27 November 2024

Bandung Vs Depok

Apa perbedaan yang mendasar yang saya alami ketika saya kuliah S2 di Bandung dan Lanjut Spesialis di UI- Depok. Pertama, perbedaan itu tentang bagaimana mengatur keuangan, saat di Bandung, benar-benar saya mengalami kemandirian finansial, karena saya mendapatkan beasiswa full, mana kebutuhan hampir terpenuhi, bedanya sekarang saya benar-benar kekurangan 😥😢 Kedua, selama di Bandung banyak pergaulan saya di luar pertemanan perkualiahan, sekedar menambah-nambah pertemanan, sementara saat ini, di Bogor lingkaran pertemanan saya hanya teman di kampus,  di mesjidpun belum ada jamaah yang benar-benar mengajak ngobrol, individualisme orang jakarta benar-benar terasa. Ketiga, Saat di Bandung, banyak kesalahpahaman antara saya dan istri, mungkin karena sikap saya yang masih kacau balau, terlalu merasa tersakiti padahal saya sendiri yang memulai dan tidak menyadari akan kesalahan-kesalahan yang saya perbuat, meskipun selama di Bandung lingkaran pertemanan di kampus, di kelilingi orang-orang saleh namun di luar itu ada orang-orang salah. Untuk di Depok, alhamdulillah, masalah tidak seperti dulu, ini tidak lain istri sudah ada kesibukan bekerja dan aktifitas lain, sewaktu saya kuliah di Bandung, reel istri hanya mengurus anak-anak sementara sejak dulu sudah terbiasa bekerja, begitu selesai kuliah, istri menjadi guru perintis di SD Al Mustaqim sekalian menjadi sekolah anak kami, zilan yang saat itu menjadi murid angkatan pertama. Kedekatan saya dan keluarga saat ini sangat terasa, waktu di Bandung benar-benar kayak ada tembok besar walau sbenarnya tidak ada masalah serius banget, hanya kesalahpahaman kecil aja, saat ini lebih saling memahami. dulu itu istri benar-benar tidak ada pengalihan selama di rumah dan di tambah lagi, alhamdulillah kami diberikan karuniah tambahan dengan kelahiran si bungsu aqilah sehingga senambah kesibukan istri dan perhatian tidak hanya fokus ke satu titik.  keempat, dulu di bandung, kadar keimanan saya benar-benar rapuh, maskipun masih rutin shalat berjamaah di mesjid, sering mengikuti taklim dari ustad-ustad kondan, aa gym, UAS, UAH itupun belum cukup untuk menjadikan pribadi saya yang tangguh, alhamdulillah saat ini, kedekatan saya dengan Allah subhannah wata'alah begitu dekat terasa, sekat-sekat ruang kosong, tertutupi dengan merasakan nikmat iman yang diberikan, meskipun tidak rutin menguti taklim, namun shalat di mesjid masih terjaga. itu juga yang menjadi alasan hingga tinggal di kos yang sebenarnya lumayan jauh dari fakultas. Semoga perbedaan-perbedaan itu menjadi pelajaran yang bailk buat diri saya dan keluarga, semoga saya dan keluarga senantiasa mendapat tuntutan dari Allah subhannah wata'alah. aamiin ya rabbal alami

Depok, 27.  11.  2024
Pukul  : 22.22

Nahan Diri, Lapar Mata

Tadi siang, berniat jalan-jalan ke mall, Margonda city, sekedar mau mencicipi varian kopi yang menjadi langganan, mumpung harnga juga masih 24.000 yang biasanya berkisar di harga 30an ribu (padahal selisa 5rb aja, wkwkw. Saking penasaran dengan varian barunya yang mengangkat tema, mensejahterakan petani kopi lokal. Masuk di parkiran motor untuk pertama kalinya, dan sengaja untuk beberapa keperluan, salah satunya ini, biar paham cara parkir wkwkw. begitu masuk mall, saya coba mensusuri sisi mall yang belum sempat dikunjungi, ini yang kedua kalinya. Sampailah saya di lantai dasar, dan disitu ada sport station. hmmm begitu melihat koleksinya beberapa barang incaran ada disitu, mutar saya sini, lihat ada yang benar-benar menarik hati, untungnya hanya mutar-mutar dan kebutuhan membuat story wkwkwk, tepat di koleksi sepatu salamon, jika ada sport asia mungkin koleksi untuk beberapa brand akan lebih banyak. Saya sadar bahwa tujuan saya untuk ke mall ini untuk mencari 2 barang, 1 kaos dalam uniqlo dan 1 kopi. begitu sampe di uniqlo dan melihat panjangnya antrian, padahal saya hanya mau meli 1 barang, akhirnya saya tunda, dan seberangnya ke gerai Fore dan ini menjadi tujuan utama. alhamdulillah, akhirnya menahan diri dan mempertimbangkan apa yang harus diprioritaskan, padahal sudah membuat list di rumah, pengeluaran saya selama 1 bulan ini dan dalam hitungan sudah minim banget 😔. Untungnya benar-benar bisa menahan mata, bisa mengendalikan diri karena tahu ada yang lebih dibutuhkan, terlebih ada pengeluaran yang benar-benar lebih besar dari ini.

