29 Mei 2022

Go Publik IG :)

Tadi pagi menjadi kedua kalinya saya mengikuti program lari Tarakan Runner, dan kali kedua ini ada yang menarik, ketika duduk-duduk istrahat sambil menikmati sarapan yang sudah disediakan, saya berbincang dengan salah satu anggota tarakan runner, kebetulan saya memberikan referensi coach lari yang cukup penting sebagai referensi lari :) bukan cuman satu saja tapi dua, rupanya saya tanya balik, sekalian IG saya :) akhirnya saya berikan id nya, karena posisi hp saya yang ada IG ada di rumah, jadi tidak langsung dikonfirm, seketika saya ingat rekan lari saya yang sudah lama menanyakan IG saya namun sengaja saya tidak gubris, pura-pura tidak dengar wkwkwk, akhirnya sebelum konfirm dua teman dari Tarakan runner saya add dulu rekan lari saya dan konfirm ke beliau. hehehe diapun kaget tumben2nya saya minta follow :D, tidak lama kemudian saya lihat notifikasi permintaan pertemanan lagi, rupanya dari salah satu temannya teman dan ini berteman dengan teman saya yang lain wkwkwkwkw akhirnya saya ingat kalau teman yang lain juga memintan follow IG saya tapi saya lupa, karena dia berteman dengan yang baru masuk akhirnya konfirm dulu teman yang satu ini baru terima yang baru masuk :) hehe

Ini kali pertama, saya begitu terbuka memberitahukan IG saya, biasanya males banget, demikian pula dengan strava, awalnya saya masih malu-malu menunjukkan diri, akhirnya ada teman yang minta dan saya ngasih tahu, karena sudah beberapa kali berpapasan akhirnya saya add rekan lagi bersama saat lari tadi pagi, sekalian nambah-nambah teman. sebenarnya saya tipekal orang yang tertutup dan "malu" menunjukkan performa diri, entah apa di kepala saya, ada pernah trauma di masa lalu hingga begitu tertutup, padahal untuk saat ini, saya tidak perlu malu dan minder dengan pencapaian diri, semua orang punya jalan dan cara masing-masing, selama kita tidak egois, tidak mau mengalah dan pengen menang sendiri. Kita harus bangga dengan pencapaian diri kita sendiri, karena itu effort yang sudah keluarkan, dan tidak mesti harus sama dengan orang lain karena semua memiliki ciri khas dan capaian yang berbeda-beda, selama kita masih enjoy dan bisa menikmati serta tidak merugikan orang lain, kenapa harus malu? tunjukkan kelebihan selama orang bisa mendapatkan pelajaran baik dan positif dari kita. jadilah diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain, tanpa harus takut menjadi bahan ejekan orang lain, percayalah pada proses, bukan hasil dan setiap orang punya cara dan jalannya masing-masing, tak perlu disama-samakandan tidak perlu banding-banidngkan

Tarakan, 29 / 5 / 2022
Pukul   :  23.31

Pempek Palembang

Tadi siang, ketika bangun tidur siang, tiba-tiba membaca notifikasi w.a ada panggilan masuk dan pesan w.a,  spontan saya melihat  notifikasi adalah rekan lari saya, yang setahu saya lagi berada di luar daerah. dan sebenarnya tadi pagi, saya mau menghubungi beliaunya, tapi nanti dibilang kurang kerjaan, atau kepo :) jadi saya abaikan dan sambil menunggu info kalau beliau sudah di Tarakan. masih dalam keadaan sadar dan tidak sadar membaca pesan "Sore pak Aris, posisi dimana?" karena habis bangun tidur, jadi saya kirim pesan setelah 30 menit kemudian saya baru balas. sambil memohon  maaf, karena baru balas, saya ada di rumah. beliau membalas, oooh okay, nanti sore  saya antar antar oleh-oleh ya pak :) sudah saya juga kayaknya bakalan dikasih mpek-mpek :) kebetulan teman ini dari palembang dan asli dari sana. dan kebetulan sore saya ke kampus, jadi saya buat janji untuk ketemu saja di kampus.  1 jam kemudian kami bertemu di kampus dan alhamdulillah saya ketemu dan dikasih oleh-oleh mpek-mpek palembang dengan merek "lala". saya tak lupa ucapkan terima kasih dan mohon maaf sudah merepotkan :) tidak lama beliau bilang "nanti kita joging lagi ya"  saya langsung menjawab 'siap..." 

Tidak lama urusan saya di kampus beres, saya balik ke rumah dan tidak lama langsung menggoreng mpek-mpek dan rupanya rasanya sangat istimewa, saya mengelolahnya setengah saja biar besok masih bisa dinikmati ") saya menikmati bersama seisi rumah dan semuanya pada suka. dari segi renyanya beda dengan yang ada di Tarakan, bumbu cukanya enak banget, terasa asam dan pedas-pedasnya.dan benar-benar istimewah, alhamdulillah berkah akhir bulan syawal. mendapatkan oleh-oleh khas palembang. dan ini menjadi penanda bahwa pertemanan saya dan teman ini menjadi pertemanan yang insyaAllah berlangsung baik dan cocok-cocok saja dan memang sejak awal kenal banyak kecocokan dan kesesuaian padahal kami baru saja kenal pas cuti bersama lebaran, dan semoga menjadi pertanda yang baik :) aamiin

Tarakan,  29 / 5 / 2022
                28 Syawal 1443 H
Pukul   :  22.41

24 Mei 2022

Mengomentari Story

Komentari story mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai kurang kerjaan, kepo, ingin tahu masalah orang atau bisa jadi dianggap kurang kerjaan. Bisa jadi itu yang menjadi bentuk perhatian. Bagi sebagian orang yang menuliskan story itu ada maksud tersembunyi, bisa jadi memang memiliki target sasaran viewer, ada yang disampaikan secara terselubung, ada yang ingin menarik perhatian, ingin menyebarkan informasi atau syiar,  ada yang ingin mempertegas sikap dan ada pula yang sekedar masang-masang sekedar ikut meramaikan atau memang karena kurang kerjaan apalagi sekedar gaya-gayaan :). Tergantung dari mana niat orang itu membuat stroy, karena beberapa orang membuat story sekedar menyampaikan dia lagi aktif / punya paket data atau lagi terhubung dengan koneksi internet.  bahkan ada story teman, yang cukup menggelitik, kenapa sic orang menghapus postingan story sebelum 24 jam berlalu ;) itu tidak lain karena target utama (yang membaca story itu) sudah membaca ;) hehehe

Kalau bagi saya, bisa masuk kesemua alasan itu  :) apalagi dulu, hampir setiap moment, hampir setiap kondisi saya tidak melewatinya, story itu menjadi pemberitahuan sikap saya, ketidaksukaan saya bahkan sengaja menyentil orang. demi apa? mungkin hanya demi kepuasaan emosi, sudah meluapkan namun terkadang mendatangkan masalah baru, misalnya orang yang membaca akan bertanya-tanya ada apa gerangan dengan saya. ooo ternyata dia begini, ooo ternyata dia begitu, padahal terkadang kita menulis atau memasang story hanya sekedar memasang tanpa maksud, mungkin kita hanya senang dengan kata-kata itu, mungkin kita hanya setuju dengan sikap tertentu namun lagi-lagi itu tidak mewakili secara keseluruhan apa yang ada pada diri kita. apa yang kita miliki, perlu klarifikasi, perlu konfirmasi dan perlu mencari lebih jauh apa yang sebenarnya yang ada.

