26 Februari 2022

Menutupi aib diri dan Aib orang lain

Dalam minggu-minggu terakhir ini, dalam ta'lim online dalam riyathul sholihin dalam bab menutupi aib kamu muslimin dan larangan menyiarkan tanpa alasan yang mendesak (diperbolehkan). Setiap membahasan di bab ini menjadi hal-hal yang sangat akrab dengan keseharian kita dan menyampaiannya sangat sederhana dan mudah dipahami. Salah satu bagian yang diulas adalah ketika Allah subhannah wata'alah menjaga (menutupi) aib kita, namun kita sendiri yang membukanya (sesuai hadist nabi).  Adapula diceritakan, ada ulama besar, ketika bertemu dengan muridnya yang mengatakan bahwa ada orang yang sedang membicarakan beliau di belakang, namun respon beliau di luar dugaan, bukan mencari lebih detail apa yang dibicarakan namun beliau berkata 'apakah syaiton tidak memiliki kurir untuk menyampaikan hal tersebut". Mungkin maksudnya kenapa kita yang harus menyampaikan berita itu, ulama tersebut tidak ingin merusak pendengarannya dengan perkataan yang tidak penting. Kemarin juga diulas, bahwasanya, bukan hanya orang yang menyebarkan aib orang lain yang mendapatkan ganjaran dari Allah subhannah wata'alah, namun kita sekedar senang mendengar aib itu tanpa menyebarkan juga sudah mendapatkan dosa.  Bab-bab ini disampaikan oleh narasumber, dengan lugas dan sederhana, bahwa aib atau dosa yang manusia dilakukan memang tidak bisa dihindari, karena manusia tempatnya dosa dan sering khilaf maka segeralah bertaubat. Allah menutupi aib hambaNya dan mencintai hambaNya yang menutupi aibnya.  Allah membenci sikap lisan membuka aib sendiri. Ketika akan membuka aib seseorang pastika bahwa kita punya argumentasi kuat yang bisa dibertanggungjawabkan saat di pengadilan di hari akhir. Yang bisa mengendalikan diri kita dari berbicara yang berpotensi membuka aib orang lain adalah diri kita sendiri dengan memegang prinsip sesuai hadir "berkata yang baik atau diam". 

Dalam keseharian kita, sering kali berjumpa dengan orang-orang yang dengan mudahnya membuka aib sendiri atau membicarakan aib orang lain. Posisi kita dilematis, apakah ikut bergabung dalam pembicaraan aib tersebut atau menghindari atau mengalihkan pembicaraan lain. Apalagi jika punya "pengalaman sakit hati" atau diperlakukan tidak baik dengan orang yang dibicarakan, jika kita tidak mengendalikan diri maka kita akan ikut tenggelam dalam obrolan gibah tersebut. Terkadang ada aib kita yang pada akhirnya terbungkar tanpa kita sadari, padahal ditutupi aib-aib kita selama ini menjadi nikmat yang harus disyukuri. karena bisa jadi satu aib yang dibuka bisa berdampak besar pada diri kita padahal, masih banyak aib-aib yang belum terbongkar. "tidaklah Allah menutupi aib seorang hamba di dunia, kecuali Allah akan tutupi aibnya di akhirat'. jadi maksudnya jika aib yang kita miliki kita tidak buka atau tidak menceritakan kepada orang lain maka Allah subhannah wata'alah akan menutupi di akhirat. yang biasa ketika ada aib  kita dibuka  oleh orang lain maka yang kita lakukan juga menutupi aib orang itu. Kondisi dilematis juga ketika ada teman yang mencoba mengkonfirmasi kepada kita mengenai kejelekan (aib) teman kita yang lain, walaupun kita punya peluang untuk mempertegas kejelekan tersebut atau malah menambahkan namun perlu diketahui bahwa kita tidak punya hak untuk membukanya apalagi jika itu hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain,  tugas kita menjaga aib orang lain, tidak perlu membuka kecuali jika ada alasan syar'i misalnya saat akan menikah maka kita harus jujur menyampaikan jika ada aib itu bisa berdampak masa depan pernikahan. Aib yang kita miliki haruslah kita bertaubat dan brusaha menutup dan semoga kita mandapatkan ampunan dari aib yang kita lakukan dan kita tidak perlu menyampaikan kepada orang lain. 

Tarakan, 26 / 2 / 2022
Pukul   :  11.50 siang

25 Februari 2022

terhipnotis notif w.a dan sosmed ig

Ketika mendapatkan notifikasi w.a yang masuk yang terkadang mengalihkan perhatian, rencana hanya sebentar malah terjadinya kelamaan membuka w.a tahu-tahu sudah lewat 30 menit, sudah lewat 45 menit, sudah lewat sejam bahkan sampai lebih :( Sebenarnya bukan hal recehan, ketika membuka w.a, saya membalas pesan yang berjawab dan membaca informasi penting yang dibagikan di group apalagi jika dihari kerja, tidak sedikit saya ketinggalan informasi dan salah persepsi tentang sesuatu. tapi ini tidak berlaku di weekend karena dengan sadar dan sengaja saya tidak terlalu mempedulikan w.a demi untuk menjaga kesimbangan pikiran :) hehehe. begitu juga dengan membuka Ig, niatnya hanya melihat sebentar atau melihat notif, malah yang terjadi sudah kemana-mana kepoin ini dan itu, penasaran berita ini dan itu hingga pengen tahu lebih banyak dan detail, dampaknya waktu yang berganti sudah disadari, tiba semua berlalu begitu cepat, sadar-sadar sudah kelewat jam1 lebih :(

Dulu, memang saya banyak menghabiskan bersosmed di waktu senggang, bahkan twitter yang bisa menjadi bahan omelan istri :D, dulu memang sosmed itu menjadi pengalihan pikiran yang tidak fokus / buyar, sosmed menjadi pelarian. namun makin kesininya sosmed menjadi refensi dalam mencari ilmu agama dan referensi untuk running. Sampai segitu saja. saat ini lagi mencari-cari referensi keduanya. walau memang terkadang godaan untuk kepoin feed dan akun orang itu sudah mulai dikurangi. beljar untuk mengatur info apa saja yang kita konsumsi walau tidak mudah. memang banyak waktu yang terbuang dengan terus berselancar dalam sosmed, tahu-tahu waktu habis karena itu bahkan mengabaikan waktu / moment yang lebih penting seperti menyelesaikan kerjaan, melewatkan moment penting untuk beribadah, bahkan melewatkan waktu yang lebih banyak untuk beristrahat, semoga diri ini bisa mengendalikan ini semua, karena waktu itu tidak akan kembali dan terulang, kita yang harus berpacu untuk melakukan kebaikan demi kebaikan serta memberikan sesuatu yang lebih produktif dan bermanfaat.


Tarakan, 25 / 2 / 2022
Pukul   : 18.12 sore

Bersedekah dalam keadaan sempit dan lapang

Ini sepenggal cerita awal bulan februari, semoga Allah subhannah wata'alah menjaga niat baik yang sudah kita jalankan dan dijauhkan dari sifat riyah. Akhir bulan januari atau awal bulan februari menjadi bulan yang delema buat saya, ini hanya terkait dengan pendapatan (gaji). Saat ada pemberitahuan bahwa gaji yang masuk hanya tunjangan, cukup membuat tersentak, karena dalam hitungan kalkulasi duniawi, pastilah tidak cukup. Dari gaji yang ada itu hanya ada bisa untuk uang bulanan istri untuk kebutuhan rumah tangga dan dapur, diluar itupun saya harus menutupi, sebenarnya ada dana saving untuk menjaga-jaga keperluan mendadaka dan urgen, namun saya tidak mau gegabah, saya manfaatkan jika benar-benar dibutuhkan. Ada pengeluaran rutin yang harus saya jalankan seperti  SPP anak-anak, pembayaran listrik dan air, BPJS aqilah hingga kebutuhan pulsa dan keperluan saya dan yang menjadi tantangan berikutnya adalah saya menjadi donatur rutin (insyaAllah) untuk program infaq beras anak yatim dan dhuafa, saya mimilih 25Kg dalam setiap bulannya. Sebenarnya ini tidak ada paksaan harus berapa jumlahnya bahkan semampunya, namun dalam keyakinan saya, jumlah ini sudah pas untuk yang membutuhkan. Dengan bismillah, kondisi belum masuknya gaji full, bukan menjadi penghalang untuk tetap berinfaq. Apalagi saya sadar bahwa, saya benar-benar tidak kekurangan sama sekali, di awal bulan saya sudah membeli jam tangan garmin :) jadi bukan alasan dengan kondisi gaji belum masuk saya menunda melakukan kebaikan itu. karena hanya menunggu waktu dan butuh kesabaran, gaji full akan menyusul, intinya lebih kepamahaman diri dan sadar diri.

