28 Oktober 2019

Akulah Aku

Tidak mudah untuk menjadi diri sendiri tat kala berbenturan dengan kepentingan orang lain sejauh mana kita bertahan namun tidak sedikit yang harus dihadapi untuk menguji komitmen itu.

ada suatu momen dan masa bahwa kita ingin seperti dalam bayangan ekspektasi kita. semuanya bermula dengan niat yang dalam untuk menjadi lebih baik. kita sudah mempertimbangkan segala sesuatu yang menurut kita terbaik untuk diri kita, bukan berarti egois dan tidak mempertimbangkan masukan orang lain. itulah renungan terdalam dari diri kita.

Pernah suatu ketika saya dihadapkan dengan suatu persoalan, kita ditawarkan untuk melakukan sesuatu yang jauh dari identitas diri saya, sambil berdoa dalam diri semoga ini tidak akan terjadi, qadarallah semua terhalangi dan tidak terjadi. itu salah satu dari masih banyak kejadian yang dialami. berkomitmen terhadap diri sendiri memanglah berat, bahkan kita harus mengorbankan banyak hal dan orang-orang di sekitar kita. untuk siapa? demi kebaikan diri kita sendiri dan juga akan berimbas pada orang di sekitar kita (semoga imbas positif).

sekali lagi, ini memang perlu berkompromi dengan diri sendiri, keras dengan niat yang sudah kita ikrarkan, akan banyak kondisi dan situasi yang menggodanya,. perlahan-lahan, tahan diri, tarik napas dalam-dalam sebelum mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat, masih banyak waktu untuk memperbaiki diri.

ikuti diri, ikuti kata hati, kuatkan niat dalam diri, luruskan niat, pandang ke depan untuk hal yang lebih positif, berprinsip dalam setiap pergantian waktu, kita semakin belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi terus berproses lebih baik dan terus belajar dan belajar dan merenung


Tarakan, 28/10/2019
pukul 5.05 sore

di Penghujung Oktober

Tanggal 12 Oktober yang lalu saya menuliskan sebuah kondisi yang saat itu cukup mengkhawatirkan "isi dompet" seminggu sebelumnya saya menuliskan bulan oktober yang cukup istimewa karena beberapa moment istimewah di bulan ini, beberapa hari yang lalu yang menuliskan tentang bagaimana menjadi ikhlas dengan kondisi yang ada dari segala penjuru kehidupan ;) saat ini saya mencoba menuliskan apa yang menjadi puncak dari perjalanan di bulan oktober. Ibarat sebuah roda, kadang posisi di atas dengan cepatnya berubah menjadi posisi di bawah walaupun seperti itu roda menjadi komponen yang sangat penting untuk menggerakkan sepeda untuk bisa berpindah tempat, demikian pula dengan kehidupan, putaran roda kehidupan akan mengarahkan kita pada makna kehidupan yang sesungguhnya tinggal bagaimana kita memaknainya.

Kurang lebih 10 hari yang lalu, ketika saya akan menjalankan amanah organisasi untuk pertemuan di Jakarta, saya telah diberikan tiket PP, dengan jadwal pulang sesuai requst  saya, saya sadar bahwa uang tiketpun sudah cukup tanpa harus meminta uang tambahan (lumsum) sekalipun sudah ditawarkan oleh bendahara. dengan niat bismillah dan sudah mengantisipasi cadangan uang yang akan digunakan walaupun jumlahnya sangat minim.  2 hari menjelang keberangkatan saya tersadarkan kalo memiliki buku yang bisa dijual untuk mahasiswa, dan saat itu saya memberikan diskon dari harga normal Rp125000 menjadi Rp110000 dalam dua hari 11 buku alhamdulillah terjual dan total uang yang terkumpul sudah jauh dari yang saya butuhkan... Rasa syukur tak bisa dibendung lagi, pesimis dengan seketika menjadi optimis, apa yang saya khawatirkan jauh dari kenyataan yang saya rasakan. alhamdulillah akhirnya saya berangkat dengan hati yang tenang untuk segi finansial. 

