24 April 2020

Marhaban Ya Ramadhan 1441 H (bulan Muhasabah diri)

Alhamdulillah, dipertemukan lagi dengan tamu agung ramadhan 1441 H, Ramadhan kali ini begitu berbeda dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya, di tengah pandemi korona saat ini, hampir semua ritual yang biasanya dilakukan selama bulan ramadhan seperti shalat tarwih, shalat berjamaah di mesjid, buka bersama, dan bahkan kemeriahan ramadhan menjadi "tedup" karena kondisi yang tidak memungkinkan bahkan kondisi ini berlangsung hingga hari raya idul fitri sehingga kemeriahan juga tidak akan ditemukan seperti lebaran sebelumnya, ini tidak lain sebagai upaya memutuskan penularan virus korona yang hingga hari ini masih  belum menunjukkan penurunan jumlah yang tertular. Namun kondisi ini tidak menurunkan semangat untuk tetap melaksanakan amalan-alaman di bulan penuh rahmat dan maghfiroh. Insyallah ini merupakan ramadhan  yang ke-19 saya meninggalkan rumah sejak tahun 2001 menempuh pendidikan di Makassar dan ini merupakan ramadhan yang ke-12 saya di kota tarakan sebagai perantau ( 2 tahun, yakni 2017 dan 2018 sebagian besar berada di Bandung, namun di 1 minggu terakhirnya berada di Tarakan) dan merupakan ramadhan ke-5 dalam keluarga kecil saya sejak istri dan anak-anak mulai menetap di Tarakan.

Ramadhan merupakan bulan untuk muhasabah diri (instropeksi diri), apakah sudah ada perubahan dalam diri saya bila dibandingkan dengan ramadhan sebelumnya, apa yang sudah berubah dalam diri saya? bagaimana kualitas hidup saya sebagai seorang ayah dan sebagai seorang Hambah, sudahkah saya mengoreksi diri, apakah hal-hal yang negatif selama ini sudah saya tinggalkan? apakah sifat-sifat negatif yang merusak diri saya sudah tidak saya lakukan kembali? bagaimana ibadah-ibadah saya? apakah shalat saya sudah lebih khusu', apakah bacaan alqu'an saya lebih baik? apakah pemahaman keagamaan saya sudah lebih baik. Rasa syukur menjadi semangat bagi saya untuk kembali memperbaiki diri sesuai dengan semangat ramadhan untuk menjadikan pribadi-pribadi yang bertaqwa, bagaimana tingkat ketaqwaan saya selama ini? Dari ramadhan ke ramadhan, kebaikan apa yang sudah saya pupuk dalam diri sehingga menjadi bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Sudah sejauh mana saya melihat kedalam diri saya, melihat kebaikan ramadhan yang sudah amalkan untuk kebaikan kehidupan saya sehari-hari. 

Bersyukur masih dipertemukan ramadhan, jujur yang selalu membuat hati tergetar dan terkadang tidak kuat dengan kalimat "jangan sampai ini menjadi ramadhan saya yang terakhir" dalam setiap ramadhan, ada saja kerabat yang saat ini tidak bersama kita saat menjalankan ramadhan, mereka sudah kembali ke rahmatullah, menjadi renungan bagi diri pribadi, sudah kita memanfaatkan ramadhan dengan sebaik-baiknya. kita hanya diberi kesempatan untuk memanfaatkan bulan penuh berkah ini selama 1 bulan, yang merupakan kesempatan emas, jangan sampai hari demi hari kita jalani menjadi biasa-biasanya saja, hanya berpuasa dan tanpa meningkatkan amalan ibadah yang lain, tidak bersedekah, tidak melakukan kebaikan sosial, tidak melakukan instropeksi diri. Target yang saya niatkan saat ini, selain mempertahankan dan meningkatkan ibadah-ibadah yang sudah dijalankan pada ramadhan-ramadhan sebelumnya seperti tadarrus, mendengarkan ta'lim via smartphone, meningkatkan amalan shalat malam, membatasi akses sosial media dan berita-berita online. Semoga kado sepesial diberikan Allah SWT ini dapat menjadi moment terbaik untuk diri saya untuk lebih baik lagi, mengajak keluarga saya untuk lebih baik lagi dan belajar untuk meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat. semoga Allah SWT merahmati dan memberikan ampunan serta diberikan nikmat sehat sehingga kita menjalankan ramadhan ini dengan lebih baik lagi

Tarakan, 24/ April/ 2020
               1 Ramadhan 1441 H
Pukul   : 6.07 Sore menunggu azan untuk berbuka puasa

23 April 2020

Jangan Abaikan Firasat ketika Akan berlari

Kejadiannya tadi subuh, selepas shalat saya sudah merencanakan akan lari pagi, biasanya hari jum'at atau sabtu subuh, karena besok sudah mulai ramadhan, kita tidak memungkinkan untuk lari pagi dengan kondisi puasa untuk mempertahankan target lari 16 K. Minuman, sepatu, masker, kaus olahraga sudah disiapkan, begitu keluar rumah baru 200 meter, tiba-tiba ada firasat untuk kembali ke rumah mengambil jas hujan, namun sekita saya melihat langit masih aman. memang pandangan saya hanya terlihat langit di depan rumah atau ke arah barat tidak melihat langit ke arah timur karena masih terhalangan dengan rumah-rumah yang ada juga termasuk ada gunung kecil di arah belakang rumah. begitu dalam perjalanan sudah melewati kira-kira 1 km, maka sangat nampak kondisi langit yang gelap, biasanya seperti itu akan terjadi hujan, tapi lagi-lagi alibih saya untuk mempetahankan pendangan saya bahwa tidak akan turun hujan. Tidak lama akan  nyampai islamic center, sebenarnya merasakan geremis kecil, ada beberapa tetesan air, namun lagi-lagi alibih saya lebih kuat sehingga saya tetap melanjutkan perjalanan. begitu sampai di tempat parkir biasa, saya melakukan peregangan otot-otot dan begitu selesai saya rencana akan memulai star lari, tapi kali ini firasayt saya kembali kuat, ini bakalan turun hujan, kali ini saya ikuti keinginan diri untuk mencoba mengamankan motor untuk parkir di depan perpustakaan daerah, begitu nyampe malah sudah terdengar suara hujan dari kejauhan namun belum nyampai di tempat saya parkir motor. Kali ini saya memutuskan balik ke rumah, karena takutnya nanti akan hujan deras karena kondisi langit yang semakin gelap. Sebenarnya ada keinginan untuk tinggal namun belajar dari pengalaman dalam kondisi hujan seperti ini bingun mau ngapain walau ada handphone, dalam  benak kalau di rumah bisa sambil rebahan. Saya memutuskan untuk ke rumah dan dalam perjalanan ternyata hujan deras, hanya bermodalkan rompi daya menebos hujan hingga di rumah dan tiba di rumah dalam keadaan lumayan basah. 

Saya memutuskan untuk rebahan, sambil merusaha mengeringkan baju dan celana saya tadi, siapa tahu hujan akan redah. sambil menunggu hujan dan sudah masuk waktu dhuha, saya menjalankannya. istrahat sebentar, sambil kembali melihat hujan, kayaknya hujannya akan redah, begitu sudah mengenakan baju dan celana kembali untuk lari dan sudah menggunakan kaus kaki, tiba-tiba hujannya kembali turun dan lumayan kenceng, jika tadi saya paksakan maka saya akan kehujanan di jalan untuk kedua kalinya. Untung saja kali ini saya masih mau menghikuti firasat yang muncul. dan kejadian mau keluar dan tidak jadi karena hujan lagi hampir berlangsung 3x. Tiba-tiba saat rebahan saya melihat cuaca melalui HP, ternyata sudah ada prediksi kalau hujannya akan berlangsung jam 5 hingga jam 8. wow lumayan lama. Pernah juga kalau tidak salah minggu lalu, ketika akan star lari saya melihat cuaca hari itu melalui hp, dan diperkirakan hujan akan turun sekitar jam 7 pagi, sebagai antisipasi saya harus memperhatikan kondisi langit paling tidak saat hujan posisi saya tidak jauh dari tempat berteduh. Jam 7 hujan mulai berhenti, saya memutuskan untuk kembali ke islamic center. memang kondisinya masih mendung, seperti kata pepatah mendung tak berarti hujan, apalagi jarak uturn hujan dan berhentinya kali ini agak lama.  Tiba di Islamic saya melakukan pemanasan sedikit karena tadi sudah sempat melakukan. 

Sekitar 15 menit lari tiba-tiba gerimis dan posisi saya tidak terlalu jauh dari tempat berteduh, ada bangunan stadion tenis lapangan outdoor yang belum jadi dikerjakan, yang dulunya diperuntukan untuk PON tahun 2008 sampai sekarang tidak beres-beres, tempat ini lumayan bisa menjadi tempat berteduh dan masih bisa melannjutkan lari kurang lebih 200 meter, lumanayanlah dari pada berhenti lari. sekitara 20 menitan hujan mulai redah saat itu jarak yang sudah saya selesaikan sekitar 5 KM. berarti saya masih ada 11 KM, lagi. Lanjut lari seperti biasa, namun  kondisi badan mulai menurun saat mencapai 9 KM, saya memang agak melaju karena posisi pace saya sudah di 7.20 itu lumayan jauh dari selama ini, sementara posisi pace saya saat  mulai merasakan penurunan kekuatan di 7.06. saya berusaha untuk mengurangi pace dan berlari senyaman mungkin, KM demi KM terlewati awalnnya hanya mau bertahan di 12K, namun  mencoba untuk kembali melanjutkan siapa tahu bisa mencapai 14 K dengan  7.10 dan berlari senyaman mungkin. begitu sampai 14 KM sambil melihat kondisi badan saya yang masih memungkinkan berlari dengan pace yang sedikit lebih lambat dan saya melanjutkan lari, alhamdulillah saya masih bisa mencapai 16 K dengan durasi 1 jam 55 menit dengan pace 7.11. lumayanlah. 

Cerita lari ini dan persiapannya menjadi pengalaman bagi saya, bahwa jas hujan sangat penting dibawa apalagi saat lari pagi, tidak ada jaminan, karena ini bukan yang pertama kali saya terjebak dalam hujan ketika subuh. pernah waktu tiba dari jogja, ketika melaksanakan shalat subuh di islamic, begitu di perjalanan pulang tiba-tiba hujan dan itu kejadiannya dua kali :). Firasat sangatlah penting, jangan sampai diabaikan. mungkin hati kita bisa mengetahui kondisi alam diluar kemampuan logika kita. Memang selama ini ada penghalang dari diri saya yang suka ragu, mudah lupa, apa yang saya sudah lakukan. kadang-kadang masih muncul, apa yang lakukan sudah benar atau belum sehingga dalam kondisi seperti itu saya harus meyakinkan diri bahwa saya sudah melakukan tahapan-tahapan dengan benar sehingga tidak perlu saya khawatikan lagi. Bejalar dari pengalaman tadi subuh dan pengalaman yang sebelum-sebelumnya bahwa firasat yang dianggap sepeleh, tidak masalah dijalankan kalaupun tidak terjadi kita tidak rugi, beda bila kita sudah abaikan, menganggap remeh begitu kejadian baru menyesal. semua akan jadi pelajaran kedepannya. semoga Allah SWT selalu membimbing dan melindungi. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 23/4/2020
Pukul : 5.31 menunggu hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1441 H

21 April 2020

Cemas selama masa pandemi Corona

Hampir 7 minggu Indonesia memasuki masa pandemi korona sejak secara resmi diumumkan tanggal 2 maret lalu. sore seperti sekarang, biasanya sedang memantau update berita untuk laporan penderita covid19 secara nasional, sore ini per tanggal 21 April sudah menembus 7.135 yang positif sementara untuk kalimantan utara sudah menembus angka 74 orang dan Tarakan ada 23 orang. Saat diumumkan pertama kali ada satu yang positif di Tarakan tepatnya pada 20 Maret, menjadi gempar 1 Tarakan, bagaimana tidak sempat goncang gancing selama ini tentang ada tidaknya yang positif mulai di awal januari yang mengakibatkan bocornya identitas pasien yang masih dicurigai dan pada akhirnya hasilnya juga negatif. Kondisi saat ini, dimana untuk kampung 1 Skip, kelurahan tempat tinggal sejak diumumkan ada yang positif di awal April lalu, menjadikan suasana disini cukup berubah namun tidak benar-benar menghentikan aktifitas masyarakat, terlebih lagi ada informasi bahwa yang pasien tersebut bukan warga asli orang tarakan, hanya menumpang 1 hari setelah di Karantina selama 3 hari selepas dari turun dari kapal sehabis perjalanan dari makassar. Serang total ada 3 di kampung 1 dan salah satunya bertempat tinggal di RT yang sama dengan tempat kerja. Setelah mendengarkan rekan jamaah mesjid bahwa yang bersangkutan sejak dikarantina 3 hari hingga dirawat tidak pernah keluar dan tidak pernah datang ke mesjid. dan salah satunya lagi, masih diduga adalah orang sebelah kantor, dan pernah melakukan shalat bersama, untungnya saat itu saya lagi tidak shalat jamaah di mesjid. 