Qadarallah, dalam hitungan minggu (tidak cukup pertengahan bulan), ada honoranium kegiatan pelan-pelan masuk, tiba-tiba saya diamanahkan menjalankan kegiatan dan mendapatkan isentif dari itu, dan pembayaran honor ujian yang sempat terkencil juga dibayarkan dalam bulan ini dan alhamdulillah info dari bendahara, bahwa hari ini gaji akan masuk full tanpa pemotongan. nikmat yang mana lagi yang kamu dustai. inilah kalimat sang khaliq, robbul a'lamin. kenapa kita harus menjadi kekurangan ketika kita menjalankan perintah kebaikan. kita tidak perlu khawatir tentang rejeki yang kita miliki, bukan kah sudah jelas dalam firman Nya : sesuangguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa saja yang dikehendakiNya, dan Menyempitkan (bagi siapa yang dikehendakiNya). barang sapa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya, Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya". Hadist nabi : Ketika maba berada di waktu pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa " Ya Allah, berilah ganti pada yang gemar berinfaq, malaikat lain berdoa, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggang bersedekah".  semoga niat baik ini selalu hadir walau kondisi kita dalam keadaan sempat apalagi saat lapang.

Tarakan, 25 / 2 / 2021
Pukul   : 10.15 pagi

24 Februari 2022

Hidayah dan Janji Primordial

Dulu-dulu, saya pernah membaca buku karangan Nurcholis Nadjid, cendekiawan muslim yang cukup terkenal dijamannya, bukunya mengutip ayat alquran  bahwa manusia sebelum turun kebumi sudah melakukan janji promodial dengan Allah subhannah watalah bahwa kita mengesakan Allah sebagai Tuhan. sebagaimana disebutkan dalam alquran surat al A'raf (7):172 : "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman),: "bukankah Aku ini Tuhanmu, mereka menjawab betul, (Engkau adalah Tuhan kami),  kami bersaksi. (kami lakukan  demikian itu ) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini"  lanjutan ayat 73 : " atay agar kamu tidak mengatakan, "sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. maka Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"

semalam saat ta'lim tentang aqidah dan topik yang dibahas adalah Tauhid, ini menjadi bahan pertanyaan saya sama ustat muhammad Nasir.  saya juga mengutip hadist nabi yang menyebutkan bahwa "setiap bayi yang lahir dalam keadaan fitrah, orang tua mereka yang menjadikan yahudi, nasrani atau majusi" saya melanjutkan pertanyaannya apakah hidayah itu akan selalu datang pada orang-orang yang selama ini belum masuk ke dalam islam, agar mereka tetap berada pada janji tauhid tersebut?.  ustad menjawab bahwasanya hidayah itu akan selalu ada, namun pertanyaannya apakah kita mencari selama ini? jangankan orang non islam, kita yang terlahir sebagai muslim saja belum tentu menjalankan ketauhidan ini dengan benar. jadi tergantung sejauh mana kita mau mencari, karena orang terkadang merasa ego tau sombong dengan kondisinya saat ini, atau merasa tidak ingin terbebani dengan syariah sehingga mereka sengaja tidak mencarinya. (demikian).

jadi kesimpulannya, tergantung dari manusia, apakah mau mencari dan menjemput hidayah, jika kita melihat kutipan ayat ke 73 di atas, bahwa kita tidak bisa menyalahkan nenek moyang atau membela diri dengan kita tidak menjalankan tauhid. Beberapa dari kisah orang yang mendapatkan hidayah, memang diawali dengan mencari dan belajar sendiri hingga mantap untuk bersyahadat. dan kita yang saat ini yang sudah berislam, harus terus memperbaharui pemahaman keislaman kita agar benar-benar berislam secara kaffah, sesuai tuntutan Rasulullah shalallahi alaih wassalam. dan terus belajar dan menjadi ilmu yang bermanfaat. semoga kita diberi taufiq dan cahaya iman untuk menjalankan itu semua. aamiin

Tararakan, 24 / 2 / 2022
Pukul      :   16.47 sore

Sakit dan Penggugur Dosa

Saya dan mungkin sebagian  orang jika sakit merasa kurang menerima :) naudzubillah, bisa jadi kurangnya iman, rasa itu begitu mengganggu, kita merasa aktifitas yang akan kita jalani akan terganggu karena kondisi kesehatan yang tidak mendukung, bagi sebagian kecil orang ini moment yang pas karena kita tidak akan melakukan aktifitas dan memilih untuk istrahat serta merasa tidak terbebani dengan pekerjaan yang terhalangi dengan kondisi kesehatan yang tidak mendukung. Mungkin karena tipe workerholic, terlalu mengejar-ngejar dunia sampai kondisi kesehatan tidak dipedulikan. Reaksi spontanitas ini memang harus betul betul dikendalikan, jangan sampai kita lalai dan "menggadaikan" iman. bukannya ini saatnya tubuh ini beristrahat, mungkin selama ini badan kita terlalu diporsi hingga fisik kita. apalagi saya tipekal pelari dadakan, yang terlalu ngejar-ngejar target lari hehe, hingga pada suatu momen kondisi kurang mendukung dan belum lagi di saat yang bersaam kegiatan saya sahut menyambut :) qadarallah, kondisi kesehatan saya drop dan betul-betul kondisi menjadi tidak seperti biasanya.

Banyak yang harus disyukuri, sejak merasakan sakit (kurang enak badan) sejak senin kemarin, alhamdulillah, saya bisa menjalankan aktifitas rutinitas mengajar, senin masih mengajar pagi hingga siang, sorenya masih sempat lari walau dengan jarak dan intensitas ringan serta masih diberikan taufiq untuk menjalankan shaum senin. selasa juga demikian, pagi masih sempat mengajar bahkan sorenya sebelum ke kontrol ke dokter masih menyempatkan lari sore dengan intensitas ringan 5K :) dan alhamdulillah setelah meminum obat antibiotik dan vitamin Bcom dari dokter ada perbuahan walaupun saat ini gejala influensa dan batuk mulai terasa tapi tidak terlalu berat.

Hikmah dibalik sakit ini, selain manfaat fisik yang membuat kita harus lebih banyak istrahat dan mengurangi intensitas aktifitas lari, hal yang harus dicantumkan adalah sakit ini merupakan penggugur dosa. bahkan dulu, para sahabat ketika sakit datang, maka akan bersyukur karena disaat bersamaan akan digugurkan dosa-dosanya. "tidaklah menimpah seorang mukmin sakit yang terus menerus, kepahayan, penyakit, dan juga kesedihan bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya melainkan akan dihapus dosa-dosanya"  bismillah, semoga sakit ini makin mengingatkan kita bahwa banyak hal yang positif yang bisa kita ambil salah satunya kita harus bersifat optimis dengan kondisi sakit merupakan qodar yang harus kita terima dan  kita berharap dan berdoa bahwa kesembuhan dari Allah subhannah wata'alah.

Tarakan,  24 / 2 / 2022
Pukul   :  07.07 pagi

22 Februari 2022

Cuaca Kurang Bersahabat, Penyakit Pancaroba menggeligat

Dalam beberapa minggu terakhir kondisi cuaca di Indonesia tidak menentu apalagi di Tarakan, kita mendapatkan kondisi yang dingin, dan hujan turun tanpa bisa diprediksi. Dampaknya akan sering melihat melihat orang batuk-batuk, suara serak-serak. untuk di rumah sendiri, yang pertama kali merasakan efek cuaca yang tidak menentu ini adalah si bungsu, tidak main-main langsung sesak dan harus dilarikan ke UGD dan melakukan perawatan selama 1.5 hari. Begitu balik di rumah langsung main, hanya bertahan 2 hari kembali lagi batuk dan hidung berair, alhamdulillah setelah kontrol / cek up setelah dirawat dikasih antibiotik dan ada perubahan sekarang sudah main. kemudian gantian sm kakaknya, atiyah tapi hanya satu hari begitu minum obat dari puskesmas ada perubahan. lanjut rafa lagi sekarang lagi batuk-batuk dan pemungkasnya yang kena saya. Mungkin karena efek kelelahan kemarin, dan kemarin-kemarin kesehatan jadi drop. semalam sudah mencoba mengkonsumsi wedan kayu putih, malamnya minum paracetamol + multivitamin, alhamdulillah ada perubahan.

Dalam kondisi penambahan kasus covid19 varian omicron saat ini, menjadikan kita was was, jangan-jangan ini bagian gejalanya (naudzubillah min dazliq)  namun ini tidak lain efek perubahan cauca yang cukup ekstrem, begitu siang terasa panas banget, namun begitu dingin terasa dingin banget. khusus untuk saya memang tidak bisa dipungkiri, efek lari pagi dalam tiga hari berturut-turut cukup memberikan efek. Sabtu, saya lari dengan total 25K :) walau dengan cicilan, 4K awal dengan eayrun, 4K terakhir malah ada jedah 2,5jam karena harus mengikuti kegiatan. karena membutuhkan catatan di aplikasi lari harus bela-belain untuk lanjutkan lari menjadi 21K :) Ahad pagi cuaca juga tidak terlalu mendukung, ada gerimis-gerimis, saya lakukan easyrun dan melanjutkan berenang :) lanjut ngikut zoom sampai ashar, setelahnya baru agak rileks. Kemarin sebenanrnya kondisi saya masih terbilang aman. Mungkin efek cape kerja seharian kemarin dan saya lanjut lari sore walau hanya dengan 7K rupanya cukup memberikan efek kelelahan. Alhamdulillah pagi ini ada perubahan, walau semalam sempat bangun jam 2 dini hari, namun kondisi kurang memungkinkan sehingga saya melanjutkan tidur dan kembali melaksanakan shalat witir di sebelum azan subuh.

