31 Agustus 2022

Sinergitas DJPb dan Mata Garuda

Sore tadi kami mendapatkan undangan untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Ditjend Perbendaharan negara (DJPb) dengan mata garuda, alumni awardee LPDP Kalimantan Utara. Awalnya saya mengira rapat ini hanya biasa-biasa saja karena infonya hanya menjelang beberapa hari yang lalu, dan saya mengiria hanya rapat biasa. namun yang terjadi sebaliknya, melihat daftar yang hadir rupanya cukup banyak hampir sebagian besar pegawai kanwail DJPb Kaltara dan beberapa kantor perwakilan yang ada Kaltara seperti KPPN  (Kantor Perwakilan Perbendaharaan Negara) Tarakan, KPPN Bulungan dsan KPPN Nunukan sementara kami hanya di wakili oleh dua orang perwakilan Mata Garuda Kaltara, saya dan mbak nisa, namun ada peserta yang hadir rupanya dua pegawai DJPb kaltara merupakan awardee LPDP. Hasil pertemuan ini adalah membahas tentang sinkronisasi kegiatan DJPb Kaltara dengan MG Kaltara serta perwakilan KPPN. Sebenarnya sudah lama kami mendapatkan info untuk koordinasi ini, namun kurang pengetahuan dari mana mulanya. Qadarallah akhirnya kami dipertemukan dalam zoom, karena DJPb Kaltara langsung mendapatkan instruksi dari DJPb pusat untuk melakukan koordinasi. Dari hasil pertemuan ini rupanya kita memiliki 3 alumni awardee LPDP di Tanjung selor dan kami baru mendapatkan informasi ini. semoga kedepannya bisa bersinergi dan bisa melakukan kegiatan saya, output yang kitra inginkan adalah pendaftar LPDP bertambah dan penerima LPDP dari kaltara juga semakin meningkat.

Tarakan, 31 / 8 / 2022
Pukul    : 00.00

30 Agustus 2022

"Pemanasan" sebelum Akreditasi Eksternal

Sepanjang pagi hingga sore tadi, kami mengadakan audit mutu internal untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dokumen yang kami buat untuk persiapan akreditasi LAM PT Kes. beberapa catatan yang harus ditindaklanjuti, kesesuaian visi misi tujuan dan strategis Unit Pengelolah Progranm Studi (UPPS) harus singkron dengan Visi misi Prodi dan bahasanya tercantum dalam naskah laporan evaluasi diri (LED). beberapa dokumen perlu dilakukan revisi SK yang berlaku mundur, beberapa dokumen harus disiapakn oleh UPPS sebagai penanggnung jawab program kegiatan, beberapa tindak lanjut harus tergambarkan dalam rencana kerja (renop) yang juga harus disahkan dalam setiap dikeluarkan dalam 1 tahun, Point yang dinilai dalam matriks penilaian harus muncul secara eksplisit di dalam LED dan harus bisa membedakan mana yang membahas mengenai UPPS dan mana sebagai program studi, harus melakukan monev setiap akhir semester dan adanya uipaya tindak lanjut dan yang terpenting ada mengkobainkan LED saat audit intral siklus 2 tahun 2022 dengan LED sesuai dengan masukan pakar yang mendampingi.

Melihat beberapa hasil rekomendasi audit sebelumnya dan melihat kondisi yang ada, maka tidak bisa akreditasi prodi ini hanya dibebani kepada prodi semata, harus melibatkan secara nyata (memaksa  menerima) kondisi yang ada bahwa ini adalah tanggungjawab bersama yang membutuhkan tanggungjawab dan kekompokan bersama. Hilangkan asumsi itu bukan bagian saya yang dahulu, saya masih baru, alasan ini sudah tidak diterima, karena kita akan kembali menhadapi audit di siklus akhir 2022 dan adanya akreditasi di 3 prodi yang ada sehingga alasan bukan tanggungjawab saya sudah tidak bisa diterima lagi, saatnya kita mempelajari semua dokumen yang ditulis dan dikirimkan ke LAM PT Kes. Memang besar beban tanggungjawab yang diberikan kepada program studi untuk menyelesaikan akreditas ini sehingga butuh support dan bantuan dari semua pihak dan semua unsur pimpinan  untuk bersama-sama berpartisipasi dan berkontribusi kemajuan prodi dan pada akhirnya sukses bersama dan meraih cita yang bersama, akreditasi B )(baik)

Tarakan, 30 . Agustus 2022
Pukul   " 23.41 Wita

29 Agustus 2022

Lari yang mempertemukan dengan SCM Pertamina Runner

Sabtu yang lalu, 27 Agustus 2022, saya berlari bersama rekan-rekan SCM pertamina, mereka ada 3 orang, dan selama ini saya dengan salah satu yang kerja disitu sudah sering berkomunikasi mengenai lari bahkan beberapa kali berpapasan saat lari. Namun karena teman-teman ini bekerja dengan sistem 20 hari kerja dan 10 hari off kerja dan baru bisa kembali ke tarakan saat off kerja. Jumat sebelumnya saya kebetulan berpapasan lari  dengan teman ini, dan saya ngobrol kapan eksekusi lari 10K mutar kota, katanya bisa besok, ada beberapa temannya yang ikut. kami janjian dan alhamdulillah sabtu pagi kami lari bareng, ada 3 orang dan ketika melewati stadion kami berjumpa dengan bang Pitung, pelari senior (hobi). karena dirayu-rayu akhirnya mau join karena melihat pace kami hanya 7 :)  kamipun lari dengan sangat santai karena menyesuaikan dengan beberapa rekan lari. dengan semangat dan pontang-panting akhirnya finish dengan stronge dan ini menjadi hal yang istimewa bagi rekan-rekan SCM ini :) 

alhamdulillah, kali ini bersama rekan-rekan SCM, setahun yang lalu saya berlari bersama dengan rekan-rekan runner beacukai dan akhirnya bertemu dan berteman dengan beberapa pegawai disana, sekitar 3 bulan yang lalu saya sempat bergabung lari bersama dengan rekan-rekan gowes "pelari slow" :) walau endingnya tidak sempat barengan karena saya hanya bisa lari 15, sementara merekan 21K dan saya ada keperluan setelah itu. beberapa kali di hari ahad saya join bersama Tarakan Runner, pelari-pelari senior dan sebagian besar mantan atlit sepakbola. inilah lari, banyak mempertemukan orang, sering berpapasan, saling lempar senyum, saling sapa, akhirnya bertukaran nomor dan berjanji lari bareng dan nongki bareng :)