Depok, 27. 11 .  2024
Pukul  : 22.02

Membantu Sekedarnya

Mungkin ini tidak perlu dicontoh, bagaimana sikap saya merespon dan effort terhadap amanah yang diberikan namun baru saya sadari tertanya saya tidak mendapatkan respon seharusnya sesuai dengan effort yang sudah saya keluarkan. Tiba-tiba imajinasi saya, terbang tahun 2017, persis ketika kampus khususnya prodi saya akreditasi, padahal saat itu posisi saya sedang awal-awal kuliah semester 3 S2, memang untuk kedatangan saya dibiayai oleh kampus, demi membantu institusi tercinta, akhirnya saya merelakan diri untuk jauh-jauh dari Bandung ke Tarakan untuk keperluan akreditasi tersebut. Sebenarnya saat kondisi itu saya tidak mempermasalahkan meskipun saya harus membiayai sendiri, namun saat itu saya sempat terkagetkan, kok seolah-olah saya harus memperjuangan sendiri untuk kembali ke Bandung, tak sedikitpun basa basi dari pihak tertentu untuk bertanya, apakah saya sudah balik, terus biayanya bagaimana? apakah perlu diganti biaya kepulangan saya ? hmmmm.. rupanya inilah yang saat ini persis saya alami, dan insyaAllah saya sudah ikhlas menjalani ini. Memang jangan terlalu berharap mendapatkan imbalan dan support yang sepadan, ada kesan hitung-hitungan dalam setiap masalah keuangan, kayak tidak all out dalam membantu dan mengamanahkan, ini yang harus dipegang, sehingga tidak menjadi masalah jika kita sebaliknya tidak terlalu effort dengan sumbangi ke institusi. Ada aksi, ada reaksi, jika memang ada upaya benar-benar peduli dengan yang saat ini saya jalankan, tunjukkan dalam hal nyata, terlebih saya benar-benar terjepit dan saya hanya ingin tahu seperti apa saya sic bentuk kepedulian ini, saya tidak mempermasalahkan nominalnya, uang 3 juta bisa kapan saja didapatkan, namun bentuk kepedulian itu yang mahal dan sangat berharga. Mungkin ada tempat lain yang benar-benar kita tulus membantu dan bisa jadi kita mendapatkan imbalan yang setimpal. jika memang harus membantu jangan setengah-setengah, jika memang merekomendasikan, jangan hanya sekedarnya, jangan salahkan kami jika bersikap seperti itu.

Depok,  27.  11.  2024
Pukul : 19.19

26 November 2024

Kita Tidak Sendiri

Beberapa pengalaman penting selama menjalani residensi, interaksi antara sesama residensi dan juga keluarga pasien sebagai keluarga kelolaan. Beberapa peristiwa yang diceritakan maupun yang saya alami tidaj jauh berbeda atau bahkan lebih parah dari diri saya. Setiap orang ada dengan masalahnya masing-,masing. Jangan pernah merasa kita hanya berjalan sendiri bahkan kita menganggap bahwa hanya kita yang punya masalah besar, ternyata di luar saya ,asih begitu bvanyak yang mengalami, jangan pernah menghakimi diri sendiri dengan masalah yang kita hadapi, karena sesuangguhnya masalah yang kita hadapi tiu, selalu ada solusi, kita hanya belum mendapatkan jalan yang benar. dan yakin bahwaTuhan memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hamba hamba Nya. 




Depok, 26.  11.  2024
Pukul  : 22.59

Supervisi diTunda

Qadarallah, pagi tadi yang dijawabkan untuk supervisi, ternyata, dosen pembimbing saya tiba-tiba sakit. Beliau selama ini dikenal sangat sigap dan selalu datang disaat jadwal bimbing. Malamnya sudah begitu effort, sudah mencoba membeli kopi premium, berharap tidak terlalu ngantuk karena harus menyelesaikan media pwnyuluhan untuk besok meskipun pada akhirnya saya tertidur juga, sudah bangun jam 2 kurang namun lagi-lagi ternyata tubuh saya masih menuntut untuk tidur kembali. akhirnya jam 3 saya kembali membereskan media yang belum selesai dan alhamdulillah selesai di jam setengah 6, saya berpikir mending sekalian lari pagi sambil membawa haris print out untuk di jilid spiral. selesai jilid balik ke kos saya melihat masih sempat mencuci baju sambil mempersiapkan keperluan ke posko, jam 7 beres semua dan saya menuju lokasi sambil menjemput teman. Tiba di posko, saya melihat teman yang lagi piket namun patnernya tidak datanng, awalnya mau menyelesaikan LP, namun mumpung masih ada waktu, saya bantu teman  untuk mengepel dan setelah itu ikut preskom dan lanjut membuat LP, begitu teman datang dan mengabarkan jika pembimbing sakit, seketika pikiran menjadi kacau, mau tidak mau saya tetap harus ke keluarga karena sudah terlanjur janji dan kontrak waktu, sambil memohon maaf karena dosennya tidak bisa hadir karena tiba tiba sakit.  Kondisi lumayan mempengaruhi mood dan tiba-tiba menjadi overthinking, tapi saya sadar, bahwa kondisi ini tidak bisa ditolak, saya harus berlapang dada. saking moodnya hilang, saya tiba tiba membatalkan untuk ikut dalam skrening kesehatan di pasar agung yang diadakan oleh puskesmas. InsyaAllah ada hikmahnya dari kejadian ini dan tetap semangat untuk mengejar dan menyelesaikan target target yang lain.





Depok,  26.   11.  2024
Pukul  : 22.58

24 November 2024

Target Menulis 250 judul / tahun

Sampai lupa jika di bulan november dan desember itu, judul tulisan di blog itu harus 25, agar ketika jumlah tulisan di akhir tahun berjumlah 250 tulisan yang jika di bulan-bulan lain, mulai dari januari hingga oktober dan bulan 11 wajib meningkatkan 5 tulisan. Saya baru tersadarkan tadi, ketika melihat arsip. Judul kali ini terlihat receh, namun ini sebagai pengingat, memang disadari bahwa kesibukkan akhir-akhir ini membuat saya banyak melupakan hal-hal yang menjadi rutinitas saya karena saya harus fokus dengan penyelesaian tugas-tugas yang membutuhkan effort yang besar dan tinggi. entah seperti apa lagi saya harus benar-benar memanage waktu dengan sebaik dan sebenar-benarnya agar semua berjalan sesuai dengan target, termasuk dalam menyelesiakan tulisan di blog ini sudah konsisten sejak tahun 2020 menuliskan 250 tulisan / tahunnya. masyaAllah, sudah berjalan 5 tahun rupanya, waktu yang tidak lama yang berarti sudah hampir ada ribuan tulisan dalam blog ini.