Sisi lain, ketika kita berada pada posisi yang mengomentari story. Bisa sekedar menyapa, bisa ikut memberikan support, atau hanya kepo saja, cari perhatian atau kurang kerjaan. Namun lebih dari itu hampir seperti alasan membuat/ memasang story, ada maksud baik yang kita inginkan dari itu. saya mengomentari story kesedar menyampaikan kesepakatan dengan teman yang memasang story, sekedar menyambung silaturahmi untuk teman-teman yang lama tidak ada kabar, tiba-tiba muncul di branda/ timeline story,.dan yang terpenting adalah sikap yang menunjukkan kita peduli. Bisa jadi ini hal sepele, namun memberikan dampak positif yang ternyata teman kita lagi membutuhkan support, atau sekedar menunjukkan kepedulian tanpa ada maksud terselubung yang terkadang bagi teman kita itu hal yang aneh, apa-apa dikomentari, padahal lebih dari itu, sosok ini begitu peduli dengan kita dan tetap menjaga komunikasi walau mengomentari hanya dengan emot. Apapun itu, semua kembali kediri masing-masing. Jangan berprasangka negatif, jangan cepat mengambil kesimpulan dan jangan tidak peduli dengan orang yang sudah memberikan tanggapan dengan story yang sudah kita buat :)

Tarakan, 24 / 5 / 2022
               23 Syawal 1443 H
Pukul    : 17.55

23 Mei 2022

Silaturahmi Run

Kemarin pagi, saya mengikuti latihan lari yang dijalankan oleh Tarakan Runner. Ini menjadi pertama kalinya, setelah sebelumnya hanya ikut foto yang kebetulan bersamaan dengan agenda lari dari ASAC runner. Padahal jika diingat-ingat, saya diajak bergabung ini sudah cukup lama, ada sekitar setahunan lebih, untuk bergabung di groupnya sudah 2 tahunan. Tapi itulah saya, dengan segala rasa insecure yang saya miliki, saya belum berani bergabung, disamping sifat introvert yang saya miliki begitu kuat, sesering apapun ajakan yang saya terima dari beberapa member tarakan runner sebesar itu pula saya mengabaikan dengan berbagai alasan dan pertimbangan, misalnya jadwal yang tidak pas, dan yang paling utama belum siap dengan aturan dan komitmen dalam group lari ini :) 

Minggu lalu ketika kembali di ajak, saya mengiyakan tanpa berpikir dan mempertimbangkan lagi :) mumpung masih suasana syawalan, sekalian bersilaturahmi. Anggota Tarakan Runner ini sudah sering ketemu dan berpapasan di jalanan, saling menyapa dan saling mensupport. Kemarin kami berlari tanpa ada pemanasan secara kolektif ;) pemanasan sendiri-sendiri :) untungnya saya sudah berjalan kaki dari rumah ada sekitar 750 meter terus tambahan latihan strench. Rute larinya dari Datu Adil, menuju THM lanjut ke bandara balik menuju pelabuhan Malundung / Bea Cukai Tarakan dan balik kembali ke datu adil, sebagian lanjut ke islamic dan rata-rata yang utuh ikut adalah HM sementara saya hanya bisa finish 14K karena kemarin sudah long run, untungnya lari kemarin terbilang easyrun sehingga masih cukup aman untuk kembali lari long run 14 K.


memmang tidak boleh bergabung berlari bersama komunitas lari, saya sudah sering mendengar pembicaraan tentang mereka, namanya manusia setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda. Lari buka masalah gengsi-gengsian, saya berhak menentukan apa yang kita inginkan dan sama siapa kita mau berlari, selama itu demi kesehatan dan bukan untuk mencari masalah lain diluar kesehatan ;) apalagi prinsip saya lari itu untuk senang-senang saja, bonusnya sehat dan pertemanan :)

Tarakan, 23 / 5 / 2022
               22 Syawal 1443 H
Pukul   : 10.12 

21 Mei 2022

Catatan Oral Presentasi DPW PPNI Jabar

Alhamdulillah, tadi, saya mengikuti simposium DPW PPNI Jawa barat, Informasi pendaftarannya ini terbilang singkat sekitar 5 hari sebelum pelaksanaan. pas dapat postingannya di group w.a alumni magister keperawatan unpad saya sudah berniat akan mendaftar terlebih biaya pendaftarannya lumayan murah dan dilaksanakan secara zoom, karena di dalam simposium itu dirangkaian dengan oral presentasi dan saya memiliki beberapa hasil penelitian mahasiswa yang relate dengan kegiatan ini. Besoknya ada teman mengkonfrimasi apa akan ikut, saya samoaikan insyaAllah. Saya mendaftar di detik-detik akhir, untungnya saya sudah membuat abstrak sesuai dengan format yang ditentukan, dan saya harus kembali terkaget-kaget ketika melihat jadwal presentasi, saya maju lebih awal, sekitar jam 13.30 sementara saya belum menyelesaikan materi PPT. semalam baru menyelesaikan sebagian kecilnya. akhirnya dengan waktu yang ada saya ngebut menyelesaikan PPT. hingga dimulai presentasi dan saya orang kedua presentase dan saat itu lagi benar-benar baru selesai begitu presenter pertama beres.

Alhamdulillah selama presentasi berjalan lancar, jaringan cukup bersahabat dan yang menarik adalah reviewernya, tidak lain dosen saat S2, dan saat itu beliau jadi Kaprodi, ada drama sebelum saya di yudisium karena ada satu persaratan yang harus saya penuhi. begitu berakhir presentasi saya melihat hp, rupanya ada teman yang mengirimin foto saya lagi presentasi :) padahal baru saja saya mau kirim w.a ke dia karena saya lihat dia ada sebagai audience. oral presentasi ini cukup baik untuk posisi saya sebagai dosen yang dituntut tiap tahun harus melakukan publikasi. satu hal yang harus saya tekankan dan ambil pelajaran dari ini adalah lebih mempersiapkan diri, seperti pada presentasi oral sebelumnya persiapan saya terbilang kurang, sangat jelas ketika apa yang saya tampilan seharusnya masih bisa lebih baik lagi. Sebenarnya ingin mengejar presenter terbaik ;D namun topik yang saya angkat masih sangat umum dan kurang ada gregetannya padahal saya bisa lebih maksimal lagi dalam penelitian kedepannya. 


Tarakan, 21 / 5 / 2022
Pukul   : 22 16

20 Mei 2022

Puasa di Bulan Syawal

Hari ini hampir memasuki 10 hari terakhir di bulan syawal.  Bulan yang menjadi pertarungan bagi pejuang-pejuang selama di bulan ramadhan, seperti yang diketahui bulan syawal ini menjadi bulan perayaan setelah memaksimalkan diri sealam bulan ramadhan. Tantangannya apakah kita bertahan untuk 11 bulan ke depan, yang diawali bulan syawal ini. Ada anjuran untuk puasa 6 hari selama di bulan syawal dengan utamaan seperti berpuasa setahun jika digabungkan dengan puasa full selama bulan ramadhan. Alhamdulillah star hari kedua bulan syawal berlanjut 6 hari secara berturut-turut. Tantangan berikutnya adalah berpuasa ayyaumil Bidh yang pas bertepatan dihari weekend + senin, namun saya mencoba mengikuti format 14, 15 dan 16 (ternyata ini dperbolehkan, sempat salah persepsi setelah awal-awal menjalani ayyaumil bidh ini.

Memang tidak mudah kembali berpuasa 6 hari di bulan syawal dan ada jatah 29-30 hari, banyak tantangannya belum lagi di bulan syawal ini banyak silaturahmi yang diadakan, acara nikahan, syukuran yang semuanya memungkinkan kita untuk tidak menjalani puasa karena menganggap masih ada undangan makan ;) alhamdulillah dengan segala upaya dan atas pertolongan dan taufiq Allah subhannah wata'alah. Ada beberapa teman mengabari sudah menyelesaikan puasa syawalnya di awal-awal, ada teman juga mengabari kalau baru bisa berpuasa 2 hari :) semua dikembalikan ke diri masing-masing, kalau prinsip saya selama bisa dan ada waktu kenapa harus nanti-nanti, kalau bisa tuntaskan segera. 