Qadarallah, memang ada kondisi-kondisi yang diluar kendali kita, boleh jadi kita begitu semangat menjalankan aktifitas dan rutinitas namun diwaktu-waktu tertentu tubuh kita tidak mensuppor bahkan kondisi dan cuaca yang bersahabat. tetap jaga kesehatan, tetap berolahraga secukupnya, istrahat yng cukup dan gizi yang seimbang. salam sehat

Tarakan, 22 / 2 / 2022
Pukul   : 7.29 pagi

20 Februari 2022

Menjajal kolam renang Lantamal XIII Tarakan

Alhamdulillah, akhirnya hari ini bisa bersilaturahmi di tempat kerja rekan lari, beliau adalah letkol (laut) Rachmad Iksan.  Mengulang ketika pertama kenal beliau yaitu sejak  lebih setahun yang lalu (antara Nov dan Desember 2020), beliau banyak bercerita tentang rutinitas  (tanpa menyebutkan jabatan) walau hanya gambaran besarnya saja dan yang bikin takjub dan salut, beliau ini low profil, padahal jika dilihat pangkatnya sudah terbilang tinggi (perwira menengah) kalau di kodim ini sudah jadi komandan kodim, dan beliau memang sejak ditugaskan di Tarakan. cerita awal bertemu juga sudah sangat welcome bahkan hampir setiap akhir pekan bertemu di track running islamic. sebelum harus menjalani pendidikan letkol, ini juga unik, saat itu beliau hanya bilang akan ke jakarta disuruh pimpinannya :) sayapun ga terlalu banyak menanyakan apa sebenarnya yang beliau lakukan, saat itu saya berpikir hanya tugas kantor biasa. Tapi makin kesininya juga makin penasaran kok beliau tidak pulang-pulang ke tarakan, sampe saya berpikir beliau sdh dipindahtugaskan di Jakarta :) beberapa kali ngirim w.a ada yang sempat di balas dan ada hanya diread :) hehehe sampai suatu waktu, saya melihat distory beliau sempay melihat story saya, padahal beliau jarang sekali mengaptifkan story. Kira-kira ada sekitar  sebulan kemudian, ketika Indonesia lag awal-awal memasuki gelombang kedua varial delta, begitu lari sore, saya lihat dari kejauhan, ada penampakan sosok mirip beliau, begitu berpapasan, ternyata beliau sudah senyum-senyum :) saya sapa dan menanyakan kabar dan sekaligus nanyain kapan beliau datang, beliau cerita kalau baru saja tiba tadi siang :)  semenjak itu hampir setiap akhir pekan kembali bertemu beliau dan pernah suatu ketika beliau menceritakan ada proyek kolam renang lantamal yang lagi di buat, sejak saat itu (sekitar juni) target 6 bulan selesai (ini uda nyampe februari), beliau ceritain progress kalau pas lagi jogging bareng. suka bolak balik ke tempat kerja hanya ingin melihat progress kolam renang ini, bahkan sampe weekend ahdpun harus turun. Akhirnya sekitar 6 bulan lebih  sampe tahap finishing, cuman beliau belum menyampaikan belum dibuka secara resmi, masih harus dibenahi lagi. (panjang banget kronologisnya  hehehe:) 

kemarin begitu berpapasan lari, saya temani beliau lari 4K, yang sebenarnya rencananya mau HM, tapi cuaca tidak mendukung di awal2, beliau mengajak untuk mengabari jika mau ikut berenang bisa pagi atau sore. kemarin itu masih kejar-kejaran dengan jadwal HM dan zoom. dan saya juga harus memastikan untuk hari ini tadi, jadwal zoom saya siang atau pagi. alhamdulillah pagi, jadi saya bisa janjian sama pak iksan. semalam janjian dan di acc, setelah lari pagi saya akan nyusul kembali konformasi sama beliau, setelah kontak-kontakan akhirnya kami bertemu depan islamic dan menuju mako lantamal. Sayapun menjajal konam renang yang selama ini beliau ceritakan, dan hasilnya wow, keren dan benar-benar ini diperuntukan untuk lomba renang :) sesuai standar kolam renang ada tingkat kedalamannya dan panjangnya sekitar 250m dan lebar 25 menter. dan dalam kolamnya berjenjang sesuai garis, putih, biru, kuning, merah yang terdalam sekitar 3,5m (pantasan saya tenggelam saat pertama kali nyebur :)  saya awalnya berpikir, bisa tidak berenang sejauh ini, melihat pak ikhsan berenang saya sudah geleng-geleng kepala. beliau mengajari teknik awal berenang, mengatur pernapasan. awalnya saya terheran-heran lihat beliau mengapain tenggelam muncul tenggelam di tangga kolam, rupanya lagi pemanasan untuk mengatur perpanasan. Awalnya saya anggap sepele, setelah saya mencoba melakukan rupanya cukup sulit juga sampai saya ngos-ngosan. hehe rupanya ini teknik agar saat berenang kita bisa bernapas dengan rileks.  

Selama ini, saya berenang "kampung" sekedar berenang tanpa teknik., maklumlah saya berenangnya di laut dan saat kecil berenang di sungai. dulu itu yang penting berenang tanpa teknik tertentu. apalagi menyelam. selama mengantar anak-anak di bais juga seperti itu asal berenang dan memang itu kolam renannya untuk rekreasi bukan untuk olahraga yang terstandar renang hehehe. saat tadi pagi pertama kali mencoba apakah saya bisa berenang sejauh 250m itu, sebelum mencoba saya dikasih pengarahan sm pak ikhsan, bagaimana menggerakkan tangan dan kaki dan bagaimana mengatur napas saat menyebur dan muncul kembali. saya mencobanya, benar-benar dalam diri sepanjang berenang saya membangkitkan, saya pasti bisa, walau pada akhirnya finis juga dengan gaya yang tidak konsisten, dalam beberapa (ketika dipertengahan) sudah berantakan wkwkwk asal finish. saya kembali diarahkan, untuk tetap fokus menjaga ritme kaki dan tangan. tidak lama kemudian saya balik lagi ke lintasan awal. dalam hati wow, apakah saya bisa lagi? heehe saya akan mencobanya., lagi-lagi kali ini hampir sama dengan yang pertama saya tidak fokus dipertengahan dan pada akhirnya finish juga. tidak lama kemudian diajak untuk kembali mencoba ketiga kalinya, dan kali ini benar-benar kacau wkwkw saya kehabisan napas dipertengahan dan harus berhenti dan berpegang hehehe dari kejauhan pak ikhsan sudah mengayungkan tangan memberikan isyarat harus lanjut.. hehe saya lanjut dan lagi-lagi gagal mengatur napas dan kembali harus berpegang, pada akhirnya finish juga dengan napas tersengal-sengal. akhirnya dikasih arahan agar tetap menguasai diri dan harus lebih rileks dan saya menanyakan kembali posisi tangan dan kaki, setelah diarahkan saya kembali mencoba dan alhamdulillah kali ini saya bisa menguasai diri dan bisa mengendalikan gerakan dan napas sekali napas sekali gerakan tangan dan kaki. 
pengalaman yang sangat berharga hari ini. semoga masih ada kesempatan untuk kembali menjajal dan memperbaiki kualitas renang :)

Tarakan, 20 / 2 / 2022
Pukul   : 20.30 malam

Half Marathon yang Gokil

Kemarin pagi, saya melakukan rutininitas lari dengan menu longrun. sekaligus kemarin mau melihat sseperti apa capaian lari half marathon (HM)  saya dengan menggunakan garmin. Jika melihat kembali  catatan lari saya yang sudah-sudah, pertama kali saya melakukan tanggal 20 Oktober 2020 dengan durasi 2 jam 16 menit di pace 6.24, pas masih panas-panasnya pandemi :) pencapaian ini sangat luar biasa, karena untuk bisa masuk ke tahap ini tidak lah mudah, saya harus intens latihan interval sebagai penyokongnya. di awal-awal malah saya jadikan HM ini sebagai menu wajib setiap sabtu, dengan durasi waktu yang bervariasi, rupanya ini cukup memberikan pengaruh buat saya :) rupanya saya jadi drop bahkan pernah sakit karena ini :D akhirnya saya sadar setelah membaca artikel kalau HM tidak baik dilakukan setiap minggu :) karena termasuk longrun sebaginya dilakukan 30-35% dari total lari mingguan, jika total lari saya sepekan itu sekitaran 60K berarti longrun saya cukup di 18K untuk setiap minggunya. sejak saat itu saya merubah pola menu latihan saya di sabtu dengan longrun 17-18K saja untuk HM paling-paling 2-3 minggu sekali.  

