Ada teman, yang sudah cukup lama dikenal terutama selama di Bandung. Saking dekatnya saya sudah menganggap sebagai saudara, walau teman ini umurnya 3 tahun di bawah saya, namun komunikasi kami tetap jalan. Awalnya kami hanya berkomunikasi melalui sosmed, dan seperti biasanya komunikasi berjalan lancar dan saling berbagi cerita, walau kami belum terlalu kenal namun komunikasi cukup nyambung satu sama lain. Namun makin kesininya ada yang menjadi pertanyaan dalam diri saya, pada kondisi-kondisi tertentu teman ini suka menghilang dan sulit dihubungi dalam beberapa pekan, namun akan kembali muncul dan menyampaikan maaf karena baru merespon, nanti komunikasi akan kembali terjalin dan pada kondisi-kondisi tertentu komunikasi kembali terhenti dan teman ini sulit dihubungi lagi. Saya belajar untuk memahami kondisi ini, dan melihat bahwa ketika teman ini lagi menceritakan masalah atau kegalauannya maka seketika dia akan menghilang dalam beberapa pekan dan nanti akan kembali. Ini kejadian bukan satu dua kali, bahkan pernah 1 waktu dia benar-benar menghilang dan saat itu entah ada hubungannya atau tidak saya melakukan sedikit kesalahpahaman yang membuat dia "marah" tapi tidak lama dia seperti biasa, cuman pas setelah bertemu dan sempat saling chat dan tidak lama dia menghilang cukup lama.
Suatu waktu, kebetulan saya ada keperluan di daerah tempat tinggal dia, walau sebenarnya tidak tahu persis dimana tempatnya hehehe sempat lihat-lihat kali aja ada dia lewat. dan ini hampir 2-3 kali dan selalu terlintas kali aja ketemu di jalan dan hanya mau memastikan kabarnya. hehehe. hampir kurang lebih 4 bulan tidak saling komunikasi, tiba-tiba saya mendapatkan informasi dari adik bapak kos di bandung kalau ada yang nyariin siang tadi, saat itu posisi saya lagi di sumedang namun si bapak lupa nanyain nama yang nyari itu, ketika saya menanyakan ciri-cirinya, dan disebutkan ini dan itu, spontan saya tersenyum yang nyari ini teman yang hilang kontak ini. Berharap suatu saat bisa kembali bertemu, karena seingat saya dia pernah cerita kadang-kadang berlalu lalang didaerah kosan itu untuk urusan kerjaan, mungkin tadi pas dia lagi ada disitu. Mungkin berselang 2 minggu, ketika saya balik ke kos, tiba-tiba melihat kertas di bawah pintu bertuliskan nomor handphone dan ada tulisan nama, saya tersenyum rupanya tebakan saya tidak saya. akhirnya saya hubungi dan dia mau mampir selepas kerja.
Komunikasi kami kembali berjalan lancar, namun sifat teman ini yang membatasi komunikasi tidak berubah, ketika dia punya masalah dia akan memblokir nomor saya, mungkin dia tidak ingin diganggu dulu, dan kadang-kadang saya sengaja miscall hanya untuk memastikan nomornya aktif atau tidak. namun tidak berlangsung lama mungkin hanya beberapa hari atau tidak lebih dari seminggu hingga pada saatnya saya kembali ke Tarakan, dia sempat main ke kosan sekalian untuk perpisahan. di tahun 2018 setelah kembali di Tarakan, saya dua kali kembali ke bandung karena ada kegiatan dan saat itu kami bertemu. tahun 2019 menjadi tahun yang cukup dilema bagi teman saya ini, terutama saat pertengahan mei tiba-tiba teman mengalami kecelakaan namun dampaknya terasa setelah 1 bulan kemudian didiagnosa mengalami saraf terjepit dan dia begitu terpukul sebagai teman saya memberikan support, namun tidak seberapa rupanya teman ini benar-benar tidak ingin diganggu dulu, hingga pernah saya ke bandung dan saya sengaja tidak menghubungi dia biar dia fokus dengan terapi di jalankan. Komunikasi kamipun tidak lancar dan saya mencoba untuk memahami itu dan tidak sadar kalau nomor saya diblokir. lagi saya paham kalau teman lagi ada masalah besar pasti akan seperti ini. sekitaran dua bulan tiba-tiba dia menghubungi dengan menggunakan nomor baru namun hanya aktif di jam masuk kerja dia dan bagi saya ini tidak masalah selama masih bisa kirim pesan dan bisa tahu kabar teman ini terutama perkembangan kesehatannya.
Komunikasi kami menjadi sangat berjarak namun satu waktu kadang-kadang komunikasi begitu intens namun hanya di hari itu saja berikutnya kembali berjarak dan ini berlangsung hingga pertengahan juni 2020 (hampir 8 bulan). Sekitar 2 minggu yang lama, ketika saya lagi menyelesaikan pekerjaan kantor dan mengecek Hp, ada notifikasi w.a yang masuk dan ternyata dari teman ini. dia menanyakan kesibukan saya dan saya menyampaikan kalau kerjaan saya sudah beres, dia bercerita panjang tentang kondisi kesehatannya saat ini dan merasakan kehawatiran yang luar biasa, seperti sebelum-sebelumnya saya memberikan support dan dia juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi selama ini, komunikasi yang berjarak dalam 8 bulan terakhir ini karena ada masalah baru yang muncul, lagi-lagi ketika mendengarkan itu semua yang saya lakukan adalah memberikan support.ga terasa komunikasi terus berlanjut hingga malam bahkan paginya. lagi-lagi saya menyampaikan dukungan bahwa apa yang dia khawatirkan itu tidak bakalan terjadi. komunikasi ini berlangsung hingga dua tiga hari, saking cemasnya teman ini dan mencari teman untuk bercerita, dan saya adalah orang paling tepat untuk mendengarkan itu. hehehe dalam diri saya terucapkan kata : selama ini?? hehehe, lagi-lagi saya menyampaikan apapun sikapnya selama ini saya tidak berubah dan akan memberikan informasi yang dibutuhkan dan selalu meyakinkan bahwa apa yang dikhatirkan itu tidak berdasar.
Yang membuat saya kaget, teman ini berubah 180 derajat, tiba-tiba nomor hp yang hanya bisa dihubungi saat kerja, ternyata diaktifkan juga saat dia di rumah. dia mengabarkan kondisi kesehatannya dan terakhir dia mengkhabarkan dia sudah pulih. dalam beberapa waktu, dia mengabarkan aktifitasnya dan bahkan sempat ngobrol-ngobrol santai tentang kondisi keluarga dia dan perjalanan hidup dia selama ini :). Syukurlah teman ini sudah kembali seperti yang dulu saya kenal, namun saya juga tetap memahami dan tahu bahwa ada waktu-waktu teman ini tidak ingin diganggu dan saya hanya mengirim pesan hanya menanyakan kabar dan membuka komunikasi jika teman ini duluan membukanya karena belajar dari pemgalaman yang sudah-sudah dia mudah berubah dan tiba-tiba menghilang dan mungkin ini tidak seketika hilang karena sudah merupakan tabiat dari teman ini. Bagi saya, apapun kondisi teman ini, saya pahami, mau seperti apa sikapnya saya hargai, mau dia seperti dulu-dulu menghilang dan membatasi komunikasi saya maklumi, karena saya sendiri tidak akan berubah, saya masih seperti dulu seperti yang dia kenal. itu saja :)
Tarakan, 5/8/2020
Pukul : 5.30sore