Depok, 24.  11.  2024
Pukul : 01.29

Main Pinggir Jurang

Ini hanya bahasa kiasan, untuk sesuatu yang kita lakukan dan risiko cukup besar untuk terjatuh / tergilincir sehingga kita harus punya tahanan yang kuat agar itu tidak terjadi. Itulah gambaran diri saya, yang secara sengaja menyapa teman, hanya sekedar menanyakan kabar meskipun riwayat pertemanan kami sangat problematik, ada saat-saat yang bikin nakut ketika mendapatkan pesan, boleh kirim buat pegangan ? wkwkwk pesan yang membuat untuk menghindar. Memang sangat berisiko dan saya cukup berhati-hati dan memberikan limited waktu, jangan sampai kelamaan hingga membuka memori lama yang tidak menyenangkan. Sejauh ini masih aman, dan saya harus segera mengingatkan diri saya untuk tidak berlama-lama dan jangan penasaran. Ada orang yang bisa saja berubah dan tidak seperti yang dalam bayangan kita, sebaiknya memang harus menghindari mengingat mengalaman yang sudah-sudah. Sebenarnya niat sekedar menyapa dan mengirimkan pesan tersembunyi bahwa saya tidak lupa dan masih sebatas keperluan silaturahmi, sekedar mengingatkan dia kalau saya masih membuka komunikasi. hehehe sekedar itu saja, tidak lebih dan memang tidak boleh lebih. Saya akui memang, untuk menghindari dan mencegah perilaku tidak menyenangkan teman ini adalah yang tidak menyimpan nomornya sehingga saya tidak akan tergoda untuk mengecek story dia dan membuka percakapan yang basi dan ujung-ujungnya ada pesan magic tadi. hehe semoga teman ini sudah berubah dan memang sudah cukup lama tidak bersuah dan semoga tidak mudah moody karena memang ini menjadi kendala kami berkomunikasi. itu saja, jangan bermain ditepi jurang karena kondisi jurang sejauh ini masih seperti dulu belum ada pengamanan ekstra.

Depok, 24.  11. 2024
Pukul : 01.06

21 November 2024

Sabar dan harus Survive

Berakhir juga pergulatan dalam diri saya mengenai ketidakcukupan finansial selama di UI. Saya kembali melist apa yang menjadi kebutuhan rutin saya, mulai dari transferan rutin tiap bulan, saya juga harus melist berapa banyak utang yang bisa dicicil, termasuk saya harus membayar rutin uang kosan tiap bulan yang sebelumnya uangnya saya gunakan untuk menutupi ongkos beli motor. dari sekian banyak rutinitas rutin itu, hampir 6 juta yang harus saya keluarkan dan nyari saya hanya punya pegangan dengan range 1 jutaan dan memang benar, saya harus menutupi kebutuhan-kebutuhan diluar dugaan, untungnya ada uang pegangan,  sisa dana  saat menjadi kaprodi dan ini sifatnya ngutang dan saya harus balikin, paling tidak saya tidak ngemis-ngemis sama teman untuk pinjang 200 hingga 500san. memang benar sic, tunjangan sekolah 2,5 juta jika benar-benar pure saya gunakan kebutuhan hidup, bisa jadi cukup. namun kebutuhan-kebutuhan diluar dugaan yang jumlahnya jauh lebih besar. Sabar dan ikhlas, saya tidak bisa juga mengemis kepada kampus walau sebelumnya sudah saya sampaikan mengenai keperluan di awal perkuliahan, sempat dijanjikan 2 bulan nanti, ternyata zonk, dengan alasan, tidak ada dalam tanggungan, padahal kebutuhan itu untuk operasional kebutuhan residensi. sudahlah, saya harus segera berdamai dengan kondisi, mau bagaimana lagi, semoga saya diberikan kelancaran dalam proses residensi ini, saya tetap survive dengan kondisi ini dengan memutar otak dan persespi mengenai ini. Sudah, jalani saja, tetap berjalan dan menyelesaian semua dengan sabar dan ikhlas, semoga ada kebaikan dan kelancaran selama proses residensi. bismillah, 

Depok,  21.  11.  2024
Puklul : 06.01

Nyari-nyari Pintu Keluar GBK

Pengalaman yang begitu berkesan ketika pertama kali nonton timnas sepakbola indonesia, ada satu menjadi cacatan penting dan tidak terlewatkan adalah ketika permainan berakhir dan harus keluar. saya sengaja keluar duluan agar tidak berdesak-desakan dan memang benar ternyata, yang tidak saya perhatikan adalah jalan kemana saya harus keluar. saya hanya melihat posisi jalan turun gerbang keluar tanpa memperhatikan ketika masuk saya melalui jalur apa.  Patokan pertama saya masuk via pintu utama (pintu 1) yang patokan utamanya adalah ada patung gung karno ( ada semacam tugu juga yang mengarahkan ke gerbang) dan arah keluarnya itu langsung ke jalan besar yang menjadi patokan adalah gedung bank Mandiri (karena ada stasiun MTR Istora senayan) yang tidak terlalu jauh dari gerbang masuk itu. Saya langsung main keluar tanpa melihat gate, dan begitu sadar saya mencoba untuk masuk kembali dan ternyata penjaga pintu gerbang itu melarang padahal sebelumnya ada dua cewek dipersilahkan masuk, mungkin karena alasannya jelas sementara saya hanya bilang saya salah gate. akhirnya benar-benar saya langsung jalan dan ternyata arahnya benar-benar salah dan kayaknya itu adalah pintu belakang dari gate yang seharusnya. setelah mutar-mutar akhirnya saya dapat juga jalan keluar (pintu 1) ini menjaga pelajaran penting, untuk benar-benar "sadar" ketika akan balik dan yang terpenting kita enjoy moment nonton di GBK


