30 November 2021

Catatan Orientasi : Perawatan jangka panjang (PJP) lansia

Kemarin saya diamanahkan oleh organisasi profesi untuk membawakan materi perawatan umum dan khusus pada lansia pada acara orientasi dan sosialisasi perawatan jangka panjang. ini merupakan rangkain kegiatan yang sebenarnya sejak bulan agustus direncanakan namun baru terealisasi saat ini karena kesibukan di dinkes yang fokus untuk pemberian vaksinasi lansia. Kemarin itu diawali dengan materi dari kemenkes yang membahas tentang kebijakan Perawatan Jangka Panjang. ini berkaitan dengan kondisi lansia yang 25% mengalami masalah kesehatan dan ada beberapa diantaranya mengalami ketergantungan dan berada di keluarga, sehingga keluarga perlu diberi pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang caregiver informal. ini membutuhkan pelatihan khusus untuk bisa melakukan perawatan sehari-hari.  Banyak hal yang disampaikan misalnya mengenai sasaran PJP lansia ini, dimanapun posisi lansia yang sedang membutuhkan ketergantungan total / sebagian  (berat dan sedang) menjadi target pemberian PJP misalnya berada di panti, di keluarga yang bisa menjadi caregiver informal seperti keluarga, kader, relawan peduli lansia,  atau petugas panti. Prinsip yang djalankan adalah prinsip holistik (bio-psiko-sosio-spiritual) dan prinsip continuum of care. Pelaksanaan PJP di puskesmas, diketuai oleh kepala puskesmas, dan anggota terdiri dari pertama care manager (pemegang program lansia yang bertugas komunikasi, koordinasi, integrasi, advokasi, negosiasi, memberi semangat tim. kedua case finder tenaga kesehatan, kader posyandu lansia / posyandu tugasnya mengidentifikasi masalah kesehatan dengan monitoring individu/keluarga/ masyarakat melalui homevisit, pertemuan, observasi, dan pengumpulan data. Narasumber dari dinkes ini memberi masukan kepada panitia sebaiknya PJP ini dilaksanakan dalam waktu yang ditentukan 2-3 hari seusai pedoman pelatihan PJP lansia.

Pemateri kedua, IDI karena yang banyak dibahas adalah masalah kesehatan jiwa lansia maka dokter jika yang diutus untuk menyampaikan materi ini mengenai pengelolaan dimensia. alzeimer pada lansia, mengelola stres dan satu tambahannya adalh pemberian gizi pada lansia. saya sendiri membawakan materi perawatn khusus dan umum. sebenarnya ini lebih banyak pengulangan materi saat memperlaji kebutuhan dasar manusia saat pendidikan. materinya menjaga keberishan diri (mandi, keramas, gosok gigi, gunting kuku) kemudian ada membatun mobilisasi, bahkan membantu buang air besar dan kecil. sebenarnya masih ada beberapa materi yang belum disampaikan dalam materi ini. misalnya bagaimana pertololongan kegawatdaruratan pada lansia dan pemutaran beberapa video yang berkaitan dengan keterampilan caregiver. saya sendiri ini menjadi pengalaman pertama sebagai narasumber di tingkat propinsi. kalau selama ini hanya sebatas dalam area PPNI walau sebenarnya juga pesertanya dari beberapa daerah di kalimantan utara ini. selama zoominar ada beberapa sharing yang berkaitan dengan materi ini dan bagaimana pelaksanaan PJP di lapangan. memang karena masih baru dan baru disosialisasikan makanya ini belum terlalu in. dan saya sampaikan sebagaimana melibatkan lintas program dalam mengindentifikasi kondisi lansia yang ada dalam wilayah kerja puskesmas. secara pribadi alur kerja di dinas kesehatan propinsi dan bagaimana korelasinya dengan dinas kota / kabupaten juga saya belum terlalu paham tapi paling tidak sudah ada pengalaman saat praktik kuliah S2 di sumedang. kedepannya lebih mempersiapkan diri dan saya tadi berkomunikasi dengan panitia yang kebutulan alumni saya 12 tahun lalu :) sejauh ini masukannya bagus dan kami saling share. pengalaman yang sangat baik dan pengalaman untuk kedepannya agar lebih paham kondisi yang ada tentang materi yang disampaikan.

Tarakan, 30 / 11 / 2021
Pukul   : 13.31 siang

25 November 2021

Jangan Bangga Dengan Dosa

Manusia tempatnya salah (dosa). Memang kita tidak pernah bisa lepas dari namanya doa, suatu waktu posisi iman kita begitu lemah sehingga mudah sekali perbuatan dosa. padahal jelas disebutkan dalam alqur'an bahwa dosa / kesalahan yang kita buat itu termasuk dalam mendzalimi diri sendiri. Bukan orang lain yang harus kita salahkan namun lebih ke arah diri kita yang tidak mampu menghindari atau mencegah perbuatan dosa kita. Entah ilmu kita yang masih sedekit sehingga cahaya iman kita mudah redup, sering kali terjatuh dalam lubang kesalahan / dosa padahal kita sudah berusaha kuat membentengi diri, semua itu karena kelalaian kita. Memang ada hal-hal benar-benar tidak bisa kita hindari, dorongan nafsu dunia begitu besar hingga menggelapkan logika kita bahkan amarah terpancing hingga menguasai diri kita, kita mendzalimi diri kita sendiri, kita tidak bisa memerdekakan diri kita sendiri, kita tidak melepaskan diri kita dari jeratan nafsu dunia, kesenangan dunia hingga kita lupa bahwa ini semua hanya sementara, kita lupa bahwa akhirat adalah tempat kita pulang sebenarnya, kehidupan yang kekal namun untuk bisa kesana kita harus benar-benar bisa menguasai diri kita agar tidak mudah terjerat dalam gelimang dosa.

Pernah suatu waktu, ketika saya ingin berbuat sesuatu, dan itu lebih diarahkan pada perbuatan dosa yang mendzalimi diri sendiri, entah kenapa semua jalan terbuka lebar untuk melakukan itu semua, namun dalam hati berkata, apakah saya tegah mendzalimi diri saya sendiri hanya karena ingin memuaskan hasrat diri akan kesenagan dunia? jika ternyata dalam perjalanan melakukan perbuatan dosa itu saya tiba-tiba mengalami musibah yang membuat diri saya tidak sadarkan diri, apakah saya masih sempat mengucapkan taubat sementara waktu yang saya miliki tidak sebebas orang lain. Terkadang itulah yang menjadi renungan diri. namun  ada pula suatu perbuatan yang telah dilakukan dan cenderung pada perbuatan mendzalimi diri sendiri, terasa begitu diri ini menikmati semua sampai lupa bahwa semua memiliki hal yang sama namun tidak semua bisa memanfaatkan hak itu dengan baik dan mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah. Pernah juga ketika saya melakukan perjalanan di suatu kota, sejak star saya sudah berupaya menghindari potensi kekhilafan ketika diperjalanan, saya menghindari membawa barang-barang yang berpotensi kearah sana bahkan menghindari hal-hal yang juga berpotensi kesana karena bagi saya ketika sudah berniat melakukan sebuah kedzaliman berarti berarti saya sudah merencanakan untuk melakukan. Namun lagi-lagi kesadaran saya kembali bangkit dan tahu bahwa hal tersebut salah dan tidak dibenarkan, saya tinggalkan dan melupakan. 


Memang terkadang ada hal-hal yang tidak bisa dihindari, terkadang kekhilafan begitu besar dan menggoda, menggelapkan logika dan mengalihkan pandangan logis, namun sesekali ini tidak dibenarkan dan diri ini berusaha keras untuk meninggalkan walau memang tidak muda. Sebagai manusia, kita sadar bahwa dosa itu sangatlah keji, merusak moral diri bahkan semakin memperkeruh gejolak hati. Bahkan dengan bangganya kedzaliman terhadap diri sendiri itu kita ekspose dalam media sosial yang kita memiliki, hanya ingin dapatkan pengakuan yang fana semuanya karena keridhoaan Allah subhannah wata'alah sangatlah penting, jika berjalan atas rahmat dan hidayahnya. semoga dosa-dosa yang sudah menempel ini bisa kembali bersih dengan balutan istigfar dan ucapan tahmid, dan kalimat taiyyibah.