Hari keberangkatan pun tiba, bukan kehidupan kalo tidak mendapatkan kendala, mulai resleting yang tiba-tiba lepas hingga menghubungi orang untuk mengantar yang juga tak kunjung memberikan kepastian. beberapa pekerjaan rutin di rumah harus saya kerjakan sebelum berangkat terutama menyitrakan seragam sekolah anak-anak yang akan digunakan pada hari senin. Semua beres begitu shalat maghrib, saatnya berangkat dengan diantar oleh istri dan saat jalan tiba-tiba teringat powerbank yang lupa diambil di meja kantor, kembali ke kantor namun lupa membawa kunci akhirnya kemblai lagi ke rumah untuk ngambil kunci. Beberapa saat perjalanan ke bandara "aman". sambil menunggu pesawat datang, waktu shalat isyapun datang, beres shalat, saya menghubungi teman di jakarta yang rencana mau ditempati nginap di kosannya karena acara baru akan dimulai besok ;) tanpa diduga teman saya ini mengatakan balik ke bogor dan tidak ada di jakarta, syock se syocknya ..............

be continue.... masuk jam mengajar :) berhenti jam 08.00 pagi :) ngajar sampe jam 11.30 dan baru menulis lagi 5 sore :)

............... sebegitu tiba di jakarta mencoba menanyakan teman2 di jakarta, alhamdulillah ada teman yang mencarikan solusi tempat nginap murah, dan didaptkan ga jauh dari lokasi kegiatan.
tibalah hari kegiatan, alhamdulillah semua berjalan lancar, bertemu dengan orang-orang hebat dan beberapa dari almamater ners Unhas dan ada juga dari Unpad. Menyambung silaturahmi, menambah relasi dan menambah teman baru :). Hal yang terjadi diluar kegiatan utama adalah batalnya dua agenda untuk bersilaturahmi dengan teman-teman. satunya teman rasa sodara, karena tiba-tiba orangtuanya harus masuk rumah sakit dan harus menuju Bogor sehingga untuk bertemu untuk dikenalkan dengan istrinya pun batal (untuk kesekian kalianya batal :) kedua adalahsilaturahmi dengan teman-teman SMP, batal karena dua hal : pertama kepala sukunyan ladi di baubau dan baru akan datang dihari yang ditentukan (nyampenya malam sementara janjiannya sore ) dan kedua ada perselihan antara dua anggota, masalah salah persepsi antara emak2 :) tapi alhamdulillah sekarang sudah baikan bahkan saya bilang sama mereka berdua, berteman kayak nano-nano bentar bentar baikan kangena2an bentar ribut marah-marahan dan ngambek sampe bubarin group tapi nanti akan baikan sendiri berputar seperti itu dan mereka tertawa terbahak-bahak mendengarkan komentar saya.hehehe namanya juga pertemanan ada asam asin manisnya. cerita yang sempat terlewatkan pada ahad pagi saya menyempatkan lari 10 K di sekitaran bundaran HI dan jl Thamrin yang tidak jauh dari hotel lokasi kegiatan, selama ini hanya bisa lewat dan melihat di TV :)

Perjelanan berakhir di Bandung, karena agenda silaturahmi di jakarta batal sehingga saya memajukan perjalanan ke bandung lebih awal dan alhamdulillah dapat travel yang berangkat 13.30 dan tiba di bandung jam 16.00 :) perjalanan di bandung lancar jaya padahal di hari yang sama sedang pelantikan presiden. selama di Bandung melepas kangen dengan suasana yang ada, urusan di bandung berjalan lancar dan akhirnya malam harus balik lagi ke jakarta untuk kembali ke tarakan selasa pagi.
setiba di Tarakan, ada jadwal mengajar jam 10.30 dan jadwal bimbingan dengan mahasiswa tk.3 yang sedang PKK. alhamdulillah semua berjalan sesuai yang diharapkan, kalaupun ada masalah masih bisa teratasi

pelajaran penting adalah terkadang kita mengkhawatirkan yang belum terjadi, padahal segala kemungkinan bisa terjadi, tetap positif thinking, persiapkan segala sesuatunya dengan baik, fleksibel dengan solusi yang ada, luruskan niat, bulatkan tekat, melangkahlah dengan penuh keyakinan :)

Tarakan, 28/10/2019
Pukul 17.21 (finishing)

26 Oktober 2019

Belajar Untuk Ikhlas

Mungkin itulah yg menjadi kalimat yg harus dipegang saat ini. Bagaimana tidak begitu banyak masalah /persoalan yg dihadapi yg menguras tenaga dan pikiran..mulai dari masalah dalam rumah, kerjaan, relasi hingga hal tak remeh temeh.. Mungkin permasalahan ini lebih dikarenakan perbedaan sudut pandang dan realitas yg dihadapi. Saya punya pandangan yg utuh tentang apa yg akan saya lakukan apa yang saya jalani tapi tidak demikian dg apa yg hadapi. Ini pasti terjadi karena saya tidak hidup sendiri saya harus mengkompromikan apa yg saya pahami dg orang2 disekitar saya.