Kembali ke cerita kemarin, semalamnya sudah niat untuk HM, sudah melakukan loading karbo dan sudah mempersiapkan diri dengan tidur lebih awal. qadarallah sejak jam 3 dini hari sudah hujan sambil berharap nanti hujannya redah pas subuh. karena paginya itu ada kegiatan zoominar, saya mencoba mempersiapkan dan ternyata ada dokumen yang harus saya ambil di kampus, karena sudah siap mau lari sekalian mampir ambil dokumen yang diperlukan sambil juga membeli menu sarapan favorit nasi kuning sate :)/ menuju ke islamic rupanya uda mulai gerimis dan sebenarnya masih memungkinkan untuk lari, saya melakukan pemanasan sekalian berteduh, tidak lama kemudian melintas rekan lari, pak letkol (laut), saya menyapa dan sekalian lari bareng sambil melihat cuaca apakah ini memungkinkan untuk HM, dua kali putaran dengan pace benar-benar easyrun (4K), beliau menanyakan kalau mau lanjut lari (kenceng) silakan, biasanya seperti itu karena beliau tahu kalau saya larinya pasti seperti itu (padahal hanya pace 6 :) saya bilang sekalian di ujung :) saya mampir untuk ke toelet sebentar dan melanjutkan lari dengan mengatur ulang garmin :)

saya mencoba lari menusuri rute kota, dari islamic langsung menuju bea cukai tarakan (pelabuhan malundung), batu sekitar 1,5 K hujan mulai turun namun masih terbilang ringan, masih dikategorikan gerimis :) saya lanjutkan saja begitu dekat-dekat bea cukai hujannya redah, namun baju ini tidak terlalu basah karena hujan, basahnya karena keringat :) lanjut lai ke GTM hingga RSAL, saya belok ke taman oval ladang dan sempat bingung, apa saya lanjut lewat kodim atau nanti belok ke lapangan golf, ternyata saya memilih opsi kedua. begitu tiba di stadion saya terlintas untuk mampir di rumah karena saya cukup haus dan sengaja mau menyalakan laptop untuk masuk zoom, begitu sampe di rumah, minum dan nyalakan laptop dan ternyata tidak terkoneksi dengan w.a karena hp saya di motor yang di parkir di islamic belum nyala terpaksa saya balik lagi islamic begitu sampe disana, garmin sudah menunjukkan 17K. saya istrahat dan ambil hp, rencanya mau sambil lari membereskan 4K yang tersisa dambil ngezoom. awalnya aman masih bisa ngezoom dengan menggunakan airphone, begitu ada video masuk saat zoonm aktif, bluetooth aktif dan garmin terkonek, tidak lama kemudian garmin saya error yang tidak bisa menunjukkan monitor lari. saya mencoba beberapa kali sampai-sampai merestar kembali. tapi zoom dan earponhe sudah kembali terkonek, garminnya masih error. tidak lama saya mendengar dari di zoom untuk mempersilahkan saya membawakan materi. karena posisi saya sedang di islamic saya minta izin 10 menit untuk mempersiapkan diri sekaligus mengkonekkan dengan laptop.

Sekitar 5-7 menit saya nyampe di rumah, saya harus segera bereskan diri dan menggunakan batik seragam. akhirnya saya bisa terkonek dengan zoom dan membawakan materi. zoomnya berakhir sekitar jam 11. saya mencoba kembali mengacak-ngacak garmin dan alhamdulillah sudah kembali bagus dan posisinya terpause di 17K berarti saya masih ada waktu untuk menyelesaikan apakah sekarang atau nanti sekalian sore karena pertimbangannya saya sudah mandi :) saya memilih untuk kembali ke islamic untuk membereskan 4 K :) ternyata cuacanya masih seperti pagi tadi gerimis-gerimis ringan dan saya tetap melanjutkan lari alhamdulillah akirnya beres 21 K dengan durasi 2 jam 3 menit dengan pace 5.50 jadi hari total saya berlari 25K (HM+4K saat lari sebelum HM), benar-benar kali ini HM gokil, begitu banyak penghalangnya, sampai-sampai saya harus berhenti beberapa kali. dan mampir ke rumah untuk minum :) dan harus berhenti sejenak demi mencatatkan diri di feed garmin lari 21K padahal tadi itu total di awal sdh 21K namun catatan lari agak beda karena saya sudah bereskan di 4K pertama dengan pace easy dan 18K. semoga sebelum ramadhan masih sempat lari 21K dengan benar-benar full HM tanpa ada lagi drama-dramanya :) aamiin

Tarakan, 20 / 2 / 2022
Pukul   : 6.56 pagi

15 Februari 2022

Menjaga kemulian bulan Rajab

Bulan rajab merupakan salah satu bulan harram atau bulan mulia. Dalam sebuh hadist disebutkan bahwa ada empat bulan muliah dalam setahun, 3 yang berurutan (Dzulqodah, Dzulhijjah, Al Muharram) dan satunya tersendiri (Rajab). Fadillah dari ke-empat bulan haram itu adalah amalan baik dilipatgandakan pahalanya, dan berbuat keburukan (bermaksiat), dosanya dilipatgandakan. Banyak amalan-amalan sunnah yang kita bisa lakukan, dari bersedaqah, menjalankan shalat sunnah rawatib: ba'diah dan qabliah, tadarrus, mentaburi al qu'ran, berbuat baik. Untuk bulan rajab sendiri diartikan bahwa ini sebagai persiapan untuk memasuki 2 bulan menjalankan bulan ramadhan, bagi para ulama, bulan rajab, bulan menanam, artinya amalan-amalan sunnah sudah mulai kita latih untuk menjalankan, dan mentapkannya nanti di bulan syawal serta kita akan all out saat bulan ramadhan. Bulan rajab sekaligus menjadi bulan mengingat bahwa bulan istimewah akan segera datang.

Selain amal sholeh yang dijalankan, ternyata godaan melakukan kemaksiatan juga begitu besar. kita sudah terlalu terbiasa mendzalimi diri kita sendiri dengan perbuatan kita sendiri, kita seakan lupa bahkan tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan dosanya dilipatgandakan, dan dampaknya kita semakin jauh dari cahaya Ilahi, kita semakin menggelapkan hati kita, bahkan kita sengaja tidak mau mencegah dari apa yang kita lakukan, menjerumuskan diri pada hal-hal yang merusak hati. na'udzubillah semoga hawa nafsu merusak diri dengan perbuatan maksiat dan dosa yang kita lakukan tidak terus menerus kita jalankan, Kita diberikan taufiq agar sadar dan bertaubat untuk tidak melakukan ini. walau sebagai manusia biasa, terkadang kita tidak luput dengan kekhilafan dan disaat kita sadar bahwa itu salah maka kita harus sebgera memperbaiki dan memutuskan jejaring perbuatan salah tersebut.

Semoga, bulan rajab dan bulan harram yang lainnya, menjadikan kita sadar dan tahu bahwa apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan setimpal bahkan dilipatgandakan. sisa kita yang menentukan apakah ingin kebaikan dalam hidup kita atau keburukan untuk diri kita. apakah kita menginginkan kesenangan semu, dengan mengejar-ngejar dunia yang fana ini atau kita mengingkan kebahagiaan sesungguhnya di akhirat kelat walau kita harus berjuang keras melawan diri dan hawa nafsu yang bisa menjebak kita ke jalan kesesatan. wallahu a'alam bishawab.

Tarakan, 15 / 2 / 2022
Pukul   : 07.07

Puasa Ayyaumil Bidh

Alhamdulillah hari ini memasuki puasa hari kedua, ayyaumil bidh, puasa yang disunnahkan dijalankan di tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan hijriah. Fadillah yang didapatkan adalah seperti berpuasa sepanjang tahun. termasuk ini amalam yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah yaitu puasa sunnah di tengah bulan, shalat dhuha dan shalat witir. Puasa ini bagi sebagian orang masih kurang familiar. bahkan dalam keluarga dan pertemanan saya :) misalnya ketika saya menjalankan bukan di hari senin hingga kamis, apalagi jika jatuhnya pas hari sabtu dan minggu :) makin orang bertanya-tanya puasa apa dihari sabtu dan minggu? karena ada sebagian orang berkeyakinan bahwa puasa di dua hari tersebut tidak dianjurkan, alhamdulillah ada ilmu yang saya dapatkan, jika dihari tersebut boleh dijalanka asalkan melengkapinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudah hari sabtu dan minggu. Ada permasalahan dalam penentuan kapan jatuhnya tanggal 13 itu karena dari kalender di aplikasi app itu selalu selisi sehari dengan yang ada di kalender manual yang mengikuti golongan salaf :) bahkan saya harus memastikan, saya harus membuka sosmed ustad ustad salaf :) 