Tarakan, 25 / 11 / 2021
Puku;    : 10.38 malam

Bersyukur Terwujudnya Impian Kecil

Beberapa bulan yang lalu, ada impian kecil saya, semoga ada rejeki, kesehatan dan waktu luang saya akan berpergian di Bandung. Kenapa harus di Bandung? banyak hal yang sulit untuk diungkapkan :D seperti yang disampaikan oleh Padi Baiq "Dan bandung bagiku bukan cuman masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi"   Kota Bandung bagi saya menjadi kota yang begitu dekat di hati :) walau bukan berasal dari sana, namun kesan yang ditimbulkan begitu dalam masuk relung hati terdalam, sehingga jika kembali berkunjung ke Bandung seolah-olah membawa pada kenangan indah yang pernah terlewati. Sejak berkunjung pertama kali tahun 2009 dengan membawa mahasiswa hingga tahun 2016 sebagai pembimbing dan juga sebagai panitia, sudah cukup membuat mengenali kota bandung walau hanya tahu tempat belanja, beberapa mall dan tempat rekreasi ( tempat favorit : tangguban perahu dan kawah putih :). Terlebih lagi ketika kuliah S2 di Bandung, makin tahu banyak tentang jalan yang ada di Bandung. Keinginan terakir ini agak aneh, saya hanya ingin lari pagi disana, menikmati perjalanan kereta api dan hanya ingin beli farhum Bandung Collection :) :) sesederhana ini saja. Qadarallah, ketika ada kegiatan rakernas aipviki (seperti dalam beberapa tulisan sebelumnya) dengan penuh lika liku, dengan bumbu-bumbu drama, alhamdulillah finally Ahada malam, tangal 14 November lalu saya menginjakkan kaki di bumi parahyangan tersebut, diselah-selah acara saya mewujudkan impian kecil itu, lari pagi di hari selasa dan rabu, melintasi rute kenangan, dan saya menyempatkan kembali bersilaturahmi dengan bapak kos dan keluarga, serta saya kembali menyempatkan beli dua varian Parfum Bandung Collection :) dengan waktu yang terbatas saya tidak banyak bertemu dengan beberapa teman dekat dan mungkin karena ingin fokus dengan impian kecil itu :) alhamdulillah benar-benar menyenangkan hati. Impian selanjutnya, hanya ingin bertemu dengan teman, sahabat sekaligus sebagai teman curhat dan sudah dianggap sebagai saudara. alhamdulillah pertemuan yang sudah lama diimpikan, bahkan kami benar-benar merindukan pertemuan singkat ini. beberapa kali bertemu namun pertemuan ini terbilang cukup lama, karena dua kali bertemu dan merasakan betul kedekatan yang nyata yang selama ini hanya terjadi dalam dunia chat whatsapp. Pertemuan ini disela kegiatan di bandung selesai.

Sebenarnya impian saya lebih jauh adalah ingin mendapatkan semangat dan spirit baru ketika balik ke Tarakan dengan segudang tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan. Selama pandemi hampir tidak pernah lagi melakukan perjalanan via udara. Hanya ingin menikmati masa-masa tidak memikirkan pekerjaan walaupun itu terlihat sulit. dan saat ini saya sedang menjalankan cuti kerja. saya sudah menikmati sebagiannya dalam perjalanan minggu lalu, saya mendapatkan banyak energi walau harus mengorbankan isi dompet, karena tidak ada liburan yang gratis, maka mau tidak mau ini harus ditanggung sebagai konsekuensinya. Walau ada beberapa yang belum bisa diwujudkan misalnnya saya sempat ingin ke jogjakarta dan malang, namun ini bukan prioritas sambil melihat kondisi. Untuk ke jogja, kendalanya adalah tiket pesawatnya terbilang tinggi dan penerbangannya via bandara Yogya International Airport yang terbilang cukup jauh dari kota Jogjanya sementara lagi-lagi kendala saya adalah barang tentengan :( selanjutnya ada rencana ke Malang. Malam jum'at yang lalu, tiba-tiba teman menghubungi kalau jum'at sudah ada di Malang dan saya diajak main kesana, berhubung tiket saya sudah acc dan sebenarnya transitnya di surabaya, namun sudah 1x24 jam saya menghubungi call senter traveloka dan lion namun tidak juga da jawaban bahkan pulsa habis karena menghubungi call center.

Semua yang dirasakan dalam satu minggu kemarin itu harus benar-benar disyukuri, walau insiden di luar gudaan namun semua sudah lebih dari cukup, diberikan kesehatan dan rejeki untuk benar-benar mewujudkan impian kecil itu. Saya seolah mendapatkan energi lagi untuk kembali menjalani rutinitas  dan tuntutan pekerjaan. alhamdulillah semua berjalan lancar dan sekembali di Tarakan dalam kondisi sehat wal afiat.

Tarakan, 25 / 11 / 2021
Pukul    : 12.04 siang 

24 November 2021

Mengcut Imajinasi

Manusia dilengkapi imajinasi yang luar biasa, bisa memikirkan hal-hal yang abstrak bahkan hal yang diluar akal sehat :) seluas-luasnya imajinasi tersebut, kita perlu mengendalikan agar tidak terlalu jauh dari realitas yang ada, bukan hal yang mustahil tapi jangan sampai kita terlalu jauh berimajinasi. Ini berbeda dengan imajinasi akan impian yang ingin kita raih, kita boleh jauh berkhayal selama itu menjadi inspirasi dan doa yang selalu kita panjatkan agar dapat diraih namun tentunya disertai dengan ikhtiar dan kesungguhan. Memang bagi sebagian orang ini terbilang mustahil namun dari beberapa contoh di lapangan, ada beberapa orang sudah membuktikan, berkhayal suatu saat akan memiliki suatu barang yang mungkin mustahil untuk saat ini dimiliki, dan semakin berjalannya waktu dia sudah membuktikan.

Dalam beberapa khal, imajinasi ini benar-benar harus dikendalikan apalagi jika berkaitan dengan sesuatu yang abstrak, seolah-olah kita membentuk sutau realitas esuai dengan tuntutan imajinasi kita yang kita buat, padahal semua itu tidak sepadan bahkan kontras dengan kondisi kita. Jika berkhayal tentang hal-hal yang berkaitan dengan  sesuatu sesuai dengan proyeksi kita dan cenderung membuat-buat yang tidak berdasar. Saatnya imijinasi kita kendalikan dan arahkan pada hal-hal yang positif dan yang bisa memberikan spirit bagi kita dan bisa menjadi pemacu kalalu apa yang ingin kita raih dalam gambaran imajinasi kita bukalah hal yang msutahil selama itu sesuai kaidah dan koridor dalam kehidupan ini.

Tarakan, 24 / 11 / 2021
Pukul    : 13.56 siang

23 November 2021

Perjalanan udara perdana

Setelah sekian lama, alhamdulillah, Ahad pekan lalu menjadi perjalanan perdana saya dengan menggunakan pesawat :) terakhir saya melakukan perjalanan perdana sehari sebelum kasus positif pertama di Indonesia, tepatnya tanggal 1 Maret 2020. Mungkin saat itu kasus belum terlalu seheboh saat ini, belum  lagi selama diberlakukannya masa-masa pembatasan kegiatan masyarakat mulai dari PSBB hingga PPKM saat ini. Hampir dua tahun masa pandemi ini, hampir menahan diri untuk bepergian keluar Pulau Tarakan termasuk di daerah disekitaran pulau Tarakan. Namun makin kesininya kondisi makin terkendali kondisi daerah-daerah di Jawa dalam level 2 dan bahkan ada level 1. dan  perjalanan saya kemarin itu perjalanan ke bandung via Jakarta dan menjadi perjalanan Perdana untuk sekalian lamanya. 

Awal-awal perjalanan, terbilang masih was - was, jangan-jangan penularan masih tinggi hingga antisipasi dengan menggunakan handsanitizer dan masker bedah yang diganti setiap 4-5 jam :). Apalagi sebelum ke Bandung saya harus mampir di Jakarta untuk melihat penjualan laptop :)  Ke Jakarta via Damri dari Bandara berhenti di Gambir (hasil informasi dari teman di Jakarta) setelah beres perjalanan dilanjutkan ke Bandung dengan moda Kereta Api :) Alhamdulillah perjalanan Tarakan- Jakarta - Bandung berjalan lancar. Sebenarnya agak khawatir ketika mengkuti kegiatan di Bandung, mengingat kami dari daerah seluruh di Indonesia berkumpul dalam 1 gedung utama namun tetap menjaga protokol kesehatan dan setelah kegiatanpun seluruh peserta melakukan pemeriksaan Swab antigen dan sejauh ini hasilnya negatif dan belum ada laporan yang positif.