Rasa cemas selama masa-masa pandemi ini wajar-wajar saja, masih dalam batas normal asal porsing tidak berlebihan hingga membuat panik. Topik ini, sebulan lalu banyak di bahas, ketika situasi korona di Indonesia terus meningkat, sementara di tanggal yang sama di Tarakan baru satu yang dinyatakan yang positif sehingga belum terlalu merasakan kecemasan yang berlebihan. Nanti akhir-akhir ini ketika was-was apakah kita sudah tertular dengan virus, apakah orang kita temui di jalan, di mesjid, di kawasan olahraga islamic center itu membawa virus korona, kita tidak pernah tahu dan mungkin tidak pernah menyadari. Ahli kedokteran jiwa dr.Andri, melalui sosmednya dan wawancara di media juga sudah mengingatkan agar kita cakap dalam mengelolah stres dan jangan cemas yang berlebih menghadapi pandemi korona ini. Belum lagi dugaan atau prasangka-prasangka kita sendiri yang sebenarnya tidak seperti realita sebenarnya sehingga menimbulkan gejala corona-corona yang sebenarnya dalam secara fisik dan hasil pemeriksaan medis tidak bermasalah, namun bisa dijelaskan secara sistem saraf otonom tubuh dan lebih dikenal dalam dunia psikosomatik. Gejala psikosomatik jika seseorang mengalami ketidakstabilan sistem saraf otonom dimana saraf simpati dan para simpatik tidak seimbang yang diakibatkan stres yang tidak dapat beradaptasi dengan baik sehingga tubuh mengalami tekanan terus menerus dan timbul gejala psikosomatik. Misalnya orang yang mendapat informasi terus menerus tentang pandemi korona, maka info tersebut akan disimpan dalam amigdala, pusat memori, yang sekaligus merupakan pusat kecemasan, jika berlebihan maka akan memberikan respon cemas, dan timbul ketakutan yang luarbiasa akan situasi itu. dalam situasi itu akan muncul gejala seperti sakit jantung; keringat dingin, jantung berdebar, jika berkaitan dengan pandemi korona maka akan muncul gejala batuk, flu, demam dan sesak napas. Bahkan ketika membaca berita tenggorokan kita menjadi gatal, demam, meriang, namun semua itu masih batas normal. 

Kembali kediri saya yang sejak masa pandemi dan sejak diberlakukan bekerja dari rumah saja, hanya beberapa hari saja betah kerja di rumah, selebihnya masih harus masuk kantor untuk menyelesaikan pekerjaan termasuk untuk menulis di blog ini :) saya masih saja melaksanakan shalat berjamaah di mesjid depan tempat kerja, masih saja melaksanakan lari pagi atau sore, tapi hanya sebatas itu saja, karena menyadari masih seringnya melakukan aktifitas di luar rumah maka sudah menjadi kewajiban untuk selalu mencuci tangan apalagi bila kembali ke rumah, tidak langsung menyentuh anak-anak, bila bepergian juga menggunakan master, jika berdekatan dengan orang tidak berusaha untuk dekat atau tetap menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik secara langsung, jika sehabis shalat berjamaah tidak saling salaman dan langsung bergeser dari shaft agar tetap berjarak, namun selama sholat tetap merapatkan shaft. Memang kita tidak pernah tahu orang yang kita temui ini benar-benar orang yang positif tanpa gejala atau seperti apa, namun karena informasi yang ada, mungkin orang yang melakukan kontak erat sudah dihubungi oleh satgas penanggulangan covid19 di tarakan, sama siapa saja dikontak dan sudah pergi kemana. Beberapa hari yang lalu, kemenkes sudah mengeluarkan keputusan bahwa Tarakan sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun menunggu menerapannya dalam beberapa hari ke kedapan, InsyaAllah dengan ikhtiar yang sudah kita jalankan, tanpa mengabaikan anjuran pemerintah untuk tetap jaga jarak dan menjaga kondisi kesehatan, tidak melakukan kontak erat dengan orang yang habis melakukan perjalanan dari daerah wabah, Bismillah, semoga kita semua terhindar dari penularan virus corona ini. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 21/4/2020
Pukul : 6.09 menunggu azan maghrib

19 April 2020

Terus Mencari

Ini bukan tentang mencari barang atau mencari sesuatu, namun ini merupakan pencarian arti dalam hidup. Sering kali kita dihadapkan pada suatu kondisinya yang cukup rumit, pilihan yang sebenarnya kita tidak inginkan tapi bahkan membenci namun kita tidak bisa membendung diri hingga tanpa kendali yang kuat tanpa ikatan yang teguh akhirnya diri tak kuasa dikuasainya. Misalnya saja sudah berniat untuk meninggalkan kebiasaan buruk, sudah berusaha membencinya namun disitu sisi kita belum sepenuhnya siap untuk meninggalkan kebiasaan itu, bahkan upaya dan ikhtiar demi ikhtiar belum berhasil menghalangi semua. Dalam ketidaksiapan diri menghadapi selama ini, semakin menyadarkan bahwa kita adalah manusia lemah tanpa rahmat, Rahman dan rahim Sang Khaliq, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Belajar dari kisah nabi Adam AS. Dan istrinya Hawa, sudah hidup istimewah di Surga Allah SWT, namun hanya 1 kesalahan dan tergoda dengan rayuan dan bisikan syaitan, akhirnya terjebak dan melakukan kesalahan dan harus menerima sanksi dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi dan moment itu menjadi asal muasal manusia di buka bumi hingga masih berlangsung sampai sekarang. 

Nabi Adam, sudah berada di surga, sudah langsung berhadapan dengan Allah SWT, masih saja lalai melakulan "kekhilafan" bagaimana dengan kita, manusia yang hidup setelahnya bahkan yang saat ini sedang berada di bumi, seberapa besar upaya dan ikhtiar kita untuk menjadi lebih baik, namun ada saja ujian dan kendala yang menjadikan kita terpuruk bahkan tidak sedikit rasa penyesalan yang mendalam datang menghampiri. Inilah diri kita manusia, dengan segala potensi yang ada di dalam diri kita, bisa mengantarkan kita pada posisi yang terbaik sebagai pemimpin di muka bumi, namun dalam suatu ketika kita bisa jatuh dalam kondisi "hina" bahkan kita melupakan apa tugas sebenarnya kita diciptakan di muka bumi ini. Kisah hidup orang- orang terdahulu sudah cukup banyak yang terkisah bahkan sudah banyak Ibrah yang bisa kita ambil dan menjadikan pelajaran dalam hidup saat ini. 

Ini lah hidup, dalam kondisi iman dan hati yang mudah berbolak balik, kadang-kadang mengarahkan pada kebaikan namun tidak sedikit pula yang mendorong pada "kemaksiatan" . Ada ungkapan yang selama ini kita mendengar, bahwa perjuangan sebenarnya adalah perjuangan melawan hawa nafsu. Musuh terbesar diri kita saat ini adalah melawan diri kita sendiri. Begitu banyak "bisikan-bisikan" yang harus kita hadapi. Semoga bisikan bisikan ini tidak menjatuhkan kita pada situasi yang hina, semoga Allah SWT masih memberi kesempatan pada diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik lagi dengan masih menutupi aib yang kita lakukan, apalagi itu hanya ada diri kita dan Sang Khaliq yang mengetahui. Dalam kondisi seperti i i terkadang kita membutuhkan sosok yang dapat mengayomi, karena diri ini masih lemah, masih butuh banyak masukan dan butuh banyak mencari, butuh banyak belajar, belajar tentang arti hidup sebenarnya, bejalar tentang hikmah, belajar tentang kebijaksanaan, belajar tentang rahmat, belajar dari siapa saja, belajar dari mana saja dan belajar bagaimana menyadarkan diri ini menjalani hidup yang penuh dengan "misteri" Hanya kepada Allah SWT Maha Pemberi pertolongan dan petunjuk, Maha Pemberi Rahman, kasih dan sayang, semoga saja langkah demi langkah dijalani ini mendapatkan keridhoan Nya dan semakin memberi cahaya agar tetap berjalan di Jalan yang lurus jalan yang di ridhoi...
Aamiin Ya Rabbal Alamin

Tarakan, 19/4/2020 @pelataranmesjidAlhidayah Kp1, mesjid depan t4 kerja :)
Pukul : 7.26 malam pas azan isya

18 April 2020

1 Bulan Work From Home (WFH)

Sejak 18 Maret lalu, tempat saya kerja sudah memperlakukan bekerja dari rumah, work from home. Walau sebenarnya terbilang lebih cepat dari yang diberlakukan di sekolah-sekolah yang ada di Tarakan yang rata-rata menyelenggaran perisis ditanggal 22 Maret. Walau namanya bekerja dari rumah, seingat saya hanya sekali saya mencoba membawa pekerjaan di rumah, karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan, anak-anak biasanya main di kamar depan yang biasa saya kerja sehingga pilihan untuk bekerja di kantor menjadi hal yang harus saya lakukan. Selama ini memang lebih banyak disibukka bagaimana mempersiapkan bahan untuk kuliah online, sudah menyiapkan tugas yang harus di kerjakan. Kuliah dengan sistem online ini berlangsung 3 minggu, dan saya hampir setiap hari ada satu mata kuliah yang harus diajarkan dan terkadang dihari-hari tertentu malah dua. Biasa dibayangkan begitu sibuknya, hampir sama dengan perkuliahan secara manual di depan kelas. Kemarin merupakan hari terakhir ujian akhir semester yang berarti bahwa seluruh rangkaian perkuliahan telah berakhir, menunggu rekapan nilai tugas dan dari tim dosen lainnya. Perkuliahan online ini banyak seluk beluknya, belum mahasiswa yang "gambek" karena setiap pertemuan ada tugas yang didapatkan. Saat ujian juga harus menyelesaikan soal sendiri di google form, terus mengawas sendiri ;) untungnya saat ujian tersebut sudah bisa mengatur kunci jawaban sehingga ketika mahasiswa mengirim jawaban maka nilainya akan keluar namun tidak diberitahukan kepada mahasiswa karena permintaan sendiri mahasiswanya. Hasil ujian mahasiswa juga menjadi evaluasi. dari 3 mata kuliah yang saya ajarkan, kemudian dengan pendekatan pemberian bahan materi, kemudian ada tugas yang didiskusikan oleh dua mahasiswa ternyata cukup mempengaruhi nilai ujian mereka. 2 mata kuliah yang hampir setiap pertemuan ada tugas dan ada bahan bacaannya cukup signifikan dengan nilai yang didapatkan mahasiswa. Sementara tugas yang hanya diberikan dan dikerjakan tanpa ada diskusi lebih banyak justru pada nilai ujiannya tidak memberikan hasil yang lebih baik bahkan jauh dari nilai rata-rata dua mata kuliah yang lain. kayaknya ini harus dianalisa dalam bentuk penelitian sederhana. 

