Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, Laillah ha illahu akbar Allahu Akbar Wa Laillah hilham
Alhamdulillah, puji syukur atas rahmat Taufiq dan Hidayah Allah Subhannah wata'alah dan atas segala nikmat kesehatan nikmat kesempatan dan nikmat iman sehingga tibalah kita semua di hari kemenangan, hari untuk merayakan atas segala nikmat yang telah diberikan selama 30 hari dalam menjalankan ibadah puasa dan amalan-amalan selama bulan ramadhan. Semoga di hari kemenangan ini, semakin memperkuat iman kita karena akan menjadi pintu pembuka untuk memasuki masa-masa setelah ramadhan, waktu dimana dibutuhkan dan dituntut untuk kita bisa konsisten atas apa yang kita lakukan selama bulan ramadhan bisa tetap di jalankan selama 11 bulan ke depan, semoga Allah Subhannah wata'alah selalu memberikan kita cahaya iman, Taufiq dan rahmatnya agar kita tetap berada di Jalan yang diridhoi..Aamiin Ya Rabbal alamin. Dan hal yang membuat takjub ini merupakan tulisan ke-100 di tahun 2020, semoga masih tetap menulis sepanjang tahun ini dan tahun-tahun depan, aamiin
Bila flashback selama 30 hari selama bulan ramadhan di tengah PSBB di kota tarakan dan selama pandemi virus korona yang melanda seantero dunia, secara pribadi ada beberapa hal yang menjadi catatan penting, pertama: alhamdulillah, shalat tarwih, tahajjud dan Dhuha, tidak terlewatkan, ya Allah ini menjadi spirit untuk tetap menjalankan setelah bulan ramadhan. Kedua: anak-anak sdh mulai belajar puasa full, untuk zilan lumayan ada 75% karena ini untuk pertama kali, tahun lalu hanya mampu puasa 75% puasa setengah hari, 25% malah tidak puasa, Rafa ada sekitar 20% puasa full, selebihnya setengah hari, atiyah baru belajar bangun sahur, sdh 50% puasa setengah hari, sempat sakit 6 hari.
ketiga: untuk pertama kalinya tidak ada kegiatan bimbingan di kampus selama bulan ramadhan dan tidak ada THR hehehe, untuk yg pertama menjadikan waktu untuk ibadah lebih banyak dan waktu ut tadarrus juga banyak, alhamdulillah bisa 3x khatam dari hanya 2x dari target, alasan kedua THR, berat sic tapi mau bagaimana lagi, memang kondisi tempat kerja yang tidak memungkinkan untuk memberikan karena kondisi keuangan yang tidak stabil. Keempat: Alhamdulillah kehadiran ta'lim via youtube sangat membantu dalam memahami dan mendalami ilmu keislaman apalagi berkaitan dengan alaman selama bulan ramadhan, dan pemahaman ketauhidan, untuk ramadhan kali ini saya banyak mengikuti youtube ust.Nurul Dzikri., selalu mengingatkan dan membimbing dalam menjalani hari-hari di bulan ramadhan
Keempat, begitu banyak kisah dan cerita ketika akan melaksanakan shalat berjamaah di mesjid, 1 bulan sejak ada kasus positif korona di Tarakan, sebagian mesjid tutup (seperti banyak dimuat dalam tulisan sebelumnya), ketika mesjid depan tempat kerja menyelenggarakan tarwih malam pertama ramadhan, langsung mendapatkan sorotan dan terlebih hari pertama puasa yang bertepatan dengan hari jum'at, dan mesjid tetap melaksanakan shalat jum'at berjamaah dan ternyata ada yang melaporkan ke pihak berwajib. Sejak awal pengurus mesjid berbeda pandangan ada yang tidak ingin ada kegiatan selama masa pandemi dan ada tetap mau berjamaah di mesjid.,.Masalah muncul ketika malam kedua aparat keamanan datang mesjid tidak lama sebelum azan isya, terus ada Himbauan untuk membatasi jumlah jamaah hanya sebatas pengurus mesjid, beberapa hari aman namun pada suatu waktu jamaah yg datang cukup banyak dan ada yang sempat memoto saat sedang shalat dan melaporkan kembali ke pihak keamanan, dan untuk kesekian kalinya pengurus mesjid harus mendapat teguran, hingga pada pelaksanaan jum'at ketiga, ada pengawalan ketat dari aparat, tapi pengurus tetap mengikuti himbauan aparat untuk segera mengunci pintu setelah azan setiap shalat fardu terutama shalat isya dan alhamdulillah itu tetap dijalankan hingga ramadhan berakhir dan pihak berwajib sudah tidak mempermasalahkan itu. Alhamdulillah pengurus mesjid yang tetap shalat berjamaah juga melaksanakan buka puasa setiap harinya dan beberapa kali saya ikut dalam bukber tersebut.