Ikhlas karena Allah SWT, biarlah Allah SWT sebagai satu2nya sandaran karena tidak ada yg terlewati di dunia ini tanpa pengawasan Nya. Ikhlas karena Allah, mencintai karena Allah. mungkin itulah yang tepat dan benar2 harus menjadi pedoman.  Saat ini memang belum ada harapan yg terwujud cita2 masih jauh dari harapan
Usaha sudah maksimal namun belum terwujud, ini lah misteri kehidupan apa yg kita inginkan belum tentu apa yg sebenarnya kita butuhkan. Ada pepatah mengatakan bahwa pertolongan. Tuhan terdatang datang tidak waktu yg kita harapkan akan tetapi datang diwaktu yg tepat.

Konsekuensi dari sikap ikhlas ini salah satunya dengan belajar tidak kaku atau lebih fleksibel tentunya lebih sabar (menahan diri). Fleksibel dari segala sudut pandang, tidak tergesah-gesah dalam berpendapat, tidak tergesah-gesah dalam mengambil keputusan. Fleksibel dengan mempertimbangkan faktor personal seseorang...memang orangnya sudah seperti itu, kita bisa apa?? Menyesuaikan irama dgn orang sekitar kita namun tidak ikut2an seperti tingkah lakunya.. ikhlas dalam menlihat perubahan yang ada pada relasi, ikhlas bahwa orang selama ini pernah dekat dan akrab sudah tidak seperti yang dulu, ikhlas dan menerima setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda dengan kita dan ikhlas menerima kondisi yang jauh dari bayangan dan dugaan kita.

Kita tetap menjadi diri kita sendiri, tetap menjadi apa yg selama ini melekat pada diri sendiri, jangan lelah untuk melakukan hal positif hanya karena orang lain tidak melakukannya. Janganlah pernah berhenti melakukan yg menurut kita bagus hanya karena kita tidak mendapatkan respon yang seharusnya.
Yakin bahwa tidak ada kebaikan atau kejahatan di dunia ini yang tidak berbalas walaupun itu hanya butiran debu.

Tarakan, 26 Oktober 2019
Pukul : 7 malam

12 Oktober 2019

Luruskan Niat

Masalah niat dan hati menjadi rahasia antara manusia dan penciptanya. Ada yang mengatakan masalah hati bisa dilihat dari perilaku orangnya , secara hukum hitam putih bisa dinilai, orang yang berperilaku baik umumnya memiliki hati yang baik. Namun dunia tidak sepenuhnya hitam putih, ada wilayah abu-abu yang menjadi pertemunya ketidakkonsistenan, ketika orang berperilaku baik belum tentu niatnya baik karena ada udang di balik batu ;) ada maksud yang tersembunyi dibalik niat baik. InsyaAllah semua itu akan dikembalikan pada manusianya menilai seperti apa namun dasar niatnya tidak seperti itu dan sebaliknya orang yang mungkin dalam pengamatan kita berperilaku kurang baik belum tentu niatnya juga tidak benar, bisa jadi kita butuh penjelasan lebih jauh motivasi yang dilakukan.

Nah inilah yang menjadi dilema, ketika akan ada niat baik yang ingin kita utarakan namun berpotensi "dianggap" sebagai "ancaman" bagi segelintir orang. Demi apa? pertama kembali ke asas utama demi kepentingan bersama, kembali ke norma-norma yang ada, aturan yang berlaku, kesepakan bersama, bersama mengembangan potensi diri, konsisten dan komitmen bersama menjadi pendorongnya. Kamrin dinasehati seorang teman, bila demi kepentingan bersama jangan ragu untuk bersuara. yang dibutuhkan saat ini adalah mengkemas komunikasi menjadi bahasa yang efektif, memberitahukan tanpa ada maksud niat jahat tersembunyi, mungkin lebih tepatnya mengingatkan orang yang "lupa" dengansemua itu. kalo ditanggapi "lain" itu menjadi urusan yang mendengarkan, menilai dengan apa yang ada dipikiran namun yang harus dipertimbangkan adalah menilai atas dasar apa?
kembali luruskan niat, kembali luruskan hati, apa yang sebenarnya ingin dicapai? apa yang ingin segera didapatkan? kalau itu menjauhkan dari keberkahan, TINGGALKAN..

