagi, tidak setengah-setengah apalagi menyerah dengan kondisi yang ada. Ingat prinsip : sekalipun terlambat, namun diam bukan solusi untuk keluar dari masalah ini, terus berjalan walau perlahan dari pada diam dan tidak bergerak sama sekali.

Tarakan, 17/ 11 / 2020
Pukul   :  5.00 sore

15 November 2020

Ahad yang berfaedah

Sebenarnya ini hari ahad, hari dimana tubuh harus diistrahatkan dari segala kegiatan yang berkaitan dengan aktifitas kerjaan. Memang tidak bisa dipungkiri hari ahad itu menjadi hari yang cukup panjang, kenapa? karena saya tidak disibukkan dengan rutinitas pakerjaan bahkan ketika menjelang jam 9 hingga siang, terkadang menjadi bingung sendiri apa yang hendak dikerja. hehehe padahal sebenarnya saya bisa mengerjakan pekerjaan yang bisa di kerja di rumah. Beberapa pekerjaan rutin itu sudahs selesai di kerjakan di hari sabtu seperti mencuci pakean dll. Bahkan ahad pagi, sudah digendakan untuk berolahraga bersama anak-anak di islamic. kayaknya ini harus saya jaga karena moment ini menjadi langkah dan sekalian bisa mengajarkan olahraga sama anak-anak, lumayan jika dihitung jarak jogging itu bisa mencapai 2 K :) nah begitu selesai waktunya balik ke rumah malah bingung mau kerja apa. biasanya bersih-bersih pun jadi malas untuk dikerjakan, paling tidak halaman depan rumah sudah cukup bersih. Main hp pun akhirnya bosan sendiri hehehe. Nonton berita biasanya menjadi solusi tapi itu jika tidak ada si bungsu di rumah karena sudah pasti akan berebutan acara tv yang mau ditonton jadi saya memilih mengalah.

Ahad subuh juga sama menghabiskan dengan tetap berdiam diri  dengan tadarrus di mesjid hingga waktu suruq, selepas itu saya balik ke rumah untuk mengajak anak-anak jogging. kadang cuaca mendukung kadang hujan. dan dulu, sebelum ini saya lakukan saya menghabiskan waktu dengan mendengarkan taklim di youtube namun belajar dari pengalaman yang sudah-sudah nampaknya ini menjadi salah persepsi bagi orang di rumah, sehingga niat baik itu saya tunda, mungkin saya bisa nonton di lain waktu. Jam krusial adalah ketika jam 9 hingga jam 12 (jelang zuhur), apa yang hendak saya lakukan? semua pekerjaan sudah diselesaikan sebelumnya, sehingga ini waktu yang saya curi-curi untuk mengalihkan rasa bosan. padahal di jam-jam sebelumnya sudah melakukan aktifitas, karena saya yang tidak bisa tenang jadi saya memilih ke kampus, melihat apa yang bisa dikerjakan atau menyiapkan keperluan besok atau paling-paling nonton talim via youtube sampai menunggu waktu zuhur.m Selepas zuhur, waktu makan siang dan waktu yang tepat untuk tidur siang/ Tidur siang menjadi begitu nikmat karena ini tidak bisa dilakukan diwaktu hari kerja hehehe., ahad malamnya ke mesjid depan kampus, mengikuti kelas belajar ngaji (tajwid), selepas isya kadang2 mampir untuk ngeronde pulang ke rumah menyaipakan keperluan pakean selama 4 hari kedepan. Inilah rutinitas di hari ahad, semoga berfaedah dan berkah.. aamiin

Tarakan, 15 / 11 / 2020
Pukul   : 5.56 sore

14 November 2020

Menjaga marwah etika penelitian

Alhamdulillah saya mendapatkan hibah penelitian untuk pendanaan 2020 ini, dan sebenarnya bulan ini merupakan bulan terakhir untuk pelaporan akhir penelitian. Namun saya tetap mencoba tetap konsisten menjalankan tahapan penelitian sesuai dengan proposal yang telah saya ajukan. Pelan-pelan saya mulai dengan mengurus persetujuan etik, memperpanjangan izin pengambilan data. Saat ini baru mencapai 20% dari tahapan yang direncanakan. Setelah melakukan uji validitas dan reliabilitas saya melanjutkan dengan melakukan melakukan survey awal, ini tidak lain bertujuan akan menyeleksi siapa siapa saja yang akan memenuhi kriteria inklusi, saya harus memastikan bahwa warga yang dilakukan pemeriksaan dan pengisian kuesioner, dan yang terpenting adalah melihat siapa saja warga yang memiliki risiko penyakit tidak menular seperti memiliki berat badan berlebih dan memiliki tekanan darah melebihi dari normal. 

Saya harus melakukan pengambilan sampel secara klaster, mewakili semua RT yang ada. sebenarnya ada beberapa RT yang memiliki karakteristik namun karena pertimbangan mewakili RT. Dua hari saya dan tim melakukan pendataan dengan segala tantangannya, mulai dari penolakan dari warga, dikira sales dan juga dikira simpatisan partai. Belum lagi, ketika situasi dan kondisi masih pandemi, daerah penelitian saya adalah zona merah sejak awal pandemi, sehingga tetap menjalankan protokol kesehatan misalnya menjaga jarak, menggunakan handschoen, menggunakan masker bedah dan menggunakan faceshield. Nah begitu hari kedua berakhir, rupanya masih ada 1 RT yang belum dilakukan pengambilan data karena kurangnya tenaga dan waktu  serta jarak yang lumayan jauh dari titik pusat dan situiasi yang sudah tidak memungkinkan lagi. 

