Tadi, ketika sedang melihat sosial media IG, tiba-tiba terlintas dalam benak, kenapa saya masih menyimpan karakter "kuper" untuk hal-hal tertentu. saya masih memegang prinsip, cukup orang tahu luarnya saya saja, untuk lebih tahu lebih jauh cukup orang-orang yang sudah mengenal saya :) saya masih belum bisa terbuka secara terang-terangan tentang siapa sebenarnya saya ini, bahkan untuk menghindari hal-hal yang bisa "membuka" jati diri saya, saya ekstra hati, saya betul berhati-hati dalam mengkomunikasikan " who am i" jika tidak ada kaitannya dengan "urusan" kerjaan saya, saya tidak begitu memperkenalkan diri, cukup orang tahu seperti yang ada dalam pemahaman mereka. sikap kehati-hatian ini, saya membagi segmen-segmen pertemanan, pertemanan karena pekerjaan, pertemanan karena "sekedar kenal, pertemanan karena persaudaraan, pertemanan karena hobi, pertemanan dunia maya. Segmen-segmen pertemanan ini, ada kalanya tidak saling mengetahui jika saya dan mereka atau yang lain, sudah pernah berteman atau saling kenal, karena segmen pertemanan ini juga saya terapkan dalam bersosial media. bahkan saya memiliki 2 akun sosmed hanya membedakan segmen pertemanan itu, alasan utamanya agar saya tidak terlalu disibukkan dengan hal-hal yang bagi saya "tidak penting", dalam segmen pekerjaan, kali ini saya berprinsip, saya bekerja, dan memberikan kontribusi positif, cukup sampai disitu, tidak perlu masuk hingga keurusan "pribadi" saya yang mungkin hanya konsumsi saya dan keluarha, misalnya seperti itu.
Satu hal lagi, untuk segmen pertemanan, salah satunya karena hobi, saya juga tidak pernah membuka diri tentang pekerjaan saya, terkecuali ditanya, itu juga ngelesnnya banyak, pura-pura tidak dengar atau sengaja mengalihkan pembicaraan. Bahkan saya memiliki dua no w.a dengan karakter teman yang berbeda, nomor pertama (segmen pertama) lebih kearah saudara, keluarga inti, keluarga besar, pekerjaan dan organisasi profesi, dan nomor kedua ini hanya untuk segmen teman-teman lari (segmen kedua), karakter yang selama ini saya tidak nampakkan dalam segmen pertemanan pertama, disini benar-benar ekspresif, semua diluar keperluan pekerjaan dan keluarga inti, lebih kearah hobi dan saya menikmati peran-peran disini, saya terlibat dalam pertemanan yang tidak kaku, tidak membahas pekerjaan (walau sesekali akan dibawa kembali). saya menjaga benar jarak pertemanan dikedua segmen tersebut, saya juga tidak terlalu ingin kepoin urusan orang lain khususnya untuk segmen kedua, prinsip saya, berusaha, berdoa dan berikhtiar. saya benar-benar belum bisa menunjukkan diri saya sebenarnya, diri yang tersegmentasi dalam warna pertemanan, saya merasa nyaman dengan orang tahu saya "biasa-biasa saja" kayak orang pada umumnya, tanpa diikuti embel, pekerjaan, ini dan itu, dan sebenarnya uga kita ini bukan siapa2,.. :) semoga istiqomah dan tidak membuat permasalah karena ada dua sudut pendang yang berbeda. itu saja
Tarakan, 25 / 3 / 2022
Pukul : 22.54