23 Juni 2020

Apa salah dengan Mengejar Pahala?

Judul ini sangat pas dengan apa yang saya pahami selama ini. Selama ini dalam mindset saya, bahwa jika beribadah jangan mengharapkan pahala, karena seolah-olah kita seperti melakukan transaksi dalam beribadah, kita melakukan hitung-hitungan, seolah-olah kita melakukan hitung-hitungan atau kalkulasi dalam beribadah, kita melakukan sudah berapa banyak pahala yang sudah kita dapatkan saat melakukan ibadah tertentu. mindset ini cukup bertahan dalam diri saya, sehingga ini juga yang menjadi "penghalang" untuk lebih fight lagi dalam beribadah. Belum lagi dengan lagu yang cukup populer dari ahmad dani yang syairnya kurang lebih seperti ini : apakah kita hanya takut karena masuk neraka, jika surga dan neraka tidak ada, masih kah kita bersujud kepada Nya. Memang tidak mudah keluar dari pemahaman seperti ini, terlebih saya cukup lama bergelut di dunia aktifis mahasiswa islam, yang banyak membincang secara nalar tentang keagamaan, namun lebihpada peningkatan kesadaran keagamaan, mencari lebih jauh logika dibalik sebuah dalil, bukan berarti tidak mau menjalani akan tetapi lebih pada penanaman kesadaran kenapa harus dijalankan walau saat itu sebenarnya secara ritual keagamaan tetap saja dijalankan karena bukan berarti kita mempertanyakan dalil bukan berarti kita meninggalkan dalil tersebut, misalnya shalat, kita mencari landasan filosofis dari shalat bahkan shalat yang berimplikasi secara sosial, bukan bagian dari golongan-golongan yang hanya dengan serta merta menerima tanpa mau mencari tahu apa mempertanyakan lebih dalam dan apa kandungan di balik dalil tersebut.

Pemahaman ini mulai berkikis, setelah beberapa kali mendengarkan ceramah online UKB, yang pertama pemahamana siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya. Karena UKB lebih kepada pemahaman tekstual apa yang tertulis dalam kitab dan dalil dengan kajian yang lebih mendalam bahkan ada kecenderungan lebih rasional sehingga kita tidak punya alasan untuk menolak dalil karena adanya faedah dari dalil tersebut. seperti makna yang terkandung dalam syahadat, bahwa kita menolah Illah-illah (tuhan-tuhan) yang lain kecuali Allah subhannah wata'alah. kekuasaan Allah, tidak akan pernah berkurang sekalipun kita tidak menyembah Nya. karena sebenarnya yang membutuhkan Allah itu adalah manusia dengan segala keterbatasannya dan manusia memiliki misi sebagai khalifah di muka bumi sehingga membutuhkan bimbingan dan tuntutan dari yang diperintahkan Allah subhannah wata'alah. Jika UAH, lebih banyak mengkaji secara makna kata perkata, bahwa ada makna yang terkandung dalam penyebutan manusia (nas) dalam alqu'an sehingga membutuhkan pedoman dan tuntutan dalam menjalankan misi kemanusiaan di muka bumi ini.

kembali ke judul tulisan ini, lebih banyak di bahas oleh UKB, bahwa tidak ada yang salah dengan kita beribadah dengan ikhlas dan mengharapkan ridho dan pahala dari Allah subhannah wata'alah, karena Allah lah yang memerintahkan semua apa yang harus dijalankan dan apa yang harus dihindari, dan bonus dari ap yang dilakukan itu adalah pahala. bahkan lanjut UKB bahwa kita harus yakin jika ibadah yang kita lakukan memenuhi syarat maka kita harus yakin dengan pahala yang kita dapatkan. Bahkna jika seseorang beribadah saja tanpa mengharapkan pahala maka sebenarnya dia telah menghapus pahala dari ibadah itu, jika pemahaman itu karena kurangnya berilmu maka segeralah bertaubat karena sikap tersebut sangat pekah dan bisa masuk dalam pembatalan keislaman seseorang jika dia yakin bahwa ibadah yang dijalankan itu tidak ada pahalanya. Pahala yang kita dapatkan adalah balasan dari ibadah yang kita lakukan dan itu merupakan janji Allah subhannah wata'alah. Logikanya, ketika kita sekolah kemudian kita ujian dan mendapatkan nilai dan nilai itu menunjukkan kualitas kita. Allah subhannah wata'alah yang menjajikan pahala dan itu dijalankan oleh baginda Nabiullah Muhammad shalaullahu alaih wassalam, sebagai panutan kita. misalnya semacam berpuasa 6 hari di bulan syawal, pahalanya seperti berpuasa setahun, itu janji Allah subhannah wata'alah dan kita harus yakin itu. jadi tidak ada yang salah jika kita beribadah mengharapkan ridho dan pahala dari Allah subhannah wata'alah

Tarakan, 23/06/2020
Pukul    : 7.45 malam, setelah azan isya

Tara

21 Juni 2020

Ada energi baru

Rabu malam kemarin, ketika mengikuti ta'lim rutin dari ustat Jumardin (Abu Fudair) yang membahas tentang Fiqih niat shalat, kajian ini sempat tertunda hampir 3 bulan karena pandemi korona. Saat ini pelonggoran PSBB sudah dijalankan dan ditandai dengan dimulai dibukanya berbagai aktifitas termasuk aktifitas peribadatan sejak awal juni ini sehingga kegiatan keagamaan dan beribadatan juga sudah dijalankan, terhitung sejak 3 minggu yang lalu, mesjid-mesjid sudah menyelenggarakan shalat jum'at. Kajian rutin khusus Rabu malam ini juga kembali dilaksanakan, walau jamaah yang ikut belum meramai dulu-dulu namun beberapa jamaah di mesjid ini yang sejak dulu konsisten menjalankan shalat berjamaah juga tetap setia mengikuti ta'lim ini. Sebagai pembuka ustat menyampaikan dan mengingat bagaimana menyikapi tentang pandemi ini, beliau juga menyoroti dan membandingkan begitu sulitnya umat muslim di belahan bumi ini untuk menjalankan rutinitas shalat berjamaah karena situasinya yang genting dan adanya perang. Saat ini ummat islam mengalami ini dengan adanya pandemi sehingga 3 bulan yang lalu adanya himbauan untuk menjalankan aktifitas peribatan di mesjid atau tempat ibadah lainnya. Semangat yang disampaikan ustat semakin memperkuat keyakinan dan pendalaman nilai keagamaan agar orang-orang tidak tidak lalai beribadah di tengah kondisi seperti ini.

Ada hal yang menarik ketika ustat membahas tentang "istighfar", seperti yang pernah disampaikan ustat Nurul Dzikri, bahwa istighfar sebagai bentuk permintaan ampunan manusia kepada Sang Khaliq, selalu akan terbuka kecuali pada dua kondisi, pertama saat sakratulmaut dan saat kiamat. Kondisi pertama khusus pada setiap manusia yang walaupun selama ini berbuat dzalim namun pintu taubat akan selalu terbuka sebelum nyawa sudah sampai di leher demikian juga ditujukan kepada seluruh ummat manusia, pintu taubat akan dibuka sebelum hari kiamat. dan ketika kita jatuh dan kembali berbuat maksiat dan dosa walau kita sudah berusaha untuk menghindarinya maka kembalilah untuk bertaubat kembali jangan lelah untuk bertaubat walau kadang-kadang hati kita belum sepenuhnya siap, kalau bukan sekarang kapan lagi? bahkan Allah subhannah wata'alah sudah memberikan petuah bahwa jangan sampai kita berhenti berharap dari rahmat dan ampunan Allah subhannah wata'alah. Bahkan ketika manusia sudah melakukan dosa besar sekalipun, dosa syirik yang sangat dibenci Allah, maka selama dia mau bertobat sebelum meninggal dunia maka pintu taubat masih terbuka.  diakhir ta'lim menitipkan untuk membacakan sayyidul istighfar yang dibacakan pada pagi dan sore sebagai dzikir, berikut artinya :
"Ya Allah! Enkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu, Aku akan setia pada perjanjianku dengan Mu semampuku, Aku berlindung kepada Mu dari kejelekan yang kuperbuat, Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan Aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau"
Selama ini, ustat sering menyampaikan tentang pentingnya melaksanakan dzikir pagi dan petan, mungkin karena belum begitu menyadari pentingnya, bacaan dzikir pagi dan sore yang saya lakukan selama ini sering kali bahkan lebih banyak lupanya, sudah beberapa kali mau hafal lafadznya tapi masih saya ga berhasil padahal sebenarnya uda sudah berusaha, ya itulah mungkin saya yang belum begitu siap, namun begitu mencoba membaca sayyidul istighfar ini, dengan bermodalkan hasil download di hp, yang selalu harus diingat bahwa ketika shalat subuh dan ashar harus membawa hp samsung karena akan mudah ditemukan file lafazh dzikir tersebut termasuk dzikir / doa yang selama ini saya baca untuk minta dijauhkan dari marabahaya. InsyaAllah, saya memulai rutin membacanya kamis lalu,  begitu jum'atnya, mulai terasa ketenangan dan damai, namun saya tidak begitu menyadari. dua hari terlewati masih seperti hari sebelumnya begitu damai. Siang ini begitu tersadarkan, apakah yang saya rasakan dalam tiga hari terakhir ini merupakan bagian dari doa dan iktiar saya untuk meninggalkan hal-hal yang remeh temeh terutama pada hal-hal yang berpotensi menimbulkan dosa karena kelalaian sebagai manusia.