Sehari sempat break, awalnya dengan jumlah sampel yang sudah ada sudah cukup, namun ketika kembali membaca proposal dan kaidah dalam penelitian kayaknya saya harus tetap turun ambil data di RT yang terlewati itu. saya menyusun rencana dengan melibatkan mahasiswa semester 5 yang sekalian mereka belajar bagaimana mengambil data di lapangan untuk penelitian nanti. Alhamdulillah target 10 sampel bisa tercapai malahan kelebihan 1. Semoga dengan tetap menjaga kaidah dan tahapan penelitian yang sudah dibuat ini menjadi motivasi untuk melanjutkan tahapan-tahapan berikutnya. semoga dilancarkan. aamiin

Tarakan, 14 / 11 / 2020
Pukul   : 7.09 malam

Terulang lagi, kelupaan shalat dhuha

Hari sabtu menjadi hari yang cukup sibuk setiap paginya, selepas subuh saya harus bergegas lari pagi, tidak tanggung-tanggung 21 K atau lebih dikenal dengan half marathon, akhir-akhir ini cuaca sabtu pagi terkadang tidak bersahabat, hujan sejak subuh hingga pagi, sehingga waktu lari sepanjang 21 K itu memakan waktu 2,5 jam ;) hehehe, waktu yang tidak sedikit. Hal yang diuntungkan dari situasi ini adalah anak-anak masih belajar dari rumah sehingga saya tidak lagi terburu-buru harus balik ke rumah mengantarkan anak-anak ke sekolah. Selepas lari pagi, saya harus istrahat sejenak, dan sabtu pagi menjadi jadwal rutin mencuci pakean, sebelum lari pagi, pakean sudah dimasukkan ke dalam mesin cuci dan begitu balik tinggal di jemur. Belum lagi saya harus segera mencuci juga pakean yang saya kenakan saat lari, sekalian dengan baju anak-anak yang dipake semalam. 

Nah, kali ini sabtu cukup melelahkan, ada beberapa insiden kecil dari harus balik kembali ke rumah karena merasa hp ketinggalan padahal ada di jok motor ;) hingga cuaca pagi memasuki jam 7 yang cukup terik, sehingga harus beberapa kali turun minum, nah bersamaan dengan itu hari sabtu ada kegiatan di kampus, acara pelantikan himpunan mahasiswa prodi. walau sudah koordinasi dengan mahasiswa untuk mengabari ketika acara mau di mulai, saya mencoba mencuri-curi waktu untuk menjemur sebagian pakean yang ada, sisa yang menggunakan gantungan yang biasa untuk bajunya atiyah dan rafa. Selesai mandi, saya sudah wudhu dan berharap saya akan lakukan shalat dhuha di kampus, karena acara sudah dimulai dari info mahasiswa. Saat tiba dikampus saya ditelpon rekan dosen yang lain untuk segera ke kampus tp saya seolah-olah masih ada di jalan ;) pas begitu naik ke lantai 3 pembacaan doa baru saja berlangsung dan saya menunggu hingga selesai (tidak terbesik dalam hati untuk kembali mengingat bahwa saya belum shalat dhuha).

Saya bergabung dengan dosen-dosen yang sudah hadir dan duduk bersebelahan dengan direktur dan saya mengikuti hingga selesai. Begitu acara selesai saya balik ke ruangan dan hanya mengambil jaket dan pulang. Seperti biasanya bila sabtu itu saya membelikan anak-anak donat dan ayam goreng. Saya tiba di rumah dan saya kembali melanjutkan mencuci pakean yang saya gunakan saat lari tadi pagi. Ketika sudah hampir selesai terdengarlah azan dan seketika itu saya bergegas untuk membereskan cucian  dengan memasuk ke mesin cuci untuk dikeringkan. ketika selesai saya mengejar shalat sunnah sebelum zuhur, dan barulah teringat kalau saya tadi tidak shalar dhuha, astaghfirullah hal azim, ucap dalam diri saya, saking sibuknya saya sampe lupa menjalankan shalat dhuham mungkin ini pelajaran, sebelum keluar rumah sebaiknya shalat dhuha dulu karena ketika lagi ada kegiatan danlagi sibuk-sibuknya biasanya kelupaan karena sudah jadi kebiasaan jika hari kerja shalat dhuha sebelum meninggalkan rumah

Tarakan, 14/ 11 / 2020
Pukul   : 6.00 sore

12 November 2020

Ketika teman kembali menyapa

Selasa malam, ketika melihat handphone saya melihat ada nomor yang masuk namun tidak tersimpan kontaknya di hp saya. setelah memperhatikan nomor kontaknya rupanya ini teman di bandung yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri bahkan dia menyapa saya sebagai kaka jauh. Teman ini, merupakan teman yang paling banyak saya ceritakan di dalam blog saya ini. Bagaimana tidak, entah apalah alasannya, memang kedekatan kami cukup dibilang aneh, sudah menganggap sebagai saudara namun kontak saya masih sering di blokir hehehe, dan sebenarnya sudah sering saya berniat untuk tidak lagi menjalin komunikasi karena pertimbangan satu dan lain hal namun tidak pernah berhasil, ketika saya mulai menjauh ee malah dia tiba-tiba datang menyapa dan kedatangannya ini sudah bisa ditebak, ya pasti karena satu alasan "lagi ada masalah" hehehe. sebenarnya kontak teman ini di hp yang satunya saya menuliskan nama dia dan bulan diblokir, jika dihitung sekarang kontak saya ini sdah diblokir selama 1 tahun 2 bulan hehehehe dan selama ini saya berkomunikasi dengan nomor dia yang satunya dan itupun jarang aktif. 

