Alhamdulillah, jum'at ini menjadi spesial, selain mendapatkan berkah dari nikmat hujan semalam tat kala daerah tarakan dilanda kekurangan air hingga harus diadakan giliran penyaluran air, skemanya 4 hari ngalir, 3 hari tidak dialirkan langsung dari PDAM Tarakan, namun surat edaran terakhir skemanya berubah, 3 hari ngalir, 4 hari tidak. heheh sebenarnya, ini hanya into :). jadi cerita awal tulisan ini adalah ketika beberapa kali melihat seorang ibu mengayuh sepeda masih cukup pagi yang membawa kardus2 diboncengan sepeda, hampir setiap pagi, sekitar jam 6 pagi. Saring seringnya melihat di setiap sabtu atau jum'at pagi. Ternyata bukan hanya pagi hari, pernah suatu ketika saat sore ketika menuju islamic juga saya melihat beberapa kali ibu ini dengan aktifitas yang sama, mengayuh sepeda dan ada kardus-kardus di boncengannya, pernah juga bekas motor air mineral besar.
Saya mencoba mengkonformasi dengan teman lari, kebetulan teman ini seorang aparat polisi di wilayah kerjanya sekitaran Tarakan Timur, rumah dan kantornya ke arah ibu jalur itu tersebut. Teman ini mengkonfirmasi memang benar kalau ibu tersebut tinggal berserangan jalan dengan Polsek Tarakan Timur. Dalam hati berniat semoga bisa ketemu si ibu ini dilain waktu dan saya harus menyiapkan duit yang bisa diberikan walau jumlahnya tidak banyak (50rb :). Niat itu saya jalankan tepatnya dua minggu yang lalu ketika masih awal-awal bulan al muharram, pas di hari jum'at, saya sudah berniat untuk berbagi sarapan dengan 3 petugas islamic center yang selama ini sudah banyak membantu terutama mempersilahkan saya berdiam diri di mesjid bada subuh hingga jelang waktu matahari terbit, kemudian ada satu petugas kebersihan di jalan menuju idec yang juga sudah membuat jalan menjadi bersih apalagi pas lari pagi sudah dibersihkan. alhamdulillah keempatnya sudah diberikan sarapan, namun satu yang belum saya temui adalah ibu yang pengayuh sepeda itu. tidak kunjung lewat. Tidak lama ada seorang bapak-bapak pemulung dengan kondisi salah satu tangan buntung, seketika saya mengeluarkan uang dari saku baju untuk beliau, semoga bisa memberi manfaat untuk beliau dan keluarga. Hari itu, saya tidak bertemu dengan ibu pengayuh sepada, hampir seminggu tidak melihat beliau, padahal minggu lalu itu hampir tiap hari saya jalan santai di islamic menemani seorang teman yang lagi semangat-semangatnya berolahraga.
Rabu sore kemarin ketika selepas lari, saya sudah menyimpan uang 50rb disaku baju dan pas bersamaan waktu pulang (kebetulan dalam kondisi puasa) dan saya mengejar azan magbrib, begitu lagi laju-lajunya membawa motor saya melihat ibu pengasuh sepeda tersebut itu lewat di jalan seberang, saya berpikir lagi, ini momentnya kurang pas, insyaAllah di hari jum'at saya menyiapkan uang lagi, siapa tahu ketemu. Alhasil, jum'at ini, ketika menyiapkan keperluan lari pagi, saya kembali memasukkan uang 50rb, + 20rb dan 10rb dalam saku baju. siapa tahu pagi ini ketemu ibu itu. Saat dimesjid terjadi pergolakan diri tentang pecahan 20rb dan 10rb yang mana saya mau sumbangkan di kotak amal islamic. hehehe dalam diri ya 10rb aja, nanti 20rbnya pas salat jum'at :) begitu masuk ke mesjid ternyata saya lupa membawa uangnya, karena takut ketinggalan rakaat shalat saya saya menunda mengambil uang. begitu selesai shalat dan dzikir pagi, saya lebih awal keluar mesjid, ini tidak seperti biasanya (jika bukan karena kebelet mau ke toilet), begitu kembali ke parkiran, uang 20rb yang akhirnya saya tarik heheehe, masalah rejeki, sudah ada yang atur, biarlah uang 10rb itu saya gunakan untuk beli sarapan (akhirnya tidak jadi beli juga :)
Hari ini, begitu selesai lari dalam kondisi hujan sedang, saya sambil istrahat di tempat parkiran, sambil mengecek-ngecek hp, saya menoleh ke jalan raya, saya melihat ibu pengayuh sepeda itu lewat, ya Allah, ini waktunya yang tepat untuk ketemu beliau, saking buru2nya sudah tidak karuan mana yang harus dilakukan, karena seperti biasanya selepas lari itu moment yang ribet hehehe saya mencoba mengejar itu itu namun dalam pandangan saya ibu itu sudah tidak ada, mungkin dia sudah belok ke arah rumah beliau (polsek tarakan timur), saya susuri ternyata benar, ibu ada, dan tiba-tiba aja beliau berhenti mungkin karena akan menyeberang, dan momentnya jadi saya samperin dan memberikan uang yang tidak terlalu besar (50rb ;( ya Allah seharusnya saya bisa memberi lebih besar lagi, tapi tidak apalah semoga dengan uang itu ibu ini bisa memberi beras atau sarapan untuk pagi ini. tidak mengharapkan apa-apa dari yang saya lakukan, saya hanya berprinsip, rejeki ibu itu dititipkan melalui tangan saya, dan lebih tepat karena membutuhkan. insyaAllah memberi keberkahan, aamiin, salam jum'at berkah
Tarakan, 27 / 8 / 2021
Pukul : 10.10 pagi