Saya mengenal dunia lari, sebenarnya sejak SMA, namun dijalankan hanya sekedar berlari di akhir pekan karena kesibukan bersekolah. Lanjut kuliah tahun 2001, sudah mulai merutinkan, namun masih sebatas hobi dan berlari hanya untuk kesehatan, saya ingat jadwal lari saya di hari selasa dan jumat, itu juga masih kadang-kadang dijalankan terlebih karena kesibukan bekerja, dan ini dijalankan hingga datang merantau di Tarakan, lari secukupnya di pagi hari atau sore, 2-3 kali seminggu dan lagi-lagi sekedar berlari, mencari keringat dan mendapatkan sehat. dampak langsung yang saya rasakan, kualitas tidur sudah lumayan bagus, jarang terbangun malam hari, namun masih gampang sakit, terutama radang tenggorokan. tahun 2017 sudah mulai mengenal race lari :) dan pertama kalinya ikut race di Bandung (kebetulan sedang kuliah) dan sudah mulai merutinkan, sudah mulai merasakan tidak sekedar berlari, mulai mengenal pace, KM dan menggunakan app running namun belum berani join bersama orang lain apalagi komunitas lari, padahal saya berada dengan orang-orang yang sudah menjadi member komunitas lari bahkan setibanya di Tarakan, namun tidak menggerakkan diri saya untuk join. Balik ke Tarakan (setelah selesai S2), rutinitas ini terus dijalankan, bahkan sudah memiliki efek, berat badan saya mulai menyusut, apalagi di rentang tahun 2000- pertengahan 2023 disini lari bukan sekedar hobi namun lebih lari sudah menjadi kebutuhan badan, ada yang hambar jika tidak berlari dalam 1-2 hari, berat badan saya turun drastis, ambisi lari saya begitu besar, dalam seminggu saya menargetkan lari 60K bahkan untuk target bulanan berkisar 280-an hingga 300, benar-benar diporsir. dan saya berjumpa dengan beberapa orang, terutama selama pandemi C19, bahkan menjadi patnert berlari. dan memasuki akhir tahun 2023, benar-benar saya berniat menaikkan berat badan, agar tidak nampak lesu dan cukup berisi ketika difoto 😆 efek positif pada diri saya dalam 4 tahun terakhir ini adalah keluahan sakit radang sudah mulai berkurang, sudah jarang berobat, badan lebih fresh, bisa berbagi pengalaman dengan orang-orang, yang saya sampaikan, tentukan tujuan lari untuk apa, targetnya apa, namun harus tetap mengenali kemampuan diri, jangan melihat orang lain, jangan asal ikut-ikutan pace orang dan sebaiknya melakukan peningkatan perfom lari dengan latihan lari yang bervariasi dan beri apresiasi dengan pencapaian diri sendiri. dan yang terpenting bagi saya, lari yang sudah menjadi kebutuhan, ternyata menjadi moodboster bagi saya, dengan berlari, daya tahan diri terhadap masalah kuat besar, tidak gampang ngedrop dan banyak energi positif yang didapatkan., ibarat saat berlari, kita menghirup energi-energi positif yang kita gunakan untuk melaksanakan aktifitas seharian. mengingat usia 40an, usia masa pematangan termasuk usia yang harus dipesiapkan memasuki usia senja, fungsi badan mulai menurun dan dengan berolahraga kita siap memasuki usia yang muda lagi, dengan tetap berolahraga dan menjaga bada tetap sehat. salam sehat.
Tarakan, 15. 01. 2024
Pukul : 06.26