Tarakan, 29 Agustus 2022
Pukul   : 6.48

Pelantikan I.P.K.K.I Kaltara dan Cerita awal inisiasi

Alhamdulillah, kemarin, 28 Agustus 2022 dipilih menjadi hari bersejarah kedua bagi pengurus Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia atau disingkat I.P.K.K.I  Propinsi Kalimantan Utara sebagai pengurus "sah" dalam menjalankan amanah sebagai pengurus. Sejarah singkat IPKKI Propinsi Kalimnatan Utara, inisiasi awal ketika tahun 2014 saya bertemu dengan salah satu dosen dengan latar belakang Magister Keperawatan SPesialis Komunitas, ketika ada asosiasi institusi pendidikan diploma 3 di Jogjakarta, sejak saat itu, niat untuk  mendirikan himpunan ini cukup besar, namun pertanyaannya dimulai dari mana? karena saya tidak memiliki power dan belum punya banyak modal untuk bisa mewujudkan ini namun perbincangan akan hal ini cukup sering juga ketika bertemu dengan kolega perawat yang berasal dari Puskesmas, rekan sesama dosen komunitas dan kolega dari Dinas Kesehatan. Agustus 2019, ketika mendengarkan adanya Kongres Nasional IPKKI, saya mengikuti kegiatan ini, dan mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan kongres nasional ini. banyak pengalaman yang didapatkan dan menjadi bekal untuk saya kembali mengajak teman-teman untuk membuat organisasi ini. 15 Januari 2020, kami bebebara teman dengan perwakilan beberapa komponen  dinas kesehatan, Puskesmas dan dosen keperawatan komunitas, duduk bersama membicarakan ini, akhirnya kami bersepakat untuk menggandeng DPD PPNI Kota Tarakan untuk terlibat dalam kepanitiaan bersama HUT PPNI ke.46 dan nanti hasilnya akan dibagi adil. semua sudah disiapkan dan beberapa kegiatan sudah dilakukan seperti pengabdian kepada masyarakat dan menunggu hari pelaksanaan seminar keperawatan. Qadarallah seminggu sebelum kegiatan, ketika kasus covid pertama kali ditemukan di kota Tarakan, kegiatan kami harus dicancel dan dua tahun kemudian  bisa kembali dilaksanakan namun ini langsung pembentukan dengan modal dana kegiatan pinjam dan nebeng di kegiatan Musyawarah wilayah PPNI Kalimantan Utara di tanggal 2-3 Maret 2022 di tanjung selor dengan keputusan memilih bapak Sulidah, S.Kep.,Ners.,M.Kep sebagai ketua terpilih I.P.K.K.I Kalimantan Utara periode 2022-2027. 

Puncak segala persiapan selama dua tahun belakangan ini adalah kemarin, ketika panitia pelantikan IPKKI Kaltara yang dirangkaikan dengan seminar. alhamdulillah berjalan lancar dan ada yang unik, ketika  20-an peserta seminar yang ikut kemarin itu adalah peserta seminar yang dua tahun lalu mendaftar dan almhamdulillah uang mereka aman ada sama salah satu dosen di tempat kerjasama. meskipun pesertanya hanya mencapai 170-an peserta namun itu sudah bisa menutupi anggaran yang dibutuhkan kegiatan, terlebih lagi untuk anggaran untuk mendatangkan ketua Pengurus Pusat IPKKI meliputi akomodasi, dan perjalanan udara mendapatkan support sepenuhnya oleh fakultas ilmu kesehatan UBT.  

Pelantikan ini menjadi awal bergeraknya dan berkontribusi IPKKI Kaltara untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan kesehatan komunitas di Indonesia,  banyak PR yang harus dilakukan, tema yang utama adalah tentang kredensial perawat Puskesmas, Pelaksanaan PISPK, penerapan askep di Tatanan Puskesmas. semoga moment pelantikan ini menjadikan kami amanah dan bisa bersinergis dengan organisasi PPNI yang ada di Tarakan.

Tarakan, 29 Agustus 2022
Pukul   : 06.29 

25 Agustus 2022

Rasa "Tidak Enak" kembali menghantui

Saya termasuk orang dengan kategori  mudah cemas yang situasi yang saya ciptakan sendiri. misalnya ketiak saya melakukan sesuatu yang sebenarnya itu positif, dalam diri saya masih berpikir, nanti orangnya tersinggung, nanti orangnya malah tersinggung, atau ketika saya bertanya dan menjawab sesuatu, saya terlalu berimajinasi, ini bikin orang tersinggung, apa ini bikin orang marah, atau kadang saya berpikir apa orang lain mengganggap saya "bodoh" dengan pertanyaan yang saya ajukan, bagaimana kalau saya menjawab ini apakah akan ada dampaknya? orang sekarang bilang "mudah terbawa perasaan" baperan. saya malah berpikir, saya yang terlalu berlebihan, saya terlalu jauh berpikir, sudah, apa yang ada dihadapan kita itulah yang terjadi dan apa yang diada dalam pikiran kita yang menjadi kekhawatiran kita belum terntu terjadi semua hanya proyeksi imajinasi saya yang sebenarnya jauh dari realitas yang ada. saya sudah belajar untuk mengontrol ini semua dan meyakinkan bahwa ini semua baik-baik saja tidak seperti yang saya khawatirkan, terlebih saya tidak melakukan hal-hal yang memalukan, melecehkan, meremehkan, menghina, mengintimidasi, saya menganggap bahwa apa yang saya lakukan adalah masih dalam batas kewajaran, tetap care dan meminta masukan dari orang sekitar atau orang terdekat itu tetap dilakukan, bisa jadi mereka meningatkan dan mengarahkan bahwa apa yang kita lakukan mungkin perlu diperbaiki atau menguatkan bahwa apa yang kita lakukan sudah benar dan dalam batas kewajaran. cukup itu saja

Tarakan, 25 Agustus 2022
Pukul   : 08.14

Mimpi Seolah Nyata

Semalam saya mengalami yang benar-benar seolah nyata. dan setting kondisinya benar-benar hal yang sangat saya hindari dan tidak sukai, apakah itu? kehilangan barang kesukaan :) hehehe, semalam saya tidur terbilang lebih awal jam 10-an. saya terbangun sekitar jam 1 malam dan membalas beberapa w.a yang masuk karena beberapa teman chat dan berada di waktu wib. sempat beberapa kali membalas w.a akhirnya saya tertidur. dan settingnya saya dalam kondisi balik dari kampung inggris menuju surabaya. dalam ingatan saya kehilangan headset nir kabel (memang kondisinya seperti itu) headset saya sebelah kiri hilang dan saya sudah mencari-carinya. kemudian kemarin sore itu saya juga mencari-cari headset saya yang kanan karena terakhir saya meningatnya ada di atas laptop dan saat saya cari sudah tidak ada, sudah sampai mencari-cari di bawah kursi dan meja :) rupanya ada tempat headset yang pake kabel. betul betul ini yang terbawa semalam. sampe-sampe kayak berhalusinasi, apakah saya sempat nanti sahur tapi dalam benar saya ketika bangun tidur saya harus mencari headset bluetooth saya yang hilang tadi wkwkwkw, nanti setelah subuh baru ngeh dan sadar bahwa apa yang saya alami barusan hanya mimpi. saya dikerjain dengan kehilangan barang lagi karena bagi saya itu sangat menjengkelkan dan saya tidak sukai. wkwkwk untungnya hanya mimpi belaka :)


