25 Maret 2022

Karakter Yang Melekat

Tadi, ketika sedang  melihat sosial media IG, tiba-tiba terlintas dalam benak, kenapa saya masih menyimpan karakter "kuper" untuk hal-hal tertentu. saya masih memegang prinsip, cukup orang tahu luarnya saya saja, untuk lebih tahu lebih jauh cukup orang-orang yang sudah mengenal saya :) saya masih belum bisa terbuka secara terang-terangan tentang siapa sebenarnya saya ini, bahkan untuk menghindari hal-hal yang bisa "membuka" jati diri saya, saya ekstra hati, saya betul berhati-hati dalam mengkomunikasikan " who am i" jika tidak ada kaitannya dengan "urusan" kerjaan saya, saya tidak begitu memperkenalkan diri, cukup orang tahu seperti yang ada dalam pemahaman mereka. sikap kehati-hatian ini, saya membagi segmen-segmen pertemanan, pertemanan karena pekerjaan, pertemanan karena "sekedar kenal, pertemanan karena persaudaraan, pertemanan karena hobi, pertemanan dunia maya. Segmen-segmen pertemanan ini, ada kalanya tidak saling mengetahui jika saya dan mereka atau yang lain, sudah pernah berteman atau saling kenal, karena segmen pertemanan ini juga saya terapkan dalam bersosial media. bahkan saya memiliki 2 akun sosmed hanya membedakan segmen pertemanan itu, alasan utamanya agar saya tidak terlalu disibukkan dengan hal-hal yang bagi saya "tidak penting", dalam segmen pekerjaan, kali ini saya berprinsip, saya bekerja, dan memberikan kontribusi positif, cukup sampai disitu, tidak perlu masuk hingga keurusan "pribadi" saya yang mungkin hanya konsumsi saya dan keluarha, misalnya seperti itu. 

Satu hal lagi, untuk segmen pertemanan, salah satunya karena hobi, saya juga tidak pernah membuka diri tentang pekerjaan saya, terkecuali ditanya, itu juga ngelesnnya banyak, pura-pura tidak dengar atau sengaja mengalihkan pembicaraan. Bahkan saya memiliki dua no w.a dengan karakter teman yang berbeda, nomor pertama (segmen pertama) lebih kearah saudara, keluarga inti, keluarga besar, pekerjaan dan organisasi profesi, dan  nomor kedua ini hanya untuk segmen teman-teman lari (segmen kedua), karakter yang selama ini saya tidak nampakkan dalam segmen pertemanan pertama, disini benar-benar ekspresif, semua diluar keperluan pekerjaan dan keluarga inti, lebih kearah hobi dan saya menikmati peran-peran disini, saya terlibat dalam pertemanan yang tidak kaku, tidak membahas pekerjaan (walau sesekali akan dibawa kembali). saya menjaga benar jarak pertemanan dikedua segmen tersebut, saya juga tidak terlalu ingin kepoin urusan orang lain khususnya untuk segmen kedua, prinsip saya, berusaha, berdoa dan berikhtiar. saya benar-benar belum bisa menunjukkan diri saya sebenarnya, diri yang tersegmentasi dalam warna pertemanan, saya merasa nyaman dengan orang tahu saya "biasa-biasa saja" kayak orang pada umumnya, tanpa diikuti embel, pekerjaan, ini dan itu, dan sebenarnya uga kita ini bukan siapa2,.. :) semoga istiqomah dan tidak membuat permasalah karena ada dua sudut pendang yang berbeda. itu saja

Tarakan, 25 / 3 / 2022
Pukul   : 22.54 

22 Maret 2022

Tanggungjawab sebagai orangtua

Kemarin ada hal yang cukup mengagetkan di rumah, ketika anak sulung saya, putri pertama kami, menyampaikan jika ada darah keluar, sponton orang seisi rumah menjadi kaget karena berarti si kakak sudah haid untuk pertama kalinya. Mengingat usia si kakak baru memasuki 10 tahun 6 bulan dan masih duduk di kelas 4 SD. Qadarallah, hal ini tidak bisa dihindari, mungkin pertumbuhan anak saya ini cepat, tinggi badannya saja sudah hampir menyamai ibunya. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kondisi seperti ini, si kakak ini tontonannya film india jika siang, nonton youtube entah apa yang dia tonton karena sepenuhnya tidak bisa dipantau namun kami pastikan masih tontonan aman, tapi kadang juga dia menyampaikan kalau menonton film india di youtube. 

Sebenarnya ada rasa kekhawatiran sedikit, karena mengingat si kakak ini sudah memasuki akil balik yang berarti bahwa tanggungjawab syariat sudah dibebankan kepadanya, sudah harus meninggalkan kebiasaan bermain bersama teman-temannya yang usia jauh dibawah dia dan satu hal yang cukup dicemaskan dan perlu diantisipasi, apakah kami sebagai orangtua bisa membimbing dan mengarahkan dia ke jalan seharusnya, karena tidak sepenuhnya kami bisa pantau namun bukan berarti kami tidak peduli dan tidak mengamati tingkah laku kesehariannya, semoga melalui kekuatan doa dan pertolongan Allah subhannah wata'alah, kami bisa memmbimbing dan mengarahkan sesuai yang seharusnya dan bisa mengantarkan dan mempersiapkan sesuai tuntutan kehidupan yang seharusnya karena di masa-masa seperti ini, dia akan jati diri dan idenittas dan membentuk karakter di masa dewasanya nanti.

Tarakan, 22 / 3 / 2022
Pukul   : 05.10 pagi 

21 Maret 2022

Scor Toelf ITP : 460

Hari ini, setelah mengalami penundaan test toelf ITP, akhirnya saya melakukan ujian di jam 08.20 pagi ini. Alhamdulillah jaringan wifi begitu mendukung dan ujiannya berjalan lancar. mulai masuk di test listening semua berjalan lancar, dari beberapa yang didengar ada yang dipahami maksud dan artinya. namun lebih banyak yang tidak dipahami. sebenarnya ini sudah dalam prediksi, karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah ketika pertama kali tets listening (bukan mengulang kembali setelah test pertama) pasti hasilnya seperti itu, belum mencapai 50% artinya belum bisa mencapai scor 50 :) padahal untuk trik dilestening ini sudah di khatam, seperti fokus pada speaker kedua, hindari similar voice (suara yang mirip-mirip), cari sinonim atau antonim). namun bukan disitu masalah utama, namun lebih kurang bisa menangkap makna dari si speaker dan masih minimnya vocabolary :(  memang kelemahan saya adalah mendengar tanpa melihat dan menulis, ketajaman pendengaran saya masih kurang jika tidak dibarengi melihat apa yang disampaikan / dikatakan. 