Tarakan, 20 / 5 / 2022
               19 Syawal 1443 H
Pukul   :  14.32 

16 Mei 2022

HM 2x after Ramadhan (Catatan Performa Lari)

Alhamdulillah, sejak ramadhan, performa lari tidak begitu mengalami perubahan, saya masih saja lari dengan 6 hari :)  dan capaian dalam seminggu masih dirange 50-57 Km. masih lumayan jika dalam kondisi normal itu 60-70 K perminggu. Hal ini tidak lepas dari latihan prakondisi yang sudah dilakukan dengan berpuasa di senin dan sorenya lari. Begitu jika jika ada puasa ayaumil bidh dan bertepatan dengan jadwal lari maka mau tidak mau sorenya harus lanjut lari. Alhamdulillah efek dari prakondisi yang dilakukan 2 bulan sebelum memasuki ramadhan (dimulai bulan Rajab). Rutinitas lari dibulan ramadhan ini memberikan efek begitu di hari kedua lebaran atau tepatnya 3 Mei / 2 syawal  saya melakukam HM setelah 4 minggu off lari pagi, alhamdulillah 21.10K dengan pace 5.54 dan waktu tempuh  2 jam 4 menit. Catatan waktu yang lumayan, apalagi ini perdana lari pagi. Apalagi HM ini sengaja dilakukan karena besok harinya akan star puasa syawal.  

Catatan lari ini belum mengalahkan record HM  sebelum Ramadhan tepatnya 12 Maret 2022 dengan pace 5.46 dengan pecapaian waktu 2 jam 1 menit :) dan kayaknya ini menjadi personal best saya untuk HM. 2 minggu berikutnya ( 26 Maret) saya HM kembali dengan durasi 2 jam 2 menit dengan pace 5.49.  Memasuki hari ke 12 bulan syawal, saya terpancing kembali melakukan HM, mengingat performa lari saya dalam seminggu ini cukup baik padahal sudah mulai aktif bekerja dengan segala kesibukan di kampus bahkan saya kembali ke rutuinitas awal sebelum ramadhan, saya latihan piramid interval di hari rabu dan melakukan lari dengan pace "paksaan maksimal" di hari selasa, awalnya hanya 5-6K, kali ini 10K dengan pace 5.29. lari jumat pagi yang biasanya easyrun untuk persiapan longrun sabtunya malah saya lari dengan pace 5.40 dengan durasi  56.53 untuk 10K.  Sabtu kemarin saya kembali HM kedua di bulan syawal dengan jarak 21.1K  dengan pace 5.48 dengan durasi 2 jam 2 menit.  Kemarin pas ahad sore saya kembali lakukan easy run dengan pace 6.13 dengan waktu 63 menit. sehingga total capaian lari saya dalam minggu ini, 71K kembali ke rekord sebelum ramadhan. alhamdulillah.

Kenapa HM kedua di bulan syawal ini saya lakukan hanya dengan jarak 10 hari, yang menjadi pertimbangan adalah 6 hari terakhir saya sudah lepas dari puasa syawal, kemudian, menu latihan saya kembali seperti biasa, lago onfire apalagi saat HM pertama belum sempat kembali mencicipi berlari dalam kota, jalaur datu adil menuju GTM hingga pelabuhan dan kembali ke tempat star, kali ini saya star dari stadion datu adil (dekat rumah) menuju islamis dan mutar ke kp 4-6 sehingga ini menjadi penyemangat untuk menuntaskan HM sekalian mengetes berlari menggunakan kompressor (short) dan pasca HM dengan menggunakan 2/3 compressort. alhamdulillah keduanya memberikan efect. Kebahagiaan yang didapatkan untuk berlari ini jangan tanya, memberikan efek sekali, puas dengan capaian performa yang sudah kita keluarkan dan menjadi modal untuk race di Bandung Marathon. semoga dilancarkan dan dimudahkan nanti. aamiin

Tarakan, 16 / 5 / 2022
                15 Syawal 1443 H
Pukul    : 09.04

15 Mei 2022

Teman Ngobrol

Satu minggu ini, saya berkenalan dengan orang dalam beberapa kali berpapasan lari, awalnya saya melihat dari dari postur tubuhnya itu anggota TNI dan ini didukung dengan baju yang dikenakannya bertuliskan "kopasus". Pertemuan pertama hanya berpapasan bahkan seperti orang lainnya, hanya lewat :) saya sebenarnya pagi itu dalam kondisi puasa, sehingga hanya berjalan santai dan tidak berlari, saya melihat dia sempat lari namun tidak lama kemudian berhenti kayaknya memang targetnya hanya 1-2 K saja. Besoknya ketika jalan santai, saya kembali berpapasan dengan orang yang sama kemarin. Sebenarnya posisi kami sudah sangat dekat, namun karena tidak saling kenal akhirnya tidak ada obrolan sama sekali dan diwaktu yang bersamaan pace jalan kami ini hampir mirip jadi tidak saling mendahului, suatu ketika dia urus ke aras belakang islamic saya masuk ke dalam islamic rupanya ada disitu, dan jarak kami juga tidak terlalu jauh, karena sejak kemarin berpapasan lalu saya menghampiri dan  akhirnya kami ngobrol, karena sama-sama sedang tidak ada teman jalan, kami jalan barengan. rupanya makin kesini makin nyambung saja obrolannya, apalagi teman ini dari palembang, karena saya memiliki banyak teman bahkan almarhum sahabat saya juga ada dari palembang, itu yang menambah obrolan makin cair. 

Kondisi pagi  itu gerimis akhirnya kami berteduh, samnbil menunggu hujan redah, kami ngobrol tentang apa saja dan lagi-lagi nyambung, dan sampai-sampai kami ngobrol itu  hingga jam 10.00 artinya sudah 2 jam. Dalam obrolan itu teman ini rupanya seorang perwira AD, dan lulusan Akmil AD tahun 2015. Namun karena pembawaannya yang low profil jadi tidak nampak dari yang ditampilkan. rambut tidak cepat, body memang atletis namun tidak identik dengan body tentara :) ada kemiripan apalagi teman bukan tipekal orang yang "membawa-bawa" jawabatan dan pangkat. bahkan dari hari-harinya penambilannya lebih kearah profesional, tidak menggunakan seragam. memang pekerjaannya saat ini lebih banyak ke arah melobi dan sebagai penyambung dari yang menugaskan. sebelumnya sekitar 3 tahunan bertugas di KTT. Sekitar awal Januari baru dipindahkan di Tarakan. Hari Ahadnya kembali bertemu dan kembali ngobrol-ngobrol, dan lagi-lagi nyambung hingga tidak terasa 2 x putra full islamic kami selesaikan :) obrolan dlanjutkan via w.a dan ternyata nyambung juga walau saya harus memperhatikan batas-batas dimana saya harus ngobrol karena tidak bisa dipungkuri teman ini adalah seorang perwira.