Sama seperti sebelum-sebelumnya, sebagai teman pastilah saya mendengarkan dan memberikan masukan dengan keluh kesah dia. walau sebenarnya sempat kager ketika melihat panggilan tidak terjawab, rupanya dia menelpon. tumben-tumbennya. dia panjang lebar cerita tentang masalahnya, saya dengarkan dan saya pahami serta kasih semangat. Setelah panjang lebar bercerita, saya pamit untuk tidur hehehe, karena kebetulan saat itu sudah malam, padahal bukan untuk tidur tapi untuk melaksanakan shalat malam :) besok siangnya karena dia belum terbiasa dengan masalah yang cukup serius buat dia, dia kembali menchat, tidak bisa dengan kondisi yang dia hadapi saat ini, lagi-lagi saya mensupport dan memberi semangat, pelan-pelan saja, ga usah dipikirkan, akan hilang sendirinya dengan berjalannya waktu. hehehe

Menjadi pengalaman selama berkomunikasi dengan teman ini, bukan hanya dengan dia namun ada beberapa teman, ada juga teman ketika disapa eee malah baru nyapa kembali, dan ujung-ujungnya minta "pinjaman' waduh, kok apes banget ya, ketika niat baru menjalin silaturahmi malah dipinjamin uang, padahal pinjam dan meminjamkan uang ini, perkara yang merusak komunikasi dalam pertemanan atau persahabatan. dan komunikasi selama ini menjadi pelajaran penting bagaimana berkomunikasi dengan teman sekalipun sudah menganggapnya sebagai saudara, jangan terlalu masuk ke persoalan pribadi jika tidak diminta, jangan terlalu kepo dengan story-story teman mungkin dia tidak ingin ditanggapi dan yang terpenting, paling tidak kesalahan yang pernah dilakukan dulu tidak lagi diulangi yang membuat persahabatan dan pertemanan menjadi berantakan, bersikap sewajarnya saja, tidak berlebihan dan tetap menjaga silaturahmi dengan tidak ada niat yang terselebung, murni ikhlas demi persahabatan dan pertemanan

Tarakan, 12 / 11 / 2020
Pukul    : 5.25 sore

Terlibat langsung di Lapangan

Dalam satu  minggu ini, saya disibukkan dengan kegiatan penelitian sebagai dosen pemula yang mendapatkan bantuan dana (hibah) dari kemenristek. Walau star saya cukup lambat bila dibandingkan dengan teman-teman yang lain namun tidak menyurutkan niat saya untuk kembali memulai dari awal. Mulai dari mengurus perpanjangan perizinan, mengurus persetujuan etik hingga mengkoordinasikan kembali dengan pihak kelurahan dimana tempat saya melakukan penelitian. Kali ini saya melibatkan beberapa alumni dan salah satu staf poltek untuk urusan penyebaran  surat. Sempat tertunda sehari dari yang di rencanakan, yang seharusnya hari senin, namun karena persetujuan dari kelurahan belum turun. dan ketika akan memulai di hari selasa, rupanya kendala datang dari memperbanyak kuesioner yang digunakan hingga harus mundur 2 jam dari rencana awal. Walau dimulai dengan agak lambat namun tidak menyurutkan niat kami untuk memulai mengumpulkan data. 

Kendala yang ditemui saat dilapangan adalah tidak semua warga menyambut dengan baik kedatangan tim kami. selain karena waktu yang sudah siang dan waktu untuk istrahat siang, beberapa warga dengan terang-terangan melakukan penolakan, dengan berbagai alasan. Jika dipikir-pikir kedatangan kami cukup baik, menawarkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara gratis :) namun  tidak cukup membuat beberapa warga yang ditawari menerima dengan baik. Kondisi seperti ini tidak menghalangi semangat tim kami untuk tetap berjalan dan lanjut menawarkan kepada warga yang lain. Meskipun tidak semua rumah harus didatangi karena penentuan sampel / responden secara acak. 

Pengalaman satu  minggu terakhir ini menjadi pengalaman yang sangat baik. Paling tidak saya banyak belajar bagaimana kondisi ril dilapangan ketika harus turun, memang dibutuhkan koordinasi dengan pihak RT agar dapat mengkomunikasikan dengan warganya, mungkin karena waktu pembiagian surat yang sangat mendadak sehingga informasi ke warganya tidak seluruhnya mendapatkan, namun bukan itu masalah utamanya, memang sejak dulu "penolakan" seperti ini lumrah terjadi, belum lagi karena kondisi pandemi, belum lagi kehadiran kita dianggap sebagai pebisnis yang mencari keuntungan. Apapun itu, pengalaman turun di lapangan ini sangat berharga dan penting untuk pengembangan diri ke depannya, agar lebih siap lagi dan lebih matang lagi

Tarakan, 12 / 11 / 2020
Pukul    : 5.05 sore

08 November 2020

Solusi ketika Iman down

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam tiga minggu belakangan benar-benar saya mengalami gejolak dalam diri, apa karena banyak pekerjaan atau banyaknya masalah yang ada sehingga saya mencoba mengalihkan perhatian dengan mencari sesuatu yang lain bahkan mencobba mengorek masalah lalu yang begitu kelam. Padahal dalam beberapa bulan terakhir ini saya sudah mencoba menutup kerang untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak berfaedah. Berbagai upaya sudah dijalankan agar tidak terlalu jauh terjebak dalam lingkaran hitam ini. Sudah mencoba menghindar namun tetap terjebak lagi, menghindar lagi, terjebak lagi hingga saya memutuskan rantai komunikasi dengan beberapa teman dengan alasan dan pertimbangan tertentu bahkan ini saya berlakukan untuk beberapa orang yang sudah sangat dekat dengan saya dan sudah menjadi seperti saudara sendiri. Satu pertimbangannya adalah saya yang tidak  bisa menahan diri untuk selalu "mengganggu" mereka dengan ngirim chat atau walau hanya nanya kabar, karena ini sudah keseringan dan jujur saja saya rada malu dengan bertingkah seperti itu. Mungkin ini tidak banyak dilakukan orang-orang yang begitu "usil" dengan teman sendiri.

