28 Maret 2021

Dosa yang (masih) terulang

Sebagai pembuka dalam tulisan ini, kutipan hadis Rasulullah Sullohualaiwassalam :
"Setiap anak cucu adam pasti berbuat salah dan sebaik-baiknya yang berbuat salah adalah yang bertaubat"

Sempat mendengar ceramah dari salah satu ustat, memang kita harus menyadari bahwa mungkin masih ada saja dosa yang masih sering kita lakukan dan masih sulit untuk dihilangkan atau ditinggalkan entah apa itu penyebab dan motivasinya, dari sinilah kita menyadari pentingnya meminta ampunan dari Allah subhannah wata'alah. Mungkin kita belum mengikhlaskan sepenuhnya, dan dalam kondisi iman lemah, tiba-tiba kita terjatuh kembali dalam liang dosa yang sama dan melakukan kembali. Dulunya ketika masih belum terlalu memahami dan cenderung agak cuek dengan pemahanaman agama dan tidak mengupdate ilmu yang sudah ada, saya memahami bahwa ketika berbuat salah dan terus bertaubat dan kembali berbuat salah maka tidak ada peluang kita untuk kembali bertaubat, karena ada kecenderungan kita "mempermain-mainkan" taubat yang telah diucapkan bahkan saya hampir saja berputus asa dan menyalahi diri sendiri apakah saya tidak bisa menjadi orang baik, hingga suatu saat saya mendapatkan sebuah kajian dan mengutip sebuah ayat al qur'an

"Katakanlah hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyanyang"

 Selama nyawa masih ada dan belum memasuki sakratul maut, selama itu juga pintu taubat masih terbuka lebar. Jika berbuat dosa kembali, segera taubat, jika jatuh lagi, taubat lagi, jatuh lagi taubat lagi, hingga taubat itu membuat diri menjadi benci dengan dosa yang kita buat itu. Bagi diri saya berbagai upaya yang telah saya lakukan untuk menjauh dari perbuat-perbuatan yang mengarahkan pada perbuatan dosa, memperkuat amalan sunnah dan memburusaha membentengi diri dan menjauhi potensi-potensi yang bisa mengarahkan kesana. Namun ada suatu waktu ketika iman begitu lemah-lemahnya, banyak urusan dunia yang dikejar dan tidak pernah ada usainya sehingga membuat diri lalai dan mudah jatuh dalam dosa yang sudah jauh-jauh diperjuangkan untuk dijauhi, mungkin inilah selemah-lemahnya manusia, sekuat-sekuatnya kita berusaha namun ada titik lemah kita yang tidak bisa melampaui itu semua dan dimoment-moment seperti inilah seharusnya kita sadar dan musahabah diri, meminta ampunan Sang Khaliq dan meminta petunjuk agar dijauhkan dari hal-hal yang melalaikan dan semoga di tengah lemahnya iman ini, masih ada untuk tetap menjalankan perintahNya dan hati tetap tunduk sujud kepada Nya. Aamiin


Tarakan, 28 / 3 / 2021

Pukul   : 6.21 sore pas azan maghrib

26 Maret 2021

Mencari Perhatian

Sebenarnya ini merupakan pengalaman yang tidak berfaedah bahkan lebih cenderung dikategorikan sebagai kebiasaan isengan saja tapi cukup memberikan dampak :) kenapa bisa, hal yang remeh teme Ini cukup memberikan dampak bagi diri sendiri :) dan kebiasaan yang tidak berfaedah itu tidak lain "sengaja" menulis story' hanya sekedar mengetahui apakah teman "kepo" atau peduli dengan story' yang saya uplaod. Sebenarnya sepele saya hanya ingin tahu saja siapa saja yg tidak pernah absen untuk leihat story' saya dan Alhamdulillah ada beberapa teman begitu setia menjadi pembaca story' saya. Pernah pas teman juga memasang storynya rupanya dia juga melihat siapa saja yang melihat storynya, teman kantor bahkan mengecek siapa-siapa saja yang begitu rutin menjadi pembaca setia story' dia :).

Jadi bagi teman yang dengan setia melihat story', begitu mereka memasangg story' maka sudah kewajiban saya untuk melihat. Bisa jadi teman ini juga melakukan hal yang sama dengan saya. Bahkan ada beberapa teman sering sekali memberikan respon walau hanya emot. Dan teman-teman ini terbilang cukup dekat secara personal dengan saya. Namun ada cerita ironi dari kebiasaan tidak berfaedah ini, ketika orang yang diharapkan menjadi bagian pembaca story malah tidak melakukan seperti yang diinginkan malahan diwaktu yang tidak lama dia juga membuat story' jadi sama-sama cuek dan tidak saling menjadi viewer story' :) :D benar-benar tidak berfaedah karena hanya ingin mencari perhatian :D

Tarakan, 26 Maret 2021
Pukul.    : 9.00 malam @rumahskip

25 Maret 2021

menahan diri mengirim pesan "basa-basi"

Dalam suatu ketika , ada dorongan untuk membuka obrolan dengan teman, namun obrolan yang tidak asal muasalnya, asal ngobrol saja dan ternyata tidak sedikit yang mendapatkan respon "kurang baik" niat untuk sekedar basa basi malah mendapatkan respon yang "cukup" tidak menyenangkan. Mungkin posisi teman ini saat itu lagi sibuk atau lagi apa saja. Pernah pengalaman membuka obrolan dengan teman, tiba-tiba dibalas, maaf lagi ada kerja. Mungkin kejadian yang sama dengan yang kita alami, ketika kita lagi sibuk-sibuknya terus ada w.a atau telpon masuk yang hanya sekedar bertanya hal yang tidak penting :) terkadang kita sudah melabeli orang-orang tersebut " dia lagi, dia lagi, mau ap sic, ngeganggu aja" :) Itu yang kita lakukan dan ketika diwaktu yang lain  kita justru melakukan itu kepada orang lain, bisa jadi kondisi teman yang mendapat pesan dari kita seperti kita, lagi "malas" menerima respon.

Membaca reaksi teman dalam membalas pesan juga,  semalam menjadi salah contohnya :) namun bisa dimaklumi, ketika saya hanya bertanya tentanh satu hal, yang sebenarnya saya bisa browsing di google dan sebenarnya ini tidak terlalu penting-penting sangat, saya menanyakan tentang kapal perang Dewa Ruci yang sandar di Tarakan, kebetulan ada kaitannya dengan pekerjaan teman ini. lantas dia menjawab dengan santai namun ada yang menggelitik, "rencananya 4 hari baru berangkat lagi, untuk pastinya main aja ke dermaga, tanyakan ke penjagaan, saya masalahnya sudah berangkat ke jakarta". Saya jawab terimakasih dan mengirimkan doa semoga lancar-lancar kegiatan di jakarta (dalam diri tersenyum, waduh harus ke Lantamal karena penasaran :). Namun berselang beberapa detik setelah saya kirim pesan, teman ini mengirim pesan lagi "besok, jam 10 kapalnya berangkat". walau belum cukup sebelum ngobrol dengan  teman ini, namun dari obrolan-obrolan yang sudah-sudah, beliau ini termasuk orang yang "care" jika itu menyangkut pertemanan. Dan dengan balasan pesan kedua ini, menunjukkan bahwa dia tetap peduli :) mungkin ini hanya persoalan gaya bahasa yang dipengaruhi budaya termasuk lingkungan pekerjaan.

Pesan yang berbasa basi ini juga menjadi pengalaman penting, mungkin dari beberapa teman ini memiliki posisi yang tinggi di pekerjaannya sehingga ketika ngobrol juga harus "tahu" diri. Mungkin saya mengirim pesan jika memang benar-benar butuh informasi, jika hanya ingin tahu saja, mending dipending. Pernah ada keinginan ingin mengirim pesan sama teman, memang pernah jumpa sekali, dan sebenarnya sering berpapasan, pas momentnya sempat ketemu ketika jogging. Saya sempat meminta nomor hp jika benar-benar butuh untuk menghubungi suatu saat. Namun ada saja keinginan hanya ingin mengirim pesan "basa basi" padahal pertemuan kami cukup singkat, itupun hanya memastikan bahwa dia orang yang kerja di tempat yang setiap hari hampir 3-4 kali lewat di depan kantornya, belum  lagi ada senior dia saya kenal dan sempat ngobrol-ngobrol akrab namun sekarang loss contact. hanya sekali sempat berpapasan dan saya menyapa dan dia menyambut baik namun tidak sempat ngobrol karena posisinya beliau lagi buru-buru. 