Tarakan, 10 Oktober
Pukul : 5.55 sore

ooooh... rekeningku...jadi "menunda" mimpi

Bulan oktober menambah satu moment yang "memiluhkan" berbanding terbalik dengan  sebelumnya merupakan moment manis untuk dikenang. Hal ini tidak lain dengan  kondisi kantong. saya memiliki 3 rekening yang dalam minggu ini menampakkan jumlah yang membuat tersenyum namun sakit.hehehe. Hal ini tidak lain karena barusan selama dekade terakhir belum pernah melihat  seperti ini. jumlahnya nyaris sama, jumlahnya tidak lebih 500rb dan saat tulisan ini dibuat 1 rekening sudah kolaps sudah tidak bisa ditarik d ATM. apakah saya cemas?? apakah saya menjadi begitu gelisah dengan kondisi ini?? tentu tidak (insyaAllah). segala kebutuhan dalam 1 bulan terakhir sudah diback up dan yang harus diantisipasi adalahkebutuhan mendadak.

Hal lain yang menjadi penyemangat dan semoga meningkatkan rasa bersyukur adalah masih diberi kesehatan dalam kondisi seperti ini. seperti ini lah yang dirasakan oleh orang-orang yang secara ekonomi belum tercukupkan, seperti inilah namanya  untuk "menunda"  memiliki dan membeli ini dan itu. Saya yakin kondisi ini sangat mudah "terprovokasi", ketika dalam kondisi "kurang" isi rekening semakin sempit lapang pandang dan mungkin semakin ada keinginan "menghalalkan" segala sesuatu,melupakan "akal sehat" bahkan melakukan tindakan "mensikuk" sana sini. hat-hati.. (meminjam kata UAH) semoga kondisi ini semakin menyadarkan bahwa Allah SWT adalah pemberi rejeki dan rejeki tidak akan tertukar walaupun tanpa disadari mungkin kita menjadi "korban" orang tidak tidak sadar dan tidak sengaja sudah menunda rejeki yang sudah kita dapatkan. Nah untuk kalimat terakhir ini wallahu 'alam". Tetap berpikir positif terhadap lingkungan diluar kita sementara terkadang kita harus berpikir negatif dengan diri kita karena jangan sampai niat kita sudah tidak lurus, ada "duri" dalam hati yang bisa mencederai diri bahkan orang disekitar.

Awalnya pesimis dengan kondisi ini, namun dalam diri yakin bahwa kondisi ini sudah menjadi bagian catatan perjalanan hidup dan insyaAllah akan ada makna dan hikmah. untuk sementara memang harus menunda beberapa hal untuk pengembangan diri yang bersumber dana pribadi, memprioritaskan dari prioritas yang ada, namun tidak berpatah arang, karena banyak misteri yang akan terjadi nanti. Doa dan ikhtiar akan selalu berbarengan dan menguatkan. luruskan hati luruskan niat, Allah SWT Maha Kuasa,Maha Kaya, tidak ada tempat lain untuk meminta dan bermohon.