Tarakan, 25 Agustus 2022
Pukul   : 07.58

Orang hanya Melihat Luarnya

Dalam beberapa moment kita terkadang terlalu dibangga-banggakan oleh beberapa orang, misalnya ketika saya 4 minggu yang lalu mengikuti camp Toelf di kampung Inggris. Orang melihatnya kita sudah hebat, kita sudah punya point bagus, namun dibalik semua yang sudah kita jalani, orang lain tidak melihat betapa besarnya perjuangan dan pengorbanan yang kita lakukan, berapa banyak usaha yang sudah kita lalui dengan tidak mudah. Pasti orang hanya melihat dari luarnya saja, tidak menilik lebih jauh. Seperti yang sudah saya tulis dalam blog ini, tidak mudah melalui masa-masa cam, saya harus beradaptasi kembali dengan metode pembelajaran Toefl, saya tidak membuka mata sebelumnya bahwa member yang ikut Toefl cam ini sudah menjalani fase sebelumnya, walau sebenarnya apa yang saya dapatkan tidak terlalu jelek amat, paling tidak saya memiliki skor yang tidak terjauh dari peserta yang lainnya, dan saya punya tugas selanjutnya untuk terus mengembangkan diri, jangan lupa mengembangkan diri dengan belajar mandiri untuk meningkatkan skor Toefl. Apalagi saya punya waktu yang tidak terlalu banyak untuk melanjutkan pendidikan S3. Pendaftaran yang kurang lebih menyisahkan waktu 5-6 bulan ke depan harus sudah dipersipakan dari sekarang, apalagi gaung untuk lanjut studi ini sudah terdengar dilingkungan pertemanan saya, ketika saya ditanya saya meminta untuk didoakan, karena kita sudah berupaya mungkin tidak terlalu keras dan mantap seperti orang-oramg yang lain. Terus berusaha, terus belajar, sekalipun orang tidak pernah mengikuti dari apa yang sudah kita upayakan dibalik semua ini, begitu banyak kisah yang sudah ditorehkan, sisa kita mengukirnya kembali dan menciptakan seperti impian yang sudah dikejar selama ini. Semoga dilancarkan. aamiin

Tarakan, 25 Agustus 2022
Pukul   : 07.39

Makin ditinggal makin Mengejar

Ada problem dari apa yang saya rasakan saat ini, ini bagian dari persahabatan dan persaudaraan. Ada hal yang begitu berat, ketika saya sudah memutuskan untuk menjaga jarak dengan teman dengan banyak pertimbangan, misalnya demi menghilangkan ketergantungan, menghilangkan rasa penasaran dan berharap terlalu banyak untuk mendapatkan support, dan menganggap banyak kesamaan, namun itu yang sebenarnya bisa ditepis, rasa ketergantungan itu mengakibatkan komunikasi yang terjalin menjadi basi, bertanya yang itu-itu saja, namun yang terjadi sebaliknya kita hanya mendapatkan respon datar-datar saja, kehadiran kita dianggap hanya sebatas orang lewat, tidak lebih dari itu, bukan bagian dari orang bisa saling memberikan masukan, berkomunikasi dua arah, bukan perintah atau instruksi. Keputusan untuk menjaga jarak ini sebenarnya sudah berjalan sejak awal tahun ini, memang tidak terasa, banyak moment yang sengaja dilewatkan karena pertimbangan semua itu walau pernah "goyang" terutama ketika saya berada 4 minggu di kediri, mungkin disini puncaknya, awalnya hanya bisa bertemu dan saling menyapa di tengah-tengah kegiatan namun tidak memungkinkan karena berbagai pertimbangan bahkan untuk alasan ini tidak diberikan ruang. Saya memahami dan harus mengalahkan ego untuk tidak bisa memaksakan kondisi dan setelahnya inipun komunikasi kembali garing, sengaja dalam beberapa moment memancing namun tidak mendapatkan reaksi yang diinginkan, apakah memang situasinya yang saat itu tidak memungkinkan atau memang sudah dari sananya sikapnya terkadang "dingin". sudah, untuk masalah ini sebenarnya sudah dikunci dan sudah tidak perlu diungkit kembali. saat ini yang harus dipikirkan dan tidak perlu diingat kembali dengan banyak alasan ini dan itu, sudah lupakan, maafkan semua yang terjadi, ikhlaskan apa yang sudah dilalui, bahwa kita tidak sepenuhnya bisa mendapatkan seperti apa yang diinginkan. Namun ironisnya, ketika saya  berusaha dan harus dipaksakan untuk tidak "menghubungi" duluan atau sengaja memancing-mansing kondisi dengan pertanyaan asal namun yang didapatkan malah  "kecewa" respon datar dan begitu-begitu saja kalaupun mendapatkan yang lebih itu karena sudah ada umpannya hehehe.  Ini yang menjadi persoalan ketika makin ditinggal makin mengejar, bayangan dan imajinasi sering muncul mengarah kesana. Namun saya punya alasan kuat bahwa apa yang saya harus jalani saat ini, harus benar-benar dipaksakan untuk tidak terlalu mengkoneksikan diri. Saya terlalu banyak menaruhkan harapan ketika apa yang sudah saya lakukan saya mendapatkan hal yang setimpal, kondisi ini membuat saya mempertanyakan kekihlasan saya selama ini, demi apa? Kini Tidak ada alasan untuk terus mengkomunikasikan  dengan kondisi cenderung memaksakan diri, sengaja mebuat seolah-olah peduli dan wajar saja kita belum tentu kita mendapatkan kondisi seperti yang diinginkan dan itu sudah sering terjadi. belajar melupakan demi kebaikan masing-masing