Kemarin sore walau hanya terlintas sebentar, saya mendengarkan sepenggal ceramah dari ust. Nurul Dzikri tentang menurunnya iman orang-orang yang sudah beriman dan bedanya dengan orang munafik. Ustat menyampaikan bahwa di jaman nabi, ada beberapa sahabat yang mengalami penurunan iman bahkan mendzalimi diri mereka sendiri namun tidak menjadikan mereka semakin jauh dengan cahaya Allah subhannah wata'alah, dan ketika mereka sudah melakukan perbuatan dosa itu mereka tiba-tiba tersadarkan bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar, mereka tidak lantas menereskan perbuatan maksiat itu karena sudah terlanjur, yang mereka lakukan adalah memohon ampunan kepada Allah subhannah wata'alah dan berusaha untuk kembali bangkit memperbaiki diri. Ustat menyampaikan lumrah dalam kehidupan manusia itu mengalami penurunan iman dan tidak sedikit yang kembali melakukan perbuatan mendzalimi diri sendiri, cara terbaik adalah bukan semakin menjauhkan diri dari cahaya Allah subhannah wata'alah, namun yang harus dilakukan adalah tetap mempertahankan keimanan walau kondisi dalam keadaan lemah dan down. Ada dalil yang menjadi pegangan adalah 
" dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka  ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampun dosa selain pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya mereka itu, sedang mereka mengetahui" (QS, Ali Imran : 135)

Lanjut penjelasan ustat, bahwa orang bertaqwa dan beriman  masih memungkinkan terjelincir dalam perbuatan kemakiatan, namun yang membedakan dengan orang fasik atau orang fasik adalah mereka langsung mengingat kepada Allah, sementara orang fasik atau orang munafik itu meremehkan karena tidak ada beban karena tidak ada iman di dalam diri mereka. Orang yang bertaqwa dan beriman akan beristighfar dan tidak melakukan kembali. Masih ada khilaf bagi manusia, pasti melakukan kesalahan sehingga ketika sadar maka segera bertaubat dan berusaha tidak menjalani. Ketika melakukan kekhilafan sesegera mengingat Allah dan mengakui bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan tidak perna lepas dari kelemahan dan kekhilafan. ketika orang-orang beriman yang belakukan kemaksiatan / kekhilafan maka  dibacakan kalimat  iktaqillah "bertakwalah kepada Allah" maka bergetarlah hati mereka dan mereka segera sadar akan kekhilafan yang sudah dilakukan dan mereka menyudahi apa yang mereka lakukan. wallahu a'alam bishawab

Tarakan, 8 / 11 / 2020

Pukul   : 5.51 sore

07 November 2020

Sudah 3 minggu terjebak

Akhirnya saya mengakui bahwa saya benar-benar lemah. Sudah tiga minggu ini saya harus berjuang melawan diri sendiri. Banyak benar hal yang tidak bisa dikendalikan, banyak hal yang sudah diperjuangkan namun tiba-tiba terjatuh dan lebih dari itu saya semakin lelah dengan semua ini. Efeknya sudah mulai terasa, saking sibuknya dengan segala urusan ini dan itu saya sudah tidak bisa melaksanakan shalat malam, padahal di jam-jam itu saya sudah terbangun namun karena asyik main hape membaca info-info yang ada di sosial media dan saya masih saya berharap jika di jam 3 atau jam 4 saya masih bisa bangun, namun dua hari ini semuanya terlewatkan, serasa ada yang kurang dalam diri. Cukup ini menjadikan pelajaran, bangunan kokoh yang selama ini sudah saya dirikan saya takut akan roboh perlahan-lahan. Sudah saya membuat banyak alasan untuk tetap berdiri kokoh dan bersiap melawan semua godaan yang bisa merobohkan itu semua, namun lagi-lagi saya berada pada posisi yang lemah hingga saya kembali terjatuh masuk dalam jebakan yang sama. Jebakan ini bukanlah hal yang baru buat diri saya, sejak dulu sudah sering saya hadapi, kadang-kadang sangat kuat menghadapi semua itu namun kadang-kadang sangat lemah untuk berhadapan dengan itu semua.

