sulit untuk menebak kehidupan yang kita jalani.. terkadang apa yang direncanakan tak kunjung juga datang, malah yang datang hal slama ini kita hindari bahkan tidak diinginkan. sekalipun hidup ini adalah hasil usaha kita, namun seberapa besar apa yang kita jalankan adalah wujud dari harapan kita.. Kita membutuhkan asa, ia bisa membangkitkan kita juga mengarahkan langkah kita dalam mengarungi kehidupan yang kita jalani sekarang dan yang akan datang
26 November 2025
Sudut Pandang Berbeda-beda
23 November 2025
Alhamdulilah urusan Beress
Mendengarkan Curhatan
21 November 2025
Kehangatan di Dies Natalis FIK UI ke-40
Jatah Hidup Laptop 1x/hari
20 November 2025
Teman Pertemanan lelarian
Laptop dan Hp kompakan rusak
Makna di Balik Marathon
19 November 2025
Misi Berakhir, Motoran Balik Ke Depok
17 November 2025
Gokilnya Borobudur Marathon 2025
15 November 2025
H-1 Borobudur Marathon
14 November 2025
Kembali Ke Jogja
13 November 2025
Pertemanan Gabut dan Sekedar lewat
12 November 2025
Lari Pagi Di Magelang
Motoran Pare - Magelang
11 November 2025
Pare, See U again
10 November 2025
Lepaskan bayang banyang gen Z
09 November 2025
Berbaur dengan Gen Z Again
04 November 2025
Ngobrol via w.a hingga 1 jam lebih
Salah Sangka
02 November 2025
Lika Liku Pertemanan
Boundaries, Membuat Jarak
01 November 2025
Pengalaman Belajar Program Speaking
Ya Begitulah :)
Sebenarnya ini ditulis minggu lalu, tepatnya tanggal
23 oktober, ketika saya mengalami hal yang terbilang "kaget" sempat
berpikir, ini orang sudah disempatin untuk ditemani belajar, malah langsung
pergi, tanpa ngomong apapun. wkwkwkw, mungkin saya yang terlalu exited, mau
mengajari, tapi belum tersambut dengan baik, padahal cukup dekat, namun berarti
akan cocokan terus, bahkan sebelum kejadian pagi, sempat bercerita lama selepas
subuh sampe nyari sarapan bareng. Setelah kejadian dan tulisan ini, saya sudah
menyampaikan langsung sama orangnya, kebetulan pas bertemu, sambil bercanda
saya bilang, kok tiba2 menghilang padahal sudah mau ditemani belajar wkwkwk,
dan responnya biasa aja mungkin karena dia fokus sama teman yang pas ada di
depannya wkwkw, katanya semalam nyari teman yang lain (nunjuk orangnya di
depan). hmmm baiklah, tidak jadi masalah, saya yang perlu rem nampanya, luh
butuh, saya kasih, luh ga butuh, gpp, ga ada untungnya buat saya. dan actually,
tidak ada masalah dengan kami, semua biasa-biasa saja, hanya menjadi catatan
buat diri saya, untuk tidak terlalu "melihat" orang lain dalam
kacamata sendiri, mungkin lebih tepatnya lebih memahami "karakter" orang dari pengalaman dan interaksi yang sudah-sudah, sehingga ga usah generalisir. Interaksi hampir 1 bulan sudah
menjadi catatan buat diri, bagaimana harus bersikap dan berkomunikasi. terlebih
jarak usia yang cukup jauh. bisa jadi perbedaan persepsi dan pola pikir
termasuk culture yang cukup berbeda dan sebenarnya sudah tahu "karakterk" dari selama berinteraksi dan berbagi cerita tentang apa
saja, terbilang sering ngobrol, ga perlu drama-drama, tidak ada
masalah sama sekali kok, hanya menjadi pelajaran buat saya untuk bersikap.
hehehe aauuuuuuuuuu. berikut kekagetan saya setelah beberapa saat begitu
mengalaminya dan saya menulisnya di email, mumpung masih anget :
Pengalaman berinteraksi dengan orang2 baru. Ada saja
salah satu orang yang dirasakan cocok dalam berkomunikasi namun dalam beberapa
moment apa yang terasa janggal. Benar bahwa tidak semua manusia sempurna, pasti
ada kelemahan, ada moment kita benar benar cocok dan bisa sepadan namun disisi
lain ada hal yang nampaknya kurang sreg. Tidak semua harus sepadan dan sreg.
Apalagi jika dilihat kembali dari segi umur, masih tumbuh dan mencari identitas
atau menunjukkan identitas yang kuat. Mungkin kita terlalu besar ekspektasi
kepada orang lain namun orang lain tidak membaca itu. Kita berharap banyak
kepada orang lain namun orang itu tidak melihat harapan itu sebagai sesuatu
yang positif. Pada akhirnya semua kembali ke diri masing2 dan saya juga kembali
ke prinsip diri, kita hanya menyarankan dan berharap itu yg bisa dilakukan
namun berpulang ke orang itu, tidak ada kesan untuk memaksa dan yang hanya bisa
kita lakukan ada menyarankan dan menyampaikan. Memang saya perlu kembali
mengingat beberapa moment yang memang kurang sreg, dan sebagai pengingat, oo
iya, kita tidak bs berbuat banyak.. kembali ke diri orang itu meskipun kita sdh
anggap sebagai kawan dekat namun kita tidak punya kuasa yg mengatur. Dirinya
ada dirinya.. dia tumbuh dan berjalan sesuai nalar dan keinginannya, kita hanya
salah satu bagian besar referensi yang bisa digunakan bisa juga tidak. Hanya
dia yg tahu dan biarlah menjadi misteri.
hmmm, intinya setelah kejadian itu, saya paham, saya
tetap menjalin komunikasi, bahkan saya yakin, teman ini ga pernah memikirkan
kejadian ini, menganggap biasa saja. bahkan untuk bilang "maaf" tidak
ada. wkwkwkw, gak perlu juga sic, bukan dia yang bermasalah, kitanya yang
bermasalah, seharusnya bisa memposisikan diri. seperti hukum pertemanan selama
ini, kita merasa dekat dengan orang itu, dia merasa biasa, respon itu hal yang
biasa. bukan hal yang perlu dan tulisan ini cukup untuk diri saya sendiri.
wkwkwk untuk memulihkan mental diabaikan teman sendiri. sudah lah ga ada
masalah sebenarnya, ini hanya dikenang dan dijadikan pelajaran dalam bersikap.
hehe
Surabaya, 01. 11. 2025