30 April 2022

Ramadhan ku ini

Alhamdulillaj malam ini menunjukkan malam ke-29 yang berarti kemungkinan besar merupakan ramadhan terkahir untuk 1443 H. begitu banyak cerita begitu banyak lika likunya. semoga memberikan keberkahan. aamin

tulisan ini ditulis kembali diakhir ramadhan 

Hari-hari terakhir ramadhan kali ini begitu, terasa, sengaja tidak mengambil kesibukan yang akan melalaikan dan saya masih ada utang 1 juz yang harus saya selaikan, alhamdulillah berakhir di setelah shalat zuhur tadi. 
seperti pada ramadhan tahun lalu, untuk menuntun agar ramadhan berjalan seperti yang seharusnya dalam tuntutan agama, saya mengikuti ceramah live atau nonton tunda. Apa yang disampaikan beliau cukup membantu untuk mengarahkan. Hampir setiap hari, jamaah yang mengikuti diingatkan apa saja yang sudah kita lakukan selama ramadhan ini, diawal-awal sudah diingatkan bahwa ramadhan ini sangat singkat dan cepat akan berlalu, sehingga sebagian kita sering mendengarkan ucapan ga terasa uda hari ke 10, ga terasa ramadhan sisa seminggu lagi. Kita selalu diingatkan jangan sampai kita menjadi orang yang lalai dengan hari-hari ramadhan ini, jangan sampai kita hanya menjadi orang hanya hanya menahan lapar dan haus tanpa pahala apa-apa. intinya jangan sampai kita menjadi kelompok orang-orang yang merugi karena tidak mendapatkan ampunan Allah subhannah wata'alah. 

Hari berganti hari, akhirnya ramadhan memasuki 10 hari terakhir saat itu. saya berniat untuk melakukan shalat tasbih / tahajud di islamic center karena diadakan shalat qiyamul lail disana, Alhamdulillah bisa terwujud, belum lagi semakin ramai karena beberapa anak remaja disini sempat ikut walau sebanarnya bikin repot :) repotnya karena anak-anak ini harus begadang hingga larut dan begitu semangatnya mau ikut hingga masih jam 1 dini haripun sudah heboh, bahkan mereka pernah hujan-hujanan karena menunggu jam 01.30, namanya anak-anak, walau belum sempurna dalam beribadah dan cenderung bercanda diantara merek, namun satu hal yang positif, mereka mengenal ada namanya shalat tasbih, shalat tengah malam di 10 hari terakhir dan mereka ini 1-2 kali ikut dan untuk rafa mengikuti 3x. 

Hal yang lain menarik adalah saya tidak pernah bergeser mesjid sepanjang ramadhan kali ini, jadi saya tarwih di satu mesjid selama ramadhan, karena mengamalkan salah satu hadist, barang siapa yang shalat isya, tarwih hingga witir bersama imam, maka dia mendapatkan pahala seperti beribadah semalam suntuk.  nah jika saya shalat di islamic, dan saya shalat witir terpisah maka saya akan kehilangan keutamaan hadist itu. selepas tarwih, saya mendapatkan tugas untuk mengawasi anak-anak yang tadarrus alqur'an, seperti dalam tulisan sebelumnya bahwa kairnya saya harus mengawal hingga khatam quran sebagaimana sudah saya tulis dalam judul sebelumnya. kebiasaan untuk tidak tidur pagi juga bertahan namun dikahir-akhir ramadhan saya saya harus tidur sekitar jam 7an, ini tidak lain saya tidak tidur kembali sebelum sahur, biasanya ini memberikan energi tersendiri, tidur 30 menit sebelum sahur setelah sebelumnya menjalankan shalat qyamul lail. selama ramadhan juga, kegiatan laripun tidak hilang, dari 2 s.d 28 ramadhan kemarin, saya berhasil lari dengan jarak tempuh 213K selama 4 minggu di bulan ramadhan, lumayan, dan lahamdulillah, hanya 1 hari saya off tidak lari yang hampir saya saya lakukan diluar ramadhan. Untuk sedekah, alhamdulillah berjalan lancar, masih bisa mengeluarkan hak orang lain dari harta yang dimiliki dan di ramadhan kali ini saya menyelesaikan zakat profesi  yang sudah memenuhi ditahun  2020 kemarin dan baru kali ini menyelesaikan sebesar hampir 1.8juta (1 jt sudah dibayarkan sebelum ramadhan). 

ramadhan kali ini sangat memberikan arti dan kesan, semoga kita semua dipanjangkan umur dan diberi kesehatan agar bisa bersua pada ramadhan-ramadhan berkutnya. aamin ya rabbal alamin

 



Tarakan,  30 / 4 / 2022
                28 Ramadhan 1443 H
Pukul    :  23.19 Malam

Sedakah di Bulan Ramadhan

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah adalah sosok yang paling dermawan dan selama di bulan ramadhan kedermawanan beliau bertambah besar dan bisa dirasakan oleh banyak orang bahkan disebutkan bagai angin yang berhembus, siapapun  merasakan manfaatnya. Selama bulan ramadhan ini juga menjadi penting untuk bersedekah, bahkan sedekah ini disebutkan dalam al quran bahwa ada orang-orang yang sudah meninggal namun mereka meminta untuk dihidupkan lagi hanya untuk bersedekah. betapa besarnya manfaat sedekah ini sudah tidak diragukan lagi. mulai membersihkan harta kita, menghilangkan sifat tamak kita dengan membagikan rejeki yang kita dapatkan dan menyucikan jika kita dari sifat merasa memilki, karena kita harus sadar bahwa harta yang kita miliki ada hal dan milik orang lain yang harus kita berikan.

Selama bulan ramadhan banyak yang menawarkan program sedekah, mulai dari sedekah dan infaq beras unuk kaum dhuafa (oleh Baitul Mall Hidayatullah), berbagi sembako dari yayan Mujahir Projek milik ust Nurul Dzikri, program-program takzil yang ditawarkan rekan-rekan di w.a atau sosmed dan tentunya sedekah rutin dalam bentuk kotak amal yang ada di mesjid-mesjid.  Alhamdulillah, Allah subhannah wata/a;ah memberikan taufiq dan hidayahnya agar hamba dan keluarga diringankan tangannya berpartisipasi dalam program-program di atas, semoga bermanfaat dan memberikan keberkahan. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 30 / 4 / 2022
               28 Ramadhan 1443 H
pukul    : 23.16 malam


27 April 2022

Tadarrus di Mesjid Almujahid

Setiap ramadhan datang, semangat setiap orang memiliki semangat yang tinggi untuk menjalani awal-awal, tidak terkecuali di mesjid Al Mujahid Kampung 1 Skip RT 5 yang merupakan kompleks rumah tempat tinggal saya. Saat rapat pengurus takmir mesjid, salah satu yang diputuskan adalah mengaktifkan pengajian / tadarrus anak-anak dan remaja di sering shalat di mesjid ini. Hari-hari pertama pelaksanaan cukup ramai, hampir semua anak-anak dan remaja yang ikut tadarrus dan dipimpin langsung oleh salah satu putra di kompleks yang merupakan lulusan pesantren. Hari kedua karena kesibukannya dialihkan sm adiknya dan saya pas kebetulan ada disitu sambil tadarrus juga sambil mengawasi. Tidak ada masalah yang terjadi, semua lancar dan dalam keadaan baik-baik saja. lanjut malam ketiga hingga keenam masih dalam kondisi terkendali. Namun pada suatu malam, mulai terjadi ketegangan anak-anak dengan yang mengkoordinir, sempat "marah" karena kondisi jamaah tadarrus ini yang tidak bisa diam, begitu juga malam berikutnya, anak perempuan yang sudah cukup remaja dan rata-rata sudah SMA dan ada yang kuliah,  mengekspresikan ketidaksukaannya dengan kondisi jaamaah tadarrus. saya yang ada disitu menganggap ini masih wajar, namanya anak-anak selama tidak brutal atau tidak ada korban. 