Tarakan, 25 Agustus 2022
Pukul   :  07.05 

24 Agustus 2022

Mengejar Target Menulis

Kendala saya dalam 2 bulan terakhir ini adalah kesulitan menemukan ide menulis, sebenarnya bukan tidak ada ide, namun kesibukan dan rutinitas saya sehari-hari yang membuat saya tidak bisa berpikir secara jernih apa yang harus saya tulis. begitu banyak hal yang bisa ditulis, mulai dari pengalaman hari-hari, pendapat tentang suatu peristiwa / kejadian bahkan pendapat tentang yang lagi hangat, tanggapan tentang kondisi pekerjaan yang diadapi, aktifitas yang sedang dijalani bahkan sampai persoalan ibadah "iman" dan satu lagi mengenai "hobi'. Ini menjadi tugas yang harus saya lakukan, ketika saya sudah berkomitmen dan sudah dijalani 2 tahun ini untuk menulis 20 judul dala m setiap bulannya. Namun ada saja kendala namun dulunya itu masih bisa terselesaikan dengan baik sesuai dengan target menulis 20 judul. Bulan Juli menjadi puncaknya, ketika kesibukan saya selama di kampung Inggris dan Weekend yang saya isi dengan melakukan perjalanan satu kota yang berbeda :) dengan meninggalkan jejak lari, ini juga belum bisa meluangkan waktu saya untuk menulis dan menyelesaikan target tesebut, saya meninggalkan 6 judul tulisan yang tidak mungkin saya selesaikan dalam 2 hari di waktu itu, karena situasinya yang begitu padat-padatnya kegiatan kursus bahkan terkadang harus menunda makan siang hanya bisa untuk bisa menghafal kota kata (memorizing). Namun ini bukan kendala, memang ada situasi dan kondisi yang tidak bisa kita tolak dan tidak diprediksi sebelumnya. Jadi saya masih punya utang 8 judul tulisan lagi jika diakumulasikan dengan bulan agustus ini, semoga saya tidak mengabaikannya karena kesibukan hingga akhir bulan agustus begitu banyak dan begitu sibuk-sibuknya. bismillah.. semoga tercapai target menulis dibulan ini.

Tarakan, 24 Agustus 2022
Pukul   : 6.41

Memulai menata Serpihan

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi dan situasi yang begitu sulit dan merasa berjalan sendiri. Bisikan negatif akan selalu terdengar "masa kamu kerja sendiri? yang lain mana? namun ketika kita sadar bahwa tanggung jawab itu memang berada dipundak kita, maka kita tidak bisa mengelak, bahwa kita tidak bisa menolak itu, jika memang ada kesan kita bekerja sendiri, memang kondisinya orang-orang mengharapkan kita berada di garda terdepan. Mau seperti apa lagi, ketika kita berada di posisi ini yang harus kita lakukan adalah berusaha berjalan perlahan-lahan mana yang harus dilakukan pertama kali mana yang bisa diabaikan. kita jangan menyerah pada kondisi dan situasi seperti ini, kita perlu mengecek kembali apa yang perlu dilakukan sendiri sebagai ketua tim apa yang perlu dibagi-bagikan, paling tidak kita tidak perlu mendengarkan bisikan virus negatif tersebut, lakukan dan kerjakan sebisanya, manfaatkan momen yang ada untuk memulai dan berkumpul, perlu menjadi role model bahwa kita bisa menjalankan dan bisa bekerjasama, bagikan apa yang bisa dibagikan yang menjadi pekerjaan bersama, diskusikan apa yang didiskusikan, solusi apa yang bisa kita pecahkan bersama. Jangan mudah mundur hanya karena kuatnya bisikan virus itu, "kenapa harus saya, yang lain mana?" ada begitu banyak alasan kenapa kita yang ditunjuk menjadi leader dalam tim, bukan karena tidak ada orang lain lagi akan tetapi kita punya potensi, kita punya kemampuan, kita punya semangat dan energi, dan yang kita butuhkan adalah memulai, dan bekerja dan tunjukan bahwa kita bisa serta ajak dan libatkan anggota yang lain agar bisa bersama-sama menyelesaikan pekerjaan rumit ini. mulailah mengum;ulkan serpihan-serpihan dari patahan masalah yang saat ini kita hadapi, jangan menunggu orang lain memulai, kita yang harus melakukan, ini kuncinya !!

Tarakan, 24 Agustus 2022   
Pukul   : 06.25

22 Agustus 2022

Bismillah, mengembalikan Rutinitas Ibadah

Pekerjaan Rumah besar saya ketika balik di Tarakan adalah mengembalikan rutinitas ibadah sunnah. Dini hari atau menjelang subuh harus mengerjakan shalat tahajjud atau paling tidak menuntaskan shalat witir. Lanjut shalat sunnah qobliah subuh, shalat dhuha, shalat sunnah sebelum dan setelah zuhur, sesudah maghrib dan sesudah shalat Isya. dan jangan lupa rutinitas berzikir pagi dan petang serrta puasa senin kamis serta puasa 3 hari di pertengahan bulan, mendengarjan talim online dan tadarrus alqur'an. benar-benar selama 4 pekan di pare ini termasuk sulit dilakukan karena padatnya kegiatan selama di sana, bahkan untuk menulis di blog juga terbilang sulit. Semua sudah berlalu. yang saya lakukan saat sekarang adalah, saya harus pelan-pelan menjalankan itu semua, mumpung ini masih dalam bulan al Muharram, segala kebaikan dilipatgandakan dan kemaksiatan juga dilipatgandakan dosanya. 

Alhamdulillah pagi belajar lagi memulai untuk melakukan semua secara perlahan-lahan, dimulai dengan shalat witir, insyaAllah berpuasa senin, sudah berzikir pagi dan semoga ini menjadi langkah yang baik. Ini semua pegangan dalam hidup, jangan karena ada keinginan dan harapan yang tidak terkabulkan tiba-tiba saya menjauhkan diri dari cahaya ilahi, saya harus berbena, saya harus kembali mencharging iman kembali. bismillah semoga  bisa kembali berjalan dengan konsisten. aamiin