Depok, 21.   11.   2024
Pukul : 05.47

20 November 2024

Jalan Sendiri, Capeh Sendiri, menikmati bersama-sama

Sepenggal cerita perjalanan saya nonton timnas sepakbola di GBK. Tidak ada teman yang mengkonfirmas sudah berhasil membeli tiket yang sepenuhnya melalui online.  Atas dasar itu, berarti saya harus ke GBK sendiri. Bagi saya, suka jalan sendiri itu menjadi hal yang biasa, mungkin karena tidak ingin merepotkan orang-orang. Bukannya egois namun paling tidak sebagai bukti kita tidak bergantung sama orang lain. Ini bukan yang pertama kali seperti itu, dalam sebagian besar perjalananku, paling sering jalan sendiri. Nonton timnas sendiri, sebenarnya sudah pernah janjian dengan teman akan ketemu, mungkin karena belum dapat tiket sehingga tidak mengabari akan datang. Ini kejadian yang persis sama ketika ikut Pocari bandung 2022 silam. Saya pikir selama kita happy, lagian banyak orang disana meskipun tidak saling kenal, paling tidak kita memiliki tujuan yang sama, menikmati event yang sedang kitra datangi. Kemarin pun, ketika memilih tribun untuk nonton di GBK, saya mencari sudut-sudut yang memang secara posisi agak menjauh walau akhirnya kursi-kursi itu terpenuhi juga. Ada beberapa yang datang sesudah saya juga sendiri, namun tidak sempat saling menyapa. pergi dan pulang tidak ada teman, namun suasana begitu ramai yang nonton di GBK dan terasa eforianya, lagi-lagi yang penting kita menikmati dan bisa larut dalam keheboan dan keramaian acaranya. Pulang sendiri, meskpiun di KRL begitu padat hingga saya turun di stasiun pondok cina, terasa capehnya namun terasa happynya. Ini pilihan bukan berarti tidak mau ngajak teman yang lain, sudah ditawari dan sudah diajak tp tergantung sama teman, mungkin ada pertimbangan lain. meskipun pergi sendiri, jalan sendiri, capeh sendiri namun saya tetap enjoy menikmati moment ini.

Depok, 20.  11.  2024
Pukul  : 22.23

Sensasi Nonton Timnas sepakbola Indonesia di GBK

Dulu, pernah punya impian, semoga suatu saat nanti, bisa nonton laga langsung timnas sepakbola Indonesia berlaga di gelora bung karno (GBK), alhamdulillah, kemarin terwujud, dengan sistem pembelian tiket online dan registrasi dengan menggunakan garuda.id semua terasa dimudahkan walau untuk mendapatkan tiketnya harus war war dan terkendala masalah jaringan. ternyata sistem itu membantu kami yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman mengenai beli membeli tiket timnas sepakbola. semua serba digital. Berada di tribun paling atas (upper) memang untuk pemain timnasnya kelihatan kecil-kecil, kayak lagi nonton di TV, bahkan teriakan-teriakan pemain juga tidak kedengaran. namun luar biasa, apalagi ketika pemain Timnas indonesia menang. seluruh penonton / supporter indonesia bergemuruh.. semoga Indonesia bisa lolos ke laga berikutnya dan tembus piala dunia 2026. aamiin

Depok, 20.  11.  2024
Pukul : 17.57

17 November 2024

CFD-an, star subuh

Sudah niat banget ini, untuk ke CFD sudirman, star dari depok. Star sebelum jam 5 dari kosan, berharap mendapatkan kereta jam 5,. rupanya dapat jam 05.14 perjalanan sekitar 30 menit ke stasiun manggarai dan harus transit untuk lanjut ke stasiun sudirman, sekitar jam 05.50 tiba di stasiun sudirman, saya bertemu dengan teman dengan cara drama-drama pura-pura menabrak wkwkw. saya sempat registrasi untuk hari diabetes sedunia namun saya izin mau lari HM karena sudah bagian dari program lari saya hehe. saya star ke arah bundarah HI kemudian menuju Monas lumayan sekitar 5K dan saya mutar monas dan kembali ke arah sudirman sudah mencapai 10K, saya lanjut ke arah blok M (patung pancora) dan begitu banyak fotografer yang sudah stand by namun belum bisa ditebus karena lumayan harganya wkwkwkw. Kemudian saya balik ke kambali ke lokasi kegiatan teman dan ternyata masih 19K, dan saya harus menebus 2K lagi wkwkw, untungnya ada area lari dekat stasuin BNI city (stasiun ke bandara soetta) dan Duku atas untuk MRT, sekitar mutar-mutar dan akhirnya tebus 21,10 setelah bertemu kembali dengan teman sambil mencari makanan jajanan dan saya memilih pisang karena kandungan kalori dan serat yang dapat mengganti setelah lari tadi. pulang naik KRL dan memilih berdiri dekat pintu masuk karena kondisi badan masih agak basah dengan keringat dan lumayan padat ketika tansit ke stasiun manggarai ke depok dan lumayan kaki gempor berdiri 30 menit dengan kondisi padat dalam kereta dan alhamdulillah tiba kembali di Depok dan beberes sekalian mencuci pakean tadi semua beres begitu terdengar azan zuhur. Lumayan menjadi referensi jika ingin lari ke GBK atau CFD, luamayan hitung-hitungan waktu dan juga harus mempertimbangkan pakean yang digunakan mengingat perjalanan baliknya pasti dalam kondisi keringatan. dan memilih pulang kembali ke depok jangan terlalu lama, pas kebetulan juga beberapa penumpang habis CFD-an dan badan benar-benar dijaga jangan sampai mengeluarkan aroma yang menarik perhatian orang-orang. ini mungkin menjadi agenda 2 bulanan, hehe karena mengingat lokasi yang cukup jauh dan kondisi yang membutuhkan badan yang benar-benar fit mengingat jakarta kondisi udaranya tidak sefresh saat berlari di kawasan kampus UI