Jamaahnya mendapatkan bonus es krim setelah memasuki minggu pertama. namun begitu mendapatkan bonus ini, jamaah mulai berkurang dan setelah pemberian bonus es krim itu diputuskan untuk mengaji sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Mendengarkan keputusan pembina itu, saya menyampaikan ke jamaah anak-anak yang masih bersemangat agar tetap bertahan, nanti saya yang mendampingi mereka saat tadarrus. ini berlangsung dengan jumlah yang kadang banyak dan kadang berkurang. dua minggu jalan, saya memberikan kotakan ayam geprek sebagai penyemangat dan menyampaikan jika masuk di juz 25 akan diberikan lagi bonus kotakan ini. di minggu kedua, mendapatkan masukkan dari jamaah bapak-bapak, sebaiknya metode menyajinya di ubah, dari awalnya membaca ayat secara bersama-sama menjadi membagi-bagikan beberapa halaman. Alhamdulillah, mulai dicoba di malam berikutnya, dan hasilnya kami berhasil 2 juz. ini berlangsung mulai di 15 hari terakhir dan alhanmdulillah konsisten sehingga tepat di malam ke-23 bulan ramadhan, kami menuntaskan 30 Juz. dan ini menjadi yang pertama kalinya, karena biasanya, tadarrus seperti ini hanya bertahan di 10 hari pertama ramadhan. alhamdulillah. anak-anak yang terlibat dan memang yang konsisten sekitar 7-8 anak dan sebagai bonusnya lagi kotakan ayam geprek :)   semoga kedepannya kegiatan ini tetap berjalan dan bisa mendapatkan supoort lagi dari jamaah anak-anak dan remaja. 

Tarakan,  27 April 2022
                25 Ramadhan 1443 H
Pukul   :  08.09 pagi

24 April 2022

Lari di Bulan Ramadhan 1443 H

Hari ini, mulai memasuki minggu ke-4 bulan ramadhan, artinya kita berpuasa sudah 3 minggu berlalu dan hari ini memasuki 22 hari. untuk urusan lari, rupanya capaiaannya melebihi ekskpektasi, saya awalnya merencanakan cukup lari 3-4 x dalam seminggu  dengan capaian lari 8-10K perharinya artinya dalam sepekan saya berlari 35-40K, alhamdulillah, tanpa disadari dan hanya dijalani tanpa target tertentu saya berhasil mencapai lari di pekan pertama 56K, pekan kedua 57K, pekan ketiga sore ini insyaAllah akan tercapai semoga tidak ada halangan 50K. tersisa 1 pekan lagi secara waktu normal, belum lagi di malam-malam terakhir ini merupakan malam "perjuangan" meraih kemuliaan lailatul qadar. Jadwal lari yang awalnya hanya senin rabu jumat serta ahad, sekarang jadwal hari lari normal seperti biasa, 6 dari 7 hari yang tersedia walau dibeberapa hari karena ada kesibukan atau menghindari cuaca yang terik saya malah lari kesorean hanya 5-7K itupun pas beres pas azan maghrib dan harus berbuka di lokasi jogging. 

Sebenarnya agak khawatir dengan rutinitas lari ini akan berdampak pada malam-malam di bulan ramadhan, dan alhamdulillah tidak terlalu berdampak, tidur makin terjaga walau diawal-awal agak kesulitan bangun untuk shalat tahajud disepertiga malam, mungkin karena waktu yang terasa begitu sempit, hampir beres-beres setelah shalat tarwih dan tadarrus sekitar jam setengah 10 lewat dan saya harus benar-benar bisa untuk mempersiapkan tidur malam sekitar jam 11san, mungkin ini menjadi penyebab sulitnya untuk bangun disepertiga malam dan ini menjadi pertimbangan agar saya benar-benar mengatur waktu dengan baik.  Hal yang hilang dan agak sulit saya jalankan adalah jogging setiap pagi selepas subuh, seingat saya ramadhan tahun lalu hampir setiap hari melakukan ini apalagi di 10 hari terakhir, untuk menghindari tidur pagi saya biasa melakukan ini dan saat ini menjadi sulit karena dipagi saya masih harus berpacu dengan tadarrus mengejar setoran khatam qur'an.

Hari-hari kedepan menjadi hari-hari terakhir di bulan ramadhan, diwaktu ini juga menjadi tantangan apakah saya masih tetap berlari walau dengan intesitas rendah dan durasi yang kompromi, dan di minggu-minggu ini pula akan disibukkan dengan persiapan menjelang lebaran, belum mempersiapkan ini belum lagi mempersiapkan itu, semoga di 1 minggu kedepan masih tetap konsisten lari sore dengan jarak berapa pun :) masih was-was untuk lari di atas 10K takut nanti kecapean dan justru ibadah malam menjadi tidak maksimal. selama masih bisa bergerak dan tidak mager, semoga tetap sehat dan fight di hari-hari terakhir ini. semoga semua berjalan dengan lancar. aammiin

Tarakan, 24 / 4 / 2022
               22 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 15.21 

23 April 2022

TOEP dan TKBA

Kamis dan Jum'at  kemarin, saya yang mengikuti dua test sebagai syarat administrasi untuk mengikuti Sertifikasi dosen. Sejak tahun 2011 persyaratan sertifikasi dosen ini cukup "berat" jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya, ditahun 2020 saya sudah mengikuti test Toefl, dengan hasil saat itu konon kata teman, itu sudah lulus syarat administrasi sisa menunggu tahapan selanjutnya, qadarallah, ketika proses migrasi data dari institusi lama ke institusi baru, data saya tidak termigrasi, dan tidak terdeteksi sehingga saya tidak bisa lanjut ke tahapan berikutnya. Kemudian ditahun 2021 ketika ada sosialisasi tentang aturan baru serdos, dengan beberapa persyaratan administrasi yang cukup berat seperti TKBA harus memehui nilai 550 dan TKBI atau TOEL atau TEFL harus mencapai skor 470 dan harus 2 tahun setelah TNT atau tahun ditetapkannya SK tersebut harus melebihi 2 tahun.Sekitar 2 minggu lalu, pimpinan menganjurkan untuk mengisi biodata dan dokumen yang dibutuhkan untuk BKD online. saya sebenarnya tidak punya motivasoi untuk mengisi ini terlebih akses untuk masuk sempat terkenda dengan verifikasi akun sister yang sudah terkoneksi dengan jaringan internet, sebelumnya hanya memalui wifi khusus dari kampus. Entah apa penyebabnya, saya begitu malas untuk mengisi, apa karena banyaknya kegiatan yang bersamaan hingga saya juga sulit memprioritaskanmana yang harus diprioritaskan.