Tarakan, 22 Agustus 2022
Pukul   : 6.28

Tahan Diri, Belajar dari Rasa Kecewa

Ini juga menjadi salah satu PR buat saya, yang menyisahkan perjalanan kemarin. mungkin tidak patut diingat atau dipermasalahkan, karena kita tidak bisa memaksakan sesuai yang kita inginkan. kekecewaan itu muncul karena kita terlalu besar mengharap sama manusia, padahal manusia tidak selamanya bisa memberikan solusi dan jawaban dari apa yang kita hadapi. Belum lagi dari pengalaman yang sudah-sudah, selalu saja ada permasalahan yang terjadi, mungkin itu masalah yang krusial dan penting buat kita namun tidak bagi teman kita atau orang lain, bahkan bisa jadi orang lain tidak mengetahui bahwa itu sesuatu yang dipermasalahkan. Kejadian ini bukan sekali atau dua kali, ketika kita berharap dan mungkin sudah menyiapkan sesuatu dengan baik, tapi kita tidak mendapatkan respon dengan baik, teman saya pernah berujar, ketika kita mengharapkan itu, sudahkah kita menyampaikan, karena bisa jadi orang itu tidak tahu bahwa kita mengharapkan itu sehingga sikap cuek yang kita dapatkan. Bagi saya, paling tidak orang itu harus sadar dengan apa yang sudah kita lakukan dan contohkan saat berinteraksi, bagaimana perlakuan saya dan bagaimana saya respon saya ketika ada sesuatu. Apakah berlebihan? entalah. belajar dari pengalaman yang sudah-sudah memang saya agak "berlebihan" mungkin sewajarnya saja. Saya harus belajar bahwa apa yang sudah saya lakukan saya harus ikhlas, jangan dipaksa-paksakan, dan konsekuensinya adalah jangan mengharap mendapatkan balasan yang setimpal dari orang sama. Ya Sudah, harus ikhlas, harus belajar dari semua pengalaman. apa yang harus saya lakukan? Tahan diri, tidak perlu menunjukkan sikap yang sudah dilakukan selama ini, sewajarnya saja, jangan memaksakan seolah-olah kita peduli. Ingat, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, kalau kita memang dianggap baik tanpa modus maka orang akan mencari kita :)

Tarakan, 22 Agustus 2022
Pukul   : 6.12

Berjuang Kembali Rutin Lari

Salah satu kebiasaan saya yang hilang selama 4 minggu di Pare adalah kebiasaan lari dalam sepekannya, biasanya dalam seminggu itu saya bisa mencapai 60-70 K. Namun yang terjadi selama 4 minggu ini adalah saya berlari paling tinggi 35K itupun karena event lari di Bandung. Saya benar-benar hanya bisa berlari di hari Jum'at (hanya sekali dalam 4 pekan), minggu pas kebetulan lagi di luar kediri. Saking semangatnya berlari begitu nyampe Tarakan siang hari, sorenya langsung gas lari 4,9K dan lanjut besoknya 10K.  Lari memang identik dengan saya, apalagi untuk beberapa kawan yang sudah terbiasa bertemu saat lari, malah sering ditanyaain jika bertemu atau melalui w.a., bahasa sering muncul adalah "kok nda lari lagi?" "lama ga kelihatan lari bro, kemana aja?"

Menjadi PR besar bagi saya, harus mengembalikan kebiasaan lari ini, saya, dimulai dengan mempersiapkan diri, jangan terburu-buru apalagi memaksakan diri, kaki saya selama 4 minggu ini sudah tidak terbiasa lari rutin, ini cukup mempengaruhi. Saya mulai dengan berlari easy dihari selasa pagi, ini karena sudah janjian dengan teman walau akhirnya kehujanan di akhir lari, rabunya ikut lari 17.08K dalam rangka memperingati 17 Agustus kemerdekaan RI. kedua lari ini terbilang lari dengan pace kompromi 6.22 -6.36 lanjut kemudian hari jum'at, walau lari agak telat dan dalam keadaan tidak suci wkwkwkw mana saat itu kondisi air sangat terbatas :) alhamdulillah walau lari  6 dengan pace stabil 6.06. Sabtu, diluar perencanaan yang awalnya hanya lari 12K malah lari dengan 15K dengan 4 tanjakan lagi dan alhamdulillah kemarin menjadi penutup saya lari Tempo 12 K dengan Pace 5.21 dengan durasu 54 menit, sebenarnya target awalnya itu 10K dengan durasi waktu 52 menit.

Alhamdulilllah, satu pekan ini menjadi moment terbaik, saya bisa menyelesaikan lari 60K dalam sepekan. dan ini menjadi catatan baik buat saya, saya menemukan format lari yang berbeda, tidak mesti sabtu lari 17-21K, bisa seimbang, agar saat lari di ahad pagi, performa masih seimbang, saya perlu merubah ritme, jumat bisa menjadi pilihan untuk tempo run, selasa easy run, rabu interval, senin hanya jogging dan kamis 0ff. semoga bisa konsisten 

Tarakan, 22 Agustus 2022
Pukul   : 5.59 

19 Agustus 2022

Harus dipaksakan

Saya terbilang orang yang sering lelet menyelesaikan pekerjaan. dalam bulan ini saja beberapa pekerjaan saya selalu masuk warning dan injury time. Ini tidak lain karena manajemen waktu saya yang terbilang berantakan, belum selesai satu muncul lagi 1 pekerjaan. belum lagi bernapas legah, sudah harus disiapkan lagi pekerjaan yang lain. Tidak menjadi masalah jika diselesaikan itu adalah runitas dan sudah terbiasa dengan pekerjaan itu namun jika itu adalah hal yang baru maka saya menjadi kalang kabit, tidak fokus, linglung bahkan tidak tahu harus lakukan apa.

Saya harus belajar memaksakan hal yang menjadi target utama untuk diselesaikan, saya berharap bisa menyelesaikan tepat waktu tanpa ada kendala yang berarti, saya harus belajar memaksakan untuk meinggalkan hal-hal tidak baik untuk saya, tidak mudah memang namun tidak berarti harus ditunda kemudian hari.


Tarakan, 19 Agustus 2022
pukul    :  23.01

Beratnya Memulai Kembali

Banyak yang hilang ketika saya menjalani kursus selama 1 bulan di pare, rutinitas ibadah saya hanya sebatas amalan rutin dan wajib, saya kehilangan kebiasan-kebiasan yang dulu sangat rutin saya jalankan, mulai dari zikir pagi petan, puasa senin dan kamis, mendengarkan taklim online, mengerjakan shalat Dhuha, menjakankan salam tahajjud hingga tadarrus alqur'an.

Begitu kembali hampir seminggu ini, rutinitas menjadi berat untuk dijalankan kembali. Saya harus kembali menjaga strategi. Mulai lagi di awal, kembali menurunka ego, belajar secara perlahan-lahan dijalankan, saya harus benar benar berupaya keras sebelum badai hitam merasuki dan menjauhkan diri dari cahaya kebaikan.  Wallahualam bishawab.. semoga dijalankan perlahan-lahan dan kembali seperti sedia kala

Tarakan, 19 Agustus 2022
Pukul.   : 17.45

Jangan Memaksakan Ego

Ada kalanya di suatu waktu dan situasi kita harus mengalah, ada banyak hal yang haris dipertimbangkan, entah itu persoan pribadi, persoalan kerjaan bahkan sampai ke persoalan keluarga. Ketika kita mengalagkan ego dan ambisi kita, ketika itu juga kita belajar untuk memahami dan menerima kondisi dan situasi. Kite perlu melihat siapa yang ada di sekitar kita, siapa yang secara tidak langsung merasakan perilaku kita, kita tidak bisa menghindarinya.