Untuk struktur comprehenshif, sebenarnya juga tidak terlalu bermasalah, sudah mengikuti trik dan tips dan alhamdulillah sejauh ini masih aman, walau nilai yang didapatkan belum mencapai 50, masih 47, padahal dari sinilah point itu saya harapkan namun belum maksimal dan selama ini juga saya perlu menambah skor akan lebih baik jika salahnya kurang dari 10 walau mustahil untuk saat ini. Reading komprehenshif juga sudah lumayan namun lagi-lagi masih belum mencapai angka 50 skor. akhirnya setelah beberapa saat setelah ujian, akhirnya skor keluar dengan total skor 460 dengan uraian listening 43, structure : 46 dan reading 49. sebelumnya saya pernah mengikuti kursun online, selama 10x pertemuan namun hasilnya masih jauh dari diharapkan, dari hasil post test test teofl prediction yang saya dapatkan pada akhir bulan januari lalu adalah 407, dengan listening 39, structure : 41 dan reading 42 dan ini membuat syok karena saya kira skor akan meningkat secara signifikan ternyata sebaliknya

Sebenarnya hasil ini tidak terlalu buruk namun ini belum bisa digunakan sebagai persyaratan mengikuti pendaftaran beasiswa LPDP jalur reguler untuk jenjang doktoral dalam negeri dan juga belum bisa digunakan untuk mendaftar S3 di UGM :) tapi ini bisa digunakan untuk mengurus sertifikasi dosen :). Hasil ini benar-benar real sesuai dengan kemampuan yang saya miliki, bukan berdasarkan skor titipan :) atau skor kasihan, ini menjadi petunjuk awal (sering kali sebenarnya) untuk saya lebih mempersiapkan diri, waktu yang masih ada hingga bulan juli ke depan cukup panjang, masih ada waktu yang digunakan dan dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri, termasuk mempersiapkan hal lain yang dibutuhkan LPDP dan UGM termasuk saya bisa fokys melaksanakan hal-hal lain yang selama ini masih tertentu, semua ada hikmah di balik semua ini. :) insyaAllah. tetap semangat, tetap berikhtiar dan tetap berdoa :)

Tarakan, 21 / 3 / 2022
Pukul   : 12.07 siang

19 Maret 2022

Tiba-tiba cemas

Pagi ini, sabtu pagi, biasanya rutinitas saya adalah long run, berhubung hari ini hujan, semangat untuk long run ditunda dulu. Biasanya saya sudah berkeringat dan begitu semangat menyelaikan 16-18K bahkan sampai 21 K. Ketika tidak melaksanakan longrun pagi ini, tiba-tiba "serangan" cemas datang menyapa. entah apa yang saya khawatirkan. saya mencoba untuk menenangkan diri, mencari-cari kira-kira apa yang mebuat hati menjadi tidak tenang dan gelisa. Titik pertama mengarah pada ujian toefl. setelah gagal ujian kemarin dan dipindahkan ke hari senin dan ternyata hari senin, saat pagi ada penyerahan mahasiswa PKL, dan masih khawatir adanya gangguan jaringan internet kembali. dan kekhawatiran saya didasarkan saya tidak begitu siap sekalipun saya sudah menyiapkan ini jauh-jauh sebelumnya bahkan mulai ikut test toefl online dan mengikuti kursur online namun belum menunjukkan perubahan signifikan. dan saya dalam dua hari ini begitu disibukkan dengan beberapa yang sangat padat dan estafet, padahal dihari sabtu itu saya mengembalikan mood dan semangat saya itu setelah berlongrun :( semoga dengan persiapan yang sempit ini masih bisa saya manfaatkan sebelum ujian di hari H. dan semoga kembali dilancarkan ujiannya aammin.

kekwatiran kedua adalah, lagi dan lagi, saya yang membuka jalan komunikasi, mungkin karena saya sudah berkomitmen untuk tidak terlalu membuka komunikasi, dan ternyata yang terjadi  masih seperti yang dulu, memang mengharapkan kita disapa duluan itu cukup berat, untuk mendapatkan feedback seperti yang inginkan juga agak sulit, karena memang juga dari dulu seperti itu namun teman ini masih seperti yang saya kenal dengan segala kelebihan dan kelemahannya. cukup itu saja dan saya tidak perlu khawatir bahwa teman ini akan berubah. sudah jangan memikirkan lagi :) 

semoga kekhawatirkan hanya sebagai warning bahwa semua perlu dipersiapkan lebih matang lagi dan tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang apa yang belum terjadi :)

Tarakan, 19 / 3 / 2022
Pukul   : 07.14

18 Maret 2022

Batal Ujian Toefl

Hari ini, sesuai jadwal yang saya pilih, seharusnya saya ujian Toelf sebagai salah satu syarat untuk mengajukan beasiswa Reguler  LPDP, skor yang dibutuhkan cukup tinggi, 530, sebenarnya sejak kemarin saya sudah mengecek jaringan, yang mengharuskan 10 mpbs, saya coba menggunakan wifi rumah tapi tidak terpenuhi, saya coba menggunakan tetringan dengan provider indosat dan stabil di 12 mpbs, saat test jaringan, sudah memenuhi, begitu tekoneksi dengan w.a langsung jaringan tidak stabil bahkan aplikasinya ngehang. sudah dicoba beberapa kali tetap juga tidak stabil bahkan jaringan hanya mampu di 6 mpbs. itupun dengan segala keterbatasannya, rupanya memang harus fokus paket datannya jangan samakan paket untuk zoom (menggunakan hp) dan yang menggunakan laptop, sebaiknya indihome digunakan untuk zoom dan laptop menggunakan tetringan. Pengalaman mengikuti test Toep, sejenis toefl untuk keperluan sertifikasi dosen, tidak ada kendala dengan jaringan, bahkan semua aman, tidak jadi masalah, alhamdulillah lancar jaya, sama juga ketika test potensi akademik dengan sistem online dari fakultas psikologi UGM, juga tidak ada kendala, dan saat itu juga saya menggunakan tethringan simpati. 

Pasti ada sisi positif dari kejadian barusan, paling tidak saya masih ada waktu 2 hari untuk kembali mengasa kemampuan diri, mempersiapkan diri dengan memanfaatkan waktu yang ada, usaha dan usaha terus dan terus berdoa, jangan pernah menyerah di tengah perjalanan. selagi masih ada waktu tetap usaha dan terus berdoa, apapun hasilnya, saya sudah siap dengan segala kemungkinan yang ada, bahkan langkah-langkah yang harus saya ambil kedepannya. insyaAllah masih semangat untuk kembali mengikuti ujian ulang Toelf ITP..


Tarakan, 18 / 3 / 2022
Pukul   :  11.11

15 Maret 2022

Manfaat Waktu Yang Tersisa

Beberapa bulan terakhir ini, saya disibukkan dengan persiapan test TOEFL ITP. insyaAllah jika tidak ada halangan, saya akan test di hari jum'at ini, yang berarti bahwa tersisa 3 hari lagi. sejak daftar hari sabtu lalu, saya selalu saja disibukkan hal-hal yang remeh dan tidak bisa lepas dari rutinitas kerjaan dan latihan lari :) jika belajar dari test teofl yang sudah saya ikuti secara online, skor yang saya dapatkan masih berkisar 450-480, sebenarnya saya membutuhkan 530 sebagai syarat administrasi untuk pengajuan beasiswa lpdp, karena test toefl ini menjadi pembuka tahapan berikutnya. memang tidak mudah untuk memahami komponen test toefl ini, saya memiliki kelemahan dalam audio, saya bukan orang peka membaca maksud dari listening test, dengan tipekal belajar visual memang sulit bagi saya untuk menangkap makna dari percakapan yang saya dengarkan. Kursus yang saya ikuti juga masih menyisahkan banyak kelemahan, syaa benar-benar belum memahami maksud dari apa yang saya dengar, poaling banter saya menjawab 50% dari pertanyaann listening. 

