Dalam berjalannya waktu memang tidak mudah mempertahankan nasehat dan kebiasaab itu, terlebih ketika kita mendapatkan balasan yang sebaliknya. Untungnya niat itu selalu diawal seandainya di belakang mungkin akan muncul penyesalan telah melakukan kebaikan atau membantu. Namun bukan hasil akhir yang diinginkan, masalah balasannya tidak sesuai dengan harapan, itu masalah lain, intinya kita sudah menunaikan kebaikan
Rasa penyesalan pasti ada, itu manusiawi, sisa bagaimana menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran, mungkin kedepannya kita lebih hati-hati ketika memberi bantuan alangkah baiknya kebaikan atau pertolongan itu ditujukan pada orang yang benar-benar membutuhkan, bukan orang yang memohon-mohon tanpa memlihat dirinya sebenarnya bisa melakukan sendiri dan berusaha hanya karena faktor kemalasan saja.
Harus ada keyakinan bahwa kebaikan yang kita lakukan untuk diri kita sendiri bukan orang lain. Ketika melakukan kebaikan atau membantu orang lain kita telah melunturkan sifat egois dalam diri kita, menyadarkan bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, dan harus diingat kebaikan itu akan berbalas dengan kebaikan entah balasannya dari sudut mana saja atau orang mana saja, dikenal maupun tidak dikenal
Tidak perlu menjugdje orang telah melupakan kebaikan yang pernah kita berikan, tidak perlu sakit hati apalagi sampai mendoakan yang tidak baik,. kita mendoakan semoga orang itu baik-baik saja, semoga kelak dia akan mengetahui apa arti sebuah kebaikan untuk dirinya sendiri
Teruslah menebar kebaikan, kebaikan itu selalu abadi bahkan menjadi amal jariah kita.
Bandung, 6 Oktober 2017
Pukul : 10.16