Keegoisan kita hanya ingin memenangkan dan menyenangkan diri kita sendiri, ambisinya begitu besar, kita berhasil melawan dan mengendalikan ego dan ambisi kita berarti secara tidak langsung kita menguburkan mimpi ambisius itu. Sudah saatnya kita mengontrol dan mengendalikan . Tidak perlu kita terus yang harus diprioritaskan dan diutaman belajarlah untuk mengalah dan melihat ada kepentingan orang lain untuk bisa kita wujudkan dan kita rasakan secara bersama-sama

Tarakan, 19 Agustus 2022
Pukul.    : 17.35 

14 Agustus 2022

Teman Maya Rasa Saudara

Saat nginap transit di surabaya, saya berjumpa dengan teman cukup lama yang selama ini saya hanya kenal dan komunikasi secara "maya". Pertemanan kami cukup akrab, ini salah satu teman maya saya yang bertahan sampai sekarang, banyak yang nyambung dan banyak kemiripan. begitu ketemu ketemu kemarin rasanya surprise sekali, karena ini baru sempat ketemu padahal saya sudah pernah ke surabaya 2x, alasan tidak ketemu karena saya janjiannya di hari kerja :) seharusnya jangan, karena bagi mas yudo itu waktu untuk keluarga. Ketika ketemu juga rasanya sudah nyambung pembicaraan, bedanya selama ini hanya melalui chat kali ini benar-benar face to face.

Pertemuan ini tidak ada tendesius apa-apa, bukan karena ini dan itu, murni karna silaturahmi, dan uniknya, teman ini lebih dari saya kenal selama ini, orangnya asli "asyik" hampir tidak ada sesi untuk diam-diaman atau sibuk dengan hape masing-masing (pas kebetulan dia ketinggalan hp). Dulu sebenarnya sempat break ngobrol setelah saya sempat ditawari bisnis untuk token pulsa dll, mungkin karena tidak ada bakat bisnis jadi saya tidak bisa join. Namun itu bukan alasan untuk tidak saling berkomunikasi, saya terkadang mengirim w.a hanya menanyakan kabar, menanyakan lagi musim apa disana dan sekedar mengirim ucapan ini dan itu, tidak lebih dan tidak ada maksud lain.

Karena kemarin teman ini harus main badminton, dan saya juga harus siap-siap ke tunjungan plaza, akhirnya dia mengajak makan di KFC, walau sebenarnya sempat menolak, padahal mau karena belum makan siang wkwkwk. obrolan juga main cair, banyak membahas hobi dan kegiatan saat ini. teman ini suka bermain air :) snorklin dll. suka berenang. diakhir pertemuan rupanya ada pokok bahasan yang terpending, membahas tentang "dunia lain" hehehe namun tidak harus dipaksakan karena ini obrolan yang lewat saja, bisa jadi akan jadi topik diperjumpaan berikutnya. :) kemarin begitu nyampe di bandara, teman mengirimkan pesan "safe flight" dan saya membalasnya dan juga mengabari ketika saya sudah sampai di tarakan :) ini menjadi 1 pertemanan yang positif dan produktif :)

Tarakan, 14 Agustus 2022
Pukul   : 13.55

Kembali Ke Tarakan

Alhamdulillah, kemarin sudah tiba di Tarakan, walau sempat disambut dengan hujan kurang lebih 1 K menjelang tiba di rumah. Betapa senangnya akhirnya bisa kembali lagi setelah 4 minggu berada di Kediri. Perjalanan kemarin cukup melelahkan namun tetap happy, beberapa hal yang saya rencanakan, alhamdulillah tercapai. Jumat kemarin, begitu tiba di surabaya, saya masih mengerjakan waktu shalat jumat, kemudian, kurang lebih jam 3, saya berjumpa dengan sahabat saya, mas yudo (akan saya buatkan khusus judulnya :).  Sore saya berkeliling di Mal Tunjungan Plaza, salah satu mall terbesar di Indonesia, hanya untuk menentukan apakah saya membeli sepatu lari atau sepatu kerja, setelah bolak balik dan tidak mau tergesah-gesah menentukan, akhirnya saya memutuskan membeli sepatu kerja, karena selama ini saya hanya menggunakan sepatu sport untuk bekerja, kedepannya akan kombain.

Kembali kecerita awal, begitu nyampe rupanya, 3 anak saya ada di rumah, sebenarnya mau memberikan kejutan, namun ternyata mereka sudah siap-siap mau ke bandara sisa menunggu info dari saya. alhamdulillah rasa rindu terobati seketika dan ketika membereskan dan istrahat sebentar, anak-anak ini kompak tidur siang di kasur yang sama dengan saya :) sore harinya rasanya kaki begitu tidak sabar mau berlari, saya mencoba ke islamic, jam menenjukkan jam 5.30 baru lari, alhamdulillah disana saya ketemu bang chandra, yang sudah lama berjanji akan bertemu dan koh irwan yang selama ini menjadi teman saat lari sore :) Minggu pagi tadi, kembali lagi berlari pagi setelah menunggu redah hujan sampai jam 7.30, kali ini saya ditemani rafa dengan menggunakan sepeda. lumayan 10K.

InsyaAllah besok, saya kembali bekerja dengan segala kesibukan, menyusun laporan kinerja perguruan prodi untuk akreditasi, menemani mahasiswa seminar kasus, menyelesaikan nilai mahasiswa semester 6, mengurusi atm yang bermasalah, rapat dengan panitia pelantikan ipkki kaltara, menyelesaikan pekerjaan teman yang menitipi tugas akhir serta banyak kesibukan lainnya. mau tidak mau saya harus siap menerima kondisi dan kenyataan ini. tidak ada penolakan, semua harus dijalankan satu persatu bahkan saya harus siap dengan tantangan baru yang akan muncul.

Tarakan, 14 Agustus 2022
Pukul   : 13.42

12 Agustus 2022

Keakraban Toefl Camp Test School

Sisi lain selama 4 pekan mengikuti program Toelf ini, tidak lain adalah keakraban antar student, saya yang sejak masuk belakangan kemudian selama 4 hari full bersama membahas soal dan saling memperkuat satu sama lain. Terlebih lagi saya harus mengejar ketertinggalan. Ada hal yang menarik ketika saya datang disana, status saya sebagai dosen begitu melekat, sebenarnya tidak ingin menonjolkan diri karena segi pengetahuan saya masih kurang.. namun sesama student ini saling melengkapi bahkan saling mengingatkan.

Keakraban ini mulai terikat dengan baik ketika ada beberapa program, konsuling sambil menikmati cemilan atau makan malam di jumat sore selepas kelas. Tidak hanya di kelas, untuk asrama saja sudah begitu dekat, lagi-lagi status saya sebagai dosen begitu dekat bukan hanya student di cam namun juga beberapa mizu, panggilan untuk pengajar.  Sebenarnya radah malu, dengan status seperti ini, saya masih saja merasa kurang, saya harus berani belajar sama student yang sudah lama. Bahkan ada beberapa anak yg sengaja datang ke kamar untuk ngobrol. 

