02 Desember 2018

Bandung yang Kukenang

         Alhamdulillah, hampir 3 bulan lebih meninggalkan Bandung seiring telah berakhirnya proses pendidikan di Magister Keperawatan Unpad. Selesai sesuai dengan target, janji yang pertama kali diucapkan kepada dua dosen Keperawatan Unpad ketika menjadi motivator saat (dulu) melanjutkan pendidikan di Unpad. Dulunya sempat putus asa namun beliau berdua menyemangati untuk terus mencoba. Janji Kedua adalah untuk LPDP dan Kemenristek Dikti yang sudah sangat membantu pendanaan selama proses perkuliahan melalui beasiswa BUDI DN 2016, teringat saat pembekalaan penerima beasiswa, "Anda sekalian telah kami berikan support dana pendidikan, Tugas Anda belajar dengan baik selesai tepat waktu." bagi saya tidak ada alasan untuk menunda pendidikan yang saya jalankan. 
     Untuk meraih dan bisa selesai tepat waktu juga tidak mudah, tulisan sebelumnya (bulan Juni) menggambarkan bagaimana kerasnya untuk bisa mendapatkan jadwal Ujian Naskah Tesis (UNT), demikian juga dengan menentukan jadwal UT, sempat beberapa kali mengalami perubahan namun diluar dugaan, pembimbing dan pembahas yang siang itu lagi bersamaan sedang menguji teman yang lain merembuk dan menutuskan jadwal ujian, alhamdulillah., perjuangan tidak berhenti sampai disitu ketika akan yudisium juga mengalami kendala yang sangat sangat "berat' ketika syarat yudisium dengan harus adanya tanda tangan penguji harus ada dan disaat itu dua penguji saya berada di luar kota Bandung, satu pembahas sudah memberikan pernyataan acc namun 1 pembahas lagi belum memberikan pernyataan acc karena belum bisa ketemu. Namun semua kekhawatiran terjawab menjelang 30 menit berjalannya yudisium, kaprodi memberikan pengesahan untuk saya lakukan Yudisium.
          Seharusnya saat itu menjadi motivasi besar buat saya, namun apa yang saya rasakan menjadi puncak capeh dan "kegalauan" sampai-sampai saya tidak fokus dengan apa yang harus dilengkapi untuk persaratan berkas wisuda,. beberapa kali bolak balik ke pembimbing hanya untuk minta tanda tangan padahal bisa saya lakukan satu kali, namun saya tidak fokus dengan syarat administrasi tersebut,. hingga menjelang gladiresik wisuda saya tersadarkan bahwa inilah puncak segala usaha dan syukur, apa yang saya impikan terwujud dengan menggunakan toga wisuda,. alhamdulillah ya Rob Engkau memberikan apa yang menjadi cita-cita saya selama ini.
           Persiapan kepulanganpun disiapkan, beli ini beli itu, mengikuti kegiatan ini mengikuti kegiatan itu dan saya harus menunaikan janji saya untuk mendampingi teman-teman yang sedang berjuang menyelesaikan Tesis, hingga waktu kepulangan tiba, mengirim lebih dulu barang terutama buku-buku selama kuliah, mengembalikan barang yang pernah dipinjam dan tibalah hari untuk kembali ke kota Tarakan. Alhamdulillah, senin 20 Agustus menjadi titik awal untuk kembali berkumpul bersama keluarga, rasa tidak percaya bahwa hari ini menjadi langkah awal untuk kembali beraktifitas di kota tercinta ini,. namun rasa rindu akan Bandung masih begitu besar, terlebih sebagian besar teman seperjuangan masih ada disana, pas hari yang sama saya sudah berada di kota Tarakan, padahal niat untuk datang langsung di yudisum teman, namun diluar dugaan, 2 teman sepeminatan komunitas sudah duluan yudisium.
            Hampir dua bulan setelah meninggalkan Bandung, saya ada kegiatan di Bandung, tepatnya tanggal 22 Oktober, saya mengikuti kegiatan konferensi internasional sekaligus melakukan publikasi poster,. sekalian mengurus persuratan motor di samsat bandung, walau harus mengalami beberapa kejadian tidak mengenakan, ditilang polisi hingga ketinggalan kereta. tiga hari di bandung kemudian ada 1,5 hari kegiatan di jakarta seolah menghapus rasa kangen di Bandung. Sebulan kemudian saya balik ke bandung untuk mengikuti seminar nasional oleh fakultas keperawatan unpad sekalian temu kangen dengan teman-teman dan juga silaturahmi dengan dosen,. namun kedatangan yang kedua ini tidak seperti kedatangan pertama tiba-tiba rasa ingin meninggalkan Bandung segera hehehe mungkin karena cukup lama 5 hari dan teman-teman kuliah sudah tidak ada lagi di bandung :)
            Inilah sekelumit kisah dari kembali ke Bandung,. Kota bandung bukanlah kota yang asing buat saya, hampir 10 tahun saya mendatangi kota ini, banyak hal menarik dan perlu di kenang. banyak jalan dan  tempat yang menjadi saksi perjuangan selama pendidikan dan saat ini saya sudah kembali beraktifitas di kota Tarakan, saatnya untuk mengabdikan diri dan mengimplementasi apa yang didapatkan selama pendidikan. Pesan moral yang disampaikan oleh dosen akan menjadi pegangan untuk tetap rendah hati dan selalu berpikir inovatif. 
terimakasih untuk semua yang telah menjadi bagian cerita perjalanan selama 2 tahun di Bandung,. insyaAllah kelak saya akan kembali lagi untuk melanjutkan pendidikan jenjang doktoral :)

Tarakan, 2 Desember 2018
Pukul : 18.41 (Bada maghrib)