Jebakan itu ingin memalingkan pandangan saya ke jebakan dunia, terjebak dengan segala kenikmatan dunia dengan segala kemilauannya. Dan sejak dulu saya berupaya keras melawan ini semua, namun  dalam tiga minggu belakangan saya berhadapan dengan "musuh" yang lebih kuat dan besar, inilah tantangan keimanan saya, ketika dalam keadaan seperti ini apakah saya tetap survive memperhatankan iman yang ada dan mau tidak mau saya harus melawan itu semua. saya tidak boleh terjebak kembali.Saya mencoba pelajari situasi, apa titik mana kelemahan saya hingga saya tidak berdaya jika diserang dari arah itu, benar itulah yang membuat saya selalu gagal dan gagal untuk melawan. saya mencoba untuk menghilangkan potensi kelemahan itu dengan merubah arah dan situasi agar tidak terjebak kembali. Sederhana namun membutuhkan niat dan ikhtiar yang kuat. bismillah saya mencoba untuk membalikkan arah, sudah tidak perlu lagi membuka sosmed yang berpotensi memicu kelemahan itu, membuka sosmed membuat waktu habis dan mata menjadi lelah dan sekita itu seharusnya kita bisa melaksanakan ibadah lebih namun harus terlelap tidur hingga kesempatan sudah terbuang. Tidak ada kata terlambat, masih ada kesempatan untuk memperbaiki, selama masih diberikan napas, selama itu juga ikhtiar kita harus diperjuangkan untuk memanfaatkan segala moment yang diberikan untuk menjadi lebih baik. 


Tarakan, 7 / 11 / 2020
Pukul   : 6.08 pagi


06 November 2020

Tergantung sudut pandang

Saya membuka email lawas, ada beberapa tulisan sekitar tahun 2013 dan 2014, berarti jika patokannya tahun sekarang, bearti tulisan itu sekitar 6-7 tahun yang lalu. Umur sayapun masih terbilang muda, masih sekitar 31 tahun, dan saat itu anak sudah dua, rafa masih umur bulanan. Satu persatu saya membaca tulisan tersebut dan sedikit membuat tersenyum ketika apa yang saya tulis tidak jauh dari masalah yang saya hadapi saat ini. Beberapa tulisan menuliskan bagaimana saya bersikap dengan masalah-masalah yang ada bahkan ada beberapa tulisan berkaitan dengan masalah dengan pertemanan dan yang paling sering saya tulis adalah bagaimana saya harus fight terhadap masalah yang datang bertub-tubi versi tulisan itu. Bisa jadi saat itu kondisi sata masih begitu rapuh, saya belum terlalu siap menghadapi begitu banyaknya persoalan yang datang baik dari pekerjaan maupun dari masalah keluarga. Memang diusia seperti itu merupakan usia yang begitu rentan dengan segala permasalahan yang ada tinggal bagaimana menyikapinya dan yang terpenting support sistem yang ada.

Saat ini, bukan berarti saya sudah terbebas dari masalah atau saya sudah fight dengan masalah-masalah yang ada. Ini hanya persoalan bagaimana kemampuan saya menyembunyikan masalah yang ada, merasa semua baik-baik saja tatkala hati bergejolak ingin mengakahiri semua ini. Tapi makin kesini makin sadar bahwa tidak bisa semua yang kita inginkan bisa terwujud saat ini, tidak semua apa yang kita harapkan harus terealisasi semua, tidak bisa yang ada dihadapan kita bisa dikontrol dan dikendalikan. Apapun itu yang ada dihadapan kita, harus bisa mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan terburuk. Untuk saat ini saja saya begitu gelisa dan khawatir dengan tugas-tugas yang belum terselesaikan dan beberapa masalah yang belum terjawab, namun dengan mengeluh tidak akan pernah menjadi solusi terbaik. Kita tidak bisa lari dari masalah, kita harus siap berdiri tegak dengan derasnya masalah yang terus datang, sesuai dengan hukum alam, semua akan terlewati, semua butuh waktu semua ada prosesnya. 

Ini menjadi catatan penting, semoga dengan membaca catatan-catatan yang dulu pernah ditulis dibeberapa tahun silam, saya mau belajar dari pengalaman itu bahwa semua kembali pada sudut pandang kita melihatnya. Masalah tetaplah menjadi masalah, tinggal bagaimana melihatnya apakah kita mau beradaptasi dengan semua itu atau kita malah menjadikan musuh besar kita. Jika pilihan terakhir kita pilih maka kita tidak akan pernah tahu apa namanya hikmah dari semua masalah yang ada. Tuhan memberikan isyarat bahwa manusia dibebani sesuai dengan kemampuannya. Masalah memang datang untuk mengajarkan kepada kita bahwa hidup butuh perjuangan, hidup tidak ujug-ujug menjadi seperti dalam bayangan dan angan-angan kita. Semua sudah ada jatahnya, semua sudah ada takdirnya untuk ketemu dengan berbagai masalah. tinggal bagaimana sudut pandang kita melihat semua itu

Tarakan, 6 / 11 / 2020
Pukul   : 5.00 sore


05 November 2020

Menfilter Kontak

Teman sangat mempengaruhi cara berpikir kita, seperti ungkapan ketika berteman dengan penjual parfum maka wanginya akan ikut ke diri kita. Dulu, saya termasuk orang yang dengan memudahnya membuka obrolan pertemanan baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Kita tidak pernah tahu bagaimana rasanya tidak punya teman dalam kondisi saat kita lagi membutuhkan. Dulu, ketika sandaran diri ketika mendapatkan masalah adalah teman, saya lupa bahwa masih ada Sang Khaliq yang dijadikan sandaran ketika begitu banyaknya masalah yang datang. Saya mencurahkan kegelisahan hati sama teman dan mungkin saking seringnya menungkapkan itu, beberapa teman mulai menjauh bahkan menghindar, jangan-jangan mereka sudah melabeli diri saya, pasti lagi ada masalah ketika menghubungi. Makin kesininya makin sadar, bahwa setiap teman pasti ada masalah yang sedang dihadapi, saya jangan lagi membenani mereka dengan curhatan masalah saya, yang itu-itu saja dan tidak ada ujungpangkal penyelesaiannya. Saya sadar bahwa setiap orang memiliki masalah masing-masing dan setiap masalah itu ada solusinya, itu sudah hukum alam, sisa bagaimana kita mensikapinya.