Ini juga da kecenderungan muali meningggalkan hal-hal yang dilakukan sekedar iseng terutama dalam aplikasi whatsapp, walau  hanya menyapa teman, mengkomentari story, namun dalam tiga hari terakhir ini sejak jum'at kemarin suasananya menjadi lain, ada terbesik dalam hati, ngapain harus melakukan hal ini, selama ini silaturahmi tetap terjaga tidak mesti berlebihan seperti selama ini saya lakukan. Bahkan ketika saya ada sedikit kesalahpahaman dengan teman, teman yang sudah saya labeli "toxic" saya harus meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman, selama ini adasemacam "duri" yang menghalangi, alhamudulillah pagi tadi sudah "clear" dengan balasan w.a dari dia. dan ini menjadi pengalaman buat saya tentang bagaimana seharus bersikap dalam berteman, tidak perlu memaksakan keinginan apalagi hal-hal yang sebenarnya tidak suka kita lakukan, selalu ada hikmah dibalik semua ini. Bahkan ada cerita saking tenangnya, saya sudah tidak peduli lagi dengan w.a yang dulu sering saya lakukan hingga tidak membuka w.a padahal sudah ada yang nelpon-nelpon untuk memastikan untuk laripagi, mungkin karena minggu lalu pengalaman pertama yang kurang pas, sudah janjian tapi tidak terlaksana, begitu kemarin teman ini dengan semangatnya mau join ikut laripagi namun karena saya tidak menggubris w.a jadi dia tidak menyusul di islamic, nanti beres baru saya buka w.a dan kaget kalau dia sudah ngirim pesan sejak jam 5 subuh, persis seperti yang saya lakukan minggu lalu untuk memastikan dia mau ikut laripagi :) ini bukan balas dendam
Semoga bacaan rutin sayyidul istighfar ini, menjadi energi terbaru buat saya, semoga apa yang saya rasakan dalam tiga hari ini menjadi penyemangat baru buat saya, begitu banyak kebiasaan-kebiasaan saya yang harus saya tinggalkan karena hanya sekedar berbasa basi kecuali ada sesuatu yang berfaedah, semoga ini menjadi momentum baik untuk perubahan diri ke arah lebih baik dan lebih productive lagi. insyaAllah.. aamiin

Tarakan, 21/6/2020
Pukul   : 04.20sore

19 Juni 2020

Qadarallah

Rukun iman keenam adalah iman kepada qoda dan qadar. Qadarallah merupakan ketetapan Allah Subhannah wata'alah. Tetapan itu merupakan pemberitahuan bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita hindari, ada hal-hal di luar kendali kita bisa terjadi, semua karena sudah ketetapan Allah. Bahkan dalam firman Nya "barangkali kamu tidak menyukai sesuatu padahal baik untukmu, dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal tidak baik untukmu" . Kita boleh bermimpi, kita boleh menginginkan sesuatu namun terkadang kenyataan yang kita hadapi jauh dari kita yang kita harapkan, namun Allah Subhannah wata'alah sudah menjanjikan sesuatu yang terbaik buat kita jika kita menyadari dan merenungkan.

Banyak hal yang kita tidak bisa tebak, hal yang baik dan yang buruk akan sedih berganti menyapa kita bahkan saling berebutan, semua itu tunggal bagaimana kota menyikapinya. Jika kita yakin bahwa ini adalah bagian dari qarallah, maka kita tidak perlu bersedih hati, kita paskah dan berharap bahwa kebaikan akan datang pada dirimu kita, selama kita masih melangkah pada jalan yang di ridhoi Allah Subhannah wata'alah. Husnuzon,.adalah kuncinya dan kita mengingat Allah Subhannah wata'alah tidak hanya saat susah atau bersedih namun saat-saat kita memdapatkan kabar gembira kita jangan sampai lupa bahwa ini merupakan karunia dan rahmat Allah Subhannah wata'alah.

Inilah makna dari kehidupan yang kita jalani, kita sisa menentukan apakah tetap berjalan pada jalan yang diridhoi, atau malah mengalami kesasatan dijalan yang dimurkai. Warna warni kehidupan akan semakin bermakna jika kita menyikapi dengan bijak bahwa Allah Subhannah wata'alah tidak akan membebani sesuatu diluar kemampuan hamba Nya.  Terus mencari dan mencari hikmah dan makna dibalik semua yang ada, baik dan buruknya kehidupan, lika likunya kehidupan akan semakin terasa jika kita menyadari bahwasanya qadarallah adalah hal yang tidak bisa lepas selama kita hidup di dunia ini sebagai pengembaraan kita untuk mengumpulkan bekal kembali ke kehidupan abadi.

Tarakan, 19/6/2020
Pukul     : 7.40malam pas azan isya
                   @mesjid Nurul hidayah Kp1Skip

18 Juni 2020

Manusia Tak Sempurna

Manausia memang diciptakan tidak sempurna, namun manusia sudah dibekali potensi dalam diri masing-masing agar menjadi manusia yang tangguh tanpa harus meratapi ketidaksempurnaan itu. Ketidaksempurnaan manusia menjadi alarm bahwa sehebat apapun upaya yang kita lakukan jangan menjadikan kita lupa bahwa masih banyak yang lebih hebat dari kita dan pada posisi lain, jangan karena ketidaksempurnaan itu kita "menjudge" diri kita sendiri bahwa kita tidak bisa berbuat seperti yang kita harapkan karena sering kali mengalami kegagalan. Ingat, bahwa ketidaksempurnaan kita sebagai manusia sekali lagi sebagai penyadar diri kita bahwa kita tidak bisa lepas dari kekuasaan Sang Pemilik Alam Semesta. Apa yang ada di langit dan di bumi semua atas Kehendak Nya, namun bukan berarti segala kemungkaran yang ada di bumi, Sang Pemilik alam semesta membiarkanNya, akan tetapi melalui itu kita diajak untuk merenungi kenapa hal tersebut bisa terjadi, bukankah dalam Firman Nya bahwa kegala kerusakan di muka bumi ini karena ulah manusia? tidakkah kita sadar bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari kontribusi kita di alam semesta ini. Manusia yang menjadi pilihan Sang Khaliq untuk menyampaikan firman Nya di muka bumi ini, tidak pernah merasa paling benar padahal sudah dijamin oleh Sang pemilik alam semesta untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, Beliau tidak pernah berbangga diri bahkan saking cinta beliau sama ummatnya, beliau tidak berhenti untuk mendoakan keselamatan ummat dan pengikut beliau, bahkan beliau sangat merindukan kita manusia-manusia yang hidup jauh setelah beliau, namun yakin dengan ajaran yang disampaikan. Allahummah shollih wassalam barik alaih.

Manusia dengan segala keterbatasannya, semakin menyadarkan bahwa kita tidak bisa berdiri tegak seperti ini tanpa karunia dan rahmat Allah subhannah wata'alah, apa yang kita dapatkan saat ini berkat rahmat Allah, pemilik alam semesta, sehebat-hebatnya kita tidak menjadikan kita "sombong" karena itu sifat yang tidak disukai Allah subhannah wata'alah, merasa angkuh, merasa paling benar. Demikian juga ketika sedang dirundung masalah, kita tidak boleh su'uzon, semua masalah adalah solusinya, mintalah sama Sang pemilik alam semesta bagaimana masalah ini mendapatkan jalan solusinya, karena sudah tertitah dalam firman Nya bahwa manusia dibebani masalah sesuai dengan kemampuannya, yakin bahwa ini ada solusinya, walau sebenarnya tidak mudah, namun hal yang harus dipegang bahwa ketidaksemua keinginan kita terkabulkan saat itu juga, mungkin akan diberikan dengan cara yang lain dan harus yakin bahwa Allah subhannah wata'alah telah memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita, walau mungkin saat ini kita tidak menyadarinya, bisa jadi suatu saat kita akan tersadarkan bahwa rahmat Allah subhannah wata'alah tidak pernah berhenti mengalir kepada kita. 

Seperti beberapa hari ini yang saya rasakan, ketika ketidaksempurnaan saya sebagai manusia begitu keuh-keuh dengan pemahaman diri karena ada masalah-masalah yang tak kunjung selesai, sambil berdoa untuk dilembutkan hati saya, dilapangkan dada saya dan dibesarkan jiwa saya, dengan titah yang telah disebutkan bahwa kita diberikan masalah karena kita mampu melewatinya, meskipun butuh waktu untuk bisa meyakinkan diri  termasuk menghindari bisikan-bisikan negatif yang semakin memperkeruh masalah yang ada, sehingga jalan yang sebenarnya sudah dilewati beralih kejalan yang tidak seharusnya, akhirnya masalah tak kunjung selesai. Masalah yang kita hadapi memang tidak mudah untuk kita bisa terima, kita butuh waktu untuk merenung, butuh waktu untuk meyakinkan diri bahwa ini semua akan baik-baik saja, walau terkadang amarah tidak terbendung, namun amarah tidak akan pernah menyelesaikan bahkan semakin memperkeruh. Kembalikan kepada pemilik alam semesta yang dengan kehendak Nya mudah membolak-balikkan hati ini, terima, ikhlas dan cari solusi terbaik. Inilah cara kita untuk menutupi serpihan-serpihan ketidaksempurnaan kita sebagai manusia. Paling tidak kita harus sadar, kita adalah ciptaan Tuhan yang paling dibanggakan di antara ciptaan Tuhan yang lain sekalipun sudah diragukan oleh ciptaan yang lain, bukankah kita ini yang akabn membuat kerusakan di muka bumi ini? Jaminan Tuhan,kalian tidak mengetahui apa yang Aku ketahui. 

Tarakan, 18/6/2020
Pukul   :  8.43pagi

17 Juni 2020

Memahami jiwa anak muda

Pekerjaan saya hampir setiap hari kerja bertemu dengan mahasiswa yang rata-rata usianya 18 s.d 22 tahun dan sudah hampir 12,5 tahun rutinitas ini berlangsung baik dalam kelas maaupun kegiatan di lapangan. Hampir setiap saat juga bertemu dengan berbagai macam karakter dengan beragam latar belakang sehingga membentuk pola pikir dan tingkah laku dari mahasiswa, semua itu menghadirkan keunikan dan tantangan tersendiri sebagai pengajar. Karakter yang penurut, karakter yang suka nyari perhatian, karakter yang suka nyalahin orang bahkan karakter asal bunyipun ada. Sehingga menjadi hal yang biasa bagi kami untuk menghadapi situasi itu. Salah satu efek yang dirasakan bagi saya pribadi adalah pola pikir kita ikut berpengaruh namun bukan berarti berperilaku kayak anak muda akan tetapi lebih tepatnya memberikan efek ke diri kita untuk selalu berjiwa muda dan memiliki semangat muda walau umur sudah tidak muda seperti mahasiswa :)

Tidak hanya kegiatan dalam kampus, namun bertemu dengan orang-orang yang seusia mahasiswa juga terjadi di luar kampus atau lebih tepatnya di area olahraga. Dalam beberapa kesempatan saat melakukan lari sore, seringkali berpapasan dengan anak-anak muda yang saat itu sedang lari sore bahkan saking seringnya ketemu akhirnya ngajak ngobrol dan berbagi pengalaman lahi-lagi pada posisi ini sebisa mungkin saya tidak memunculkan pekerjaan saya akan tetapi lebih pada seorang "kakak" yang memberikan nasihat pada adik-adiknya. Untuk saat ini juga saya juga masih rutin melaksanakan lari sore, dan saat ini juga ada beberapa anak muda yang kebetulan sering berjumpa dan bahkan janjian untuk lari bareng. kebiasaan lari ini juga dalam pemantauan mahasiswa di kampus hingga ada beberapa orang mengetahui kebiasaan saya ini dan ada yang berminat untuk ikut larisore juga. Seperti biasa ketika berjanji dengan anak-anak muda ini masih 50:50 hehehe maklumlah anak-anak muda ini masih labil dan masih bisa berubah-rubah moodnya. belum lagi saya yang orangnya disiplin dan konsisten namun tidak berpengaruh dengan janji dengan mahasiswa itu, saya akak tetap berlari meskipun mereka pada kahirnya tidak jadi datang. hehehe, ini terjadi beberapa kali, sudah janjian akhirnya batal karena satu dan lain hal dan namanya anak muda belum terlalu paham namanya adap dalam perjanjian, mengklarifikasipun tidak ada, hehehe