 Kembali ke kedua test yang diikuti, ada yang membuat kaget dan juga ada yang kasih kejutan. Untuk hari kamis, saya mengikuti TOEP, ini yang kedua kalinya, ditest pertama, hasil yang didapatkan lumayan 420 atau skor toepnya 42, begitu test kedua, begitu terkejutnya test saya nilai 398 :) yang membuat kaget, seharusnya skornya lebih tinggi karena saya sudah mempersiapkan ini melalui test TOEFL kurang lebih 3 bulan belakangan ini, memang ada perbedaan di test TOEP ini dengan TOEFL, di TOEP tidak ada struktur (padahal dipoint ini mendapatkan skor lebih besar), test ini lebih fokuskan ke respon, bagaimana tanggapan kita jika ada lawan dialog kita memberikan pernyataan atau pertanyaan. kedua, mirip toefl respon terhadap percakapan dua orang dan agak pendek, kemudian ada percakapan panjang. selebihnya ada Artikel yang kita mencari mine idea atau yang lainnya.  Jika dibandingkan TOEFL ITP saya skornya sudah 460 akan tetapi masih kurang 10 point karena standar minimal 470. 

Yang menjadi kejutan adalah di test TKBA kemarin, Sebenarnya sic agak pesimis, saya sudah terlanjur "tidak semangat" untuk mengikuti karena berpikir test TOEP sudah gagal mencapai nilai minimal. Namun saya tetap mengikuti walau agak berat, dengan kondisi begitu saya memulai test walau sedikit terkendala dengan jaringan diawal-awal. Setelah menunggu kurang lebih 45 menit setelah diverifikasi sama pengawas akhirnya test di mulai, awalnya dimulai dengan uji coba mengerjakan soal dan gambaran umum soal yang akan dikerjakan, semua berjalan lancar dan akhirnya ujian dimulai. soal dimulai deretan angka, ada beberapa soal agak rumit, silogisme dengan mengambil kesimpulan, menebak potongan gambar dan bongkaran kubus. dengan modal test TKBA di UGM 2 tahun lalu, semua masih dalam ingatan hingga perlahan -lahan diselesaikan. Alahmdulillah semua soal terjawanb. begitu skor keluar nilai ang saya dapatakn 570, ini sudah memenuhi syarat adminitsrasi sertifikat dosen dan juga syarat masuk S3 UGM :) Bersyukur atas hasil ini dan kembali membuka pikiran bahwa peluang masih, sehingga membuat semangat dan untuk merencanakan kembali kursus intensif TOELF hingga test LPDP. semoga semua dilancarkan oleh Allah SWT. aamiin
'

Tarakan, 23 / 4 / 2022
               21 ramadhan 1443 H
 Pukul   : 11.20 pagi

21 April 2022

Jelang 10 Hari Terakhir Ramadhan

Hari ini bertepan dengan 19 Ramadhan, hari-hari berganti begitu cepat dan tidak terasa, satu hal yang menjadi catatan saya selama bulan ramadhan adalah saya begitu sulit untuk bangun shalat tahajjud di waktu utama, 1/3 malam sekitar jam setengah 3 hingga jam 3. sebenarnya dalam beberapa kali saya sudah bangun, dan melaksanakan shalat tahajjud namun paling sering adalah bangun ketika jam setengah 4, memang masih bisa untuk melaksanakan shalat tahajjud namun terkadang kejar-kejaran dengan waktu membangunkan anak-anak untuk sahur. Bisa jadi sulitnya saya bangun ini karena dua hal, saya terlalu capeh dengan kondisi badan saya, dimana saya masih menjakan aktifitas lari seperti biasanya. dan kedua bisa jadi karena maksiat yang sempat tidak tersadarkan di bulan ramadhan ini sehingga sulit sekali menggerakkan hati untuk segera berbegas ketika sudah mendengarkan alrm handphone. 

Saya perlu merefleksikan kembali kondisi saya saat ini, saya harus benar-benar harus sadari bahwa ramadhan yang lagi disia-siakan dihari terakhir ini, saya harus menjaga komitmen diri untuk tetap berupaya keras menghindari hal-hal yang menghalangi dan menjadi penyebab menjadi tidak konsistenan diri ini. Mungkin saya harus mempertimbangkan durasi saya selama saya lari sore, mungkin saya perlu menghindari sosmed untuk menghindari hal-hal yang membuang-buang waktu, mungkin saya perlu memfokuskan diri pada hal yang bisa mengbangkitkan semangat beribadah, tetap menjaga nita baik dibulan suci dan tetap memosisikan diri pada hal-hal yang positif, saya harus mengontrol diri untuk menghindarkan diri hal-hal yang sia-sia. semoga Allah subhannah wata'alah memberikan taufiq dan pertolongannya agar saya benar-benar tetap diberada di koridor yang seharusnya dan memaksimalkan 10 hari terakhir yang insyAllah akan dimulai di malam sabtu

Tarakan, 21 / 4 / 2022
               19 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 5.52 pagi

17 April 2022

Setengah Perjalanan Ramadhan

Hari ini merupakan hari ke-15 dibulan ramadhan. yang berarti bahwa perjalanan ramadhan sesudah memasuki setengahnya, memang benar yang dikatakan pada ulama bahwa perjalanan ramadhan itu cukup singkat, kita baru tersadarkan kalau ramadhan tidak lama lagi akan berakhir. pertanyaannya apakah kita sudah maksmalkan ibadah? Jujur untuk diri saya sendiri masih snagat kurang, masih banyak sisi lalai yang saya lakukan, saya belum maksimal menjalankan diantaranya bangun tahajjud di sepertiga malam dan melakukan sadaqah rutin meskipun jumlahnya kecil. sebenarnya ramadhan yang sudah lalui ini lebih dari cukup walau belum maksimal. Alhamdulillah saya baru saja mengkhatamkan bacaan alqur'an dihari ke-15 ini, saya mendampingi anak-anak disini untuk tadarrus selepas shalat tarwih yang tanpa ada dugaan sebelumnya kalau rencana takmir mesjid untuk menghidupkan tadarrus di mesjid selepas shalat tarwih, dulu-dulu juga seperti ini, namun hanya bertahan diawal dan hilang ditengah jalan. walau jumlahnya semakin berkurang akan tetapi masih ada anak-anak yang konsisten dan ini harus dijaga hingga nantinya akhir ramadhan. Untuk pertama kalinya juga saya konsisten menjalankan shalat tarwih di mesjid depan rumah, padahal dulu saya termasuk orang yang sering berpindah-pindah mesjid. Hal ini mulai berubah setelah saya mendapatkan keutamaan shalat isya dan lanjut tarwih dan witir bersama iman, maka akan mendapatkan pahala seperti sedang beribadah semalam suntuk. 

