27 Agustus 2020

Berusaha untuk mengembalikan "iman"

Sebagai manusia biasa, terkadang iman kita naik turun, kadang-kadang begitu menggebuh-gebuh namun suatu ketika iman begitu menipis hingga kita gampang sekali goyah. Sejak senin kemarin saya merasakan itu, ketika banyaknya kesibukan dalam kampus, estafetnya kegiatan satu ke kegiatan lain, mengakibatkan saya "lalai" sehingga beberapa kali ketinggalan shalat berjamaah bahkan dalam beberapa shalat fardu, saya begitu kehilangan shalat sunnah qabliah. dan seperti pada tulisan saya sebelumnya saya begitun resah ketika tidak bangun shalat tahajud karena kecapean, namun keinginan besar itu belum bisa membangunkan saya dari lelapnya tidur saya. Bahkan ketika bangun shalat malam, saya malah sibuk dengan main hp hingga ketinggalan moment yang sangat baik untuk melaksanakan shalat tahajud. Begitu juga saya beberapa kali kehilangan waktu untuk shalat rawatip sebelum subuh yang faedahnya adalah seluruh bumi dan isinya hanya karena menyepelehkan waktu untuk segera bergegas ke mesjid, kebetulan saya shalat di islamic center yang lebih dulu azan  dari mesjid yang lain.

Puncak keresahan itu ketika tadi malam, sata tiba-tiba terbangun dari tidur namun belum masuk waktu tahajjud malah saya sibuk dengan story di w.a dan melakukan obrolan dengan teman-teman bahkan tergoda untuk melihat hal-hal yang pas. memang dalam beberapa hari terakhir kegersahan "iman" saya ini mengakibatkan begitu mudahnya saya teralihkan perhatian, saya tiba-tiba tidak mentilawah al qur'an, shalat saya kembali menjadi standar tanpa adanya tambahan shalat sunnah. Hari ini saya memutuskan untuk puasa kamis. Awalnya niatnya sekalian puasanya untuk tasu'ah dan asyura, semoga keputusan saya dengan  kembali berpuasa bisa mengembalikan "iman" yang sempat meredup, iman yang sempat gersang dan saya berdoa agar dalam kondisi kegersahan ini tidak memberikan dampak negatif bagi diri saya dan orang-orang di sekitar saya. Saya sadari bahwa kondisi ini adalah wajar sebagai manusia namun kewajaran itu tidak menjadikan saya lalai dan lupa bahwa kondisi ini harus segera dikembalikan, jangan sampai ada dampaknegatif yang terjadi hanya karena kita lalai dengan semua ini. dan ketika sadar bahwa kegersahan ini mulai melanda, saya harus segera bergegas untuk mengembalikan cahaya iman yang meredup ini agar tetap memberikan kebaikan bagi diri saya dan orang di sekitar saya. aamiin

Tarakan, 27/8/2020
Pukul   : 5.07sore

25 Agustus 2020

Ketika (terlalu) Terlelap

Malam tadi, menjadi malam yang begitu melelahkan, senin sore seperti biasanya menjadi jadwal untuk lari, sehingga tidak salah jika malamnya menjadi malam yang melelahkan apalagi sepanjang senin kemarin itu menjadi hari-hari yang cukup menyibukkan, jam 7 pagi sudah keluar belum lagi disambut dengan hujan yang cukup lebat, begitu sampai di kampus harus mempersiapkan surat untuk kegiatan workshop lokakarya hari rabu nanti, terus harus mengkomunikasikan dengan panitia teknis untuk masalah suratnya, walau sempat syock begitu tahun ssaat sore ternyata surat belum diantarkan :) namun tidak mengapa, alhamdulillah tadi pagi semua surat telah masuk.  Jam 8 pagi lewat sedikit dimulailah persidangan ujian akhir mahasiswa, ada 5 orang yang maju dan berakhir jam 12 lewat.  Selepas shalat dan makan siang, saya sempat melihat anak-anak di rumah untuk memastikan makan siang mereka, dan kembali lagi ke kampus untuk masuk ke ruangan laboratorium untuk melakukan bimbingan mahasiswa semester 2 untuk praktik klinik yang kali dini difokuskan di kampus karena situasi pandemi yang tidak memungkinkan. Selepas bimbingan jam setengah 5, berpacu dengan waktu untuk mengejar waktu lari sore, karena starnya agak telat, jam 5 lewat sehingga beres nyari jam setengah 7dimana shalat maghrib  berjamaah di mesjid telah berakhir 

Kemarin begitu beres lari, istrahat sejenak, sambil menemani anak yang masih TK untuk menyetorkan tugasnya dan saya sambil belajar untuk persiapan test potensi akademik melalui youtube. Tepat jam 9 kondisi mata begitu berat dan tidak tahan untuk segera bisa tidur. Menyelesaikan rutinitas, memasukkan motor ke dalam ruang tamu, menggosok gigi sampai harus menggunakan minyak pereda nyeri karena lari, tibalah saaynya saya memulai tidur dan masih sempat-sempatnya saya menulis story tentang sekuat-kuatnya orang pasti dia akan lelah, sesabar sabarnya orang pasti dia akan berkata cukup, karena itulah kenapa disebut manusia karena banyak kelemahannya. tidak lama saya tertidur, dan sempat terbangun jam 12 malam. Namun hanya sebentar, biasanya suka bertahan dengan senganja biar sambil menunggu jam 1 lewat agar bisa shalat tahajjud. Namun rupanya mata saya ga bisa menahan dan saya kembali tidur dan begitu bangun sudah terdengar azan subuh. 

Sebenarnya agak kecewa dengan kondisi saya ini. saya kehilangan satu moment penting untuk melaksanaan shalat tahajjud, namun saya sadari sekuat-kuatnya saya merencanakan namun qadarallah saya terlewati, ini tidak lain kondisi badan saya yang begitu lelah dan buka keinginan saya mau seperti ini, mungkin cara badan saya memberitahukan bahwa saya lagi lelah dan butuh istrahat yang lebih lama dari biasanya. semoga ini menjadi pelajaran bagi saya juga agar tidak meluluh mengejarngejar dunia, karena dalam beberapa hari terakhir saya sering ketinggalan shalat fardu berjamaag tepat waktu, sekalipun saat itu sangat sibuk namun ketika masih bisa ditunda kesibukan itu dan mendahulukan shalat radhu berjamaah akan lebih baik. untunhlah story saya semalam menyadarkan saya bahwa namanya manusia banyak kelemahan dan kertebatasan, sekuat-kuatnya kita merencanakan toh Allah subhannah wata'alah yang paling tahu kondisi hati dan diri kita, semoga kedepannya akan lebih baik lagi. aamiin

Tarakan, 25/8/2020
Pukul   : 6.14sore

24 Agustus 2020

Senin, Rabu dan Sabtu

Ada apa dengan ketiga hari itu? ketiga hari itu begitu dinanti setiap minggunya, bukan tentang pekerjaan yang ditunggu-tunggu, bukan tentang hari yang istimewa untuk melakukan banyak hal dan bukan hari-hari yang dihindari kedatangannya. Ketiga hari itu tidak lain merupakan hari saya melakukan rutinitas running.  Kenapa kehadiran hari-hari itu begitu dinanti, karena ketika hari itu datang berarti saya mendapatkan suntikan semangat baru. Sesuai dengan ulasan yang pernah saya baca bahwa ketika kita berkeringat saat berolahraga maka akan keluar hormon endorphine yang tidak lain merupakan hormon bahagia sehingga tidak salah ketika orang berolahraga maka bawaannya happy. inilah yang menjadi alasan utama kenapa saya menjadi ketagihan untuk melakukan olahraga rutin jika memang tidak ada halangan yang tidak bisa dihindari dan saya dalam keadaan sehat walafiat. Ada hal yang kurang jika saya tidak melakukan running sama sekali dalam seminggu, jika harus berada di luar kota maka sebisa mungkin memanfaatkan waktu yang ada untuk berlari :) walau hanya 4-5 K saja. 

Senin merupakan hari saya untuk latihan easyrun, walau tujuannya hanya untuk menjaga kebugaran, easyrun bukan untuk balapan lari atau mencari target lari target pace tertentu, namanua easy jadi harus santai larinya walau saya sudah menargetkan untuk lari tidak boleh kurang 10K walau dengan pace yang tidak terlalu diharapkan :) hehehe, Rabu merupakan latihan interval, nah saya disini lebih utamakan kekekuatan saat lari, sebaiknya harus mendapatkan pace yang maksiman kurang lebih 1 K per 6 menit, walau tidak mudah namun harus dicoba karena dalam beberapa kesempatan pace itu dapat terpenuhi. Bentuk latihannya 500-600 meter berlari kemudian dilanjutkan dengan berjalan sekitar 30-45 detik (sekitar 30-50 meter) ini diulangi hingga 18-20 kali hingga total target lari mencapai 10 K. Lari dihari rabu ini memiliki tantangan tersendiri ketika harus berpacu dengan waktu masuk kantor, mana kadang-kadang harus mencuci pakean yang baru saja dikenakan :) hehe. 

