Beberapa menit sebelumnya judul ini sudah hampir rampung, begitu mau mempublikasikan, tiba-tiba laptop saya hang dan tidak bisa berfungsi saya berpikir kalau dimatikan "paksa" akan tersimpan seperti pada tulisan sebelumnya karena secara otomatis ketika menulis akan tersimpan sendiri. Setelah bercerita panjang lebar tentang pengalaman saya berteman dengan salah satu teman di bandung, mulai sejak awal berteman hingga tiga tahun kemudian dan terakhir kontak minggu lalu. Berteman dengan dia dengan segala lika-liku permasalahannya dan tidak sedikit cukup memberikan pengaruh terhadap diri saya apalagi kalau bukan pengaruh yang baik, setelah hampir 3 tahun berteman. Sebenarnya sudah berbaik sangkah dengan segala kondisi dan gejolak yang pernah dia ceritakan dan juga pengalaman yang saya alami sejak berteman. dan ketika saya sudah mengurungkan niat untuk tidak menjalin komunikasi dengan pertimbangan ini dan itu, tiba-tiba dia mengirimkan pesan dan seketika meluluhkan niat saya itu dan pengalaman ini tidak satu dua kali namun sering kali bahkan beberapa kali saya menolak ajakan teman ini tapi lagi-lagi karena sudah sering ditanyakan jadinya hati saya luluh lagi
Sebenarnya ada dua hal yang menjadi pertimbangan bagi saya, yang pertama, sebenarnya saya tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan permasalahan yang dihadapi teman ini walaupun selama ini kami cukup terbuka dalam hal apa saja termasuk saling berbagi cerita dan memberi solusi jika ada masalah. kalau masalah kesehatan dia sering nanyain dan saya memberikan solusi. Namun dalam pertemanan kami kadang-kadang ada hal yang kurang menyenangkan ketika ada hal yang dia inginkan dan harus dipenuhi kalau tidak dia mengeluarkan kata-kata seolah-olah kita tidak lagi menganggap dia sebagai teman dekat. Sudah beberapa kali menghindar namun kadang-kadang rasa ibah saya melumpuhkan lokgika saya. Sebenarnya saya juga mendapatkan manfaat dari pertemanan ini, paling tidak saya dapat mengetahui tentang kondisi bandung dan kebiasaan olahraga yang baik, terakhir dia mengabari bergabung dengan komunitas lari di Bandung sehingga ini menjadi bahan obrolan. kedua, teman ini cenderung "egois" dalam beberapa hal , di beberapa kesempatan sering memaksakan apa yang dia inginkan walau kondisi saya saat itu lagi ada kesibukan dan moment ini sekaligus untuk menjaga kemungkinan saya yang memulai obrolan yang nyeleneh biasanya hal seperti itu dia sukai, jadi harus saya batasi berkomunisi kembali dengan teman ini.
Masalah lain yang muncul dan tidak kalah bikin syock adalah ketika teman ini telah membatasi kontak w.a, dan sudah bebarapa sering melakukan blokir kontak dengan berbagai alasan, entah apa saya sudah memberikan dampak negetif buat dia hingga nomor saya menjadi salah satu yang dibatasi itu. sebagai solusinya dia memberikan nomor w.a baru namun hanya aktif saat dia masuk jam kerja dan pastinya komunikasi tidak seperti dulu, sisa menunggu balasan disela2 waktu break teman ini, walaupun ada beberapa waktu, pesan dibalas dengan lancar dan obrolan juga seperti biasa jika ada waktu dan juga keinginan dia untuk bercerita atau ngobrol namun masih ada hal yang tidak mengenakkan bahwa teman ini tidak begitu antusias seperti dulu dalam membalas w.a maklum w.a itu disela-sela jam kerja dan pastinya saya sebagai teman tidak mungkin mengganggu ketika sedang bekerja dan di waktu yang bersamaan jika dia masuk kerja pagi berarti bertepatan dengan jam kerja saya, jika siang masih masih sempat ngobrol tapi itu ketika saya menjelang tidur apalagi akhir-akhir ini saya sering tidur awal dan jika dia masuk kerja malam, paling-paling obrolannya pas pagi ketika saya tiba di kantor, walau kadang pas subuh saat menunggu waktu salat dan itu sangat terbatas apalagi jika bertepatan dengan kesibukan pagi. Dari kesemua kesempatan nobrol itu hanya 30% saja dari seluruh pesan yang saya kirim, padahal pesan saya hanya sekedar menanyakan kabar, namun digubris lama, jika dipancing dengan obrolan tertentu baru cepat respon.hehehe
Puncak semua ini adalah ketika saya akan ke bandung minggu lalu dan mengabarinya, mendapatkan respon dia yang baik saya juga ikut senang walaupun sebenarnya ada keinginan untuk tidak memberiatahukan. namun ada pertimbangan lain karena sudah pernah berjanji dan ini merupakan yang ketiga kalinya saya tidak memberitahukan saat di bandung karena berbagai alasan dan pertimbangan. Namun diakhir obrolan ada yang mengganjal buat dia dan kayaknya membuat dia tidak nyaman ketika saya menyampaikan kalau bisa nomor saya yang diblokir dibuka untuk sementara biar enak ngobrolnya apalagi saat itu tidak bertepatan dengan jam masuk kerja dia, w.a saya tidak dibalas, besoknya saat hari H saya juga memberikan pesan, lagi-lagi tidak ada respon dan malamnya saya coba miscall nomor dia yang aktif, tapi tidak ada respon balik hingga akhirnya saya tidak berharap lagi dan lebih mengutamakan apa yang harus saya bereskan selama di bandung. Besok paginya saya langsung menuju Gazibu untu lari pagi, dan setelah 3 jam, teparnya jam 9 lewat saya balik ke penginapan dan melihat ada pesan dia masuk, saya balas dan memberitahukan saya ada di gazibu dan baru membuka hp, namun sampai tulisan ini dibuat tidak ada tanggapan dan respon sama sekali.