Alhamdulillah, setelah hampir seminggu, tepatnya 6 hari, Ahad pagi berangkat, pekan berikutnya ahad siang sudah berada di Tarakan. Perjalanan yang betul betul menyenangkan, disatu sisi bisa kembali bernostalgia dengan suasana Bandung dan bisa kembali menikmati perjalanan menggunakan kereta api. Disisi lain silaturahmi menjadi bagian yang tidak terpisahkan, kembali berjumpa dengan beberapa teman kuliah S2, dengan rekan-rekan seinstitusi keperawatan di Indonesia, ada beberapa sudah kenal dan ada beberapa yang baru kenal sehingga ini menambah relasi pertemanan dan tentunya sharing informasi menjadi hal yang tidak terpisahkan. Semoga perjalanan seminggu kemarin memberikan spirit baru untuk kembali beraktifitas dan leboh fokus lagi dalam menentukan prioritas dan meraih impian. aamiin

Tarakan, 23 / 11 / 2021
Pukul    : 14.06 siang

tiba-tiba icon wifi hilang dari laptop

kemarin sore saya dikagetkan dengan kondisi laptop saya yang tidak terkoneksi internet. setelah periksa ternyata icon wifinya lenyap entah kemana. betapa paniknya karena terkoneksi internet di laptop itu menjadi hal yang sangat essensial saat ini. Pikiran menjadi buyar karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan dan itu berkaitan dengan koneksi internet. akibatnya saya mulai otak atik isi bagaimana bisa memunculkan kembali icon wifi. bermodalkan video di youtube saya mencoba melakukan secara mandiri, memulai mencari di control panel, terus mencari dibagian setting pengaturan, masuk network internet, melihat icon koneksi internet masih saja belum muncul. kembali membuka settingan, kemudian mencari kembali change adapter option juga belum bisa muncul sekalipun sudah kotak katik. sampai ada tiga tahapan yang ditawarkan dengan harus mendownload driver warless juga tidak bisa sampai harus menrester dan ini sudah saya restar beberapa kali bahkan ada yang sampai harus mematikan laptop dan menyalakan kembali dengan menekan tombol F2 dan dilanjutkan F8. dan masih juga tidak mampu.

Akhirnya saya sempat menyerah, sempat tertidut namun kembali terbangun tengah malam dan berusaha kembali untuk mengikuti toturial, dan kali ini menggunakan bantuan laptop tambahan untuk mendownload driver wifi dan saya kembali menginstal dan kali ini cukup berhasil driver wifi terbaca dengan laptop saya. saya menginstall kembali dan berhasil namun kali ini belum juga berhasil, kemudian saya matikan laptop dan menyimpannya dan merencakanakan kembali untuk mencoba besoknya. Begitu pagi selepas lari pagi begitu menyalakan laptop begitu terkejutnya icon wifi sudah kembali, entah driver mana yang berhasil mengembalikan icon wifi ini, yang jelas bagi saya sudah alhamdulillah paling tidak saya sudah bisa menggunakan kembali wifi untuk koneksi internet ;)

Tarakan, 23 / 11 / 2021
Pukul   : 10.52 pagi


21 November 2021

Transit @juanda Surabaya dan pesawat super Air jet

Baru kali ini saya melakukan perjalanan udara Ke Tarakan dengan transit di Surabaya. Biasanya paling paling di Balikpapan. Namun kali ini penerbangannya mampir di Surabaya. Sebenarnya ada pilihan penerbangan Balikpapan Tarakan hanya saja dari Balikpapan ke Tarakannya menggunakan pesawat kecil sementara saya banyak barang bawaan yang biasanya tidak bisa ditampung di pesawat kecil itu. Untuk beberapa kali saya melalukan perjalanan via Juanda ini, pernah sekali transit untuk melakukan perjalanan ke bandung dan juga perjalanan ke Makassar.

Ada beberapa yang berbeda di bandara Juanda. Terutama di ruang tunggu jika dulu seingat saya terakhir bepergian tahun 2017 itu masih ada kaca pemisah dengan pintu pemeriksaan pintu. Kali ini tidak ada sekat. Selain itu juga kondisi ruangan terasa lebih luas dan posisi outlet jualan juga hanya ada satu dua. Yg khas dari bandara Juanda ini adalah memanggil penampang dengan bahasa Jawa :)

Perjalanan dari Jakarta ini saya menggunakan pesawat super Air Jet milik Lion group dengan konsep milenial. Pakean pramugari pramugaranya juga energik dan mileneal bukan pakean yang terkesan formal dan elegan seperti seragam pramugari selama ini. Pesawat nya mengguanakan Airbus sehingga cabin pesawat lebih luas, mirip batik air. 

InstaAllah sebentar lagi akan boarding ke Tarakan. Pesawatnya langsung.. semoga lancar2 hingga di Tarakan.. aamiin

Bandara Juanda Surabaya; 21 / 11/ 2021
Pukul.  : 8.26 wib 

Meluluhkan Ego

Dalam kondisi marah, sudah pasti logika kita menjadi lumpuh. Perasaan untuk marah untuk alasan apapun menjadi mudah untuk Luapkan. Marah ini bagian dari emosi manusia, fitrahnya manusia selama dosisnya benar dan tepat dengan situasi. Kita boleh marah apa hal-hal yang perlu kita marahkan untuk alasan tertentu. Posisi yang betul betul harus mampu kita kendalikan adalah ketika kita berhadapan dengan orang yang sedang marah, intinya kita jangan ikut-ikutan marah jika kita tidak punya alasan tepat. Benar-benar kita harus mampu mengendalikan amarah jangan sampai terpancing.

Memang ini tidak mudah, namun kita harus tetap berusaha, jika kita pun harus terbawa suasana marah sebaiknya jangan terlalu lama, mungkin akan sulit namun disaat saat ini kita harus benar benar mampu mengendalikan emosi dan mengutamakan logika berpikir. Belajar Luluhkan ego amarah selama masih bisa dikendalikan

Bandara soetta, 21 / 11 / 2021
Pukul.                : 4.44 pagi

Mampir di Kosan saat kuliah

Sewaktu tiba di Bandung, Ahad malam, saya sudah mengagendakan beberapa kunjungan salah satunya ke rumah kosan saat kuliah. Kebetulan saat nginap hari pertama saya sengaja mengambil hotel capsul daerah Cihampelas yang tidak perlu naik kendaraan ke arah Cibarengkok alamat kosan saat kuliah S2 dulu. Sengaja menjalankan shalat subuh berjamaah di mesjid Ahmad Dahlan mesjid yang biasa kami gunakan termasuk bapak kos, namun subuh itu sosok bapak kos tidak juga nampak menjalankan shalat subuh jamaah di mesjid. Malahan saya ketemu dengan pak imam mesjid yang masih ingat betul saya dan beliau sempat menyebutkan beberapa teman saya saat kuliah yang dulu rutin jamaah disitu. Lanjut ke rumah kosan namun pintu dan pagar tidak terbuka tidak seperti biasanya, dan ini saya lakukan dua kali namun tetap aja pak Asep nama bapak kos tidak juga ada.

Rabu sorenya saya juga kembali menyempatkan diri rupanya pak Asep sedang berada di luar rumah.. nanti kemarin pagi saya kesana , Alhamdulillah beliau ada. Sambung cerita kamipun ngobrol-ngobrol lalu saya minta izin untuk menggunakan kembali fasilitas kos, karena kondisi pandemi kosan hanya 1 yang terisi dan kamar selebihnya sdh terisi barang2 lama. Akhirnya membereskan dan membersihkan hingga layak digunakan paling tidak bisa untuk rebahan. Sekalian biasanya saya nyuci :) :) 

Setelah beres kamar saya kembali berjumpa dengan adik pak Asep, yang selama di Bandung menjadi teman share. Kami ngobrol-ngobrol Seputar ilmu tarekat :) memang selalu menarik berbincing tentang ini karena untuk bisa masuk ke tahap ini orang harus memiliki kemampuan khusus dan kedalaman hati :) obrolan berlanjut ke masalah-masalah kehidupan ada beberapa kata kunci aura, kendalan emosi dan ujian kehidupan.  Setelah berbincang2 saya istrahat sejenak sambil menunggu Zuhur karena setelahnya saya ada beberapa keperluan ur mencari oleh-oleh dan melakukan swab anti gen di bandara. Alhamdulillah masih bisa menjalankan silaturahmi kembali dengan orang-orang pemilik kosan :) serasa terbawa saat-saat kuliah S2.

Bandara Soetta, 21 / 11 / 2021
Pukul.                : 03.58 pagi

20 November 2021

Perdebatan dengan teman

Mungkin ini menjadi pelajaran dalam bersikap dalam pertemanan. Bukan sekedar teman tepatnya tapi sudah dianggap sebagai saudara. Ini bukan pertama kalinya perdebatan kami, mempermasalahkan hal-hal yang tidak perlu sebenarnya. Lebih tepatnya butuh kedewasaan dan pengertian. Semalam saya berselisih dengan teman yang sudah saya anggap sebagai saudara. Entah apa penyebabnya sejak bertemu untuk terakhir kali karena rencana akan mengantar dan karena kondisinya lagi sakit saya sampaikan lebih baik dia pulang dan istrahat karena titipan saya sudah ada. Namun dia bertahan, tetap mau ngantar padahal dari tempat nginap  ke stasiun itu dekat aja dan saya baru saja dari sana untuk swab anti gen sebagai syarat pemberangkatan. Namun dia tetap bertahan. Saya menghargai niat baik dia dan beberapa kali saya kembali ingatkan untuk segera pulang karena kelihatan sakit dan kecapean. 2 hari sebelumnya teman ini saya sudah banyak membantu hingga waktu istrahat dia berkurang dan 1 satu hari tidak tidur malam karena habis ngantar saya :( melihat kebaikannya itulah saya menyampaikan tidak perlu diantar untuk pulang. Namun kesininya teman ini tetap bertahan hingga sayapun sengaja mempercepat kepergian dengan harapan dia segera pulang dan istrahat.