Selain disibukkan dengan perkuliahan online, hal yang tidak kalah sibuknya adalah rutinitas sebagai dosen, harus menyiapkan ini, itu. Saat ini saya sedang menjalani hibah penelitian dari Dikti, sebenarnya besar harapan sudah bisa jalan saat ini, namun  dampak virus corona sangat tidak memungkinkan karena penelitian saya ini harus mengumpulkan banyak orang dan harus melakukan kunjungan dari rumah ke rumah. nah ini kendala terbesar, semoga masih ada kebijaksanaan dari pihak Dikti untuk memakluminya, karena sampai sekarangpun dana penelitiannya belum keluar masih penandatanganan kontrak dengan dikti melalui LLDikti 11. Sebenarnya banyak yang harus saya persiapkan semoga dengan berakhirnya perkuliahan dari mahasiswa, saya bisa fokus kembali. yang perlu dipersiapkan yang pertama, memantangkan kuesioner yang saya gunakan, rencananya menggunakan kuesioner yang akan di sadur dari penelitian sebelumnya yang berasal dari negeri paman syam, walau sebenarnya tidak sama persis namun bisa dimodifikasi untuk kepentingan peneliti. kemudian, modul yang akan digunakan untuk penelitian belum juga dirampungkan, padahal saya harus konsulkan expert dibidang itu, rencananya saya akan menghubungi pembimbing saya saat s2. selanjutnya harus mengusulkan tinjuan etik, sejauh ini saya menyarankan di UGM tapi jika tidak memungkinkan saya akan mengurus melalui kemenkes. Terus mempersiapkan segala agar bila kondisi sudah kondusif sudah bisa menjalankan aktifitas dengan leluasa maka penelitian sisa di eksekusi.

Inilah kisah yang telah berjalan dalam 4 minggu terakhir, banyak yang bisa dijadikan pelajaran untuk pengembangan kedepannya. misalnya sistem ujian dengan menggunakan sistem google form, walau ribet diawal pengetikannya namun paling tidak ketika ujian berakhir nilai mahasiswa sudah bisa diketahui, kemudian sistem perkuliahan dengan memberikan bahan yang akan dianalisa juga cukup efektif tidak mesti harus dilaksanakan dalam bentuk online. sistem kuliah dengan menggunakan e-learning juga tidak mesti harus menunggu kondisi yang tidak memungkinkan mahasiswa ke kampus, sebagai dosen saat berada diluar kampus atau bahkan di luar kota, bisa mengadakan ini, asal materinya sudah ada dan insturksi tugasnya sudah jelas, tugas kuliah bisa dimana aja dikerjakan dan pantuan tugas mahasiswa juga bisa melalui e-learning tersebut. Kedepannya akan ada beberapa kegiatan yang harus dijalankan mahasiswa, dan kondisi ini sangat bergantung masih kondisifnya tidaknya Kota tarakan khususnya dan indonesia umumnya untuk kasus korona ini, kegiatan itu tidak lain praktik kerja lapangan untuk 2 MK dan terakhir ujian pengambilan kasus mahasiswa di RSUD. termasuk kegiatan praktik mahasiswa di rumah sakit dan puskesmas, semoga saja kondisi penularan korona ini segera berakhir dan kondosi kembali konsudif,, aamiin ya rabbal alamin.

Tarakan, 18/4/2020
Pukul : 6.14 sore jelang azan maghrib

16 April 2020

Menutup rangkaian puasa senin kamis

Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan ini, saya belajar untuk menjalankan puasa senin kamis dan jika memungkinkan dirangkaikan dengan puasa ayyumul bidh atau puasa menjelang pertengahan bulan yaitu tanggal 13, 14 dan 15. Selain manfaat ibadab, puasa senin kamis ini juga menjadi detox  buat badan, racun2 metabolisme biasa dikeluarkan saat berpuasa. Sementara untuk segi ibadah, ini merupakan sunnah yang akan memberikan kebaikan bagi kita. Alhamdulillah manfaat keduanya begitu terasa, secara fisik kondisi badan lebih ringan sementara secara ibadah menjadi renungan tersendiri karena kemuliaan orang berpuasa adalah saat berbuka dan saat berjumpa dengan Tuhan.

Dulu, puasa senin kamis ini rajin dijalankan ketika masih bujang. Selain anjuran agar tidak terjerat hawa nafsu :) begitu beres nikah kalah amalan ini tidak dijalani lagi dalam rentang waktu 10 tahun. Cukup lama :) sewaktu masih aktif di mahasiswa, sekitar tahun 2004 s.d 2006 puasa senin kamis ini rutin dijalankan,  apalagi jika ada training, atau palingan dulu hanya menjalankan puasa sunnah yang rutin seperti puasa tgl 15 setiap bulan Sya'ban atau lebih dikenal nafsu syahban, belakangan yang Hampir tidak pernah terlewatkan adalah puasa arafah dan puasa dan puasa 6 hari dibulan syawal.

Puasa senin kamis ini merupakan langkah awal untuk menjadi lebih baik lagi, walaupun yang bisa menjamin itu semua adalah diri kita sendiri, ketika saya berpuasa saya merasa tenang walau tidak jarang juga ada situasi yang memancing emosi, namanya lagi berpuasa, pasti ada lapar terkadang menjadi kendala untuk berpikir logis akan tetapi puasa ini menjadi pijakan kesadaran, kita akan menjadikan titik balik kita dalam berfikir dan bertindak sehingga semua terkontrol dalam semangat berpuasa, puasa akan menjadikan kita tidak bisa berbuat seenaknya apalagi mengikuti hawa nafsu karena sepatutnya saat kita berpuasa kita bisa mengendalikannya.

Tarakan, 16 / 4 / 2020
Pukul : 10.06 malam (menjelang tidur)

15 April 2020

Bekerja dengan Hati

Paling tidak tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan tadi pagi. Sebelumnya tidak ada niat untuk menulis sore ini. Kejadianya tadi siang. Awalnya tadi pagi begitu selesai ujian mahasiswa, tidak seperti biasanya saya langsung balik ke rumah, alasan klasik, pengen istrahat dulu hari ini, tidak ingin membuka pekerjaan dan rencana akan dilanjutkan sore ini. Kebetulan sebelum pulang, saya bertemu dengan teman kerja yang menanyakan pekerjaan yang sudah dideadlinekan kemarin dan menjadi topik hangat dibicarakan di group kerjaan, tentunya masih berkaitan dengan akreditasi. sebenarnya pekerjaan ini sudah dikerjakan sama anggota timnya namun terkendala komunikasi dan seingat saya ada file yang belum dikelolah dari data dasar yaang diberikan tempo hari. Setelah menjelaskan sedikit dan memberi masukan sayapun balik ke rumah. Sebelumnya sayap sudah meminta izin kepada atasan saya untuk tidak mengerjakan dokumen akreditasi karena ingin fokus dengan ujian mahasiswa, karena ada 3 matakuliah  yang diujiankan dan soal yang dibuat harus bentuk vignette / kasus sehingga membutuhkan konsentrasi yang penuh. Belajar dari pengalaman kemarin ketika akan menyelesaikan soal ujian tiba-tiba ada pesan w.a  tentang akreditasi, sontak saja soal yang belum selesai harus tertunda karena harus membalas pesan yang masuk. sebenarnya tidak ingin memperpanjang diskusi karena apa yang sudah disampaikan sudah cukup jelas, namun sebagai "rakyat jelata" harus mengikuti instruksi pimpinan. mau tidak mau, suka tidak suka harus diladeni namun saya juga memohon izin untuk lebih fokus dengan UAS, karena masalah itu berputar-putar disitu.

Dalam kondisi seperti itu pastilah ketika bekerja merasa tidak enak, kondisi psikologis kita tidak siap sehingga menjadi beban selama menyelesaikan pekerjaan, pasti sungguh-sungguh tidak menyenangkan bekerja dalam situasi seperti ini, boleh dikata semoga saja tidak, bekerja dalam tekanan itu sungguh-sungguh tidak mengenakkan. Makanya pesan yang masuk menjadi malas untuk digubris dan memang saat itu saya masih dalam kondisi menyelesaikan pekerjaan yang lain. Pagi tadi ketika menyelesaikan satu tulisan yang masih bertemakan pekerjaan, hati lumayan lega, paling tidak mengurangi beban pikiran. begitu nyampai di rumah, masih saja ada pesan yang berkaitan dengan akreditasi, padahal pengen istrahat dan tidak memikirkan itu, namun sebagai "rakyat jelata" tidak punya pilihan, saya menjelaskan apa adanya dan saya sudah meminta izin untuk tidak memikirkan itu, tapi pesan yang masuk dibutuhkan jawaban "kepastian" lagi-lagi saya tidak punya pilihan, dan saya sampaikan atasan lagi mencari referensi. Pesanpun masih berlanjut dan sebenarnya sudah tidak ingin membahas itu, namun seolah-olah "dikejar-kejar" jadi lagi-lagi saya tidak punya pilihan, namun saya juga memiliki hak untuk menegaskan sikap saya, saya hanya bisa bantu mengarahkan tidak bisa membantu lebih jauh. dan menjadi pelajaran bagi saya untuk tidak terjebak dengan "pujian" yang tiba-tiba muncul hanya karena kesan yang pesan yang masuk. bagi saya pujian itu hanya bumbu-bumbu menyedap pada akhirnya akan hilang sendirinya dan tidak memberikan efek. setelah semua urusan pesan. saya sudah tidak mempedulikan kembali pesan yang masuk.

Hingga menjelang shalat zuhur, tiba-tiba pengen ke kampus, hanya ingin melihat data yang pernah dikirimkan oleh anggota tim yang lain. selepas shalat zuhur saya coba kelolah dengan menggunakan excel dan SPSS dan akhirnya bisa mendapatkan data yang seperti yang saya inginkan. Pekerjaan begitu ringan dikerjakan karena memang tidak ada "tekanan" dan datangnya dari hati, pengen saja bantu teman karena sudah pernah janji. selama ini disibukkan mengajar online, hingga tidak pernah menyentuhnya lagi. pekerjaan dijalani dengan panggilan hati akhirnya selesai juga dengan senang. demikian juga dengan rencana membuat soal, alhamdulillah berjalan baik, ide mengalir begitu saja sehingga targetnya beres untuk sore ini. Menjadi pelajaran jika memulai pekerjaan harus memperbaiki suasana hati, jangan pikirkan hal-hal yang bisa merusak suasana hati tersebut sehingga selesainya pekerjaa sesuai yang diharapkan

Tarakan, 15/4/2020
Pukul 6.21 sementara azan maghrib


Ketika Tak Perlu Menunjukkan Kerjaan

Posisi saat ini dikerjaan saya adalah saat dimana saya menikmati hari-hari dalam bekerja tanpa dibebani pekerjaan struktural, walau saya ini ditempatkan sebagai sekretaris di salah satu lembaghala, namun kondisinya berbeda jauh dengan sebelumnya. Paling tidak banyak waktu yang saya selesaikan untuk menuntaskan pekerjaan rutin sebagai dosen walau terkadang banyak pekerjaan yang juga harus di selesaikan dalam lembaga itu. Sebenarnya saat ini saya memegang prinsip jika bukan pekerjaan atau wewenang saya, saya tidak akan kerjakan, semaksimal mungkin mengupayakan bekerja sesuai tupoksi. Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya banyak pekerjaan yang saya lakukan sebenarnya bukan bagian saya namun sangat berkaitan dengan pekerjaan saya sehingga bila tidak saya kerjakan maka pekerjaan saya juga akan terhambat. itu dulu, ketika pekerjaan begitu banyaknya dan jumlah mahasiswa yang terbilang cukup banyak kondisinya malah bisa 2 kali lipat dari jumlah sekarang. Lumayan banyak yang harus diselesaikan saat itu, belum lagi sorotan yang datang dari berbagai sisi, namanya juga kerjaan kita pasti akan ada yang mencoba menyoroti bahkan mencoba "mencari" kelemahan ;) tapi lagi-lagi itu semua dulu, ketika jabatan struktural masih diamanahkan.