Sabtu merupakan lari yang sesungguhnya, dengan memasang target waktu, berlari lebih dari 1 jam 45 menit, untuk saat ini perhari hari sabtu kemarin (22/8/2020) durasi lari saya berkisaran 1 jam 58menit sampai 2 jam 2 menit dengan jarak mencapai 18 K.  Jarak ini sudah berjalan 1 bulan, isnyaAllah kedepannya akan meningkatkan jarak 20 K, target diakhir tahun. Alhamdulillah sejak merutinkan latihan interval perlahan-lahan terget jarak ini terpenuhi dalam waktu dua bulan saja saya sudah meningkatkan 2 K artinya 1 bulan 1 K, semoga awal bulan september sudah mencapai 19K sehingga awal Oktober atau pertengahannya sudah mencapai 20 K. tentunya semua berpulang pada kondisi kesehatan saya, semoga sesuai dengan rencana dan intinya dalam berlari tidak memaksakan diri, harus harmonis dengan kemampuan diri, pelan-pelan namun pasti. semoga. aamiin

Tarakan, 24/8/2020
Pukul   : 7.54 pagi

20 Agustus 2020

1 Muharram 1442 H

Dalam penaggalan hijriah, hari ini memasuki tahun baru islam 1442 H, namun dalam penanggalan hijriah  malam ini sudah memasuki 2 Muharram, karena pergantian tanggal dalam miladiah itu ketika masuk maghrib, namun tidak masalah toh masih hangat-hangatnya. Perayaan tahun baru islam ini, menjadi pro dan kontra, bagi yang berpegang teguh pada sunnah salafiah, merujuk pada riwayat nabi, tidak ada satupun yang menyebutkan bahwa ada perayaan pergantian tahun saat itu. Sisi lain yang berbeda jika kita melihat budaya yang ada di Indonesia, begitu banyak tradisi yang dilakukan dalam menyambut tahun baru ini, mulai pawai obor, shalawatan hingga ada ritual khusus membagi berkah. Ada juga yang menjadikan sebagai hari raya anak yatim sehingga banyak orang yang memberikan santunan bagi anak yatim. 

Dalam budaya populer, sebagai antitesa dari budaya modern saat ini, tahun baru islam itu menjadi perayaan sendiri, spanduk dan poster-poster ucapan selamat tahun baru islam bertebar dimana-mana, apalagi dalam sosial media, sangat ramai. Bagi ini hanya sekedar menyemarakan pergantian tahun dalam islam sekaligus sebagai pengingat bahwa moment tahun baru islam ini adalah tahun dimana dimulainya hijrahnya nabi ke madinah (perlu referensi lebih jauh lagi), walau ini hanya sebatas pemahaman sempit saya.

Sebenarnya ada keistimewaan dalam bulan Muharram ini, bulan muharram merupakan salah satu bulan mulia dalam islam sehingga kita dianjurkan amalan-amalan selama bulan ini, dan terdapat dua puasa sunnah, yaitu tanggal 9  (puasa Tasua) dan 10 Muharram (Puasa Asura). Banyak kemuliaannya bahkan ada riwayat hadist hasan bahwa tanggal 9 Muharram itu diselamatkannya nabi Musa dari kejahatan Fir'aun. keutamaan puasa asyura itu dapat menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang lalu. InsyaAllah awal moment muharram menjadi moment untuk membenahi diri agar lebih baik ke depannya. aamiin

Tarakan, 20/8/2020
Pukul  : 7.33 malam (pas azan isya)

Mengklarifikasi dan meminta maaf

Enam Agustus 2020, saya menuliskan pengalam pertama memesan barang secara online dan hanya bermodalkan iklan di instagram. Sesuai dengan tulisan saya, kesan yang saya tangkap dari penjual ini adalah cuek, dan tidak merespon dengan baik beda ketika awal-awal mau transfer, begitu "kencang" menanggapi pertanyaan setiap w.a sampai akhirnya saya mengirimkan untuk pesan bahwa ini semacam transaksi online yang tidak wajar, dan saya meminta nomor resi pengiriman kantor pos, awalnya tidak ditanggapi, sampai-sampai saya harus melakukan penyamaran akan melakukan transaksi dengan menggunakan nomor lain namun low respon ketika akan menanyakan id sosmed penjual tersebut, nah disitulah kecurigaan saya semakin menjadi-jadi karena masih merespon w.a untuk penyamaran namun tidak membalas w.a saya yang digunakan lakukan transaksi. akhirnaya saya berkesimpulan bahwa ini adalah modus penipuan. Begitu malamnya, saya mendapatkan w.a sipenjualnya kalau dia akan mencari resi pengiriman barang tersebut, namun tak kunjung diberikan. sudah saya sudah tidak berniat untuk menanyakan kembali dan sudah mengiklaskan. 

Sepuluh hari berselang, saya melihat handphone saya ada 6 x panggilan tak terjawab dan ada pesan masuk dengan nomor yang sama mengaku dari kantor pos dan akan  mengantarkan paket yang berisi jam tangan. Awalnya sic mencuekin dan menyampaikan sama pak posnya kalau diantarakan saja di depan akper dan depag, disitu ketemu lagi-lagi saya masih belum percaya. Pesan pak pos, untuk tetap stand bye dengan handphone agar mudah nanti pas diantar. Paginya saya ada rapat, sekitar jam 10 kurang, pak pos menelpon dan saya bertemu, dan diberikan paket untuk saya. Saking penasaran saya langsung membukanya dan sempat memfotonya untuk mengirimkan ke penjualnya. niat awalnya sic merasa bahwa si penjual salah, karena tidak care, komunikasi buruk dengan costumer sehingga saya tidak perlu menyampaikan kabar bahwa barangnya telah tiba. Untuk lebih yakin saya mencoba jam tangannya, dan saya mencoba untuk mengikuti instruksinya dan berhasil nyala namun karena lagi lowbath sehingga jamnya mati. 

Berikutnya saya membaca buku petunjuknya dilama letak untuk cashnya, saya melihat ada kayak tempat untuk menchas namun menggunakan cash magnet seperti cash punya jam pintarnya rafa, karena chash rafa sudah rusak saya mencari di toko-toko. habis ashar nanyakan di dekat tempat kerja dan disana sampaikan sudah habis. Disela-sela kesibukan membimbing dan mau mengkuti ta'lim bada maghrib saya buru-buru ke guser (penyakit tidak bisa nunda dan terkedang mau cepat-cepat) saya nanyakanlah di semua toko-toko penjual hape di pusat belanja di tarakan (Guser) dari satu toko ke toko lain tidak ada yang jual, ada dua toko yang menjual carger yang magnrt penyampungnya namun buk USB untuk dikonekkan ke hp. begitu mau pulang dan rencana mau shalat maghrib, ada satu toko service hp dekat pos parkir keluar, saya menanyakan disana dan tidak ada juga, dan salah satu orang disitu menyuruh ke karang anyer, karena disana banyak pusat penjualan hp. begitu nyampe di daerah sana, terdengar suara imam mesjid dekat2 jejeran toko itu sudah masuk rakaat ketiga, benar-benar saya ketinggalan shalat maghrib berjamaah. 

Begitu beres shalat maghrib, saya menuju toko pertama dan menanyakan ke penjaga toko, chas yang diambil persis sama dengan toko sebelumnya, magnetnya hanya penyambung bukan sebagai USB, dan saya mengeluarkan jam pintar saya dan menunjukkan kepenjulnya, kata penjualnya ini langsung dimasukkan saya ke kepala chasan :) begitu docoba masuk chasnya, hehe dalam hati syukur alhamdulillah akhirnya bisa juga, namun dalam hati begitu "bodohnya" saya masak seperti itu saja tidak tahu hehehe, begitu pulang saya mengabari kepenjualnya kalau jamnya sudah tiba dan terimakasih sudah mengirimkan dan meminta maaf karena sudah merasa curiga dan saya sudah tidak berharap bahwa paketnya akan datang, sipenjulanya hanya merespon dengan cool, dan saya juga menyampaikan kepada teman yang pernah saya sampaikan kalau saya kayaknya tertipu jual beli online di IG. dan tulisan saya sebelumnnya menjadi pelajaran buat saya, untuk lebih berhati-hati, tidak ada yang salah tidak ada yang benar, cukup dijadikan pengalaman saja :) 

Tarakan, 20/8/2020
Pukul   : 6.24 sore

18 Agustus 2020

Merdeka !!!

Kemarin tepatnya, selasa 17 Agustus 2020 bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan yang ke-75. Peringatan kemerdekaan kali ini masih dalam suasana pandemi sehingga kemeriahannya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, hal ini tidak lain masih banyaknya ditemukan kasus positif dalam setiap harinya, masih berkisaran diangka 1600-1900 perhari, ini sungguh diluar ekspeksi orang-orang yang memprediksikan pandemi ini akan berakhir dibulan Juli. Belum lagi kontrovesi dari himbuan penggunaan spanduk sesuai desain pemerintah yang dianggap memiliki "nilai" tertentu sehingga membuat sebagian orang mengakali agar simbol yang dimaksud tidak nampak. 75 tahun Indonesia merdeka merupakan umur yang tidak muda lagi, jika di bandingkan dengan umur orang maka ini merupakan umur lanjut usia yang mulai rentang dengan penyakit. Namun bila disandingkan dengan berdirinya sebuah negera, maka umur 75 tahun ini merupakan umur yang matang dan sudah menunjukkan perubahan-perubahan di negeri tercinta ini.