Jika mengingat-ingat diawal-awal berpuasa ayyaumil bidh ini, saya menafsirkan sendiri, saya berpuasa ditanggal 14,15 dan 16 :) heheh untungnya saya diluruskan oleh teman kerja. dan sejak idul fitri tahun lalu, saya sudah mulai belajar berpuasa ayyamul bidh ini, saya lupa persissnya, seingat saya, 3 bulan harram tahun lalu yaitu dzulqa'adah, dzulhijjah dan almuharram, saya tidak melepaskan kesempatan ini. semoga taufiq dan hidayah Allah subhannah watalah selalu tercurahkan, saya masih dalam tahap belajar untuk menjalankan ini semua dan ternyata jika dilakukan secara konsisten dan kontinyu, semua berjalan tanpa disadari dan semua lillahi ta'alah.  Tanpa disadari dua bulan lagi akan memasuki bulan ramadhan, semoga semua dilancarkan dan kita bisa memasuki bulan ramadhan aamiin. dan selama dua hari ini puasa ayyaumul bidh berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan. aamiin

Tarakan, 15 / 2 / 2022
Pukul   : 6.43 pagi

12 Februari 2022

Memahami Kondisi, Belajar Kendalikan Diri

Ada situasi dan kondisi yang membuat kita merasa terkejut, diluar dugaan kita harus menghadapi. Reaksi pertama yang kita hadapi adalah kaget, pengen marah, ngomel-ngomel dan ini menjadi momen yang sangat tepat untuk mengeluarkan kata-kata kecewa bahkan meluapkan amarah tapi sikap kita seperti itu, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Yang harus saya lakukan adalah bagaimana keluar dari situasi itu walau ada yang harus dikorbankan, itu tidak menjadi masalah, selama masih ada kebaikan mungkin saya akan melakukan. Situasi ini mengajarkan kita untuk bisa mengendalikan diri dalam kondisi yang diluar dugaan kita, padahal di situasi itu sebenarnya bisa dikomunikasikan  bahwa ada yang harus diantisipasi dan lagi-lagi saya memilih diam dan mencoba untuk tidak mempersoalkan walaupun sebenarnya jika situasi itu saya sebagai "terduga" dan sudah pasti saya akan mendapatkan kata-kata mutiara yang begitu menusuk ke relung hati, tanpa ada perenungan lebih dalam apakah kata-kata itu pantas untu diucapkan, bukankah distuasi yang sama dalam waktu yang berbeda ketika itu berbalik peran, saya tidak pernah mempersoalkan bahkan cenderung diam dan menahan diri. Sebenarnya mau mengklarifikasi dan menanyakan perihal masalah ini, namun belajar dari pengalaman yang sudah-sudah malah respon yang  kita dapatkan lebih memperburuk kondisi. kita tidak pernah mendapatkan situasi dimana orang yang kita maksudkan itu, "sadar" untuk menyampaikan bahwa kondisi itu diluar perencanaan dan lagi-lagi selama ini kita berhadapan dengan orang yang "merasa" benar dengan tindakannya dan menganggap bahwa itu menjadi kewajiban saya, padahal cukup dengan memberitahukan situasi diawal agar saya bisa mengantispasinya:)

Ketika sedang menulis ini, saya sedang mendengarkan ta'lim online tentang menahan amarah. dijelaskan bahwa marah adalah kunci dari semua keburukan. tidak ada kebaikan di dalam marah, jika marah itu bukan atas dasar cinta kepada Allah subhannah wata'alah. misalnya ketika seorang guru "marah" kepada muridnya ketika tidak menjalankan adap atau perinta sesuai keilmuan. atau misalnya seorang suami/ istri marah kepada istri/suami karena ketaatan kepada Allah subhannah wata'alah. bahkan ada ulama besar (abdul malik bin marwan) mengatakan jika ingin melihat kualitas seseorang adalah lihat ketika orang itu marah.  sebagai contoh kita bertemu teman. dan beberapa teman memesan makanan yang harganya wow. dan sebenarnya saat itu kita bisa marah. bagaimana respon kita terhadap situasi itu menunjukkan kematangan kita. Jika merasa biasa saja dan bisa menahan diri dari amarah maka kita tergolong orang matang, jika sebaliknya kita marah-marah berarti  kematangan diri kita masih kurang. belajar dari ceramah yang sedang saya dengarkan ini, semoga saya bisa belajar memahami situasi dan kondisi diluar ekspektasi yang sebenarnya disaat itu moment untuk "marah" itu sangat tepat. sudahlah., dari pada membuang-buang energi. ingatlah "wahai manusia, marah itu adalah dari syaiton, dan syaiton itu dari api dan jika salah satu antara kali lagi marah maka padamkan dengan air."

Tarakan, 12 / 2 / 2022
Pukul   :  17.37

11 Februari 2022

Amalan di Hari Jum'at

Hari Jum'at menjadi hari yang spesial bagi ummat muslim, karena dihari ini penuh dengan keberkahan. Selama ini saya hanya mengetahui bahwa hari jum'at hanya rutinitas shalat jum'at dan yasinan :) dan hari jum'at dikenal dengan hari yang pendek padahal sebenarnya jumlah jamnya sama dengan hari yang laun 24 jam :) bedanya karena hari jum'at ada rutinitas yang sudah wajib dijalankan, olahraga di pagi hari dan siangnya masuk shalat jum'at belum lagi jika ada kegiatan sorenya. Kesibukan di hari jum'at ini menjadikan kita lupa atau tidak mengetahui sama sekali bahwa hari jumat memiliki banyak keistimewaan. kita sudah dibiasakan menjalani waktu demi waktu di hari yang penuh keberkahan ini hany dengan shalat jum'at dan yasinan. 

Padahal begitu banyak kemuliaan dihari jumat yang bisa kita jalankan. sejak maghrib di kamis malam (malam jum'at) kita sudah bisa menjalankan amalan itu diantaranya membaca surat al kahfi (faedahnya akan diberikan cahaya hingga jum'at berikutnya), memperbanyak sedekah, memperbanyak shalawat, memperbayak dzikir terutama setelah shalat ashar karena merupakan waktu yang mustajab. sementara amalan yang bisa kita lakukan ketika akan melaksanakan shalat jum'at bagi kaum adam, adapun sebelum shalat jum'at, kita bisa lakukan memotong kuku, mandi dan bersiwak (menggosok gigi), mengenakan pakean terbaik dan bersih (sebaiknya baju putih), memakai wewangian, datang lebih awal di mesjid, melaksanakan shalat tahiyatul mesjid dan dilanjutkan shalat sunnah mutlak hingga khotib membuka dengan salam. duduk dan mendengarkan ceramah dan saat khotib berada di antara dua kotbah, memanfaatkan waktu untuk berdoa :) dan setelah shalat jum'at melaksanakan shalat sunnah kembali.

Alhamdulillah, dengan taufiq dan hidayah Allah subhannah wata'alah, amalan-amalan itu, saya belajar untuk menjalankan dan berusaha untuk istiqomah, walau  terkadang ada saja yang menjadi kendala untuk menjalankan semuanya. terkadang disibukkan dengan urusan kerjaan hingga kehilangan moment datang lebih awal di mesjid. 3x jum'at saya mencoba mengenakan baju gamis putih :) yang sebenarnya baju ini cukup lama, memotong dan merapikan kumis dan jenggot ;) semoga diusia yang sekarang hampir memasuki 40 tahun, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. semoga hidayah dan taufiq serta pertolongan Allah subhannah wata'alah selalu hadir sehingga diri tidak lalai dengan kemuliaan hari jum'at. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 11 / 2 / 2022
Pukul   : 18.23 jelang maghrib

08 Februari 2022

Hape Hang, terpencet menelpon

Saya mengalami dua kondisi hp menelpon teman tanpa saya sadari dan ketika melihat notifikasi hp saya baru saja  menelpon atau teman kirim w.a. menanyakan apa ada gerangan tadi menelpon. untuk yang pertama terjadi sekitar bulan agustus tahun lalu, ketika lagi mengerjakan sesuatu, sempat membuka hp kemudian memasukkan dalam saku dan tanpa saya sadari menelpon teman yang di PM AD Tarakan. pas sore itu beliau ini lagi piket. dan tanpa saya sadari juga beliau menelpon balik, posisi saya itu sedang melintas di depan kantornya dan saya sedang mengejar waktu untuk shalat maghrib dan melanjutkan ikut talim di mesjid. Sadarnya saya ketika membuka hp, sempat kaget tiba-tiba rekan ini menelpon dua kali, ini ada apa gerangan, tidak seperti biasanya. Begitu mengecek panggilan keluar, saya yang rupanya menelpon duluan namun tidak terangkat. saya nelpon balik beliau dan coba sms kalau tadi hp lagi hang dan kepencet menelpon dan anehnya lagi kenapa harus nomor teman ini.Dampaknya mungkin karena dikira kepencet lagi, pernah saya nelpon 2 x sudah tidak diangkat dan tidak ditelpon balik. begitu juga ketika saya kirim sms mengucapkan HUT TNI juga tidak dibalas, tidak seperti ketika mengirimkan ucapan selamat HUT untuk kesatuan beliau. balasan pesannya cukup akrab :) 

