Sehari-hari dalam urusan habluminnannas atau hubungan antar manusia kita dituntut untuk melakukan dengan keikhlasan dengan sepenuh hati. Sudah seharusnya keikhlasan itu tertanam dan menjadi habit buat kita, kita tidak perlu mengharapkan timbal balik dari apa yang telah kita lakukan, kita hanya mengharap ridho Allah SWT. Membahas tentang konsep "ikhlas" ada beberapa ulasan singkat dalam tulisan ini, secara etimologi : ikhlas berarti : setulus hati. menurut alqur'an : niat perbuatan amal saleh tanpa pamrih manusia, melainkan hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Menurut Buya Hamka, iklas merupakan bersih tanpa campur tangan siapapun. Menurut Ust. Adi Hidayat dengan membuka dengan kalimat "kadang-kadang mengatakan ikhlas namun sebenarnya kita tidak ikhlas, karen masih suka mengeluhkan. Secara akar kata, ikhlas berasal dari kata kholasho. (kholash : sesuatu yang bening tidak bercampur apapun, misalnya orang bekerja dan sudah selesai, maka disebut kholash) , bendanya namanya kholish (benda yang tidak bercampur dengan apapun, bersih, murni), usahanya disebut akhlosa (menghilangkan sesuatu yang bening dari sesuatu yang mengotori, misalnya air bersih yang ada pasirnya). sifatnya menjadi ikhlash yang memiliki arti sebagai usaha untuk menghilangkan segala campuran atau hal-hal kotor yang tidak terkait dengan essensi atau aktifitas yang sedang dijalani. dalam kata lain adalah usaha untuk menghilangkan gangguan-gangguan/ kotoran-kotoran. orang yang berusaha untuk ikhlas disebut mukhlis (laki-laki). Usaha untuk menepihkan yang tidak penting juga bagian dari ikhlas. Bila makna ikhlas diangkat dalam syariat maka ikhlas diartikan puncak keimanan dan sifat tawakal dalam menerima dan menjalankan seluruh ketetapan Allah SWT. ukuran ikhlas tidak hanya menerima tapi menjalankan ketetapan Allah SWT. Jadi belum dikatakan ikhlas jika hanya secara verbal mengucapkan ikhlas tapi masih suka mengobrolkannya (misalnya melalui sosial media, story). Berdasrkan uraian UAH ini akhirnya menjawab kata kunci ikhlas yang selama ini saya cari... (ini tulisan saat jam 8.16 pagi, karena ada kesibukan sore harinya baru bisa menyelesaikan)
Dalam sehari-haripun tantangan agar kita benar-benar ikhlas sering kali muncul. misalnya dalam pekerjaan, sejak balik dari pendidikan saya diamankan untuk membantu di bagian penjaminan mutu berhubungan dengan pekerjaan sebenarnya tidak ada masalah, yang mengusik saya hingga saat ini adalah slip gaji saya belum berubah sejak saya melanjutkan pendidikan, artinya sampai hari ini dan sejak September 2016 belum berubah sama sekali. Sempat terlintas dalam diri, apa bedanya saya ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan yang tugas saya untuk menyelesaikan pendidikan dan tidak bersentuhan dengan tugas kantor sudah mendapatkan imbalan gaji sebesar itu dan ketika saat ini saya kembali aktif (3 semester) belum berubah sama sekali. Semoga ini bukan berarti mempetanyakan keikhlasan saya namun lebih kepada meminta hak saya yang harus didapatkan, walaupun penjelesannya bahwa kondisi keuangan kantor sedang tidak stabil.saya bisa memahami itu semoga tidak mempengaruhi "girah" saya untuk bekerja. Apalagi kondisi perekonomian keluarga belum stabil, pendapatan hari ini habis untuk bulan ini, bahkan harus memutar cara agar masih bisa menabung agar rekening masih bisa terisi terlebih lagi masih ada autodebit yang rutin dan harus dilunasi. Walaupun kondisinya demikian saya masih berprinsip dan yakin InsyaAllah rejeki sudah ada yang diatur oleh sang pemilik alam semesta, tidak ada yang bisa menghalanginya namun bukan alasan untuk kita tidak berusaha karena apa yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita tunaikan. Masih ada cara lain untuk mendapatkan pendapatan di luar pendapatan rutin dari pekerjaan. Walaupun beberapa kran rejeki saat ini tidak seperti kondisi yang dulu, bukan berarti menyurutkan semangat untuk bekarya dan berinovasi masih banyak yang bisa dikerjakan masih banyak cara yang bisa dilakukan, sedikiti semi sedikit yang penting bisa menutupi dan yang utama adalah berkah.