Saat ini, begitu banyak latihan listening yang bisa didapatkan dalam media social youtube, kita bisa mengikuti latihan sekaligus ditunjukkan jawaban yang benar, ini cukup membantu untuk mengetahui kesalahan apa saja yang sudah saya lakukan. ada juga aplikasi yang saya dapatkan saat kursus kemarin dan ada pembahasan yang bisa sya gunakan. untuk meningkatkan daya dangkap memahami lsitening ini, saya mulai membiasakan mendengar percakapan dalam bahasa inggris, entah saya paham atau tidak maknanya, yang penting adalah ikhtiar yang dilakukan ini, apapun hasilnya saya akan tetap menerima dan menghargai, karena saya sudah berusaha walau hanya dengan autodidak. jangan pernah menyerah, selagi masa ada, maka manfaatkan sebaik-baiknya, karena tidak ada usaha yang sia-sia, kita bisa belajar dari kegagalan yang kita lakukan agar kita bisa perbaiki dan  tidak melakukan kesalahan yang sama,

Tarakan, 15 / 3 / 2022
Pukul    : 16.27 sore

13 Maret 2022

Menyemangati "Diri"

Potongan lagu 'Diri" dari penyanyi Tulus, hari ini kamu berdamai dengan dirimu sendiri, kau maafkan semua salahmu, ampuni dirimu...... bait berikutnya masih banyak kata-kata yang memotivasi diri untuk bisa bangkit dan percaya pada kemampuan diri sendiri. kita tidak pula berdamai dengan diri sendiri dengan segala kekurangan dan keterbatasan diri namun bukan berarti kita tidak bisa untuk melangkah, Disini juga mengajarkan bagaimana kita berdamai dengan sakit dan luka yang kita rasakan, kita diajarkan untuk menguatkan diri dengan mengatakan semua baik-baik saja. kita tidak pula mengapresiasi diri atas apa yang sudah lakukan, namun jangan paksakan apapun, kita diingatkan betapa pentingnya bersyukur dengan apa yang kita punya, apa yang kita miliki sudah cukup jangan dipaksakan untuk berlebihan. luka jangan membuat kita terpuruk, jadikan senyum jadi senjata dan lagi katakan semua baik-baik saja.

Lagu ini, sangat pas dengan kondisi saat ini, pasti semua orang mengalami namanya down, drop, jatuh, sakit,merasa sedih boleh saja, asal jangan berlebihan, sewajarnya saja, karena kita tidak akan pernah bangkit jika kita selalu terkungkung dengan kondisi seperti itu, kita tidak akan pernah tahu apa yang besok kita hadapi, bisa jadi kegagalan hari ini menjadi langkah awal untuk kesuksesan kita ke depan, selama kita tidak menyerah dan selalu belajar dari kesalahan yang kita miliki. teruslah bangkit, semua baik-baik saja. teruslah berprasangka baik, karena selalu ada sisi positif dari kegagalan atau masalah yang kikta hadapi. jangan lupa meminta pertolongan Sang Khaliq, semua yang kita hadapi atas kehendakNya, kita diajarkan bagaimana mendapatkan sesuatu harus dengan kerja keras, kita diajarkan bahwa sanya apa yang kita tidak sukai belum tentu buruk bagi kita, sebaliknya apa yang kita sukai, belum tentu baik untuk diri kita.  Katakan pada diri, semua baik-baik saja.


Tarakan, 13 / 3 / 2022
Pukul   : 23.13

12 Maret 2022

Saling Komentari Story

Untuk memulai obrolan itu tidaklah mudah, begitu banyak hambatan dan rintangannya, ada yang memulai dengan menyapa dan menanyakan kabar, ada juga yang mulai dengan mengkomentari w.a. nah obrolan itu dimulai disini, namun kebanyakan orang yang hanya sebagai viewer w.a, namun ada teman atau orang yang dengan mudahnya memulai obrolan dengan mengomentari w.a. saya salah satunya. ada beberapa kontak di hp, memang selalu nyambung jika diajak ngobrol tentang hal-hal yang berkaitan dengan tertentu. misalnya ada teman yang suka sekali ngegym, begitu dikomentari obrolan langsung nyambung bahkan menjalar kemana-mana :) ada juga teman lari, yang sekarang sudah menjadi anggota brimob pusat (Jakarta) salah satunya, saling komentasi story jika memang hal-hal yang perlu diobrolin dan tidak pernah mengabaikan pesan yang sudah dikirim, apalagi kalau saya pasang story tentang lari, tidak pernah kelewatan, dan demikian juga jika memasang tentang latihan brimob, so pasti disabet walau hanya mengirim emot :) untuk rekan yang satu ini, benar-benar sudah tidak ada jarak dan ruang :) bahkan termasuk tipe orang yang menjaga komunikasi dan benar-benar klok denga gaya saya. 

Memang obrolan receh dengan mengomentari story ini bukanlah obrolan basa basi semata, banyak hal yang didapatkan, intinya obrolan ini jauh dari gibah, obrolan lebih ke arah informatif dan hal-hal yang berkaitan dengan hobi, paling sering berkaitan dengan dunia lari, masalah qoute motivasi / pesan religius. kalau sudah bahas lari maka tidak akan ada habisnya ;) ada teman lari yang sekarang sudah tugas di Banjarmasin, tidak pernah lewat membahas tentang lari, capaian pace bahkan race, ini saja kami sama-sama daftar virtual bandung marathon, dengan mengambil offline dan akan diumumkan  minggu depan. Beliau daan saya juga mantau capaian lari di strava sehingga ini jua menjadi materi obrolan. Ini juga ada rekan lari yang melakukan hal yang sama, padahal baru saja kenal, setahunan :) hehe namun sudah saling melempar komentar, dan memang yang harus dijaga dalam obrolan seperti ini adalah sikap slow dan tidak perlu "memamerkan" diri, ada yang perlu dupublish, ada yang cukup kita ketahui.

Ada beberapa tipe orang memang yang tidak tergerak jarinya untuk mengirim pesan saat melihat story, bisa jadi karena malas tahu, hanya pengen tahu story kita, bahkan ada orang yang kita harapkan tidak hanya menjadi viewer namun juga memberi respon wkwkwkw tapi itu semua hak orang, kita tidak bisa mengaturnya, dan kita juga tidak pernah bisa menebak respon orang memberikan respon terhadap story kita. saya pernah mendapat respon story w.a dari senior saya, dan itu sungguh menakjubkan karena tidak menyangka bisa mendapatkan respon seperti itu. ada kita meliki list teman yang benar-benar setia menjadi viewr kita walau tidak memberikan respon dan saya secara pribadi ada list teman yang menjadi wajib untuk dikepoin storynya :) termasuk ada yang wajib dikomentari :) intinya obrolan w.a ini hany sekedar menjalin silaturahmi dan bukan menjadi materi yang bisa digibahin :)

Tarakan, 12 / 3 / 2022
Pukul   : 18.06

11 Maret 2022

Membiasakan Diri

Di lingkungan kerja kita berhadapan dengan berbagai macam karakter bahkan kita diperhadap-hadapkan dengan banyak hal dan banyak "kepentingan", jika kita tidak memiliki nyali yang kuat dan kokoh maka kuta akan goyah. Mungkin kita menghadapi orang dengan karakter yang tidak seirama dengan kita, bahkan bertolak belakang, namun lagi-lagi kita tidak bisa mengendalikan atau mengatur seperti apa orang berpikir dan bertindak. pintar-pintarnya kita informasi yang masuk dalam telinga, dan pintar-pintar memilih dan memilah mana yang perlu diikuti mana yang perlu diabaikan. Termasuk ketika bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang, ada yang karakernya sesuai dengan kita, namun ada juga yang baru mendengar suaranya kita sudah kehilangan selera makan. Ada pula, orang yang baru mendengar namanya sudah membuat kita emosi, kok ada orang seperti itu, kok ada orang yang ribet urusannya jika kita berinteraksi dengan dia, ada orang yang sedikit-sedikit mengeluh dengan apa dialami, ada juga orang yang sedikit-sedikit mudah sekali mencari dan mentilik kesalahan orang, bahkan ada oraang yang tidak pernah merasa salah dengan apa yang dia lakukan namun begitu semangatnya mencari-cari kesalahan orang lain. Adapula orang dengan mudahnya memberi pujian kepada orang lain namun pada waktu yang berbeda begitu mudahnya pula mencelah orang lain. 