ketiga: untuk pertama kalinya tidak ada kegiatan bimbingan di kampus selama bulan ramadhan dan tidak ada THR hehehe, untuk yg pertama menjadikan waktu untuk ibadah lebih banyak dan waktu ut tadarrus juga banyak, alhamdulillah bisa 3x khatam dari hanya 2x dari target, alasan kedua THR, berat sic tapi mau bagaimana lagi, memang kondisi tempat kerja yang tidak memungkinkan untuk memberikan karena kondisi keuangan yang tidak stabil. Keempat: Alhamdulillah kehadiran ta'lim via youtube sangat membantu dalam memahami dan mendalami ilmu keislaman apalagi berkaitan dengan alaman selama bulan ramadhan, dan pemahaman ketauhidan, untuk ramadhan kali ini saya banyak mengikuti youtube ust.Nurul Dzikri., selalu mengingatkan dan membimbing dalam menjalani hari-hari di bulan ramadhan
Keempat, begitu banyak kisah dan cerita ketika akan melaksanakan shalat berjamaah di mesjid, 1 bulan sejak ada kasus positif korona di Tarakan, sebagian mesjid tutup (seperti banyak dimuat dalam tulisan sebelumnya), ketika mesjid depan tempat kerja menyelenggarakan tarwih malam pertama ramadhan, langsung mendapatkan sorotan dan terlebih hari pertama puasa yang bertepatan dengan hari jum'at, dan mesjid tetap melaksanakan shalat jum'at berjamaah dan ternyata ada yang melaporkan ke pihak berwajib. Sejak awal pengurus mesjid berbeda pandangan ada yang tidak ingin ada kegiatan selama masa pandemi dan ada tetap mau berjamaah di mesjid.,.Masalah muncul ketika malam kedua aparat keamanan datang mesjid tidak lama sebelum azan isya, terus ada Himbauan untuk membatasi jumlah jamaah hanya sebatas pengurus mesjid, beberapa hari aman namun pada suatu waktu jamaah yg datang cukup banyak dan ada yang sempat memoto saat sedang shalat dan melaporkan kembali ke pihak keamanan, dan untuk kesekian kalinya pengurus mesjid harus mendapat teguran, hingga pada pelaksanaan jum'at ketiga, ada pengawalan ketat dari aparat, tapi pengurus tetap mengikuti himbauan aparat untuk segera mengunci pintu setelah azan setiap shalat fardu terutama shalat isya dan alhamdulillah itu tetap dijalankan hingga ramadhan berakhir dan pihak berwajib sudah tidak mempermasalahkan itu. Alhamdulillah pengurus mesjid yang tetap shalat berjamaah juga melaksanakan buka puasa setiap harinya dan beberapa kali saya ikut dalam bukber tersebut.
Indikator keberhasilan ramadhan, disampaikan oleh banyak ustat, dapat dilihat bagaimana perilaku / akhlak di 11 bulan setelah ramadhan, apakah lebih baik atau ada yg berubah dan semoga saja kita semua bisa mengamalkan semua apa yang didapatkan dan apa yang dipahami selama bulan ramadhan, dan semoga saja di 11 bulan nanti bukan terjadi penurunan akhlak, ibadah dan iman. Aamiin Ya rabbal alamin
Tarakan, 24 Mei 2020
Pukul : 7.36 malam