Begitu dalam perjalanan, saya hanya bilang kalau mau istrahat bisa aja di kamar itu karena masih panjang waktunya sontak dia marah dan mengeluarkan kata-kata yang cukup kasar, dan alasan dia ini dan itu. Saya kaget ada apa dengan teman ini tiba-tiba ngomong seperti ini. Memang dihari terakhir ini sejak teman datang sudah menunjukkan sikap yang tidak seperti biasa, bukan sosok yang saya kenal selama ini dan ketika ngobrol selalu saja saya merasa salah, diajak ngobrol ini, salah, ajak ngobrol itu salah. Entah apa sebenarnya yang terjadi. Klimaksnya pikiran saya buyar mendenggar itu hingga spontan saya juga ikut terpancing amarah dan menyampaikan untuk turun dari motor dia, namun dia tetap  mengantarkan bahkan menyampaikan jangan bersikap seperti anak kecil :( (saya merasa sudah diperlakukan seperti anak kecil :(. Begitu sampai di stasiun karena pikiran saya buyar saya tidak masuk ke stasiun dan memilih balik kembali ke hotel karena jaraknya terlalu dekat. Teman ini mengejar saya, sambil berkata "mau kemana?.. itu 2-3 kali diucapkan. dan rupanya dia juga balik ke hotel karena dia kelupaan ambil KTP sebagai jaminan. Karena berjalannya bersamaan dan saya juga menghindari jalan berdekatan namun kesininya posisi jalan kami tidak berjauhan dan dengan nada agak emosi saya sampaikan kata-kata yang sudah teman sampaikan sangat memukul saya dan itu sangat menyakitkan. Dia langsung minta maaf dan kami berjalan diam seribu bahasa sambil menuju ke hotel untuk ambil KTP. Sebelum sampai di hotel sempat berucap ini kota saya, tapi lagi-lagi saya sudah tidak fokus karena pikiran masih buyar. Begitu KTP sdh diambil teman ini pulang. Sebenarnya posisi jalan kami agak jauhan.. sambil menahan emosi dan ego saya mendekati teman dan saya sampaikan saya pamit sambil menjabat tangan. Dia balas hati2. Walau masih berat karena belum juga hilang di kepala saya yang barusan semua terjadi,  saya menuju pintu masuk stasiun dan teman ada disebelah tanpa ada kata sama sekali. Saya berjalan tanpa menoleh lagi dan dia posisi sudah mengambil motor, ketika berjalan menuju pintu masuk, dia mengucapakan "hati-hati yok" dan ketika sudah masuk stasiun dan masuk dalam kereta, saya harus melawan ego dan emosi saya untuk tetap kirim wa sampaikan pamit dan begitu juga waktu tiba di Bandung :( dan masih dibalas bahkan ketika saya sampaikan agar istrahat biar cepat rehat fit kembali dan dia masih membalas  :( walaupun sepanjang perjalan masih saja terbayang-bayang yang barusan terjadi dan begitu tiba di bandung saya tetap mengabari dan dia masih setia membalas, seolah-olah tidak ada yang terjadi semalam. 

Entah apa yang terjadi sebenarnya dengan teman ini, dua hari sebelumnnya, sejak kedatangan saya komunikasi kami baik-baik saja, tidak ada kendala, mengalir bahkan sesekali bercanda. Teman ini begitu siap menemani, ketika malam sebelumnyapun kami nyari makan khas makanan disana dan letaknya cukup jauh, dia tetap mengantarkan. Dan ketika saya bilang mau minum ronde juga diantarkan posisinya dari ujung ke ujung. Tidak ada masalah dan ngobrol kami mengalir begitu saja bahkan sdan saya benar-benar menikmati malam itu. Saya hanya bersyukur akhirnya kembali dipertemukan dengan sabahat ini.  Namun kondisinya jauh berbeda dengan semalam. Sebenarnya kejadian ini bukan satu dua kali. Bahkan sudah sering kali. Jadi teman ini diwaktu-waktu tertentu tidak bisa ditebak. Awalnya ngobrol ngalir seperti biasa kadang memang tiba-tiba marah dengan salah satu obrolan, pernah juga lagi enak-enaknya ngobrol dia langsung marah dan bilang dia tidak suka seperti ini, dia tidak nyaman, semalam sempat keluarkan kata2 yang hampir sama, ini kota saya, jangan aneh-aneh. ketika merespon dalam chatpun sudah sangat kelihatan, kadang hanya membalas apa adanya berarti teman ini lagi malas diajak ngobrol namun kadang-kadang membalas chat dengan sangat friendly, ada feedback, bukan obrolan tanpa nyawa.  Sebenarnya dalam hati, kalau memang tidak mau jangan lakukan itu, apalagi karena terpaksa dan kasihan. Ini menjadi kesan yang saya tangkap. Jadi selama ini?? Ya sudah lah.. tidak perlu lagi di bahas lebih jauh. Entahlah, hanya teman ini yang paham, kita hanya bisa paham dan tahu memposisikan diri.

Akhirnya ada kalimat yang bikin luluh hati, jika berteman seperti memiliki pasangan, siap menerima kelemahan dan kelebihan teman, kondisi teman, saat senang apalagi saat sulit. Jadi kita harus paham batas-batas pertemanan, mana yang harus dikomentari dan mana harus diabaikan. Belajar dari kasus sahabat saya ini, saya menjadi tahu ketika teman moodnya lebih bagus-bagusnya semua obrolan menjadi ngalir. Namun ketika mood lagi ga bagus-bagusnya saya harus lebih peka dan sadar diri bahwa teman ini akan mudah sekali ngambek dan kadang kata-kata yang keluar bikin tidak nyaman. Sekali lagi harus benar benar sadar akan kondisi seperti ini agar tahu bagaimana harus bersikap dan meladeni obrolan agar ending setiap pertemuan atau obrolan menjadi masalah baru. Inilah lika liku pertemanan

Bandung, 20 /  11 / 2021
Pukul.     : 11.39 pas azan zuhur  

19 November 2021

Lari di Kampung Orang

Ini tagline yang saya jadikan ketika lari pagi di kota bandung dalam dua kali kesempatan :), saya benar-benar menyempatkan diri untuk berlari walau sebenarnya cuaca kota bandung terbilang dingin di pagi hari apalagi di bandung jadwal untuk shalat subuh itu jam 4.05 :) waw terbilang cepat hehe. Flashback tentang kebiasaan lari yang dulu pernah dijalani di bandung. jadi sebenarnya laripagi di kota bandung ini bukan hal yang baru bagi saya. Sejak kuliah pertengahan 2016, aktifitas ini sudah muali saya jalankan. saat itu rutenya mulai dari kosan (daerah pasir kaliki) ke arah BEC / BIP. saya rutin jalankan setiap 2x seminggu sampai saya pindah kosan ke dekat kampus (daerah cibarengkok). Rute saya tambahkan lagi ketika mengetahui jika dekat BEC ada kantor walikota Bandung dan ada taman badak disana, jadilah rute tambahan. saya belum tahu persis berapa jauh saya laripagi tersebut namun masih saya baju saya tetap basah dan bisa diperas hehehe. Ketika pindahpun rutinitas saya jalankan namun merubah rute lari menjadi kearah gazibu. terlebih ketika sudah memiliki motor, 2x seminggu di sore hari saya lari sore dan satu tambahan lari lagi di hari minggu, kadang-kadang bareng teman-teman kuliah

Selasa dan Rabu kemarin, menjadi hari yang begitu menyenangkan, saya kembali mengulangi rute lari yang biasa saya jalani dulu. di hari selasa, sebenarnya awalnya hanya ingin mutar sekitaran Taman Walikota Bandung apalagi hujannya baru saja berhenti dan jalanan masih basah namnamun tergoda dengan rute lari, saya mencoba menuru BIP, BEC dan kembali mutar-mutar beberapa kali dan lanjut ke menyusuri jalan Braga, menuju Alun-alun walau hanya di depannya saja. Saya menyelesaikan 11K dalam waktu 54 menit 34 detik, avgpace 4,55 ;)  
seperti foto ini :)




