sulit untuk menebak kehidupan yang kita jalani.. terkadang apa yang direncanakan tak kunjung juga datang, malah yang datang hal slama ini kita hindari bahkan tidak diinginkan. sekalipun hidup ini adalah hasil usaha kita, namun seberapa besar apa yang kita jalankan adalah wujud dari harapan kita.. Kita membutuhkan asa, ia bisa membangkitkan kita juga mengarahkan langkah kita dalam mengarungi kehidupan yang kita jalani sekarang dan yang akan datang
27 Juni 2021
Menasehati Diri
23 Juni 2021
Dirimu Sebenarnya
Dirimu yang sebenarnya adalah yang kamu lakukan disaat tiadda orang melihatmu
Kutipan kata-kata tersebut begitu menyentil, begitu membuat diri termenung, apakah selama ini diri ini menggunakan "topeng" entah apa itu niat dan motivasinya. Namun topeng disini bukan berarti sengaja menampakkan hal-hal yang baik dalam kehidupan demi menutupi niat yang terselubung, ataukah topeng ini untuk menutupi hal-hal yang orang lain tidak ketahui karena itu mengenai kelemahan diri kita dan dari sadar akan kelemahan diri itu kita menjadi lebih jernih dan bijak melihat kehidupan bahwa jika ada orang lain yang berbuat salah dan keliru, kita tidak langsung memvonis dan menyalahkan tanpa memberikan ruang untuk membela diri, kita seolah kita lupa bahwa kita tidak lebih dari orang itu, kita lupa bahwa kita juga melakukan kesalahan yang sama yang sampai saat ini tidak tercium oleh orang lain.
Dirimu sebenarnya adalah dirimu yang saat ini, ada dihadapanmu, tidak pernah sempurna, karena selalu ada titik lemah yang disembunyikan atau belum nampak. selalu ada celah untuk berbuat salah, dirimu sebenarnya adalah diri yang masih belum menampakkan diri, yang masih samar-samar diantara riak-riak kehidupan disekelilingmu, diri sebenarnya adalah "topeng" yang engkau sembunyikan dengan rapi, topeng yang masih tersembunyi dari pandangan orang lain, topeng ini harus benar-benar dikendalikan jangan sampai mencuat diwaktu yang tidak tepat, disaat-saat kita tidak siap dengan segala "kemunafikan diri" sudahlah, kembalilah ke fitrahmu sebenarnya, jangan pernah menunjukkan dirimu yang tersembunyi itu khalayak ramai, cukup dirimu yang tahu, cukup itu menjadikan penyadaran bahwa kamu masih benar-benar lemah, jangan merasa sempurna dan baik dengan topeng ini, sadarlah bahwa topeng itu merupakan dirimu yang perlu dibenahi bukan untuk menafikan atau mematikan
Tarakan, 23 / 6 / 2021
Pukul : 6.09 sore
Terjebak
21 Juni 2021
Rumah Sepi
yang tak terlihat (dari orang lain)
16 Juni 2021
Tidak Usah "mempermalukan" Orang Lain
15 Juni 2021
Dilema Niat Kurangi Porsi lari
Godaan untuk ikhlas
08 Juni 2021
hyperrealita
Tidak Perlu Diingat Lagi
06 Juni 2021
Capaian Lari Sepekan
Pilih-pilih outfit running original
05 Juni 2021
Ikut ta'lim yang mana?
Khatam qur'an di Bulan Syawal
03 Juni 2021
kembalinya email arixafi@gmail.com
Pasti ada hikmahnya (Catatan Oktober 2018)
02 Juni 2021
Memahami kondisi (cobaan)
"Sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang yang bersabar" (QS. Al-Baqarah, 155)
Ayat di atas menjadi penguat ketika menghadapi kondisi atau situasi yang ada, dan harus benar diyakini bahwa semua yang ada atas kehendak Allah subhannah wata'alah, tinggal bagaimana kita sebagai manusia menyikapinya, karena bagaimanapun prasangka kita terhadap kondisi dan situasi ini akan mengarahkan kita kesimpulan kita ambil, baik buruknya semua tergantung kita, namun ada satu hal yang harus kita ingat bahwa, hal yang kita tidak sukai bisa jadi itu yang terbaik untuk kita sebaliknya hal yang kita sukai bisa jadi merupakan hal yang merugikan bagi kita.
Kondisi yang dialami diakhir bulan kemarin, ketika notifikasi rekening jumlahnya tidak seperti biasa, sebenarnya kondisi pernah dialami 2 bulan di tahun lalu. kondisi ini tidak bisa dihindari ketika kondisi keuangan sedang tidak stabil, bukannya tidak ada nominalnya namun pengelolaan yang belum tuntas, akan ada satu atau dua minggu sebagai batas akhir pelunasan pembayaran (mahasiswa). Saat mendengarkan kondisi ini, sontak saya teringat dengan ayat tersebut di awal. dan saya yakin semua ini sebagai kondisi / cobaan yang harus diterima dan harus benar-benar ikhlas menerima kondisinya. Bukan kah ini kondisi yang kita inginkan namun mau tidak mau kita harus terima, mau teriak sekuat apapun tidak akan merubah kondisi karena waktunya belum tepat, waktunya akan berubah di satu minggu atau dua minggu ke depan. Anggaplah ini bagian dari cobaan, mungkin kita akan merasakan "marah" "cemas" bahkan mencoba mencari "kambing hitam".
Perlu diingat bahwa, sejak 8 bulan belakang, kita tidak mendapatkan kekurangan, semua komplit bahkan ada tambahan pendapatan. Bahkan saya secara pribadi merasa "terkejut" bahwa selama ini salary saya cukup tinggi, selama ini saya benar-benar tidak mengecek berapa jumlahnya. Seharusnya saya sangat bersyukur dengan 8 bulan yang sudah berlalu itu, dan jika saya menolak kondisi saat ini karena berbeda? berarti saya tidak mensyukuri apa yang sudah didapatkan selama ini. Bukan berarti skepsis dengan kondisi yang ada, namun ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk menejemen kedepannya. Kita perlu mencari formulasi yang lebih jitu lagi, tanpa mencari siapa yang salah siapa yang benar, berikan solusi bukan menambah masalah baru.
Tarakan, 2 / 6 / 2021
Pukul : 4.51 sore