Salah satu masalah yang sering saya alami, adalah saya mudah sekali menghubungi teman, mungkin saya lupa bahwa mereka juga punya kesibukan. rasa persaudaraan tetap ada namun jangan sampai berlebihan dan membuat teman tidak nyaman, karena alasan itulah saya berusaha membatasi komunikasi. Sebenarnya ada rasa malu, ketika berkomunikasi "kesannya" saya memaksa. Saya selalu yang membuka komunikasi dan menunggu teman untuk merespon, bahkan ada teman yang jika tidak membalas obrolan saya itu menjadikan saya berpikir kembali, ada apa? kenapa tidak seperti biasanya. Jika mengecek kembali, pesan telah dibaca namun terabaikan, padahal itu membutuhkan jawaban, mungkin teman lagi sibuk atau lagi tidak sehat sehingga melewatkan membalas pesan. Bahkan ada cara saya sehingga membuat teman ini terikat secara tidak langsung dengan cara memberikan bantuan sesuai permintaan, namun cara ini tentu tidak baik, niat saya membantu tidaklah ikhlas karena mengharapkan sesuatu yang tersembunyi. 

Sejak hari minggu sore, saya mencoba memindahkan nomor w.a ke hp yang lain. Harapan saya satu, saya tidak ingin terikat dengan obrolan dengan beberapa teman. Padahal secara kedekatan, mereka dengan saya cukup dekat namun saya memiliki alasan untuk membatasi komunikasi, tidak memasukkan kontak mereka ke handphone yang satunya dengan harapan tidak ada keingin saya untuk berbasa-basi membuka obrolan. Kemarin menjadi hari yang begitu berat, ketika biasanya saya memantau mereka melalui story namun itu tidak bisa saya lakukan saat ini. Akan tetapi  masih saja ada keinginan kuat agar tidak tertinggal obrolan sama bersama mereka. Namun dalam diri bertanya sampai kapan mau berkomunikasi seperti ini, saya yang terlalu antusias membuka obrolan sementara mereka bersikap biasa-biasa saja. Apakah saya tidak malu dengan kondisi seperti ini. Jangan sampai teman-teman ini tidak ingin diganggu dengan sapaan basa basi saya. 

Sebenarnya ada harapan saya, mereka yang memulai obrolan, saya akhirnya sampai pada titik jenuh kenapa saya terus yang membuka obrolan, tidak malukah diri saya seolah-olah terlalu bersemangat hingga menerebus batas-batas privasi teman. Sudahlah, mulailah belajar untuk lebih bijak dan bertingkah sewajarnya saja. Cobalah untuk kembali memfilter kontak, saya perlu untuk mengikuti diri sendiri pada situasi dan kondisi tertentu.Sudahi semua obrolan basa basi ini, karena masih banyak hal yang harus diselesikan dan jangan sampai terabaikan hanya karena obrolan basa basi yang menjadikan kita jenuh dan akhirnya persahabatan menjadi longgar dan rapuh. Abaikan keinginan keras ingin menjaga persabahatan dengan cara seperti itu. Bukan berapa sering namun seberapa besar kualitas obrolan itu yang dapat menjaga persaudaraan dan tetap menjalin silaturahmi dengan bersikap wajar wajar saja. 

Tarakan, 5 / 11 / 2020
Pukul   : 4.38 sore

Terus Berjuang Melawan (diri sendiri)

Ada ungkapan bahwa perjuangan yang sesungguhnya adalah perjuangan melawan (hawa nafsu) diri sendiri. Mungkin benar bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna, namun bukan berarti karena ketidaksempurnaan itu kita bebas berbuat salah dan mengikuti hawanafsu. dan hal yang terberat dan tersulit adalah ketika kita belum sepenuhnya bisa mengendalikan pada hal-hal tertentu. Sebenarnya efek yang diakibatkan dari kita yang terus gagal melawan diri sendiri tidaklah seberapa, semuanya masih dalam batas wajar namun ada kekhwatiran jika ini terus dibiarkan maka akan berdampak negatif pada diri sendiri. Pernah berkomitmen untuk berusaha menjadi lebih baik diri, menjadi pribadi yang baik dan melakukan hal-hal yang baik, namun apalah daya terkadang kita hanya mampu merencanakan dan melaksanakan sebagian kecilnya saja dan tiba-tiba kita harus terjebak dengan "ego" yang begitu besar, merasa benar sendiri dan merasa sudah hebat. Mungkin ini manusiawi ketika ini masih sebatas ungkapan dalam hati, hanya terlintas belum menunjukkan secara terbuka pada orang-orang. 

Inilah perjuangan sesungguhnya kita kita harus melawan "musuh' dalam diri kita sendiri. Kita harus melawan sifat-sifat yang tidak bersahabat dengan diri kita, kita pengen bersantai-santai diantara banyaknya pekerjaan yang menanti, kita ingin tidak terbebani diantara banyak tugas yang harus dijalankan, kita tidak ingin terburu-buru diantara banyaknya deadline yang harus diselesaikan, kita tidak ingin ini, kita tidak ingin itu, antara orang-orang yang membutuhkan pekerjaan kita. Dorongan ingin menjadi lebih santai, menyudahi segala perjuangan yang sudah kita jalankan dan ketika kata menyerah semakin kuat ketika perjalanan baru di pertengahan. Kenapa kita ingin menjadi sukses tanpa harus bekerja lebih keras, kenapa kita tidak  ingin menyelesaikan semua hal ketika kita lagi semangat-semangatnya menggapai impian. kenapa kita ingin hal-hal instans tanpa mau tahu apa namanya perjuangan dan kerja keras. 