Kemarin malam, setelah paginya gagal bertemu karena saya harus menyelesaikan half marathon kedua saya di bulan syawal, saya mengajak minum ronde, dan dia mengiyakan dan kami berjanji bertemu malam. setelah kontak-kontak sorenya, kami fixkan jam 9 ketemu. dan saat ketika seperti biasa, asyik diajak ngobrol dan tentang apa saja, sampai-sampai hingga jam 11 malam :) lagi-lagi tidak terasa waktu berlalu. Pagi tadi kami kembali janjian karena akan jogging pagi, saya salah persepsi ketika menanyakan posisi dia dimana, dia menjawab sudah di TKP. tapi masih mampir ke toilet, saya pikirnya dia masih di rumah tapi begitu melihat ada motor yang mirip dengan motor dia, tapi lagi-lagi dugaan saya dia masih di rumah, rupanya saya salah, teman ini sudah 1x mutar full islamic. Negatif thinking saya rupanya masih menggegoti sampe tidak paham pesan w.a teman. kami lanjut ngobrol dari habis jalan santai lanjut saat istrahat :) ada yang menarik dengan teman ini, anak melineal, generasi Z, bahasa digunakan bahasa sosmed banget, "random" "cicle" "mutual friends" bahasa-bahasa yang biasa digunakan anak-anak seusianya di sosmed ") umurnya memang masih 29 tahun :) semoga obrolan yang nyambung ini terus terjaga dan saya banyak belajar dan mendapatkan info dunia kemiliteran :) banyak informasi positif :) dan tidak saling menggurui tapi saling memberikan informasi 

Tarakan,  15 / 5 / 2022
                14 Syawal 1443 H
Pukul    :  23.40

12 Mei 2022

Diingatkan melalui Ta'lim Online

Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, termasuk dalam pencarian ilham dan petunjuk termasuk dalam mencari taufiq Allah subhannah wata'alah. Dalam beberapa hari terakhir ini saya bergeluk batin dalam hal keisitiqomahan dalam beragama, terutama beribadah. Seperti dalam dua tulisan saya dalam bulan ini, mengenai istiqomah setelah ramadhan dan celas yang selalu ada. Kemarin saat jalan santai, saya tiba-tiba terarahkan pada talim online ust. Firanda. Andirja. Sebelumnya mendengarkan talim ini, saya sebelumnya mendengarkan talim beliau mengenai seorang Tabi'in " Abu Qilabah" tentang sabar dan syukur. Tibalah talim mengenai sulitnya keistiqomahan. disebutkan hal-hal yang menyulitkan istiqomah di jaman sekarang (sosmed) : pertama : jalan kesesatan yang banyak; sesuai firman Allah, JalanKu satu Lurus, jangan ikuti jalan lain yang banyak. Ibnu Mas'ud RA mengatakan Rasulullah membuat garis satu  bahwa jalan Allah (satu menuju surga), jalan yang lurus, dan Rasulullah menggambarakn garis-garis sebelah kanan dan kiri (jalan kebhatilan) dan setiap jalan itu ada syaitan yang menyeru. Hadist Nawas Saw'an, Allah membuat perumpamaan jalan yang lurus, disamping jalan tersebut ada pagar, dan setiap pagar ada pintu-pintu terbuka (pintu maksiat) kemudian disetiap pintu ada tirai yang terjulur menutupi pintu, dan setiap pintu dan jalan ada penyuru yang mengajak manusia agar tetap berjalan pada kebaikan, dan setiap pintu yang terbuka itu adalah hal-hal yang diharamkan, Jalan yang lurus itu Al qur'an, setiap pintu adalah ulama dan suara hati. Jika manusia mencoba membuka tirai pintu-pintu maka mereka akan terjerumus dalam pintu kemaksiatan. Kedua : yang menyebabkan ketidak istiqomahan adalah jika yang selalu mengarahkan pada keburukan dan syaitan dari golongan jin dan manusia. 

Itu hanya kutipan salah satu ta'lim online yang menjadi pengingat. dalam beberapa kesempatan, hidayah melalui talim online saya mendapatkan jawaban. pernah suatu ketika saya sedang mendapatkan masalah yang cukup rumit dan sudah berkali-kali terjadi hingga saya sulit untuk kluar dari pikiran dan rasa tidak mampu lagi, tiba-tiba saya mendapatkan ceramah yang memberikan solusi, bahwa tidak selamanya apa yang kita pegang dan yakin benar selama ini memang benar, mungkin hanya karena kegigihan kita mempertahankan padalah itu masih perlu diperdebatkan dan diterima. Terkadang kita mengalah itu demi kebaikan bersama, buah dari kesabaran yang kita jalankan, tidak mesti harus hari ini terjawabkan, entah itu kapan, biarlah menjadi rahasia Sang Khaliq.  Begitu juga bagaimana saya harus bersikap dengan teman. Dalam bagian lanjutan ceramah ust Firanda di atas, menyebutkan salah satu bentuk ketidakisitiqomahan kita adalah kita yang belum ikhlas melepas dan meninggalkan pergaulan kita yang kurang baik, jika masih saja bertahan dengan pertemanan yang sudah jelas tidak baik untuk menjaga keistiqomahan kita. Memanh benar, terkadang hati ini belum ikhlas melepaskan semua bahkan masih menikmati jalan tersesat itu karena tergiur dengan nikmat dunia yang diberikan. naudzubillah.. semoga taufiq dan ampunan Allah subhannah wata'alah tercurahkan kepada diri ini dan kita semua. aamiin

Tarakan,  12 / 5 / 2022
                11 Syawal 1443 H
Pukul    :  18.18  

11 Mei 2022

Celah Yang Selalu Ada

Ibarat menutup beberapa bocoran dalam pipa dengan hanya menggunakan tangan sendiri, kita hanya memiliki dua tangan sementara masih ada celah lain yang harus ditutupi, ketika kita sudah menutup celah yang satu maka celah yang lain akan terbuka, begitu dengan celah lain yang terbuka itu kita tutup dengan tangan yang sama maka yang tertutup tadi akan terbuka. Begitulah ibarat diri, ketika ada satu kelalaian kita sudah tutupi rupanya kesalahan yang lain akan nampak. Ketika ada satu kebaikan sudah kita tunaikan dan juga kita pertahankan ternyata masih ada juga kelalaian diluar kendala kita. Kita selalu saja mencoba untuk tidak mengikuti ajakan dorongan mengejar kenikmatam dunia, namun begitu banyak yang harus kita perjuangkan agar tetap berpegang teguh. keistiqomahan begitu berat, bahkan ibarat memegang barah api, namun bukan berarti kita tidak bisa melewatinya. Selama ini, saya selalu percaya dengan kekuatan sendiri hingga  lupa bahwa manusia itu penuh kekhilafan dan kesalahan, kita sering kali lupa meminta pertolongan Allah subhannah wata'alah, kita lalai hingga tidak bisa menjaga diri.

Godaan dalam diri dan luar diri begitu besar, diri ini sering kali lalai dan terjerumus kembali, ada godaan syaitan yang sudah memiliki sejuta pengalaman menggoda manusia dalam diri dan hawa nafsu manusia dari segala penjuru hingga kita menjadi tidak istiqomah. Nabi Adam AS, pernah terjebak dalam godoaan dan tipuan iblis, hingga harus menerima sanksi diturunkan ke bumi dan ini menjadi asal muasal kehadiran manusia di muka bumi. kita sering kali menjadi tidak berdaya, karena tipu daya syaitan yang mengetahui kelemahan manusia, syaitan dan rombongannya bekerja dengan terstruktur dan tidak pernah lelah dalam menggoda manusia hingga syaitan dan iblis tahu apa yang bisa menjatuhkan diri manusia, semua itu diluar kendali kita sebagai manusia yang penuh kelemahan. Lagi-lagi jangan pernah putus dan menyerah dengan kelemahan diri kita ini, tetap terus menjalankan kebaikan sambil mengontrol celah kelalaian yang sudah ditutupi dan berusaha keras  walaupun tidak bisa dipungkiri semua pintu kebaikan ada celah syaitan bisa menggoda. kita lemah, kita dibuat tidak berdaya, kita dibuat merasa benar dengan kelalaian yang kita perbuat. naudzubillah,  Sadar, diri lemah, begitu banyak celah kelalaian yang bisa kita lakukan, semoga Allah subhannah wata'alah memberikan pertolongan kepada kita semua. aamiin

Tarakan, 11 / 05 / 2022
               10 Syawal 1443 H
Pukul   :  08.06

09 Mei 2022

Teman Berlari

Alhamdulillah, sejak rutin menjalankan olahraga lari baik sore maupun pagi, banyak mendapatkan kenalan dan teman baru, bahkan jika dilist pertemanan saya saat ini, selain teman kantor sebagian besar adalah bertemu dan berkenalan walanya di area sport center islamic.  Ada yang menyapa duluan karena sering melihat atau sebalikya saya sapa duluan karena seringnya berpapasan. Ketika saya yang mendahului, hal yang saya lakukan adalah melempar senyuman atau hanya sekedar menyapa dengan kata "ayoo" "semangaaat" atau "duluan :)" . jika mendapatkan respon yang baik maka menjadi referensi bagi saya untuk menyapa kembali jika nanti berbapasan lagi. Hampir seperti itu alurnya mendapatkan kenalan bahkan menjadi patner berlari dan alhamudlillah beberapa kawan ini masih menjalin silaturahmin bahkan nomor w.a simpati ini sebagian besar isinya adalah teman lari.

