Masa kuliah menjadi masa-masa yang penuh kenangan dan perjuangan. Ada moment yang sulit untuk dilupakan ketika berinteraksi dengan beberapa kawan yang secara akademik memiliki nilai yang baik. Terakhir saat residensi dalam 1 tahun belakangan. Ada satu kawan yang terbilang sangat prepare dalam segala hal yang akan dilakukan, bahkan tidak tanggung-tanggung harus mengeluarkan duit lebih untuk menunjang beberapa kegiatannya di masyarakat. Orangnya terbilang, perfeksionis namun satu satu hal yang tidak luput dari pengamatan saya, dia tidak menunjukkan "ambisi" dalam mengejar nilai, bahkan ketika akan melakukan ujian, terbilang cukup panik, namun siapa sangka ternyata dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, mengerjakan tugas tanpa banyak ekspose sana sini, tahu-tahu sudah selesai aja dan terkadang membuat kami terkaget-kaget, bahkan salah satu supervisor kami memuji penampilan ketika seminar terbuka, secara struktur sangat baik bila dibandingkan dengan yang lain sementara dianya merasa biasa-biasa saja dan yang membuat takjub nilainya sempurna dengan IPK 4. Kisah ini juga pernah saya alami, ketika masa-masa kuliah S1 di makassar, saya punya teman dan juga sudah menjadi sahabat saat kuliah, sering sekali mengatakan, waduh saya belum belajar ini, tapi tiba-tiba nilai yang keluar terbilang sempurna. Mungkin tidak tuntas belajar versi dia, jika sudah menguasai 100% materi kuliah, sementara kita membaca dengan sistem kebut semalam, dapat B aja sudah luar biasa, apalagi kalau dapat A. Pelajaran pentingnya, jangan mudah percaya sama teman yang mengatakan belum siap, karena indikator yang mereka gunakan berbeda dengan standar belajar kita (terkhusus saya sendiri) dan salutnya orang-orang seperti ini, tidak flexing, merasa paling benar, mereka lebih banyak diam dan tidak pamer tapi tiba-tiba nilainya sempurna 😅😅😅
Depok, Abadi Jaya, 09. 09. 2025
Pukul : 17.40