Semua pengalaman itu dijadikan pelajaran dan sikap hati-hati untuk melenyapkan keinginan membuka obrolan basa basi, karena belum tentu, teman-teman ini memiliki waktu untuk ngobrol apalagi jika sudah di rumah, dan tidak perlu menambah-nambah obrolan yang tidak perlu kecuali pada orang-orang yang benar-benar sudah akrap dan sudah sangat dekat sehingga tidak mempermasalahkan ini dan itu

Tarakan, 25 / 3 / 2021
Pukul   : 5.31 sore



23 Maret 2021

Vaksinasi Dosis kedua

Alhamdulillah, pagi tadi menyelesaikan vaksinasi dosis kedua, untuk vaksinasi bagi pelayan publik, semua berjalan lancar dan sudah tidak gugup seperti tahap pertama. ini terlihat dengan foto yang ada, saya lebih santai dan rileks. dan setelah vaksin malah foto-foto dengan vaksinator dan teman yang lagi bertugas :) Padahal bila dilihat penyuntikan tahap pertama dua pekan lalu, saya begitu gugup bahkan untuk melakukan relaksasi napas dalam juga kesulitan, tidak hanya itu tensi saya 130 ;D. alhamdulillah hari ini berjalan lancar, skrening tidak ada masalah, tekanan darah masih diangka 120/80 mmHg, dan suhu tubuh 36,1. Tadi pagi juga masih sempat lari pagi 7K, awalanya hanya 5K namun bertemu dengan rekan lari jadi nambah 2K dengan pace yang lumayan 6,3. Begitu jam 8 tadi pagi, hujan mengguyur kota Tarakan dan baru berhenti  siang harinya, kondisi ini semakin mendukung efek vaksin yang membawa ngantuk yang luar biasa. sebelum zuhur semoat tidur dan setelah zuhur juga masih lanjut tidur, jika tidak mengingat ada janji dengan mahasiswa jam 3 hampir lagi saya lanjutkan tidurnya :) 

Semoga dengan vaksin ini, semakin membentuk antibody untuk melawan virus corana yang setiap saat bisa masuk ke dalam tubuh. Satu tahun ini selalu berusaha kuat mengikuti protokol kesehatan dan juga menjaga agar tubuh tetap sehat seperti rajin berolahraga, istrahat yang cukup, tidak stres dan konsumsi makanan yang sehat. InsyaAllah vaksin ini suci, halal dan aman. sekalipun evikasinya hanya 65% namun, harus tetap mendukung dan memberikan sugesti yang baik untuk diri kita bahwa semua akan baik-baik saja, ini merupakan salah satu ikhtiar dan kita harus mengambil banyak hikmah sejak pandemi ini ada di muka bumi. sukseskan vaksinasi. salam sehat

Tarakan, 23 / 3 / 2021
Pukul    : 5.42

20 Maret 2021

Iman Turunnya Gampang, mengembalikannya Sulit

Namanya iman, tidak stabil, suatu saat sangat stabil-stabilnya, lagi fight fightnya beribadah dan lagi menikmati masa-masa khusunya beribadah. Namun pada suatu ketika iman terjun bebas, entah apa penyebabnya, ada kondisi-kondisi yang begitu datang tanpa memberi abah-abah. ketika terjun bebas ini, nampaknya apa yang sudah dijalankan "buyar" seketika, seolah-olah ilmu yang didapatkan selama ini menjadi buram, terasa jauh dengan cahaya ilahi. Namun  hal yang terberat adalah mempertahankan ibadah-ibadah yang sudah rutin dijalankan. Jangan biarkan kelemahan ini iman ini menjadikan kita semakin menjauh dadi cahaya kebenaran tetap melakukan kebaikan sekalipun harus dipaksanakan.

Mengembalikan walau tidak semudah membalikkan telapak tangan namun bukan berarti tidak bisa mengembalikan  telapak tangan.. jangan biarkan kita terjatuh dalam jurang terdalam., Kita masih bisa mengembalikan secara perlahan salah satunya dengan tetap menjag amalan sunnah dan berkumpul dengan orang2 Soleh.. Dalam kondisi iman terjun bebas bukan berarti kita semakin jauh dari cahaya ilahi, semangat kita yang agak berkurang beribadah, mulai ada saja alasan untuk meninggalkan ibadah-ibadah sunnah, namun disini justru tantangannya, kita tidak boleh terlarut dan menghakimi diri sendiri ketika kembali mendzalimi diri sendiri, Rahmat Allah ta'alah sangat luas dan ampunan Nya terbuka lebar. Jangan sungkan mengakui bahwa diri kita ini lemah dan sangat membutuhkan rahmat dan rahman dan Rahim Nya. 

Tarakan, 20 / 3 / 2021
Pukul.   : 10.58 malam


Cerita hikmah dari rekan jogging

Alhamdulillah, saya  mendapatkan beberapa rekan selama jogging. Dalam 1 minggu ini ketika sedang jogging, seperti biasanya kami bercerita tentang apa saja, kebetulan larinya sangat santai jadi masih memungkinkan untuk bercerita santai. Cerita pertama datang dari seorang yang cukup senior di TNI. kebetulan rumah saya yang tidak terlalu jauh dari kantor beliau dan saat ini beliau sudah membangun rumah yang tidak terlalu jauh juga dari rumah saya, masih satu RT. Hari selasa, pas saya lagi jooging santai untuk memulihkan kaki yang kemarin sore sempat lari 10K, pas yang bersamaan beliau lewat dan saya barengan jogging dengan ngeker (tidak menggunakan alas kaki :) entah sudah berapa topik yang kami bicarakan, mulai cerita teman kerja beliau yang saya sampaikan sempat berpapasan jogging sama saya namun tidak sekuat beliau. Awalnya saya menanyakan kepada beliau, apa beliau merokok? beliau cerita dulu perokok berat tapi sejak anak pertama masih 3 bulan di kandungan beliau berjanji berhenti merokok. beliau bercerita sewaktu muda ketika awal-awal tugas, beliau banyak menghabiskan waktunya di tempat yang salah. Mabuk dan menggunakan narkoba sudah menjadi hal yang biasa, namun beliau ini masih begitu disiplin untuk hal masuk kantor, dalam kondisi apapun beliau usahakan datang apel tepat waktu, bahkan beliau menyampaikan kadang-kadang apel itu beliau dalam kondisi "mabuk" namun hanya beliau yang tahu. pada suatu waktu, beliau dalam kondisi mabuk, tiba-tiba mengalami kondisi yang amat buruk, penglihatan beliau begitu kacau, apa yang dilihatnya sangat berbeda dan menyeramkan. beliau juga merasakan sakit kepala, dan meminta untuk diantarkan ke rumah sakit. Namun teman kerja beliau masih berhalangan, beliau bertemu orang di jalan dan meminta tolong untuk diantarkan ke rumah sakit, terus beliau berbaring di IGD. Selama di rumah sakit, beliau dibayang-bayangi rasa takut akan kematian, dan ada suara-suara sudah saatnya beliau mati. Saat itu beliau meminta agar diberikan waktu untuk berubah, berjanji tidak akan mabuk dan merokok apalagi menggunakan narkoba. Alhamdulillah niat baik beliau itu menjadi doa yang diijabah, tidak lama beliau sembuh dan memulai kehidupan normal seperti biasanya. Sekarang beliau memiliki kebiasaan memancing dan tentunya rutinitas lari tidak ditinggalkan dan karena rutinitas lari ini saya bertemu beliau dan bisa berkomunikasi seperti saat ini bahkan sosok beliau ini sudah seperti abang sendiri, karena usia beliau hampir sama dengan saudara kandung saya yang pertama.

Cerita kedua, datang dari rekan lari juga. Sebenarnya sudah lama saya mengetahui beliau ini. hampir 2 bulanan. Namun posisi saat itu saya belum pernah menyapa dan belum pernah berpapasan secara langsung. Namun ada yang khas dari beliau ini, wajahnya beliau familiar dan sangat sabar :). Saking seringnya melihat pas saya lagi recovery dan beliau sedang jogging biasanya bersama rekan beliau. satu hal yang menonjol adalah rekan beliau ini cukup sering kelihatan menelpon. bahkan dihari yang berbeda juga seperti itu. Saat itu saya berpikir kalau beliau ini ajudan si bapak yang menelpon. Awal bulan 3 ini, pas saya lagi recovery, saya sebenarnya penasaran dengan beliau, sempat berpapasan dihari sebelumnya. dan saat itu beliau lagi jalan meninggalkan rekannya yang sampai saat itu masih menelpon :) pas beliau ada dibelakang saya, cukup lama juga untuk bisa memulai ngobrol sama beliau ini. begitu lagi jalan sendiri dan tidak terlalu jauh dari saya, pas lagi sama-sama jalan sendiri, saya menyapa beliau dan bercanda, kenapa temannya ditinggalkan, persis dugaan saya diawal "temannya lagi nelpon". kami berbincang ada sekitar 6-7 menit, saya hanya memastikan apa benar beliau kerja di Lantamal dan beliau mengiyakan. tidak lama saya pamitan kebetulan sudah waktunya pulang. Esok harinya ketika lagi jogging bersama anak-anak, dan kebetulan saya melihat beliau ada dibelakang saya, namun agak jauh. pas anak-anak menuju teras islamic dan saya melanjutkan jogging, pas timingnya berpapasan dengan beliau dan saya menyapa, kami ngobrol. Saya menanyakan beliau dari mana asalnya dan sudah berapa lama ditugaskan di Tarakan. beliau menjawab tugas di tarakan, sekitar 6 bulanan dan asal beliau dari Kediri. Nah karena Kediri sangat dekat secara personal dengan saya dan saya ada rencana untuk kembali ke Paru kampung Inggris, jadi saya berani meminta nomor kontak beliau. Jadi kami biasa janjian untuk bertemu jogging kalau bukan di hari sabtu biasanya hari minggu.