Saya berpikir positif, mungkin dia ada pertimbangan, dan saya juga harus mempertimbangan dari sisi saya sendiri, saya tidak ingin tergantung kembali dengan obrolan teman ini, dan saya juga harus membiasakan diri kalau onbrolan kami tidak seenak dulu. Ini pertimbangan juga dari sisi teman karena teman ini sempat cerita dengan gejolak yang pernah dia rasakan, kecelakaan dan mengalami saraf terjepit beberapa bulan kemudian, tidak bisa berkendara seperti dulu walau bisa bawa mobil namun pertimbangan kondisi bandung yang macet sehingga lebih banyak waktu terbuang di jalan. demikian juga saya, saya harus menjaga jarak dengan teman ini dan mencoba tidak lagi membangun komunikasi dengan berbagai pertimbangan di atas, biarlah apa yang sudah terjadi selama ini dalam pertemanan kami hanya menjadi kenangan bahwa kami pernah akrab bahkan sudah sebagai saudara, saling berbagi informasi dan saling memberi support. Saya juga tidak ingin terlalu jauh terlibat dengan permasalahan teman ini dan ada satu hal yang mungkin akan menjadi pertimbangan, teman ini memiliki persepsi yang berbeda dan agak santai, kita khawatir yang terlalu jauh tentang kondisi dia malah dia merasa biasa-biasa saja :) hehehe ini sempat bikin syock saat dia menyampaikan ini dan orangnya sebenarnya bawaannya santai namun dalam beberapa hal agak kurang pas dengan diri saya. selama ini saya cenderung "lunak" tidak bisa mengeluarkan sikap keras, entah apa yang saya rasakan, saya tidak bisa marah, paling-paling menghapus kontak tapi tidak lama mencari kembali kontak yang pernah dihapus memalui screenshoot kontak dia dan menghubungi lagi wkwkwkwkwkw
Dalam pertemanan sebaiknya ada hal positif yang selalu dijunjung, jika selama ini sudah tidak seperti dulu komunikasinya, sudah tidak lagi menganggap penting pertemanan misalnya dengan tidak memberikan informasi atau klarifikasi pesan yang pernah masuk, berarti sudah tidak ada saling menghargai dalam pertemanan, terus apakah kita harus mempertahankan?? Beberapa kali sempat ingin bersikap tegas namun tidak lama kemudian pesan teman ini masuk dan sektikapun sikap keras saya itu melunak walau akhirnya teman ini kembali ke siklus dia, tidak kasih kabar, mencari hanya karena pengen sesuatu dan jika dihubungi pasti pembicaraannya menjurus ke hal-hal yang kurang enak untuk di bahas. entalah, sampai berapa lama dia menahan diri untuk mengklarifikasi kejadian kemarin atau dia merasa biasa-biasa saja tanpa merasa "bersalah" karena sudah janjian??? kalau dia memang sebagai teman yang baik seperti selama ini dikenal yang kadang juga memberi klarifikasi jika ada hal yang bisa menimbulkan masalah, paling-paling berkaitan lagi dengan gejolak dalam diri dia, entahlah, saya menantikan saja niat baik dia, kalaupun tidak ada, tidak jadi masalah, kalaupun ada syukur-syukur dan sebagai konsekuensi saya menghapus semua jejak obralan dan kontak di hape saya :)
Sebagai penekanan, saya belajar mencoba melupakan kalau saya pernah menganggap dia seperti saudara dan dia juga pernah berkata semacam mendapatkan sosok kakak yang menyebabkan hati saya luluh dan tidak tegaan, tapi untuk kali ini, izinkan saya untuk bersikap tegas demi kebaikan saya sendiri dan juga kebaikan dia dengan segala permasalahan dan gejolak serta pertimbangan dia, tapi satu hal yang harus saya ingat bahwa dia tipekal orang yang santai, apa yang kita pikirkan tentang kondisi dia, dia merasa aman-aman dan biasa-biasa aja sehingga yang capeh kita sendiri dianya enjoy-enjoy saja.. wkwkwkwkwkw apeessss... ya uda perlahan-lahan dengan bergulirnya waktu jejak-jejak teman ini akan dihapus perlahan-lahan. sepert yang sudah saya lakukan ada beberapa teman, saat ini semakin jelas, siapa saja teman yang perlu dipertahankan karena memberikan faedah, ada simbiosis mutualisme dan ada kebaikan dalam pertemanan, yang hanya mencari karena ada keperluan apalagi masalah pinjam dan meminjam uang, tidak pernah membangun komunikasi walau hanya berbasa basi sudah saatnya dihapus dalam list kontak apalagi yang dapat memberikan efek yang kurang baik, meberikan toxic, menjadi racun dalam pertemanan, bisa menghancurkan diri kita, bisa mengubur semua impian-impian karena salah memilih teman.. dan akhirnya tulisan ini berujung pada kesimpulan, akhirnya saya punya alasan untuk tidak kembali melanjutkan komunikasi yang selama ini sudah terjalin namun unfaedah, lebih untuk menghilangkan dahaga dunia dan tidak lebih itu saja....
Tarakan, 4/3/2020
Pukul : 6.13 sore