Belum ada kata terlambat, jangan pernah ada kata menyesal, yang harus saya lakukan saat ini adalah memanfaatkan moment yang tersedia kurang lebih 2 minggu lagi. memaksimalkan ibadah sekalipun dihari-hari menjelang ramadhan ini, sibuknya luar biasa baik dipekerjaan maupun di rumah, mungkin saya akan mencoba mengurang waktu untuk berlari sore karena kondisi kecapean cukup membuat saya tertelap dan hanya mendapatkan waktu yang terbatas untuk menjalankan shalat tahajud. kejar kembali setoran membaca alquran aar bisa khatam dua kali, rencanakan untuk melaksanakan shalat 1/3 malam di 10 hari terakhir, cari mesjid yang menyelenggarakan ini salah satunya mesjid al amin dan islamic center. maksimalkan ibadah dan memohon pertolongan dan Ampunan Allah subhannah wata'alah karena kesempatan lebar seperti ini tidak kita temui di luar bulan ramadhan, karena tidak ada jaminan kita bertemu ramadhan atau kita bersama ramadhan dengan kondisi sehat seperti saat ini. jangan sia-sian dan meremehkan kesempatan luas ini, semoga Allah subhannah wata'alah memberikan pertolongan dan taufiq kepada saya dan yang membaca tulisan ini. semoga ramadhan tidak berlalu begitu saja, manfaatkan dan jangan kasih kendor, kencangkan ikat pinggang.

Tarakan, 17 / 4 / 2022
               15 Ramadhan 1443 H
 Pukul    :10.53

16 April 2022

Ibadah dan Dosa

Minggu lalu, saya mendengarkan podcast dari kasisolusi  yang menghadirkan ust. Khaliq Basalamah dengan salah satu aktor yang telah hijrah saat ini. yang dibahas lebih banyak mengenai hijrah dan tetap istiqomah. dan salah satu bagian yang cukup menarik perhatian saya adalah ketika membahas mengenai ibadah dan maksiat  (dosa). Penjelesannya seperti berikut ini. kedua hal ini memiliki kenikmatan yang berbeda, sehingga jika ibadah dan maksiat dilakukan bersama maka kedua kenikmatannya tidak bisa bersatu, yang adapun hanya berimbang. Ibarat timbang,  jika tambangan dosanya berat maka ibadanya akan turun, sehingga nikmat maksiatnya lebih terasa dari ibadah. indikatornya orang akan malas beribadah. sebaliknya orang yang menjalankan ibadah dan menikmati ibadahnya maka akan menghindari maksiat.  sebaliknya orang yang merasakan / terlena dengan nikmat maksiat, maka akan sulit merasakan nikmat ibadah. mengerjakan ibadah dan meninggalkan dosa harus dipaksakan, agar kita bisa istiqomah. Dari part perbincangan podcast ini kita bisa belajar bahwa  kita melakukan totalitas melaksanakan ibadah dan meninggalkan maksiat. Hal yang sama juga terjadi dengan orang-orang sedang menikmati maksiat atau terbiasa melakukan maksiat, maka dia tidak akan peduli dengan orang disekitarnya dengan perbuatan yang dilakukan. 

Hal yang perlu diantasipasi adalah futur, kondisi dimana kita mulai kehilangan nikmat iman karena kemaksiatan (dosa) yang kita lakukan, Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Kita mulai kehilangan iman ini ketika kita tanpa sadar bahwa perbuatan dosa yang kita lakukan sudah begitu menganggu diri kita dan kita cenderung mengabaikannya. Dosa dipelajari kepada kita untuk kita ketahui dan dihindari/ dijauhi, sementara ibadah  kita pelajari untuk kita ketahui dan kita diterapkan (ketaatan). Dosa itu bukan untuk dicoba-coba karena kita bisa terjebak di dalamnya. Setiap pencipataan itu selalu ada solusi yang sudah disediakan dalam penciptaan manusia dan alam semesta. Ibadah mengantarkan kita pada ketenangan sementara perbuatan maksiat itu menjadikan kita tidak tenang dan menimbulkan rasa khawatir. Jebakan dosa saat ini begitu besar, mungkin disini peranan wahyu dan akal kita agar kita mengendalikan diri. 

Dosa itu ibarat kita sudah mengetahui bahwa ini adalah jurang dan kita sadar bahwa itu jurang, jika kita mulai coba-coba akan kita akan tergelincir dan jatuh. ketika kita sudah tergelincir dalam kemaksiatan maka akan sulit kembali untuk kembali untuk dalam posisi keimanan. intinya maksiat akan merusak iman dan akan semakin menjauhkan diri kita dengan Allah subhannah wata'alah. Dosa obatnya istighfar. Kita bisa mengetahui kalau kita memiliki dosa maka akan ada tanda-tanda yang ada disekitar kita seperti kaki tersandung, tiba-tiba tidak tenang dan tanda yang lainnya. Yang kita lakukan adalah menjaga iman dan ibadah kita, dan menghindari dosa dan jangan terjebak dengan nikmat dosa / maksiat, karena sifanya semu, kesenangan dan kenikmatan yang dirasakan akibat dosan itu hanya sementara setelah itu akan muncul rasa khawatir dan was was. naudzubillah minzalik.

Tarakan, 16 / 4 / 2022
               14 Ramadhan 1443 H
Pukul   :  23.05 

15 April 2022

Selepas Berpuasa

Semua orang tahu bahwa tujuan puasa itu menahan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. InsyaAllah atas taufiq dan rahmat Allah subhannah wata'alah sepanjang pagi hingga menjelang maghrib, kita sudah terbiasa dan terlatih melewati, namun godaan itu kembali muncul seketika waktu berbuka puasa, mungkin ada orang akan "balas dendam" dengan makan berlebihan, mungkin ada orang yang akan menyantap makan ini dan itu selama berpuasa, walau dalam kondisi seperti itu semoga saja tidak mengurangi makna puasa yang kita sudah jalani seharian. Selama kita tetap menjalankan amalan shalat maghrib berjamaah, amalan shalat isya, dan dilanjutkan dengan shalat sunnah tarawih dilanjutkan dengan tadarrus. untuk ini saja saya merasa kurang maksimal karena bertepatan dengan beberapa kegiatan yang harus dijalani. begitu rutinitas semua selesai, menjelang jam 10 malam, menjelang waktu istrahat, justru disini menjadi moment menyia-nyiakan waktu. mulai berselancar didunia maya, membaca berita dan melihat postingan-postingan di sosmed dan akhirnya terbuai dengan apa yang ditampilkan, menimbulkan bibit gibah dan fitnah bahkan disaat saat itulah kesempatan untuk melalaikan diri, dan tanpa disadari waktu terus berputar dan bergulir hingga jatah waktu istrahat menjadi berkurang karena baru tersadarkan bahwa waktu sudah menunjukkan larut malam.

