Kemarin saya diamanahkan oleh organisasi profesi untuk membawakan materi perawatan umum dan khusus pada lansia pada acara orientasi dan sosialisasi perawatan jangka panjang. ini merupakan rangkain kegiatan yang sebenarnya sejak bulan agustus direncanakan namun baru terealisasi saat ini karena kesibukan di dinkes yang fokus untuk pemberian vaksinasi lansia. Kemarin itu diawali dengan materi dari kemenkes yang membahas tentang kebijakan Perawatan Jangka Panjang. ini berkaitan dengan kondisi lansia yang 25% mengalami masalah kesehatan dan ada beberapa diantaranya mengalami ketergantungan dan berada di keluarga, sehingga keluarga perlu diberi pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang caregiver informal. ini membutuhkan pelatihan khusus untuk bisa melakukan perawatan sehari-hari. Banyak hal yang disampaikan misalnya mengenai sasaran PJP lansia ini, dimanapun posisi lansia yang sedang membutuhkan ketergantungan total / sebagian (berat dan sedang) menjadi target pemberian PJP misalnya berada di panti, di keluarga yang bisa menjadi caregiver informal seperti keluarga, kader, relawan peduli lansia, atau petugas panti. Prinsip yang djalankan adalah prinsip holistik (bio-psiko-sosio-spiritual) dan prinsip continuum of care. Pelaksanaan PJP di puskesmas, diketuai oleh kepala puskesmas, dan anggota terdiri dari pertama care manager (pemegang program lansia yang bertugas komunikasi, koordinasi, integrasi, advokasi, negosiasi, memberi semangat tim. kedua case finder tenaga kesehatan, kader posyandu lansia / posyandu tugasnya mengidentifikasi masalah kesehatan dengan monitoring individu/keluarga/ masyarakat melalui homevisit, pertemuan, observasi, dan pengumpulan data. Narasumber dari dinkes ini memberi masukan kepada panitia sebaiknya PJP ini dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan 2-3 hari seusai pedoman pelatihan PJP lansia.
Pemateri kedua, IDI karena yang banyak dibahas adalah masalah kesehatan jiwa lansia maka dokter jika yang diutus untuk menyampaikan materi ini mengenai pengelolaan dimensia. alzeimer pada lansia, mengelola stres dan satu tambahannya adalh pemberian gizi pada lansia. saya sendiri membawakan materi perawatn khusus dan umum. sebenarnya ini lebih banyak pengulangan materi saat memperlaji kebutuhan dasar manusia saat pendidikan. materinya menjaga keberishan diri (mandi, keramas, gosok gigi, gunting kuku) kemudian ada membatun mobilisasi, bahkan membantu buang air besar dan kecil. sebenarnya masih ada beberapa materi yang belum disampaikan dalam materi ini. misalnya bagaimana pertololongan kegawatdaruratan pada lansia dan pemutaran beberapa video yang berkaitan dengan keterampilan caregiver. saya sendiri ini menjadi pengalaman pertama sebagai narasumber di tingkat propinsi. kalau selama ini hanya sebatas dalam area PPNI walau sebenarnya juga pesertanya dari beberapa daerah di kalimantan utara ini. selama zoominar ada beberapa sharing yang berkaitan dengan materi ini dan bagaimana pelaksanaan PJP di lapangan. memang karena masih baru dan baru disosialisasikan makanya ini belum terlalu in. dan saya sampaikan sebagaimana melibatkan lintas program dalam mengindentifikasi kondisi lansia yang ada dalam wilayah kerja puskesmas. secara pribadi alur kerja di dinas kesehatan propinsi dan bagaimana korelasinya dengan dinas kota / kabupaten juga saya belum terlalu paham tapi paling tidak sudah ada pengalaman saat praktik kuliah S2 di sumedang. kedepannya lebih mempersiapkan diri dan saya tadi berkomunikasi dengan panitia yang kebutulan alumni saya 12 tahun lalu :) sejauh ini masukannya bagus dan kami saling share. pengalaman yang sangat baik dan pengalaman untuk kedepannya agar lebih paham kondisi yang ada tentang materi yang disampaikan.
Tarakan, 30 / 11 / 2021
Pukul : 13.31 siang