Depok,  17.  11.  2024
Pukul :  18.39

Ketemu Sahabat Lama

Setelah sekian lama janjian untuk bertemu, akhirnya saya berjumpa dengan sahabat saya sewaktu kuliah S1. namanya ardi, sapaan saat kami selama pendidikan, dan di tempat kerja dia saat ini, di kemenkes, di panggilnya bang azwa :) itu juga panggilan dia saat S2. Pertemanan yang terbilang tidak singkat, sepanjang kuliah S1, banyak moment yang kami jalani bersama, bahkan dalam beberapa kesempatan teman ini menjadi tempat pelarian jika masalah di kosan menjadi riweh. 5 tahun bersama, begitu banyak yang sudah terjalani, saling memberikan support satu sama lain walau akhirnya saya harus duluan wisuda, walau selisi 6 bulan, namun kami pernah berjumpanya di profesi ners selama 6 bulan. Selepas kuliahpun, orang yang begitu sibuk mencarikan saya kerjaan adalah dia, sempat membukakan dan memberikan kerjaan selama 3 bulan, alhamdulillaj lumayan untuk menutupi hidup di Makassar saat itu, hingga ada moment saya harus diam-diam bekerja di kalimantan, diapun yang kaget dengan keputusan saya karena bagi dia masih banyak peluang di makassar. begitu lanjut S2, ternyata saya satu almamater dengan dia dan satu peminatan bahkan saat nyusun thesis juga 1 pembimbing, sering bertemu di kosan, sering bercerita bareng, namun jarang jalan bareng wkwkwkw, tapi komunikasi kami tetap jalan. sekarang ketika saya sudah pendidikan di UI, saya mengabari juga dan berharap bisa bertemu, ternyata setelah hampir 3 bulan di jakarta baru bisa bertemu dan pas kebetulan dia punya event di CFD sudirman. indahnya silaturahmi dan indahnya persahabatan kami sejak 23 tahun yang lalu.

Depok,  17.  11.  2024
Pukul :  16.53

16 November 2024

Tabungan Menipis sebelum waktunya

Memang benar-benar butuh perjuangan besar selama residensi, masih pertengahan bulan saya sudah kehabisan uang malah saya harus relah kembali berhutang. Untungnya ada saldo cadangan (sisa-sisa saat kaprodi/ bukan uang pribadi) yang saya pinjam dan gunakan untuk menutupi keperluan selama di UI. Banyaknya keperluan mendesak dan tak terduga, ada saja yang menjadi kebutuhan baik untuk diri saya sendiri maupun anak-anak di Tarakan. Ternyata membutuhkan dana yang cukup besar selama residensi yang belum bisa tertutupi dengan tunjangan yang saya dapatkan, sebenarnya bisa jadi tertutupi karena di uang itu saya harus membayar utang saat membeli motor dan juga uang kos-an yang saya pakai juga untuk menutupi kekurangan saat membeli motor. Saya sendiri memiliki catatan yang harus saya kendalikan, namun lagi-lagi banyak kebutuhan yang harus dibeli dan diluar dugaan, ini benar-benar menguras tenaga dan emosi. Semoga rejeki tetap berjalan dan bisa membayar satu demi sedikit utang.

Depok, 16.  11. 22024
Pukull : 22.30

Ritme Terasa

minggu-minggu ini disibukkan dengan persiapan supervisi, begitu banyak yang harus dikerjakan dan diselesaikan mengingat apa yang disupervisi adalah yang sudah kita lakukan. Sayapun mencoba melakukan satu demi satu yang menjadi bagian dari tugas yang harus segera diselesaikan. Saya harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada agar lebih maksimal dalam pelaksanaan supervisi nanti, tidak ada lagi yang dilakukan secara  pelan-pelan tapi pasti, apapun yang kita lakukan harus benar-benar mempersiapkan diri, mempersiapkan tugas dan yang terpenting mempersiapkan mitra dalam pembuatan askep (pasien binaan), tidak mudah namun harus dijalankan. bismillah semoga dimudahkan dmasih ada  7 supervisi yang harus dijalankan nanti

Depok  16.  11.  2024
Pukul, 21.26  

14 November 2024

Terlelap

semalam, saya merasakan sekali kondisi yang benar-benar luang, bahkan merasa senang karena barusan ada hari yang saya tidak dikejar-kejar deadline, kebetulan memang beberapa hari ini saya mengerjakan tugas dan harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang membuat saya merasa waktu saya tidak ada, bisa dibilang malam itu benar-benar luang, saya mencoba untuk mengerjakan beberapa hal, termasuk menulis blog dan ternyata begtu banyak tulisan kemudian saya mencoba untuk berbaring sebentar, rupanya saya tertidur dalam kondisi tidak mematikan lampu, saya pikir hanya sebentar rupanya benar-benar terlelap. sempat terbangun dan dalam hati, sebentar lagi saya akan mematikan lampu, ternyata saya benar-benar terlelap, hehehe dan untungnya saya bangun ddalam kondisi tidak menyesal, karena memang tubuh butuh istrahat dan itu saya tidak bisa pungkiri, biarlah tubuh saya menuntut haknya. memang tubuh saya sudah begitu lelah dalam beberapa hari belakangan ini