Walau ada kendala pertemanan dalam lari, terutama jika diajak lari bareng dalam komunitas lari tertentu, saya masih saja berat untuk bergabung padahal saya bisa menambah silaturahmi, mungkin selama ini saya masih nyaman berlari sendiri atau mungkin saya belum menemukan teman ngobrol yang pas ketika lari. berbeda dengan kondisi saya tahun lalu, saya memiliki patner lari yang satu frekuensi, punya visi dan program lari yang hampir saya dan banyak ngobrol yang nyambung tidak hanya seputran lari. Bahkan saking menjaga pertemanan dalam berlari, saya rela menurunkan ambisi jika berpapasan dengan teman lari yang masih semngat berlari walau masih banyak yang perlu diperbaiki, asal teman enak dan merasakan asyik ada teman ngobrol biasanya saya mengala dulu. jika memang ingin program saya harus mencari moment yang pas yang mana saya kemungkinan besar tidak akan bertemu dan tidak ngonrol sama yang sedang lari, tepatnya untuk itu adalah lari pagi. semoga dengan hobi lari ini semakin menjaga diri agar tetap sehat namun juga menjaga silaturahmi agar tetap bahagia. 

Tarakan,  9 / 5 / 2022
               8 Syawal 1443 H
pukul   :  23.25 

Menyempurnakan Puasa Ramadhan

Selama sebulan kita berpuasa di bulan ramadhan, dan kita memasuki hari kemenangan di tanggal 1 syawal, dan kita memiliki satu keistimewaan yaitu berpuasa 6 hari dibulan syawal dan memiliki manfaat yang sangat mulia, sebagaimana yang diterangkan dalam hadis barang siapa yang berpuasa satu bulan penuh di bulan ramadhan dan melanjutkan berpuasa 6 hari di bulan syawal maka pahalanya seperti berpuasa selama 1 tahun penuh. bagi sebagian orang memang berat untuk melanjutkan berpuasa 6 hari ini, padahal kita memiliki pilihan, apakah lanjut terus menurus selama 6 hari, atau selang seling berpuasa sisa bagaimana kita mengaturnya asal masih dalam bulan syawal dan dikerjakan sebanyak 6 hari. 

Alhamdulillah, atas taufiq dan pertolongan Allah subhannah wata'alah, hari ini bertepatan dengan tanggal 8 syawal, saya sudah menuntaskan puasa 6 hari di bulan syawal ini. tidak ada kendala yang berarti terlebih dijalankan masih dalam suasana cuti bersama. malah sore harinya saya masih menyempatkan untuk berlari sore, dan memang kendalanya adalah saya berbuka masih berada di lokasi jogging sehingga saya harus mengorbankan shalat maghrib berjamaah di mesjid, hal ini tidak lain, saya menunda waktu memulai lari sore karena cuacanya yang cukup terik bahkan sudah di jam 5.30, menghindari dehidrasi yang berlebihan dan menjaga agar tetap aman hingga bedug maghrib berkumandang. semoga kedepannya masih diberikan kesehatan dan cahaya iman agar tetap menjalankan puasa 6 hari di bulan syawal di awal-awal bulan, jika ada waktu dan silaturahmi masih bisa dipindahkan ke sore hari maka tidak ada alasan lagi untuk tidak menjalankan puasa tersebut.

Tarakan,  9 / 5 / 2022
                8 ssyawal 1443 H
Pukul    :  23.09 

08 Mei 2022

Berakhirnya Cuti Bersama

Hari ini, tanggal 8 Mei, menjadi hari terakhir cuti bersama dalam memperingati hari raya idul fitri 1443 H. Cuti lebaran dimulai tanggal 29 April lalu, jika dihitung ada 10 hari, 3 hari sebelum hari lebaran dan 7 hari setelah hari lebaran. sebelum lebaran menjadi hari-hari yang sibuk, disatu sisi mau memanfaatkan malam-malam terakhir dalam pengejaran lailatul qadar, disatu sisi ada pekerjaan yang tersisa hingga tanggal 28 April, belum lagi mengejar ketertinggalan tadarrus alquran. alhamdulillah, dalam kesibukan duniawi ini masih menyiapkan diri untuk memanfaatkan hari-hari terakhir ramadhan, termasuk mengeluarkan sedekah rutin yang biasa dijalankan di awal bulan. Menjelang malam takbiran, anak-anak dan istri mudik di makassar, saya harus menemani hingga ke pelabuhan hingga memastikan bahwa semua sudah siap dan sudah bisa ditinggalkan, misalnya ada buruh yang sudah membantu mengangkat barang, begitu balik harus menyiapkan keperluan lebaran, mulai menyari gorden di sore harinya dan selepas isya menemani kakak zilan mencari mukenah dan baju lebaran :)

Setelah lebaran, hari pertama dan kedua lebih banyak digunakan untuk silaturahmi, H+ 1 sudah melakukan HM, alhamdulillah, malamnya senyempatkan silaturahmi dengan senior di PPNI Kaltara, kebetulan setiap ldul fitri lebaran di Tarakan, hari-hari berikutnya dipagi hari dimulai jogging pagi, sorenya lanjut lari. malamnya menghabiskan dengan nonton film atau main sosmed. Hari-hari cuti bersama ini betul-betul dimanfaatkan untuk istrahat, bahkan untuk urusan kerjaan hanya mengecek sekedarnya. hari ini menjadi hari terakhir cuti, dan harus realistis bahwa besok sudah mulai kerja, besok sudah mulai menyibukkan diri dengan segala keperluan, belum lagi kesibukan tambahan di kampus yang sudah berjalan sebelum cuti. Semoga liburan 10 hari yang sudah dilewati, sudah cukup merilekskan pikiran dan menguatkan hari. Semoga hari-hari kedepannya berjalan lancar dan diberikan kesehatan dan perlindungan Allah subhannah wata'alah. aamiin

Tarakan,  8 / 5 / 2022
                7 Syawal 1443 H
Pukul   :  09.49 pagi

Tubuhmu Lebih Paham dari Dirimu

Kemarin, menjadi hari yang cukup menyibukkan, sejak semalam saya hanya tidur 3 jam ini tidak lain karena mesin cuci yang tiba-tiba tidak bisa berputar, karena saya penasaran saya sampai mencoba-coba untuk mengecek apa yang menjadi penyebabnya, semua indikator monitor masih bagus, menarik dan mengeluarkan airpun masih bagus namun kendalanya adalah mesin cuci tidak bisa berputar. Lanjut subuh untuk mengecek, sambil melanjutkan saum syawal hari ke.4. selepas subuh lanjut aktifitas subuh dan saat jam 6 tepat menuju islamic, sebenarnya kondisi langit Tarakan pagi itu agak mendung-mendung, sebenarnya ingin membawa jas hujan namun diabaikan, sempat parkir dan memulai star, kira-kira beru berjalan 300 meter, suara hujan terdengar dari kejauhan, dan ternyata benar saja, hujannya makin deres. dan saya menuju ke parkiran, karena hujannya masih deras saya berteduh di warung dekat pos jalan tikungan ke arah idec. ada juga yang berteduh disitu, petugas kebersihan, sambil menunggu hujan redah, sambil ngobrol, dan bapak ini menyampaikan kalau sering melihat saya di skip :) hehe saya membenarkan, obrolan terus berlanjut sampai ada kondisi hujan begitu lebat dan rembesan air hujan mengenai kami dan saya akhirnya berteduh di pos jaga. 