Tadi pagi, begitu jogging bareng,. dan sudah masuk pendinginan, saya menanyakan beliau, 17 tahun di kapal perang, berapa lama beliau balik ke keluarga. dan tiba-tiba pertanyaan saya menjurus kepertanyaan orang pada umumnya apalagi jauh dari keluarga. Bapak, bagaimana bisa bertahan dengan kondisi seperti ini sementara istri dan anak-anak jauh, apa godaan tidak banyak. beliau tersenyum, beliau menyampaikan godaan itu pasti ada, namun bagaimana kita saling menjaga kepercayaan. ini yang utama. dan saya mengiyakan. Beliau bercerita jika berada dalam situasi yang bisa mengarahkan beliau melenceng, beliau meyakinkan dalam diri, untuk tidak berpikir yang macam-macam. ada kalimat yang sangat menyentuh "kita ini hidup untuk apa?, kita hidup ada pedomannya.. lah, kalau kita tidak tahu itu maka hidup kita akan kehilangan arah." saya mengiyakan bahkan kami berdiskusi cukup serius untuk kali ini. beliau menambahkan "kalau orang tidak mengetahui untuk hidup maka dia tidak akan mengenali dirinya,. " saya menambahkan seperti ada ungkapan "siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya" beliau menambahkan misalnya orang shalat, fisik shalat dan ucapan membaca bacaan shalat, tapi kenapa pikirannya masih kemana-mana, berarti dia tidak bisa menyatukan dirinya kalau saat ini sedang berhadapand dengan Tuhan. Saya menyampaikan bahwa untuk bisa sampai ke posisi itu tidak mudah, hanya orang-orang tertentu saya. "sebenarnya bisa, dan semua orang bisa,, " banyak yang kami ngobrolkan sepanjang 2K itu :) obrolan tentang hakikat kehidupan :). Satu pertanyaan saya lagim bagaimana bapak bisa tahap ini, karena ini tidak mudah. beliau menyampaikan "ketika ada masalah yang saya hadapi, saya yakin pasti ada hikmahnya, dan saya harus tahu itu apa hikmahnya, dari situ saya belajar." obrolan serius ini kami ganti dengan topik lain dan kembali melanjutkan jogging 1K yang tersisa :)

Dua cerita rekan lari ini menjadii hal yang sangat bermanfaat buat saya. cerita pertama, mengingatkan saya bahwa Allah selalu menunggu taubatnya hambah-hambahNya untuk bertaubat. Kita tidak p-ernah tahu akhir cerita seseorang, boleh jadi di masa lalu memiliki masa lalu yang kelam namun saat ini berbalik bahkan lebih baik lagi, dibandingkan dengan kita yang sudah merasa lebih baik dan tidak mau belajar dari pengalaman orang-orang yang bertaubat.  dan untuk cerita dari rekan lari yang kedua ini, benar-benar memadukan "tarikat" dalam berislam. Saya berusaha berkomunikasi yang baik jika beliau-beliau bercerita, saya berusaha menjadi pendengar yang baik, memvalidasi dengan sopan, menghargai semuanya dan berusaha tidak menotong dan mengambil manfaat dan hikmah dari kedua obrolan ini.

Tarakan, 20 / 3 / 2021
Pukul   : 6.21 menjelang azan maghrib 

17 Maret 2021

Jangan disimpan di hati

Siang tadi ada kejadian yang tiba-tiba membuat syock, tidak menduga bakalan mengalami seperti ini.  Ada salah seorang rekan yang terbilang cukup senior. Masuk ke ruangan saya untuk mengkonfirmasi tentang jam mengajar, karena saat itu jam 12.00 tepatnya jam istrahat dan posisi saya sedang siap-siap meninggalkan ruangan. Saya meresponnya santai dan agak bercanda, dan ini dianggap " kurang pas". Saat itu saya melihat jika si bapak ini, sedang ngos-ngosan, saya sampaikan kenapa terburu-buru, santai aja pak, saya sambil bercanda jangan sampai kebanyakan merokok (padahal niatnya hanya bercanda), dan beliau ini menyampaikan tentang jam mengajarnya yang kurang, jadi saya arahkan segera menghadap saya sama sekretaris prodi karena dia mengurus. Sekalian saya bilang ini sama-sama ke perpustakaan jadi saya mau kunci pintu (tapi ini dianggap saya menolak kedatangannya). Mungkin karena kesalahan catatan saya, dan beliau sudah melihat rekapannya sehingga mengkonfirmasi. Sebenarnya saat itu saya lagi benar-benar "buru-buru" mau pulang karena ada yang harus saya selesaikan dirumah belum lagi kondisi mau hujan lagi sehingga mungkin reaksi saya ini dianggap kurang menghargai. Beliau ini terus ngomel, bahkan ketika turun tangga ada beberapa mahasiswa yang sedang duduk tidak juga menghentikan omongannya. katanya saya sentimen saya dia, apa saya punya masalah dendam pribadi sama dia,  saya tidak menghargai dia, saya ini S2 tapi tidak menunjukkan sikap yang mengharga, bahkan merembes jika tidak menggunakan jasa dia mengajar silakan bahkan dia mengancam jika tidak diperlukan dia akan keluar dari kepanitiaan. Saya sampaikan saya tidak ada masalah, kalau bapak keberatan dengan jadwal mengajar, ini saya sampaikan sama sekretaris untuk dicatat, tapi beliau masih terus melanjutkan omelannya tidak peduli disitu ada mahasiswa dan rekan dosen yang lain. 

Jujur saya saya syock, kenapa masalahnya jadi panjang seperti ini, jika beliau tidak senang dengan sikap saya, saya sudah minta maaf dan menyampaikan tidak ada maksud seperti yang dituduhkan tadi, bahkan saya menghargai dia sebagai orang yang cukup senior disini. Rekan dosen yang lain juga sempat tanya ada masalah apa? Saya bilang salah paham saja, beliau merasa saya tidak menghargai  beliau dan ada ucapan yang menyinggung beliau yang saya katakan beliau salah prodi (Jam mengajar). Padahal kalimat terakhir keluarlah hanya bercanda namun disikapi serius. beliau juga merasa bahwa tindakan saya menutup pintu bahwa menolak ketadangan beliau (padahal saat itu memang mau pulang pas beliau datang). Sesampainya beliau pergi saya sampaikan saya rekan-rekan disitu dan juga kebetulan ada mahasiswa disitu,  saya bilang saya ini bingung kenapa sampai besar, padahal maksud saya segera saja menghadap sama sekretaris dan saya temani ke perpustakaan karena sekalian saya mau pulang. Tapi sudahlah, mau bagaimana lagi,  akhirnya  saya tidak mau ambil pusing dan tidak ingin menyimpannya di hati, saya tidak ingin melakukan hal yang sama, saya sudah meminta maaf dan memaafkan diri saya atas kelalaian yang sempat saya lakukan.

Inilah hidup kita tidak pernah bisa menebak apa yang sebenarnya yang terjadi, kita dihadap-hadapkan dengan kondisi yang tidak menyenangkan, namun satu hal positif yang menjadi hikmahnya adalah Tuhan ingin melihat saya lebih besabar lagi. menghadapi orang yang tiba-tiba marah tanpa seban memang tidak menyenangkan namun kita tidak bisa menolaknya. Kita hanya bisa pasrah dan ikhlas bahwa Allah menginginkan saya lenih siap menghadapi segala kondisi dan situasi yang tidak kita sukai. Mungkin saya pernah melakukan itu sama orang lain, sehingga saya harus mengalaminya saat ini, bagaimana disaat yang sama, kejadian yang sama namun berbeda dimensi waktu. Mungkin seperti ini sakitnya orang yang dulu saya lakukan persisi sama  dengan kejadian siang tadi. Sehingga saya harus saya sadar diri bahwa hidup penuh tantangan dan kita harus siap dengan segala kemungkinan itu.
wallahu'alam bishawab

Tarakan, 17 / 3 / 2021
Pukul     : 5.39 sore

17 Maret 2017 (catatan keresahan :)


Suatu waktu saya membuka email, tiba-tiba mendapatkan email yang tertluliskan tanggal 17 Maret 2017 dan ini ditulis di Bandung, tanggalnya cukup cantik. Saya mencoba mengingat-ingat moment apa saja melatarbelakangi penulisan ini, memory yang masih tersimpan, ini saya menulis ketika masih tinggal di kosan lama, di cicendo, cukup jauh dari lokasi kampus, saat itu saya berencana akan berpelancong ke semarang dan Jogja. berikut kutipan tulisannya :
Ada hal hal yg perlu direnungkan
Tak kala gelisa nginap di hati dan pikiran

Perlu menarik napas perlahan lahan
Tengoklah ke atas pejamkan mata

Sejenak berpikir perlahan....
Memfokuskan "reason"

Reason itu tak perlu dihardik
Bercakaplah sejenak 

Dia hadir bukan tanpa alasan
Dia hadir ut membukakan pikiran

Dia ada sebagai solusi 
Dia muncul bukan ut memperkeruh

Berpositiflah melihatnya
Masih ada kebaikan yg didapatkan

Berpositifnya menanggapinya
Dia hadir untuk kebaikan diri

Yang dipikirkan belum tentu baik 
Yang diinginkan belum tentu cocok

Hadapi yang ada
Dia ada ut kamu

Bandung. 17 Maret 2017
Pagi. 06.11

          diupload : 17 Maret 2021

         pukul       : 5.03 sore 

15 Maret 2021

Jangan merusak pertemanan (Adab berteman)

Dunia sosmed diramaikan dengan istilah ghosting, seseorang yang pernah menjalin komunikasi dan tiba-tiba menghilang. Masih sama dengan pengalaman sebelumnya, saya pernah menjalin komunikasi akrab dengan beberapa rekan namun tiba-tiba menghilang tanpa ada alasan yang jelas, bahkan yang ada nomor saya diblokir :). Jika dirunut di awal memang pertemanan seperti ini bukan pertemanan dari hati, pertemanan karena ada kepentingan sesaat, hal yang sama saya lakukan, ketika ada beberapa teman yang sengaja saya menjaga jarak berkomunikasi bukan untuk menghilangkan jejak namun lebih kepada menjaga diri saya dari komunikasi yang tidak sehat dan saya tidak melakukan blokir kontak hanya tidak menyimpan lagi nomor mereka di hp saya namun disimpan di hp yang lain.