Rabunya tidak mau kalah, hujannya lebih cepat redah dari sebelumnya sehingga track joggingpun menjadi mulus dan enak untuk lari, kali ini saya mencoba menyusuri arah jembatan surapati dari hotel el royal menuju kantor walikota, ke arah BEC turun ke arah cihampelas bawah dan naik ke jembatan layang surapati, turun ke perempatan Dago, menuju Dipati Ukur, kampus unpad, momumen perjuangan, momumen untuk mengenang nakes yang gugur selama covid19 (persis seberang jalan Lapangan gazibu, mutar gazibu 3x, foto di depan gedung sate dan jalan pulang ke hotel dari dago masuk ke jalan juanda terus-terus hingga BIP dan kembali ke hotel el royal. seperti foto di bawah ini, luamayan jauh 13K, avg pace 4.49 m/km, durasi waktu 1 jam 3 menit 5 detik
terakhir pagi tadi, lari sekitar stasiun, alun-alun,kali ini agak lambat, jarak lari 10K, pace 6.05 min/km, waktu yang dihabiskan 1 jam 2 menit. ini persis dengan capaian selama di Tarakan :) 
 Ini untuk sekalian kalinya saya menyempatkan  lari pagi ketika berpergian keluar kota, persis dua tahun yang lalu (2019)  juga ketika ada kegiatan PPNI di Jakarta saya sempat berkeliling di Bundaran HI :), masih di tahun yang sama, akhir agustus 2019 juga sempat ke jogja ada kegiatan dan sempatin lari, terakhir kali Maret 2020 ketika berada di Bandung juga menyempatkan lari pagi. dimanapun berada, jika memungkinkan untuk lari maka berlarilah ;) seperti kata sahabat semalam, biasanya pelari ketika berada dikota manapun menyempatkan untuk lari :) ternyata dugaan teman ini tidak salah hehe. salam sehat salam runner :)

Warung Tegal, 19 / 11 / 2021
Pukul             : 18.10



Catatan Rakornas AIPVIKI 2021

Alhamdulillah, sejak senin lalu hingga rabu kemarin saya mengikuti kegiatan rapat kerja nasional Asosiasi Institusi  Pendidikan Vokasi Indonesia (Rakornas AIPVIKI). Sebelum mengulas tentang pelaksanaan rakornas ini, saya bercerita sedikit tentang dibalik saya berangkatnya keacara tersebut. ketika pertama kali mengikuti, saya benar-benar tidak berharap bisa berangkat, terlebih keuangan kampus yang tidak stabil. Begitu seminggu sebelum keberangkatan, saya menyampaikan kepada pimpinan jika ada "sponsor" untuk keberangkatan kesana, sisa menunggu uang administrasi kegiatan dan transportasi darat ke bandung. ternyata berdasarkan itu saya mendapatkan restu untuk mengikuti kegiatan di Bandung. Acaranya dimulai hari senin pagi, saya sudah tiba di bandung hari ahad, dan begitu nyampe disana acara pembukaan sudah dimulai. Yang menarik dari acara pembukaan ini, mcnya adalah teman saya kuliah S2, sentak aja saya dan ada 1 teman kuliah menjadi reuni kecil-kecilan. acara rakornas dibuka, kemudian dilanjutkan dengan seminar dari pak Edy Wuryanto, tentang dukungan legislatif untuk lulusan vokasi. ada materi dari badan perlindungan tenaga mikran indonesia (dulunya perlindingan TKI), kemudian penandatangan MoU dengan beberapa lembaga, dari 4 yang direncanakan hanya 2-3 lembaga yang mau MoU dengan institusi pendidikan, 1 hanya (perlindungan tenaga migran) mau dengan Aipviki dan satunya Indomobil hanya mau dengan tanda tangan dengan institusi yang di daerahnya ada cabang pelatihan pengiriman tenaga kerja. kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi DPP PPNI, Dirjend Pendidikan Vokasi Indonesia, Lembaga pengirim tenaga kerja keluar negeri dan seminar ditutup dengan testimoni dari orang indonesia yang kerja di jepang dan jerman

Malam hari dilanjutkan dengan laporan kegiatan pengurus Aipviki, besoknya dilanjutkan dengan rapat komisi-komisi yang membahas tentang organisasi dan kelembagaan, layanan mutu dan uji kompetensi, penelitian dan pengabdian masyarakat, hubungan kerjasama dan pembiayaan. kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan terhadap lomba yang diadakan oleh panitia tentang kegiatan tridharma selama masa pandemi serta pemberian kepada institusi yang berprestasi di ujian kompetensi mulai dari mahasiswa yang mencapai nilai tertinggi salah satunya dari universitas borneo tarakan.  semua acara rampung sampai dengan menjelang maghrib. esok harinya dilanjutkan dengan citytour, wisata ke the great of asia afrika, meniatur negara-negara asia afrika, susu tahu lembang dan berakhir di pusat oleh-oleh Kartikasari. 








Banyak pelajaran yang diambil dari kegiatan aipviki ini, yang penting saya jadi paham tentang organisasi ini, bagaimana pengelolaannya dan bagaimana mekanisme pembayaran keanggotaannya karena sampai hari ini, institusi kami memiliki banyak utang dari iuran keanggotaan. dan terpenting silaturahmi dengan pengurus Aipviki regional X Kalimantan, bisa lebih kenal satu sama lain. dan kali ini juga menambah keakraban dengan rekan dari satu kota Tarakan :) alhamdulillah 2,5 hari memberikan pengalaman berarti.

Warung Tegal (Warteg), 19 / 11 / 2021
Pukul                            : 16.39 

15 November 2021

Nginap di capsul hotel :)

Semalam tiba di Bandung kurang dari jam 7 malam. Cukup ada drama semalam dan Bandung sedang di guyur hujan sedang. Akibatnya kesulitan mendapatkan ojol :) jadi untuk sekalian kalinya saya gagal melakukan pemasangan baik motor maupun mobil. Sebenarnya ketika mengorder mobil, saya sdh mendapatkan driver namun si driver menyampaikan posisinya lagi di Dago dan menyampaikan apa kejauhan. Setahu saya itu cukup jauh apalagi si drivernya harus naik jempatan Senopati pasti ramai banget jadi saya cancel dan akhirnya dapat driver mobil yg lumayan lama juga nunggunya karena hujan dan titik bertemunya harus jalan lagi ke depan karena posisi mutar mobil.  Saya turun di titik turun walau tidak persia di depan hotelnya. Saya harus cari2 dimana lokasi hotelnya efek hujan jadi posisinya di map tidak jelas hingga saya jalan ke ci walk dan ternyata posisi hotelnya ga jauh dari hotel Aston dan tepatnya di samping hotel promenade. Lumayan hujan2an hehe sampai kos kaki basa ;D

Diterima dengan ramah oleh CS dan tidak lama ditunjukkan kamarnya.. akhirnya saya nginap juga di hotel capsul ini..a seperti yg ada di berita2. Kalau hotel kapsul ini hanya ada kamar tidur sesuai ukuran kasur ada double dan ada single.. seingat saya waktu di Surabaya hotel ala backpacker ini masih lumayan karena pemisah dengan kamar yg lain terutama bagian depan ada gorden hehe kalau ini kayak masuk dalam kapsul dan cukup nyaman di dalam di lengkapi tv, headset. Sdh ada pengaturan lampu, ada handuk dan juga pasta serta odol sdh siap. Alhamdulilah tidur cukup nyaman. Tempat mandi tersedia air panas shower dan bersih. Cukup nyaman. Akhirnya bisa juga nginap dihotel ini. Terjangkau dan nyama :)  suasan shakti capsulnya seperti video berikut ini ;) 



Cihampelas Bandung, 15 / 11 / 2021
Pukul: 8.42 pagi

14 November 2021

3 tahun bersama mahasiswa

Kemarin, tepatnya tanggal 13 November 2021 telah dilaksanakan wisuda dan angkat sumpah di lingkungan Politeknik Kaltara, ada cerita yang menarik dibalik perjalanan 3 tahun mahasiswa ini. Moment ini juga menunjukkan bahwa sudah 3 tahun saya mengabdikan diri setelah menjalankan pendidikan S2 di Bandung. Ketika saya diawal-awal kembali aktif mengajar saya banyak bertemu dengan angkatan ke17 ini (masuk tahun 2018) beberapa mata kuliah saya ajarkan dikelas mereka dan hampir setiap Minggu bertemu. Terlebih ketika semester 2, saat pertama kali praktik klinik keperawatan, saya malah memegang dua ruangan, sehingga intensitas saya bertemu lebih sering. 

Semester 2, 3, 4 dan 5 berjalan, sampai pada tahun semester akhir yang ditandai dengan PKL dan memasuki masa menyelesaikan tugas akhir. Ada yg baru, untuk pertama kalinya tugas akhir dengan penelitian sederhana dan untuk pertama kalinya diberlakukan uji kompetensi sebagai syarat kelulusan. alasan yg terakhir ini menjadi perhatian buat kami untuk betul-betul.mempersiapkan diri menghadapi ukom dan semuanya terbayarkan, berdasarkan hasil ukom, semua lulus 100%

Tentunya ini tidak mudah, ada saja hal yang menjadi perdebatan, ketika mahasiswa dibiasakan untuk mendapatkan nilai kelulusan sesuai standar, mereka merasa dirugikan karena standarnya terlalu tinggi bahkan ketika diterapkan dalam ujian semester juga tidak lepas dari perdebatan karena standar untuk tidak remedial terlalu tinggi. Ini tidak lain agar mahasiswa membiasakan mencapai standar. Demikian juga ketika ada mahasiswa yang bermasalah dengan IPK, kami harus membuatkan SP khusus dengan harapan biasa menjadi pertimbangan baik ketika lulus dan mencari pekerjaan. 