Kejadian barusan tadi siang yang membuat jantung hampir copot. ketika sedang di laboratorium saya mendapatkan notifikasi pesan, dan datangnya dari sahabat yang dalam 1 bulan terakhir ini sudah tidak berkomunikasi. saya juga kaget, tiba-tiba dia kirim w.a : salam, sehat mas? kok nelpon 3x?., 10 menit kemudian saya membalas dan menyampaikan maaf kayaknya hp saya kepencet. namun tak ada respon dan hanya dibaca pesan saya. wkwkwk. saya kembali kirim pesan, mohon maaf (lagi) kalau hape saya udah uzur, suka hang dan suka nelpon :)  sengaja mengirim pesan ini untuk mengklarifikasi. 2 jam kemudian baru ada balasan : saya maafkan mas. Tadi kayaknya lagi rame banget ya. saya kembali balas, lagi ada workshop kegiatan dan pas lagi praktik jadi rame. dibalas lagi ok siap sehat selalu. saya kembali balas: kurang sehat. dan balasannya Ya Allah cepet sehat ya. saya ucapkan terimakasih dan sedikit menjelaskan kalau cuaca di Tarakan kurang bersahabat, hujan dan malam hingga pagi dingin

Untuk kejadian kedua ini, benar-benar diluar dugaan saya. qadarallah, ini terjadi ketika saya sudah berusaha untuk tidak terlalu berkomunikasi dengan sahabat saya ini dengan berbagai pertimbangan dan pasti kesibukan saya. saya bertanya-tanya dalam diri, kenapa harus nomor teman ini yang harus tertekan, padahal masih banyak nomor kontak lain dalam hp saya. baru saja saya mau menulis tentang "keberhasilan" saya untuk tidak berbasa basi mengirim pesan, persis 1 bulan berlalu, terakhir chat di sore tanggal 8 januari lalu, dan kini terjalin lagi di tanggal 8 Februari. Padahal dalam diri sudah merasa puas dengan kondisi ini, artinya saya sudah belajar untuk menjalani ini. Memang salah saya ketika tidak menjalin komunikasi dalam waktu yang cukup lama ini saya berlajar bagaimana menghargai dan memposisikan teman ini sebagaimana layaknya dia. Memang saya sadari posisi teman ini, begitu dekat secara personal, saling mensupport, namun saya mau belajar bagaimana jika saya harus berjalan tanpa merepotkan sahabat saya ini dengan curhatan ataupun keluh kesah saya. sekali lagi saya tidak ingin memberatkan dan menjadi beban buat teman ini.

Terlalu besar ekspektasi saya saya sahabat saya ini, dua tahun lebih menjalin komunikasi, sudah saling kenal satu sama lain. bahkan dalam beberapa kali pertemuan, komunikasi kami lancar walau endingnya pertemuan ada saja masalah yang muncul. Saya yang terlalu panjang berpikir dalam setiap ada salah paham. terutama untuk masalah yang terakhir tahun lalu. Entah hikmah saya kepencet nelpon ini, apakah saya diingatkan untuk kembali menjalin komunikasi. karena sudah berniat untuk membatasinya, banyak pertimbangan dan salah satunya mau fokus menyelesaikan target yang ingin diraih di tahun ini. Saya sebenarnya mengabaikan sudah seberapa jauh persahabatan saya, saya hanya ingin menghindari hal-hal yang tidak diharapkan, walau saya yakin, teman ini tidak merasa terbebani dengan kehadiran saya yang kadang tidak mengenal waktu dalam berkomunikasi. sebenarnya niat membatasi komunikasi untuk kebaikan saya dan kebaikan teman, saya tidak ingin mengantarkan teman ini pada jalan yang salah, demikian juga untuk saya, semua untuk kebaikan bersama, semua untuk meraih meridhoan Allah subhannah watalah. aamiin

Tarakan, 8 / 2 / 2022
Pukul   : 18.08 

Gelapnya Hati

Sering kali saya mendengarkan potongan dari ceramah ustad-ustad kondang di youtube baik yang memagang manhaj salaf maupun ustad yang cukup modern dalam mengajarkan keislaman. salah fokus yang sering saya dengarkan adalah "jangan melakukan maksiat, karena itu mendzolimi diri sendiri. banyak sekali dampak dari maksiat ini, salah satunya adalah membuat titik noda hitam dalam hati, apabila ini sudah terlalu lama maka hati akan mengeras dan sulit menerima cahaya ilahi robbi. ini yang menjadi iman kita menjadi "lemah" dan mudah goyah. Ini juga yang menjadi hijab untuk kita mendekatkan diri kepada Allah subhannah wata'alah, bukan cahaya Nya yang menjauh, namun hati kita yang sudah terlalu kotor dan gelap yang tidak bisa menangkap dan menerima cahaya kebaikan itu. Pernah suatu ketika, saya merasa kenapa tidak mudah untuk bisa bangun shalat malam, dan ini mendapatkan jawaban dari potongan ceramah, bahwa ini tidak lain hati kita kotor karena sudah melakukan maksiat hingga kadar keimanan kita menjadi "low", atau ada pula ungkapan kenapa diri kita tidak mudah tergerakkan untuk mendekati majelis ilmu padahal semua itu dilakukan tidak jauh dari diri kita. lagi-lagi jawabannya adalah panggilan iman itu terhalangi oleh noda hitam yang begitu pekat di dalam hati kita. 

Pada tahap ini, kita tidak boleh menyerah, selama napas belum berada ditenggorokan, selama matahari belum terbit dari barat, maka selama itu juga kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sendiri. bagaimana caranya, ini tidak lain adalah dengan cara bertaubat dan sesering kali melafazkan "astaghfirullah hal azim" atau dikenal dengan istilah istighfar. Manusia tidak sempurna pasti akan lalai dan mudah melakukan dosa, dan ini tidak bisa dihindari, namun bukan berarti kita sengaja melakukan maksiat. karena sesuai dengan firman Allah subhannah wata'alah, ketika manusia berbuat maksiat maka sebenarnya mereka mendzalimi diri mereka sendiri. ketika kita melakukan itu maka yang rugi adalah diri kita sendiri. Untuk itu kita dianjurkan segera berpaling dari perbuatan maksiat itu, memperbanyak istighfat dan memohon ampun kepada Allah subhannah wata'alah, kita perlu menjalankan amalan-amalan sunnah untuk dapat mempuatkan keimanan kita agar kita tidak mudah melakukan maksiat dan yang paling penting adalah memintah taufiq, hidayah dan perlindungan dari Allah subhannah watalah. semoga kita dijauhkan dan selalu disadarkan dengan kesalahan-kesalahan yang sudah kita perbuat karena bukan hanya merusak atau berdampak pada diri kita sendiri namun juga bisa bedampak pada orang-orang di sekitar kita. Aamiin ya rabbal alamin.

Tarakan, 8 / 2 / 2022
Pukul   :  3.26 dini hari (1/3 malam)

06 Februari 2022

Garmin Forunner 55

Sudah sekian lama mengimpikan memiliki smartwacht untuk running, alhamdulillah pagi tadi barangnya sudah di tangan :) Sejak pesan selasa lalu di blibli, sebenarnya masih ragu, benarnya sellernya ini amanah, dan apalagi kesan di awal bahwa sellernya tidak langsung merespon chat, bila dibandingkan dengan seller yang lain, apalagi harganya ini bukan harga biasa :) dan ini menjadi transaksi saya yang terbesar. memang jika dilihat dari situs resmi, garmin forunner 45 atau 55, masih disekitarakan 3,1jt belum lagi ongkos kirim dan asuransi. kenapa harus di blibli, salah satunya sellernya amanah dan barangnya oryginal, ini berdasarkan pengalaman sebelumnya saat memesan sepatu lari nike untuk pertama kalinya dan addidas dan memang tidak mengecewakan. belum lagi potongan ongkir dan diskon dari seller, ini menjadi kelebihan blibli jika kita bandingkan barang dan merek yang sama namun beda platform. kembali ke seller memang dipemberitahuan profil bahwa chat akan dibalas anatar 4-12 jam, ternyata benar begitu 12 jam pesan saya kirim baru di balas :) dan sebenarnya tidak ada masalah bagi saya yang pasti sellernya amanah dan tidak menimbulkan keresahan. kayaknya sellernya ini bukan pemilik asli tokonya kayaknya orang kantoran yang punya hobi jualan :) Bonus yang ditawarkan juga menarik, salah satunya adalah aerphone, sudah lama saya mengimpikan ini, nah ini sekaligus ada ada termus dan t-shirt, semua komplit dalam paket pengiriman. setiap hari memantau sudah sejauh mana progress paket, pelan tapi pasti. kemarin itu sudah tiba paketnya di Tarakan sekitar jam 11 siang, karena ada beberapa kegiatan saya tidak terlalu mempedulikan semoga aja kurirnya tidak menitipkan sama orang yang salah :) apalagi ini kampus lagi libur yang saya gunakan sebagai alamat utama. saya ke JNE Tarakan jam 5.20 dan setelah dikonfirmasi sama CS bahwa barangnya ada, namun pengambilan paket sudah selesai di jam 5.00 barusan :) sebenarnya tidak apa2 asal pekatnya aman. saya mengkonfirmasi kalau besok saya akan ambil sendiri. Tadi pagi sekitar jam 8.22, dan mengkonfirmasi paketnya akan dianatarkan kemana ? saya bilang mau ambil disana apa boleh sekarang? (padahal kemarin CSnya bilang nanti jam 10 atau 11 diambil, namun kurirnya lebih proaktif untuk menghubungi karena mungkin paketnya sudah masuk dalam pembagian area pengiriman :)