Depok, 14.  11.   2024
Pukul : 03.47

13 November 2024

Lepaskan Atribut Lama, Yukk ah

Sore tadi mendapatkan bimbingan dari profesor untuk laporan pendahuluan askep keperawatan komunitas, sudah mendapatkan banyak masukan dan alhamdulillahnya selalu mendapatkan insight positif setiap bimbingan dengan beliau. Pada Sesi post conference kami dipersilahkan untuk menyampaikan apa saja yang menjadi pebghambat dengan tugas-tugas residensi. Ada beberapa teman yang mengatakan, kurang motivasi dan manajemen waktu yang masih berantakan, ada yang sempat curhat dan harus meneteskan air mata dan setiap kali teman selesai menyampaikan hambatannya, beliau memberikan masukan-masukan agar masalah-masalah segera terselesaikan. Tibalah saya mendapatkan giliran menyampaikan hambatan, saya menyampaikan kalau kendala utama saya itu, tidak bisa mulitasking, saya tidak bisa bercampur-campur mengerjakan ini, mengerjakan itu, pola mindset saya sudah begitu kaku, ketika mengerjakan ini tidak bisa nyambi mengerjakan itu, benar-benar hanya bisa mengerjakan 1 tugas apalagi jika itu tidak berkaitan satu sama lain. Saya menyampaikan saya prof dan teman-teman, saya juga mengalami masalah seperti yang dihadapi teman-teman, jika masalah motivasi, saya juga mengalami hingga saya sadar bahwa tidak ada orang lain yang selalu ada untuk memberikan motivasi namun itu harus lahir daridiri kita dan kita perlu sadar (aware) saya memiliki batasan kemampuan, yang setiap orang punya rentang kemampuan, dan tidak bisa dibanding-bandingkan. dan selama residensi saya memanfaatkan untuk konsultasi dan bertanya kepada dosen pembimbing yang datang ke posko agar terurai benang kusut yang ada. saya juga tidak bisa memungkiri pasti ada masalah dengan keluarga, namanya lagi hubungan jarak jauh. saya masih tetap menjalankan rutinitas lari pagi (dihari-hari tertentu) dan pada kesempatan ini juga prof menanggapi dengan menceritakan pengalaman beliauketika awal-awal bergabung ddi FIK UI, bagaimana prof begitu aktif menanyakan kepada dosen-dosen senior mengenai apa yang dijalankam, masih memberikan meminta masukan. rasanya legah sudah mendapatkan menceritakan kendala namun muncul kekhawatiran dari  saya, apakah bisa mneyelesaikan ini semua, saya tidak perlu lagi mengungkit-ngungkit bawah saya S2nya di luar UI jadi masih perlua adaptasi. Saat ini, saya adalah mahasiswa UI, yang sudah sah dan legal, tidak perlu lagi merasa  bahwa saya banyak memiliki keterbatasan, itu harus dihapus, nyatanya saya, sah dan.menyakinkan bahwa saya baikbaik saja. Harus semangat, semangaat dan terus semangat

Depok, 13.   11. 2024
Pukul  : 21.00

09 November 2024

Terjawabnya Doa dengan cara-Nya

tadi pagi ketika lagi enak-enaknya lari, persis rute dari FEB UI kearah FISIP memang rute ini agak sahdu karena akan melintasi danau kecil di kampus, tiba-tiba terlintas dalam ini, dulu selalu berdoa untuk menghilangkan kebiasaan buruk dan mengurangi kontak dengan orang-orang yang bisa memberikan percikan kelakuan yang tidak baik itu, bermunajah dalam hati, Ya Allah, saya tidak ingin terjebak dengan kondisi seperti ini terus, saya tidak ingin dzolim dengan diri saya sendiri, saya berserah kepada Nya, dan berjalan seperti biasa, sambil berharap kuat, akan ditunjukkan jalan dengan cara-Nya. kejadian demi kejadian yang sudah berlalu terutama saat saya di UI mulai terjawab, tiba-tiba tadi terlintas, kenapa si ini tidak menghubungi lagi dan saya enggan untuk menghubungi balik dan memang komunikasi kurang positif dan harus diputus mata rantainya dan memang dalam 3 bulan terakhir ini, teman ini tidak pernah menghubungi, mungkin ini cara untuk benar-benar sudah terlalu mengikatkan diri sama dia, sudah waktunya benar-benar melepas, dia punya pilihan dan hidup sesuai keinginannya, semoga teman ini tetap baik-baik saja karena kalau sudah menghubungi pasti dia punya beban pikiran dan pasti mengarahnya ke aneh2 paling tidak pilihan ini sudah tetap, biarlah dia berjalan sesuai harapannya dan saya disini berjalan sesuai petunjuk-Nya. Yang kedua saat ini saya berada diposisi dan dikelilingi teman-teman residensi yang sangat positif, malu rasanya berbuat salah, meskipun ada moment-moment kita tidak bisa menghindar dari rasa salah, namun itu manusiawi, bukan kesalahan yang sengaja dibuat-buat dan lebih karena mengikuti ego semata. Ini momentnya doa terjawab, dengan kondisi ini, saya benar-benar teralihkan dan lebih fokus dengan kegiatan selama residensi, alhamdulillah semua bernilai positif, saya banyak belajar harus bagaimana bersikap dan memposisikan diri, saya belajar bagaimana bersabar dan berkomunikasi agar saya benar-benar tidak ketinggalan jauh, jikapun merasa lelah, saya tidak sendiri teman-teman saya merasakan hal yang sama. Alhamdulillah, semoga diberikan nikmat iman agar bisa istiqomah, semoga perjalanan ini selalu dalam keridhoan Allah subhannah wata'alah. aamiin

Depok,  09. 11.  2024
Pukul  : 18.56

Apresiasi Dosen

"Pak, Haris, tulisannya mudah saya pahami maksudnya, apa sering menulis? " itulah kalimat yang disampaikan oleh supervisor utama saya, ketika kemarin melakukan kunjungan di posko dan kami melakukan konsultasi, sontak saya menjawabnya, mungkin karena saya sering mereview jurnal jadi terbiasanya dengan kalimat penulisan karya ilmiah. hehe ini sebuah apresiasi yang sangat positif dan semoga ini menjadi motivasi saya untuk lebih giat belajar menulis, meskipun sebatas menulis journaling di blog ini, masih berkaitan dengan keluh kesah dan keresahan keseharian yang muncul. Sebenarnya menulis ini, hanya ditujukan kepada diri saya untuk mengenal kondisi jiwa dan pikiran yang lagi dominan, apa yang saya pikirkan, apa yang saya khawatirkan dan apa yang membuat saya begitu cemas. Ini harus dipupuk, tidak mudah menyampaikan sesuatu dalam bentuk tulisan dan mudah dipahami oleh orang lain, apa maksud dan keinginan / pesan yang disampaikan. bismillah,. semoga ghirah menulis ini selalu ada dan tumbuh dalam diri saya. aamiin

