Lebaran idul adha kali masih dalam suasana pandemi korona, namun ada yang membedakan dengan lebaran idul fitri beberapa bulan yang lalu. Saat ini mesjid-mesjid sudah di buka, sudah ada pelonggaran dimana-mana beda dengan idul fitri, pelakasanaan shalat di rumah masing-masing. Walau masih terjadi pelonggaran namun nampaknya orang-orang masing enggang untuk melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah. Sebenarnya Tarakan sendiri dalam beberapa hari ini, tidak ada penambahan kasus positif bahkan mulai besok memulai memasuki adaptas kebiasaan baru atau dulu dikenal dengan new normal. Hal yang menarik juga adalah untuk pertama kalinya mesjid depan rumah, di RT 05 kampung 1 Skip saya tinggal menyelenggarakan shalat idul ied. Persiapannya cukup baik mulai dari rapat koordinasi hingga persiapan kelengkapan mesjidpun berjalan sesuai dengan yang diharapkan, seperti membuat tenda di samping mesjid untuk tempat shalat kaum hawa. saya baru bisa membantu persiapan saat bersih-bersih halaman samping mesjid yang akan ditempatkan tenda untuk perempuan hingga malamnya sempat memantau kalau-kalau ada anjing yang buang hajat disitu, dan ternyata semalam itu jam 2 dini hari pas lagi menyiapkan dan menyetrika pakean untuk besok pagi, anjing-anjing itu lewat dan berkurumul mau tidak mau diusir karena biasanya di hari-hari lain pada buang hajat sembarangan.
Makna idul adha adalah untuk kembali mengingat keteguhan dan ketakwaan dari Nabi Ibrahim AS dengan anaknya Nabi Ismail yang dengan ikhlas siap menerima perintah Allah subhannah wata'alah, dikisahkan, nabi Ibrahim sudah berumur ratusan tahun namun belum dikarunai anak, sehingga istrinya saat itu Sitti Sarah, menyarankan nabi Ibrahim menikahi siiti Hajar dan alhamdulillah melalui sitti Hajar lah Lahir Nabi Ismail. Sebelum perintah untuk menyembelih ismail, saat masih Nabi Ismali masih bayi ketika di padar pasir kehausan dan ismail bayi menangis, SittiHajar berlari-lari mencari air di padar pasir sehingga itu yang menjadi asal muasal orang-orang melakukan bagian ibadah haji, sai dari bukit safah ke bukit marwah dan saat nabi ismail kecil yang sedang menangis kuat itu melalui hentakan kakinya sehingga memncarkan air yang saat ini dikenal sebagai air zam zam. Kembali ke kisah nabi Ibrahim ketika mendapatkan perintah Allah subhannah wata'alah, saat menyampaikan perintah tersebut maka ismail dengan keikhlasan beliau menerima perintah dan mehimbau ayahnya Nabi Ibrahim untuk melaksanakannya. Ulasan ustat Das'ad Latif menyampaikan bahwa apa yang diperintahkan Allah subhannah wata'alah merupakan perintah yang tidak biasa, ketika Nabi Ibrahim selalu berdoa untuk dianugerahi keturunan soleh dan solehah namun begitu lama menantikan kehadiran anak tersebut hingga seratus tahun dan ketika dianugrahi anak yang soleh nabi Ismail, namun harus merelakaan anaknya harus disembeli. Ketika akan menyembeli leher nabi Ismail, seketika leher nabi ismail diganti oleh Allah dengan seekor kibas (dompa) sehingga ini menjadi asal muasal diperintahkan untuk berqurban.
Berqurban memiliki makna yang sangat luas, nabi ismail merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh Nabi Ibrahim. bila ditarik dalam konteks saat ini bahwa itu adalah dunia bisa berarti harta benda yang paling beharga yang kita miliki, ketika Allah subhannah wata'alah memintahnya melalui perintah berqurban, jika kita memiliki harta untuk membeli kambing atau patungan sapi maka kita tidak ada alasan untuk menolaknya. Kata AA Gym ini masalah persoalan hati dan iman, ada orang yang dengan harta yang dimiliki dengan kondisi pandemi saat ini, masih berpikir untuk melakukan qurban, adapula orang dengan kondisi pandemi saat ini, dan merasa bahwa harta yang dimiliki hanyalah sebagai titipan, dan kondisi keuangan saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan -hari-hari. Sama dengan saya, diawal-awal saya hanya berniat jika Allah subhannah wata'alah memberikan kelebihan rezky maka tidak ada alasan saya untuk tidak menunda melaksanakannya. Qadarallah, ketika sedang meengikuti rapat pengurus takmir mesjid yang di depan rumah, menyampaikan bahwa rencana kurban di tengah masa pandemi, apa tetap dilanjutkan atau tidak mengingat masih membutuhkan beberapa orang lagi, niat awalnya hanya 1 alhamdulillah setelah merembuk kembali dan saya menjadi salah satu bagian di dalamnya, kurban di mesjid kembali seperti tahun-tahun sebelumnya 2 ekor sapi. insyaAllah besok pagi akan disembeli, hari ini mengingat waktu yang sangat dekat di hari jum'at dengan beberapa kegiatan, shalat jum'at dan shalat ashar. semoga semangat qurban ini tidak akan surut apapun kondisinya, semoga Allah Subhannah wataa'alah tetap melimpahkan rejeki untuk niat berqurban di tahun-tahun medatang. aamiin
Tarakan, 31/7/2020
Pukul : 06.02sore