Begtu terima paket, sesuai arahan dari blibli, harus divideoin sejak membuka paket untuk menjaga-jaga jangan sampai paketnya tidak sesuai dengan pesanan. rasa-rasanya tidak sabaran memakai jam garmin ini namun sayang sejak dini hari, tarakan di guyur hujan hingga pagi terus lanjut siang dan sorepun demikian. niat hati untuk mengetes jam lari ini terancam batal. setelah dinyalakan dan dikoneksikan dengan hp serta aplikasi strava, rupanya jam ini minta harus segera digunakan untuk mengetahui sejauh mana kondisi awal lari saya.  qadarallah, setelah semua urusan selesai (yang saat yang bersamaan itu hujan terus turun), cuaca tarakan kembali cerah, saya melihat jam masih ada sekitar 45 menit azan maghrib dikumandangkan. ternyata sejak di test pertama kali di jam 9 itu, catatannya tidak terhapus dan masih tersambung hingga sore ini makanya catatan lari di strava malah lari pagi karena tadi rencana mau testnya pagi namun tertunda karena hujan yang tidak kunjung berhenti. Saat di test sore tadi, nampaknya cukup memuaskan, saya tidak perlu lagi bawa-bawa hp saat lari dan ini sudah terkonek di strava. catatan lari perdana dengan menggunakan darmin : durasi : 28 menit, Pace : 5.45, HR : 160 bpm, VO2max : 60 dan semua masih normal.  Model dan tampilan jam tangan ini, sangat sesuai dengan keinginan saya, model simple, ringan, warna abu-abunya juga keren (tidak melulu hitam:) semoga kehadiran garmin ini menjadi motifasi untuk terus berlari secara terukur dan terencana. semoga pacenya makin terkontrol dan performa lari makin baik. insyaAllah. aamiin''

Tarakan, 6 / 2 / 2022
Pukul    : 23.00

04 Februari 2022

Tadarrus 1 Juz sekali Duduk

MasyaAllah, Tabarakallah, luarbiasa sore ini hampir 1.5 jam saya duduk menyelesaikan bacaan surah alqur'an sore ini. Tadi subuh ketika membaca alqur'an saya melihat saya sudah memasuki juz 14 di surah An nahl, dalam benak saya kalau saya selesaikan bacaan saya ini hingga juz 15 artinya saya langsung melanjutkan bacaan surat maryam, karena semalam saya sudah mendahulukan membaca surah al kahfi sebagai rutinitas dalam jum'at. alhamdulillah ternyata sore ini semua bisa diselesaikan sebelum masuk shalat maghrib. semangat membaca ini tidak lain karena rahmat dan taufiq Allah subhannah wata'alah. Memang tidak ada yang tidak mungkin jika kita sudah bertekad. sekalian sore ini memanfaatkan moment waktu yang afdol di hari jum'at adalah selepas shalat ashar, waktu yang dianjurkan untuk banyak berdoa dan berdzikir dan membaca alqur'an adalah sebaik-baiknya berdzikir. 

Tadi selepas shalat ashar, saya lanjutkan dengan dzikir petang, dan saya mengambil alqur'an dan ketika melihat jam sudah menunjukkan jam 16.12 sekitar 30 ayat saya baca di mesjid dan lanjutkan dikampus sekalian ada keperluan yang mengganggu pikiran selama mengaji hehe. alhamdulillah ayat perayat selesai dibaca dan tadi saya menyelesaikan tepat di jam 17.50 :) lumayan lama, namun ini semua terasa ringan, seolah-olah dalam kondisi ramadhan, sekalian ini adalah penyemangat untuk memasuki ramadhan nanti, semangat  membaca alqur'an menjadi hal penting dan harus dijaga. semoga 14 juz yang tersisa bisa diselesaikan di bulan Rajab ini, masih ada kurang lebih 25 hari lagi. insyaAllah dengan taufiq dan rahmat Allah subhannah wata'alah, semoga dimudahkan dan dilancarkan. aamiin

Tarakan, 4 / 2 / 2022
Pukul    : 18.04

Hargai Ikhtiar yang dilakukan (self reminder)

Tidak ada yang bisa memahami diri kita selain kita sendiri. Untuk bisa ketahap ini, kita perlu self awarness sadar dengan diri sendiri. Kita harus tahu seperti apa diri kita, karakter apa yang kita miliki, apa yang kita suka, apa yang tidak kita sukai, apa yang perlu kita lakukan, apa yang perlu kita hindari, apa yang menjadi kekuatan yang kita miliki, apa kelemahan yang kita punyai, apa yang membuat kita nyaman, apa yang membuat kita resah, sama siapa cocoknya kita berteman, sama siapa kita cocoknya hanya mengenal dan masih banyak lagi. Dalam perjalanan hidup ini, mungkin pernah berpikir mendalam, kenapa saya sampai sejauh ini melangkah? kenapa saya sampai mengeluarkan energi besar untuk mengejar hal ingin kita raih, namun saat diposisi itu, logika kita tidak berfungsi dengan baik untuk mengingatkan dan menyadarkan apa yang sedang kita perbuat, apa dampak yang bisa ditimbulkan. Hingga pada titik kita merasakan "keresahan" dan rasa bersalah, bahkan mungkin merasa "menyesal".  Beruntungnya rahmat dan rahim Nya, masih ada dalam diri kita, hingga kita sadar bahwa, apa yang sudah kita lakukan itu salah dan tidak dibenarkan secara agama. Memang hak kita melakukan itu, dan sebagai manusia modern selalu mengidentikkan bahwa itu wilayah privasi dan tidak perlu digembor-gemborkan, mungkin kita lupa, bahwa kita ini hidup bermasyarakat, kita harus ingat bahwa ada sanksi sosial yang harus kita terima ketika kesalahan kita sudah menjadi konsumsi publik, sekalipun kita berdalih bahwa apa yang kita lakukan itu "wajar" dan kita sudah dewasa dan sadar melakukan itu, tapi kita masih punya keluarga yang merasakan dampak negatif dari apa yang sudah kita lakukan. 

Untuk itu, bergerak ke arah yang lebih baik adalah sebuah pilihan, sisa kita yang menentukan apakah kita akan terus terusan seperti ini, akan terus terusan merasakan ketidakpastian yang kita hadapi, kita dihadapkan pada situasi yang semu, mungkin kita mendapatkan kebahagiaan namun itu semu, kalau kita mendapatkan pertemanan yang kita inginkan namun itu palsu, mungkin kita akan mendapatkan orang-orang yang akan mencari kita jika dia butuh, apalagi jika itu masalah uang, kita belum merasakan bagaimana pertemanan itu dibangun berdasarkan iman dan cinta kita kepada Allah subhannah wata'alah. kita mengasihi orang bukan karena ada apanya, bukan karena ada kepentingan, bukan karena kita berharap banyak namun kita tidak mendapatkan feedback yang sepadan, kita hanya diingat jika kita sudah memberi, selebihnya lepas begitu saja, bahkan untuk menanyakan kabar saja menjadi berat, hanya mengetahui melalui story atau status tanpa memberikan ikatan silaturahmi yang erat dan berarti. Kita tidak perlu mengejar-ngejar orang yang tidak pernah menganggap kita ada :) kita tidak perlu berbasa basi untuk menyambung komunikasi sama orang yang tidak pernah memberikan feedback positif dari komunikasi yang kita, dan saat ini kita perlu hitung-hitungan bukan secara materi namun secara spiritual, ikatan silaturahmi yang kita jalani apakah semakin mendekatkan diri kita kepada sang Khaliq atau semakin menjauh dari cahaya kebaikan.