Alhamdulillah, dalam beberapa Minggu ini saya begitu instent ketemu dengan beberapa teman jogging. Seperti tulisan-tulisan sebelumnya, hal ini tidak lain karena seringnya intensitas pertemuan, yang awalnya saling cuek dan kemudian saling membalas sapaan :). Dalam satu Minggu ini saya bertemu dan menyapa dengan rekan lari yang ternyata berprofesi sebagai anggota TNI, pas tahu jadi sungkan untuk melanjutkan obrolan namun beliau-beliau sangat welcome sehingga obrolan menjadi cair bahkan topik seputar lari menjadi topik yang sering dibahas dan bikin nyambung. Barusan tadi sore, saya berpapasan dengan seseorang yang wajahnya sangat familiar, setelah diingat-ingat beliau ini tugas di PM AD, yang setiap hari hampir lebih dari 5x saya lewati. Kebetulan ada satu orang yang saya ingat betul pertama motornya dan kedua saat pertama lihat, kayaknya baru dinas di sini, dan dia didampingi dengan seniornya yang sempat menjadi teman ngobrol. Alhamdulillah beliau welcome, dan saya akhirnya meminta nomor kontak, untuk jaga-jaga suatu saat diperlukan.

 Inilah kesempatan saya membuka obrolan santai, tidak harus menggurui dan mencoba untuk menghormati lawan bicara sesuai dengan posisi dan profesi dia. Saya harus bejalar bagaimana obrolan itu menjadi nyaman dan tidak membosankan atau tidak menimbulkan kesan tidak bermoral atau beretika :) saya yakin dan percaya tujuan saya baik, niat saya membuka obrolan untuk menambah pertemanan terutama di arena jogging:) selama positif tetap dijalani dan belajar dari pengalaman sebelumnya jangan sampai ada kesan "tidak tahu diri" 
Dan ngobrolnya seperlunya saja. Jangan membuat kesan, ada modus dibalik obrolan. Itu saja :)

Tarakan, 15 / 3/ 2021
Pukul.    : 11.23 malam @rumahskip

14 Maret 2021

Adab dalam ngobrol (seputar running)

Akhir-akhir ini saya banyak bertemu dengan kenalan baru di area jogging, terutama di islamic center Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya, alhamdulillah karena intensitas ketemu, akhirnya saling menyapa bahkan barengan lari. Awalnya hanya saling melintasi atau berpapasan, lempar senyum dan direspon dengan baik. Kadang-kadang tanpa disadari akhirnya bersamaan ketemu di arena jogging hingga jogging bersama atau bahkan sampai easyrun bareng. Sepanjang jogging ini, karena saya yang orangnya tidak bisa diam, mencoba untuk membuka komunikasi ringan dan berusaha memancing obrolan. pertanyaan terbuka harus dikeluarkan agar obrolan menjadi cair. dan sejauh ini masih aman dan lancar, kayaknya saya tidak kehabisan bahan untuk ngobrol :D ada saja bahan dan sepanjang ngobrol itu saya melihat reaksi teman ngobrol jangan sampai bosan atau merasa tidak nyaman dan yang harus dihindari adalah obrolan yang bisa membicarakan "aib" orang lain, apalagi sampai menjudge atau menghina. Seperti dalam tulisan saya sebelum ini, teman obrolan ini berbeda profesi dan tanpa bermaksud menkambinghitamkan kadang-kadang saya sengaja menanyakan tanggapan mereka untuk situasi datau kondisi yang berkaitan rekan profesi, pastinya ada pandangan yang subjektif, sekali lagi bukan untuk mengadudomba.

Dalam beberapa kesempatan juga, ketika lari bareng, sering ditanyakan sudah berapa jarak lari yang sudah saya tempuh, dan saya menjawabnya dengan jawaban "merendah" biasanya sudah 10K bilang baru 5 K, kadang-kadang ditanya, kenapa sampai berkeringat kuyup, jawaban saya, ini faktor kebiasaan, pori-pori saya agak lebar jadi mudah berkeringat :).  Dan saat orang menilai saya, kuat betul kalau lari" dengan nada gaya orang disini, saya lagi-lagi bilang ini hanya faktor kebiasaan, ada yang kurang kalau ga lari, lari sudah menjadi bagian dari hidup, ibarat sayur tanpa garam, rasanya hambar, seminggu tidak lari ada yang kurang dalam diri saya, ini yang menjadi motivasi lari :). kadang-kadang ada bahasa, "jangan dipaksa" jawaban saya, "siap, ini sambil lihat-lihat kondisi kalau capeh, saya berhenti". padahal dalam kenyataannya saya berhenti nanti kalau sudah finish kecuali saat lari interval :). intinya jangan pernah menunjukkan apalagi memamerkan bahwa diri kita hebat, masih banyak yang lebih hebat, kebetulan saja belum ketemu orang hebat itu :) 


Tarakan, 14 / 3 / 2021
Pukul    : 6.24 sore

13 Maret 2021

Jangan bermuka dua

Saya memiliki rekan dengan profesi yang berbeda. Kami sering bertemu dan ngobrol-ngobrol terutama saat bertemu di arena jogging, namun dua rekan saya yang berbeda profesi ini tidak saling kenal dan belum pernah ketemu hanya sempat melintas pas saya lagi ngobrol dengan salah satunya. Obrolan kami tentang apa saja, untuk rekan yang pertama kami paling sering berjumpa saat lari pagi, tatkalah sebagian orang masih berurusan dengan persiapan pekerjaannya dan kami selepas shalat subuh di hari-hari tertentu berjumpa dan ini tidak direncanakan, dan sejak awal kenal juga pas kebetulan berpapasan saat lari. Demikian dengan dengan beberapa rekan yang lain. Rekan yang kedua ini tidak lain adalah tetangga yang baru saya tahu setelah ngobrol-ngobrol. Seringnya intensitas pertemuan saya dan rekan-rekan ini yang menjadikan komunikasi kami begitu cair dan kami membicarakan apasaja. Dan yang uniknya yang pertama saya jumpai dalam setiap obrolan adalah rekan pertama, karena durasi lari rekan pertama sekitar 30 menitan sementara saya sekitar sejam.  Begitu melanjutkan sisa lari yang ada kadang-kadang saya bertemu dengan rekan yang kedua hingga menjelang durasi lari saya berakhir :) sosok rekan kedua ini sudah seperti kakak sendiri, banyak menasehati dan kalau dari segi umur beliau sama dengan saudara kandung saya yg pertama.

Obrolan kami tidak hanya tentang ini dan itu,bahkan kami mengobrol kan tentang batasan pekerjaan beliau berdua yang tentunya diwaktu yang tidak bersamaan waktunya. Tidak jarang obrolan itu menunjukkan ada gap/ ketidaksepakatan diantara keduanya. Dan kedua pandangan rekan saya ini juga berbeda dalam hal-hal tertentu.. rekan pertama terbilang masih muda namun dengan posisi strategis saat ini dan rekan kedua, terbilang cukup senior dengan pengalaman yang cukup banyak. Ada hal yang kami obrolin dan kadang saya yang membuka obrolan. Tanpa ada maksud mengadudomba keduanya, saya hanya menyampaikan yang saya ketahui tanpa ada memprovokasi apalagi memanas- manasi. Prinsip saya, cukup tahu saja tanpa harus mendeskreditkan kedua profesi rekan ini. Dan bagi saya keduanya sama-sama pentingnya dan sudah ada porsinya masing-masing. Sisa bagaimana mengelolah persepsi yang ada dengan tidak saling mengadukan, dan yang terpenting mencari benang merahnya.