Bagaimana dengan kondisi sekarang? pastilah berbeda karena posisi saya saat ini juga berbeda. Terkadang ada teman, rekan, kolega bahkan alumni kampus ini menanyakan, "bapak sebagai apa sekarang? saya bilang sebagai berikut :) atau meninjam istilah dosen-dosen muda UI, sebagai rakyat jelata ;) jadi tidak punya power untuk merubah keadaan. Posisi saya sekarangpun lebih banyak diam, belajar dari pengalaman sebelumnya saya sudah tidak ingin terjebak dengan "kata-kata manis" ya itu yang bisa meninmbulkan kekecewaan, menjanjikan sesuatu yang entah sampai kapan terwujud. Tapi ya sudah lah, saya bukan siapa-siapa dan saya tidak memiliki power untuk merubah keadaan. Namun kondisi ini bukan berarti membuat saya berkecil hati. sebagai manusia biasa pasti itu akan terlintas, namun tidak lama, karena saya tidak ingin hal itu mengganggu pikiran saya karena saya berprinsip, semua rekeji yang di bumi ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, tak perlu mengkhawatirkan.

Saat ini saya berprinsip tak perlu menyampaikan kepada orang-orang apa yang sudah saya lakukan untuk kerjaan saya, untungnya tidak ada sama sekali bahkan akan cenderung menjadi riyah dan mengaharapkan pujian. Meminjam kalimat dari Anis Baswedan bekerja dalam senyam, bekarya dalam sunyi. tidak mesti menampakkan apa pekerjaan yang sudah kita jalankan. Apa pepatah lain bekerja keraslah dalam kesunyian biarkan karya dan kesuksesan Anda yang bersuara. ada juga jadilah orang yang diam-diam terlihat bekerja keras. Intinya kita memiliki target dalam bekerja kita miliki visi dalam hidup. Kita perlu persiapkan semuanya sejak dari awal agar menjadi butiran semangat untuk kedepannya, jika saat ini kondisinya belum sesuai harapan, pelajari kembali situasinya, dimana kelemahan kita dan apa yang harus diperbaiki. Yang mengetahui keinginan terbesar kita adalah diri kita sendiri bukan pandangan orang lain. Pandangan orang lain hanya sebagai referensi kita yang menentukan sendiri. Bismillah.. semoga kerja keras ini menjadi berkah.. aamiin

Tarakan, 15/4/2020
Pukul : 8.11pagi 

13 April 2020

Membendung "emosi" negatif

Manusia memiliki emosi, potensi yang dimiliki manusia selain akal, indra dan hati. Dalam kamus besar bahasa indonesia, emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat. Pendekatan psikologi, emosi merupakan perasaan yang intens yang diperlihatkan kepada seseorang atau sesuatu, jadi emosi merupakan reaksi seseorang atau kejadian. Emosi bisa positif atau negatif. positif : senang, gembira, bersyukur, bangga, tenang, berharap, kagum, cinta dll sementara negatif : marah, benci, sedih, putus asa, malu, iri, dengki dll. sementara emosional memiliki dalam kamus besar sebagai menyentuh perasaan. saat ini juga berkembang kecerdasan emosi atau kemampuan mengelolah emosi, ada lima ciri utamanya : memahami emosi sendiri, mengelolah emosi sendiri, memotivasi sendiri, memahami emosi orang lain dan mampu membina hubungan sosial. Jadi selama ini kita hanya mengenal kata emosi itu selalu berkonotasi negatif seperti tidak mampu mengendalikan diri, tidak bisa mengontrol amarah, terkesan selalu marah. Sementara bila kita kembali pada definisi dasarnya emosi merupakan reaksi perasaan seseorang, maka apapun yang berkaitan dengan "luapan" perasaan nah bisa disimpulkan sebagai orang memiliki emosi misalnya orang yang mudah sedih dan terharu, mudah mengeluarkan airmata. 

Dalam media sosial, emosi terlebih untuk ekspresi wajah  banyak  dalam bentuk emoji, dan banyak digunakan sebagai media komunikasi untuk menggambarkan kondisi perasaan atau sekedar mengekspresikan diri. sedih, senyum, menangis, gembira, tertawa, lagi sakit, tanpa ekspresi dan lain sebagainya. namun dalam sudut pandang yang lain keadaan emosi itu tidak hanya ekspresi wajah namun bisa dilihat juga dari bahasa tubuh. dari laman berita online tahun 2012 (cukup lama) karena bahasa tubuh lebih baik menyampaikan "pesan" pengalaman seseorang baik positif maupun negatif. menurut saya sic, tergantung pada situasi apa yang menggambarkan emosi seseorang, jika hanya melihat seperti apa luapan emosi saat ini, bisa dilihat dari ekspresi wajah namun jika melihat kondisi emosi terhadap situasi yang lebih kompleks misalnya masalah pertemanan, relasi atau kerjaan yang melibatkan respon emosi yang spontan bisa dilihat dari bahasa tubuh. misalnya orang marah seketika bisa dilihat dari ekspresi wajahnya namun untuk menilai orang yang dalam dirinya melakukan penolakan ekspresi wajah bisa jadi menipu namun dalam bahasa tubu menunjukkan penolakan itu bisa dilihat dari cara dia merespon tidak seperti biasanya, cara berkomunikasinya juga berbeda, jika kita tidak jeli melihat ini semua maka tidak tidak akan pernah mengenal kondisi emosi atau perasaan seseorang. Demikian juga dengan perasaan suka atau tertarik atau kagum, jika kita tidak peka terhadap hal ini mungkin kita tidak akan pernah tahu sebenarnya siapa yang betul-betul "suka" atau kagum sama kita, itu bisa dilihat dari bahasa tubuh yang ditunjukkan. 

kembali ke topik judul ini, sebenarnya awal untuk menulis sore ini, lebih ditujukan pada bagaimana mengendalikan emosi yang negatif, bagaimana mengendalikan rasa marah, benci, tidak senang, tidak suka dalam semua dalam koridor yang wajar. Menulis sambil mencari informasi lebih banyak tentang emosi, yang ternyata tidak hanya berkonotasi negatif belum lagi ada kecerdasan emosi. Ini menjadi catatan penting bagi saya untuk belajar kembali mengelolah emosi lebih fokus pada bagaimana mengenal emosi diri sendiri dan mengenal emosi orang lain. Intinya jangan sampai potensi yang sudah dianugerahkan kepada kita sebagai manusia, posisi emosi menjadi "perusak" diri kita. Kita harus lebih bisa memahami dan terutama mengendalikan emosi ini. menjaga keseimbangan antara luapa emosi positif dan negatif harus menjadi perhatian dan kesadaran ini. jangan sampai kita dikenal orang lain sebagai orang yang tidak bisa mengendalikan emosi atau orang yang tidak peka dengan kondisi emosi orang lain. 

Semua "luapan" emosi harus ada porsinya semua harus sesuai dengan konteksnya, jangan dicampur adukkan, ketika emosi "marah" "kesal" sudah "terlampiaskan" dalam sebuah moment, jangan dibawah-bawah. Namun yang terpenting emosi tidak akan terkendali jika akal atau pikiran jernih ikut bermain, jika tidak semena-mena meluapkan emosi "marah" pada situasi yang masih bisa kita kendalikan, jika tidak bisa dikendalikan sebisa mungkin tidak berlebihan, sesuai dengan porsinya, marah, amarah secukupnya, pada tempatnya dan tidak dibawa-bawa pada situasi lain. tidak perlu membandingkan kondisi emosi kita dengan orang lain. cukup diri kita menjadi perhatian dan menjadi refleksi sudah sejauh mana kita bisa mengekspresikan emosi kita yang proporsional dan sekuat tenaga mengendalikan. Proses mengendalian emosi ini mengikuti proses kedewasaan kita dalam hidup, tidak ada yang berhenti untuk belajar dan mengelolah emosi dengan baik, terlebih lagi harus benar-benar mengenali situasi dan kondisi yang menjadi "stimulus" luapan emosi yang negatif.  termasuk kita belajar untuk mengatur emosi positif kita agar menjadi penyeimbang emosi negatif. Proses belajar ini tidak akan berhenti, belajar mencerdaskan emosi berarti kita belajar untuk mendewasakan diri kita.

Tarakan, 13/4/2020
Pukul : 5.40sore

12 April 2020

Mesjid kembali bergema

Beberapa hari yang lalu atau tepatnya Kamis malam begitu  menjelang isya, posisi saya lagi di kampus, ketika hendak balik ke rumah, sekedar iseng ingin lewat depan mesjid depan kampus, begitu dengar azan terdengar, saya perhatikan sudah tidak ada lafaz yang menganjurkan untuk shalat di rumah, saya berniat untuk mampir shalat karena biasanya ada satu dua jamaah. Begitu masuk, disapa sama jamaah tetap disini dan menanyakan kenapa saya tidak muncul shalat berjamaah lagi, saya menjawab seperti yang saya tahu mesjid lagi "lockdown" lantas jamaah itu merespon dan menyampaikan awalnya seperti itu, tapi hanya bertahan satu dua hari, karena beberapa jamaah sulit untuk meninggalkan shalat berjamaah di mesjid. 

Alhamdulillah, klarifikasi dari salah satu jamaah ini membuat hati senang dan legah, akhirnya mesjid ini kembali memfasilitasi shalat berjamaah, walau posisi pagar depan masih dirapatkan dengan ikatan tali sehingga tidak bisa dibuka dan jika ada yang ingin shalat berjamaah harus lewat disamping tempat wuduh atau pintu belakangan. Esok subuhnya saya kembali shalat disini dan saya lihat lumayan ada 1 shaft,.ada sekitar 10 orang. dan masih menyelenggarakan sarapan bersama setiap jum'at subuh dan beberapa kesempatan saya shalat berjamaah dan kadang masih harus menyempatkan shalat berjamaah bersama orang di rumah.

Kemarin tepatnya hari sabtu, begitu mau shalat maghrib disini, saya melihat posisi pagar sudah dalam keadaan tidak tertutup rapat lagi, motor sudah bisa parkir dalam halaman mesjid, dan beberapa jamaah yang juga sempat hilang sama seperti saya sudah kembali shalat di mesjid ini. Maghrib ini, ahad, kondisi shaft lumayan ramai dan sampai 2 shaft. Rasa khawatir sic ada, karena kita tidak pernah mengetahui siapa jamaah yang habis perjalanan dari luar kota dan ada beberapa jamaah dari salah satu kelompok yang sudah mendapatkan "stigma" karena beberapa anggotanya positif corona 
(Berhubung sudah masuk azan shalat isya, nanti dilanjutkan)

Part.2 ini ditulis di ronde 26 Markoni, biasanya jam segini rame banget.. Ini hanya ada 3 orang, kata penjualnya efek korona, padahal ronde ini salah 1 minuman yang bermanfaat untuk kesehatan.