Memahami jiwa anak harus benar-benar dikondisikan, jangan sampai kita memposisikan mereka seperti jiwa kita yang usianya jauh dari mereka, bisa jadi jaraknya adalah sekitar 17-20 tahun, sudah pasti jauh berbeda dengan pola pikir kita. yang bisa kita lakukan mengajari mereka namanya kedisiplinan, konsisten dan belajar untuk tidak mudah menyerah. Usia mereka masih tumbuh mungkin sebagian mereka masih menikmati masa-masa bebasnya tanpa beban ekonomi. Mereka butuh teledanan, disaat itulah kita memberikan contoh yang tepat, tanpa harus menjudge, mendistritkan apalagi memaksa mereka berperilaki seperti usia kita, sampaikan tanpa harus menyakiti apalagi menjatuhkan mental mereka, mereka masih punya mimpi mereka masih harus berjalan lebih jauh lagi, dan yang terpenting kita jangan ikut-ikutan berperilaku seperti anak muda sehingga lupa bahwa usia kita sudah jauh dari mereka, cukup semangat dan jiwa kita yang tetap muda namun kita harus sadar bahwa fisik kita tidak semuda seperti dulu

Tarakan, 17/6/2020
Pukul   :  05.40 sore

16 Juni 2020

Menempatkan "perasaan" dalam pertemanan

Seperti pada tulisan sebelumnya saya merupakan tipe orang yang mudah sekali terbawa ke kondisi teman apalagi untuk teman yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri, ketika teman mendapatkan masalah, baik yang ditulis melalui story lalu "dikepoin" atau teman yang bercerita sendiri. Kondisi ini akan membuat dengan mudahnya hati ini luluh menawarkan "pertolongan" yang spontan muncul entah nanti akan kepikiran belakangan apa saya sanggap memberikan atau tidak hehehee, yang penting sudah mencoba memberikan support. karena sebesar apapun upaya kita akan memberikan bantuan kepada teman selama itu bukan bersifat materi (uang) maka akan sebesar mungkin upaya yang  dilakukan untuk memberikan solusi. dan sebaik-baiknya pertolongan itu adalah mendoakan agar teman ini keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Namun sekalipun kita menawarkan pertolongan semua kembali kepada teman itu, apakah dia mau menerima atau mengabaikan. sekalipun diamini oleh teman, maka tugas kita sudah selesai paling tidak kita sudah menunjukkan sikap care bahwa kita ada untuk teman. Kalaupun dia tidak membuka ruang, paling tidak teman ini tahu bahwa ada sahabat-sahabatnya yang memberikan support dan doa untuk dia. 

Dengan mudah menawarkan pertolongan itu bukan berarti saya bebas dalam masalah, tidak juga bahkan ketika menulis ini juga masih ada beban pikiran, tapi kita bisa apa dengan masalah yang datang tersebut selain mencoba mencermati dan mencari solusi serta berdoa agar dikeluarkan dari masalah ini bahkan pada kondisi saat ini saya sedang "mendiamkan" masalah sebagai upaya untuk meredam agar masalah tidak bertambah luas. Menempakan "perasaan" ini bukan berarti mudah terbawa perasaan. Ini sekedar menjalankan tugas sebagai teman untuk memberikan support bila ada masalah. apalagi hati saya yang mudah tersentuh pada hal-hal tertentu, namun mudah juga "tersinggung" pada hal-hal tertentu juga hehehe namanya juga manusia tidak luput dari permasalahan namun yang terpenting adalah sejauh mana kita bisa menempatkan diri pada situasi yang tepat, termasuk bagaimana menempatkan perasaan pada situasi yang tepat, tidak sok-sok baik apalagi ada modus dibalik itu, hehehe. 

Sisi lain dalam menjaga perasaan terutama perasaan teman adalah ketika akan memposting story, harus benar-benar memastikan bahwa postingan itu tidak menyinggung situasi, kondisi ataupun masalah yang sedang dihadapi teman, mungkin  orang-orang dengan mudahnya akan menghubung-hubungkan dengan apa yang dialami orang itu, apalagi dalam list pertemanan itu itu terlibat dalam satu pekerjaan dan sama-sama mengetahui adanya masalah tersebut,  entah itu akan diartikan menyindir bahkan "menjatuhkan" sekalipun niat baik kita dengan story itu bisa membuat teman kita kembali semangat tapi lagi-lagi situasinya kurang pas ataupun kita menulis itu untuk self reminder tapi karena kita sadar kurang pas untuk diposting saat itu jadi kita menundanya, walau sebenarnya itu hak kita namun kita harus sadar bahwa kita hidup tidak sendiri, ada orang-orang di sekitar kita, pada situasi dan kondisi seperti inilah dituntut  kepekaan kita agar kita jangan  letih dan tetap aware apalagi hal yang ada kaitannya dengan teman, yang posisinya bukan hanya sebatas kenal namun lebih  sudah seperti saudara sendiri.

Kembali lagi kepada bagaimana menempatkan perasaan ini haruslah dilengkapi dengan logika agar perasaan itu berada ada kondisi yang benar dan sesuai agar tidak mudah terbawa suasana, apalagi untuk hal yang tidak boleh kita terlibat terlalu jauh, ada wilayah private pertemanan, mana wilayah mana yang bisa kita masuki mana yang tidak bisa dimasuki, jangan mudah terbewa perasaan bahwa kita harus terlibat lebih jauh karena kita tahu solusi dari masalah, tapi sekali lagi selagi pintu belum dibuka selagi teman belum memberikan signal maka jangan pernah berani untuk membukanya, ingatlah ada etika pertemanan, sedekat apapun kita sekenal apapun kita tapi kita harus menghormati hak yang dimiliki oleh teman, itulah peranan logika, mendingan berpikir positif akan kondisi itu, yang penting bagaimana posisi kita tidak semakin memperkeruh masalah hanya karena ketidaksabaran kita ingin terlibat lebih jauh dalam masalah itu, saing menghargai dan saling menjaga perasaan teman itu yang utama, agar efek negetif dari masalah itu tidak menjadikan pertemanan atau persabahatan menjadi renggang. itu saja, cerdas dalam menempatkan perasaan dalam pertemanan itu sangat penting

Tarakan, 16/06/2020
Pukul   : 5.42sore


14 Juni 2020

Ketika teman kembali menyapa

Setelah beberapa kali memantapkan diri untuk membatasi komunikasi dengan beberapa teman, namun entah mengapa nampaknya saya bukan tipe orang yang dengan gampangnya memutuskan komunikasi begitu saja. Beberapa kali sudah membatasi kontak bahkan tidak menyimpan kembali nomor mereka entah mengapa dalam suatu waktu komunikasi kembali dibuka. entah mengapa saya menjadi begitu sulit untuk benar-benar melepaskan komunikasi ini. memang ada beberapa kontak yang benar-benar sudah lostcontak dan tidak ada lagi upaya saya untuk kembali menjalin komunikasi dengan berbagai alasan. namun pada kesempatan lain ada teman yang kembali menghubungi dan sebenarnya merupakan salah satu kontak yang saya "hapus" dan bukan sekali tapi dua kali namun nampaknya teman ini kembali menghubungi. Melihat niat baik teman ini, saya kembali mensave walaupun tidak lagi membuka komunikasi seperti dulu. Setelah berkomunikasi beberapa kali rupanya tidak ada yang berubah teman yang satu ini, teman ini tetap membuka komunikasi dan semuanya masih membahas seputaran aktifitas dia apalagi sebelumnya dia baru saja mengalami duka yang cukup mendalam kehilangan teman yang sudah seperti saudara sendiri dan saya juga memberikan dukungan karena melihat teman ini gak sulit keluar dari masa dukanya makanya sempat menyembunyikan kontak hanya karena "capeh" melihat story yang dibuat, untungnya sejak ramadhan kemarin sudah agak mendingan dan sudah tidak lagi membuat story duka yang berkepangangan.

 Adapula saya yang sengaja membuka komunikasi dengan teman yang ada dikontak, hanya sekedar menyapa dan menanyakan kabar karena dalam 1 bulan ini tidak lagi komunikasi,sebatas itu saja. Namun kondisi-kondisi tertentu juga karena melihat story teman dan lama tidak berkomunikasi sehingga menjadi alasan saya untuk koment. Tidak jarang juga saat membuka komunikasi itu ada teman yang hanya membaca pesan tanpa ada balasan sama sekali sehingga membuat pertanyaan dalam diri, ada apa gerangan, namun  saya mencoba untuk berpikir positif bahwa mungkin kondisi teman lagi tidak memungkinkan untuk membalas. yang penting usaha kita untuk menjaga komunikasi walau tidak mendapatkan respon yang sama Adapula tipekal teman yang memang saya sendiri membuka komunikasi, ini tidak lain teman ini sebenarnya cukup dekat namun karena ada kesalahpahaman hingga saya batasi komunikasi namun karena dalam situasi korona ini orang-orang saling menyapa dan mengirim kabar maka pada teman-teman ini saya mencoba untuk membuka komunikasi hanya sekedar menanyakan kabar.

Sebenarnya pembatasan komunikasi dengan beberapa teman ada beberapa pertimbangan dan sudah banyak saya ceritan pada judul bulan sebelumnya. Memang ada ada teman yang sudah saya kategorikan "toxic" akan tetapi begitu sulit saya 100% memutuskan komunikasi dengan berbagai alasan salah satunya dukungan yang selama ini yang diberikan. semalam saya mencoba mengirimkan pesan, dan akhirnya dibalas setelah  status aktif  terlihat di w.anya terakhir 31 maret tapi komunikasi saya terakhir malah diawal maret. saya menanyakan kabar dan dibalas walau agak "cool" saya memahami benar karakter teman ini, paling-paling kalau anginnya bagus akan kembali seperti dulu. hehe,.  lain lagi dengan teman yang cukup senior, walau secara karakter ada dengan teman yang diceritakan barusan namun ini yang benar-benar agak sulit untuk dihindari bahkan terkadang saya menjadi lalai jika mengikuti alur obrolannya. saya berusaha untuk menahan diri dan bahkan memegang prinsip bahwa ini sebatas menjalin silaturahmi walau terkadang beliaunya pasti akan meminta janji yang belum bisa saya penuhi. entahlah, mau sampai kapan tapi bagi cukuplah dengan menyapa dan memberi kabar. 