Kondisi seperti di atas tidak bisa kita atur, kita akan berhadapan dengan orang-orang seperti itu terus, bahkan urusan kerjaan kita juga harus berhadapan dengan orang sama, yang secara mindset kita sudah terlalu "buruk" namun kita tidak punya pilihan dan mereka punya power.  harus benar-benar jaga hati, kendali diri, kontrol emosi, jangan sampai mindset yang sudah terbentuk itu membuat kita hilang kendali dan berbuat yang lebih buruk dari mereka-mereka, jika itu terjadi maka kita menunjukkan kualitas yang jauh dibawah mereka karena kita tidak bisa kendalikan diri dan tidak bisa menunjukkan bahwa mereka itu melakukan banyak kesalahan dan kefatalan. sudah, jangan peduli, jalani dan tetap berpendirian.


Tarakan, 11 / 3 / 2022
Pukul   : 15.42

10 Maret 2022

Berpolitik

Politik itu tidak selalu identik dengan partai politik. Dalam kehidupan berorganisasipun tidak terlepas dari berpolitik. deal-deal politik mulai digembor-gemborkan, saling memberikan gagasan bahkan saling mencari titik lemah. pada sisi inilah mulai masuk "gibah politik" saling mencari kelemahan bahkan saling menyebar "fitnah". dulu teman, sekarang lawan, dulu saudara sekarang rival, dulu lawan sekarang kawan, dulu rival sekarang patnert. itulah politik, orang mengatakan "kotor" mungkin cara mengaktualisasikannya ada yang menghalalkan segala macam cara. Bahkan benih-benih perpecahan juga berawal disini, tidak sepakat dengan yang diputuskan sehingga membentuk kelompok-kelompok baru dengan nama tandingan atau dengan wajah baru. Mungkin ada yang bertanya demi apa? ada yang berpendapat bahwa dilakukan dengan jalan itu cita dan impiannya bisa diwujudkan. Ada yang ingin mewujudkan impian bersama, ada yang ingin mewujudkan impian pribadi dengan balutan impian khalayak. makanya tidak salah, jika ada yang memperjuangkannya dengan penuh effort, banyak materi yang harus dikorbankan dan banyak watu yang harus dipergunakan.

Kemarin, ada kegiatan organisasi, ada sekaligus dua pemelihan dua pimpinan dalam manajemen organisasi yang berbeda. pemilihan yang pertama, saya menjadi ketua panitia. memang sejak awal persiapan saya sudah mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan berbagai pihak, bahkan harus menggunakan dana pribadi untuk menutupi keperluan kegiatan yang diluar kegiatan, atas dasar inilah mungkin sebagian anggota mengira saya layak menjadi ketua. namun dalam diri, tidak pernah berambisius, yang jelas, organisasi / himpunan ini terbentuk, masalah siapa yang menjadi ketua, itu tidak perlu diperdebatkan karena yang terpenting adalah kita mendukung. Pemilihan kedua adalah, pemilihan pimpinan / ketua yang termasuk elit untuk skala propinsi kaltara, begitu banyak godaan, banyak tantangan, begitu banyak informasi yang masuk, bahkan saya sudah berada diposisi apa, mau melilih siapa? saya prinsip bahwa yang saya pilih harus memiliki visioner, pertimbangan saya bukan karena kedekatan atau pertemanan, saya harus mempertimbangkan jauh ke depan, bukan saja untuk diri saya akan tetapi dampak yang lebih besar ke profesi dan lingkungan kerja, karena itu tidak bisa dipungkiri. hingga inilah yang jadi pertimbangan, belajar untuk berpolitik yang seharusnya dan semestinya, bukan berpolitk dengan ber kaca mata kuda :)

Tarakan,  10 / 3 / 2022
Pukul   :  7.23 

09 Maret 2022

Teruslah Seperti Ini

Yang paling mengenal diri kita adalah kita sendiri, ungkapan ini sudah sering kita mendengarnya bahkan kita jadikan prinsip hidup bahwa tidak ada yang paling mengenal diri kita adalah diri kita sendiri. Kemarin saya mendengarkan lagu "Diri" dari penyanyi indonesia "Tulus". Lagu ini memberi pesan bahwa kita harus berdamai dengan diri kita, kita harus bangkit dari keterpurukan yang kita alami. Kita tidak bisa berharap sepenuhnya sama orang lain, jika kita berharap maka kekecewaan yang kita rasakan. Pernah juga berpikir kenapa saya terkesan terlalu baik sama orang, apakah yang saya dapatkan dari itu semua. jika kita hitung-hitungan secara dunia, maka yang akan kita dapatkan adalah kekecewaan, kenapa? karena kita akan mendapatkan yang tidak setimpal, orang-orang yang kita tolongin berbalik arah bahkan tidak pernanh membalas dengan kebaikan yang sama malahan ada membalas dengan keburukan. Namun jika meluruskan niat lillahi ta'alah maka kita akan mendapat pertolongan dari Allah subhannah wata'alah.  karena sesuai dengan janjiNya, siapa yang berbuat baik (menolong) orang lain maka Allah akan menolong kita. 

Tanyalah kedalam diri, ikhlaskah menjalani hidup ini? ikhlaskah melakukan kebaikan yang dilakukan kepada teman, sahabat atau orang-orang disekitar. Saya termasuk tipekal yang suka menanyakan kabar teman-teman yang lama tidak berkomunikasi, sering mengkomentari story orang hanya sekedar menjaga komunikasi, namun terkadang terbesik dalam diri, kenapa mereka tidak melakukan hal yang sama kediri saya?wkwkwk terus terbesik, apakah saya berharap seperti itu melakukan sesuatu karena berharap mendapatkan stimpal? dimana letak ketulusan itu? dimana letak saling menolong dalam pertemanan? jika mereka tidak membalas, maka yakinlah bahwa ada Allah subhannah wata'alah yang membalas kebaikan yang kita lakukan. Tidak ada kerugian yang kita dapatkan dari kebaikan yang sudah kita lakukan, perbaiki diri, perbaiki niat, kalau ada materi yang harus kita korbankan, yakinkan, jika memang rejeki kita, maka dia tidak akan kemana, pasti akan kembali baik dalam bentuk seperti itu bahkan lebih baik lagi. aamiin