Selepas berpuasa ini menjadi pertarungan dalam diri kita, bukan berarti kita tidak bisa melakukan hal yang membatalkan puasa, kita hanya diwajibkan menahan diri dari makan, minum dan melakukan hubungan badan dengan pasangan yang sah, namun hal-hal yang berkaitan dengan perbuatan maksiat, perbuatan mendzalimi diri, perbuatan yang berujung pada "dosa", yang sebenarnya begitu disayangkan itu terjadi dibulan ramadhan, bulan penuh berkah. sebaiknya jika kita sudah berhasil menahan yang wajibkan sepanjangan pagi hingga menjelang malam, berarti kita juga harus belajar sekuat tenaga dan menguatkan hari untuk menghindari hal-hal yang melalaikan diri bahkan berujung memaksiati diri, melakukan hal merugikan diri sendiri, tanpa sadar dan tanpa tahu bahwa banyak hal yang sudah dilalui begitu tanpa bekas yang baik, kita lupa bahwa bulan ramadhan yang penuh berkah ini sudah sejogjanya kita konsisten dan di malam harinya kita harus menghidupkan ibadah-ibadah selepas shalat tarwih, karean setiap detik dari apa yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban. seharusnya waktu demi waktu, menit demi menit selepas shalat tarwih dilakukan dengan hal-hal yang benuansa ibadah dan amal soleh bukan sebaliknya malah menjeruskan diri pada hal yang merugikan diri sendiri.  wallahu'alam bisyawab.

Tarakan, 15 / 4 / 2022
               13 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 23.01 malam

14 April 2022

Jika Setan Dibelenggu, maka...

Masih dalam  rangkaian bulan suci ramadhan, yang paling sering kita mendengarkan kutipan hadist bahwa selama bulan ramadhan, setan di belunggu pintu surga dibuka dan pintu neraaka di tutup. namun selama puasa masih ada kejahatan / kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. bagaimana penjelasan makna syaitan di belenggu? menurut para ulama, memang benar syaitan dibelenggu namun bukan berarti syaitan tidak berhasil menggoda manusia, itu alasan kenapa sampai saat ini orang ada saja orang yang melakukan perbuatan dosa. Penjelasan ustad yang lain bahwa, memang benar syaitan dibelenggu, kenapa manusia masih berbuat salah? karena syaitan sudah berhasil membuai manusia selama diluar bulan ramadhan sehingga karakter dan sifat-sifat syaitan sudah melekat pada manusia. sehingga ramadhan sudah tidak perlu lagi menyuruh manusia berbuat maksiat namun tabiat manusia yang sudah terbentuk yang melakukan kemaksiatan.

Memang benar bahwa, selama bulan ramadhan, terutama disepanjang tubuh kita sedang berpuasa, kita masih bisa mengontrol diri kita, karena sejalan dengan mengobntrol makan dan minum kita juga masih bisa mengontrol dorongan hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa, namun dorongan untuk menahan hal yang mengurangi pahala puasa, yang sulit dihindari seperti ghibah, bergosip, melihat hal-hal yang kuran baik, berkomentar dengan tidak bijak, dan hal-hal lain berkaitan dengan penyakit hati. bahkan Rasulullah sudah mengingatkan bahwa " ada sebagian yang tidak mendapatkan apa-apa selama berpuasa kecuali hanya lapar dan haus". mungkin ini yang menjadi renungan buat saya pribadi, untuk menjaga dan tetap mengendalikan semua hal-hal yang membatalkan puasa bahkan hal-hal yang mengurangi pahala puasa. Hati perlu dikendalikan dari hal-hal yang dapat merusak hati, jiwa perlu difungsikan untuk memfilter pantas dan tidaknya sesuatu untuk kita dengar, lihat bahkan ucapkan. hindari hal hal yang dapat memancing untuk mengurangi makna puasa itu.

Tarakan,  14 / 4 / 2022
                12 Ramadhan 1443 H
Pukul   :  8.44 pagi

10 April 2022

Tidak Pernah Sempurna (renungan diri)

Memang benar bahwa kita tidak pernah bisa menjadi sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah subhannah wata'alah. Bisa jadi hari ini kita dinilai sempurna oleh orang-orang, namun itu penilaian orang dengan tolak ukur dunia, bisa jadi mereka hanya mengukur diri kita dengan apa yang kita miliki, apa yang mereka lihat, apa yang kita tampilkan. Mereka tidak pernah tahu siapa sebenarnya diri kita atau bahkan kita sendiri tidak pernah tahu apa sebenarnya yang diri kita miliki saat ini. semua kembali kepada sudut pandang setiap orang jika dunia menjadi tujuan akhir maka semua akan kita dapatkan dalam dekapan diri namun sebaliknya akhirat menjadi tujuan kita, maka apa yang kita miliki dan keadaan diri kita saat ini, belumlah apa-apa. Belum lagi ketika kita berusaha menjadi orang lebih baik, maka terpaan godaan dan kekhawatiran, dan apa saja yang menakuti-nakuti. Setiap kali diri ini mencoba untuk menjalankan apa yang mesti dilakukan secara syariah, maka dengan bersamaan hambatan dan hembusan yang datang begitu kencang seolah mau meneriakkan kita tidak layak menjadi orang baik, lebih baik jadi orang biasa-biasa saja. belum lagi ketika dosa-dosa dimasa lalu kita diungkit dan diumbar menjadi konsumsi orang banyak, putus asa bisa jadi tanpa sadar kita alami. 

Ingat!! jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah subhannah wata'alah. selama masih ada napas, sebelum nyawa dicabut dan sebelum hari akhir datang, maka selama itu pula kita dibukakan pintu untuk pulang ke jalan yang diridhoi, jangan pernah merasa tidak mampu untuk belajar menjadi baik, jangan pernah merasa putus asa untuk menjadi lebih baik, jika jatuh maka harus bangkit. pertolongan Allah terbuka luas, maka jangan berat hati untuk meminta, kita memang tidak sempurna, kita memang bukan nabi, kita memang bukan malaikat, tapi kita punya harapan dan doa yang harus kita panjatkan dan pancarkan dalam hidup ini. Ingatlah, jangan pernah lelah melangkahkan kaki untuk menjadi lebih baik, mesti kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok, selama niat kita untuk mendapatkan ridho dan ampunan Allah, maka harapan itu masih ada. Jika berbuat maksiat karena kelemahan iman, maka segera bertaubat dan melepaskan semua, jika terjadi kembali, lakukan kembali taubat begitu terus hingga kita lelah dan benci dengan maksiat yang kita lakukan. Ingatlah, rahmat Allah selalu terbuka luas untuk kita.

Tarakan, 10 / 4 / 2022
               8 Ramadhan 1443 H
Pukul    : 8.28 pagi

Rejeki sudah dijamin, dibutuhkan usaha

Pagi ini mendapatkan kembali kalimat yang menambah semangat, ini dari sesi diskusi dengan ustat Nurul Dzikri, ada penanya yang bertanya tentang Takdir kemiskinan yang saat ini didapatkan, bagaimana mempertahankan iman dan tauhid, ada kekhawatiran dan ketakutan akan rejeki. Jawaban Ustad, mengutip tentang surat Al Baqarah 168, dimana syaitan menakuti kita dengan kemiskinan dan kekhafiran. dan ada hadist " tidaklah seseorang/ jiwa wafat kecuali Allah sudah memberikan rejekinya".  Berarti selama kita hidup rejeki itu selalu ada. ada kutipan dari  Robiah bin Ka'ab, seorang perempuan miskin dan tidak punya rumah, dia tidak meminta rejeki, karena rejeki sudah pasti ada sisa usaha manusia, yang mengatakan bahwa rejeki itu pasti datang, jadi saya tidak perlu memintanya (kepada) Nabi, ddan beliau meminta untuk menemani Nabialllah di surga. dalam kutipan hadist ini, Robiah dipersilahkan nabi untuk meminta doa apa saja. Kemudian ust mengutip cerita dari ulama sholeh, bahwa uangnya diberikan kepada orang lain hingga uangnya habis sebelum meninggal, orang bertanya kenapa bukan pada anak-anaknya, karena menurut ulama ini, ada dua kemungkinan, rejeki yang berikan akan digunakan melakukan maksiat atau dua kemungkinan kedua adalah anak-anaknya menjadi orang yang bertakwa, ketika dia bertakwa dia tidak perlu meminta rejeki dari saya, karena mereka yakin bahwa rejeki akan datang dari sudut yang tidak diduga-duga. 