Semua punya alasan yang kuat datang belajar di test kampung inggris dengan segala kelebihan dan motivasi masing-masing. Semua ingin mewujudkan mimpi yang ingin diraih. K
Karena motivasi yang sama tersebut dan solidaritas untuk menuju cita masing-masing inilah yang menjadi pengikat keakraban ini.

Berasama mizu haposan dan mizu umbu


Bersama teman2 1 kelas camp toefl
Bersama anak-anak asrama dan beberapa mizu


Surabaya, 12 Agustus 2022
Pukul. : 14.42 wib

Good bye Kampung Inggris

Alhamdulillah, hari ini saya terakhir di kampung inggris.. hampir 4 pekan tidak terasa menjalani program cam TOEFL. selama 4 minggu ini banyak yang sudah dipelajari dan dilewati. Apa yang sebenarnya saya dapatkan merupakan apa yang saya cari selama ini. Ini menjadi bekal untuk saya kembali belajar mandiri di rumah, jangan sampai ilmunya berlalu begitu saja. 

Empat pekan  ini, bukan 4 hari yang begitu mudah seperti yang pernah saya tulis sebelumnya begitu banyak materi yang belum saya pahami dan perlahan-lahan mulai jelas apa yang harus saya lakukan.  Saya harus buat perencanaan tindak lanjut.. saya masih butuh skor 50 untuk semua bagian listening, struktur writing dan reading.. Terimakasih kampung inggris.. 4 tahun begitu berarti

Surabaya, 12 Agustus 2022
Pukul.     : 14.04 wib

10 Agustus 2022

Akal atau Hawa Nafsu

Perdebatan hawa nafsu dan logika ini akan selalu ditemukan dalam kondisi kita sebagai manusia. kita dilengkapi dengan nafsu yang dengan mudahnya mengarahkan pada hal-hal yang merusak bahkan mencederai diri sendiri. Bagaimana tidak nafsu identik dengan merusak diri sendiri. merusak orang lain bahkan tidak hanya itu dia bisa merusak dunia. Sebagai penyeimbangnya kita dibekali dengan Akal, yang mengarahkan kita berpikir secara logis, kita bisa mengendalikan apa yang menjadi incaran nafsu, apakah ini dibutuhkan atau hanya sekedar memuaskan diri.

Dalam beberapa hari ini, keinginan diri untuk melakukan sesuatu yang tidak diperlukan menjadi begitu kuat, saling tarik menarik logika dan hawa nafsu yang mana diikuti, yang mana yang bisa memberikan dampak yang lebih besar mana yang hanya memberikan dampak yang kecil. apakah itu benar-benar kita inginkan atau benar-benar baik untuk kita? ini yang menjadi pertanyaannya. dan selain logika dan nafsu ini sebenarnya hal yang terpenting adalah cahaya iman, inilah yang menengari ketuanya, karena tidak semua bisa dilogikakan dan tidak semua nafsu harus diikuti, selama masih fitrahwi maka nafsu bukan menjadi persoalan jika salah tempat dan berlebihan baru menjadi persoalan. itu saja

Kediri, 10 Agustus 2022
Pukul : 08.06 WIB

07 Agustus 2022

Jangan terlalu memaksa

Hampir satu minggu ini saya dibuat banyak pikiran dengan kondisi yang sebenarnya sederhana namun entah saya yang terlalu ambisius hingga cenderung memaksakan diri keinginan untuk berjumpa dengan seorang sahabat, mungkin saya terlalu naif hingga melakukan tindakan seperti ini namun rasa sabar masih ada dalam benak saya hingga saya berusaha untuk mehanan diri dan berupaya kerasa untuk memahami kondisi yang ada, tidak memaksakan kondisi dan yang terpenting adalah berlajar legowo dengan kondisi yang ada, tidak semua apa yang kita inginkan harus terwujud saat itu juga, apalagi berkaitan dengan kondisi pertemanan, ada beberapa hal yang tidak boleh saya paksakan, saya harus manut dengan saran yang disampaikan teman saya, saya harus tetap menjaga pertemanan dan bersahabatan, karena ada situasi yang tidak bisa dihindari apalagi menyangkut keluarga, momennya tidak terlalu tepat, selalu belajar untuk mengambil posisinya. jangan terlalau curiga yang berlebihan, belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada, sebenarnya ini semua jawaban yang kita cari selama ini, ini adalah apa yang sudah kita upayakan hari ini, ini adalah langkah perjuangan yang sudah dijalankan, sehingga ketidaksenangan dengan kondisi saat ini jadikan pelajaran, jangan tergesah-gesah jangan ambil emosi dalam mengambil keputusan apalagi dalam kondisi marah, dalam kondisi emosi tidak stabil dan sebenarnya adalah dalam kondisi dan situasi yang lari dari kenyataan dari persoalan lain yang dihadapi saat ini, jangan jadikan kambing hitam jangan jadikan alasan orang lain sebagai pelarian masalah, pelajari masalahnya dan bijaklah mengambil sikap.

Semarang, 7 / 8 / 2022
'Pukul      : 00.01 WIB

05 Agustus 2022

Tidak ada yang sia-sia

Hampir tiga minggu ini saya berada di Pare untuk menjalani kursus intensif peningkatan skor Teofl, namun seperti tulisan sebelumnya skor saya rupanya tidak meningkat secara signifikan, lambat bahkan cendering menurun, dan terakhir ini baru memulai bangkat kembali. Memang begitu besar harapan saya untuk mendapatkan skor yang lebih baik, walau itu cenderung mustahil, bahkan ketika melihat hasil setiap skoring dipagi hari dan jawabannya dicek di sore harinya, menunjukkan angka yang fluktuatif. Jujur saja dalam kondisi seperti ini, rasa tidak kuat dan merasa minder itu pasti ada, rasanya apa yang dijalankan ini sia-sia belaka, saya cenderung dan terkesan memaksakan diri untuk ikut kelas toefl ini. bagaimana tidak, teman-teman yang usianya jauh lebih muda, ada sekitar 23-30 tahun ini, sebelumnya sudah menjalani masa kursus untuk pendalaman materi dan dari cerita-cerita mereka, mereka sempat kaget juga bahwa kenapa saya tiba-tiba masuk tanpa sebelumnya mengkuti materi pendalaman selama 1 minggu dan tidak pernah menjalani kursus di awal, seperti mulai dari basic, foundasion, integrasi dan baru masuk ke establish toefl atau ielts. ini kendala utama saya dalam menjalani skoring.