Kembali ke tulisan, ada beberapa statement subjektif dari jamaah yang ada dan masing-masing punya alasan kuat kenapa kita harus berjamaah. Pertama, pasar tetap dibuka, banyak orang yang berintetaksi, kenapa mesjid yang jamaahnya dari orang sekitar mesjid malah tidak boleh shalat berjamaah. Kedua, dalam hadist tentang wabah, kita dilarang mendatangi suatu wilayah yang terkena wabah atau jangan meninggalkan daerah yang sedang ada wabah. Menurut teman, juga salah satu jamaah disini, tapi itu bukan larangan untuk tetap shalat berjamaah :). Ketiga. kembali ke orang yang sama di pendapat pertama, kenapa harus takut shalat berjamaah? apakah mesjid ini racun hingga tidak boleh orang shalat berjamaah ;). Setiap orang punya alasan masing-masing sepakat tidak sepakat itu kembali ke pribadi masing-masing.

Terlepas dari semua pendapat yang ada, kita semua tetap waspada dengan penyebaran virus corona ini, kita harus tetap berperan memutuskan rantai penularannya dengan rajin mencuci tangan dan saat ini dianjurkan untuk menggunakan master jika berada di rumah. Shalat berjamaah penting tapi tetap harus waspada, mesjid harus tetap bersih, jamaah harus sadar diri, jika memang lagi sakit atau habis dari luar kota atau kontak dengan orang berisiko maka harus self carantine,..self monitoring..menjaga diri dan keluarga serta orang2 sekitat...Semoga kita semua terhindar dari marabahaya dan virus corona.. Aamiin

Tarakan, 12/4/2020
Jam. 8.21malam

10 April 2020

Jawaban yang ditunggu-tunggu

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, akhirnya kabar yang dinantikan yang ditunggu-tunggu datang juga. Sore kemarin begitu mencoba mengecek rekening Bank Mandiri, alhamdulillah jumlah rekening yang tertera sudah berubah sesuai dengan jumlah yang diajukan dalam penarikan dana polis tapi ini agak bertambah jumlahnya 250 ribu, apa itu merukan hasil bagi untung dari asuransi seperti yang dijelaskan sewaktu bergabung dengan Axa Mandiri. Rasa senang ini begitu lengkap ketika keluar dari ATM langsung terdengar suara azan maghrib menunjukkan bahwa waktu berbuka puasa, kebetulan hari kemarin dan 2 hari sebelumnya sedang menjalankan ayyamul bidh, alhamdulillah puasa ini sudah direncanakan dijauh-jauh hari kemarin ditutup dengan kabar gembira ini. Seketika kegalauan selama beberapa hari ini terhenti disini, artinya saya harus menunaikan beberapa pembayaran yang harus dilakukan terutama untuk pembayaran uang masuk SD  Rafa, 1jt, uang masuk TK untuk atiyah 2 jt, SPP TK Rafa 2 bulan 300rb, SPP SD zilan : 200rb, untungnya zilan uang makan yang selama ini dibayarkan tidak ada karena selama 1 bulan ini dan 1 bulan kedepan masih belajar dari rumah. pembayaran listrikpun diberekan, pembayaran iuran BPJS aqilah yang belum juga kembali ke iuran lama juga dibereskan, nyaris uang yang tersisa kurang lebih 1 jt jika ditotalkan, 500 sudah dialokasikan untuk istri untuk menutupi sisa kekurangan kemarin, sengaja untuk persiapan awal puasa, takut kalau dikasih sekarang nanti ga bisa makan ayam di awal puasa. hehehe

Aalhamdulillah ya Allah, buah kesabaran ini akhirnya terjawab, menahan diri untuk tidak meminjam uang sama teman, menahan diri untuk tidak memaksakan sesuatu yang kita butuhkan, bahkan kemarin2 ketika akan bukapuasa, masih minta sama istri 2rb untuk beli roti untuk takjil :)  sampai segitunya bahkan ketika ban depan motor saya kempes, ee malah uang jajan anak-anak dipake 2 rb untuk momba ban, menunda untuk tidak membeli paket data yang biasanya dilanjutkan begitu paket selesai, malah semalam beli paket im3 yang murah, hehe, ini paling tidak untuk membatasi saya yang doyang bersosmed terutama IG. Alhamdulillah dari uang pegangan yang ada, bisa membeli kue tar yang harganya 80an rb untuk ultah istri hari ini, sengaja tidak mengingatkan dan anak-anak juga pada lupa nanti dikasih ingat baru pada ingat, skenariopun berjalan, anak-anak sudah membersihkan rumah dan menyiapkan kado2 ala mereka yang isinya uang 2rb ;) hehehe, begitu istri balik dari sekolahan, masuk ke rumah dan anak-anak memberikan kejutan dengan membawakan kue tar yang sejak tadi sudah ditunggu-tunggu untuk segera dilahap. alhamdulillah semua sesuai harapan, istri senang dan anak-anak senang. 

Sisa uang yang ada, sudah benar-benar dialokasikan untuk keperluan sebelum tanggal gajian, pengeluaran benar-benar diperketat hanya untuk keperluan yang penting-penting saja. InsyaAllah finansial sudah mulai stabil, sudah tidak ada lagi keperluan besar yang mendesak,  konsekuensi dari perjalanan yang kemarin insyaAllah berakhir disini, semoga saja tidak ada keperluan yang tiba-tiba atau dadakan yang mendesak, semoga semua masih dalam batas pemantauan dan pengendalian. seperti lika liku dalam kehidupan, kadang-kadang kita harus menghadapi situasi yang tidak biasa, apalgi kondisi pandemi korona saat ini dengan segala efek yang ditimbulkan, belum lagi permasalahan pribadi yang muncul dengan segala lika likunya, anak-anak yang bosan dalam rumah, kondisi rumah yang menjadi membosankan, bahkan ketika bermain sosmed dan dmendapatkan chat sama teman-teman yang mengeluhkan ini dan itu. selama kita masih membawa diri, menahan diri, dan paling penting meminta perlindungan Allah SWT atas semua ini, semoga semua masih dalam koridor dan tidak menimbulkan permasalahan baru,, semoga saja. aamiin

Tarakan, 10/4/2020
Pukul : 5.55 sore

09 April 2020

3 Hari tanpa paket data

Terhitung sejak selasa,7 April kemarin bertepatan dengan paket data habis masa berlakunya,.dan sudah 3 hari ini saya bergantung dengan wifi di kantor :) di rumah belum pasang wifi dan mungkin juga belum berniat akan pasang. Jadi setiap pagi sekalian ngecek di kantor sekalian melihat w.a yang masuk. Untungnya dalam 3 hari belakangan ini lebih aktif WAG paling-paling tentang korona. Japrian hampir ga ada, kalaupun ada hanya 1 atau 2 pesan.

Kondisi ini ada positifnya, disitu sisi saya tidak terlalu "terjebak" untuk sering mantau sosmed yang beritanya paling itu dan itu juga. Sekedar mengetahui perkembangan virus corona ini sudah cukup dengan nonton tv walau harus rebutan remot sama anak-anak. Tidak masalah sic anak2 juga kadang-kadang bosan dalam rumah hingga butuh hiburan :) 

Mengenai paket data, dalam beberapa bulan belakangan saya memantau jika akan memasuki masa berakhirnya paket biasanya tersisa 5G artinya sejumlah itu akan hangus, namun baru bulan ini penggunaan paket saya benar2 0G, mungkin karena efek kerja dari rumah hingga penggunan Internet cukup besar akan tetapi bila dilihat dari besarnya penggunaan data itu lebih banyak habis di instagram..wow...seumuran saya ini kasih doyang main sosmed IG..hehehe ini tidak lain banyak info yang didapatkan di timeline IG hampir semua kalangan saat ini menggunakan IG hangus arus informasi begitu cepat

Kembali ke paket data, mau lihat sejauh mana batas saya bisa nahan diri untuk belum beli paket data, walaupun masalah utamanya adalah masalah klasik hehehe rencananya sic mau make paket data dari indosat karena lumayan paketnya agak murah cukup untuk ber.w.a ria tp bukan bersosmed apalagi bukan IG maka paketnya dalam hitungan jam akan amblas..hehe selamat menikmati hati-hati tidak disibukkan dengan ID dan WAG, selamat menahan diri untuk tidak "kepo" selamat untuk belajar lebih bersabar :) 

Tarakan, 9 April 2020
Pukul : 5.50 sore

08 April 2020

Ketika Mesjid ikut "Lockdown"

Sejak Indonesia mengumumkan bahwa penderita positif sudah menjacapai angka 1rb, maka tingakt kepawaspadaan orang-orangmen jadi meningkat. sore ini pertanggal 8 maret, 1 bulan setelah kasus positif ada, jumlah penderita yang positif berjumlah 2.956, sumbuh 222 pasien sementara yang meninggal 240. berharap jumlah yang sembuh makin bertambah. memang tidak mudah untuk menyimpulkan seseorang telah sembuh, selain gejala klinis yang sudah tidak ada, juga pemeriksaan swab harus 2x. Kabar baik dari China, setelah melakukan lockdown, saat ini setelah 4 bulan, kota Hube dibuka kembali, orang yang tidak pernah kontak dengan pasien positif diperbolehkan keluar rumah, namun  tetap masih dalam pengawasan. lalu Indonesia bagaimana? sejauh ini trend jumlah penderitanya makin bertambah, bahkan akan cenderung bertambah, semoga jumlah penderita barunya semakin  terdeteksi dan semakin bisa dibatasi penularannya. Namun menjadi permasalahannya adalah orang yang tanpa gejala namun sudah positif menderita corona atau paling tidak hasil rapid testnya positif, ini belum bisa terkendali sepenuhnya. Dari beberapa berita masih banyak ditemukan berkeliaran. 

Dampak yang dirasakan adalah himbuan untuk tidak keluar di rumah dan ibadah dijalankan di rumah. diawal-awal. Khususnya untuk ibadah, seperti pada tulisan minggu lalu tentang jum'at, sebenarnya sudah ada himbauan untuk tidak melaksanaak shalat berjamaah apalagi shalat jum'at, minggu lalu mesjid depan tempat kerja masih menyelenggarakan, namun beberapa hari belakangan menjadi was-was karena ada 1 yang tinggal di kelurahan ini yang positif, pas berita itu keluar, teman-teman jamaah yang biasanya merasa biasa-biasa menjadi ikutan proteksi diri, dan mulai membatasi untuk shalat berjamaah, tepatnya selasa kemarin, mesjid mulai ditutup, lafaz azan sudah menyuarakan sebaiknya shalat di rumah (dalam bahasa arab) dan saya secara pribadi sebagai jamaah harus berbesar hati untuk menerima kondisi ini, Walau ada pembelaan dalam diri, bahwa yang positif di keluharan ini hanya warga yang mampir bukan pendatang dan sudah diisolasis sejak awal begitu turun dari kapal dari makassar karena hasil rapid testnya positif. 

Kembali lagi ke masalah shalat, walau masih beberapa mesjid  yang melaksanakan shalat berjamaah dengan posisi saf berjarak 1 meter, namun menjadi perdebatan karena tidak ada tuntutannya dalam sunnah nabi, yang ada bila dalam kondisi wabah seperti ini seanjurkan shalat di rumah, bahkan ada hadist bila ada penyakit menular yang mengancam nyawa dianjurkan berlari seperti larinya singa. Sisi positifnya sebenarnya saya bisa kembali shalat di rumah, walau awalnya berat akhirnya dengan melihat semangat anak-anak mau shalat berjamaah menjadi motivasi tersendiri dan menurunkan keinginan besar untuk tetap shalat di luar. semua ini bukan kondisi yang kita inginkan namun mau tidak mau kita harus menerima, ada sisi positif dari kebijakan untuk tetap di rumah selama virus corona melanda, selain untuk memutuskan rantai penularan, kondisi alam kembali seperti sedia kala, polusi udara di kota-kota besar nampak lebih bersih, bahkan beberapa hewan dengan leluasanya berkeliaran karena tidak ada aktifitas manusia yang selama ini "mengganggu" habitat dan kelangsungan hidup mereka. semoga semua ini segera berakhir aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 8/4/2020
Jam : 6.15 sore jelang adzan maghrib, memasuki 15 malam di bulan syahban.