Selesai hujan, saya tetab berniat jogging, karena sudah tanggung, sambil menunggu aspal agak kering, saya parkir di Perpustakaan Tarakan, saat pemanasan, dengan sedikit latihan A Skip B Skip, naik turun tangga, saya melihat yang sedang jogging itu orang kemarin yang saya lihat dan dari penampilan kayaknya beliau ini seorang aparat. sambil jogging, rupanya kami tidak terlalu jauh jaraknya, mungkin karena saya sambil mendengarkan ceramah via headset jadi saya tidak terlalu memperhatikan, dalam 2 x putaran, hampir berpapasan, hingga saya juga coba putar ke dalam islamic, rupanya kami masih ketemu dan akhirnya saya memberanikan untuk menyapanya sambil jogging bersama dan sekalian ngobrol apa saja. ternyata kami punya koneksi dan nyambung, apalagi asalnya dari palembang sehingga makin nyambung karena ada beberapa sahabat saya orang palembang.rupanya kami berlanjut cerita sambil menunggu hujan redah, kira-kira kami ngobrol ada kurang lebih 2 jam. hehe

selepas ngobrol, saya mencoba mengeluarkan pakean yang sempat dicuci semalam dan menjemurnya, selepas jemur saya ke service center samsung, dan lumayan cukup lama menunggu antrian, selepas antri, giliran saya dan dicatat datanya, dan akan dihubungi, rencananya senin dikerjakan, begitu selesai saya mampir mengambil kunci duplikan yang tadi sudah dititipkan sebelum ke servise center, ternyata tukangnya tidak ada, dan harus kembali lagi. ternyata saat dirumah, sudah ada masuk telpon dari teknisi samsung, katanya kebetulan akan lewat dekat rumah sekalian mampir memperbaiki, kami janjian dan akhirnya diservice setelah bada zuhur, setelah dicek, rupanya tidak bisa berputar karena dihalangi beberapa pakean yang nyangkut dalam dinamo mesin cuci, itu menyebabkan tidak bisa terputar karena tersendak. akhirnya beres dan membayar biaya service sederhana sebesar 120rb.  lalu saya harus kembali ke tukang kunci dan kembali menjemur pakean karena sempat hujan. 

Lanjut saya tiba di rumah jam 3 kurang. saya masih sempat tidur siang sejenak sebelum shalat ashar. sempat tertidur dan terbangun karena terdengar azan. walau agak berat, saya tetap lanjut berjamaah di mesjid, selepas shalat, saya melihat jam masih ada 1 jam untuk lari sore, saya berbaring sejenak dan ternyata tertidur. begitu kagetnya ketika bangun jam menunjukkan jam 6 kurang 5 menit. sebenarnya masih berambisi untuk lari sore, tapi akhirnya saya kompromi, kalau dipaksakan ini hanya berapa KM saja lagian akan tidak maksimal karena akan shalat maghrib. saya sadar saya paham tubuh saya butuh istrahat, saya tunda sekalian besoknya saja baru lari sore, kebetulan rencana off lari tapi offnya lebih dimajukan hari kemarin. inilah, ambisi kita bisa melangit, ternyata tubuh kita yang lebih paham dengan kondisi diri kita, bukan malas, bukan tidak ada niat, akan tetapi kita sudah prepare dan sudah siap, namun tubuh berkata lain, mending istrahat karena dalam 5 hari ini begitu intens lari apalagi kondisi tidur malam yang tidak maksimal dan tidur siang yang tidak cukup. turunkan ego, ikuti pesan tubuh :)

Tarakan, 8 / 5 / 2022
               7 Syawal 1443 H
Pukul   : 6.24 pagi

06 Mei 2022

Terima yang Terjadi (Haji Backpacker)

kemarin saya baru saja menonton film "Haji BackPacker", film ini tayang 2014 silam,  Mada yang diperankan oleh Abimana, yang "marah" sama Tuhan, karena merasa doa yang diyakini akan terkabulkan malah yang terjadi sebaliknya diluar yang diinginkan. yang pertama dia kehilangan ibunya saat masih kecil kemudian dia gagal menikah dengan sofia, gadis pujaannya, persis di hari pernikahan, yang tiba-tiba melarikan diri ketika semua sedang menunggu ijab kabul. Disitu  asal muasal "kemarahannya" mada, hingga menyalahkan Tuhan dan menjadi orang yang jauh dari perintah Tuhan. Mada merantau ke Thailand, dan kehidupannya tidak lepas dar kehidupan malam, beberapa kali terlibat perkelahian hingga ada yang terbunuh, dan disini di mulai perjalanan Mada ke beberapa negara hanya untuk mencari jawaban dari mimpi-mimpinya.  Pada suatu scane, dia sedang berdialog dengan saudaranya yang menyebutkan bahwa dulu dia tidak pernah meninggalkan shalat dan bulan puasa tidak pernah bolong berpuasa, tapi apa yang dia dapatkan saat ini? Tuhan tidak mengabulkan keinginannya. kemarahannya juga berimbas  kepada ayahnya yang pada akhirnya sakit-sakitan dan meninggal dunia di tanah suci. 

Perjalanan pertama sejak Mada menjadi Buron adalah ke vietnam, kemudian lanjut ke China, India, Pakistan hingga akhirnya tiba di Arab Saudi. setiap negara memiliki cerita masing-masing. di vietnam sebagai negara kedua didatangi belum memberikan titik terang dari kegelihan yang dirasakan Mada, hingga akhirnya dia harus masuk dalam karton besar yang membawanya hingga di China. Dari chinalah mulai ada sedikit cahaya, dia bertemu dengan keluarga muslim dan banyak berdialog tentang islam dengan anak ulama disana hingga suatu saat dia menuju kota dan bertemu dengan seseorang yang melihat buku yang dititipkan ulama china kepadanya, orang misterrius itu menuliskan alamat gurunya yang diyakini bisa menjawab keresahan dari Mada, terutama dihantui mimpi-mimpi sebagai "tanda" yang akan terjadi (sedang terjadi). sesampai di India, dia bertemu dan mulai memahami makna keresahan dan kegelisahan yang dia rasakan. dan di India ini, 

Mada kembali bermimpi bertemu Sofia, yang kembali berdialog dan meminta maaf karena tidak memberitahukan jika menolak menikah dengan Mada, Sofia, mengingatkan untuk mada  mengenai kutipan ayat alquran yang menyatakan bahwa dengan mengingat Tuhan agar hati tenang  dan sofiaan menitipkan tasbiah digenggamannya, ternyata ada dalam saku bajunya. yakin dengan apa yang dirasakannya dan baru sadar bahwa mengabdi kepada orang tua itu kewajiban. butuh proses yang lama untuk mengembalikan iman dalam dadanya, hingga selesai dialog melalui mimpi akhinrya dia mulai menjalankan perintah Allah subhannah wata'alah. madapun sadar dan pamit bahwa tugas dia selanjutnya adalah berziarah ke arab saudi untuk memohon maaf kepada ayahnya yang dikuburkan disana. Lagi-lagi disetiap negara yang dilalui Mada memiliki cerita tersendiri hingga harus disandra kelompok pembenrontak. Endingnya Mada mendatangi pemakaman massal jamaah haji dan berdoa seandainya diberikan waktu sekali aja untuk berjumpa dengan ayahanda untuk meminta maaf secara langsung. Tidak lama berlangsung rombongan jamaah haji dan salah satunya ada ayah mada, dan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta maaf secara langsung kepada ayahnya. Saat itu ayahnya tidak berbicara sama sekali hanya memeluk mada sebagai tanda telah memaafkan Mada dan kembali mengikuti rombongan. hati Mada legah dan sudah siap untuk menghadapi realitas yang sesuangguhnya kedepannya.