Sekalipun pribadi saya bukan seorang politisi apalagi pengamat politik maka saya hanya bisa menyampaikan opini perdasarkan pandangan, bacaan dan tontonan tentang negera ini dan saya harus benar-benar terlepas dari tendensius keperpihakan politika aliran tertentu, memang bila melihat komentar-komentar do sosial media masih banyak yang perlu dibenahi dari segala sektor, apakah karena ketidakmerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri, kebebasan pendapat yang masih dikunkung dengan undang-undang ITE, biroksasi yang ribet dan kaku, belum lagi pertarungan tokoh-tokoh politik yang berseberangan baik di pusat maupun di daerah. Semuanya memiliki catatan tersendiri, Namun satu hal yang harus diketahui bahwa saat ini kekuatan media sosial mampu menggerakkan masyarakat dalam hal apapun, selama gerakan itu murni tanpa tendensi apapun semua demi kemajuan bangsa. semoga saja pemerintah yang mengusung tema HUT RI ke75 ini dengan Indonesia Maju, tidak sekedar selogan semata, benar-benar bangsa ini bisa maju dalam segala lini dan yang terpinting adalah maju dalam karakter rakyatnya, yang berpegang teguh pada nilai-nilai dan semangat kebangsaan. MERDEKAAA !!!!

Tarakan, 18/8/2020
Pukul    : 8.25 pagi

17 Agustus 2020

Gelisa tak bertuan

Kemarin pagi, menjadi pagi yang begitu menggelisahkan, entah apa penyebabnya, tiba-tiba rasa gelisa itu muncul tanpa bertuang. Saya pikir bahwa yang membuat saya gelisa adalah artikel saya yang harus segera saya selesaikan karena sudah mendapatkan masukan dari editor dan harus segera direvisi. Namun begitu sudah menyelesaikan selepas shalat subuh, namun rasa gelisa yang samar-samar itu masih muncul, saya mencoba untuk membaca surat 20 ayat surat albaqorah beserta 2 ayat terakhir, alhamdulillah agak mendingan namun rasa gelisa itu masih ada. Saya mencoba mencari-cari dan mengecek stroy dan group wa. takutnya ada kabar yang terlewatkan, namun semua itu belum menghilangkan sepenuhnya rasa gelisa, Ya Allah, ini benar-benar mengkawatirkan bahkan ketika menghubungi sahabat saya dan saya pastikan dia baik-baik saja, namun juga tidak menghilangkan rasa gelisa itu. hingga anak-anak menawarkan untuk ikut bersama mereka jogging pagi, awalnya saya menolak namun mendengar sentilan istri walaupun merasa kurang enak dengan kalimat itu seolajh-olah saya sibuk sendiri tidak punya waktu dengan keluarga hehehe, untungnya saya tidak sikapi dengan emosional, karena demi anak-anak saya memutuskan saya untuk mengikuti mereka. selama di islamic center juga cukup menyenangkan barusan saya makan bersama mereka biasanya saya malas untuk makan pagi padahal subuhnya saya sudah makan. Namun demi kebersamaan saya menurunkan ego saya dan ikut berbaur dengan mereka. saya menikmati masa-masa itu tanpa ada beban, alhamdulillah

Siang hari menjadi rutinitas ketika saya harus mengawal kegiatan zoominar organisasi profesi, saya menjalankan peran sebagai penanggungjawab, dan saling berkoordinasi dengan host, co-host, moderator dan narasumber. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tanggapan peserta sangat luarbiasa karena kebetulan tema yang diangkat cukup menarik. begitu berakhir saya mencoba menghubungi ketua, untuk menyampaikan laporan selama dua minggu menangani zoominar dan bagaimana rencana kedepannya. saya mencoba untuk menyampaikan saran dari teman-teman mengenai dua minggu pelaksanaan zoominar. Rupanya pak ketua juga sudah mengetahui apa saja tanggapan dari orang-orang, ada yang pro dan kontra. beliau menyampaikan apa yang sudah saya lakukan sudah sesuai yang beliau intruksikan dan beliau mengatakan senang dengan kegiatan dua minggu ini, apalagi untuk minggu ini. Alhamdulillah mendengar dari orang yang paling bertanggungjawab dalam kegiatan ini seperti itu membuat hati legah dan plong. beliau menitipkan pesan agar jangan mudah terbawa perasaan apalagi kalau sudah menyangkut kegiatan karena selama sudah sesuai dengan instruksi maka tidak perlu perlu dipikirkan omongan orang, semua kembali ke niat masing-masing karena kita tidak bisa memuaskan semua keinginan semua orang. namun tetap menerima masukan orang-orang itu.

Mendengar penjelasan ketua ini, membuat hati saya begitu legah dan plong,. kekhawatiran saya seketika lenyap, apakah gelisa saya ini berkaitan dengan kegiatan 3 hari ini, karena sebelumnya saya mendapatkan masukan tentang kegiatan ini dengan nada "kurang setuju" dengan beberapa hal yang sudah dilakukan, masukannya bagus namun ada hal yang membuat tidak enak hati karena ada hal yang membuat saya tidak setuju dalam beberapa hal dan sudah saya klarifikasi terutama kesan bahwa hanya saya dan pak ketua yang memutuskan padahal sudah dibicarakan diforum zoom dan melibatkan beberapa orang di dalamnya. Namun inilah organisasi karena semua orang dapat memberikan pandangan dan pendapat tidak ada yang salah selama sesuai khaidah dan koridornya..  menjadi pengalaman berharga semoga niat saya selalu terjaga tanpa kepentingan lain hanya untuk kepentingan bersama dan mencari keridhoan Allah subhannah wata'alah.

Tarakan, 17/8/2020 Merdekaaa
Pukul   : 9.35pagi

16 Agustus 2020

Suka Terburu-buru

Kemarin malam, saya mendapatkan w.a dari pengelolah jurnal di keperawatan Unpad memgenai artikel yang saya masukkan. selama ini sering komunikasi terutama jika ada artikel yang direview. Kebetulan dua akhir bulan juli, saya memasukkan artikel yang sudah lama tertunda untuk diselesaikan, hampir setiap hari saya mengecek perkembangan artikel, dari status artikelm diterima hingga menunggu penugasan, terakhir saya melihat artikel saya sudah tahap proses review. kembali ke w.a tadi, saya diinformasikan bahwa tanggapan dari editor sudah ada, dalam bentuk revisi, jujur saja saya agak bingun kira-kira melihat hasil revisi editor itu ada dimana, saya sudah diintruksikan namun masih belum ketemu, mungkin karena saya membuka web.nya melalui handphone jadi tampilan layarnya agak kecil sehingga agak menyulitkan mencari item review dari editor, setelah memperhatikan kembali foto yang dikirimkan w.a akhirnya saya menemukan artikel yang sudah masukan-masukan dari editor. Awalnya agak kaget karena ini tidak seperti biasanya, kalau diartikel tahun lalu, dari operator jurnal langsung ke reviewer dan dikembalikan lagi ke penulis, namun ini harus melalui editor, mungkin berdasarkan rekomendasi visitasi akreditasi, dan saat ini sudah memenuhi akreditasi level 3, sehingga ada perubahan atau tambahan dalam pengelolaan artikel yang masuk hingga bisa dipublikasikan.

Tentunya sejak membuka file revisi dari editor, menjadi penasaran apa saja yang menjadi bagian yang direvisi, ada sebagain yang harus diringkas, ada sebagian yang harus ditambahkan ada sebagaian yang harus dalam konsisten penulisannya. Saking ingin cepatnya saya mau revisi malam itu juga, namun laptop yang akan dipakai tidak mendukung, keyboardnya kurang mendukung hanya bisa menghapus sedikit dan saya berniat untuk melanjutkannya hari ini. Selepas shalat subuh berjamaah di mesjid saya bergegas ke kampus hanya karena penasaran dengan masukan lebih jauh dari editor, akhirnya saya bisa mengerjakan sebagaian dan sebagiannya lagi baru akan dikerjakan sekarang, insyaAllah, karena agak berat karena berkaitan dengan ulasan referensi yang lebih mendalam. Semoga saja bisa terselesaikan malam ini sebelum shalat isya, dan bisa dikirim kembali ke editor.