Kondisi kedua adalah kondisi di rumah, ikhlas menerima kondisi yang ada, mungkin karakter saya masih berbeda jauh dan bahkan ada kecenderungan bertolak belakang. walaupun ada ungkapan bahwa jodoh adalah cerminan diri kita, saya masih berusaha untuk memahami ungkapan ini, mungkin bisa jadi saat ini belum menemukan kebenaran ungkapan tersebut, namun dengan menerima segala kondisi, memahami segala kelemahan dan kelebihan pasangan akan menjadi upaya kita untuk mempertahankan kualitas keikhlasan kita di rumah. misalnya kita sudah melakukan sebuah pekerjaan rutin namun belum mendapatkan respect yang positif bahkan ada kecenderungan tidak dipedulikan dan tidak menjadi bahan pertimbangan untuk bertindak, lagi-lagi kadar keikhlasan kita dipertanyakan apakah kondisi ini atau lebih tepatnya takdir yang sedang kita jalani saat ini benar-benar kita ikhlas menerimanya. Kata kunci ikhlas "mengharapkan ridho Allah SWT" sehingga ini menjadi pegangan kuat bahwa kita tidak boleh mengharap pada manusia, sekalipun itu pasangan hidup kita (mengingat ada kelebihan dan kelemahan manusia), karena namanya manusia pasti ada sisi menunjukkan tidak sesuai harapan kita, kita kita sudah (merasa) melakukan banyak hal tapi tidak disikapi atau direspon dengan ungkapan apa yang bisa dilakukan untuk mengimbangi bahkan cenderung menikmati keadaan yang sudah ada tanpa ada rasa "berdosa" atau "peka" dengan kondisi yang sudah ada bahkan cenderung menampakkan hal-hal yang malah bisa memancing emosi. Hanya kepada Allah SWT tempat bersandar dan mengharap, semoga apa yang kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. Iklas berarti menjauhkan hal-hal yang dapat mengotori atau merusak apa yang sudah kita lakukan. ikhlas berarti ketika kita melakukan sesuatu karena mengharapkan imbal balik manusia maka yang ada kita akan selalu kecewa. Kedepanya saya akan berusaha ketika melakukan sesuatu tidak mengharap hal yang lain, benar-benar ini untuk kebaikan diri kita tanpa harus menunggu orang lain untuk mengarti apa yang sudah kita lakukan. Semoga Allah SWT memberikan cahayanya agar keikhlasan ini tetap terpancarkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Tarakan, 30 Januari 2020
Pukul : 4.54sore
Dalam sehari-haripun tantangan agar kita benar-benar ikhlas sering kali muncul. misalnya dalam pekerjaan, sejak balik dari pendidikan saya diamankan untuk membantu di bagian penjaminan mutu berhubungan dengan pekerjaan sebenarnya tidak ada masalah, yang mengusik saya hingga saat ini adalah slip gaji saya belum berubah sejak saya melanjutkan pendidikan, artinya sampai hari ini dan sejak September 2016 belum berubah sama sekali. Sempat terlintas dalam diri, apa bedanya saya ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan yang tugas saya untuk menyelesaikan pendidikan dan tidak bersentuhan dengan tugas kantor sudah mendapatkan imbalan gaji sebesar itu dan ketika saat ini saya kembali aktif (3 semester) belum berubah sama sekali. Semoga ini bukan berarti mempetanyakan keikhlasan saya namun lebih kepada meminta hak saya yang harus didapatkan, walaupun penjelesannya bahwa kondisi keuangan kantor sedang tidak stabil.saya bisa memahami itu