07 April 2020

Ketika Mencoba Bertahan

Bulan lalu, tepatnya tanggal 6 Maret 2020, saya menuliskan untuk "santai" aja dengan kondisi saya sekarang, sebenarnya saat ini benar-benar dalam kondisi tidak santai? hehehe kenapa? sebelum saya jawab saya akan mencoba melakukan pembelaan dari apa yang saya lakukan, bahwa apa yang saya lakukan saat ini sudah saya pikirkan matang-matang, saya tahu konsekuensi yang harus saya hadapi sehingga saat ini saya sedang menjalani bagian dari konsekuensi itu dan dua kata yang harus dipegang "dijalani saja" kembali kepertanyaan awal, kenapa tidak santai karena sudah beberapa hari ini saya betul-betul tidak memegang uang, semua sudah dialokasikan itupun masih kurang.  bahkan ketika membutuhkan uang receh saya harus memintanya dari uang jajan anak-anak :) hehe mengeluh?? jelas tidak, sesuai dengan komitmen awal bahwa akan ada konsekuensi yang harus saya jalani dan harus benar-benar menjalani dengan ikhlas karena sudah menjadi niat sejak awal. 

Sebenarnya dana tanggulangan sudah saya lakukan, dengan mengajukan penarikan dana polis di AXA Mandiri, senin lalu, dan barusan saya mengungungi chat center AXA mandiri melalui web resmi, tujuannya sekedar mengetahui sejauh mana progres mengajuan penarikan polis saya tersebut, setelah mengkonformasi tentang identitas dan nomor polis dan diproses oleh admin chat dan  jawabannya saat ini prosesnya sudah berhasil, saat ini sisa menunggu jual beli saldo unit dan kemungkinan ditunggu 5 hari kerja lagi,  saya juga disarankan untuk melakukan pengecekkan pada saldo di rekening Bank Mandiri secara berkala :) Oia sebenarnya saya mengikuti Tabungan Rencana Mandiri dari Bank Mandiri juga, sebenarnya ini lebih kepada penyimpanan keuangan secara berkala, jadi autodebit setiap tanggal 1 dan dana akan dikembalikan utuh pada 1 tahun berikutnya, sekarang bulan 4 sudah memasuki 10 bulan, jatuh temponya dibulan Juni 2020. Tidak besar sich, namun ini bisa digunakan sebagai dana jaga-jaga untuk keperluan anak sekolah. 

Dalam kondisi seperti sekarang, lagi-lagi ini bukan keluhan sekedar mau menikmati masa-masa menjalankan konsekuensi dari komitmen yang sudah saya lakukan. Kondisi sekarang beda dengan kondisi beberapa bulan belakangan, dulu ketika saldo dalam rekening tetap ada walau tidak seberapa, ya cukuplah untuk keperluan dan pengeluaran rutin hari-hari (diluar kebutuhan rutin dan pokok) dan kondisi saat ini sampai-sampai masa aktif paket data telepon saya hari ini berakhir :) belum beli paket lagi :) otomatis hanya mengandalkan wifi gratisan di kantor, kalau sudah di rumah? ya istrahat dari memantau sosmed :) paling tidak waktu saya tidak banyak hilang untuk membuka atau mengupdate informasi :). Kondisi lainnya, kebetulan tahun ini, rafa akan masuk SD dan Atiyah juga akan masuk TK, mereka membutuhkan dana yang lumayan, untuk Rafa kalau tidak salah 1jt sementara atiyah 2 jt. Rencananya dari penarikan dana di Axa mandiri itu akan digunakan untuk membayar beberapa kekurangan ini dan itu. Ada beberapa sic yang harus dibayarin bulanan, seperti listrik, air, BPJS dan SPP anak-anak. Sebenarnya untuk segala keperluan itu sudah ada alokasi dananya, hanya saja uangnya semua masih proses pencairan :) jadi hanya perlu bersabar dan mehanan diri, nikmati kondisi ini, jangan mengeluh tetap dijalani dan disyukuri.

Tarakan, 7/4/2020
Pukul : 6.sore

06 April 2020

Berhadapan dengan orang "koslet"

Judul ini sebenarnya terlalu kasar, kata "koslet" ini biasanya diarahkan untuk aliran listrik yang tiba-tiba mati karena adanya kesalahan sambungan listrik. Dulu, kata ini sering digunakan oleh teman-teman sebagai gurauan, untuk orang yang bertingkah aneh dan merasa tidak salah dengan tindakan itu. Bukan berarti mengjudge orang tersebut, kata itu mempertegas bahwa orang itu harus segera sadar bahwa ada yang salah dengan apa yang sudah diucapkan dan tindakan yang sudah dilakukan. lagi-lagi itu kata hanya ditujukan untuk orang-orang yang tidak sadar bahwa apa yang dilakukan itu bisa merugikan orang lain, bisa menimbulkan masalah sehingga harus kembali sadar untuk tidak melakukan kembali. Ibarat listrik yang koslet maka tugas kita mencari sumber listrik yang bermasalah dan memperbaiki sehingga aliran listrik kembali berfungsi normal.

Dalam kondisi saat ini khususnya di tempat kerja yang memiliki sikap dan kondisi yang benar-benar sesuai dengan kata itu. Sebenarnya mau mencari padanan kata yang pas untuk menggambarkan orang tersebut, memiliki kepekaan sosial yang kurang, menyampaikan sesuatu yang sebenarnya orang tidak butuh dan apa yang disampaikan itu bukan sesuatu yg dibutuhkan saat ini. Aneh? bukan berararti ini menjudge rekan ini, ini sekedar menyampaikan hal yang tidak sepakat dan mungkin ada benarnya, ketika apa yang disampaikan berulang-ulang dan ada kesan terlalu membanggakan diri dan nampaknya mengharapkan ujian. Namun sebaliknya terjadi, orang-orang bosan dengan apa yang dilakukan, ada kesan orang lain itu tidak mengetahui apa-apa sehingga sering mengirim pesan seolah-olah dia butuh pengakuan dari oranng-oranng yang ada. Seharusnya dengan kondisi pendidikan yang baik, berasal dari kampus ternama seharusnya bisa menjaga dan menahan diri untuk menyampaikan hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan lebih cenderung untuk mencari perhatian orang-orang. demi apa? entahlah hanya rekan ini yang bisa menjawabnya dan akhirnya kembali pada diri masing-masing.

Sebenarnya berurusan dengan orang seperti ini akan sia-sia saja. Kita letih banyak membuang energi hanyalah karena merespon orang yang seperti ini, dia hanya butuh ruang berapresiasi,.dia butuh pengakuan dari orang sekitar, dia butuh penguatan dari apa yang telah lakukan walaupun banyak orang yang tidak menggubris karena merasa bosan dengan apa yang tunjukkan selama ini. Intinya ambil sikap yang tegas, jangan gubris hal yang tidak urgen yang disampaikan, intinya jangan  memperparah kondisi dengan memberi pujian yang sebenarnya  hanya ingin menyenangkan  dan dia mendapat kebahagiaan dari apa yang telah disampaikan dalam WAG.  Berintetaksi sewajarnya, pertegas bahwa kita tidak usah ikut-ikutan koslet.. karena dalam beberapa kondisi dia butuh sekedarnya pengakuan bahwa dia layak sebagai orang yang diperhitungkan. hal yang terpenting dari kondisi ini adalah mengambil pelajaran positif, jangan sampai kita ikut-ikutan menjadi orang seperti itu, bukan berarti menceritakan kejelekan orang ini, sekedar mengingatkan diri sendiri sebaiknya kita butuh kepekaan sosial yang lebih baik, jangan menyampaikan hal-hal yang bisa menyinggung orang lain dan menyampaikan sesuatu sesuai dengan porsinya, sesesuai yang dibutuhkan orang lain. semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada kita semua. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 6/4/2020
Pukul : 9.45malam

04 April 2020

Bejalar Memaafkan Tanpa Ini dan Itu

Ketika kita dalam kondisi terpojok, sementara kita merasa apa yang kita lakukan masih dalam rule sesuai dengan kapasitas dan wewenang kita, menjalankan kewajiban dengan sepenuh hati (proses bejalar mengikhlaskan diri), karena ikhlas itu tanpa sebab, tanpa pertimbangan ini itu, semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah SWT, namun seketika kita mendapatkan respon atau reaksi yang tidak menyenangkan bahkan terkesan menyalahkan apa yang sudah kita lakukan, pastilah secara manusiawi kita kaget dan bertanya-tanya, kenapa sampai seperti itu dan bahkan kata-kata yang keluar, menembus relung hati hingga menggoyahkan diri, kita sudah mencoba mengklarifikasi dan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi namun lagi-lagi kita mendapatkan reaksi yang masih tidak menerima bahkan  cenderung membela diri, hingga kita bertanya dalam diri apa maunya orang ini? apa kurang jelas apa yang sudah disampaikan hingga terus ngegas membela diri. Secara pribadi sic masih menerima kondisi ini, tapi kalimat-kalimat yang keluar agak sulit untuk diri ini menerima itu hingga bertanya-tanya apakah yang salah ? apakah harus mengikuti keinginan orang sementara apa yang kita lakukan merupakan tugas kita, dan secara naluri dalam diri bertanya, siapa sebenarnya dia? sudah berapa lama dia berada disini hingga begitu berani menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak pantas? walau sebenarnya itu keluhan akan tugas yang diberikan tapi kenapa baru mengeluh sekarang ketika semuanya akan berakhir, kenapa tidak dari awal.

Seketika, saya secara pribadi harus menguatkan diri, harus menenangkan diri dan mencoba memahami situasi, tidak lama kemudian ada pesan yang masuk, permintaan maaf oleh rekannya karena merasa apa yang dilakukan rekannya itu kurang pantas karena  faktor pembawaannya seperti itu, suka mengeluh dan jika bicara tanpa melihat situasi sama siapa dia berbicara. paling tidak pesan ini cukup membantu untuk kembali mengendalikan emosi yang sempat goyang yang membuat hati begitu berat menerima dan bertanya-tanya kenapa sampai sebegitu beraninya menyampaikan itu tanpa melihat situasi. saya yakin, hanya dia dari semua yang ada di group itu yag bertindak seperti itu, ya sudahlah, kita tidak bisa mengendalikan hati orang yang keras dan hanya mau berkomentar, lebih banyak mengeluh walau akhirnya pekerjaan yang diberikan juga akhirnya selesai. tapi memahami dan memaafkan apa yang telah dia perbuat akan lebih baik dari pada tersiksa memikirkan kenapa sikapnya seperti itu, mungkin akan lebih baik untuk mendoakan agar hatinya dilembutkan dan saya sebagai orang yang merasa "terzalimi" dengan perkataan dia, tidak merasa terpojokkan, anggap saja sebagai ujian keihklasan dan keseriusan dalam bekerja. jangan karena perkataan dia, ada niat dalam diri untuk membalas dendam karena sudah menyakiti,  karena dendam tidak akan pernah menyelesaikan masalahnya bahkan membuat permasalahan semakin melebar. Istighfar....kenapa sampai sejauh ini memikirkannya, sudahlah, jangan bikin luka kembali mengores hati, ikhlas, maafkan dan lupakan, jangan ikut-ikutan menjadi orang yang tidak baik :) sebagai penutup ada kutipan hadis riwayat Ath-Thabrani "barang siapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberikan maaf pada hari kesulitan"