Beginilah diri saya, yang terkadang tidak bisa tenang jika mendapatkan tantangan atau informasi yang menurut saya harus segera diselesaikan walaupun sebenarnya tidak seperti keadaannya, namun karena jika saya yang tidak bisa tenang jika tidak menyelesaikan segera, walaupun kedepannya saya harus selektif dan pintar menentukan mana yang harus segera diselesaikan mana yang tidak sehingga rasa suka terburu-buru ini tidak hanya keinginan sepintas semata namun benar-benar atas pertimbangan yang rasional sehingga tidak memutuskan dan mengambil langkah yang tepat sesuai yang diinginkan dan sesuai dengan yang seharusnya

Tarakan, 16/8/2020
Pukul : 6.23sore

15 Agustus 2020

Berhati-hati dalam ngobrol

Ketika kita ngobrol-ngobrol dengan orang, entah itu siapa, yang pertaama yang harus dipikirkan adalah sama siapa yang kita ajak ngobrol ini, bagaimana orangnya, bagaimana pandangan kita selama ini tentang orang ini, bagaimana track record dari orang-orang yang pernah terlibat obrolan dengan orang ini dan yang harus menjadi pertimbangan adalah apakah ketika kita ngobrol berkaitan dengan orang? nah jika sama orang maka kita harus waspada apakah orang ini berkaitan dengan orang yang kita ngobrol, karena akan menjadi masalah besar apalagi jika obrolan itu mengenai hal yang kurang baik karena tidak ada jaminan obrolan itu akan sampaik dama orang yang bersangkutan. Begitupun ketika kita curhat dan menyampaikan pandangan, kalau itu sangat pribadi dan tidak boleh dikonsumsi oleh banyak orang maka kita juga harus sadar diri bahwa kemungkinan ini kan tercium bisa memungkinkan. Saya termasuk tipekal yang sangat hati-hati dengan ini karena dari berbagai pengalaman yang ada, hal yang kita tidak sadari ternyata obrolan itu sudah menjadi konsumsi orang lain bahkan orang itu menyampaikan sendiri sama kita untuk mengklarfikasi, pastinya akan repot yang awalnya kita menduga hanya dikonsumsi hanya dengan orang kita obrolin orang pertama ternyata kenyataannya berbeda

Demikian juga kita orang lain ngobrol sama kita mengenai seseorang, hal yang harus dijaga bahwa orang ini sudah percaya sama kita untuk menyampaikan pandangannya dan kita harus menjaga itu dan bukan hak kita untuk menyampaikan sama orang lain apalagi mengumbarnya karena kita tidak punya kepentingan lain jikapun terjadi niat kita hanya satu yaitu "sengaja" membocorkan dengan kepentingan terselubung, karena kalau kita memang baik pastinya kita tidak ingin menyampaikan sama orang lain kalau memang niat awal kita baik dan akan menjadi rame jika ini menjadi konsumsi banyak orang apalagi berkaitan dengan masalah atau hal yang sensitif

Namun sebenarnya hal yang terpenting adalah tidak ngobrol untuk hal-hal seperti itu, mending tidak memulai obrolan jika memang ada yang mengajak sebaiknya hanya mendengar, tidak mengkomentari atau tidak menambah-nambahi, dan sebaiknya berprinsip bahwa lebih baik diam daripada bicara yang tidak benar, karena lidah tidak bertulang, lidah dan ucapan kita akan meminta pertanggungjawaban bukan hanya di dunia maupun diakhirat kelak, sehingga apa yang ada sekarang ini mending berprinsip berbicara baik atau lebih baik diam, itu saja :)

Tarakan, 15/8/2020
Pukul   : 5.57sore

Jangan Berubah Mesti Tidak Direspon Baik

Ketika kita bekerja dengan orang lain apalagi dalam banyak orang, kesalahan komunikasi atau hal yang lainnya menjadi hal yang biasa terjadi, Belum lagi jika posisi kita berada dibawah dari orang lain bukan hanya satu orang akan tetapi beberapa orang maka komunikasi dipuvut pimpinan menjadi hal yang sangat penting. Ada pengalaman ketika sedang melakukan kerjaan, ketika ada intruksi dari pimpinan di level satu untuk melakukannya, saya berusaha untuk melakukan sesuai dengan apa yang diarahkan, saya tidak mungkin melakukan sesuai dengan kehendak saya pribadi kalaupun ada dari saya paling tidak berupa saran. Nah ketika sudah menjalankan itu semua, belum lagi harus benar-benar mengatur waktu karena banyak kegiatan yang juga harus diselesaikan baik di rumah ataupun dikerjaan sehingga membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang full untuk itu. belum lagi untuk mengurus, mencari dan meyakinkan orang-orang yang terlibat itu tidak mudah. Seperti biasa ketika semua sudah dilakukan dan melibatkan banyak orang, pastilah pandangan dari kegiatan yang kita lakukan akan datang dari orang yang melihatnya bahkan terlibat di dalamnya. Begitu banyak yang menjadi sorotan, mulai melibatkan orang lain yang terlibat hingga mempertanyakan kontribusinya apa, kemudian komplenan orang-orang yang mengaggap orang yang terlibat tersebut tidak pantas, karena menyoroti orang yang terlibat maka merembes kepada bagaimana cara mengambil keputusan, kenapa tidak melibatkan orang lain, kenapa hanya satu arah. Kalau boleh membela diri, saat keputusan itu sudah melibatkan orang lain, dan disepakati cuman kebetulan saat itu  orang-orang yang sedang komplain tersebut tidak bergabung mungkin karena satu dan lain hal sehingga saat diputuskan dan diarahkan untuk ditindaklanjuti saat itu tidak hadir.

Namun apalah dikata, ketika kita sudah berusaha keras untuk menyukseskan acara dengan harus mengorbankan banyak hal dan seketika itu kita mendapatkan masukan yang sebenarnya bagus namun rasanya kurang pas untuk disampaikan seolah-olah mau "mengabaikan" peran orang yang dianggap tidak punya kontribusi padahal secara hukum masih merupakan bagian dari kepengurusan. Mungkin saya menjadi salah satu orang yang tidak senang jika kita melebeli orang dengan kelemahan yang dimiliki, kenapa kita tidak mengingatkan agar orang itu sadar dengan kelemahannya itu sehingga tidak merugikan orang lain. Rasa seperti "kurang dihargai" pasti ada, namun bukan berarti kita menuntut untuk dihargai akan tetapi paling tidak kita mencoba untuk menghargai dan melihat lebih jauh apa yang sudah dilakukan orang-orang ini untuk menyukseskan kegiatan yang juga membutuhkan pengorbanan ini dan itu. semua orang capeh semua orang sama punya kesibukan namun paling tidak kita bisa menghargai jerihpaya yang sudah dilakukan untuk itu semua. Namun  lagi-lagi bahwa kembali lagi kediri masing-masing.  saya yang sebagai orang biasa, yang hanya berniat membantu menyukseskan namun tidak bisa menyenangkan banyak orang hanya bisa melakukan sesuai instruksi sesuai masukan bersama bukan keinginan sendiri, itu yang utama, tetap berlaku baik meski tidak diperlakukan / direspon dengan baik

Tarakan, 15/8/2020
Pukul   : 5.30sore

14 Agustus 2020

Memahami Takdir

Berikut ini sedikit membahas takdir yang diulas oleh ust. Syafiq Riza Basalamah (SRB), Masalah takdir menjadi menarik karena berkaitan dengan kehidupan manusia yang menjadi rahasia ilahi, ketika manusia berusia 120 hari, nasib, ajal, rejeki sudah ditetapkan. selama ini manusia tidak tahu tentang itu. Pada Jaman Rasullullah ada yang bertanya kepada nabi, apakah Allah subhannah wata'alah sudah tahu siapa yang akan masuk surga dan siapa yang akan masuk neraka diantara kita. Nabi menjawab bahwa Allah tahu, karena tidak ada yang tersembunyi dari sisi Allah subhannah wata'alah, kemudian sahabat bertanya, untuk apa berama jika memang sudah ditentukan, Nabi kembali menjawab bahwa tugas kita sebagai manusia adalah beramal, semua manusia dimudahkan sesuai dengan penciptaan manusia apakah masuk surga atau masuk neraka. 

terdapat empat fase penempatan takdir manusia, pertama adalah ilmu. Allah sudah tahu apa yang telah terjadi, belum terjadi dan akan terjadi, bagaimana jika itu terjadi apakah kita masuk surga atau masuk neraka, Allah juga tahu kita kaya atau miskin, takdir itu tidak hanya berbicara tentang akhirat semata namun juga urusan dunia, namun perlu diketahui tidak ada manusia yang memang ditakdirkan miskin kalau dia tidak berusaha / bekerja keras, kita berusaha keras agar bisa kaya atau tidak miskin. proses kedua, pencatatan takdir, ini berada dalam Lauhuh mahfuzd. sebagaimana dalam riwayat nabi, bahwa Allah pertama kali menciptakan pena, pena (sendiri) digunakan untuk menulis apa yang akan terjadi sampai hari kiamat, Allah tahu berapa butir nasi yang kita masuk dalam perut kita, dan bagaimana jika nantinya nasi itu bisa membuat kita masuk perut, kemudian kita masuk rumah sakit lalu kita dirawat, semua kejadian itu Allah tahu, semua kejadian ditulis hingga hari kiamat. Atas dasar ilmu itu, itu ditulislah takdir manusia. ketiga, Masy'ah, Allah mengkehendaki itu terjadi, sesuatu itu bisa terjadi atas kehendak Allah. keempat, penciptaan, diciptakannya kejadian tersebut Allah. Yang ditulis malaikat, itu merujuk yang tulis dilauhu mahfuzh, sehingga ada takdir yang sudah ditulis 5000 tahun yang lalu sebelum penciptaan langit dan bumi.