Memang terkesan kita menyepelehkan hal ini, kita masih saya menuntut ini dan itu dalam hidup ini namun usaha dan ikhtiar kita belum maksmal. masalah rejeki tidak perlu dikhawatirkan, rejeki kita sudah dijamin bahkan sebelum kita wafat, kita nuntut ini dan itu bahkan melampaui dari rejeki yang seharusnya milik kita, bisa jadi kita mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita, kita menghalalkan cara, namun semua itu tidak pernah lama bertahan, sudah sunnatullah, rejeki itu akan keluar dari diri kita dalam bentuk dan cara apapun. misalnya dari kesakitan, musibah, ada saja cara bagaiman harta yang kita miliki lenyap. Ikhtiar kerja keras kita dengan jalan diridhoi itu sangat penting, kita tidak perlu membuka peluang dengan jalan yang salah, tetap isitiqomah di JalanNya, kita hanya butuh usaha untuk mendapatkan rejeki yang sudah dijaminkan untuk diri kita. tidak perlu khawatir dan tidak perlu risau.

Tarakan,  10 / 4 / 2022
                 8 Ramadhan 1443 H
Pukul   :   08.09 pagi

09 April 2022

Celah Diri

Manusia memang tempatnya salah dan sering sekali mengulangi kesalahan (yang sama), namun bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang yang lebih baik, mungkin saat ini, kita lagi diuji sejauh mana keseriusan kita untuk benar-benar menjadi orang yang lebih baik, meninggalkan dan melepaskan bahkan menghapus hal yang negatif yang ada dalam diri kita. Karena seperti yang sudah kita dengar bahwa manusia yang beruntung itu jika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan sebaliknya manusia yang merugi adalah jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Kita sudah berkomitmen untuk meninggalkan satu kebiasaan buruk, mengubur dalam-dalam bahkan tidak ingin meningatnya sama sekali, namun kita itu sudah berhasil kita jalani, kita perhadapkan dengan hal-hal yang lebih besar tantangannya untuk ditinggalkan. ada saja celah yang masuk dalam diri ini, celah yang tidak bisa ditebak bahkan celah yang tidak pernah sadari sebelumnya. Seperti pada tulisan sebelum ini, saya sedikit mengulas tentang hawa nafsu dan ego, begitu besar upaya kita untuk mengendalikan diri, begitu keras komitmen kita untuk kita tetap bertegang pada janji itu, dan diwaktu-waktu tertentu kita kembali diperhadapkan dengan godaan yang lebih besar bahkan kita sendiri tidak bisa melawan apalagi menghadapinya.

Namun satu hal yang perlu ditanamkan bahwa, bukan berarti kondisi itu membuat kita berputus asa dan menganggap kita tidak bisa menjadi orang yang lebih baik, ingatlah bahwa bisikan kalimat melemahkan, menjatuhkan, menakuti-nakuti  itu hanya menginginkan kita dalam kondisi lebih buruk dan menertawakan ketidakberdayaan kita, jangan diikuti dan dituruti karena kita tidak boleh berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah subhannah wata'alah, teruslah mengejar dan memperbaiki diri, sekali berat, batu yang keras ketika ditetesi air kecil dalam waktu yang lama batu itu juga akan berlubang dan mengecil, ini berarti bahwa sekecil apapun usaha kita untuk memperbaiki diri, selama itu tidak merusak dan menganggu hak orang lain maka sepanjang itu juga pintu harapan masih terbuka lebar. Jangan kasih kesempatan kata-kata melemahkan itu masuk kedalam diri, biarlah hanya lewat dan tak perlu singgah, karena apapun dan kecil apapun usaha kita untuk membuat kebaikan maka jalan untuk itu akan selalu ada walau harus sering diperjuangan dan dilakukan secara kontinyu, jangan pernah berputus asa, karena jika itu terjadi berarti kita tidak memberikan kesempatan untuk diri kita untuk berikhtiar menjadi lebih baik, sekecil apapun ikhtiar kita, kita harus mengapresiasi sambil terus melangkahkan kaki untuk menjadi lebih baik, pelan-pelan, sedikit demi sedikit.

Tarakan, 9 / 4 / 2022
              7 Ramadhan 1443 H
Pukul    : 23.43

Puasa dan Menahan Nafsu

Nafsu tidak selamanya berkaitan dengan libido, namun hal-hal yang mengarahkan pada perusakan diri, orang lain bahkan lingkungan tidak terlepas dengan namanya nafsu. Tujuan hanya untuk memuaskan diri, entah itu didapatkan dengan menghalalkan segala macam cara atau bahkan melakukan pencenggalan atau menyikuk. Dalam al qur'an,. khusus dalam surat yusuf, disebutkan bahwa nafsu mengarahkan pada pengrusakan. Hal yang berkaitan dengan ambisi, ego, mengabaikan orang lain, merusak, menghakimi, menjelekkan, membuat gaduh, membuat rusuh, semua berkaitan dengan hasrat mengusai, melemahkan, menerebos, melanggar, mengikuti amarah, boros, tamak, mengumbar aib orang lain, merasa menang sendiri, serakah, ingkar, iri, benci, tidak mengendalikan diri, meremehkan, menjatuhkan, dan semua hal-hal yang buruk. semua hal buruk menjadi satu. Inilah naluri manusia. dan seperti kata Ali Bin Abu Thalib, orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya (nafsu dan ego). Bahkan nabi Muhammad sallahualaih wassalam sudah mengingatkan bahwa ketika pada sahabat dan pasukan beliau baru saja memenangkan perang badar, Rasulullah mengingatkan bahwa perang yang sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu. 

Disinilah kita membutuhkan wahyu dan syariat. salah satu yang mengajari kita untuk menahan dan mengendalikan hawa nafsu adalah dengan cara berpuasa, apalagi dibulan ramadhan selama sebulan penuh. mulai terbitnya fajar dan terbenamnya matahari, kita diwajibkan untuk mengendalikan diri dan hawa nafsu. nafsu makan, minum, melakukan hubungan suami istri, bahkan kita dianjurkan untuk mengendalikan bibit penyakit hati, riya, gibah, takabur, sombong, iri, perbuatan-perbuatan dosa yang membuat pahala puasa menjadi berkurang, bahkan yang kita dapatkan hanya menahan lapar dan haus namun tidak mendapatkan apa-apa. kenapa? karena hakikat mengendalikan diri dari penyakit-penyakit hati belum tuntas kita lakukan. kita hanya bisa menahan 3 hal utama di atas, namun kita tidak berhasil membuang sifat-sifat buruk yang merusak dalam diri kita. ego dan nafsu ambisi dan merusak diri dan orang lain tetap kita lakukan baik sadar maupun tidak. semoga saya pribadi dan kita semua bisa belajar dari makna hakiki puasa ini. 