Tarakan, 12 Oktober 2019
pukul 5.07 Sore

04 Oktober 2019

Oktober yang Spesial

       Pagi tadi baru saja menggugah foto keluarga di facebook dengan caption tambahan "oktober yang spesial. Pertanyaan kepada spesial?. bulan oktober memiliki banyak moment dan kenangan yang menjadi bagian cerita dalam perjalanan hidup. Moment pertama adalah diminggu2 awal bulan oktober 10 tahun yang lalu menjadi moment yang spesial ketika saya mengucapkan "akad" kepada wanita yang menjadi pilihan hati yang saat ini menjadi ibu2 dari keempat dari keempat anak saya. 10 tahunb bukanlah waktu yang singkat untuk dijalani, begitu banyak kisah yang telah terlewati dari menikah, 2 minggu bersama dan harus menjalankan long distance relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh karena istri masih bekerja di makassar dan saya bekerja di tarakan hingga istri memutuskan untuk tinggal bersama di Tarakan setelah kurang lebih 5 tahun menikah.
         Moment kedua, adalah ketika lahirnya anak kami yang ketiga, hamnah atiyah, disapa "atiyah", anak kami ini merupakan anak yang spesial bila dibandingkan dengan dua suadara sebelumnya, letak spesialnya bukan masalah fisik namun masalah proses dari awal kehamilan dan kelahirannya semua berlangsung di tarakan, inilah anak kami yang tercantum dalam Kartu Keluarga dengan tempat lahir di Tarakan. Atiyah lahir sekitar minggu ketiga akhir di bulan Oktober tahun 2015. Saat tasyakuran aqiqah dirangkaikan dengan banyak agenda, sebagai ajang silaturahmi dengan kolega diluar akper kaltara, karena untuk tempat kerja beberapa kali ada "acara" di rumah dan bahkan untuk lebaran biasa untuk silaturahmi, namun ketika acara aqiqah atiyah, ini yang pertama kami mengundang tetangga sekitar untuk datang ke rumah bersilaturahmi. sekalian memperkenalkan anggota keluarga kami kepada teman dan kerabat. Alhamdulillah acaranya berlangsung lancar dan rame
       Moment ketiga adalah lahirnya anak kami keempat. anak keempat ini memiliki cerita sendiri.  ketika dalam kandungan saya lagi menjalankan pendidikan S2 di Bandung. Alhamdulillah rejeki datang ketika liburan semester 1 (5 bulan tinggalkan tarakan). Ketika mengetahui minggu akhir usia kehamilan saya sudah merencanakan pulang karena saat itu bertepatan dengan weekend. Namanya prediksi, bisa lebih cepat bahkan lebih lama dari taksiran melahirkan. pada saat yang bersamaan saya sedang menjalakan field experience atau residensi di kabupaten sumedang, Waktu tempu Bandung Sumedang sekitar 2 s.d 3 jam bahkan lebih jika macet parah dan diminggu2 akhir bulan oktober saya sudah disetujui untuk Sidang Ujian Proposal (Tesis) di tanggal 27 Oktober 2017 dengan harapan malam setelah ujian bisa terbang ke kalimantan. Qadarallah, istri menelpon di 2 hari sebelum ujian sidang dan saat itu saya baru saja akan menjalankan perjalanan dari Bandung Ke sumedang. Doa yang menjadi penguat dan mengantar agar persalimanan istri dilancarkan. Kecemasan tidak sebanding dengan 3 kelahiran anak sebelumnya, Alhamdulillah saat masih perjalanan di Sumedang, sekitar 30 menit nyampe Dinkes Kab. Sumedang istri mengabarkan telah melahirkan dan kondisi berdua alhamdulillah sehat wal afiat. Besoknya saya harus mempersiapkan ujian dan Alhamdulillah juga berjalan lancar dan menyelesaikan revisi.
        Inilah Qadarallah,. kita berdoa, berkihtiar hasilnya diserahkan kepada Allah SWT. apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita, dan apa yang kita tidak inginkan atau hindari bisa jadi Allah memberikan untuk kita, kita jalani, berprasangka baik dengan kondisi yang ada, tidak menyalahkan situasi. ini terkhusus ketika awal mengetahui istri mengandung anak keempat, sempat cemas dengan kondisi yang ada, saya di bandung, istri dan ketika anak kami yang masih balita di bandung. Hal yang terkadang menyadarkan saya ketika saya bertanya kepada anak kami yang pertama " kaka zilan, ga takut selama ayah di bandung?" zilan menjawab " kenapa takut kan ada Allah dan malaikat yang menjaga kita." :) masyaAllah. ini obat dan motivasi untuk menyelesaikan studi tepat waktu di Bandung. 
      Oktober hanya bulan, setiap bulan lain memiliki cerita dan kenangan. khusus untuk anak kami yang pertama dan kedua juga memiliki cerita masing-masing. setiap anak memiliki karakter yang berbeda. tidak ada yang paling diistemewakan tidak ada anak yang paling dispesialkan, mereka berempat adalah amanah Allah SWT untuk didik, semoga  menjadi anak yang soleh dan soleha, sadar dengan tugas kekhalifaannya di dunia dan sadar bahwa di dunia ini adalah sebagai abdi, hamba Allah SWT yang harus menyiapkan bekal, yang kelak anak kembali dalam kehidupan yang abadi dengan jiwa yang tenang. Semoga Allah SWT mengijabah doa dan harapan kami ini. Aamin Ya Rabbal Alamin


Tarakan, 4 Oktober 2019
pukul : 17.00 WIBT