Akhir-akhir ini terutama seminggu ini saya juga berpapasan di track jogging dengan seorang prajurit. Sebenarnya di arena jogging sudah sering ketemu namun belum membuka obrolan sama sekali nanti Minggu lalu pas berpapasan jogging dan ritme jogging kami saya jadi saya duluan menyapa dan mengajak jogging barengan.. obrolan cukup cair selama jarak 600 meter :) dan esok harinya pas lagi temani anak-anak jogging ternyata ketemu lagi..dan sempat ngobrol-ngobrol lama dan kebetulan beliau ini dari Kediri jadi banyak hal yang nyambung untuk di obrolin. Sebenarnya ada kekhawatiran yang berlebihan dalam diri saya dan mungkin hanya persepsi saya jika saya membahas profesi apalagi jika persandingkan dengan dua rekan sebelumnya. Saya berusaha bersikap netral dan mungkin mempertemukan jika memang ada dipertemukan dengan tidak saling "menjudge" dan yang terpenting saling menopang karena profesi ketiga rekan saya ini cukup strategis dalam persoalan keamanan dan pertahanan. Saya harus menjaga diri, jangan bermuka dua ketika bertemu salah satunya dengan ikut-ikutan mengadudomba, cukup melakukan obrolan-obrolan santai tanpa harus menegasikan satu dengan yang lain

Tarakan, 13 / 3 / 2021
Pukul.    : 7.15 malam @teras barat islamic center tarakan

12 Maret 2021

Tidak selamanya niat baik direspon baik

Dua minggu yang lalu, ada teman di makassar memintai tolong untuk dicarikan kaju bajaka yang sempat viral 1,5 tahun yang lalu, hal ini tidak lain ada penemuan siswa asal palangkaraya yang memenangkan lomba tingkat asia. Teman ini memintai tolong untuk dicarikan. tidak lama kemudian saya mencarinya dan pas di tokonya sudah habis. Hanya berselang 7-10 harian, Sabtu sore yang lalu pas ada teman yang memintai tolong juga untuk dicarikan mintak lintah asal kalimantan. Pas mendatangi toko yang sama namun tutup dan saya diarahin oleh ibuk-ibuk disana untuk ke salah satu toko assesoris Tarakan yang tidak jauh dari situ. setibanya disana saya menanyakan barang titipan teman yang kedua dan barangnya ada. dan diwaktu yang sama saya sekalian menanyakan kayu bajaka, dan ada stokenya, saya memfotonya dan menanyakan ke teman  yang pertama apa masih berminat, dia menjawab saya mau dan transfer uangnya. karena saat itu sudah malam dan teman ini agak slow responnya. untuk pesanan teman saya yang kedua ini, mulus, seketika dia mentransfer dan saya memaketkannya biar tidak keburu tutup jasa kantor pengiriman paket. 

Sepanjang minggu teman ini tidak memberikan kabar dan saya pikir juga tokonya pasti tutup karena biasanya toko-toko di tarakan hanya buka setengah hari. senin saya coba menanyakan kembali karena takut kehabisan dan kebetulan saya ada keperluan di dekat2 toko itu.  dia membalas dan meminta no rekening. dan menanyakan no rek BCA, saya hanya punya Mandiri dan BNI. Karena sisa menunggu proses transfer pas kebetulan saya lewat disitu saya langsung membelikan kayu bajaka ini walau teman belum transfer, saat itu berpositif thinking saja bahwa dia akan transfer, saya paket dengan dos bekas yang saya dapat di kampus, dan dosnya cukup besar dan saya bawa-bawa pas ada beberapa keperluan, dalam hati saya sekalian saya dosnya ga dibawa dulu ke rumah. selesai paket sore hari belum ada kabar apa sudah transfer atau belum. dan saya sengaja berkirim pesan untuk mengirimkan alamat dan pesan saya hanya dibaca (padahal paketnya sudah jadi) untung saja belum dikirim hampir lagi itu barang saya langsung kirim nanti transfer belakangan. karena sudah yakin dengan teman ini.

Sore begitu mau pulang kerja, saya melihat dia membuat story mau otw dari makassar ke gorontallo, saya balas dengan pesan hati-hati di jalan. dia jawab amin dan sekalian belum respon karena banyak urusan pekerjaan hingga harus melakukan perjalanan dinas 3 hari kedepan. ok saya bilang sekalian pulang saja. Rupanya sampai rabu sesuai dengan kepulangan teman ini, saya sengaja juga berbasa basi mengkomen story sambil berharap dia ingat dengan titipannya. saat itu saya bilang kalau sudah titip sama penjualnya untuk disimpankan walau kenyataannya adalah saya sudah membelinya sisa dikirim jika sudah di transfer. Ketidak jelas ini dari rabu setelah teman ini kembali ke makassar hingga siang jum'at ini. Saya hanya mau memastikan apa barangnya ini jadi diambil apa tidak tapi saya menyampaiakn kalau barangnya sudah terlanjur saya beli duluan. Akhirnya teman ini merespon dan menyampaikan bahwa dia akan menanyakan kembali saya keluarganya yang sempat pesan itu. 

Membaca pesan teman ini, sudah saya tidak mau berharap lagi seperti apa teman ini merespon entah itu kapan, mau sebentar besok lusa atau entah kapan?, apapun itu, dia pesan atau tidak, sudah bukan urusan saya lagi, yang harus saya lakukan saat ini adalah mengikhlaskan diri, sudah berusaha membantu teman dengan segala kesibukan dan keperluan menyempatkan diri untuk mencari barang titipan teman ini. Sudah bukan menjadi urusan saya lagi, mau teman ini ambil atau tidak, dan pelajaran yang paling berharga adalah tidak membeli dulu sebelum teman ini benar-benar menttransfer. salahnya saya sudah terlalu yakin bakalan ditransfer, namun ternyata belum ada kepastian hingga tulisan ini dibuat. Cukup niat ikhlas membantu ini jangan dirusak dengan kata-kata tidak enak yang dilemparkan ke teman, biarlah dia tidak tahu bahwa pesananya sudah saya beli, sudah dipaketin, nunggu dikirimin alamat  dan sisa kirim. Ya sudahlah, nasi sudah jadi bubur, pengalaman berharga kedepannya untuk lebih berhati-hati lagi, jangan mudah percaya sekalipun teman yang sudah dikenal. Sebenarnya jumlahnya tidak sebenar harnganya 75rb. namun usaha saya untuk membantu ini yang lebih dari harga kayu bajaka itu. semoga Allah subhannah wata'alah tetap memelihara hati ini dan dijauhkan dari sifat2 tidak baik. aamiin

Tarakan, 12 / 3 / 2021
Pukul   : 6.03 sore

11 Maret 2021

Mengisi libur dengan latihan interval dan berenang

Hari ini, bertepatan dengan libur memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad Sallahu alaih wassalam. Hari ini kamis, tidak seperti biasanya saya jogging pagi ;) padahal tidak ada rencana sebelumnya namun begitu bangun dini hari (habis tidur awal karena ngantuk berat) dalam diri, mumpung libur, rabu kemarin belum sempat interval training, belum latihan ABC Drill dan ABC SKIP dan  bisa lari pagi walau hanya 5 atau 6 K. Ok saya mempersiapkan keperluan lari agar selepas shalat subuh langsung dieksekusi. Selepas shalat subuh, seperti rencana awal. setelah melakukan ABC Drill dan ABC Skip, saya lanjutkan dengan interval, saya mencoba melaksanakan informasi dari coach Jun tentang  teknik Lari interval untuk lari tapi saat jedah interval jangan jalan akan tetap melambatkan lari. Ok awalnya saya rencanakan 6 K berarti 12 kali repitisi, alhamdulillah berjalan lancar. namun rasanya kaki tidak diam, pengen nambah 2 K lagi jadi 8 K karena kebetulan tadi sempat berpapasan dengan partnert lari jadi sekalian mau mengejar beliau karena ada yang mau diobrolin, sudah dapat 8 K, tiba-tiba berpapasan dengan coach Jun, sudah saya bilang saya lagi menjalankan himbauan beliau untuk interval, akhirnya saya memutuskan untuk interval hingga 10K :) dan mendapatkan durasi 58 menit 35 detik, kayaknya ini pencapaian terbaik saya (best personal) padahal dalam posisi interval, semoga nanti lari full 10K bisa seperti ini. aamiin.  Ini tidak cukup, saya kembali berpapasan dengan coach Jun dan akhirnya saya mengikuti beliau lari selama 3 K :) berarti total lari saya 13 K pagi tadi dari yang direncanakan 6 K ( 2x lipatnya :) saya mengkonfirmasi sama Coch Jun, apa aman saja setelah ini saya berenang, beliau bilang aman.