Tarakan, 9 / 3 / 2022
Pukul   : 07.44

08 Maret 2022

Tak Seperti biasanya

Tanggal 8 menjadi pilihan untuk kembali berkomunikasi dengan teman, sahabat sekalgus sudah dianggap sebagai saudara dalam kurung waktu dua tahun terakhir. memang tidak bisa dipungkiri, saya membatasi komunikasi dalam dua bulan ini, namun berusaha tetap menjaga silaturahmi. Bulan januari yang lalu, tanggal 8 juga saya terakhir berkomunikasi dengan perbincangan mengenai "sarung gajah duduk". Bulan februari yang lalu, ditanggal 8 juga, saya baru menjalin komunikasi, setelah sebulan, ini juga karena ada aksiden hp hang dan menelpon hingga 3x ;D, setelah tidak ada komunikasi lagi, hingga tadi pagi saya coba mengkomentari story sahabat ini yang nulis lagi gowes, dengan balasan muantap, salam sehat. dijawab salam sehat selalu, saya balas kembali, siap komandan. Setelah itu tidak ada obrolan lagi, tidak  ada lagi yang saling menanyakan kabar dan tidak ada lagi saling mengucapkan selamat beraktifitas, ini lagi saling kirim doa dan support :( jika dibandingkan dulu-dulu, sangat aktif saling berkomunikasi, namun ini saya juga harus memulai, saya juga yang harus memancing, saya juga yang harus membuat obrolan menjadi cair, saya harus yang mengkomentasi story dia walau perbandingannya 20:1, 20x saya komen, 1 kali saya baru dikomentasi story saya :D sekalipun tetap dibalas semua pesan yang dikirimkan, namun jika dilihat lebih dalam, obralan kami itu tidak ada nyawanya ;( tidak ada benar-benar saling memberikan feedback, mungkin karena teman ini seorang anggota tni, sehingga komunikasinya hanya satu arah, tidak mencair bahkan untuk becanda pun terasa sulit, semuanya serasa lagi ngobrol dengan seorang komandan dan hanya siap menerima arahan dan kerjaan. pesan dijawab seadanya, sebutuhnya saja tanpa ada basa basi jikapun ada pasti ujungnya-ujungnya ada udang di balik bakwan, ada yang diharus dibayarkan :( apakah tujuan komunikasi ini kearah itu saja? sesimpel dan harus itu kah? padahal sudah saling kenal. Tidak ada yang perlu diragukan, kedekatan sejauh ini benar-benar menjadi satu persaudaran yang kokoh namun semu.

Ada banyak pertimbangan kenapa keputusan berat ini saya lakukan, tidak lain saya ingin berfokus dengan apa yang sedang saya lakukan apa yang sedang saya impikan, saya membatasi dengan hal-hal yang banyak menyitah waktu termasuk berselancar di sosial media. Saya masih belum bisa menemukan komunikasi yang benar-benar mendalam, benar-benar dari hati ke hati, benar-benar saling mengisi dan menguatkan, Jika dihitung, berarti ini bulan ke.2 saya melakukan hal ini, benar-benar berat, namun ini sebagai bentuk healing diri. saya butuh waktu untuk diri untuk penguatan diri saya, saya butuh waktu untuk benar-benar bangkitkan diri saya, saya betul betul butuh waktu untuk menyemangati saya. memang tidak mudah mendapatkan atau menemukan orang yang sependapat atau satu frekuensi dengan diri kita. Saat ini saya betul-betul menyaring pertemanan yang benar-benar sehat, saling menanyakan kabar, saling memberikan support dan saling mendoakan. Inilah pertemanan yang sehat, pertemanan yang tidak hanya bersumber dari saya saja akan tetap pertemanan yang saling mengingatkan, saling memberi kabar dan saling mendoakan. pertemanan yang bisa menguatkan dan mengingatkan jika sedang futur, sedang drop dan sedang tidak punya semangat. pertemanan yang saling mencari jika sudah lama tidak saling menyapa. Obrolan yang ada, bukan obrolan yang bersumber dari saya, sekalipun itu hanya sekedar mengkomentari story atau sekedar bertanya sapa demi menjaga silaturahmi, namun pada akhirnya mandek, karena masing-masing sudah punya kesibukan dan punya jalan masing-masing.

Tarakan, 8 / 3 / 2022
Pukul    : 18.00 sore

07 Maret 2022

Melapangkan dada

Banyak hal yang kita tidak duga-duga dalam hidup ini, entah itu pandangan persepsi orang lain,  dan tidak semua pandangan orang kita bisa kendalikan demikian pula, persepsi kita tidak mudah dikendalikan sama orang lain. Kemarin saya mengalami hal hampir mendekati demikian, ketika dalam sebuah kegiatan, orang lain mendefisinikan kondisi saya seperti ini, demikian juga orang lain mempersepsikan pertemanan berdasarkan pengalaman, apa yang pernah kita ucapakn apa yang pernah kita lakukan. Semua pandangan orang itu dinamis, bisa jadi dulu apa yang kita sepakati saat ini kita tidak sepakat, apa yang dulu tidak kita sukai, sekarang kita malah sukai. Begitu mudahnya hati kita terbolak balik, begitu mudahnya hati dan pandangan kita berpaling. Namun satu hal yang harus kita tahu bahwa, demi apa yang kita mengarahkan segala urusan aktifitas tujuan kita, demi kepentingan dunia kita atau demi mendekatkan diri dengan Allah subhannah wata'alah. Sikap konsistensi kita ini menjadi pertarungan nyata. Kita tidak boleh menghitung-hitung apa yang sudah kita lakukan, kita tidak boleh membanding-bandingkan apa yang sudah kita terima, semua hati kita harus dikendalikan oleh iman dan akal sehat kita.

Melapangkan dada, merupakan hal yang tidak mudah, butuh keikhlasan dan kekuatan iman. kita tidak selalu diperhadapkan dengan hal kita inginkan, kita selalu tidak berada pada posisi yang benar, sebaliknya kita juga tidak selalu berada di posisi yang salah, pintar-pintarnya kita mengatur apa yang kita sepakati apa yang tidak kita sepakati bukan atas dasar suka dan tidak suka, namun lebih ke arah kebenaran yang sebenar-benarnya. Kita memang tidak bisa mengatur apa yang masuk ke telinga kita, namun kita bisa mengendalikannya dan mengarahkan pada posisi yang benar, yang merusak iman, tinggalkan, yang membuat kita lebih dekat kepada Allah, dekati, Allah akan lebih dekat dengan kita dengan cahaya Iman dan melalui itu dada kita akan dilapangkan, sebaliknya jika kita mengikuti nafsu diri, ego diri, kepentingan diri dan kelompok maka hati akan semakin sempit dan nyesek. wallahu a'alam bishawab.

Tarakan, 7 / 3 / 2022
Pukul   :  7.13

04 Maret 2022

IPKKI Kaltara

Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya terbentuk. Setelah dua tahun tertunda. Sebenarnya sejak tahun 2014 saya sudah mengenal himpunan perawat baik insitusi maupun puskesmas/dinkes, namun karena belum punya koneksi saya belum bisa membentuknya mungkin juga karena butuh persiapan banyak terutama pendanaan. setelah lulus kuliah, tahun 2018 saya mencoba mengikuti kongres III IPKKI dan melalui acara ini saya banyak bertemu dengan beberapa pembesar IPKKI dengan arahan beliau-beliau saya mencoba untuk mengkomunikasikan dengan rekan-rekan di Tarakan mulai dari sesama dosen hingga rekan-rekan yang kerja di dinkes dan puskesmas di Tarakan. alhamdulillah mendapat sambutan yang baik, pertemuan kami bagaimana agar memiliki modal untuk mengadakan pembentukan ini, akirnya kami mencoba bekerjasama dengan DPD Tarakan, akhirnya di acc yang dirangkaikan dengan HUT PPNI ke 46. persiapan sudah matang dan sisa menunggu waktu pelaksanaan semimar, qadarallah, terjadi pembatasan kegiatan masyarakat terkait ditemukan kasus covid 19 pertama kali di Tarakan dan dampaknya kami tidak bisa menyelengarakan seminar dan ditunda hingga dalam batas waktu yang tidak ditentukan.