Depok, 09.  11. 2024
Pukul : 19.34

Sabar, ikuti proses, terus berjuang

Sampailah pada titik dimana saya benar-benar sudah pasrah dan kembalikan sepenuhnya kepada Allah subhannahwata'alah, sudahlah, tragedi 3 jt itu jangan sampai menjadi stressor utama, ingatlah bahwa rejeki Allah itu sangat luas, terbentang disuruh alam semesta ini, sudah-sudahlah memikirkan kenapa saya seperti ini, kenapa saya respon mereka seperti itu, ingatlah masih ada yang super power menguasai alam semesta ini, jangan sepenuhnya bergantung pada mahluk, mereka hanya dirantai rejeki yang kita dapatkan, ingatlah sumber utama dari mana, tidak perlu berlama-lama bersedih, ingat perjaungan masih berjalan, masih banyak yang harus diselesaikan, ingat tujuan utama kesini untuk apa, mungkin bisa saja apa yang kamu tidak sudah ternyata itu yang terbaik untuk dirimu, sabar sesabar-sabarnya tanpa batas, meski kita sebagai manusia biasa tidak bisa mengatur seperti apa alam semesta ini seharusnya, ingatlah bahwa setiap orang ditakdirkan sudah dengan rejeki masing-masing, sisa diraih dan dikejar dengan mengharapkan keridhoan Allah subhannah walata'alah. Teruslah melangkah, mesti tidak mudah, karena tidak ada kesuksesan yang diraih dengan jalan pintas, teruslah berjuang menyelesaikan segala tuntutan dan target yang harus diselesaikan, karena hanya dengan itu kamu bisa diukur apa sudah layak dikatakan kompeten atau harus kembali berjuang. Manfaatkan waktu yang ada, manfaatkan setiap kesempatan di depan, yang lalai dan jangan abai, ingat untuk sampai ke titik tidak mudah. teruslah berjaung, berikhtiar, berdoa dan bersedekah


Depok, 09.  11.  2024
Pukul : 18.00

08 November 2024

Tragedi 3 Juta yang bikin kalaps

2 bulan sudah saya menantikan kepastian tentang remburse uang praktik yang saya gunakan, entah kenapa rasa kecewa begitu besar hingga membuat kepala dan hati tidak sampai menahan beban pikiran kenapa hingga sejauh ini berpengaruh ke dalam diri saya. 3 juta bukan sekedar nominal bagi saya, namun itu sebuah komitmen, boleh dbilang sebagai penghargaan atas kontribusi atas apa yang sudah saya perbuat untuk tempat kerja. 16 tahun sudah bekerja, rasa-rasanya belum mendapatkan reword yang setimpal bahkan lebih sering dicurigai, dipreteli, dicek satu-satu. Pertanyaannya kenapa sampai mereka tdak melakukan itu, kurang apalagi kontribusi untuk tempat kerja. Namun saya sadar, saya bukan siapa-siapa, saya tidak memiliki ikatan keluarga hingga wajar saja kalau terabaikan. Walau terkadang masih pikir-pikir apakah tidak cukup kontribusi yang sudah saya lukan selama ini, apakah yang ada hari ini sebagai bagian dari hasil kerja keras mempertahankan institusi dalam hal ini prodi belum bisa membuka mata hati dan pikiran mereka untuk melihat kondisi dari hasil kerja keras. Entahlah, bisa jadi mereka menganggap bahwa dengan gaji dan tunjungan yang diberikan saat ini sudah cukup untuk membalas semua. Sudah cukup bagi mereka namun belum tentu sudah cukup bagi kita yang merasakan. namun berdasarkan pengalaman dua bulan ini dan saya sadar bahwa tidak ada untungnya terlalu berharap sama mereka, saya harus sadar bahwa bantuan sebenar-benarnya dari  sang khaliq, maha kuasa Allah subhannah wataala yang mencukupkan rejeki. Saat ini saya harus mengatakan "cukup !!!, jangan dipikir2 lagi, segera  bangkit dan tidak perlu mengangkat-ngangkat dan memuji muji orang lain hanaya karena tidak semua orang suka diperlakukan sepereti itu, tetap semangat

Depok, 08.  11.  2024
Pukul  : 23.09

07 November 2024

Berjalan lancar Dinas Di Sukmajaya

hampir 6 minggu kami berada di puskesmas sukma jaya, rasa-rasanya haru pagi tadi benar menjalankan nursing center (NC) ini pun tidak lain hasil pembicaraan pembimbing (prof. Jun) dengan pimpinan Puskesmas. Alhamdulillah berjalan lancar, setelah beberapa minggu lalu ini belum ada kepastian. Saya benar-benar menjalankan praktik seperti seharusnya di NC. Saya berkoordinasi dengan bagian loket Ners stasion agar bisa mengarahkan pasien yang rutin berobat namun tensinya masih tinggi dan ada yang ternyata sangat antusias, ada sekitar 6 pasien ang datang bergantian dan saya mengajarkan relaksasi napas dalam sebagai pendengar yang baik saya mendengarjan curhatan pasien - pasien tersebut. Memnga dalam kondisi tinggi dan saya sambuil memotivasi untuk terus berobat, dan ternayata setelah dikur kembali TD pasien menunjukkan penurunan.  semoga ke depannya masik baik dan berkemnang lagi