Selepas membereskan pekerjaan di rumah, kami sekeluarga ke Bais Hill, untuk berenang. Setibanya disana rupanya sudah rame :) ini kali kedua kami kesini, pertama akhir tahun lalu (27 Desember) anak-anak sudah duluan main, saya harus menyelesaikan video lari tadi pagi yang harus diedit untuk story IG :) nanti disambung karena sudah azan maghrib :)
Akhirnya setelah jam 9.15 malam, anak-anak sangat senang bermain air di bais, hampir 3jam mereka bermain air. Dan sudah diajari berenang dan hanya zilan diakhir mau pulang hampir bisa berenang. Sengaja mengagendakan berenang, sudah disiapkan budget khusus untuk ini,3-4 bulan sekali. Sekalian untuk mengisi waktu libur dan mengalihkan dari rutinitas mengerjakan tugas selama belajar online. Sayapun mencoba untuk tetap berenang dengan menyelam :) ala-ala anak kampung tanpa teknik renang yang benar asal berenang :) jika diperhatikan anak-anak sekarang berenangnya sudah menggunakan teknik yang benar. Alhamdulillah liburan hari ini cukup menyenangkan dan semoga kita semua sehat2 wal afiat.. aamiin 


Tarakan, 11 / 3 / 2021
Pukul.   :  9.25 malam

Vaksinasi covid19 Tahap I

Alhamdulillah, Selasa, 9 Maret kemarin kami mendapatkan undangan vaksinasi. Alhamdulillah untuk kategori pelayan publik. Dosen, pegawai pemerintahan  yang memenuhi syarat diberi kesempatakan untuk gelombang kedua, setelah gelombang pertama yang difokuskan pada tenaga kesehatan. Info ini didapatkan 1 jam sebelum  jam kerja berakhir, sontak antara senang dan cemas, mendapatkan info ini. Kami diskusi dengan beberapa teman tentang hal ini ada ada beberapa yang sudah list, namun dari list nama itu ada yang merupakan alumni covid19 kurang dari 3 bulan sementara syaratnya adalah lebih dari 3 bulan. Sebenarnya cukup senang mendapatkan berita ini, akhirnya kesempatan ini diberikan kepada kami, pekerjaan dan aktifitas saya yang sering bertemu banyak orang mengharuskan saya harus memproteksi diri saya dengan vaksin ini. cemas muncul tat kala, pengalaman masa lalu, ketika jaman-jaman disuntik itu membuat saya takut luar biasa untuk disuntik. Saya menjadi salah satu anak yang merespon jarum suntik dengan rasa panik yang berlebihan bahkan sampai teriak-teriak. Rupanya trauma masa kecil itu tersimpan dengan rapi dalam alam bawa sadar saya hingga tanpa saya sadari saya mencari cara untuk menghilangkannya. mulainya saya lari sore walau hanya 6K demi untuk mengalihkan pikiran akan disuntik besok :D

Esok harinya, selasa pagi, tidak seperti biasanya saya harus lari pagi, dengan alibi untuk menutupi kekurangan lari sore kemarin. Saat lari juga bertemu dengan patnert lari dan sempat berbincang-bincang dan membahas tentang vaksinasi ini, kebetulan beliau ini alumni covid19, dan belum memasuki waktu batas sejak dinyatakan sembuh. Saya menanyakan juga apa dikantor beliau sudah ada undangan, rupanya belum ada. saat jarak-jarak terakhir saya ketemu dengan rekan lari juga di rute yang berbeda dan dan saat berbincang sebentar rupanya beliau di kantornya mendapatkan undangan vaksinasi. Saya tanpa sadar menyampaikan saya agak cemas makanya alihkan lari pagi. Jarak lari saya tidak terlalu jauh cukup 6 K, karena tidak ingin terlalu cape saat nanti akan divaksin. pulang ke rumah selepas lari, membereskan pekerjaan di rumah dan harus mengantarkan si kecil ke sekolah untuk pertama kalinya bertatap muka walau hanya 1 jam dengan pembatasan jumlah anak dengan pembagian persesinya. selepas dari mengantarkannya saya langsung menuju lokasi vaksin.

Sesampaiknya disana, alhamdulillah pelayanan baru dibuka walau vaksinator masih mempersiapkan keperluan perlengkapan. saya mendapatkan nomor antrian 6 dan alhamdulillah banyak bertemu dengan orang-orang dikenal di ruangan. Kemudian, saya nganti untuk pendataan, validasi, skrening dan akan menuju meja vaksinasi. Saat skrening agak cemas juga :) rupanya tekanan darah saya 130 :) ini baru pertama kali seperti ini, mungkin efek cemas yang berlebihan, dan ada beberapa pertanyaan yang muncul seperti apakah pernah menderita covid19, pernah berinteraksi dengan penderita covid19, punya penyakit pernapasan dalam beberapa minggu ini.  setelah dinyatakan memenuhi syarat, selanjutnya menuju meja vaksinator, gugup semakin menjadi-jad begitu dipersilahkan saya sempat melewati meja vaksinator yang merupakan alumni kami dan sudah sering berkomunikasi di puskesmas. Saya sengaja memilih meja alumni ini, biar tidak terlalu cemas. rupanya reaksi cemas saya mulai muncul, saya sudah kumat kami tidak jelas bahkan saat menarik napas dalampun sudah terasa berat, dan untuk menangkan dalam diri saya membaca alfateha dalam hati sambil diajak ngobrol sama alumni ini dan tanpa dissadari proses vaksinasi telah selesai. rasanya legah betul :D 

Selesai vaksin, dipersilahkan untuk ke ruangan observasi. dan menunggu 30 menit sambil melihat apakah ada gejala paska imunisasi. Sontak dalam diri begitu legah luarbiasa, sambil mengingat-ingat kejadi barusan, setiap berjumpah dengan teman yang saya kenal yang kebetulan bertugas disana saya ceritakan bahwa ini luarbiasa gugupnya, semua teori tentang motivasi gugur seketika jarum suntik akan menyentuh kulit saya dan menjadi bahan tertawaan hahahaha.bagaimanapun namanya cemas tidak bisa dikendalikan dia akan muncul sendiri, pengalaman masa lalulah yang menjadi rangkaiannya. Selepas vaksin saya harus kembali ke kampus karena ada rapat dan sudah ada janji bimbingan sama mahasiswa. selama di kampus, perasaan seperti biasanya dan saat balik ke rumah siangnya sempat tidur sebentar sebelum zuhur (sesuai sunnah nabi).  InsyaAllah tanggal 23 kembali vaksin untuk tahap 2. semoga semua berjalan lancar. aamiin

Tarakan, 11 / 3 / 2021
Pukul   : 6.09 sore 
             (bertepatan dengan libur memperingati isra mikrat nabi Muhammad Sallahu alaih wassalam)

07 Maret 2021

Silaturahmi Positif

Tidak bisa dipungkuri rutinitas lari yang saya jalani, begitu sering bertemu dengan orang lain. Saking seringnya lari di hari dan waktu yang sama, bersamaan dengan orang lain juga melaksanakan aktifitas olahraga, ada yang lari ada yang jogging, bersepeda bahkan ada yang sekedar lewat saja :) Seringnya berpapasan itu jadi ingat orang yang dijumpai, awal-awalnya saling lewat tanpa sapa, ini bisa berlangsung beberapa minggu, namun jika itu terulang kembali diminggu berikutnya, terkadang niat dalam hati ingin menyapa, apalagi saat berpapasan, walau hanya dengan kata " ayo...paaaa...lanjutttt " " ayo ibuuu", namun untuk bisa berani menyapa juga tergantung dari orang diajak sapa apakah oranganya juga menerima hangat sapaan kita atau hanya lewat saja.

Memang tidak mudah untuk bisa benar-benar mendapatkan orang yang pas untuk di ajak ngorol..semoga saja tidak "curiga" diantara beliau beliau ini. Sy terkadang menjadi tipe yang " aaa ga usah nanti dibilang sombong sok ngajari orang"..  namun bisikan itu terhempas kan dengan niat dalam hati "silaturahmi" toh sudah sering berpapasan entah orang itu ingat kita atau lupa tapi hampir setiap jadwal lari dan setiap itu juga berpapasan, apa memang tidak terlintas dalam diri mereka :) dan satu dua orang begitu disapa pertama begitu 'cool" senyum irit, namun tidak meluluhkan hati saya untuk menyapa kembal di pertemuan lain :) akhirnya direspon dengan baik mungkin sebelumnya mereka lagi kecapean saja hingga tidak fokus saat disapa.  Alhamdulillah dari beberapa orang yang saya temui malah ada beberapa yang nyapa duluan, ternyata dunia memang selalu memberi keseimbangan ketika niat baik kita menyapa namun tidak digubris malah ada orang lain yang duluan menyapa sama persis yang saya yang lakukan kepada orang lain, padahal beliau beliau yang menyapa duluan hampir tidak pernah terpikirkan olehku karena sebagian besar mereka jarang berpapasan malah belaiu-beliau yang memperhatikan ketika saya berlari yang luput dari perhatian saya. Itulah indahnya silaturahmi