Argo Parahyangan
Menuju Bandung, 14 / 11 / 2021
Pukul :5.54 sore WIB

KAI Argo Parahyangan

Alhamdulillah, sore ini kembali bisa menikmati perjalanan kereta dari Argi Parahyangan dari stasiun Gambir jakarta. Seingat saya terakhir kali menggunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung itu tiga tahun lalu, ketika saya ada kegiatan di Bandung dan Jakarta. dan seingat saya, saya ketinggalan kereta karena lama menunggu ojek online yg mengantar begitu nyampe di stadion keretanya baru saja berangkat sehingga membeli tiket baru lagi :) 

Apa yang harus diingat ketika menaiki kereta Parahyangan ini. Terutama bagi yang mengambil kelas ekonomi, karena posisi duduknya itu bersebelahan.. ada yang menghadap ke depan dan ada yang menghadap ke belakang.  Yang harus diingat adalah ketika star dari Jakarta ke Bandung, sebaiknya memiliki nomor kursi kurang dari 15 atau nomor kecil karena posisi kursinya normal, tidak seperti saya saat ini, kepala rasanya puyeng kayak lagi naik truk atau mobil open cup wkwkw. Begitu jika dari Bandung sebaiknya naik nomor besar biar posisi duduknya pas.. 

Menaiki kereta memang tidak pernah ada habisnya.. selalu membaca cerita sendiri dan selalu dikangenin. Sesekali melewati hamparan sawah, pegunungan, perumahan warga. Semua memberikan memori positif. Argo parahyangan termasuk jalur kereta yang cukup lama. Ulasan dari Wikipedia, Argo Parahyangan ini pegabungan dua kereta yang melakukan perjalanan Bandung ke Jakarta, namun namunya disatukan menjadi Argo parahyangan.kereta Parahyangan sendiri sudah beroperasi tahun 1970 dan Argo gede tahun 1995 dan keduanya disatukan menjadi Argo parahyangan tahun 2010. Jika ingin ke Bandung naik kereta dari gambir maka pilihannya adalah argo Parahyangan

Argo Parahyangan, 14 / 11/ 2021
Gambir ke Bandung
Pukul. : 16.32 WIB

10 November 2021

Luangnya Waktu

Hari ini, benar-benar merasakan tidak  dikejar-kejar waktu. Pagi dibuka dengan bangun telat :( hingga tidak bisa melaksanakan waktu witir dan harus menggantinya di waktu dhuha. dan saya memilih mengerjakan shalat subuh di dekat rumah. padahal rabu pagi itu merupakan jadwal lari, sehingga saya memulai lari agak telat, tidak bertemu dengan rekan lari yang biasanya awal sekali turun, biasanya jika saya cepat datang, paling tidak berpapasan di 2-3 kali putaran + saya sudah pemanasan, atau saya bertemu di parkiran pas rekan ini mau pulang, dan tadi hanya berselisi jalan, saya baru mau masuk ke area taman berkampung, dari kejauhan saya melihat rekan lari ini saya membelokkan motornya untuk pulang :D. awal lari hanya 10-12K, rupanya saya berpapasan dengan coach lari sehingga menu latihan saya berubah dari interval menjadi longrun 16K :), selepas lari, balik ke rumah saya menyiapkan keperluan anak ke sekolah walau agak tergesa-gesa karena harus mengejar waktu bundanya yang sudah siap-siap, sekaligus diantarin karena masih satu jalur. Selepas anak ke sekolah saya membereskan jemuran kemarin yang belum kering karena hujan dari siang hingga sorenya, saya membereskan kerjaan dan begitu mau siap-siap ke kantor, si bungsu sudah menunggu katanya mau ngikut saya :) agak kaget, tumben-tumbennya si bungsu ini mau ikut, sudah mandi, sudah siap-siap dan sudah pakai masker. akhirnya saya nanya kembali apa benar mau ikut, rupanya si bungsu minta diantar ke taman depan islamic, karena tidak terburu-buru akhirnya saya mengantarkan anak bermain disana ditemani si sulung yang kebetulan tidak ke sekolah.

Tiba di kampus, walau agak telar, saya mengikuti zoom untuk membahas anggaran PKK, setelahnya mengantarkan undangan wisuda sekalian mengambil jahitan dan hasilnya cukup memuaskan, menyempatkan membeli oleh-oleh :), menjemput anak di sekolah dan menyiapkan makan siang untuk anak-anak dan setelah beres di rumah saya kembali ke kampus menyelesaikan kontrak kuliah susulan dengan mahasiswa. sore ini saya merasakan agak begitu longgar walau sebenarnya saya punya banyak tugas yang harus diselesaikan di kampus namun untuk saat ini saya masih bisa merasakan waktu yang luang dan tentunya membereskan beberapa pekerjaan kecil yang tersisa, masalah masih banyak pekerjaan yang menunda, untuk kali ini saya abaikan dulu, saya ingin benar-benar menikmati hari ini dengan sedikit legah walau sebenarnya masih banyak yang harus diselesaikan paling tidak saya bisa merasakan namanya tidak dikejar-kejar waktu dan deadline dalam satu hari ini :)


Tarakan, 10 / 11 / 2021
Pukul   : 5.45 sore

Seputar Permasalahan STR

Beberapa bulan yang lalu hingga hari ini, saya menyempatkan diri membantu beberapa lulusan dari kampus tercinta Kaltara namun ada juga yang berasal dari kampus lain. sebenarnya bukan karena berada dari institusi saya bekerja tapi lebih karena tugas di organisasi profesi sebagai bagian pelayanan kepada anggota yang terkendala dalam pengurusan STR., beberapa persoalan dan setiap orang memiliki keunikan tersendiri. diawali dengan kesalahan dalam menginput data sehingga saat divalidasi ditemukan kesalahan itu. jika ini terbilang kesalahan ringan dan masih bisa diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ada juga beberapa anggota yang mengajukan karena tidak ada kesalahan dalam penginputan data, ajuan STRnya langsung diterima. Kesalahan yang terbilang sedang seperti ada perbedaan nama di ijazah dan berkas lainnya, jika itu di KTP  maka yang harus diikuti adalah data yang ada di ijazah. maka KTPnya harus dirubah. kesalahannya biasanya itu di penulisan tempat tanggal lahir dan adanya penulisan huruf untuk nama. Kesalahan yang cukup berat itu adalah ketika data anggota yang belum terverifikasi oleh panggalan data perguruan tinggi, sehingga harus kembali diverifikasi oleh operator kampus. Belum lagi, masalah masalah teknis, ada pula saat pengumuman ukom, ternyata beberapa data mahasiswa belum terkoneksi sehingga tidak bisa mencetak sertifikat kompetensi.

Beberapa permasalahan yang muncul dengan jangka waktu yang cukup panjang ketika ada anggota yang namanya beda di KTP, beda di serkom dan beda di ijazah. sehingga dia harus kembali menyesuaikan data di KTPnya dan harus dbuatkan surat keterangan untuk serkomnya jika ada kesalahan dalam penulisan nama dan ini juga ada kesalahan dalam data di akun keanggotaan organisasi profesi ppni. lagi-lagi kesalahan ini karena ada kesalahan di KTP sehingga KTPnya harus dibenahi duluan. akhirnya setelah beberapa bulan terselsaikan juga STRnya. Kemarin, ada juga yang baru selesai setelah menunggu 3 bulan juga. kesalahan cukup kompleks mulai dari tidak terverifikasi oleh PDDikti, data di KTP dan Ijazah serta keanggotaan PPNI juga beda sehingga semua harus bertahap diperbaiki dan alhamdulillah sekian lama menanti akhirnya terselesaikan kemarin dan STRnya sudah bisa dicetak. Sebenarnya persoalan STR ini cukup simple namun namun jika kesalahannya kompleks maka urusannya menjadi panjang. kesalarasan data sebenarnya yang paling utama, jika semua data sama di dokumen yang dibutuhkan seperti ijazah, KTP, keanggotaan PPNI maka akan urusan menjadi lancar jaya :)

Tarakan, 10 / 11 / 2021
Pukul   : 05.20 sore

09 November 2021

Satu Persatu Terselesaikan

Masalah persoalan kecil di rumah perlahan-lahan terselesaikan, mulai dari masalah TV yang hilang suaranya, begitu diperbaiki ternyata gambarnya yang menjadi kontras, tidak bisa menangkap layar warna dasar dominan, merah, dan biru, saya kembali ke tukang service dan alhamdulillah dalam dua hari kembali normal sebagaimana awalnya. TV di rumah ini terbilang tua, sudah 11 tahun. ketika bercerita dengan tukang service rupanya tv tabung malah yang bertahan dan banyak orang mencari. jika rusak biayanya tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan TV plasma, LCD biaya perbaikannya sekitaran 1-2 juta. hmmm jadi tidak niat untuk melirik tv plasma, mungkin saat ini kebutuhan TV tidak terlalu butuh karena anak-anak hanya butuh tontotan tidak menuntut yang lain sementara dibeberapa waktu mereka habis untuk menggunakan hp untuk nonton youtube. 