Depok, 07.  11.  2024
Pukul  : 23.43

03 November 2024

Berburu tiket Timnas Indonesia

Sejak dulu saya punya cita-cita, suatu saat saya ingin nonton langsung di glora bung karno jakarta timnas sepakbola indonesia bermain. Sejak mengetahui indonesia masuk dalam putaran ke-3 kualifikasi pilada dunia, sudah sejak awal ingin membeli tiketnya. setelah mencari-cari informasi, ternyata pembelian tiketnya melalui app Livin dari Bank Mandiri, kebetulan saya sudah memiliki akun dan salah satu syaratnya adalah memiliki akun ID-Garuda, setelah menunggu 1 hari akhirnya saya berhasil diverifikasi. kemarin jam 10.00 pagi penjualan tiket online dibuka, saya sudah stand by sejak awal dan berhasil melangka tahap 1 setelah menunggu 1 jam, begitu akan memiliki kelas tiket tiba-tiba ada masalah dan kembali ke tahap awal dan begitu kembali dan masuk ke langkah 2, ternyata ID-garuda saya tidak terbaca yang selalu invalid, akhirnya saya mencoba terus hingga jam 1siang (berarti sudah 3 jam), dalam hati mungkin belum rejeki jadi saya sudah tidak ngenjot lagi untuk mencoba loading,  begitu setelah tidur siang dan bangun agak kesorean, saya mencoba lagi dan ternyata berhasil masuk tahap 1 dengan mudah, dan masuk ke tahap 2 untuk memilih kelas tiket dan berhasil dan mengisi biodata, ketika sudah ada VA dan lansung terkoneksi dengan lanjut transaksi, karena terburu-buru saya salah menuliskan email, begitu berhasil membayar seharusnya e-tiket terkirim diemail kemudian saya mengirimkan ajuan komplain / kendala melalui email sudah lebih 1x24 jam belum ada tanggapan, terus ada w\.a center juga saya saya hubungi dan samapai tulisan ini dibuat belum juga memberikan respon, saya hanya ingin memberitahunakn email yang saya masukkan sudah tidak aktif, jarang saya gunakan sehingga kesulitan untuk akses.  semoga akan ada jawaban dan respon sesuai diharapkan, 2 hari ini kepikiran dan mudah mengalihkan pikiran terlebih belum jelasnnya apa saya bisa dikirimkan e-tiket dengan email yang benar. saya hanya berharap tiket itu sampai ke email saya dan saya bisa mewujudkan salah 1 keinginan sederhana saya

Depok,  03.  11.  2024
Pukul  : 21.16

01 November 2024

Harus Bertahan

Ini masih kelanjutan dari tulisan sebelumnya. banyak hal yang harus saya pertimbangkan kembali terutama mengenai keseharian dan kesehatan mental saya. Ketika saya harus berjuang, saya benar-benar harus mempertahankan apa yang saat ini sudah saya jalankan meskipun pembelaan diri saya yang begitu besar masih bertahan kalau sekolah atas kemauan dari Yayasan, karena sejak awal saya berencana melanjutkan studi S3. dengan kondisi seperti ini, saya sering mengabaikan ajakan teman untuk makan bareng, nonton bareng karena ada kekhawatiran saya bakalan boros, uang jatah makan saya menjadi berkurang atau jangan sampai anak-anak saya merasakan kesulitan karena saya yang melanjutkan pendidkan, saya harus rela untuk menunda kesenangan saya, harus memilih apa yang harus saya lakukan mana yang tidak. Saya tidak boleh untuk malu membawa bekal dengan menu telur rebus telur rebus mulu, bagaimana lagi dengan cara itu saya bisa hidup bertahan di depok

Depok, 01.  11.  2024
Pukul : 22.59

Satu November 2024

MasyaAllah, sudah masuk bulan november aja, yang berarti sudah 2,5 bulan saya disini.  ini edisi mencurahkan isi hati dan unek-unek, begitu banyak yang sudah terlewati, intinya agar bagaimana diri saya ini bisa waras. Begitu besar beban kerjaan untuk residensi ini sementara saya dihanya disupport Spp, sewa kontrakan jatah 825 perbulan dan biaya hidup dengan hitungan. Kalau dibilang cukup, sangat cukup hingga saya harus benar-benar menghemat kondisi saya disini, rela membawa bekal ke lokasi dengan lauk seadanya (konsisten 2 telur rebus) karena hanya dengan itu saya bisa menekan biaya hidup. Gaji 6,8 jt jika dipotong dengan biaya hidup anak-anak, SPP sekolah, jika dikalkulasikan semua saya hanya memegang 500rb dan itu untuk pegangan selama 1 bulan. Pihak kampus merasa dengan memberikan uang sebesar itu mereka sudah selesai dalam mensupport dana pendidikan saya sementara diluar itu banyak keperluan-keperluan teknis yang harus saya beli, karena keterbatasan dana yang saya miliki,  saya bahkan sudah lupa bagaimana saya harus hidup selayaknya, bagaimana saya dituntut untuk bisa mengendalikan biaya hidup di Depok sesuai standar hidup di Tarakan, benar-benar rasanya ingin marah, sampai untuk mendapatkan support biaya di posko pun menjadi sulit sementara keperluan untuk residensi saya sangat besar, baju praktik yang tidak mungkin hanya 1, perjalanan dan kebutuhan selama di lapangan tidak sedikit bahkan sampai saat ini saya tidak memiliki beberapa keperluan praktik bahkan untuk kunjungan rumah saya masih harus minjem teman. apa maksudnya ini, ketika saya diamanahkan untuk mengambil spesialis malah saya tidak mendapatkan support sepenuhnya bahkan untuk hal seperti ini juga susah. Tapi saya tidak boleh menyerah dengan kondisi ini, biarlah menjadi tanggungjawab mereka di akhirat kelak sudah membuat dzalim saya seperti ini bahkan untuk meminta dibayarkan kembali uang dinas saya yang 3 juta sudah seperti mengemis-ngemis, saya harus tetap berjalan dengan kondisi serta terbatas, untungnya saya masih dikelilingi teman-teman yang baik bahkan ada yang mengasih uang bensin :( ya Allah, semoga saya kuat dan sabar menjalan kerasnya perjuangan menyelesaikan pendidikan di program ners spesialis keperawatan komunitas. aamiin

Depok,  01.  11.  2024
Pukul :  22.42