Intinya film ini meceritakan "pemberontakan" seorang hamba dan harus mengalami peristiwa dan peristiwa untuk menguji keteguhan hatinya. dan pada akhirnya masa pencariannya berakhir. Seperti inilah Tuhan mengajari kepada hamba-hambanya untuk yakin dan tetap teguh pada ajaran islam. jika menghadapi hal-hal sulit, yakin lah kita sanggup menjalaninya dan kita siap menerima kondisi atau takdir yang kita miliki. jangan pernah kecewa dan berprasangka buruk kepada Allah, sebagaimana dalam alqur'an, Allah memberikan ujian kepada hamba Nya karena mampu menjalaninya, dan boleh saja kita membenci sesuatu padahal itu amat baik untuk kita sebaliknya bisa jadi kita menyukai sesuai padahal sangat buruk untuk kita. Tulisan ini ditutup dengan qoute dari sayyida Ali Bin Abu Thalib, apabila sesuatu yang kamu senangi tidak terjadi, maka  senangilah apa yang sedang terjadi (yang dirasakan/ dialami saat ini sekalipun bukan sesuatu yang kita inginkan)


Tarakan,  6 / 5 / 2022  
                5 Syawal 1 443 H
Pukul    : 23.55

05 Mei 2022

Istiqomah Setelah Ramadhan

         Judul di atas menjadi topik yang akan dibahas dalam beberapa pertemuan ta'lim online Ust. Nurul Dzikri setiap pagi dan judul ini menjawab keresahan semua orang yang merasakan keresahan dalam diri mengenai keistiqomahan ini. Banyak orang yang kehilangan semangat setelah ramadhan, di bulan ramadhan, banyak orang bisa membaca qur'an dalam beberapa lembaran qur'an, banyak orang yang tertidur lelap dan tidak menjalankan shalat tahajjud, bahkan beberapa kali ketinggalan shalat fardu berjamaah. rupanya ini m,enjadi gejala yang sering muncul dan terus berulang dan berulang ketika ramadhan yang kita jalani telah usai. Ada Riwayat Abdullah bin Abas tidak ada satupun ayat yang diturunkan kepada rasulillah shallahu alaih wassalam, yang lebih berat yang lebih sulit diamalkan  kecuali ayat ini (Qs : Hud : 112) : maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang-orang taubat bersama kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang engkau kerjakan"
(intinya : maka istiqomalah sebagaimana diperintah kepada engkau dan orang yang taubat bersama engkau). keistiqomahan menjadi perintah terberat.  

        Perintah terberat bukan shalat, akan tetapi istiqomah dalam menjalankan shalat, perintah terberat bukan menjalankan sedekah, akan tetapi istiqomah dalam bersedekah, perintah terberat bukan puasa di bulan ramadhan, namun istiqomah berpuasa di bulan ramadhan dan diluar bulan ramadhan, perintah terberat bukan mengkhatamkan alqur'an di bulan ramadhan namun istiqomah menghatamkan alqur'an di luar bulan ramadhan, perintah terberat bukan ikut kajian namun istiqomah untuk ikut kajian. Banyak orang yang tidak bisa istiqomah untuk menjalankan apa yang sudah dijalankan selama bulan ramadhan, banyak yang merasakan berat setelah bulan ramadhan. keisiqimahan tidak hanya dirasakan saja oleh orang-orang yang beriman namun ini juga dirasakan oleh manusia pilihan, Rasulullah shallahu alaih wassalam, karena ini bukan berat akan tetapi terberat. Banyak manusia, yang merasa paling berat untuk bisa istiqomah, kita tergelincir dalam kemaksiatan walaupun baru saya melewati bulan ramadhan. Jangan terlena setelah ramadhan, jangan berlebih-lebihan merayakan hari kemenangan. setelah ramadhan kita akan dibebani perintah tersulit untuk isitiqomah menjalankan inadah-ibadah di luar bulan di ramadhan. 
           
          Jangan sampai kita melalaikan hal-hal yang sudah kita jalankan saat ini, kita butuh ilmu, kita butuh persiapan, kita butuh dukungan iman,  kita harus memndapatkan dukungan keluarga, kembali berbenah, kembali perlu kembali merenung, apakah perjalanan keistiqomahan ini masih ada atau malah kita lebih cenderung abai. semoga pertolongan dan taufiq Allah subhannah wata'alah diberikan keistiqomahan dalam menjalankan ibadah dan amal sholeh. 

Tarakan,  5 / 5 / 2022
                4 Syawal 1443 H
 Pukul   : 10.20

04 Mei 2022

Jangan Terlalu Lama Tenggelam

Lagi, ini tulisan menggambarkan bahwa kita sebagai manusia tidak lepas dari kekurangan dan kehilafan. Mungkin bukan sebagai pembenaran bahwa kita tidak sempurna, wajar melakukan salah,. itu benar, lagi-lagi saya belajar bagaimana itu hanya sebagai pengingat jika ada suatu waktu kita benar-benar jatuh dalam lubak kemaksiatan diri, dari pandangan yang tidak benar, omongan bahkan suara-suara yang mampir dalam pendengaran kita. Memang benar bahwa manusia adalah tempatnya salah, dan dari situ kita belajar untuk menasehati diri, kita benar-benar harus mengingatkan diri sebelum orang lain yang meningatkan. Kita perlu berdialog dengan diri kita sendiri, kita perlu memahamai bahwa kita masih dibelenggui nafsu yang terus mengantarkan kita pada curang kesalahan dan kemaksiatan. Begitu terdasarkan, segera bangkit dan memohon ampunan dan pertolongan sang khaliq, walau pasti ada yang terlintas, kita ini hina, tidak pantas meminta pertolongannya sampai-sampai kita melupakan dan tidak menyadari bahwa kita diciptakan dengan satu paket yang lengkap, kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Di dalam posisi terpuruk, bisa jadi kita menyesali dan menghakimi atas kesalahan dan kekhilafan yang kita perbuat, segera bangkit, jangan sampai menjadi alasan bahwa kita tidak layak bangkit dan membenahi diri, jangan sampai ini membuat kita menjadi malas untuk melaksanakan kewajiban sebagai hamba yang mengabdi dan menyembah sang Khaliq, memang benar di posisi seperti ini, semangat dan ghirah kita untuk melaksanakan ibadah menjadi kendor dan down, dan ini tidak bisa kita hindari, sadari dan bangkit perlahan-lahan untuk melaksanakann kewajiban itu, jangan sampai meninggalkan apa yang harus kita kerjakan, jangan sampai mengabaikan apa yang harus kita lakukan, semua ini wajar selama masih dalam bingkai normatif, tetap jalani, tetap menyemangati diri dan tetap melakukan hal-hal yang sudah selama ini menjadi kewajiban dan rutuintas kita. jangan lama-lama tenggelama dalam keadaan futur dan jauh dari cahaya sang khaliq, ingat bahwa ada kalanya iman kita lagi di bawah, namun haryus ingat pula iman itu lagi diatas dan dipuncak-puncaknya, tugas kita adalah bergerak dan terus melakukan dan mendorong, karena roda itu tidak akan berputar jika kita tidak berikan daya dan tenaga. ayo bangkit dan terus berjuang para pencari keridhoan Allah subhannah wata'alah. aamiin


Tarakan,  4 / 5 / 2022
                3 Syawal 1443 H
Pukul    : 13.45 

02 Mei 2022

Lebaranku dan Ucapan Lebaran

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
La Illah ha illahu Akbar Allahu Akbar
Wa illah ilham

Semua takbir berkumandang di seluruh negeri, setelah pemerintah mengumumkan 1 syawal 1443 H yang jatuh di hari ini dan tidak ada perbedaan jatuhnya hari lebaran ini di penjuru dunia :) kecuali yang  beraliran khusus tidak seperti muslim pada umumnya. sering kali ada pemahaman-pemahaman islam tertentu yang lebih dulu merayakannya dan ini sudah cukup akrab di telinga. Ada yang beda untuk suasana lebaran kali ini, dua tahun masa pandemi, kita begitu dibatasi untuk merayakannya bahkan ada himbuan untuk tidak berkumpul dan mudik, alhamdulillah kali ini berbeda, hampir seperti sebelum korona namun yang masih terlihat kita tetap menggunakan masker. Suasana yang berbeda pula di rumah, ketika istri dan 3 anak mudik berlebaran di kampung halaman di makassar, suasana rumah yang sepi dan tidak ada suara-suara ocehan anak-anak yang biasanya sering terdengar, entah itu yang ngobrol, menangis, atau saling ribut ;) namanya juga anak-anak walau saat ada mereka kita terkadang terpancing emosi namun ketika tidak ada justru itu yang dirindukan.