Semua kelelahan yang sudah kita rasakan saat ini, boleh jadi menjadi pengingat, mungkin ada yang salah dengan diri kita. kita perlu membenahi diri. Mungkin kita terlalu percaya diri bahwa kita bisa melakukan semua itu  secara sendiri, memang benar kita tidak bisa mengharapkan bantuan dan pertolongan orang lain, akan tetapi kita perlu ingat dan sadari bahwa rahmat dan rahim Nya selalu terbuka untuk kita, sisa kita yang mementukan apakah mengambilnya atau melepaskannya, kita hanya  mengharapkan ridho Allah subhannah wata'alah, bahwa apa yang kita pilih dan putuskan ini adalah jalan terbaik untuk diri kita dan agama kita, kita tidak ingin tersesat terlalu jauh, kita perlu mengingat kembali bahwa kita saat ini sedang berjuang melawan diri kita sendiri. kita perlu mengharga dan mengapresiasi setiap usaha baik yang sudah kita lakukan, kita memang bukan manusia sempurna, namun tidak ada salahnya kita ikhtiar kita mengarahkan kita ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, kita tidak ingin terkungkung dengan masalah yang itu-itu saja, kita harus sadar bahwa kesalahan atau perbuatan yang merugikan diri kita sendiri tentunya menjadi menghalang untuk kita berubah lebih baik. jangan pernah menyerah yang terus memperbaiki diri, sekecil apapun perubahan diri kita itu harus dihargai dan kita tidak perlu membanding-bandingkan dengan orang lain karena setiap orang punya ikhtiar dan kemampuan yang berbeda-beda dan kita jadikan kebaikan yang sudah dilakukan orang lain sebagai motivasi bahwa kita perlu mencontoh kebaikan itu, semua untuk mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan, 4 / 2 / 2022
Puku;    : 9.11, jumat berah

03 Februari 2022

10.5 tahun bersama Laptop Toshiba

Alhamdulillah, hampir 10.5 tahun saya bekerja menggunakan laptop toshiba, sudah banyak yang terukir dari laptop ini, seingat saya, laptop ini saya membelinya ketika zilan baru saja lahir, diwaktu sebelumnya saya sempat mengalami musibah kehilangan laptop Acer yang merupakan laptop pertama yang saya beli esetelah bekerja beberapa tahun :) kejadiannya itu di waktu lebaran idul fitri tahun 2011, yang saat itu bulan puasanya sekitar bulan 8 dan 9. ketika sedang bersilaturahmi dan saya baru sadarnya diwaktu sore setelah capeh bersilaturahmi dari rumah ke rumah. qadarallah, semua terjadi begitu cepat dan benar-benar menggoncang diri karena diwaktu itu saya lagi butuh-butuhnya uang untuk persiapan kelahiran dan aqiqahnya zilan, apalagi dia merupakan anak pertama kami.

Laptop toshiba ini sudah beberapa kali masuk service, dan beberapa kali direstar ulang, alhamdulillah masih saja bisa digunakan. kali ini penyakitnya adalah akan mati sendiri dan bukan terestar, namun tiba-tiba mati, semacam aliran listriknya tidak masuk, jadi lampu indikator power dan batereinya tiba-tiba berkedip-kedip. Cukup membuat repot, karena harus sabar menunggu laptop ini benar-benar stabil dan bisa digunakan dan ketika lagi dibutuhkan malah negblank. Untungnya file utama sudah dipindahkan ke memory eksternal walau tidak semua namun  paling tidak bisa digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.  Laptop toshiba menjadi laptop yang awet, beberapa laptop teman yang saat penggunaannya bersamaan namun ini yang paling awet. 

memang beberapa testimoni, mengakui laptop toshiba ini awet, asal penggunaannya yang tepat. laptop ini benar-benar digunakan hanya untuk kerja, paling-paling untuk browshing, sekarang sambil-sambil nonton youtube. kini, laptop ini menjadi laptop cadangan, jika memang dibutuhkan karena kalau dijadikan laptop hari-hari maka saya harus extra sabar karena butuh waktu yang cukup lama sekitar lebih dari 30 menit untuk bisa stabil inipun untung-untungan. semoga laptop ini tetap bisa on, sesekali digunakan jika sedang bagus-bagusnya dan membawa kebaikan, aamiin

Tarakan, 3 / 2 / 2022
Pukul    : 17.50 sore

02 Februari 2022

Hari Pertama sekolah 100%

Suasana rumah tadi pagi menjadi tidak seperti biasanya, hari ini tanggal 2 Februari mulai diberlakukan sekolah 100%, artinya anak sekolah masuk pagi setiap hari sampai selesai jam 1 atau jam normal, tidak ada lagi pembagian sesi. Pagi yang biasanya rumah ada suara satu atau dua anak saya, apalagi untuk zilan dan rafa, masuknya dihari yang berbeda dan masuknya di sesi kedua, biasanya kalau tidak sekolah merka bangun jam 8 lewat. saya pun tidak terburu-buru pulang ke rumah untuk mengantar salah satunya. tadi pagi. subuh-subuh anak-anak sudah pada bangun bahkan shalat berjamaah di mesjid, semangat untuk kembali bersekolah pagi begitu besar hingga semua keperluan untuk sekolah sudah disiapkan. Bundapun menyiapkan segala keperluan sarapan dan lainnya selepas subuh dan benar-benar sesuai planing, anak-anak sudah mandi, sarapan sebelum jam 7, begitu jam 7, zilan dan rafa sudah saya antar ke sekolah, padahal saat itu baru saja saya selesai lari, larinya pun sangat buru-buru yang biasanya rabu adalah latihan interval malah saya harus lari easy malah jadinya lari di zona nyaman sambil memperhatikan jam jangan sampai lewat jam 7 :). alhamdulillah sampe di rumah kurang 15 menit jam 7, saya kemudian menyiapkan baju yang harus distrika, karena melihat mereka semangat untuk ke sekolah, saya bela-belain belum mandi :) hanya menggunakan jaket tanpa menggunakan alas baju dalaman. berselang beberapa lama, atiyah juga diantarkan oleh bunda sekalian aqilah ikut,  kebetulan tadi atiyah agak lambat menyiapkan diri dan aqilah harus berada di SD selama atiyah sekolah dan ketika atiyah pulang, aqilah juga ikut pulang dan mereka akan tinggal berdua di rumah sampai saya balik istrahat siang :( semoga Allah subhannah wata'alah melindungi mereka selama mereka berdua di rumah. 

Begitu pulang ke rumah masih jam 7.lewat 5. rumah begitu sepi, biasanya di jam-jam seperti itu begitu ramai dengan suara anak-anak, entah ada yang menangis, berebutan game atau malahan masih tidur. belum lagi bundanya yang siap menyuapi satu-satu anak-anak. Tapi tadi suasananya berubah. dan saya harus cepat beradaptasi dengan ini karena berkaitan dengan ngantar mengantar. kebiasaan saya yang jogging pagi juga harus kembali di revisi :) apalagi jika itu membutuhkan waktu yang lama, kebiasaan selepas jogging dari islamic juga kembali dipertimbangkan karena biasanya saya harus pulang lewat jam 7 pagi sementara jam 7 pagi saya sudah harus mengantar anak-anak mungkin kecuali dihari sabtu, mungkin akan telat karena biasanya atiyah harus diantar nanti jam 7.30. mengganti rute dan lama lari juga harus segera direvisi mungkin saya perlu menambah lari di sore hari :) agar tidak selalu terkejar-kejar dengan waktu dipagi hari, apakah rabu sore ini memungkinkan untuk saya alihkan. masalahnya adalah rabu itu adalah interval dan sore sekarang kondisinya begitu panas :) hehe. semoga perubahan kondisi ini tidak membuat saya menjadi malas untuk berlari :) 

Tarakan, 2 / 2 / 2022
Pukul   : 17.23 

01 Februari 2022

1 Februari 2022

Alhamdulillah hari ini sudah memasuki 1 Februari 2022, tidak terasa 1 bulan berlalu di tahun 2022.  Baru rasanya kemarin memasuki awal tahun. Tulisan ini pula di tulis, kurang lebih 40 menit sudah memasuki 2 Februari. Tadi sudah berniat menulis sore harinya, namun ada saja kendala yang datang menghampiri walau sebenarnya adalah dari diri sendiri. Rupanya kelelahan paska lomba kemarin masih begitu terasa, sore tadi tiba-tiba ada undangan syukuran yang harus diikuti, selepas itu saya harus disibukkan dengan memilih dan mempertimbangkan jam garmin :) harus dipertimbangkan matang-matang, jangan asal pilih apalagi pemakaiannya bukan untuk waktu sebentar belum lagi harganya yang wow, sebenarnya sudah menabung untuk membeli ini ditambah dengan rejeki yang ada saja datang tanpa diduga-duga. Hari ini juga ada kesibukan tambahan yang datang, tetangga meminta bantuan untuk penyelesaian tugas akhirnya, mungkin sambil-sambil di tengah kesibukan, saya coba jalankan dan keterlambatan dalam menulis blog ini juga karena salah satunya, harus menyelesaikan tugasnya karena besok sudah harus bertemu kembali dengan dosen pembimbing.

Satu bulan yang telah lewat begitu menyimpan banyak kenangan dan cerita, ada hal yang memberatkan, ada hal yang cukup memberikan kebahagiaan. dari kesibukan mengurus pekerjaan, hingga sibuk mempersiapkan ikut lomba lari :) beberapa pekerjaan menyita waktu yang cukup banyak namun disis lain waktu yang saya gunakan untuk berolahraga malah bertambah :) bahkan catatan lari saya selama bulan januari kemarin masih 305 K, ini diluar didugaan. Kedepannya juga pekerjaan banyak menunggu, mulai persiapan perkualiahan, persiapan praktik klinik hingga persiapan akreditasi. Masalah di rumah juga tidak kalah menguras tenaga, dan ego belum lagi untuk dunia pertemanan dan semua keresahan itu ada dalam tulisan di bulan lalu. semoga bulan ini berjalan lancar, terlebih lagi bulan februari ini bertepatan dengan Rajab, salah satu bulan haram yang banyak orang mengabaikannya dan tidak menyambutnya dengan senang hati. semoga semua berjalan lancar. aamiin

Tarakan, 1 / 2 / 2022
Pukul   :  23.31 malam