Ada takdir setiap individu, ada buku setiap individu, yang ditulis ketika umur 120 hari. yang malaikat mencatatnya. ada takdir tahunan, yang turun pada saat malam lailatul qadar. karena malam itu ditetapkan semua urusan manusia dalam 1 tahun. Apakah takdir bisa dirubah? kita tidak pernah tahu takdir kita seperti apa, namun tugas kita adalah beramal, dan ada amalan yang bisa merubah takdir itu adalah doa, kata rasul, bahwa tidak ada yang bisa merubah takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur itu kecuali amal kebajikan. sehingga ada anjuran silarurahim / berbaik sama orang agar umur kita panjang. Ini semua takdir Allah subhannah wata'alah. Tgas kita sebagai manusia yang sudah ada takdir kita adalah dengan beramal, dan kita harus yakin bahwa semua yang ada dan kita lakukan Allah sudah ditentukan. Misalnya kita ketika mendapat musibah, maka orang yang percaya sama takdir tidak akan menderita hidupnya, karena yakin bahawa semua ini dari Allah dan akan meblai kepada Allah.  sambil berdoa, ya Allah berikan pahala dimusibahku dan berikan yang lebih baik. Kita mengetahui takdir kalau sudah terjadi. Tugas kita adalah beramal. saat bulan ramadhan, ada hambah-hambah yang divonis bebas dari api neraka. 

Tarakan, 14/08/2020
Pukul   : 5.51sore

12 Agustus 2020

Datang Awal Pulang Telat

Sejak dulu, saya tipekal orang yang kalau kerja selalu berupaya untuk all out karena prinsip saya dalam bekerja adalah berusaha melakukan yang terbaik. Mungkin orang akan melihat saya orang yang perfeksionis dan kaku dalam bekerja, kaku mungkin lebih berpegang teguh pada prinsip yang sudah dibuat dan diputuskan bersama, sikap fleksibel juga masih saya pegang, terutama pada hal-hal yang memang bisa dikompromikan. dulu-dulu banget, saya bahkan sampai lupa bahwa saya punya keluarga yang juga butuh perhatian, terkadang karena emosi yang tidak stabil maka bawaannya marah dan menjadi sensitif namun kesininya makin saya sadari bahwa saya bekerja keras adalah bukan hanya urusan dunia namun lebih diarahkan mendapatkan keridhoaan Allah subhannah wata'alah, sehingga saya berpikir panjang agar pekerjaan saya jangan sampai mengganggu waktu saya dengan keluarga, walau memang waktunya tidak terlalu banyak, memanfaatkan sela-sela waktu yang ada karena ketika di rumah juga saya banyak agenda latihan running dan juga menyita banyak waktu, sehingga ini benar-benar harus membagi waktu dan saya mulai belajar bahwa pekerjaan jangan dibawa ke rumah.

Akhir-akhir dengan kesibukan yang ada, saya mulai belajar untuk mendisiplinkan diri bahkan saya harus bekerja diluar jam normal. datang lebih awal dan pulang lebih lama. Demi apa? demi pancapaian target diri dan pekerjaan namun kebiasaan ini harus proporsional, jangan sampai semua meluluh tentang kerjaan, ada aspek-aspek lain yang hari dikembangan dengan banyaknya waktu yang saya gunakan dari pagi hingga jelang petang. selain pekerjaan saya harus mengembangkan diri baik untuk pengembangan profesional diri dan pengembangan diri. Pengembangan profesional diri seperti pengembangan target dalam profesi sebagai dosen dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi juga kegiatan penunjang. Untuk pengembangan diri lebih keaspek-aspek keimanan diri (spiritual dan religiusitas), pengembangan soft skill diri dan pengembangan perbaikan diri yang lain.

Datang awal dan pulang telat ini tidak dilakukan setiap hari dalam 5 hari kerja, ada hari-hari dimana saya agak telat karena harus laripagi dulu dan sore harus pulang sesuai jadwal karena harus lari sore :) namun apa yang saya lakukan ini tidak ada yang sia-sia, saya memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan beberapa target bahkan untuk menulis di blog ini., karena saat jam efektif bekerja saya fokuskan ke pekerjaan namun begitu masuk jam-jam ekstra diluar jam kerja saya pakai untuk pengembangan diri tersebut, semuanya saling berkaitan, pekerjaan untuk pengembangan diri, dan pengembangan diri untuk menunjang pekerjaan, sekali lagi tidak ada yang sia-sia selama kita memanfaatkan semua dengan benar dan proporsional karena salah satu hal yang tidak akan kembali adalah waktu dan kesempatan :) maka manfaatkan selagi semua masih ada dihadapan kita

Tarakan, 12/8/2020
Pukul    : 7.31pagi


11 Agustus 2020

Terus Mencari (renungan)

Apa ada yang berubah dengan diri saya? kalau fisik pasti berubah apalagi rambut hehehe, bukan itu tentunya mungkin orang-orang yang mengenal saya akan tahu seperti apa saya sebenarnya namun tidak sedikit hanya beberapa orang yang tahu persis namun yang benar-benar paham tentang seperti apa kita sebenarnya adalah diri kita sendiri. Namun tidak sedikit yang paham tentang ini, mungkin begitu banyak orang tidak mengenal diri mereka sendiri dan untuk bisa sampai ke tahap itu butuh perjalanan yang cukup panjang, renungan yang dalam tentang apa saja yang telah lakukan tentang apa yang yang kita inginkan, apakah kita nyaman dengan itu semua, apakah kita merasakan "damai" dengan kondisi kita. Namun kita harus hati-hati ketika kata damai itu tidak memiliki fondasi keagamaan, betulkah ini sesuai dengan kodrat kita sebagai manusia atau kita menjadi manusia-manusia "robot" tanpa identitias. Belum lagi kondisi kemajuan teknologi seperti saat ini, semua serba instan, semua serba dimudahkan bahkan semua yang ada menjadi tuntutan teknologi, hidup kita seolah dikendalikan dengan segala tuntutan teknologi, ketika kita tidur kita harus menggunakan ac, ketika pulang kerja ke rumah kita tidak lepas dari tontonan tv. 

Alhamdulillah, sejauh ini saya mulai mengenali seperti apa mau saya, apa kondisi-kondisi apa saya menjadi begitu baik, pada kondisi-kondisi apa rasa ibah saya begitu besar yang terkadang melumpuhkan logika, pada kondisi-kondisi apa yang membuat emosi saya dengan mudahnya terpancing, pada kondisi-kondisi mana saya tidak ingin diganggu, pada kondisi-kondisi mana saya tidak ingin mendengarkan masukan orang, dan kondisi-kondisi mana yang membuat hati saya begitu mudah tersentuh. Namun ini belum seberapa karena masih banyak yang belum terjawab, masih terus mencari, satu pegangan saya bahwa tujuan penciptaan manusia adalah menyembah sang Khaliq dan menjadi abdi / kalifah di muka bumi. itu saja namun semua kita perlu mencari lebih jauh, dari semua yang ada, karena tidak semua yang kita ketahui semua menjadi misteri namun kita tetap harus berdoa dan berikhtiar untuk menjadi diri yang lebih baik lagi

Tarakan, 11/8/2020
Pukul    : 6.14sore

Padatnya kegiatan

Sejak minggu lalu menjadi hari-hari yang menyibukkan dengan berbagai kegiatan, selain di tempat kerja dengan banyak aktifitas menjelang perkuliahan, akhir-akhir ini saya mengelolah zoominar hingga 3 minggu ke depan mulai menghubungi pemateri menentukan moderator mengkonsultasikan kepada ketua hingga membantu teknis pelaksanaan zoominar. Minggu lalu menjadi pengalaman yang menjadi pelajaran untuk kedepannya. belum lagi masalah-masalah teknis yang muncul selama zoominar :) mulai dari slideshoe yang tidak nampak, suara-suara yang masu, dan paling sering ketika memmutar vidio tiba-tiba hang selama putar lagu dan video. kegiatan ini di luar rutinitas running setiap senin sore, rabu dan sabtu pagi serta rutinitas mendampingi atiyah untuk mengirimkan tugas TK setiap harinya.  Kesibukan ini menjadi tantangan tersendiri terutama bagaimana mengatur waktu sebaik mungkin. Minggu-mingu ini hingga 3 minggu kedepan harus menjalankan bimbingan mahasiswa semester 2 praktik klinik yang harus di rumah sakit karena kondisi pandemi korona seluruh kegiatan praktik klinik dipindahkan ke kampus demikian juga mahasiswa semester 6 yang sedang menyusun tugas akhir, mau tidak mau harus melakukan bimbingan dan pemeriksaan tugas rutin mereka. semua kesibukan ini berlangsung di minggu-minggu yang sama.