Kebetulan di DPW PPNI Kaltara, akan mengadakan pemelihan ketua baru, dan kebetulan beberapa utusan daru daerah bekerja di puskesmas dan dinkes, dan ada rekan perawat di Dinkes  dan Puskesmas tanjung selor yang sudah mengikuti pelatihan TOT Perkesmas (Perawat Kesehatan Masyarakat), akhirnya kami dikumpulkan dan dipertemukan dalam virtual untuk kembali mengaktifkan panitia pembentukan IPKKI Kaltara. Sambut menyambut, akirnya saya diamanahkan kembali menjadi ketua panitia untuk mempersiapkan segala keperluan. dan segala keterbatasan saya dan rekan-rekan mempersiapkan, kebetulan panitia sebagian merupakan SC dan OC Muswil DPW PPNI Kaltara. dengan "nebeng" kegiatan muswil ppni kaltara, akhirnya kegiatan dibuka secara resmi tadi, jam 2 siang. dengan menghadirkan langsung Dewan Pengurus Pusat IPKKI Kaltara. Tadi acara berlanng sekitar jam 2 siang hingga jam 6 sore dengan mengikuti kaidah yang sudah di atur dalam AD/ART IPKKI. mulai dari pembahasan agenda, tata tertib, sidang pleno hingga pemelihan ketua. qadarallah setelah melewati tahapan sidang pleno, akhirnya terpilih pak sulidah sebagai ketua IPKKI Kaltara. beliau dari Dekan Fikes UBT. Akhirnya segala apa yang sudah saya upayakan walau masih banyak keterbatasan, terbentuknya IPKKI Kaltara. Semoga kedepannya makin dikenali dan memberikan kontribusi positif bagi perawat di puskesmas dan dinkes yang ada di wilayah kaltara. aamiin

Tarakan, 4 / 3 / 2022
Pukul   : 22.27 malam

03 Maret 2022

Kurang Persiapan

Hari ini merupakan H-1 untuk pelaksanaan muswil II dpw ppni dan muswil I ipkki kaltara. seperti  biasa saya yang suka "cuek" dengan persiapan pemberangkatan, benar-benar kali ini tidak ada persiapan yang dilakukan. Jika biasanya saya mempersiapkan segalanya ini benar-benar tanpa persiapan diri, belum menyiapkan tas, belum penyiapkan keperluan, belum menyiapkan ini dan itu bahkan saya belum mengambil pakean yang saya akan gunakan apalagi mau menyetrika. entah apa yang ada di dalam pikiran saya, memang kemarin itu semangat ini tidak terlalu menggebuh-gebuh. padahal jika dilihat dari dulu-dulu saya begitu bersemangat untuk mempersiapkan ini dan itu, entah ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya, saya harus keluar dari masalah yang saya alami, belum lagi persiapan muswil yang menguras emosi harus memilih siapa, harus mendukung siapa dan terlebih lagi persiapan untuk pelaksanaan musyawarah wilayah ipkki yang benar-benar jauh dari persiapan, hingga terjadi salah pemahaman menjelang pelaksanaan, bagaimana harus mengakomodir tamu dari dpp ipkki bahkan persiapan kelengkapan seperti bendera dan lainnya juga belum ada, karena kami tidak punya modal sama sekali sementara kami harus mencari penanggung sementara, saya harus menombok sementara keperluan untuk muswil tersebut, tapi ini bukan menjadi masalah, seperti yang saya tulis kemarin bahwa saya harus menghadapi semua ini dengan gagah dan siap dengan segala kemungkinan.

Apa dampak dari ketikdasiapan keberangkatan saya, begitu tamu sudah tiba di bandara tarakan, saya malah belum siap sama sekali, saya baru menyiapkan keperluan, untungnya sudah ada teman yang duluan disana dan mewakili menjemput tamu saya. begitu beres saya menyusul tamu yang sedang makan siang dan saya malah salah tempat, padahal saya sudah berada di lokasi yang benar tadi. tapi lagi-lagi sifat teledor saya dan tidak mengecek secara lebih detail lagi, akhirnya saya mutar-mutar hingga kehabisan waktu. begitu tiba di lokasi, rombongan sudah menuju ke pelabuhan spit, sementara saya baru saya turun dari motor istri, akhirnya menelpon balik untuk kembali mengantar ke pelabuhan. akhirnya saya tiba disana dalam kondisi orang-orang semua sudah ada di dalam spit biat termasuk tamu saya. saya kira saya yang paling lambat, ternyata masih ada dua teman yang telah bahkan ada salah satu teman yang sudah ketinggalan spit namun spitnya kembali lagi untuk menjemput. 

Untuk keperluan barang-barang yang saya butuhkan hampir semua ada dalam tas saya, sisa beberapa berkas yang bisa saya bereskan disini. walau saya tidak mempersiapkan takjil khusus dari Tarakan untuk berbuka. saya sudah mencpba menghubungi alumni saya namun beberapa diantaranya harus isolasi mandiri dan ada yang sedang bertugas dan beberapa juga agak lambat merespon namun saya dikasih nomor hp yang bisa bantu mengantarkan pesanan makanan, alhamdulillah begitu beres shalat maghrib makanannya datang. malam ini saya sudah menyelesaikan beberapa kerjaan yang tersisa bahkan masih bisa mengabadikan apa yang saya apa yang saya alami dalam  hari ini. alhamdulillah walau penuh lika liku akirnya bisa selesai juga, besok sisa koordinasi dengan panitia yang lain untuk persiapan muswil dpw ipkki kaltara, semoga semua berjalan lancar dan saya bisa lebih belajar untuk memaksakan diri mempersiapkan keperluan jauh sebelumnya agar tidak terburu-buru dan rempong sendiri

Tanjung Selor, 3 / 3 / 2022
Pukul             : 23. 24

Tantangan di penghujung Rajab

Kemarin, lagi-lagi saya melakukan keteledoran, dan bukan main-main lagi-lagi ini berkaitan dengan transfer mentransfer. kemarin saat melakukan transaksi di tokopedia, saya memesan tiket pesawat, biasanya saya pesan traveloka, karena belajar dari pengalaman sebelumnya, sedikit kecewa dengan pelayanannya makanya saya mencoba untuk memesan di tempat lain. entah apa dalam pikiran saya saat itu, apakah karena tidak fokus atau karena sedang banyak pikiran, saya melakukan pemesanan, sebenarnya sudah sering mewanti-wanti agar jangan sampai salah melakukan transaksi namun memang hal yang tidak dimiliki tokopedia, ada menampilkan apa barang pesanan kita, hanya menuliskan apakah anda yakin melakukan transaksi ini, begitu mengecek transaksi yang ada hanya nota pembayaran dan rekening yang dituju, tidak ada secara detail uraian penerbangan, rute dan jam keberangkatan, akhirnya saya ok kan, begitu sadar ketika sudah dikonfirmasi pembayaran terlihat tanggal penerbangan? astaghfirullah baru tersadarkan kalau saya salah memilih hari, seharusnya kamis ternyata saya memilih jum'at. saya coba hubungi cs batik tiba-tiba terputus, kayaknya saya salah menekan kode seharusnya saya memenekan angka yang menghubungkan dengan reservasi dan refund. mau tidak mau saya harus melakukan pembatalan dan memesan ulang tiket untuk hari kamis. begitu beres memesan dan membayar tiket saya segera menuju tempat pembuatan spanduk dan balik ke rumah menuju islamic untuk lari sore, karena saya sudah memiliki janji untuk ketemu teman walau akhirnya dia tidak memberikan kabar kalau tidak jadi, sebenarnya dari awal diajak agak berat karena baru saja makan mie ayam takut nanti muntah wkwkwk. sebenarnya tidak masalah bagi saya, malah saya takutnya kalau dia jadi datang dan sudah menunggu dari tadi :)