Tarakan, 9 / 4 / 2022
               7 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 23.00 

07 April 2022

Target Mulai Berantakan

Subuh tadi menjadi subuh yang mencengangkan, tiba-tiba terbangun jam setengah 5 begitu mesjid dibunyikan. begitu kagetnya karena semalam saya tidur lebih awal jam 10 malam namun dalam kondisi habis kekenyangan. Sempat berpikir apa yang perlu memasang alarm hp, namun saya menganggapnya tidak perlu dan akan bangun lebih awal. Namun yang terjadi sebaliknya, seperti cerita diawal ternyata saya bangun telat bahkan untuk shalal tahajud sudah tidak sempat jika memaksakan. Disisilain, bacaan alqur'an saya juga mulai tidak teratur. sebelumnya saya sudah menargetkan akan membaca paling tidak 2 juz perhari namun yang terjadi dua hari belakangan ini hanya bisa 1.5 juz. Entah apa yang terjadi dalam diri saya, memang tidak bisa dipungkiri jika dalam minggu ini begitu sibuknya, disisi lain, kemampuan saya untuk mengatur waktu juga tidak bisa dilaksanakan, ada yang perlu dikorbankan karena begitu banyaknya deadline yang harus diselesaikan. sebenarnya semua ini karena kelalain saya sejak awal, saya tidak mengerjakan atau menyicil hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dikerjakan lebih awal.

Ini menjadi alarm buat saya, mumpung ini masih hari ke-5, jangan terlena, kembali mengingat-ingat apa yang perlu diprioritaskan, atur semua, abaikan hal-hal yang yang tidak bermanfaat, hal kecil seperti melihat sosmed dan terjebak dalam waktu yang tidak disadari. Saya perlu memanfaatkan waktu yang masih banyak, belum terlambat dan masih ada waktu untuk memperbaiki, jangan terlena, jangan terbuai, sadar dan terus sadarkan diri bahwa jangan membuang waktu dengan sia-sia, waktu tidak pernah kembali, waktu terus berjalan tanpa menunggu kita bergerak dan berubah, kitalah yang membawa diri kita pada hal-hal yang berfaedah, memanfaatkan moment ramadhan, kesempatkan yang tidak ada jaminan kita bisa mendapatkan dimasa mendatang, manfaatkan terus manfaatkan, jangan sia-siakan, prioritaskan yang perlu diprioritaskan, abaikan yang harus diabaikan, belajar terus belajar, ini alarm untuk mengaturnya lebih baik lagi. semangaaat. semoga taufiq dan hidayah Allah subhannah wata'alah selalu tercurahkan kepada diri ini secara pribadi dan juga untuk keluarga. aamiin

Tarakan, 7 / 4 / 2022
               5 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 17.45

06 April 2022

Tiba Jam 08.05 pagi di Kantor

Kenapa judul ini menjadi penting dan perlu saya tulis dalam blog ini ? :) Jadi begini ceritanya. Sudah tiga hari ini kerja di kantor di bulan ramadhan. dan untuk dua yang lalu, rupanya saya belum bisa beradaptasi untuk ke kantor tepat waktu. hari pertama saya datang jam setengah 9 lewat dan kemarin di hari kedua saya datang jam 9 ;). tentunya menjadi tidak enak sama pimpinan dan bagian kepegawaian, apalagi saya tidak punya uzur yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Selepas subuh, saya tidak tidur lagi, saya lanjutkan tadarrus dan menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor, akhirnya baru nyadar itu setelah jam 8.pagi. ternyata untuk persiapan ini itu sampai bersiap keluar dari rumah ke kantor membutuhkan waktu 30 menit, itu sudah masuk dengan shalat dhuha di rumah. 

Hari ini, benar-benar sudah mengatur apa yang harus saya kerjakan, pekerjaan kantor yang tertinggal di rumah, saya kerjakan sebagiannya saat malam hari, dan sisanya dikerjakan saat subuh,, alhamdulillah cukup membantu jadi pagi tadi saya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu. namun yang tidak sempat saya lakukan adalah tadarrus dan jogging pagi ;) dua kegiatan ini begitu banyak menghabiskan waktu, padahal waktu yang ada setelah shalat subuh itu hampir 2.5 jam dari jam 5.30 sampai 8.00 pagi. Pagi masih sempat menyetrika baju 3 lembar, mengumpulkan sampah depan rumah dan menyiapkan keperluan lain. ini menjadi pengalaman baik, paling tidak saya harus belajar menghargai waktu, jangan sampai terus telat ke kantor padahal banyak hal-hal yang bisa ditunda dan dikerjakan saat di kantor, kedisiplinan itu mencerminkan karakter kita, semakin disiplin semakin orang akan mulai menghargai kita dan kita tidak terkesan abai atau meremehkan hal-hal ini dan tidak menjalankan aturan, padahal jelas dari pemahaman saya, agama mengajarkan kita disiplin dan mengharga serta bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab.

Tarakan. 6 / 4 / 2022
               4 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 08.41

03 April 2022

Marhaban Ya Ramadhan 1443 H

Alhamdulillah malam ini, sudah memasuki malam kedua bulan ramadhan. di dua tahun masa pandemi ini, nampaknya cukup berbeda, shaf-shaft sudah mulai dirapatkan, hampit tidak pembatasan, selama jamaah masih menjaga protokol kesehatan dengan tetang menggunakan masker selama di mesjid. kali ini saya juga, agak ringan menjalankan ibadah di awal ramadhan ini, walau beberapa kali kecolongan, semoga tidak keterusan, namun alhamdulillah saya masih bisa menghabiskan 4.5 juz di malam ini. walau beberapa kali harus disibukkan dengan beberapa kegiatan. Aktifitas perdana di mesjid depan rumah alhamdulillah berjalan lancar, dan setiap ahad dilakukan ceramah dan cukup bagus topiknya dibawakan oleh ust H. Intan Sumantri, banyak membahas tentang memanfaatkan waktu untuk menjalankan ramadhan. malam hari di lanjutkan dengan cermah dari Ust. Edy, tentang kita sukses menjalankan ramadhan. kedua ustat ini rutin tiap minggu hadir di mesjid kompleks kami, ust intan setiap jumat mengisi kajian tentang fiqih, sementara ust edy untuk tahsin.