Setelah mempelajari beberapa kondisi pertemanan tersebut rupanya saya ini boleh dikata orang yang "tidak tegaan" bahkan terkadang harus rela "mengorbankan diri" hanya untuk pertemanan, sebenarnya bagus namun pada kondisi tertentu ini kurang baik. Dalam pertemanan sebaiknya ada simbiosis mutualisme bahkan pertemanan sangat dianjurkan dapat saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Untuk saat ini, saya mendapatkan satu dari sekian teman yang ada yang mengarah kesana, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling memberikan dukungan dan saling mendoakan dan karena sudah saling kenal cukup lama jadi tahu mana yang harus disampaikan mana yang harus ditunda bahkan jangan menyampaikan. Pertemanan selama ini tidak luput dari permasalahan, kesalahpahaman tentang hal-hal tertentu apalagi tentang bahas pekerjaan secara detail, cukup menanyakan apakah aktifitas lancar dan saling mendoakan untuk kelancaran kegiatan masing-masing. Jika suatu ketika chat menjadi "garing" dan tanpa "nyawa" saya menyadari bahwa itu bertanda bahwa teman lagi ada 'trouble" yang mungkin belum bisa saya tanyakan lebih jauh, menunggu moment yang tepat biasanya melalui story yang disampaikan. dalam suatu ketika saya juga senagaja untuk tidak mengomentari story tidak lain hanya yang sudah tahu jawabannya seperti apa dan saya belum lagi "enak" untuk diajak ngobrol tentang itu. Itulah lika liku pertemanan. Berteman sebaiknya dapat membawa kita pada kebaikan dan perubahan diri yang lebih baik bukan sebaliknya malah meneruskan kita pada hal-hal yang tidak baik.

Tarakan, 14 Juni 2020
Pukul   : 4.37 sore

Ketika Masalah datang Menyapa

Dalam kehidupan mananya masalah tidak pernah benhenti untuk menyapa kita, itulah bumbu kehidupan, tinggal bagaimana cara kita mempersepsikannya. Dalam situasi tertentu, dalam kondisi kita lagi sehat secara mental dan jiwa, istrahat yang cukup , tidak dalam kondisi capeh, jika ada masalah, akan dengan mudahnya menyikapi dengan positif. Kita bisa saja tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi masalah tersebut, kita dengan entengnya melewati situasi tersebut dan mudah berlalu. Namun hal yang berbeda jika masalah itu terjadi berulang-ulang dan dilakukan oleh orang yang sama hingga pada suatu titik kitapun lelah dengan kondisi ini. apa sebenarnya yang terjadi dengan situasi ini, hingga ada pertanyaan kenapa situasinya datang di waktu yang tidak tepat, sehingga memicu ketidakstabilan pikiran dan hati. Sebenarnya jauh-jauh sebelumnya kondisi ini sudah dimaklumi, mencoba memahami situasi sulit ini, mencoba paham bahwa ada kondisi yang tidak bisa dijamah, ada kondisi yang tidak bisa diubah dan saya berusaha keras agar ini tidak memberikan efek yang besar bagi diri saya, yang saya takutkan tiba-tiba amarah saya tidak terkontrol dan adanya luapan amarah yang keluar astaghfirullah hal adzim. Walau dalam kondisi tertentu tiba-tiba ada semacam ketidaksiapan diri untuk menghadapi apalagi dengan sifat kelemahan kita sebagai manusia. Dalam beberapa hari ini saya dihadapkan dengan kondisi seperti ini dan yang bikin situasi semakin genting tiba-tiba dipertemukan kondisi dan situasi yang makin memperparah lagi, satu permasalahan belum tuntas, malah ini dihadapkan dengan  situasi yang benar-benar memancing emosi. Mungkin dengan cara ini kita diuji dan diajarkan bagaimana namanya sabar dan ikhlas walau sebenarnya sudah mulai jenuh dan bosan namun karena banyak pertimbangan sehingga masih memilih untuk bertahap. Memang bukan kendali kita untuk mengarahkan orang entah siapa itu bahkan untuk pasangan hidup kita sendiri, tugas kita hanya sampai mengingatkan tapi lagi-lagi kita tidak bisa memaksakan, pada akhirnya kita serahkan kepada Sang Khaliq, penguasa alam semesta, penguasa hati manusia, yang mudah membolak-balikkan hati, semoga hati kita cenderung pada kebenaran.

Juah sebelum masalah ini, sebenarnya sudah ada peringatan sebelumnya, namun karena kurang kehati-hatian saya tanpa berpikir lebih panjang akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan keputusan saat ini. Namun saat itu saya tidak pernah membayangkan kondisinya seperti ini, tanpa bayangan sebelumnya bakalan seperti ini, namun saya berusaha untuk tidak menyesali keputusan yang saya ambil tersebut, keputusan itu benar pada kondisi saat itu. Dalam kondisi seperti ini, saya hanya berharap dan berdoa semoga saya tidak dalam kondisi terburuk karena masalah yang itu-itu saja dan dilakukan orang yang sama.Berusaha untuk belajar ikhlas dan menerima kondisi tanpa menyesali  dari keputusan dahulu, entah sampai kapan, hanya Allah Subhannah wata'alah yang mengetahui, kita sebagai manusia biasa hanya bisa berserah dan berhusnuzon terhadap tetapan ini, pasti ada sisi positif dari semua ini, walau secara manusiawi terkadang kita tidak begitu sabar menunggu "hikmah" tersebut bahkan karena ketidaksabaran itu kita bahka menagi-nagi kepada Tuhan Pemilik Alam semesta, astagfirullah hal adzim. Tidak ada yang perlu diragukan dengan janji Allah subannah wata'alah, tetap positif, jangan mudah terkontaminasi dengan bisikan-bisikan yang menyesatkan. Yakin bahwa Allah subhannah wata'alah tidak akan pernah meninggalkan hamba-hambahNya dalam kondisi apapun, dalam kondisi senang apalagi dalam kondisi sulit dalam kunkungan masalah. semoga Allah subhannah wata'alah selalu menjaga hati dan iman ini agar tetap berada di jalan yang diridhoi.

Tarakan, 14 Juni 2020
Pukul   :  12.10siang

11 Juni 2020

Keutamaan Dhuha

Waktu Dhuha merupakan salah satu bagian waktu yang disebutkan dalam alqur'an dalam surat ad dhuha. waktu duha sendiri dimulai 15-20 menit setelah matahari terbit. keutamaan shalat dhuha sebaimana dalam hadis sebagaimana Allah berfirman : "hai anak adam, ruku untukku 4 rakaat di awal pagi, maka Aku akan penuhi jahatmu di hari itu". menurut UAH, keutamaan shalat dhuha berdasarkan waktunya, di awal waktu, pertengahan dan diakhir waktu. di awal dhuha dilaksanakan dua rakaat, maka pahala yang didapatkan seperti melaksanakan haji dan umroh, syaratnya ketika selepas shalat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir sampai dengan waktu terbitnya matahari (syuruk). Menurut hadis Dhuha itu pengganti tasbih dari seluruh tubuh kita. saat melaksanakan shalat dhuha surah yang dibacakan bisa disesuaikan dengan keperluan kita, bisa dihindarkan dari musibah umum dengan kehendak Allah subhannah wata'alah, kita mendapatkan petunjuk dari Allah subhannah wata'alah melalui lisan orang lain. bahkan surat dhuha dan alam nasroh dianjurkan untuk dibaca untuk mendapatkan kelapangan, kata UAH "saat gelap tidak ditinggalkan saat merasa senang mendapatkan dukungan. Sementara di awal siang (menuju siang) maka akan dicukupkan segala kebutuhannya hingga akhir siang sebagaimana hadis qudsi. Jika dilakukan diatas 4 rakaat (boleh 4 rakaat sekali salam) maka akan diberikan kemudahan dalam hidup.   Adapun terjemahan surat Ad Duha sebagai berikut
"Demi waktu Duha (ketika matahari naik sepenggalah) (1), dan demi malam apabila telah sunyi (2), Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu(3), dan sungguh yang kemudian itu lebih baik bagimu dari pada permulaan(4) dan sungguh kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga kamu menjadi puas (5), Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu (6), Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk (7), Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan (8), Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang (9), Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya(10) dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau menyatakan (syukur)(10)"
bila flashback, saya belajar untuk memulai shalat Duha ini ketika menjalani pendidikan di Bandung, itupun ketika memasuki masa-masa penyusunan tesis :) entah hidayah apa yang didapatkan saat itu, ketika itu sudah pernah mendengar bahwa keutamaan 4 rakaat shalat dhuha itu untuk memudahkan urusan saat itu, sebelumnya saya belum pernah melakukan rutin seperti saat ini, alhamdulillah kebiasaan itu masih tetap terjaga terutama dalam 1 tahun terakhir ini. sloga saya belajar untuk menjadi lebih baik lagi termasuk dalam belajar dan mengamalkan ilmu agama. alhamdulillah kewajiban ini menjadi begitu dekat dan terikat dan ketika suatu saat berada diluar daerahpun masih berusaha untuk tetap menjaga (insyaAllah).  Semoga ini menjadi kebiasaan baik untuk tetap dipertahankan dan tetap istiqomah dalam menjalankan, begitu banyak faedah yang dirasakan saat ini, terutama merasa dekat dengan Allah subhannah wata'alah juga kegiatan yang dijalankan dengan seizin Allah subhannah wata'alah. Untuk pelaksanaannya sendiri saya memilih diawal pagi terutama sebelum beranjak ke tempat kerja dan karena sudah rutin menjalankan di awal pagi itu jika pada suatu waktyu saking sibuknya dan awal waktu terlewatkan maka kebanyakan saya akan terlewatkan karena merasa sudah  menjalankan  dan karena terbiasa menjalankan di awal waktu. menjadi catatan penting bagi saya di waktu-waktu tertentu misalnya saat jadwal lari pagi, dan saya berusaha keras untuk tidak melaksanakan aktifitas diluar rumah sebelum masuk waktu terbit kalaupun ada masih dalam lingkungan rumah yang memudahkan untuk mengingat bahwa waktu sha;at dhuha telah masuk. semoga Allah subhannah wata'alah terus memberikan cahaya iman dan taufiq agar diri ini bisa terpelihara dan konsisten menjalankan shalat duha ini dan juga amalan-amalan yang lainnya.. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 11/6/2020
Pukul   :  5.20sore
 

10 Juni 2020

Keutamaan Puasa di bulan syawal

Setelah berpuasa selama sebulan penuh dan memasuki hari kemenangan dari di tanggal 1 syawal dan semarak selama selama syawal itu sangat  meriah, silaturahmi berjalan terus namun kondisi ini berbeda di masa pandemi semua kemeriahan itu tidak ditemukan. Terlepas dari masa pandemik korona, menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua, maukah kita menjalankan dan mempertahankan semangat selama ramadhan? dari diskusi dari beberapa teman banyak yang memilih istrahat beberapa hari baru memulai puasa syawal dan pilihan untuk menjalankannya juga sangat bervariasi dan tidak ada patokan pasti. Menurut riwayat, puasa syawal bisa dimulai tanggal 2 syawal. Bagi beberapa orang atau saya salah satunya memilih tidak terlalu jauh beristrahat setelah 1 syawal, jika tidak ada agenda silaturahmi biasanya dimulai tanggal 4 syawal, namun untuk tahun ini, karena tidak ingin berlama-lama dan ingin menjaga semangat selama bulan ramadhan yang masih terasa :) puasanya langsung tancap gas 6 hari berturut-turut, alhamdulillah kemarin itu tidak ada halangan yang berarti walau dalam menjelang hari terakhir begitu besar tantangan yang harus dihadapi yang mewarnai dalam menjalankan puasa syawal tersebut. 