kembali kemasa utama di atas, bingung kenapa kondisinya sampai seceroboh ini, seharusnya saya lebih hati-hati dan ini jadi pengalaman buat saya. kesal pasti ada, tapi mau menyalahkan siapa? dalam kondisi genting seperti ini tidak ada yang perlu disalahkan karena sayalah penanggungjawab kegiatan. saya kembali mengingat pesan pak ketua, kalau kegiatan pasti akan ada masalah yang muncul dan disitu tantangannya dan kita tidak menyerah dengan keadaan itu. dan saya juga kembali mengingat-ingat, kira-kira saya lupa melakukan apa di hari ini. perlahan-lahan ingatan muncul, saya lupa melakukan sedeqah beras yang rutin saya lakukan tiap tanggal 1, saya lupa menunda melakukan dzikir sore yang seharusnya saya lakukan sebelum transaksi, padahal saya punya waktu untuk melakukan itu. Qadarallah, semua diluar kendali saya, akhirnya saya kembali termenung, saya tidak oleh menyalahkan kondisi, saya tidak boleh berucap, kenapa harus saya? kita sudah capeh kita yang tanggung risikonya! kata-kata ini yang harus dihindari.

Saya kembali teringat, dalam satu bulan ini khususnya bulan rajab sudah sudah berkomitmen untuk benar-benar menghindari hal-hal yang berbau maksiat atau mendzalimi diri sendiri yang dulu mungkin sudah sering dilakukan baik sadar maupun tidak sadar, saya berusaha membatasi komunikasi dengan hal-hal berbau ghibah sebisa mungkin, apalagi seri kajian ryadhul sholihin saat ini banyak mengulas tentang menutupi aib diri dan orang lain, terlebih dalam beberapa minggu ini, potensi untuk melakukan itu besar, saya pelajari hal-hal apa yang perlu saya hindari bahkan terkadang tidak tersadarkan melihat postingan gibah di sosmed, saya kembali termenung, jangan sampai ini ujian saya diakhir-akhir bulan rajab yang jatuh hari ini. jangan sampai diakhir-akhir ini salah malah jatuh dan tidak berhasil melewati ini, padahal saya sudah berkomitmen bahkan belajar melakukan puasa mutlat kemarin, momentnnya benar-benar pas dengan komitemn saya ini. pasti bisikan-bisikan untuk menjatuhkan mental begitu besar. saya beristghfar, saya mengingat kembali jangan sampai saya masuk dalam perangkap syaiton. Saya harus ikhlas, saya harus bisa menerima kondisi dan kejadian yang saya alami dalam beberapa hari ini sebagai takdir sunnatullah, karena tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa seizin Allah subhannah wata'alah. semoga ada hikmah dibalik tantangan di penghujung bulan rajab ini. aammiin

Tarakan, 3 / 3 / 2022
Pukul   : 6.34

02 Maret 2022

Satiir, sikap yang dicintai Allah subhannah wata'alah

Sikap satir merupakan "rasa malu" yang dimiliki manusia karena aib yang dimiliki dan sebaiknya aib ini ditutupi bukan untuk dipamerkan. Satiir merupakan salah satu sifat Allah "asyatiir" yaitu Allah menyukai "rasa malu" dan mental orang-orang yang menutupi aurat (aibnya) sendiri. Allah sudah menjanjikan bahwa ketika manusia menutupi ainya di dunia (dan telah bertaubat) maka Allah akan menutupinya aib tersebut di akhirat. sebagaimana yang kita ketahui bahwa saat di hari akhir kelak semua aib yang selama ada pada manusia akan ditampakkan (naudzubillah). Sifat menutupi aib ini masih dalam bahasan  dalam salah satu bab dalam riyaadhush sholihin karya imam al nawawi. Bahkan kita sudah diajarkan bahwa aib orang lain yang kita ketahui sebagiknya berhenti dikita dan tidak perlu disebarkan ke orang lain. karena apa yang kita lakukan itu bisa menjadi ghibah padahal bisa jadi orang yang kita bicarakan itu sudah bertaubat dan sudah berubah sementara kita masih bicarakan dan kita dirugikan karena sudah memasukkan benih kebencian dalam diri kita. kita yang melakukan ghibah dengan membicarakan aib orang lain malah akan mendapatkan kerugiaan, karena pahala kebaikannya kelak di akhirat akan ditransfer ke diri orang yang dighibahin. karena ketika sudah membicarakan aib orang lain maka semakin banyak tambahan bumbu yang ditambah-tambahkan dan akan merusak diri kita dan merusak lingkungan kita jika aib itu sudah menjadi konsumsi orang banyak.

Orang menutupi aibnya maka dia akan senang dan bahagia, karena kelak di akhirat akan dututpi aib tersebut. Mengingat (kejelakan) manusia akan menjadi penyakit dalam hatinya, dan sebaiknya mengingat Allah akan menjadi obat. orang-orang yang mengingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring karena akan dibicarakan adalah ayat-ayat Allah (tanda-tanda kesebaran Allah, nikmat-nikmat Allah, kemahabesaraan Allah, sehingga hatinya menjadi tenang. sebaiknya jika manusia hanya mengingat manusia dalam hatinya maka tidak akan tenang karena akan mengingat kejelakan manusia, mengurusi aib orang lain dan tidak menyadari bahwa dirinya juga banyak duliputi kekurangan namun belum ditampakkan dan bisa jadi dia yang lebih buruk. Rasa malu dalam menutupi aib yang kita memiliki perlu dipegang, kita jangan pernah merasa bebas dari kekhilafan termasuk kita tidak pernah terbebas dari aib-aib yang ada pada diri kita hanya persoalan masih ditampakkan atau tidak, termasuk pada perkara apakah kita sadari atau tidak sadari. Menjadi renungan untuk diri sendiri bahwa ternyata aib ini tidak selama harus disampaikan sekalipun kita merasa itu sebuah pengakuan jujur, selama hanya diri kita dan Allah yang mengetahui selama itu pula kita diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri dan ketika kita mengetahui aib orang lain, tugas kita adalah menutupinya karena Allah akan menutupi aib kita di dunia dan di akhirat.

Tarakan, 2 / 3 / 2022
Pukul   : 07.24 pagi

Mimpi

Dua malam terakhir ini, saya mengalami mimpi yang benar-benar nyata, sampai-sampai ketika bangun dai tidur mimpi tersebut sangat nyata dan seolah-olah baru saja terjadi. Entah darimana sumber muasal saja mimpi itu, biasanya di malam-malam sebelumnya tidak begitu jelas, apakah karena dalam dua malam terakhir ini saya begitu capeh dan tertidur pulas dan di jam-jam seharusnya saya sudah bangun menjalankan shalat malam. dan biasanya jika terlalu lelah, biasanya saya akan terbangun menjelang adzan subuh hingga harus bekejar-kejaran dengan waktu untuk mengerjakan shalat witir. Namanya mimpi, dia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia dan kita tidak bisa menghindari atau mengaturnya.