Masalah kemarin tiba-tiba hp yang digunakan anak-anak untuk belajar online tidak bisa terbuka karena lupa pasword, sebenarnya dua kali saya sudah berhasil membuka dengan bantuan darurat namun entah apa yang membuat hp itu tiba-tiba tidak bisa membuka kunci, saya sudah mencoba membukanya dengan bantuan youtube ternyata gagal juga karena harus menggunakan aplikasi khusus di laptop. akhirnya saya membawanya di service hp langganan dan alhamdulillah akhirnya bisa. mungkin menjadi pelajaran sebaiknya langsung merestar seperti semula di pengaturan, karena menganggap ini masih bisa ditangani diawal sehingga saya tidak memperhatikan lebih jauh agar tidak terjadi kesalahan seperti sekarang. Lumayan hitung-hitungan membantu usaha orang lain :) ketika hp diservice berarti orang tersebut telah mendapatkan rejeki yang dititipkan melalui tangan kita. :)

Tarakan, 9 / 11 / 2021
Pukul    : 10.17 malam

07 November 2021

Lari dengan Pace Silaturahmi

Dalam dunia lari ada yang pace cepat ada pula yang dengan pace biasa. Semua itu tergantung bagaimana kebiasaan dan target lari dari semua orang. Saya juga termasuk orang yang gampangan tertarik pace dengan rekan lari :) misalnya pagi tadi, ketika menemani rekan lari menyelesaikan virtual run yang tersisa 13K, ketika diawal ketemu beliau bertanya apa menu hari ini? saya bilang saya lari dengan pace silaturahmi :) maksudnya pace 7 :) karena ada beberapa rekan lari yang lainnya pacenya seperti itu tapi dalam perjalanan lari dari km ke km rupanya kami lari dalam pace 5 ;) wkwkwkwk sontak ini membuat saya geleng-geleng kepala ketika sadar kalau pace larinya disekitaran itu :) begitu beres menemin rekan lari saya mencoba melambatkan lari sambil menyusul rekan lari yang lain yang dari tadi saya gedoin untuk lari karena beberapa berpapasan beliau masih setia dengan jalan :) 

Tadi itu rencana saya lari cukup 13K terus lanjut 15K karena tanggung teman lari malah belum finis. begitu memasuki akhir lari saya melambatkan lari tapi ada yang tanggung ketika saya lihat aplikasi lari saya lari dengan performa yang cukup bagus lari dengan avg pace 5.30 di aplikasi adidas run dan ini sangat tanggung karena posisi lari saya sudah 14K wkwkw sehingga saya bereskan 15K dengan capaian waktu 1 jam 24 menit, ini cukup  baik karena jarang seperti ini dan begitu 15K akhirnya saya berpapasan dengan rekan yang lain yang tadi masih setia dengan jalan kaki, jadi saya sambil temani ngobrol dan dia tiba-tiba ngajak lari wkwkwkwk. akhirnya saya turuti karena sejak awal saya ngerayu beliau agar mau lari dan akhirnya saya lari sekitar 1,5 K sama beliau dan untungnya beliau lari dengan pace 7 dan ini cukup aman bagi saya sekaligus sebagai recovery karena pace ini adalah pace silaturahmi sekaligus untuk melatih otot-otot setelah tadi lari dengan pace 5 :) kemarin juga seperti itu ketika mengajak rekan lari mengelilingi kampung 6 dan 4 kami lari dengan pace 7 sebagai recovery karena seharu sebelumnya saya habis HM :) 

Tarakan, 7 / 11 / 2021
Pukul   :  5.58 sore


06 November 2021

Catatan Kegiatan Item review soal Ukom

Kamis dan Jum'at kemarin, Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Indonesia (AIPVIKI) regional 10 kalimantan mengadakan kegiatan item review. Jika sebelumnya kegiatan review ini menghadirkan expert di bidang masing-masing keilmuan, kini diserahkan kepada setiap reviewer jadi tingkatannya lebih dari sebelumnya. Saya sendiri sebenarnya kegiatan review ini, sudah berapa kali mengikuti bahkan ini yang sekian kalinya namun baru kali ini benar-benar menjalankan soal sebagai reviewer ;) kenapa demikian, pertama saya harus melakukan review sama orang yang membuat soalnya head to head ;) dan memang harus menunjukkan sifat profesional, melakukan apa yang saya ketahui tentang review soal dan menyampaikan dengan bijak jika memang harus betulkan atau bahkan ditolak. Demikian juga dengan soal yang kerjakan, saya menerima jika memang harus ada perbaikan atau revisi dan yang menjadi tantangannya adalah ketika ada soal yang harus direvisi secara mayor kita harus memikirkan soal ini akan dirubah menjadi soal apa, jika kasus yang diutarakan sudah cukup jelas maka tugas kami adalah rubah bentuk pertanyaannya agar sesuai dengan kasus dan menyesuaikan optionnya dan terkadang juga ada masalah dengan pilihan jawaban sementara pertanyaan dan kasusnya (vignatteenya) sudah jelas. Kesalahan yang sering terjadi adalah membiuat soal yang rumit dan sulit dipahami, dan pertanyaan soalnya masih menanyakan teori bukan aplikasif, misalnya apakah jenis pengkajian yang dilakukan dan pertanyaannya lebih kearah recall, mengingat teori

Masalah lain yang muncul saat pelaksanaan item review adalah menginstall SIPENA. dari link yang diberikan rupanya saya ini tidak membuka  folder yang kompresi sehingga ini yang memakan banyak waktu saya dan terbuang hanya untuk menginstal, setelah install gagal membukanya sehingga reviewpun dilakukan secara mandiri via word. setelah istrahat siang saya sempat membuka sipena yang sudah saya miliki, karena saya anggap itu soal lama saya sehingga saya menyimpannya setelah kegiatan berakhir saya mencoba mengintal kembali melalui folder yang ada di flasdik yang saya miliki, ternyata berhasil setelah diinstall dan sayapun kembali mengerjakan soal dalam aplikasi sipena ini. Besoknya muali rereview soal, rupanya saya ini tidak memahami betul soal dalam bentuk kt 8, yang mana nama filenya sudah menunjukkan berapa soal yang ada dalam file tersebut. ada tahapan yang selewati sekalipun sudah berhasil membuat file dalam bentuk kt8. adapun tahapan yang saya lewati adalah : setelah melakukan buat paketsoal untuk regional, saya sudah melakukan penyimpanan parsial kemudian kembali bagian oaketin soal dan mengklik edit dan masuk ke tahap detail soal, setelah memilih-milih soal yang saya akan kirim ternyata saya lupa untuk mengklik proses pada sudut kanan bawah sebagai bentuk bahwa soal yang dipilih sudah fix untuk diproses, sehingga ketik di save jadi sfilenya itu akan tertuliskan MP_s10_p13 yang berarti bahwa ada soal 10 didalam file, jika kata s0 maka soalnya masih kosong dan tidak bisa terbuka :)  inilah beberapa catatan sehingga kedepannya bisa menjadi pelajaran dan bisa share ke rekan yang lain dan tidak melakukan kesalahan yg sama lagi :)

Tarakan, 6 / 11 / 2021
Pukul   : 5.15 sore


04 November 2021

jersey diluar ekspektasi

minggu lalu saya baru saja memesan 1 jersey dari label terkenal, tiga garis, sudah lama saya memimpikan jika suatu saat saya memiliki outfit lari yang benar-benar higth quality. Setelah sekian lama mencari-cari dengan harga yang pas akhirnya saya menemukan jersey pilihan namun bukan khusus untuk lari.  Sebelumnya pernah juga memesan jersey kw super namun menurut sellernya memang kualitasnya tidak kalah dengan asli dan cukup nyaman digunakan.

