Jum'at lalu, istri saya harus melakukan perjalanan ke Medan dan star dari Tarakan, di Penerbangan Pertama melalui Balikpapan, lanjut jakarta, dan Medan dengan harapan berangkat dari pagi agar bisa sore tiba di Medan jika melihat penerbangan yang ada. Pergi selepas subuh, saya sudah mengingatkan bahwa ada selepas subuh sudah siap berangkat, namu ternyata belum siap dan harus ke sekolah untuk mengambil barang tertentu dan juga harus berurusan dengan kamar kecil :( ini menjadi signal kendala pertama., setelah beres ternyata masih ada barang ketinggalan namun saya mengingatkan jika pergi mengambil ke rumah besar kemungkin akan ketinggalan pesawat. Ternyata benar ketika sampai Bandara Tarakan, sudah masuk boarding untuk penumpang tujuan Balikpapan, akhirnya harus buru-buru dan untungnya masih bisa terkejar. ternyata begitu sampe di atas pesawat, barang-barang di kabin peswat sudah full sehingga barang dititipkan via bagasi (info dari petugas yang menghubungi saya untuk konfirmasi barang sudah sampai atau tidak. Transit dibalikpapan sekitar 1.5 jam dan melanjutkan penerbangan ke Jakarta, setibanya di jakarta ternyata sudah hampir jam 12 lewat dan posisi istri saya berbeda terminal dengan terminal penerbangan ke Medan walau masih 1 group dengan lion (memang ada perbedaan terminal di bandara soekarno hatta untuk penerbangan tujuan dan dari sumatera dan kalimantan), qadarallah ketinggalan pesawat dan untungnya masih ditanggung oleh lion untuk melanjutkan penerbangan di jam 6 sore (artinya transit 6 jam) dan istri menginfokan sekitar jam 10 lewat waktu tarakan sudah nyampe Medan.
Persoalan kembali muncul ketika memesan tiket kepulangan, penerbangan yang diinginkan ternyata sudah tutup seingat saya waktu hari kamis itu masih ada penerbangan langsung Jakarta Tarakan via Bati air. dan dihari sabtu kondisi badan saya benar-benar drop dan saya juga harus mengkoordinir pelaksanaan pelatihan di kampus. saya memesankan tiket dengan rincian awalnya 3.300.000, namun saya transfer 3jt saja, dengan harapan nanti saya yang menutupi (sementara saya sekali sudah tidak punya uang di rekening) akhirnya saya menunda pembayaran sambil melihat-lihat harga tiket, ternyata harganya semakin meninggi ;( dan saya harus mencari solusi lain. setelah dicari-cari tiket yang diinginkan tadi malah makin naik. dan saya membuat kesalahan dengan salah membeli tiket, seharusnya saya mengecek ulang sebelum melakukan pembayaran tiket yang diingin di jam 6.25 malah saya membeli di jam 7.45, ini menjadi kesalahan pertama. karena istri benar-benar tidak bisa melakukan tranfer, akhirnya saya harus meminjam uang teman 1.2 juta ternyata ini masih kurang 50 ribu :( dan akhirnya saya berhasil memesankan tiket untuk balik.
Kemarin perjalan istri saya dimulai., hanya dikasih kabar kalau sekarang sudah siap-siap perjalanan ke Jakarta. dan setibanya di Jakarta dan sudah berada di terminal untuk keberangkatan Batik ke Balikpapan. kami di kabari sekitar jam 13.30 artinya penerbangannya sesuai dengan jadwal., sore harinya seharusnya pesawatnya tiba di Balikpapan, ternyata di jam 5 sore, istri saya baru kabari kalau penerbangan mereka di alihkan ke Makassar dengan alasan ada perbaikan landasan paju sehingga tidak bisa mendarat. akhirnya saya bilang sama istri kalau dihitung-hitung jamnya kayaknya sulit mengenal penerbangan yang ke Tarakan, namun istri saya bilang ini hanya sebentar paling akan terbang lagi dan cukup 30 menit :( dalam hati sejak kapan penerbangan 30 menit makassar balikpapan) sudah mendengar dan menitipkan pesan agar tetap mengabari kalau sudah boarding (dan ternyata tidak juga dikabari), dugaan saya antara berhasil mendapatkan penerbangan ke Tarakan atau ketinggalan pesawat. Kondisi saay sejak pertama mendengar kabar dialihkan pesawat itu badan saya lepas dan sampe-sampe lupa kalau saya harus minum obat sore kemarin :( dan saya langsung balik ke rumah untuk mengabari sama anak-anak. Selepas isya semalam, istri menelpon dalam benak saya kalau benar-benar mendapatkan penerbangan di tarakan pasti di saat sekarang itu lagi di atas pesawat, dan istri mengabari kalau mereka harus nginap di Balikpapan dengan tanggunan penuh pihak lion.
astaghfirullah hal azim, semua sudah ini sudah menjadi ketetapan Nya dan ada sumbangan diri kita yang bisa saja lalai dengan masalah ini, sebenarnya kita bisa merencanakan perjalanan jauh-jauh sebelumnya dengan matang, tidak memandang enteng karena ini perjalanan jauh dan melibatkan beberapa terminal penerbangan yang di lewati, belum lagi kebijakan ini dan itu, ada kendala dalam perjalanan yang diluar dugaan kita, semua bisa terjadi, namun ini semua menjadi pelajaran penting untuk ke depannya, lebih siap dan lebih mempersiapkan diri, barang dan finansial, ini bukan perjalanan ke Tanjung yang bisa direncanakan secara matang atau sekedarnya saja, kita hanya butuh perjalanan laut itupun dengan ancaman kehabisan tiket spit, yang terpenting adalah doa untuk dimudahkan dan diselamatkan dalam perjalanan dan ini yang terpenting dan mungkin sebagian mengabaikan. wallahu'alam bishawab
Tarakan, 5 / 12 / 2022
Pukul : 06.12