semoga tidak mempengaruhi "girah" saya untuk bekerja. Apalagi kondisi perekonomian keluarga belum stabil, pendapatan hari ini habis untuk bulan ini, bahkan harus memutar cara agar masih bisa menabung agar rekening masih bisa terisi terlebih lagi masih ada autodebit yang rutin dan harus dilunasi. Walaupun kondisinya demikian saya masih berprinsip dan yakin InsyaAllah rejeki sudah ada yang diatur oleh sang pemilik alam semesta, tidak ada yang bisa menghalanginya namun bukan alasan untuk kita tidak berusaha karena apa yang kita dapatkan sesuai dengan apa yang kita tunaikan. Masih ada cara lain untuk mendapatkan pendapatan di luar pendapatan rutin dari pekerjaan. Walaupun beberapa kran rejeki saat ini tidak seperti kondisi yang dulu, bukan berarti menyurutkan semangat untuk bekarya dan berinovasi masih banyak yang bisa dikerjakan masih banyak cara yang bisa dilakukan, sedikiti semi sedikit yang penting bisa menutupi dan yang utama adalah berkah.
Kondisi kedua adalah kondisi di rumah, ikhlas menerima kondisi yang ada, mungkin karakter saya masih berbeda jauh dan bahkan ada kecenderungan bertolak belakang. walaupun ada ungkapan bahwa jodoh adalah cerminan diri kita, saya masih berusaha untuk memahami ungkapan ini, mungkin bisa jadi saat ini belum menemukan kebenaran ungkapan tersebut, namun dengan menerima segala kondisi, memahami segala kelemahan dan kelebihan pasangan akan menjadi upaya kita untuk mempertahankan kualitas keikhlasan kita di rumah. misalnya kita sudah melakukan sebuah pekerjaan rutin namun belum mendapatkan respect yang positif bahkan ada kecenderungan tidak dipedulikan dan tidak menjadi bahan pertimbangan untuk bertindak, lagi-lagi kadar keikhlasan kita dipertanyakan apakah kondisi ini atau lebih tepatnya takdir yang sedang kita jalani saat ini benar-benar kita ikhlas menerimanya. Kata kunci ikhlas "mengharapkan ridho Allah SWT" sehingga ini menjadi pegangan kuat bahwa kita tidak boleh mengharap pada manusia, sekalipun itu pasangan hidup kita (mengingat ada kelebihan dan kelemahan manusia), karena namanya manusia pasti ada sisi menunjukkan tidak sesuai harapan kita, kita kita sudah (merasa) melakukan banyak hal tapi tidak disikapi atau direspon dengan ungkapan apa yang bisa dilakukan untuk mengimbangi bahkan cenderung menikmati keadaan yang sudah ada tanpa ada rasa "berdosa" atau "peka" dengan kondisi yang sudah ada bahkan cenderung menampakkan hal-hal yang malah bisa memancing emosi. Hanya kepada Allah SWT tempat bersandar dan mengharap, semoga apa yang kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. Iklas berarti menjauhkan hal-hal yang dapat mengotori atau merusak apa yang sudah kita lakukan. ikhlas berarti ketika kita melakukan sesuatu karena mengharapkan imbal balik manusia maka yang ada kita akan selalu kecewa. Kedepanya saya akan berusaha ketika melakukan sesuatu tidak mengharap hal yang lain, benar-benar ini untuk kebaikan diri kita tanpa harus menunggu orang lain untuk mengarti apa yang sudah kita lakukan. Semoga Allah SWT memberikan cahayanya agar keikhlasan ini tetap terpancarkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Tarakan, 30 Januari 2020
Pukul : 4.54sore