Dikutip dari hadis riwayat Muslim nomor1164 " Barang siapa berpuasa di Ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan syawal maka di berpuasa seperti setahun penuh" banyak ustat yang menjelaskan bahwa untuk bisa berpuasa 1 tahun penuh jika dilakukan dalam keadaan normal merupakan hal yang cukup berat, 1 tahun berarti ada 12 bulan atau 365 hari , 1 bulan berpuasa di bulan ramadhan bagi sebagian orang cukup melelahkan bahkan masih ada yang mengabaikan bahkan tidak menseriusinya. Allah subhannah wata'alah dengan Maha pemurahNya memberikan peluang  dan bonus dengan hanya berpuasa 6 hari di bulan syawal maka kita seolah-olah berpuasa sepanjang tahun, dengan peluang ini harus menjadikan kita lebih bersemangat dan jangan menyia-nyiakan bahkan harus memanfaatkan waktu yang ada, selama diberi kesehatan selama dikasih rejeki tidak tidak ada alasan untuk tidak menjalankan. Menurut UKB, ibarat kita bekerja dalam 5 minggu namun kita mendapatkan bonus setahun, pasti orang-orang akan berlomba-lomba mengejar bonus tersebut. Menjadi tantangan adalah jika sebagian orang masih melihat secara materi, apa yang didapatkan saat ini padahal ini merupakan investasi kebaiakan untuk kita ke akhirat kelak. bahkan karena puasa syawal merupakan salah satu puasa sunnah, maka niat bisa dijalankan sekaligus dengan puasa senin kamis atau ayaumul bidh. 

Menjadi tantangan tersendiri jika puasa di bulan ramadhan kemarin kita menganggap sebagai sesuatu "beban" sehingga kita tidak ada niat untuk menambah 6 hari di bulan syawal, kita harus benarini menurunkan "egoisan" diri untuk terus berlehah-lehah dengan semaraknya hari kemenangan. Karena diluar manfaat besar berpuasa 6 hari tersebut, menjadi hal yang positif bagi tubuh kita yang selama 1 bulan beradaptasi dengan rutinitas puasa. Menurut UAS, manfaat puasa di bulan syawal ini agar badan kita tidak terkejut ketika harus kembali menjalankan kebiasaan kita di luar bulan ramadhan, terutama dalam hal makan. Bahkan bila dilihat dari makna syawal itu sendiri menaikkan amal. dapat meningkatkan ilmu, amal dan iman. hikmah semoga kita menjadi bagian orang-orang yang memanfaatkan momentum baik di bulan syawal, semoga kita mendapatkan kebaikan dalam menjalankan puasa di bulan syawal. aamiin

Tarakan, 10/6/2020
Pukul   :  5.05 sore

06 Juni 2020

Sepertiga Malam

Malam yang paling muliah dari sepanjang malam adalah sepertiga malam. Malam ketika hiruk pikuk kehidupan dalam keadaan istrahat. dan shalat tahajjud ini merupakan salah satu shalat malam dengan syarat bahwa kita harus tertidur dulu kemudian bangun sepertiga malam untuk shalat, kalau tidak sanggp setengah sampai 1 jam sebelum adzan subuh bisa dilakukan. shalat malam yang lain adalah shalat malam yang dilaksanakan saat ramadhan disebut shalat tarawih dan shalat yang dilaksanakan tanpa tidur lebih dahulu ketika selepas shalat isya.  Shalat tahajjud ini memiliki banyak keutamaan, menurut UAH, ada empat keutamaan shalat tahajjud bahkan lebih utama dari shalat wajib 5 waktu,  dalam sebagaimana ada dalam Qs Al Isra(17) : 79-81 :
Dan pada sebagian malam lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji (79)  Dan katakanlah (Muhammad) Ya Tuhanku masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku) (80) dan katakanlah kebenaran telah datang dan yang batil telah itu pasti lenyap(81)
Kembali ke UAH, 4 keutamaan tahajjud itu pertama: mengangkat derajat misalnya karir pekerjaan akan dimudahkan, kedua: memudahkan setiap awal aktifitas manusia, (karir, pekerjaan akan dimudahkan oleh Allah subhannah wata'alah dan ditempatkan di tempat terbaik) sehingga dikita dianjurkan untuk berdoa untuk dimudahkan ketika mengawali aktifitas  ketiga: akan dibebaskan setiap kesulitan / masalah yang dihadapi, keempat : Allah akan menolongnya langsung jika ada kesulitan yang dihadapi. Awalnya shalat tahajjud ini wajib dilakukan nabi sebagaimana dalam surat Muzammil namun berpindah menjadi sunnah dengan segala keutamaannya. Menurut UKB, mengutip Hadist bahwa dalam seperti malam, Allah subhannah wata'alah turun ke bumi, dan bertanya kepada para malaikat apakah ada yang meminta tolong dan Allah akan kasih, adakah yang punya hajat, Allah akan penuhi, meminta taubat, diampuni. Jadi masih menurut UKB, sahur yang selama ini dilakukan selama bulan puasa akan melatih kita terbiasa bangun dan kita harus tunaikan shalat tahajjud. Memang berat diawal untuk melaksanakan shalat tahajud karena sebelum tisur manusia telah diikat 3 ikatan oleh syaitan, ketika bangun tidur dan membaca doa, maka ikatan pertama di kepala akan terlepas, jika dia wuduh maka ikatan kedua akan lepas dan jika dia shalat maka terlepas ikatan ketiga dan orang tersebut akan menjadi bahagia sepanjang hari. ini bisa dilihat ketika subuh setelah shalat, maka orang tersebut akan terlihat lebih segar dan tidak ngantuk.

Alahmadulillah, sejak tahun lalu belajar untuk melaksanakan shalat tahajjud walau tidak rutin, kadang-kadang bangun kadang-kadang tidak, akan tetapi lebih banyak tidak bangunnya. Untuk saat ini, alhamdulillah karena semangat ramadhan barusan, shalat malam hampir tidak pernah terlewatkan, seingat saya satu atau dua kali saja yang bangun sudah jam 4 dan saatnya sahur namun saya masih sempat lakukan shalat sebelum sahur. hari ini sejak 2 minggu lepas ramadhan, seingat saya masih 1 kali bangun pas azan subuh dan ini menjadi pengalaman buat saya agar tidak tidur di atas jam 11 malam karena akan sulit bangun lebih awal. Yang saya rasakan ketika shalat benar-benar hati menjadi tenang, adem bahkan lebih khusu bila dibandingkan dengan shalat fardu yang dikerjakan sendiri dan benar-benar udaranya sangat membantu mengademkan suasan. semoga cahaya iman ini dapat bertahan dan saya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah subhannah wata'alah. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan, 6/6/2020
Pukul    : 6 .00sore

05 Juni 2020

Mengejar Ilmu via Zoominar

Dalam satu bulan terakhir ini sejak masa pandemi dan bekerja dari rumah, banyak profesional menyelenggarakan seminar online baik secara interaktif melalui webinar, sebagai perintis, kemudian saat ini lebih banyak orang menggunakan aplikasi zoom, sehingga disebut sebagai zoominar, biasanya fasilitas itu terbatas sehingga untuk memudahkan lebih banyak diakses oleh banyak orang maka seminar juga ditayangkan live melalui youtube. Awalnya mendengar ini sebenarnya agak asing sic belum paham betul, untuk zoom sendiri sering digunakan dalam metode pembelajaran namun karena menggunakan fasilitas yang terbatas sehingga durasinya tidak lebih dari 45 menit. Untuk seminar kali ini cukup lama bahkan rata-rata lebih dari dua jam dan prosesnya penyampaiannya juga sangat update, pemateri dengan mudahnya menyampaikan presentasi materi dan akan didengarkan oleh audiense dan semuanya serasa hidup karena ada komunikasi dua arah, kecuali via live streaming youtube. Awal mengikuti seminar zoom bertepatan dengan bulan ramadhan, karena masih dalam suasana ramadhan, tidak terlalu ngeh untuk mengikuti dengan serius paling hanya sekedar lewat aja atau kebutulan lagi buka laptop tapi belum ada niat untuk mengikuti full. Bahkan ketika berkomunuikasi dengan kolega yang merupakan dosen senior di poltekes kemenkes jakarta, sempat menanyakan untuk zoominar ini dan saya menyampaikan belum pernah ikut secara full atau online lebih banyak secara offline, beliau menyarakan untuk ikut karena banyak manfaat didapatkan termasuk untuk angka kredit dosen dan persiapan akreditasi.