Dalam islam sendiri, mimpi bersumber dari Allah sebagai kabar gembira dan bersumber dari syaiton sebagai kabar yang menggelisahkan. Dari  efek dari mimpi itu yang menjadi tolak ukur apakah mimpi kita itu berasal dari mana. dan waktu-waktu munculnya mimpi itu juga menjadi indikator, jika mimpi itu berupa kabar gembira biasanya diwaktu 1/3 malam dan karena itu merupakan waktu yang sangat baik turunya petunjuk Allah subhannah wataalah. Jika jantung merasa berdebar-debar kencang, kaget begitu bangun, bisa jadi itu mimpi berasal dari syaiton, mungin kita lupa membaca doa.

Apapun mimpi itu, sebagai tidak membuat kita bingung, mintalah pertolongan kepada Allah subhannah wata'alah dan dijauhkan dari marabahaya dan ditetapkan hati agar tetap berjalan di jalan yang lurus..

Ditulis, 28/ 2 / 2022, pukul 7.38 pagi
Diposting : 2 / 3 / 2022 pukul 5.50 pagi

01 Maret 2022

Iman pada Isra Miraj

Isra Mikraj merupakan peristiwa perjalanan dari mesjid haram, ke mesjidil aqsa dan melanjutkan langit hingga lapisan ketuju.  Isro Mi'raj menjadi bagian yang tidak terlepas dari kewajiban ummat islam dalam menjalankan shalat karena di antara rukun islam atau kewajiban agama, hanya shalat yang langsung diperintahkan Allah subhannah wata'alah kepada rasulullah Muhammad shallahu'alaih wassalam. sementara rukun islam yang lain seperti puasa, zakat, qurban dan haji semua turun melalui perantaan malaikat jibril. Kita sering mendengar tentang peristiwa isra miraj ini secara detail, dengan apa rasulullah naik ke surga, berapa lapisan surga yang harus dilewati rasullullah dan dengan nabi apa saja beliau berjumpa (lapisan surga pertama : nabi Adam AS, Lapisan surga kedua : nabi Isa AS dan Yahya AS, Lapisan ketiga : nabi Yusuf AS, lapisan keempat : nabi Idris AS, Lapiran kelima : Nabi  Harun AS, Lapisan keenam : Nabi Musa dan Lapisan ketuju : Nabi Ibrahim AS). Nabi Muhammad Shollahu alaiwassalam, ditampakkan surga lapisan ketuju adanya sidratul muntaha, keindahan surga dan ditampakkan ada 4 sungai. Ketika Nabi mendapatkan perintah melaksanakan shalat 50 waktu, ketika turun beliau berjumpa dengan Nabi Musa AS, yang menyarankan untuk meminta keringanan, karena berdasarkan pengalaman Nabi Musa, begitu sulit merubah kaum bani israil bisa jadi ini yang akan memberatkan ummah nabi Muhammad shallahu alaiwassalam. Rasulullah kembali menghadap Allah dan diberikan keringaran menjadi 40, terus terjadi seperti itu hingga kewajiban shalat menjadi 5 waktu.

Kejadian peristiwa isra miraj memang menjadi perdebatan namun yang banyak dipercayai adalah 27 rajab tahun ke-9 kenabian. Ada riwayat bahwasanya sebelum isra miraj merupakan masa kesedihan bagi rasullah, karena meninggalnya istri beliau, sitti khadijah dan paman beliau yang bela-belain mensupport beliau. dan isra miraj sebagai hiburan kepada beliau. perisitiwa yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang saat itu percaya kebenaran dengan peristiwa isra miraj, bahwa orang-orang saat itu ada yang keluar dari islam dan Abu Bakar yang membenarkan peristiwa isra miraj dengan sebutan Assidiq. Bahkan Abu Lahab yang menurut riwayat yang menyebarkan peristiwa isra miraj ini kepada kaum quraisy saat itu.

essensi dari isra mikraj ini adalah kewajiban kita menjalankan shalat 5 waktu. shalat yang akan pertama kali dihisab dan menjadi amalan yang utama. dan terpenting juga adalah apakah kita mengimani peristiwa isra mikraj ini sebagai bagian dari iman kita. Tidak  bisa dipungkiri untuk jaman di waktu itu, hal ini dianggap sebagai "lelucon" bahkan mustahil, dalanm satu malam Rasullah melakukan perjalanan ke masjidil aqsa yang ,membutuhkan 1 bulan perjalanan sementara nabi hanya 1 malam, walau jika dipandang dari jaman sekarang hal itu memungkinkan orang melakukan perjalanan via udara (pesawat).  Belum lagi ketika nabi ke 7 lapisan langit dan setiap lapisannya bertemu nabi terdahulu dan mengakui kenabian nabi Muhammad shallahu alaih wassalam. Rasulllah diperlihatkan keindahan surga dalam perjalanan mencium aroma wangi dari makam siti masyitoh, nikmat kubur dan siksa kubur. yang demikian ini tidak hanya bisa dibenarkan dengan akal namun juga dengan iman.

Tarakan,
Ditulis :  28 / 2 / 2022, jam 2.56 siang
di Posting : 1 / 3 / 2022 jam 22.11 malam
   

1 Maret 2022

Alhamdulillah, hari ini masuk 1 maret 2022, dan tidak terasa 28 hari telah berlalu dan yang berarti bahwa 2 bulan di tahun ini telah berlalu. dalam benak berbisik, uda buat apa selama dua bulan ini? apakah sudah menghasilkan atau melakukan yang bermanfaat atau kebaikan apa yang sudah dilakukan? dalam diri harus ditanamkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, lakukan kebaikan semampu dan sebisanya walau hanya sebesar "putiran debu". Bulan februari yang berlalu banyak cerita yang terjadi, mulai sakit sekeluarga, si bungsu yang harus dirawat 2 malam karena sesak napas yang kambuh, tiba-tiba ngedrop setelah HM karena harus lanjut dengan berenang, merasakan begitu lelahnya berenang dan harus tahu teknik berenang dan dibulan ini saya dikasih kejutan dengan kedatangan "ponaan" yang selalu kasih kejutan dengan kedatangannya :) 

Kita tidak bisa mengulangi apa yang sudah berlalu, waktu yang telah sudah menjadi bagian cerita, kita hanya bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari yang sudah berlalu, namun kita tidak bisa mengatur yang akan terjadi, yang bisa kita lakukan memppersiapkan atau mengantisipasi apa yang bakal terjadi walau dalam kenyataannya yang kita hadapi diluar prediksi atau dugaan kita. hal-hal yang kurang baik, perlahan-lahan ditinggalkan, kita tidak bisa terus bertahan dalam kondisi yang membuat kita jauh dai cahaya Ilahi Robb, Semakin merenung dan mengingat-ingat hal dan orang yang memberikan manfaat positif bagi kita dan perlahan-lahan meninggalkan hal hal yang semakin jadi hijab antara kita dan sang pencipta.

Tarakan, 1 / 3 / 2022
Pukul    : 22.04