Dua hari ini, stressor eksternal bermunculan bersamaan. satu masalah saya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hibah karena menunda-nunda mengupload proposal, yang kedua saya dikagetkan dengan respon dari pimpinan tempat kerjasaya yang menyampaikan usulan praktik saya ditolak karena tidak ada dalam perencanaan, awalnya sudah menduga bakalan seperti ini, karena melihat respon dari beberapa unsur yayasan dan pimpinan yang sejak awal tidak memberikan respon yang baik. Sebenarnya tidak ingin mengajukan tambahan dana mengingat disaat awal-awal kuliah sudah hampir 15juta saya mengeluarkan dana pribadii untuk masalah teknis residensi, yang pertama uang posko dan yang kedua adalah saya membeli motor 11,5 juta. disaat bersamaan saya harus menyelesaikan utang di saudara sendiri, dan saya kembali mengutang sm teman. lebih dari cukup sebenarnya dari apa yang saya dapatkan, ada tunjungand an ada tambahan gaji, namun melihat besarnya pengeluaran saya dalam 1 bulan untuk keperluan hidup dan kebetuhan anak-anak di rumah, memang rasa-rasanya itu tidak cukup bahkan saya harus memutar otak bagaimana agar bs makan walau tidak memperhatikan lagi kandungan gizinya. menghemat dengan cara memasak, membeli lauk yang harus bisa dimakan dalam 2 x jadwal makan, bahkan harus mengkonsumsi telur rebus untuk dijadikan bekal andalan di setiap hari selasa, rabu dan jumat. Inilah perjuangan, tidak ada perjuangan yang sia--sia selama kita menjalankan konsisten. InsyaAllah akan ada jalan yang tidak diduga-duga, sekecil apapun itu jangan sampai lupa untuk bersyukur.
Depok, 31. 10. 2024
Pukul : 04.01