Rutinitas di prodi keperawatan juga membutuhkan kerja yang ekstra, sebagai langkah awal dalam melakukan aktifitas akademik setelah penggabungan dua institusi dan penambahan 1 prodi, dimana segala persiapan perkuliahan harus disiapkan saat ini. Rutinitas akademik mulai dari penentuan kegiatan akademik untuk keperawatan politeknik, harus membenahi kembali susunan kurikulum yang diselaraskan dengan ketentuan yang berlaku di politeknik, mulai menyusun koordinator departemen, menyusun koordinator mata kuliah, hingga mengkoordinir kegiatan akademi mahasiswa di prodi. Ini menjadi tantangan tersendiri ketika peran di tempat kerja, peran di organisasi dan peran di rumah sendiri bahkan menjalankan hobi sendiri  menuntut kita untuk disiplin dan konsisten. Tidak ada yang harus diabaikan, semua harus berjalan beriringan walau mungkin hasilnya tidak seperti ketika kegiatan-kegiatan tidak bersamaan sehingga kita bisa fokus mengerjakan. jangan mengeluh, ambil sisi positifnya ini menuntut kita untuk lebih menghargai waktu. semangat

Tarakan, 11/8/2020
Pukul   :  8.14 pagi 

07 Agustus 2020

Mengelolah Zoominar (Pengalaman Terlibat Langsung)

Zoominar yang diadakan oleh DPW PPNI selama dua minggu belakangan menjadi tantangan tersendiri buat saya, sebelumnya ada teman-teman di devisi informasi dan komunikasi yang banyak berperan, bahkan mereka sudah duluan mengadakan pertemuan sebelum saya bergabung di group. Untuk di DPW memang ini merupakan tugas saya karena bertanggungjawab langsung dengan pendidikan dan pelatihan termasuk seminar. Mengikuti tren selama pandemi, banyak orang lebih banyak menggunakan zoom sebagai media untuk meeting atau seminar khusus untuk seminar di zoom dikenal dengan istilah zoominar. Selama ini saya hanya sebagai memantau kegiatan kebetulan pada saat kemarin-kemarin itu begitu banyak kesibukan yang bersamaan dengan kegiatan zoominar sehingga beberapa kegiatannya langsung ditangani oleh ketua DPW Kaltara, saya sebagai berikut alias mengikut aja karena memang sejak awal tidak mengikuti perkembangannya. Barulah zoominar ke-6 ketika saya menjadi pemateri keterlibatan saya mulai terlihat karena sebagai narasumber juga memantau dari kejauhan bahkan 2 zoominar sebelum saya malah saya tidak mengikuti karena berbagai kendala terutama kesibukan di kampus dan saat setelah zoominar berakhir setelah saya membawakan materi terjadi diskusi bahwa kedepannya akan adakan topik ini dan itu dan melibatkan ketua DPD di kalimantan utara, mau tidak mau saya harus terlibat secara langsung. 

Senin, minggu ini merupakan awal saya mulai menghubungi pemateri, mulai mengingatkan materi yang akan disampaikan namun hanya satu ketua DPD yang memberikan respon hingga selasa sore, jadi rabu pagi begitu sedang lari pagi, ketua DPW memberikan instruksi untuk memberikan tema yang ditentukan kepada semua pemateri, saya menghubungi satu persatu, dari 5 ketua DPD, hanya 1 yang berhalangan sehingga saya meminta untuk mencarikan pengganti dan temanya diserahkan kepada kepada yang bersangkutan, akhirnya ada pengganti dan jadwal fix, nah sekalian sorenya saya menghubungi moderator, satu persatu dari 3 yang ditawarkan, hanya 1 yang berhalangan sehingga harus mencari pengganti saya menhubungilah teman yang berada di Nunukan untuk menjadi pemateri, alhamdulillah fix.  Kamis malam menjadi malam untuk breafing dan membicarakan masalah teknis. Awalnya tidak ada kendala, hanya belum terhubungnya moderator dan ketua DPD, namun tidak lama menghubungi itupun melalui perantaraan teman yang telah bersedia menjadi moderator dan rupanya kehadiran teman ini cukup memberikan manfaat dengan masalah teknis yang dihadapi. Moderator terhubung namun bermasalah dengan sound yang tidak muncul, sudah diarahkan berbagai cara namun masalahnya ada di speaker laptopnya karena tidak bisa mengeluarkan suara dan ini berlangsung hingga breafing berakhir hingga jam 10 malam, saya janjian untuk bisa mengarahkan.

Paginya saya menghubungi moderator, dia menyampaikan baru mau mencoba, dan begitu siang sekitar jam 11 saya menghubungi saya menanyakan apa kendalanya masih ada atau seperti apa, karena bertepatan shalat jum'at saya tidak melanjutkan komunikasi dengan moderator, barulah setelah shalat jum'at saya membaca pesan moderator bahwa laptopnya belum mensupport dan dia meminta untuk mengganti, sebenarnya saya sudah menghubungi calon pengganti dan belum di respon. Saya coba untuk kembali berkomunikasi dengan moderator saya menanyakan apakah dia menggunakan aplikasi zoom di hp ternyata ada, dan saya arahkan bahawa, laptopnya digunakan untuk memantau w.a group untuk koordinasi sementara hp digunakan untuk ikut meeting. alhamdulillah masalah teratasi dan moderator menjadi siap. Begitu pemateri masuk semua, dan 5 menit akan dimulai tiba-tiba ditempat saya stand by mati lampu. astaghfirullah, saya menghubungi ketua DPW agar ditunda beberapa menit sambil saya cari lokasi yang nyala lampu, saya menghubungi tetangga dan dia mengatakan nyala lampu di daerah sana sehingga tanpa pikir panjang saya meluncur ke rumah. alhamdulillah saya bisa bergabung dengan zoom.

sekitar 10 menit mundur dari jadwal dan saat itu segera dimulai pembukaan, ada kendala teknis suara lagu tidak keluar dari laptop saya padahal saat test suaranya keluar. entah  masalah saya pake headset atau saya lupa mengaktifkan suara, itu yang belum terpecahkan sampai berakhirnya zoominar karena begitu menstell lagu penutupan zoominar juga tidak terdengar padahal sudah aktif suara namun saya masih pake headset, apa masalahnya disitu :( kayaknya . kembali ke awal zoominar, saat pemateri pertama menyampaikan materi, rupanya pemateri kedua tidak terkonek suaranya, kayaknya masalahnya laptop tidak mensupport persis sama dengan masalahnya moderator, lagi-lagi ada teman yang jadi moderator di hari ahad nanti yang membantu memberikan solusi, saya minta tolong menghubungi atau mendatangi langsung pemateri kedua, dan sudah didatangi karena kendala jaringan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah teman ini karena support jaringan cukup baik. alhamdulillah masalah teratasi pemateri sudah bisa berbicara walau harus menggunakan ID teman moderator ini. Qadarallah, apa yang terjadi 2 hari ini menjadi hal diluar kendali saya sebagai manusia, mungkin ini masalah teknis namun satu hal yang menjadi renungan saya, kehadiran teman moderator di nunukan ini menjadi solusi dari masalah dua hari ini, saya tidak menduga bahwa feeling saya begitu kuat untuk melibatkan dia jadi moderator padahal posisi dia sebagai pengganti karena yang ditawarkan pertama tidak bersedia karena terkendala dengan waktu. 

Cukup banyak hikmah dan pelajaran yang dipetik dari pengalaman beberapa hari ini, saya begitu banyak belajar banyak hal terutama tentang peran dibalik layar zoominar, tidak mudah memang karena rata-rata masalah teknis tidak bisa dihindari apalagi jika semuanya bergantung pada teknologi, entah itu laptop, hp dan paling menentukan adalah jaringan. Ini menjadi pengalaman berharga karena masih ada zoominar-zoominar yang akan menyusul, tetap semangat tetap melihat semuanta secara positif. :)

Tarakan, 7/8/2020
Pukul   : 5.38sore

Ikhlaskan (tertipu jual beli online)

Dua hari yang lalu saya melakukan transaksi online, sudah lama saya mendambakan jam pintar yang bisa digunakan untuk belari (running), fitur yang saya paling inginkan itu adalah sutarasi oksigen dan detak jantung biasanya kalau ada dua fitur itu akan dilengkapi dengan tekanan darah. Sebelumnya, sebulan lalu sempat melakukan rencana pembelian jam tersebut namun fitur tentang saturasi oksigen ini tidak ada, karena terlanjur menghubungi kontak yang ada. Namun karena ada yang kurang sreg akhirnya saya menunda melakukan transaksi, alasan yang paling kuat saat itu respon penjual ini terkesan lambat, sehingga saya menilai kurang serius melayani pelanggang, sampai-sampai saya menanyakan kepada orang-orang yang pernah melakukan transaksi online, ada yang bilang harus sesuai dengan komitmen awal saat transaksi, bagaimana barangnya, apa masih utuh atau bagaimana. nah saat itu saya meminta untuk pembayaran COD karena untuk meyakinkan bahwa ini bukan penipuan, karena penilaian itu maka saya memutuskan untuk tidak mentrasnsfer. 