Seminar onlinenya ini untuk mengundang minat banyak orang maka diberikan kredit yang tentunya cukup besar untuk perawat, apalagi ini diberikan secara gratis kalau dalam keadaan normal seminar seperti ini paling sedikit biayanya 100rb. ini hanya bermodalkan paket data atau wifi sudah banyak ilmu yang didapatkan. ketika teman-teman alumni S2 mulai membahasnya digroup akhirnya mulai berminat apalagi momentnya sudah selesai ramadhan. awal mencobanya cukup ribet karena harus mengisi registrasi awal dan akhir, begitu mencoba selalu gagal terkirim bahkan ada instruksi untuk selalu mengulang dan tidak jarang harus mendapatkan pemberitahuan ada masalah dalam pengiriman dan harus mengikuti beberapa instruksi sebelum kembali harus berjuang mengirim formulir. ketika mengkonformasi teman dan disampaikan bahwa kondisinya seperti itu dan harus sabar dan semangat dalam mengirim. Unutk pengalaman pertama kali saya mebutuhkan waktu sekitar 20 menit baru berhasil karena kondisi lagi banyaknya yang juga mengirim dari seluruh penjuruh indonesia, Alhamdulillah setelah berjuang formulirpun terkirim. hari kedua seperti itu kembali berjuang untuk mengikuti, saking semangatnya saya merekamnya dam membuat sebagai story, ternyata banyak yang komen dan punya pengalaman yang sama, diskusi kecil dan saling berbagi pengalamanpun terjadi bahkan karena story itu banyak yang awalnya menyerah akhirnya kembali mencoba

Ini zoominar ke-28 atau zoominar yang ke-5 saya ikuti, cukup banyak hal positif yang didapatkan, selain menambah pengetahuan tentang topik yang disampaikan, juga menambah komunikasi dan kekompakan di dalam group. untuk group peminatan S2 apalagi, inilah group yang paling aktifi untuk memantau progress teman-teman untuk mengirim registrasi, saling mensupport saling berbagi informasi, yang duluan akses akan membagikan link pendaftaran dalam group, yang saat itu lagi sibuk akan terbantukan dengan info di group ini, bahkan terkadang ada yang terlewatkan tapi dalam posisi itu ada teman yang memantau dan berbagi informasi, terus seperti itu hingga hari ini. Kemarin merupakan hari yang melelahkan dalam mengirim pesan, setelah dikagetkan dengan hanya sekali registrasi dan langsung terkirim dan juga info link pendaftaran lebih awal disampaikan via youtube namun itu tidak semanis saat registrasi akhir, kemarin 1 jam lebih untuk bisa berhasil terkirim bahkan ada beberapa teman di Tarakan yang sudah menyerah. Saya terus sambil menunnggu azan maghrib, alhamdulillah berhasil. Hari ini cukup bersahabat ketika beberapa kali mendapatkan kendala di awal registrasi namun dalam waktu yang terbilang normal seperti biasanya yaitu angtara 15 sampai 20 menit dan diakhir pendaftaran juga seperti itu. Selain berhasil mendapatkan sertifikat, ada beberapa seminar juga yang membatasi peserta yang mendapatkan sertifikat dan yang masuk melalui zoom, namun ilmu yang diberikan sangat bermanfaat, seperti kemarin yang adakan adalah almamater kampus saat S1, sehingga bisa bernostalgia dan menjalin silaturahmi walau hanya sebatas mengamati melalui youtube dan beberapa peserta sangat familiar ada teman kuliah, ada dosen saat s1 bahkan ada mantan dekan saat S2, 

Inilah beberapa pengalaman menarik yang sayang untuk tidak diabadikan dalam tulisan ini, besok insyaAllah akan ada dua seminar zoom yang bersamaan waktunya, nanti akan memanfaatkan Hp dan laptop untuk bisa mengaksesnya :) semoga berhasil tembus zoom, yang pertama dari keperawatan unair, yang materinya sangat berkaitan dengan peminatan sata mengenai pemberdayaan keluarga, kemudia kedua tentang spiritual perawat selama masa pandemi yang diadakan PPNI Sulawesi Selatan menghadirkan  motivator ESC bapak Ari Ginanjar, untuk hari Ahad ada seminar dari PPNI Jawa Timur mengenai manajemen rumah sakit. Selama masa pandemi ini menjadi waktu yang cukup banyak untuk memperkaya ilmu selain juga untuk mengejar kredit.  

Tarakan, 5/6/2020
Pukul : 4.55 sore

04 Juni 2020

Dibalik lafazh InsyaAllah

Mengutip dari berita online, tentang latar belakang turunnya perintah untuk mengucapkan "insyaAllah" jika berjanji. menurut referensi yang tersebut ketika Rasullah di datangai oleh beberapa kaum qurais untuk menanyakan 3 hal yaitu tentang pemuda ashabul kahfi, nabi dzulkarnain dan ruh. Saat itu Rasullah berjanji  akan menjawabnya besok hari, namun hingga 15 hari, wahyu tidak kunjung turun, hingga turunnya surat al kahfi (18) : 23-24 seperti berikut ini " Dan janganlah sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, "Aku pasti melakukan itu besok pagi", " kecuali (dengan mengatakan) "InsyaAllah" dan Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah mudah-mudahan Tuhanku akan memberikan petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) dari pada ini.
 dan dua pertanyaan tentang ashabul kahfi dan nabi dzulkarnain dijawab dalam surat surat al kahfi  sementara untuk ruh dibahas dalam surat al isra ayat 85 (Roh- itu termasuk urusan Tuhanku, tidaklah diberi pengetahuan kecuali sedikit.

Belajar dari kisah di atas, dua hari yang lalu, ada kejadian di tempat kerja, bertepatan dengan semangat kembali untuk memulai pekerjaan setelah hampir dua bulan bekerja dari rumah. jadi sehari sebelumnya ada informasi tentang rapat melalui aplikasi zoom, karena kondisi mahasiswa yang harus melakukan kegiatan dari rumah. Ketika sudah masuk waktu rapat sesesuai informasi sebelumnya, saya mencoba memasuki ruangan zoom, namun belum tanda tanda-tanda bahwa rapat akan ditunda hingga saya mengkonfirmasi di group ternyata penanggungjawabnya tiba-tiba harus ke polres. betapa kagetnya karena infonya dadakan. karena penasaran saya mencoba kembali melihat pengumuman rapat sebelumnya dan kagetnya saya dipengumuman itu tidak ada kata "insyaAllah". seketika saya mengirim pesan kepada panitia yang kebetulan masih 1 bagian saya agar kedepannya menambahkan kata insyaAllah bila akan merencanakan sesuatu, karena betapa siapnya kita namun kalua qadarallah ternyata ada saja halangan yang diluar dugaan kita

Kembali ke berita online, ulasan kata insyaAllah ini menjadi perhatian, terutama saat di Indonesia, hanya digunakan sebagai pembenaran dari "kemalasan" akan mengikuti atau melakukan sesuatu. Sebenarnya kata insyaAllah ini merupakan pemberitahuan bahwa seorang muslim bias melakukan sesuatu itu baik pekerjaan atau memenuhi janji dengan menyandarkan pada kehendak Allah subhannah wata'alah. Karena dalam hitung-hitungan dengan kita mampu melakukan itu akan tetapi kita tidak mengetahui apa yang terjadi besok, karena keterbatasan kita sebagai manusia kita tidak mengetahui apa saja yang akan terjadi besok, mungkin informasi itu sudah ada akan tetapi belum sampai pada kita. Demikian juga berjanji bukan berarti tidak bisa memenuhi akan tetapi kita tidak tahu apa halangan yang akan datang, sehingga itu yang akan menjadi penghambat, namun bukan karena halangan yang tidak pasti itu sehingga kita bermalas-malasan melakukan pekerjaan atau memenuhi janji, kalua memang tidak bias katakana tidak bias, jangan ucapkan insyaAllah hanya untuk pembenaran dari kemalasan kita dan saat waktunya dipenuhi itu kita gunakan untuk pembelaan diri padahal jika dilihat lebih jauh memang kurang motivasi dan niat untuk melakukan itu semua.
Ini menjadi pengalaman penting buat saya jika akan melakukan pekerjaan yang sudah dijadwalkan dan jika akan memenuhi atau membuat janji.

Tarakan, 4/6/2020
Pukul   :  4.28 sore

02 Juni 2020

Mimpi Pengobat Rindu

Ini ditulis di hari jum'at pagi, 29 Mei 2020, sebenarnya sudah lama ingin menulis ini sejak awal-awal mimpi, seingat saya kejadian mimpi 2x sebelum ramadhan dan saat malam kedua atau ketiga ramadhan, agak lupa pastinya untuk mimpi kedua namun kejadiannya mirip, menjelang bangun untuk shalat tahajud. Awalnya sih merasa seperti mimpi biasa namun makin kesininya makin dipikir-pikir kok ada kemiripan. Mimpi yang pertama mimpi almarhum kedua orang tua, semacam lagi ngobrol-ngobrol di rumah di kampung halaman, begitu bangun melihat jam 2.30 pagi, mungkin mau di bangunkan shalat tahajud sebelum sahur. Mimpi kedua ini, mimpi sahabat yang meninggal hampir 3 tahun yang lalu, belum sempat nengokin waktu sakit, komunikasi via bbm cukup lancar saat itu, tahunya setelah 2 bulan meninggal itupun setelah lihat di sosmednya ada yang ucapkan bela sungkawa. Syock sudah pasti tapi harus diikhlasin.

Kebiasaan sejak dulu, ketika malam jum'at sebisa mungkin untuk membacakan surat alfateha dan juga surat yasin, bacaan ini saya tujukan untuk almarhum ayah dan ibu, kemudian sahabat saya yang sudah meninggal (yang diceritakan tadi), orangtua sahabat yg lainnya, dan kadang2 sambil membacakan untuk teman atau rekan2 yang sudah duluan meninggal dunia. Kebiasaan ini sempat terhenti karena sempat mendapatkan penjelasan bahwa ini bid'ah atau apalah namanya, namun makin kesininya ada penjelasan ustat yang ilmunya tidak diragukan lagi yang mengatakan bahwa ada ulama yang tidak melarabg untuk membacakan kedua surat itu untuk ditujukan sama yang sudah meninggal tapi tidak dikultuskan harus malam jum'at akan tetapi bisa kapan saja. Pemahaman lain lagi, karena dalam satu minggu ada satu hari yang istimewah yaitu hari jum'at maka membaca kedua surah itu akan lebih baik di hari jum'at.

Apakah ada hubungannya antara membaca surat alfateha dan surat yasin yang dikhususkan untuk orang2 yang terkasih untuk sudah mendahului, dengan mimpi di awal ramadhan dan kedua mimpi itu menunjukkan aura kebahagiaan selama berinteraksi di dalam mimpi tersebut. Apakah doa-doa telah sampai, wallahu alam bisawab. Tugas kita adalah menjadikan pelajaran bahwa kita semua akan menyusul mereka yang telah duluan meninggal dunia dan kita harus menyiapkan bekal selama diberikan nikmat hidup di dunia ini.. semoga saja kesadaran akan hal tersebut selalu hadir dan menjadi pengingat dalam menjalankan kehidupan ini. Aamiin

Tarakan,  Ditulis       : 29 Mei 2020
                Diposting  : 2 Juni 2020

Kehilangan Kunci

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 30 mei, benar-benar menjadi hari yang apes buat saya, ketika sedang menjalani hari ke-6 yang merupakan hari terakhir puasa buat saya, tiba-tiba kunci motor tidak ada di tempat biasanya. Nah itu saya tahunya setelah jam 9nan, ketika akan membuka jock motor, melihat sudah tidak ada kunci saya pikir tergantung di motor karena biasanya seperti itu. Padahal subuhnya itu masih sempat ke mesjid dengan motor itu, pakian dan celaka yang saya gunakan saat subuh itu tidak ada. Apakah ini kelalaian,? Entahlah karena seingat saya secara spontan menyimpan kunci di tempatnya, sudah beberapa kali mencari di tempat yang sejak pagi tadi saya berada, tapi lagi-lagi tidak ada, belum puas malamnya lanjut lagi belum juga puas pagi tadi masih juga lanjut tapi tidak juga membuahkah hasil.