Ada pula yang menarik hari ini, ketika sejak kemarin ramai-ramai orang mengirimkan ucapan lebaran, baru kali ini saya mendapatkan ucapan lebaran yang mirip dan persis sama, padahal dari rekan dan teman yang lokasinya berbeda, namun ada yang dari satu profesi TNI. apa ini yang menyebar diantara mereka,dan tidak hanya dari rekan-rekan aparat, ternyata beberapa teman juga mengirimkan ucapan yang hampir saya, kurang lebih seperti ini ucapannya 

 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Menjelang berakhirnya Bulan Suci Ramadhan, dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, Izinkan Kami sekeluarga menyampaikan "Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H"
TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM  BARAKALLAHU FIIKUM

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنِْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ,
 كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَاءِدِيْنَ وَالفَاءِزِيْنَ  وَالمَقْبُوْلِيْنَ.

MOHON MAAF LAHIR BATHIN ATAS SEGALA KEKHILAFAN DAN KESALAHAN KAMI SEKELUARGA,

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur yang panjang, barokah dan dapat bertemu lagi di bulan Ramadhan yang akan datang Insya Allah, Aamiin yaa Rabbal 'alamiin.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Biasanya diakhir pesan ini, biasanya disertai nama pengirim dan keluarga. Kalau dilihat redaksinya, pesan ini memang dikirim ketika masih puasa terakhir menjelang masuk 1 syawal, seperti pada redaksi menjelang berakhirnya bulan suci ramadhan. kalau sudah masuk 1 syawal, banyak kawan langsung mengirimkan dikalimat dengan segala kerendahan hati. Bagi saya ucapan lebaran saya kirimkan dalam dua bentuk, pertama langsung japri, jika memang dia hanya sekedar teman, biasanya kelewatan dibaca doank tanpa di balas, kalau dibenar-benar teman pasti akan di balas atau mereka yang mengirimkan ucapan duluan. kedua adalah dengan story di w.a, lagi-lagi kalau dia merasa dekat dengan kita, begitu lihat story kita, biasanya langsung dikomentari dengan memberikan ucapan yang sama. Apapun bentuk ucapannya, semoga silaturahmi tetap terjalin dan terjaga dengan orang-orang yang selama ini dekat dan kenal sama kita, dan kita kembali merajut silaturahmi dengan orang-orang yang selama ini hampir "putus" atau lost kontak dengan kita. terkadang saya juga harus mensiasati jika orang yang dituju cenderung formal dan berkaitan dengan profesi dan pekerjaan, biasanya ucapannya seperti contoh, di atas. kalau hanya teman santai dan teman ngobrol, ucapanya cukup sederhana dan singkat Assalamualaikum, Selamat Idul Fitri 1443 H / 2022 M, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

selamat berlebaran, semoga menjadikan semangat kita untuk kembali berbena dan ,menjalani hari-hari dan tantangan di luar ramadhan. selamat idul fitri 1443 H / 2022 M Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Tarakan, 2 / 5 / 2022
               1 Syawal 1443 H
Pukul   : 13.56

Malam Lebaran Idul Fitri di Tarakan

Untuk pertama kalinya lebaran saya berdua dengan si Sulung, bunda dan adik-adiknya, sore tadi menuju makassar untuk mudik lebaran, dan harus menjalankan lebaran dalam perjalanan kapal Pelni menuju balikpapan dan makassar. Untuk pertama kalinya saya harus menemani si sulung ini mencari keperluan lebarannya mukenah dan baju baru. Suasana jalan cukup ramai, dan toko-toko pada ramai kunjungan dalam benak saya, apakah setiap malam lebaran kondisinya seperti ini? entahlah, selama kurang lebih 14 tahun disini, dan sudah hampir 8 kali berlebaran di Tarakan, ini pertama kalinya saya harus berbelanja kebutuhan baju baru di malam lebaran, jika dulu-dulu baling banter di sekitaran dan tidak jauh dari rumah, paling ke Markoni, itupun hanya mencari pesanan istri. Pernah sic mendengar dari kawan-kawan disini kalau malam lebaran itu paling banyak orang belanja di tarakan, mungkin saat itu tidak terlalu mempedulikan dan tidak tertarik untuk membahas ini, saya paling disibukkan dengan mempersiapkan kebutuhan di rumah bukan di dapur :) karena sepenuhnya istri yang atur. 

Kami ke Ramayana, dan cukup ramai walau tidak harus berdesak-desakan, setelah mencari-cari yang yang dibutuhkan akhirnya di dapatkan pula dan untuk harganya lumayan bikin pusing  wkwkwk. mungkin karena si Sulung ini suka, mau tidak mau harus diikuti, hampir mencapai 400rb lebih kurang mukena dan satu stel baju baru, belajar dari yang sudah-sudah kalau bukan keinginannya si kakak ini tidak akan pake sekalipun sudah dipaksa-paksa, ini mumpung dia yang pilih ;( alhamdulillah masih ada rejeki untuk menutupi itu. keperluan lebaran juga sudah cukup, memasang gorden yang sempat rusak dan ada beberapa keperluan pendukung konsumsi, entah siapa yang datang besok yang jelas kami mengantisipasi ada yang datang  :) Seebelum berangkat tadi sore, bundanya sudah menyiapkan keperluan lebaran, mulai dari membuat kue kering, memasak buras hingga membuat ayam kari dan rawon. semoga lebaran besok berjalan lancar dan silatruahmi tetap terjalin.

Tarakan, 2 / 5 / 2022
pukul   : 1.49 dini hari

01 Mei 2022

1 Mei 2022

Alhamdulillah, hari ini bertepatan dengan berakhirnya bulan ramadhan untuk tahun 2022 atau 1443 H, dan ramadhan kali ini berjumlah 29 hari. banyak cerita banyak hal yang sudah berlalu sejak sebulan ini, bulan ramadhan yang bertepatan dengan tanggal 3 April yang lalu menyimpan banyak kisah dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik, walau tidak sepenuhnya sempurna namun iktiar saya sudah maksimal. di ramadhan kali ini juga banyak kesibukan yang bersamaan sehingga berlalunya ramadhan beriringan dengan berjalannya kesibukan dalam pekerjaan. Alhamdulillah atas taufiq dan pertolongan Allah subhannah watalah semua berjalan seperti yang diharapkan

Di bulan mei ini banyak kegiatan yang akan bersamaan, kesibukan membimbing mahasiswa semester akhir berbarengan dengan  bimbingan klinik mahasiswa semester 6, termasuk pula masih ada 1 jadwal mengejar di kelas semester 2 belum lagi rutinitas lari yang belum menunjukkan perubahan penurunan :D. insyaAllah semua akan berjalan dengan baik dan lancar. aamiin

Tarakan, 1 / 5 / 2022
               29 Ramadhan 1443 H
               masuk 1 syawal 1443 H
Pukul    : 23.57