Nah, kembali kedua hari yang lalu, saat menghubungi secara online melalui w.a ternyata cukup cepat direspon, saking cepatnya direspon, penjualnya juga menyarankan untuk segera melakukan transfer biar barangnya dipersiapkan. Sempat menanyakan kepastian barangnya apa sesuai dengan yang ada di web, saya melakukan transfer sejumlah 271rb, jumlahnya cukup murah bila dibandingkan dengan transaksi di jam sebelumnya ditambah lagi fiturnya sesuai yang saya inginkan. setelah transfer, saya menanyakan paketnya via apa, dan dijawab melalui pos. Kemarin pagi saya coba menghubungi dan menanyakan resi pengiriman barangnya, namun tidak di respon. saking penasarannya saya menghubungi dengan nomor w.a yang lain, cukup lama direspon namun tetap dijawab, anehnya pesan saya yang duluan masuk di nomor w.a yang saya gunakan menghubungi malamnya malah tidak digubris bahkan tidak dijawab, padahal w.a si penjual aktif. ketika masih menggunakan w.a lain menanyakan IG si penjual ini tidak direspon, kayaknya si penjual ini sudah tidak merespon. Setelah melihat respon ini akhirnya saya berkesimpulan ini sudah ketipu (online)

Nyesek sih, tapi bagaimana lagi, mungkin ini sudah jalan saya. Saya sudah berupaya untuk mengantisipasi segala bentuk penipuan online namun kali ini tidak bisa saya hindari apalagi saya melihat apa yang saya inginkan ada disitu, baik harganya murah, tanpa curiga ini tidak wajar dan bisa jadi modus penipuan, mungkin karena kepercayaan saya walaupun belum kenal betul dan belum tahu track record si penjualnya, sehingga akhirnya terjadi seperti ini. Namun saya yakin ini ada hal positif yang saya ambil, uangnya belum terlalu besar jumlahnya bagi saya walaupun kalau dipikir-pikir bisa digunakan untum beli makan ini atau itu :) namun karena sudah jalannya bukan rejeki saya untuk menikmati itu, maka saya harus ikhlas seikhlas-ikhlasnya, bukan ikhlas tapi masih ngungkit-ngungkit masih mikirkan kenapa bisa seperti ini, ya udah, ikhlaskan karena tidak mungkin akan kembali, insyaAllah akan diganti dengan barang yang lebih baik, jadikan ini sebagai pelajaran untuk lebih hati-hati jika akan melakukan transaksi online, pelan-pelan mengecek barang, pastikan track recordnya, kalau bisa cek IG  di sosmednya dan testimoni, jika tidak maka waspadalah bisa jadi itu modus penipuan

Tarakan. 7/8/2020
Pukul    : 8.02pagi

05 Agustus 2020

Jangan Mencari Perhatian

Saya memiliki teman sudah seperti saudara, selaian teman yang berada di Bandung seperti cerita sebelumnya, ada teman yang benar-benar keberadaannya sangat dibutuhkan. Memberikan support ketika kita butuh dukungan, memberikan masukan ketika  lagi ada  masalah dan ikut mendoakan ketika kita lagi mengharapkan sesuatu. Saking dekatnya hampir setiap hari saya menjalin komunikasi sekalipun itu hanya menanyakan kabar dan kerjaan atau hanya mengingatkan untuk shalat atau ngaji.  Secara pribadi kehadiran teman ini cukup banyak membantu, kehadirannya sangat dibutuhkan. walau umur hanya terpaut 11 bulan, dia lebih duluan lahir, dia januari saya desember di tahun yang sama. Hal yang menyenangkan adalah ketika obrolan di w.a itu selalu nyambung dan sesering juga memberikan feedback yang sama. saling support terkadang kadang dari saling memberikan komentar di story w.a walau hanya dengan motion. Komunikasi kamipun tidak hanya masalah pekerjaan namun juga saling mengingatkan dalam kebaikan dalam urusan agama. 

Namun dibalik semua itu, namanya manusia mudah sekali suasana hati berubah. ketika ada masalah teman ini akan mudah ditebak, komunikasi di chat menjadi "garing" dan tidak bernyawa seperti saat-saat yang dulu namun ketika masalah tersebut mendapatkan solusi, apalagi solusi itu datang dari saya maka seketika mood teman ini cepat berubah seperti sedia kala. Ketika sibukpun akan nampak dari respon dia membalas pesan. Ketika kesibukan itu tidak disertai dengan mood yang  baik maka akan seketika jawaban dalam w.a itu cukup singkat bahkan hanya dibaca :) Namun ketika masalah itu dalam kondisi mood yang baik maka dia akan menyampaikan apa kesibukannya dan meminta maaf karena akan lambat merespon chat. Demikian juga kalau saya pasang story biasanya akan dibaca bahkan dikomentari namun ketika lg sibuk-sibuknya semua akan terlewatkan. Bahkan saat mengirim pesan dan mengharapkan dia membalas, namun semua akan sia-sia karena ketika lagi tidak mood maka pesan yang terkirim hanya dibaca tanpa balasan bahkan tanpa mngirim motion.

Beberapa belakangan ini saya sadar, bahwa setiap manusia memiliki batasan, kadang-kadang lagi malas untuk berkomunikasi bahkan malas untuk melihat story. Ini menjadi pelajaran buat diri saya pribadi untuk memahami dan tahu kondisi seperti ini. Bahkan jangan pernah berharap bahwa teman ini selalu ada ketika kita butuhkan karena dia manusia biasa, punya masalah, punya kesibukan dan bisa jadi ingin suatu waktu tidak ingin diganggu, sama seperti kita ingin seperti ini ingin seperti itu mungkin juga teman akan merasakan hal yang sama. Jangan cepat mengambil kesimpulan hanya karena melihat respon teman seperti itu, toh ini juga bukan yang pertama kalinya, ini ada menjadi siklus kehidupan yang harus dipahami kapan harus bersikap kapan harus didiamkan. Asal kita jangan ikut-ikutan berubah, tetap seperti selama ini, jangan paksakan teman harus ikut kemauan kita, jangan paksakan kondisi hanya karena kita yang tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap, jangan  dengan sengaja mencari perhatian hanya karena mau memastikan teman ini sudah berubah atau tidak. Yang harus kita lakukan pahami, lalu pahami terus pahami sampai kita sadar sadar bahwa teman kita memiliki wilayah privasi yang tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk kita yang mengaku-ngaku sudah lama mengenal namun kurang empati :) semoga saja tidak, jangan merusak pertemanan hanya karena keegoisan kita. Ingat teman juga adalah manusia biasa, punya kelebihan kelemahan, punya titik klimaks juga titik jenuh yang kesemua itu memperngaruhi cara bersikap dan berpandangan.

Tarakan, 5/8/2020
Pukul   : 5.55sore

Tetap Seperti Dulu

Ada teman, yang sudah cukup lama dikenal terutama selama di Bandung. Saking dekatnya saya sudah menganggap sebagai saudara, walau teman ini umurnya 3 tahun di bawah saya, namun komunikasi kami tetap jalan. Awalnya kami hanya berkomunikasi melalui sosmed, dan seperti biasanya komunikasi berjalan lancar dan saling berbagi cerita, walau kami belum terlalu kenal namun komunikasi cukup nyambung satu sama lain. Namun makin kesininya ada yang menjadi pertanyaan dalam diri saya, pada kondisi-kondisi tertentu teman ini suka menghilang dan sulit dihubungi dalam beberapa pekan, namun akan kembali muncul dan menyampaikan maaf karena baru merespon, nanti komunikasi akan kembali terjalin dan pada kondisi-kondisi tertentu komunikasi kembali terhenti dan teman ini sulit dihubungi lagi. Saya belajar untuk memahami kondisi ini, dan melihat bahwa ketika teman ini lagi menceritakan masalah atau kegalauannya maka seketika dia akan menghilang dalam beberapa pekan dan nanti akan kembali. Ini kejadian bukan satu dua kali, bahkan pernah 1 waktu dia benar-benar menghilang dan saat itu entah ada hubungannya atau tidak saya melakukan sedikit kesalahpahaman yang membuat dia "marah" tapi tidak lama dia seperti biasa, cuman pas setelah bertemu dan sempat saling chat dan tidak lama dia menghilang cukup lama.

Suatu waktu, kebetulan saya ada keperluan di daerah tempat tinggal dia, walau sebenarnya tidak tahu persis dimana tempatnya hehehe sempat lihat-lihat kali aja ada dia lewat. dan ini hampir 2-3 kali dan selalu terlintas kali aja ketemu di jalan dan hanya mau memastikan kabarnya. hehehe. hampir kurang lebih 4 bulan tidak saling komunikasi, tiba-tiba saya mendapatkan informasi dari adik bapak kos di bandung kalau ada yang nyariin siang tadi, saat itu posisi saya lagi di sumedang namun si bapak lupa nanyain nama yang nyari itu, ketika saya menanyakan ciri-cirinya, dan disebutkan ini dan itu, spontan saya tersenyum yang nyari ini teman yang hilang kontak ini. Berharap suatu saat bisa kembali bertemu, karena seingat saya dia pernah cerita kadang-kadang berlalu lalang didaerah kosan itu untuk urusan kerjaan, mungkin tadi pas dia lagi ada disitu. Mungkin berselang 2 minggu, ketika saya balik ke kos, tiba-tiba melihat kertas di bawah pintu bertuliskan nomor handphone dan ada tulisan nama, saya tersenyum rupanya tebakan saya tidak saya. akhirnya saya hubungi dan dia mau mampir selepas kerja.

Komunikasi kami kembali berjalan lancar, namun sifat teman ini yang membatasi komunikasi tidak berubah, ketika dia punya masalah dia akan memblokir nomor saya, mungkin dia tidak ingin diganggu dulu, dan kadang-kadang saya sengaja miscall hanya untuk memastikan nomornya aktif atau tidak. namun tidak berlangsung lama mungkin hanya beberapa hari atau tidak lebih dari seminggu hingga pada saatnya saya kembali ke Tarakan, dia sempat main ke kosan sekalian untuk perpisahan. di tahun 2018 setelah kembali di Tarakan, saya dua kali kembali ke bandung karena ada kegiatan dan saat itu kami bertemu. tahun 2019 menjadi tahun yang cukup dilema bagi teman saya ini, terutama saat pertengahan mei tiba-tiba teman mengalami kecelakaan namun dampaknya terasa setelah 1 bulan kemudian didiagnosa mengalami saraf terjepit dan dia begitu terpukul sebagai teman saya memberikan support, namun tidak seberapa rupanya teman ini benar-benar tidak ingin diganggu dulu, hingga pernah saya ke bandung dan saya sengaja tidak menghubungi dia biar dia fokus dengan terapi di jalankan. Komunikasi kamipun tidak lancar dan saya mencoba untuk memahami itu dan tidak sadar kalau nomor saya diblokir. lagi saya paham kalau teman lagi ada masalah besar pasti akan seperti ini. sekitaran dua bulan tiba-tiba dia menghubungi dengan menggunakan nomor baru namun hanya aktif di jam masuk kerja dia dan bagi saya ini tidak masalah selama masih bisa kirim pesan dan bisa tahu kabar teman ini terutama perkembangan kesehatannya.