Tarakan, 4 / 4/ 2020
Pukul : 7.36 malam pas azan shalat isya

memori di kasuhe83@yahoo.com

Sejak awal  trend orang bermain dunia maya terutama aplikasi chatting di yahoo massenger. Saat itu saya rutin banget menggunakan ID ini untuk chat dengan beberapa teman, nama "kasuhe" sendiri sebenarnya karena saat pertama kali membuat email di yahoo itupun karena mata kuliah teknologi informasi saat kuliah sarjana, jadilah alamat yahoo saya hariskasuhe@yahoo.com dan ini menjadi nama yang sangat dekat bahkan beberapa teman dekat menjadikan nama panggilan. Saat menggunakan handphone blackberry tahun 2011 saat itu :) dianjurkan untuk mendaftarkan email, untuk memisahkan dengan email secara resmi saya menggunakan kasuhe83@yahoo.com. sebenarnya ID YM saya menggunakan kasuhe83 sejak tahun 2008 dimana YM lagi ramai digunakan orang-orang dan saat itu, karena dunia maya jarang sekali orang menggunakan nama asli, ibarat jaman-jaman radio tempo dulu, ada nama udara alias nama samaran :). email ini juga lebih banyak saya gunakan untuk sosial media saat ini misalnya twitter, facebook untuk kampus. bila melihat notifikasinya kedua sosmed itu masih aktif memberikan info. Khusus untuk hariskasuhe@gmail.com saat saya gunakan untuk terlibat dalam beberapa group seingat saya ada group pengajian almarhum ustat jefri dan beberapa group lain namun belakangan ini email itu lebih banyak saya gunakan untuk urusan kerjaan. hariskasuhe@yahoo.com hanya sebagai cadangan termasuk kasuhe83@yahoo

Kembali ke kasuhe83@yahoo.com, awalnya email ini tidak bisa dibuka karena harus ada notifikasi kembali dari yahoo untuk memastikan bahwa email ini milik kita dan nomor hp yang saya gunakan adalah nomor XL sebelum nomor tersebut lenyap ditelan bumi karena tidak bisa diperpanjang kembali. pagi ini saya mencoba untuk membuka email ini hanya sekedar melihat apkah ada notifikasi lain selain dari facebook dan twitter. begitu membuka salah satu folder, wow betapa terkejutnya saya melihat begitu banyak catatan harian saya disitu :) ini beberapa catatan saya ini menjadikan saya tak percaya saya begitu intens menulis. memang saat itu handphope blackberry saya terkonek dengan email kasuhe83@yahoo.com sehingga memudahkan saya menulis apa saja yang menjadi kerisuaan saya saat itu, saya sisa menulis kemudian mengirim emelai yang lain ;) saat itu saya memang masih aktif menulis dalam buku catatan harian :) ini sesekali kalau lagi malas pegang pulpen

Catatan yang tersimpan dalam email ini tertuliskan sejak 17 Oktober 2013 hingga  23 maret 2014. Satu persatu saya membuka email lawas tersebut, ada beberapa kenangan manis juga pahitnya, kayaknya saat itu email itu saya tujukan untuk salah satu sahabat maya saya yang bahkan sudah saya anggap seperti saudara sendiri namun karena kesalahpahaman kami memiliki masalah komunikasi dan tidak ada kabar, sosmednya juga ga aktif. akhir tahun 2019 kemarin tiba-tiba dia ada branda dengan  facebook yang baru, saya mencoba untuk menyapa, namun dia belum mengingat dan saya tidak ada niat untuk kembalikan memory dia, cukup lama sejak menghilang tahun 2014 itu mungkin banyak yang sudah berubah, bahkan ketika obrolan di group saya mencoba memancing-mancing malah dia tidak mengingat, saat itu dia mencoba untuk meminta foto namun  karena pertimbangan 5 tahun yang lalu yang entah dalam pandangan saya itu sangat menyakitkan buat kami, mau meluruskan takut momentnya kurang tepat, karena tidak ingin membuka trauma lama saya tidak terlalu menggubris, alhamdulillah paling tidak saya tidak bertanya-tanya lagi bagaimana kondisi dia, dia dimana dan bagaimana. dan kesimpulannya dia baik-baik saja, masih dengan pertemanan yang sama, masih dengan orang-orang yang itu-itu juga, semoga dia tetap sehat wal afiat. aamiin 

memory yang masih tersimpan di email ini adalah pengalaman tertipu oleh orang yang mengaku dari perusahaan yang mencari alumni akper untuk bekerja dan harus mengikuti pelatihan BTCLS terlebih dahulu, mengingat saat itu saya sangat sibuk hingga lupa mengontrol obrolan dengan alumni yang sudah direkomendasikan dan ternyata modus penipuan dan anak-anak sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak dan saat itu dengan niat membantu namun hanyasetengah dari dana yang mereka keluarkan dan saya mengembalikan uang alumni tersebut dengan menggunakan gaji saya :) insyaAllah saat itu ikhlas membantu dan menjadi pelajaran penting buat saya.  Memory yang terlihat diemail ini juga adalah ketika saya menuliskan saya sedang berulang tahun yang ke-31 :) wowo amazing saya masih mudah saat itu hehehe sekarang yang ke-37 berarti ada 6 tahun email ini tersimpan dengan rapi, tulisan saat itu bagaimana saya harus tetap bangkit dengan kondisi yang ada, bangkit dari segala permasalahan, mungkin saat itu masalah banyak datang dari berbagai lini, terlebih posisi jabatan yang diamanahkan kepada saya begitu berat dan banyak tantangan belum lagi masalah dalam rumah tangga, jika mengingat-ingat saat itu, baru ada zilan dan rafa, zilan masih dua tahun sementara rafa masih 3-4 bulanan. 

Tahun 2013 silam merupakan tahun saya untuk bangkit setelah kepergian ibunda tercinta, dan dalam email ini saya menemukan catatan dua minggu setelah kepergian beliau. tepatnya tanggal 5 November 2015 setelah dirawat dirumah sakit propinsi di Kendari dan sempat dua hari di rumah, dan setelah maghrib menjelang magrib, ibu menghembuskan nafas terkahirnya di hadapan saya dan kakak perempuan saya. subuhnya harus di bawah ke bau-bau, tempat tinggal kami, alhamdulillah perjalanan berjalan dengan baik walau ada sedikit hambatan ketika akan menuju kapal yang akan mengantarkan ke bau-bau air lagi surut sehingga harus di papah. kami tiba sekitar jam 2 di rumah dan sudah disambut dengan keluarga yang lain, Sore hari ketika jenazah ibunda akan dimasukkan ke dalam liang lahat, kakak saya dari papua baru tiba. kami semua berlima, berkumpul di rumah di bau-bau. memang tidak mudah melepaskan sosok ibu yang selama ini ada untuk kita namun keikhlasan harus benar-benar dijalankan karena semua ini sudah ditakdirkan untuk kami, walau ada 1 keinginan yang belum terpenuhi yaitu agar ibunda naik haji, sudah didaftarkan sisa menunggu panggilan dan sebenarnya tahun depannya giliran ibu untuk berangkat, kita hanya berusaha dan berniat namun kuasa Allah SWT yang menentukan, yang penting kita sudah meniatkan untuk mewujudkan, masalah yang ada sekarang, ini sudah qadarullah.

Terimakasih yahoo. memori ini begitu rapi tersimpan semoga ini menjadikan diri ini belajar lebih baik lagi tentang kehidupan, ada cerita dibalik email ini juga ketika saya beringinan melanjutkan pendidikan di UI, karena merasa sudah yakin akan lulus rupanya belum rejeki, terlalu berpikir jauh melampaui realitas sebenarnya :) ini pelajaran penting ketika menginginkan sesuatu bukan berarti harus terwujud, ambil sisi positifnya, ada hikmah dibalik semua itu. dan itu sudah ada catatan saya itu, bahwa ketika saya benar-benar lulus dan ternyata bersamaan ibunda berpulang kerahmatullah pastilah akan beda kondisinya, alhamdulillah selama masa sakitnya ibunda di rumah sakit masih dikasih kesempatan untuk merawat bahkan ibu dirawat di ruang kelas 1, semua itu demi ibunda. Tulisan-tulisan ini juga menjadi renungan, apakah saya masih berkutit dengan masalah yang sama? padahal sudah 6 tahun silam, apakah saya tidak berubah? apakah saya masih melakukan kesalahan yang sama? wallu'alam bishawab tugas kita sebagai manusia untuk terus memperbaiki diri dari hari kehari, jangan terjebak dalam hal yang itu-itu saja apalagi menyalahkan kondisi, ayo perbuat, ini masalah yang kita hadapi, masalah yang bisa kita pecahkan karena kita dibebani hal atau sesuatu sesuai dengan kemampuan kita, artinya kita bisa melewatinya. kata-kata ini berat tapi mau tidak mau kitab belajar untuk menjalankannya. Semoga Allah SWT selalu membimbing hamba dan keluarga serta orang-orang di sekitar saya pada jalan yang benar, jalan yang di Ridhoi Allah SWT. aamiin

Tarakan, 4/4/2020
Pukul : 10.01pagi

03 April 2020

Shalat Jum'at (hampir) Batal

Tulisan ini tentang kejadian sepanjang hari ini ketika akan shalat jum'at. Kondisi mewabahnya korona seanteru bumi tercinta ini tidak terkecuali di Indonesia mengakibatkan dampak yang luar biasa, himbauan demi himbauan untuk tidak berada ditempat keramaian termasuk untuk tidak menjalankan ibadah secara bersama-sama bahkan sejak tanggal 31 Maret sudah ada himbauan untuk tidak menjalankan shalat jum'at secara berjama'ah. Hampir sebagian besar Pengurus mesjid di Tarakan ini dan juga di Indonesia sudah mengeluarkan keputusan bahwa tidak menyelenggarakan shalat jum'at, ada yang mulai pekan lalu, ada yang mulai pekan ini. Demikian juga dengan mesjid depan tempat kerja. Sebenarnya mesjid ini menempuh sekitar 5 menit dari rumah, karena sering shalat di jam kerja dan ada kegiatan rutin dalam setiap minggunya sehingga orang-orang yang sering shalat disini menjadi kenal dan sering berkomunikasi. Efek dari korona ini dan berdasarkan hasil kesepakatan pengurus takmir mesjidnya untuk menanggapi ederan itu, beberapa orang sudah tidak nampak lagi shalat di mesjid mereka memilih untuk shalat di rumah. 

Subuh tadi, ketika rutinitas sehabis shalat subuh di hari jum'at seperti biasanya ada sarapan bersama, ini pertama kalinya buat saya disini, karena sebelum efek korona ini saya biasanya shalat di depan rumah atau di islamic center, khusus di hari jum'at pagi saya biasanya di islamic center karena selepas shalat saya melanjutkan laripagi demikian juga untuk hari sabtu dan kadang-kadang untuk hari-hari tertentu selama tidak hujan, saya juga shalat di islamic center, selain untuk olahraga juga agar bisa menghirup udara selama perjalanan ke islamic center  dan balik dari ke rumah. Kembali ke topik, jadi pada saat sarapan bersama itu, pemilik akper kaltara, merupakan donator kegiatan dan saat itu ada disitu, ditanyakan oleh salah seorang jama'ah rencana shalat jum'at dimana? spontan beliau jawab shalat disini. Jamaah yang lain mengatakan takmir mesjid tidak memfasilitasi shalat jum;at karena mengikuti himbauan pemerintah dan mengingat adanya perbedaan pendapat dengan pengurus takmir mensjidnya. Lantas beliau merespon kenapa harus takut dengan virus corona, toh selama kita membersihkan mesjid dan mencuci tangan, insyaAllah kita tetap terlindungi. Jadi jamaah yang bertanya tadi mengatakan jika pak haji mau shalat jum;at nanti kita akan mencarikan khotib. Sarapan selesai dan jamaah mulai membubarkan diri.