Tarakan, 7 / 3 / 2021
Pukul.    : 8.26 malam 

Bukan untuk ditiru dan dikenang

Baru kali ini menyiapkan waktu untuk menuliskan dua kejadian yang cukup membuat hati ini "tergoncang" kejadiannya di hari kamis dan jum'at kemarin. Jadi ceritanya seperti ini, saya berniat untuk memfasilitasi beberapa alumni yang akan mengurus pendaftaran ukom khusus retaker, namun terkendala karena ijazah belum ada karena belum menyelesaikan beberapa administrasi selama di kampus. saya mengkonfirmasi kepada pimpinan menyampaikan maksud diatas agar saya diizinkan difasilitasi mengirimkan file tersebut dan beliau mengizinkan. sayapun menyampaikan kepada bagian yang mengarsipkan ijazah keesokan harinya dan terjadinya perbincangan, kenapa anak-anaknya tidak menghubungi beliau, jika memang perlu, saya tidak lama menjawab, takutnya jika mereka langsung wa. a kebeliau nanti menganggap beliau "diserang" lagi dengan w.a yang masuk (sempat beliau cerita tentang banyaknya w.a yang masuk saat pengurusan KRS) dan beliau meminta untuk menunjukkan kelas saya (jangan memudahkan memberi bantuan) :)  Mungkin nita baik saya terlalu berlebihan bagi beliau sehingga beliau menyampaikan seperti itu, mungkin niat baik saya untuk memfotokan ijazah itu sangat recehan :) sehingga harus menunjukkan   tunjukkanlah kelas. Sayapun berpikir dalam hati kelas yang dimaksud apa? apa saya dengan mudahnya menolong orang tanpa melihat ini dan itu?. Spontan saya pun menyampaikan bahwa saya akan menyampaikan alumni untuk me.w.a kebeliau. 
 saya menyampaikank ke alumni untuk  w.a beliau, mungkin ada setengah harian ada alumni yang kirim w.a ke saya katanya w.a mereka  hanya diread saya bilang bisa jadi hp saat itu dipegang anaknya dan dibaca pesan itu. Karena ada salah satu alumni yang sebenarnya tidak ada masalah administasi hanya karena belum ke tarakan  saja, dan saya menyampaikan kepada bagian yang menangani ijazah apakah sudah ada w.a masuk atas nama ini kayaknya alumni itu tidak ada masalah dengan administrasi. beliauy mengatakan w.a yang masuk hampir saya isinya dan belum sempat dibalas. tidak lama kemudian beliau konfirmasi sudah memvalidasi bahwa benar alumni tersebut tidak ada masalah. sorenya saya mengecek group ada salah satu alumni yang juga punya masalah yang sama sudah melaporkan pendaftarannya (berarti ini alumni juga sudah dikirimkan file ijazah). dan ada alumni yang melaporkan belum mendapatkan file dan saya berpikir mungkin masalah alumni ini beda dengan yang lain hingga belum dikirimkan ijazah

Kejadian kedua, jum'at pagi ketika kami diarahkan untuk pertemuan dengan pemilik tempat kerja saya. saya datang lebih awal dan berpapasan dengan teman, setelah beberapa saat datanglah pimpinan dan beberapa jajarannya. saat berbicara dengan  ceo, tiba-tiba masuk teman yang lain dan kebetulan yang dibahas adalah beliau. tidak lama terjadinya berdebatan diantaranya, ada kata-kata yang keluar " bapak tidak menunjukkan etika, langsung main tunjuk aja" dan dibalas dengan kalimat " bapak tidak punya kerjaan (maksudnya tidak punya aktifitas kesibukan untuk saat ini kayak teman-teman yang lain),. "perdebatan" itu dihentikan karena pemilik tempat kerja ini akan memulai pertemuan. Saya tidak terlalu mengikuti pembicaraan yang dibahas dan dalam memory saya ini tentang membuka program baru,. cukup banyak yang disampaikan dan yang sangat terekan dalam ingtatan saya "buka yang menghasilkan uang", spontan dalam benak bergejolak, hehehe dibuka ini dan itu paling-paling siapa yang diuntungkan :) mungkin ini juga di benak teman-teman yang lain :) setelah dberi arahan panjang lebar, akhirnya diberi kesempatan pimpinan untuk berbicara, mbeliau menjelaskan panjang lebar dan menyampaikan alasan penunjukkan, dan lagi-lagi terjadinya "perdebatan kedua yang hampir sama di awal. nampaknya teman ini belum terima dan spontan keluar lagi kata-kata "bapak tidak beretika" dan ketika teman yang ini diberi kesempatan dan kembali lagi kata-kata keluar " bapak tidak beretika, asal main tunjuk, tidak pake permisi-permisi" "saya juga banyaki kerjaan, jangan menuduh tidak ada kerjaan, bapak menghubungi saya bukan di nomor saya, bapak tidak beretika (untuk kesekian kalinya). akhirnya pimpinan meminta maaf (walau sepenuhnya bukan saya beliau).  dan tidak lama kemudian pertemuan ditutup. saya hanya geleng-geleng kepala mendengarkan perdebatan itu hingga teman disebelah saya bingung apa yang sebenarnya terjadi dan saya hanya menyampaikan ada yang keberatan dengan penunjukkan dirinya". sepanjang jalannya rapat saya memperhatikan  teman ini body languegenya tidak tenang, sering sekali menggoyangkan kakinya padahal selama ini cukup tenang mungkin energy penolakannya begitu besar hingga alam bawa sadarnya menunjukkan dalam gerakan-gerakan yang tidak disadari.

pengalaman yang tidak boleh diikuti dan disampan sebagai memory, biarlah dua kejadian itu berlalu dengan berlalunya waktu, sekali lagi bukan untuk dikenang dan bukan untuk dijalankan, cukup pelajaran baik yang diambil, asal bukan kita yang melakukan, cukup orang lain

Tarakan, 7 / 3 / 2021
ditulis pukul : 7.11 pagi
diupload : 6.19 sore

03 Maret 2021

Ketika girah bekerja mulai kendor

Sebenarnya saya termasuk tipekal orang yang sangat disiplin. terutama dalam bekerja. Berusaha memprioritaskan apa yang perlu diprioritaskan dan mengabaikan apa yang tidak terlalu urgen untuk segera diselesaikan. Namun akhir-akhir ini, motivasi untuk kerja mulai kendor padahal rutinitas kerja itu belum ada yang berubah semua masih sama dengan target dan waktu penyelesaian yang telah ditentukan. Mungkinkah ada hal yang membuat motivasi ini mulai berkurang gairanya. Saya mencoba melihat kebelakang ada masalah apa dikantor yang secara tidak sadar masuk "merasuki pemikiran". akhirnya saya menemukan titik yang menjadi "biang keroknya". Tepat minggu lalu ketika terlibat dalam rapat senat untuk anggaran yang dikeluarkan persemester nanti. Ada indikasi bahwa uraian gaji belum ditentukan secara pertimbangan "profesional" mungkin ketika orang lain yang melihat draft itu akan berkesimpulan yang sama kenapa hanya yang ada "ikatan" tertentu dilebihkan tunjangannya. 

Belum lama ini, kami rapat pimpinan dengan pemilik yayasan, akan ada rencana membuka prodi baru. Panitia sudah ada SKnya namun belum diadakan pertemuan lanjutan tentang ini. Seperti biasanya, kabar burung berseliuran, "paling-paling sudah jelas yang diuntungkan". Mungkin ini belajar dari pengalaman yang sudah-sudah dari kenyataan yang dirasakan rekan-rekan kerja. Namun semua ini kembali kepada kebijakan pemilik tempat kerja ini, mau seperti apa dan mau bagaimana. Akan tetapi ada hal yang perlu diingat ketika melibatkan orang-orang yang ada maka ada baiknya lebih memperhatikan kepentingan bersama bahkan kesejahteraan bersama, pada akhirnya yang bisa mengklarifikasi dan menghalau berita-berita yang sudah "viral" itu adalah pemilik tempat kerja ini.

Semoga kondisi ini tidak berlama-lama mampir dalam benak ini, cukup melintas saja walau cukup terasa ;) tidak perlu mengurusi atau mencampuri yang bukan menjadi hak kita, karena semua yang kita dilakukan ini akan dimintai pertanggungjawab kelak. InsyaAllah amanah yang diberikan saat ini tetap dijalankan, berusaha tidak menjenarisir masalah yang ada, cukup tahu saja dan tidak ingin terlibat pada pembicaraan yang menjadi bola liar. Semua orang juga tahu seperti apa kondisi sebenarnya dan bagi saya, sudah cukup dengan menjalankan amanah yang sekarang, berusaha memberikan yang terbaik (untuk kerjaan saat ini) dan berusaha menyelesaikan target-target yang harus dikejar untuk institusi dan untuk pengembangan diri.

Tarakan, 3 / 3 / 2021
Pukul   : 5.29 sore

Belajar Running yang Benar

Hampir sebulan ini saya berkomunikasi dengan mantan altet lari Tarakan yang sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya melatih remaja-remaja yang masih duduk di bangku SMA, dan sebagian besar mereka berencana ikut test masuk TNI atau Polisi. Awal kenal beliau juga karena seringnya berpapasan saat lari. Seperti biasanya jika yang kita temui saat lari itu orang yang membalas senyum dan menyahut ketika disapa, dan kebetulan beliau ini terbilang ramah ketika disapa. karena seringnya menyapa sempat ngobrol sebentar saat berpapasan. Awalnya saya tidak mengetahui kalau beliau ini seorang atlet, nanti ketika menggunakan jaket atletik tarakan baru sadar kalau beliau adalah atlet inipun baru tebakan saya saja belum mengkonfirmasi. Pada suatu waktu saya lari dan memang agak kesiangan saya melihat beliau sedang melatih beberapa anak remaja namun saat itu berpikir mungkin ini guru olahraganya :) hehehe hingga diwaktu lain pas kembali berpapasan, saya melihat postur tubuh dan body language saat lari benar-benar sempurna, mungkinkah beliau ini seorang atlet? hehehe

Ada sekitar sebulan sering berpapasan dan pas sore hari juga sempat berpapasan lari namun saya belum bisa mengimbangi caranya berlari, terbilang cukup laju :) hingga pada jum'at sore sekitar awal februari pas saya juga sedang latihan interval, putaran sesi lari saya sempat meminta nomor hp beliau dan beliau sangat welcome, tidak lama obrolan kami berlanjut di w.a bahkan beliau tidak sungkan menelpon dan enak untuk diajak konsultasi. Minggu lalu saya bersilaturahmi di rumah beliau, ngobrol banyak tentang lari dan pengalaman beliau termasuk saya menanyakan karena sudah sering berpapasan, apakah beliau memperhatikan teknik saya berlari, beliau dengan ramahnya menjawab, lari saya masih cenderung bungkuk ke depan, sebaiknya lurus posisi kepala hingga perut karena itu akan mempengaruhi posisi jantung, kalau agak bungkuk memang jantung akan leluasa bekerja namun harus nenahan beban gaya gravitasi sementara pada saat lulus jantung tidak ada bebas tambahan untuk menahan gaya gravitasi karena sudah ditopang dengan posisi perut dan dada. 