Kronologi pagi kemarin, sehabis balik dari shalat subuh biasanya dilanjutkan taddarus karena kemarin agak ngantuk sy baca berita online dengan harapan bisa menghilangkan ngantuk, terus membangunkan org di rumah, terus membereskan rumah teruma untuk sampah yang akan dibuang. Terus kembali lagi mempersiapkan shalat duha, lanjut taddarus 2 lembar terus lanjut tidur, sempat ada keinginan untuk jogging pagi kemarin, cuman ngantuknya makin jadi akhirnya tidur persis jam 8.30 rafa menanyakan sesuatu saya menyuruh ambil di motor, tapi katanya tidak mengambilnya., Ini menjadi pengalaman terkandang ketika lagi lengah2nya kadang2 kita mengabaikan hal-hal kecil, ada beberapa kehilangan pernah juga atm, KTP dan kejadian ini kata kaitannya dengan kebiasaan buruk selama ini. Semoga menjadi pengalaman untuk kedepannya agak lebih hati2 lagi. Bukan hanya kunci motor, dalam satu gantungan ada kunci ruangan kantor, yang punya teman juga tidak ada, terus jok motor untungnya bensin masih full masih aman sampai 5 hari kedepan..

Alhamdulillah sejak kemarin siang hingga tadi pagi tadi, (3/6) semua urusan mengenai kunci ini telah selesai, kunci motor sudah bisa diurus kembali sama ahli kunci, kunci ruangan sudah bisa digandakan setelah teman kantor mencari kunci yang dimilikinya. ini jadi pelajaran untuk kembali memperhatikan hal-hal seperti ini.

Tarakan,  ditulis      : 31 Mei 2020
                diposting:  2  Juni 2020
                


Masih Sering Terjebak

Sejak kemarin pagi, ketika sedang melaksanakan syaum syawal di hari ke-4, tiba-tibanya saja dalam hati merasakan dogaan yang luarbiasa, ketika apa yang selama ini terbendung dalam bulan puasa, seketika sejak kemarin itu seolah-olah yang terbendung itu menunjukkan kekuatan untuk kembali menggoda dan lagi-lagi walau masih dalam kendali dan kontrol diri sendiri namun sampai tulisan ini saya buat, dogaan-dogaan itu masih selalu ada dan saya berusaha kuat untuk mengendalikan dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan. sebenarnya ini dimulai karena saya kembali membuka obrolan dengan teman, saya berpikir bahwa setelah ramadhan paling tidak pembicaraan kearah arah nyeleneh sudah usai, namun karena saya terpancing akhirnya saya mengikuti alur obrolan teman itu. seperti biasa obrolan itu kearah yang kurang baik namun mungkin dianggap biasa bagi orang yang katanya dewasa. Teman ini sebenarnya selama ini sudah saya batasi untuk ngobrol, niatnya kemarin hanya menjalin silaturahmi, ternyata dugaan saya terpleset, teman ini atau tepatnya senior karena usia jauh dari saya dan profesinya juga kesehatan di negeri seberang. akhirnya juga ikut terjebak dalam obrolan senior ini dan lagi-lagi ternyata belum berubah. hehehe, kelemahan bagi saya ketika dibawa dalam obrolan seperti ini pasti sulit untuk menghindar tapi hanya sebatas orang-orang tertentu saja dan kalua orang lain yang ajak biasanya tidak pernah terjebak. aneh tapi itulah. sampai pagi tadi obrolan masih berlanjut tapi tidak terlalu lama karena enior ini tidak terus menerus menjebak hehehe. Pengalaman buat saya bahwa jangan berani dan sekali-kali memancing obrolan sama senior ini, sudah lakukan seperti apa selama ini, batasi komunikasi karena ujung-ujungnya pasti menjebak, karena beliau ini orang sibuk di negeri seberang pasti tidak sembat untuk memulai obrolan jika tidak disapa duluan. 

Kembali kepada hal-hal yang selama ini dikontrol selama Ramadhan, seperti mengalihkan perhatian dari hal-hal yang negative karena masih ingat lagi puasa Ramadhan, ytidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada, tantangannya sekarang ketika saat ini di luar Ramadhan, tidak ada lagi penghalang dan pengingat bahwa ini bulan yang sangat mulia dan penuh keberkahan sehingga control akan hal-hal yang kurang baik juga kurang bahkan terkadang kejebolan, ini menjadi tantangan sebisa mungkin membatasi diri, untungnya kemarin dan hari ini masih dalam batas-batas yang bisa dimaklumi.  Di sisi lain ada keinginan untuk menghubungi teman yang sempat saya labeli sebagai "toxic" ternyata saya ini tipekal yang tidak mudah membenci, ingin kembali membuka obrolan, ingin sekali menyapa kembali tapi lagi-lagi masih banyak pertimbangan ini dan itu dan pertimbangan terbaik adalah ngikut dengan keinginan dia yang memang sudah membatasi diri, takutnya jika obrolan kembali dibuka dan disaat saat yang kurang pas, dia selalu juga sering memancing dan ini salah satu orang yang sulit untuk saya menolak makanya lebih baik menghindari dari pada jatuh pada lubang yang dulu sudah dihindari. nasehat buat saya jangan mengulangi kesehalan dan kenaifan yang dulu, pilihan terbaik saat ini adalah mendoakan agar dia tman ini dan keluarganya dalam keadaan sehat dan pekerjaannya lancer serta bisnisnya sukses

Namanya manusia, seperti pada tulisan di bulan Ramadhan, ada nafsu dan ada akhlak, nafsu dalam bentuk naluri ini terkadang sulit untuk diatasi apalagi manusia sudah menjadi qadarallah, hatinya mudah berubah-ubah, kadang-kadang disatu sisi kita mudah sekali terjebak dengan  bujukan nafsu, tidak mudah mengendalikan diri apalagi emosi, masih saja melakukan hal-hal yang kurang baik. Sebenarnya yang sudah saya lakukan saat ini adalah membatasi diri dengan obrolan-obrolan yang bisa menjebak bahkan sampai menguninstall w.a nomor simpati, agar tidak banyak energi yang buang untuk hal-hal yang tidak berfaedah, ini menjadi moment pengingat bahwa diri ini adalah lemah masih harus banyak belajar untuk menguatkan iman dan spiritual diri dan lebih menjalin pertemanan dan obrolan pada hal-hal yang dapat memperbaiki diri dan saling mengingatkan dalam kebaikan

Tarakan, ditulis        : 29 Mei 2020
              diposting   : 2 Juni 2020

01 Juni 2020

Mau Bagaimana Lagi

Tulisan ini ditulis di hari ke-4 paska lebaran, atau lebih te[atnya tanggal 4 syawal 1441 H, atau rabu 27 Mei 2020. mumpung lagi hangat-hangatnya, ada dua kegiatan hari ini jadi hari ini, yang pertama penyamaan persepsi antar pembimbing dan panitia tentang pelaksanaan PKL online dan kedua, kantor memberikan gaji secara tunai. yang pertama tidak ada masalah, walau sebenarnya sangat kecil hubungannya dengan judul tulisan kali ini, walau sempat dibuat "kaget" dengan keputusan yang ada namun sedikit bias legah setelah beberapa mengklarifikasi tentang posisi saya sebagai penanggungjawab mata kuliah dan batas wewenang saya, dan adanya penyamaan perseprsi tentang pengisian tugas mahasiswa, cukup itu sudah lebih karena systemnya berubah baik karena siatuasi pandemic korona maupun kebijakan pengelolaan PKL. situasi kedua yang cukup mengundang perhatian, bagaimana tidak dalam kondisi seperti saat ini, pandemic korona, dan memasuki persiapan lebaran, tiba-tiba pengelolah menyampaikan bahwa tidak bisa memberikan tunjangan dalam beberapa bulan ini dan THR tidak diberikan disaat lebaran ini namun pasti diberikan bila keuangan memungkinkan. sontak keputusan ini membuat semua pegawai yang ada "syock' bagaimana tidak ini menjelang akhir-akhir ramadhan dan kebutuhan untuk lebaran pasti akan banyak, tiba-tiba kembali pikiran-pikiran kenapa gaji tidak diberikan awal saja untuk menutupi kebutuhan lebaran? Awalnya mendengarkan berita itu sic juga "syock" ya Allah cobaan apalagi ini,, namun setelah dipikir-pikir dan direnungkan untuk apa merasa sedih dengan kondisi ini, toh bukan kuasa kita bias merubah keadaan, seandainya juga mau teriak-teriak atau mau apa saja, bisakah merubah kondisi keuangan yang ada? tentu tidak. awalnya juga sudah mencurigai ini dan itu belum lagi berita-berita yang berseliuran diantara pegawai tapi? apakah keluhan semua orang itu dapat merubah kondisi dan situasi yang ada? tentu tidak.

Jadi begini ceritanya, tadi pagi saya sebenanrnya tidak mengetahui persis apakah hari ini gajian atau tidak? teman kantor yang memberitahukan, dan menurut saya sempat kagetr karena ini merupakan kali kedua beliau menanyakan tentang gaji apa sudah diberikan atau tidak, untuk yang kedua ini saya betul-betul tidak mengetahui namun beliau yang menyamppaikan kalua keputusan rapat hari ini akan diberikan tunai. well, tidak masalah, alhamdulillah. begitu orang-orang sudah mengambil saya menanyakan apa bias ambil atau belum karena belum siap saya menyampaikan akan shalat dulu nanti sekalian selesai shalat baru. jadi begitu selesai shalat dan saya menanyakan apa sudah boleh atau tidak, walau sebenarnya dalam diri agak malu untuk menanayakan ini karena biasanya nanti dipanggil baru maju, karena sudah janjian diawal jadi saya berani menanyakan itu. Begitu mengambil saya disampaikan sama pejabat yang berwenang tentang keputusan rapat tentang gaji yang diberikan hanya gaji pokok, spontan saya bilang "ya harus disyukuri, ini sudah alhamdulillah, walau sebenarnya tunjangan saya tidak terlalu besar :) hehehe sebenarnya ini ada maksud tersem bunyi, beliau bilang tidak semua orang bias menerima ini, jadi saya sampaikan bahwa sebenarnya awalnya juga akan bersikap tidak menerima namun sampai kapan mau begini? kita tidak bias memaksakan kondisi yang ada? kalua mau teriak-teriak tidak akan merubah kondisi yang ada, jadi harus ikhlas, bukankah ini aplikasi dari pengajian atau taklim tentang ikhlas yang selama ini kita ikuti, ini lah waktunya untuk ikhlas menerima kondisi yang ada, karena semua ini sudah qadarullah tidak bias ditolak dan memang berat bila dibandingkan dengan kondisi-kondisi sebelumnya karena baru pertamakalinya seperti ini. ya sudah ikhlas karena semuanya ada waktunya, kondisi kita saat ini memang tidak seperti yang dulu dan harus diterima dan harus diiklaskan