Kalau dipikir-pikir lagi, memang saya sadari bahwa sudah banyak yang saya korbankan, mulai dari keluarga yang harus ditinggalkan, pekerjaan yang terbelengkalai,  pekerjaan yang tertunda, banyak urusan yang harus diabaikan bahkan beberapa kegiatan besar yang saya menjadi penanggungjawabnya. tunamun saya tidak boleh berputus asa berkepanjangan karena semuanya adalah realita yang harus diterima, Saya harus sadar bahwa apa yang saya jalani saat ini bagian dari ikhtiar yang sudah saya jalani, walau hasilnya tidak seperti yang diharapkan namun tetap menghargai apa yang sudah saya lakukan ini, ini tidak mudah, ini bukan jalan pintas untuk mencapai impian yang sudah dijalani, memang sudah 1 tahun terakhir ini saya belajar mempersiapkan skoring toefl, bisa jadi selama ini hanya kebetulan nilai-nilai saya cukup membantu bahkan skoring tertinggi itu 480 untuk prediction toelf, tapi bisa jadi itu kebetulan benar saja pilihannya bukan berdasarkan ilmu yang seharusnya kenapa seperti ini kenapa seperti itu. dijalani dan disyukuri prosesnya, dan harus jujur dan akui pada diri bahwa ini bukan hal yang sia-sia, semua ada prosesnya semua ada waktunya terus belajar dan jangan putus asa. manfaatkan 1 minggu yang tersisa

Kediri, 5 / 8 / 2022
Pukul : 11.19

Real Test Toefl

Hari ini saya kembali mengikuti test Toefl hanya sekedar mengetahui, sekedar mengatahui sejauh mana progres saya selama kursur selama 3 minggu terakhir apa ada efeknya atau bagaimana. ternyata hasilnya adalah jauh dari yang diharapkan. dan seperti yang disampaikan sama pengajar-pengajar di kursus ini atau dikenal dengan sebutan Mizu, bahwa skoring yang dijalani setiap pagi ini,  nilainya itu tidak akan jauh dengan real tes. dan ternyata benar. Ternyata seperti itu kondisinya. Memang sejauh ini saya sudah berupaya keras untuk memahami segala isi soal, dan tidak bisa dipungkiri bahwa progressnya begitu lambat, skoring yang berjalan begitu-begitu saja, kalaupun ketika latihan waktu saya dirasakan masih kurang sekali. belum lagi tugas menghapas dan tugas ini dan itu. tadi ketka Real test gambaran di salam hati, kayak soalnya gampang dan mudah menurut saya, tapi tidak berdasar, karena itu hanya sugesti saya karena belum tentu apa yang saya pikirkan itu betul adanya. dan ini terbukti benar ketika melihat hasil akhir skoring test Toefel tadi skornya 427 yang berarti bahwa saya tidak berhasil mendapatkan sertifikat ITP karena skornya kurang dari 460 sebagai syarat mendapatkan sertifikat. ini menjadi berat karena skor sebelumnya adalah 460, malah ini turun padahal sudah menjalani kursur. ada apa yang salah, lagi-lagi basic saya belum terlalu kuat, terlebih mungkin faktor umur yang sudah tidak bisa lagi belajar lebih detail.  saya masih ada 1 kurang lebih 4 hari ini untuk menunjukkan skor yang lebih baik untuk 1 minggu kedepannya dihitung sejak hari ini.

Kediri, 5  Agustus 2022
Pukul : 10.15 WIB

Naik Turun Skor Toefl

Hari ini menjadi minggu ke.4 atau minggu terakhir dalam kursus Toefl. masih seperti ketika awal, skor toefl saya belum menunjukkan perubahan yang signifikan, dari nilai 300 dan sampai mencapai 427 dan sempat stabil dinilai ini. Entah apa penyebabnya, apakah karena saya yang tidak belajar serius atau saya yang tidak memahami konteks soal toefl. Memang mengagetkan buat saya, yang tiba-tiba masuk tanpa ada pemanasan, ditambah saya tidak mengikutinya 1 minggu pemberian materi, saya cenderung mengabaikan dan merasa bisa, belum lagi beberapa pekerjaan dan masalah pekerjaan yang muncul bersamaan dengan berjalannya test :(

Skor saya dalam 2 minggu terakhir ini, pertama test mendapatkan skor : 397 besoknya masih 397, hari ketiga naik 403 dan hari keempat cukup signifikan 427, masuk minggu kedua 427, kemudian besoknya tetap 427 lalu turun 410 dan penutup diminggu kedua turun di 397 (kamis) dan sabtunya 367 :( sangat menyedihkan.  hari ini memasuki minggu ke-4 dan skor yang kembali saya dapatkan adalah 393 kembali ke skor awal. Memang naik turunnya skor ini tidak terlepas dari diri saya yang lagi-lagi tidak memahami kondisi soa; kurang cepat memahami soal dan hal yang terpenting adalah saya tidak punya basic yang mumpuni tiba-tiba masuk di kelas yang sudah expert :D. namun inilah usaha walau belum terlalu maksimal.

Kediri, 1 Agustus 2022
dipublikasi tanggal 5 agustus 2022 (kelupaan)

01 Agustus 2022

1 Agustus 2022

Dini hari ini sdh memasuki 1 agustus. Sebagai evaluasi dari satu bulan yang terakhir saya melewatkan komitmen untuk menulis 20 judul tulisan dalam setiap bulannya dan ini menjadi yang pertama kali dalam kurung 2 tahun terakhir. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kesibukan saya kali ini begitu luar biasa sampai mengabaikan kesempatan menulis yang datang. Nampaknya saya harus banyak belajar tentang menajemen waktu tatkala kesibukan begitu besar. Bahkan dalam bulan ini juga kesibukan lari saya juga sudah sangat menurun drastis yang biasanya bisa lari 60-70K dalam seminggu nah untuk kali ini, untuk bisa lari di hari jumat dan ahad juga menjadi penting. memang ada kesibukan yang sudah terschedulle dan tertutup ruang kompromi.

Dari satu bulan yang berlalu saya belajar betapa pentingnya waktu dan manajemen waktu. Begitu berharga waktu hingga saya harus benar-benar mengatur dengan baik. Saya harus sadar bahwa saya tidak bisa lagi ngulur-ngulur waktu, jika ada waktu dan kesempatan segera kerjakan dan jangan tunggu hingga nanti, karena jika menunda sama dengan kita merencanakan kegagalan. Itulah yang saya rasakan. Saya harus belajar dari pengalaman berharga ini. Selamat datang bulan agustus bulan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia. 

Kediri, 1 / 8 / 2022
Pukul : 00.48 wib