inilah hidup, ketika besarnya godaan untuk membelokkan arah, kita harus benar-benar mengendalikan kemudi diri kita sendiri. Kita harus melawan keinginan diri yang ingin bermalas-malasan, kita harus melawan keinginan diri yang tidak ingin berjuang, kita harus melawan dengan diri sendiri yang merasa semua akan berjalan apa adanya tanpa harus diperjuangkan. Itulah diri kita yang lain. sisi yang tidak inginkan kita menjadi sosok yang tangguh, sisi yang tidak inginkan kita menjadi sosok berjuang dengan sepenuh hati, bukan orang lain, bukan siapa-siapa akan tetapi dia menyatu dengan diri kita yang harus kita kenali dan kendalikan agar tidak menjadikan kita manusia tanpa arah dan perjuangan.


Tarakan, 5 / 11 / 2020
Pukul   : 4.12 sore

01 November 2020

Tembus 21 K

Hobi yang satu ini, benar-benar memberikan angin segar bagi diri saya, di tengah kesibukan dengan pekerjaan, saya menyempatkan diri untuk tetap berolahraga, bahkan saya merasa ada yang kurang jika tidak berolahraga lari. Kondisi saat sedang puasa juga bukan menjadi penghalangnya, ketika ramadhan lalu, hampir dua setiap dua kali seminggu tetap menjalankan lari sore dengan jarak 10 K :D dengan durasi waktu dan pace  yang agak santai tentunya, paling-paling waktu tempuh yang dihabiskan sekitar 1 jam 20 menit. Rupanya kebiasaan ini terus berjalan, ketika masih menjalankan puasa sunnah senin juga tidak menjadi penghalang untuk tetap berolahraga dan tetap membawa bekal untuk dijadikan berbuka puasa :) alhamdulillah sejauh ini semua masih baik-baik saja dan semoga kedepannya juga demikian. aamiin.

Sejak mengintenskan latihan dengan menambah menu latihan interval training, rupanya cukup memberikan efek yang signifikan, awalnya saya mendapatkan kenaikan jarak tempuh lari itu cukup lama, bisa dua bulan baru bisa nambah 1 K. Namun begitu mengintenskan interval dan menambah 1 latihan easyrun cukup memberikan efek yang tidak main-main. catatan lari sejak awal  agustus, sudah menembus 18 dengan durasi lari 2 jam 1-2 menit, ini berlangsung selama bulan agustus, akhir bulan september sudah menembus 19 K, boleh dibilang ini masih pencapaian normal karena jedahnya dengan pencapaian sebelumnya hampir dua bulan. begitu memasuki bulan oktober, selisi satu bulan, rupanya jarak saya sudah bertambah 20 K, hanya selisi seminggu, ketika tidak direncanakan berlari lama atau menambah 1 K, ketika sedang berlari dengan teman ketika lagi enak-enaknya ngobrol saya melihat aplikasi saya sudah lewat dua jam dan setelah memperhatikan rupanya jarak lari saya sudah 21 K wow.. amazing, alhamdulillah, saya masih belum yakin dengan pencapaian ini, mudah-mudahan bisa bertahan, kemarin menjadi pembuktian kembali ketika saya berlari dan alhamdulillah tetap mendapatkan jarak 21 K dengan waktu 2 jam 23 menit, cukup lama namun ini sangat menyenangkan

Berlari bukan sekedar hobi, namun ini benar-benar sudah menjadi kebutuhan, banyak efek positif yang saya dapatkan dan memang membutuhkan banyak waktu dan pengorbanan untuk bisa sampai ke tingkat ini. Tidak mudah namun bukan berarti tidak bisa. Latihan rutin mulai interval, easyrun sampai longrun santai pun sudah dijalani, latihan demi latihan juga ditambahkan mulai ABC drill, A skip B skip C skip, belajar warming up yang baik dan alhamdulillah sejauh ini otot-otot kami masih terbilang aman, semoga tidak mengalami cidera, semua harus serba pelan-pelan jangan dipaksakan jangan sampai mengabaikan warming up yang baik, jangan sampai terlalu terburu-buru lari hingga abai dengan kemampuan diri sendiri, nanti malah menyakiti diri sendiri. karena berlari itu untuk kesahatan diri.

Tarakan. 1 / 11 / 2020
Pukul   :  5. 50 sore

Menyepi

Tulisan ini, ditulis pagi tadi, ketika baru saja menyelesaikan muhasabah diri sambil menunggu waktu syuruq dan memasuki awal dhuha. Dalam beberapa hari terakhir ini, benar-benar saya membutuhkan waktu untuk diri sendiri, begitu banyak waktu yang saya buang dengan sia-sia, terutama dalam dua minggu terakhir ini. Masalah menjadi begitu kompleks ketika situasi dan kondisi tidak begitu bersahabat. Mulai dari target perkejaan ada yang terbengkalai, ada pekerjaan yang sudah begitu dikejar-kejar deadlinennya namun berkendala teknik hingga tidak bisa memenuhi target akhir, walau sebenarnya saya tidak sendirian, banyak orang yang mengalami hal yang sama dengan saya namun paling tidak ini menjadi pelajaran kedepannya bagi saya untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang dan lebih siap lagi, memang pekerjaan itu diselesaikan dengan kepepet dan serba "buru-buru". 