Begitu akan memasuki waktu shalat jum'at. tidak ada suara mesjid yang memutar bacaan alqur'an seperti biasanya, mesjid dalam keadaan tertutup dan ada kerta pengumuman bahwa pengurus tidak memfasilitasi shalat jum'at, ketika tiba di mesjid saya melihat baru satu dua yang tiba, dan beberapa jamaah yang datang balik kembali dan mencari mesjid yang menyelenggarakan shalat jum'at, demikian juga dengan pemilik akper, menurut anak beliau ketika bertemu saat saya perjalanan ke kampus juga tadi sudah tiba dan mencari mesjid lain. Ketika azan shalat zuhur masuk, saya juga mencoba mencari dua mesjid yang ada, namun kedua mesjid itu juga hanya menyelenggarakan shalat zuhur, dan saya menutuskan balik ke mesjid depan kampus untuk shalat zuhur berjamaah. nampaknya begitu tiba banyak jamaah yang menunggu khomat untuk shalat zuhur. Namun melihat situasinya yang sudah memenuhi shalat jum;at. sehingga ada diskusi kecil bagaimana jika dilanjutkan saja dengan shalat jum'at karena ada ustat yang biasa menjadi khotib, atas kesepakan tersebut akhirnya dilakukan azan kedua untuk memulai shalat jum'at. Alhamdulillah shalat jum'at akhirnya dilaksanakan.

Inilah  sudah qadarullah, ketika orang-orang sudah berniat dari rumah untuk shalat jum'at dan ada saja jalannya shalat jum'at tetap terlaksana walau sempat ada rintangan diawalnya semoga Allah SWT menjaga niat ikhlas ini untuk tetap menjalankan perintahnya walau dalam kondisi seperti ini dan bukan berarti ini memaksakan kondisi, semua orang punya pertimbangan tersendiri termasuk untuk tetap shalat jum'at dan shalat fardu berjamaah di mesjid.  setelah shalat, saya berinisiatif untuk mengambil cairan disinfektan yang ada di SMK untuk digunakan di mesid, dan alhamdulillah ustat yang tadi lebih duluan melakukan penyemprotan dan saya sudah membawa 2 botol air mineral besar untuk digunakan di mesjid agar mesjid tersebut tetap terjaga dan terhindar dari virus korona karena kita tidak bisa mengetahui siapa sebenarnya yang sudah terjangkit tapi semoga saja tidak ada, mengingat jamaah yang shalat ini masih sekitaran kampus dan bukan orang yang sering melakukan perjalanan luar kota apalagi perjalanan ke daerah wabah korona. semoga saja kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, semoga jamaah yang ada benar-benar tidak ada yang menderita korona. aamiin ya rabbal alamin.

Tarakan, 3/4/2020
Pukul : 8.23 malam, menjelang azan shalat isya

02 April 2020

Aisyah Istri Rasulullah

Tulisan ini tentang lagu yang banyak dicover dan menjadi tranding topik di youtube indonesia, ditengah banyak berita tentang virus corona, cover lagu ini mengalahkan berita-berita yang lain. bahkan sejak kemarin hingga hari ini masih tranding nomor 1 dicover oleh syakir Daulay, persore ini sudah ditonton 9.4 juta, sementara tranding nomor 2 masih judul lagu yang sama oleh Sabyan sudah ditonton 10jt dan sebelumnya sempat tranding nomor 1 sejak diupload pertama 5 hari yang lalu, beberapa cover lagu ini masuk tranding top 20, paling tidak ada 6 dari 10 tranding di youtube Indonesia, saking banyaknya yang cover banyak yang ikut-ikutan :) momentnya pas ini menjelang ramadhan, orang-orang kangen mendengarkan lagu islami, apalagi tentang istri nabi Muahammad SAW. Sejak kemarin senang sekali mendengar lagu ini bahkan hari ini lagu ini sering diulang-ulang. sebenarnya mau dibuatkan story w.a namun karena pertimbangan ini dan itu akhirnya ditunda :). Dari sumber berita online sebenarnya lagu ini berjudul Aisyah bukan tentang istri Rasulullah, namun tentang cinta anak muda yang bernama Aisyah (bisa dicek di youtube) penyanyi asli lagu ini adalah Projector band  asal malaysia dirilis tahun 2017  dan  di ubah liriknya dengan Aisyah istri Rasulullah  Vitaminbie atau Mr. Bie  namun dengan melodi yang sama, beberapa syairnya khas bahasa malaysia berikut petikan lagunya diambil dari youtune Syakir Daulay
--- AISYAH --- Mulia indah cantik berseri Kulit putih bersih merah dipipimu Dia Aisyah putri Abu Bakar Istri Rasulullah Sungguh sweet Nabi mencintamu Hingga Nabi minum di bekas bibirmu Bila marah, Nabi kan bermanja Mencubit hidungnya Aisyah… Romantisnya cintamu dengan Nabi Dengan baginda kau pernah main lari-lari Selalu bersama hingga ujung nyawa Kau disamping Rasulullah… Aisyah… Sungguh manis oh sirah kasih cintamu Bukan persis novel mula benci jadi rindu Kau istri tercinta Ya Aisyah Humairah… Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu Mulia indah cantik berseri Kulit putih bersih merah dipipimu Dia Aisyah putri Abu Bakar Istri Rasullallah Sungguh sweet Nabi mencintamu Bila lelah Nabi baring di jilbabmu Seketika kau pula bermanja Mengikat rambutnya Aisyah… Romantisnya cintamu dengan Nabi Dengan baginda kau pernah main lari-lari Selalu bersama hingga ujung nyawa Kau disamping Rasulullah… Aisyah… Sungguh manis oh sirah kasih cintamu Bukan persis novel mula benci jadi rindu Kau istri tercinta Ya aisyah Humairah… Rasul sayang, kasih, Rasul cintam
Aisyah merupakan istri nabi yang terakhir yang menurut riwayat yang paling muda diantara istri yang lain. peranan Aisyah RA dalam riwayat hadist juga sangat besar, banyak riwayat-riwayat hadist melalui Aisyah RA. Untuk kondisi saat ini, pastilah Aisyah RA, pastilah menjadi sosok yang menjadi panutan ibu-ibu sekarang bahkan muslimah-muslimah muda. Sosoknya yang cerdas menggambarkan bahwa perempuan memiliki peranan yang penting dalam sejarah perkembangan islam,  Aisyah RA merupakan istri yang sangat dicintai Rasulullah bahkan ada hasil tentang Aisyah "suatu ketika Amr  bin Al-Ash bertanya kepada Rasulullah SAW, ' wahai Rasulullah siapakah manusia yang paling engkau cinta?, dan Rasulullah menjawab Aisyah RA"  dan ada juga hadist " Aisyah bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah bagaimana rasa cintamu untukku? Beliau bersabda : cintaku untukmu seperti ikatan tali, Maka akupun bertanya : Ikatan seperti apa wahai Rasulullah, maka Beliau menjawab : seperti ikatan tali yang tidak yang takkan pernah lepas.

Tarakan, 2/4/2020
Pukul : 6.13sore

01 April 2020

Hai... April !!!!

Seminggu menunggu pergantian bulan,. kenapa harus ditungguin?? ini tidak lain karena untuk kembali  menulis. Jatah menulis di bulan Maret telah terpenuhi di tangal 25 Maret, minggu lalu. Bukan tidak ingin menulis setelahnya itu, namun sudah dipertimbangkan, cukup sampai 20 judul, kalau bahasa sekarang tidak usah ngegass, biar energi dan semangat tidak berlebihan digunakan takutnya ketika seluruh tenaga sudah dikeluarkan yang terjadi tidak ada lagi persiapan amunisi untuk menulis untuk hari-hari berikutnya, takut jika dipaksakan untuk menghasilkan lebih dari 20 tulisan dalam bulan maret maka dibulan berikutnya menjadi kendor. walau dalam seminggu terakhir banyak sekali yang ingin dicurahkan namun harus menahan diri  demi kebaikan bersama :) menulis ini sudah seperti berlari (running) jika tidak menulis dalam seminggu kayak ada yang kurang, menulis sudah menjadi addiksi :)

Dalam seminggu ini banyak sekali kejadian dan peristiwa, mulai dari yang masih trending "virus corona" hingga berdampak kesegala sektor, belum lagi bumbu politik dari respon pemerintah terhadap pandemi virus corona ini, belum lagi perdebatan untuk diberlakukan lockdown  negeri tercinta ini, ketidaksesuaian kebijakan di daerah dan pusat hingga perdebatan di sosial media dan dunia nyata yang tidak pernah habisnya. yang paling terasa dampaknya adalah dihimbaunya untuk tidak melakukan ibadah, beberapa mesjid sudah mengumumkan untuk tidak melaksanakan shalat berjamaah, minggu lalu mesjid depan rumah sudah lockdown dimulai  ketika pelaksanaan shalat jum'at minggu lalu, keesokan harinya islamic center juga menutup dan mesjid yang masih melaksanakan shalat berjamaah salahsatunya mesjid nurul hidayah depan akper kaltara, walau semalam sempat ada berdebatan apakah  tetap menjalankan atau tidak, dan alhamdulillah keputusannya adalah masih melaksanakan shalat jamaah shalat fardu akan tetapi tidak menyelenggarakan shalat jum'at untuk menghindari berkumpulnya banyak orang apalagi jamaahnya banyak dari luar yang masih mau melaksanakan shalat jum'at.

Ya Allah, begitu sedihnya melihat kondisi sekarang, tatkala kita ingin memasuki ramadhan malah kondisinya seperti ini, sedihnya kita sudah tidak sebebasnya untuk ke mesjid melaksanakan shalat berjamaah dan harus menjalanka shalat di rumah. di sisi lain efek dari kondisi ini, karena dihimbau agar tidak sering keluar rumah, menjadi kepikiran juga untuk bisa berolahraga, untungnya ini masih himbauan, tidak ada yang benar-benar dilarang untuk keluar rumah atau tidak bisa beraktifitas sama sekali seperti negara-negara yang sudah menjalankan lockdown itu sisi positifnya,  masih bisa melaksanakan aktifitas walau tidak sebebas seperti dahulu. anak-anak melakukan proses belajar di rumah menjadi permasalahan jika waktu harus mendampingi belajar bertepatan harus melaksanakan kuliah online dengan mahasiswa sehingga pendampingan anak-anak lebih banyak dilakukan oleh bunda mereka :) 

Dari sisi persoalan pribadi banyak bergejolak selama seminggu terakhir ini, antara keinginan ini dan itu, muncul masalah ini muncul masalah itu, dan seperti biasa masalah juga datang dari pertemanan, lagi dan lagi. sebenarnya mencoba berdamai dengan kondisi ini, tidak mau meribetkan diri walau sesekalai godaan itu cukup besar, cukup kejadian minggu lalu menjadi renungan buat diri saya, sekali melangkah dan terlibat lebih jauh maka akan terlena dengan kondisi yang ada sehingga yang termakan jebakan batman :) tidak ingin berlarut-larut dengan kondisi seperti itu, masih banyak impian yang harus diwujudkan masih banyak target yang harus dibereskan. 

dengan ucapan bismillahirrahmanirrohim selamat datang April, bulan yang akan mengantarkan kita pada bulan suci ramdhan yang insyaAllah sekitar tanggal 24 April, sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah, semoga bulan ini berjalan dengan baik, virus corona bisa terhempaskan dengan bumi ini sehingga kita bisa memasuki bulan ramadhan nanti dengan hati lebih tenang tanpa was-was akan tertular, target-target kerja bisa diselesaikan dan yang harus diselesaikan bisa terselesaikan. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 1/4/2020
pukul : 7 malam