Sejak silaturahmi itu saya belajar untuk mengontrol posisi badan saat berlari, yang hasilnya cukup berpengaruh lari lebih enak dan napaspun lebih leluasa dan pace lari malah meningkat :) saat silaturahmi juga saya konfirmasi latihan lari yang selama ini saya nonton di youtube misalnya tentang ABC drill, ABC SKip, lari kijang, latihan interval dan yang lainnya, beliau menyampaikan tetap lanjut karena itu menunjang performa berlari. dan satu pesan beliau kalau lari itu grafiknya tidak selamanya harus naik akan tetapi harus berdinamika, harus naik dan turun, jadi tidak selamanya terus seperti latihan lari yang dijalankan selama ini.  Ijadi selama ini saya salah, saya pikir lari harus terus meningkat, sehingga saya mati-matian menjaga target lari perminggunya itu :) bahkan rela hujan dan berpanas-panasan :). Sebagai tindak lanjutnya, saya mulai terapkan terutama saat longrun, jadi saya sudah tidak rutin lari 21K di setiap akhir pekan, namun saya mulai mencoba mengikuti anjuran coach profesional bahwa longrun harus mencapai 35% dari total lari mingguan. Kalau selama ini saya lari 50 K atau 60 K dalam seminggu maka sebaiknya longrun saya di angka 17 k dan kadang-kadang karena tanggung saya benapkan 18 K namun dalam waktu tertentu dalam 1 bulan saya harus berlari 21 K. 

Tarakan, 3 / 3 / 2021
Pukul    : 4.58 sore

01 Maret 2021

Catatan Gerakan Sejuta Soal (Ukom)

Tulisan ini dibuat Sabtu malam selepas maghrib,  27 Fabruari 2021. Hari ini baru saja dilangsungkan GGS atau gerakan sejuta soal. Kegiatan ini diprakarsai oleh asosiasi pendidikan tinggi vokasi indonesia (Aipviki). Kegiatan ini sangat luar biasa, sejak digulirkannya uji kompetensi tahun 2012 dan dilaksanakan pada tahun 2014 maka dosen dituntut untuk membuat soal uji kompetensi. membuat soal ini memang tidaklah muda, sejak pertama kali dikenalkan tahun 2012, mungkin yang memuat sulit adalah mindset dosen dalam membuat soal masih dibayang-bayangi soal lama, soal mungkin didapatkan saat pendidikan padahal kondisi saat ini sudah berubah dan tuntutan konten soal juga ikut berubah, ada beberapa kaidah yang harus diikuti, harus berdasarkan kasus nyata, nah ini yang jarang dilakukan sehingga soal kasus yang ada cenderung fiktif dan sering dilebih-lebihkan padahal diluar logisnya kondisi ril yang ada pada pasien. 

kembali ke masalah kegiatan hari ini, saat pengarahan dari panitia dan pemateri sangat luar biasa apa yang disampaikan, setelah sekalian kali mengikuti materi tentang pembuatan soal, inilah yang paling menarik, soal selama ini hanya fokus pada salah satu tinjauan misalnya menanyakan diagnosa keperawatan sementara kompoten terpenting membuat soal adalah adalah di vignette atau kasus yang diangkat, pemateri menyampaikan harus jelas ada kaidah dan tata urutannya tidak bisa seenaknya dan kasusnya harus logis dan harus diingat bahwa soal ini ditujukan kepada mahasiswa d3 perawat yang harus terampil dan siap kerja.  banyak juga ulasan tentang bagaimana membuat pertanyaan dari 5 proses keperawatan yang dalam soal dikembangkan menjadi 7, pengkajian ada anamnesis dan pemeriksaan (fisik + TTV), diagnosis keperawatan, rencana intervensi, implementasi dan evaluasi yang terdiri dari evaluasi langsung saat diberikan kegiatan dan evaluasi saat kunjungan berikutnya. pada workshop kali ini dperkenalkan sistem IBA online yang kurang lebih sama dengan IBA offline hanya saja ini lebih realtime 

Ada hal lain yang menarik dibalik workshop ini, jadi semalam saya mendapatkan w.a dari teman institusi lain mengonfirmasi tentang kegiatan ini dan melihat hanya saya dan satun teman di kampus yang ikut sementara mereka tidak ada perwakilan, dan setelah dikrosscek ternyata informasinya lupa diteruskan ke rekan dosen yang lain. saya menyampaikan juga kalau ini saya hanya isi-isi saja link pendaftarannya mungkin karena merasa pelatihan seperti ini sudah sering didapatkan dan saya juga membagikan link ini di group dosen namun respon teman-teman nampaknya belum bagus mungkin karena ada kesibukan. setelah lama berbincang-bincang sama teman memang lebih dikarenakan miskomunikasi apalagi banyaknya pesan yang masuk di group yang membuat group itu terlewatkan. saya pun awalnya tidak menyangkah bahwa pelatihan ini sangat sangat penting sekali. 

alhamdulillah selama mengikuti kegiatan dari awal tidak ada hambatan yang berarti begitu mendapatkan arahan langsung aya tindaklanjuti saya mencoba mendaftarkan akun saya dan melakulan lupa password, akhirnya bisa diakses dan begitu mengikuti perkembangan obrolan di chatroom zoom begitu banyak yang mengeluhkan tidak bisa mengakses dan tidak bisa log in. memang hal yang dianggap "sepele" terkadang begitu penting bagi kita, mungkin cacatan penting dari kegiatan ini, awalnya bisa jadi dianggap sepele dan tidak terlalu penting dan urgen karena kita belum melihat apa sebenarnya didalamnya, saat pertama kali mengisi pendaftaranpun sekedar isi dan saya melihat kegiatan sabtu dan saya tidak ada kesibukan kecuali mendampingi anak untuk video call rutin di hari sabtu jam 10 pagi. begitu melewati hari ini, luarbiasa ternyata semuanya sangat bermanfaat. sekalgi yang menyepelehkan hal-hal yang belum tahu isinya apalagi kalau kita anggap itu hal yang sudah sering diikuti kita belum bertanya apa yang menarik dan hal yang baru dari ini, karena tidak mungkin diulang-ulangi diberikan jika tidak urgen. itu saja.




Balas
Teruskan

Halo Maret

Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan 1 Maret tepat dihari senin, di awal kerja di pekan ini. Sudah banyak yang dilalui dalam 28 hari di bulan dua, banyak cerita yang sudah diungkapkan dan banyak pengalaman yang bisa diambil hikmahnya. Hari ini dimulai dengan kegiatan yang cukup padat, jam setengah 10 mulai rapat hingga jam 12 siang dan jam 1 dilanjutkan dengan mengajar hingga jam 15.30. Namun hari ini sudah dibuka dengan sesuatu yang indah, purnama di subuh ini begitu elok dan cuaca sangat mendukung. dan tidak ingin melewatkan pagi ini hingga empat kali saya harus bolak balik ke islamic, yang pertama untuk shalat subuh, yang kedua untuk jogging sendiri kemudian balik lagi mengajak anak-anak untuk memberikan makan kucing yang ada di islamic dan yang keempat saya harus ketemu rekan di islamic karena pas mengantar anak-anak pulang saya melihat beliau lagi jogging dan dalam rentang1 minggu ini memang saya mencari beliau karena ada yang perlu didiskusikan. alhamdulillah tadi pagi terlaksana, dan sempat mampir ke rumah untuk melihat kondisi rumah yang rencananya akan direnovasi dan sambil mengumpulkan uang serta memprediksi kebutuhan semuanya karena kebetulan beliau baru saja membangun rumah ga jauh dari rumah saya.

28 hari kemarin bukan hari yang dengan mudah dilewati begitu banyak "prahara" yang harus diselesaikan bahkan di tengah kesibukannya kerjaan di kantor harus tetap menjalankan rutinitas latihan lari dan menariknya saya bisa berkomunikasi langsung dengan seorang pelatih yang sudah banyak asam garam running bahkan saat ini sedang melatih anak SMA untuk persiapan masuk TNI atau Polisi. Bulan dua kemarin juga saya harus memeriksakan kembali kondisi kesehatan yang hampir drop namun masih bisa bertahan untuk berlari dan menjadi pengalaman penting untuk tidak memaksakan untuk lari dan pesan dari coach bahwa grafik dalam latihan tidak selama lurus namun harus semacam kurva  dan tidak harus cepat namun kadang kadang lambat. 28 hari terlewati juga dengan segala macam lika likunya, intinya bagaimana kita tetap belajar dari pengalaman yang sudah dilalui untuk menjadi inspirasi dan semangat untuk melanjutkan langkah-langkah berikutnya. InsyaAllah.

Tarakan, 1 / 3 / 2021
Pukul    : 4.16 sore