Kembali kepesanan saya gimana agar impian mendapatkan pesanan yang bagus sesuai ekspektasi namun ternyata tidak seperti kenyataan, yang sore tadi saya alami, ketika begitu semangatnya mengambil sendiri paket di kantor cabang di sini, begitu sesampainya dirumah saya langsung membuka paketnya, dan tidak lama saya terkejut dengan salah satu ukuran baju yang saya pesan, memang saya memimpikan ukuran ideal karena ada salah satu baju lari dengan ide yang sam,a kemungkinan akan sama dengan ukuran baju ini, namun begitu tekejurnya ketika membuka bngkusan ternyata ukuran L yang saya pesan sudah sangat jauh dari impinan saya, ukuran L yang datang ini tergolog besar bahkan lebih tepatnya menjadi ukuran XL

kecewa? sedikit ,sebagai manusia biasa pasti akan merasakan seperti ini namun ini jadi pelajaran, jangan tergesa-gesa jika memang kurang  pas dihati , pertimbangakn matang-matang. bagi saya pribadi harus belajar dari pengalaman ini, jangan terjebak dalam keperluan yang sesaat hanya karena ikut-ikutan. intinya lebih bijak lagidan lebih selektif lagi

Tarakan, 4 // 11 / 2021
pukul    : 11.12 malam

03 November 2021

Recovery sehabis lari

Ada pengalaman menarik ketika berjumpa dengan beberapa teman lari, ketika mereka menanyakan kondisi saya begitu cepat pulih padahal habis ikut race atau ikut longrun. Memang kondisi pulih selepas race atau longrun ini membutuhkan wakyu yang tidak sedikit, konsistensi dalam latihan menjadi kuncinya, sekalipun kita rutin lari namun jika kita tidak memiliki pola latihan yang teratur kaka kita akan terlewati. Pekan lalu ketika mengikuti race di tanjung selor, sehari setelahnya saya mencoba dengan pace rendah untuk memulihkan kaki, namun dalam kenyataannya pace lari masih begitu laju, seolah masih tertarik dengan pace saat lari kemarin. 

Semua kunci endorance ada dilatihan interval dan jogging rutin dijalankan. kebiasaan longrun juga ikut amndil dalam masalah ini, namun perpaduan lari cepat dan lambat menjadi kuncinya. support nutrisi juga penting. Jangan mudah menyerah untuk latihan, terus konstensi, harus berusaha lari diatas kemampuan yang kita miliki karena ketika sudah lari diatas kemampuan dalam waktu singkat berarti kita siap menerima tantanggan baru, lari di atas pace nomal yang kita  miliki. konsten latihan, variasikan latihan dan enjoy setelah pencapaian lari yang maksinal, tidak bisa paksakan, step by step dinikmati dan rasakan perubahaannya. Dukungan nutrisi juga penting dan terutama kalori dan protein sangat membantu dalam proses lari lari. semnagat untuk berlalri, jangan  kasih kendor, enjoy dengan pecapaian dan jangan lupa bahagia

Tarakan,  3 / 11 / 2021
Pukul   : 10.32

Jika salah,..

Saya tipekal orang yang dengan mudahnya menyimpan sesuatu dalam alam perasaan, bahasa anak sekarang lebih dikenal dengan baper. orang yang suka baper tidak akan pernah suka dengan sebutan itu yang sekalipun sebutan itu menunjukkan cara dia bersikap, memang secara konotasi kata akronim itu memiliki arti yang negatif, tidak bisa berpikir jernih, suka mengutamaan perasaan dari pada logika. sementara sebenarnya ini hanya beberapa persoalan saja yang tanggapannya begitu reaktif dan emosional. intinya tidak selalu seperti itu disemua persoalan, hanya di waktu-waktu tertentu yang dengan mudahnya akan terbawa suasana. Alam perasaan itu tidak bisa tolak setiap manusia memilikinya bahkan tidak melihat jenis kelamin, laki-laki perempuan semua sama. yang jika sekarang pelabelan baper identik dengan orang yang mudah tersinggung, tidak bisa berpikir jernih, lebih emosional dan reaktif. 

Saya belajar untuk memahami kondisi ini, ada hal-hal tertentu yang selalu mudah terbawa perasaan, misalnya ketika saya merasa "salah" atau "disalahkan", apa karena naluri sebagai manusia, sikap mempertahankan diri atau membela diri begitu besar hingga saya juga benar-benat mencari cara membela diri dengan cara lebih mengutamakan perasaan daripada mencerna dengan baik ucapan yang diarahkan kepada kita. padahal jika saya bisa berpikir lebih jernih lagi, apa yang diungkapkan oleh orang lain yang membuat saya "emosional" bersikap akan lebih baik jika saya menahan diri dan mencerna kata atau kalimat yang diarahkan kepada saya. memang tidak ada orang yang mau disalahkan namun tidak ada orang yang selalu berada dalam kondisi disalahkan tanpa memberikan peluang kita untuk membela diri. Intinya rasa bersalah ini atau disalahkan, jangan pernah diambil pusing selama kita mengenali diri kita dan bagaimana kondisi kita saat ini ketika kita dihadapkan pada situasi yang dengan mudahnya membuawa kita terbaya perasaan atau baper. samtai, jangan terges-gesa dalam mengambil keputusan. itu saja :)

Tarakan, 3 / 11 / 2021
Pukul   : 10.20 malam

01 November 2021

Ketika Berharap Sama Manusia

Kesalahan yang sering kita lakukan ketika kita menginginkan sesuatu adalah berharap pada manusia, entah siapa itu, pimpinan, pasangan, anak, saudara, kenalan, orang lain. Apalagi itu itu yang berkaitan dengan keinginan kita terhadap sesuatu. Belum lagi ketika kita punya banyak masalah banyak, Allah subhannah wata'alah menjadi satu-satunya dan utama untuk kita kembali. Memang tidak mudah, apalagi ketika ini berbicara tentang iman dan amalan hati. Kita yang tidak pernah bersabar dan ingin segera mendapatkan solusi dari masalah yang kita hadapi seringkali mengambil jalan yang salah, berharap besar pada orang agar bisa memahami kita, sementara kita tidak pernah mencoba memahami orang itu. Sebesar apapun masalah itu, sebesar apapun goncangan dan gejolak kita rasakan, orang lain tidak akan pernah ambil pusing dengan itu, selama hak-hak mereka tidak terganggu apalagi jika mereka masih merasa nyaman dengan sikap dan mindset mereka maka selama itu pula kondisinya akan seperti itu, kondisi yang secara tidak langsung memaksa kita untuk memahami, merasa lelah dengan kondisi seperti itu maka diam menjadi solusi yang paling utama.

Mungkin orang lain tidak paham seperti apa isi kepala kita, belum lagi ketika segala situasinya dilihat dari sudut pandang orang itu, maka kita tidak boleh terlalu banyak berharap, yang terjadi malah kekecewaan dan akhirnya berakhir luka. kita hanya bisa memaklumi sambil berharap kelak kondisinya akan berubah secara perlahan-lahan walau kecil paling tidak ada perubahan menuju kearah yang lebih baik. Mungkin bagi sebagian besar orang ketika diingatkan atau diharapkan pengertiannya, masih banyak mempertahankan keakuannya, mereka juga berarap seperti kita berharap, ingin diharga, ingin dihormati sekalipun tuntutan mereka itu menunjukkan "keakuan" karena sudah merasa berjasa, sudah merasa melakukan banyak hal hingga menjadi pembenaran dari apa yang mereka lakukan, disinilah letak permasalahannya kita berprinsip dengan pemahaman kita dan orang lain berprinsip dengan pemahaman dia, semua tidak ada yang melunak untuk mencoba untuk memahami kondisi yang ada, semua merasa paling benar dan semua juga mempertahankan yang usdah dicapaianya, tidak ingin disalahkan dan tidak ingin didikte, mereka ingin bebas, sebebas yang mereka harapkan dan apa yang tertanam dalam mindset. wallua'lam bisyawab.

Tarakan, 1 / 11 / 2021
Pukul   : 10.19 malam

Bismillah, November 2021

Alhamdulillah, hari ini masuk bulan november yang berarti bahwa  kurang lebih dua bulan, tahun 2021 ini akan segera berganti. begitu banyak yang sudah berlalu dan terjadi, semua sudah tersimpan dalam catatan kehidupan, entah itu yang memberikan kebaikan untuk diri kita dan orang di sekitar atau malah ada yang kurang baik yang sudah kita lakukan, sudah memberi rasa "sakit" dan jengkel buat orang lain, sadar dan tidak sadar itu semua sudah dicatat kehidupan. Bulan Oktober yang sudah berlalu banyak kejadian, aktifitas bahkan peristiwa yang tidak diduga-duga, sampai saat inipun beberapa rangkaian kegiatan masih berlangsung. Ada hal yang membuat luka dan duka, ada hal yang membuat membangkitkan asa, semua bersatu padu dan bergantian seiring dengan bergantinya waktu, hari demi hari yang sudah berlalu. 

Bagi saya pribadi. bulan oktober yang sudah berlalu itu menjadi bulan yang cukup menguras tenaga, banyaknya kegiatan vaksinasi, tuntutan pekerjaan / mengajar hingga hobi lari yang tidak bisa benar-benar dilepas / dikurangi. Bulan oktober ini mengalir mengikuti jalurnya. Ada yang diharapkan seperti ini malah kejadiaannya seperti itu, ada hal yang diharapkan sekedarnya saja malah yang didapatkan lebih. Ada hal yang sangat diharapkan lebih ini malah yang didapatkan hanya sebagian, ada hal-hal yang diluar kendali kita semua, kita hanya berusaha, berdoa dan jika belum berwujud sikap yang harus diambil adalah berserah (bertawakal). semoga bulan november ini berjalan dengan baik dan mendapatkan keridhoan Allah subhannah wata'alah.

Tarakan, 1 / 11 / 2021
Pukul    : 7.28 pagi