 Tarakan, Ditulis         : 27 Mei 2020
                Diposting   :  1 Juni 2020

Tabungan Rencana (Mandiri)

Tulisan ini ditulis h+3 lebaran (26/5/2020) dan tulisan Ini bukan merupakan endors dari program salah satu bank nasional, namun ini hanya sebagai ungkapan syukur atas manfaat tabungan ini di waktu yang tepat. Sebelumnya saya menceritakan kondisi saat menjelang labaran. Jadi pada saat lebaran, saya mencoba menarik uang untuk membeli keperluan yang kebetulan  saat di dompet sisa seberapa. seingat saya sehari sebelumnya suadara saya menyampaikan memberikan THR sejumlah sekian untuk saya, alhamdulillah kabar yang sangat menyenangkan disaat yang pas, ketika THR ditunda pemberian pada waktu yang pas dan pas kondisi saat tanggal tua sehingga nyaris saldo di tiga rekening juga menipis bahkan tidak bias ditarik karena sudah memasuki batas minimal saldo di rekening. Alhamdulillsh banget, hitung-hitung untuk menambah uang belanja istri di lebaran walau pada akhirnya uang itu sebagiannya digunakan untuk membeli baju baru anak-anak, ga apalah yang penting niatnya uda untuk ngebantu. Ya Allah, paling tidak kehadiran THR dari saudara yang alhamdulillah keadaan ekonominya lebih baik, seingat saya beberapa waktu lebaran yang sudah lewat bahkan uang THR yang rutin diberikan sama saudara ini pernah saya berikan sama saudara yang lain yang membutuhkan. Namanya rejeki tak perlu kita nagih-nagih sama orang, apalagi sama orang yang memiliki utang, sudah pasti hanya kecewa yang didapatkan karena dalam kondisi seperti sekarang saat lagi susah-susahnya akaibat pandemic pasti setiap orang membutuhkan kondisi finansial yang lebih baik. nah kembali ke masalah tabungan, jadi begitu memasukkan jumlah uang yang ditarik maka akan muncul sisa saldo, betapa kagetnya saya sisa saldo yang tertera itu 4juta, seingat saya tidak ada transaksi yang masuk ke hp saya, ini uang siapa? apa yang punya utang sudah membayar sejumlah itu? aahh masa. ada yang memiliki utang sebaik itu sementara selama ini tidak ada komunikasi bahkan mereka sudah tidak ada niat lagi untuk mengungkit atau bahkan mengingat-ingat. sambal bertanya-tanya apakah tabungan rencanya uda cair? tapi bukannya nanti bulan 6, kenapa sekarangdan jumlahnya apakah sebesar itu? sudah diniatkan untuk ke CS bank nasional tersebut

Cukup dibuat penasaran selama 2 hari ini, sehingga pagi ini kebetulan bank sudah mulai beroperasi dan setelah meninggu kurang lebih 1 jam bahkan sudah menyelesaikan  1 judul ditulisan tentang lebaran, saya menanyakan tentang tabungan mandiri sekalian menanyakan saldo yang masuk itu apa? CSnya mencek dan menyampaikan tabungan mandirinya sudah cair pak,. dalam hati alhamdulillah di waktu yang tepat, kecepatan mah ini kasih kejutan. saya menanyakan kok bsesar jumlahnya, CS mencek kembali rupanya saya melakukan perencanaan selama 13 bulan, bulan 12 bulan, dalam hati ya Allah,. sampai lupa kalua merencanakan 13 bulan hehe, seingat saya memang saat itu saya membukanya di minggu ketiga bulan 5 tapi nanti akan didebet di bulan 6, sudah dijelaskan sama CS saat itu tapi karena tidak ngeh jadi saya mengiyakan saja tanpa tahu apa maksudnya rupanya dihitung 13 bulan, mungkin saat itu sudah dijelaskan sama CSnya. dengan penjelasan ini akhirnya saya paham bahwa masuknya uang 4 jt itu bukan 4 jt tapi 3,9jt, 100 ribu itu memang sisa saldo di rekening milik saya hehe. Alhamdulillah sekali kehadiran saldo ini cukup melegahkan walaupun tahu bahwa akan ada saldo yang masuk karena sudah memasuki masa limited karena sudah diperkirakan sebelumnya namun sekali lagi ini benar-benar datangnya tanpa diduga-duga bahkan lebih cepat dari prediksi saya.

Pertanyaan kemudian apakah saya akan tetap melanjutkan program tabungan ini, setelah menjalani hampir 4 tahunan, dan manfaatnya sudah terasa betul, terutama saat-saat memulai tahun ajaran baru dan memang mengprogramnya seperti itu sehingga sudah ada budget untuk pekerluan itu, walaupun untuk kondisi sekarang ketika tunjungan dan lain-lain sudah mulai hilang, insyaAllah rejeki tidak akan kemana, tak perlu risau yang penting tetap ikhtiar, terus ikhtiar dan jangan berhenti ikhtiar. dan kondisi sekarang belum tentu besok-besok juga seperti sekarang bias dua kemungkinan lebih buruk atau lebih baik,semoga kondisinya lebih baik lagi.. aamiin ya rabbal alamin

Tarakan,  Ditulis       : 26 Mei 2020
                Diposting  : 1 Juni 2020

Lebaran "bersama" korona

Tulisan ini dibuat di hari ke.3 pascalebaran di masa pandemi virus korona, tepatnya tanggal 26 mei 2020, bertepatan dengan mulai beraktifitas ya PNS dan BUMN setelah 2 hari lebaran dan saat ini saya sedang menunggu panggilan antrian di Bank Mandiri. Untuk suasana lebaran bila dalam keadaan normal, suasana lebaran sangat terasa demikian juga dengan saat ramadhan, sejak hari pertama lebaran niat untuk bertamu dan bersilaturahmi tetangga hampir tidak ada, semua dalam kewaspadaan dan dalam kepatuhan untuk menjalankan instruksi menjaga jarak dan lebaran di rumah aja. Sebenarnya secara logika kompleks kami ini cukup tertutup dengan daerah di sekitarnya, sehingga interaksi lebih pada orang-orang di dalam kompleks, demikian juga aktifitas warga, memang letih banyak berintetaksi di luar rumah, misalnya saat ibu-ibu berbelanja sayur mayur untuk niat lain untuk berkumpul nyaris tidak pernah saya jumpai. Paling-paling untuk keluarga inti saja, anak-anak juga sudah bisa bermain di daerah kompleks. 

Benar-benar suasana lebaran kali ini sangat berbeda, untuk bersalaman dengan tetangga saja cukup was-was jadi banyak bisa menyapa dari depan rumah, anak-anak tidak ada yang berkeliling mencari angpao di hari lebaran namun hari kedua ada beberapa tetangga yang tetap memberikan ini laporan dari anak-anak di rumah :), tamu yang ke rumah juga hampir tidak ada, jangankan dari kerabat di luar dari dalam kompleks saja nyaris tidak ada. Untuk saya sendiri sempat mengunjungi kerabat, pemilik yayasan dan senior di tempat kerja dan di hari lebaran saya sengaja mendatangi mesjid depan tempat kerja sekedar bersilaturahmi dengan jamaah tetap mesjid yang selama 1 bulan ramadhan saya menjalankan shalat tarwih berjamaah di situ. Selepas shalat zuhur dan ashar kami diajak ke rumah dua jamaah sekalian bersilaturahmi

Inilah cerita lebaran kali ini, akan menjadi bagian cerita dari blog ini, semoga saja kedepannya, kondisi kembali membaik, walau sekarang trend secara nasional jumlah penderita belum menunjukan penurunan, masih sekitaran 500san atau lebih kasus positif baru dan sudah ada kebijakan New normal, tetap melakukan aktifitas walau pandemi korona belum berakhir

Ditulis       : 26 Mei 2020
Diposting : 1 Juni 2020

Welcome Juni

Akhirnya sampai juga di bulan Juni, menjadi bulan dimulainya kembali aktifitas pekerjaan seperti biasanya atau dikenal dengan istilah new normal atau gubernur jawa barat Ridwan kamil menyebutnya sebagai adaptasi kebiasaan baru (AKB). InsyaAllah di kota Tarakan, untuk yang bekerja di bawah pemerintahan Kota Tarakan, besok tanggal 2 Juni dimulai kembali aktifitas perkantoran setelah kurang lebih 2 bulan bekerja dari rumah, walau akhir minggu ini merupakan evaluasi terakhir penerapan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk tahap ketiga (minggu ke-6). walau status tempat kerja saya bukan bagian dari pemerintahan namun tetap mengikuti himbauan pemerintah meskipun diawal-awal tempat kerja saya ini kerja dari rumah lebih awal bila dibandingkan dengan kebijakan pemkot tarakan, bahkan lebih duluan 1 minggu mahasiswa belajar di rumah dari siswa-siswa semua tingkat di Kota Tarakan. Namun untuk besok mahasiswa tetap menjalankan aktifitasnya dari rumah, ada yang menjalankan praktik kerja lapangan dari rumah, ada juga yang menjalankan praktik klinik dari rumah. Penjelasan dari pejabat yang berwenang bahwa Praktik lapangan, masih berinteraksi dengan anggota keluarga binaan didaerah mahasiswa tinggal, sementara untuk yang praktik klinik akan mendiskusikan kasus dan membuat tugas seperti tugas saat praktik di rumah sakit.

Bagi saya bulan juni, merupakan bulan untuk menschedulekan dan menyelesaiakan kembali target-target yang sempat tertunda selama kerja dari rumah atau  WFH. mulai dari membereskan keperluan hibah penelitian seperti menyelesaikan instrumen penelitian, modul penelitian, pengurusan etik dll, sementara target rutinitas kerjaan seperti menyelesaikan nilai mahasiswa, seingat saya ada 4 mata kuliah yang harus dibereskan nilainya, memeriksa dan memberikan nilai dari tugas-tugas yang sudah dikirimkan. Targer lain yang harus diselesaikan adalah ada dua utang artikel sementara untuk pekerjaan ada audit internal yang tertunda yang harus dikoordinakasikan kembali, memantau perkembangan dari pengusulan akreditasi. sementara target pribadi diluar kerjaan adalah rutinitas lari yang tetap dijaga dan menyisihkan 1 program yaitu interval training. Semoga saja pembuka juni ini menjadi awal yang baik, semangat yang baik untuk kembali menata kehidupan normal yang lebih baik lagi. aamiin

Tarakan, 1 Juni 2020
Pukul : 6.18 sore pas azan maghrib