Komunikasi kami menjadi sangat berjarak namun satu waktu kadang-kadang komunikasi begitu intens namun hanya di hari itu saja berikutnya kembali berjarak dan ini berlangsung hingga pertengahan juni 2020 (hampir 8 bulan). Sekitar 2 minggu yang lama, ketika saya lagi menyelesaikan pekerjaan kantor dan mengecek Hp, ada notifikasi w.a yang masuk dan ternyata dari teman ini. dia menanyakan kesibukan saya dan saya menyampaikan kalau kerjaan saya sudah beres, dia bercerita panjang tentang kondisi kesehatannya saat ini dan merasakan kehawatiran yang luar biasa, seperti sebelum-sebelumnya saya memberikan support dan dia juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini, komunikasi yang berjarak dalam 8 bulan terakhir ini karena ada masalah baru yang muncul, lagi-lagi ketika mendengarkan itu semua yang saya lakukan adalah memberikan support.ga terasa komunikasi terus berlanjut hingga malam bahkan paginya. lagi-lagi saya menyampaikan dukungan bahwa apa yang dia khawatirkan itu tidak bakalan terjadi. komunikasi ini berlangsung hingga dua tiga hari, saking cemasnya teman ini dan mencari teman untuk bercerita, dan saya adalah orang paling tepat untuk mendengarkan itu. hehehe dalam diri saya terucapkan kata : selama ini?? hehehe, lagi-lagi saya menyampaikan apapun sikapnya selama ini saya tidak berubah dan akan memberikan informasi yang dibutuhkan dan selalu meyakinkan bahwa apa yang dikhatirkan itu tidak berdasar. 

Yang membuat saya kaget, teman ini berubah 180 derajat, tiba-tiba nomor hp yang hanya bisa dihubungi saat kerja, ternyata diaktifkan juga saat dia di rumah. dia mengabarkan kondisi kesehatannya dan terakhir dia mengkhabarkan dia sudah pulih. dalam beberapa waktu, dia mengabarkan aktifitasnya dan bahkan sempat ngobrol-ngobrol santai tentang kondisi keluarga dia dan perjalanan hidup dia selama ini :). Syukurlah teman ini sudah kembali seperti yang dulu saya kenal, namun saya juga tetap memahami dan tahu bahwa ada waktu-waktu teman ini tidak ingin diganggu dan saya hanya mengirim pesan hanya menanyakan kabar dan membuka komunikasi jika teman ini duluan membukanya karena belajar dari pemgalaman yang sudah-sudah dia mudah berubah dan tiba-tiba menghilang dan mungkin ini tidak seketika hilang karena sudah merupakan tabiat dari teman ini. Bagi saya, apapun kondisi teman ini, saya pahami, mau seperti apa sikapnya saya hargai, mau dia seperti dulu-dulu menghilang dan membatasi komunikasi saya maklumi, karena saya sendiri tidak akan berubah, saya masih seperti dulu seperti yang dia kenal. itu saja :)

Tarakan, 5/8/2020
Pukul   : 5.30sore

01 Agustus 2020

Belajar menjadi Pendegar

Posisi pekerjaan saat ini, menuntut saya untuk memiliki skill untuk menjadi pendengar yang baik. Belajar tidak "menghakimi" pandangan orang lain tentang apapun, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan. Memang tidak mudah untuk menjadi pendengar yang baik, kita hanya mendengarkan tanpa harus mengoreksi, tanpa harus masuk kedalam isi pembicaraan apalagi ada yang berkaitan dengan pekerjaan kita, apalagi yang berkaitan dengan kondisi kita, kita dituntut jangan langsung menyimpulkan tanpa dasar, orang membutuhkan "pengertian" atau "pemahaman" dari kita, biarkan semua itu mengalir apa adanya tanpa hambatan, biarkan orang bercerita tanpa harus dihalang-halangi, ketika sudah waktunya pas dan kita nilai bahwa teman / rekan kerja membutuhkan penguatan maka disaat itulah kita masuk dan memberikan support mungkin nasehat, jika ada yang harus dikoreksi harus benar-benar disampaikan dengan begitu "hati-hati" jangan sampai ada kesan menyalahkan, sekalipun memang ada yang salah namun penyampaiannya harus membawa dia pada kesadaran bahwa ada hal yang salah dan harus dia perbaiki.

Minggu lalu, saya dikagetkan dengan obrolan dengan  teman, tiba-tiba dia datang mengatakan bahwa dia lagi butuh teman untuk cerita, dia menghubungi saya karena dia yakin dan tahu selama ini saya sebagai pendengar yang baik :) hehe kaget sih kaget, karena kehadiran teman ini tiba-tiba karena selama ini  agak berjarak komunikasi kami, saya sic tidak jadi masalah selama saat itu saya tidak ada kesibukan yang sangat membutuhkan konsentrasi penuh, saya akan tetap menjalani, saking seriusnya dia berbagi cerita dari pagi hingga malam, tentunya sambil-sambil menyelesaikan pekerjaan, dia sedang bekerja disana dan saya juga sedang menyelesaikan pekerjaan disini. Akhirnya saya sadar bahwa dengan menjadi menjadi pendengar selama ini, menumbuhkan keperjaan sama teman / rekan, selama hanya konsumsi kita sendiri bukan konsumsi publik. ini menjadi modal baik untuk mengembangkan skill saya menjadi pendengar yang baik semoga banyak orang yang mendapatkan faedah dengan posisi saya hanya mendengarkan keluh kesah, masalah-masalah orang :) 

Tarakan, 1/8/2020
Pukul   : 6.28 Sore pas azan maghrib 

Halo Agustus

Hari ini merupakan hari pertama di bulan Agustus, bulan ini merupakan perayaan kemerdekaan RI dan pada bulan ini juga akan dirayakannya bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender islam. Begitu banyak yang sudah terlewati dalam beberapa minggu ini, mulai dari dimulainya amanah di pekerjaan dengan segala tantangan dan probematikanya. Dalam kehidupan pertemanan juga memiliki pasang surut, ada yang tiba-tiba datang kembali, ada yang menjadi begitu dekat setelah sekian sering bertemu saat lari sore hingga kondisi yang semakin meyakinkan untuk bagaimana bersikap dalam pertemanan, bahkan dibulan ini juga ada teman sudah dianggap adik atau pokanan sendiri akhirnya diterima untuk menjalankan pendidikan sebagai brimob. Dalam keluarga, alhamdulillah anak-anak semakin menggemaskan dengan segala keunikan masing-masing. Musim sekolah sudah dimulai di dua pekan kemarin dan pembagian tugas antara istri dan saya dalam mendampingi menyelesaikan tugas-tugas dari ana-anak. Istri mendampingi anak yang di SD dan saya yang di TK, di tengah-tengah kesibukan dalam kerjaan harus benar-benar membagi waktu agar tugas anak tidak terabaikan atau terlupakan karena setiap hari harus menyetor tugas.

Selanjutnya di bulan Agustus ini menjadi titik awal dalam pekerjaan, menyelesaikan tugas dan target dalam setiap bulannya, harus benar-benar menyusun perencanaan dengan baik, lebih fokus dengan pencapaian-pencapaian serta melihat lebih komprehensif dan terintegrasi terhadap persoalan yang muncul, lebih mengutamakan mendengarkan apa yang menjadi pertimbangkan rekan-rekan, tidak menonjolkan "kehebatan" sendiri seolah-olah mengabaikan orang lain, jadikan selama 6 tahun bekerja sebagai wadir 1 sebagai bagian dalam pertimbangan dalam mengambil keputusan. Ingat jangan sampai dalam keadaan emosi dan marah mengambail keputusan, jangan sampai ketidakenakan sama salah satu orang hingga membuat benteng bahkan mau menghalang-halangi orang lain untuk mengembangkan diri, kita harus menjadi bagian dari kesuksesan dan perkembangan orang lain, dan mengabaikan hal-hal yang menjadi "cerita" orang lain, selama menurut kita sudah berjalan sesuai dengan koridor dan kesepakan bersama. harus mengantisipasi dan jangan terus dengarkan orang-orang yang memiliki niat "tidak baik" terhadap institusi sekalipun menurut mereka baik belum tentu baik untuk kita. Sekali lagi, posisi saat ini hanya sebagai amanah, bukan sebagai tujuan, yang diharapkan hanya keridhoaan Allah subhannah wata'alah, ini hany menjadi salah satu media untuk mendapat kebaikan dalam kehidupan ini.

Tarakan, 1/8/2020
Pukul   : 6.07sore