Mengingat ramadhan baru berjalan dalam dua malam dan insyaAllah besok memasuki hari kedua, semoga tetap istiqomah menjalankan hari-hari dengan menguatkan ibadah selama bulan ramadhan, semoga kelalain tidak berlarut-larut, apalagi jika dihari kerja begitu banyak waktu selesai di kantor, begitu waktu menjadi mahal untuk memanfaatkan beribadah, termasuk untuk memanfaatkan istrahat, belum lagi aktifitas lari sore yang tetap dijalankan. hindari hal-hal yang berlebihan, kelebihan makan, kelebihan tidur, kelebihan bicara, kelebihan melihat dan kelebihan ngobrol. hal yang harus diingatkan bahwa bulan rmamdhan ini bulan memetik berlimpah pahala, hanya dibulan ini dikasih kesempatan untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah subhannah wata'alah secara lebih luas, bukan berarti di luar bulan ramadhan, namun dibulan ini aksesnya terbuka lebar. jangan sia-siakan kesempatan emas ini karena banyak orang yang tidak mendapatkan bulan ramadhan ini. semoga pengalaman di masa lalu, yang hanya berpuasa seperti pada umumnya tanpa memrtik lebih banyak hikmah dan perubahan diri. semoga diberikan taufiq dan hidayah sehingga bisa menjalankan ramadhan kali ini dengan lancar dan istiqomah. aamiin

Tarakan, 3 / 4 / 2022
               1 Ramadhan 1443 H
Pukul   : 23.40 malam

Tak mencapai Impian? Harus Sadar Diri

Ketika kita mengalami kegagalan dan mendapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi kita, apa reaksi kita? bisa jadi marah, tidak terima bahkan sampe kita merasa terpukul. Itu yang saya rasakan, ketika hal yang ingin diraih, kita menginginkan sesuatu, tapi saya tidak pernah ukur kemampuan yang saya miliki saat ini, apakah sudah memenuhi persyaratan atau malah jauh, untuk masalah kegagalan demi kegagalan sudah dilewati, ketika ingin masuk dalam perguruan tinggi ternama ternyata belum lulus, ternyata banyak persyaratan dan kualifikasi yang harus dipenuhi,.belum lagi kita selalu berusaha mencari pembenaran dari kesalahan yang sudah kita lakukan, mungkin kita menganggap kita sudah berusaha keras, kita sudah berjuang namun hasilnya masuh jauh diharapkan, mungkin kita perlu instropeksi diri, apakah sudah berusaha maksimal atau hanya sekedarnya,. apakah usaha dan ikhtiar kita sudah dicurahkan dan difokuskan untuk meraihnya. sudah terima kelemahan diri, terima bahwa kita belum rejeki, kita harus banyak belajar dan mempersiapkan diri lagi... belajar dan terus belajar dari apa yang sudah terjadi dan mulai belajar untuk tidak mengulangi kesalahan dan belajar untuk menutupi kesalahan yang ada

Dalam beberapa kesempatan dan peluang yang saya manfaatkan, banyak yang berakhir tidak sesuai dengan harapan,kecewa sudah pasti, tapi sampai kapan? rasa itu manusiawi, namun kita harus mampu mengendalikan karena semua orang pasti mengalami kegagalan, kekecewaan namun kondisi itu perlu dijadikan pelajaran, apa yang perlu perbaiki, apa yang perlu dibenahi, apa yang perlu dihilangkan apa yang perlu dikurangi, Selama masih ada kesempatan, selama masih dalam kondisi sehat wal afiat, maka selama itu juga peluang masih bisa kita manfaatkan, optimis dan sellalu meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan, ditulis 27 / 3/ 2022, jam 11.21 AM
diupload : 3 / 4 / 2022 jam 09.03

01 April 2022

Penguasa Hati

Kita tidak selamanya bisa mengontrol diri kita untuk tetap berada dalam korider yang seharusnya, ada sebuah kondisi ketika kita mengalami drop iman dan jatuh dalam perilaku dosa, mengikuti "nafsu" untuk menyenangkan diri sendiri, kita sadar bahwa memang benar bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, kondisi itu menyadarkan kita bahwa disinilah kita membutuhkan Ilahi robbi alamin,  kita tidak sepenuhnya bisa mengikutkan hati kita pada hal-hal yang seharusnya, ada kondisi dimana kita benar-benar "lalai" dan khilaf" semua ingatan, ilmu yang pernah kita pelajari menjadi gugur saat itu, itulah selemah-lemahnya iman, ketika kita tidak mengendalikan dan menguasai diwaktu-waktu seperti itu. entah apa penyebabnya, saat kita benar-benar fight, insyaAllah semua bisa terlewati dan terabaikan, bahkan kapasitas keimanan saat itu lagi full-fullnya

mungkin ibarat baterai hp atau apapun itu yang sering digunakan, kita membutuhkan charger iman untuk bisa menjalani hari demi hari yang penuh tantangan dan rintangan. Diposisi inilah, sebaik-baiknya usaha kita adalah meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah, karena keterbatasan kita, kelemahan kita, kenaifan kita. sebenarnya rasa malu, rasa kita tenang, rasa gelisa terhadap apa yang kita lakukan itu selalu menghantaui, inilah ada hal-hal diluar kuasa dan kendali kita. kita lagi-lagi jatuh dalam godaan syaitan. tapi kita tidak berkecil hati, jangan menjadikan syaitan bertambah gembira dengan kejatuhan kita ini, ingatlah bahwa rahmat dan ampunan Allah subhannah wata'alah itu selalu terbuka selama itu nyawa belum sampai tenggorokan dan datangnya hari akhir. ingatlah, kesempatan itu masih terbuka lebar, berdiri, bangkit, tegakkan pandangan, terus berjalan, dan kita harus jujur kepada Allah dan meminta pertolongan Nya, sesungguhnya hati2 manusia berada di antara dua jemari Allah, Allah membolak balikkan hati sesuai Allah kehendaki. Dia lah membolakkan balikkan hati, semoga hati kita berada pada jalan yang lurus, jalan yang diridhoi.

dTarakan, ditulis : 27 / 3 / 2022, pukul : 8.42 pagi
diposting : 1 / 4 / 2022, Pukul  21. 23

1 April 2022

ALhamdulillah hari ini memasuki bulan april bulan ke-4 di tahun masehi, awal bulan ini mejadi semarak karena dirangkaian dengan penyambutan bulan suci ramadhan 1443 H. Untuk sodara yang mengikuti ormas muhammadiah, hari ini sudah memutuskan telah memasuki bulan ramadhan dengan menggunakan metode hisab, dengan menggunakan perhitungan matemati, posisi bulan dan matahari, sementara di kebanyakan ummat muslim menggunakan metode rukhiyat atau memantau keberadaan bulan, jika belum terlihat akibat kondisi yang tidak memungkinkan atau memang belum nampak maka bulan itu digenapkan menjadi 30 hari dan ini berdasarkan hadis nabi, sementara metode yang pertama lebih kearah ijtimah ulama di era kontemporer seperti saat ini. apapun pandangannya selama kita saling menghormati dan tidak saling menyalahkan. InsyaAllah besok malam akan dimulai tawaweh dan melaksanakan puasa untuk hari pertama di hari ahad.

Bulan april juga ini menjadi bulan yang begitu padat-padatnya, mahasiswa tk 2 sedang menjalankan PKK di puskesmas, mahasiswa semester akhir sedang menjalankan PKL yang tersisa satu pekan depan dan akan memasuki penyusunan tugas akhir, dan di bulan ini pula ajuan akreditasi segera diajukan dan di waktu yang bersamaan saya membantu teman yang menyelesaikan skripsi yang dalam pekan-pekan depan sudah harus ujian proposal penelitian. Semoga ramadhan di tahun ini berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan dan keridhoan Allah subahannah wata'alah. aamiin

Tarakan, 1 / 4 / 2022
Pukul   : 21.21