Masalah lain yang ikut membawa ketidaknyamanan adalah suasana rumah yang tidak seperti biasanya. entah mulai dari mana dan entah apa masalahnya, tiba-tiba saya mendapatkan pesan yang kurang pas. Mungkin karena pembelaan diri saya yang kuat, seolah-olah tidak bisa menerima kondisi yang ada, tapi sebenarnya ini bukan masalah yang perlu dibesark-besarkan, cukup saya memaklumi kondisi ini, namun lagi-lagi saya butuh waktu untuk menerima kondisi ini terlebih lagi suasanya masih belum kondisif.

Dalam kondisi seperti ini, menyepi ini benar-benar menjadi hal yang sangat butuhkan. Masalah ini berawal dari saya sendiri, saya yakin banyak kelalaian yang telah saya perbuat hingga saya abai dengan apa yang seharusnya saya jalankan. Memang benar dan saya sadari ada pergemulatan hati yang saya rasakan dalam dua minggu terakhir, ketika saya lagi semangat-semangatnya untuk berubah tapi ada situasi yang menguji keinginan baik itu. Namun ini bukan berarti menyurutkan semangat saya, namun ini menjadi cobaan keriusan saya, walau tidak tapi bukan berarti saya harus mundur karena tidak sanggup dengan kondisi yang ada. 

Ketika saya duduk bediam diri, ketika juga saya mencoba memahami dan mengenali kondisi yang saya alami, saya sadari bahwa saya tidak akan dikatakan lebih baik lagi jika yang tidak berhasil menghadapi kondisi-kondisi yang menantang apakah saya tetap bertahan menguatkan nita untuk menjadi lebih baik lagi, ataukah saya mundur dan menjadi pribadi yang biasa-biasa saja dan standar-standar saja? Tentu tidak, tidak tidak selaras dengan visi hidup saya, ingin menjadi lebih baik lagi dalam setiap langkah waktu. Itu saja. bismillah.

Tarakan, 1 / 11 / 2020
Pukul   :  05.20 sore

Selamat datang November

Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki bulan november, merupakan bulan ganjil terakhir di tahun ini. Bulan november dikenal dengan november rain, ini tidak lain, bulan november yang identik dengan musim hujan. Secara nasional, sejak bulan 9 dan 10 sebagian wilayah di tanah air sudah memasuki musim penghujan, bahkan ada beberapa daerah dikabarkan mengalami banjir. Tidak terkecuali di Kota Tarakan, akhir  bulan 9 kemarin menjadi bulan duka ketika ada sebagian besar wilayah di Tarakan mengalami longsor menimbulkan korban jiwa dan memasuki pertengahan bulan 10 menjadi hari hari yang cukup mencekam di Kota tercinta ini, hujan disertai angin kencang begitu sering datang. bahkan berlangsung setiap malam dalam setiap hari. Suatu sore, ketika berniat akan  lari sore, cuaca begitu cerah, namun ada sisi langit yang begitu hitam, karena biasanya cuaaca tarakan tidak mudah ditebak saya memberanikan diri untuk tetap berlari sore, sekitar 5 menit pemanasan, cuaca masih cukup lumayan begitu memulai lari dari 500 menit, langit  kembali gelap dan gerimis turun dan tidak lama kemudian turun hujan lebat. melihat kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya saya memutuskan untuk kembali yang sore itu akan melakukan buka puasa.

Bulan oktober kemarin merupakan bulan yang betul-betul menguras energi dan iman :), menguras energi karena begitu banyak rangkaian kegiatan yang harus diselesaikan secara bersamaan, mulai dari persiapan try out, pelaksanaan ukom, pelaksanaan wisuda di tengah pandemi, menyelesaikan persetujuan etik dari UGM, menyelesaikan revisi artikel dari MKK, ada pertemuan penandatanganan MoU dan dalam waktu yang bersamaan saya harus menyelesaikan proposal hibal penelitian dan PKM. Kenapa menguras iman? karena dalam dua minggu belakangan saya diharapkan dengan situasi yang menggoyahkan iman, hal yang selama ini saya hindari tidak bisa dibendung lagi hingga membuat jebol dinding pertahanan iman, namun ini bukan berarti membuat saya drop dan down, saya sadari bahwa apa yang saya alami selama dua minggu ini menjadi renungan buat saya bahwa apa yang perlu saya benahi, jangan sampai saya lupa ada hal-hal yang selama ini perlu saya perbaiki dan saya sadari itu.

Bulan oktober biarlah berlalu dengan begitu banyak kenangan dan kisah, bulan yang terbilang cukup berat itu sudah pergi meninggalkan catatan kehidupan. Hari ini, tepatnyya di bulan november, bulan yang akan mengantarkan kita memasuki penghujung tahun masehi. Bulan november ini memberi banyak harapan, bulan ini saya akan memulai aktifitas penelitian, saya kembali mengkoordinasikan  dengan pihak yang terkait mengenai rencana penelitian ini, melihat kembali apa yang perlu dibenahi, persetujuan etik sudah keluar, lembaran kuesioner sudah bagus, langkah selanjutnya memfixkan modul pelatihan dan melakukan ujia validitas dan reliabilitas. Tugas di kampus, mulai sibuk dengan mulai padatnya jadwal mengajar, kembali mengkoordinakasikan tugas-tugas di prodi dan yang terpenting masalah di rumah yang benar-benar kembali dilihat, mungkin saya terlalu sibuk hingga melupakan moment-moment kebersamaan dengan anak-anak. selamat datang kembali november, semoga bulan ini berjalan lancar dan baik-baik saja aamiin.

Tarakan. 1/ 11 / 2020
Pukul    : 5.15 sore